Vampire Family (What This Feeling? – Part.7)

Title                :Vampire Family (What This Feeling?! – Part.7)

Author          :NtaKyung

Casts               : All Member EXO-K, Xi Lu Han, Huang Zi Tao, Kris, Jung Yunho (TVXQ), Kwon Boa, Hwang Sunyoung, Yoo Hanbyul and Cha Minkwang

Length          :Series [On Writing]

Genre            : Family, Fantasy, Humor, Romance, School Life.

Rated             : PG-13

Summary        : Hwang Sunyoung, Seorang gadis biasa yang hidup di tengah-tengah pusat kota Seoul seorang diri karena kedua orang tuanya yang tinggal di Sidney. Sebagai gadis yang cukup pendiam, Ternyata dia memiliki seorang kekasih yang hanya di ketahui kedua sepupunya saja. Tapi, Tahukah dia jika kekasihnya, Kim Jongin adalah seorang lelaki misterius yang mencoba menyembunyikan sesuatu darinya?? Lalu siapa dia sebenarnya?? Akankah Sunyoung mengetahui siapa Kim Jong In itu??

-Vampire Family-

Sepasang mata tajam tengah mengawasi seorang gadis yang sedang tertidur pulas saat ini. Mata lelaki itu semakin menyipit ketika sang gadis mulai menggerakkan kepalanya, Merasa jika tidurnya seakan terusik karena sebuah mimpi buruk.

“Hah!!” Tiba-tiba gadis yang tak lain adalah Minkwang itu, Terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya.

Ia segera menyalakan lampu duduk yang berada di sisi ranjangnya serta meraih segelas air putih lalu meneguknya dengan cepat.

“Mimpi itu lagi…” Gumamnya.

Srek!

Pikiran Minkwang teralihkan saat ia mendengar seseorang seperti yang berjalan di luar sana dengan menginjak daun kering. Tanpa pikir panjang lagi, Minkwang beranjak dari tempat tidurnya menuju jendel kamarnya.

Dibukanya jendela kamar itu dan tatapannya langsung tertuju pada seseorang yang sedang berdiri sambil melihat padanya. Kedua mata Minkwang membulat melihat lelaki itu kini berada di rumah ini, Padahal jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.

“Tao-ya…” Kaget Minkwang.

“Hey…” Tao melambaikan tangan kanannya singkat, “Apa kau akan terus diam di sana? Turunlah… Temani aku di sini…” Pintanya kemudian.

“Ahh…” Minkwang tersadar dari keterkejutannya itu lantas mengangguk cepat. “Aku akan ke bawah sekarang juga… Tunggu sebentar…” Jawab Minkwang akhirnya.

“Ok…”

Minkwang berjalan menuruni anak tangga dengan langkah cepat, Senyum tipis terkembang di wajahnya. Ntahlah, Sejak pertemuannya saat di rumah Kai dulu. Ia menjadi sangat dekat dengan Tao. Bahkan, Ia sadar satu hal, Dia telah tertarik pada lelaki bermata tajam ini.

“Hey!” Minkwang menepuk pundak Tao sambil tersenyum lebar.

Tao berbalik padanya dan membalas senyuman gadis ini, “Wuah, Waktu yang cukup cepat untuk turun…” Canda Tao setelah melirik jam tangannya.

“Mwo?? Ya!! Bukannya kau sendiri yang memintaku untuk turun dengan cepat, Huh?!” Balas Minkwang, Berpura-pura kesal.

“Hahaha… Aku hanya bercanda…” Tawa Tao seraya mengacak-ngacak rambut Minkwang dengan begitu lembut.

Deg!!

Minkwang terdiam, Menatap Tao dalam diam. Jika dia boleh jujur, Ia sangat suka melihat Tao tertawa seperti ini di hadapannya daripada harus menatapnya tajam seperti pertama kali dia bertemu.

“Oy!! Nona, Cha! Neo gwenchana??” Tao melambai-lambaikan telapak tangannya tepat di hadapan wajah Minkwang.

“Oh??” Minkwang kembali tersadar. “Anniya… Aku baik-baik saja…” Jawabnya kemudian.

“Ehm, Baguslah…” Sahut Tao sambil mengangguk.

Mereka berdua memilih untuk duduk di balkon belakang rumah ini, Menikmati suasana dini hari yang masih terasa begitu dingin.

“Tao-ya… Apakah, Kau ingat pertemuan pertama kita saat dulu??” Suara Minkwang mulai memecahkan keheningan mala mini.

Tao menoleh padanya. “Waeyo??”

Minwkang menggeleng singkat, “Anniya… Hanya saja… Aku tiba-tiba teringat dengan masa-masa di mana kita pertama kali bertemu…”

“Hm, Begitukah??”

“Ne…” Jawab Minkwang singkat seraya mengangguk pelan.

<Flash Back Start>

Sudah hampir setengah jam ia mencoba mencari keberadaan Sunyoung, Tapi ia tetap saja tidak menemukannya. Terlebih, Sekarang ia pun tidak dapat bertemu dengan Hanbyul dan orang lainnya di rumah ini.

“Haish!! Sebenarnya kemana mereka berdua itu?!” Kesal Minkwang.

Ia melihat ke luar rumah ini, Terasa begitu sepi. Berbeda sekali dengan kawasan perumahan di dekat rumah Sunyoung. “Apa mungkin mereka di luar??” Pikir Minkwang.

Minkwang pun memutuskan untuk keluar dari rumah ini, Tapi setelah ia berada di halaman luar rumah ini, Ntah kenapa ia merasakan suasana yang mencekam dan membuat bulu kudungknya berdiri.

“Ahh, Kurasa mereka tidak ada di sini…” Gumamnya sambil merapatkan jaketnya.

Wush!!

Tiba-tiba saja angin berhembus cukup kencang saat Minkwang berbalik, Dengan segera ia pun menutup wajahnya dengan tangannya seraya mundur beberapa langkah, Tapi ia tidak sadar jika di belakangnya ada beberapa ranting.

“Kyaaa!!” Minkwang langsung berteriak saat ia terpeleset karena beberapa ranting itu. Dia menutup kedua matanya, Tapi anehnya ia tidak merasakan sakit apapun.

“Eh?! Kenapa rasanya tidak sakit?” Pikir Minkwang. Perlahan ia membuka kedua matanya dan kedua matanya langsung membulat dalam seketika saat mendapati seorang lelaki tengah merangkul tubuhnya yang hampir terjatuh itu.

Lelaki itu lantas tersenyum padanya, “Kau tidak apa-apa?” Tanyanya dengan lembut.

Minkwang masih mematung dalam posisinya sekarang, Ia menatap seksama wajah lelaki yang ada di hadapannya saat ini yang tak lain adalah Tao.

“Hei, Nona! Kau tidak apa-apa?” Tanya Tao lagi karena tak mendapatkan respon darinya.

“Eoh?” Minkwang tersadar dari lamunannya, Dan setelah itu ia pun segera menarik dirinya dari pelukan Tao. “M-maaf… Tadi, Aku hanya… Sedikit terkejut!” Gugupnya.

“Hm, Untunglah…” Tao tersenyum tipis, “Kupikir kau terluka hingga terdiam seperti itu. Tapi jika kau baik-baik saja, Itu melegakan…”

Deg!!

Minkwang kembali terdiam, “Senyum itu… Oh, Tuhan!! Kenapa senyumnya begitu mempesona?!” Batinnya begitu terpesona dengan senyuman Minkwang.

“Ah, Yah… Aku Huang Zi Tao. Kau?” Tao mengulurkan tangannya dengan ramah.

“Huh?” Dengan bingung Minkwang menatap tangan Tao yang mengulur padanya, Tapi setelah itu ia tersadar dengan hal itu, “Ahh… Aku… Aku Cha Minkwang…” Jawabnya seraya mengulurkan tangannya dan saling berjabatan tangan dengan Tao.

Mereka saling bertatapan cukup lama, Minkwang terlihat begitu gugup sedangkan Tao hanya tersenyum tipis padanya. Begitu ramah pada gadis yang kini berada di hadapannya saat ini.

“Tangannya dingin sekali. Apakah dia sudah terlalu lama di luar rumah hingga tangannya terasa sedingin ini?” Pikir Minkwang saat tadi menjabat tangan Tao dan dapat merasakan tangannya yang terasa dingin itu.

<Flash Back End>

Minkwang merapatkan jaketnya saat merasakan angin malam yang kembali menerpa tubuhnya. Sadar dengan hal itu, Tao menoleh padanya lalu menarik tubuh Minkwang hingga gadis itu masuk ke dalam rangkulannya.

“Omo!” Kaget Minkwang seraya menengadahkan kepalanya, Menatap Tao syok.

Tao menunduk padanya, Menatap lekat kedua mata Minkwang. “Akan lebih hangat jika seperti ini kan?” Ujar Tao tenang dan semakin merapatkan Minkwang dalam pelukannya.

Blush!!

Kedua pipi Minkwang memerah dalam seketika, Jantungnya berdegup sangat kencang. “Kurasa.. Aku jatuh cinta padanya…” Batinnya. “Hah… Tapi, Apakah dia memiliki perasaan yang sama?”

Minkwang sedikit menengadahkan kembali kepalanya, Menatap Tao yang hanya terus menatap langit-langit tanpa berkata apa-apa.

“Dan jawabannya… Mungkin tidak ada!” Raut wajah Minkwang seketika berubah sedih, Namun Tao tak menyadari hal itu.

-Vampire Family-

Tao melirik Minkwang yang kini sudah tertidur pulas dalam dekapannya. Ia pun beranjak dari posisinya dan menggendong Minkwang dengan segera. Lalu membawa gadis itu ke dalam kamarnya tanpa membangunkan satu orangpun penghuni di rumah ini.

Ia merebahkan tubuh Minkwang di atas ranjangnya. “Selamat malam…” Gumamnya. Cukup lama Tao memperhatikan wajah gadis ini, Dan ia tak merasa bosan sama sekali.

Perlahan, Tao pun membelai lembut wajah Minkwang dengan tangannya. Ntah apa yang ada di pikirannya saat ini, Tapi tiba-tiba saja ia membungkukkan badannya dan satu kecupan lembut mendarat tepat di bibir Minkwang.

“Ehm..” Minkwang menggeliat kecil saat merasakan sesuatu yang dingin menyentuh bibirnya.

Kedua matanya membuka, Dan samar-samar ia dapat melihat Tao yang tengah tersenyum kecil padanya. Dengan segera Minkwang pun beranjak dari posisi tidurnya dan menyalakan lampu duduk di sisi ranjangnya.

“Tao-ya?” Panggilnya.

Hening, Tak ada siapapun di ruangan itu. “Hah…” Gadis ini menghela nafas panjang. “Aku tadi pasti bermimpi!!” Pikirnya. “Dia pasti sudah pulang setelah memindahkanku ke kamar!! Haish… Cha Minkwang!! Kenapa kau harus tertidur saat bersamanya?!” Gerutunya pada diri sendiri.

-Vampire Family-

Knock… Knock… Knock…

“Eoh! Tunggu sebentar!” Sahut seseorang dari dalam rumah.

Cklek!

“Oh… Tao-ya. Kau datang kemari lagi?” Tanya Kris sang pemilik rumah, Dan tentu saja dia tahu tentang rahasia rahasia keluarga Vampire ini. Walaupun dia bukanlah bagian dari mereka, Tapi bukan berarti dia adalah seorang manusia biasa. Sebenarnya, Kris adalah seorang manusia serigala yang akan berubah hanya setiap kali Bulan Purnama tiba.

“Apa kau keberatan aku datang lagi?! Memangnya hanya Kai yang boleh datang ke tempatmu ini, Huh?!” Jawab Tao sinis seraya masuk begitu saja ke dalam rumah Kris.

“Tidak… Hanya saja, Sudah hampir bebera hari ini kau sering berkunjung kemari. Padahal kan biasanya kau hanya menyapaku dan lalu pergi begitu saja…” Jawab Kris tenang.

“Hah! Tidak perlu bicara lagi, Apa kau mempunyai darah kemasan di dalam lemari es-mu?” Ujar Tao kemudian.

Kris menaikkan sebelah alisnya, Bingung. “Aneh sekali, Jika kau datang kemari hanya karena kau lapar, Kenapa kau tidak langsung mencari mangsamu saja?”

“Untuk saat ini aku tidak bisa menyerangnya. Ntahlah… Pokoknya aku tidak bisa meminum darah gadis itu sekarang…” Jelas Tao seraya meneguk gelas berisi cairah merah yang di berikan Kris padanya tadi,

“Maksudmu?” Tanya Kris tak mengerti.

Tao tak menjawab, Ia hanya merebahkan dirinya di atas sofa empuk yang ada di sampingnya. Lalu memejamkan matanya tanpa mengatakan apapun lagi.

“Cih! Kau ini benar-benar aneh sekali!” Ejek Kris seraya meletakkan gelas yang sudah kosong itu ke dapur.

Tapi, Sesaat setelah itu ia menggedikkan kepalanya. Seakan dia menyadari sesuatu, “Tunggu!! Rasanya… Keadaan seperti ini pernah ku alami sebelumnya…” Pikirnya.

Hanya beberapa saat saja untuk membuat Kris mengingat sesuatu, Hingga akhirnya ia berbalik dan menoleh pada Tao yang kini masih berbaring di atas sofa.

“Apakah mungkin… Dia sedang jatuh cinta?” Gumamnya, Mengingat jika saat Kai pertama kali jatuh cinta pada Sunyoung pun bersikap sama halnya seperti Tao.

Sret!!

Tiba-tiba saja Tao beranjak dari posisinya dan menoleh pada Kris yang tengah menatapnya. “Ya! Aku tidak sedang jatuh cinta! Kenapa kau bisa berfikir hal sedangkal itu, Huh?” Ujarnya.

Kris mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum mengejek padanya, Seakan tahu jika respon ini yang akan di dapatnya. Dia tahu, Sebagai bagian dari seorang Vampire. Tao pasti memiliki indra pendengaran yang cukup tajam meskipun dirinya hanya sebatas bergumam.

“Aku tidak mungkin jatuh cinta, Terlebih pada seorang manusia yang tidak berdaya!” Sinis Tao.

“Oh yah?” Ragu Kris sambil menatap tajam pada Tao, Namun Tao malah memilih untuk kembali berbaring dia atas sofa itu, Mencoba menghindari tatapan Kris yang seakan menyudutkannya.

-Vampire Family-

Dengan semangat, Sehun keluar dari dalam kamarnya sambil membawa sebuah gulungan yang berukuran cukup besar. Senyum lebar terukir jelas di wajahnya.

“Sehun-ah. Kau mau pergi kemana sepagi ini?” Tanya D.O saat melihat Sehun hendak keluar dari rumah ini.

“Aku tidak bisa mengatakannya, Hyung! Aku harus berangkat sekarang, Aku tidak ingin sampai harus terlambat!” Jawabnya kemudian.

“Eh? Memangnya kau ada pelajaran tambahan di sekolahmu? Ini kan hari minggu…” Tanya Suho heran.

“Aku harus pergi sekarang!” Pamit Sehun tanpa menjawab pertanyaan dari kedua kakakaknya itu. Sedangkan Suho dan D.O hanya saling pandang tak mengerti.

“Ada apa dengannya? Dia itu aneh sekali!” Tanya Suho sambil menoleh pada D.O.

D.O menaikkan bahunya sambil menggeleng singkat, “Jangan tanyakan aku tentang perubahan sikapnya itu! Dia itu sudah bersikap seperti itu semenjak mengenal sepupu Sunyoung…”

“Sepupu Sunyoung?!” Tanya Baekhyun yang ntah sejak kapan sudah bergabung dalam ruangan itu dan mendengarkan ucapan D.O.

“Yah… Setahuku seperti itu…” Jawab D.O sambil mengangguk singkat dan kembali fokus pada MP4 yang sedang di dengarkannya.

“Benar-benar aneh… Sejak kapan juga Sehun dekat dengan seorang gadis?” Ujar Suho teringat jika Sehun memang tidak bisa terlalu dekat dengan gadis-gadis.

“Mungkin yang ini sedikit berbeda…” Sahut Chanyeol yang baru saja turun dari anak tangga.

“Beda apanya?! Menurutku tak ada yang special dari gadis itu!” Heran Baekhyun.

“Ntahlah…” Jawab Chanyeol singkat, “Yang pasti, Dia berubah seperti itu pastinya ada hal yang berbeda dari gadis itu, Kan?”

“Hm.. Apa yang kau katakan ada benarnya juga!” Tanggap Suho dan Baekhyun bersamaan.

“Tapi tunggu! Kenapa rasanya… Aku seperti melihat dia sama seperti Kai saat jatuh cinta pada Sunyoung?!” Seru Suho tiba-tiba.

“Ah!! Benar-benar… Dia mirip Kai saat sedang jatuh cinta!” Baekhyun mengangguk cepat.

Mereka semua saling berpandangan, Termasuk D.O yang merasa tertarik dengan obrolan ke-3 kakaknya itu. “Apakah mungkin… Sehun itu sedang…”

“Dia sedang jatuh cinta!” Sahut Luhan yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.

“EH?!!!” Kaget ke-4 orang itu, Tak mempercayai apa yang di katakan Luhan tadi.

-Vampire Family-

“Pagi…” Sapa Hanbyul yang baru saja keluar dari kamarnya.

Sunyoung tersenyum tipis padanya, “Pagi…” Balasnya seraya memoleskan selai strawberry pada roti yang ada di tangannya.

“Hoam, Pagi…” Ujar Minkwang yang baru turun dari lantai atas sambil menguap kecil.

“Noona!” Tiba-tiba suara teriakan Sehun mengejutkan mereka bertiga, Mereka saling bertukar pandang tak mengerti dan setelah itu mereka pun bergegas beranjak dari tempatnya.

Cklek!

Sunyoung membuka pintu rumahnya dan begitu terkejut saat melihat sebuah spanduk terpasang jelas di depan rumahnya dengan bertuliskan ‘I LOVE YOU, Yoo Hanbyul!!’.

“YA! Apa yang kau lakukan, Huh?!” Tanya Hanbyul terlihat malu dan kesal.

“Noona, Apa kau terkejut?! Aku mempersiapkan ini untukmu!” Ujar Sehun dengan bersemangat.

“Kau ini apa-apaan, Huh?!” Sentak Hanbyul.

“Wuah, Kau begitu romantis sekali. Sehun-ah!” Puji Minkwang menyela ucapan Hanbyul.

“Benarkah?” Sehun nampak senang saat Minkwang memujinya seperti itu.

“Yah, Kau benar-benar hebat!” Minkwang menaikkan kedua jempolnya.

“Cha Minkwang!” Hanbyul meliriknya garang.

“Sehun-ah, Kau melakukan ini sendirian?” Tanya Sunyoung kemudian, Lalu Sehun mengangguk cepat untuk menjawab pertanyaannya. “Jinja?! Ahh… Kau hebat sekali!!” Pujinya.

Dan lagi-lagi, Sehun terlihat begitu senang saat mendengar pujian Sunyoung. Ia pun menoleh ke arah Hanbyul. “Noona, Bagaimana menurutmu?” Tanyanya semangat.

“Kau tahu?!” Hanbyul menatapnya kesal. “Ini sangat memalukan!! Idemu ini benar-benar sangat kekanak-kanakan!!” Hardiknya yang kemudian bergegas masuk ke dalam rumah.

“Hanbyul-ah!” Seru Minkwang seraya ikut masuk ke dalam rumah.

Sunyoung melirik Sehun yang tetap terdiam di tempatnya, Lalu ia pun menepuk pundak lelaki itu pelan. “Sehun-ah…” Panggilnya kemudian.

“Hm, Ne?” Sehun menoleh pada Sunyoung.

“Mianhe, Saat ini perasaan Hanbyul sedang tidak baik. Jadi, Dia berkata seperti itu… Kau tidak marah kan?” Ujar Sunyoung mencoba menghibur Sehun.

“Tidak apa-apa. Mungkin… Tindakanku memang kekanak-kanakan…” Sahut Sehun dan ia pun berbalik, Mengambil spanduk yang di bawanya kemudian pergi dengan perlahan dari kawasan rumah Sunyoung.

“Aigoo.. Padahal dia sudah bersusah payah melakukan hal itu untuknya. Aish, Hanbyul memang keterlaluan!” Gerutu Sunyoung seraya masuk ke dalam rumah.

“Ya! Yoo Hanbyul, Kenapa kau menyebalkan sekali, Huh? Dia sudah bersusah payah menyiapkan kejutan itu untukmu, Dan kau justru menjawabnya seperti itu?!” Minkwang memandang kesal pada Hanbyul yang bersikap berpura-pura tak mendengarnya.

“Kau sudah keterlaluan pada Sehun, Hanbyul-ah. Tidak seharusnya kau mengatakan hal seperti itu padanya…” Tambah Sunyoung.

“Aish! Kalian ini berisik sekali, Menyebalkan!” Gerutu Hanbyul kemudian beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya.

“Hah… Dia itu aneh sekali. Ada seseorang yang tampan dan lucu seperti Sehun menyatakan perasaan padanya, Tapi dia justru menolaknya dan bersikap seperti itu, Bodoh!” Ujar Minkwang seraya menyalakan tv.

“Hm, Mungkin… Dia hanya belum menyadarinya saja, Jika sebenarnya dia menyukai Sehun. Aku yakin sebenarnya Hanbyul menyukai Sehun…” Sahut Sunyoung kemudian.

“Aku tidak menyukainya!!!” Teriak Hanbyul dari dalam kamarnya membuat kedua sepupunya itu terkejut.

“Dia pasti mendengarnya…” Bisik Sunyoung dan di balas anggukan Minkwang.

-Vampire Family-

Cklek!!

Sehun masuk ke dalam rumahnya dengan wajah tertunduk dan menyeret spanduknya. Lalu ia pun menaiki anak tangga, Tak menyadari Luhan, Chanyeol Suho, D.O dan Baekhyun yang ada di ruang tamu tengah memperhatikan dirinya. “Ada apa dengannya?” Tanya Suho heran.

“Ntahlah..” Baekhyun mengangkat kedua bahunya cuek.

“Hm, Mungkinkan dia…” Ucapan Chanyeol terhenti.

Dan seketika itu juga seluruh mata tertuju pada seseorang, Sadar dengan pandangan itu orang yang sedang di tatapi itu balik menatap para kakaknya itu. “Wa?! Kenapa kalian menatapku seperti itu, Huh?!” Tanya D.O merasa risih dengan tatapan mereka.

“Tidak ada apa-apa…” Mereka semua menggeleng kompak.

“Sudhalah, Biar aku yang tanyakan langsung saja pada Sehun…” Putus Luhan kemudian.

-Vampire Family-

Kai menghampiri Sunyoung yang sedang duduk di balkon belakang rumah ini dengan perlahan. Berniat mengejutkan Sunyoung sekarang.

Greb!

“Omo!!” Kaget Sunyoung seraya menoleh ke belakang dan mendapati Kai yang tengah terkekeh kecil padanya sambil memeluknya dari belakang. “Haish… Kau mengejutkanku saja!” Kesalnya.

“Hehehe, Memang itu tujuanku!” Kai menjulurkan lidahnya, Mengejek Sunyoung.

“Huh! Kau menyebalkan!” Sunyoung mengembungkan kedua pipinya, kesal.

Merasa gemas akan sikap Sunyoung ini, Kai membalikkan tubuhnya dan menyentuh lembut wajah Sunyoung seraya tersenyum tipis.

“Hari ini kau terlihat begitu cantik…” Pujinya.

“Jika kau mengatakan hal ini hanya demi membuatku tidak marah lagi, Kau gagal total!!” Sahut Sunyoung sinis seraya berbalik kembali.

“Eii.. Kenapa kau jadi marah seperti ini, Sunyoung-ah?” Kai mencoba untuk membuat Sunyoung kembali berbalik, Tapi hasilnya gadis itu tetap marah.

Wush!!

Angin berhembus cukup kencang, Membuat rambut Sunyoung yang tergerai panjang perlahan tersibak angin dan memampangkan lehernya yang terlihat putih itu.

Deg!!

Tubuh Kai menegang dalam seketika, Kedua matanya berubah menjadi merah dan sepasang taring pun menyembul dari balik mulutnya.

“Ugh!!” Kai memegangi dadanya yang terasa sesak, Seakan memberontak meminta darah saat ini juga.

Brak!!

Kai terjatuh lemas di atas lantai dengan wajah tertunduk dan tangan kanannya yang meremas kuat dadanya. “Kai!!” Seru Sunyoung, Terkejut saat melihat lelaki yang di cintainya itu terjatuh lemas dengan tiba-tiba. “Kau kenapa?!” Cemasnya.

“Tidak usah pedulikan aku!” Jawab Kai seraya beranjak dari duduknya dan berlari sekencang mungkin meninggalkan Sunyoung.

“KAI!!” Teriak Sunyoung seraya berlari mencoba mengejar Kai, Tapi sayangnya usahanya itu sia-sia karena Kai sudah terlebih dulu menaiki motornya dan melaju dengan kencang.

“Hah… Hah… Hah…” Sunyoung mencoba mengatur nafasnya yang terasa sesak. “Sebenarnya.. Ada apa dengannya?” Pikir Sunyoung.

Tiba-tiba saja tatapan Sunyoung tertuju pada sekumpulan kelelawar yang berterbangan di atas langit, Dan di saat itu juga pandangannya fokus pada sesuatu.

“Malam ini… Bulan purnama!” Gumamnya.

Pikiran aneh mulai terbesit dalam pikiran Sunyoung, Dengan segera ia pun berlari dengan cepat dan seperti sudah mengetahui arah tujuannya ia tetap terus berlari ke suatu tempat yang ntah kemana tujuannya itu.

“Kenapa kau selalu seperti ini setiap kali bulan purnama, Jongin-ah?”

 -Vampire Family-

Sepasang mata tajam berwarna merah cerah seperti warna merah darah tengah memperhatikan Minkwang yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.

“Aaa!!” Teriak Minkwang, Terkejut dengan kehadiran lelaki itu yang baru ia sadari. “Aish, Ya! Tao-ya, Kenapa kau ada di kamarku?!” Tanyanya masih sedikit terkejut.

Tak ada jawaban dari lelaki yang tak lain adalah Tao itu, Dia hanya tetap terdiam memandang lekat pada Minkwang.

Merasa ada yang berbeda darinya Minkwang memberanikan dirinya untuk mendekati Tao. Tapi di saat tangannya hendak menyentuh kening Tao, Lelaki itu lantas menahannya dan memegang kuat pergelangan tangan Minkwang.

“Jangan mendekatiku!” Cegah Tao.

“Mwo?!” Sunyoung mengerutkan keningnya, Tak mengerti.

Tanpa menjawab terlebih dulu, Tao justru meloncat keluar kamar Minkwang. Melihat hal itu tentu saja Minkwang terkejut dan berlari ke arah jendela kamarnya, Tapi anehnya dirinya tidak melihat Tao di manapun.

“Huang Zi Tao!!” Panggilnya namun tak ada sahutan.

Minkwang terdiam sesaat, Kedua kakinya lemas dalam seketika dan tubuhnya pun perlahan memerosot terjatuh ke atas lantai yang dingin.

“Sebenarnya… Siapa dia sebenarnya?” Pikir Minkwang mulai merasa ada yang ganjil.

-Vampire Family-

Cklek!!

“Sehun-ah, Kau baik-baik saja?” Tanya Luhan yang baru saja memasuki kamar Sehun.

Hening, Sehun tak menjawab. Dia tetap terdiam di posisinya sekarang. Duduk di sudut ruangan dengan kepala yang tertunduk.

“Sehun-ah…” Panggil Luhan lagi.

Sret!!

Luhan mendongakkan wajahnya dan dapat Luhan lihat tatapan adiknya yang begitu berbeda. Kedua bola matanya berwarna merah seperti darah serta tatapannya yang begitu dingin. Dua taring yang tajam pun menyembul dari dalam mulutnya.

Dengan segera Luhan menoleh ke arah luar jendela dan ia paham betul kenapa Sehun berubah seperti sekarang ini. “Ini… Bulan purnama…” Pikirnya.

“Hyung…” Panggil Sehun kemudian dengan suaranya yang terdengar berat.

“Eoh, Wae?” Luhan menoleh padanya dan berjalan menghampirinya.

“Berikan aku darah!” Pinta Sehun dengan dingin dan tiba-tiba saja kini ia telah berada tepat di hadapan Luhan.

“Oh! Gerakanmu cepat sekali…” Kaget Luhan tak begitu menyadari gerakan Sehun yang cukup cepat itu.

Greb!!

Kedua mata Luhan membulat dalam seketika saat Sehun tiba-tiba saja mengigit lehernya hingga ia dapat merasakan aroma darahnya yang tercium sangat jelas oleh indra penciumannya.

-Vampire Family-

Sunyoung turun dari dalam taxi tepat di depan rumah Kris. Ia menatap motor Kai yang terparkir di hadapan rumah Kris itu.

“Dia benar ada di sini…” Gumamnya, Lalu Sunyoung pun memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam rumah Kris karena gerbang rumahnya yang tidak di kunci.

Sunyoung menaikkan sebelah alisnya saat mendapati pintu rumah Kris yang sedikit terbuka. Tapi karena tak mau banyak berfikir lagi, Sunyoung akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah itu dengan diam-diam.

Samar-samar ia dapat mendengar sentakan dua orang lelaki, Suara yang satu ia dapat dengan jelas mengetahuinya, Itu pasti suara Kris, Pikirnya. Tapi Sunyoung tidak mengetahui suara lainnya yang tengah membentak seseorang.

Di sisi Lain…

“Sudah kukatakan untuk tidak menahannya, Kim Jongin!!” Sentak Baekhyun dengan lantang.

“Aku tidak akan meminumnya secara langsung!!” Balas Kai dengan sengit, “Kris Hyung, Berikan aku darah kemasan saja!” Pinta Kai kemudian.

Kris menggeleng, “Apa yang dikatakan Baekhyun ada benarnya, Kai. Kau harus meminum darah gadis itu!” Ia menunjuk seorang gadis yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai.

Yah, Baekhyun sengaja membawanya saat ia telah menyelesaikan ‘santapannya’ terlebih dulu. Ia tahu jika Kai akan merasa kehausan seperti ini, Terlebih ini adalah bulan purnama. Pasti hasrat akan darahnya akan bertambah.

“Hyung!!” Kesal Kai.

“Kami melakukan semua ini demimu, Kai!!” Sela Kris kemudian.

Kai terdiam, Tak berani memandang gadis yang tak berdaya itu. Ia takut dirinya akan kalap dan termakan oleh nafsunya semata, Meskipun hukum alam memang mengharuskannya untuk meminum darah secara langsung dari seorang manusia.

“Dan jangan biarkan aku bersalah atas segala rasa sakit yang kau rasakan saat ini, Kai!! Aku mohon padamu, Minum darah gadis ini sekarang!!” Pinta Baekhyun lagi.

Kai menatap kedua lelaki di hadapannya ini, Lalu ia pun meremas kepalanya seakan frustasi. “Argh!!” Tiba-tiba rasa sakit kembali menguasai dirinya.

Kedua mata Kai kembali memerah, Bahkan kini terlihat lebih pekat. Dan tanpa aba-aba lagi kini Kai tengah merangkul tubuh gadis itu. Lalu sedetik setelah itu pun sepasang taring tajam itu telah menancap mulus di leher gadis tak berdaya itu.

Darah segar mengucur dari lehernya dan seakan tak ingin menyia-nyiakannya sedikitpun. Kai menjilati darah itu lalu kembali menghisapnya dengan sekuat tenaga.

Prang!!

Hisapan itu terhenti, Dan tatapan Kai, Baekhyun serta Kris langsung tertuju pada Sunyoung yang kini tengah berdiri sambil menatap ke arah mereka dengan kedua tangannya yang menutup mulutnya serta tubuhnya nampak bergetar hebat.

“Sunyoung-ah!” Kaget Kai seraya beranjak dari posisinya.

Namun tiba-tiba saja Sunyoung merasakan kedua kakinya begitu lemas dan pandangannya mulai mengabur. Dan di saat tubuh Sunyoung hampir saja terjatuh, Kai segera bergerak lalu menangkap tubuh Sunyoung.

“Sunyoung-ah… Sunyoung-ah…” Panggil Kai mencoba menyadarkan Sunyoung yang telah tak sadarkan diri.

To Be Continued…

About these ads

52 thoughts on “Vampire Family (What This Feeling? – Part.7)

    • Yaaah…
      Intinya neh cerita mlai masuk ќε inti konflik gitu… H[e̲̅]H[e̲̅][e̲̅]H[e̲̅]H[e̲̅]H[e̲̅]

      Gomawo Ɣªª udah baca n comment… (˘⌣˘)
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  1. aduhh itu si sunyoung pake acaa pingsan lg, an jd bisa diapa-apain sama kai *eh
    aduh kirain td sunyoung yg digigit ><
    hahaha sehun unyu, kejutan pake spanduk sagala, lgian hanbyulpake gengsian sgala hihihi*
    hahahaha pesona tao emg yahuddd , apalagi pas liat aslinya d panggung *omo*
    semangat thor, jd makin seru nih
    fighting ^^

    • Hahahahahaha
      Gak akan…
      Kalo ci Kai brani ngapa2in Sunyoung ntr Α∂a̲̅ Kris Ўɐ♌ğ siap gebok dy.. LoL *plaaaak*
      Wuakakakakaka

      Ɣªª..
      Namanya juga anak muda…
      *eh?!*
      Hahahahaha

      Seep2…
      Gomawo Ɣªª… (˘⌣˘)

      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  2. Tao nya udh mulai suka sma minkwan ya eon?
    Knpa sih kai gak jujur aja sma sunyoung?
    Next chapter ya eon.. Penasaran sma kisah sehun sma kai..

  3. AAAAAA cepetan dong part selanjutnya ditunggu bgt ini!!!!! Gila, gua sampe bener22 kebawa suasana. Dae to the Bak!

  4. aduh sehun mukanya jgn ditekukkab gt dong, ayo sama noona aja sini.
    itu sehun gigit leher luhan yaaaa.
    jd tao beneran sedang jatuh cinta nih???
    ketauan deh klu kau vampire, trs gmb kelanjutannya…
    penasaran.
    oh ya td ada sedikit typo loh.

    • Hohohohoho
      Ɣªª..
      Kan sudah mlai ќε puncak konflik neh..
      Jdi mlai trbuka satu2…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

      Oh yah?? *brbperiksa*
      Hehehehe
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  5. sehun kug minum darahnya luhan.?luhan mati gk?
    Sehun kug berubah gtu..

    Tao jua kayaknya galau ma perasaanya deh..jadi niatnya tao tu deketin minkwang cuma karna darahnya..

    Ah onnie kenapa harus d.tbc sich waktu pas adeganya kai sunyoung.?padahal yang q tunggu2 mereka..ah nyebelinnyebelin…
    On plis onnie buat 1 part ja yang isinya full kai sunyoung..

  6. akhir’y sunyoung melihat dgn mata kepala’y sendiri…
    shock pst, pingsan lg..
    pengen tau reaksi sunyoung pas bangun..
    kai’y gak b’nafsu lg minum darah? gak menderita lg?

  7. hee akhirnya ada part 7…
    HOREEEE*jingkkrakan bareng sehun m baekki…
    asiiiikk……
    C.I.N.T.A melanda hati para vampiree…..
    aduuuuh kenapa mesti da penyakit TBC c kan lagi seru chingu :(
    part selanjutnya ditunggu y chingu :) :) :)

    • Ɣªª…
      Maklum, Lagi gak waras itu otaknya…
      Mangkannya langsung maen ggit ɑ̣̇ǰǎ!
      LOL
      Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̇ ̣̣̇̇ ̝Ợ̥ɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊=))

      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  8. huaaa keren, kainya ketauan, astaga bagaimana lanjutannya
    eonnie kenapa harus tbc di bagian yg paling seru? lanjutin ceritanya eonnie, lanjutin yaaa jeballl

  9. huwaaaa! makin bkin deg” ffnya!
    sehun gigit luhan? omona!
    ketauan deh kl kai, dan kakak”nya itu adl vampire sm sonyoung~
    apa yg trjd d part slnjtnya? *lgsgmelesatkenextchap*

  10. hohohoho….mkin seru nih^^
    omo…sehun jd bgt gr2 purnama bnrn ap gr2 ditolak y????
    gmn reaksi sunyoung stlh sdr dr pingsanny y???
    next……next……next…..^^

  11. Poor Sehun, Hanbyul masih gengsi aja ama Sehun. Ksian Sehun uda bikin surprise malah gagal. Uhuh. *pukpukSehun* Etapi itu Sehun kenapa ya, kenapa malah ngigigt Luhan. Gyaaa.!!! :o

    Tao jatuh cinta, Tao jatuh cinta. *nyanyi* Ah Tao jatuh cinta ama Mikwang tp knpa gamau ngaku. -_- Ksian Minkwang diPHPin. :o. *blame Tao*

    Uh’ uh’, Kai ketaun. :o.

    Ojadi Kris werewolf ya. Kirain vampire juga kaya Kai dan keluarga(?). Etapi knpa dirumahnya nyedian darah ya. Emg werewolf minum darah juga ya? *penasaran*

    Keep writing, author. Hwaiting!!

  12. akhirnya………….. ketahuan juga tuh……….. aku jadi lega.
    jadi gak perlu nyiksa diri buat minum darah sembunyi-sembunyi.

    suhun-a pasti sakit banget kayaknya tu cinta pertama ya……. tapi udah patah hati……. :(

    tap kayaknya hanbyul juga suka tu ma sehun cuman gengsi aja gara-gara dia merasa lebih tua dari sehun………

  13. hanbyul keterlaluan ah gengsiannya :( doh akhirnya ketahuan juga deh :3 chapter yg ini gk mau comment banyak-banyak deh yg penting intinya chapter ini neomu neomu daebak author :D

  14. aku suka cerita yg ringan2 gini. asik ga harus kebanyakan mikir. daebaak deh. aku juga suka yg vampir2an gini.
    apalagi yg nc21. wwkkwkwk ngakak guling2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s