The Meaning Behind a Name …??(Part 2 OF 3)

~Donghae PoV~
Aku terbangun dari tidurku tadi, Aku merasakan ada yang berbeda dengan tempat ini.”Di mana aku sekarang? Kenapa aku dapat berada di tempat seperti ini? Bukankah tadi aku tertidur di ruang tamu rumah Kyuhyun?” Gumamku yang terus bertanya – tanya dalam batin. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa di tempat seperti ini tempat yang sepi dan sunyi dan sepertinya tempat ini tidak ada penghuninya.

“Donghae…” Kudengar ada seorang wanita yang memanggilku, Tapi ntah dari mana suara itu berasal.

“Donghae…” Dan lagi – lagi suara itu terus memanggilku. Aku terus melirik ke setiap sudut ruangan ini akan tetapi tetap saja aku tidak menemukan sesosok orang yang memanggilku itu.

Lalu tiba – tiba sebuah telapak tangan mendarat di pundakku dan menepak ku cukup lembut, Lalu akupun berbalik melihat siapakah yang menepuk bahuku itu?? Dan saat ku lihat wajahnya aku begitu terkejut dengan apa yang baru saja aku lihat itu.

“Donghae, Aku merindukanmu! Dari mana saja kau? Kenapa kau tak jua kembali?” Ujar orang itu yang ternyata adalah seorang wanita yang berparas lumayan cantik dan manis, Dan dengan cepat orang itu juga langsung memelukku dengan erat.“Ah, Mianhe Cheongmal Mianhe…” Kata – kata itu terlontar begitu saja dari bibirku ini, Padahal tak terlintas sedikitpun aku akan mengucapkan kata – kata itu.

“Kau tidak perlu meminta maaf padaku! Karena aku telah memaafkanmu sejak dulu, Donghae Saranghae…” Wanita itu menatapku dengan memasang wajah manis dan sesaat aku dapat mengingat wajah ini. Dia adalah wanita yang selama ini selalu menemaniku saat di London dan sampai saat ini pun aku masih mencarinya.

“Oppa aku sangat merindukanmu…” Ujarnya lagi seraya mengecup keningku dengan lembut dan langsung memelukku dengan hangat.

Aku membalas pelukannya dan semakin ku eratkan pelukanku itu, Aku tak ingin melepaskannya lagi. Lalu aku pun berkata, “De, Aku pun sangat merindukanmu… Aku tak ingin kehilanganmu lagi… Aku ingin kau selalu ada bersamaku…” Ujarku panjang lebar dan kini aku mulai membelai – belai rambutnya yang di biarkan tergerai panjang dan hitam.

“Oppa, Apakah Oppa benar – benar ingin selalu bersamaku?” Tanyanya padaku mencoba meyakini jawabanku itu.

“De…” Jawabku mantap. Tiba – tiba dia menegakkan kepalanya dan tersenyum manis padaku, Dan kini kedua tangannya berada di leherku.

“Oppa, aku akan membawamu sekarang! Ke Duniaku, Dunia yang akan menjadi milik kita berdua Oppa…” Ujarnya dan tiba – tiba saja kedua tangannya itu mencekik leherku dengan sangat kuat, Aku mencoba untuk melepaskan cekikan nya namun aku tak mampu melakukannya.

~Author PoV~
Donghae nampak terlihat mulai kehabisan nafas, Tapi Donghae masih mencoba melepaskan cekikkan wanita itu, Namun wanita itu begitu kuat mencekik Donghae bahkan kekuatannya lebih kuat dari tenaga Donghae.

“Ku mohon lepaskan! Ini dapat membuatku terbunuh…” Ujar Donghaae mencoba mengatakannya dengan nafas yang tersenggal  senggal.

“Oppa… Bukankah kau ingin terus bersamaku?” Ujar wanita itu dengan suara yang sedikit manja namun memelas.

Donghae tak mampu membalas ucapan wanita itu, karena nafasnya yang terasa sudah sangat sesak sekali bahkan bernafas pun sudah sangat sulit baginya, Apalagi membalas ucapan wanita itu.

Donghae hanya memperhatikan wajah wanita itu dan Donghae dapat melihat bahwa gadis itu sebenarnya meneteskan air mata akan tetapi bibirnya tetap menggambarkan sebuah senyuman puas dan tak berperasaan.

~Kyuhyun PoV~
“Aku Pulang….” Ujarku, akan tetapi aku tak dapat mendengar jawaban dari siapapun.

“Sasa ke mana yah? Apakah di sedang keluar rumah?” Pikirku bertanya dalam batin dan aku pun mulai mencarinya hingga ku temukan Donghae Hyung yang tengah tertidur di Sofa, Akan tetapi aku melihat sesuatu keanehan di raut wajahnya. Aku dapat melihat kalau Hae Hyung seperti sedang kesakitan dan seperti sedang sesak nafas. Bahkan aku melihat kedua tangannya mulai mencekik lehernya sendiri, Aku yang melihat itu segera menghampirinya.

“Hyung, Kau kenapa? Hyung… Sadarlah…. Hyung….” Aku terus berteriak memanggilnya tapi kondisinya terus seperti itu bahkan sekarang lebih parah, Dia terus – menerus meminta maaf dan tangannya pun semakin kuat mencekik lehernya sendiri.

“Ada apa dengan, Hyung?!” Tanyaku dalam batin.

“Hyung sadarlah… Hyung…” Aku mulai menggoncangkan tubuhnya dengan sangat keras bermaksud agar Donghae Hyung tersadar dan bangun.

Karena aku terlalu panik dan tak tahu harus berbuat apa lagi, Hingga ku memilih untuk menamparnya saat tamparan yang pertama dia nasih tetap begitu akan tetapi di tamparanku yang ketiga dia tersadar dari tidurnya yang menurutku aneh itu. Akan tetapi dapat kulihat dari wajanya yang masih nampak lelah dan masih mencoba mengatur nafasnya itu. Setelah beberapa saat dan dia sudah mulai tenang aku pun mengajaknya bicara.

~Author PoV~

“Hyung, Sebenarnya kau kenapa? Kenapa kau tidur seperti itu?” Tanya Kyuhyun cemas dengan tingkah laku Hyung nya itu.

“Aku sebenarnya tadi… Aku Mimpi buruk…” Jawab Donghae pelan dan memegangi lehernya yang terasa sakit karena cekikan dari tangannya sendiri.

“Mimpiburuk?” Tanya Kyuhyun heran.

“Yah, Kau ingatkan pacarku yang berada di Jepang dan belum sempat ku pertemukan denganmu karena dia telang meninggal?” Tanya Donghae.

Sejenak Kyuhyun terdiam, Lalu ia pun terngat dengan wanita yang di maksud Donghae,”Ah, yah Hyung aku ingat! Lalu apa hubungannya dengan dia?” Tanya Kyuhyun semakin heran.

“Aku tadi memimpikannya, Dalam mimpiku ia sangat inin membunuhku…” Jelas Donghae menceritakan mimpinya tadi.

“Boe? Kau memimpikannya ingin membunuhmu?” Ujar Kyuhyun sangat terkejut dan bingung dengan apa yang dikatakan Hyungnya itu.

<flash Back>

Seorang wanita berditi manis dengan memakai sebuah gaun putih yang panjang selutut, Rambutnya tergerai panjang dan hitam, Matanya pun sedikit sipit dan sebuah senyuman terukir di wajahnya.

“Kau sedang menunggunya datang?” Tanya seorang lelaki yang berada tepat di belakangnya sembari tersenyum dan ternyata lelaki itu adalah Kaka lelaki wanita itu yang bernama Leeteuk.

“De, Oppa…” Jawab Lembut wanita itu.

“Mengapa kau tak menunggu di dalam rumah? Kau tau kan kondisi tubuhmu tidak kuat untuk berlama – lama di luar rumah yang cuacanya dingin seperti ini?” Tanya Leeteuk lembut pada wanita itu sembari menghampiri wanita itu dan memberikan sebuah jaket untuknya.

“Gomawo Oppa…” Ujarnya saat Leeteuk memakaikan jaket untuknya. “Aku akan menunggunya sebentar lagi, Oppa…” Ujar wanita itu lagi sembari tersenyum.

“Baiklah aku tidak akan melarangmu! Tapi jika ia belum datang juga, Lebih baik kau menunggu nya di dalam rumah saja yah! Araseo?” Ujar Leeteuk sembari mengacak – ngacak rambut wanita itu.

“De, Oppa…” Jawab wanita itu sembari memegangi rambutnya yang tadi sempat di acak – acak Leeteuk. Dankini Leteuk pun pergi meninggalkannya.

Beberapa saat kemudian, tak lama setelah Leeteuk pergi meninggalkannya seorang pria datang menghampirinya.

“Mian, Apakah kau menungguku lagi? Apakah sekarang sangatlah lama?” Tanya lelaki itu sembari mengatur nafasnya yang terseggal – senggal dan ternyata lelaki itu adalah orang yang wanita tersebut tunggu.

“Aku menuggu mu selama 25 menit, Oppa..” Ujar wanita tersebut dingin dan memalingkan waanya.

“Mianhe, Tadi ada mata kuliah yang bertambah jam pelajarannya…” Ujar Lelaki itu yang ternyata bernama Donghae.

“Gwenchana Oppa, Aku tidak keberatan jika menunngumu hingga kapanpun!” Ujar wanita itu sembai tersenyum manis.

“Kau ini, Ada-ada saja! Mana mungkin aku akan membiarkanmu terus berada di luar di cuaca yang dingin seperti ini! Dasar!!” Ujar Donghae seraya mengacak-ngacak rambut wanita itu dan tersenyum manis. “Ayo kita masuk rumah!!” Ajak Donghae sembari merangkul wanita tersebut.

Saat di dalam rumah…
“Kau akhirnya pulang juga!!” Ujar Seorang pria yang tak lain adalah Leeteuk.

“Hyung, Bukankah kau ada di Indonesia? Mengapa sekarang kau tiba-tiba ada di sini?” Tanya Donghae heran.

“Aissh, Jadi kau berharap aku akan terus di sana? Tenang saja, Lagipula aku di sini hanya sebentar saja!!” Ujar Leeteuk seraya melemparkan bantal sofa pada Donghae.

“Aniyo… Aku hanya heran kau sudah berada di sini kembali…” Ujar Donghae sembari menghindar dari lemparan Leeteuk.

“Sudahlah, Kalian ini seperti anak kecil saja! Oh yah Oppa, Aku ingin memperlihatkan lukisanku yang seminggu lalu kubuatkan untukmu!” Ujar wanita tersebut sembari tersenyum dan menarik lengan Donghae untuk masuk ke dalam kamarnya dan saat di kamarnya wanita itu memperlihatkan lukisannya yang tak lain adalah gambar wajah Donghae sendiri.

“Wow, Its Amazing…” Ujar Donghae terkesima.

“Bagaimana? Apakah Oppa menyukainya??” Tanya wanita itu yang tak lain bernama Sasa.

“Hmm, Aku sangat suka sekali, Gomawo! Bahkan lukisannya lebih tampan dari pada orangnya!” Ujar Donghae seraya tertawa kecil dan mengedipkan sebelah matanya pada Sasa.

“Oppa, Bisa saja…” Ujar Sasa malu. “Oh yah, Oppa apakah besok aku boleh datang ke tempat Kampusmu?” Tanya Sasa sembari menatap Donghae.

“Waeyo?? Apakah kau masih tetap penasaran dengan kampusku itu?” Tanya Donghae heran.

Sasa hanya mengannguk smebari tersenyum dan berharap akan mendapatkan izin Donghae. “Baiklah, Besok kau datang jam 11.00 siang. Aku akan ada jam kosong di saat jam itu!” Ujar Donghae tersenyum manis tak mampu melawan keinginan pacarnya yang satu ini.

“Wuah, Gomawo Oppa…” Ujar Sasa seraya memeluk Donghae sembari tertawa riang.

*******

Esok harinya, Sasa mendatangi Kampus Donghae dengan perasaan yang gembira. Karena ia datang terlalu cepat, Sasa akhirnya memilih untuk mencari kelas Donghae. Sasa bertanya-tanya pada Mahasiswa yang lewat, Dan akhirnya Sasa dapat menemukan kelas Donghae. Namun sepertinya ia telat dan kelas pun sudah nampak kosong, Lalu 2 orang wanita melewati kelas Donghae dan Sasa pun bertanya pada mereka berdua.

“Mian, Apakah kalian mengenal Mahasiswa yang bernama Donghae?” Tanya ramah Sasa.

“Kau ini siapa, Adiknya?” Tanya salah seorang dari merka sedikit sinis.

“Ani, Aku pacarnya…” Jawab lembut Sasa sembari tersenyum.

“Cih, Jadi wanita seperti kau yang menjadi pujaan hati seorang Donghae?!” Ujar sinis wanita itu lagi.

“Boe?” Tanya heran Sasa.

“Kau ini harusnya bercermin dalam kaca! Kau ini tidak pantas untuk menjadi pacar Donghae! Kau ini tidak cocok dengannya!” Ujar salah seorang wanitanya lagi.

“Eh?” Sasa semakin bingung dengan ucapan mereka dan sedikit takut.

“Kau ini sepetinya orang yang sakitan! Pantas saja Donghae menyukaimu, Mungkin dia hanya kasihan padamu?!” Ujar wanita itu lagi.

Sasa terdiam mendengar perkataan itu hatinya sangat sakit saat mendengarnya, Dan ingin rasanya ia menangis sekeras-kerasnya. Lalu kedua wanita itupun pergi dan di saat mereka akan menuruni anak tangga yang berada tak jauh dari tempatnya. Tanpa sadar Sasa terus mendekatinya dan akhirnya mendorong mereka berdua hingga terjatuh dan berguling di anak tangga hingga akhirnya mereka tergeletak di lantai bawah dengan bercucuran darah yang banyak.

Sebuah senyuman licik terlukiskan di wajah Sasa, Ia terlihat sangat puas saat melihat kedua mahasiswi tadi tergeletak dan bercucuran darah di lantai tersebut. Namun tak lama dari itu sebuah teriakan histeris terdengar dari lantai bawah dan seketika semua mahasiswa lainnya berkumpul mengerumuni kedua wanita tersebut.

Donghae yang melihat keramaian tersebut, Segera menghampiri kerumunan tersebut. “Ada apa?” Tanya Donghae penasaran.

“Ada orang yang jatuh dari tangga! Dan yang melihat kejadian itu hanyalah wanita tersebut!” Jelas seseorang dan langsung menunjuk seorang wanita.

“Sasa?” Ujar heran Donghae.

Sasa segera membalikkan badannya dan segera menangis kencang. ” Oppa, Aku melihat mereka terjatuh dari anak tangga itu! Dan sekarang mereka sudah meninggal, Bagaimana ini, Oppa…” Ujar Sasa panik sembari terus mengalirkan air matanya yang sudah membasahi pipinya.

“Tenanglah, Sasa! Tenanglah, Ini semua akan secepatnya berakhir…” Ujar Donghae menenangkan sembari memeluk Sasa erat agar Sasa tenang.

Tak lama dari itu Ambulance dan Pihak Kepolisisan datang. Lalu Polisi pun memberikan beberapa pertanyaan pada Sasa. “Aegisshi, Bagaiman mereka bisa terjatuh dari lantai atas itu?” Tanya seorang polisi.

“Awalnya aku melihat mereka bercanda satu sama lain, Tapi akhirnya mereka terpeleset dan terjatuh dari anak tangga…” Ujar Sasa sembari terisak menangis.

“Lalu, Apakah anda tidak melihat orang lain di dekat mereka?” Tanya Polisi itu lagi.

“Aku tidak melihatnya, Aku, Aku…” Sasa tak mampu melanjutkan perkataannya dan hanya dapat menangis dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Pak Polisi, Ku mohon jangan tanyai dia lagi! Ia sudah sangat syok dengan kejadian tadi!” Ujar Donghae sembari memeluk Sasa erat.

“Baiklah, Terima kasih atas Info nya Aegasshi!!” Ujar Polisi itu seraya pergi meninggalkan Sasa dan Donghae.

“Lebih baik kita pulang sekarang!!” Ujar Donghae seraya menuntun Sasa yang sudah sangat lemas. Tak lama dari itu Sasa bengkit dan menatap mayat kedua wanita tersebut, Wajah Sasa seketika tersenyum jahat dan merasakan kepuasan.

*********

Sasa membuka kedua matanya, Kepalanya terasa pusing dan badannya terasa sangat lemas semua. Matanya pun kini sudah membengkak karena menangis tadi. Lalu Sasa pun perlahan – lahan bangun dari tidurnya dan duduk di ranjang nya.
“Sasa kau sudah sadar?” Tanya seorang pria yang tak lain adalah Leeteuk.

“Oppa, Di mana Donghae Oppa?” Tanya Sasa tanpa menjawab pertanyaan Leeteuk.

“Dia sedang ke toilet sebentar! Sasa ceritakan sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa kau bisa pingsan?” Tanya Leeteuk khawatir.

“Boe? Aku pingsan?” Tanya heran Sasa dan Leeteuk hanya mengangguk saja.

Tak lama dari itu Donghae pun datang dan dengan cepat segera menghampiri Sasa, “Sasa apa sekarang kau sudah merasa baikan?” Tanya Donghae panik sekaligus khawatir.

“Aku baik-baik saja! Oppa kenapa aku ada di rumah? Bukankah seharusnya aku ada di Kampusmu?” Tanya Sasa heran.

“Sasa, Bukankan tadi kau pingsan saat di Kampusku? Kau kelelahan setelah menangis karena syok melihat kejadian temanku yang terjatuh dari anak tangga?” Ujar Donghae heran dan bingung.

“Tapi, Bukankah aku baru saja sampai di Kampusmu? Kejadian apa, Oppa? Aku sama sekali tidak tau? Siapa yang meninnggal Oppa??” Tanya Sasa bertubi-tubi penasaran dan semakin membuat Donghae bingung dan Donghae pun segera melirik Leeteuk, Namun Leeteuk hanya menggelengkan kepalanya menandakan ia pun tak mengerti.

“Apa kau tidak ingat mengapa kau pingsan?” Tanya Leeteuk pada Sasa.

“Aniyo, Yang aku ingat aku baru saja tiba di Kampus Donghae Oppa!” Jawab Sasa sembari menggelengkan kepalanya. Sedangkan Donghae dan Leeteuk hanya dapat saling pandang tak mengerti.

Beberapa hari kemudian, Setelah kejadian tersebut Sasa tidak dapat mengingat sedikitpun kejadiaan di Kampus tersebut dan Saat di periksa ke Dokter katanya Sasa mengalami Amnesia sesaat, Mungkin itu di karenakan kejadian kematian itu terlalu membuat Sasa Syok! Jadi Sasa tak mampu mengingat kejadian yang mengerikan tersebut.

“Sasa, Kau mau berjalan-jalan ke taman?” Tanya Donghae sembari tersenyum dan membuyarkan kediaman Sasa.

“Oh, De Oppa…” Jawab Sasa sembari tersenyum.

Saat di taman…

“Kau ingin Ice Cream?” Ujar Donghae menawarkan.

“De, Aku mau sekali…” Ujar Sasa bersemangat.

“Baiklah tunngu di sini, Aku akan membelikannya untukmu!” Ujar Donghae sembari pergi meninggalkan Sasa.

Di saat Sasa sedang menikmati pemandangan taman, Sasa memeperhatikan seorang anak yang sedang bermain dengan Anjing yang cukup besar. Sasa hanya tersenyum melihat keadaan tersebut, Ia terlihat senang melihat pemandangan itu. “Andaikan sejak kecil, Aku dapat sebebas itu! Tapi…” Gumam Sasa dalm batinnya namun Sasa tidak dapat melanjtkan perkataanya saat melihat Anak kecil itu sedang berlarian dan di kejar-kejar Anjing tersebut tapi Anak kecil tersebut tampak sangat riang.

Sasa mulai mendekati mereka yang jauh dari keramaian, Lalu akhirnya Anak kecil itu tidak sengaja Menabrak Sasa. “Mianhe…” Ujar anak kecil itu measa tidak enak.

“Gwenchana, Adik kecil maukah kau bermain di sana?” Ujar Sasa sembari menunjukkan tempat yang lebih sepi dan luas.

“De…” Ujar polos anak kecil itu.

Lalu Sasa, serta anak kecil dan anjingnya itu pergi ke tempat sepi tersebut. Mereka bermain kejar-kejaran dan mereka pun terlihat sangat senang.

“Hah, Capek sekali!!” Ujar Sasa sembari bersender dan duduk di bawah pohon rindang.

“Kaka, Haus? Mau aku belikan minum??” Tanya anak kecil itu polos dan terlihat sangat manis.

“Tidak perlu.” Ujar Sasa sembari memegang lengan anak kecil tersebut, Lalu ntah mengapa perlahan-lahan tangan Sasa mulai mendekati leher mungil anak kecil itu dan langsung mencekik anak kecil itu dengan sekuat-kuatnya!

Anak kecil itu terlihat ketakutan dan memberontak, Namun apa daya Sasa bukanlah lawan yang seimbang baginya. Anak kecil itu menangis dan terus menangis sembari berusaha melepaskan cekikan Sasa.

Sasa terlhat senang mencekik anak kecil itu, Wajahnya terlihat lebih bahagia dari pada bermain tadi. Tak lama dari itu Anjing itu mengaung dan berlari ke arah Sasa lalu kemudian menggigit lengan Sasa.

“Awww! Dasar Anjing sialan!” Ujar Sasa kasar dan murka lalu Sasa pun mengambil pisau lipat dari tas kecilnya, Ntah dari kapan Sasa membawa Pisau itu. Sasa segera menusuk Anjing tersebut dan terus mencabik-cabiknya. Anjing itu kini tengah kesakitan dan Kini kaki Anjing itu mengalirkan banyak darah, Anak kecil itupun pingsan karena cekikan Sasa yang kuat tadi. Lalu Sasa terus menusukkan Pisau lipat itu ke tubuh Sasa hingga darah Anjing tersebut muncrat dan mengenai wajah serta gaun biu muda Sasa.

Anjing itupun mati dan Sasa mengambil Pisau lipat yang menancap di tubuh anjing itu, Lalu dengan cepat Sasa segera menusukkan Pisau itu di leher anak kecil tadi dan dalam seketika anak kecil itu mati.

“Selamat tinggal anak kecil yang malang!!” Ujar Sasa sembari tersenyum jahat dan bangkit sembari membersihkan darah di Pisau lipat tersebut dengan gaunnya.

Donghae terus mencari-cari Sasa yang sejak tadi tidak dapat ia temukan, Dan di saat Donghae memilih menelepon Leeteuk untuk membantu mencari Sasa. Donghae melihat Sasa yang sedang menggendong mayat anak kecil dan anjing yang tak lain adalah anjing serta anak tadi.

“Sasa!!” Teriak panik Donghae.

Tak lama dari itu juga sepasang Suami Istri menghampiri Sasa dan langsung memeluk anak yang di bawa Sasa sembari menangis sejadi-jadinya.
“Anakku!!” Ujar Ibu tersebut sembari menangis sejadi-jadinya.

“Ahjumma, Ahjushi, Maafkan aku tdak dapat menjaga anak kalian! Tadi saat aku datang anak kalian sudah di gigit oleh Anjing ini dan aku pun di gigit oleh anjing ini!” Jelas Sasa sembari menangis dan menunjukkan lukanya di kakinya.

“Mengapa kau membiarkan anakku mati!!” Ujar Paman tersebut sembari melayangkan sebuah tamparan namun Donghae segera menangkisnya.

“Ahjushi, Bukankah pacarku sudah mngatakan bahwa dia sudah berusaha menolong anakmu!” Ujar tegas Donghae dan segera memeluk Sasa.

“Oppa, Aku benar-benar takut! Anjing itu sangat jahat! Tapi aku juga tidak sengaja melempar Anjing oitu dengan Batu hingga anjing itu mati…” Jelas Sasa sangat gemetaran.

“Mengapa kau harus terlibat dalam hal ini?” Ujar Donghae sembari menahan air mata nya yang ingin keluar karena tak sanggup melihat Sasa di penuhi dengan darah.

“Ahjumma, Ahjusshi. Manhe. Mianhe…” Ujar Sasa menyesal.

“Ahjusshi apa kau tidak lihat, Ia begitu tertekan dan merasa bersalah?” Ujar Donghae kesal dengan sikapnya tadi terhadap Sasa.

“Mianhe, Tadi aku kehilangan akal sehatku!” Ujar Ahjusshi itu sembari membungkukkan badannya dan akhirnya ia mencoba menenangkan istrinya dan membawa mayat anak serta anjingnya itu.

@@@@
Seminngu sejak kejadian itu Sasa terpaksa terkurung di kamarnya, Dan di karenakan Donghae di harusnya menyelesaikan skripsinya di Kampus. Ia tidak dapat berlama-lama menemani Sasa, Akan tetapi ia terus menemani Sasa setiap saat dan sedikit menghilangkan kejenuhan Sasa.

Siwon Dokter pribadi Sasa serta Leeteuk masuk ke dalam kamar Sasa untuk melihat kondisinya, Sasa terlihat lemah dan terduduk lemas di kursi rodanya karena tak mampu berjalan-jalan dalam beberapa minggu ini di karenakan gigitan Anjing waktu itu.

“Sasa, Mengakulah pada Oppa mu ini…” Ujar Leeteuk kemudian berdiri di hadapan Sasa.

“Apa yang Oppa bicarakan? Aku tidak mengerti ucapanmu!” Ujar Sasa heran.

“Sasa, Mengakulah pada kami, Mengaku sajalah!” Ujar Siwon ramah sembari berdiri tepat di pinggir Leeteuk.

“Mengaku apa? Aku tidak mengerti!” Ujar Sasa bingung.

“Kau Gila, Sasa!” Ujar Siwon perlahan namun sangat serius. “Kau sudah Gila sejak dulu kan? Aku tahu itu!!” Ujar Siwon tetap tenang.

“Dan lagi kau yang sebenarnya mebunuh anak kecil serta anjing itu kan??” Tanya Leeteuk penuh dengan percaya diri.

“Apa yang kalian bilang, Aku Gila? Aku pembunuh?” Ujar Sasa sedikit kesal.

“Aku melihat kejadiannya!” Ujar Leeteuk dengan dingin menatap Sasa.

“Sasa mulai saat ini, Kau akan menjalani masa rehabilitas! Kau tidak akan ku perbolehkan untuk bertemu dengan Donghae lagi!! Aku takut kau lama-kelamaan mmbuat Donghae celakan juga!” Jelas Siwon dengan sangat bijaksana.

“Aku setuju dengan itu!!” Ujar Leeteuk penuh percaya diri, “Kau harus menjalani Rehabilitas itu, Sasa!” Ujar Leeteuk lagi.

“BOe?? Oppa aku ini tidak Gila!!” Ujar Sasa sedikit meninggikan suaranya.

“Sasa, Sampai kapan kau akan menutupi semua ini?? Kau mendapatkan Gangguan Jiwa! Kau ini Gila!!” Ujar Siwon dengan tenang tapi serius.

Sasa hanya dapat memandangi Siwon dan Leeteuk, Ia hanya dapat menangis dan menutupinya dengan kedua tangannya Leeteuk hanya dapat memeluk Sasa sedangkan Siwon hanya memebelai-belai rambut Sasa.

To Be Continued…..

4 thoughts on “The Meaning Behind a Name …??(Part 2 OF 3)

  1. Omona…sadis baget tuch sasa. Tega bener. Ckckck~

    W baca ampe jd sesek nafas sendiri. W kira sasa itu kepribadian ganda. Ayo dnk dLanjutin. Hehe~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s