The Meaning Behind a Name …??(Part 3 OF 3 Last Part)

Donghae berlari-lari di koridor Rumah Skit, Nampak dari wajahnya yang seperti cemas dan khawatir. Ia berhenti di sebuah tempat duduk dekat lobi saat melihat seseorang yang tak lain adalah Leeteuk sedang duduk tertunduk menahan air matanya yang akan keluar.

“Hyung, Sasa… Di mana dia sekarang?” Tanya Donghae khawatir dengan mengatur nafasnya yang terasa tersenggal-senggal.

“Donghae, Lebih baik kau pulanglah dulu sekarang… Jika dapat kau lebih baik jangan menemui Sasa untuk beberapa saat ini, Kumohon…” Ujar Leeteuk tanpa memandang wajah Donghae.

“Mengapa, Hyung? Mengapa aku tidak boleh menemuinya? Saat ini Sasa pasti akan sangat membutuhkanku, Hyung!” Tanya heran Donghae.

“Aku takut Sasa akan menyakitimu…” Jawab Leeteuk dingin.

“Maksud Hyung?? Sasa akan menyakitiku? Hyung!! Maksudmu apa? Aku tidak mengerti ucapanmu!!” Ujar Donghae menahan emosinya.

Donghae melangkah pergi, Akan tetapi Leeteuk langsung menarik lengan Donghae dan membalikkan tubuhnya. “Hyung!! Lepaskan aku, Aku ingin menemuinya…” Ujar Donghae kesal.

“Donghae, Sasa gila!!Dia gila, Apa kau tau itu hah?!!” Teriakan Leeteuk begitu terdengar jelas di semua penjuru rumah sakit.

“Apa? Hyung, Pasti bercanda!! Hyung!! Dia itu adakmu, Mengapa kau menyebutnya gila?!” Tanya Donghae tidak percaya ucapan Leeteuk.

“Apakah aku terlihat bercanda? Apakah aku rela melihat adikku gila? Apakah aku tega melihatnya gila, Hah!!?” Jawab Leeteuk dengan dingin dan sinis.

“Itu tidak mungkin, Hyung!! Kemaren-kemaren dia masih baik-baik saja! Itu tidak mungkin!!” Ujar Donghae sangat tak mampu untuk mempercayai perkataan Leeteuk.

“Tapi itulah kenyataannya…” Ujar Leeteuk dengan lemas dan pelan.

Donghae terkulai lemas di lantai, Ia terduduk dan menyandar pada dinding, Hatinya begitu terasa terkena cambukkan yang begitu keras mendengar penjelasan dari Leeteuk itu. “Hyung, Dapatkah aku melihatnya?” Tanya Donghae ingin meyakinkan perkataan Leeteuk.

Leeteuk hanya mengangguk dan mengantarkan Donghae ke sebuah ruangan yang paling pojok. Donghae melihat di jendela kamar itu, Nampak seorang wanita duduk di ranjangnya lengkap memakai baju pasien. Wajahnya sangat pucat dan nampak letih, Matanya pun terlihat kosong dan hampa bagaikan seorang mayat hidup.

“Donghae, Kau datang?” Ujar seseorang yang ternyata adalah Siwon.

“Yah, Aku ingin melihatnya… Apakah aku boleh mendekatinya? Percayalah tidak akan terjadi apa-apa, Aku janji…” Bujuk Donghae pada Siwon, Siwon menatap Leeteuk dan Leeteuk hanya mengangguk saja menandakan mengiyahkan keinginan Donghae.

“Baiklah, Berhati-hatilah! Kesadaran sedang dalam keadaan tidak satabil…” Jelas Donghae seraya membukakkan pintu kamar itu dan Donghae pun memasuki kamar itu, Dan mendekati wanita itu yang tak lain adalah Sasa.

“Sasa, Apakah kau lelah…? Apa yang terasa sakit…?” Tanya lembut Donghae sembari membelai-belai rambutnya Sasa.

“Kau… Siapa?” Tanya Sasa lemah dan pelan sembari melirik Donghae dengan keheranan.

“Ini aku Donghae, Apa kau lupa padaku? Apakah kau lupa semua kenangan kita?” Tanya Donghae masih mencoba tegar melihat keadaan Sasa.

“Kau pasti orang jahat!! Tolong… Tolong… Ada orang jahat di sini!!” Sasa berteriak-teriak tidak jelas dan memukul-mukuli Donghae dengan bantal.

“Tenanglah, Aku bukan orang jahat…” Ujar Donghae menenangkan Sasa dan langsung memeluknya dengan erat.

“Apakah kita perlu kedalam sana?” Tanya Siwon sedikit khawatir dengan keadaan di dalam.

“Biarkan mereka untuk beberapa saat ini saja…” Ujar Leeteuk dengan tenang.

“Oppa…” Ujar Sasa pelan dan membalas pelukan Donghae.

“Sasa? Kau dapat mengingatku?” Tanya Donghae bahagia dan melepaskan pelukannya sembari menatap wajah Sasa lekat.

“Oppa, Aku takut… Aku takut pada setiap orang di sini! Mereka semua selalu mengurngku di sini, Dan mereka selalu menyuntikkan sesuatu padaku dan itu rasanya itu sakit Oppa…” Jelas Sasa sembari meneteskan air matanya.

“Tenanglah, Aku akan terus menemanimu di sini! Jangan takut, Mereka itu hanya ingin menolongmu saja…” Ujar Donghae menenangkan.

“Berjanjilah Oppa, Berjanjilah kau akan terus bersamaku…” Ujar Sasa seraa memeluk Donghae kembali.

“Yah, Aku berjanji akan selalu bersamamu…” Ujar Donghae membalas pelukannya dan mulai sedikit meneteskan air matanya.

Sasa tersenyum kecil lalu ntah dari mana Sasa mengeluarkan pisau lipat dari baju lengannya dan mulai mengacungkan pisau itu untuk menusuk punggung Donghae. Donghae melihat dinding yang terdapat bayangan mereka, Lalu Donghae melihat bayangan Sasa yang sedang mengacungkan pintunya. Donghae dengan refleks mendorong tubuh Sasa hingga terjatuh di ranjang.

“Sasa, Apa yang ingin kau lakukan dengan pisau lipat itu??” Tanya Donghae panik.

“Oppa, Apa kau takut padaku? Aku ini kan pacarmu? Bukankah baru saja kau berjanji akan terus bersamaku?” Ujar Sasa sembari tersenyum kecil dan mengangkat sebelah halisnya sembari mengacungkan tangan kananya yang sedang memegang pisau lipat itu.

“Sasa, Jangan begini kumohon… Ini bukanlah dirimu yang sesungguhnya!!” Ujar Donghae khawatir dengan Sasa yang seperti ini.

Sasa hanya tertawa puas melihat Donghae ketakutan, Tanpa basa-basi lagi Sasa langsung mengacungkan pisau kecilnya dan bersiap-siap menusuk Donghae di bagian dadanya. Donghae sudah sangat pasrah untuk dibunuh Sasa kedua matanya terpejam. Tapi tak lama dari itu untungllah Leeteuk dan Siwon masuk ke dalam ruangan itu dan segera mengambil pisau kecil itu seraya mencengkram kedua tangan Sasa.

“Hyung…” Donghae terlihat sudah tak berdaya.

“Lepaskan aku!! Lepaskan aku!!” Teriak Sasa sembari memberontak.

“Sasa!! Diam!!” Bentak Leeteuk seraya menahan berontakan Sasa, Sasa terkejut dan diam setelah mendengat sentakan Leeteuk.

Sasa mulai meneteskan air matanya dan Leeteuk yang melihat itupun segera memeluknya. “Maaf aku telah membentakmu, Tadi…” Ujar Leeteuk merasa bersalah.

Siwon mulai menyuntikkan obat penenang pada Sasa dan itu membuat Sasa terkulai lemas di ranjangnya dan menjadi sedikit tenang. “Istirahatlah, Kau mungkin lelah setelah kejadian tadi…” Ujar Siwon ramah pada Donghae yang sedari tadi hanya berdiam teridiam menatapi Sasa yang sudah lemah.

“Donghae, Sekarang kau mengerti kan maksudku??” Tanya Leeteuk mulai tenang.

“Yah, Tapi aku tetap akan mencintainya Hyung.. Meskipun ia Gila aku akan tetap menyayanginya, Jadi bisakah Hyung percaya padaku untuk menjaganya dan terus datang ke tempat ini?” Ujar Donghae panjang lebar.

“Tapi, Apa kau yakin? Kau tau kan bahaya yang baru saja kau alami, Itu sangat mengancam nyiwamu. Dan apa kau tau Sasa adalah penyebab kematian kedua teman sekelasmu dan juga anak serta anjingnya yang berada di taman itu… Sasa membunuh mereka dengan sangat sadis dan di bawah kendalinya… Dan sekarang aku takut kau yang akan menjadi korbannya…” Jelas Leeteuk panjang lebar, Donghae yang dengan jelas mendengarnya segera berbalik pada Leeteuk dan menatap seakan tak percaya.

“Hyung, Kau tidak bohongkan? Jelas-jelas Sasa yang menolong mereka…” Ujar Donghae tak percaya.

“Selama ini aku selalu mengikuti dan memperhatikannya di mana saja, Dan akupun yang menjadi saksi mata satu-satunya yang melihat kejadian itu! Tapi aku tidak berani mengatakan ini pada kepolisan… Karena aku tak ingin kehilangan adikku satu-satunya, Karena sebenarnya Sasa sudah mulai seperti ini sejak berumur 9 tahun… Tapi, dulu aku masih dapat mempercayai semua alasan yang tak masuk akal itu padaku, Dan akhirnya kaupun ikut terlibat dalam hal ini, Seandainya dulu kau tidak kuizinkan berpacaran dengannya mungkin saja kau tidak akan berada di posisi ini sekarang!! Maafkan aku Donghae aku tak memberitahumu terlebih dahulu tentang kegilaannya ini, Dulu kupikir dengan adanya kau Sasa akan bertambah baik namun kenyataannya tidak sama sekali…” Jelas Leeteuk panjang lebar dan nampak merasa bersalah.

“Sudahlah Hyung, Aku tidak menyalahkanmu atas segalanya ini, Aku hanya menyalahkan diriku sendiri yang tak mampu membuat Sasa sadar… Lagipula aku masih tetap mencintainya, Hyung meskipun dia Gila…” Jawab Donghae dengan tenang dan memegang erat tangan Sasa yang sedang tertidur karena obat bius tadi.

Sejak kejadian itu, Sasa menjadi pendiam dan selalu tertawa sendiri. Terkadang Sasa lupa akan segala hal dan menakuti kehadiran seseorang di sisinya. Donghae tetap setia menjaga dan datang ke rumah sakit itu, Namun Donghae selalu sedih setiap kali melihat keadaan Sasa yang sangat menyedihkan. Hingga suatu hari…

“Sasa jangan lakukan itu… Turunlah, Ku mohon…” Teriak Leeteuk dari lantai satu. Kini Sasa tengah berdiri di ujung atap Rumah Sakit di lantai 4 semua orang panik dan cemas melihat Sasa yang berdiri di tempat itu, Sasa hanya dapat tersenyum-senyum sendiri sembari memandangi orang-orang yang sedang berteriak menyuruhnya untuk turun.

Donghae, Leeteuk dan Siwon akhirnya berlari ke lantai 4. Hingga akhirnya mereka tiba, Sasa berbalik dan menatap tajam dan dingin wajah mereka.

“Jangan mendekat!! Aku hanya ingin Donghae Oppa yang mendekatiku…” Teriak Sasa dengan dingin.

Leeteuk dan Siwon melirik Donghae dan mengangguk mengisyaratkan menyetujui keinginan Sasa, Lalu Donghae pun melangkah pelan dan berjalan ke arah Sasa sembari menjulurkan tangannya, “Sasa turunlah, Sekarang Oppa bersamamu…” Ujar Donghae lembut kini perasaannya sangat takut untuk kehilangan Sasa.

“Oppa, Apakah kau mencintaiku? Apakah kau membenciku?” Tanya Sasa dengan lembut dan matanya sedikit berkaca-kaca.

“Tentu saja aku mencintaimu, Mana mungkin aku membencimu… Oleh karena itu, Sekarang turunlah!” Ujar Donghae tetap lembut.

“Terima kasih, Oppa atas jawabanmu… Aku sangat senang mendengarnya, Tapi aku tidak dapat urun Oppa…” Ujar Sasa sembari tersenyum manis seperti biasanya tidak terlihat seperti orang Gila.

“Kalau begitu biar ku bantu…” Ujar Donghae mulai melangkah lagi.

“Jangan!!” Teriak Sasa dan Donghae memberhentikan langkahnya. “Oppa, Aku akan menunggumu di sana…” Ujar Sasa lembut.

“Maksudmu?” Tanya heran Donghae.

“Selamat tinggal Oppa…” Sasa mengucapkan kalimat terakhirnya sebelum akhirnya Sasa menghempaskan tubuhnya ke lantai bawah.

“Sasa…” Teriak Donghae, Leeteuk dengan Donghae secara bersamaan. Mereka bertiga segera berlari ke lantai bawah dan sesampainya di sana mereka menatapi tubuh Sasa yang tergeletak di penuhi dengan darah. Leeteuk terjatuh melemas di tanah dan Siwon menenangkan Leeteuk yang mulai menangis, Sedangkan Donghae segera memeluk Sasa yang di penuhi darah dan menangis sejadi-jadinya.

“Mengapa? Mengapa kau tinggalkan aku Sasa…??” Ujar Donghae sembari menangis dan memeluk Sasa erat. Kematian Sasa tepat pada tanggal 4 April 2004 dan itu terjadi di lantai 4 rumah sakit. Apakah kalian tau arti di balik semua ini??

<Flash Back End>

Hari sudah malam menunjukkan pukul 19.35…
Donghae teringat akan masa lalu nya bersama Sasa yang sangat indah sekaligus menyedihkan, “Oh yah, Hyung apakah tadi saat kau datang ke rumah ini melihat seorang gadis?” Tanya Kyuhyun yang sedari tadi tidak dapat menemukan sosok wanita yang ia tolong itu.

“Tidak, Saat aku datang rumahmu sudah kosong dan tidak ada orang.. Memangnya kenapa? Jangan-jangan kau menyembunyikan seorang gadis? Atau kalian jangan-jangan sudah menikah tanpa memberitahuku?” Ujar Donghae menyindir Kyuhyun.

“Tentu saja tidak!! Wanita itu menginap dalam beberapa hari ini di sini, Karena ia tidak mempunyai tempat tinggal, Jadi dia bersedia tinggal di sini dan menjadi pelayanku untuk beberapa saat ini…” Jelas Kyuhyun sembari merebahkan badannya di sofa.

“Ohh, Mungkin dia sedang keluar, Sudahlah, Aku mau mandi dulu.. Oh yah, Kyu buatkan makan malam untukku yah…” Bujuk Donghae pada Dongsaengnya ini.

“Yah, Baiklah…” Ujar Kyuhyun dan bangkit dari duduknya dengan ogah-ogahan menuju dapur rumahnya.

Di saat Kyuhyun sedang asyik membuatkan makan malam untuk Donghae, Tiba-tiba seorang wanita menepuk punggungnya. “Sasa…” Ujar Kyuhyun sedikit lega karena tadi ia sudah sangat terkejut dengan kedatangannya.

“Kau sedang apa?” Tanya Sasa lembut.

“Sedang membuatkan  makan malam untuk Hyung ku, Apa kau sudah bertemu dengannya?” Jelas Kyuhyun sembari bertanya dan Sasa hanya dapat menggelengkan kepalanya sembari tersenyum manis.

“Oh, Mungkin dia sedang mandi…” Ujar Kyuhyun seraya terfokus kembali dengan masakannya.

Di sisi lain, Donghae menatap Kyuhyun dengan keanehan. Donghae melihat Kyuhyun sedang asyik mengobrol tapi ntah dengan siapa karena sepenglihatannya tidak ada siapapun di samping Kyuhyun. “Hmm, Mungkin aku salah liat! Atau mungkin dia sedang menelepon…” Ujar Donghae mencoba berpikiran Positif.

“Sasa, Kau coba masakanku ini yah setelah jadi…” Ujar Kyuhyun dengan semangat. Sasa hanya mengangguk dan tersenyum kembali lalu Sasa berdiri di belakang Kyuhyun, Dan ntah dari mana asalnya Sasa segera mengeluarkan tali tambang dan segera melilitkan tambang itu ke leher Kyuhyun.

“Sasa, Lepaskan!!” Ujar Kyuhyun mencoba melepaskan. Namun kekuatan Sasa seakan lebih besar dari kekuatan Kyuhyun bahkan Kyuhyun tak mampu melepaskan lilitan tali tambang itu.

Kyuhyun tak mampu berkata-kata sedangka Sasa terlihat sangat menikmati semua ini, Sasa lebih mengencangkan lilitan tali tambangnya dan itu semakin membuat Kyuhyun susah bernapas dan wajahnya pun kini mulai memerah. Kyuhyun tidak sengaja menjatuhkan piring serta wajan yang berada di dekatnya itu sehingga membuat kegaduhan di dapur.

Donghae yang mendengar kegaduhan itu segera berlari ke arah dapur, Dan anehnya kini ia dapat melihat sesosok wanita yang tengah melilitkan tali tambang itu pada Kyuhyun.

Dengan cepat dan sekuat tenaga Donghae segera mendorong tubuh wanita itu sehingga terhempas ke lantai dan Donghae segera melepaskan lilitan tali tambang itu. “Kau tidak apa-apa?” Tanya Donghae khawatir.

“Yah, Uhuk.. Uhuk… Aku tidak apa-apa, Uhuk… Uhuk…” Jawab Kyuhyun sembari terbatu dan mengatur napasnya yang masih terasa sesak.

“Hya!! Kau ini siapa??” Tanya Donghae setengah berteriak.

Wanita itu berbalik dan menatap Donghae sembari tersenyum sinis, Donghae begitu terkejut dengan apa yang di lihatnya wajah wania itu begitu tak asing lagi baginya, “Sasa, Kau bukankah sudah mati??” Ujar Donghae terkejut.

“Hyung!! Ka mengenalnya?” Tanya Kyuhyun heran.

“Kyu, dia adalah pacar ku yang meninggal dulu…” Jawab Donghae.

“Apa??” Kyuhyun terkejut mendengar jawaban Donghae.

“Oppa, Aku menjemputmu…” Ujar Sasa dan langsung bangkit dari jatuhnya dan mengambil wajan panas yang tadi di gunakan Kyuhyun untuk memasak. Sasa segera mengacungkan wajan itu dan bersiap memukul wajah Donghae dengan wajan itu.

“Hyung, Awas…” Teriak Kyuhyun dan segera melindungi Donghae hingga akhirnya Kyuhyun terkena wajan panas itu di bagian lengannya. Lalu Kyuhyun mendorong tubuh Sasa hingga terjatuh kembali.

“Aghhhh…” Ujar Kyuhyun kesakitan. “Kyu, Kau baik-baik saja?” Ujar Donghae cemas.

“Yah, Hyung lebih baik kita cepat pergi!!” Ujar Kyuhyun sembari menahan rasa sakitnya. Donghae masih sedikit terdiam dan terkejut melihat semua ini. Ia tak dapat mempercayai apa yang dilihatnya wanita yang sangat di cintainnya kini tengah mencoba membunuhnya kembali.

“Hyung!! Cepat…” Ujar Kyuhyun sembari memegangi lengannya yang terasa perih. Donghaepun tersadar dari kediamannya dan segera bangkit dan bergegas berlari. Namun Sasa menghadang mereka berdua dan ia sudah bersiap memegang Pisau lipat yang saat semasa hidupnya dulu pernah ia pakai untuk membunuh orang lain dan mencoba membunuh Donghae juga.

“Mau pergi kemana kalian…” Ujar Sasa.

Donghae dan Kyuhyun terkejut melihat Sasa, Lalu Kyuhyun mencoba melawan Sasa akan tetapi Sasa mencekik Kyuhyun dan melemparkannya hingga ia terbentur lemari makan di dapur itu dan pingsan.

“Kyu…” Teriak histeris Donghae yang kini tak mampu berbuat apa-apa karena ia masih tak dapat mempercayai dengan apa yang dilihatnya itu.

“Oppa, Apa kau takut padaku? Apakah kau takut hantu??” Ujar Sasa sembari tersenyum licik.

“Mengapa kau datang ke dunia ini, Sasa? Ini bukanlah tempatmu sebaiknya kembalilah pada duniamu…” Ujar Donghae mencoba tenang.

“Aku tidak akan kembali sebelum menjemputmu dan membawamu bersamaku, Oppa…” Jawab Sasa seraya mendekati Donghae sembari mengacungkan pisau itu. Donghae berjalan mundur hingga akhirnya tubuhnya terkena dinding dan tak dapat pergi kemana-ma lagi karena Sasa kini berdiri tepat di hadapannya.

“Kau takut padaku, Oppa?” Tanya Sasa licik.

“Sasa, sejak dulu aku sudah bilang padamu… Bahwa aki tidak akan pernah takut dengan sikapmu yang seperti ini. Bahkan aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun, Dan jika kau ingin membawaku bersamamu aku siap sekarang…” Jawab Donghae sudah pasrah dan menatap Sasa dalam penuh dengan tatapan kerinduan dan kehangatan, Itulah yang tersorot di mata Donghae.

“Oppa, Andai aku dapat bersamamu untuk selama-lamanya…” Gumam Sasa dan tanpa terasa Sasa meneteskan air matanya dan menjatuhkan pisau kecil itu. Donghae yang melihat itu sangat terkejut. “Sasa, Mengapa kau menangis…?” Tanya Donghae heran.

“Oppa, Aku juga sangat mencintaimu… Aku akan menunggumu sampai kapanpun Oppa…” Ujar Sasa sembari tersenyum manis seperti dulu.

“Sasa…” Donghae menginginkan memeluk Sasa seerat-eratnya, Namun ntah mengapa perlahan-lahan tubuh Sasa menjadi transparan dan tak dapat di sentuh Donghae sedikitpun Donghae mencoba menyentuh Sasa namun teap tak bisa, HIngga akhirnya Sasa mengatakan perkataan terakhirnya. “Aku akan setia menunggumu, Oppa…” Ujar Sasa dan lama-kelamaan Sasa semakin tak terlihat dan akhirnya menghilang.

“Sasa…” Ujar Donghae. “Tunggulah aku, Jika sudah saatnya aku pasti akan datang menemanimu di sana…” Ujar Donghae lembut dan tersenyum manis sembari meneteskan air matanya secara bersamaan

Donghae lalu mendekati Kyuhyun dan akhirnya menelepon Ambulance untuk menolong Kyuhyun. 1 Minggu telah berlalu sejak kejadian itu, Donghae datang ke sebuah tempat pemakaman. Donghae membawa sebuket bunga dan meletakkannya di sebuah makam dan di situ tertera nama Sasa. Donghae tersenyum dan berkata, “Kau akan selalu di hatiku… Dan aku yakin kau ada di sini bersamaku selamanya…” Ujarnya seraya meletakkan tangannya di dadanya dan tersenyum manis. Nampak seorang wanita yang tak terlihat oleh Donghae sedang tersenyum manis namun memegang pisau lipat kecil yang bercucuran darah.

The End…

3 thoughts on “The Meaning Behind a Name …??(Part 3 OF 3 Last Part)

  1. anneyong chinggu,reader baru nih,salam kenal ya, ^^

    Sasa walaupun udah jadi hantu tetep aja psycho, bener-bener serem,
    daebak chingu, d^^b

  2. wuhhhhhh…. serem. … ngeri juga bacany… tp udh ngerti klo sasa emng gila… tp gak kbyang klo dia tu hantu…. daebak…

    oh ya… sasa itu artinya 4 ya. koq byk tgl 4 nya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s