Envoy From Heaven (One Shoot)

“Kau akan memilih jalanmu… Sekarang pilihlah pintu mana yang akan kau pilih…”

Aku berdiri di antara kedua pintu berwarna hitam dan putih, Tubuhku di penuhi bercak darah dan beberapa bekas pecutan di kakiku. Sepasang sayap yang indah di punggungku lenyap begitu saja… Kini hanya perih yang kurasakan…

Aku hendak memilih untuk masuk pada pintu yang berwarnakan putih tapi… “Apa kau yakin akan memilih pintu itu?”

Aku kembali mengurungkan niatku, Aku memutuskan untuk memilih pintu berwarnakan hitam dan saat aku hendak membukanya. “Waktumu hanya 10 hari untuk mencari tau apa yang di namakan dengan kesucian ‘Manusia’…”

(Hankyung PoV)

Byuuuur!! Aku melihat seorang gadis masuk ke dalam air yang kedalamannya melampaui tinggi tubuhnya, Apa mungkin ia tenggelam? Atau mungkin ia mencoba bunuh diri? Tidak!! Itu tak boleh terjadi…

Byur… Aku melompat ke dalam air dan melawan deburan ombak yang membuatku sedikit sulit untuk mencapai titik tengah pantai ini.

(Mi Young PoV)

Tubuhku, Nafasku, Jiwaku… Ini kah yang di sebut dengan ‘Manusia?’ Ntahlah… Tapi saat ini aku tak dapat bernafas, Entah berapa banyak air yang tidak sengaja tertelan olehku. Tubuhku tak mampu bergerak, Tapi ku lihat sesosok ‘Manusia’ berenang menghampiriku dan ia segera meraih tanganku. Ia memeluk tubuhku dengan erat, dan Bahkan ia membuatku merasa nyaman dengan hal ini.

(Hankyung PoV)

Aku membawanya ke sisi pantai dan memberikan nafas buatannya berulang kali seraya menekan-nekan bagian dadanya agar ia dapat mengeluarkan air yang ntah sudah berapa banyak tertelan olehnya. Ia membuka matanya perlahan, Namun kesadarannya hilang kembali. “Agashi, Agashi…” Panggilku cemas.

(Mi Young PoV)

Aku membuka kedua mataku, Tubuhku terasa mengigil kedinginan karena basah. Dimana aku sekarang? Mengapa seluruh lukaku hilang dalam seketika? Apakah… Aku benar-benar sudah menjadi ‘Manusia’??

(Author PoV)

“Kau sudah bangun, Nona?” Tanya Hankyung khawatir dan Mi Young hanya terdiam sembari terus melihat Hankyung dengan pandangan bingung.

“Kau bisa sakit jika terus memakai pakaian itu! Gantilah dengan ini…” Hankyung menyodorkan kemejanya dan juga celana panjangnya. “Di Sini tidak ada pakaian wanita, Jadi untuk sementara pakailah pakaianku dulu…” Ujar Hankyung sembari tersenyum manis.

Mi Young hany mengangguk pelan dan dengan perlahan ia memasuki kamar mandi. “Ini kah yang di sebut dengan kehidupan ‘Manusia’?” Tanya Mi Young dalam batinnya.

Setelah mengganti pakaiannya, Mi Young keluar dari kamar mandi dan Nampak Hankyung yang duduk di sofa ruang tamu. “Jika aku boleh tau, Siapa namamu?” Tanya Hankyung dengan ramah. Mi Young hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan Hankyung, “Namaku Mi Young…” Jawabnya pelan. “Lalu di mana keluargamu sekarang?” Tanya Hankyung sangat berhai-hati.

“Aku tidak mempunyai keluarga satupun di dunia ini…” Jawab Mi Young singkat. “Kalau begitu, Tinggalah di sini beberapa waktu! Tenang saja aku takkan berbuat macam-macam padamu!” Ajak Hankyung dan kembali tersenyum padanya. Mi Young terdiam dan bingung harus menjawab apa, “Kau tak perlu bingung seperti itu, Anggap saja kau sedang beruntung dapat sebuah tempat tinggal…” Ujar Hakyung ramah.

Mi Young hanya mengangguk dan tersenyum kecil, Seakan menandakan dirinya berterima kasih pada Hankyung. Hankyung membelai rambut Mi Young sekilas dan tersenyum padanya. “Aku akan lebih senang jika kau memanggilku, Oppa…” Ujarnya dan langsung pergi meninggalkan Mi Young di ruangan itu sendiri.

Malam Harinya…

Mi Young menatap langit-langit yang bertaburkan banyak bintang dan berkilauan cahaya. Hankyung yang melihat akan hal itu segera menghampirinya. “Apa yang kau lihat?” Tanya Hankyung penasaran.

“Apa kau percaya akan adanya seorang Malaikat?” Tanya Mi Young tanpa mau menatapnya.

“Menurutku mereka memang ada, Hanya saja orang biasa seperti kita ini tak mampu melihatnya maupun menjangkaunya…” Jawab Hankyung santai.

“Lalu, Apa yang kau pikirkan tentang seorang manusia?” Tanya Mi Young penasaran.

“Menurutmu?” Tanya Hankyung malah berbalik bertanya.

“Menurutku… Manusia hanyalah sebuah makhluk yang di ciptakkan hanya untuk membuat kerusuhan dan juga pendustaan…” Ujar Mi Young dingin.

Hankyung menatapnya heran. “Kenapa kau berkata seperti itu? Bukankah berarti dirimu juga menyesal telah menjadi manusia?” Tanya Hankyung heran.

“Aku bukanlah manusia yang sesungguhnya…” Jawabnya dan langsung masuk ke dalam rumah.

(Hankyung PoV)

Aku tak mengerti dengan apa yang di katakannya, Perkataannya itu seakan-akan  jika dia bukan itu ‘Manusia’. Dan saat dia menatap mataku, Aku menemukan sesuatu yang lain yang ada pada dirinya. Tapi apa?? Aku sama sekali tak bisa menemukan kejanggalan itu??.

Aku masuk kedalam rumah, Kulihat daun pintu menuju kamarnya. Entah mengapa langkah kakiku berjalan menuju pintunya?? Tapi ku hentikan langkahku dan memutuskan untuk masuk kembali dalam kamarku…

(Author PoV)

Esok Harinya…

“Mi Young, Kemarilah! Kita sarapan bersama…” Ajak Hankyung saat melihat Mi Young baru saja keluar dari kamarnya.

Tanpa berkata apa-apa, Mi Young menghampiri Hankyung dan duduk tepat di hadapannya. “Ini kubuatkan Nasi Goreng untukmu…” Ujar Hankyung lembut.

Mi Young hanya menatapi makanan itu tanpa mau menyentuhnya sedikitpun. “Apa kau tidak suka? Maaf, Aku tidak tau makanan kesukaanmu itu apa?” Ujar Hankyung merasa tak enak hati.

“Aku tidak lapar…” Ujar Mi Young singkat.

(Hankyung PoV)

Aku mengamati Mi Young yang sedang terduduk di hadapanku. Mi Young memiliki kulit yang putih, Rambut yang panjang dan hitam, dan… Hah?? Mengapa matanya berwarna ungu muda?? Apa dia memakan soft lens?? Tapi matanya Nampak terlihat nyata dengan warna yang seperti itu.

“Apa matamu memakai Soft Lens??” Tanyaku penasaran.Mi Young hanya menggeleng tak pelan dan ia menatapku dengan tatapan kosong bagaikan sebuah mayat hidup.

“Apa aku terlihat seperti ‘Manusia’ Bagimu?” Tanyanya. Aku heran dengan pertanyaannya yang sangat tak masuk akal bagiku. “Tentu saja, Kenapa kau bertanya seperti itu?” Jawabku dengan sedikit senyuman pahit yang menghiasi wajahku.

(Mi Young PoV)

Dia terlihat begitu bingung saat aku bertanya seperti itu padanya, Tapi aku yakin ia akan mengetahuinya nanti…

Aku tak menjawab pertanyaannya, Aku bangkit dari dudukku dan masuk kembali ke dalam kamar. Ia terlihat sangat heran dengan tingkahku ini, Dan lagi ia sangat heran dengan kedua bola mataku yang berwarna ungu muda ini…

(Author PoV)

Kini Pagi telah berganti menjadi Siang… Matahari pun bersinar dengan indahnya di luar sana…

Hankyung terdiam sembari mengamati sebuah berkas-berkas, Hankyung sebenarnya adalah ahli psikologis. Tapi untuk hari minggu tempat bekerjanya tutup.

Knock… Knock… Knock…

Terdengar suara ketukan pintu dari luar rumahnya, Hankyung segera membukakan pintu dan nampaklah seorang lelaki dengan wajah yang begitu murung berdiri tepat di hadapan Hankyung. “Donghae…” Ujarnya terkejut.

“Hyung, Bolehkah aku masuk?” Tanya lelaki itu yang bernama Lee Donghae. Jika orang lain yang melihatnya pasti akan histeris karena sebenarnya dia itu adalah seorang actor terkenal.

“Tentu, Masuklah…” Ujar Hankyung mempersilahkan Donghae untuk duduk di sofa ruang tamunya. “Tidak seperti biasanya kau datang ke rumahku ini? Bukankah kau sangat membenci suasana pantai??” Tanya Hankyung heran.

Donghae menundukkan kepalanya, Nampak kegelisahan muncul di wajahnya. “Hyung, Aku bingung dengan semua ini!! Aku tidak tau harus berbuat apa-apa lagi?!” Ujarnya putus asa.

“Apa yang kau maksud? Aku sungguh tak mengerti dengan apa yang kau katakan…” Tanya Hankyung bingung.

“Akhir-Akhir ini, Semakin banyak saja fans gila yang selalu saja membuatku sulit untuk bernafas!! Mereka selalu membuatku ketakutan, Bahkan mereka selalu nekat melakukan hal-hal yang tak masuk akal!! Kemarin saja mereka mencoba merobek bajuku dan juga mereka meneror seorang artis yang bermain film bersamaku, Alasannya mereka tidak ingin idolanya beradegan mesra dengan wanita itu!! Tapi apa menurutmu itu suatu hal yang wajar?” Jelas Donghae panjang lebar dengan wajah yang sangat putus asa.

Hankyung menghela nafas panjang, Ia menatap Donghae yang tengah resah saat ini. “Aku tau menjadi seorang actor terkenal itu tidak mudah… Tapi bukankah ini jalan yang ingin kau jalani? Dulu kau pernah berkonsultan padaku tentang Orang Tuamu yang membantah kau untuk menjadi actor, Tapi kau tetap bersikeras ingin menjadi actor. Oleh karena itu sekarang kau harus berani menghadapi semua resiko itu…” Ujar Hankyung menasehati.

“Tapi Hyung… Bagiku mereka bukan fans?!! Mereka hanyalah sebuah benalu bagiku!! Aku selalu saja merasa tertekan dan aku merasa jika esok adalah hari kematianku!! Aku selalu berfikir. ‘Apa yang akan mereka lakukan lagi besok? Apa mereka akan menerorku? Apa mereka akan menarik-narikku seperti waktu itu?’ Aku selalu mempunyai berbagai pertanyaan menakutkan yang selalu membuatku tak tenang. Hyung aku lelah dengan semua ini, Rasanya aku ingin mati saja!!” Ujar Donghae resah.

PLAKK!! Sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di wajah Donghae. “Kau pikir dengan kau mati, Semua permasalahan selesai??” Ujar Mi Young yang kini ada di hadapan Donghae.

Donghae terlihat sangat terkejut dengan tamparan Mi Young itu. “Apa kau mengira mati itu adalah suatu hal yang mengasyikan??” Tanya Mi Young dingin. “Sesungguhnya aku tak mengerti dengan permasalahan yang sedang kau hadapi. Tapi apa itu caramu mengatasi masalahmu??” Tambahnya lagi, Hankyung segera berdiri di belakang Mi Young untung menenangkannya. “Mi Young, Sudahlah…” Ujarnya menenangkannya.

Mi Young menepis tangan Hankyung, “Inilah yang paling kubenci dari ‘Manusia’ Selalu merasa putus asa dan akhirnya memilih untuk mati dari pada menghadapinya!!” Ujar Mi Young dan pergi meninggalkan mereka berdua.

“Donghae, Kau tidak apa-apa?” Tanya Hankyung khawatir.

Donghae tidak menjawab pertanyaan Hankyung dan malah berlari mencoba mengejar Mi Young yang ntah pergi kemana. Akhirnya Donghae dapat menemukan Mi Young yang tengah berdiri di sisi pantai. “Untuk apa kau mengejarku?? Apa kau ingin balas memukulku?” Tanya Mi Young tanpa mau menatapnya.

Donghae menggeleng pelan. “Aku hanya ingin bertanya, Jika kau berada di posisiku sekarang apa yang akan kau lakukan?” Tanya Donghae seraya menatap Mi Young dalam.

Mi Young menatap Donghae dengan lembut, Ia memegang kepala Donghae dan menutup kedua daun telinga Donghae dengan kedua tangannya. “Aku akan menutup kedua telingaku mencoba untuk tak menghiraukan dengan perkataan mereka…” Mi Young menutup mata Donghae dengan tangan kanannya dan tangan kirinya berpindah pada tangan kanan Donghae. “Aku akan menutup kedua mataku dan mencoba untuk menghilangkan penglihatan burukku dengan semua masalah itu…” Mi Young menuntun tangan Donghae dan meletakkannya tepat di dada Donghae. “Dan aku akan mengikuti kata hatiku untuk menjalani semua permasalahan ini… Bukan menuju kematian, Tapi menuju kemenangan…” Ujar Mi Young dan melepaskan tangannya dari mata dan tangan Donghae.

Donghae membuka perlahan kedua kelopak matanya, Ia dapat melihat melihat wajah Mi Young yang tersenyum lembut padanya dan Donghaepun membalas senyumannya. “Terima kasih untuk saranmu yang berarti ini, Mi Young…” Ujar Donghae lembut dan Mi Young hanya kembali menatap deburan ombak yang indah.

###########################

Sudah beberapa hari ini, Donghae jadi sering berkunjung ke rumah Hankyung hanya untuk menemui Mi Young padahal sebelumnya Donghae sangat membenci suasana pantai baginya tempat itu terlalu hening dan membuatnya semakin takut tapi tidak lagi untuk sekarang…

(Hankyung PoV)

Entah mengapa jika aku melihat Donghae dan Mi Young bersama rasanya hatiku sakit dan aku tidak dapat memungkiri jika aku ternyata menyukai Mi Young.

Tapi jika Mi Young merasa lebih bahagia bersama Donghae, Apa salahnya jika aku mendukungnya?? Aku akan lebih senang jika Mi Young bahagia bersama orang yang di cintainya daripada harus bersedih tanpa ada orang yang di cintainya di sisinya.

(Author PoV)

“Hyung, Besok aku akan mengadakan pesta ulang tahunku. Datanglah bersama Mi Young! Aku sangat berharap kedatangan kalian berdua…” Ujar Donghae terlihat berbeda dari waktu itu, Kini senyuman manis menghiasi wajahnya.

“Baiklah, Aku akan mengusahakan untuk datang tepat waktu ke pesta ulang tahunmu. Tapi apa tak apa jika Mi Young ikut? Bagaimana tanggapan fans mu nanti??” Tanya Hankyung yang sepertinya mencemaskan Mi Young.

“Tenang saja, Hyung!! Aku sudah merencanakan semua itu…” Ujar Donghae percaya diri.

Donghae mengambil kotak besar dari bagasi mobilnya dan kembali menghampiri Hankyung. Donghae membuka kotak itu dan Nampak sebuah gaun putih panjang di lengkapi dengan sepatu dan juga sebuah topeng cantik yang dapat menghiasi wajah Mi Young.

“Pesta ulang tahunku bertemakan dengan pesta topeng, Jadi Mi Young dapat aman dengan topeng ini…” Ujar Donghae semangat dan Hankyung hanya tersenyum mendengar ucapan Donghae.

Besok Harinya pada saat Malam Hari…

“Mi Young, Apa kau suda siap?” Tanya Hankyung dari balik pintu kamarnya.

Mi Young membuka pintu kamarnya dan Hankyung terlihat terpesona dengan penampilan Mi Young. “Bagaimana?” Tanya Mi Young menanyakan pendapat Hankyung.

“Kau terlihat sangat cantik…” Puji Hankyung sembari tersenyum. “Ayo kita berangkat sekarang…” Ajak Hankyung dan Mi Young pun mengaleng tangan Hankyung yang siap menyambut tangannya.

Suasana di Pesta Donghae…

Mi Young dan Hankyung nampak masuk ke dalam ruangan pesta di rumah Donghae. Donghae yang menyadari akan hal itu segera menghampirinya dan mengajak Mi Young berdansa bersamanya. Mi Young menyambut tangan Donghae dengan lembut dan merekapun berdansa dengan indahnya.

(Hankyung PoV)

Kenapa?? Kenapa rasanya sakit sekali saat Mi Young melepaskan tangannya dari tanganku dan lebih menyambut tangan Donghae untuk berdansa dengannya? Apa mungkin aku memang sudah jatuh cinta padanya?? Tapi dia hanya menganggapku sebagai kakaknya selama ini. Apa yang harus ku perbuat??.

###########################

“Kau sudah pulang?” Tanya Hankyung yang tertidur di sofa ruang tengahnya.

“Kenapa tadi kau meninggalkanku?? Dan apa sekarang kau sedang menungguku?” Tanya Mi Young penasaran.

“Aku hanya mencemaskanmu…” Jawab Hankyung dan langsung masuk ke dalam kamarnya.

Samar-Samar Mi Young mendengar suara yang memanggil-manggil namanya. Ia keluar dari rumah dan mencoba mencari suara itu. Hankyung yang menyadari suara pintu yang terbuka segera keluar dari kamar dan melihat Mi Young yang tergesa-gesa keluar. Hankyung segera mengejar Mi Young.

(Mi Young PoV)

Aku terus berlari dan berlari mencari sumber suara itu, Langkahku semakin lama semakin menuntunku pada pantai ini dan aku pun berjalan perlahan menuju tengah pantai. Tempat di mana pertama kali aku turun ke dunia ini.

“Ini Hari terakhirmu… Dan kau tidak berhasil menemukan kesucian dari seorang ‘Manusia’ kini kau tidak dapat kembali seutuhnya ke tempat asalmu…”

Suara ini yah… Suara ini lah yang pertama kali membuatku berada di dunia ini… Dunia yang penuh dengan semua hal yang paling ku benci…

“Mi Young!!” Teriak seseorang dari belakangku dan saat ku berbalik aku melihat Hankyung yang tengah berteriak mencoba membuatku kembali. “Mi Young!! Kembali!! Di Sana sangat berbahaya!! Kau bisa mati!!” Teriaknya lagi tapi sama sekali tak ku gubris sedikitpun.

“Aku sudah siap untuk menerima hukumanmu…” Ujarku seraya menutup mataku.

Tapi… Kurasakan seseorang memelukku dan rasanya nyaman sekali, Sama halnya seperti saat aku pertama kali turun ke dunia ini.

(Author PoV)

Hankyung berhasil menyelamatkan Mi Young di tengah deburan ombak yang keras, Hankyung membawa Mi Young ke tepi pantai. “Kenapa kau menolongku?” Tanya Mi Young.

Hankyung terdiam, “Dasar Bodoh!! Untuk apa kau ke tempat berbahaya seperti itu?! Tidak takut mati, Huh!!” Bentak Hankyung dan membuat Mi Young terkejut. “Aku mencemaskanmu Mi Young!!” Ujarnya lagi dan langsung memeluk Mi Young erat.

Tapi tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, deburan ombak semakin kencang dan langit berubah menjadi sangat terang dan petir pun menjadi penghias langit yang terang. “Ada apa ini?” Ujar Hankyung heran.

Mi Young bangkit dan melepaskan pelukan Hankyung. “Kau sudah dapat pulang sekarang… Kau sudah menemukan kesucian dari orang tersebut…” Terdengar duara itu lagi namun Hankyung sama sekali tak dapat mendengarnya.

Mi Young segera berbalik dan tersenyum pada Hankyung. “Terima Kasih untuk semuanya, Oppa…” Ujar Mi Young lembut dan ia pun berjalan meninggalkan Hankyung. Ia terus berjalan ke arah tengah pantai lagi dan tiba-tiba sebuah sayap indah nan bersinar tumbuh dari belakang punggung Mi Young.

(Hankyung PoV)

Aku mencoba mengejarnya lagi, Tapi kenapa tubuhku tak bisa di gerakkan?? Bahkan aku pun tak mampu bersuara. Tunggu!! Apa itu? Kenapa ada sepasang sayap indah di belakang tubuh Mi Young? Tidak Mungkin!! Apa mungkin Mi Young bukan seorang manusia?!

Aku tak mampu melakukan apa-apa sedangkan semakin lama aku tak mampu melihat Mi Young karena deburan ombak yang sangat besar. Suasana yang mencekam tadi perlahan-lahan berubah menjadi seperti sedia kala.

“Hankyung Oppa…” Panggil seseorang dengan lembut dan tiba-tiba saja seseorang menepuk pundakku dan aku dapat berbalik untuk melihatnya.

Aku melihat Mi Young tersenyum dengan kilauan cahaya yang menghiasi tubuhnya, Sepasang sayap yang indah berada di punggungnya dan sepasang bola mata berwarna ungu yang indah semakin membuatnya semakin terlihat seperti seorang ‘Malaikat’.

Saat aku hendak mengatakan sesuatu, Pandanganku semakin lama semakin gelap dan tak lama dari itu tubuhku ambruk di tepi pantai itu. Tapi aku dapat merasakan sesuatu yang hangat sedang memeluk tubuhku.

2 Minggu Kemudian…

“Hyung, Melamun saja!!” Ujar Donghae membuyarkan lamunanku.

“Kau, Mengagetkanku saja…” Ujarku sembari menutup pintu lemari yang ada di hadapanku.

“Hyung, Sepertinya sekarang kau yang harus di periksakan ke Dokter Psikologi…” Canda Donghae dan membuatku tersenyum kecil mendengarnya dan aku pun mengajaknya bersantai di depan rumah.

“Hyung, Apa aku boleh bertanya sesuatu?” Tanya Donghae padaku.

“Tentu, Bertanya tentang apa?” Tanyaku penasaran.

“Sebenarnya Gaun siapa yang tadi kau lihat itu? Bukankah selama ini tidak ada seorang wanita di rumahmu ini?” Tanyanya begitu sangat penasaran.

Aku menghela nafas panjang mendengar pertanyaan tapi sebuah senyuman terukir di wajahku. “Itu adalah pakaian seorang ‘Malaikat’ yang pernah datang ke rumahku…” Ujarku sembari berjalan pelan meninggalkannya dan berdiri di tepi pantai.

“Hyung, Sepertinya kau benar-benar sakit!” Ujar Donghae seraya menyusul ku di tepi pantai.

Mungkin sejak kejadiaan itu, Donghae sama sekali tak mengingat akan keberadaan Mi Young sebelumnya. Ntah mengapa aku pun tak tau? Tapi tidak denganku… Aku tidak melupakan sedikitpun kenangan Mi Young, Aku yakin Mi Young yang telah membuat Donghae lupa padanya, Tapi kenapa tidak denganku??

Walaupun begitu, Sekarang kehidupan Donghae dan diriku menjadi lebih baik dan aku yakin Mi Young adalah utusan dari langit yang sengaja diturunka dari surge untuk merubah kehidupanku dan Donghae menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Terima Kasih Mi Young…

The End…

Iklan

22 thoughts on “Envoy From Heaven (One Shoot)

  1. udah ku baca di sjff cuman belom sempet komen *plakk ..
    feelnya dapet bgt onn, haduhh2 ntu hankyung gege kasian bgt, hae oppa ckckckck *gak bisa komen ekekekek ..
    ayo onn, share lagi ff2.a 😀 ^^b

  2. hmm.. mian nih,crita.a bgus tpi mnurut aku ni terlalu to the point..jdi greget.a kurang dpet.. feel.a jga kurang berasa.. hhe skali lgi mian ne..

  3. Annyeonghaseyo~ aku readers baru di sini keke ^^

    satu kata : daebak!! Tp syg bgt kenapa akhir nya hangeng gak sama mi young , padahal aku berharap nya mereka jadi . Tapi tetep aku suka !
    Kata-kata nya jg rapih dan simple , jadi mudah dimengerti . Ini termasuk fantasy kan ? Keren!! ^^

  4. Deg. Sesek. Jadi berasa kesindir #plakk~ suka gtu deh saya juga *nunduk*
    Ihh kasian ih.. tapi emang sih mau gmana juga miyoung sama hankyung gabisa bersatu.. ngarepnya ada gtu tibatiba manusia yg mirip miyoung trus jadinya sama hankyung #plakk~

  5. Awalny agak bingung maksud dari ” kesucian ” yang dimaksud
    Pas baca endingny ” kesucian ” = ” ketulusan ”

    Tapi hankyung oppa malah gak В̍ȋ̝̊̅̄$äª ngelupain mi young
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s