You’re My Bodyguard (Part.1)

@Bandara Incheon

Setelah berhasil melarikan diri dari rumah, Tiffany memutuskan untuk pergi ke luar negeri. “Ah, Rasanya nyaman sekali pergi tanpa harus di temani pengawal.. Aku benar-benar merasa bebas…” Tiffany menghela nafas panjang menikmati kebebasannya ini.

Langkahnya terhenti saat melihat orang yang tak asing lagi baginya. “Oh God! Kenapa mereka bisa menyusulku ke sini juga!” Umpatnya kesal dan segera berbalik arah menghindari para pengawalnya yang ternyata sedang mencarinya di bandara ini.

“Itu Nona Tiffany!!” Teriak salah satu pengawalnya saat melihat gerak-gerik Tiffany yang mencurigakan.

Tiffany semakin mempercepat larinya hingga akhirnya ia berlari ke tempat parkir. Karena panik dengan sembarang Tiffany masuk ke dalam mobil truk dan bersembunyi di tempat itu.

“Ya!! Apa kalian menemukannya?”

“Tidak!! Kami kehilangan jejaknya!”

“Aish.. Kalau begitu cari lagi. Aku yakin Nona Tiffany masih ada di sekitar tempat ini…”

Dengan perlahan, Tiffany melirik para pengawalnya yang menjauh dari tempat itu untuk mencarinya lagi. “Fiuuuh…” Lega Tiffany.

Tapi tiba-tiba mobil itu bergerak. “Omo.. Omo!! Ada apa ini?!” Panik Tiffany tapi di saat ia akan mencoba meloncat dari mobil itu, Ia kembali melihat pengawalnya hingga membuatnya mengurungkan niatnya dan tetap bersembunyi di mobil truk ini yang ntah mau kemana arahnya.

**********

Setelah cukup lama mobil ini berjalan, Akhirnya mobil itu berhenti di sebuah tempat yang asing baginya. Tiffany turun dari mobil itu dengan diam-diam karena tak ingin di ketahui siapapun. “Aish.. Di mana ini? Kenapa tempat ini begitu asing…” Batinnya bingung.

Tanpa berfikir panjang lagi, Tiffany segera menanyai seorang gadis yang tak sengaja di lihatnya. “Chogi… Bolehkan aku bertanya sesuatu?” Tanyanya dengan ramah.

“Oh tentu…” Jawabnya sembari tersenyum kecil.

“Ini… Di mana?” Tanya Tiffany bingung.

“Kau tidak tau tempat ini? Ini di Mokpo… Apakah kau orang Seoul?” Jelas gadis itu heran.

Tiffany hanya mengangguk enggan, “Kalau begitu terima kasih…” Dengan segera Tiffany pun meninggalkan tempat ini.

“Ah, Aku lapar…” Ia memegangi perutnya yang terasa lapar. Awalnya ia berniat untuk makan di sebuah restaurant yang ada di hadapannya ini tapi ia kembali mengurungkan niatnya. “Anni… Ani… Jika aku makan di restaurant itu, Bukankah aku harus membayar menggunakan kartu ATM?? Aish.. Kalau seperti itu lambat laun aku pasti akan ketahuan…” Pikirnya.

Akhirnya ia memutuskan untuk makan di sebuah kedai makanan yang ada di dekat situ. “Ahjumma, Aku ingin memesan makanan yang tersedia di sini…” Ujarnya seraya duduk.

“De, Tunggu sebentar yah…” Jawab wanita pemilik kedai itu dengan ramah.

Tiffany hanya mengangguk sembari tersenyum kecil pada wanita itu, Tapi pandangannya langsung tertuju pada dua orang yang ada di sudut kedai ini.

“Ya!! Kau masih tidak ingin bayar, Huh?!”

“Bukan begitu… Aku kan sudah bilang akan membayarnya nanti setelah aku mendapat pekerjaan…”

“YA!!” Lelaki itu melayangkan tangannya bersiap memukul orang yang terlihat sangat ketakutan itu.

“ANDWAE!!” Teriak Tiffany dan segera menahan tangan lelaki itu.

“Ya!! Nuguya?! Apa kau kenal dengan pria ini?!” Tanya lelaki itu saat Tiffany menahan tangannya.

“Mwo?? Anniyo…” Jawab Tiffany polos. “Tapi, Kau tidak boleh memukulnya. Itu sama saja dengan kekerasan…” Tiffany mencoba menolong orang yang sedang ketakutan itu.

“Oy, Nona manis! Kau tidak tau apa-apa tentang ini. Lebih baik kau minggir saja!” Usir orang itu sedikit mendorong tubuh Tiffany ke samping.

“Aish, Kau ini kasar sekali!!”

“Aku sudah bilang jangan ikut campur! Ini urusan pria!!” Jawab orang itu seraya menoleh pada Tiffany yang terlihat sangat kesal pada sikap orang ini.

“Tapi sepertinya kau tak bisa menghajarnya, Karena orang itu sudah pergi.. Weeek…” Tiffany menunjuk orang yang berlari pontang-panting dari kedai itu sembari menjulurkan lidahnya pada lelaki di hadapannya.

“Ya!! Jangan lari kau!!” Teriak orang itu. Ia berbalik menoleh Tiffany dan memandangnya kesal. “Ddo!! Jika aku bertemu denganmu lagi, Aku takkan segan-segan membuat perhitungan denganmu!!” Ancam pria itu seraya pergi dari tempat itu.

“Memangnya aku takut!!” Tantang Tiffany sembari menjulurkan lidahnya kembali dan meletakkan kedua tangannya di depan dadanya.

“Nona, Ini makanannya…” Ujar wanita itu ramah.

“Oh, De…” Tiffany segera duduk kembali dan melihat makanan yang kini ada di hadapannya dengan semangat. “Oh yah… Ahjumma, Kenapa kau tidak memisahkan atau mengusir orang tadi itu?” Tanya Tiffany penasaran.

Wanita itu mengerutkan keningnya karena bingung dengan perkataannya. Tapi sebuah senyuman kembali terukir di wajah itu. “Ah.. Lelaki tadi?” Tiffany hanya mengangguk.

“Dia itu justru menolongku, Nona.. Selama ini Wooyoung selalu mencari pria tadi karena dia tak suka membayar di kedai ku ini.. Mangkannya tadi dia membentak pria itu…” Jelas Wanita itu dengan lembut.

“Mwo?!! Jadi tadi itu aku salah?” Tanya Tiffany sedikit terkejut dan wanita tua itu mengangguk singkat. “Omona… Mianhe, Ahjumma aku benar-benar tidak tau. Tadi aku pikir…”

“Gwenchana…” Potong wanita itu. “Wooyoung memang terlihat seperti anak yang menyebalkannya. Mangkannya kau seperti itu padanya, Aku dapat mengerti…” Jelas wanita itu lagi.

“Wooyoung?” Tanya Tiffany.

“Hm.. Itu namanya… Jang Wooyoung…” Jawab wanita itu. “Nah, Kalau begitu kau makanlah makananmu itu, Jika sudah dingin makanan ini takkan enak lagi…” Suruh wanita itu seraya pergi meninggalkan meja Tiffany.

“Aish! Babo.. Babo!!” Hardiknya pada diri sendiri.

**********

Hari sudah begitu malam, Tapi Tiffany masih bingung harus tinggal di mana. Kini ia hanya berjalan-jalan di trotoar sembari memikirkan ia akan tinggal di mana, Apalagi uang yang di bawanya tidak begitu banyak karena ia tak bisa menggunakan ATM.

“Hey Nona manis, Mau kemana?” Tanya sekelompok preman yang tiba-tiba menghampiri Tiffany.

Langkahnya terhenti dan matanya membulat saat melihat preman di hadapannya ini. “Maaf, Saya harus pergi…” Tiffany mencoba melewati preman ini namun preman ini malah menghalanginya.

“Ayolah… Kita bermain-main dulu sebentar…” Salah satu dari mereka dengan sengaja mencolek dagu Tiffany membuatnya menjadi risih.

“Ya!! Jangan dekati aku, Atau aku akan teriak sekarang juga!!” Ancam Tiffany sembari mundur ke belakang.

“Berteriaklah, Kami tidak takut…” Tantang orang itu.

“Ya.. Ya!! Aku serius!!” Langkahnya terus saja berjalan ke belakang hingga sebuah dinding besar menahan langkahnya dan ternyata itu adalah… Jalan buntu!!. “AAAAA….” Tiffany langsung berteriak dengan cukup keras tapi dengan cepat salah satu dari mereka membekap mulutnya.

“Oy, Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya seorang pria di belakang preman itu.

Preman itu berbalik dan nampak begitu terkejut saat melihat pria itu. “A-Anniyo.. Kami hanya sedikit bersenang-senang dengan teman kami…” Jawab preman itu berbohong.

Tapi pria itu dapat dengan jelas melihat Tiffany yang nampak panic dan memberikan isyarat lewat matanya. “Apakah teman kalian itu gadis?” Tanya pria itu penasaran.

“Ah?? Ah itu…”

“AAAAA…” Tiffany langsung menggigit orang yang membekap mulutnya itu.

“Ya!! Tolong aku!! Mereka.. Ehmp…” Orang itu kembali membekap mulut Tiffany dan tersenyum kaku pada pria itu.

“Sepertinya aku mengganggu kalian, Aku pergi…” Pamit orang itu membuat Tiffany semakin memberontak dan bicara dengan tidak jelas karena mulutnya yang di bekap oleh preman itu.

“Kau, Berani sekali kau menggigitku!!” Bentak preman itu semakin memperkuat bekapannya.

Tiffany hanya dapat meringis kesakitan dan tubuhnya benar-benar sangat bergetar karena ketakutan. “Tuhan.. Selamatkan aku…” Batinnya.

“Hey!! Sepertinya aku berubah pikiran!!” Pria itu kembali lagi dan dengan cepat ia mendaratkan sebuah pukulan pada wajah preman di hadapannya itu membuat preman yang lain tersontak kaget. “YA! Pergilah dari tempat ini!! Atau kalian akan kubunuh satu persatu!!” Ancam pria itu sembari menatap prema-preman itu dengan tatapan membunuh.

Akhirnya preman-preman itu pun pergi meninggalkan Tiffany sendiri. Tubuhnya langsung ambruk di atas tanah dan ia menangis sejadi-jadinya karena perasaan takut yang masih melandanya.

“Ya! Berhentilah menangis, Atau orang lain akan mengiraku jika aku lah yang membuatmu menangis…” Terdengar suara pria itu membuat Tiffany mendongakkan kepalanya. “Ddo!!!” Orang itu menunjuk Tiffany.

**********

“Ddo!!” Orang itu menunjuk Tiffany yang terlihat begitu terkejut juga saat melihatnya. “Aish!! Jika aku tau kau adalah gadis tadi siang, Mungkin saja aku takkan menyelematkanmu…” Ujar orang itu terlihat masih kesal.

“Mianhe…” Ujar Tiffany tiba-tiba membuat orang itu menoleh padanya. “Aku tidak tau jika orang yang kamu marahi saat di kedai itu adalah orang yang tak ingin membayar pada Ahjumma kedai itu…” Jelasnya.

Orang itu tersenyum kecut padanya. “Jadi, Sekarang kau tau kan siapa yang salah? Nona?” Ujar orang itu sedikit memberikan tekanan pada kata-kata terkahirnya. Lalu orang itu pun berbalik berniat meninggalkan Tiffany.

“Gomawo…” Teriak Tiffany membuat langkah pria itu terhenti kembali. “Terima kasih karena kamu mau menyelamatkanku…” Ujarnya lagi.

Orang itu hanya mengangkat sebelah tangannya seraya pergi dari tempat itu, Tapi Tiffany malah mengikutinya dari belakang membuat orang itu risih atas kehadirannya. “Ya!! Wae Geurae?” Tanya orang itu kesal.

“Eh?” Dengan polosnya Tiffany hanya melontarkan kata itu pada orang itu.

“Kenapa kau mengikuti aku?”

“Ah.. Itu, Aku… Aku tidak ada tempat tinggal…” Jawab Tiffany sedikit gugup.

“Mwo?!! Lalu apa hubungannya denganku?!” Tanya orang itu heran.

“Apakah kau tidak bisa memberikan tempat untukku? Untuk satu hari??” Tiffany memperlihatkan puppy eyesnya di hadapan orang itu membuat orang itu menghela nafas berat.

“Ya!! Apa kau tidak takut padaku?!” Tanya orang itu dan Tiffany hanya menggeleng singkat. “Tapi sepertinya kau bukan gadis yang sembarangan, Aku yakin uangmu cukup untuk menginap di sebuah hotel, Jadi tak perlu mengikutiku Arasseo?!” Orang itu kembali berbalik dan meninggalkan Tiffany.

Tapi lagi-lagi Tiffany mengikuti langkahnya membuat orang itu menghela nafas kembali dan berbalik padanya. “YA!!”

“Aku mohon…” Bujuk Tiffany lagi.

“Aish!!”

Orang itu melirik Tiffany yang masih berdiri di hadapannya. “Baiklah!! Kau boleh menginap di tempatku! Tapi hanya untuk satu hari saja, Arasseo?!”

“De…” Tiffany mengangguk singkat dan tersenyum kecil padanya hingga memperlihatkan eye smile khasnya itu. “Gomawo…” Ujar Tiffany lagi.

“Hm…” Jawab orang itu singkat.

Tiffany berlari kecil mencoba mensejajarkan langkahnya dengan orang itu. Ia terlihat senang karena ada orang yang mau menolongnya. “Ehm, Chogi… Bolehkah aku tau namamu?” Tanya Tiffany penasaran.

“Apa itu penting?” Jawab orang itu dingin.

Tiffany langsung mengangguk. “Tentu saja, Jika aku mengetahui namamu aku bisa memanggilmu dengan namamu bukan dengan kata-kata ‘kamu’ rasanya itu tak enak di dengar…” Jelas Tiffany panjang lebar.

“Arra.. Arra…” Potong pria itu karena tak ingin mendengar penjelasan Tiffany lagi. “Namaku Jang Wooyoung…” Ujarnya dengan santai tanpa melihat Tiffany sedikitpun.

“Jang Wooyoung?” Tanya Tiffany mencoba mengulang nama orang itu. “Bolehkan aku memanggilmu Wooyoung-ssi?” Tanya Tiffany lagi.

Orang yang bernama Wooyoung itu hanya tetap terdiam dan berjalan lebih cepat membuat Tiffany sedikit sulit mengikuti langkahnya. “Ya!! Bolehkan aku memanggimu, Wooyoung-ssi?” Tanya Tiffany lagi sedikit berlari kecil.

Wooyoung berbalik dan menatap Tiffany yang menghentikkan langkahnya seraya menatapnya dengan tatapan yang begitu menggemaskan. “Aish!! Terserahmu sajalah…” Seakan tak mampu melihat tatapan Tiffany itu ia segera kembali berjalan.

“Gomawo, Wooyoung-ssi…” Tiffany tersenyum puas dan kembali mengikuti langkahnya.

To Be Continued…

Nah, Sesuai Janji saya pada Reader…

Ini ff di publish setelah ff Love In Coffe House…^^

Semoga pada suka yah… Dan jangan lupa comentnya…

Hehehehehehehe

35 thoughts on “You’re My Bodyguard (Part.1)

  1. Mokpo???
    itu empat tinggal Donghae

    Tiffany nekat jga
    hehehehe
    Wooyoung kuerennnn
    gg bsa bayangin dy jdi garang,soalna dy kan imut
    hahahahaha

    nice ff :))

  2. hhee,,pembuka yg menarik ^____^
    lanjuutttt..tu fany -nya baik, ga sombong kek orang kaya pada umumnya d cerita..untnglah..wooyoung jg kayaknnya gugup2 gt deh.hhee

  3. wooyoung difotonya kayak montir belepotan demua badannya.
    ffnya keren…….
    ditunggu anjutannya, jangan lama-lama ya…..

  4. jiahhh.. tiffany mau kabur malah nyasar ke mokpo,, tempat suamiku donghae *dikeroyok elfishy*
    niatnya sii baik eh ternyata malah salah,, dasar tiffany babo *dgetok tiffany* untung aja ada wooyoung yang dateng nolongin .. aigoo kayaknya seruu nii ffnya eonn..

  5. Hm…part 1 lumayan bgs nieh, feelnya dpt. disini Wooyoung jd jagoan ya, tiffany polos bgt ampe buat wooyoung gokil. Bakalan jd tom n jerry nieh, tiap ketemu pasti bawaanya ribut melulu. Lanjut lagi ah bacanya.

  6. thor ..
    ternyata ada juga ff yg castnya wooyoung. senangnya aku 🙂

    ffnnya bagus thor.
    alurnya pas, ga kecepetan..
    bacanya jadi ga ngebosenin

    ijin baca next part chingu 🙂

  7. Mian bru bca Eonn…
    itu Wooyoung??eh q kirain Kim Soo Hyun. abis klau fto x gtu lbh mrip Kim Soo Hyun Eonn…
    .
    HmMm
    Tiffany Eonny alhirnya nyantol jg d ff ni.
    mank psti klau Fany Eonni jd orng kya.
    .
    klau kbur k Mokpo ngapain nggk mmpir k rmah abang Donghae sich….
    Wooyoung cool bnget klau gtu
    .
    Haah
    biar nggak pnsaran. q lngsung bca part slnjutnya yach Eonn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s