Finally With Die

Seorang gadis, terbaring lemas di atas ranjangnya. Terlihat dari matanya yang sembab dan wajahnya yang begitu lusuh.

CKLEK!

Gadis itu menoleh pada pintu kamarnya yang terbuka dan nampak seorang pria yang terlihat lebih tua darinya. “Haneul-ah, Keluarlah… Setidaknya makanlah sedikit! Sudah tiga hari ini kau tidak makan apa-apa…” Pinta orang itu lembut.

Merasa tak tega melihat kecemasan dalam wajah pria itu, Ia pun bangkit dari tidurnya seraya keluar dari kamarnya. Pria itu berjalan lebih dulu di hadapannya, Tapi langkah gadis itu terhenti saat melihat sebuah kamar yang letaknya berada di samping kamarnya.

“Haneul…” Panggil pria itu.

Gadis itu terdiam sedikit menundukkan kepalanya. “Appa, Kau duluan saja… Aku ingin masuk kamarnya…” Ujarnya dengan suara yang sedikit parau.

“Tapi, Haneul… Dia…”

“Aku tau. Aku hanya ingin melihat kamarnya tidak lebih! Kau tidak perlu khawatir…” Jawab gadis itu memotong ucapan pria di hadapannya.

“Baiklah, Jika itu maumu…” Jawabnya dan kemudian ia menuruni anak tangga yang tak jauh dari tempat itu.

Akhirnya, Gadis itu melangkahkan kakinya menuju pintu kamar di hadapannya itu. Sedikit ragu dengan tindakannya ia masih tetap terdiam di hadapan pintu itu.

CKLEK!

“Youngi-ah…” Panggil gadis itu seraya masuk ke dalam kamar itu.

Tapi yang di dapatnya, Hanyalah ruangan kamar kosong yang terlihat rapih. Nampak kedua matanya yang memerah seperti akan menangis, Tapi sebisa mungkin ia berjalan lebih dalam masuk ke dalam kamar itu.

SRET!!

Ia menarik gorden panjang di ruangan itu hingga akhirnya sebuah cahaya matahari yang hangat menembus masuk dalam ruangan itu.

“Hmmm…” Ia menikmati cahaya matahari pagi yang menerpa wajahnya dan ntah kenapa pandangannya langsung tertuju pada sebuah foto dua orang gadis di hadapannya. Yang satu berambut panjang dan yang satu berambut pendek.

Yah… Itu adalah fotonya bersama adik kesayangannya yang telah meninggal beberapa waktu lalu, Karena bunuh diri. Ntah apa alasannya tiba-tiba saja ia meloncat dari atas gedung sekolahnya di hadapan dirinya sendiri.

“Youngi-ah, Kenapa kau harus meninggalkan aku sendiri?” Ia memandang foto itu, Tanpa terasa butiran air mata mengalir di wajahnya.

BRUK!!

Tangis gadis itu terhenti karena terkejut dengan suara buku yang terjatuh dari atas meja belajar di kamar itu. Kedua matanya menyipit saat melihat buku bercorak ungu muda dan ada foto yang menonjol dari dalam buku itu. Merasa penasaran dengan isi dalam buku itu, Ia pun mengambilnya dan membuka buku itu.

Kedua matanya membulat saat melihat foto di dalam buku itu. Foto keluarganya yang dengan sengaja di robek di bagian adiknya hingga hanya nampak Kedua orang tuanya dan Haneul yang ada dalam foto ini.

Akhirnya, Haneul pun membuka lembar pertama dalam buku itu, Ia melihat ada nama adiknya dalam buku itu, sepertinya ini buku diary adiknya. Karena penasaran, Haneul pun melanjutkan halaman berikutnya.

Aku mempunyai seorang Kakak yang bernama Kim Haneul, Dia kakak yang baik. Dia selalu mengerti keadaanku bahkan ia terlalu sempurna untuk menjadi kakak dari seorang gadis bernama Kim Miyoung.. Ah, Anniyo… Mungkin lebih tepatnya seorang Shim Miyoung karena sebenarnya aku bukanlah anak kandung dari Ummaku. Aku hanyalah anak dari hasil perselingkuhan Appa dengan Assistantnya.

Aku mengetahui hal ini semua sejak usiaku yang baru saja menginjak 15 tahun, Tidak sengaja saat itu aku mendengar obrolan antara Umma dan Appa, Yah…. Aku sedang mendengar Appa menjelaskan siapa asal usulku yang sebenarnya.

“Yeobo… Apa kau pikir Miyoung harus tetap tinggal bersama kita? Memangnya siapa dia? Kenapa selama ini kau selalu saja memaksaku berpura-pura menjadi Ummanya tapi kau tak pernah menjelaskan asal-usulnya sama sekali…”

Seorang pria separuh baya hanya duduk di hadapan isterinya yang sedang menanyakan sesuatu yang mengganjal dalam hatinya selama ini.

“Mungkin ini waktu yang tepat… Aku akan menjelaskan semuanya…”

“Apa maksudmu?”

“Sebenarnya… Miyoung, Dia anak kandungku. Dia anak dari hasil perselingkuhanku dengan Assistantku, Tapi saat melahirkan Miyoung dulu dia meninggal karena kehabisan banyak darah…”

“MWO?!! Jadi selama ini…”

“Mianhe… Maafkan aku isteriku, Aku tidak bermaksud…”

“KENAPA KAU BARU MENGATAKANNYA SEKARANG?!! KENAPA??!” Wanita di hadapannya itu terjatuh lemas di atas sofa sedangkan dirinya sebisa mungkin menenangkan isterinya yang terlihat syok saat mendengar ini.

“Mianhe…”

“MENJAUH DARIKU!!”

Tanpa meraka sadari seorang gadis muda mendengar percakapan mereka sejak awal. Air matanya kini membasahi kedua pipinya tapi ia hanya menangis dalam diam.

“Youngi-ah…” Seseorang menepuk pundaknya dan dengan cepat gadis itu mengusap air matanya. “Gwenchana?” Tanya gadis di hadapannya itu.

“Ehm…” Jawabnya sembari tersenyum kecil dan mengangguk singkat. “Ayo kita masuk kamar saja…” Ajak gadis itu.

Memang menyakitkan mengetahui semua itu, Tapi akan lebih buruk jika aku tidak mengetahui hal ini sama sekali bukan? Walaupun begitu aku tetap mencoba untuk menutupi hal ini dari semua orang termasuk Appa dan Umma yang mengetahui hal ini.

Tapi sesuatu hal yang buruk mulai terjadi pada kehidupanku, Di mana Umma tak sama lagi seperti dulu. Ia berubah menjadi seorang Umma yang frontal dan dapat dengan mudahnya melayangkan sebuah pukulan padaku.

“YA!!! Kim Miyoung! Ah… Atau aku sebut dengan Shim Miyoung?!!!” Bentak wanita separuh baya saat seorang gadis yang bernama Miyoung masuk ke dalam rumah.

“Umma, Waeyo?” Tanya gadis itu sopan.

“Cih!! Bisa-bisanya kau bersikap sopan seperti itu di hadapanku?!! Haish… Pantas saja selama ini aku muak melihat wajahmu! Ternyata kau hanyalah anak dari seorang gadis perebut suami orang, Arreo!!” Bentak wanita itu dengan nada tinggi.

“Umma…”

“Jangan panggil aku Umma lagi!! Kau ini bukan anakku!! Enyahlah dari kehidupanku!!!”

PLAK!!

Wanita itu melayangkan sebuah tamparan pada gadis muda di hadapannya itu. Membuat gadis itu tersungkur. “Kau hancurkan kehidupan keluargaku!!” Secara bertubi-tubi wanita itu melemparkan semua barang yang ada di dekatnya pada gadis itu tanpa hentik sedikitpun.

“Umma… Apayo…” Ringisnya sembari menutupi kepalanya dengan kedua lengannya.

“Apayo?” Bentaknya dengan cukup keras dan langsung menjambak rambut gadis itu. “Apa kau pikir aku tidak sakit?! Setelah apa yang di lakukan Ibumu padaku?! Dasar anak wanita jalang!!”

“Ah.. Umma.. Apayo.. Apayo…” Tangis gadis itu semakin pecah karena wanita itu mencengkram kuat dagunya dan menjambak rambutnya kembali.

“Umma?! SUDAH AKU KATAKAN JANGAN SEBUT AKU UMMA!! AKU BUKAN UMMAMU!!” Bentaknya dan langsung memukuli kepalanya.

“Andwae… Hentikan!!” Pinta gadis itu dan dengan cepat ia menghindar dari pukulan itu lalu berlari ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya seraya mengunci kamarnya.

“YA!! KELUAR KAU SHIM MIYOUNG!!” Teriak Wanita itu membuat gadis itu semakin ketakuran di dalam kamarnya.

Aku merasa sangat sakit menerima perlakuan itu. Bukan karena siksaan fisik yang aku terima. Tapi hati… Aku merasa hatiku tak lagi bersamaku, Kebencian mulai merasuki jiwaku. Ntah kenapa ingin rasanya aku balik memukuli Ummaku setiap kali ia meluapkan kekesalannya padaku.

“Baru pulang jam segini?!” Bentak wanita itu saat Miyoung baru pulang saat sore hari dan kebetulan Haneul dan suaminya sedang tidak ada di rumah.

“Mianhe… Tadi..”

“Wae?! Apa yang ingin kau katakan padaku?!!!”

“A-Anniyo… Hanya saja…”

PLAK!!

“Aku BENCI MENDENGAR SUARAMU YANG SEPERTI ITU!!!” Lagi-lagi wanita itu melayangkan tamparannya untuk yang kesekian kalinya pada gadis muda itu.

“Mianhe…” Gadis itu mulai meneteskan air matanya dan memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan itu.

“KAU DASAR ANAK WANITA JALANG!!” Wanita itu kembali menyerang gadis muda di hadapannya dengan cara mencakar wajah gadis itu dan menjambak-jambak rambutnya tanpa menerima balasan sedikitpun darinya.

“Mianhe… Apayo.. Hentikan!!” Pinta gadis itu dengan suaranya yang mulai sedikit serak.

“MIYOUNG!! HYENA!!” Wanita itu menghentikkan aksinya dan melihat suaminya yang tengah berdiri di hadapannya. “Apa yang kau lakukan pada anakku?!!!” Bentaknya dan langsung mendorong tubuhnya hingga terjatuh. “Youngi-ah, Gwenchana?”

“D-De…”

“Untuk apa kau membelanya, Huh?!! APA KARENA DIA ANAK HARAMMU, HUH?!!” Teriak wanita itu emosi.

“De!! Karena dia adalah anakku!! Karena DIA DARAH DAGINGKU!! ARREO?!!” Jawabnya tak kalah emosi.

“Appa…”

“KAU!!”

“Ya!! HYENA!! Aku sudah tau semuanya… Katakan padaku! Kau ini gila kan?”

Benci itu kembali lenyap, Saat aku mengetahui kesehatan Ummaku yang sebenarnya. Dia… Mengalami gangguan mental dan yang mengetahui hal ini hanyalah aku dan Appa. Haneul tidak mengetahui semuanya karena aku yakin jika dia mengetahui hal ini, Dia pasti akan syok berat.

Akhirnya kami mengirim Umma ke Amerika untuk menjalani terapi di sana. Tapi Haneul hanya mengetahui jika Umma sekedar berlibur di sana. Tapi siapa yang menyangka jika Umma mengalami kecelakaan di sana karena mencoba melarikan diri hingga akhirnya ia meninggal dunia.

Aku pikir aku bisa memulai kehidupanku yang baru setelah kepergian Umma. Namun pada kenyataannya aku justru di selimuti rasa bersalah padanya, Pada seorang wanita yang selama ini telah susah payah membesarkan aku, Meski pada kenyataannya dia tetap saja membenciku. Dan di saat aku ingin mencoba untuk kembali menjadi Miyoung yang dulu aku mendengar desas-desus dari para teman-temanku.

“Hey… Apa kalian tidak menyadari sesuatu?”

“Waeyo?”

“Ini tentang Miyoung dan Haneul… Apa kalian pikir mereka itu benar-benar sepasang adik kakak?”

Miyoung yang mendengar namanya dan nama kakaknya di sebut tentu saja secara diam-diam menguping pembicaraan itu.

“Apa kalian tidak bisa melihatnya? Selama ini setiap kali aku perhatikan mereka itu jauh berbeda tak seperti Adik dan Kakak… Apa kalian pernah melihat mendiang Ibunya? Dia mirip sekali dengan Haneul bukan? Dan Appanya… Dia juga sangat mirip dengan Haneul… Berbeda dengan Miyoung yang tidak ada kemiripan sama sekali dengan kedua orang tuanya…”

“Kau benar… Apa mungkin….”

“Dia itu anak pungut yah?” Tebak salah satu gadis itu.

Merasa tidak mampu lagi mendengarnya, Miyoung pun berlari menjauh dari tempat itu tanpa ia sadari berapa banyak orang yang sudah ia tabrak tanpa di sengaja.

“Haneul-ah, Bukankah dia adikmu?”

Gadis yang bernama Kim Haneul itu menoleh kebelakang dan matanya menyipit saat melihat adik kesayangannya itu berlari dan kedua matanya yang nampak mengalirkan air mata. “Ada apa dengannya?”

Aku bingung dengan kehidupanku ini, Kenapa di saat aku mencoba untuk menjadi seorang Shim Miyoung yang baru tapi cobaan kembali menjatuhkan aku, Terlebih lagi satu kejadian pahit kembali aku alami.

Di mana saat itu, Lelaki yang aku cintai diam-diam selama ini, Ternyata mencintai gadis lain. Yang tak lain adalah Kakaku sendiri. Mengenaskan bukan?

“Haneul-ah… Aku mencintaimu…”

“A-Aku juga…” Jawab gugup Haneul pada pria di hadapannya.

Miyoung yang melihat itu tentu saja tidak bisa menahan tangisnya hingga membuat Haneul tersadar dan langsung keluar kelas untuk menghampirinya.

“Youngi-ah, Gwenchana?” Tanya Haneul lembut.

Dengan cepat Miyoung menghapus air matanya, “Ehm.. Gwenchana…” Jawabnya sembari mencoba untuk tersenyum. “Haneul-ah, Sepertinya aku harus pergi ke perpustakaan dulu. Nanti aku akan kembali…”

“Tunggu, Youngi-ah… Ada seseorang yang ingin bicara denganmu…”

“Nanti saja…” Tolak Miyoung dan langsung berlari menjauh dari tempat itu.

“Hah… Sayang sekali. Padahal tadi Zhoumi sudah susah payah berlatih mengutarakan perasaannya padaku di hadapan Kyuhyun… Itu semua kan demimu, Youngi…” Batin Haneul sembari tetap menatap punggung adiknya yang semakin lama semakin menghilang.

Perlahan-lahan, Aku mulai membenci seorang Kim Haneul. Aku mulai membencinya dan aku mulai merasa, Kenapa harus dia yang menjadi Kakakku? Kenapa dia begitu sempurna di hadapan semua orang sedangkan aku hanyalah sebuah sampah di hadapan mereka semua!! Kenapa??

Aku hanya ingin mereka memandangku! Menyadari keberadaanku! Menyadari seorang Shim Miyoung ada di tengah-tengah mereka semua… Aku pikir aku mulai egois, Aku memang tidak pantas menjadi adiknya! Bagaimana bisa seorang adik memiliki pemikiran untuk memusnahkan Kakaknya sendiri?

Kehidupanku semakin kelam, Semakin lama, Aku semakin sadar aku tak jauh berbeda dari Umma. Aku sadar, Kesadaran dalam diriku telah lenyap ntah kemana. Dan bahkan kini aku bagaikan seonggok mayat hidup yang tak dapat menentukan arah hidupku sendiri.

Hingga akhirnya aku mengerti… Aku harus mengambil jalan ini, Aku harus meninggalkan dunia ini, Meninggalkan semuanya dan membawa rasa kebencianku ini ke dunia baruku. Karena dengan beginilah, Haneul bisa terlepas dari seorang adik yang gila.

“Youngi-ah, 3 Hari lagi ulang tahunmu kan? Apa yang kau mau?” Tanya Haneul antusias.

“Aku? Ehm…” Miyoung terdiam memikirkan sesuatu. “Mungkin aku akan menjadi seperti Umma…” Jawabnya menggantung.

“Eh? Kau ini bicara apa?” Kening Haneul mengerut tapi Miyoung hanya tersenyum kecil. Haneul pun memasangkan earphone pada kedua telinganya.

“Aku ingin mengakhiri kehidupanku, Haneul…” Desisnya dengan raut wajah yang begitu sendu.

“Mwoya?” Haneul melepaskan earphonenya karena seperti mendengar perkataan Miyoung meski samar-samar. “Apa kau mengatakan sesuatu?” Tanyanya.

“Anniyo… Hey, Kau duluan saja turun ke bawah… Aku ingin naik ke atap sekolah. Sepertinya aku meninggalkan sesuatu di sana saat istirahat tadi…” Jelas Miyoung.

“Baiklah…” Jawabnya semangat.

Akhirnya Miyoung pun meninggalkan Haneul di kelas sendirian, “Hmm.. Pasti Miyoung sendirian di atap sana… Jika Zhoumi menyatakan perasaannya di atap sekolah bukankah itu romantis? Ahh… Lebih baik aku beritahu dia!” Haneul pun bergegas ke luar kelas menuju lapangan sekolah ini.

“Zhoumi-ah… Kyu-ah!!” Panggilnya dengan suara cukup keras.

“Haneul? Ada apa?” Tanya Kyuhyun yang sebenarnya merupakan kekasihnya, Tapi Miyoung belum mengetahui hal itu dan juga merupakan sahabat Zhoumi yang tak lain adalah pria yang selama ini mencintai Miyoung secara diam-diam, Karena itu saat beberapa hari yang lalu ia meminta Haneul untuk mengajarinya menyatakan cinta pada Miyoung.

“Ada kabar bagus! Zhoumi….”

“KYAAAAAAA…” Ucapan Haneul terhenti saat mendengar teriakan-teriakan histeris orang-orang yang berada tak jauh darinya.

“Ada apa?” Tanya Zhoumi heran.

“Ada yang berdiri di atap sekolah!!!” Tunjuk seorang pria histeris sontak membuat Haneul, Kyuhyun dan Zhoumi langsung mendongakkan kepalanya.

Mereka bertiga membulatkan kedua matanya karena merasa tak asing lagi dengan orang yang berdiri di atas atap itu. “Miyoung!!!” Dengan segera Haneul pun langsung berlari ke atap sekolah di ikuti dengan Kyuhyun dan Zhoumi.

BRAK!!!

Pintu atap sekolah terbuka, dan nampak Haneul yang tersenggal-senggal karena kehabisan nafas setelah berlari dengan cukup keras ke tempat itu.

Gadis yang tak lain adalah Miyoung, Berbalik menatap sedih pada Haneul. “Miyoung, Apa yang kau lakukan di atas sana!! Turun!!!” Teriak Haneul sembari mendekati Miyoung yang berdiri di pinggir atap itu.

Terdengar teriakan histeris dan panggilan guru-guru yang panik melihat Miyoung yang berdiri di atas atap sekolah yang ada pada lantai lima.

“Ya! Youngi… Apa yang kau lakukan! Jangan diam saja!!! Aku mohon turunlah… Apa yang kau pikirkan?” Pinta Haneul dengan suara paraunya. Ia mengulurkan tangannya sembari terus mendekati Miyoung.

“Aku akan menunggumu di sana, Haneul…” Ujar Miyoung pelan dan hanya dalam hitungan detik ia menghempaskan tubuhnya ke bawah atap sekolah tepat saat Kyuhyun dan Zhoumi baru saja tiba.

“ANDWAEEEEE!!!!!!”

**********

“ANDWAEEEEE!!!” Teriak Haneul histeris membuat pria itu berlari menghampirinya ke dalam kamar Miyoung.

“Haneul-ah, Waeyo? Gwenchana?” Tanya Pria itu cemas.

“Hah… Hah…” Haneul masih terdiam, Mengatur nafasnya yang tiba-tiba saja terasa sesak. Sedangkan Pria itu memandangnya miris. Bagaimana tidak? Setelah ia kehilangan isterinya, lalu anak bungsunya dan kini anak pertamanya pun bagaikan seorang mayat hidup.

“Aku mohon… Haneul-ah, Sadarlah… Appa merindukanmu yang seperti dulu…” Ujarnya lembut seraya memeluk tubuh mungilnya.

Tapi dengan cepat Haneul beranjak dari tempatnya lalu berlari keluar rumah tanpa menggunakan baju hangat, Bahkan ia tak menggubris panggilan pria itu yang mencoba memanggil namanya.

“Ya.. Youngi, Berjanjilah padaku… Jika salah satu dari kita menghilang… maka kita akan menghilang bersama-sama…”

“Ehm… Aku berjanji….”

Haneul terus berlari di tengah dinginnya pagi, Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang bergetar hebat karena dinginnya pagi ini. Hanya air mata yang menemani langkah cepatnya itu.

“Youngi… Apa yang terjadi pada lenganmu? Kenapa tubuhmu membiru? Apa ada yang memukulimu?”

“Ah?? A-Anniyo… Ini hanya memar karena pelajaran olah raga kemarin.. Kau tau kan aku begitu ceroboh… Hehehehe…”

“Benarkah?”

“Hm… Kau tenang saja…”

“Baiklah…”

Langkahnya semakin cepat saat mengingat, Ia melihat memar pada tubuh Miyoung saat itu, Tapi Haneul tidak memberitahukan alasan yang sebenarnya ia malah berbohong untuk menutupi jika itu adalah hasil perbuatan Ummanya.

“Apa kau pikir aku mirip denganmu?”

“Eh? Apa maksudmu??”

“Tidak… Aku hanya tidak yakin jika aku mirip dengan Kakak Kesayanganku ini… Hehehehe”

“Kau ini!! Tentu saja kau mirip denganku!!! Kau kan adikku…”

“Hehehehehe…”

“Bodoh!!!! Kenapa kau tidak mengatakan semua penderitaanmu selama ini padaku, Huh?!!! Kenapa kau mengingkari semua janji kita!!!!!” Batin Haneul masih tetap berlari cepat ntah kemana tujuannya.

“Haneul… Aku… Aku mencintai seseorang…”

“Mwoya? Nugu?”

“Itu… Aku tidak bisa mengatakannya sekarang…”

“Ah… Wae?”

“Mungkin saat aku sudah menyatakan perasaanku padanya, Aku baru akan memberitahumu tapi tidak untuk sekarang…”

“Aish… Ya!! Miyoung… Jangan menutupi sesuatu dari Kakakmu ini, Arreo?!!”

“Hehehehe… Rahasia…”

“Ya…”

Langkahnya terhenti saat memasuki sebuah tempat. Yah… Ini merupakan makam Miyoung yang berada cukup jauh dari rumahnya. Tubuhnya ambruk dalam seketika di hadapan makam itu, Tangisnya pecah dan tubuhnya bergetar hebat.

Ia meremas kuat gundukkan tanah yang masih berwarna kemerahan. Ia memegang erat buku diary Miyoung yang di bawanya tadi.

“Wae?!!! WAE?!!!” Teriaknya histeris di hadapan makam adiknya itu. “Kau PEMBOHONG!!! Kau PEMBOHONG MIYOUNG!!” Teriaknya lagi masih tetap menangis histeris.

“Kenapa kau meninggalkan aku sendiri? Kenapa kau membiarkan aku sendirian?!! Apa kau lupa pada janji kita?!! WAE?!! KENAPA KAU TIDAK MENCERITAKAN SEMUANYA SEJAK AWAL!!!!” Tangisnya semakin menjadi dan tubuhnya pun semakin melemah.

Ia terbaring lemah di samping makam Miyoung. Tubuhnya sudah sangat kedinginan, Ia hanya meringkuk di samping makam itu sambil menangis histeris. Dengan memeluk buku diary itu, Ia seakan merasa memeluk tubuh adiknya sendiri.

“Aku ingin tetap bersamamu, Miyoung…” Desisnya dan perlahan-lahan kedua matanya menutup.

**********

Di temukannya mayat seorang gadis bernama Kim Haneul. Tubuhnya tergeletak lemas di samping makam seorang gadis bernama Shim Miyoung. Dengan sebuah buku diary berwarna ungu muda dalam pelukannya.

PLIP!!

Seorang pria separuh baya mematikan televisinya. Ia terdiam di kursi goyangnya sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit. “Pada akhirnya seluruh keluargaku meninggalkanku karena kebodohanku sendiri…” Batinnya. Ia menangis dalam diam, menahan rasa sakit yang amat pada hatinya saat ini.

The End.

74 thoughts on “Finally With Die

  1. aigoo,,, tragis sekali ceritanya,,,
    bagaimana bisa haneul memiliki pemikiran seperti itu???
    apakah dia tidak memikirkan nasib kyu-pacarnya saat ia meninggalkannya???

    onn,, jangan tragis2 lagi ya,,, aku orangnya sensitif,,,
    hehe,,, onn,, MBTC nya dilanjut lagi dunk,,

  2. iya tragis. haneul ga mikirin kyu, kyu bakal ikutan bunuh diri ga ya?
    aku dah sering baca ff eonni di suju ff, tapi baru sempet komen.. mian
    ceritanya keren..
    gomawo eon..

    • Kan udah sehati… Mangkannya pada kayak gitu…
      Dan sebenernya Miyoung itu kan udah keganggu kejiwaannya kalo Haneul depresi mikirin Miyoung adik kesayangannya udah meninggal, Depan dia sendiri lagi… Hehehehehe

      Mangkannya mati dua2nya… Hehehehe
      Gomawo y udah baca n coment…^^ *Hug*

  3. tragis banget kyk kisah cinta sy sama si akang ikan dongdong #plaaak#
    finally haneul and miyoung die together…
    finally kyu and zhoumi jomlo…
    finally kyu menikah dg sy dan bahagia selama-lamanya….
    hahahaaha.. #ketawa epil#
    #ditendang# kabuuuuuuuur…
    NB. cepet sembuh yaaaaaaa……

  4. Uwaaa tragis bngt on..
    Q pikir cma miyoung doang yg mati eh trnyata haenul jg..
    Ksian si kyu ga ad cwe lg 😀
    Wkwkwkwkwkwkwkw 😀
    Klu zhoumi oppa ma ak aj deh 😀 #ngarep..
    Wkwkwkwkwkwkwk 😀
    Anyong on..:D
    Q reader baru ..
    Ff selanjtny dtunggu 😀

    • Kan sehidup semati jadi dua2nya mati deh… LoL Hahahaha

      Mwoya?? Andwaeee… Mimi cmn punyaku… *Plaaaaak* Wkwkwkwk

      Annyeong… Di sini ada Shinta biasa di panggil Nta,,,^^
      Siapa di sana??
      Salam kenal juga y…
      Jgn bsen buat maen lagi y… Hohohohohoho

  5. mati semuaaaaa > <

    kasian appanya sendirian…
    miyoung kuat aja nyimpen semuanya sendiriannn…
    haneul ga kasian sama appa dan kyu???
    malah ikut2an si miyoung..

    *kenapa jd emosi??* wakakak

  6. ya ampun.. pendek amat pikirannya miyoung.,,, ga sabaran lagi…. tapi lo jadi miyoung juga mungkin aku ga bakalan kuat x ya, meski ga bunuh diri,, pilihannya ya kabur dari rumah….
    haneul… saking sayangnya ma adek juga bunuh diri ya??? ckckckckckc…
    itu makamnya miyoung dimana ya? besok aku mo ziarah ah.. *dilemparkelaut*

    • Jiaaaaaah…
      Baca lagi deh Onn… Dia itu sebenernya udah kehilangan akal sehat…
      Cuman dia gak mau semua orang tau, Kalo ternyata dia itu gila…
      Karena itu dia bunuh diri… Hehehehehe
      *Tabok Onn* Kagak ada makam2an… Ini cuman FF!!! LoL Hahahahaha

      Gomawo y Onn dah baca n coment….^^

  7. iya sih dia emang sayang banget,,, tapi kasihan juga appanya,, udah ditinggal mati istrinya,, eh menyusul pula ke-2 anaknya,,m
    ckck,,

    ok deh ditunggu sabtu,,,
    get well soon ya onn,,

  8. biasanya aq baca ff d sujuff, kebanyakan ff dsana isinya cerita cinta, yg jujur aja sering bkin bosan, dan ide ceritanya itu2 aja.

    jam terbang untuk pengalaman seseorang dalam menulis, terlihat rapi dsini.
    pemakaian sudut pandang orang ketiga ya???
    Bagus banget, bisa menjelaskan cerita yg alur sebenarnya bolak-balik, tapi aq ngerti.ini yg jadi kekuatannya.
    ada beberapa pmakaian kata yg saat d baca terasa janggal, seperti
    “Ia menarik gorden panjang di ruangan itu hingga akhirnya sebuah cahaya ”
    cahaya g bisa dihitung kan nta? mungkin bsa ganti dgn kata lain misal “sinar mentari memasuki ruangan ini”

    mian klo komen aq g spt komen2 lain.
    main jg k blog aq ya d
    http://elfalwayslovesuperjunior.wordpress.com/

    *walau ff aq blum sbanyak ff kamu nta ^^

    • Yupz…
      Hohohohohoho… Gomawo buat comentnya bsa jadi pelajaran tambahan buat aku… Hehehehehehehe^^

      Seeeep… Ntar kapan2 aku maen deeeeh.. Hehehehehehe

      Gomawo jga y udah baca n coment…..

  9. wewz…..tragis amat ceritanya…
    egk bunuh2an tapi mati semua…
    cuma appa ny yg misterius yg masi idup..
    gimana nasib kyu ama mimi??

  10. yah, ceritanya tragis bgt!hikz….
    jadi sedih bacanya! T.T
    yah, pelajarannya bs dikutip dr makna ceritanya…
    nice story

  11. Wew aku suka crita yg angst bgini eaeaaeaaaa ahahha
    wuahh pmikiran haneul yg pendek
    miyoung brakhir mengenaskan ckck
    niceeeeeeeeee aku suka critany haha

  12. annyeong, ku reader bru di sini^-^
    salam kenal *bow*

    wooahh~
    mati dua2 nya…ckckck…
    miyoung pikirinnya pendek ya..padahal si mimi juga suka..kenapa hrus bunuh diri.
    kasihan mimi~ .___.
    mank thu semua kesalahan appa han-young…
    *bunuh appa han-young* Xd

    • Annyeong jga…..^^
      Yaaaah… Mo gmna lagi, Namanya jga salah paham… Jadinya begitu deh…. Hehehehehe

      Wuaduuuh… Sadis amat ampe di bunuh Appanya… ahahahaha
      Gomawo y udah baca n coment….^^

  13. dua saudr yg slg menyayangi…. mpe meninggalx ja hrus breng… soulmate bgt!! oh btw anyeong, salsa aka so jisung imnida 13 y.o

  14. annyeong onnie…. mian baru comment… kemaren buka lewat hape jadinya ngirit pulsa *ketularansangsuami aka Unyuk hehehehe #dijitak.
    Wah onnie…. ini ff bener-bener tragis. Miyoung harusnya kau sabar nunggu dikit…. Zhoumi udah mau nembak e….
    Wah kyu ma Zhoumi jadi duren dong….. aka Duda Keren… wkwkwkwk……. #digampar2 bersaudara itu emang sehidup semati ya….
    untuk bapaknya… yang sabar ya aku tahu itu berat… jangan ikutikutan bunuh diri…
    udah ah… commentnya udah kepanjangan deh kayaknya….
    pokoknya BAGUS DEH,….

  15. BEUH APAAN NIH???
    TRAGIS AMAT??!!
    Ntu babehnya gimana?? Bunuh diri juga aja.. nanggung Nta… *dicekik Nta*

    ckckck… bener” pemikiran yang SEMPIT!!! chingudeul, jangan ikutin Miyoung ya…
    Haneul juga ga belajar dari pengalaman. Ditinggal Miyoung harusnya tau gimana rasanya orang yang ditinggalin, eh ini malah ikutan bunuh diri..
    Kyu, jangan ikutin jejak Haneul, ntr takutnya Zhoumi ikutan bunuh diri lagi.. udah kea bunuh diri berantai…

    Sekian komen gaje saya…
    Ntaaaa mana MBTCnya???? Double Personality juga…
    Ditunggu FF seru lainnya yaaaa…. ^_^ *hug&kiss*

  16. Waaaaaaa~ onni *sok kenal manggil onni* #plaaaaak bener-bener tragis ini 😥 kasian ayahnya d tinggal sendiri.
    Nice FF onn 🙂 aku tunggu karya yang lainnya 🙂

  17. astaga tragis amat…
    smw pd mati..
    si appa bakalan gila tuh, ngebatin sendiri…

    smg kyu n zhoumi’y gak bunuh diri jg, hehe

  18. Serem bget onn.
    Hany brwal dr kebohongn n slah paham ea onn.
    Wah,sungguh teramat sadis.
    Wkwkwk.
    Sok bijak w
    btw, kyu m zhoumi free tuh onn.
    Bwatq aj ea.
    Haha
    kren epepny onn.
    Dtunggu klnjtnny epepny yg laen.
    Trutama yg married because the curse.
    Hwaiting!??.

  19. Ceritanya tragis bgt :((
    hue, kasian bgt sih smuanya pada stres

    kasian tuh appanya sendirian, kn smua kluarganya meninggal
    sini2 appanya biar aq aja yg tmenin #plak
    gmna nasib kyu ma zhoumi tu??
    Kasian bgt ditinggal org yg plg mrka sayangin (?)

  20. oh…
    Kesian amat bapaknya… Ditinggal orang sekeluarga. Lebi mantep lagi klo bpnya kna jantung gara2 haneul mninggal. Lengkap deh sekeluarga abis (?) *plak* hehehe

  21. Ini sumpah ngenes eon. Aku bacanya di busway sambil nangis dikit dan akhirnya diliatin orang kn -_-
    Sedih banget jadi miyoung yah. Aku bisa ngerasain rasanya dibedain kyak gtu.. sabar miyoung~ kasian juga dia gatau yg sebenernya soal perasaan zhoumi ke dia. Mamanya jahat banget tapi wajar sih dia kesel tapi kn anaknya ga salah dong. Yg salah suaminya sama mamanya miyoung aja. Ini sedih banget.. nyesek banget pas akhirnya~ persaudaraan miyoung sama haneul udah kayak seibu seayah sampe haneul akhirnya mati di samping makam miyoung.. huwaaaaaaa 😥

  22. Omo~~
    Tragis bngt, coba mi young ♏ά̲̣ǚ sabar dikit setidakny dy ƍäªќ salah paham ma haneul

    Duch semuany pergi karna sebuah kesalahan (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

  23. knpa bkn ayahx aj sie yg mati. ken smua brwal dr tuh bpk. bkn slh ibux yg melampiaskn skit htix dhianati ilh suamix, bkn slh miyoung yg mengakhiri hidupx krn khilangan kpercyaan n harapan n bkn jg slh haneul yg rus mati krn saking syang n nyesel ru tau smua. pi daebak sadx thor. g nonjolin cinta2an pi dpet bgt feelx. wah kyakx i bklan jd fans setiax thor dah. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s