You’re My Bodyguard (Part.2)

Akhirnya Tiffany sampai di sebuah rumah di daerah yang cukup kumuh, Tapi setidaknya layak untuk menjadi tempat tinggal. “Apa kau yakin ingin tinggal di rumahku ini?” Tanya Wooyoung seraya meliriknya.

Tanpa enggan, Tiffany langsung mengangguk yakin. “Aku rasa, Tempat ini menyenangkan…” Jawabnya sembari tersenyum dan berlari kecil mendahului langkah Wooyoung.

“Gadis aneh… Apa dia tidak bisa sedikit waspada?” Batin Wooyoung.

CKLEK!!

“Masuklah… Ini menjadi kamarmu sekarang. Dan aku akan tidur di ruang tengah saja…” Jelas Wooyoung saat mereka memasuki rumahnya.

“Eh? Memangnya tidak ada kamar tamu sampai-sampai kau harus tidur di ruang tengah?”

“Kau pikir tempat ini hotel Nona?” Sindir Wooyoung. “Sudah masuk saja, Tapi jika kau yang ingin tidur di ruang tengah. Aku takkan keberatan…”

“Eh… Chakamman… Aku mau masuk!!” Dengan langkah cepat Tiffany segera memasuki ruangan kamar itu dan menutup pintunya rapat-rapat.

“Aneh…”

-You’re My Bodyguard-

Pagi Harinya…

“Pagi…” Sapa Tiffany yang baru saja bangun. Ia sedikit menguap kecil sembari memegangi pintu kamarnya.

“Baru bangun? Dasar malas… Ya! Ingatlah kau hanya menginap semalaman saja di sini, Jadi sepulang kerjaku nanti jangan menampakkan dirimu lagi di rumahku…” Jelas Wooyoung sinis.

“Mwo?!” Tiffany membulatkan kedua matanya. “A-Andwae…” Tolaknya.

“Wae? Itukan sudah perjanjiannya…”

“Tapi… Tapi sampai sekarang aku belum tau harus tinggal di mana lagi, Setidaknya biarkan aku tinggal di sini untuk beberapa hari…” Pinta Tiffany dengan wajah memelas.

“Aku tidak peduli…”

“Ya… Jangan seperti itu…Ah, Atau begini saja jika kau ijinkan aku tinggal di sini, Aku akan mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini. Mulai dari mencuci piring, pakaian dan memasak… Bagaimana?” Bujuknya.

“Aku bisa melakukan hal itu sendiri…” Jawab Wooyoung singkat, Lalu dengan segera ia keluar rumah. Tapi Tiffany langsung menahannya di depan rumah.

“Andwae!!! Aku mohon… Jangan usir aku…” Tangis Tiffany sembari memegangi lengan Wooyoung.

“Ya… Lepaskan! Apa yang kau lakukan? Kau bisa membuat orang lain beranggapan lain tentang ini… Lepaskan!!!”

“Andwae… Andwae…” Tangis Tiffany semakin menjadi hingga akhirnya tiba seorang Wanita separuh baya yang tak lain adalah wanita penjaga kedai yang saat itu pernah bertemu dengan Tiffany.

“Ada apa ini, Young-ah? Apa kau mengenal gadis ini?” Tanya Wanita itu cemas.

“Lee Ahjumma… Ah, Anniya… Sebenarnya dia ini…”

“Ahjumma…” Tiffany berlari kecil menghampiri wanita yang di panggil dengan sebutan Lee Ahjumma itu. “Ahjumma, Sebenarnya… Sebenarnya aku adalah kekasihnya… Tapi saat aku di usir kedua orang tuaku karena berhubungan dengannya, Dia malah mengusirku…” Jelas Tiffany berbohong membuat Wooyoung yang mendengar itu cengo.

“Ya, Ddo!!”

“YA!! WOOYOUNG!!!” Lee Ahjumma tiba-tiba saja membentak Wooyoung membuat Tiffany dan juga Wooyoung terkejut karena suaranya. “Sejak kapan kau jadi pria yang tak bertanggung jawab seperti itu?!” Bentaknya.

“Ahjumma.. Sebenarnya bukan begitu…”

“Bukan begitu bagaimana?!!! Kau ini sungguh keterlaluan!!! Pokoknya kau harus mengizinkannya tinggal di rumahmu!! Atau aku akan memberitahukan Appamu tentang ini semua!” Ancam Lee Ahjumma.

“Aish… Baiklah.. Baiklah!! Dia boleh tinggal di rumahku!” Pasrah Wooyoung yang sudah bingung harus mengatakan apa lagi.

“Yeay!!!” Spontan Miyoung karena senang sedangkan Wooyoung hanya mendengus kesal.

“Aku pergi kerja dulu! Aku malas berlama-lama di tempat ini…” Pamit Wooyoung seraya pergi.

“Ahjumma… Gomawo…” Senang Tiffany sembari memeluk Lee Ahjumma erat.

“De…” Lee Ahjumma melepaskan pelukannya. “Tapi… Bukankah saat di kedaiku saat itu kau tidak mengenalnya? Tapi… Kalian ini berpacaran? Sebenarnya ada apa dengan hubungan kalian?” Curiga Lee Ahjumma.

“Ah? Itu…” Tiffany menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung harus menjawab apa.

-You’re My Bodyguard-

“Jadi, Apa yang kalian lakukan selama ini, Huh?!!! Kenapa kalian membiarkan Fany melarikan diri begitu saja?!!” Bentak seorang pria separuh baya dengan sebuah cerutu panjang di tangan kanannya.

“Maafkan kami tuan, Ini benar-benar di luar dugaan kami…” Jawab salah satu dari banyak orang yang ada di hadapan pria separuh baya itu.

“Aku tidak membutuhkan kata maaf! Yang aku butuhkan hanyalah puteriku!! Apa kalian tidak mengerti, Hanya dialah satu-satunya penerusku!!! Sekarang cepat cari dia!!!” Bentaknya dengan nada yang lebih keras.

“Baiklah tuan…” Lalu semua orang di hadapannya pun satu persatu pergi dari tempat itu dengan segera.

Pria itu duduk lemas di atas sofa yang begitu empuk. Ia memegangi kepalanya yang terasa pusing. “Hah… Bagaimana Fany bisa melarikan diri seperti ini… Kenapa aku bisa kehilangan puteriku sendiri…” Batinnya.

-You’re My Bodyguard-

“Itu karena… Karena aku masih kesal dengannya Ahjumma… Jadinya aku berpura-pura tidak mengenalnya…” Jawab Tiffany semakin berbohong.

“Ah… Jadi seperti itu?”

“De…”

“Hmm… Kalau begitu biar aku beritahu sesuatu padamu…”

“Eh?”

Lee Ahjumma membisikkan sesuatu di telinga Tiffany dan gadis itu hanya mengangguk mengerti saat mendengarnya. “Kau mengerti maksudku kan?”

“Ah… De…”

“Ya sudah… Aku harus membuka kedaiku. Sekarang mulailah apa yang aku suruh…. Arasseo?”

“De, Gomawo Lee Ahjumma… Kau banyak membantuku…” Senang Tiffany dan kembali memeluk Lee Ahjumma.

“Ah… Ah… De…” Akhirnya Lee Ahjumma pun pergi meninggalkan Tiffany yang masih tetap terdiam di depan rumah.

Sesuai dengan saran yang di berikan Lee Ahjumma tadi, Tiffany segera melakukan hal yang di janjikannya pada Wooyoung tadi. Ia merapihkan tempat tidur, Mencuci piring dan bahkan pakaian Wooyoung yang kotor.

3 Jam Kemudian…

“Hah… Selesai, Dengan begini Wooyoung-ssi akan semakin memperbolehkan aku tinggal di sini… Yeay!!!” Riangnya, Tapi matanya langsung tertuju pada jam dinding yang sudah menunjukkan hampir jam makan siang.

“Omo!! Aku belum menyiapkan apa-apa…” Batinnya panik.

Knock… Knock… Knock…

“Aish… Siapa lagi orang yang datang? Apa tidak tau aku ini akan membuat makan siang.. Aku sudah hampir terlambat…” Kesalnya. “De… Tunggu sebentar…” Teriaknya.

CKLEK!!

“Ya… Lama sekali membukanya, Apa yang sedang kau lakukan, Huh?”

“Lee Ahjumma…”

“Sudah tidak ada waktu lagi, Ini aku berikan untukmu… Aku yakin kau belum memasak. Jadi aku bawakan ini untukmu dan ingat bawa ini juga untuknya, Dan ini alamatnya…” Lee Ahjumma memberikan dua kotak tempat makan dan secarik kertas.

“Woaaa… Gomawo Ahjumma… Kau benar-benar baik sekali… Gomawo…” Tiffany langsung memeluknya singkat karena terlalu senang.

“Sudah… Sudah! Lebih baik kau pergi sekarang… Sana…” Suruhnya.

“De…” Jawab Tiffany riang. Lalu iapun pergi meninggalkan Lee Ahjumma.

“Aigooo… Anak muda zaman sekarang… Mereka benar-benar membuatku senang melihat perilakunya…”

-You’re My Bodyguard-

Dengan langkah yang begitu riang, Tiffany memegang dua kotak bekal makan siang sembari melirik beberapa kali secarik kertas yang di pegangnya.

“Hmm… Sebentar lagi aku akan sampai di tempat kerjanya. Dia pasti akan sangat senang… Hohohoho, Dan pada saat itu dia akan mengatakan jika aku boleh tinggal sepuasnya di rumahnya ini… Hahahahaha” Tiffany membayangkan wajah Wooyoung yang mengatakan hal itu.

“Hey Nona cantik… Mau kemana?” Langkah Tiffany terhenti saat seorang pria di hadapannya menghadang jalannya.

“Nu-Nuguseyo?” Tanya Tiffany sedikit panik.

“Hey… Kau lupa aku? Baru saja tadi malam kita bertemu… Kau sudah melupakan aku?” Ujarnya dan sontak membuat Tiffany membulatkan kedua matanya. “Apa sekarang kau ingat aku?” Lelaki itu mendekatinya.

Tapi dengan cepat Tiffany berlari sekencang mungkin menghindari lelaki itu yang ternyata yang mengejarnya.

“Ya… Jangan lari! Kau tidak boleh pergi begitu saja dariku, Nona cantik…” Teriaknya semakin membuat Tiffany ketakutan.

“Andwae!! JANGAN IKUTI AKU LAGI!!!”

BRUK!!

“Aww…” Tiffany tersungkur di atas tanah, Membuat lutut kirinya sedikit mengeluarkan darah. “Appayo…” Ringisnya.

“Kau tidak bisa kemana-mana lagi, Nona cantik…” Goda Lelaki itu yang semakin mendekatinya.

Tiffany menundukkan kepalanya dan menutup kedua matanya. “JAUHI AKU!”

BUGH!!!

“Argh!!!” Terdengar erangan dari lelaki itu membuat Tiffany membuka kedua matanya dan mendongakan kepalanya melihat seorang pria yang berdiri di hadapannya.

“Wooyoung-ssi…”

“Ya!! Jika kau berani mengganggunya lagi, Aku akan membunuhmu!! Arreo?!” Bentak Wooyoung sembari memukul kepala lelaki itu.

“De… Mianhe… Mianhe, Woooung-ssi. Aku pikir dia itu bukan benar-benar kekasihmu…”

“Sudah pergi sana!!! Dan jangan dekati dia lagi!!!” Usir Wooyoung dan lelaki itu pun langsung berlari sekencang mungkin sembari memegangi sudut bibirnya yang berdarah di sebabkan pukulan Wooyoung tadi.

“Wooyoung-ssi…”

“Ya… Gwenchana?” Wooyoung jongkok di hadapan Tiffany yang masih terduduk lemas di atas tanah.

“Wooyoung-ssi…”

“Ya… Berhenti memanggil namaku… Aku…”

“Huwaaaa… Wooyoung-ssi, Appayo…” Tangis Tiffany pecah dan membuat Wooyoung cukup terkejut.

“Appo?” Tanyanya bingung tapi matanya langung tertuju pada lutut Tiffany yang mengeluarkan darah. “Hah…” Ia menghela nafas. “Ayo biar aku gendong sampai tempat kerjaku…” Ajak Wooyoung sembari membelakanginya.

“Eh?” Tiffany menghentikkan tangisnya dan menatap Wooyoung heran.

“Naiklah…”

“Ah… Baiklah…” Tiffany akhirnya naik dalam pangkuan Wooyoung dan masih tetap memegang dua kotak makan siang yang di pegangnya dalam kantong kecil itu. “Gomawo… Wooyoung-ssi…” Desisnya sembari tersenyum kecil.

“Berisik jangan memanggil namaku lagi!”

Tiffany hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Wooyoung tadi. Ia semakin mempererat pegangannya pada leher Wooyoung.

“Aish… Kau berat sekali, Huh…” Keluh Wooyoung.

To Be Continued…

25 thoughts on “You’re My Bodyguard (Part.2)

  1. “Yeay!!!” Spontan Miyoung karena senang sedangkan Wooyoung hanya mendengus kesal. miyoung itu harusnya tiffany ya?
    kisahnya mirip sama sy, waktu itu ada penjahat yg ngejar2 tp beruntung dislametin si akang ikan dongdong #plaaaaak#
    mangkannya sekarang sy….sy….sy…. jadi istri sahnya donghae! #ditendang# wkwkwkkwwkk

    • Hahahahahahahaha….
      Iyah dunk, Gitu2 pan Wooyoung mank cowok yang cool… Hahahahahaha

      Kalo soal Tiffany yang licik… Itu memang sudah seharusnya…. LoL Wkwkwkwkwkwkwkwk

      Gomawo y udah baca n coment….^^

  2. yo yo like this part!!
    fany sama wooyoung kocak banget.. fany fany otakmu itu cepat sekali bekerja ya? wkwk
    cocooook! ffnya daebak~ ^^

    • Hahahahahahaha…
      Gomawooooo…..
      Kalo gak cepet kerja tuh otaknya, Dia gak bakalan kepikiran buat kayak gitu duuuunk… Wkwkwkwkwkwkwk

      SUDAH PASTI!! Mereka emang cocok… Hahahahaha
      Gomawo y Saeng udah baca n coment….^^

  3. kenapa disaat wooyoung ketemu tiff yg kubayangin malah IU yaa???

    ciyeeee~~
    bang wooyoung kau bener2 pahlawan sejati..udah 2x nolongin tiff….
    jgn galak2, tiff kan cantik…ati2 lho kalo jatuh cinta ama dy…;)

  4. aigoo tiffany itu segitu polosnya apa yahh masa kaga ngerasa takut sma sekali sma wooyoung meskipun udah nolongin tapii tetep aja dia kn orng asing.. ckck
    kasian wooyoung jdi diomelin lee ahjumma garagara fany boong blng dia pacarnya wooyoung trus malah diusir.. huwaaa wooyoung itu critanya jagoan yahh eonn di mokpo sampe sampe preman kaga berani.. aigoo critanya ringan tapi seru.. TBCnya jangan lamalama yah eonni cantik^^

  5. wah, wooyoung kren bnget, jdi pngen punya stu d rmah#emang barang apa? hehehe
    pnasaran nih ma next part, lngsung lnjut aja deh…

  6. Wooyoung trnta baik yach….
    .
    untung ja da Wooyoung, jd fany eonni slmet dech……..
    .
    Fany Eonni sich, nggk tw tmpat pke kbur sgla. mnak knpa sich Fany Eonni kbur??
    .
    Nta Eonni daebak….
    .
    .
    q lnjut bca part slnjutnya yach Eonn
    Gomawo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s