The Vampire And The Blood!!(Part.13)

Hankyung dan Zhoumi saling bertatapan dingin. “Untuk apa kau menemuiku?” Tanya Zhoumi dengan dingin.

“Aku menemuimu untuk memperingatkanmu agar kau tak menemui Miyoung lagi! Kehadiranmu baginya terlalu mengusik kehidupannya!!” Ujar Hankyung sinis dan mulai merogoh sesuatu dari balik jubah panjangnya itu.

Zhoumi tersenyum masam padanya, “Cih! Kau pikir dengan kau mencoba mengatakan hal ini padaku, Aku akan menjauhi gadis itu? Sungguh permintaan yang sangat bodoh! Aku sama sekali tidak akan mengikuti keinginan seorang Vampire berdarah campuran sepertimu!!” Ujar Zhoumi meremehkan Hankyung.

“KAU!!” Dengan cepat Hankyung langsung berada di hadapan Zhoumi dan mengarahkan sebuah pistol ke bagian kening Zhoumi.

“Apa kau akan membunuhku? Apa kau pikir aku akan mati hanya karena benda murahan seperti itu?!” Ujar Zhoumi dengan santai.

Hankyung tetap diam dan menarik pelatuk itu secara perlahan. “Ini memang tidak akan membunuhmu!! Tapi setidaknya ini akan membuatmu lemas tak berdaya!!” Jawab Hankyung dengan dingin. “Aku heran, Kenapa harus ada makhluk sepertimu di dunia ini!!” Ujar Hankyung lagi.

Tapi dengan sekali gerakan, Kini Zhoumi berada di belakang Hankyung. Ia mencengkram leher Hankyung dengan lengannya dan mengarahkan tangan Hankyung yang memegang pistol itu ke bagian kepala Hankyung sendiri. “Jangan lupakan jika kau juga merupakan bagian dari makhluk sepertiku, Dan kau tau?? Kau tak lebih dariku!!” Bisik Zhoumi dengan dingin.

Dan hanya dengan hitungan detik, Zhoumi langsung menarik tubuh Hankyung ke atas dan BRUGH!! Zhoumi menghempaskannya ke atas tanah. “Argghh… “Ringis Hankyung tapi dengan cepat ia bangkit hanya saja kini menjadi terbalik.

Zhoumi kini memegang pistol itu dan mengarahkan pistol itu pada Hankyung. “Jika aku menarik pelatuk pistol ini dan menembakannya padamu, Aku yakin kau akan mati…” Ujar Zhoumi dengan serius dan tersenyum licik.

Hankyung terdiam, “Aku tidak akan melawanmu! Karena aku masih mengingat perjanjian kita. Perjanjian di mana keluarga Hunter Vampire tak dapat memusnahkan Vampire berdarah murni sepertimu!! Dan sebaliknya kalian tak dapat meminum darah dengan bebas kalian hanya di perbolehkan untuk meminum darah pada saat Bulan Purnama dan Kemarin itu!!” Jawab Hankyung dingin.

Zhoumi mendengus kesal. “Kalau begitu, Bukankah memusnahkan makhluk Vampire berdarah campuran sepertimu tidak apa-apa? Lalu, Kenapa kau tidak memusnahkan dirimu sendiri?” Ujar Zhoumi dengan santai.

Dengan kecepatan tinggi, Tiba-tiba Hankyung melemparkan 3 buah pisau kecil yang terbuat dari tembaga. Tapi dengan sigap Zhoumi menghindar dan menangkap salah satu dari pisau itu. “Menyerang secara tiba-tiba??” Tanya Zhoumi sembari menunjukkan pisau itu.

Hankyung terlihat kesal dan emosi. “Aku harap kita takkan saling membunuh saat ini! Aku hanya berharap kau mau mengikuti keinginanku!!” Ujar Hankyung dan ia pun menghilang secara tiba-tiba dengan cepatnya.

“Permintaan yang terlalu naif!!” Ujar Zhoumi dan pergi dari tempat itu dengan secepat mungkin.

##########

Miyoung masuk ke dalam Apartement, Nampak Haneul yang tertidur di ruang tamu. Sepertinya dia menunggu kehadirannya, Miyoung mengambilkan selimut kecil dan membiarkan Haneul tertidur dengan selimut kecil itu.

Lalu, Ia menyadari jika ada seseorang yang berada di dalam dapur. Dengan segera Miyoung pergi ke arah dapur dan nampak Ririn yang sedang sibuk mencari sesuatu dalam kulkas. “Ririn, Kau sedang apa?” Tanya Miyoung bingung.

Ririn langsung menengok dan menutup kulkas itu dengan segera. “Aku.. Aku sedang mencari minuman segar! Rasanya aku haus sekali dan tenggorokanku terasa panas…” Jawab Ririn sedikit gugup.

Miyoung mengangguk singkat. “Ririn, Maukah kau berbicara denganku sebentar saja?” Ajak Miyoung terdengar sedikit kaku.

Ririn mengerutkan keningnya tapi tak lama dari itu ia pun tersenyum kecil. “Tentu saja. Kau ini seperti pada orang lain saja…” Ujar Ririn dengan ramah.

Ririn dan Miyoung duduk berhadapan di meja makan. Nampak Miyoung yang bingung harus mengatakannya dengan cara bagaimana, “Ehm, Ririn.. Soal, Gigitan itu.. Aku.. Aku sudah tau jika Vampire itu adalah Siwon..” Ujar Miyoung memulai pembicaraan. Terlihat Ririn yang terkejut mendengar perkataan Miyoung.

“Kau?? Dari mana kau tau hal itu??” Tanya Ririn heran.

“Aku bertemu dengan Siwon tadi pagi, Dan…” Miyoung terdiam ia seakan tak mampu lagi melanjutkan perkataannya, Perlahan air matanya mulai mengalir di wajahnya.

“Hey.. Hey.. Kenapa kau menangis??” Tanya Ririn bingung dan segera mendekati Miyoung dan lantas langsung memeluknya.

“Rin.. Andai saja aku tidak tinggal di negara ini.. Andai saja waktu itu aku dan Haneul tidak memaksa kalian untuk berlibur di tempatku, Mungkin.. Kalian tidak akan mengalami hal seperti ini, Aku benar-benar merasa sangat bersalah dengan apa yang kau alami…” Ujar Miyoung panjang lebar dan mencoba untuk menahan suara tangisnya yang mulai terdengar.

Ririn terdiam, Ia hanya mengusap lembut punggung Miyoung. “Hey, Youngi! Sebenarnya yang di gigit oleh Vampire itu aku… Bukan kau. Tapi kenapa kau yang menangis?” Ujar Ririn menghibur Miyoung. Sepertinya Ririn mulai dapat menerima dengan apa yang telah di alaminya itu.

Miyoung menatap Ririn dan kembali menangis. “Sudah.. Sudah.. Kau tau?? Saat tadi pagi pun aku tidak dapat menghentikan tangisku, Tapi akhirnya aku sadar.. Nasi telah menjadi bubur dan aku tak mampu mengubah nasibku lagi, Jadi aku lebih senang jika aku dapat menerima semua ini dengan lapang di tambah lagi aku tak ingin ada satu orangpun yang merasa bersalah dengan kejadian ini…” Ujar Ririn bijaksana.

“Rin..” Miyoung langsung memeluk Ririn dan menangis kecil. Ririn hanya mengusap lembut punggung Miyoung. “Hey, Apa kau mau tau rasanya di gigit oleh seorang Vampire?” Tanya Ririn dan Miyoung pun segera melepaskan pelukannya dan menatapnya bingung.

“Maksudmu?” Tanya Miyoung seraya mengerutkan keningnya. “Iyah.. Rasa di gigit seorang Vampire.. Kau tau rasanya itu sangat menyakitkan!! Seakan separuh dari nyawaku menghilang…” Ujar Ririn dan sedikit memperagakan gerakan yang lucu.

“Ririn..” Miyoung terkekeh kecil dan akhirnya mereka pun berpelukan kembali dan seakan beban di antara mereka pun hilang dalam seketika.

##########

Pagi Harinya…

“Pagi Semua…” Sapa Miyoung dan Ririn pada saat Haejin, Yoora dan Haneul baru saja bangun.

Mereka bertiga terlihat bingung dan mengkerutkan keningnya sembari saling bertatapan heran. “Hey, Ririn, Miyoung! Apa kalian berdua tidak salah minum obat tadi malam? Apa yang terjadi pada kalian berdua hingga terlihat begitu ceria pagi ini?” Tanya Haejin bingung.

Ririn dan Miyoung saling bertatapan dengan senyuman manis yang terukir di wajah mereka. “Tidak ada apa-apa… Kami hanya ingin merayakan sesuatu yang beda saja dan belum pernah kita rayakan sebelumnya.. Betulkan Miyoung?” Ujar Ririn semangat dan bertanya pada Miyoung.

Miyoung mengangguk cepat. “Betul sekali!! Karena mulai saat ini kita akan menerima semua hal yang telah terjadi pada kita, Baik itu kita telah di gigit oleh seorang Vampire atau apalah.. Karena itu kita harus merayakannya!” Jawab Miyoung dengan semangat.

Haejin, Yoora dan Haneul yang mendengar itu langsung membulatkan kedua matanya dan membuka mulut mereka lebar-lebar. Mereka tidak percaya dengan apa yang di dengarnya itu. “Haneul, Sepertinya adikmu itu sudah gila! Begitupun dengan Ririn.. Jadi, Lebih baik kita bawa mereka berdua ke Rumah sakit jiwa saja!!” Ujar Haejin dan Haneul pun mengangguk singkat.

“Benar apa yang di katakan Haejin, Kurasa mereka harus di bawa ke rumah sakit jiwa!!” Ujar Yoora menyetujui perkataan Haejin.

“Kurasa aku pun setuju…” Jawab Haneul singkat.

“Ya!! Seenaknya saja menyebut kita berdua gila!! Kita itu masih normal!!” Ujar Miyoung sedikit kesal dan memukul kepala mereka bertiga dengan sendok plastik.

“Awww…” Ringis mereka bertiga kesakitan dan mengusap kepala mereka yang terasa sakit karena pukulan itu.

“Apa kalian tidak takut jika aku marah dan berubah menjadi Vampire lalu aku akan menghisap darah kalian satu persatu?” Canda Ririn dan bukannya membuat ketiga gadis itu tertawa tapi justru membuat mereka semakin membuka mulut mereka lebar-lebar.

“Aku rasa kita bangun terlalu pagi!! Dan mungkin ini hanya halusinasi saha…” Ujar Haneul sembari memegang kepalanya.

“Aku juga!” Ujar Yoora setuju.

“Hey.. Hey.. Kita berdua ini serius tau!!” Ujar Miyoung dan di ikuti dengan anggukan Ririn.

“Ah.. Aku semakin tidak percaya dengan hal ini!!” Ujar Haejin pelan.

Tapi tak begitu dengan Ririn dan Miyoung yang malah tertawa kecil melihat respon ketiga orang itu yang terlihat begitu sangat lucu.

##########

“Hyung, Mau kemana sudah siap-siap sepagi ini?” Tanya Donghae saat melihat Siwon yang terlihat sudah sangat rapih.

“Aku akan pergi menemui Ririn.. Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan dengannya…” Jawab Siwon santai.

Donghae hanya mengangguk pelan. Donghae terdiam seperti mematung, Dan Siwon yang melihat itu hanya terdiam sembari menatapnya dengan santai. “Apa yang kau lihat kali ini Donghae? Apa aku akan di maki oleh Ririn? Atau lebih parah?” Tebak Siwon yang menyadari jika Donghae tadi sedang menelusuri pandangan masa depannya.

Donghae tersenyum kecil dan menepuk pundak Siwon pelan. “Hyung, Aku hanya dapat berkata padamu untuk tetap semangat!!” Jawab Donghae mengambang dan membuat Siwon terlihat heran.

##########

Kyuhyun masuk ke dalam kamar Zhoumi, Nampak Zhoumi yang sedang melilitkan sebuah perban di lengannya. “Hyung, Lenganmu terluka? Kenapa?” Tanya Kyuhyun heran.

“Tidak perlu banyak tanya! Lebih baik kau bantu aku mengikatnya dengan benar!” Jawab Zhoumi dengan dingin.

Kyuhyun mengikuti keinginan Zhoumi, Tapi pandangan matanya langsung tertuju pada sebuah pisau kecil yang terbuat dari sebuah tembaga yang ada di meja kecil depan Zhoumi. “Hyung, Apa kau di serang seorang Hunter?” Tanya Kyuhyun penasaran dan seperti mengetahui sesuatu.

Zhoumi tetap terdiam dan seakan bingung harus menjawab apa. “Hyung! Jawab aku!! Jika kau tak menjawabnya aku akan mencari tahu sendiri dan jika aku mengetahui siapa orang itu aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya!!” Ujar Kyuhyun dengan tegas.

Zhoumi menghela nafas panjang. “Tak perlu kau pikirkan ini hanya masalah kecil! Kau tak perlu membesar-besarkannya!” Jawab Zhoumi tetap tak mengatakan siapa yang melakukan hal itu padanya.

“Apa Hankyung yang melakukan hal itu?” Tanya Kyuhyun menebak dan Zhoumi kembali terdiam seakan tidak dapat menjawab pertanyaannya itu. “Sudah aku duga! Ternyata memang benar dia…” Ujar Kyuhyun dan segera bangkit setelah membantu Zhoumi menutupi lukanya.

“Kau mau kemana?” Tanya Zhoumi penasaran.

“Bertemu dengan Haneul.. Kau tenang saja, Aku tidak akan menyerang Hunter Vampire berdarah campuran itu!!” Ujar Kyuhyun dengan santai dan seketika ia pergi dari tempat itu dengan cepat.

##########

“Aku mau pergi ke Galeri.. Apa kau ingin ikut lagi?” Tanya Miyoung seraya merapihkan makanan bekas tadi mereka merayakan hal yang dapat di bilang cukup aneh.

“Eh?” Yoora terdiam saat mendengar ajakan Miyoung. “Jika aku ikut dengan Miyoung. Akankah aku bertemu dengan Henry lagi? Lalu, Bagaimana aku harus menghadapinya?” Gumam Yoora dalam batinnya.

“Hey, Yoora! Kau mau ikut atau tidak?” Tanya Miyoung menyadarkan Yoora dari lamunannya.

“Ehm.. Baiklah aku akan ikut…” Jawab Yoora sedikit ragu.

“Baiklah.. Kalau begitu bersiap-siaplah.. Sebentar lagi aku akan pergi…” Ujar Miyoung dan bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk bersip-siap.

“Aish.. Yoora babo!! Kenapa kau malah mau ikut?? Aish.. Bibirku ini selalu saja tidak bisa di ajak berkompromi!!” Ujar Yoora pelan dan memukul-mukul bibirnya sendiri seraya menghardik dirinya sendiri.

##########

Akhirnya Miyoung dan Yoora pergi ke Galeri itu. Sedangkan Ririn, Ia juga pergi ke luar sebentar karena mendapatkan sebuah telepon yang ntah dari siapa itu. Dan kini tinggalah Haejin dan Haneul yang berada di rumah.

“Ah… Bosan!” Gerutu Haneul sembari memutar-mutar ponselnya hanya sekedar untuk mengisi kebosanannya itu.

“Eh?? Haneul… Apa kau tidak pergi ke Galeri juga? Atau tidak ada Pemotretan kali ini?” Tanya Haejin heran.

Haneul menggeleng pelan. “Miyoung saja pergi ke Galeri hanya untuk memeriksa beberapa data yang telah berhasil di lelang 2 hari yang lalu.. Dan pemotretan pun kebetulan memang tidak ada hari ini…” Jawab Haneul dengan malas-malasan.

“Uhm.. Ya sudah, Kalau begitu aku mandi dulu…” Ujar Haejin dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.

Haneul kembali memutar-mutar kembali ponselnya tapi tak lama dari itu seseorang mengetuk pintu Apartementnya dan Haneul pun segera membuka pintu Apartementnya. “Siapa?” Tanya Haneul ramah.

Nampak Kyuhyun yang tersenyum manis padanya saat Haneul membuka pintu itu, Tapi tidak dengan Haneul yang terlihat kesal melihat kedatangannya. “Kau? Mau apa lagi?? Apa tidak cukup kau selalu saja mengganggu kehidupanku? Sudah sana! Pulang saja ke alammu!” Usir Haneul dan segera menutup pintunya lagi.

Tapi Kyuhyun segera menahan pintu itu dengan kakinya dan Haneul pun menatapnya dengan kesal. “Ada apa??” Tanya Haneul kesal.

“Kau ini apa tidak bisa mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu.. Setidaknya kau mau mendengarkan jawabanku dulu, Aku ini.. Datang kemari untuk mengajakmu jalan-jalan ke luar, Bagaimana apa kau tertarik??” Ujar Kyuhyun panjang lebar.

“Mwo??” Haneul terlihat heran. “Kau akan mengajakku keluar? Apa aku tidak salah dengar? Halo… Kau ini berbeda denganku! Apa kau tidak takut kau akan meleleh di bawah terik sinar matahari??” Ujar Haneul dengan sinis.

Kyuhyun yang mendengar itu hanya terkekeh kecil. “Meleleh?? Kau pikir aku Ice Cream?? Lagipula.. Aku ini bukanlah seorang Vampire yang sama seperti Vampire yang ada di TV aku tidak akan mati hanya karena aku terkena sinar matahari!” Jawab Kyuhyun santai.

“Kali saja… Oh! Atau apa mungkin karena sekarang cuaca sedang mendung mangkannya kau berani keluar dari tempatmu?” Tebak Haneul dan semakin membuat Kyuhyun tertawa.

“Hahahaha.. Kau ini! Sudah aku bilang aku bukanlah Vampire yang seperti di tv-tv.. Ah.. Atau jangan-jangan kau ini mencemaskanku yah??” Jawab Kyuhyun seraya menggoda Haneul.

“Mwo?? Mencemaskanmu?? Bercanda!! Daripada mencemaskanmu, Aku lebih mencemaskan diriku sendiri, Areo??” Ujar Haneul dengan tegas.

“Baiklah.. Baiklah… Jadi, Bagaimana apa kau ingin ikut denganku?” Ajak Kyuhyun lagi.

Haneul terdiam dan mencoba untuk berfikir. “Apa aku ikut saja? Tapi aku benar-benar sedang bosan saat ini…” Gumam Haneul dalam batinnya.

“Bagaimana?? Jika kau menolaknya itu tandanya kau benar-benar sangat mencemaskanku dan tak ingin kehilanganku karena takut aku terkena matahari??” Tanya Kyuhyun dan terus saja menggoda Haneul.

Haneul menatapnya tajam. “Baiklah.. Tapi jika kau berani berbuat macam-macam padaku, Aku akan?”

“Kau akan apa??” Potong Kyuhyun seraya mendekati wajah Haneul dengan cepat. “Apa kau akan melawanku??” Tanya Kyuhyun tapi Haneul hanya tetap diam karena terkejut.

Kyuhyun mendekati Haneul dan berbisik tepat di telinganya, “Aku tidak akan melakukan apapun padamu, Kecuali… Menghisap darahmu…” Goda Kyuhyun dan seketika itu juga Haneul terlihat sangat gugup dan membatu saat mendengarnya.

##########

Ririn  masuk ke dalam sebuah mobil yang terpakir tak jauh dari Apartement. “Ada apa kau mencariku?” Tanya Ririn saat memasuki mobil itu.

Lelaki yang berada di dalam mobil itu yang tak lain adalah Siwon segera memberikan bunga pada Ririn. “Bunga ini mewakili perasaanku dan juga ungkapan permintaan maafku…” Ujar Siwon secara tiba-tiba.

“Eh??” Ririn mengerutkan keningnya dan tak lama dari itu ia terkekeh kecil. “Kau ini, Dengan melihat sikapmu yang seperti ini aku jadi bingung apakah aku harus mempercayai jika kau ini adalah seorang Vampire atau bukan…” Ujar Ririn di sela-sela tawanya.

Siwon menatap Ririn dengan pandangan heran, “Sebenarnya kau ini marah padaku atau tidak?” Tanya Siwon bingung.

Ririn menghentikan tawanya dalam seketika, Ia sedikit mengibaskan rambutnya dan menggaruk lehernya yang tidak gatal. “Sebenarnya mau di bilang marah pun yah.. Aku memang marah! Tapi tidak ada gunanya lagi aku harus marah-marah padamu, Semuanya telah terjadi dan aku sudah menerima semuanya…” Jelas Ririn dan lagi-lagi Siwon di buat bingung dengan jawaban Ririn.

“Jadi.. Kau tidak marah lagi padaku??” Tanya Siwon dan Ririn pun menoleh padanya.

PLAK!! Ririn menampar wajah Siwon dengan cukup keras. “Aduh.. Ternyata menamparmu itu beresiko juga yah?? Dingin dan Keras sekali.. Bagaikan sebongkah es…” Ujar Ririn bercanda.

Siwon tetap terdiam dan bingung dengan semua ini, “Dengan itu, Maka semuanya pun impas aku tidak marah lagi padamu…” Ujar Ririn dan akhirnya Siwon pun mengukirkan sebuah senyuman di wajahnya.

“Lalu, Apa kau mau menerima perasaanku?” Tanya Siwon penasaran.

“Mwo?? Kau pikir aku dapat dengan mudah menyukaimu, Babo!!” Ririn melemparkan bunga yang di terimanya tadi.

Tapi Siwon hanya tersenyum saat mendengarnya. “Tapi kau akan tetap menjadi milikku dan berada di sampingku…” Bisik Siwon dan membuat Ririn menoleh padanya seraya membulatkan kedua matanya. “Ya sudah! Ayo kita pergi sekarang, Kaza!!” Ajak Siwon dengan santai dan melajukan mobilnya.

To Be Continued…

Iklan

6 thoughts on “The Vampire And The Blood!!(Part.13)

  1. wah mimi oppa keren dahh han oppa kalah dahh *digetok nta eonn*
    jiah miyoung sma ririn jadi rada rada garagara vampire,, gaswat dahh ahh…
    aigoo kyu bisa aja godain haneulnya.. hahaha

  2. Ooo jd vampire hunter ga boleh membunuh vampire murni – vampire boleh menghisap darah manusia hanya pd saat bilan purnama .. Itu toh perjanjiaonnya

    Waaaa … Siwon vampire yg romantis Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡»:Dђέђέђέ.
    Bawa bunga buat minta maaf & menyatakan perasaannya .. Ga heran ririn mulai bs menerima nya dan keadaan barunya ..

    Ciye ciye haneul peduli mi ya sa kyu .. Buktinya dia takut kyu hyun meleleh krn matahari … Wkwkw .. Betuulll Kt kyu … Memang dia ice cream …?
    Tenang kyu ga akan macam2 … Paling cuma menghisap darah mu wkwkw … Lucu …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s