The Vampire And The Blood!!(Part.5)

Aku masuk ke dalam sebuah ruangan yang gelap dan saat aku sadari seseorang terduduk santai di sebuah sofa dengan tangan yang bercucuran darah. “Untuk apa kau datang?” Tanya orang itu padaku dan saat aku sadari, Bukankah dia Zhoumi?!!

“Aku.. Aku di suruh Siwon untuk masuk ruangan ini. Apakah ini ruanganmu? Maaf jika aku mengganggu ketenanganmu, Aku akan keluar sekarang!” Jawabku merasa tidak enak dan hendak membuka pintu kamar ini tapi aku teringat kembali akan perkataan Siwon tadi.

<Flash Back Start>

“Miyoung, Apakah kau kenal dengan Zhoumi?” Tanyanya padaku. Aku hanya mengangguk pelan dan memandangnya dengan tatapan tak mengerti.

“Apa kau ingin tau apa penyebab kau ada di tempat ini? Dan soal pakaianmu itu, Kau tenang saja itu hanya pelayanku yang menggantikannya…” Jelasnya padaku.

“Apa maksudmu? Aku sungguh tak mengerti.. Lalu kenapa pakaian ku harus dig anti seperti ini?” Tanyaku bingung.

“Kau percaya dengan adanya Vampire?” Tanyanya lagi dan untuk kesekian kalinya aku mengkerutkan dahiku tak mengerti dengan semua ucapannnya.

“Mwo? Vampire… Jangan bercanda! Bagiku Vampire itu tak ada…” Jawabku dengan santai dan singkat.

“Kau akan mengerti jika kau ikut aku ke suatu tempat…” Ujarnya lagi dan mengajakku masuk ke sebuah ruangan yang ntah ruangan siapa ini.

<Flas Back End>

Aku membalikkan tubuhku dan memberanikan diri untuk menghampirinya. “Aku akan pergi jika kau menjawab pertanyaanku, Bolehkah?” Tanyaku sembari berdiri di hadapannya.

Dia menatapku heran dan lagi-lagi aku melihat kedua matanya yang berwarna merah ke emasan-emasan. “Apa yang ingin kau tanyakan padaku?” Tanyanya bingung.

“Apa kau percaya dengan adanya Vampire?” Tanyaku penasaran. Bukannya menjawab dia malah tersenyum penuh arti padaku.

“Bagaimana menurutmu?” Ujarnya berbalik bertanya padaku.

Aku sedikit membungkuk dan melihatnya dengan bingung sedangkan dia mengalingkah pandangannya seolah tak ingin menatapku. “Kau.. Apa kau senang membalikkan pertanyaan orang lain?” Ujarku sembari mengerutkan keningku. Pandanganku beralih pada tangannya yang masih mengucurkan darah segar.

“Tanganmu berdarah… Kenapa??” Tanyaku penasaran tapi dia tak menjawabnya. Aku mencoba mencari sesuatu yang bisa di gunakan tapi aku tak menemukan sesuatu. Akhirnya aku memutuskan merobek pakaian ini sedikit saja.

“Apa yang kau lakukan?” Tanyanya heran melihat tingkahku.

“Ini, Hanya untuk mencegah agar darahmu tak terus mengalir… Jika luka sebesar ini di biarkan begitu saja justru akan berbahaya…” Ujarku sembari mengikatkan robekan bajuku tadi di tangannya. “Nah, Jika begini darahmu tak terus mengucur…” Ujarku sembari tersenyum ramah padanya.

<Zhoumi PoV>

Aku melihatnya merobek pakaiannya dan mencoba mengobati luka di tanganku ini. Ntah apa yang ada dalam pikirannya hingga dengan santainya dia bisa bersikap seperti ini padaku. Bagaimana jika dia tau aku adalah Vampire? Apakah dia juga akan seperti ini? Atau dia akan ketakutan saat melihatku?.

“Terima Kasih!” Jawaku dingin dan menepis tangannya dari tanganku. Dia memandangku heran dan senyuman manisnya tak terukir kembali di wajahnya.

“Jika kau tak bisa mengucapkan terima kasih yang benar.. Maka jangan pernah kau ucapkan kata-kata itu…” Ujarnya santai tapi terdengar sedikit kesal.

Ia berdiri di hadapanku dan dapat ku lihat jelas tangannya yang di penuhi bercak darah dari tanganku. “Kalau begitu, Aku akan keluar sekarang… Maaf jika aku mengganggumu…” Ujarnya dan hendak melangkahkan kakinya.

Ntah kenapa di saat ia hendak membuka pintu, Aku langsung mendekatinya dan dia begitu terkejut karena kehadiran ku yang tiba-tiba saja sudah berada di belakangnya.

“Kau… Sejak kapan kau berjalan di belakangku?” Tanyanya bingung dan aku hanya menatapnya dingin tanpa menjawab ucapannya.

<Author PoV>

Zhoumi menatap Miyoung dalam. Miyoung terdiam dan masih nampak terkejut dengan hal ini. “Aku akan pergi sekarang!” Ujar Miyoung sedikit terbata-bata tapi di saat ia hendak membuka pintu Zhoumi menarik lengannya dan menghempaskan tubuhnya ke dinding.

“Ahk!!” Miyoung meringis kesakitan karena menerima perlakuan yang kasar itu. Dia terlihat sedikit ketakutan dan mata Zhoumi terlihat lebih berwarna oranye kemerah-merahan. “Apa maumu?” Tanya Miyoung ketakutan.

Zhoumi meraih tangan Miyoung yang terdapat bercak darahnya itu, Taring panjang mulai menyembul dari mulutnya dan dengan perlahan lidah Zhoumi menjilat tangan Miyoung hingga bercak darahnya itu tak nampak lagi dalam tangan Miyoung.

“K-kau… A-pa y-yang kau la-ku-kan?” Tanya Miyoung gugup dan mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Zhoumi.

Zhoumi tak memperdulikan perkataan Miyoung dan sesaat setelah itu Zhoumi langsung menusukkan t aringnya dalam telapak tangan Miyoung. “Ahk!!” Miyoung meringis kesakitan dan ia seakan ingin menangis menahan rasa sakit yang Zhoumi berikan.

Darah segar mengalir dari tangan Miyoung dan Zhoumi terus saja menghisap darah segar itu tak perduli dengan berontakan Miyoung ataupun ringisannya. Ntah kenapa Zhoumi seakan tersadar dan segera melepaskan hisapannya itu seraya berjalan mundur.

Miyoung membulatkan kedua matanya sembari memegang tangannya yang masih saja mengeluarkan darah segar. Sedangkan Zhoumi ia mengusap darah yang berada di sudut bibirnya dengan lengannya. “Kau…” Miyoung tak mampu meneruskan ucapannya dan tak lama dari itu ia mulai kehilangan kesadarannya dan seketika tubuhnya langsung ambruk tapi untung saja Zhoumi segera menangkap tubuhnya dan merebahkan tubuh Miyoung di sofa.

##########

Pagi Harinya…

Miyoung terbangun dari tidurnya. Tapi ada yang aneh dengan tempat ini, Tempat ini seperti kamarnya sendiri tapi tidak dengan pakaiannya yang masih menggunakan pakaian tadi malam. “Apakah tadi malam aku bermimpi lagi? Tapi kenapa aku menggunakan pakaian ini?” Miyoung bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Ia berjalan menuju kamar mandi dalam. Lalu ia menatap tangannya yang di liliti perban. “Apa yang terjadi padaku? Kenapa ada lilitan perban di tanganku?” Gumam Miyoung lagi dan dengan cepat ia membuka lilitan perban itu dan benar saja luka bekas gigitan tadi malam begitu berbekas sangat jelas di telapak tangannya.

“Miyoung…” Panggil Haneul mengetuk pintu kamar mandinya dan membuat Miyoung terkejut.

“Sebentar…” Jawab Miyoung dan segera melilitkan kembali perban itu di tangannya dan bergegas ke luar kamar mandi. “Waeyo?” Tanya Miyoung sembari menyembunyikan tangannya di balik badannya.

“Sarapan sudah jadi.. Kita semua menunggumu…” Jawab Haneul dan Miyoung hanya mengangguk. Saat Haneul akan keluar kamar Miyoung, Matanya tertuju pada tangan Miyoung yang di perban. “Ada apa dengan tangan, Miyoung?” Gumam Haneul dalam batin.

##########

“Miyoung, Bolehkan aku mampir ke Galeri mu lagi?” Tanya Yoora penuh harap.

Awalnya Miyoung nampak seperti sedang melamun tapi ia pun tersadar. “Eh?? Apa yang kau katakan tadi?” Tanya Miyoung karena tadi tak begitu menangkap ucapan Yoora.

“Itu aku boleh ikut ke Galerimu lagi kan?” Ujar Yoora lagi mengulang ucapannya.

“Ehm, Tentu…” Jawab Miyoung singkat dan tanpa di sadari sejak tadi Haneul terus saja melihat Miyoung curiga. Haneul seakan tau jika ada yang Miyoung sembunyikan darinya. “Kalau begitu, Kita berangkat sekarang saja. Karena hari ini Haneul ada jadwal pemotretan. Iya kan Haneul?” Ujar Miyoung lagi dan Haneul pun hanya mengangguk pelan.

“Baiklah…” Yoora langsung mengambil tas kecilnya dan akhirnya mereka pun pergi dari Apartement itu sedangkan Haneul masih bersiap-siap untuk nanti.

“Haneul, Sejak tadi ku perhatikan kau terus saja memperhatikan Miyoung. Ada apa?” Tanya Haejin yang menyadari akan sikap Haneul yang seperti itu.

“Ah? Itu… Tidak ada apa-apa… Mungkin itu perasaanmu saja.. Hehehe” Haneul tertawa pahit dan terpaksa berbohong pada Haejin. “Oh, Yah.. Aku tidak melihat Ririn sejak tadi. Kemana dia?” Tanya Haneul mengalihkan pembicaraan.

“Ririn? Oh.. Katanya dia ingin lari pagi.. Mungkin jam 9 dia baru kembali…” Jawab Haejin.

Haneul hanya mengangguk mengerti. “Hah… Aku lebih baik mandi saja” Ujar Haejin sembari merentangkan kedua tangannya.

“Kalau begitu aku akan pergi ke tempat pemotretan sekarang! Jika kau ingin pergi ke luar rumah aku sudah tinggalkan kunci cadangan di laci ruang tengah. Araseo?” Ujar Haneul sedikit berteriak karena Haejin kini sudah berada di dalam kamar mandi.

“De, Areo…” Jawab Haejin setengah berteriak juga.

##########

Ririn nampak asyik berlari pagi di sekitar dekat Apartement Haneul-Miyoung. Dengan earphone yang terpasang di kedua telinganya dia nampak menikmati lari paginya ini. “Hah.. Udaranya segar sekali…” Ririn duduk di sebuah bangku panjang dan meminum air segar yang ada di botol minuman yang di bawanya.

“Wuaaah.. Anda benar-benar menikmati olah raga pagi anda Nona Ririn…” Ujar sesosok pria yang terduduk di samping Ririn dengan wajah yang tertutup topi dan kaca mata.

Ririn mengkerutkan keningnya bingung. “Kau siapa?” Tanya Ririn penasaran. “Aneh sekali ada orang Perancis yang bisa bahasa Korea…” Gumam Ririn dalam batinnya.

Orang itu menaikkan topinya dan melepaskan kaca matanya lalu melihat Ririn sembari tersenyum manis. “Apa anda lupa dengan saya?” Ujar orang itu dan tak lain adalah Siwon.

Ririn menyipitkan kedua matanya. “Ah… Kau bukankah Choi Siwon yang aku temui di bandara saat itu kan?” Ujar Ririn yang baru menyadari dan Siwon pun mengangguk sembari tersenyum padanya. “Kau tidak bekerja? Sepertinya kau santai sekali…” Tanya Ririn heran.

“Tidak.. Aku akan ke rumah sakit sekitar..” Siwon melirik jam tangannya. “Ehm.. Mungkin aku masih ada mengobrol sekitar 20 menit lagi dengan gadis cantik sepertimu…” Ujar Siwon sedikit menggoda dan tersenyum jail padanya.

Ririn tertawa kecil saat mendengar hal itu. “Hahaha.. Kau bisa saja bergurau seperti itu. Ehm, Memangnya kau bekerja di Rumah Sakit? Kau Dokter yah?” Ujar Ririn dan bertanya pada Siwon.

“Yah…” Jawab Siwon singkat.

“Wuaaah… Hebat, Berarti kau adalah seorang Dokter yang paling Tampan yah?” Goda Ririn sembari tertawa kecil.

Siwon tertawa saat mendengarnya sembari memegang ujung pelipis alisnya. “Hahaha… Tapi ada satu hal aku sesali…” Ujar Siwon sembari memandang Ririn dengan senyuman mautnya.

“Memangnya apa? Bukankah bagus menjadi seorang Dokter?” Ujar Ririn heran.

“Aku tidak bisa bertemu dengan gadis secantik dirimu…” Jawab Siwon lagi menggoda Ririn kembali.

“Mwo?? Hahaha… Kau ini sangat pintar dalam berkata-kata rupanya…” Ririn tertawa kecil sedangkan Siwon menatapnya begitu dalam seakan terkandung arti dalam pandangannya itu.

##########

“Yoora, Kau masuk saja lebih dulu! Aku akan memarkirkan mobil…” Ujar Miyoung yang belum keluar dari mobilnya.

“Baiklah…” Jawab Yoora santai dan keluar dari mobil seraya pergi ke dalam Galeri.

Miyoung mermakirkan mobilnya di tempat parker dan saat ia keluar dari mobilnya. Seorang pria berdiri di hadapannya dan tak lain dia adalah Hankyung. “Kau lagi!” Ujar Miyoung malas dan hendak melewati Hankyung.

“Miyoung…” Hankyung memegang pergelangan tangan Miyoung dan menahan langkah Miyoung. Miyoung segera menepis tangan Hankyung dengan kasar dan menatapnya tajam.

“Sudah ku bilang berapa kali.. Jangan pernah menyentuhku!!” Ujar Miyoung dingin.

Hankyung terdiam dan matanya tertuju pada tangan Miyoung yang memakai perban. “Ada apa dengan tanganmu? Kenapa kau bisa di perban seperti ini?” Tanya Hankyung yang dengan sigap menarik lengan Miyoung.

“Lepaskan!! Itu bukan urusanmu!!” Miyoung mencoba melepaskan cengkraman tangan Hankyung yang begitu erat.

Dengan cepat Hankyung langsung menatap mata Miyoung dan ia dapat dengan mudah melihat apa yang terjadi pada Miyoung tadi malam. “Kau.. Apa yang di lakukan orang itu? Miyoung.. Apa kau tau jika dia itu adalah Vampire?” Tanya Hankyung pelan dan menatap Miyoung heran.

“Mwo??” Miyoung menepis tangan Hankyung dengan kasar. “Jangan bercanda!! Sudah ku bilang tidak ada Vampire di dunia ini dan ini semua tak ada urusannya denganmu!!”

Miyoung hendak pergi lagi tapi Hankyung langsung menarik tubuhnya dan memegang kedua lengan Miyoung. “Miyoung!! Kenapa kau selalu saja menghindariku? Kenapa kau tak bisa melupakan hal itu? Apa kau tau jika wanita itu kini telah berpisah denganku, Huh? Apa kau tak mengerti bagaima…”

PLAKK!! Sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di wajah Hankyung. “Cukup! Cukup kau katakana semua itu, Han!! Kau hanya akan menyakiti banyak orang!!” Ujar Miyoung dingin dan nampak dari raut wajahnya yang sangat sedih lalu Miyoung pun pergi meninggalkan Hankyung yang mematung di tempat itu.

##########

Yoora memperhatikan setiap lukisan dan patung-patung yang terbentuk dengan indahnya. “Wuah… Bagus sekali, Beda sekali dengan lukisan China…” Ujar Yoora takjub dan mencoba menggambar patung-patung dan lukisan itu di notes kecilnya.

“Tentu saja, China itu lebih bernuansakan moment-moment tua…” Ujar seseorang yang berada di samping Yoora.Yoora berbalik padanya dan matanya nampak membulat saat melihat orang yang berada di sampingnya itu.

“Kau!! Untuk apa kau ada di sini?” Tanya Yoora heran saat melihat Henry ada di sampingnya.

“Aku biasa ke tempat ini! Memangnya yang sering ke tempat ini kau saja, Apa kau tidak tau jika aku dan Haneul kakak pemilik Galeri ini saja sudah saling mengenal…” Ujar Henry santai.

Yoora terlihat kesal dan melangkah menjauhi Henry. “Benar juga yah.. Haneul saja kemarin langsung tau orangnya adalah dia…” Gumam Yoora dalam batinnya.

“Yoora…” Panggil Henry dan membuat Yoora berbalik padanya.

“Kau! Dari mana kau tau namaku?” Tanya Yoora heran.

“Memangnya kau tidak ingat jika kau sudah memberitahukan namamu padaku, Kemarin?” Tanya Henry dengan santainya.

“Mwo?? Jinja?” Yoora terlihat bingung dan nampak seperti berfikir untuk mengingat-ingat.

“Dasar Bodoh!!” Ujar Henry sembari mendegungkan kepala Yoora dan membuat Yoora kesal.

“Yakk!! Jangan sok akrab padaku, Babo!!” Ujar Yoora kesal. Tapi tidak dengan Henry yang tertawa kecil melihatnya.

##########

“Oke!! Senyum!!” Ujar Haneul yang merupakan seorang photographer handal. “Sip!! Sekarang istirahatlah dulu!!” Ujar Haneul dan modelnya pun mengangguk mengerti.

Haneul terdiam dan meletakkan kameranya. Dia teringat kembali dengan luka yang ada di tangan Miyoung ia teringat kembali akan kejadian tadi malam.

<Flas Back Start>

“Miyoung.. Kau sudah tidur?” Tanya Haneul sembari masuk ke dalam kamar Miyoung yang nampak gelap. Tapi saat Haneul membuka pintu nampak seorang pria yang sedang memperhatikan Miyoung yang tertidur lelap dan pakaiannya pun terlihat berbeda dengan pakaian Miyoung yang seperti biasanya.

“Kau siapa?” Tanya Haneul sedikit ketakutan dan segera menyalakan lampu kamar Miyoung tapi saat lampu menyala tak ada seorangpun selain Miyoung yang sudah tertidur dengan pulasnya. “Mungkinkah hanya perasaanku saja?” Gumam Haneul dalam batinnya.

<Flash Back End>

“Apa benar orang itu yang telah membuat tangan Miyoung terluka? Apakah mungkin orang itu adalah seorang… Vampire??” Haneul tersontak kaget saat teringat dengan seorang makhluk bernama Vampire.

Haneul dengan cepat merapihkan peralatannya dan bersiap untuk pergi dari tempat itu. “Maaf semuanya sepertinya hari ini cukup sampai di sini saja. Ada hal penting yang harus aku urusi…” Ujar Haneul berpamitan pada yang lain dan segera pergi menuju mobil yang di parkirkan yang cukup jauh dari tempatnya.

Karena tempat itu ada di daerah pegunungan jadi Haneul memarkirkan mobilnya dengan cukup jauh. “Haish!! Bagaimana mungkin ada Vampire di dunia ini? Apa benar Miyoung akan menjadi seperti ku? Tidak itu tidak boleh!!” Haneul terus berlari ke arah mobilnya.

Tapi di saat Haneul akan membuka pintu mobilnya seseorang menahan tangan Haneul dan senyuman kecil terukir di wajahnya. “Hallo, Haneul…” Sapanya ramah.

“Ka-kau??” Haneul tersontak kaget dan langkahnya pun perlahan-lahan berjalan mundur karena ketakutan sekaligus terkejut saat melihat orang itu yang tak lain adalah Kyuhyun. Lelaki yang pernah menghisap darahnya saat ia kecil dulu.

“Ternyata daya ingatmu tinggi yah? Kau masih mengingatku?” Tanya Kyuhyun sembari mengeluarkan senyuman penuh arti padanya.

“Untuk apa kau ada di tempat ini? Aku sama sekali tidak mengenalku dan tak mengingatmu!” Ujar Haneul berbohong dan segera berlari menjauh dari Kyuhyun tapi dengan cepat Kyuhyun kini sudah ada di hadapannya lagi hingga membuatnya kembali terkejut.

“Ingin lari?” Tanya Kyuhyun dengan santainya.

Haneul terdiam dan saat ia hendak berjalan mundur, Tanpa sengaja Haneul tersandung batu dan tubuhnya pun tersungkur ke tanah. “Jauhi aku!! Aku tidak pernah berharap bertemu denganmu lagi!!” Bentak Haneul ketakutan.

“Jinja? Tapi tidak denganku yang sangat ingin bertemu denganmu…” Ujar Kyuhyun dan mendekati Haneul yang terlihat sangat ketakutan tidak dengannya yang terlihat begitu senang melihat ekspresi Haneul yang ketakutan.

##########

Knock.. Knock.. Knock…

Seseorang mengetuk pintu Apartement dan Haejin yang masih ada di dalam Apartement segera membuka pintunya. “Siapa?” Tanya Haejin seraya membuka pintu Apartement.

Haejin membuka pintu Apartement dan nampak seorang lelaki berdiri di hadapannya. “Kau? Siapa?” Tanya Haejin bingung dan tak mengenal orang itu sama sekali.

To Be Continued…

51 thoughts on “The Vampire And The Blood!!(Part.5)

  1. omo!! miyoung ngapain sii pake sobek baju segala .. itu kn bkin mimi oppa tambah nafsu aja *sama darah miyoung maksudnya*
    han dosa tuh sma miyoung makanya han jangan nikah seenaknya aja dong kn kasian miyoungnya.. hehehe
    itu itu.. kyu nyeremin bnged dahh eonn padahal cuma ngebayangin doang yahh.. kebayang muka haneul yg ketakutan ngeliat kyu.. aigoo

  2. Miyoung~ Zhoumi oppa uda nahan banget lho.. wkwkwk..
    Pake yg tipis lgi.. wkwkwk..😄
    Siapa yg ditemui Haejin? Penasarann.. ;D

  3. Kebetulan bgt bs berpasang-pasangan gtu yah sm vampire.
    Miyoung sdh digigit, apa dia akan jd vampire? Zhoumi gigit miyoung tanpa ijin, lalu bgmn menurut miyoung yah..
    Lanjut lanjut
    semakin seruuu

  4. KYA .. Mi young di gigit zhou min …. !!
    Kok mi young ada di kamarnya lg sih ?

    ​‎​(¬_¬) Jiiªªªªªªªªннн:OX_X®. Siwon memulai ” Aksi ” nyà ke ririn tuh .. Beneran mau gigit ? Tar malah jd suka lohhhhhhh

    Aigo hankyung .. Percuma u jelasin n larang youngi .. Ga bakalan di dengar .. ( mgkn young mulai ada rasa ma zhou min … Hehe )

    Aish .. Ternyata henry sama ky siwon yah genit .. Cuma beda nya kalo ririn bereaksi – yoora ga bereaksi hehe …

    MWO .. Jd haneul inget sama kyu ? Trus takut gìtu? Krn dia merasa telah di gigit kyu benar ?

    Itu yg nemuin Haejin jgn2 dong hae?

  5. *kasih jimat yang buat vampire china buat mereka* D:
    tempelkan ini ke jidat merekaaaa (??)
    haduuh, kyuhyun nyeremin dah~ tapi Henry imuut >w<❤
    lanjut deh~

  6. Aa..itu pasti Donghae^^.
    Haneul blg “sepertiku?”…udh stgh vampire gt c Haneul?
    Henry&Yoora so sweet gmnaaa gt,Nta…^^

  7. .pda ketemu smua .. pux moment masing” .
    .kasian juaga am Hankyung .. niat x baik . mlah kna tabok .. kasian ..
    .itu siapa yg ktemu Haejin ? Donghae kh ?
    .lanjuuut

  8. Kira” siapa ya yg nemuin haejin…
    Kasihan zhoumi, dh nahan dirinya, dri darah manusia, eh ternyata, miyoung menggoda nya…

  9. Whaaa haejin yg dtng ke rmhu pasti vampire tampan bernama donghae.
    Hehehehe.
    Zhoumi akhirnya ggit tgn dan ngisep drh miyoung juga tapi gk mpe tewas.
    Semua vampire berani bgt menunjukan jati diri mereka masing2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s