The Vampire And The Blood!!(Part.7)

“Aku hanya tidak sengaja lewat…” Jawab Yoora berbohong dan terbata-bata karena takut melihat sosok Henry yang kini ada di hadapannya.

“Kau lihat semuanya? Apa kau ingin merasakannya juga?” Ujar Henry dan semakin mendekati Yoora yang berjalan mundur menghindari tatapan Henry yang menakutkan.

Langkah Yoora terhenti karena tubuhnya kini sudah terhimpit antara tubuh Henry dan juga tembok yang ada di belakangnya. “Kau… Kau bukan manusia?!! Kau seorang monster!” Bentak Yoora dengan nada tinggi dan menutup kedua matanya karena takut.

“Aku memang bukanlah seorang manusia…” Ujar Henry dingin dan membuat Yoora menatapnya dengan mata membulat karena begitu terkejut dengan apa yang di dengarnya. “Tapi aku juga bukanlah seorang monster… Aku adalah seorang Vampire. Apa kau percaya dengan seorang Vampire?” Ujar Henry lagi dan semakin membuat Yoora ketakutan.

“Vampire?” Ujar Yoora dalam batinnya. “Tidak!! Kau adalah moster! MONSTER!!” Teriak Yoora dan berlari secepat mungkin tak peduli jika harus ia menabrak Henry sekuat mungkin.

“Yoora… Kau akan merasakannya nanti…” Ujar Henry pelan dan seketika pergi dari tempat itu dengan cepat.

##########

“Kau mau bawa aku kemana? Tempat apa ini?” Tanya Miyoung bingung sekaligus merasa takut.

“Kau akan mengetahuinya sekarang juga…” Jawab Zhoumi dan seketika ia menghilang dari hadapan Miyoung.

Miyoung bingung dan terheran-heran kenapa Zhoumi yang ada di hadapannya kini sudah menghilang lagi bagaikan di telan bumi. “Ya! Jangan permainkan aku!” Bentak Miyoung merasa di permainkan.

TEP!! Sebuah tangan yang terasa dingin kini menepuk pundaknya dan membuat Miyoung tersontak kaget. “Kau?” Ujar Miyoung terkejut dan heran karena Zhoumi kini sudah ada di belakangnya.

“Kau masih belum percaya dengan apa yang kau lihat tadi? Apa kau pikir manusia biasa akan secepat itu? Apa kau tidak merasa jika tanganku dingin bagaikan sebongkah es? Apa kau tidak bisa melihat kedua mataku yang terlihat sangat berbeda dari manusia lainnya?” Ujar Zhoumi panjang lebar dan Miyoung hanya diam sembari menatapnya.

Zhoumi kembali menghilang dari hadapannya dan seketika kini ia berada di samping pohon besar lalu ia menarik pohon itu hanya dengan satu tarikan hingga pohon itu runtuh. “Aku ini kuat!!” Teriak Zhoumi. Ia kemudia mengangkat batu besar dan membantingkannya kembali ke atas tanah hingga batu itu terbelah menjadi kerikilan kecil. “Aku ini berbeda dari manusia biasa!!” Zhoumi kembali melesat dengan cepat dan kini ia sudah berada di hadapan Miyoung. “Bahkan kemarin aku menghisap darahmu… Karena inilah aku seorang Vampire…” Bisik Zhoumi pelan.

Miyoung mendorong tubuh Zhoumi tapi bukannya ia yang terdorong, Miyoung malah terpeleset tapi dengan segera Zhoumi segera menangkapnya. “Apa sekarang kau merasa takut padaku?” Tanya Zhoumi sembari membenarkan posisinya dan membiarkan Miyoung berdiri di hadapannya.

Miyoung terdiam, Tapi akhirnya ia berani membuka mulutnya. “Jika aku jawab aku tidak takut padamu itu semua bohong! Tapi walau bagaimanapun juga aku masih belum bisa menerima jika Vampire itu benar-benar ada…” Jawab Miyoung pelan.

Zhoumi menatap Miyoung lekat dan perlahan-lahan ia mendekati Miyoung. Tapi tidak dengan Miyoung yang terus berjalan mundur karena merasa takut. “Kalau begitu, Bisakah kau tetap berada di sampingku? Bisakah kau sedekat ini denganku tanpa ada rasa takut?” Tanya Zhoumi serius.

“Kenapa? Kenapa aku harus berada di sampingmu?” Jawab Miyoung bertanya balik pada Zhoumi.

“Karena aku menyukaimu… Bau darahmu bagaikan heroin bagiku dan dengan adanya kau di sampingku aku merasa begitu tenang. Dan karena aku juga mencintaimu.. Bukan hanya pada bau darahmu ini tapi juga pada dirimu…” Jawab Zhoumi dan kini ia menghimpit tubuh Miyoung di antara tubuhnya dengan sebuah pohon besar.

“Maaf, Zhoumi. Tapi aku… Sejujurnya aku sangat takut padamu. Aku tak yakin jika aku mampu berada di dekatmu. Maaf…” Ujar Miyoung sedikit terbata-bata.

Zhoumi hanya terdiam dan semakin menjauhi Miyoung. “Aku tau akan seperti ini… Maaf telah membuatmu takut…” Ujar Zhoumi dan Miyoung hanya terdiam sembari memandang tubuh Zhoumi yang membelakanginya.

##########

“Ririn, Aku mau keluar sebentar. Apa kau akan ikut?” Tanya Haejin saat hendak keluar.

“Ehm.. Sepertinya tidak. Rasanya aku mengantuk, Lebih baik aku tidur…” Jawab Ririn sembari merentangkan kedua tangannya dan berjalan pelan ke arah kamarnya.

“Baiklah…” Haejin bergegas keluar Apartement. Dengan langkah yang terbilang santai dan menikmati alunan lagu yang di dengarkannya melalu ipodnya Haejin tidak menyadarinya jika ada seseorang yang menatapnya dengan tajam.

Perjalanan Haejin terhenti pada sebuah Apotek dan ia pun segera masuk ke dalam Apotek itu. “Sorry, miss. Is there anything I can do?” Tanya seorang pelayan Apotek itu.

“Ehm.. Can you give me a bottle of vitamins?” Jawab Haejin dengan santai.

“Of course, Wait a minute…” Jawab pelayan Apotek itu dengan ramah.

Haejin hanya mengangguk pelan dan tak berapa lama dari itu matanya langsung tertuju pada seorang pria yang berjalan di luar Apotek itu. “Eh? Bukankah lelaki itu yang tadi pagi?” Gumam Haejin dan tanpa ia sadari ia segera berlari ke luar Apotek untuk mengejar lelaki itu.

“Aish… Kemana dia? Bukankah tadi ia masih ada di sekitar sini? Tapi kenapa dia bisa begitu cepat menghilang?” Gerutu Haejin kesal dan sedikit mengibaskan rambutnya.

“Hey!!” Seseorang mengejutkan Haejin dengan menepuk pundaknya dan Haejin pun segera berbalik. “Haejin, Ternyata kau benar-benar berada di Paris sekarang. Apa kau tinggal bersama Miyoung dan Haneul?” Tanya orang itu dan tak lain adalah Hankyung.

“Oppa… Kau ada di sini juga? Yah, Aku tinggal bersama dengan mereka.” Ujar Haejin sedikit bingung. Mereka berdua sebenarnya adalah keponakan yang terbilang cukup dekat.

“Iyah. Lalu, Bagaimana keadaanmu? Oh yah.. Tadi sepertinya kau sedang mencari seseorang. Memangnya siapa?” Tanya Hankyung bertubi-tubi.

“Keadaanku baik-baik saja. Ehmm, Yah bisa di bilang… Tapi aku juga sebenarnya tidak terlalu mengenal orang itu…” Jawab Haejin masih sedikit memikirkan orang itu.

Hankyung mengkerutkan keningnya heran. “Bagaimana bisa kau tidak mengenal orang itu? Aneh sekali kau ini…” Ujar Hankyung sembari terkekeh kecil.

“Sebenarnya orang itu mengenalku. Tapi tidak denganku aku sama sekali tidak mengingat orang itu. Dan kalau tidak salah nama orang itu Lee Donghae, Apa kau mengenal seseorang yang namanya seperti itu?” Ujar Haejin sembari bertanya balik.

“Lee Donghae?” Tanya Hankyung dan terlihat dari ekspresinya yang begitu sangat familiar dengan kata itu bahkan tergambar jelas dari wajahnya jika ia begitu terkejut dengan nama itu.

“Ehm…” Jawab Haejin sembari mengangguk pelan.

Hankyung langsung memegang kedua lengan Haejin. “Haejin! Aku sarankan padamu, Jangan pernah dekati orang itu ataupun mencarinya lagi! Aku mohon!!” Ujar Hankyung dengan serius.

“Wae-Waeyo?” Tanya Haejin bingung dan sedikit meringis kesakitan.

“Dia adalah seorang Vampire!! Jauhi dia!! Dia Vampire!!” Jawab Hankyung dan membuat Haejin membulatkan kedua matanya.

“Mwo??” Hanya kata itu yang terlontar dari mulut Haejin.

##########

<Ririn PoV>

“Ririn…” Panggil seseorang dan aku pun segera menengok ke belakang. Tapi saat aku lihat tak ada seorangpun yang ada di belakangku.

“Ririn…” Sekali lagi seseorang memanggilku dan untuk kesekian kalinya aku tak dapat menemukan orang yang telah memanggilku itu.

“Siapa pun, Tunjukanlah dirimu di hadapanku!!” Bentakku dengan nada yang cukup tinggi.

“Kau takkan takut padaku?” Aku dapat mendengar seseorang berbicara tepat di belakangku dan ia sedikit berbisik di telingaku.

Dan saat aku berbalik, Orang itu langsung menyerangku dengan langsungt menggigit leherku hingga rasanya aku merasa sesak.

<Author PoV>

“TIDAK!!” Teriak Ririn dan seketika dia bangun dari tidurnya. Dengan nafas yang terengah-engah ia merasa jika seseorang berada di balik jendela kamarnya dan Ririn pun bergegas mendekati jendela itu, Tapi saat ia mencari-cari orang itu tak ada siapapun di tempat itu.

“Aku pulang…” Ujar Haneul dan Ririn pun segera berbalik sembari menghampiri Haneul yang terlihat lemas.

“Haneul, Ada yang ingin ku tanyakan padamu?” Ujar Ririn sedikit penasaran dan Haneul hanya memandangnya sembari mengangguk. “Apa sedang ada perenovasian di tempat ini? Aku tadi sempat melihat seseorang berdiri di luar jendela kamar. Dan sulit di percaya jika orang itu berada di lantai atas ini kan?” Tanya Ririn dengan terburu-buru.

Haneul mengkerutkan keningnya bingung. “Ririn… Kau ini bicara apa? Tentu saja tidak ada. Lagipula mana ada orang yang berdiri di luar jendela kamar? Kau tidak ingat jika Apatement ku ini berada di lantai atas?” Jawab Haneul bingung seraya melepaskan jaketnya.

“Kau ada benarnya juga… Hah… Mungkin aku hanya berhalusinasi…” Ujar Ririn mencoba menenangkan dirinya sendiri. “Haneul…” Panggil Ririn.

“Hem?” Jawab Haneul tanpa menoleh padanya.

“Sejak kapan ada bekas luka di lehermu?” Tanya Ririn heran dan dengan cepat Haneul segera memakai kembali jaketnya.

“Ah? Ini… Ini ada sejak.. Aku datang ke Paris. Waktu itu leherku tergores sesuatu…” Jawab Haneul dengan terbata-bata.

“Benarkah? Tapi sepertinya luka itu terlihat seperti sebuah gigitan?” Ujar Ririn dan Haneul hanya tersenyum pahit padanya, Lalu Haneul pun bergegas pergi ke kamarnya.

##########

Miyoung terduduk lemas di depan pintu Galerinya yang sudah sangat sepi. “Apa mungkin Vampire itu benar-benar ada? Tapi.. Aku dapat melihatnya dengan jelas, Bagaimana dia bisa menghancurkan batu besar itu dan juga pohon itu?” Gumam Miyoung dalam batinnya.

“Miyoung…” Panggil Yoora pelan dan Miyoung segera mendongakkan kepalanya. Ia melihat Yoora yang terlihat sangat ketakutan dan tubuhnya pun bergetar.

“Yoora, Kau kenapa?” Tanya Miyoung cemas dan segera berdiri melihat kondisi Yoora yang tak seperti biasanya.

“Vampire… Apakah kau percaya jika mereka itu ada?” Tanya Yoora dan terdengar dari nada suaranya yang begitu ketakutan.

Miyoung terdiam dan sejujurnya dia sedikit terkejut dengan apa yang di katakan Yoora. Selama ini Miyoung tak pernah terkejut hanya karena mendengar sebuah kata ‘Vampire’ di sebutkan tapi tidak untuk sekarang.

“Kenapa kau tanyakan hal itu?” Tanya Miyoung penasaran.

“Karena mereka ada di sekitar kita Miyoung… Mereka ada di sekitar kita…” Ujar Yoora dan Miyoung pun segera memeluk Yoora.

“Kau tenang saja, Tak ada yang perlu kau cemaskan! Jika memang Vampire itu ada, Aku yakin mereka takkan melukaimu. Percayalah padaku…” Ujar Miyoung sembari mengusap-ngusap punggung Yoora.

“Aku takut, Miyoung…” Ujar Yoora dan terdengar dari suaranya seperti tengah menangis.

##########

“Meminum darah manusia lagi?” Tanya Kyuhyun pada Henry yang baru saja masuk ke dalam kastil tua itu.

Henry hanya mengangguk. “Bahkan aku hampir memangsa 2 orang…” Ujar Henry dengan santainya, Kyuhyun tersenyum kecil padanya.

“Kwon Yoora, Apakah gadis itu yang kau maksud??” Tanya Donghae yang tiba-tiba saja ada di tengah mereka berdua.

Henry kembali mengangguk sembari tersenyum. Lalu ia menengok pada Donghae, “Apa yang kau lihat?? Apa kau tau bagaimana nasib gadis itu nantinya?” Tanya Henry sembari tersenyum kecil.

Donghae terdiam dan menatap mata Henry. “Jika aku mengatakannya sekarang. Bukan kejutan lagi namanya…” Jawab Donghae sembari menepuk pundak Henry pelan. Sebenarnya Donghae memiliki kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan menatap mata seseorang yang bersangkutan.

“Lalu, Bagaimana dengan gadis yang sering kau temui akhir-akhir ini? Apa dia sudah mengingatmu? Apakah dia sudah mengingatmu sebagai makhluk yang dia paling beci saat kecil dulu?” Ujar Kyuhyun sembari tersenyum licik pada Donghae.

“Ternyata kau mengetahuinya? Hem… Ntahlah sepertinya dia belum sepenuhnya mengingatku. Dan mungkin Hankyung, Saudaranya sendiri yang akan memberitahukan siapa aku sebenarnya…” Jawab Donghae dengan santai.

“Apa maksud kalian gadis itu adalah Lee Haejin?? Gadis yang pernah kau tolong itu?” Tanya Henry masih sedikit bingung.

Donghae hanya tersenyum kecil dan Kyuhyun kembali fokus pada sebuah ipod yang di pegangnya. “Sepertinya ada yang datang…” Ujar Kyuhyun pelan dan benar saja. Siwon langsung berada di hadapan mereka.

“Sepertinya kalian lupa sesuatu jika kita memiliki sebuah perjanjian dengan keluarga Hunter Vampire?? Bisakah bertahan untuk tidak mempermainkannya hingga saat nanti Bulan Purnama?” Ujar Siwon dengan santai.

To Be Continued…

Iklan

39 thoughts on “The Vampire And The Blood!!(Part.7)

  1. Baru comment lagi stelah part3 heheh….
    Bener dehhh…. Bikin pensaran ini
    Trus yoora, ririn, sama haejin udah lebih dr seminggu deh kynya di pracis *sok tau*

    Baca part 8 dulu 😀

  2. omo!! mimi sma henry serem amat dahh ahh,, ngerasain rasa takutnya miyoung sma yoora *lebay* haduhh..
    itu sii ririn mimpi digigit sma wonpa yahh eonn?? *sotoy* jdi pas haneul yg ktemu sma kyu itu dia uda jadi digigit gtu eonn?? ato itu bekas gigitan yg dlu?? *plakk*kebanyakan nanya*

  3. Ommo para vampire mulai menyerang para yeoja itu..
    Apa hankyung bs menyelamat kan mereka ?

    KYA siwon mulai mengigit ririn … Untung ririn Cepat sadar kalo ga .. Gawat …

    Hem zhou min telah mengungkap semua nya pd youngi .. Hiks kasihan di tolak youngi …

    Knp dgn bulan purnama? Jd waktu para vampire itu hanya sampai bulan purnama ? Kalo mereka lom dapat darah .. Mereka musnah gìtu ?

  4. taunya abis ini para yeoja ikutan Hankyung gege jadi vampire hunter (?) =w=
    Hankyung’s angel (??) XDD LMAO
    lanjut deeh :3

  5. aku penasaran bnget ma isi perjanjian apa yg siwon maksud?????
    sebenernya kalan vampire siwon ni jahat pa ga sihhhh…. ????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s