Miss You Again..

Miyoung memandang layar ponselnya. Terlihat dari wajahnya yang menyiratkan kesedihan dan kesal secara bersamaan. “Hah…” Ia menghela nafas berat untuk kesekian kalinya. Dengan asal, Miyoung melemparkan ponselnya ke atas ranjang.

“Dia selalu seperti ini! Membuatku lelah untuk terus menunggunya…” Keluhnya pada diri sendiri.

Ia bangkit dari duduknya, Membuka pintu balkon depan kamarnya meghirup udara segar pagi ini. Tubuhnya sedikit bersandar dan kedua matanya tertutup secara perlahan. “Aku merindukan si bodoh itu!” Pikirnya.

Tak lama dari itu, Terdengar suara ponselnya yang berdering dengan cukup keras. Ia sedikit menolehkan kepalanya menatap malas pada ponselnya yang terus berdering dengan kencang. Miyoung sedikit menghela nafas sejenak dan kembali menatap langit biru tanpa menggubris ponselnya yang terus berdering.

Di sisi Lain…

“Haish!! Kenapa tidak di angkat? Apa mungkin dia masih tidur??” Hankyung berkali-kali mencoba menghubungi Miyoung, Tapi hasilnya nihil.

“Hyung! Meetingnya sebentar lagi mulai.. Bersiap-siaplah…” Teriak Siwon yang merupakan partner kerjanya.

Hankyung sedikit menengok ke belakang, “Yah, Tunggu sebentar!” Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya. “Aish! Kenapa dia tidak mengangkatnya juga?!” Gerutunya lagi.

“Hyung!!” Panggil Siwon lagi.

“De.. De…” Jawabnya seraya berlari kecil menghampiri Siwon yang tengah menunggunya.

**********

Miyoung yang baru saja selesai mandi, Menatap dirinya dalam cermin. “Lebih baik aku pergi keluar saja…” Ujarnya seraya memakai sedikit parfume dan mengambil jaketnya yang tergantung.

Tanpa mengambil ponselnya, Ia pergi dari kamarnya. Tak mempedulikan ponselnya yang sejak tadi berdering dan bahkan ada beberapa pesan masuk yang tak di bacanya sama sekali.

Di sisi lain…

Dengan cepat Siwon mengambil ponsel milik Hankyung. “YA!! Kembalikan!” Pinta Hankyung mencoba merebutnya.

“Anniyo.. Jika Hyung terus saja memegang ponsel ini, Hyung tidak akan bisa berkonsentrasi pada meeting ini!!” Tolak Siwon seraya pergi dari tempat itu.

“Aish!! Ya, Siwon!!”

**********

Miyoung merapatkan jaketnya karena cuaca yang cukup dingin di luar. Ia duduk di sebuah ayunan yang ada di tengah taman. “Aku merindukannya.. Tapi mengapa dia selalu saja sibuk?” Keluh gadis itu.

Ia mengayun-ngayunkan ayunan itu dengan kedua kakinya. Memegang erat pada kedua tali yang terkait kuat pada besi ayunan itu. Dia menatap langit yang terlihat mendung. “Han Oppa… Bogoshipeyo…” Batinnya.

Tik.. Tik… Tik….

Hujan turun sedikit demi sedikit, Mulai membasahi wajahnya yang tetap menatap ke atas langit. “Hujan… Bolehkah aku meminta satu permintaan padamu?” Pikirnya.

**********

“Akhirnya meetingnya selesai juga! Benar yang aku bilang kan?! Meeting ini akan cepat selesai jika Hyung tidak memegang ponsel ini!” Ujar Siwon seraya duduk santai di sofa ruangan kerjanya.

“Siwon, Sisanya kau yang urus! Aku harus pergi…” Pamit Siwon bergegas pergi dari tempat itu.

Siwon menghela nafas seraya menggeleng pelan, “Baru saja 2 minggu tidak bertemu… Dia sudah merindukan Miyoung lagi…” Ujarnya. “Ah iyah.. Aku lupa untuk menelepon Ririn…” Ingatnya yang ternyata sama saja seperti Hankyung tidak bisa lepas dari kekasihnya itu.

Sepanjang perjalanan, Ia mencoba menelepon Miyoung namun hasilnya nihil. Akhirnya ia sampai di rumah Ririn. Dengan sedikit berlari ia masuk ke dalam halaman rumah Miyoung karena hujan yang cukup besar.

Knock… Knock… Knock…

Seseorang membuka pintu dari dalam rumah. “Ah.. Anda Tuan muda Hankyung…” Ujar orang itu ramah yang tak lain adalah Pelayan di rumahnya.

“Ahjumma, Apakah Miyoung ada?” Tanya Hankyung sedikit tak sabar.

“Anniyo.. Sejak tadi siang dia tidak ada di rumah.. Mungkin sedang di luar, Apa mau menunggu?” Ajak wanita separuh baya itu.

Hankyung terdiam sejenak, “Tidak perlu… Kalau begitu saya pergi dulu, Ahjumma…” Pamit Hankyung bergegas masuk kembali dalam mobilnya. “Kira-kira di mana Miyoung sekarang di saat hujan seperti ini?” Pikirnya bingung.

**********

Dengan kedua tangannya, Miyoung memainkan rintik-rintik hujan yang menitik dari atap genting yang meneduhkannya dari hujan lebat ini. “Aaaah.. Aku sangat menyukai hujan!” Ia tersenyum kecil memainkan air hujan yang membasahinya.

“Nah, Hujan.. Boleh aku pinta sesuatu padamu?” Tanya Miyoung. Memang terlihat aneh, Tapi sepertinya ia ingin mencoba menghibur dirinya sendiri dengan hujan-hujan yang sedang menemaninya saat ini.

“Biarkan aku melihat Hankyung Oppa hari ini… Di hadapanku… Saat ini juga…” Ujarnya pelan seraya menutup kedua matanya dengan sangat perlahan.

“YA!! Youngi!!” Teriak Hankyung. Ia terlihat basah kuyup dan berdiri di hadapan Miyoung. Miyoung yang mendengar itu langsung membuka kedua matanya, Menatap tak percaya pada orang yang kini ada di hadapannya. “YA!! Hujan-hujan seperti ini kenapa tidak di rumah?! Kau ingin sakit, Huh?!” Hankyung mendekatinya.

Miyoung hanya tetap terdiam menatap Hankyung yang kini ada di hadapannya. Merasa ada yang tidak beres dengan reaksi Miyoung, Hankyung menatapnya heran. “Oy.. Youngi! Apa kau sakit?” Tanya Hankyung cemas.

“Uwooooo!!” Miyoung berkata edngan suara yang cukup keras. “Baru saja aku memohon pada hujan agar bertemu denganmu, Dan sekarang kau ada di hadapanku!! Amazing…” Takjub Miyoung dengan santai.

“Mwo?” Hankyung mengerutkan keningnya bingung.

“Oppa, Bogoshipo…” Miyoung langsung memeluk Hankyung dengan erat membuatnya cukup terkejut dengan reaksinya itu. “Aaaaah… Ini benar-benar terasa nyata…” Ujarnya lagi membuat Hankyung semakin bingung.

Hankyung langsung mencubit kedua pipi Miyoung dengan cukup keras. “Awww…” Ringis Miyoung merasa kesakitan.

“Kau ini sakit yah? Ya! Aku ini nyata, Youngi!! Ini aku… Hankyung…” Ujar Hankyung meyakinkan Miyoung.

Untuk kesekian kalinya, Miyoung terdiam menatap Hankyung tak percaya. “Jinjayo?” Tanyanya heran.

Dengan segera Hankyung mendaratkan sebuah jitakan kecil di keningnya. “Tentu saja! Dasar Pabo! Aku ini nyata…” Hankyung langsung menarik Miyoung ke dalam pelukannya. “Aku sangat merindukanmu, Youngi…” Bisik Hankyung.

“Nado Bogoshipo…” Miyoung menyandarkan kepalanya pada dada bidang Hankyung. Ia benar-benar merasa nyaman dengan posisi seperti ini.

“Hey, Youngi! Kenapa kau bermain hujan, Huh?! Ini bisa membuatmu sakit?!” Tanya Hankyung sedikit kesal dengan tingkah kekasihnya yang terkadang seperti anak kecil.

“Eeeh?? Karena aku suka… Wae?!” Tanya Miyoung polos.

“Pabo!!” Hankyung tersenyum kecil, Masih tetap memeluk Miyoung dengan erat. “Tapi ini bisa membuatmu sakit, Youngi…” Ujar Hankyung mengingatkan jika kekasihnya ini memang sedikit lemah dan gampang sekali sakit.

“Tapi hujan merupakan keajaiban bagiku… Apa kau tau Oppa…” Miyoung mendongakkan kepalanya menatap Hankyung yang menunduk untuk melihat wajahnya. “Karena aku berharap pada mereka untuk bertemu denganmu saat ini… Tiba-tiba saja kau ada di hadapanku dan bahkan kini kau sedang memelukku dengan erat. Bukankah itu luar biasa? Hujan mengerti jika aku merindukanmu Oppa…” Jelas Miyoung panjang lebar.

“Kau ini…” Hankyung hanya tersenyum mendengar penjelasan kekasihnya ini. Ia mengelus lembut rambut Miyoung yang masih basah karena kehujanan tadi.

“Hatchiiiii….”

“Tuh kan! Sepertinya kau mulai demam karena kedinginan, Ayo kita pulang saja…” Ajak Hankyung langsung membuka jasnya dan menggunakannya untuk menutupi tubuh mereka saat masuk ke dalam mobil.

Tapi di tengah jalan, Miyoung langsung menarik jas itu dan membuat mereka berdua kehujanan. “YA!! Youngi…”

“Hehehehehe… Oppa, Kita hujan-hujanan saja! Ayo cepat kejar aku…” Miyoung berlari kecil sembari bermain-main air hujan.

“Aish… Anak ini…” Hankyung tersenyum kecil seraya menggelengkan kepalanya pelan. “Ya! Youngi… Awas kau yah!!”

Akhirnya Miyoung dan Hankyung malah berlarian di taman itu dengan di temani guyuran hujan yang begitu deras, Namun senyuman mereka begitu lebar. Mereka nampak senang saling bekejaran satu sama lain.

Akhirnya, Kerinduan di antara mereka berduapun terlepas bersama hujan yang menemani candaan mereka berdua. “Tertangkap kau!!” Hankyung langsung memeluk Miyoung dengan erat membuat gadis itu tertawa kecil.

The End…

Fanfict ini, Pernah di Post Sebelumnya di SJFF… Jadi kalo udah ada yang baca wajar aja… Author cuman post ulang aja…^^

Iklan

14 thoughts on “Miss You Again..

  1. cocok buat tema musim ujan…
    *sigh* enak miyoung mah pas ujan teh bw berkah bisa ketemu gege, aq mah hujan teh bw banjir….

  2. kyaaaaaaa…. uda pernah baca juga tpii tetep keren unn..
    haduuuhh jdi ikutan kangen sma unyukk *plakk*
    aigoo.. menyentuhh nii bahasanya unn jdi terasa bnged feelnya ^_^

  3. Ciee ciee ciee romantisnya ujan2an bareng.. duhh ini juga yg sering saya ributkan sama hyuuuk, knapa dia sibuk banget? #plakk~ tapi mengertilah miyoung, hankyung kn sibuk demi cari duit buat biaya nikah, ngidupin kamu dan ngidupin anak kalian kelak jadi jangan kayak gitu yah youngie-ah #pukpuk *ditabok*

  4. “Akhirnya, Kerinduan di antara mereka berduapun terlepas bersama hujan yang menemani candaan mereka berdua”
    kyaaaaa 2 kata min So Sweet…
    envy deh ujan-ujanan bareng gege #Plakk *digampar Donghae*
    😄

  5. eon, aku saran yaaaa
    aku lebih suka miyoung sama zhoumi.________________.
    maaf klo aku kurang dapet feelnya disini cuma aku terhibur dengan adanya sedikit komedi di ending partnya 😀
    seet >_____<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s