Secret Campus (Part.12)

Drtt… Drtt… Ponsel di saku baju Minmi bergetar dengan cukup keras dan Minmi pun menerima satu panggilan masuk, “Yoboseyo…” Ujarnya menjawab telepon.

“Hey, Ingat yah.. Hari ini kau harus ikut denganku ke acara konferensi pers itu. Aku sudah meminta izin pada Kepala Sekolah tadi…” Ujar orang yang berada di seberang sana dan tak lain adalah Sungmin.

“Mwo?? Andwae! Kau saja yang pergi ke sana, Aku tidak mau. Apalagi aku harus bertemu dengan para fans mu itu dan juga wartawan-wartawan yang cerewet! Pokoknya aku tidak akan pergi, Lagipula ini semua salahmu aku sama sekali tak ada sangkut payutnya!! Aku tidak ingin ikut bermain dalam permainan konyolmu ini!!” Jawab Minmi panjang lebar dan terlihat sangat kesal sekali.

“Hya, Hya! Kau ingat kan perkataanku yang waktu itu? Jika kau tak ingin mengikuti permainan ini? Maka kau akan mendapatkan masalah yang lebih besar dari pada ini. Mangkannya kau harus ikut dalam acara ini, Atau kau akan menyesal. Araseo?!” Ujar Sungmin dan segera memutuskan sambungan telepon tersebut.

“Hya, Aish!! Orang ini menyebalkan sekali!!!” Gerutu Minmi kesal dan segera memasuki kelasnya karena sebentar lagi bel akan berbunyi.

Di Ruang Guru…

“Annyeong Haseyo, Ririn Songsaenim…” Sapa Hyorin dengan sangat ramah dan tersenyum manis padanya. Ririn hanya meliriknya sinis dan segera memalingkan wajahnya. “Annyeong” Balasnya dengan nada yang sedikit ketus.

“Omo. Omo… Pagi-pagi seperti ini anda sudah terlihat sangat kesal sekali. Waeyo?” Ujar Hyorin seakan dia terlihat bagaikan seorang guru yang memang baik tanpa memiliki suatu rencana licik apapun.

“Jangan berkata seperti padaku, Mendengar suaramu saja aku sudah muak…” Ujar Ririn dingin dan segera beranjak dari tempatnya seraya pergi meninggalkan Hyorin. “Andai saja Siwon tak menyuruhku untuk tutup mulut agar tak mengatakan jika aku sudah mengetahui rencana dia yang sebenarnya… Aku pasti sudah menampar mulutnya sejak tadi…” Gerutu Ririn kesal dalam batinnya.

Istirahat pun tiba…

“Tumben hari ini kalian berdua berkumpul dengan kita semua?” Sindir Haneul saat melihat Miyoung dan Zhoumi makan bersama dengan mereka berdua. “Aku ini manusia, Aku juga butuh makan!” Jawab Miyoung seadanya dan tetap lahap memakan makanannya itu.

“Yoora, Mau ini?” Tawar Henry menyodorkan Sandwich. “Sandwich… Wuah, Aku suka sekali ini… Siapa yang buat?” Ujar Yoora senang. “Aku yang membuatnya…” Ujar Henry bersemangat dan senang melihat respon Yoora.

“Jinja?” Yoora nampak terkejut dengan jawaban Henry tadi dan Henry pun hanya mengangguk pelan. “Woah… Kau memang lelaki yang hebat… Aku suka lelaki yang pintar memasak…” Ujar Yoora sembari tersenyum kagum dan melahap Sandwich itu.

“Hah… Dia menyukaiku, Aku memang hebat…” Gumam Henry dalam batinnya sangat senang dengan ucapan Yoora tadi. “Hya, Henry. Kenapa kau tidak mengatakannya saja secepat mungkin… Lihat saja Yoora terlihat senang padamu dan juga sebelum dia di ambil duluan… Jadi lebih baik kau katakan saja sekarang!” Bisik Kyuhyun pelan.

“Jinja? Apa kau berfikir dia benar menyukaiku?” Tanya Henry tak percaya dan Kyuhyun pun mengangguk yakin dan sebuah senyuman ceria terukir di wajah Henry begitupun Kyuhyun yang mengedipkan sebelah matanya pada Henry.

“Hey, Apa yang kalian bicarakan sejak tadi?” Tanya Zhoumi penasaran. “Rahasia… Kau tidak perlu mengetahuinya…” Jawab Henry dan Kyuhyun secara bersamaan dan Zhoumi pun memandang curiga pada mereka berdua. “Jika kalian tak ingin mengatakannya tidak apa… Tapi lihatlah akibatnya nanti…” Bisik Zhoumi pelan pada mereka berdua dan mereka berdua pun nampak gugup sekaligus ketakutan. Merekapun merasa sangat sulit menelan ludah mereka sendiri sedangkan Zhoumi hanya tersenyum kecil.

“Miyoung, Apa kau sudah berciuman dengan Zhoumi?” Tanya Haneul pelan dan setengah berbisik padanya. Miyoung yang mendengar itu sangat terkejut dan seketika ia pun mengingat kejadian di malam saat itu. “Boe?? Ohok… Ohok…” Miyoung langsung tersedak dan Yoora pun memberikan minuman padanya.

“Kau ini kenapa sih? Kenapa bisa terkejut seperti itu? Itu kan pertanyaan yang wajar…” Ujar Haneul saat melihat reaksi Miyoung yang mengherankan.

“Wajar untukmu, Tidak untuk Miyoung…” Ujar Yoora sembari terkekeh kecil.

“Tapi, Zhoumi itu bukan lelaki biasa. Aku tak yakin jika dia belum menciummu…” Ujar Haneul dan untuk kedua kalinya Miyoung tersedak kembali bahkan hampir mengeluarkan minuman yang ada di mulutnya itu.

“Haneul, Kasihan kan Miyoung… Jangan menggodanya terus…” Ujar Yoora dan Haneul pun tertawa kecil saat melihat ekspresi Miyoung yang sedari tadi terus terkejut dan tersedak sampai dua kali di tambah lagi wajah Miyoung yang memerah dan sikapnya sangat gugup. Tidak biasanya Miyoung bertingkah seperti itu bahkan dia pun tak mengatakan apapun, Kecuali jika memang ucapan Haneul itu benar.

“Bisakah kau berhenti mengatakan hal itu, Aku belum pernah melakukan apapun dengan anak itu!” Jawab Miyoung berbohong dan kembali fokus pada makanannya tapi Haneul dan Yoora malah tertawa kecil saat mendengarnya.

“Kurasa, Ada benarnya apa yang di katakan Haneul itu…” Gumam Miyoung dalam batinnya dan memandang Zhoumi sekilas yang ternyata sedang memperhatikannya sejak tadi, “Apa-apaan dia itu? Mengapa dia melihatku seperti itu terus… Membuatku takut saja…” Ujar Miyoung dalam batinnya dan bergidig ngeri.

Sore Hari pun tiba, Dimana akhirnya mereka terbebas dari Kelas Asrama yang lebih lama jangka waktu belajarnya…

“Ah… Badanku pegal semua…” Keluh Hyowon dan menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal. “Kalau begitu, Kita lebih baik cepat ke kamar saja…” Ajak Haejin sembari merapihkan bukunya yang ada di atas mejanya.

“Kau benar… Aku ingin merebahkan tubuhku dengan cepat dan menghilangkan semua letih ini…” Ujar Hyowon menyetujui ucapan Haejin. “Minmi, Apakah kau ingin pergi bersama ke Asrama?” Tanya Hyowon pada Minmi yang masih duduk di belakang mereka.

“Ah? Aniyo… Kalian duluan saja, Aku masih ada urusan dengan seseorang…” Ujar Minmi sembari tersenyum ramah. “Apa dengan Sungmin?” Tanya Hyowon sembari tersenyum jail.

“Eh? Bagaimana kau tau?” Tanya Minmi heran. “Tentu saja, Kabarmu itu sudah beredar di Internet dan Media masa tau.. Masa kau sendiri tidak tau…” Ujar Haejin sembari menggeleng kan kepalanya dan tersenyum kecil dan Hyowon pun mengangguk setuju.

“Hah… Makin sulit saja, Bagaimana bisa aku keluar dari semua permasalahan ini? Argh… Menyebalkan sekali…” Gerutu Minmi dalam batinnya.

Di Tempat Lain…

“Ah… Pegal sekali badanku!!” Gerutu Bora seraya merenggangkan kedua tangannya yang terasa sangat pegal dan mati rasa. “Eunji, Lebih baik kita ke Kamar Asrama saja yuk… Badan ku sudah sangat pegal nih…” Ajak Bora setelah merapihkan bukunya itu.

“Hm, Baiklah…” Jawab Eunji singkat dan segera berjanjak dari tempat duduknya itu. Saat mereka berdua hendak keluar kelas. Donghae dan Eunhyuk masuk secara bersaman ke dalam kelas dan berniat mengambil tas mereka yang masih ada di dalam kelas.

“Hah… Malas sekali bertemu dengan orang ini setiap hari!!” Ujar Eunji pelan dan segera pergi dengan Bora keluar kelas.

“Hey, Hyuk. Apa kau masih saja sering bertengkar dengan Eunji?” Tanya Donghae sedikit menyikut Eunhyuk dan ia pun segera mengambil tasnya. “Menurutmu? Apa aku akan bisa berbaikkan dengan gadis seperti itu?” Ujar Eunhyuk tanpa menatap Donghae sedikitpun dan Donghae hanya tertawa kecil seraya menggelengkan kepalanya.

“Eh, Buku siapa ini?” Ujar Donghae bingung seraya memungut sebuah buku berukuran sedang berwarna hijau muda tergeletak di lantai. “Apa itu?” Tanya Eunhyuk penasaran. “Ntahlah…” Jawab Donghae bingung dan membuka pintu itu, Tapi matanya langsung tertuju pada nama yang tertera di halaman awal buku tersebut. “Cho Eunji…” Ujar Donghae dan Eunhyuk bersamaan dan saling pandang.

“Kita harus kembalikan ini padanya…” Ujar Donghae hendak mengejar Eunji yang mungkin kini berada tak jauh dari mereka berdua sekarang. “Andwae!!” Ujar Eunhyuk menghalangi Donghae. “Waeyo?” Tanya Donghae heran dan bingung.

“Biar aku yang kembalikan bukunya saja, Tidak perlu kau…” Ujar Eunhyuk semangat. Donghae melihat Eunhyuk bingung sekaligus curiga, “Kau tidak akan membaca isi buku ini kan? Sepertinya ini buku diary yang sangat pribadi…” Ujar Donghae curiga.

“Justru itu yang aku mau…” Jawab Eunhyuk licik dan segera mengambil buku itu dari tangan Donghae seraya berlari keluar kelas. “Hya, Eunhyuk!!” Panggil Donghae namun Eunhyuk tak menghiraukannya dan pergi meninggalkan Donghae sendiri. Donghaepun hanya menggeleng kan kepalanya saat melihat tingkah laku Sepupunya itu.

Depan Gerbang Sekolah…

“Hya, Cepat masuk ke dalam mobilku!!” Ajak Sungmin saat melihat Minmi menghampirinya.

“Kita akan langsung pergi ke acara itu kan? Dan kita akan pulang dengan cepat kan? Aku tidak mau berlama-lama di tempat acara seperti itu!!” Tanya Minmi sembari masuk ke dalam mobil itu. Sungmin hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan Minmi, Tapi dia tetap fokus menyala kan mobil dan segera pergi dari sekolah.

Tak lama dari itu mereka berdua sampai di sebuah depan Salon Mini yang terlihat cukup sepi. “Untuk apa kita ke sini?” Tanya Minmi heran. “Tentu saja untuk merapihkan penampilanmu itu! Kau tak mungkin datang dengan pakaian seragam dan juga tanpa berdandan sedikitpun kan? Tempat ini sudah aku sewa khusus untuk melayanimu. Jadi jangan membuatku kecewa dengan perubahan penampilanmu nanti!!” Ujar Sungmin seraya menarik lengan Minmi untuk masuk ke dalam Salon itu.

Setelah beberapa jam mereka habiskan di Salon itu, Minmi pun nampak sanat berbeda daripada tadi. “Humm… Ternyata seorang bebek buruk rupa sepertimu masih bisa menjadi seorang Angsa yang sangat cantik…” Puji Sungmin atau lebih tepatnya menyindir.

“Yak!! Mau cari mati denganku, Huh?!” Bentak Minmi kesal dan Sungmin pun hanya tertawa kecil saat mendengarnya. Tapi jika Sungmin tidak malu mengatakannya mungkin dia akan mengatakan jika Minmi memang terlihat cantik malam ini.

Di Tempat Konferensi Pers…

Sungmin dan Minmi pun akhirnya tiba dan beberapa ratus wartawan serta kameramen siap untuk mengambil berita yang terbaik juga hasil gambar yang terbaik. Mereka seakan tak ingin melewati semua moment ini. Sungmin memegang erat tangan Minmi yang kini terlihat gugup dan tak biasa dengan hal ini.

“Sebenarnya maksud saya mengadakan acara konferensi pers ini, Untuk meluruskan beberapa kejadian yang sedang beredar di media masa saat ini. Tentang hubunganku dengan seorang gadis yang bernama Cho Minmi… Sebenarnya… Dia adalah pacarku selama ini dan wanita yang berada di sampingku ini, Dialah gadis yang bernama Cho Minmi itu…” Jelas Sungmin sembari tersenyum ramah dan Minmi pun hanya mengangguk dan tersenyum ramah pada setiap wartawan yang kini sibuk memfotonya.

“Tapi, Bukankah… Ada foto yang beredar jika kalian itu sedang berciuman? Apa menurut kalian itu pantas di lakukan bagi seorang murid SMA seperti kalian?” Tanya salah satu wartawan itu.

Sungmin hanya tersenyum kecil saat mendengarnya. “Itu… Itu karena aku yang memaksa menciumnya. Karena, Aku terlalu menyukainya… Dan asal kalian tau, Kami mungkin akan bertunangan saat lulus SMA nanti…” Jawab Sungmin dengan santai.

“Dia… Dia kenapa terlihat sangat tampan saat ini, Dia seperti seorang malaikat yang mencoba melindungiku…” Gumam Minmi dalam batinnya tapi ia tersadar kembali saat ada kilatan beberapa cahaya dari kamera. “Ani… Ani… Jangan sampai aku terbius dengan sikap nya yang seperti ini!!” Gumam Minmi mantap.

“Apakah itu tidak terlalu cepat? Memangnya sejak kapan anda berpcaran? Dan Nona Minmi apakah kau tidak keberatan jika harus bertunangan di saat umur anda yang baru saja berusia sangat muda…” Tanya salah satu wartawan lagi.

“Eh?” Minmi terlihat gugup saat di tanyai seperti itu dan sejujurnya dia tidak pernah bisa berakting sedikitpun apalagi harus berbohong, Dia pasti tak mampu melakukannya.

Sungmin menengok pada Minmi yang terlihat bingung, Sungmin semakin mempererat pegangan tangannya dan tersenyum pada semua wartawan, “Tentu saja tidak… Kami memang belum berpacaran cukup lama… Saat itu aku tak sengaja bertemu dengannya di lorong sekolah.. Kami bertabrakan di tempat itu dan kami bertengkar cukup hebat saat itu tapi ntah mengapa saat itu aku menyukainya dan akhirnya kamipun menyadari perasaan masing-masing hingga akhirnya kita bisa membina hubungan ini…” Jelas Sungmin mantap dan menceritakan kejadian pertama kali mereka bertemu.

“Tunggu!! Kenapa dia menceritakan kejadian yang sebenarnya? Apa memang dia sudah menyiapkan jawaban-jawaban ini?” Gumam Minmi bingung tapi dia begitu salut dengan jawaban yang keluar dari mulut Sungmin. Itu seakan membuatnya menjadi senang dan satu lagi, Ntah mengapa ia merasa jika ini semua bukanlah kebohongan tapi kenyataan yang sebenarnya.

“Lalu, Apakah kalian berdua bisa menunjukkan kemesraan kalian lagi untuk kedua kalinya?” Tanya seorang wartawan lagi dan kini Sungmin hanya tersenyum sedangkan Minmi nampak terkejut dengan apa yang di dengarnya tadi.

“Tentu…” Jawab Sungmin singkat dan dengan cepat ia menarik wajah Minmi dan mencium pipi kanan Minmi dengan lembut sedangkan Minmi hanya terdiam dan terkejut dengan semua hal yang telah Sungmin lakukan ini.

“Whoaaaa….” Semua orang bersorak dan dengan cepat mengambil foto mereka berdua.

Di Rumah Siwon…

“Ririn…” Panggil Siwon manja dan mendekati Ririn yang sedang terduduk di sampingnya sembari membaca buku yang ntah buku apa itu.

Ririn tak menggubris panggilan Siwon itu dia tetap fokus pada buku yang sedang di bacanya itu. “Ririn…” Panggil Siwon lagi dengan nada yang lebih manja dan mulai  merebahkan kepalanya di bahu Ririn tapi Ririn segera menyingkirkan kepala Siwon dengan kasar dari bahunya itu.

“Hya!! Jadi kau marah saja padaku??” Ujar Siwon mulai terpancing emosi. Ririn hanya tetap diam dan karena Siwon sangat kesal dengan tingkah istrinya itu dia merebut buku itu dan melemparkannya ke sembarang tempat. “Yak, Choi Siwon!!” Bentak Ririn kesal tapi tanpa menunggu lama lagi Siwon langsung mencium bibir Ririn dengan paksa.

“Ehm.. Ehmm…”Ririn mencoba melepaskan ciuman Siwon ini namun ia bahkan tak mampu melakukannya. Kini nafsu dan gairah Siwon begitu meluap-luap dan tak mampu ia bendung lagi bahkan kini Ririn tak mampu memberontak sendikitpun.

“Cukup!!” Ujar Siwon melepaskna ciumannya dan melepaskan kemejanya seraya melempar kannya ke sembarang tempat. “Apa yang mau kau lakukan?” Tanya Ririn terkejut saat melihat Siwon yang seakan berbeda dari biasanya.

“Aku sudah tak mampu menahannya lagi!! Kau harus menangguk akibatnya…” Ujar Siwon dan ia pun segera memangku tubuh Ririn di bahunya sembari berjalan menuju kamar utama mereka. “Hya… Choi Siwon turunkan aku!!” Ujar Ririn namun Siwon tak menggubris dan ia hanya menutup pintunya rapat-rapat.

Di Tempat Lain…

“Haish!! Di mana buku diary ku itu? Aish?!! Aku tak dapat menemukannya!!” Gerutu Eunji kesal. Dengan senter yang menyala ddia mencoba mencari buku diary nya di kelas. Untung saja penjaga sekolah mengizinkannya masuk.

“Apa kau mencari ini?” Tanya seseorang yang tak lain adalah Eunhyuk dan kini tengah berdiri di belakang Eunji. Eunji segera berbalik dan nampak terkejut dengan apa yang kini di lihatnya. Buku yang ia cari sejak tadi kini ada di tangan Eunhyuk, “Kembalikan bukuku!!” Ujar Eunji mencoba merebutnya tapi Eunhyuk menghindari tangan Eunji.

“Apa benar yang kau tuliskan dalam buku ini?” Tanya Eunhyuk pelan. Eunji membulatkan kedua matanya, “Yak!!! Jadi kau membaca isi buku itu?!!! Kau tidak tau malu!! Tidak sopan!!” Bentak Eunji kesal dan mencoba merebut buku itu dari tangan Eunhyuk.

“Jawab pertanyaanku, Apa benar yang kau tulis ini?” Tanya Eunhyuk penasaran dan Eunji kini hanya diam seribu bahasa. “Itu bukan urusanmu!!” Bentak Eunji kesal dan kini ia mampu mengambil buku yang ada di tangan Eunhyuk itu lalu pergi begitu saja.

Eunhyuk hanya terdiam di tempat itu, Tak ada amarah ataupun caci makian yang keluar dari mulut Eunyuk untuk Eunji, Kini ia hanya terdiam membatu di tempat itu.

“Bodoh!! Bodoh!! Kenapa aku bisa teledor sampai seperti ini? Bagaiman jika dia sudah mengetahui semuanya sekarang?” Eunji menghardik dirinya sendiri dan terus berlari ke arah banguan Asrama yang berada tak jauh dari kelas mereka.

To Be Countinued….^^

 Ini Fanfic udah aku publish Sebelumnya di SJFF…

Iklan

11 thoughts on “Secret Campus (Part.12)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s