Secret Campus (Part.13)

Besok Harinya…

Miyoung nampak sibuk mencari buku yang ia butuhkan sekarang di perpustakaan tapi pencarian nya terhenti saat seseorang kini berada di hadapannya. “Kau lagi!!” Gerutu Miyoung kesal saat melihat orang itu hanya tersenyum padanya.

“Waeyo? Apa kau tidak suka melihatku?” Ujar orang itu dan tak lain adalah Hyorin. Miyoung menghela nafas dan menatap Hyorin dingin. “Miyoung, Bisakah kita bicara sebentar di luar sana?” Tanya Hyorin Songsaenim ramah dan ia pun pergi begitu saja.

“Hah…” Desah Miyoung sangat kesal dan segera mengikuti Hyorin dari belakang. Ternyata mereka berjalan menuju Halaman Belakang Sekolah yang sepi dan jarang di lewati murid. “Mau apa kau mengajakku ke tempat seperti ini?” Tanya Miyoung bingung.

Hyorin memberikan sebuah tas kecil pada Miyoung dan Miyoung terlihat bingung dengan semua ini, “Bukalah!” Ujar Hyorin dan Miyoung pun segera membuka tas kecil itu dan ternyata isi dalam tas itu adalah satu kotak makanan.

“Untuk apa ini??” Tanya Miyoung bingung. “Tentu saja untukmu, Kulihat akhir-akhir ini kau terlalu sibuk belajar dengan temanmu yang bernama Zhoumi itu dan kau terlihat kurus sekali sekarang…” Jawab Hyorin santai.

“Aku tidak membutuhkan ini!!” Ujar Miyoung dingin dan memberikan tas itu lagi pada Hyorin. “Kenapa kau bertingkah seperti ini? Aku tidak menyukainya!! Dan jangan pernah berharap aku bisa mengikuti keinginanmu itu, Aku tau kau ingin menghancurkan sekolah ini untuk balas dendam kan? Tapi jangan harap aku mau melakukannya!!” Ujar Miyoung ketus.

Hyorin hanya terdiam dan tersenyum pahit pada Miyoung, “Aku tau, Aku mengerti jika kau tak mau membantuku!! Aku tau jika kau sudah di bodohi dengan tingkah semua orang yang seakan bersikap baik ini?!! Kau tau kan jika semua hal yang terjadi pada kita ini karena ulah orang yang telah memabngun sekolah ini!!” Ujar Hyorin mulai meninggikan suaranya.

“Aku tidak peduli!! Menurutku yang menghancurkan keluarga kita itu bukanlah orang luar. Melainkan orang dalam… Dia adalah kakakku sendiri. Lee Hyorin…” Jawab Miyoung dingin dan tak berekspresi sedikitpun.

“Mwo? Jadi kau masih saja mengingat kejadian itu? Miyoung… Kau tau kan jika semua ini salah orang itu, Orang yang telah membangun sekolahan ini!! Itu awal penyebab dari kerusakan keluarga kita ini!!” Ujar Hyorin emosi dan setiap katanya dia semakin meninggikan suaranya.

“Aniyo, Mereka tidak salah sama sekali. Semua ini takkan terjadi jika kau harus pergi ntah kemana dan menghilang meninggalkan Aku, Appa dan Umma. Dan apa kau tau jika mereka itu sangat sedih saat kau harus pergi menghilang ntah kemana, Kau tak memberikan kabar pada kita semua. Bahkan di saat Umma dan Appa meninggal kau hanya datang saat pemakaman mereka, Kau tidak mengatakan sepatah katapun padaku dan kau tidak menetes kan air matamu sedikitpun di saat kematian Appa dan Umma… Setelah itu kau hanya memberikan ku uang dan pergi meninggalkan ku kembali. Selama ini kau tak pernah kembali atau mencoba menghubungiku!! Apa kau mengerti bagaimana perasaanku saat itu? Apa kau tau seberapa besar rasa sakit yang aku rasakan saat itu? Apa kau tau aku sangat kehilangan dan kesepian saat itu?! Apa kau tau itu, Huh?!!” Bentak Miyoung panjang lebar dan kini kedua matanya mulai berkaca-kaca.

Hyorin terdiam dan tak mengatakan sepatah katapun, “Kau tak berhak kembali ke dalam kehidupanku!! Kau tak berhak membuat hidupku hancur lagi!! Dan jika kau membalas dendampun kedua orang tua kita takkan pernah hidup kembali, Areo?!!” Bentak Miyoung dan kini air matanya pun mengalir dari sudut matanya.

“Sudah kubilang… Semua ini bukan salahku Miyoung… Ini semua kesalah keluarga itu!!” Ujar Hyorin dingin.

“JANGAN KATAKAN LAGI!! Jangan menyalahkan orang lain di saat kau sudah benar-benar terjepit!! Kaulah penyebab Appa dan Umma meninggal!! Kaulah yang membiarkan aku sendiri di tempat ini tanpa ada seorangpun yang menjagaku!! Sebenarnya kaulah yang menghancurkan keluarga ini, Bukan orang lain!! Kaulah yang menghancurkan semua ini!!” Bentak Miyoung sudah sangat emosi dan dengan nada yang sangat tinggi.

“Miyoung!!” Bentak Hyorin sudah lepas kendali dan ia melayangkan tangannya bersiap untuk menampar wajah Miyoung tapi seseorang menepis tangannya. “Kau!!” Ujar Hyorin terkejut dan orang itu pun mengibaskan tangan Hyorin.

“Mianhe, Songsaenim jika aku terlalu ikut campur atau tidak sopan karena telah memperlakukan mu seperti ini. Tapi jika kau menampar seorang siswi tanpa ada alasan itu namanya penyiksaan dalam sekolah, Anda pasti tau itu kan?” Ujar Zhoumi dengan wajah yang serius dan berdiri tepat di depan Miyoung.

“Aku tau itu, Tapi lebih baik kau tak perlu ikut campur!! Ini adalah urusan pribadi…” Ujar Hyorin dengan sinis.

“Songsaenim… Aku adalah seorang ketua osis di sekolah ini dan aku juga adalah sahabat Miyoung… Jadi mana mungkin aku membiarkan anda menampar sahabatku sendiri?” Ujar Zhoumi dan Miyoung memandangnya dengan tatapan tak percaya.

“Cih, Anak bawang sepertimu ingin melawanku!! Dengar Zhoumi, Aku tau kau adalah adik dari Hankyung. Tapi jangan harap aku bisa membautmu terbebas dari hukumanku!!” Ujar Hyorin tajam.

“Aku sama sekali tidak takut dengan hukuman anda itu. Yang saya takutkan adalah jika anda berubah menjadi seorang Kakak yang tak memiliki hati dan kasih sayang pada adiknya hanya karena termakan nafsu untuk membalas dendam…” Jawab Zhoumi dengan santai.

Hyorin membulatkan kedua matanya dan wajahnya terlihat kesal saat mendengar ucapan Zhoumi tadi. “Jaga ucapanmu!!” Ujar Hyorin dengan nada yang tinggi dan segera berbalik untuk pergi meninggalkan mereka berdua.

“Songsaenim…” Ujar Zhoumi dan Hyorin pun menghentikkan langkahnya tanpa berbalik. “Jika aku memberimu sebuah pilihan antara kau harus memilih adikmu bahagia atau kau tetap akan balas dendam dan membuat semua orang terluka termasuk adikmu sendiri. Mana yang akan kau pilih?” Tanya Zhoumi dan Hyorin hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun.

“Aku yakin jawabanmu adalah memilih adikmu untuk bahagia… Aku tau jika sebenarnya kau tak ingin membalas dendam kan? Kau hanya membohongi dirimu sendiri selama ini. Aku yakin kau bukanlah orang yang pendendam…” Ujar Zhoumi sopan.

Tanpa berbalik Hyorin menjawab, “Aku akan memilih untuk balas dendam meskipun harus mengorbankan satu orang yang kusayang…” Jawabnya dengan nada dingin.

Zhoumi tersenyum kecil, “Itu bukanlah jawaban yang sebenarnya ingin kau katakan kan? Karena aku bisa tau itu dari nada suaramu… Songsaenim, Balas dendam bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan sautu masalah…” Ujar Zhoumi santai.

Hyorin tak menjawab ucapan Zhoumi dan ia melanjutkan langkahnya meninggalkan mereka berdua, Tapi tanpa Zhoumi dan Miyoung sadari. Kini Hyorin mulai meneteskan air matanya dan nampak kesedihan yang mendalam terlihat begitu jelas di wajahnya itu.

“Gomawo…” Ujar Miyoung pelan dan Zhoumi pun berbalik sembari tersenyum pada Miyoung. “Aku takkan membiarkanmu bersedih lagi…” Ujar Zhoumi sembari mengusap air mata Miyoung dengan kedua ibu jarinya.

Tapi itu malah membuat Miyoung semakin menangis, Miyoung jatuh dalam pelukan Zhoumi dan menangis tanpa bersuara. Zhoumi menepuk-nepuk punggung Miyoung dengan lembut dan membelai lembut rambutnya. “Menangislah sepuasmu… Aku siap menjadi tempatmu bersandar di saat sedih dan ingin menangis…” Ujar Zhoumi lembut dan Miyoung hanya tetap menangis dalam pelukan Zhoumi.

“Haneul… Gwenchana?” Tanya Yoora pada sahabatnya itu dan Haneul hanya mengangguk pelan. “Akhirnya aku dapat melihat Miyoung yang rapuh kembali…” Ujarnya pelan dan segera memeluk Yoora.

Ternyata sejak kejadiaan awal tadi, Yoora dan Haneul tak sengaja melihat hal itu. “Tapi setidaknya kini Miyoung sudah memiliki Zhoumi tempatnya untuk bersandar…” Ujar Yoora bijaksana dan Haneul pun mengangguk sembari tersenyum.

“Ternyata Miyoung dan Zhoumi sengaja menyembunyikan semua ini pada kita… Tapi baguslah jika Zhoumi mampu menjaga Miyoung sekarang…” Ujar Haneul tenang dan Yoora pun mengangguk setuju.

“Oh yah, Haneul ada yang ingin aku katakan padamu…” Ujar Yoora malu-malu. “Apa?” Tanya Haneul penasaran. “Aku… Aku sedang menyukai seseorang…” Jawabnya malu-malu.

“Mwo? Nugu?” Tanya Haneul semangat dan semakin penasaran tapi Yoora hanya menggeleng pelan dan segera berjalan cepat meninggalkan Haneul. “Hya, Kwon Yoora! Katakan siapa orang yang kau sukai itu?” Tanya Haneul penasaran dan berlari kecil mengejar Yoora yang kini berada cukup jauh dengannya.

Di Kantin Sekolah…

“Hey…” Sapa Kibum pada seorang gadis yang sedang duduk sendiri menyantap makanannya sembari sesekali mengecek email masuk yang ada di laptopnya.

“Oh, Hay…” Jawab Orang itu yang tak lain adalah Bora.

“Apa aku mengganggumu?” Tanya Kibum merasa tak di anggap. “Ah?? Ani… Kau sama sekali tidak menggangguku ko…” Jawab Bora santai dan segera menutup laptopnya. “Oh, Yah… Namamu Kim Kibum kan??” Tanya Bora penasaran dan Kibum pun mengangguk pelan.”Waeyo?” Tanya Kibum heran.

“Ani… Namamu hanya mirip dengan seseorang yang aku kenal di Via Internet…” Jawab Bora ramah dan tersenyum pada Kibum. “Via internet? Jinja??” Tanya Kibum penasaran.

“Ehm… Nama Nick Namenya adalah Killer Smile…” Jawab Bora semangat dan seketika membuat Kibum yang sedang minum itu tersedak saat mendengarnya. “Waeyo? Gwenchana?” Tanya Bora heran saat melihat reaksi Kibum yang seperti itu.

“Ah, Gwenchana… Ehm… Sepertinya aku harus menemui temanku sebentar. Aku pergi duluan… Annyeong…” Ujar Kibum berpamitan pada Bora dan bergegas pergi dari tempat itu.

“Kenapa dengan orang itu? Aneh sekali?” Ujar Bora bingung tak mengerti dengan sikap Kibum yang terbilang memang cukup aneh.

##########

“Ichul… Wookie…” Teriak Kibum menghampiri kedua sahabatnya itu di tempat rahasia mereka. “Waeyo?” Tanya mereka berdua heran dan secara bersamaan.

“Aku… Aku menemukan gadis itu… Gadis yang bernama Kim Bora itu…” Jawab Kibum bersemangat dan sangat senang.

“Boe??” Heechul dan Ryeowook nampak terkejut dan lagi-lagi mereka mengucapkan hal yang sama secara bersamaan. Kibum pun mengangguk semangat, “Dia adalah gadis bernama Kim Bora di kelas 2A… Kau pasti mengenalnya kan Heechul…” Ujar Kibum senang.

“Ah… Jadi benar jika dia itu memang Bora yang sering chatting denganmu itu, Kupikir bukan. Ternyata memang benar yah…” Ujar Heechul sembari mengangguk pelan.

“Eh? Jadi kau sudah menyadarinya dari awal?” Tanya Ryeowook heran dan Heechul pun mengangguk mantap. “Aish!! Kenapa kau tidak bilang saja sih?!!” Ujar Kibum kesal saat mendengar jawaban Heechul tadi tapi Heechul hanya tersenyum lebar.

“Apa kau menyukai gadis itu?” Tanya Ryeowook penasaran. “Ntahlah… Yang aku rasakan saat ini hanya senang karena akhirnya aku bisa menemukannya…” Ujar Kibum senang.

“Lalu, Apa dia sudah mengetahuimu? Atau kau sudah mengatakan padanya?” Ujar Ryeowook lagi. Dan kali ini wajah Kibum seketika berubah menjadi murung dan dia pun menggeleng pelan.

“Boe?? Jadi dia belum mengetahuimu?! Aish!! Bodoh!! Harusnya kau bilang padanya!!” Ujar Heechul semabari melemparkan buku pada Kibum.

“Hya, Aku malu tau!! Aku masih belum berani mengakui aku jika aku adalah orang si Killer Smile itu!!” Jawab Kibum sembari merenggut kesal dan murung dan kedua temannya itu hanya menggeleng pelan.

Akhirnya Bel Pulang Sekolah pun tiba, Tapi kini hujan turun dengan derasnya sehingga masih banyak sebagian murid diam di dalam kelas menunggu hujan reda dan ada juga yang langsung pergi ke Ruang Asrama.

Eunji berjalan sendiri dan di tengah perjalananya, Langkahnya terhenti saat melihat Eunhyuk berdiri di hadapannya. “Minggir!!” Ujarnya ketus tapi Eunhyuk tetap saja berdiri di hadapan Eunji, beberapa kali Eunji mencoba untuk melangkah pergi tapi Eunhyuk selalu saja menghalanginya. “Yakk!! Ku bilang minggir!!” Ujar Eunji kesal dan sangat emosi.

“Kau masih belum menjawab pertanyaanku itu, Apakah benar yang kau tulis di dalam buku diary mu itu?” Tanya Eunhyuk penasaran dan Eunji menatapnya dingin.

“Jika yah?? Kenapa? Apa kau akan menertawakanku sekarang, Huh?!!” Ujar Eunji sedikit meninggikan suaranya.

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” Ujar Eunhyuk serius.  “Untuk apa??Apa agar aku bisa melihatmu menertawakanku dengan puas?!” Ujar Eunji kesal dan segera mendorong tubuh Eunhyuk lalu bergegas pergi ke luar sekolah.

Eunhyuk segera berlari mengejarnya dan kini kedua orang itu pun basah kuyup karena hujan yang deras sedang turun. “Berhenti!! Yakk, Kau berhenti!! Cho Eunji!!” Teriak Eunhyuk dan Eunji pun langsung menghentikkan langkahnya seraya berbalik pada Eunhyuk.

“Kenapa kau pergi di saat aku belum selesai berbicara padamu?!!” Ujar Eunhyuk dengan nada yang cukup tinggi. “Sudahlah, Lebih baik kita kembali ke dalam kelas. Hujannya sangat deras…” Ajak Eunhyuk seraya memegang tangan Eunji tapi Eunji segera menepis tangannya.

“Jangan pernah menyentuhku!!” Ujar Eunji dengan dingin. “Yakk!! Choi Eunji!! Apa kau ingin sakit huh?!!” Ujar Eunhyuk sangat emosi.

“Apa kau tau… Ini adalah kali pertama kau memanggilku dengan sebutan namaku… Selama ini kau tak pernah memanggilku dengan nama ini dan apa kau merasakan perasaanku ini. Rasanya sakit jika aku harus mendengarnya, Jadi jangan pernah dekati atau memanggil namaku lagi!!” Ujar Eunji dan terlihat dari wajahnya yang nampak sedih.

Eunji berbalik dan berlari meninggalkan Eunhyuk sedangkan Eunhyuk kembali terpaku di hujan selebat itu. “Apa benar ini adalah pertama kalinya aku memanggil namanya?” Ujar Eunhyuk dalam batinnya dan tetap terpaku dalam derasnya hujan.

2 Bulan Kemudian…

Hari berlalu dengan cepat dan sebentar lagi Kelas Asrama ini pun akan berakhir di tambah lagi mereka akan menghadapi ujian kenaikan kelas sebentar lagi. Dan semenjak kejadiaan waktu itu Miyoung dan Zhoumi semakin dekat dan Miyoung semakin giat belajar.

“Baiklah, Sampai di sini akhir pembelajaran kita…” Ujar Sungyoung Songsaenim dan segera pergi dari kelas 2C. “Miyoung… Bisa kau ikut aku sebentar?” Tanya Sungyoung Songsaenim dan Miyoung pun mengangguk pelan.

“Eh, Ada apa dengan Miyoung? Bukankah dia tidak pernah berbuat masalah lagi?” Tanya Yoora heran sedangkan Haneul hanya menggeleng bingung.

Di Ruang Kepala Sekolah…

“Miyoung… Ini ada yang ingin ku berikan padamu…” Ujar Siwon seraya menyerahkan sepucuk surat padanya. “Apa ini?” Tanya Miyoung heran dan tak mengerti.

“Itu dari Hyorin. Dia memberikannya padaku saat kemarin malam, Termasuk surat pengunduran dirinya dari sekolah ini…” Jawab Siwon santai. “Boe?? Kenapa dia meninggal kan surat padaku? Aku tidak membutuhkannya!” Ujar Miyoung seketika berubah dengan dingin.

“Miyoung, Bacalah dulu isi surat itu… Lagipula itu pengganti surat perpisahan dari Kakakmu dia akan kembali ke Inggris hari ini…” Ujar Hankyung ramah dan Miyoung pun hanya terdiam dan akhirnya membuka isi surat itu.

Seketika wajah Miyoung mulai nampak murung dan tanpa ia sadari air mata mulai menetes dari matanya. “Kejarlah kakakmu selagi kau bisa, Pesawatnya akan terbang sebentar lagi…” Ujar Ririn sembari menepuk pundak Miyoung lembut.

“Zhoumi, Antarkan Miyoung sekarang ke bandara…” Ujar Hankyung dan memberikan kunci mobil pada Zhoumi. Zhoumi pun hanya mengangguk pelan dan ia mendekati Miyoung. “Aku tidak akan pergi!” Jawab Miyoung pelan.

“Eh? Waeyo?” Tanya Ririn Songsaenim penasaran.

“Pokoknya aku takkan pergi!!” Ujar Miyoung singkat.

“Kau yakin? Miyoung, Jika kau tidak pergi untuk melihatnya sekarang. Kau akan menyesal, Dan asal kau tau… Kakakmu berjanji takkan jadi menutup sekolah ini, Dia sadar jika ini adalah tempat terbaikmu…” Ujar Siwon dan Miyoung pun segera menatapnya tak percaya.

“Pergilah Miyoung…” Bujuk Semua orang yang ada di ruangan itu dan Miyoung pun segera menarik lengan Zhoumi. “Antarkan aku sekarang Zhoumi!” Ujar Miyoung sembari berlari cepat dan menarik lengan Zhoumi.

“Tentu…” Jawab Zhoumi singkat.

“Hah… Akhirnya masalah di sekolah ini selesai juga…” Ujar Siwon merasa lega dengan semua masalah yang telah selesai ini.

“Yah… Setidaknya kini Hyorin sudah menyerah…” Ujar Ririn merasa ikut lega juga.

“Dari awal aku yakin jika dia itu memang tak bermaksud jahat pada kita, Dia hanya termakan dengan emosi balas dendam pada dirinya…” Ujar Sungyoung bijaksana.

“Kalian ini, Masalah belum selesai!! Minggu depan kan semua siswa-siswi di sekolah ini ujian. Apa kalian lupa dengan hal itu? Bagaimana jika semua murid tidak mendapatkan nilai yang sempurna…” Ujar Kangin dan wajah mereka pun kembali murung.

“Kau benar!! Hampir saja aku lupa akan hal yang satu itu…” Ujar Hankyung murung.

“Tapi aku yakin tahun ini semua siswa-siswi akan berhasil dan mendapatkan nilai terbaik pada ujian kali ini…” Ujar Ririn yakin dan mantap dan mereka semua hanya mengangguk pelan.

To Be Continued…

 Ini Fanfic udah aku publish Sebelumnya di SJFF…

Iklan

10 thoughts on “Secret Campus (Part.13)

  1. bnrkah hyorin gx jd bls dendam atw ini cm akal2nny aj biar yg lain lengah n dy dg mdh mnghncrkn mrk,huft q hrp hyorin bnr2 brubah.lnjut bc ah^^

  2. Akhir’a 1 mslh slesai…..
    Tp msh byk prmasalahan lain yg blm trselesaikan….
    zhoumi keren bgt pas nglindungin miyoung… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s