Secret Campus (Part.14)

 Hari Terakhir Kelas Asrama…

“Hmm… Ini hari terakhir yah?? Adi sebentar lagi kau tak perlu susah payah membantuku dalam belajar. Dan kau tak perlu membangunkanku lagi saat pagi hari…” Ujar Miyoung pelan sembari menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya lembut.

Zhoumi hanya mengangguk pelan. “Dan kau tak perlu memusingkan aku lagi, Kini aku takkan menangis di hadapanmu lagi…” Ujar Miyoung lagi dan kini ia melirik Zhoumi yang sejak tadi hanya terdiam. “Hya, Kenapa kau diam saja sejak tadi?” Tanya Miyoung sembari menyikut Zhoumi pelan.

“Ah? Aniyo… Aku hanya sedang malas mengatakan apapun… Oh yah, Ini suratmu yang tertinggal saat di Bandara waktu itu. Kau terlalu bersemangat mengejar Hyorin Songsaenim sampai kau lupa pada suratmu ini…” Ujar Zhoumi sembari menyerahkan surat yang dulu. Miyoung membuka surat itu perlahan dan membacanya kembali.

Miyoung… Maafkan aku…

Aku tau, Jika selama ini aku salah padamu…

Aku terlalu mementingkan perasaanku sendiri dan sejujurnya…

Aku tak mampu menerima semua kenyataan ini…

Aku tak mampu menerima jika kita telah jatuh bangkrut dan kedua orang tua kita harus menderita stres berat…

Selama ini aku selalu berpikir jika semua kehancuran ini penyebabnya adalah orang itu…

Tapi kini aku sadar jika aku lah penyebab semua kehancuran ini…

Andai aku mampu memutar waktu, Aku takkan lari dari semua kenyataan ini…

Aku pasti akan selalu bersama dengan kalian semua dan mungkin keluarga kita takkan seperti ini…

Maafkan aku Miyoung, Aku pergi tanpa berpamitan padamu terlebih dahulu…

Maafkan aku Miyoung… Maafkan aku…

Miyoung merobek-robek surat itu dan tersenyum kecil, Zhoumi hanya melihatnya bingung. “Aku sudah melupakan hal ini… Lagipula orang itu tetap ada di sini kan…” Ujar Miyoung sembari tersenyum kecil.

Zhoumi membelai rambut Miyoung lembut, “Akhirnya aku bisa melihatmu tersenyum. Dan bukan menangis lagi…” Ujar Zhoumi lembut dan Miyoung hanya terdiam tak percaya dengan ucapan Zhoumi tadi.

“Miyoung…” Panggil Yoora dan Haneul secara bersamaan dan Miyoung pun menengok seraya melambaikan tangannya. “Zhoumi, Aku kesana dulu yah…” Ujar Miyoung dan berlari cepat menghampiri Haneul dan Yoora.

“Apa kau yakin mampu melepaskannya?” Tanya seorang wanita dari belakang Zhoumi dan Zhoumi pun berbalik pelan. “Songsaenim…” Ujarnya terkejut dan tak lain dia adalah Hyorin yang ternyata tak jadi pergi karena saat itu Miyoung dan Zhoumi berhasil menghentikannya di Bandara saat itu.

“Apa kau yakin bisa melepaskan adikku itu? Apa kau tidak mencintainya? Jika aku perhati kan justru kau sangat sedih jika Miyoung benar-benar takkan berada di sisimu…” Ujar Hyorin sembari berdiri di samping Zhoumi.

“Apa yang anda katakan? Aku tidak mengerti?” Tanya Zhoumi sembari tersenyum pahit dan berpura-pura tak mengerti. “Sudahlah, Jangan berbohong padaku! Sorot matamu padanya sangat berbeda sekali, Aku tau jika kau mencintainya. Dan asal kau tau, Miyoung sebelum nya tidak pernah bisa bergantung pada seseorang jika Miyoung tak menganggapnya sebagai orang yang dia percaya. Berarti iu artinya Miyoung percaya padamu dan aku yakin Miyoung juga pasti menyukaimu…” Ujar Hyorin panjang lebar dan sukses membuat Zhoumi terdiam.

“Ah, Lebih baik aku pergi ke ruang guru saja. Masih banyak yang harus aku urus….” Ujar Hyorin sembari beranjak pergi. “Zhoumi, Ingatlah perkataanku ini. Kau akan menyesal jika kau tak menyampaikan perasaanmu itu pada Miyoung….” Ujar Hyorin pelan dan melangkah kan kakinya perlahan meninggalkan Zhoumi yang tetap terdiam.

##########

“Hah… Besok adalah pengumuman hasil ujian kita kemarin kan? Bagaimana hasilnya yah?” Ujar Hyowon sembari menghela nafasnya.

“Molla…” Jawab Haejin singkat sembari menikmati snack yang ada di tangannya itu. “Kau sih tidak perlu kuatir lagi, Secara kau ini selalu mendapat peringkat pertama dalam kelas. Jadi sudah pasti kau lulus dalam ujian ini…” Ujar Hyowon sembari memajukkan bibirnya.

“Hahahaha… Bagaimana jika juga lulus? Aku yakin kau pasti lulus, Selama ini kau kan sudah berjuang mati-matian…” Ujar Haejin sembari tertawa kecil. “Oh yah, Mana Minmi?” Tanya Haejin bingung.

“Tadi katanya dia harus datang ke acara pemotretan Sungmin. Yah… Maklum saja mereka berdua kan sedang menjadi berita terpanas akhir-akhir ini sebagai pasangan artis terserasi…” Ujar Hyowon menjelaskan dan Haejin pun mengangguk mengerti.

Di Tempat Pemotretan Sungmin…

“Untuk apa sih kau membawaku ke tempat seperti ini? Aku kan sudah bilang sebelumnya, Jika aku tidak suka tempat seperti ini…” Bisik Minmi pada Sungmin karena saat ini ada beberapa wartawan yang memfoto mereka berdua.

“Sudahlah… Ikuti saja, Lagipula kau ini kan pacarku. Jadi wajar saja jika kau ada di mana aku berada… Hehehe” Jawab Sungmin sembari tertawa kecil dan berbisik pelan juga. Minmi hanya tersenyum pahit pada wartawan dan menahan kesalnya yang seakan ingin meledak.

Sedangkan di Tempat Lain…

Eunji masuk ke dalam Kolam Renang dalam sekolah itu, Tapi matanya membulat ketika dia melihat Eunhyuk berdiri di pinggir kolam. “Mau apa kau ke sini? Bukankah tempatmu dance itu di ruangan sebelah?” Ujar Eunji dengan dingin.

“Ada yang ingin aku katakan padamu… Kenapa selama beberapa bulan ini kau menghindari ku. Apa kau malu bertemu denganku? Atau kau marah padaku?” Ujar Eunhyuk penasaran

Eunji terdiam dan hanya menatap tempat lain. “Aku sudah bilang padamu kan jika kau harus menjauhiku!” Ujar Eunji dingin dan tak mampu menatap wajah Eunhyuk sedikitpun.

“Kenapa? Apa karena kau marah padaku? Aku tau aku salah. Tapi… Kenapa kau tidak bilang jika kau adalah Eunji sahabatku saat kecil dulu, Huh?!” Eunhyuk mulai meninggikan nada suaranya dan membuat Eunji terkejut. “Dan kenapa kau tidak bilang jika kau mencintai ku? Kenapa?!! Kenapa kau tidak mengatakan semua ini padaku dan malah menyembunyikannya padaku!! Apa kau tau aku sudah mencarimu sejak dulu? Aku rindu pada sahabat kecilku yang selalu aku lindungi setiap saat!!” Ujar Eunhyuk dengan nada membentak.

“Hentikkan itu!! Aku sudah melupakannya. Apa kau tau sejak dulu aku menyukaimu dan mengagumi? Tapi kau selalu saja menyebutku sebagai sebagai seorang ikan!! Aku tau mungkin kau hanya bercanda saat itu tapi apa mengerti perasaan seorang anak kecil saat berusia 10 tahun, Huh?!” Ujar Eunji sudah mulai emosi.

“Eunji…” Ujar Eunhyuk terkejut saat melihat kedua mata Eunji mulai berkaca-kaca. “Jangan panggil namaku!!” Ujar Eunji meninggikan nada suaranya dan menepis tangan Eunhyuk yang mencoba memegang tangannya.

“Aku hanya bercanda saat itu Eunji. Dan sejujurnya aku juga menyukaimu saat masih kecil, Aku selalu mengejekmu pun agar kau selalu memperhatikanku dan kau akan tetap berada di sampingku. Tapi nyatanya kau pergi ke Luar Negeri dan saat kau kembali kemari aku sama sekali tak mengenalimu bahkan kau pun tak menyapaku sedikitpun dan bahkan kau tak mengatakan jika kau mencin…”

PLAKK!! Ucapan Eunhyuk terhenti saat Eunji menampar wajahnya dengan cukup keras dan membuatnya tersentak terkejut. “CUKUP!! Aku tidak ingin mendengarkan kata-katamu lagi!!” Ujar Eunji dengan dingin dan hendak berbalik untuk pergi dari tempat itu.

Tapi Eunhyuk menarik lengannya dan Eunji menepis tangannya dengan cukup kuat hingga membuat mereka berdua kehilangan keseimbangan dan BYURR!! Mereka berdua terjatuh ke dalam kolam renang yang tingginya hanya sebatas dada mereka berdua. “Bodoh!! Dasar kau manusia bodoh!!” Ujar Eunji sembari memukuli dada Eunhyuk dengan cukup keras.

Eunhyuk memegang kedua tangan Eunji dan dengan cepat Eunhyuk menarik Eunji dalam pelukannya seraya mencium bibirnya dengan lembut hingga membuat Eunji terkejut dan membulatkan kedua matanya.

“Apa yang kau lakukan?” Ujar Eunji mendorong tubuh Eunhyuk tapi Eunhyuk hanya terdiam dan menatap Eunji yang masih terkejut dengan perlakuannya tadi. “Menjijikan!!” Ujar Eunji dan hendak untuk naik ke atas Kolam Renang.

“Saranghae, Eunji…” Ujar Eunhyuk dengan nada yang cukup lantang dan membuat Eunji terdiam. “Saranghaeyo…” Ujar Eunhyuk lagi dan Eunji pun berbalik untuk menatapnya.

“Saranghaeyo… Cheongmal Saranghaeyo…” Ujar Eunhyuk lagi dan mendekati Eunji seraya memeluknya dengan lembut dan lagi-lagi Eunji haya terdiam dan tak mampu berkutik.

“Nado Saranghae, Eunhyuk…” Gumam Eunji dalam batinnya.

Di Depan Gerbang Sekolah…

“Kapan orang itu datang yah?” Tanya Bora dalam batinnya sembari melirik jam tangannya sesekali. Kali ini Bora akan bertemu dengan orang yang bernama ‘Killer Smile’ itu. Mereka berdua berjanjian depan gerbang sekolah ini.

“Annyeong…” Ujar Kibum yang tiba-tiba ada di samping Bora. “Eh? Kamu lagi… Kenapa ada di sini?” Tanya Bora bingung.

“Itu… Sebenarnya.. Aku.. Aku adalah… Aku…” Kibum terlihat sangat gugup saat akan mengatakannya bibirnya terasa kaku saat ingin mengatakan sesuatu pada Bora.

“Yah?? Kenapa?” Tanya Bora heran dan bingung menantikan kata-kata Kibum yang tak kunjung selesai. “Aku… Aku adalah…” Kibum terlihat sangat takut dan sulit untuk mengatakan hal itu.

“Kau ini sebenarnya mau bicara apa? Jika kau memang tak ada urusan denganku. Aku harus segera pergi, Aku punya janji dengan seseorang…” Ujar Bora dan Kibum pun nampak bingung harus menjawab apa. Karena Bora sudah terlihat kesal dia pun hendak pergi dari tempat itu.

“Aku adalah orang yang memakan NickName Killer Smile itu!!” Teriak Kibum dan Bora pun menghentikkan langkahnya seraya berbalik. “Boe?? Jinja?? Kau tidak berbohong padaku kan?” Ujar Bora sembari mendekati Kibum dan Kibum pun mengangguk pelan dan malu.

“Maaf sebelumnya aku tidak mengatakannya padamu. Aku juga baru menyadari jika kau adalah Kim Bora yang aku kenal lewat chatting itu saat kau mengatakan jika kau memiliki kenalan yang bernama ‘Killer Smile’…” Jelas Kibum gugup.

Bora terlihat terkejut dengan apa yang di katakan Kibum tadi, Ia tak dapat mempercayai dengan apa yang di dengarnya tadi. Ternyata orang yang selama ini selalu membuatnya penasaran setengah mati itu kini ada di hadapannya dan bahkan orang itu selalu ada berada di dekatnya selama ini. “Bora, Apakah kau kecewa saat mengetahui jika aku adalah orang yang bernama ‘Killer Smile itu?” Tanya Kibum gugup.

“Aniyo… Mana mungkin aku kecewa… Justru aku senang bisa bertemu denganmu. Kyaaa…” Bora langsung memeluk Kibum karena senang bisa bertemu dengan orang yang selama ini di carinya.

Kibum nampak terkejut dengan hal ini, “Ah, Mianhe… Aku terlalu senang sampai memelukmu…” Ujar Bora melepaskan pelukannya dan wajahnya nampak memerah.

“Gwenchana…” Jawab Kibum sembari tersenyum kecil dan terlihat malu juga.

“Hya, Kau dapat foto mereka berdua?” Bisik Heechul pelan. “Tentu saja…” Jawab Ryeowook dan ternyata sejak tadi mereka berdua mengamati Kibum dan Bora. Mereka takut jika Kibum tak mampu mengatakannya dan merekapun terpaksa akan turun tangan tapi nyatanya mereka berdua salah kira bahkan kini Kibum sepertinya akan pergi dengan Bora.

Malam pun tiba…

“Haejin, Aku ingin keluar sebentar untuk mencari angin… Apa kau tak ingin ikut?” Tanya Hyowon sembari memakai jaketnya.

“Ani… Aku ingin merasakan kamar ini untuk terakhir kalinya… Hehehe” Haejin merebah kan tubuhnya di ranjang yang selama ini selalu ia gunakan untuk tidur selama mereka menjalani kelas Asrama dan karena besok mereka takkan berada di Asrama ini lagi.

“Baiklah kalau begitu, Aku keluar dulu yah…” Ujar Hyowond dan bergegas pergi meninggal kan Haejin yang asyik mendengarkan lagu dari Mp3nya.

Di Tempat Lain…

Hyowon terdiam di halaman depan Asrama mereka. Ia terduduk santai di sebuah kursi panjang sembari menikmati angin yang berhembus perlahan dan cukup menyegarkan dirinya. “Sedang apa kau di sini?” Tanya seseorang yang ada di hadapan Hyowon sekarang dan orang itupun duduk di samping Hyowon.

“Yesung Songsaenim…” Ujar Hyowon terkejut. Yesung hanya tersenyum padanya dan kembali menatap langit. “Apa kau tidak takut diam di tempat sepi seperti ini sendirian? Kau ini kan seorang gadis.. Apa kau tidak takut ada orang yang akan berbuat macam-macam padamu?” Tanya Yesung ramah tapi Hyowon hanya dapat terdiam dan tetap memandang Yesung lekat.

“Hey, Aku bertanya padamu Gadis Kecil?!” Ujar Yesung sembari menjetikkan jarinya di hadapan wajah Hyowon dan seketika membuatnya membuyarkan lamunannya.

“Eh, Yah? Tadi Oppa.. Ani.. Maksudku Songsaenim bertanya apa padaku?” Tanya Hyowon bingung dan Yesung pun yang melihatnya seperti itu tertawa kecil.

“Sudahlah, Panggil aku Oppa saja jika sedang di luar jam pelajaran seperti ini…” Ujar Yesung sembari membelai lembut rambut Hyowon dan seketika wajah Hyowon pun memerah. “Oh iyah, Aku punya satu hadiah untukmu… Ini, Bukalah…” Yesung memberikan sebuah kotak kecil dan Hyowon pun membukanya.

“Itu namanya gelang keberuntungan. Aku mendapatkannya saat berjalan-jalan di pusat kota kemarin. Walaupun ini bukan gelang keberuntungan sungguhan tapi setidaknya ini cocok jika kau yang mengenakannya…” Ujar Yesung lembut dan kembali tersenyum pada Hyowon yang lagi-lagi terdiam.

“Jadi, Ini untukku?” Tanya Hyowon tak percaya dan Yesung pun mengangguk. “Tentu saja. Sini biar aku yang pakaikan…” Ujar Yesung dan dia pun memakaikan gelang cantik itu di lengan Hyowon. “Benarkan, Cocok sekali jika kau yang memakainya…” Ujar Yesung sembari tersenyum manis.

“Oppa…” Ujar Hyowon tak mampu lagi menahan getaran yang begitu terasa sangat kencang di dalam dadanya saat ini. “Hyowon… Jika kau sudah besar nanti maksudku jika kau sudah menjadi seorang wanita yang sesungguhnya maukah kau menjadi pengantinku?” Ujar Yesung terlihat begitu serius.

“Eh?” Hyowon begitu terkejut dengan apa yang di dengarnya tadi. “Ah… Sudah lupakan sajalah. Mungkin belum saatnya…” Ujar Yesung dan beranjak dari duduknya itu. “Sudah sana masuk kamarmu, Kau bisa sakit jika harus berada di tempat dingin seperti ini…” Ujar Yesung dan sebuah kecupan lembut mendarat di kening Hyowon.

Kedua mata Hyowon membulat dan bibirnya seketika terkunci rapat hingga ia tak mampu mengatakan apapun. “Selamat Malam Hyowon…” Ujar Yesung lembut dan pergi dari tempat itu tapi tidak dengan Hyowon yang akhirnya tersadar dari kediamannya.

Wajahnya memerah dan sebuah senyuman bahagia terukir di wajahnya itu. Ia sangat bahagia dengan apa yang baru saja dia alami tadi. Dan dia pun memegang erat gelang tadi sembari menciumnya singkat. “Gomawo Yesung Oppa…” Ujarnya pelan dan bergegas masuk ke dalam kamarnya yang berada tak jauh dari tempat itu.

Di Tempat Pemotretan…

“Hya, Sungmin!! Bangun!! Aish… Sudah kukatakan untuk jangan ikut minum bersama dengan Ahjusshi dan orang-orang itu. Jadinya kan dia mabuk seperti ini, Aish…” Minmi menggerutu kesal saat melihat Sungmin terlihat mabuk berat.

“Hah.. Sepertinya aku harus memanggil bantuan dan juga taxi…” Ujar Minmi dan bangkit dari tempat duduknya.

Tabi tiba-tiba, Sungmin memegang tangannya erat. “Jangan pergi, Kumohon… Temani aku di sini sebentar saja…” Ujar Sungmin tapi masih terlihat sedikit mabuk.

Minmi tak mampu berbuat apa-apa dan dia pun kembali duduk di samping Sungmin. “Kau ini kan sudah kubilang jangan mabuk-mabukkan!! Jadinya seperti ini kan? Lebih baik kau cepat sadar. Biar kita bisa pulang cepat!!” Ujar Minmi dengan nada yang terdengar kesal.

“Hmm… Kau sudah mengatakannya beberapa di telingaku. Dan aku sudah sangat bosan mendengarnya…” Ujar Sungmin sembari melonggarkan dasi bajunya. Minmi memperhati kan Sungmin dan ntah mengapa jantungnya terasa berdegup kencang. “Ada apa denganku? Kenapa jantungku bisa berdegup kencang seperti ini?” Gumam Minmi dalam batinnya.

“Minmi…” Panggil Sungmin pelan dan membuat Minmi tersadar dari lamunannya. “Wae?” Tanya Minmi bingung.

“Apa kau tau jika aku mencintaimu??” Ujar Sungmin sembari menatap Minmi dengan serius.

Minmi awalnya terkejut tapi dia mencoba untuk tak menganggap ucapan seseorang yang sedang mabuk berat seperti Sungmin sekarang ini. “Sudahlah, Jangan berkata yang konyol! Kau ini sedang mabuk!!” Ujar Minmi sembari tertawa pahit.

“Aku serius…” Ujar Sungmin lagi dan seketika Minmi terdiam, “Aku menyukaimu sejak awal kau mengatakan jika kau tidak mengenalku dan kau tak mengetahui siapa aku…” Ujar Sungmin lagi. “Aku mencintaimu Minmi… Apa kau tidak sadar aku melakukan ini semua agar kau selalu berada di sampingku dan tak menjadi orang lain? Aku mencintaimu Minmi. Karena kau berbeda dari lainnya, Semua orang selalu mengenalku dan mencoba mendekatiku tapi kau lah satu-satunya gadis yang menolakku dan mengatakan jika kau sangat membenciku bahkan tak mengenal orang sepopuler aku…” Jelas Sungmin panjang lebar.

“Sungmin, Ucapanmu sudah terlalu berlebihan!! Lebih baik kita pulang sekarang saja!!” Ajak Minmi sembari menarik lengan Sungmin. Tapi Sungmin menarik lengannya dengan cukup kuat dan dengan cepat Sungmin menghimpit tubuh Minmi sembari menciumnya lembut.

Minmi terdiam dan membulatkan kedua matanya. “Saranghae, Minmi…” Ujar Sungmin dan kembali mencium bibir Minmi dengan lembut.

To Be Continued…^^

Iklan

12 thoughts on “Secret Campus (Part.14)

  1. kya…trnyata hyorin bnr2 dah brubah…ehm snengny….^^
    akhirny sungmin bnr2 ngakui klu dy cnta sm minmi mskipun dg cr mabuk dl,hihihihi^^
    mimi~ge cpt kt kan klu dirimu mncintai miyoung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s