Secret Campus (Part.5)

Suasana di Rumah Haneul…

“Sebenarnya apa yang tadi kalian bicarakan?” Tanya Haneul penasaran. Miyoung hanya terdiam. “Miyoung… Aku mengajakmu mengindap di rumahku untuk menjelaskan semua nya! Bukan untuk diam, Jawab aku!! Aku khawatir saat membaca isi map itu…” Ujar Haneul terlihat sedikit kesal pada Miyoung yang hanya diam memandang map itu.

“Wanita itu!! Tidak kusangka dia menjadi seperti itu!! Aku sama sekali tak menyangka dia akan kembali dan masih mengingat kejadiaan itu…” Ujar Miyoung pelan. Haneul terlihat bingung dengan perkataan Miyoung tadi.

“Wanita itu? Apa maksudmu adalah Hyorin Onnie?” Tanya Haneul penasaran. Miyoung menjadikan kedua kakinya menjadi penompang kepalanya yang bersandar di lututnya. “Haneul, Apa menurutmu aku orang yang sangat dingin?” Tanya Miyoung tanpa menatap nya. Haneul menelan ludahnya perlahan, “Itu… Sebenarnya yah…” Jawab Haneul segan.

Miyoung menatap Haneul yang tersenyum segan padanya, “Ternyata orang itu benar! Aku memang orang yang dingin… Hah…” Miyoung menghela nafas berat dan ia pun menatap arah lain.

“Miyoung, Bukan begitu maksudku… Itu… Itu…” Haneul terlihat gugup dan tak mampu melanjutkan perkataannya. “Sudahlah… Memang benar apa yang di katakanmu dan juga Zhoumi…” Ujar Miyoung terlihat cuek lagi.

“Aniyo!! Maksudku kau berubah menjadi dingin itu karena sejak kejadiaan 3 tahun lalu! Kau berubah sejak saat itu!!” Ujar Haneul mencoba menjelaskan. Miyoung menatapnya lagi dengan pandangan dingin. “Araseo…” Ujarnya singkat.

“Miyoung…” Panggil Haneul merasa tak enak dengan reaksi Miyoung yang tidak seperti biasa. Miyoung hanya terdiam dan memandang arah lain. “Sebenarnya kau ini membicara kan apa sih dengan Zhoumi?” Tanya Miyoung penasaran.

<Flash Back Start>

“Aku tidak punya banyak waktu berbicara dengan orang asing!!” Jawab Miyoung seraya melangkahkan kakinya tapi Zhoumi menarik lengannya. “Apa kau masih tidak ingin membicarakannya meski ini menyangkut dirmu?” Tanya Zhoumi dan Miyoung pun berbalik dengan wajah bingung. “Apa maksudmu?” Tanya Miyoung heran.

“Hyorin Songsaenim, Bukankah dia adalah Kakak Kandungmu?” Ujar Zhoumi seraya duduk di hadapan Miyoung. Miyoung kembali terkejut dengan perkataan Zhoumi tadi dalam benak nya saat ini. “Bagaimana bisa dia mengetahui tentang hubunganku dengan Hyorin?”

“Kau tau apa maksudnya dia datang kembali ke Korea?” Tanya Zhoumi. “Aku sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraamu…” Jawab Miyoung cuek. “Jinja? Tapi apa kau tau jika dia akan membawamu ke Inggris dan menjadikanmu alat untuk balas dendam?” Ujar Zhoumi sedikit berbisik. “Mana mungkin dia bisa membawaku kesana!! Takkan mungkin semuda itu!” Jawab Miyoung dan hendak pergi meninggalkan Zhoumi.

“Apa kau tidak mengerti juga, Shim Miyoung?!! Kau pasti mengerti kan maksud perkataanku tadi dengan mengatakan ‘Dia akan menjadikanmu alat sebagai balas dendam?!!’.” Ujar Zhoumi dingin dan sedikit berteriak.

Miyoung terdiam kembali. “Itu tidak ada sangkut pautnya denganku! Aku tidak mempeduli kan dia mau balas dendam atau tidak!! Aku sama sekali tak tertarik dengan penjelasanmu yang tidak ku mengerti ini! Lebih baik aku pergi!!” Ujar Miyoung tak kalah dingin. Tapi Zhoumi menarik lengannya dan menghempaskannya ke dinding.

“Kau ini maunya apa sih?” Tanya Miyoung mulai kesal dan emosi. “Jangan berpura-pura lagi! Kau tau kan balas dendam yang kumaksud adalah menghancurkan sekolah itu!! Sekolah yang selalu kau gunakan sebagai tempat belajar!! Hyorin akan menjadikanmu sebagai alasan untuk menghancurkan sekolah ini hanya karena nilaimu yang turun secara drastis sejak 1 tahun yang lalu!! Dan dia akan membawamu ke Inggris! Apa kau tidak mengerti juga, Huh?!!” Bentak Zhoumi sembari memegang erat kedua lengan Miyoung. Miyoung hanya terdiam dan meringis kesakitan, Zhoumi yang menyadari akan hal itu melepaskan cengkramannya dan sedikit menjauh dari jarak sebelumnya.

“Sudah aku katakan jika aku tidak peduli dengan semua itu! Aku tidak peduli dengan semua hal yang akan di lakukan wanita itu! Aku sama sekali tidak peduli!!!” Bentak Miyoung emosi.

Zhoumi menatapnya dengan tajam dan mengangguk pelan. “Apa kau tidak peduli pada semua siswa yang berada di sekolah itu?! Apa kau juga tidak peduli pada kelas 2B yang tergolong siswa-siswi Beasiswa?!! Apa kau tidak peduli dengan teman-temanmu yang hanya mengandalkan uang beasiswa itu agar bisa bersekolah?! Apa kau tidak peduli dengan teman-teman sekelasmu?! Apa kau sanggup berpisah dengan Haneul dan lainnya, Huh?!!” Bentak Zhoumi seraya melemparkan sebuah document pada wajah Miyoung.

Miyoung hanya terdiam dan membiarkan beberapa lembar kertas bertebaran tepat di hadapannya dan salah satunya adalah sebuah document tentangnya. “Cih! Kau memang berhati dingin!! Aku salah telah yakin jika kau dapat membantuku dan juga Sungyoung Songsaenim dan lainnya!! Percuma saja aku mengobrol dengan orang dingin sepertimu!” Ujar Zhoumi terus menghardik Miyoung dan menyudutkan Miyoung.

“Aku memang berhati dingin! Aku memang tidak peduli dengan mereka semua!! Apa kau puas??” Bentak Miyoung sinis dan matanya menatap Zhoumi tapi bukan dengan pandangan kesal atau marah, Melainkan wajah sedih bercampur emosi dan kebencian. Zhoumi mendekatinya dan memeluknya sekejap walaupun Miyoung tetap memberontak dan memukulinya. “Aku hanya membutuhkan bantuanmu. Aku yakin kau tidak seperti itu Miyoung…” Ujar Zhoumi sedikit lembut dan melepaskan pelukannya seraya menatap Miyoung yang hanya terdiam.

Tak lama dari itu pintu terbuka dan nampak Haneul, Kyuhyun dan Henry yang terkejut melihat posisi mereka yang terbilang sedikit tak wajar. “Pikirkanlah perkataanku tadi baik-baik…” Bisik Zhoumi seraya menghampiri Kyuhyun dan Henry.

<Flash Back End>

“Miyoung, Kenapa kau jadi pendiam sih?! Aku kan bertanya apa yang dilakukan Zhoumi padamu tadi?!” Tanya Haneul semakin penasaran.

“Sudahlah aku mengantuk! Lebih baik kita tidur saja, Aku tidak ingin kita terlambat besok” Ujar Miyoung pelan dan merebahkan tubuhnya di ranjang seraya menarik selimut sampai ke atas kepalanya.

“Argh!! Kau itu menyebalkan!!” Gerutu Haneul kesal karena Miyoung tidak memberitahukan kejadian tadi.

Pagi Harinya, Suasana di Depan Gerbang Sekolah…

Minmi turun dari mobilnya dan berjalan pelan menuju halaman depan sekolahnya. Tiba-tiba ada seseorang dari belakangnya berpakaian rapih bak seorang agen FBI, Mereka langsung menarik Minmi dan membekap mulutnya lalu membawa masuk kedalam sebuah mobil Van besar.

“Hah? Itu kan Minmi… Aku harus memberitahu yang lain, Minmi pasti di culik!!” Ujar Hyowon histeris ia langsung berlari ke arah kelas dan menghampiri Haejin yang terduduk santai sembari membaca sebuah buku.

“Haejin.. Hah… Hah… Itu… Minmi…” Hyowon tidak mengatakannya dengan jelas dan membuat Haejin bingung. “Minmi, Kenapa?” Tanya Haejin bingung. “Itu… Itu… Minmi… Minmi di culik…” Ujar Hyowon dengan nafas tersenggal-senggal.

“Boe?! Kenapa kau tidak bilang dari tadi?! Dimana dia sekarang??” Tanya Haejin penasaran dan terlihat cemas. “Di depan gerbang sekolah…” Jawab Hyowon masih dengan nafas tersenggal-senggal. Haejin segera keluar kelas dan berlari menuju gerbang sekolah.

Brukk… “Aww…” Ringis Haejin kesakitan. “Aduh… Kau ini buat apa berlari di koridor sekolah?” Tanya Ryeowook yang bertabrakan dengan Haejin tadi. “Aduh… Sakit” Ringis Ryeowook kesakitan dan membantu Haejin berdiri. “Itu… Itu, Minmi di culik!!” Jawab Haejin seraya menunjuk-nunjuk arah gerbang sekolah.

“Boe? Dimana dia sekarang?” Tanya Kibum penasaran. “Di depan gerbang sekolah…” Jawab Haejin seraya menahan rasa sakitnya karena pergelangan kakinya terkilir.

“Sudah, Lebih baik kita saja yang mencari Minmi! Kau kembali saja ke kelas!! Dan bilang pada Shindong songsaenim tentang semua ini, Ok!” Ujar Ryeowook dan berlari dengan cepat di ikuti dengan Kibum. “Tapi.. Aww…” Saat Haejin mencoba untuk mengejar Kibum dan Ryeowook ia merasa kakinya sangat sakit dan linu sekali.

Depan Halaman Sekolah…

“Miyoung, Haneul…” Panggil Yoora dari arah belakang mereka dan berlari kecil menghampiri mereka berdua. “Hup!” Ujarnya saat memeluk Miyoung dan Haneul secara bersamaan dari belakang.

“Kya… Kau berat tau!!” Ujar Haneul sembari tertawa kecil dan Yoora hanya tersenyum saat mendengarnya. “Haneul!!” Panggil Kyuhyun sembari mendrible bolanya seraya menghampiri Haneul dengan di temani Henry dan Zhoumi.

Miyoung dan Zhoumi saling bertatapan namun singkat. “Jangan mendekati Miyoung! Kalian itu berbahaya tau! Apalagi Zhoumi!!” Ujar Haneul seraya menghalangi tubuh Miyoung yang terbilang cukup dekat dengan jarak Zhoumi.

“Aku bukan anak kecil, Haneul!” Ujar Miyoung pelan dan singkat.

“Aigo… Kau lucu sekali!!” Ujar Henry seraya mengacak-ngacak rambut Haneul dan Haneul hanya menepisnya kesal. “Annyeong…” Sapa Yoora lembut dan di sambut oleh anggukan Zhoumi dan Kyuhyun tapi tidak dengan Henry yang terkejut dan lagi-lagi hanya dapat membatu hanya dengan melihat Yoora. “A… A… Annyeong…” Sapa Henry gugup.

“Ada apa dengannya? Mendadak menjadi gagap seperti itu?” Tanya Zhoumi bingung dan berbisik pada Kyuhyun. “Itu namanya sedang jatuh cinta…” Jawab Kyuhyun berbisik pelan dan Zhoumi hanya mengangguk pelan seraya tersenyum kecil.

Di Ruang Guru…

“Aduh… Susah sekali mengambilnya…” Gerutu Sangmi Songsaenim kesal. “Ada apa?” Tanya Ririn saat melihat Sangmi Songsaenim sibuk menggapai-gapai sebuah document yang ada di atas laci yang cukup tinggi.

“Kau tidak lihat aku sedang apa?” Jawab Sangmi ketus masih teringat dengan kekesalannya yang kemarin. “Kau ini, Masih marah karena perdebatan kemarin? Aish.. Seperti anak kecil saja…” Ujar Ririn dan pergi meninggalkannya.

“Bukannya malah membantu! Malah membuatku tambah kesal saja!!” Gerutu Sangmi Songsaenim kesal. Saat Sangmi Songsaenim dapat menjamah Document itu, Document yang lain ikut terbawa dan hendak terjatuh menimpanya. “Kya…” Teriaknya histeris.

Ia menutup kedua matanya dan tertunduk seraya kedua tangannya berada di samping kedua daun telinganya. “Sangmi Songsaenim, Gwenchana?” Tanya seseorang dan Sangmi Songsaenim membuka matanya. “Leeteuk Songsaenim…” Ujarnya terkejut.

“Apa kau baik-baik saja? Hampir saja kau tertimpa Document-Document itu jika aku tak menarikmu dengan segera…” Ujar Leeteuk Songsaenim cemas.

Sangmi Songsaenim menggelengkan kepalanya. “Baguslah kalau begitu, Ini Document yang akan kau ambilkan? Biar sisanya aku yang membereskan kembali ke tempatnya…” Ujarnya sembari tersenyum dan Sangmi Songsaenim hanya dapat terdiam dan melihat Leeteuk Songsaenim yang sedang membantunya membereskan document itu dan menyimpannya di atas laci itu lagi, “Oh, God… Tidak pernah aku melihatnya sekeren itu… Selama ini aku melihatnya dengan cara seperti apa sih? Sampai-sampai aku tidak dapat melihat ketampanan nya saat ini…” Ujar Sangmi Songsaenim dalam batinnya.

“Hah… Semuanya sudah beres, Saya permisi dulu ke Laboratorium. Permisi Sangmi Songsaenim…” Ujar Leeteuk seraya bergegas pergi. “De…” Ujarnya pelan dan masih terlihat sedikit membatu saat melihat Leeteuk Songsaenim pergi.

Di Sisi Lain…

“Ririn Songsaenim…” Panggil Hyorin Songsaenim saat melihat Ririn saling berpapasan dengannya. “De?” Tanya Ririn Songsaenim heran. “Bisa kita bicara sebentar?” Tanya Hyorin ramah dan Ririn hanya mengangguk bingung.

Merekapun mengobrol di sebuah ruangan music yang kedap suara dan sepi. “Sebenarnya anda ingin membicarakan apa?” Tanya Ririn bingung. Hyorin membalikkan tubuhnya dan menatapnya dengan senyuman licik. “Ririn Songsaenim, Mau sampai kapan kau sembunyi kan rahasia besar pada kita semua?” Ujarnya dengan nada tetap lembut.

“Maksud anda apa? Saya tidak mengerti?” Tanya Ririn bingung. Hyorin lagi-lagi tersenyum dan menatapnya tajam. “Bukankah anda sudah menikah dengan Siwon Sajangnim? Ririn Songsaenim yang terhormat…” Ujarnya penuh dengan teka-teki. Mata Ririn Songsaenim membulat dan dia sangat terkejut dengan apa yang di katakan Hyorin tadi. “Kau… Bagaimana bisa mengatakan hal itu?” Tanya Ririn gugup dan terbata-bata.

“Dengan nada bicaramu saja itu sudah terbukti jika kau memang sudah menikah dengan Siwon Sajangnim bukan?” Ujar Hyorin terkesan licik. “Sebenarnya kau mau apa? Kenapa kau tau hal ini?” Tanya Ririn penasaran dan sangat terkejut.

Hyorin tak menjawab pertanyaan Ririn dan hanya pergi meninggalkan Ririn yang masih Nampak terkejut dan saat Hyorin hendak membuka pintu ruangan itu. “Oh iya, Ada satu hal yang lupa kukatakan… Menurut berita yang ku dapat, Jika Kepala Sekolah dan Seorang Guru ada yang berpacaran apalagi sampai menikah bukankah berarti itu tandanya kalian akan di pecat dan akan menerima hukuman sebagai tindak melanggar peraturan yang ada di sekolah ini dan juga telah merusak moral bagi contoh murid lainnya?” Ujar Hyorin licik dan langsung pergi meninggalkan Ririn yang sangat terkejut dan syok saat mendengarnya. “Bagaimana mungkin Guru baru itu mengetahui semua ini? Bagaimana ini? Apa Siwon harus tau?” Gumamnya dalam batin dan sangat resah dengan semua hal ini.

Di Koridor Sekolah…

“Aish!! Padahal Bel sebentar lagi berbunyi, Tapi aku tidak bisa berjalan cepat…” Gerutu Haejin seraya terus memegang kakinya yang terasa sakit.

“Kakimu kenapa?” Tanya Donghae yang melihat Haejin meringis kesakitan dan menyender kan tubuhnya ke dinding. “Bukan urusanmu!” Jawab Haejin ketus dan mencoba berjalan kembali walaupun harus menahan rasa sakit di kakinya.

Donghae yang kesal mendengar jawaban Haejin segera membopong Haejin dan mendudukan nya di anak tangga. “Kau ini mau apa sih?!” Ujar ketus Haejin kesal. “Kakimu ini sudah sangat bengkak dan jika kau paksakan untuk terus berjalan itu justru malah membuat kakimu bertambah sakit dan bengkak…” Ujar Donghae dingin dan melepaskan sepatu yang melekat di kaki Haejin.

“Jangan sentuh kakiku!!” Ujar Haejin jutek dan menepis tangan Donghae yang sedang membuka sepatunya itu, Donghae yak mempedulikan perkataannya dan kembali mencoba melepaskan sepatunya. Donghae memegang pergelangan kaki Haejin dan sedikit memijat kakinya dengan perlahan hingga membuat Haejin meringis. “Kakimu kram, Mangkannya bisa terkilir seperti ini…” Jelas Donghae masih tetap focus memijat kakinya.

“Sudahlah!! Aku harus kembali ke kelas, Ini sudah mau bel!!” Ujar Haejin masih tetap dingin. Donghae memasangkan sepatunya dan langsung berjongkok membelakangin Haejin. “Naiklah ke atas punggungku! Aku yakin kau tidak bisa cepat sampai ke kelasmu dengan keadaan kaki seperti itu?!” Ujar Donghae menyarankan dan menawarkan bantuan.

“Boe? Shiro!!” Jawab Haejin menolak mentah-mentah. “Jadi, Kau lebih memilih di hukum dengan kaki yang seperti itu daripada masuk kelas dengan tepat waktu?!” Ujar Donghae tanpa menatapnya dan masih membelakanginya. Haejin terdiam dan akhirnya ia pun mengalah dan menerima tawaran Donghae.

“Begitu dari saja, Apa susahnya sih…” Ujar Donghae sembari tersenyum kecil dan segera bangkit sembari memangku Haejin. “Jika bukan karena hukuman yang tak masuk akal ini, Aku tidak ingin menerima tawaranmu ini…” Jawab Haejin pelan dan Donghae hanya tersenyum kecil mendengarnya.

Sedangkan Minmi, Ryeowook dan Kibum…

“Kau tidak salah lihat? Mobil tadi masuk ke dalam perusahaan itu?” Tanya Kibum tak yakin. “Aku yakin!! Aku tadi melihat ada beberapa orang yang membopong Minmi untuk masuk ke dalam perusahaan itu.” Ujar Ryeowook yakin.

“Jangan-jangan ini adalah perusahaan gelap? Atau tempat pembuatan film porno?!” Tebak Kibum seenaknya saja.

“Sembarangan!!” Ujar Ryeowook seraya memukul kepala Kibum yang di tutupi Helm. “Harus nya kita mengajak Heechul tadi!! Dia kan paling tau sesuatu hal yang mencurigakan…” Ujar Kibum seraya mengusap kepalanya yang sakit.

“Sudah, Lebih baik kita masuk ke dalam juga! Dan kita lihat keadaan di sana, Nanti jika ada waktu yang tepat kita ajak Minmi kabur dari tempat itu. Setuju?” Ujar Ryeowook memberikan saran yang cukup masuk akal.

“Baiklah… Aku setuju dengan idemu ini…” Ujar Kibum sembari mematikan motornya dan melepaskan helmnya begitupun dengan Ryeowook.

Di Dalam Perusahaan itu…

“Aegashi, Bangun…” Ujar seorang wanita ramah membangunkan Minmi yang masih tak sadarkan diri. Minmi akhirnya terbangun dan membuka matanya perlahan, “Aku di mana sekarang?” Tanya Minmi bingung.

“Anda berada di tempat pemotretan untuk iklan baru Sungmin…” Jawabnya ramah. Minmi segera bangkit. “Sungmin?” Tanyanya terkejut dan benar saja ia dapat melihat Sungmin yang sedang sibuk berpose dan tersenyum manis pada Kameramen.

“Bagaimana bisa aku ada di sini? Aku kan harus ada di sekolah sekarang?” Tanya Minmi penasaran dan sedikit bingung. “Sungmin, Yang menyuruh membawa anda ke tempat ini katanya anda adalah orang special dan dia mengajak bertemu setelah pemotretan ini selesai…” Jawabnya lagi dan pergi begitu saja.

“Boe?? Buat apa dia membawaku ke tempat seperti ini?” Tanya Minmi dalam batinnya dan sangat terkejut dengan penjelasan wanita tadi.

To Be Continued…^^

 Ini Fanfic udah aku publish Sebelumnya di SJFF…

20 thoughts on “Secret Campus (Part.5)

  1. kyaaaa. . . . Kibum detektiv detektivan lg 😀
    wuah gmn tuh nasib ririn siwon?? Aish umin. . . Maen bw ank org aj
    pnsaran sm miyoung zhoumi

  2. Wkwk haneul ky bodyguard mi young & yoora ya ..
    ” jgn mendekati mi young .. Kalian itu berbahaya buat mi young ” ßèLº°˚˚°ºM. Lg melarang henry mendekati yoora .. .. Knp sih? Kan zhoumin & henry sahabat kyu hyun – kekasih nya ..

    Ommo minmi di culik “FBI ” .. Hem pst ulah sung min nih ….

    MWO .. Siwon – ririn sudah menikah ? Dan ada peraturan kalo kepala sekolah & guru menikah akan di pecat & di hukum .. Gawat .. Di hukum apa ? Kok bs hyorin tau ? Mau apa dia ? Wah kalo hankyung – sunyoung tau gmn ya? Eh tp berarti hankyung – sunyoung jg dalam bahaya dong …

    Aigoo haejin .. Di gendong dong hae masuk kelas … Si sweet .. Terima kasih donk sama kaki nya hehehe

  3. Wah kibum kenapa bkan dya yg jadi murid terpandai pdhl dya kan emang pling pinter hehehe jdi hyorin entu emang jhat cie para namja tampan sdh punya pasangan sendiri” mochi knapa pake malu-malu gito, eoh jadi umin entu model? Lanjutlah

  4. ternyata karna peraturan itu tohh mereka nyembunyiin pernikahan mereka…
    sepertinya donghae gk pi nya niatan buruk sama haejin. haejin aja yg terlalu was²…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s