Secret Campus (Part.6)PG-15

“Haejin, Mana Minmi? Apa kau berhasil mengejar Minmi?” Tanya Hyowon panik. “Aku tidak dapat menemukannya, Tapi Ryeowook dan Kibum mencoba mengejar mereka yang telah menculiknya…” Jawab Haejin seraya duduk.

“Oh iyah, Bukankah tadi kau di antarkan dengan Donghae kelas 2A? Memangnya kau ada hubungan apa dengannya?” Tanya Hyowon penasaran. “Tidak ada apa-apa… Sudahlah, Lebih baik kita memikirkan cara untuk memberitahu Shindong Songsaenim tentang semua ini. Tapi jangan sampai membuatnya cemas, Ini hanya akan memperburuk suasana…” Jelas Haejin dan diikuti dengan anggukan Hyowon tanda mengerti.

Tempat Pemotretan…

Minmi nampak kesal dan bingung harus melakukan apa? Tas yang di bawanya pun lenyap ntah kemana dan ponselnya pun ada di tas itu yang sepertinya di bawa oleh salah satu orang yang telah membawanya tadi ke tempat ini.

“Ah… Lelah sekali…” Ujar seseorang dari belakang Minmi sembari meminum minuman segar yang ada di tangannya saat ini. “Yak!!” Bentak Minmi emosi saat melihat orang itu dengan santainya duduk di hadapan Minmi. “Wae? Oh, Apa kau begitu tak sabar bertemu denganku mangkannya kau marah seperti ini?” Ujar lelaki itu yang tak lain adalah Sungmin.

“Apa maksudmu membawaku ke tempat seperti ini?!” Tanya Minmi dengan nada dingin. Sungmin tersenyum santai padanya. “Aku hanya ingin mengajakmu bertemu… Tidak ada hal lain, Apa kau tidak merasa tersanjung? Kau di undang bertemu langsung dengan Actor terkenal sepertiku… Jarang sekali ada orang beruntung sepertimu…” Jawabnya santai.

“Boe?? Beruntung?!! Yang ada aku harus meninggalkan sekolah hanya karena hal konyol seperti ini, Araseo!!” Ujar Minmi geram dan berlari keluar dari ruangan itu. Sungmin membanting kaleng minuman yang di pegangnya itu, “Beraninya dia mengatakan hal ini konyol?! Tak dapat percaya…” Ujar Sungmin kesal dan berlari keluar mengejar Minmi yang sepertinya belum pergi terlalu jauh.

Sungmin menemukan Minmi di depan lift, Sungmin langsung mendekatinya dan menarik lengannya. “Aw!! Kau mau apa?” Tanya Minmi sembari meringis kesakitan karena tangan Sungmin mencengkram kuat lengan kanannya. “Kau tak bisa pergi tanpa kehendakku!!” Ujar Sungmin tajam dan menarik Minmi ke bagian atas atap gedung pemotretan itu.

“Untuk apa kau bawa aku ke tempat seperti ini? Aku sudah telat masuk sekolah tau!! Kau ingin membuat teman-temanku di hukum, Hanya karena aku tidak masuk sekolah sekarang! Dan ini semua karena ulahmu!!” Bentak Minmi kesal dan memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit dan memerah.

“Aku akan bertanggung jawab pada sekolah!! Dan aku jamin kelasmu takkan dapat masalah.” Jawab Sungmin seraya melepaskan kancing di lengannya dan melipat lengan kemejanya. “Sebenarnya aku sedikit ragu dengan perkataanmu…” Ujar Sungmin lagi sembari tersenyum licik dan semakin mendekati Minmi.

Minmi terus melangkah mundur dan tubuhnya kini menabrak dinding yang ada di belakang nya. Sungmin terus mendekatinya dengan senyuman licik dan seakan-akan mau melakukan hal yang senonoh pada Minmi. “Mau apa? Kenapa terus berjalan mendekatiku?” Tanya Minmi dengan gugup.

Tangan Sungmin langsung menghantam dinding itu dan membuat Minmi terkejut, Tubuh Sungmin pun menghimpit tubuh Minmi. “Apa kau yakin jika kau memang tidak tertarik dengan orang populer dan tampan sepertiku ini?” Ujar Sungmin dengan percaya diri.

“Jangan mimpi!! Aku sama sekali tak menyukai orang populer!!” Jawab Minmi dengan sedikit membentak walaupun dirinya sangat takut.

Wajah Sungmin mendekati wajah Minmi, Minmi yang terkejut pun langsung memalingkan wajahnya. “Kau mau apa?” Tanya Minmi sangat takut, Tapi Sungmin hanya tersenyum licik dan berbisik tepat di telinga Minmi. “Aku akan membuatmu menyukaiku dan menarik kembali perkataanmu tadi…” Bisiknya dan tiba-tiba saja tangan kanannya memegang dagu Minmi dan Sungmin langsung melumat bibir Minmi dengan kasar dan secara paksa.

Minmi membulatkan kedua matanya dan mencoba melepaskan diri dari himpitan Sungmin. Sungmin tetap saja menciumnya dengan ganas dan kedua tangannya kini tengah melingkar di lehernya dan semakin memaksa Minmi untuk membuka bibirnya agar Sungmin dapat memasukan lidahnya. Minmi mulai kehabisan nafas dan di saat ia mencoba mengambil nafas, Sungmin mengguna kan ini sebagai kesempatan untuk memasukan lidahnya dan iapun dapat menyusuri setiap sudut dalam rongga mulut Minmi.

Di Sisi Lain…

“Kibum, Bisakah kau katakan jika ini hanyalah khayalanku semata?” Ujar Ryeowook pelan.

Kibum menggeleng pelan. “Ini bukan mimpi, Tapi kenyataan Wookie.” Ujar Kibum pelan dan tetap tak berkutik melihat pemandangan yang berada di hadapan mereka tak jauh dari tempat mereka bersembunyi karena takut ketahuan.

“Tapi itu Minmi… Dan itu adalah… Sungmin.” Ujar Ryeowook sembari menunjuk Minmi dan Sungmin yang sedang berciuman dan ternyata Ryeowook dan Kibum sudah melihat mereka sejak kejadian di lift tadi.

“Yah… Tapi mereka nampaknya sangat menikmati hal itu!!” Jawab Kibum sembari mengangguk. “Jadi?? Yang di maksud penculikannya itu??” Ryeowook tak mampu melanjut kan perkataannya. “Ini bukan penculikan namanya, Ini hanya sebuah kekuatan cinta…” Jawab Kibum dengan tenang dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Dan kita merelakan bolos masuk kelas hanya untuk melihat mereka bermesraan?!” Ujar Ryeowook lagi dan mengeluarkan kameranya. “Tapi ini adalah kesempatan bagus untuk kita” Ujarnya lagi dan mulai memfoto Minmi dan Sungmin yang tengah bermesraan.

“Kau benar… Ini akan menjadi kartu mati untuk kita!!” Jawab Kibum dan mengeluarkan senyuman liciknya.

Sedangkan Keadaan Minmi…

Sungmin melepaskan ciumannya dan Minmi nampak mengambil nafas sebanyak mungkin dan wajahnya pun nampak memerah. “Apa kau mulai tertarik padaku?” Ujar Sungmin pelan dan mengedipkan sebelah matanya.

Minmi nampak marah dan di saat itu pula, Plak!! Minmi menampar Sungmin dengan cukup keras dan Kibum serta Ryeowook yang melihat itu hanya dapat terkejut. “Dasar, Maniak!!” Bentak Minmi dan langsung berlari meninggalkan tempat itu dan Sungmin.

Sungmin tersenyum licik, “Takkan ada yang bisa menolakku!” Ujarnya pelan sembari memegang pipinya yang nampak memerah karena tamparan Minmi itu.

Suasana di Kelas 2C…

“Ok, Anak-anak ini saatnya untuk mengabsen…” Ujar Shindong Songsaenim sembari membuka buku yang berisi daftar kehadiran siswa-siswi kelas 2C.

“Songsaenim…” Panggil Hyowon sembari mengacungkan tangannya.

“De? Ada apa Hyowon?” Tanya Shindong Songsaenim heran.

“Minmi, Dia tidak bisa…”

“Oh, Kalian tenang saja! Tadi Sungmin menelepon jika ia ada keperluan dengan Minmi dan atas izin Kepala Sekolahpun ia mengizinkan Minmi dan Sungmin untuk tidak hadir hari ini, Jadi kalian terbebaskan dari peraturan itu…” Jelasnya dan semua orang yang berada di kelas itu hanya terkejut dengan ucapan yang baru saja Shindong Songsaenim katakan.

“Tapi, Ryeowook dan Kibum… Mereka…”

“Tenang, Hari ini saya tidak akan mengabsen kalian. Karena hari ini seluruh siswa-siswi di sekolah ini di suruh berkumpul di Aula oleh Kepala Sekola! Jadi, Guru yang lain pasti tidak akan menyadari siswa-siswi yang tidak hadir…” Ujar Shindong Songsaenim sembari tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

“Songsaenim, Kau memang baik…” Ujar salah satu dari siswa di kelas itu dan memang benar Shindong sangat menjaga kelasnya ini, Bahkan dia selalu melindungin siswa-siswinya ini karena ini sudah kewajibannya sebagai Wali kelas dari Kelas 2C.

15 Menit Kemudian…

“Semua siswa-siswi di perintahkan untuk berkumpul di Aula…”

Miyoung, Haneul dan Yoora lagi-lagi bertemu dengan Zhoumi, Kyuhyun dan Henry. Tapi kali ini Miyoung menatap Zhoumi dengan pandangan seakan biasa saja. “Ada yang perlu kita bicarakan sebentar…” Bisik Zhoumi dan iapun berjalan lebih cepat ke arah bagian belakang gedung Aula di sekolah ini.

“Haneul, Yoora, Aku ke toilet sebentar…” Ujar Miyoung dan bergegas pergi mengejar Zhoumi sedangkan Haneul dan Yoora hanya mengangguk pelan.

Di gedung belakang Aula…

“Kupikir kau takkan datang…” Ujar Zhoumi saat melihat Miyoung yang menghampirinya. “Bukankah tadi kau bilang ada yang ingin kau katakan padaku, Apa? Aku tidak punya waktu yang lama hanya untuk mengobrol tak jelas denganmu!” Ujar Miyoung dingin.

“Aku hanya ingin menanyakan perihal kejadian kemarin. Apa kau sudah memutuskannya? Apa kau akan pilih membantu sekolah ini atau akan membantu kakakmu?” Ujar Zhoumi terlihat menjadi serius.

Miyoung hanya terdiam dan menatap Zhoumi. “Apa aku terlihat begitu jahat?” Ujarnya.

Zhoumi balik menatapnya, “Apa maksudmu? Apa kau meminta pendapatku tentang sikap mu yang dingin itu?” Ujar Zhoumi dengan santai. Senyuman licik terukir di wajah Miyoung, “Apa kau tak mampu menjawab pertanyaanku itu? Apa kau tak mampu menilai sikapku ini? Apa perkataanmu yang kemarin itu hanya berbohong?!” Ujar Miyoung secara bertubi-tubi.

Zhoumi terdiam dan mendekatinya. “Kau tidak jahat dan juga tidak dingin.. Sebenarnya sikap mu yang seperti itu hanya untuk menutupi sikapmu yang sebenarnya…Kau itu sebenar nya sangat rapuh dan mudah untuk di jatuhkan! Tapi kau tak mau semua orang mengetahui nya, Mangkannya kau terlihat kuat dari luar tapi rapuh saat di dalam…” Jelas Zhoumi dan Miyoung yang mendengar itu menundukkan kepalanya.

“Aku akan membantumu…” Ujarnya pelan. “Boe?” Tanya Zhoumi yang tidak mendengar begitu jelas. “Aku akan membantumu untuk tetap mempertahankan sekolah ini…” Miyoung menegakkan kepalanya dan tersenyum padanya.

Angin berhembus sedikit kencang dan mengibaskan rambut Miyoung yang terurai panjang. Zhoumi yang melihat hal itu seakan tak mampu bergerak dan tak mampu mengatakan apapun. “Mulai saat ini aku akan banyak merepotkanmu…” Ujar Miyoung lagi seraya membungkukkan tubuhnya dan tersenyum kembali padanya seraya pergi meninggalkan Zhoumi yang tetap terdiam.

Zhoumi tersenyum kecil dan sedikit melonggarkan dasi seragamnya. “Aku akan benar-benar menjadi gila karena gadis itu…” Ujarnya pelan dan kembali ke dalam gedung Aula.

Suasana Di Gedung Aula…

“Karena sebentar lagi kalian akan melakukan Ujian Kenaikan Kelas, Maka saya sebagai Kepala sekolah memutuskan untuk mengadakan Kelas Asrama. Oleh Sebab itu, Selama 2 bulan ke depan kalian akan tinggal di asrama sekolah…” Jelas Siwong Sajangnim dengan penuh wibawa.

Semua siswa-siswi yang mendengarnya langsung ribut dan banyak yang protes tapi dengan cepat Kangin dapat menenangkan mereka kembali. “Selama kalian tinggal di Asrama Sekolah ini, Kalian di perbolehkan tidur sekamar dengan teman kalian walaupun berbeda kelas. Tapi ingat!! Antara Siswa dan Siswi tidak ada yang boleh tinggal dalam satu kamar!! Dan karena itu juga hari ini dan besok kalian di liburkan untuk menyiapkan persiapan selama tinggal di Asrama nanti, Kalian akan bersekolah lagi saat lusa dan di saat itu pula Kelas Asrama akan di mulai. Sekian dan Terima Kasih.” Ujar Siwon lagi menambahkan penjelasannya.

Semua Siswa-Siswi pun bubar dan mereka sama sekali tak bisa menolak perintah Siwon tadi. “Miyoung, Kulihat tadi kau pergi ke belakang Aula dan kau bertemu dengan Zhoumi. Sebenarnya ada hubungan apa kau dan Zhoumi?” Tanya Haneul penasaran.

“Tidak ada, Aku hanya ingin mengobrol sesuatu dengannya…” Jawab Miyoung dengan santai tanpa menatap Haneul. “Haneul, Hari ini aku ingin mengindap lagi di rumahmu. Tapi kau bisakan antarkan aku ke rumah? Aku malas harus bertemu dengan Wanita itu!! Aku yakin dia pasti ada di rumah…” Ujar Miyoung dan Haneul hanya mengangguk pelan.

“Hey, Kenapa kau tidak menjawabku?! Sebenarnya ada hubungan apa kau dan Zhoumi?” Tanya Haneul penasaran tapi Miyoung tak ingin menjawabnya. “Memangnya ada apa?” Tanya Yoora bingung. “Molla…” Jawab Haneul kesal.

Di Kelas 2A…

Bora memasukkan laptopnya ke dalam tasnya dan bersiap beranjak pergi. “Eh, Chakkaman.. Chakkaman…” Ujar Heechul menghadang jalan Bora. “Waeyo?” Tanya Bora heran.

“Bora, Apa ada orang yang kau kenal di kelas 2C?” Tanya Heechul penasaran. “Boe? Kelas 2C? Ani… Aku sama sekali tidak mempunyai kenalan di kelas itu…” Jawab Bora terlihat bingung. “Waeyo?” Tanya Bora penasaran.

“A.. Aniyo… Hanya saja aku pikir kau kenal dengan seseorang dari kelas 2C…” Jawab Heechul dan menggelengkan kepalanya. “Hey, Cepatlah!! Aku sudah lelah harus terus berdiri di depan pintu..” Teriak Eunji pada Bora. “Ye… Heechul aku duluan ya.. Annyeong…” Ujar Bora dan pergi meninggalkan Heechul. “De, Annyeong…” Jawab Heechul. “Dia tidak mengenal anak kelas 2C?! Apa aku salah sangka yah?” Gumam Heechul dalam batinnya.

“Bicara apa dengan Heechul?” Tanya Eunji penasaran. “Uh?? Bukan apa-apa…” Jawab Bora santai dan berjalan santai. “Oh iya, Apa hari ini kau akan berlatih renang lagi?” Tanya Bora. “Sepertinya tidak!! Hari ini aku ingin beristirahat di rumah…” Jawab Eunji.

Bruk!! Tiba-tiba Eunji bertabrakan dengan Eunhyuk yang datang dari arah yang berlawanan. “Mianhe…” Ujar Eunhyuk sembari sedikit membungkukkan tubuhnya. “Yak!! Apa kau tidak bisa melihat ada orang di depanmu ini?!” Bentak Eunji kesal dan memegang pundaknya yang terasa sakit karena tabrakan tadi.

“Ddo!!” Ujar Eunhyuk saat melihat Eunji yang dia tabrak. “Jika tau kau yang aku tabrak!! Aku takkan mengatakan kata maaf padamu!!” Ujar Eunhyuk sinis.

Eunji nampak kesal dan bersiap akan memukul Eunhyuk. “Eunji, Sudahlah!! Masa kau bertengkar dengan teman sekelas?” Ujar Bora mencoba melerai. “Benar apa yang di katakan Bora, Kalian tidak perlu bertengkar hanya karena hal sepele seperti ini…” Ujar Donghae yang sejak tadi berjalan di samping Eunhyuk.

“Sudahlah!! Lagipula aku malas meladeni orang tukang intip sepertinya! Ayo Bora kita pergi!” Ajak Eunji seraya menarik lengan Bora. “Hah? Apa yang kau maksud tukang intip?” Tanya Bora penasaran tapi Eunji tak menjawabnya.

“Jaga ucapanmu Nona Ikan!! Siapa yang kau sebut dengan Tukang Intip?!!” Teriak Eunhyuk sangat kesal dengan ucapan Eunji tadi. Donghae menatap Eunhyuk sembari tersenyum kecil jail, “Wae?” Tanya Eunhyuk dengan nada sedikit membentak. “Apa kali ini kau berselara pada Eunji? Tidak kusangka kau berani mengintipnya, Padahal dia kan terkenal sebagai gadis yang cukup pemarah…” Ujar Donghae menggoda Eunhyuk.

“Yak!! Aku tidak mengintipnya, Tau!! Lagipula aku tidak tertarik dengan gadis seperti itu!!” Ujar Eunhyuk terlihat sangat emosi sedangkan Donghae hanya tertawa kecil. “Tapi kau terlihat sangat akrab sekali dengannya… Hati-hatilah, Jangan sampai kau termakan ucapan mu sendiri!! Kadang perkataan ada kalanya tidak sama dengan apa yang ada di hati…” Sindir Donghae dan segera berlari kecil menghindari amukan Eunhyuk yang akan meledak sebentar lagi. “Yak!! Lee Donghae, Jangan lari kau!!” Bentak Eunhyuk dan berlari mengejar Eunhyuk.

Suasana di Ruang Kepala Sekolah…

Ririn mendapati Hyorin yang baru saja keluar dari ruangan Kepala Sekolah. “Ada perlu apa dia dengan Siwon? Sepertinya dia terlihat sudah sangat dekat dengan Siwon…” Gumam Ririn dalam batinnya dan sejujurnya dia sedikit kurang suka dengan Hyorin sejak awal mengenal nya di tambah lagi Hyorin sudah mengetahui rahasianya sekarang.

“Hyorin Songsaenim!!” Panggil Ririn memberanikan diri memanggilnya. “De? Apa ada suatu hal yang ingin kau katakan padaku?” Tanya Hyorin sembari tersenyum manis. “Cih!! Dia bersikap seolah-olah tidak terjadi sesuatu saja!!” Gumam Ririn dalam batinnya.

“Ani, Aku hanya ingin menanyakan ada keperluan apa kau sampai harus masuk ke dalam ruangan Kepala Sekolah?” Tanya Ririn penasaran dan bersikap sedikit jutek.

“Memangnya apa hubungannya denganmu? Kau kan hanya sebatas Guru di tempat ini?” Apa kau cemburu?” Sindir Hyorin dan membuat Ririn membulatkan kedua matanya karena terkejut dengan perkataannya yang benar-benar menyindirnya.

“Hah? Cemburu? Untuk apa? Aku kan hanya seorang Guru dan aku tak mempunyai maksud lain selain menanyakan hal itu…” Elak Ririn sembari melihat arah lain. Hyorin tersenyum licik, “Jinja? Kalau begitu berhati-hatilah…” Ujarnya dan Ririn pun menatapnya dengan pandangan bingung tak mengerti.

“Berhati-hatilah untuk tidak ketahuan yang lainnya jika kau itu adalah istrinya…” Bisik Hyorin pelan dan membuat Ririn terlihat sangat gugup dan cemas. “Oh ya, Menurutku Siwon Sajangnim cukup tampan juga…Kurasa aku menyukainya…” Tambahnya lagi dan pergi meninggalkan Ririn yang terlihat terkejut sekaligus kesal.

“Yakk!!” Teriak Ririn sembari berbalik untuk memanggil Hyorin, Tapi Hyorin tak menggubrisnya. “Aish!! Sebenarnya apa yang di inginkan Guru Baru itu?!! Menyebalkan sekali!!” Gerutu Ririn yang mulai terbakar api cemburu.

Di Tempat Lainnya…

“Zhoumi, Bagaimana keputusannya?” Tanya Hankyung terlihat sangat tak sabar menunggu jawaban Zhoumi. Zhoumi nampak murung dan menundukkan kepalanya, Sungyoung yang menyangka akan mendengar kabar buruk terlihat langsung bersedih. “Apa dia tak ingin membantu kita?” Tanya Sungyoung terlihat cemas.

“Hyung, Noona…” Panggil Zhoumi pelan dan mereka berdua pun nampak terlihat tegang dengan perkataan Zhoumi yang selanjutnya. “Dia akan membantu kita! Dia bersedia membantu kita!!” Tambah Zhoumi ceria dan senang. Hankyung dan Sungyoung yang mendengar hal itupun sangat senang mendengarnya.

“Lalu, Kapan kau akan memulai rencana selanjutnya?” Tanya Hankyung pada Zhoumi. “Mungkin dari sekarang aku akan memulainya Hyung…” Jawab Zhoumi santai.

“Kami percayakan padamu seutuhnya! Aku sangat berharap padamu Zhoumi…” Ujar Sungyoung penuh harap pada Zhoumi dan Zhoumi pun mengangguk sembari tersenyum kecil. “Miyoung, Pasti akan dapat menerima semua ini dengan cepat… Dan Hyorin tidak akan mempunyai kartu mati lagi pada kita!!” Ujar Hankyung percaya pada Zhoumi.

“De, Hyung…” Ujar Zhoumi singkat.

To Be Coninued…^^

 Ini Fanfic udah aku publish Sebelumnya di SJFF…

19 thoughts on “Secret Campus (Part.6)PG-15

  1. Ommo ada yg lg kissing di atap gedung … (˘_˘)čĸ! (˘_˘)čĸ! (˘_˘)čĸ! Sung min memaksa abis .. Kasihan aktor yg tak di kenal minmi hehe
    Gawat kibum – ryewook melihat mereka & ada bukti

    Aigoo ririn cemburu sama hyorin ..

    Ooo mi young setuju membantu zhoumin

    Wah Asrama mulai diberlakukan .. Seru nihhhhh

  2. Jiah umin jadi ‘nakal’ tpi dlm bynganq dya krang pantas karna yg ada dlm bynganq entu muka umin yg imyut. Cie mimi sdh mule suka ea ama miyoung? Eh tpi kan bkan cuma siwon-ririn kan yg punya hbngn antar guru, yg laen jga punya mau lanjut lagi aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s