Secret Campus (Part.7)

“Darimana saja kau?! Sejak kemarin kau tidak pulang!! Apa kau biasa seperti ini…” Ujar Hyorin saat melihat Miyoung yang masuk ke dalam rumah. Miyoung menatapnya dengan pandangan kesal dan marah, “Sudah ku duga dia ada di rumah!!” Gumam Miyoung dalam batinnya.

“Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?!” Bentak Hyorin karena Miyoung yang tetap diam seribu bahasa. “Apa kau masih punya muka untuk tinggal di rumah ini dan kembali ke tempat ini?!” Ujar Miyoung sinis dan bergegas pergi masuk ke dalam kamarnya seraya menarik lengan Haneul yang sejak tadi hanya diam.

Sekitar 20 Menit lamanya, Miyoung keluar dari kamarnya dengan membawa Tas Besar. “Mau kemana lagi?” Tanya Hyorin yang terduduk santai di sofa ruang tamu.

“Ini bukan urusanmu!!” Jawab Miyoung sinis, Hyorin berjalan cepat dan menghadang langkah Miyoung dan Haneul yang hendak pergi. “Apa kau sudah berubah, Miyoung?! Apa kau tidak mau menuruti kata-kataku lagi?” Ujar Hyorin tak kalah sinis.

Miyoung memberikan tasnya pada Haneul, “Haneul, Tunggulah aku di mobil! Aku masih ada urusan dengannya!” Ujar Miyoung tanpa menatap Haneul dan Haneul pun hanya mengangguk pelan seraya bergegas pergi ke mobil.

“Apa kau tidak ingat jika sekolah mengadakan Kelas Asrama? Dan sekarang aku hanya kembali untuk membawa pakaianku, Apa kau puas dengan jawabanku sekarang?” Ujar Miyoung dingin dan menatap Hyorin tajam.

“Bukankah kau harus kembali ke sekolah saat lusa nanti? Kenapa kau sudah membawa barang-barangmu dari sekarang? Bukankah lebih baik kita gunakan waktu liburmu besok sebagai hari luang untuk kita mengobrol? Apa kita tak bisa seperti dulu lagi, Miyoung?” Ujar Hyorin sedikit merendahkan nada bicaranya.

Miyoung menatapnya dengan tatapan yang seakan ingin membunuh Hyorin, Tatapannya penuh kebencian yang sangat besar. “Aku hanya kembali untuk mengambil barang-barangku bukan untuk bertemu denganmu, Karena sejujurnya aku sama sekali tak ingin bertemu denganmu!!” Ujar Miyoung dingin.

“Apa ini caramu berbicara pada Kakakmu?! Apakah di sekolah kau tak pernah di ajarkan cara bersopan santun pada orang yang lebih dewasa denganmu?! Apa sekolah itu juga yang membuatmu membenciku sampai sebesar ini?!!” Bentak Hyorin sembari terus menyalahkan sekolahnya.

“Jaga ucapanmu!! Justru yang membuatku seperti ini adalah dirimu!! Kau yang membuatku menjadi seperti ini, Areo?!!” Bentak Miyoung meninggikan nada suaranya dan menatap Hyorin penuh dengan kebencian yang mendalam. “Aku tau kau merencanakan hal buruk terhadap sekolah itu kan?! Kau berniat balas dendam kan?!! Sungguh menjijikkan sekali caramu itu!!” Tambah Miyoung semakin meninggikan nada suaranya.

PLAKK!! Hyorin menampar wajah Miyoung dengan cukup keras, Miyoung memegang pipi nya yang terasa sakit. “Miyoung, Mianhe… Aku tadi terlalu emosi…” Ujar Hyorin yang tanpa sadar menampar Miyoung tadi.

“Kau bukanlah Kakakku!! Kakakku Hyorin sudah lama mati, Aku sama sekali tidak mengenal orang sepertimu! Kau bukanlah Kakakku!!” Miyoung pergi berlari keluar rumah dan terus berlari. Haneul yang melihat Miyoung tidak masuk ke dalam mobil langsung segera menyalakan mobilnya untuk mengejar Miyoung yang lari ntah kemana.

“Miyoung… Maafkan aku…” Hyorin terduduk lemas di sofa sembari memegang kepalanya yang terasa pusing dan tubuhnya yang seakan terbius menjadi sangat lemas.

1 Jam Kemudian…

Haneul tak mampu menemukan Miyoung yang berlari ntah kemana tadi, Di tambah lagi hari sudah semakin gelap dan hujan turun dengan derasnya semakin membuatnya susah mencari keberadaan Miyoung sekarang. Haneul berkali-kali mencoba menghubungi ponsel Miyoung tapi hasilnya nihil.

“Miyoung, Kau kemana? Kenapa kau meninggalkanku?” Haneul terlihat sangat gelisah dan cemas karena tidak menemukan Miyoung di mana-mana. “Aku harus meminta bantuan!! Aku harus menelepon Kyu dan lainnya agar dapat membantuku mencari Miyoung!” Gumam nya dalam batin dan segera menghubungi Yoora, Kyuhyun, Zhoumi dan Henry agar dapat membantunya mencari Miyoung.

Setelah mereka berkumpul, Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari Miyoung dengan cara berpencar. Haneul yakin Miyoung pasti ada masalah lagi dengan Hyorin dan dia pasti butuh sahabat untuk menjadi sandarannya saat ini.

Di Tempat Lain…

Miyoung terdiam di dalam kotak box telepon umum, Tubuhnya menggigil karena kehujanan. Di Kedua pipinya mengalir air. Ntah itu air hujan atau air matanya, Tubuhnya ambruk di dalam box telepon itu dan wajahnya menunduk lemas.

Tok, Tok, Tok…

Seseorang dari luar box mengetuk pintu box telepon itu dan Miyoung membukanya secara perlahan. “Semua orang sibuk mencarimu, Tapi kau malah bersembunyi di tempat ini…” Ujar orang itu yang tak lain adalah Zhoumi dan masuk ke dalam box itu juga. Miyoung hanya terdiam dan tak mau melihat wajah Zhoumi sedikitpun.

“Hya… Gwenchana?” Tanya Zhoumi saat melihat Miyoung yang tak seperti biasanya. “Aku tidak apa-apa!” Jawab Miyoung sembari mengusap air matanya yang mulai mengalir di kedua pipinya itu.

Zhoumi yang menyadari Miyoung sedang menangis langsung memegang pundak Miyoung, “Apa kau pikir air hujan yang membasahi tubuhmu itu hanya untuk menutupi air matamu yang mengalir? Kau tidak ingin semua melihatmu menangis, Benar bukan?” Zhoumi membalikkan tubuh Miyoung, Kali ini Miyoung memang terlihat sangat rapuh dan menangis.

“Jangan kau pikir kau tau segalanya tentangku! Aku sama sekali tidak menangis!!” Elak Miyoung sembari mengusap kedua pipinya yang basah. Zhoumi langsung memeluknya dengan erat, “Hya, Apa yang kau lakukan?” Bentak Miyoung sembari memukul-mukul dada Zhoumi agar terlepas dari pelukannya tapi Zhoumi tetap memeluknya dengan erat.

“Menangislah!!” Ujar Zhoumi singkat. Miyoung yang mendengar itu terdiam dan tak lagi memukul Zhoumi, Lama kelamaan Miyoung mulai meneteskan air matanya dan menangis terisak-isak tanpa bersuara sedangkan Zhoumi hanya memeluknya dengan erat dan mengelus-ngelus rambutnya.

1 Jam Kemudian, Depan Rumah Zhoumi…

Knock… Knock… Knock…

Zhoumi mengetuk pintu rumahnya dan Sungyoung membukkakan pintu untuknya. Sungyoung melihat Zhoumi memapah Miyoung yang nampak kedinginan “Zhoumi, Kenapa kalian basah kuyup? Ayo cepat masuk!!” Ujar Sungyoung sembari menyuruh Zhoumi dan Miyoung masuk.

“Ada apa dengan kalian berdua? Kenapa basah kuyup seperti itu?” Tanya Hankyung saat melihat Zhoumi dan Miyoung dalam keadaan seperti itu. “Di luar hujan deras, Jadi kami berdua kehujanan…” Jelas Zhoumi singkat.

“Miyoung, Kau mandilah dan ganti pakaianmu dengan pakaianku. Mungkin sedikit kebesaran tapi setidaknya itu lebih baik daripada kau pakai pakaian basah seperti itu…” Ujar Sungyoung dan memapah Miyoung ke arah kamar mandi.

“Kenapa dia bisa bersamamu?! Apa kalian bisa cepat sedekat itu?” Tanya Hankyung heran. “Nanti, Kujelaskan! Sekarang aku mau ganti baju dulu…” Jawab Zhoumi dan pergi ke arah kamarnya.

Miyoung masuk ke dalam kamar Zhoumi, Dan nampak Zhoumi yang belum memakai baju atasannya. “Hya! Kenapa masuk tiba-tiba?” Ujar Zhoumi sembari cepat-cepat memakai baju nya. Miyoung melihat Zhoumi tanpa berekspresi sedikitpun, “Tenang saja, Aku sama sekali tak tertarik dengan hal itu…” Ujarnya dingin sedangkan Zhoumi terlihat sedikit malu.

Zhoumi duduk di sofa panjang di depan ranjangnya. “Mau sampai kau berdiri di tempat itu terus?! Kemarilah duduk di sampingku…” Ujar Zhoumi sembari menggeser tempat duduknya. Miyoung menuruti ucapan Zhoumi, Ia duduk di sampingnya tapi tak mau menatapnya. “Kau sudah melihat kelemahanku, Apa sekarang kau senang?” Ujar Miyoung dingin dan tanpa menatapnya.

Zhoumi menatap Miyoung. “Aku tidak senang, Karena aku sudah mengetahuinya… Jadi aku tidak heran lagi melihatmu menangis…” Ujar Zhoumi dengan santai. “Cih?! Kau selalu saja bersikap seolah-olah kau tau segalanya tentangku!” Ujar Miyoung sembari tersenyum pahit.

“Miyoung…” Panggil Zhoumi pelan. “Apa?” Tanya Miyoung sinis. “Apa kau tidak bisa tersenyum sedikit saja, Seperti ini?” Ujar Zhoumi sembari menarik kedua sudut bibir mungil Miyoung. “Sakit, Lepaskan!!” Ujar Miyoung sembari menepis tangan Zhoumi dan membuat tubuh Zhoumi kehilangan keseimbangan hingga jaraknya semakin dekat dengan Miyoung.

“Kau wangi sekali…” Bisik Zhoumi pelan dan membuat Miyoung terkejut mendengarnya. “Jangan dekat-dekat!! Kau pikir aku akan tetap diam jika kau ingin berbuat macam-macam padaku?!” Ujar Miyoung dengan sinis dan melihat arah lain.

“Jinja?” Ujar Zhoumi seraya memegang dagu Miyoung dan membuatnya agar melihat wajah Miyoung. “Kau ini takkan bisa melawanku…” Tantang Zhoumi sembari terus merapat dengan tubuh Miyoung dan tubuh Miyoung semakin perlahan demi perlahan turun dan akhirnya tubuhnya berada tepat di bawa Zhoumi sekarang.

“Jangan menganggapku lemah!! Kau itu takkan membuatku takut sedikitpun!!” Ujar Miyoung sinis padahal jantungnya kini sudah berdegup kencang. Zhoumi tersenyum licik padanya, “Tapi kau ini hanyalah seorang perempuan, Dan aku adalah lelaki. Kau pasti mengerti maksudku kan…” Goda Zhoumi dan semakin mendekati wajah Miyoung.

“ANDWAE!!” Teriak Miyoung sembari menutup kedua matanya dan di saat itu pula Zhoumi langsung tertawa dengan keras. “Hahahahaha… Ternyata memang benar! Sedingin apapun sikapmu, Kau tetap takut saat aku akan menciummu tadi. Padahal kan aku bercanda..” Ujar Zhoumi di sela tertawanya dan bangkit dari atas tubuh Miyoung.

Miyoung terlihat sangat kesal dan tersinggung dengan sikap Zhoumi tadi. “Kau pikir tadi itu lucu, Huh?! Apa kau ingin mencoba mempermainkanku?!!” Bentak Miyoung kesal dan Zhoumi hanya terus tertawa. “Dasar, Kurang kerjaan!!” Bentak Miyoung lagi dan bergegas keluar dari kamar Zhoumi.

Deg. Deg.Deg.Deg…Miyoung memegang dadanya dan jantungnya terasa begitu berdetak dengan cepat. “Ada apa ini? Mengapa aku harus deg-degan seperti ini? Haish!!” Miyoung memukul kepalanya dan segera pergi ke kamar tamu yang sudah di siapkan Sungyoung tadi.

Pagi Harinya…

“Mau tidur sampai kapan?” Ujar Zhoumi yang tiba-tiba saja ada di samping ranjang Miyoung. Miyoung membuka matanya perlahan-lahan dan menengok ke arah samping kanannya. Matanya langsung membulat saat melihat Zhoumi yang ada di sampingnya itu, “Ddo!! Kenapa kau bisa masuk ke kamar ini?” Bentak Miyoung yang terkejut dan langsung bangun dari tidurnya.

“Ini kan rumahku, Jadi wajar saja jika aku bisa masuk ke kamar ini…” Jawabnya santai sembari tersenyum kecil. “Tapi tetap saja itu namanya tidak sopan!!” Ujar Miyoung kesal dan sangat marah.

“Wuah, Ternyata kau bisa mengatakan kata tidak sopan?” Ejek Zhoumi jail dan membuat Miyoung semakin kesal dan melemparkan bantal padanya.

“Tenang aku hanya bercanda…” Ujar Zhoumi sembari menghindar dari bantal yang di lempar Miyoung itu. “Lagipula sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu…” Tambahnya lagi.

“Apa?” Tanya Miyoung sinis. “Mulai saat ini, Aku akan menjadi guru privat mu! Aku akan mengajarkan semua bidang pelajaran saat istirahat sekolah dan seusai pelajaran selesai. Nanti aku akan meminta izin untuk bisa sekamar denganmu!!” Jawab Zhoumi dengan santai.

“Boe?? Ani… Ani… Bukankah ada peraturan yang mengatakan jika lelaki dan perempuan di kamar yang sama?” Ujar Miyoung langsung menolaknya. “Itu masalah gampang, Lagipula Kepala Sekolah dan Sungyoung noona serta Hankyung hyung sudah setuju dengan ide ku ini! Kau tidak perlu berpikir yang macam-macam, Aku tidak akan melakukan apapun padamu!! Aku hanya akan mengajarimu agar kau cepat menjadi pintar dan Hyorin kakakmu itu tidak dapat mengandalkanmu lagi!!” Jelas Zhoumi panjang lebar.

“Tetap saja aku tidak mau!! Kita kan masih bisa belajar saat waktu istirahat dan sepulang sekolah di taman belakang!!” Ujar Miyoung memberi saran dan menolak keinginan Zhoumi. “Keputusanku sudah bulat!! Dan kau tak bisa menolaknya, Kecuali jika kau memang tak ingin cepat pandai dan tidak lulus dalam ulangan nanti serta bersedia di bawa Hyorin ke Inggris…” Ujar Zhoumi seraya bangkit dari duduknya.

Miyoung terdiam dan nampak berfikir. “Baiklah…” Jawab Miyoung pelan. “Apa?? Aku tidak dengar?” Ujar Zhoumi yang sepertinya jail dan senang menggoda Miyoung. “Aku mau sekamar asrama denganmu, Apa kau puas?!!” Ujar Miyoung dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar itu.

Zhoumi terlihat senang mendengar jawaban Miyoung tadi, “Oh ya, Ada satu lagi yang aku lupa sampaikan padamu. Nanti kau harus mengaku pada Haneul dan yang lainnya jika kita ini pacaran!! Maksudku biar mereka tidak berpikiran hal-hal yang aneh tentang kita dan mengetahui rencana kita ini, Jadi mulai saat ini kau resmi menjadi pacarku!!” Teriak Zhoumi dan segera pergi dari kamar itu.

“BOE??” Teriak Miyoung sembari membuka pintu kamar mandi tapi dia sudah tidak menemukan Zhoumi yang ternyata sudah dengan cepat keluar dari kamar ini.

30 Menit Kemudian…

“Miyoung, Kemarilah sarapan dengan kita…” Ajak Hankyung dengan ramah.

Miyoung hanya mengangguk pelan, “Ini makanlah…” Ujar Sungyoung lembut dan memberi kan Miyoung segelas susu dan sandwich. “Gomawo…” Ujar Miyoung sedikit segan.

“Songsaenim, Bisa aku tanya sesuatu padamu?” Tanya Miyoung pada Hankyung. “De, Apa yang ingin kau tanyakan itu?” Tanya Hankyung penasaran. “Sebenarnya… Kenapa anda sangat percaya sekali padaku? Kenapa anda tidak pernah berfikir jika aku akan membantu Kakakku untuk menghancurkan sekolah ini?” Tanya Miyoung serius.

“Itu karena… Zhoumi yakin, Jika kau dapat membantu kita semua. Dia yang pertama kali memberi kita usul untuk meminta bantuan padamu…” Jawab Hankyung ramah. “Karena itu, Kita sangat berharap padamu Miyoung…” Ujar Sungyoung seraya duduk di sampingnya.

Miyoung hanya terdiam dan melanjutkan kembali makannya. “Miyoung, Aku tau keluargaku pernah melakukan kesalahan pada keluargamu. Tapi aku berharap kau mau memaafkan kesalahan keluargaku pada saat itu…” Ujar Sungyoung lembut dan Miyoung pun hanya mengangguk pelan. “Aku sudah melupakan kejadian waku itu…” Jawab Miyoung ramah.

“Oh, Yah di mana Zhoumi?” Tanya Hankyung heran tidak melihat adiknya sejak tadi. “Oh… Dia sedang ada di depan rumah bersama Kyuhyun, Henry, Haneul dan Yoora…” Jawab Sungyoung santai.

“Mwo?? Jadi sejak tadi ada Haneul dan Yoora?” Tanya Miyoung terkejut dan Sungyoung pun mengangguk. “Aku harus ke depan sekarang, Sarapannya sungguh enak terima kasih Songsaenim…” Ujar Miyoung dan bergegas pergi ke teras depan rumah.

Di Depan Rumah…

“Miyoung…” Ujar Yoora saat melihat Miyoung muncul dari dalam rumah. Haneul segera mendekatinya dan memukul kepalanya. “Aww… Kau ini kenapa sih??” Tanya Miyoung seraya meringis kesakitan.

“Aku kesal padamu!! Kenapa kau jadian dengan Zhoumi tapi tidak bilang padaku dan Yoora?” Jawab Haneul sembari cemberut. “Boe??” Miyoung terlihat terkejut dengan perkataan Haneul tadi dan langsung melirik Zhoumi yang nampak santai mengobrol dengan Kyuhyun dan Henry. “Zhoumi… Beraninya kau mengatakan ini pada kedua temanku!!” Gumam Miyoung dalam batinnya dan terlihat sangat kesal.

To Be Continued…

 Ini Fanfic udah aku publish Sebelumnya di SJFF…

Iklan

21 thoughts on “Secret Campus (Part.7)

  1. “jangan menganggap Ku lemah àku tak takut sedikit pun ( pdhl jantung deg deg an ) ” wkwkwk mi young malah teriak … Pabo

    Ommò mi young- zhoumin sekamar di asrama?
    Ciye ciye pacaran mi ye .. ( walaupun pura2 )

    Gmn cerità nya zhoumin – mi young sekamar ya?

  2. Kyaaa…. Akhir’y porsi zhoumi and miyoung nambah jugaaa…. Gila, si miyoung masih aj kaku gitu sm zhou mi. Kalau aku sih,,, udh melting duluan ngeliat senyumnya zhou mi… Wkwk… Ceritanya nambah seru, lanjut baca ah. 🙂

  3. Yaaa sdh ku duga pasti mimi-miyoumwg nanti sekamar dan eng ing eng benar mreka sekamar, hati” aja mimi nanti jdi bner” suka ama miyoung suka bgt ama mimi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s