Secret Campus (Part.8)PG-15

“Miyoung, Kau tidak akan pulang bersamaku sekarang?” Tanya Haneul terlihat sedikit kecewa. “Miyoung akan bersamaku hari ini!! Jadi biar nanti aku yang akan antarkan dia ke rumahmu saat malam…” Ujar Zhoumi seenaknya saja dan langsung menarik Miyoung dalam pelukannya.

Miyoung mencoba melepaskan tangan Zhoumi yang melingkar di lehernya. “Haufht!! Jadi kalian benar-benar sulit untuk di pisahkan sekarang?!” Ujar Haneul terlihat kesal. “Ayo, Yoora kita harus pulang sekarang…” Ujar Haneul sembari menarik lengan Yoora. “Eh? Miyoung, Zhoumi annyeong…” Ujar Yoora seraya membungkukkan tubuhnya sedikit dan Haneul langsung menariknya.

“Lepaskan Tanganmu dariku!!” Ujar Miyoung dingin dan mengibaskan tangan Zhoumi dengan cukup keras. “Aww… Kau kasar sekali!!” Ujar Zhoumi seraya meringis kesakitan. Miyoung hanya menatapnya dingin dan Zhoumi yang melihat itu hanya menelan ludah yang terasa berat. “Ah… Aku lapar…” Ujar Zhoumi seraya memegang perutnya dan langsung masuk rumah.

“Haneul, Aku pulang sendiri saja.. Lagipula arah jalan pulang kita kan berbeda…” Ujar Yoora saat melihat Haneul akan memasuki mobil yang Kyuhyun bawa. “Eh? Waeyo?? Sudah kau ikut saja denganku, Nanti kita akan mengantarkanmu dulu…” Ujar Haneul heran.

“Tidak perlu, Aku tidak ingin merepotkan kalian. Lagian rumahku kan tidak begitu jauh…” Jawab Yoora santai. Henry yang mendengar itu langsung terlintas sebuah ide di kepalanya, “Ehm… Bagaimana jika aku yang mengantar Yoora saja.. Arah rumahmu ke Barat kan?”Ujar Henry semangat dan Yoora hanya mengangguk pelan.

“Shiro!! Aku tidak mengizinkan kalian berdua pulang berdua saja!!” Ujar Haneul tak terima. “Waeyo? Kan lebih baik jika ada yang menemani Yoora pulang…” Ujar Henry sewot. “Pokoknya tidak boleh!! Yoora lebih baik pulang bersamaku dan Kyu!!” Jawab Haneul sinis.

“Sudahlah… Aku pulang dengan Henry saja.” Ujar Yoora mencoba menenangkan. “Benar apa yang di katakan Yoora, Lebih baik dia pulang bersama dengan Henry saja…” Usul Kyuhyun mencoba membantu Henry untuk mendekatinya dengan Haneul.  “Tapi…”

“Haneul, Sudahlah… Aku hanya tak ingin merepokanmu. Jadi jangan memaksaku, Ok!” Ujar Yoora sembari tersenyum manis. Haneul menarik nafas berat, “Baiklah…” Jawabnya dengan wajah yang lemas. “Henry!! Jaga temanku baik-baik!!” Ujar Haneul lagi dengan nada dingin dan masuk ke dalam mobil. “Kalau begitu kita duluan…” Ujar Kyuhyun seraya masuk ke dalam mobil juga dan sebelum masuk ia sempat mengedipkan sebelah matanya pada Henry dan di balas senyuman Henry yang terkesan licik.

“Hah… Haneul selalu saja seperti itu, Tidak padaku tidak pada Miyoung, Dia selalu saja bersikap sangat perhatian…” Ujar Yoora seraya berjalan perlahan, Henry berjalan di samping nya. “Tidak apakan jika tidak pakai kendaraan?” Ujar Henry sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.

“Gwenchana. Kan rumahku memang tidak terlalu jauh dari tempat ini, Jadi tidak apa-apa…” Jawab Yoora sembari menengok pada Henry dan tersenyum manis. Deg!! Lagi-lagi jantung Henry berdetak lebih cepat saat mendengarnya. “O..Oh…” Henry hanya melontarkan kata-kata itu dengan sedikit gugup.

“Oh iya, Memangnya di mana rumahmu?” Tanya Yoora penasaran. “Ah? Tidak terlalu jauh juga…” Ujar Henry sembari menatap arah lain karena tidak berani menatap wajah Yoora yang membuat jantungnya selalu berdetak cepat.

Yoora hanya mengangguk pelan, “Yoora, Bo.. Boleh aku… tanya sesua..tu?” Tanya Henry dengan terbata-bata. “Tentu, Apa yang ingin kau tanyakan?” Jawab Yoora ramah. “Apa… Apakah.. Kau su..su..sudah pu..punya…” henry terdiam ia seakan tak mampu melanjutkan perkataannya. “Henry ayo tinggal sedikit lagi…” Ujarnya dalam batin.

“Punya apa?” Tanya Yoora bingung dan tak mengerti. Henry terdiam dan menghentikan langkahnya begitupun dengan Yoora yang menghentikan langkahnya. “Apa kau sudah punya pacar?” Tanya Henry tanpa mau menatap Yoora karena ia yakin saat ini wajahnya sangat merah sekali.

Yoora terdiam saat mendengar pertanyaan Henry, Henry yang menyadari dengan respon Yoora yang seperti itu langsung menatapnya. “Bodoh!! Pasti dia marah padaku, Aish…” Gumam Henry dalam batinnya.

“Aniyo… Aku tidak punya pacar, Waeyo?” Jawab Yoora sembari bertanya balik dan tersenyum kecil padanya.

Sebuah senyuman kecil terpancar di wajah Henry. “Hahahahahaha…. Ini kesempatan untuk ku…” Gumam Henry tertawa licik dalam batinnya. “Kalau begitu, Apa kau tidak punya lelaki idamanmu seperti siapa?” Ujar Henry seraya berjalan kembali begitupun dengan Yoora.

“Hemmm… Tidak tau. Aku belum memikirkan untuk berpacaran…” Jawabnya dengan santai dan lagi-lagi Henry terdiam. “Musnah sudah harapanku…” Gumamnya lemas dan hati nya seakan retak hancur berantakan. “Jadi, Kau tidak berniat pacaran…” Ujar Henry pelan dan melanjutkan langkahnya mencoba mengejar Yoora yang berjalan cukup jauh dengannya sekarang.

15 Menit Kemudian… Yoora dan Henry berjalan tanpa ada obrolan sedikitpun antara mereka berdua. “Nah, Sudah sampai…” Ujar Yoora berhenti di depan gerbang sebuah rumah yang cukup modern dan mewah.

“Jadi, Ini rumahmu?” Tanya Henry penasaran dan Yoora mengangguk pelan sembari tersenyum kecil. “Mau mampir dulu?” Ajak Yoora pada Henry. “Ani… Aku harus pulang…” Jawab Henry seraya menggelengkan kepalanya pelan.

“Oh, Kalau begitu terima kasih yah sudah mau mengantarku…” Ujar Haneul ramah dan Henry hanya mengangguk pelan. Saat Yoora hendak masuk ke dalam gerbang rumahnya, Henry memegang lengannya pelan. “Eh? Waeyo?” Tanya Yoora heran.

“Apa benar kau tidak memiliki tipe lelaki yang kau idamkan?” Tanya Henry penasaran. Yoora tersenyum manis padanya, “Mungkin aku suka tipe lelaki yang sepertimu…” Jawab Yoora santai dan Henry langsung membulatkan matanya seraya menatap Yoora bingung.

“Aku masuk dulu yah.. Annyeong…” Ujar Yoora seraya melepaskan tangan Henry dan masuk ke dalam gerbang rumahnya sedangkan Henry masih terpaku di tempat itu. “Jadi? Maksudnya… Apa dia suka padaku?” Tanya Henry dalam batinnya dan ia langsung berteriak sekencang-kencangnya. “Whooaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. Ternyata harapanku takkan menjadi sia-sia…” Ujar Henry setengah berteriak dan meloncat-loncat kegirangan.

Suasana Rumah Donghae…

“Hya!” Panggil Eunhyuk saat melihat Donghae sahabat sekaligus sepupunya itu sedang melamun seraya menatap layar laptopnya. Donghae yang menyadari dengan kehadiran Eunhyuk, Ia langsung menutup Laptopnya dan terlihat sedikit panik, Eunhyuk yang merasa tidak beres dengan hal itu langsung mengambil laptopnya itu.

“Hmm… Mari kita lihat, Apa yang kau sembunyikan dalam laptopmu ini…” Ujar Eunhyuk penasaran dan membuka laptop itu. “Hyuk, Jangan! Kembalikan…” Ujar Donghae mencoba mengambil laptopnya dari tangan Eunhyuk, Tapi Eunhyuk terus menghalangi Donghae.

Mata Eunhyuk membulat saat melihat layar laptop Donghae. “Dia…” Ujarnya pelan. “Sudah ku bilang jangan!!” Ujar Donghae sinis dan merebut laptopnya itu.

“Hae, Kenapa foto gadis itu ada di laptopmu? Apa yang tadi kau lihat itu adalah foto itu?” Tanya Eunhyuk tak percaya dan segera menghampiri Donghae yang terduduk di ranjang nya. Donghae terdiam dan tetap fokus pada Laptopnya itu. “Aku bertanya padamu, Lee Donghae…” Ujar Eunhyuk yang merasa kesal karena di acuhkan dan menutup Laptopnya.

“De, Aku memang melihat fotonya. Wae?” Jawab Donghae dengan sinis dan membuka kembali laptopnya. Eunhyuk terdiam dan nampak terkejut, “Hya, Bukankah kau bilang hanya ingin mengerjainya saja untuk balas dendam?? Tapi kenapa sekarang kau malah seperti orang yang sedang kasmaraan?” Ujar Eunhyuk heran pada tingkah Donghae.

Tatapan Donghae langsung berubah, Wajahnya seakan terlihat gugup dan tak mau menjawab pertanyaan Eunhyuk tadi. “Oh!! Atau jangan-jangan kau benar-benar sudah jatuh cinta padanya terlebih dahulu?” Ujar Eunhyuk menerka-nerka.

“Aniyo!!” Jawab Donghae langsung dengan nada dingin. “Lalu?” Ujar Eunhyuk seraya menatap Donghae dengan tajam. “Aku… Aku…” Donghae tak mampu menjawab dengan benar ucapannya terbata-bata dan wajahnya tak mau menatap Eunhyuk sediktpun.

“Benarkan tebakanku! Ternyata kau memang masih mengharapkannya… Kau ini kan aku sudah bilang padamu!! Jangan menjadikan balas dendammu itu sebagai alasan untukmu agar bisa dekat dengannya… Aku sudah dapat membaca gerak-gerikmu dari dulu…” Ujar Eunhyuk yang sudah sangat mengenal sepupunya itu.

Donghae terdiam dan memandang Eunhyuk, “Yah… Aku memang berbohong padamu jika aku ini hanya ingin balas dendam padanya…” Jawab Donghae lemas. “Tapi… Sejak SMP dulu Haejin tak pernah melihatku sedikitpun… Dia selalu tak menganggapku ada.. Dan saat masuk SMA dia pun tak pernah mengingatku!! Mangkannya aku ikut kegiatan Cerdas Cermat itu dan mengalah padanya agar dia mampu melihatku… Tapi nyatanya dia tetap memandangku dengan sebelah mata dan bersikap dingin padaku!! Mangkannya aku berpura-pura untuk balas dendam padanya, Maksudku hanya ingin membuatnya untuk melihatku…” Jelas Donghae panjang lebar.

Eunhyuk menarik nafas panjang, “Kau ini, Beraninya membohongiku!!” Ujar Eunhyuk seraya menjitak kepala Donghae dengan buku. “Dulu kau bilang sudah tidak suka lagi padanya, Nyatanya kau masih menyukainya sampai sekarang!!” Ujar Eunhyuk seraya menggelengkan kepalanya.

“Yakk!!” Bentak Donghae seraya meringis kesakitan, “Awalnya aku memang sudah melupakannya, Tapi saat tahun ajaran pertama kita di SMA. Aku tak sengaja bertabrakan dengannya. Karena itu, Aku jadi mengingatnya kembali…” Jawab Donghae pelan.

“Lalu, Apa sekarang rencanamu berhasil? Apa kau mampu mendekatinya?” Tanya Eunhyuk penasaran. Donghae tersenyum licik pada Eunhyuk, “Tentu saja!! Dia memang mengingatku karena saat Cerdas Cermat dulu aku mengatakan ingin balas dendam padanya!! Tapi dia tidak tau saja jika aku ini sengaja mengatakan hal itu, Agar dia tetap mengingatku… Di tambah lagi aku sangat senang saat melihatnya marah, Dia terlihat lebih menggemaskan…” Jawab Donghae semangat dan tertawa penuh kemenangan.

“Dasa, Kau ini!! Hati-hati saja kau akan semakin di bencinya…” Ujar Eunhyuk seraya melemparkan bantal pada Donghae dan Donghae hanya menangkisnya dan tertawa kecil. “Oh, Iya… Lalu bagaimana permasalahmu dengan Eunji?” Tanya Donghae penasaran.

“Boe?? Dekka?? Eunji?? Untuk apa kau tanyakan hal itu? Aku sama sekali tidak tertarik dengannya…” Ujar Eunhyuk sinis dan menatap arah lain. “Jinja?? Tapi sepertinya kalian itu terlihat cocok…” Ujar Donghae menggoda Eunhyuk.

“Hya, Aish…” Ujar Eunhyuk kesal dan hendak memukul kepala Donghae lagi. Donghae bangkit dari ranjangnya dan merentangkan kedua tangannya yang terasa pegal. “Tapi aku yakin kalian akan sama-sama suka…” Ujar Donghae lagi menggoda Eunhyuk. “Yakk!!” Bentak Eunhyuk tapi Donghae langsung berlari keluar kamar.

Keadaan Haneul dan Kyuhyun…

“Ok! Kita sudah sampai…” Ujar Kyuhyun seraya menarik rem tangannya. Kyuhyun menatap Haneul yang terlihat sedang marah apalagi sejak tadi di jalan Haneul tidak berbicara sepatah katapun. “Gwenchana?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Haneul menatapnya tajam, “Kenapa kau tadi membantu Henry?! Mengapa kau tadi tidak membantuku membujuk Yoora agar pulang bersama kita saja?” Ujar Haneul sinis.

Kyuhyun tertawa kecil saat mendengarnya, “Ah… Jadi kau masih memikirkan hal tadi…” Ujar Kyuhyun santai.

“Memangnya apalagi?” Tanya Haneul dengan dingin.

“Sudahlah.. Lagipula kan hanya mengantar Yoora pulang saja. Tidak ada yang lain, Jadi kau tak perlu semarah itu…” Bujuk Kyuhyun sembari tersenyum pada Haneul.

Haneul tetap terdiam dan menatap ke arah kaca mobil. “Hey…” Kyuhyun sedikit menggoda Haneul dengan mencolek-colek Haneul pelan tapi Haneul langsung menepisnya. “Kau masih marah saja?” Tanya Kyuhyun saat melihat reaksi Haneul yang seperti itu.

“Aku mau masuk rumah!!” Jawab Haneul dingin dan hendak membuka pintu mobil, Tapi Kyuhyun langsung menarik lengannya dan dengan cepat Kyuhyun langsung melumat bibir Haneul dengan lembut.

Haneul membulatkan kedua matanya, Haneul mencoba untuk melepaskan ciuman Kyuhyun ini, Tapi karena tempat yang tak mendukung ini membuatnya kesulitan untuk bergerak dan Kyuhyun semakin memeluknya erat dan menghimpitnya ke arah pintu mobil. Kyuhyun mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulut Haneul dan menelesuri setiap sudut dalam mulut Haneul.

Haneul tak mampu meberontak hanya dapat menutp kedua matanya perlahan dan menerima ciuman Kyuhyun yang terkesan liar dan penuh dengan gairah. Ciuman Kyuhyun semakin lama mulai turun ke leher putih Haneul dan memberikan beberapa Kiss Mark sehingga membuat Haneul mendesah pelan.

Kedua tangan Kyuhyun kini mulai mencoba melepaskan kancing yang melekat di baju Haneul, Dan sontak itu membuat Haneul terkejut dan Haneul pun langsung memegang kedua tangan Kyuhyun. “Kyu, Jangan…” Ujar Haneul dengan wajah yang memelas dan itu justru membuat Kyuhyun semakin ingin melakukannya.

Kyuhyun hanya membalas perkataan Haneul dengan senyuman liciknya dan ia kembali mencium bibir Haneul dengan penuh gairah. Haneul hanya mampu mendesah kecil dan ia sudah tak mampu menahan apa yang di inginkan Kyuhyun sekarang.

Tangan Kyuhyun mulai menelisik masuk ke dalam pakaian Haneul dan ia mulai meremas buah dada Haneul yang masih terbungkus bra.

Knock.Knock.Knock…

Haneul dan Kyuhyun segera menghentikkan aktivitas kalian, Dan mereka menurunkan kaca mobil perlahan. “Yak!! Apa kalian akan melakukan hal itu dalam mobil?” Ujar seorang lelaki yang tak lain adalah Heechul yang ternyata adalah sepupu Haneul.

“Heechul?” Ujar Kyuhyun dan Haneul secara bersamaan dan tak lama dari itu mereka berdua keluar dari dalam mobil.

“Haneul, Masuk dalam rumah!” Ujar Heechul serius dan Haneul hanya mengangguk pelan dan menyadari sepertinya Heechul sedang marah saat ini. Haneul kini hanya mengikuti keinginan sepupunya itu dan melambaikan tangannya pada Kyuhyun.

“Hah.. Kalau begitu aku juga pulang dulu yah…” Pamit Kyuhyun pada Heechul yang memandangnya dingin. “Hey, Kyu!” Panggil Heechul dingin. “De?” Jawab Kyuhyun seraya melirik ke belakang dan menatap Heechul bingung.

“Jangan lakukan itu lagi padanya?! Atau aku akan bertindak, Araseo?! Kau tau kan orang tua Haneul telah menitipkan dirinya padaku? Jadi jangan macam-macam sebelum kalian lulus, Araseo?!” Ujar Heechul serius.

Kyuhyun hanya tersenyum kecil saat mendengarnya, “Aku tidak janji jika aku takkan melakukannya.. Karena walau bagaimanapun juga, Aku ini adalah pria normal lainnya..” Jawab Kyuhyun dengan santai dan masuk ke dalam mobilnya seraya melajukannya dengan cukup cepat.

“Aish!! Kalau saja Haneul bukan pacarnya, Aku sudah menghancurkan anak itu sejak dulu!” Gerutu Heechul kesal dan segera masuk ke dalam rumah.

Di Rumah Eunji…

“Apa kau datang ke rumahku hanya untuk chattingan di depanku?” Sindir Eunji saat melihat Bora yang sejak tadi hanya fokus pada laptopnya. Bora menengoknya sembari tersenyum, “Hehehe.. Kau kan tau hobi ku itu seperti apa?” Jawab Bora sembari terkekeh kecil.

“Dasar!!” Eunji hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan membaca majalahnya. “Oh iya. Eunji, Apa Kau menyukai Eunhyuk?” Tanya Bora penasaran. “Boe?? Dekka?!! Aniyo!! Aku mana mungkin menyukai orang seperti dia…” Jawab Eunji dengan nada tinggi.

Bora terlihat terkejut dengan respon Eunji tadi, “Tidak perlu semarah itu!! Aku Kan cuman bercanda… Hehehehe” Ujar Bora sembari terkekeh kecil dan Eunji hanya mendengus kesal dan memandang ke arah luar jendela kamarnya. Tapi di wajahnya tersirat kesedihan dalam hatinya yang mungkin tak dapat di katakannya.

“Hah… Aku jadi penasaran dengan orang yang bernama Killer Smile ini…” Gumam Bora pelan dan Haejin hanya menatapnya bingung.

Suasana di Rumah Zhoumi…

“Baiklah kita mulai pembelajaran dari hari ini!!” Ujar Zhoumi seraya menyimpan beberapa tumpukkan buku di hadapan Miyoung. “Hah? Apa kita akan mempelajari semua ini?” Tanya Miyoung seraya membuka buku-buku itu dengan cepat.

“Tentu saja!! Aku sudah liat nilai rata-ratamu dalam setiap ujian dan tidak ada satu mata pelajaranpun yang lulus…” Ujar Zhoumi dengan serius. “Tapi.. Ini namanya penyiksaan bagaimana bisa aku menghapal ini semua?” Ujar Miyoung sembari terus menatap tumpukan buku-buku itu dengan tidak percaya.

“Kalau tidak begini kau tidak akan bisa-bisa!! Nah, Sekarang kita akan mulai dengan Matematika…” Ujar Zhoumi sembari membuka buku Matematika. “Boe?? Matematika?” Ujar Miyoung terkejut. “Sudah jangan banyak bicara, Sekarang perhaikan rumus ini. Aku akan menjelaskan cara pengerjaannya padamu…” Ujar Zhoumi serius dan Miyoung hanya mengangguk malas.

Tanpa mereka sadari, Hankyung dan Sungyoung memperhatikan mereka dari luar kamar dan mereka nampak senang melihat hal itu. “Semoga saja Zhoumi bisa membuat Miyoung berubah dan itu akan menjadi kartu mati bagi Hyorin…” Ujar Hankyung berharap. “Yah… Semoga saja! Aku juga berharap seperti itu…” Ujar Sungyoung sembari mengangguk pelan.

20 Menit Kemudian…

“Mana, Biar kulihat hasil kerjamu…” Ujar Zhoumi sembari mengambil buku catatan Miyoung. Miyoung hanya diam dan nampak cuek. “Apa-apaan ini?!” Bentak Zhoumi kesal. “Kan aku sudah bilang, Aku tidak bisa Matematika!!” Ujar Miyoung kesal dan marah.

“Kau ini!!” Ujar Zhoumi kesal tapi Miyoung hanya diam dan menatap arah lain. “Baiklah, Kalau begitu, Jika kau tak dapat menyelesaikan soal-soal ini! Malam ini takkan ku izinkan kau pulang ke rumah Haneul!!” Ujar Zhoumi menantang Miyoung dengan wajah yang serius.

“Boe?? Yak!!” Miyoung nampak kesal dan emosi saat mendengarnya tapi Zhoumi malah dengan cueknya memasang earphone di telinganya dan menatap lain. “Aish!!” Miyoung menggerutu tak jelas dan terpaksa mengerjakan soal-soal tadi lagi.

To Be Continued…

 Ini Fanfic udah aku publish Sebelumnya di SJFF…

Iklan

17 thoughts on “Secret Campus (Part.8)PG-15

  1. Aaah…lampu hijau buat henry…
    😉

    Kyu n haneul hampir nyerempet…
    Dasar kyupil…

    Aaaa,trnyata hae nyimpan cinta dr smp…
    So sweet

  2. Wkwkwk .. Zhoumin .. Lsg telan ludah / takut .. Krn di tatap dgn pandangan dingin sama mi young ..

    Ommò henry manis bgt .. Kalo grogi di samping yoora .. Ayo Cepat ” tembak ” yoora

    Oooo hae dah Dari dulu suka haejin tp haejin ga menganggap nya ada …jd hae sengaja mengalah di cerdas cermat itu .. Trus niat nya balas dendam malah jd suka ? Hehehe .. Trus èunhyuk – sepupunya gmn ? Msh musuhan dgn eunji? Awas tar suka loh

    Aish kyu mesum bgt ya …masa mau ” itu ” di mobil
    Rasain ketahuan heechul … Di omelin kan .. Sukurin
    ( ooo heechul sepupu haneul toh )

    Wkwkwkwiiw kasian mi young ga boleh pulang kalo lom selesai kerjain matematika .. Aigoo zhoumin kejam bgt yah sama mi young

  3. Cie manisnya mochi, oh jadi itu to motif’a hae buat dketin haneul? Hahaha sial bnar jwbn kyu kalo sdh d hajar ama heechul bru tau rasa dya hehehe jangan” eunji sdh suka ama hyuk dri dulu. Cie young-mi moment saya suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s