Songs in the Night (Part 1 of 3)

Alunan musik, Yah… Itulah yang sering ku dengar dari seberang sana. Suaranya dan Petikan gitarnya yang selalu membuatku nyaman dan terbuai saat mendengarnya. Ingin rasanya aku berbicara dengannya, mendengarkan suaranya dari dekat dan berharap lagu itu di persembahkan hanya untukku, Tapi itu semua takkan mungkin.

Setiap malam aku selalu melihatnya selalu mengalunkan lagu-lagu yang merdu, Dengan sebuah gitar yang ada di pangkuannya dia selalu menciptakan irama-irama yang indah dan selalu membuatku terhanyut saat mendengarnya. Sayang… Aku tak mampu menjamahnya sedikitpun meskipun seujung jaripun.

Namaku Shim Miyoung, Aku bukanlah seorang gadis yang seperti umumnya dapat bebas bermain dan menjalani kehidupan di siang hari karena aku adalah pengidap Xeroderma Pigmentosum, Di mana aku tak mampu terkena sinar matahari.

<Author PoV>

Miyoung terus saja memperhatikan seorang pemuda tampan yang terlihat asyik memetik senar gitarnya. “Suaranya… Dan caranya bermain alat musik begitu terdengar indah di telingaku…” Gumam Miyoung dalam batinnya sembari terus memperhatikan pemuda itu dari dalam kamarnya melalui jendela kamarnya yang tertutup rapat.

Tiba-tiba wajah Miyoung berubah menjadi terlihat murung dan ternyata Pemuda itu mengakhiri permainannya dan bergegas masuk ke dalam rumah. “Hah… Seperti biasa, Saat sudah pukul 22.00 malam dia pasti akan masuk ke dalam rumahnya. Berbeda seperti aku yang menginginkannya terus memainkan lagu itu…” Ujar Miyoung seraya menghela nafas berat dan ia pun terdiam memandangi bulan yang bersinar dengan indahnya.

Esok Harinya…

Pemuda yang sering di perhatikan Miyoung itu terlihat keluar dari rumahnya dengan menaiki sebuah motor Honda CBR 600RR. “Hi, Zhoumi…” Sapa Pemuda itu yang tak lain bernama Hankyung pada seorang pemuda yang menghampirinya.

Pemuda yang bernama Zhoumi itu hanya mengangguk sembari tersenyum padanya, “Sepertinya sudah saatnya kita pergi ke tempat Kuliah…” Ujar Zhoumi dan Hankyung pun melemparkan sebuah helm padanya.

##########

Hari mulai malam dan Kini terlihat Miyoung yang membuka gorden kamarnya lalu bergegas terduduk di hadapan jendela yang menghadap ke halaman depan teras rumah Hankyung. “Biasanya dia akan bernyanyi saat jam 20.00 malam…” Ujar Miyoung dengan semangat dan terpancar jelas dari wajahnya jika ia terlihat begitu menanti Hankyung.

Tapi setelah 15 menit menunggu, Hankyung tak ada juga. Bahkan tak terlihat batang hidung nya sedikitpun oleh Miyoung. Semangatnya yang tadi seakan memudar, Wajahnya terlihat bosan dan murung.

“Miyoung…” Seseorang memanggil namanya hingga membuatnya menoleh padanya.

“Ada apa?” Jawab Miyoung dengan pelan dan menoleh padanya.

Orang itu menghampirinya dan memberikannya sebuah boneka teddy bear yang terlihat lucu. “Lihat! Apa yang Oppa berikan untukmu…” Ujar orang itu. Tapi tak ada respon yang terlihat menyenangkan dari wajahnya. “Kau kenapa? Apa kau tidak senang?” Tanya orang itu yang tak lain adalah Zhoumi yang juga Kakak Lelaki Miyoung.

“Tidak, Aku sangat senang dengan hadiahmu ini Oppa. Terima Kasih…” Ujar Miyoung datar dan mencoba untuk tersenyum padanya.

“Benarkah? Apa tak ada yang kau sembunyikan dariku?” Tanya Zhoumi sedikit penasaran.

Miyoung menggeleng pelan dan akhirnya ia tersenyum tulus padanya. “Percayalah, Tidak ada apa-apa… Aku hanya merasa sedikit bosan saja.” Jawab Miyoung seraya menatap dan memeluk teddy bear itu.

Zhoumi menatap Miyoung dengan rasa iba. Ia mengerti dengan apa yang di rasakan Miyoung sekarang, Pasti ia sangat bosan harus terus berada dalam rumah seharian tanpa bisa mengenal dunia luar. Sebenarnya Miyoung bisa saja keluar rumah saat siang hari, Tapi itupun harus menggunakan baju pelindung dan itupun tak bertahan lama.

“Ya sudah kalau begitu aku turun dulu ke bawah… Jika kau menginginkan sesuatu panggilah aku…” Ujar Zhoumi lembut.

“Oppa…” Ujar Miyoung pelan. “Aku ini bukanlah seorang gadis cacat! Aku ini hanya tidak mampu berada di bawah sinar matahari selain itu aku bisa melakukan hal lainnya…” Ujar Miyoung seraya menatap Zhoumi dengan tatapan sedikit kesal.

“Yah aku tau… Aku kan hanya ingin membantumu. Kau ini terlalu sensitif…” Ujar Zhoumi sembari tersenyum kecil dan akhirnya ia keluar dari kamar itu.

Wo pa lai bu ji wo yao bao zhe ni
Zhi dao gan jue ni de zhou wen
You le sui yue de hen ji

Zhi dao ken ding ni shi zhen de
Zhi dao shi qu li qi
Wei le ni wo yuan yi

Dong ye bu neng dong ye yao kan zhe ni
Zhidao gan jue ni de fa xian
You le bai xue de hen ji

<Miyoung PoV>

Suara ini, Musik ini?? Aku segera melihat ke arah luar jendela kamarku dan tanpa sadar aku membuka jendela kamarku hingga aku mampu melihatnya lebih jelas.

Lalu dengan spontan aku mengikuti setiap alunan lagunya yang sudah sangat kuhapal nada suaranya. “Hmm… Hmm.. Hmmm” Aku bersenandung menikmati alunan lagunya itu. Menutup kedua mataku dan menopang daguku dengan kedua tanganku untuk semakin mendalami makna lagu yang sedang di nyanyikannya itu.

Tapi tiba-tiba, Lagunya terhenti dan akupun membuka mataku perlahan. Dan saat aku sadar ternyata pemuda tampan itu melihatku sembari mengerutkan keningnya dan senyuman geli terlukis di wajahnya.

<Author PoV>

“Omo! Dia melihatku!!” Miyoung segera bersembunyi dan menutup jendela itu rapat-rapat.

Hankyung terlihat bingung dengan tingkah Miyoung. Awalnya dia menikmati lagunya yang sedang ia mainkan itu, Tapi saat dia melihatnya Miyoung malah masuk ke dalam kamarnya dan menutup jendelanya rapat-rapat.

“Bagaimana ini?! Bagaimana jika dia melihatku? Bagaimana jika dia tidak mau memainkan lagu itu di depan rumah dan aku tak mampu mendengarnya?! Ah… Babo.. Babo!!” Miyoung menghardik dirinya sendiri dan memukuli kepalanya.

Miyoung kembali melirik ke luar jendela kamarnya dan nampak Hankyung yang masih melihat ke arahnya. “Boleh aku tau siapa yang di sana?” Tanya Hankyung setengah berteriak.

Tapi Miyoung tak berani menjawabnya dan malah kembali bersembunyi bahkan dia menutup gorden kamarnya dan tak menggubris panggilan Hankyung.

<Hankyung PoV>

Aneh sekali gadis itu, Kenapa dia bertingkah seperti itu? Jelas-jelas tadi dia mengikuti alunan laguku bahkan dia menyanyikan lagu ini. Tapi kenapa dia terlihat malu saat aku menyadari akan kehadirannya?.

Dan memangnya sejak kapan ada seorang gadis dalam rumah Zhoumi? Bukankah dia hanya tinggal sendiri di rumahnya? Atau mungkin itu adalah kerabatnya. Hah… Lebih baik aku tanyakan saja padanya nanti.

<Author PoV>

Pagi Harinya, Seperti biasa Hankyung dan Zhoumi hendak pergi ke tempat Kuliah mereka dengan menggunakan motor yang di miliki Hankyung. “Zhoumi, Bisakah aku tanyakan sesuatu padamu?” Tanya Hankyung penasaran saat mereka hendak pergi.

“Apa?” Tanya Zhoumi bingung.

“Apa sekarang ada kau tinggal dengan kerabatmu? Dia seorang wanita dan tadi malam aku sempat melihatnya berada di kamar itu…” Tanya Hankyung seraya menunjuk kamar Miyoung.

Zhoumi mengikuti arah telunjuk tangan Hankyung yang menunjuk kamarnya. Zhoumi sedikit terkejut saat mengetahui jika Hankyung melihat Miyoung. “Kapan kau melihatnya?” Tanya Zhoumi heran.

“Tadi malam…” Jawab Hankyung singkat dan tenang.

“Tadi malam? Apa mungkin tadi malam Miyoung membuka jendela kamarnya?” Gumam Zhoumi dalam batinnya.

“Oy, Zhoumi…” Hankyung mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan wajah Zhoumi, Dan Zhoumi yang terlihat melamun pun langsung tersadar. “Siapa gadis itu?” Tanya Hankyung masih penasaran.

“Oh.. Dia adalah adikku. Sejak 1 tahun yang lalu dia pindah ke sini, Awalnya dia tinggal di Usa bersama Tante dan Pamanku. Tapi dia memutuskan untuk tinggal di sini, Lagipula kau tau kan jika orang tua ku sudah lama meninggal jadi dia ingin berada di sini…” Jelas Zhoumi mencoba untuk tenang.

Hankyung mengangguk mengerti. “Ya sudah… Kita pergi sekarang saja sekarang! Ayo…” Ajak Zhoumi dan mereka pun akhirnya pergi ke tempat Kuliahnya.

##########

Malam Harinya…

Kini bukan Miyoung yang menanti akan kehadiran Miyoung, Akan tetapi berganti menjadi Hankyung yang kini menanti Miyoung keluar dari dalam kamarnya. “Hmm.. Bukankah kemarin jam 21.00 dia sudah keluar? Apa mungkin dia tidak berani bertemu denganku lagi?” Ujar Hankyung bingung.

Saat Hankyung hendak masuk ke dalam rumahnya karena sudah bosan menunggu. Samar-samar ia melihat sesosok gadis berdiri di balik jendela itu. “Apakah itu dia?” Gumam Hankyung dalam batinnya.

Tanpa berfikir panjang lagi Hankyung langsung memainkan lagunya dan memetik gitarnya seperti biasa seakan tak terjadi apapun. Dan ia pun berpura-pura tak menyadari dengan keberadaan Miyoung di balik jendela itu.

<Miyoung PoV>

Apa dia tidak menyadari akan keberadaanku? Apakah aku harus meminta maaf padanya karena telah memperhatikannya diam-diam? Ya ampun… Kenapa aku begitu bingung? Aku kembali memperhatikannya dari dalam jendela kamarku dan dapat ku dengar lagi alunan lagunya yang begitu merdu.

Akhirnya Aku memutuskan untuk membuka jendela kamarku dan seketika itu juga ia menghentikan permainan musiknya. “Annyeong…” Sapanya ramah padaku dan sedikit membungkukkan tubuhnya padaku.

“A-Annyeong…” Jawabku terbata-bata dan sedikit malu.

“Maukah kau turun kemari untuk mengobrol denganku?” Ajaknya setengah berteriak dan sejujurnya aku sedikit terkejut dengan ajakannya itu.

“Eh?” Hanya kata itu yang terlontar dari mulutku.

“Maukah kau mengobrol denganku?” Ujarnya lagi dan tanpa sadar aku pun mengangguk padanya dan memintanya untuk menungguku di halaman depan rumahnya.

<Author PoV>

Miyoung tergesa-gesa berlari keluar kamarnya dan menuruni anak tangga rumahnya dengan cepat. “Hey, Hey.. Kenapa kau berlari dengan cepat seperti itu? Apa kau tidak takut jatuh?” Ujar Zhoumi saat melihat Miyoung seperti itu.

“Ah, Oppa!” Miyoung menghentikkan langkahnya dan segera menoleh pada Zhoumi yang terlihat sedang mengerjakan tugasnya di ruang tengahnya.

“Kau mau kemana malam-malam seperti ini?” Tanya Zhoumi saat menyadari jika Miyoung akan keluar rumah.

“Ehm.. Aku ingin menghirup udara segar di malam hari. Bolehkan Oppa? Jarang-jarang kan aku bisa keluar rumah dan sekarang aku ingin keluar rumah. Boleh yah…” Jawab Miyoung seraya membujuk Zhoumi agar mau mengizinkannya ke luar rumah.

Zhoumi terlihat berfikir dan mempertimbangkannya hingga akhirnya ia menghela nafas berat dan mengangguk sembari tersenyum. “Yah.. Tapi berjanjilah kau tidak akan lama-lama di luar. Kau mengerti?” Ujar Zhoumi sedikit mencemaskan dan berat hati membiarkan Miyoung keluar rumah.

“Wuaaah.. Terima Kasih Oppa…” Miyoung langsung meloncat senang dan bergegas ke luar rumah dan Zhoumi hanya tersenyum kecil.

“Ingat jangan lama-lama!” Ujar Zhoumi setengah berteriak.

“De…” Jawab Miyoung sama halnya dengan Zhoumi yang setengah berteriak.

##########

Dengan nafas yang sedikit tersenggal-senggal, Miyoung menghampiri Hankyung yang sudah berdiri di depan gerbang rumahnya. “Apa.. Kau sudah.. menunggu terlalu lama?” Tanya Miyoung dengan nafas tersenggal-senggal.

Hankyung tersenyum dan menggeleng pelan. “Tidak… Hanya butuh beberapa detik untuk menunggumu keluar dari rumahmu itu.. Oh yah, Namaku Hankyung. Kau siapa?” Jawab Hankyung seraya memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya.

“Namaku Shim Miyoung…” Jawab Miyoung tersipu malu dan menjabat tangan Hankyung dengan lembut. “Ehm.. Hankyung! Bisakah aku memanggilmu seperti itu?” Ujar Miyoung lagi.

Hankyung kembali tersenyum, “Tentu saja… Kau bisa memanggilku dengan sesukamu…” Jawab Hankyung dengan ramah. “Oh yah kemarin aku sempat melihatmu begitu menikmati lagu yang aku nyanyikan… Apakah kau menyukai lagu buatanku?” Tanya Hankyung penasaran.

“Eh?” Miyoung sedikit terkejut saat mendengarnya.

To Be Continued…

 Ini FF Pernah Aku Publish Sebelumnya di SJFF…

 

15 thoughts on “Songs in the Night (Part 1 of 3)

  1. Q dha bca unnie ps di sjff tpi blum smpet comment…
    cz pz thu msih bingung cara ngomentnya gmna *biasa pz thu lgi gaptek ckckckckck*….
    mantep nie unnie critanya…
    daebakkkkkkkk pooooooollllll…..

  2. Is emang enak jadi pengagum rahasia coz q uga pernah gitu ,tapi stelah tau dia dah ada yg punya gak lagi .wkwkwk*curhatdkit
    Dah,lanjut

  3. Kasian miyoung punya penyakit kek gitu… Aku kira cowo yg nyanyi entu mimi eh ternyata han gege dan mimi kakak miyoung. Tapi suka lah mau lanjut baca aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s