Songs in the Night (Part 2 of 3)

“Ehm… Sejujurnya aku sering mengamatimu. Menurutku suara dan caramu bermain gitar itu sangat indah…” Jawab Miyoung sejujurnya tanpa basa-basi dan terlihat seakan polos.

“Benarkah?” Ujar Hankyung sedikit malu dan Miyoung hanya mengangguk pelan. “Kalau begitu maukah kau mendengarkan laguku? Aku akan menyanyikannya khusus untukmu. Bagaimana?” Ujar Hankyung dengan ramah.

“Benarkah? Wuah.. Aku sama sekali tidak keberatan. Justru aku senang bila dapat mendengar nyanyianmu itu dari dekat…” Ujar Miyoung senang dan Hankyung pun langsung menganjak Miyoung ke depan terasnya lalu mulai meraih gitarnya untuk memulai permainan musiknya.

<Miyoung PoV>

Oh tuhan.. Apa yang selama ini aku inginkan ternyata tercapai. Aku mampu berbicara dengannya, Aku mampu mendengarkan lagunya dari dekat, Aku mampu melihat wajahnya dari dekat dan yang terpenting aku mengetahui namanya, Hankyung.

<Author PoV>

Zhoumi melirik jam dindingnya dan nampak dari wajahnya yang gelisah menunggu adiknya yang belum kunjung datang. “Kemana dia? Ah… Sudahlah lebih baik aku mencarinya saja…” Ujar Zhoumi seraya bergegas keluar rumah.

Tapi langkahnya terhenti saat melihat Miyoung dan Hankyung yang tengah bercakap-cakap ria. Ia pun segera menghampiri mereka berdua, “Zhoumi…” Ujar Hankyung saat melihat Zhoumi berada di hadapannya.

“Kupikir kau kemana, Ternyata kalian mengobrol di sini dan sepertinya kalian sudah sangat akrab…” Ujar Zhoumi seakan menggoda Miyoung yang menatapnya.

“Oppa… Kita baru kenal…” Ujar Miyoung terlihat malu dan mengaleng lengan Zhoumi lembut.

“Kau cemburu karena adikmu dekat denganku?” Goda Hankyung dan Zhoumi hanya tersenyum seraya mengacak-ngacak rambut Miyoung lembut.

“Sudah, Lebih baik kita pulang sekarang! Ini sudah larut malam, Bukankah tadi aku bilang kau tidak perlu berada di luar terlalu lama?” Ujar Zhoumi mengajak Miyoung pelan.

“Tunggu sebentar Oppa…” Ujar Miyoung menahan langkah Zhoumi dan Zhoumi pun menengok padanya. “Hankyung, Bolehkah kita mengobrol lagi besok? Dan bisakah aku mendengarkanmu bernyanyi kembali?” Ujar Miyoung tanpa basa-basi.

Hankyung yang mendengar itu langsung tertawa kecil begitupun dengan Zhoumi. “Tentu saja! Aku sangat senang jika dapat menyanyikan sebuah lagu untukmu…” Ujar Hankyung dengan lembut dan tak lupa senyuman manis yang terhias di wajahnya.

“Benarkah?? Wuaaah… Terima Kasih yah…” Ujar Miyoung sangat senang.

“Dasar kau ini…” Zhoumi memegang kepala Miyoung dan Miyoung hanya terkekeh kecil. “Han, Kita pulang dulu.. Maaf jika adikku merepotkanmu…” Ujar Zhoumi berpamitan.

“Sama sekali tidak…” Jawab Hankyung ramah.

##########

“Oppa, Besok aku boleh bertemu dan mengobrol dengannya kan?” Ujar Miyoung semangat.

Zhoumi menatap Miyoung dengan lembut, “Sudah lama aku tidak melihat Miyoung yang seceria ini. Rasanya ini seakan mimpi bagiku…” Gumam Zhoumi dalam batinnya. “Hmm.. Tentu saja…” Jawab Zhoumi seraya mengangguk.

Miyoung langsung memeluk Zhoumi karena senang dan begitupun dengan Zhoumi yang membalasnya seraya mengecup puncak kepala Miyoung. “Sudah sana kau istirahat! Oppa, Tak ingin kau kelelahan…” Ujar Zhoumi perhatian.

“Ehm…” Miyoung mengangguk dan bergegas pergi ke dalam kamarnya.

##########

<Miyoung PoV>

Hari-hari berlalu dengan cepat, Tapi aku merasa jika waktu baru saja berlalu beberapa jam. Karena apa? Tentu saja karena kini aku mampu terus berada dekat bersama seorang lelaki yang sangat aku kagumi.

Aku dapat mendengar suaranya, Aku dapat menatap kedua matanya, Aku dapat melihat senyumnya dan Aku dapat Bersamanya, Menatapnya, dan Berbicara dengannya. Meski hanya untuk beberapa jam saja, Tapi itu sangat berarti bagiku yang tidak pernah bisa seperti orang lain berjalan-jalan di bawah terik matahari.

<Author PoV>

“Miyoung, Boleh aku tanya sesuatu padamu?” Tanya Hankyung menyelesaikan permainan gitarnya yang amat merdu.

“Hm.. Tentu saja…” Jawabnya seraya mengangguk singkat.

“Apa yang kau suka di dunia ini?” Tanya Hankyung seraya menatap kedua mata Miyoung lekat, Seakan mencoba menebak apa yang ingin di jawabnya.

Miyoung terdiam dan terlihat seperti memikirkan sesuatu. “Sepertinya… Aku senang mendengarkan alunan musik yang selalu kau mainkan setiap malam…” Jawab Miyoung dengan santai.

Wajah Hankyung seketika berubah menjadi sangat malu saat mendengar jawaban Miyoung yang terkesan polos dan tak ada sedikitpun kebohongan yang terselip dalam perkataannya itu. “Lalu, Kau sendiri? Apa yang kau suka?” Tanya Miyoung penasaran dan antusias.

“Memandang matahari terbit di sebuah pegunungan yang sering aku kunjungi…” Jawab Hankyung dengan tenang.

“Matahari terbit?” Ujar Miyoung pelan seakan tak percaya dengan apa yang di katakan Hankyung tadi.

Hankyung mengangguk pelan. “Apa kau pernah melihatnya?? Aku yakin jika kau melihatnya pasti akan suka juga. Karena saat matahari terbit itu sangat indah…” Jelas Hankyung dan sontak Miyoung seakan gugup saat mendengar pertanyaan Hankyung itu.

“Aku… Yah, Kurasa aku akan menyukainya…” Jawab Miyoung berbohong. “Mungkin nanti aku bisa melihatnya bersamamu…” Ujar Miyoung sembari tersenyum.

Hankyung menatapnya kembali dan ia pun membalas senyuman Miyoung. “Ehm.. Aku harap itu akan menjadi kenyataan…” Ujar Hankyung lembut dan kembali memetik gitarnya seraya menatap bulan yang bersinar terang.

<Miyoung PoV>

Atau mungkin tidak… Mana mungkin aku dapat melihat matahari terbit bersamamu. Aku bukanlah seorang gadis sempurna seperti yang kau bayangkan! Maaf, Hankyung… Aku terpaksa berbohong padamu. Karena, Aku tak ingin kau menjadi jauh dariku jika mengetahui kondisiku yang sebenarnya.

Aku rasa lebih baik seperti ini, Kau tidak mengetahuinya. Ini lebih baik daripada kau harus mengetahui hal yang sebenarnya.

Aku tidak yakin jika kau mengetahui jika aku bukanlah seorang gadis normal kau akan pergi dari sisiku dan aku tak mampu menatapmu ataupun menjamahmu kembali.

<Author PoV>

Miyoung kembali ke rumahnya dengan perasaan yang tidak karuan. Ia masih memikirkan ucapan Hankyung tentang melihat matahari terbit itu, Ia merasa bersalah karena ia telah berbohong pada Hankyung.

“Sudah pulang, Ini Oppa bawakan susu panas untukmu! Bawalah ke kamarmu…” Ujar Zhoumi saat melihat adiknya baru saja kembali dari rumah di seberang sana yang tak lain adalah rumah Hankyung.

Miyoung mengambil susu itu dan duduk di hadapan Zhoumi, Zhoumi yang melihat akan kemurungan adiknya itu segera menyadarinya. “Ada apa lagi? Bukankah kau baru saja bermain dengan Hankyung tadi? Kenapa tiba-tiba saja kau jadi murung seperti ini?” Tanya Zhoumi heran.

Miyoung tetap diam dan Zhoumi yang sangat tau betul dengan sifat Miyoung. Ia segera terdiam dan tak mengatakan apa-apa lagi meskipun pertanyaannya itu tidak Miyoung jawab. “Oppa…” Panggil Miyoung pelan.

“Ada apa?” Tanya Zhoumi.

“Apakah benar dulu Kakek mempunyai penyakit yang sama denganku?” Tanya Miyoung penasaran.

Zhoumi mengerutkan keningnya dan ia segera menatap Miyoung yang masih terlihat murung. “Kenapa kau menanyakan hal itu?” Tanya Zhoumi heran.

Miyoung hanya mengangkat kedua bahunya pelan. “Yah, Memang benar. Ia mengidap penyakit yang sama denganmu, Awalnya Ibu tidak mengetahui jika penyakit itu akan menurun padamu, Tapi…”

PRANNNG!! Ucapan Zhoumi terhenti saat tiba-tiba saja Miyoung menjatuhkan gelas susu itu. “Miyoung!! Kau kenapa??” Zhoumi segera memeriksa kaki Miyoung. Ia khawatir jika serpihan kacanya mengenai kakinya.

“Kenapa?!” Ujar Miyoung dengan suara parau.

Zhoumi segera menengadahkan kepalanya memandang Miyoung yang nampak kesal. “Apa maksudmu, Miyoung?” Tanya Zhoumi bingung.

“Kenapa harus aku?!! Kenapa harus aku yang memiliki penyakit ini!!!” Teriak Miyoung yang seketika itu juga membuat Zhoumi membulatkan kedua matanya seraya memeluk Miyoung dengan sigap. “Tuhan tak adil padaku!! Kenapa harus aku yang menerima semua ini!! Kenapa aku tidak normal seperti lainnya?!!” Tangis Miyoung semakin menjadi saat di dalam pelukan Zhoumi.

Miyoung mengusap lembut kepalanya. “Kau tak boleh berkata seperti itu, Miyoung! Meskipun kau tak seperti orang lain. Tapi bagiku kau tetaplah adikku… Di mataku kau tetap sama seperti yang lain…” Ujar Zhoumi dewasa dan Miyoung hanya terus menangis dalam pelukannya.

##########

Malam ini, Miyoung tidak menemui Hankyung di teras rumahnya. Hankyung yang merasa kehilangan karena tidak seperti biasanya Miyoung seperti ini. Lalu, Ia pun memutuskan untuk datang ke rumahnya.

“Seingatku, Zhoumi belum pulang karena ada mata kuliah malam. Tapi semoga saja Miyoung ada di rumah…” Ujar Hankyung saat melihat rumah Zhoumi yang nampak sepi dan gelap.

Hankyung pun memencet tombol bel dan tak berapa lama dari itu nampak Miyoung membukakan pintu rumahnya dengan perlahan. “Hankyung…” Ujar Miyoung terkejut saat melihat Hankyung yang datang.

“Hi… Apa aku mengganggumu?” Sapa Hankyung seraya bertanya padanya.

Miyoung menggeleng pelan. “Kalau begitu, Bagaimana jika kau ikut denganku ke suatu tempat?” Ajak Hankyung dengan semangat.

“Eh? Mau kemana? Zhoumi, Belum pulang. Aku tidak bisa pergi begitu saja…” Ujar Miyoung heran.

“Tidak apa-apa! Nanti aku yang akan bilang padanya. Ayo…” Tanpa mendengar jawaban Miyoung terlebih dahulu. Ia segera menarik lengan Miyoung. Dengan menggunakan Motor yang Hankyung miliki, Mereka pergi ke suatu tempat.

##########

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di sebuah gunung dengan ketinggian yang cukup tinggi. “Di mana kita sekarang?” Tanya Miyoung penasaran dan sedikit menggosok-gosokkan kedua tangannya karena merasa sedikit dingin.

“Sekarang kita ada di Gunung Bukhansan, Ini adalah tempat di mana aku selalu menciptakan semua lagu yang kau dengar dan juga di sini adalah tempatku memandangi matahari terbit…” Jawab Hankyung seraya melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Miyoung.

Miyoung sedikit tersontak kaget dengan perlakuan Hankyung padanya. “Jika ini ada di gunung. Kenapa kau tidak memakai jaket ini? Kau bisa kedinginan…” Ujar Miyoung sembari mencoba melepaskan kembali jaket Hankyung.

“Tapi kau lebih membutuhkannya daripada aku…” Jawab Hankyung dengan lembut dan tersenyum manis padanya.

Mereka saling terdiam dan sama-sama menatap langit sembari menyenderkan tubuh mereka ke Motor yang Hankyung bawa. “Apakah aku harus mengatakan yang sejujurnya? Apakah aku harus memberitahunya?” Gumam Miyoung dalam batinnya.

“Hankyung…”

“Ada apa?” Tiba-tiba ponsel Hankyung berdering dan Hankyung pun segera merogoh sakunya seraya mengangkat telepon itu. “Yoboseyo…” Ujar Hankyung menjawab telepon itu.

“…”

“Ini, Dari kakakmu.. Dia ingin berbicara denganmu…” Ujar Hankyung seraya memberikan ponselnya pada Miyoung.

“Eh?” Miyoung mengambil telepon itu dan segera menjawabnya. “Ada apa, Oppa?” Tanya Miyoung pelan.

“…”

Miyoung terdiam dan dengan cepat ia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Dengan cepat ia langsung menutup teleponnya dan menatap kalut pada Hankyung, “Aku ingin pulang sekarang!!” Ujar Miyoung dengan nada yang terkesan tinggi dan menyentak.

“Kenapa? Sebentar lagi matahari akan terbit? Kau pasti akan suka saat melihatnya..” Ujar Hankyung seakan menahan kepergian Miyoung.

“Pokoknya aku ingin pulang sekarang juga!!!” Bentak Miyoung dan pandangannya langsung tertuju pada jam tangannya.

Hankyung yang tidak mengerti dengan perubahan sikap Miyoung hanya mengangguk pelan. “Baiklah, Aku akan mengantarkanmu…” Ujar Hankyung dan akhirnya mereka pun pergi dari tempat itu tanpa melihat matahari terbit dulu.

##########

Matahari mulai menyembul dan memancarkan sinarnya. Dan selama perjalanan Miyoung hanya terdiam akan tetapi dapat Hankyung rasakan jika Miyoung merangkulnya dengan kuat dan ia sedikit mendengar sedikit ringisan yang terlontar darinya. Mungkin Hankyung tidak mengetahui jika Miyoung adalah pengidap Xeroderma Pigmentosum.

<Hankyung PoV>

Akhirnya kami berdua sampai di rumah tapi setelah turun dari motor. Ia bergegas masuk ke dalam rumah tanpa berpamitan dulu padaku. Apa yang salah dengan semua ini? Kenapa dia seakan berubah?? Dan lagi dia seakan takut pada pagi hari. Apakah ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku?

<Author PoV>

Tak berapa lama dari itu Zhoumi langsung keluar dan menghampiri Hankyung. “Zhoumi, Tadi…”

Bugh!! Belum sempat Hankyung menyelesaikan ucapannya ia sudah menerima sebuah pukulan keras yang mendarat di wajahnya.

“Zhoumi, Kenapa kau memukulku?!” Ujar Hankyung terkejut.

“Kau!! Kenapa kau membiarkan adikku keluar sampai pagi hari??!! Kenapa kau membawanya keluar terlalu lamar!!” Bentak Zhoumi sembari mencengkram kuat kerah baju Hankyung.

“Memangnya kenapa? Kau ini kenapa, Zhoumi?” Ujar Hankyung mencoba untuk tidak melawan Zhoumi karena mereka sudah berteman sangat baik.

“Adikku!! Dia adalah pengidap Xeroderma Pigmentosum. Apa kau tidak tau itu?!!” Bentak Zhoumi dengan nada tinggi dan emosi yang meluap-luap.

“Apa?” Hankyung membulatkan kedua matanya. Ia begitu terkejut saat mendengar ucapan Zhoumi tadi. Ternyata Miyoung adalah seorang pengidap Xeroderma Pigmentosum??.

To Be Continued…

 Ini FF Pernah Aku Publish Sebelumnya di SJFF…

8 thoughts on “Songs in the Night (Part 2 of 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s