The Man Is… (Part.1)

Miyoung berjalan perlahan melewati lorong sekolahnya yang sudah sepi. Gemericik hujan mulai membasahi permukaan tanah dan hari sudah mulai gelap. “Sudah jam 6, Pasti tidak ada siapa-siapa lagi di sekolah ini.. Lebih baik aku segera pulang…”

Drt… Drt… Drt…

Tiba-tiba ponsel Miyoung berdering dengan cukup keras hingga membuatnya menghentikan langkahnya. Ada satu pesan video call masuk, Ia segera membukanya.

“Sudah jam 6, Pasti tidak ada siapa-siapa lagi di sekolah ini… Lebih baik aku segera pulang…” Mata Miyoung membulat dan jantungnya seketika berdegup kencang. Bagaimana tidak?? Ada seseorang yang mengirimkan apa yang baru saja di alaminya dan terekam dalam satu video yang menunjukkan jika itu dirinya dan bahkan ia tak mengenali nomor ponsel itu.

Ia segera menoleh ke belakang mencari tahu, Siapa orang yang sedang mengerjainya saat ini. “YA!! Siapa kau? Keluarlah!! Berhenti mengerjaiku seperti ini!” Bentaknya masih dengan perasaan takut yang berkecamuk pada dirinya.

Hening. Tak ada jawaban dari seluruh penjuru tempat itu membuat Miyoung semakin ketakutan dan panik. Gadis itu melirik kembali ponselnya yang kembali bergetar dan hal itu terulang kembali, Videonya saat membentak tadi terekam dengan jelas di video itu.

Tubuh gadis itu menegang melihat hal itu, Ini sudah hampir seminggu ia terus menerima teroran tak mengenakan seperti ini.  “Kumohon hentikan semua ini…” Desis gadis itu.

TEP!!

Tiba-tiba saja seseorang menepuk pundaknya dari arah belakang membuatnya cukup terkejut seraya berbalik dengan cepat.

“Miyoung-ssi… Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya orang itu yang tak lain adalah Hyukjae atau lebih sering di sapa dengan panggilan Eunhyuk.

“Oh… Hyukjae-ssi! Untunglah kau datang…” Lega gadis.

Eunhyuk menaikkan sebelah alisnya. “Waeyo?” Bingungnya.

Gadis itu tak menjawabnya, Ia malah melirik ke belakangnya membuat Eunhyuk mengikuti pandangannya. “Apa yang kau lihat?” Tanya Eunhyuk lagi.

“Ah? Anniyo…” Gadis itu menggeleng singkat. “Hyukjae-ssi, Bisakah kita berbicara di tempat lain saja? Ada hal yang ingin kusampaikan pada teman-temanmu itu…” Ajaknya kemudian masih terlihat cukup ketakutan.

“Arraseo…” Eunhyuk menggeleng kecil, Lalu merekapun berjalan menuju parkiran sekolah di mana Eunhyuk meletakkan motornya. “Ah…” Eunhyuk terdiam sesaat saat mereka sudah sampai di tempat parkitan.

“Wae?” Miyoung menatapnya heran.

“Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu! Mulai saat ini bisakah kau memanggilku dengan Eunhyuk saja? Rasanya sedikit aneh jika ada yang memanggilku Hyukjae…” Jawabnya dan sukses membuat Miyoung sedikit tertawa kecil saat mendengarnya.

“Ehm… Arraseo, Eunhyuk-ssi…” Jawab Miyoung kemudian.

“Nah, Itu terdengar lebih baik…” Eunhyuk mengangguk kecil seraya memberikan sebuah helm pada Miyoung. “Ayo kita temui teman-temanku sekarang… Mereka pasti sudah tidak sabar mendengar ceritamu itu lagi…” Ajaknya.

Tak berapa lama mereka pun pergi dari tempat itu, Akan tetapi tanpa mereka sadari seseorang sedang mengamati mereka tak jauh dari tempat parkiran itu.

“Brengsek!! Baru saja aku bersenang-senang dengan Miyoungku dan sekarang salah satu dari  kelompok pengganggu itu malah mengambilnya dariku!! Awas saja jika kau berani menyentuh Miyoungku!!!” Gumamnya seraya memukul kepalan tangannya pada dinding di sampingnya itu tanpa mempedulikan betapa sakitnya itu.

“Tak lama lagi akan aku pastikan jika Miyoung hanya akan menjadi milikku!!”

**********

Kyuhyun, Sungmin, Zhoumi, Eunhyuk dan Haneul memperhatikan video itu cukup lama. “Otte?” Tanya Miyoung kemudian memecahkan keheningan di tempat itu.

“Kau yakin kau tak lihat siapapun di tempat itu?” Tanya Sungmin setelah mereka selesai melihat video itu.

Miyoung mengangguk singkat, “Aku tidak bertemu siapapun selain Eunhyuk tadi… Jadi sudah aku pastikan jika tidak ada siapapun di tempat itu. Lagipula ruang osis cukup jauh dari ruang club yang lain…” Jelasnya.

“Hm… Ini aneh! Bagaimana mungkin orang itu bisa mengambil video ini dan mengirimkannya beberapa detik sesudah kau melakukan hal ini? Ini hal yang mustahil jika orang itu tak ada di dekatmu…” Ujar Zhoumi sembari kembali memputarkan video itu.

“Hey… Bukankah ruang osis dekat dengan ruang kesehatan?” Sela Eunhyuk. “Bisa saja orang itu berada di ruang kesehatan sebelumnya tanpa sepengetahuanmu kan?” Tambahnya.

“Tapi itu tidak mungkin!” Elak Miyoung. “Hankyung Usai sedang tidak ada hari ini, DIa harus menghadiri rapat sekolah dan kunci ruang kesehatan ia titipkan padaku! Dan seingatku tidak ada orang yang masuk ruang kesehatan hari ini…”

“Bisa saja!” Potong Haneul tapi pandangannya tetap pada video itu. “Sekarang kau pikir saja di mana lagi orang itu akan bersembunyi jika bukan di ruang kesehatan? Dan kau sudah tau pasti kan jika koridor sekolah kita di bagian tempat itu hanya terhalang ruang kesehatan…” Jelasnya dengan mimic yang nampak serius.

“Itu… Memang benar. Tapi bagaimana mungkin orang itu bisa masuk jika kuncinya saja ada padaku?” Bingung Miyoung.

“Dia mempunyai kunci ganda ruang kesehatan itu!” Ujar Kyuhyun kemudian. “Kau lihat ini…” Kyuhyun menunjuk sebuah madding yang berada tepat di samping Haneul. “Coba kalian perhati kan ini!! Ada seseorang yang terpantul dari madding ini dan tak salah lagi tempatnya berada tepat di dekat ambang pintu ruang kesehatan…” Jelasnya secara perinci.

“Kau benar!” Haneul setuju dengan hal itu. “Berarti orang itu memang benar ada di ruang kesehatan tadi… Apa kau yakin tidak meminjamkan pada siapapun kunci itu?” Tanyanya sedikit penasaran dan Miyoung hanya menggeleng pelan.

“Apa mungkin… Hankyung Usai pernah meminjamkan kunci itu pada seseorang?” Tebak Zhoumi sedikit tak yakin.

“Atau mungkin itu Hankyung Usai…” Celetuk Eunhyuk dan langsung mendapatkan pandangan aneh dari kelima orang di tempat itu. “Wae?! Aku hanya bercanda…” Ujarnya kemudian.

“Ya! Lee Hyukjae, Berpikirlah sebelum kau mengatakan sesuatu pada seseorang! Kau ini…” Sungmin langsung menoyorkan kepalanya dari arah belakang.

“Aish!! Aku kan hanya bercanda…” Jawabnya kesal.

Semua orang di tempat itu hanya menggeleng mendengar hal itu, Tapi tidak dengan Haneul yang melirik Miyoung. “Kau sepertinya sangat lelah… Pulanglah, Kau butuh istirahat. Biar nanti kami yang mengurus semua ini…” Suruhnya sembari tersenyum kecil dan mendekati Miyoung.

“De… Kamsahamnida, Haneul-ssi…” Miyoung membungkuk kecil dan bangkit dari duduknya. “Aku pamit untuk pulang… Annyeong…” Pamitnya seraya berjalan keluar dari tempat itu atau lebih tepatnya markas mereka yang memang sengaja mereka dirikan.

Seluruh mata di tempat itu segera melirik Zhoumi dengan pandangan yang membuat Zhoumi sedikit risih dengan hal itu. “Wae?!” Tanyanya kemudian.

“Ya! Kau tidak akan mengantarnya, Huh? Apa kau akan membiarkan gadis yang kau suka itu ketakutan di tengah jalan?!” Celetuk Sungmin langsung.

“Eh?” Zhoumi terlihat masih bingung dengan hal itu.

“Bodoh!!” Kyuhyun segera memukul kepala pria itu. “Jangan berbohong lagi! Kita semua sudah mengetahui perasaanmu pada gadis itu!! Kau menyukai Shim Miyoung kan?” Celotehnya seakan kesal melihat temannya yang bersikap seperti tak ada apa-apa.

“Ah… Soal itu…” Zhoumi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Tidak perlu banyak bicara! Cepat susul dia, Bodoh!!” Suruh Haneul dan Eunhyuk segera menarik hoodies yang Zhoumi kenakan seraya mendorong pria itu keluar dari tempat itu.

“Ya!! Ya!!” Keluh Zhoumi merasa sedikit kesal dengan hal ini.

Saat mereka keluar dari rumah itu, Eunhyuk segera berteriak memanggil Miyoung yang masih belum jauh dari posisi mereka sekarang. “Miyoung-ssi!!!” Teriak Eunhyuk membuat gadis itu berbalik padanya.

Eunhyuk segera berlari menghampirinya masih dengan menarik tubuh Zhoumi dengan paksa. “Eunhyuk-ssi, Waeyo? Dan… Kenapa kau menarik-narik Zhoumi?” Heran gadis itu.

“Hah… Hah… Hah…” Eunhyuk terdiam sesaat mencoba mengatur nafasnya yang sedikit sesak karena lelah harus berlari seraya menarik Zhoumi. “Dia… Dia akan mengantarmu!” Ujarnya kemudian seraya menunjuk Zhoumi.

“Eh?” Miyoung melirik Zhoumi. “Akua rasa tidak perlu… Rumahku tidak terlalu jauh dari sini…” Tolak Miyoung dengan halus.

“Waeyo? Ini demi kebaikanmu, Sudah tidak perlu menolak… Lagipula Zhoumi tidak keberatan dengan hal ini…” Eunhyuk dan Miyoung melirik Zhoumi karena tak ada sedikitpun respon dari pria satu ini.

Dengan segara Eunhyuk pun langsung menginjak kakinya dengan keras. Membuatnya meringis kesakitan. “Awww!!”

“Waeyo?” Tanya Miyoung yang tidak tahu akan hal itu.

“Ah… Anniyo…” Bohong Zhoumi sembari tersenyum namun sedikit di paksakan.

“Dia tidak apa-apa…” Tambah Eunhyuk. “Zhoumi-ah, Kau mau mengantarkan Miyoung kan?” Tanya Eunhyuk terdengar sedikit memaksa.

“Oh…” Zhoumi meliriknya sejenak. “D-De… Aku akan mengantarkanmu…” Jawabnya sedikit terbata-bata.

“Gwenchana?” Tanya Miyoung ragu.

“Ehm… Gwenchana…” Zhoumi mengangguk kecil.

“Nah, Kalau begitu sekarang kalian pergilah!! Semakin cepat kau mengantarkannya pulang semakin bagus juga itu untuk keselamatannya…” Celoteh Eunhyuk.

“Kau ini berisik sekali!!” Keluh Zhoumi sebelum akhirnya ia melirik Miyoung. “Kajja…” Ajaknya.

“De…”

Akhirnya merekapun melangkah pergi meninggalkan Eunhyuk yang masih tetap berceloteh panjang yang ntah apa itu karena Zhoumi dan Miyoung tak terlalu mempedulikan hal itu.

Selama perjalanan mereka hanya tetap terdiam. Ada sedikit kecanggungan di antara mereka karena sebelumnya mereka belum pernah seperti ini sebelumnya. Sampai akhirnya Miyoung mengatakan sesuatu untuk memecahkan keheningan di antara mereka.

“Ya… Kenapa tadi kau mau saja di paksa Eunhyuk untuk mengantarku? Padahal aku bisa pulang “sendiri…” Tanya gadis itu penasaran.

“Ah… Tidak apa-apa, Lagipula ini semua demi kebaikanmu. Bagaimana jika tiba-tiba saja orang yang sering menerormu itu ada di hadapanmu sekarang dan tidak ada yang menjagamu sama sekali? Kau pasti ketakutan kan?” Jawab Zhoumi santai.

Gadis itu mengangguk mengerti. “Ehm… Bukan karena alasan lain?” Tanya Miyoung kemudian.

“Eh? Maksudmu?” Bingung Zhoumi tapi terlihat cukup salah tingkah saat mendengar hal itu.

“Anniyo… Lupakan saja ucapanku tadi itu…” Gadis itu tersenyum kecil padany seraya berjalan lebih dulu darinya.

“Hey, Tidak baik menyuruh orang melupakan sesuatu yang bahkan orang itu tidak mengerti maksudmu sama sekali…” Ujar Zhoumi sembari menajajari langkah mereka.

“Salahmu sendiri tidak mendengarnya…” Miyoung berbalik padanya tapi masih tetap berjalan dengan cara berjalan mundur, Tapi kedua matanya membulat saat sebuah motor melaju dengan kencang dari arah belakang Zhoumi. “Awaaaas!!!” Teriaknya seraya berlari ke arah pria itu.

BRUK!!

Zhoumi tak kalah terkejutnya dari gadis itu, Ia segera bangkit dan mencoba mengejar orang yang mengendarai motor itu, Tapi usahanya sia-sia dan ia pun kembali menghampiri Zhoumi. “Gwenchana?” Tanya Zhoumi cemas.

“Ehm…” Miyoung mencoba bangkit, Tapi ia merasa jika kakinya terasa perih. “Ahk…” Ia hampir saja terjatuh jika saja Zhoumi tak menahan tubuhnya.

“Omo! Kakimu terluka… Pasti karena terjatuh tadi! Aish… Seharusnya tadi kau tak perlu berlari seperti itu, Jadinya kau yang seperti ini kan!” Marah Zhoumi sembari melihat luka yang ada tepat di lutut gadis itu.

Gadis itu mengerucutkan bibirnya. “Ya! Aku ini tidak apa-apa… Hanya luka kecil seperti ini tidak akan membuatku tidak dapat berjalan! Lagipula aku ini kan mencoba menyelamatkanmu! Jadi kau tak perlu marah-marah seperti ini…” Kesal gadis itu sembari berjalan terlebih dulu meskipun sedikit terpincang-pincang.

Zhoumi terdiam menatap gadis itu. “Aneh… Aku seperti ini kan karena perbuatannya yang ceroboh, Lalu kenapa dia harus marah?” Bingungnya.

Tapi merasa tak tega dengan jalan Miyoung itu, Zhoumi segera menghampiri gadi situ dan berjongkok tepat di depan gadis itu. “Naiklah ke punggungku, Aku akan menggendongmu!” Suruh Zhoumi.

“Mwo?!” Gadis itu membulatkan matanya.

“Cepatlah…”

“Ah… Tapi, Aku ini berat…”

“Tidak apa, Cepatlah sebelum aku berubah pikiran…”

“D-De…” Dengan sedikit enggan, Akhirnya Miyoung menaiki punggung Zhoumi dan merekapun melanjutkan perjalan mereka menuju rumah Miyoung tak tak seberapa jauh dari tempat itu.

Di sisi Lain…

“Sialan!! Berani-Beraninya dia membuat Miyoung terluka seperti itu!! Akan aku balas kau nanti! Zhoumi dan juga semua teman-temannya itu harus musnah di tanganku dan aku akan memiliki Miyoung selamanya!!!”

**********

“Gomawo…” Ucap Miyoung saat ia sudah turun dari atas tubuh Zhoumi dan berdiri tepat di depan gerbang rumahnya.

“Ehm… Sekarang kau masuklah. Aku ingin memastikan jika semuanya baik-baik saja sampai kau sudah masuk rumahmu…” Suruh Zhoumi kemudian.

“De…” Tanpa banyak bicara lagi, Miyoung segera berjalan perlahan ke arah pintu rumahnya. Tapi tak berapa lama ia berbalik. “Zhoumi-ah…” Panggilnya.

“Wae?” Tanya Zhoumi penasaran.

“Hati-hati…” Gadis itu tersenyum padanya dan kemudian ia pun segera masuk ke dalam rumahnya.

Zhoumi ikut tersenyum saat melihat hal itu. Lalu tak berapa lama ia pun segera melangkah pergi dari tempat itu tanpa ia sadari sepasang mata yang sangat tajam sedang menatapnya sinis, Seakan ia tidak suka melihat hal itu semua.

Pagi Harinya

“Pagi…” Sapa Miyoung seraya menghampiri Donghae yang sedang duduk santai di kantin.

“Pagi…” Senyum Donghae terkembang sangat jelas. Tapi pandangannya langsung tertuju pada lutut kaki gadis itu yang terlihat lecet. “Kakimu kenapa?” Tanyanya khawatir.

“Ah? Oh ini… Aku jatuh saat tadi malam, Tapi aku sudah mengobatinya… Hanya luka kecil…” Jawabnya santai sembari duduk di sampingnya.

“Tadi malam?” Donghae mengerutkan keningnya. “Memangnya tadi malam kau kemana? Bukankah kau seharusnya sudah pulang dari club osis?” Tanyanya penasaran.

“Ah? Itu…” Miyoung terdiam tak berani mengatakan hal yang sebenarnya, Karena Donghae tidak tahu apa yang terjadi padanya akhir-akhir ini, Bahkan tentang teroran itu.

“Sudahlah… Jika kau tidak bisa mengatakannya. Tapi lebih baik jika sekarang kita pergi ke ruang kesehatan! Kau harus mengobati lukamu itu…” Ajak Donghae seraya bangkit dari duduknya.

“Tapi aku sudah mengobati luka ini…”

“Sudahlah… Ikut saja! Luka sebesar ini kau masih bilang luka kecil! Dasar bodoh…” Dengan paksa ia segera menarik tangan Miyoung dan membawanya ke ruang kesehatan.

“Aish… Kau ini pemaksa sekali!” Gerutu Miyoung kesal.

Merekapun sampai di ruang kesehatan. Donghae segera menarik Miyoung masuk membuat Hankyung berbalik sembari menatap mereka berdua bingung.

“Waeyo?” Tanya Hankyung.

“Kakinya terluka dia perlu di obati…” Jawab Donghae seadanya.

“Aish… Ini kan hanya luka kecil saja…” Elak Miyoung.

“Ya! Luka sekecil apapun kau tak boleh menyepelekannaya, Gadis kecil…” Hankyung mengacak-ngacak rambut Miyoung dan mencubit pipinya pelan.

“Ya!!” Kesal Miyoung.

“Arreo… Sudahlah, Kau duduk dulu aku akan ambilkan alcohol dan betadine…” Hankyung bergegas mengambil kotak P3K yang tak jauh darinya.

“Hey… Apa dia selalu seperti ini padamu?” Bisik Donghae pelan.

Miyoung mengangguk kecil. “Memang pada dasarnya Dokter ini memang playboy! Tapi aku tidak akan termakan rayuannya!” Jawab Miyoung balik berbisik.

“Aku bisa dengar ucapan kalian berdua…” Sela Hankyung saat menghampiri mereka berdua dan sukses membuat keduanya terdiam. “Hm… Kalau boleh tau sebenarnya kau terluka seperti ini karena apa?” Tanya Hankyung kemudian.

“Oh itu…” Miyoung terdiam.

“Apa karena kau mencoba menyelamatkan seseorang?” Tanya Hankyung tiba-tiba yang sontak membuat gadis itu terkejut. Ia mendongakkan kepalanya sembari tersenyum kecil, “Benarkah seperti itu?” Tanyanya lagi.

“K-Kau tau dari ma-na?” Tanya Miyoung balik dengan nada terbata-bata.

Donghae hanya menatap bingung pada kedua orang itu, Berbeda halnya dengan Hankyung yang masih tersenyum pada Miyoung yang nampaknya terkejut mendengar ucapannya tadi.

To Be Continued…

22 thoughts on “The Man Is… (Part.1)

  1. hmm ? jd yanq ngelakuinn ituu smuaa siapaa yaa ? hankyungie oppaa ? O.o pnsrnn >.<
    mimi ge maluu " tp mauu tuhh * bletak * ._____.
    next part ! kkkk ~ 😄

  2. hoooooooooooo, misteric misteric molaaaaa mollaaaaaaaaa,,, hheheh
    sepasang mata misterius itu milik siapakah??? orang yg tercrazy2 ama youngi??? histeric…histeric…!!!
    zhoumikah??? hankyungkah??? atau………… donghaekah???
    ahhhh, jgn umin pokoknya dwech,,, si nyuki apa si kyu *ditendank haneul*** hehhe *just kidding***
    weleh weleh, han gege sok tau apa emang tau yah ? *apa seh??***,,, zhoumi ma youngi cocok tuh hehe, tp miminya rada pemalu *tumben hehe***
    donghae???? oppa,,, jgn nakal2 yah hehehe
    lanjut sunbae, penasaran!!!
    misteric! misteris!

  3. akhirnya rilis juga 😀 *lempar zhoumi*
    paling suka ff kayak gini 🙂
    apa itu hankyung yg neror?? waa makin penasaran
    lanjut ya onn 🙂 fighting!!!

  4. yg neror siapa sie..??
    penasaran banget, lw eg donghae mgkin hankyung
    tp spertinya hae oppa eg tau apa2..
    aah…molla..
    next chap dtnggu 🙂

  5. suspicious…..suspicious……
    donghai pernah jd psikopat di double personality…..
    zhoumi suka ma miyoung * cinta bisa membutakan hati bikin gila* wkwkwkwk…
    Hankyung kok tau miyoung gitu gara nyelametin zhoumi..
    Wallahualam ah.. hanya Allah ma author yang tau…..
    bwt aq mah The Man is….. Bang Teukadir.. soalnya suami aye… wkwkwkwk…

  6. Biar aku tebak cowo yang suka neror miyoung itu hankyung oppa ya?? *sotoy*
    onn ini ff bikin penasaraaaan >< lanjutannya jangan kelamaan yaaa hehe
    nice FF onn 😀

  7. aigooo tu cwo kyaknya psikopat dh pengen bnged milikin miyoung sampe sgitunya.. ckck
    oia unn,, hankyung usai itu apa sii unn?? itu typo ato apa?? baru denger kata kata itu soalnya .. hehehe
    *kabur ke part brikutnya*

  8. siapa sich peneror itu??
    .
    ksian dech Miyoung, smpe luka gra” mo nyelametin Zhoumi. siapa sich tu orng…
    .
    Kyuhyun Oppa n the gank itu jd smacam detektif yach Eonn?/
    kren dech……
    .
    Eonni Daebak……
    ,
    q lnkut bca yach

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s