I Think… You’re My Destiny(Part 1 Of 2)

“Oppa!! Ireona…” Teriak seorang gadis yang nampak mengenakan seragam SMA.

“Aish… Biarkan aku tidur 10 menit lagi Haneul-ah… Ini masih jam 5 pagi!!” Keluh seorang lelaki yang masih nampak terbaring lemas di atas ranjangnya.

“Andwae!! Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu… Ayolah!!” Tanpa aba-aba, Gadis itu segera menarik tangan lelaki itu dengan kasar, Membuat lelaki itu terbangun dari tidurnya.

“AISH!! Ya!! Kim Haneul!!” Bentak lelaki itu seraya mengacak rambutnya kasar dan menatap kesal pada gadis yang bernama Kim Haneul itu.

“Hehehe…” Haneul hanya terkekeh kecil melihat reaksi lelaki itu. “Heechul Oppa, Kali ini kau mau datang ke sekolahku kan? Aku di panggil wali kelasku… Jebal…” Pinta gadis itu.

“Mwo? Shiro!! Ya… Yang biasa datang ke sekolahmu kan Miyoung? Kenapa tiba-tiba sekarang kau memintaku?! Sudahlah minta saja pada Miyoung, Jangan ganggu aku tidur, Kau tau kan tadi malam aku baru pulang dari meeting!!” Tolak lelaki yang tak lain bernama Kim Heechul itu.

“Anniyo… Jika Miyoung Onnie yang aku bawa ke sekolah hari ini. Aku yakin satu bulan ke depan aku tidak akan bisa hidup tenang, Oppa… Ayolah, Kau mau kan?” Bujuk Haneul lagi.

“Tidak…” Heechul segera bangun dari atas rannjangnya. “Sekarang kau cepat keluar. Aku tidak akan mau menemanimu. Aku masih banyak pekerjaan di perusahaan…” Ujar Heechul kemudian.

“Jika Oppa tidak mau membantuku, Aku akan bilang pada Miyoung Onnie jika kau lari lagi dari perjodohan minggu kemarin!!” Ancam Haneul yang sukses membuat Heechul berbalik padanya.

“Ya! Darimana kau tau hal itu, Huh?” Tanya Heechul terlihat sedikit was-was.

“Oppa tidak perlu tau… Sudahlah aku harus mengatakan hal ini pada Miyoung Onnie!” Dengan cuek Haneul berlalu meninggalkan Heechul.

Tapi Heechul segera menahannya, “Eh… Tunggu sebentar!” Tahan Heechul. “Baiklah… Hari ini aku akan menjadi walimu ke sekolah…” Pasrah Heechul pada akhirnya.

“Jinjayo?” Ragu Haneul.

“Hm…” Jawab Heechul malas.

“Ah… Dari nada bicaramu sepertinya kau tidak mau. Lebih baik aku…”

“Aku serius… Kim Haneul…” Kesal Heechul sedikit meninggikan nada suaranya.

Haneul tersenyum puas. “Cukup meyakinkan. Kalau begitu sekarang Oppa bersiap-siap… Jam setengah 7 kita berangkat…” Suruh Haneul seraya keluar dari ruang kamarnya.

“Menyebalkan!!” Gerutu Heechul kesal.

“Palliwa!!!” Teriak Haneul yang tiba-tiba saja ada di amang pintunya lagi.

“Iyah!!” Kesal Heechul. “Aish… Anak ini!!” Umpat Heechul seraya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruang kamarnya itu.

**********

“Pagi…” Sapa Haneul seraya duduk di meja makan, Menunggu sarapannya di sajikan.

“Eh… Tumben kau sudah turun. Biasanya jam segini kau baru akan mandi…” Sindir seorang wanita yang terlihat seumuran dengan Heechul.

“Aish… Jangan bilang saja kau menyindirku, Onnie!” Haneul mengerucutkan bibirnya seraya meneguk susu yang baru saja di berikan wanita itu.

“Kau tau saja…” Jawab wanita itu santai.

“Pagi…” Sapa Heechul saat turun dari anak tangga dan menghampiri mereka berdua.

Wanita itu memberikan secangkir cofe pada Heechul. “Kau akan berangkat kerja sepagi ini? Tidak biasanya…” Bingung wanita itu.

“Hari ini aku akan mengantarkan Haneul dulu ke sekolahnya…” Jawab Heechul seadanya.

“Aneh…” Wanita itu mengerutkan keningnya. “Katakan padaku apa yang aku tidak tahu? Sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu dariku…” Tebak wanita itu.

“Eh? A-Anniyo…” Kompak Heechul dan Haneul langsung menggelengkan kepalanya cepat.

“Aku hanya merasa tidak enak jika harus meminta bantuanmu terus, Youngi-ah…” Tambah Heechul sembari mulai menyantap nasi goreng yang sudah tersaji di hadapannya itu.

“Ehm… Tepat sekali!” Haneul segera mengangguk kembali, Menyetujui perkataan Heechul barusan.

“Baiklah, Aku percaya ucapan kalian…” Jawab wanita yang tak lain bernama Shim Miyoung itu.

Sebenarnya, Miyoung ini merupakan saudara jauh dari Heechul dan Haneul. Ia menjadi kepercayaan kedua orang tua mereka berdua untuk menjaga dan merawat mereka, Karena walau bagaimanapun juga pada kenyataannya Miyoung terpaut 2 tahun lebih tua dari Heechul. Heechul mewarisi perusahaan kedua orang tuanya, Karena kedua orangtuanya telah meninggal dunia.

Sedangkan Haneul saat ini ia masih duduk di bangku SMA kelas 2. Tapi tetap saja Miyoung memantau keadaan mereka, Dan bahkan ia tinggal di rumah yang sama. Dan tentang perjodohan itu pun, Miyoung melakukannya atas dasar permintaan kedua orang tua mereka, Karena itu Heechul tak dapat menolaknya. Di tambah lagi kedua orang ini memang sedikit takut pada Miyoung yang notabene selalu terlihat mengerikan saat marah, Itu pikir mereka.

 **********

“Sebenarnya kau ini buat masalah apa lagi di sekolahmu ini, Huh?!” Tanya Heechul saat mereka sedang di tengah perjalanan.

“Nanti kau bisa bicarakan dengan Raena Songsaenim…” Jawab Haneul seadanya.

“Pasti masalah besar. Kau tidak mungkin di panggil seperti ini jika bukan masalah besar kan?” Tebak Heechul sembari tetap fokus menyetir.

“Tepat sekali…” Jawab Haneul santai.

“Haneul-ah, Kenapa kau tidak bisa tak berbuat onar sekali saja, Huh? Jika Miyoung tau hal ini aku yakin kita berdua tidak akan selamat…” Celetuk Heechul.

“Jangan menakutiku, Oppa…” Haneul bergidik ngeri, Mengingat jika ia pernah mendapat hukuman dari Miyoung.

“Salahmu sendiri! Selalu saja mencari masalah…” Keluh Heechul. Setelah beberapa lama di perjalanan menuju Sekolah Haneul, Kini merekapun sampai. “Jadi aku harus menemui siapa saat ini?” Tanya Heechul kemudian.

“Seperti yang aku katakan padamu, Oppa. Tentu saja…” Ucapan Haneul terhenti saat melihat seseorang yang sepertinya adalah orang yang di maksudnya. “Annyeong, Raena Songsaenim…” Haneul membungkuk dalam namun singkat seraya tersenyum manis.

“Eh?” Merasa bingung, Heechul berbalik dan nampaklah seorang gadis yang sepertinya bahkan terlihat lebih muda dari Heechul.

“Annyeong, Haneul-ah…” Gadis itu tersenyum, Menandakan jika dia memang benar gadis yang bernama Raena, Lebih tepatnya Shin Raena wali kelas Haneul.

Untuk sesaat, Heechul hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun bahkan menyapa Raena pun tidak. Hingga akhirnya ia tersadar dari lamunannya karena tepukan yang di berikan Haneul tepat di pundaknya.

“Oppa…” Bisik Haneul pelan. “Dia yang namanya Raena Songsaenim… Aku harap kau bisa selesaikan masalahku…” Tambahnya lagi.

“Oh… Jadi anda yang bernama Raena wali kelas Haneul?” Tanya Heechul tersadar dari lamunannya.

Raena mengangguk kecil, Walau tidak dapat ia pungkuri jika ia nampak bingung. “De… Hajiman… Nugu..seyo?” Jawab Raena seraya bertanya balik.

“Aigo… Aku sampai lupa mengenalkan diriku sendiri. Naega Kim Heechul Imnida… Aku kakak Haneul. Kudengar anda memanggil wali dari Haneul, Karena ada sesuatu hal…” Jelas Heechul ramah seraya memperkenalkan dirinya.

“Eh? Bukannya yang biasa menjadi walinya Miyoung?” Bingung Raena, Karena sepertinya ia sudah mengenal Miyoung.

“Soal itu…” Heechul menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Err, Kali ini aku menggantikan Miyoung karena dia sedang sibuk…” Bohong Heechul.

Raena mengangguk mengerti. “Begitu rupanya… Kalau begitu begini saja, Kita mengobrol di ruanganku saja. Bagaimana?” Tawar Raena kemudian.

“Baiklah…” Jawab Heechul seraya mengangguk.

“Haneul-ah, Kau bisa kembali ke kelasmu sekarang. Sebentar lagi bel akan berbunyi, Tidak baik jika kau datang terlambat…” Suruh Raena lembut.

“De Songsaenim…” Haneul tersenyum kecil seraya kembali membungkuk singkat. “Oppa, Aku harap kau bisa menyelesaikan semuanya…” Bisik Haneul pelan.

“Hmm…” Tanggap Heechul seadanya.

“Mari kita pergi ke ruanganku…” Ajak Raena saat Haneul telah pergi menuju kelasnya.

Awalnya Heechul hanya tetap terdiam, Akan tetapi di saat Raena berbalik padanya dan semilir angin mengibas beberapa helai rambut tipisnya ntah kenapa Heechul merasa ada sesuatu yang tak dapat ia gambarkan saat ini. Yang ia tahu hanyalah, Kini jantunya berdegup kencang dan ia juga merasa tubuhnya tak dapat bergerak sedikitpun.

“Heechul-ssi… Kenapa anda diam saja? Ayo…” Ajak Raena lembut.

“O..” Heechul tersadar dari lamunannya dan segera bergegas mensejajari langkah Raena di samping gadis itu.

**********

“Mwo?!! Jadi Haneul melakukan hal itu??” Tanya Heechul tak percaya saat mendengar penjelasan Raena tentang apa yang telah di perbuat adiknya itu.

“De… Tapi sebenarnya ini bukan sepenuhnya kesalahan Haneul. Ia hanya ingin menolong temannya yang sedang di bulli para kakak kelasnya, Tapi siapa yang sangka jika Haneul akan nekat sampai memukul mereka?” Tambah Raena kemudian.

“Aish!! Sudah aku duga anak ini tidak akan berbuat hal yang biasa…” Umpat Heechul dalam hati. “Lalu, Apa karena kejadian ini ada yang terluka?” Tanya Heechul penasaran.

“Untungnya tidak…” Jawab Raena tetap terlihat calm. “Tapi sayangnya… Mungkin Haneul akan di beri hukuman untuk beberapa hari, Jadi bisa saja dia akan pulang sore…” Jelasnya.

“Ahh…” Heechul mengangguk mengerti. “Anak itu memang harus di seperti itukan…” Gumam Heechul pelan.

“De?” Raena memandangnya bingung, Karena tidak terlalu mendengar hal itu dengan jelas.

“A-Anniyo… Aku tidak mengatakan apapun…” Elak Heechul sembari tersenyum kecil. “Ehm, Jadi apa lagi yang akan anda lakukan pada Haneul?” Tanya Heechul penasaran.

“Saya juga akan memberikan pelajaran tambahan padanya. Tapi… Heechul-ssi bisa aku meminta sesuatu padamu?”

“Huh?” Heechul mengerutkan keningnya bingung.

“Aku rasa, Haneul sebenarnya membutuhkan perhatian yang khusus… Akhir-akhir ini aku lihat ia sering saja membuat ulah yang terkadang tak masuk akal… Aku takut jika akan ada dampak buruk dari ini semua…” Papar Raena panjang lebar.

DEG!!

Ntah kenapa, Saat mendengar hal itu jantung Heechul berdegup kencang. Bukan karena ia terpesona dengan gadis di hadapannya itu, Akan tetapi ia sedikit terkejut dengan perkataan Raena tadi. Sebelumnya, Tidak pernah ada guru yang memperhatikan Haneul seperti itu bahkan guru-gurunya yang lain.

“Saya yakin anda dapat melakukan hal itu meskipun anda sibuk dengan pekerjaan anda… Tapi setidaknya luangkan sedikit waktu anda, Di tambah lagi yang kuketahui kedua orang tua kalian meninggal…” Ujar Raena lagi membuat raut wajah Heechul berubah seketika. “Ah… Mianhe, Saya terlalu lancang mengatakan hal itu…” Sesal Raena.

“Gwenchana…” Heechul menyunggingkan senyuman khasnya. “Itu bukanlah suatu aib yang harus di rahasiakan… Memang benar aku mungkin kurang memberikan perhatianku pada adikku itu, Di tambah lagi aku harus mengurusi perusahaan… Tapi mulai saat ini aku akan memberikan perhatian lebih padanya. Terima kasih Raena-ssi anda sudah mau meluangkan waktu anda untuk menjelaskan semua ini padaku…” Senyum Heechul.

“Ini bukan apa-apa…” Jawab Raena santai. “Justru sebaliknya saya yang harusnya meminta maaf pada anda, Karena telah lancang mengatakan ini semua…” Ujar Raena terlihat begitu menyesal.

“Hm… Gwenchana…” Heechul mengangguk singkat. “Aku permisi…” Pamit Heechul kemudian karena merasa tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, Tapi ntah kenapa tiba-tiba saja hati kecilnya menyuruhnya untuk berbalik dan mengatakan sesuatu pada gadis itu.

“Err… Raena-ssi…” Panggil Heechul ragu.

“De?” Raena yang pada awalnya sedang merapihkan meja kerjanya langsung mendongakkan kepala untuk menatapnya.

Heechul terdiam sesaat, Membuat Raena sedikit memiringkan kepalanya bingung. “Itu…” Ia seakan bingung untuk melanjutkan perkataannya.

“Yah?”

“Itu…” Heechul tetap saja tak mengatakan apapun.

“Heechul-ssi… Sebenarnya anda ingin mengatakan apa?” Tanya Raena kemudian.

Heechul menghela nafas panjang seraya terdiam sesaat. “Itu… Sebenarnya, Bisakah kita pergi keluar? Maksudku… Kita pergi minum kopi bersama di luar? Untuk membicarakan Haneul, Tapi itupun jika kau tidak keberatan…” Tawar Heechul  pada akhirnya.

“Untuk itu anda segugup itukah?” Canda Raena.

“Eh? Ah… De…” Jawab Heechul sedikit terbata. “Apa kau keberatan?” Tanya Heechul tak yakin.

“Anniyo… Dengan senang hati aku akan menerimanya…” Jawab Raena kemudian.

Tak dapat Heechul pungkiri, Perasaan senang yang kini sedang di rasakannya membuat senyuman yang begitu lebar terkembang di wajah manisnya. “Lusa?”

“Tentu…” Raena mengangguk sembari tersenyum kecil.

“Ka-Kalau begitu aku permisi dulu…” Pamit Heechul untuk kedua kalinya dan wajahnya masih saja menampakkan senyuman khasnya itu. Lalu tak berapa lama ia pun beranjak pergi dari ruangan itu.

Raena yang melihat perilaku Heechul hanya dapat menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil. “Aneh… Tapi begitu manis. Tidak aku sangka Haneul memiliki seorang Kakak lelaki yang begitu manis dan lucu…” Batin Raena seakan terkesan pada Heechul.

**********

Knock… Knock… Knock…

“Masuk…” Jawab Heechul saat seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya. Sedangkan ia masih terlihat sibuk dengan beberapa file di hadapannya itu.

“Ini aku…” Ujar Miyoung saat masuk ruangannya.

“Duduklah…” Suruh Heechul. “Ada masalah apa sampai kau datang kemari?” Tanya Heechul penasaran.

“Jangan berlagak tidak tahu apa-apa…” Sela Miyoung dengan wajah tak berekspresi. “Apa yang Haneul lakukan di sekolahnya sampai kau pun ikut menyembunyikan masalah itu?”

“Huh?” Heechul sedikit terkejut mendengar hal itu.

“Tadi Raena meneleponku… Dan katanya kau sudah datang untuk membereskan masalah Haneul… Sekarang jelaskan padaku!”

Heechul terdiam, Ia yakin hal ini pasti terjadi. Mengingat jika Raena sudah mengenal Miyoung jadi mana mungkin Raena tidak memberitahu perkembangan Haneul padanya. “Oh… Soal itu, Sudahlah lupakan! Bukan masalah besar…” Bohong Heechul.

“Geotjimal…” Celetuk Miyoung dengan dingin. Ia pun bangkit dari duduknya sedangkan Heechul masih menatapnya horor, “Lalu… Apa kau juga tidak akan mengakui sesuatu lagi?” Tanya Miyoung kemudian.

“Eh? Tentang?” Bingung Heechul.

“Sudahlah…” Miyoung pun berbalik seakan hendak beranjak dari ruangan itu. “Bahkan mengakui kau lari dari pertunangan kemarin pun kau tidak ingin mengakuinya…” Desis Miyoung pelan namun terdengar jelas oleh Heechul.

Lelaki itu hanya menelan ludahnya cepat seraya beranjak dari duduknya. “Aish!! Kenapa Miyoung bisa mengetahui hal itu?!” Batin Heechul.

“Hah… Pokoknya jika saat minggu depan nanti kau belum memiliki kekasih juga. Aku terpaksa langsung menikahkanmu dengan pilihanku! Tidak ada hal pertunangan lagi!!” Tekan Miyoung seraya keluar dari ruangan itu.

Awalnya Heechul masih terdiam, Mencoba mencerna setiap perkataan Miyoung tadi. Tapi sesaat setelah itu ia tersadar. “EH?!! Dinikahkan?!! MWOYA?!!” Dengan segera Heechul segera berlari keluar untuk mengejar Miyoung namun ia tidak menemukan gadis itu di manapun.

“Aish!! Apa-apaan tadi itu?! Bagaimana jika perkataan Miyoung benar?!! Arghhh…” Prustasi Heechul seraya berjongkok di koridor kantornya dan mengacak rambutnya asal. Membuat beberapa karyawannya yang melewati koridor itu menatapnya heran sekaligus terkejut.

Heechul yang menyadari hal itu segera berdiri kembali, “Apa yang kalian lihat, Huh?! Cepat kembali bekerja!!” Ketus Heechul yang sukses membuat beberapa karyawannya itu bergegas meninggalkannya.

**********

“Songsaenim…” Haneul berlari kecil menghampiri Raena yang baru saja keluar dari kelasnya itu.

“Haneul… Waeyo?” Tanya Raena bingung.

“Hm.. Soal pembicaraan anda dengan Heechul Oppa tadi pagi. Apa dia terlihat marah?” Tanya Haneul kemudian. Ia nampak sedikit ragu untuk menanyakan hal itu.

Raena tersenyum dan mengelus lembut kepala Haneul. “Anniyo… Dia sama sekali tidak marah padamu…” Ujarnya dengan ramah.

“Fiuh… Untunglah!” Lega Haneul.

“Hahahaha…” Tiba-tiba saja Raena tertawa kecil membuat Haneul mengerutkan keningnya. “Kau ini lucu sekali, Haneul-ah… JIka kau tidak ingin Oppamu marah padamu, Jangan buat masalah lagi, Arreo?” Ujar Raena seakan menjawab pertanyaan Haneul yang bahkan belum ia lontarkan.

Mendengar hal itu Haneul hanya tersenyum kecil dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Ah, Iyah!” Tiba-tiba saja Haneul teringat akan sesuatu.

“Waeyo?” Tanya Raena penasaran.

“Songsaenim, Menurutmu bagaimana dengan Heechul Oppa?”

“Eh? Maksudmu?” Bingung Raena.

“Yah… Maksudku bagaimana pendapatmu tentang Heechul Oppa? Apakah menurutmu dia pria yang tampan dan menarik?” Ujar Haneul memperjelas membuat Raena membulatkan kedua matanya dan nampak gugup untuk menjawab hal itu.

“Hm, Yah begitulah… Bagiku dia sama sepertimu…” Jawab Raena seadanya.

“Sama sepertiku apanya?!” Bingung Haneul. “Ayolah, Songsaenim… Katakan padaku! Mungkin saja jika kalian cocok aku bisa menjodohkan kalian kan?! Heechul Oppa itu masih single tapi karena desakan Miyoung Onnie sekarang dia sedang mencari seorang kekasih yang tepat untuknya… Dan aku rasa anda cocok dengan Oppaku. Songsaenim juga belum punya kekasihkan?” Ujar Haneul panjang lebar.

“Mwo?!” Kedua mata Raena semakin membulat. Jujur saja ia memang cukup terpesona pada Heechul, Namun ia tidak berani mengatakan hal itu. “Ya! Jangan membual lagi! Sudah sana masuk kelas! Pelajaran tambahanmu sebentar lagi akan di mulai!!” Usir Raena seraya mendorong tubuh gadis untuk berbalik.

“Songsaenim kenapa kau jadi terlihat gugup seperti itu?!” Goda Haneul.

“Aish… Sudah masuk kelas sana!!” Suruh Raena tegas.

“Hah… Baiklah… Baiklah…” Pasrah Haneul yang kemudian masuk ke dalam kelasnya.

Raena tersenyum kecil, Ada sedikit rasa senang dalam hatinya saat mendengar jika Heechul masih single. “Huh?! Kenapa aku jadi berpikir yang macam-macam… Aish… Aku harus segera membeli minuman segar untuk menenangkan pikiranku sepertinya…” Batinnya dan segera pergi dari tempat itu.

**********

Malam Harinya…

“Aish… Ayolah, Miyoung-ah! Jangan seperti ini…” Tolak Heechul dengan wajah yang nampak memelas.

“Berhentilah memohon padaku. Lebih baik kau pikirkan bagaiamana caranya mendapatkan kekasih dalam waktu 1 minggu…” Jawab Miyoung santai.

“Ya! Bagaimana bisa aku mendapatkan kekasih secepat itu?!”

“Aku tidak mau mendengar ocehanmu lagi, Kim Heechul…” Sela Miyoung seraya pergi meninggalkan Heechul sendiri.

Tak berapa lama Haneul datang menghampirinya dan duduk di sampingnya. “Oppa… Neo Gwencahana?” Tanya Haneul karena sudah mengetahul hal apa yang telah terjadi.

“Jangan bicara denganku!!” Ketus Heechul.

“Aigo… Sifatmu seperti anak kecil sekali! Mudah marah…” Hardik Haneul kesal.

Heechul hanya memandangnya tajam tanpa mengatakan apapun. Sampai pada akhirnya Haneul menjentikkan tangannya seakan memiliki sesuatu ide.

“Ah, Begini saja Oppa… Bagaimana jika kau mencari seorang gadis yang mau berpura-pura menjadi kekasihmu. Dengan begitu kau akan mudah mendapatkannya kan? Tinggal kau beri saja ia uang sebagai imbalannya nanti…” Suruh Haneul kemudian menuangkan pikirannya saat ini.

“Mwo?” Heechul hanya mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Haneul itu.

To Be Continued…

26 thoughts on “I Think… You’re My Destiny(Part 1 Of 2)

  1. miyoung bener2 wanita dingin ya…*ditabok ma yg py nama*
    kang Chulli lg nyari cw yg mo jd pacar boongan?
    kaga ah makasih kalo jd pacar beneranmah mau *tabok*
    waduh istigfar.. kaga boleh selingkuh ma kang chulli inget
    kang teuki lg ngurus anak dirumah wkwkwkwk….

  2. Wkwkwkwkwk…
    Jgn2 ntar raena songsaenim jdi pacar chullie lgi… Wkwkwkk
    Like this ff very muchh!!!
    Lanjut part 2 nya yaaa 😀

  3. aigoo ~ chulie kshnn u,u
    haneul tmbnn naughty ya kkk ~ * pletak *
    raena prhatiann yaa sm haneul (?) * yaa iyalahh dy kann waki kelasnyaa hahahaa *
    hmm.. miyoung ttep yaa sikapnyaa .___.

  4. wew. ff baru…
    ini tumben miyoung jadi kakak sepupu heechul kekeke :p
    alur ffnya simpel dan ringan thor jadi gampang ngikutin ceritanya :Dhor jadi gampang ngikutin ceritanya 😀

  5. diawal cerita, aku kira miyoung tunangannya heechul wkwk
    harusnya heechul berontak, knapa ngga si miyoung aja yng duluan kawin wkwk
    raena-chul, cinta pandangan pertama .___.
    haneul, langganan BP ya ceritanya ? wkwk

  6. jiahhhh haneul jadi anak bandel,, adenya ichul sii jdi bandel dhh *dgetok ichul*
    wahh unn tega amat unn maksa ichul oppa nikah,, nikahin sma aku aja gapapa dahh unn *dgetok petals n unyukk* wahh ga nyangka unn itu galak yahh.. ckck
    santai unn ,, sabar ngadepin tuhh makhluk dua *nunjuk ichul n haneul* jangan sinis mulu unn nanti mimi sma han pindah ke lain hati loh *dgetok nta unn*
    hahahaiii,, uda jodohin aja sma raena.. seSUJU dahh.. jangan lama lama unn publish lanjutannny yahh… yah yah yah?? hehehe 😀

  7. astajim, miyoung sadis binti kejam ya kekeke
    1 minggu cari pacar???
    yg ada mah 30 hari mencari cinta hehehe..
    hemmm…. penasaran engan idenya haneul, sukses ga ya?? hehehe

  8. ahhhhhhhhhhhh,,, baru baca.. mianhae….
    jadi guru? mwo? ga bisa ngebayangin dah,, #ditabok
    oh Suami tercintaku kalah ma Miyoung ckckkckck….. jgn cari pacar bohongan atu…. yg serius aku siap kok *dibantai ma petals*
    NTa,,, aku suka.. gomawo ya…

  9. miyoung galak bgt!! C ichul aj mpe takut hahaha
    jgn” yg d jodoh’n sm ichul tuh raena??
    Arg seru bgt. .
    Lanjuut

  10. perasaan,harusnya heechul yg galak,tp kok jg miyoung yg galak yahh??!#garuk kepala#
    aishh..chulie ,nekat ngajak raenea on first meet..cieciecieeeee…kkkk~
    ehh,disini haneul bsdung yaa???! keren ..;DD

  11. aigo… miyoung unnie jdi mkin tua nie kwkwkwkwkw *di tbok ma yg punya nama*
    bgus unnie…. tapi agak kurang gmana gtu…
    mungkin krena sudut pndangnya dri author jha…
    shrusnya dha sdut pndang dri heechul, haneul, miyoung ma raena…
    supaya g flat critanya unnie….
    ^^

  12. Eihhh Haneul jadi badung!!!
    Abang, kok kalah sama Miyoung c??
    =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°
    Ih suka ffnyaaa, kangen baca ff ttg abang aye #pelok heechul

  13. pertamanye tak kira yg jadi destinynya heechul ntu miyoung. eeh ternyata raena
    tapi sebenarnya lebih suka miyoung yg jadi tokoh utamanya, kenapa kok lebih ngefell pada miyoung untuk jadi main cast utamanya.

    tapi ceritanya tetep kereeeen ^^

  14. haneul, haneul, akal bulusnya banyak banget sih?
    Kenapa ga da kyuhyun?
    Tumben sekali,
    tapi lucu ngebayangin heechul gugup gara2 ngajakin minum kopi raena….
    Youngie galak amat, Raena, perhatian banget sama muridnya
    Akh, udah lama ga baca ff dan mampir kesini

  15. hahahahaha….kasihan heechul oppa…
    miyoung kok kayak ibu tiri ya?
    kejem amat.
    terlepas dari semunya,
    cerita Nta unnie selalu keren…
    ^_^

  16. nice ff…. 😉
    miyoung jd pengasuh galak ceritanya…. hehehe ….. haechul ma haneul….. bikin puyeuuuung ……..

  17. Hihihi
    kebayang gmn tertekannya chullie oppa suruh nyari pacar dlm,1 mgg
    di kira nyari apa kali 1 mgg
    aigooo
    haneul’a nyari masalah terus d sekolah semata untuk nyari perhatian
    miyoungie jgn marah marah ath…

  18. Hehehe lucu jadi haneul ama heechul entu takut ama miyoung??? Ngakak byangin heechul tkut ama miyoung bukanya heechul kalo udah mrh jga menyeramkan ea hehehe mau lanjut sajalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s