After Story Severe Families!! (Leeteuk & Sangmi Versi)

Keadaan Siang Hari di Rumah Leeteuk…

“Kyaaa… Aku bangun terlambat lagi!!” Teriak Sangmi seraya berlari ke arah dapur.

Nampak Leeteuk yang sudah selesai menyiapkan makanan di meja makan, “Kau sudah bangun, Jagi?” Ujar Leeteuk sembari tersenyum manis.

Sangmi menghentikan langkahnya dan terdiam mematung. “Kau yang menyiapkan nya lagi? Mianhe, Aku kesiangan lagi…” Ujar Sangmi pelan.

“Gwenchana, Lebih baik kita sarapan saja. Ok!” Ujar Leeteuk sembari menarik Sangmi dan mempersilahkan Sangmi di kursi meja makan.

Sangmi duduk di bangku itu dan mulai memakan sarapan yang Leeteuk buatkan secara perlahan. “Aku sudah kenyang…” Ujar Sangmi padahal ia baru makan beberapa sendok.

“Waeyo?? Apa masakanku tidak enak?” Tanya Leeteuk heran.

“Aniyo.. Tentu saja enak. Tapi rasanya aku tidak berselera untuk makan…” Jawab Sangmi.

“Apa kau sakit?” Tanya Leeteuk dan langsung menempelkan telapak tangannya di kening Sangmi. “Tapi tidak panas…” Ujar Leeteuk pelan.

“Yeobo, Hari ini kan hari minggu! Bagaimana jika kita main ke taman bermain? Aku ingin sekali memakan manisan kapas di sana…” Ujar Sangmi semangat.

“Hm… Boleh juga, Kalau begitu kau bersiap-siap sekarang! Aku akan merapihkan makanan ini dulu…” Ujar Leeteuk sembari tersenyum manis.

Sangmi langsung memeluk Leeteuk erat, “Gomawo, Yeobo..” Ujar Sangmi riang dan langsung berlari ke kamarnya.

Suasana di Taman Bermain…

“Yeobo, Bagaimana jika kita naik Roller Coaster itu?” Ajak Sangmi semangat.

Leeteuk membulatkan kedua matanya. “Jagi, Apa kau yakin benar-benar ingin menaikki itu?” Tanya Leeteuk gugup dan Sangmi pun hanya mengangguk sembari tersenyum. Tanpa banyak bertanya lagi, Sangmi menggeret Leeteuk untuk membeli karcis Roller Coaster itu.

“Jagiya… Kau yakin?” Tanya Leeteuk lagi seraya menelan ludahnya saat mendengar teriakan-teriakan yang menaiki Roller Coaster.

“Tentu saja, Apa kau takut?” Goda Sangmi sembari terus mengaleng tangan Leeteuk.

“Boe?? Takut?? Enak saja… Aku sama sekali tak takut pada apapun…” Ujar Leeteuk berbohong.

Kini saatnya mereka yang menaiki Roller Coaster itu, Nampak wajah Leeteuk yang begitu pucat pasi. Sedangkan Sangmi begitu semangat.

10 Menit Kemudian…

“Yeobo, Gwenchana?” Tanya Sangmi sembari mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan wajah Leeteuk.

Leeteuk tetap terdiam dan tatapan matanya terlihat kosong. “Yeobo, Ayo kita naik itu!!” Ajak Sangmi sembari menunjuk sebuah kincir-kincir yang cukup tinggi. Leeteuk menatap kincir-kincir itu dan ia kembali membulatkan kedua matanya.

“Kaza!!” Ajak Sangmi dan langsung menarik lengan Leeteuk.

Di Dalam Kincir-Kincir…

“Sangmi-ah…” Ujar Leeteuk pelan. “De?” Jawab Sangmi tanpa menatap Leeteuk sedikitpun.

Leeteuk langsung memeluk tubuh Sangmi erat. “Yeobo, Kau kenapa?” Tanya Sangmi heran. Leeteuk tetap memeluk erat tubuh Sangmi, “Kau takut naik kincir-kincir?” Tanya Sangmi seraya menahan tawanya.

“Aish!! Aku hanya tidak terbiasa dengan ketinggian tau!!” Ujar Leeteuk saat menyadari Sangmi yang tertawa kecil.

Leeteuk langsung melepaskan pelukannya dan mencium bibir Sangmi dengan lembut. Sangmi pun membalas ciuman Leeteuk dan…

“Yeobo, Kita sudah selesai…” Ujar Sangmi seraya melepaskan pelukan Leeteuk dan keluar dari kincir-kincir itu.

Leeteuk menghela nafas panjang dan mengikuti langkah Sangmi yang berjalan dengan semangat dan riang.

15 Menit Kemudian…

“Hem… Manis sekali, Sudah lama aku tidak memakan manisan kapas…” Ujar Sangmi riang dan Leeteuk hanya memperhatikannya sembari tersenyum.

“Wae?” Tanya Sangmi yang sedikit risih dengan pandangan Leeteuk.

Leeteuk mendekati wajah Sangmi dan langsung mencium sudut bibir Sangmi, “Ada manisan kapas di wajahmu…” Ujar Leeteuk sembari tersenyum nakal.

Wajah Sangmi memerah dan ia pun langsung berjalan cepat meninggalkan Leeteuk, “Masih saja seperti itu…” Ujar Leeteuk pelan dan menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berlari kecil mengejar Sangmi.

Malam Harinya…

“Ah… Hari ini lelah sekali…” Ujar Leeteuk dan langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang di samping Sangmi. “Yeobo…” Panggil Sangmi lembut.

“Kau belum tidur rupanya…” Ujar Leeteuk sembari memeluk erat Sangmi dari belakang tubuhnya.

“Aku ingin sesuatu, Apa kau akan mengabulkannya?” Tanya Sangmi sembari berbalik dan menatap Leeteuk.

“Tentu saja…” Jawab Leeteuk seraya membelai lembut rambut Sangmi.

“Belikan aku Tteobokki!” Ujar Sangmi singkat.

Leeteuk Sangmi dengan pandangan heran. “Kau Yakin? Bukankah kau tidak terlalu suka makanan itu?” Ujar Leeteuk heran.

“Molla… Pokoknya aku menginginkannya sekarang…” Jawab Sangmi sembari menggeleng.

“Tapi malam-malam begini, Mana ada yang berjualan Tteokbokki?” Tanya Leeteuk bingung.

“Tapi aku menginginkannya! Tadi kan kau sudah berjanji…” Bujuk Sangmi dengan wajah memelas.

“Aish!! Baiklah, Aku akan membelikannya untukmu!” Ujar Leeteuk kesal dan tak mampu menolak keinginan isteri tersayangnya ini.

Sangmi hanya tersenyum kecil saat melihat Leeteuk yang menggerutu tak jelas dan akhirnya ia pun pergi dengan membawa mobilnya mencari Tteokbokki yang di inginkan Sangmi.

30 Menit Kemudian…

“Jagiya, Ini aku sudah membelikannya untukmu! Untung masih ada yang buka pada jam seperti ini, Aku sangat kesusahan sekali…” Ujar Leeteuk seraya menyiapkannya pada sebuah piring berukuran sedang.

“Wuah… Gomawo Yeobo…” Ujar Sangmi senang.

Leeteuk menatap Sangmi yang sedang memakan Tteokbokki itu, “Kau tidak ingin makan?” Tanya Sangmi heran.

“Aniyo…” Leeteuk menggelengkan kepalanya. “Kau saja yang makan, Aku sudah kenyang!” Jawab Leeteuk lembut.

Sangmi hanya mengangguk saja dan kembali menyantap Tteobokki itu lagi, Tapi belum juga setengahnya habis Sangmi sudah berhenti makan. “Aku tidak mau makan lagi…” Ujar Sangmi malas.

“Wae?? Aku kan sudah membelinya susah-susah…” Ujar Leeteuk tak terima.

“Tapi aku sudah tidak menginginkannya!” Jawab Sangmi memelas. “Yeobo, Bagaimana jika kau saja yang memakannya?” Tanya Sangmi sembari tersenyum kecil.

“Dekka?? Ani.. Ani… Ini harus kau yang makan, Aku kan sudah membelikannya untukmu…” Ujar Leeteuk menolak.

“Wae?? Pokoknya kalo kau tidak ingin menghabiskannya, Malam ini dan seterusnya kau tidur di kamar tamu!!” Ujar Sangmi kesal.

“Boe??” Ujar Leeteuk terkejut. “Jagi, Bagaimana bisa kau meperlakukan suamimu seperti itu?!” Ujar Leeteuk tak terima.

“Mau memakannya atau tidak…” Ujar Sangmi sinis.

Leeteuk menghela nafas dan mengangguk, “De, Aku akan menghabiskannya! Apa kau puas?” Ujar Leeteuk seraya memakan Tteobokki itu.

Sangmi tertawa kecil saat melihat Leeteuk yang cemberut tapi tetap memakan makanan itu. “Yeobo, Kau begitu lucu saat marah…” Goda Sangmi sembari menatap Leeteuk sedangkan Leeteuk tak menggubris ucapan Sangmi sedikitpun karena masih kesal.

Pagi Harinya…

“Jagiya, Sedang apa kau di dalam?” Tanya Leeteuk seraya mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi, Karena Sangmi yang tidak keluar dari kamar mandi sejak 15 menit yang lalu.

Sangmi keluar dari kamar mandi, “Gwenchana?” Tanya Leeteuk khawatir.

“De… Hmp, Hoek…” Sangmi langsung berlari kembali kedalam kamar mandi dan ia terlihat mual-mual.

“Jagiya, Apa kau sakit?” Tanya Leeteuk seraya menghampiri Sangmi.

Sangmi menggeleng, “Ntahlah,  Rasanya aku mual-mual terus dari tadi pagi dan semua badanku terasa begitu lemas…” Jawab Sangmi dengan wajah yang terlihat sangat pucat.

“Ini pasti karena terlalu lama bermain di taman bermain itu, Sudah lebih baik kau tidur saja sekarang…” Ujar Leeteuk seraya memapah Sangmi ke ranjangnyai.

Sangmi terus saja merasa mual dan muntah-muntah sehingga membuat Leeteuk semakin cemas. “Lebih baik aku telepon Mi Young saja! Dia kan seorang suster. Pasti dia bisa mengetahui penyakit Sangmi…” Ujar Leeteuk dan langsung meraih ponselnya.

“Yoboseyo…”

“…”

“De, Bisakah kau datang ke sini sekarang? Sepertinya Sangmi sakit…”

“…”

“Gomawo, Mi Young…”

“…”

Leeteuk mematikan ponselnya dan menghampiri Sangmi lagi yang tengah kewalahan dengan rasa mualnya yang hebat. “Sebentar lagi Mi Young akan datang memeriksamu…” Ujar Leeteuk lembut.

“De…” Jawab singkat Sangmi dan merasakan mual kembali.

20 Menit Kemudian…

“Coba buka mulutmu!” Ujar Mi Young dan Sangmi menurutinya. Mi Young memegang pergelangan tangan Sangmi dan merasakan denyut nadinya.

“Mi Young, Aku hanya masuk angin saja kan?” Tanya Sangmi penasaran.

Sebuah senyuman terukir di wajah Mi Young. “Chukkae, Sangmi…”

Di Ruang Tamu…

“Teuki, Bisakah kau duduk saja!! Dan tak perlu harus berjalan bolak-balik di hadapanku!!” Ujar Donghae yang pusing melihat Leeteuk yang terliat panic.

“Bagaimana bisa aku duduk dengan tenang? Sedangkan Sangmi sedang sakit sekarang!!” Ujar Leeteuk dengan nada sinis. “Terserahmu sajalah…” Ujar Donghae seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

Mi Young dan Sangmi keluar dari kamar, Leeteuk pun segera menghampiri mereka di ikuti dengan Donghae, “Jagiya, Kenapa kau keluar kamar jika sakit?” Tanya Leeteuk cemas.

“Kau tidak perlu cemas seperti itu, Leeteuk!!” Ujar Mi Young sembari tersenyum kecil pada Sangmi. “Bagaimana aku tidak cemas jika isteriku ini sedang sakit!!” Jawab Leeteuk dengan sinis.

“Sangmi tidak sakit, Tapi dia sedang mengandung. Mangkannya dia mual-mual…” Jelas Mi Young dan Sangmi pun tersipu malu. “Cheongmal??” Ujar Leeteuk membulatkan kedua matanya dan menatap Sangmi. Sangmi hanya mengangguk sembari tersipu malu dan Leeteuk pun segera memeluknya.

“Sebentar lagi aku akan menjadi Appa, Donghae apa kau dengar tadi?? Aku akan menjadi Appa sebentar lagi…” Ujar Leeteuk terlihat sangat senang.

“De, Chukkaeyo…” Ujar Donghae sembari tersenyum begitupun dengan Mi Young. “Mi Young bagaimana jika kita juga menyusul mereka?!” Bisik Donghae pelan. Mi Young menatap Donghae sinis, “Menikah saja belum, Dasar Bodoh!!” Ujar Mi Young sinis.

The End…^^

FF INI PERNAH SAYA PUBLISH D SJFF SEBELUMNYA…^^

Iklan

21 thoughts on “After Story Severe Families!! (Leeteuk & Sangmi Versi)

  1. hehehe… chukae kadir-ssi, sangmi-ssi….
    moga2 anaknya ga seganas perilaku appa nya *tabok*
    *sigh* andai bang teuki memperlakukan sy sperti sangmi….*tabok*

  2. Aaahh so sweet.. >.< sangmi belum ketahuan hamil aja udah perhatian begitu, apalagi udah ketauan hamilnya…

    teuki oppa memang yg terbaik klo masalah perhatian b^.^d 🙂

  3. Annyeong . . .
    Sya reader bru nich slm knal aZ
    ..
    Crita.y happy ending truss kan thorr
    gk ad yg sad end kn ykn.ykn..
    Slmt bu’t kadir oppa mga” ank .a gk kya bpak.a
    Yy lnjt yg brkut .a..

  4. Selalu suka sama ff nya leeteuk u.u walaupun belum baca yang sebelumnya. Annyeong eonn, kim soora imnida ^^ 91 line. Salam kenal

  5. Hwaaa…
    Dr awal emang uda ngira kalo sangmi hamil..
    Coz keliatan bgt kalo sdg ngidam..
    Hahaha..teukki khawatir bgt sih..
    Chukkaeyo..hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s