Severe Families!!(Part.10)

“Kalian tidak bisa bermain Ice Skating di tempat ini!! Ini adalah wilayah kekuasaan kami!!” Ujar salah seorang pria dengan sombong.

Lalu?? Bukankah tempat ini sengaja di buat karena agar dapat di gunakan oleh setiap orang yang ingin bermain?” Ujar Sungmin dengan santainya.

“Apa kau tidak tau siapa kami? Kami ini adalah teman dari pemilik Ice Skating ini!!” Ujarnya lagi dengan nada menantang Sungmin.

“Boe??” Ujar Sungmin dengan nada seakantak percaya dan terkekeh kecil.

“Kau, Menantang kami, Huh?!!” Ujar salah satu dari mereka lagi.

“Ahjusshi, Sudahlah lebih baik kita pergi saja!!” Ajak Yoora yang sepertinya sudah mengetahui akan begini jadinya.

Tiba-tiba seorang pria muncul dari balik kerumunan pria yang menghalangi Sungmin dan Yoora untuk masuk ke dalam tempat itu, “Sepertinya kau telah membuat kegaduhan di tempat ini lagi, Yoora?” Ujar orang itu dengan dingin.

“Siapa kau?” Tanya Sungmin heran.

“Aku adalah Lee Tae Bong pemilik Ice Skating ini!!” Jawabnya dengan lantang dan percaya diri.

“Whuahahaha…” Sungmin tertawa dengan keras sangat mendengar jawaban Tae Bong tadi.

“Kenapa kau tertawa, Huh?!” Ujar Tae Bong sangat kesal dengan perilaku Sungmin.

“Jadi, Kau yang di maksudkan mereka semua?” Tanya Sungmin tanpa menjawab pertanyaan Tae Bong terlebih dahulu. “Lucu sekali namamu itu, Lee Tae Bong!!” Tambah Sungmin dengan nada santai.

“Boe?? Kurang ajar sekali kau mengatakan aku seperti itu! Memangnya kau siapa beraninya mengatakan namaku seperti itu?!” Ujar Tae Bong menantang Sungmin.

Sungmin terdiam dan menatap mata Tae Bong tajam sedangkan Yoora hanya terdiam di belakang punggung Sungmin dan memegang erat lengan Sungmin “Namaku Lee Sungmin, Apa kau pernah mendengar namaku?!” Jawab Sungmin.

Awalnya semua orang terdiam mendengar perkataan Sungmin barusan, Tapi tak lama dari itu mereka semua menertawakan Sungmin, “Mana mungkin kau Lee Sungmin!! Lee Sungmin itu sedang berada di luar negeri sekarang dan Tae Bong sebagai adiknya menggantikan tugasnya di tempat ini!!” Ujar salah satu dari mereka tidak mempercayai Sungmin sedikitpun.

“Ahjusshi, Sudah cukup!! Jangan bercanda lagi!!”Ujar Yoora yang terlihat sedikit takut.

Sungmin menatap Yoora dengan tatapan datar tanpa berekspresi, “Apa aku terlihat bercanda? Apa kalian butuh buktinya?” Ujar Sungmin sembari mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan kartu namanya pada mereka semua dan di situ tertulis ‘Lee Sungmin’.

Semua orang terdiam seribu bahasa termasuk Yoora dan juga Tae Bong, “Kalian sudah lihat sendiri kan?? Apa sekarang kalian masih tidak mempercayaiku?!” Ujar Sungmin dingin. “Lee Tae Bong?!! Cih, Nama yang sunggung menjijikkan!! Mengakulah namamu itu bukan Lee Tae Bong tapi Oh Tae Bong!! Kau hanyalah anak dari kepala pelayan di rumahku, Dan asal kalian tau aku sama sekali tak memiliki seorang Adik ataupun Kaka!!” Jelas Sungmin dengan nada yang sinis dan dingin.

Keringat dingin bercucuran dari wajah Tae Bong begitupun dengan yang lainnya tapi tidak dengan Yoora, Sungmin melangkah mendekati Tae Bong. “Jika kau masih ingin hidup enak dan mendapatkan kehidupan yang layak dari keluargaku!! Maka sekarang tinggalkan tempat ini, Dan jangan pernah menampakkan batang hidungmu sedikitpun di tempat ini, Atau kau akan menyesali akibatnya!!” Ujar Sungmin pelan dan membuat Tae Bong terdiam bagaikan patung.

Akhirnya mereka semua pergi dari tempat itu dan juga Tae Bong yang berlari kencang meninggalkan tempat itu, “Dasar Sampah!!” Hardik Sungmin kesal. “Ayo, Bukankah kau ingin main Ice Skating?!” Ajak Sungmin yang menggandeng Yoora dengan lembut dan menariknya masuk ke dalam tempat itu.

##################################

Donghae dan Mi Young sampai di sebuah TK…

“Untuk apa kau membawaku ke sini?” Tanya Mi Young heran.

“Hanya ingin bermain sebentar saja…” Jawab Donghae dengan tenang.

Saat mereka baru memasuki halaman TK itu beberapa langkah, Tiba-tiba ada seorang wanita separuh baya menghampiri mereka berdua, “Bukankah kau Mi Young?” Ujar wanita itu dengan ramah.

“Eh? De… Bagaimana anda bisa mengetahui nama saya?” Tanya Mi Young semakin bingung, Sedangkan Donghae langsung pergi menghampiri anak-anak yang sedang bermain di tempat itu.

“Tentu saja aku tau! Aku ini adalah teman ibumu semasa Ibumu masih menjadi kepala sekolah di tempat ini, Apa kau lupa padaku?” Jelas wanita itu sembari menepak pundak Mi Young pelan.

Mi Young terdiam sejenak hingga akhirnya ia mengingat tempat dan wanita ini, “Ahjumma, Maafkan aku! Aku sudah lama tidak ke tempat ini, Rasanya jadi sedikit asing…” Ujar Mi Young tidak enak.

“Tidak apa-apa… Aku mengerti sudah 10 tahun lamanya kau tidak ke tempat ini… Oh yah, Dimana ibumu sekarang?” Tanya wanita itu ramah.

“Ibu sekarang ikut dengan Ayah ke Jepang dan aku pun baru beberapa minggu ini kembali lagi ke Seoul karena pekerjaanku sebagai seorang perwat…” Jelas Mi Young singkat.

Wanita itu mengangguk dan tersenyum, Lalu ia menengok ke arah Donghae yang sedang bermain dengan sekumpulan anak kecil, “Kau dan Donghae masih tetap akrab saja! Bahkan datang berdua ke tempat ini, Padahal saat kecil dulu kau kan paling tidak suka di ikuti Donghae…” Ujarnya sembari tersenyum.

“Ahjumma, Masih mengingatnya? Bukankah dia lebih dulu meninggalkan tempat ini?” Tanya Mi Young penasaran.

“Bagaimana tidak, Akhir-akhir ini ia jadi sering berkunjung ke tempat ini dan ia mengatakan ia sangat merindukanmu… Hey, Apa kalian pacaran sekarang?” Ujar Wanita itu menjelaskan.

“Aniyo… Aku hanya kebetulan menjadi perawat neneknya dan aku tidak terlalu dekat dengannya. Lagipula sepertinya ia sudah tidak mengenaliku lagi…” Ujar Mi Young dengan santai.

“Oh begitu, Sayang sekali, Padahal kalian terlihat begitu sangat serasa bagiku. Dan kukira kalian masih sedekat dulu…” Ujarnya terlihat sedikit kecewa. “Kalau begitu aku masuk dulu ke dalam, Masih banyak orang tua murid yang menungguku…” Ujarnya berpamitan dan Mi Young pun hanya mengangguk sembari tersenyum.

“Apa benar ia sangat merindukanku?” Ujar Mi Young dalam batinnya sembari menatap Donghae.

Tiba-tiba datang seorang anak kecil memegang erat tangan Mi Young dan mengajaknya ke suatu tempat, “Eh, Kau bawa aku kemana?” Tanya Mi Young heran namun ia tak menjawabnya.

Mi Young dan anak kecil itu sampai di halaman belakang TK ini dan nampak Donghae yang sedang berdiri di bawah pohon besar, “Apa-apaan ini?” Bisik Mi Young pada Donghae.

“Mereka ingin mengajakmu bermain juga!” Jawab Donghae tenang.

Tak lama dari itu seorang anak kecil memberikan mahkota bunga pada Mi Young dan memberikan beberapa batang bunga yang sangat cantik, “ Untuk apa ini?” Tanya Mi Young.

“Onnie, Kau dan Oppa akan menikah. Jadi kau harus terlihat cantik saat ini…” Ujar salah satu dari mereka. “Boe??” Mi Young terkejut dengan perkataan mereka sedangkan Donghae hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Mi Young yang terkejut.

“Hyung, Sekarang waktunya mengucapkan janji setiamu!” Ujar salah satu dari mereka lagi dan Donghae pun hanya mengangguk dan berdiri tepat di samping Mi Young.

“Aku, Lee Donghae…”

“Tunggu…” Ujar Mi Young memotong ucapan Donghae, “Sst, Noona kau tak boleh mengatakan sesuatu sebelum Hyung mengatakan janjinya!” Ujar salah satu dari mereka seakan lebih tau daripada Mi Young dan Mi Young pun terbengong dan terdiam seribu bahasa.

Donghae tersenyum kembali melihat Mi Young yang kalah hanya dengan anak kecil, Akhirnya Donghae kembali mengucapkan sumpah janjinya sama halnya seperti orang yang sedang menikah sedangkan Mi Young pasrah dengan semua ini.

Akhirnya wanita separuh baya yang tadi mengobrol dengan Mi Young memanggil semua anak-anak itu dan merekapun berlarian menghampiri wanita itu, “Kau yang mengajari ini semua?” Ujar Mi Young sedikit curiga padaDonghae.

“Ani, Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?” Jawab Donghae dengan santai dan tersenyum kecil.

“Karena sejak kecilpun kau sudah bertingkah nakal, Lebih nakal daripada mereka semua!!” Jawab Mi Young secara spontan, Donghae yang mendengar itu langsung menatap Mi Young heran.

“Apa kau mengingat masa kecil kita, Mi Young?” Ujar Donghae pelan. “Maksudmu?” Tanya Mi Young heran.

“Katakan sekali lagi apa yang baru saja kau katakan padaku!” Ujar Donghae yang terkesan serius saat ini. Mi Young menyadar perkataannya tadi dan ia langsung membalikkan tubuhnya seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, “Yak!! Shim Mi Young!” Ujar Donghae penasaran.

#################################

Sungmin dan Yoora bermain Ice Skating cukup lama hingga akhirnya mereka berdua merasa lelah dan merekapun menyudahi bermain Ice Skating itu.

“Ini…” Ujar Sungmin sembari memberikan segelas minuman hangat pada Yoora.

“Huwaaa… Gomawo Ahjusshi…” Ujar Yoora senang.

“Apa kau bisa berhenti menyebutku Ahjusshi?” Ujar Sungmin sedikit keberatan dengan sebutan itu.

Yoora menggeleng seraya menatap Sungmin dan tersenyum kecil, “Sudah ku bilangkan aku ini masih muda dan memang sudah seharusnya aku memanggilmu, Ahjusshi…” Jawabnya dengan tenang.

“Aish!! Kau ini…” Ujar kesal Sungmin sembari mendegungkan kepala Yoora dan mengacak-ngcak rambutnya.

“Ahjusshi!!” Ujar kesal Yoora dan menatap tajam pada Sungmin, Sungmin hanya tersenyum sembari menunjukkan jarinya yang berbentuk V ‘peace’.

“Ahjusshi, Apa kau mempunyai seorang kekasih?” Tanya Yoora penasaran.

“Waeyo?? Apa kau tertarik padaku?” Ujar Sungmin dengan percaya diri.

“Aniyo, Ahjusshi ini terlalu percaya diri sekali sih? Aku hanya penasaran saja! Sepertinya jika wanita yang menjadi kekasih Ahjusshi pasti akan sangat beruntung…” Ujar Yoora lembut.

Sungmin terdiam sesaat, “Sebenarnya aku mempunyai seorang wanita yang aku sukai…” Jawab Sungmin dengan tenang.

“Siapa?” Tanya Yoora semakin penasaran. “Ibu Sahabatku…” Jawabnya dengan tenang.

“Boe??” Yoora sangat tercengang dengan jawaban Sungmin barusan, “Ahjusshi, Pasti bercanda kan??” Ujar Yoora tak percaya.

“Tentu saja tidak, Aku berkata seperti ini dengan sungguh-sungguh.” Jawabnya dengan santai.

“Tapi… Bagaimana bisa Ahjusshi menyukai seorang wanita yang seharusnya menjadi Ahjumma mu?” Tanya Yoora semakin penasaran.

Sungmin kembali terdiam karena pertanyaan Yoora “Sebenarnya aku bukan mencintainya… Tapi aku menyayanginya sebagai Ibuku, Sejak kecil ia selalu menjagaku. Karena kedua orang tuaku yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan aku tak mempunya kakak ataupun adik satupun, Ia menjadi sosok yang sangat berarti bagiku. Bagiku ia adalah segalanya, Tapi sejak aku mengerti apa arti dari perasaanku ini aku hanya menyayanginya sebagai kakaku tak lebih… Hanya saja aku selalu senang setiap kali menggodanya…” Jelas Sungmin panjang lebar.

Yoora sangat terharu dengan penjelasan Sungmin barusan bahkan matanya mulai berkaca-kaca Sungmin yang melihat itu kembali cemas, “Hya, Apa aku ada salah lagi? Kenapa kau menangis?” Tanya Sungmin panik.

“Ani, Ani… Aku hanya terharu saja dengan cerita Ahjusshi…” Jawab Yoora sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sungmin menghela nafas panjang, “Ahjusshi, Seperti apa wajah wanita itu?” Tanya Yoora lagi.

“Kau ingin melihatnya?” Tanya Sungmin dan Yoora mengangguk, Sungmin mengeluarkan foto dari dompetnya dan nampak sebuah foto seorang gadis yang terlihat sangat manis dan cantik.

 

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Sungmin saat Yoora melihat foto itu.

“Dia sangat cantik dan manis, Apalagi tak terlihat tua sedikitpun…” Jawab Yoora terkesima.

“Apa kau bisa menebak usianya?” Ujar Sungmin sembari menatap Yoora.

“Hmmm… Dilihat dari Ahjusshi yang sepertinya sudah berusia 20-an, Kupikir usianya sekitar 45-an. Apa jawabanku benar?” Jawab Yoora mantap.

“Kau salah…” Jawab Sungmin dengan santai.

“Memangnya berapa umurnya? Apakah lebih tua lagi?” Tanya Yoora bingung.

“Dia hanya berbeda 14 tahun denganku, Ia sekarang berumur 35 tahun…” Jawab Sungmin santai.

Yoora terdiam seperti menghitung sesuatu dan memikirkannya, Matanya tiba-tiba membulat dan menatap Sungmin heran, “Jadi dia mempunyai anak saat usia 14 tahun?” Tanya Yoora yang sangat terkejut. “Baru menyadarinya…” Ujar Sungmin pelan dan tertawa kecil.

#####################################

Sangmi menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 7 malam, Setelah ia bersiap-siap dan memakai gaun yang telah disiapkan Leeteuk di lemari, Sangmi akhirnya memutuskan untuk turun ke bawah. Sangmi melihat sebuah meja tertata rapih dan nampak Leeteuk yang baru saja keluar dari arah dapur.

“Kau sudah siap? Aish! Berarti aku terlalu lamban mengerjakan semua ini…” Ujar Leeteuk saat melihat Sangmi terdiam di depan meja yang sudah tertata rapih dan indah.

“Kau menyiapkan semua ini sendiri?” Tanya Sangmi sedikit takjub.

“Yupz, Dan semua ini aku siapkan untukmu…” Jawab Leeteuk dengan senyuman manis. Leeteuk membuka celemeknya dan mempersilahkan Sangmi duduk.

“Leeteuk, Soal pernyataan mu yang tadi siang…”

“Lebih baik kita mencicipi makanan ini dulu, Sebelum membicarakan tentang ini!” Ujar Leeteuk memotong ucapan Sangmi.

Sangmi mencoba untuk tetap tenang dan mencicipi makanan yang Leeteuk buatkan untuknya secara perlahan, “Bagaimana? Apakah enak?” Tanya Leeteuk penasaran.

Sangmi hanya mengangguk sembari tersenyum manis dan di balas dengan senyuman Leeteuk yang terkesan dapat membuat semua wanita meleleh di hadapannya.

10 Menit Kemudian…

“Tadi bukankah kau ingin mengatakan sesuatu? Sekarang aku sudah siap mendengarkannya” Tanya Leeteuk saat selesai makan.

“Ini tentang jawabanku…” Jawab Sangmi sedikit gugup.

Leeteuk berdiri dari tempatnya dan menghampiri Sangmi, Tiba-tiba sebuah alunan musik yang sangat romantis mengalun indah di tempat itu, “Apa kau mau berdansa terlebih dahulu denganku?” Ujar Leeteuk sembari membungkukkan tubuhnya sedikit dan tersenyum pada Sangmi.

Sangmi yang merasa tak enak menolaknya segera menerima ajakan Leeteuk dan merekapun berdansa dengan sangat indah menyesuaikan dengan tempo alunan musik yang terdengar romantis. “Sangmi, Apa kau ingin mendengar sesuatu?” Tanya Leeteuk pelan.

“Tentang apa?” Tanya Sangmi bingung.

“Tentang harapanku di tempat penerbangan lampu lampions waktu itu.” Ujar Leeteuk singkat.

“Tapi, Bukanlah tidak boleh ada seorangpun yang mengetahui harapanmu itu, Atau harapanmu takkan terkabulkan…” Ujar Sangmi semakin bingung.

“Tapi aku ingin kau mendengarnya, Tentang harapanku itu adalah Aku ingin wanita yang saat itu bersamaku menjadi Pasangan Hidupku untuk selamanya…” Ujar Leeteuk dengan lembut dan Sangmi yang mendengar itupun membulatkan kedua matanya, jantungnya pun berdetak sangat cepat.

“Kenapa kau mengatakannya?” Tanya Sangmi walaupun sangat gugup.

“Karena aku ingin kau menjadi pendamping hidupku, Sangmi…” Jelas Leeteuk sembari tersenyum.

Sangmi sangat terharu mendengar penjelasan Leeteuk tadi tanpa ia sadari Leeteuk semakin mempererat pelukannya dan Leeteuk pun berbisik di telinganya, “Saranghae, Sangmi-ah..”

Sangmi tak menjawab ucapan Leeteuk karena Leeteuk kini sedang mencium bibirnya dengan lembut, Sangmi sama sekali tak menolak ataupun memberontak dengan perlakuan Leeteuk ini, Bahkan ia membalas ciuman itu dan seakan memberikan lampu hijau pada Leeteuk.

###################################

Ririn mengambil sebotol air dari dalam kulkas dan saat ia menutup pintu kulkas dan berbalik ia terkejut dengan sosok Siwon yang sudah berada di hadapannya sekarang.

“Aish!! Kau mengagetkanku saja!” Ujar Ririn kesal.

Tanpa mengatakan sepatah katapun Siwon menarik lengan Ririn namun Ririn menahannya dengan kuat, “Kau mau membawaku kemana?” Tanya Ririn heran.

“Pokoknya kau ikut saja denganku!” Jawab Siwon singkat dan tetap memegang erat lengan Ririn.

“Jawab dulu pertanyaanku, Kita mau kemana?” Ujar Ririn tetap tak mau ikut.

“Kan sudah kubilang tadi, Kau pokoknya ikut saja!” Ujar Siwon sembari menatap Ririn.

“Shiro!! Sebelum kau menjawabnya aku takkan ikut!!” Ujar Ririn tetap tak mau.

“Kau yakin tak akan ikut denganku?!” Ujar Siwon seraya melepaskan tangan Ririn dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya sembari menunjukkannya pada Ririn.

“Ponselku!! Aku mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu. Ternyata ada padamu…” Ujar Ririn yang bersiap mengambilnya dari Siwon tapi dengan cekatan Siwon menghindari tangkapan Ririn.

“Jika kau ingin ponselmu kembali, Kau harus ikut ke tempat itu!!” Ujar Siwon dengan senyuman licik.

Ririn menghela nafas panjang, “Kenapa kau selalu saja dapat membuatku mengikuti semua keinginanmu, huh?!!” Ujar Ririn kesal.

“Jadi, Apa kau akan ikut denganku?” Tanya Siwon dengan wajah penuh harapan.

“De, Tapi aku harus mengganti pakaianku dulu! Kau tunggu saja di mobil!!” Jawab Ririn malas.

“Cepatlah, Atau kau akan kehilangan ponselmu ini!!” Ujar Siwon mengancam Ririn walaupun masih tetap bisa tersenyum.

“De…” Jawab Ririn malas.

#################################

“Kita pulang sekarang saja!! Ini sudah sangat larut!!” Ajak Mi Young sembari melangkahkan kakinya.

“Aku menepati janjiku, Mi Young…” Ujar Donghae tanpa menatap Mi Young.

Langkah Mi Young terhenti saat mendengat perkataan Donghae tadi, “Aku menepati janjiku saat 16 tahun lalu, Bukankah dulu ak berjanji akan kembali dan menikahimu? Apa kau lupa semua itu?” Ujar Donghae lagi.

Mi Young berbalik sembari tertawa kecil, “Apa kau masih saja mengingat janji itu? Ayolah Donghae… Itu hanyalah sebagian dari masa lalu, Dan itu kau ucapkan saat kau masih kecil…” Ujar Mi Young yang sepertinya tak lupa dengan janji itu.

“Ternyata kau masih mengingatnyakan?? Berarti aku tidak sia-sia kembali kemari!!” Ujar Donghae.

“Aku sudah melupakannya Donghae!! Aku sama sekali tidak pernah mengingat hal itu sedikitpun bahkan mengharapkan kau kembalipun tidak!!” Jawab Mi Young dengan dingin.

“Tapi tidak denganku… Aku justru sangat berharap kau akan selalu menungguku Mi Young…” Ujar Donghae dengan tegas.

“Sudahlah lupakan saja!!” Ujar Mi Young yang langsung berbalik dan mencoba untuk pergi dari tempat itu secepatnya, Tapi Donghae berlari mengejarnya dan memegang erat lengannya.

“Lepaskan aku Lee Donghae!!” Ujar Mi Young kesal.

Bukannya mengikuti perkataan Mi Young, Donghae malah membalikkan tubuh Mi Young dan menciumnya dengan kasar dan penuh dengan gairah. Mi Young mencoba melapaskan ciuman Donghae yang semakin menggila, Tapi ternyata kekuatan Donghae lebih besar darinya dan itu membuatnya semakin sulit untuk melepaskan diri.

####################################

“Kau yakin tak ingin aku antar?” Tanya Sungmin.

Yoora hanya menggeleng sembari tersenyum kecil, “Kalau begitu tunggu sebentar di sini, Ada sesuatu yang tertinggal di mobilku! Dan tutup matamu! Jangan kau buka sebelum aku perintahkan, Ok!!” Ujar Sungmin sembari berlari dan masuk ke dalam mobilnya.

Yoora mengikuti perintah Sungmin dan tak lama dari itu Sungmin datang menghampirinya sembari membawa sepasang sepatu Ice Skating yang sangat lucu dan bagus. “Saengil Chukkaeyo…” Ujar Sungmin cukup keras dan Yoora pun membuka kedua matanya.

“Ini untukku?” Tanya Yoora penasaran.

“Tentu saja! Bukankah ini hari ulang tahunmu?” Ujar Sungmin sembari tersenyum.

“Wuah… Gomawo Ahjusshi!! Ini adalah hari Ulang tahun terhebat yang kudapat!!” Ujar Yoora sangat senang dan langsung memeluk Sungmin.

Sungmin pun membalas pelukan Yoora dan ia pun ikut senang dapat membuat hari ulang tahun Yoora sangat berarti. Tak lama dari itupun Sungmin berpamitan untuk pulang dan mereka pun berpisah di tempat pertama kali mereka bertemu tadi.

To Be Continued…

FF INI PERNAH SAYA PUBLISH D SJFF SEBELUMNYA…^^

Iklan

26 thoughts on “Severe Families!!(Part.10)

  1. baru inget, dulu donghae kan, sering ngikutin mi young kemana-mana berarti donghae seorang stalker ya ? wkwkwk
    *sigh* mi young msh aja jaim padahal si ikan dah nyosor2 kyk gitu….
    umin…umin… kyknya pedofil ya? *tabok*

  2. jiahh umin jadi pahlawan kesiangan *plakk
    aduhh ikaann romantisnyaaaa… hyukkk mauuuu *narik baju unyukk 😛
    mauuu mauuu mauuuu.. ini ff bner bner dahh unn bkin aku jadi pengen.. pengen kyak gtu sma unyukk maksudnya 😛

  3. Aish.. Kenapa disuguhi hal” yang romantis thor? Aku kan iriiiii haha.. Tapi kemana nenek tua, kyuppa sma haneul eonni hhe

  4. Ciee..ini smua namja uda mulai dpet lampu ijo…kkk senengnyaaa~
    yoora apa bkal suka ma sungmin ahjussi? Wkwkwk…#kebalik2 deh sungmin kan suka jumma2…
    Jd tau perasaan umin…#terharuu…
    Next next next

  5. Romantisnya…
    Sungmin yoora.. Kekekek 🙂
    Waduh !! Haeppa makin ganas aja tuh *??*
    Haha..miyoung kalah omong yya sama anak TK itu..
    Aigoo..kecil” cabe rawit..hihihi 😀
    Ok..lanjut part berikutnya..

  6. Siwon nahan hp ri rin untuk apa?trus dia mau bawa ri rin Kmn?
    Wah wah dong hae trnyata mengajak mi young ke tk mrk dulu … So sweet .. Eh knp young jd marah sama hae ? Ommo hae kembali ” ganas ” gawat …
    Ciye ciye sang mi .. Dah ga nolak teukie lg nih ..
    So sweet .. Sung min .. Hebat …ga sopan tuh tae bong .. Anak kepàla pelayan ngaku adik sung min … Rasain ketahuan boong nya kan … Oooooo ternyata sung min datang haneul sbg noona / umma .. Krn keluarga nya sibuk … Dia cm goda in haneul Aja toh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s