In My Dream

Title            : In My Dream

Author       : NtaKyung

Casts          : Lee Donghae, Lee Hyunsa, And Other Cast

Length      : One Shot

Genre        : Romance, School Life, Tragedy, Angst

Rating       : PG-13

-In My Dream-

“Donghae-ah, Ppalli!!” Teriak seorang gadis sambil terus berlari mendahului seorang lelaki yang kini tengah berjalan kearahnya.

Melihat sang lelaki yang hanya berjalan santai, Gadis itu pun lantas berlari kearahnya dan menarik tangannya. “Kau ini lama sekali… Ppalli…” Ajak gadis itu.

DEG!!

Lelaki tadi tersadar dari tidurnya, Ia segera mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, Mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk melalui celah-celah gorden kamarnya.

“Hah… Aku bertemu dengan gadis itu lagi…” Gumamnya seraya beranjak dari tidurnya.

Knock… Knock… Knock…

“Donghae-ah!! Apa kau sudah bangun, Nak? Ini sudah jam setengah tujuh!” Terdengar suara teriakan serta ketukan dari arah luar kamarnya.

“Ne, Umma! Aku sudah bangun…” Sahut lelaki itu dan mulai bergegas masuk kedalam kamar mandi yang berada di kamarnya.

Lelaki yang bernama lengkah Lee Donghae itu segera membasuh wajahnya dengan air dan lalu menatap bayangan dirinya yang terpantul dari cermin.

“Sebenarnya siapa gadis itu? Sudah sejak satu bulan yang lalu aku terus saja memimpikan dirinya…” Pikirnya bingung.

Tak berapa, Ia pun segera mengambil sikat gigi dan tak mempedulikan mimpi yang sejujurnya benar-benar mengusik pikirannya. Setelah bersiap-siap, Ia pun mulai mengenakan pakaian seragamnya dan bergegas turun kelantai bawah rumahnya.

“Pagi…” Sapanya pada seorang wanita separuh baya yang tengah menyiapkan sarapan untuknya.

“Pagi, Nak. Kemarilah sarapan dulu…” Balas wanita tersebut dengan begitu lembut.

“Ne, Umma…”

Wanita tersebut duduk di sampingnya seraya memberikan segelas susu hangat padanya. “Wae? Apa kau memimpikan gadis itu lagi?” Tanyanya yang sudah mengetahui hal itu, Karena anak satu-satunya itu sering kali menceritakan tentang gadis itu.

Donghae mengangguk singkat sembari meneguk susu tersebut. “Dia benar-benar cantik, Tapi aku tidak mengenalnya… Di dalam mimpiku, Dia tak pernah menyebut namanya sedikitpun…” Jelasnya.

“Hm… Mungkin saja, Dia gadis yang kau kenal. Tapi kau melupakannya…” Balas wanita tersebut.

“Anni, Umma… Aku benar-benar tidak mengenalnya. Bahkan bertemu pun tidak pernah…”

“Hah… Ya, Sudahlah! Tidak perlu kau pikirkan terlalu keras. Lebih baik sekarang kau pergi saja ke sekolah. Ini sudah jam 7…” Suruh wanita tersebut.

“Ne…” Donghae beranjak dari duduknya dan mengecup pipi wanita tersebut singkat. “Aku pergi dulu, Annyeong…” Pamitnya.

“De…”

Seperti biasa, Donghae pergi ke sekolahnya dengan menggunakan sepeda kesayangannya. Dengan semangat ia mengayuh sepedanya tanpa menyadari seorang gadis selalu saja memperhatikannya sambil tersenyum sumringah.

“Hari ini pun kau terlihat begitu bersemangat dan… tampan!” Gumam gadis itu. Ia seakan telah terbiasa memandang Donghae dalam jarak yang cukup jauh itu.

“Dapatkan aku mendekatimu?? Lee Donghae…” Pikir gadis itu yang kemudian ia duduk di salah satu kursi yang berada di sampingnya dan lalu mengambil sebuah sketsa. “Dan tak hanya melukismu dalam jarak sejauh ini…”

-In My Dream-

“Umma…” Panggil Donghae yang baru saja pulang dari sekolahnya.

“Waeyo, Donghae-ah?” Tanyanya seraya menghampiri anak kesayangannya itu.

“Jangan lupa! Hari ini kau harus check up… Kajja. Aku akan menemanimu…” Ajak Donghae pada Ibunya itu.

“Aish… Kau ini benar-benar perhatian sekali padaku. Umma, Jadi tersanjung…” Candanya.

“Tidak ada waktu lagi untuk bercanda, Umma… Kajja…” Ajak Donghae tanpa mempedulikan dirinya yang masih mengenakan seragam sekolahnya.

Merekapun bergegas pergi ke Seoul Hospital. Memang setiap bulannya, Mrs Lee di haruskan melakukan check up karena kondisi tubuhnya yang begitu lemah dan rentan terkena penyakit.

“Nah, Aku tunggu di luar saja…” Ujar Donghae saat mereka akan masuk kedalam ruangan.

“Hei… Kau tidak akan menemani Umma untuk melakukan check up??”

Donghae menggeleng singkat, “Anniyo… Aku menunggu saja…” Jawabnya sambil tersenyum lebar.

“Kau ini…” Mrs.Lee pun lantas masuk kedalam sebuah ruangan.

Untuk melakukan check up, Biasanya dibutuhkan waktu 1 jam lebih. Karena itu Donghae selalu memilih menunggu diluar untuk menghilangkan rasa bosannya.

Donghae menatap halaman rumah sakit itu, Dan mulai berjalan perlahan kearah halaman rumah sakit itu. Tapi pandangannya langsung tertuju pada seorang gadis yang tengah duduk di bangku panjang dengan mengenakan pakaian rumah sakit.

“Aku seperti pernah melihat gadis itu, Tapi di mana??” Batin Donghae mencoba mengingat sesuatu sambil masih tetap berjalan menghampiri gadis tersebut, Yang bahkan gadis itu pun tak menyadari kehadirannya sedikitpun.

Akan tetapi di saat ia telah berada cukup dekat dengan gadis itu, Seseorang memanggil gadis itu membuat gadis itu menoleh padanya dan berjalan menghampirinya.

“Hah… Padahal rasanya aku pernah melihat gadis itu. Sayang sekali…” Gerutu Donghae dan lalu duduk di kursi panjang itu.

“Eh, Apa ini??” Bingung Donghae seraya meraih sebuah buku gambar berukuran sedang yang terdapat sebuah sketsa seorang lelaki dan wajahnya itu seakan tak asing lagi baginya. “Eh… Ini bukankah…”

“Chogi…” Suara seseorang menyadarkan Donghae, Dan membuat lelaki itu mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang berdiri dihadapannya.

Untuk beberapa saat, Keduanya terdiam saat mata mereka saling bertemu pandang. “Kau…” Gumam Donghae seakan tak percaya saat menatap wajah gadis itu.

Gadis itu masih tetap terdiam, Tangannya memegang erat buku gambar yang –sebelumnya telah ia ambil dari Donghae- terdapat sketsa Donghae itu.

“Hyun-ya!!” Panggil seorang lelaki sambil menghampirinya.

“Oppa… Kau datang!” Senyum gadis itu merekah dan segera menghampiri lelaki itu. “Kajja, Kita pergi sekarang saja…” Ajaknya kemudian.

“Eh, Kau ini kenapa…” Bingungnya tapi tetap mengikuti keinginan gadis itu untuk pergi dari tempat itu.

Sedangkan Donghae masih tetap terdiam tanpa melepaskan pandangannya dari gadis itu sedikitpun. “Gadis itu… Kenapa benar-benar mirip dengan gadis dalam mimpiku itu??” Bingungnya benar-benar tak mengerti.

-In My Dream-

Berkali-kali Donghae berjalan mondar-mandir di depan ruang rawat ibunya hanya karena terus saja memikirkan gadis tersebut. Gadis yang wajahnya bahkan mirip dengan gadis yang ada di dalam mimpinya selama ini, Dan bahkan ia merasa jika sketsa yang di bawa oleh gadis itu adalah sketsa dirinya.

“Haish… Kenapa tadi aku tidak menanyakan namanya?!!” Keluh Donghae, Seakan merutuki dirinya sendiri.

“Donghae-ah… Neo Gwenchana??” Tanya Ibunya yang kini sudah berada di belakangnya.

“Eh, Umma…” Sadar Donghae akan kehadiran Ms.Lee itu. “Kau sudah selesai melakukan Check Up??” Tanyanya tak begitu menyadari pertanyaan Ms.Lee tadi.

“Ne… Hajiman, Neo Gwenchana?? Neo, Appo??” Tanya Ms.Lee terdengar begitu cemas.

“Anniyo.. Nan Gwenchana…” Donghae tersenyum tipis padanya sembari menggeleng singkat. “Kita pulang sekarang?”

“Ne…” Merekapun beranjak dari tempat itu, Mulai meninggalkan rumah sakit tersebut.

Sesekali Donghae menoleh ke belakang hanya untuk memastikan jika gadis yang sempat di lihatnya tadi benar-benar tak ada di tempat itu lagi.

“Waeyo??” Tanya Ms.Lee yang menyadari sikap Donghae yang terbilang aneh.

“Oh?? A-Anniyo… Kajja…” Donghae mengajak kembali Ms.Lee untuk beranjak dari tempat itu.

Dan di saat tempat parkir, Tanpa ia sadari mobil yang Sungmin dan Hyunsa kendarai secara bersamaan melewatinya dari arah yang sama.

“Masuklah, Umma…” Suruh Donghae setelah sebelumnya membukakan pintu untuk Ms.Lee.

“Gomawo…” Ms.Lee tersenyum lembut pada anaknya.

Akan tetapi, Lagi-lagi Donghae menelusuri setiap penjuru hanya untuk memastikan tidak ada gadis itu.

“Haish… Sepertinya saat ini kau sudah mulai gila, Lee Donghae!!” Rutuknya pada diri sendiri. Dan lalu ia pun segera masuk kedalam mobil.

-In My Dream-

“Donghae… Nan… Neomu Haengbokhae!”

“Jinja?? Wae??” Tanya Donghae pada seorang gadis yang kini tengah menyandarkan kepalanya tepat di bahunya.

“Nan dangsineul bol su issgi ttaemune…” Jawab gadis tersebut.

“Cheongmal??”

“Ne…” Gadis itu mengangguk mantap.

“Geureom… Poppo…” Pinta Donghae.

Sontak gadis itu menengadahkan kepalanya, “Poppo??”

“Hm…” Donghae mengangguk singkat.

“Baiklah…”

Perlahan demi perlahan, Gadis itu mendekati wajah Donghae dan tak berapa lama kedua bibir merekapun saling bertemu.

DEG!!

Donghae kembali terbangun dari tidurnya, Ia memegang rambutnya kasar dan lalu beranjak dari duduknya.

“Haish… Lagi-lagi aku memimpikannya!” Batin lelaki itu.

Drt… Drt…

Ia menoleh pada ponselnya yang ia letakkan di meja kecil samping ranjangnya. “Yoboseyo…”

“…”

“Mwo??”

“…”

“Ah… Arreo…”

“…”

“Ne…”

FLIP!!

Setelah memutuskan sambungan telepon itu, Donghae melirik jam dindingnya. Ternyata ini sudah pagi, Untung saja ini hari minggu jadi Donghae tidak takut terlambat. Ia pun bergegas mandi dan pergi ke tempat biasanya ia bertemu dengan teman-temannya.

“Ya!! Lee Donghae… Kau ini lama sekali!” Kesal salah satu temannya itu.

“He he he he… Mianhe…” Donghae berlari kecil kearah teman-temannya sambil tersenyum sumringah.

“Haish… Bilang saja jika kau itu ketiduran lagi sampai se-siang ini…” Ejek temannya itu seraya memiting leher Donghae dengan lengan kanannya sambil mengacak-ngacak rambutnya.

“Ya… Berhenti bersikap seperti anak kecil…” Hindar Donghae sembari mencoba melepaskan pitingan lengannya itu, Tapi di saat ia menoleh ia melihat seorang gadis yang seakan tak asing lagi baginya.

“Wae?!!” Tanya temannya itu.

“Hyuk-ah… Bisakah kau tunggu sebentar??” Ujar Donghae seraya beranjak dari tempat itu dan mulai berlari menghampiri yang sedang duduk di kursi yang berada tak jauh darinya.

“Ya! Oddiega??” Tanya lelaki bernama Lee Hyukjae itu.

Donghae tidak menjawab, Ia hanya terus berlari mendekati gadis itu. Sedangkan Hyukjae yang lebih sering di sapa Eunhyuk itu, Seakan menyadari tujuan Donghae ia pun hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.

“Dasar anak itu!!” Keluh Eunhyuk kesal.

-In My Dream-

Setelah mengatur nafasnya yang sedikit tersenggal-senggal, Perlahan-lahan Donghae berjalan menghampiri gadis itu. “Err… Annyeong…” Sapa Donghae seramah mungkin.

Gadis itu menoleh padanya, Dan nampak dari reaksinya yang seakan terkejut saat melihat Donghae yang ternyata memanggilnya itu. “N-Neo??”

“Ah… Kau gadis yang kemarin di rumah sakit kan?? Boleh aku duduk di sampingmu??” Tanya Donghae mencoba untuk mengenal gadis itu.

“Hmm… Ah, N-Ne…” Angguk gadis itu sedikit ragu dan lalu menggeserkan posisinya yang lalu Donghae pun duduk di sampingnya.

Pada awalnya mereka saling terdiam satu sama lain, Tapi setelah beberapa saat akhirnya Donghae pun memulai pembicaraan di antara mereka berdua.

“Err.. Chogi… Bolehkah aku tahu namamu??” Tanya Donghae kemudian.

“Lee Hyunsa…” Jawab Hyunsa sedikit malu-malu. “Waeyo??” Tanya gadis itu.

“Ah?? Anniyo… Hanya penasaran saja! Lagipula ini adalah pertemuan kedua kita, Jadi tidak ada salahnya kan aku mengetahui namamu??” Sahut Donghae santai.

Hyunsa tersenyum mendengar ucapan Donghae itu, “Lalu… Apakah kau tidak ingin tahu siapa namaku??” Tanya Donghae lagi.

“Ehm… Apakah itu harus?? Canda Hyunsa yang sebenarnya sudah mengetahui nama Donghae.

“Ya… Kau tidak boleh berkata seperti itu padaku!” Kesal Donghae namun sebenarnya ia pun sedang bercanda saat ini.

“Baiklah… Siapa namamu??” Tanya Hyunsa kemudian.

“Lee Donghae… Itu namaku. Setampan orangnya bukan??” Jawab Donghae dengan percaya diri.

“Mwo?? Percaya diri sekali dirimu…” Ejek Hyunsa sambil terkekeh kecil.

“He he he he he…” Seringai kecil Donghae.

Donghae menoleh pada Hyunsa dan menatap gadis itu lekat, Dia terus saja tersenyum kecil seakan kagum dengan kecantikan dan keanggunan gadis itu.

“Dia benar-benar mirip dengan gadis yang selalu ada dalam mimpiku…” Batin Donghae seakan begitu kagum dengan kemiripan mereka berdua.

“Donghae-ssi…” Panggil Hyunsa mencoba menyadarkan Donghae dari lamunannya itu.

“Ah, Ye… He he he he, Mianhe… Tadi aku sedikit melamunkan sesuatu…” Balas Donghae yang telah tersadar dari lamunannya.

“Mwo??” Tanya Hyunsa penasaran.

“Ehm…” Donghae terdiam sesaat dan tersenyum kecil sambil tetap menatap Hyunsa lekat, “Memikirkan seseorang yang begitu cantik…” Ujarnya kemudian.

DEG!!

Ada sedikit perasaan sakit dalam hati Hyunsa, Bagaimana tidak?? Jika lelaki yang ia kagumi selama ini tapi justru membicarakan seorang gadis lain di hadapannya sendiri.

“Nugu??” Tanya Hyunsa mencoba bersikap biasa.

“Apakah aku harus mengatakannya padamu??” Canda Donghae.

“Tidak ingin pun tak apa…” Balas Hyunsa terdengar sedikit ketus dan tentu saja hal itu membuat Donghae terkekeh senang.

“Gadis itu adalah gadis yang duduk di sampingku dan baru saja berkenalan denganku beberapa menit yang lalu…” Jelas Donghae pada akhirnya.

“Eh??” Hyunsa langsung menoleh padanya dan menatap Donghae tak percaya.

“Namanya Lee Hyunsa…” Tambah Donghae yang tentu saja langsung membuat semburat merah terlihat jelas di kedua pipi gadis itu.

“Ya…” Malu Hyunsa.

Keduanya pun saling tersenyum malu-malu, Untuk beberapa saat mereka terus saja bercanda ria sambil sesekali melontarkan ejekan tapi hal itu yang justru membuat keduanya semakin dekat. Ntah kenapa, Meskipun ini pertemuan pertama mereka secara resmi. Maksudnya, Telah mengenal satu sama lain, Tapi rasanya mereka sudah saling mengenal lama dan hal itu lah yang tidak membuat keduanya merasa canggung sama sekali.

“Ah… Sudah sore, Aku harus segera pulang…” Ujar Hyunsa saat matahari sudah mulai terbenam.

“Mau kuantar??” Tawar Donghae. “Bagaimana??”

“Eh?? Jinja??”  Tanya Hyunsa tak yakin.

“Ehm…” Donghae mengangguk mantap.

“Ah… Baiklah!” Senang Hyunsa.

Merekapun segera berjalan menuju sepeda yang di bawa Donghae, Pada awalnya Hyunsa hanya terdiam menatap sepeda itu.

“Wae?? Apa kau keberatan saat menaiki sepeda??” Canda Donghae.

“Eh?? A-Anniyo… Hanya saja, Aku merasa tidak enak. Dan lagi… Apa kau tidak akan merasa berat saat mengayuh sepeda nanti??”

“Mwo?? Tentu saja tidak… Sudah ayo naik!” Ajak Donghae.

“Ehm…” Hyunsa mengangguk singkat, Dan akhirnya ia pun menaiki sepeda tersebut. Lalu tak berapa lama, Donghae pun segera mengayuh sepedanya itu.

-In My Dream-

“Kamsahamnida, Donghae-ssi…” Ujar Hyunsa saat mereka telah tiba di depan rumahnya.

“Oh… Jadi di ini rumahmu?? Pantas saja aku tidak asing lagi dengan jalannya, Aku kan selalu melewati jalan ini untuk menuju sekolahku…”

“Jinjayo??” Tanya Hyunsa berpura-pura tidak tahu.

“Ehm…” Donghae mengangguk singkat.

“Kalau begitu sekarang aku masuk dulu…” Pamit Hyunsa seraya berjalan perlahan mendekati gerbang rumahnya.

“Err… Hyunsa-ssi!” Panggil Donghae.

“Yah??” Hyunsa menoleh padanya dan menatapnya bingung.

“Bisakah kita bertemu lagi besok??” Tanya Donghae sedikit ragu.

Pada awalnya Hyunsa hanya terdiam tapi untuk beberapa saat akhirnya ia pun mengangguk yakin. “De…” Jawabnya kemudian.

“Jinja??”

“Ne… Kalau begitu aku masuk dulu…” Ujar Hyunsa dan hingga pada akhirnya ia pun mulai masuk kedalam rumahnya.

Donghae menyeringai senang, Dan kemudian akhirnya ia pun segera beranjak pergi dari tempat itu tanpa ia sadari Hyunsa yang mengintipnya dari balik jendela rumahnya.

-In My Dream-

“Aku pulang…” Ujar Donghae riang.

“Omo… Omo… Ya! Wae geurae??” Tanya Ms.Lee saat melihat sikap Donghae yang begitu ceria. “Sepertinya kau senang sekali hari ini??”

“Umma… Akhirnya aku bertemu dengan gadis itu…” Jelas Donghae menggantung.

“Eh??”

“Gadis yang dalam mimpiku itu, Umma… Ah… Aku benar-benar senang!!” Semangat Donghae yang lalu segera beranjak pergi meninggalkan Ms.Lee.

“Omona… Sebenarnya apa yang terjadi pada anak itu?? Apa pula yang di maksudnya telah bertemu dengan gadis dalam mimpinya itu?? Haish… Benar-benar aneh…” Bingung Ms.Lee tak mengerti dengan sikap Donghae yang seperti itu.

Besok Paginya…

Berbeda dari hari-hari sebelumnya, Mala mini Donghae tidak memimpikan gadis yang mirip dengan Hyunsa itu lagi. Ntah karena apa, Donghae pun bahkan tak mengerti tapi yang jelas perasaannya saat ini begitu bahagia.

“Pagi…” Sapa Donghae yang telah berada di depan rumah Hyunsa.

Hyunsa membalas senyuman lelaki itu, “Pagi…” Balasnya tak kalah ceria.

“Siap berangkat sekarang??” Tanya Donghae.

“Ehm… Tentu saja!” Jawab Hyunsa sembari mengangguk mantap dan lalu menaiki sepeda itu.

Setelah beberapa saat mereka sering kali bertemu, Mereka semakin dekat dan hingga pada akhirnya merekapun menjadi menyukai satu sama lain. Hanya saja mereka belum mengakui perasaan mereka masing-masing, Mereka seakan merasa telah cukup dengan hubungan seperti ini.

“Hyun-ya… Bolehkan aku mengatakan sesuatu padamu??” Tanya Donghae pada akhirnya.

“Ne…”

“Saranghaeyo…” Ucap lelaki itu.

DEG!!

Jantung Hyunsa seakan berdetak begitu cepat, Ia menatap Donghae tak percaya tapi tak berapa lama sebuah senyuman terlukis jelas di bibir mungilnya.

“Ya… Apa jawabanmu??” Tanya Donghae tak sabar.

“Nado…” Balas Hyunsa pada akhirnya.

“Jinjayo?!!” Tanya Donghae tak percaya.

“Ne…” Hyunsa mengangguk singkat.

Dengan segera Donghae langsung memeluk gadis itu begitu erat, “Gomawo… Saranghaeyo.. Cheongmal Saranghaeyo, Chagiya…” Senang Donghae.

Hyunsa hanya tersenyum kecil dalam pelukan lelaki itu, Tapi raut wajahnya tak menampakan kesenangan yang sesungguhnya. Gadis itu terlihat murung dan wajahnya pun nampak begitu pucat.

“Mianhe…” Batin gadis itu.

Hingga pada suatu hari, Terjadi sesuatu yang sebenarnya tak pernah mereka perkirakan sebelumnya. Atau lebih tepatnya Donghae yang tidak mengetahui apa-apa, Hari di mana saat Hyunsa tak datang ke taman biasa mereka bertemu bahkan saat Donghae datang ke rumah itu pun rumah itu terasa begitu sepi.

“Chogi… Bolehkah aku tanya kemana pemilik rumah ini??” Tanya Donghae pada seorang wanita separuh baya yang tak sengaja melewatinya.

Wanita itu mengerutkan dahinya dan menatap Donghae dengan pandangan seolah kaget dan bingung. “Ya! Anak muda, Pemilik rumah ini sudah pindah sejak satu tahun yang lalu!!” Jawabnya seraya pergi.

“Eh?? Pindah… Tapi…” Ucapan Donghae terhenti karena wanita separuh baya itu terus menjauh darinya. “Pindah?? Satu tahun yang lalu?? Mana mungkin…” Bingung Donghae.

-In My Dream-

“Donghae-ah… Mianhe… Cheongmal Mianheyo…” Hyunsa terdiam dalam pelukan Donghae.

“For??”

“Untuk semuanya…” Jawabnya.

Donghae terdiam, Ia membalikkan tubuh gadis itu dan menatapnya lekat. “Neo, Appo??” Tanya Donghae cemas.

“Anniyo…” Hyunsa menggeleng singkat. “Hajiman… Mungkin setelah ini aku akan pergi untuk selamanya…”

“Mwo? Apa maksudmu?!!” Kaget Donghae.

“Donghae-ah… Saranghaeyo…” Hyunsa memegang lembut kedua pipi Donghae, Dapat Donghae rasakan tangan gadis itu yang begitu dingin, wajahnya yang memucat dan bibirnya yang terlihat begitu putih pucat pasi berbeda dari biasanya yang berwarnakan merah muda.

“Nado…” Balas Donghae dan lalu merekapun berciuman singkat.

DEG!!

Donghae kembali memimpikan Hyunsa, Ntah merasa ada firasat buruk. Ia pun bergegas pergi kerumah Hyunsa yang memang jaraknya tak begitu jauh dan dapat di tempuh dalam waktu cepat.

Knock… Knock… Knock…

“Hyun-ya!! Hyun-ya!!” Panggil Donghae sambil terus mengetuk pintu rumahnya dengan begitu keras.

Tak ada yang membuka-kan pintu tersebut, Hingga setelah beberapa waktu akhirnya ia pun menyerah. Tapi di saat ia berbalik ada seorang lelaki yang saling berpapasan dengannya dan Donghae ingat akan wajah lelaki itu.

“Chogi…” Panggil Donghae sedikit ragu.

Lelaki itu menoleh padanya. “Kau memanggilku??” Tanya lelaki itu bingung.

“Ah… Ne…” Donghae mengangguk singkat. “Kau… Bukankah kakak Hyunsa??” Tanya Donghae karena pernah melihatnya saat di rumah sakit dulu, Dan lagi Hyunsa pun telah bercerita banyak tentangnya.

“Ne… Hajiman, Nuguseyo??” Bingung lelaki itu.

“Nan… Lee Donghae Imnida…” Ujar Donghae memperkenalkan diri terlebih dulu.

“Mwo?? Siapa namamu tadi??” Tanya lelaki bernama Lee Sungmin itu.

“Lee Donghae, Wae??” Bingung Donghae. Sungmin terdiam, Menatap Donghae tak percaya. “Lalu, Bisakah aku bertemu dengan Hyunsa?? Sudah sejak satu minggu yang lalu aku tidak bertemu dengannya…” Pinta Donghae.

“Mwo?? Satu minggu yang lalu??!” Kaget Sungmin. “Kau tidak bercanda denganku kan??”

“Anniyo… Tentu saja tidak!” Jawab Donghae terlihat begitu kebingungan.

“Tapi, Adikku sudah meninggal sejak satu tahun!”

DEG!!

“Mwo??” Syok Donghae.

“Dia telah meninggal satu tahun yang lalu karena penyakit jantungnya…” Jelas Sungmin lagi.

 -In My Dream-

Kini Donghae tengah terduduk lemas di hadapan  sebuah makam yang dapat ia lihat dengan jelas nama ‘Lee Hyunsa’ terpampang jelas pada batu nisan yang ada di hadapannya.

“Wae?!! Wae?!!” Teriak Donghae cukup keras. “Kenapa kau harus masuk dalam kehidupanku, Jika pada akhirnya kau menghancurkan semuanya!! ARGHHH!!” Teriaknya lagi dan setetes air mata mulai membasahi kedua pipinya.

“Nan… Cheolti shiro!! Lee Hyunsa!!”

Ia terus saja berteriak keras sambil meremas kuat gundukan tanah itu, Air matanya tak hentinya terus mengalir dari ujung matanya.

<Flash Back Start>

“Apa yang baru saja kau katakan?!” Kaget Donghae.

“Hyunsa, Telah meninggal satu tahun yang lalu karena penyakit jantungnya…” Jelas Sungmin. “Dan jujur saja saat aku mendengar namamu tadi, Aku terkejut… Karena Hyunsa pernah bercerita padaku, Jika dia telah bertemu dengan seorang lelaki yang sangat baik padanya dan di saat itu juga dia mencintainya. Lelaki itu adalah dirimu, Lee Donghae…”

“Mwo??”

“Ne, Jika kau tidak percaya. Kau bisa mengambil buku diary Hyunsa… Aku ingat dengan jelas dia menulisnya semua itu di buku diarynya…” Ujar Sungmin seraya bergegas kearah kamar Hyunsa.

Donghae terdiam, Menatap foto Hyunsa bersama Sungmin. Ia benar-benar merindukan senyuman itu, Senyuman gadis yang ia cintai.

<Flash Back End>

Donghae meletakkan buku diary itu tepat di atas makam Hyunsa, “Aku tidak tahu jika kita pernah bertemu sebelumnya, Dan seberapa lama kau mengagumiku… Aku benar-benar menyesal tidak pernah mengingatmu, Hyun-ya…” Sesal Donghae.

“Hajiman… Saranghaeyo, Hyun-ya… Cheongmal Saranghae… Aku berjanji takkan pernah melupakanmu… Yeongwohni… Saranghaeyo…”

Ia pun mulai beranjak dari posisinya dan kemudian ia mulai melangkah pergi meninggalkan makam itu beserta buku diary Hyunsa yang sempat di berikan Sungmin sebelumnya.

“Nado…” Terdengar suara yang tak asing lagi bagi Donghae. Tapi di saat lelaki itu menoleh ke belakang ia tak mendapati siapapun.

Segurat senyum pun terlukis di wajah Donghae, “Aku tahu kau ada di sini juga, Hyun-ya…” Desisnya dan kembali beranjak dari tempat itu.

-In My Dream-

16 Maret 2010

Hari ini ada seorang lelaki menyelamatkanku dari para penjahat…

Omona… Dia benar-benar tampan dan baik hati!!

Aku bahkan tak dapat melupakan senyumnya yang begitu lembut… >___<

Oh, Tuhan! Apakah ini yang di sebut setiap orang dengan kata cinta??

Ah… Aku benar-benar tidak mengerti!

Tapi yang jelas… Aku berharap suatu saat nanti aku dapat bertemu dengannya…

Lee Donghae.^^

Itu adalah nama lelaki itu.

                                                                                                                                                                Lee Hyunsa

“Ya!! Apa yang kalian lakukan?!!” Teriak Donghae saat melihat beberapa anak muda sedang membully seorang gadis.

Melihat Donghae datang menghampirinya, Para anak muda itu pun segera bergegas pergi meninggalkan gadis itu dengan lari se-segera mungkin.

“Haish…” Gerutu Donghae kesal. Ia segera menoleh pada gadis yang terduduk lemas di atas tanah itu. “Agaesshi, Neo gwenchana??” Tanya Donghae cemas.

“Ehm…” Gadis itu mengangguk singkat. “Gomawo, Sunbae…” Sahutnya dengan lembut.

Dengan segera Donghae membantunya berdiri, Dan lalu ia pun menjulurkan tangannya. “Lee Donghae Imnida… Neo??”

“Nan… Lee Hyunsa Imnida…” Balasnya seraya menjabat tangan Donghae.

Donghae tersenyum tipis padanya dan di balasnya senyuman yang mampu membuat hatinya bergetar itu. “Sekali lagi terima kasih Donghae-ssi telah menolongku tadi…”

“Gwenchana… Sudah seharusnya aku melakukan itu…” Sahut Donghae santai. “Ah!! Aku harus segera pergi sekarang… Umma pasti sudah menungguku…”  Ujarnya sedikit panik.

“Umma??” Bingung Hyunsa.

“Oh, Ne… Aku tadi sedang mengantarkan Ummaku untuk check up…” Jelas Donghae. “Nah, Kalau begitu aku harus segera pergi. Kau juga harus berhati-hati, Hyunsa-ssi… Annyeong…” Pamit Donghae kemudian.

“Ne… Annyeong, Dongae-ssi…” Balas Hyunsa yang tak pernah bisa melupakan senyuman Donghae yang begitu tampan itu.

The End

48 thoughts on “In My Dream

  1. tdi.a mau tidur tpi g jadi, langsung dh caw bac ff hhaha

    sad ending, kasian hae t.t
    berarti pas hae blg saranghaeyo ke hyunsa, hyunsa.a udah g ada…

    daebak eon hehe

  2. ANGKER!!!!

    Ih setan dong yg ditemuin donghae??
    Cz ga mungkin dy mimpi sambil jalan kan???

    Knp jadi merinding bacanya??? -__-

  3. bener kata orang,kalau cinta jgn dipendam,mau ditrima gk ditrima utarakan saja klu gk ya gini hslnya meninggal pun gk tenang….hweee..Nta,pas saia lg pengen mewek cr inspirasi nerusin ff gaje oma…huuhuu…

  4. Knpa q sng ya, tmben nta bkn sad. Dan q SENANG #dgaplok. Gni nich klo org ge tgla2 ma sad, yippi. Ntr laen x lg ya, bwt sad #bnran dgaplok… Okeh nta, it kren, mski rada mrinding. B’arti yg slma ni dtmuin Hae setan dnk, ad dkt typo. Tp dkt, g gt ngaruh. Kekeke. Bgus pkok.a

  5. sad ending…. tragis banget ya, cinta sm orang yg udah nggak ada. “Kenapa kau harus masuk dalam kehidupanku, Jika pada akhirnya kau menghancurkan semuanya!! kalimat ini dalem banget! fiuuh kesindir gitu maksudnya. hehehe yak ditunggu ff berikutnya..

  6. T____T
    menyedihkan!!! Donghaeppa yg sabar n tabah yaaa…
    saking cintanya ma haeppa, sampai hyunsa mendatangi haeppa ke alam mimpi
    eh, pas nganter ummanya check up, itu hyunsa dijemput umin kan???
    waah berarti haeppa mimpi juga
    tabah haeppa,,,
    ini cerita mengharukan hiks
    *kamar banjir air mata***

  7. berkunjunggg *setor tiket*
    aku bca oneshot dulu ah nta, hehe 🙂
    eh, aku kpikiran si hyuk yg d’tinggal donge, abang odong mnta maf gak tuh? #gapen bgt
    cepcepcep~ bang donge yg sbar yaa.. hyunsa’a ada abadi d’hati ko #apadah
    aku suka nta, irasional tpi indah

  8. T____T Sad Ending T.T

    Hae Oppa.. ulljima.. huweeee~~ sedih banget, kenapa sad end? *itu udah ketentuan* Hyunsa ternyata udah meninggal satu tahun lalu :”( Hae Oppa.. fighting~!!! 🙂

    Daebak, ceritanya bagus kok 🙂
    Fighting buat karya selanjutnya yaa^^

  9. Elaaah ngapa sesek lagi eon.. T_T
    Jujur ini agak membingungkan buat aku awalnya #Plakk~ tapi udah ngerti dong. Donghae jahat ih bisa lupa sama hyunsa tapi namanya jga manusia sih tempatnya lupa.. ngenes aja ternyata yg selama ini donghae kenal itu yah gtu deh .. kasian sama hyunsanya .. donghae juga.. duhh #pukpukajadeh

  10. sumpah pingin banget diboncengi hae pkek sepeda?! gak kebayang tuh, gimana senengnya…daebak thor, walopun sempet mrinding baca nya..tpi sedih juga T,T

  11. ternyata udah sekian lama hyunsa naksir sama donghae..
    tapi, kenapa donghae lupa sama hyunsa? 😦
    berarti waktu ketemuan di rumah sakit, trus waktu donghae nembak hyunsa.
    itu sebenernya hyunsa udah ga ada??

    yaaaaa 😦
    sad ending thor 😦

    tapi feelnya dapet loh 🙂

    keep writing ya thor 😀

  12. yah, sad ending 😦
    eonni, nyesek banget , aku aja sampe nangis bacanya T_T *nangis dipelukan siwon*
    by the way , feelnya dapet kok 🙂

  13. Huaaahhhh…. Baca ff ini, aku jadi sedih… Kasian bgt Donghae. Pas ketemu org yg dicari, Hyunsa’y udh g ad. Berarti itu arwah’y dong ya?? Ih, sereemmm…. Kalo jadi Donghae sih, nyesek bgt… Ckck

    Author, keep writing ya. Aku suka sm cerita2 buatanmu. Soal’y tema’y unik, g pasaran. Jd penasaran bt baca. Btw, bt ff oneshot, banyakin yg main cast’y zhou mi and mi young dong… Aku ngefans bt sama pairing itu… Hehee…. 🙂

  14. Haaaaaaaaaaa………..Endingnya bkin mewekkkkk…..Abangku ditinggal Mati, huahuahua…..Keren,..g bsa nebak..kirain saia tu hyunsa sakit terus pergi keluar negeri gitu buat berobat..trs nanti balik lg, hepi ending
    ehh..malah sdh meninggal…*keren eonn bsa kpkiran alur yg bgu ciamik,
    Huuu abangku selalu mempesona dmanapun berada…thank you eonn penggambaran karakternya okeh..tp sdkit aneh bacanya kalo donghae masih sekolah…haha, soalnya klo ada kata sekolah mkirnya msih SMA jujur…klo byangin donghae oppa msih pake seragam lucu jg kali ya..*gimanash plinplan…sungmin oppa nyempil juga…

    Thanks eon
    #terusberkarya

  15. omo! o.O aigoo.. rupanya hantu astaga dalem banget cintanya.setan tuh ampe gentayangan..-_- #merindingSeketika daebak ! ngak nyesek” amat sih thor hihihi~^_^

  16. annyeong aku readers baru nii, hezty imnida 91line salam knal yaa…
    aku suka bgt sma donghae jd mgkn ff yg aku bca cuma yg ada donghaenyaa hehehe..
    aku suka ff yg genrenya sad, tp berharap selalu happy ending, tp ini kasian donghaenyaa huhuhu..
    sini hae aku peluk *plakkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s