Love In The Summer (Part.12)

“Apa yang kau lakukan di sini?” Kaget Raena setelah melepas pelukan Heechul.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu! Kemana saja kau selama ini? Kenapa kau tak pernah mengabariku? Apa yang kau lakukan selama itu pun aku tidak tahu!” Rentetan pertanyaan di lontarkan Heechul untuk Raena.

“H-Huh??” Raena terdiam menatap Heechul bingung.                                                     

“Ayo kita pergi!” Heechul langsung menarik tangan Raena, Yang tentu saja hal itu membuat gadis itu terkejut akan sikapnya yang tiba-tiba itu.

“Ya! Ya!! Kita mau kemana!” Tanya Raena sembari mencoba melepaskan tangan Heechul.

Heechul menoleh padanya sambil menghentikan langkahnya, Ia seakan tak peduli dengan deras hujan yang mengguyur tubuh mereka berdua.

“Wae?!” Tanya Raena saat melihat Heechul yang menatapnya tajam.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi, Shin Raena!” Lirih Heechul.

“Mwo?!” Bingung Raena tak mendengar jelas ucapan Heechul.

Tanpa menjawab pertanyaan Raena terlebih dulu Heechul langsung menarik tangan Raena dan memaksa gadis itu untuk masuk kedalam mobil.

**Love In The Summer**

Eunsoo melepaskan pelukan Sungmin, Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun. “Mianhe, Sungmin-ah…” Sesal Eunsoo.

“Apa maksudmu?!” Tanya Sungmin tak mengerti.

“Aku tidak bisa menjawab pernyataanmu ini…” Jelas Eunsoo, Ia lantas berbalik berniat untuk meninggalkan Sungmin namun Sungmin kembali berdiri di hadapannya.

“Setelah kau mengganggu kehidupanku, Sekarang kau ingin pergi begitu saja?!” Bentak Sungmin kesal. “Aku tidak akan membiarkannya!!” Tekannya.

“Jangan bercanda!! Aku benar-benar tidak bisa… Mianhe, Sungmin-ah…” Eunsoo langsung berlalu meninggalkan Sungmin.

Melihat kepergian Eunsoo, Sungmin terdiam mematung. Perlahan-lahan hujan pun mulai mereda, Dan tiba-tiba saja tubuh Sungmin terjatuh ke atas tanah yang becek. “Ahk!!” Ia memegangi dadanya.

Eunsoo berbalik dengan segera saat mendengar suara ringisan Sungmin, Melihat tubuh Sungmin yang terjatuh lemas di atas tanah dengan segera Eunsoo berlari secepat mungkin menghampiri Sungmin.

“Sungmin-ah, Gwenchana?!” Cemas Eunsoo.

“Ahk!! Eunsoo-ah…” Sungmin memejamkan matanya sembari seakan menahan rasa sakit karena ia terus memegangi dadanya.

“Wa-Waeyo??” Tanya Eunsoo terlihat begitu khawatir.

“Apha…” Lirih Sungmin.

“Apha?!”

“Ne…” Sungmin meraih tangan Eunsoo dan mengarahkannya pada dadanya. “Rasanya dadaku sesak sekali saat kau meninggalkanku…”

“Mwo??” Eunsoo terdiam dan dengan segera ia menghempaskan tangan Sungmin seraya berdiri kembali. “Ya!! Lee Sungmin, Kau pikir ini lucu?!” Bentak Eunsoo kesal.

Sungmin hanya tersenyum tipis saat mendengar bentakan Eunsoo, Ia berdiri tepat di samping Eunsoo. “Waeyo? Apakah kau begitu mencemaskanku?” Goda Sungmin sembari tersenyum jail.

“Mwo??” Eunsoo menatap Sungmin tajam. “Sekarang aku yakin jika aku semakin membenci dirimu, Lee Sungmin!!” Ujar Eunsoo seraya pergi meninggalkan Sungmin dari tempat itu.

“Ya… Eunsoo-ah…” Sungmin berlari kecil mencoba mengejar langkah Eunsoo yang begitu cepat.

BRUK!!

“Aww…” Eunsoo dan Miyoung tersungkur ke atas lantai saat keduanya saling bertabrakan. “Aish… Eunsoo-ah, Kenapa jalanmu harus cepat seperti itu, Huh?!” Kesal Miyoung sembari mengusap bokongnya yang terasa sakit.

“Mianhe, Youngi-ya…” Eunsoo segera beranjak dari jatuhnya.

“Eh?? Kenapa pakaianmu basah seperti itu?? Kau kehujanan?” Tanya Miyoung saat melihat kondisi Eunsoo yang begitu basah kuyup. Eunsoo hanya menggeleng singkat dengan raut wajah yang begitu murung. “Waeyo?” Tanya Miyoung lagi.

“Anniyo… Youngi-ya, Aku pergi dulu yah. Aku harus mengganti pakaianku…” Bohong Eunsoo seraya mencoba menghindari Miyoung yang  terus saja menanyainya.

Dengan segera Eunsoo pun pergi meninggalkan Miyoung tanpa mengatakan sepatah katapun lagi tanpa mempedulikan Miyoung yang menatapnya bingung.

“Miyoung-ah…” Panggil Sungmin sembari menghampirinya.

“Oh, Sungmin Sunbae. Waeyo??” Tanya Miyoung sembari menatap Sungmin dengan tatapan bingung juga. “Aneh… Kenapa dia juga begitu basah kuyup seperti Eunsoo…” Batin Miyoung.

“Apa kau melihat Eunsoo?” Tanya Sungmin.

“Eh??”

“Eunsoo… Apa kau melihatnya??” Ulang Sungmin lagi.

“Oh… Itu… Dia sedang mengganti pakaiannya… Waeyo?” Jelas Miyoung kemudian.

“Huh?? Ah… Anniyo…” Sungmin menggeleng singkat. “Aku juga harus pergi dulu untuk mengganti pakaianku dulu… Permisi…” Pamit Sungmin seraya berlalu begitu saja.

“Hm…” Miyoung menaikkan sebelah alisnya saat melihat sikap Sungmin yang menurutnya sama anehnya dengan Eunsoo. “Mereka berdua itu aneh…” Pikirnya.

**Love In The Summer**

“Sungmin-ah…” Panggil Zhoumi saat melihat Sungmin di tempat ruang loker penyimpanan barang. “Eh?? Kenapa kau mengganti pakaianmu??” Tanya Zhoumi heran.

“Apakah aku harus terus memakai pakaian basah??” Jawab Sungmin sambil menunjukkan pakaian basah yang hendak di simpannya itu.

Zhoumi menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum kecil pada Sungmin. “Waeyo?? Hm… Biar kutebak, Apakah pakaianmu menjadi basah seperti itu karena harus mengejar seseorang yang sangat berarti untukmu?? Misalnya… Eunsoo??” Goda Zhoumi.

DEG!!

Sungmin terdiam untuk beberapa saat, “M-Mwo?? Aku tidak mengerti dengan maksud ucapanmu itu…” Bohong Sungmin.

“Mengaku sajalah…” Goda Zhoumi lagi sambil tersenyum misterius.

“Tidak… Ini aku memang kehujanan saja!!” Elak Sungmin sembari menghindari tatapan Zhoumi yang menurutnya justru membuatnya semakin tersudut.

“Hm…” Zhoumi terdiam masih tetap menatap Sungmin curiga.

“W-Wae?!” Tanya Sungmin menjadi salah tingkah.

“Kau berani bersumpah jika bukan Eunsoo yang melakukannya??” Curiga Zhoumi.

“Y-Ya!! Sudah aku katakan jika bukan Eunsoo yang membuat aku menjadi basah kuyup seperti ini…” Elak Sungmin lagi.

“Baiklah!! Jika seperti itu akan aku katakan pada Eunsoo jika dia memang bukan tipemu…” Ujar Zhoumi seraya berbalik namun dengan segera Sungmin memiting leher Zhoumi.

“Ya!! Apa yang kau lakukan?? Andwae!!” Larang Sungmin.

“Y-Ya-Ya… Lee Sungmin!! Lepaskan tanganmu!! Aku sesak…” Pinta Zhoumi sambil mencoba melepaskan lengan Sungmin.

Sungmin terlebih dulu menjitak kepala Zhoumi hingga lelaki itu meringis kesakitan dan akhirnya ia pun melepaskan lengannya itu. “Kali ini kumaafkan, Tapi tidak untuk lain kali. Arreo?!” Kesal Sungmin.

“Arraseo…” Sahut Zhoumi singkat sembari memegangi lehernya yang terasa sakit. “Haish… Teman macam apa kau ini sampai mencekikku seperti ini!” Gerutu Zhoumi.

Di sisi Lain…

Setelah mengganti pakaiannya, Eunsoo bergegas menuju kamar rawat Ririn. Hujan sudah mulai reda dan itu akan mempermudah kepulangan Ririn dan Eunsoo saat ini.

“Onnie… Apa kau sudah pulang?” Tanya Eunsoo saat membuka pintu.

Namun yang di dapatinya hanya sebuah ruangan kosong, Tak ada Ririn di tempat itu. Bahkan tas pakaian Ririn saja masih ada. “Onnie…” Panggil Eunsoo lagi seraya mencoba mengecek kamar mandi dan hasilnya kembali nihil. “Ririn Onnie…” Panggil Eunsoo terlihat mulai panik. “Onnie… Neo Oddiega??!!” Suara Eunsoo mulai meninggi karena panik.

“Eunsoo-ya… Wae geurae??” Tanya Miyoung saat mendapati Eunsoo yang berjalan cepat keluar dari arah kamar rawat Ririn.

“Youngi-ya… Ririn Onnie menghilang!! Dan aku tidak dapat menemukannya dimanapun!” Jelas Eunsoo begitu khawatir.

“Mwo??” Miyoung terlihat begitu terkejut saat mendengar ucapan Eunsoo tadi. “Kalau begitu aku akan membantumu untuk mencarinya…”

“Ehm…” Eunsoo mengangguk cepat dan bergegas pergi mencari kembali Ririn begitupun dengan Miyoung.

**Love In The Summer**

Kini Siwon tengah terdiam di hadapan Jaehee yang sudah menceritakan tentang ia yang memberitahu Ririn tentang hubungan yang sebenarnya. “Jadi… Kau sudah memberitahunya tentang semua ini?” Tanya Siwon tak percaya

Jaehee mengangguk singkat. “De, Sekarang kau dapat kembali padanya Siwon-ah… Aku takkan pernah menghalangi hubungan kalian berdua lagi…” Ucap Jaehee.

“Jaehee-ssi…” Lirih Siwon.

“Kau tak perlu memikirkan apapun lagi tentangku. Kau bebas… Aku tidak akan memaksamu lagi untuk tetap bersamaku. Sekarang aku mengerti… Perasaanmu memang tak pernah bisa menjadi milikku. Aku sadar, Perasaan cintamu itu hanyalah untuk Ririn. Karena itulah sekarang kau bisa pergi…” Ujar Jaehee lagi, Kedua matanya tampak berkaca-kaca mencoba menahan air mata yang sejak tadi ingin ia keluarkan.

“Jaehee-ssi… Kau sungguh-sungguh berkata seperti itu?? Benarkah kau…”

“Aku tidak akan mengikatmu lagi, Jadi sekarang pergilah! Sebelum aku berubah pikiran…” Suruh Jaehee mencoba untuk tak menangis.

Dengan segera Siwon memeluk tubuh Jaehee. “Gomawo… Aku yakin masih banyak lelaki yang pantas untuk menjadi kekasihmu. Jaehee-ssi…” Ucap Siwon setelah melepaskan pelukannya.

Jaehee membalas ucapannya itu dengan senyuman tipisnya. “Pergilah… Sekarang Ririn baru saja akan keluar rumah sakit… Ini waktu yang tepat untukmu kembali padanya…” Ujar Jaehee sambil tetap tersenyum.

“De… Sekali lagi, Aku sangat berterima kasih padamu. Jaehee-ssi…” Ucap Siwon dan kemudian berlalu meninggalkan Jaehee yang terdiam di tempatnya.

Perlahan-lahan butiran-butiran air mata mulai menetes dari ujung mata Jaehee, Suara isak tangisnya pun mulai terdengar meskipun ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “Selamat tinggal, Siwon-ah… Semoga kau bahagia bersama Ririn…” Desisnya di tengah isak tangisnya. “Saranghae, Siwon-ah…” Lirihnya.

**Love In The Summer**

Siwon merogoh saku celananya dan menekan beberapa tombol pada ponselnya, Dengan sedikit terburu-buru ia pun masuk kedalam mobilnya.

“Yoboseyo, Eunsoo-ah…Neo oddiega??” Tanya Siwon pada orang yang di teleponnya yang tak lain Ririn, Karena saat tadi ia hendak menghubungi Ririn ponselnya tidak aktif.

“…”

“Mworago?!!” Siwon terdiam saat mendengar ucapan Eunsoo. “Baiklah, Kalau begitu aku akan mencoba mencarinya. Mungkin dia sudah  pulang terlebih dulu…” Ujar Siwon dan langsung memutus sambungan teleponnya.

Siwon langsung menancap gas mobilnya dan melajukannya dengan cepat, Ia mencoba mencari tempat yang sekiranya selalu Ririn kunjungi tapi hasilnya nihil. Ririn tak ada ditempat yang dikiranya.

“Rin-ya… Sebenarnya kau di mana sekarang??” Pikir Siwon begitu gelisah.

Siwon menyandarkan kepalanya pada setir mobilnya dan di saat itu juga sebuah tempat terlintas dalam pikiran Siwon. “Tempat itu! Yah… Aku yakin dia pasti pergi ke tempat itu…” Dengan segera Siwon kembali menyalakan mesin mobilnya dan memutar balik arahnya.

Di sisi Lain…

“Kita sudah sampai, Agaesshi…” Ujar seorang sopir taxi pada Ririn.

“Oh, Ne…” Ririn keluar dari dalam taxi itu. Pandangannya langsung tertuju pada bangunan yang berada tak jauh dari hadapannya sekarang. Perlahan demi perlahan langkah kakinya mulai menuju bangunan itu, Bangunan yang tak asing lagi baginya dan bahkan memberikan kenangan manis untuknya dan juga Siwon.

“Tak ada yang berubah dari tempat ini… Tetap indah. Sama seperti saat itu…” Lirihnya. Tak dapat ia pungkiri rasanya ia ingin menangis saat ini, Terlihat dari hidungnya yang sudah memerah dan matanya yang telah berkaca-kaca.

“Andai saja aku dapat memutar waktu. Mungkin aku berharap jika aku tidak perlu bertemu dengan orang sepertimu, Choi Siwon!” Desisnya bersamaan dengan air mata yang mulai menetes dari matanya.

“Tapi tidak denganku, Rin-ah…”

Mendengar suara yang tak asing lagi baginya, Ririn berbalik dan mendapati Siwon yang telah berdiri di belakangnya. Dan kini lelaki itu perlahan demi perlahan mulai mendekati Ririn dan langsung memeluk gadis itu dengan erat.

“Kenapa kau pergi tanpa berpamitan pada siapapun?! Aku mengkhawatirkan keadaanmu… Aku benar-benar takut kau pergi jauh, Rin-ah…” Ucap Siwon sambil tetap memeluk Ririn erat.

Tanpa mengatakan sepatah katapun, Ririn hanya terdiam mematung. Ia seakan tak percaya dengan apa yang dirasakannya saat ini. Siwon tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan bahkan kini lelaki itu memeluknya dengan erat, Tepat di bangunan Luce Vista tempat di mana saat dulu Siwon pernah melamarnya.

“Siwon-ah…” Ririn melepaskan pelukan itu saat teringat akan perbuatan Siwon padanya. “Untuk apa kau khawatir padaku? Aku kan bukan kekasihmu lagi…”

“Kenapa kau berkata seperti itu? Rin-ah…” Siwon hendak mendekati Ririn kembali namun Ririn justru memundurkan langkahnya. “Rin-ya… Bukankah kau sudah mengetahui semuanya dari Jaehee?”

“Yah, Aku sudah mengetahuinya. Tapi bukan berarti dengan begitu hubungan kita dapat kembali bersatu. Tak semudah itu. Siwon-ah…”

“Apa?” Siwon terdiam saat mendengar ucapan Ririn.

“Aku tidak bisa bersamamu lagi, Aku benar-benar terlalu lelah untuk kembali masuk dalam kehidupanmu. Aku tidak bisa…” Ucap Ririn.

“Kenapa kau berbicara seperti itu? Apa kita harus mengakhiri hubungan kita hanya karena masalah sekecil ini?”

“Bagimu ini masalah kecil. Tapi bagiku ini bukan masalah sepele. Kau tahu? Karena masalah ini lah kepercayaanku padamu mulai luntur, karena masalah ini lah aku bahkan bingung bagaimana perasaanku padamu sekarang…”

“Mwo?”

“Jadi biarkan aku pergi… Jangan pernah masuk dalam kehidupanku lagi…” Lirih Ririn dan mulai melangkah hendak beranjak dari tempat itu.

Namun dengan segera, Siwon menahan tangannya dan menoleh pada Ririn. “Aku memang salah karena telah berselingkuh di belakangmu. Tapi andai saja kau tahu kondisi saat itu. Situasi yang memaksaku harus bersamanya… Bersama Jaehee dan berselingkuh di belakangmu…” Ucap Siwon kemudian.

Ririn menoleh padanya dan menghempaskan tangannya, “Hanya karena Jaehee mengancam akan bunuh diri, Kau tega mempermainkan perasaanku, Huh?? Hanya karena dia memintamu menjadi kekasihnya, Jadi kau menerimanya begitu saja, Huh?!!” Suara Ririn mulai meninggi.

Hening, Siwon tak menjawab apapun ia hanya terus menatap Ririn yang terus mengeluarkan air matanya namun tetap menatap Siwon tajam.

“Keuronika… Jika aku memintamu untuk mati untuk memperlihatkan perasaanmu padaku. Apa kau akan melakukannya??” Tanya Ririn yang tentu saja membuat Siwon terkejut namun tetap diam. “Malhaebwa!!” Teriak Ririn.

“Aku akan melakukannya…” Jawab Siwon kemudian.

DEG!!

Ririn terdiam, Ucapan Siwon sukses membuat detak jantungnya seakan berdegup kencang. Ia bahkan tak mengira lelaki di hadapannya ini akan mengatakan hal seperti itu padanya.

“Kau ingin melihatku mati?” Tanya Siwon. “Maka aku akan mengabulkan keinginanmu. Aku akan mati di hadapanmu, Rin-ah…” Tambahnya.

“Kalau begitu lakukan! Matilah di hadapanku sekarang juga!! Jika kau mati, Maka aku akan memaafkan semua kesalahanmu ini…” Ucap Ririn mencoba untuk tegar namun tidak dengan hatinya yang sebenarnya menentang perkataannya sendiri itu.

**Love In The Summer**

Kini Heechul dan Raena telah tiba di rumah Heechul, “Ayo… Haneul pasti sudah sangat merindukanmu…” Ajak Heechul sambil menarik lembut tangan Raena untuk keluar dari dalam mobil.

“Tapi, Heechul-ah…” Tahan Raena. “Aku tidak bisa… Aku harus…”

“Wae? Apa sekarang ini kau tidak berniat bertemu dengan Haneul? Atau bahkan… Kau tak berniat kembali padaku?” Tanya Heechul masih tetap menggenggam lembut tangan Raena.

“Anniyo… Hajiman…” Raena menggeleng singkat dan terdiam, Ia seakan bingung harus mengatakan apa.

“Rae-ya…” Heechul memegang lembut wajah Raena dengan telapak tangannya dan menatap kedua mata gadis itu dalam. Dapat Raena rasakan kehangatan yang sudah lama ini tak di rasakannya. “Aku ingin melihatmu seperti dulu lagi, Kau yang ceria… Kau yang selalu ada di sampingku. Dan terutama, Kau tetaplah gadis yang aku cintai. Jadi kau tak perlu sungkan untuk kembali ke rumah ini…” Ucapnya kemudian.

DEG!!

Perlahan-lahan air mata mulai mengalir dari sudut matanya dan dengansegera Heechul pun menghapusnya dengan kedua ibu jari tangannya. “Heechul-ah… Kenapa kau begitu baik padaku…” Lirih Raena seraya memukul-mukul kecil dada Heechul.

Dengan segera Heechul pun menarik gadis itu dalam pelukannya erat seakan tak ingin gadis ini kembali pergi dari kehidupannya. “Karena aku mencintaimu. Aku jadi seperti ini padamu, Raena-ah…Karena itu kembalilah padaku. Kau mau kan??”

Raena hanya mengangguk kecil dalam pelukan Heechul, Tapi tak dapat ia pungkiri ia masih menangis terisak. Ia benar-benar tak menyangka perasaan Heechul padanya begitu besar bahkan menurutnya perasaannya pun tak sebanding dengan perasaan Heechul.

“Saranghae…” Ucap Heechul kemudian.

“Nado…” Sahut Raena masih tetap dalam pelukan Heechul.

CKLEK!!

“Onnie… Oppa…” Haneul yang baru saja membuka pintu rumah begitu terkejut saat mendapati Heechul dan Raena berpelukan. Ia langsung berlari mendekati mereka berdua dengan Kyuhyun dari arah belakang mereka.

“Kalian sudah berbaikan kah??” Tanya Haneul tak percaya.

Raena beranjak dari dalam pelukan Heechul. “De… Aku sudah kembali, Haneul-ah…” Ucapnya dan langsung disambut pelukan hangat dari Haneul.

“Onnie… Nan cheongmal bogoshipeo!!” Ujar Haneul begitu senang.

“Nado, Haneul-ah…” Sahut Raena sembari tersenyum tipis.

Tanpa disadari kedua gadis itu, Heechul sedikit menyiku lengan Kyuhyun dan hanya dengan gerakan matanya Kyuhyun mengerti dengan hal itu.

“Arraseo, Hyung…” Gumamnya pelan namun membuat seburat senyuman terlukis jelas di wajah Heechul.

“Nah, Karena Raena Noona telah kembali. Bagaimana jika kita merayakan pesta kecil-kecil-an?? Dan tentunya membuat barbaque??” Usul Kyuhyun kemudian.

“Eh?? Barbaque?? Wuaaaah… Ide yang bagus!!” Senang Haneul.

“Kalau begitu sekarang kalian pergi membeli dagingnya. Bagaimana?” Suruh Heechul.

“Hm… Boleh aku aja Raena Onnie??”  Tanya Haneul kemudian.

“Boleh saja…” Jawab Raena dengan senang hati.

“Mwo?? Anniyo…” Ujar Heechul tiba-tiba membuat Raena dan Haneul menoleh padanya.

“Wae?? Raena Onnie saja sudah mau…” Haneul menatap Heechul kesal.

“Err…Itu, Sepertinya Raena sedikit lelah benarkan? Jadi lebih baik kalian berdua saja. Biar Raena istirahat dulu…” Ujar Heechul yang justru membuat Raena bingung.

“Mwo? Hajiman…”

“Ah, Sudahlah! Pergi berdua juga kan tidak apa-apa…” Sela Kyuhyun dan langsung menarik tangan Haneul tanpa menggubris celotehan gadis itu.

Raena menoleh pada Heechul, “Kenapa kau melarangku untuk ikut? Padahal aku tidak lelah sama sekali…”

“Ada hal yang ingin kubicarakan berdua saja denganmu, Raena… Jadi kupikir sebaiknya kau tetap di sini sekarang. Kajja…” Jelas Heechul dan lalu mengajak Raena untuk segera masuk kedalam rumah.

**Love In The Summer**

Henry memperhatikan wajah Yoora yang masih tetap tertidur pulas dalam sandaran bahunya. Dan baru saja jam yang lalu juga ia hampir saja mencium Yoora jika saja kesadarannya tak kembali dan membuatnya tak sadar.

“Haish… Mau sampai kapan dia tidur seperti ini?? Aku benar-benar pegal…” Gerutu Henry terlihat mulai bosan.

Namun tiba-tiba saja pandangannya langsung tertuju pada sebuah buku berukuran sedang  yang ada di samping Yoora. “Buku apa ini…” Dengan susah payah Henry mencoba mengambil buku tersebut dan akhirnya berhasil.

“Cih!! Seorang gadis sepertinya pun ternyata bisa memiliki buku diary juga…” Batin Henry saat menyadari buku itu adalah buku diary milik Yoora.

SRET!!

“Apa ini…” Henry mengambil sesuatu yang terjatuh dalam buku diary milik Yoora tersebut dan di saat ia melihat barang yang tak lain adalah sebuah foto, Henry terdiam. “Foto ini… Bukankah ini… Adalah aku dan…”

Henry tak melanjutkan ucapannya dan justru malah menoleh pada Yoora. Matanya yang sipit itu dalam seketika membulat. “Jadi… Dia… Adalah Yoora kecil yang aku kenal saat itu…” Gumamnya pelan. “Benarkah??” Ragunya.

“Ehmmm…” Yoora menggeliat kecil. Dan perlahan matanya mulai terbuka, Dengan segera Henry pun mengembalikan Diary tersebut ke sisi kanan Yoora sedangkan foto tadi ia selipkan di saku jaket yang di kenakannya. “Hoaaam… Ah, Nyenyak sekali!” Yoora akhirnya terbangun dari tidurnya dan sedikit merentangkan kedua tangannya.

“Lihat-lihat dengan tanganmu… Nona Kwon!” Ujar Henry ketus menyadarkan Yoora jika masih ada Henry di tempat itu. “Eh?? Kenapa kau masih ada di sini?!” Kaget Yoora.

“Jelas saja aku masih ada… Sejak tadi kau terus tertidur pulas dan menjadikan bahuku sebagai bantalmu!!” Sindir Henry ketus.

“Jinjayo?!” Kaget Yoora tak percaya.

“Kau pikir aku berbohong??” Henry menoleh pada Yoora dan menatap wajah Yoora yang terlihat begitu polos dan ntah kenapa ia sekarang sadar jika wajah Yoora saat ini memang memiliki sedikit kemiripan dengan Yoora kecil yang di ingatnya.

“Hey… Untuk apa kau terus melihatku seperti itu?!!” Tanya Yoora saat menyadari Henry yang terus melihat wajahnya cukup lama.

“Huh?? Anniyo…” Dengan segera Henry menoleh kearah lain untuk mengelak hal tersebut.

Yoora yang melihat ekspresi Henry yang reflex itu, Membuatnya ingin tertawa. “Ahhh… Jangan-jangan kau mulai tertarik padaku??” Goda Yoora kemudian.

“Mworago?? Cih!! Mana mungkin…” Bantah Henry ketus.

“Hmmm… Lalu, Untuk apa kau bersedia menungguku bangun jika kau memang tidak suka aku tidur dengan bersandar pada bahumu??” Goda Yoora lagi.

“Ya!! Aku ini masih punya hati… Seharusnya aku bersyukur tidak membiarkan tubuhmu jatuh ke lantai tadi…”

“Omo… Omo… Bahkan kau tadi menjagaku. Kyaaa… Kau benar-benar mulai suka padaku kan??” Ujar Yoora lagi semakin mendekati Henry.

DEG!!

Henry dapat merasakan jantungnya yang berdegup kencang, Dengan segera ia pun beranjak dari duduknya. “Haish… Ya, Sudah jika kau tidak percaya! Aku… Aku haus!! Aku ingin masuk rumah…” Ucap Henry sedikit gugup dan lalu mulai masuk kedalam rumahnya.

Seketika itu juga senyum lebar terliat jelas di wajah Yoora, “Ya… Henry-ah! Chakkaman!!” Teriak Yoora yang lalu beranjak dari duduknya dan mulai menyusul Henry kedalam rumah bahkan ia melupakan buku Diarynya.

**Love In The Summer**

“Aku pulang…” Ucap Zhoumi yang baru saja pulang dari rumah sakit.

“Zhoumi-ah… Kau sudah pulang lagi? Tidak biasanya secepat ini. Ini kan baru saja jam 2 siang?” Tanya Ny.Lau bingung.

“Aku malas bekerja Umma…” Jawab Zhoumi asal.

“Hey… Mana bisa sepertimu. Pekerjaanmu itu kan salah satu dari tanggung jawabmu juga.” Ucap Ny.Lau.

“Hah… Molla…” Zhoumi menggedikkan bahunya dan lalu duduk di sofa yang ada di ruang keluarganya.

Ny.Lau terdiam untuk beberapa saat hingga pada akhirnya sesuatu terlintas di benaknya. “Hmm… Apa karena Miyoung kekasihmu itu??” Tanya Ny.Lau kemudian.

“Dia bukan kekasihku…” Sahut Zhoumi malas.

Senyum Ny.Lau semakin mengembang saat mendengar jawaban Zhoumi tadi. “Ternyata benar karena Miyoung… Ada masalah apa sampai kalian jadi seperti ini? Setahuku, Kalian terlihat begitu mesra kemarin…”

“Ntahlah… Mungkin dapat di katakan mulai saat ini hubungan kita telah berakhir, Umma…” Jawab Zhoumi lagi.

“Putus??” Tanya Ny.Lau dan hanya di balas anggukan Zhoumi. Ia kembali terdiam hingga akhirnya ia kembali mendapat ide dalam pikirannya, “Zhoumi-ah… Boleh Umma minta nomor ponsel Miyoung??” Tanya Ny.Lau kemudian.

Zhoumi menatap Ny.Lau bingung. “Untuk apa??” Tanyanya.

“Hanya obrolan wanita saja, Tidak penting juga Umma memberitamu…” Jawab Ny. Lau dengan santai.

Meskipun sedikit bingung dengan ucapan Ny.Lau namun pada akhirnya Zhoumi memberikan nomor ponselnya pada Ny.Lau. “Itu nomor ponselnya…”

“De, Gomawo…” Ucapnya dan lalu berlalu meninggalkan Zhoumi di ruang keluarga tersebut.

Ny.Lau mulai pergi kearah balkon depan rumahnya, Dan pandangannya langsung tertuju pada sebuah buku Diary milik Yoora yang tertinggal tadi. Ntah kenapa dengan rasa penasaran yang begitu tinggi ia mengambil Diary itu dan lalu membuka Diary itu.

Untuk beberapa saat ia hanya tetap terdiam sambil membaca isi dalam Diary itu, Dan senyuman kecil pun kembali terukir di wajahnya. “Hah…” Ia menghela nafas panjang saat selesai membaca buku Diary tersebut.

“Tidak aku sangka, Ternyata sekarang mereka semua telah menjadi anak remaja yang sudah mengetahui apa itu artinya cinta…” Ucapnya sambil menggeleng singkat ia pun mulai masuk ke dalam rumah sambil menekan satu tombol untuk menghubungi seseorang.

“Yoboseyo, Miyoung-ah…” Ujarnya saat telah terhubung dengan orang di seberang sana yang tak lain adalah Miyoung.

**Love In The Summer**

“Yoboseyo… Miyoung-ah…”

“Yoboseyo…”Jawab Miyoung ramah. “Nuguseyo??” Tanyanya karena nomor ponsel Ny.Lau tak ada pada daftar ponselnya.

“Oh, Miyoung-ah… Nan Lau Ahjumma…” Ujar Ny.Lau dari seberang sana.

“Lau Ahjumma??” Miyoung terkejut saat mengetahui jika yang meneleponnya saat ini adalah Ny.Lau yang tak lain adalah Ibu Zhoumi. “Ahjumma, Waeyo?? Kenapa tiba-tiba meneleponku?” Tanya Miyoung kemudian.

“Err…Miyoung-ah, Sebenarnya ada hal yang ingin kubicarakan tentang hubunganmu dengan Zhoumi… Bisakah kita bertemu??”

“Hubunganku dengan Zhoumi?” Miyoung terdiam untuk sesaat. “Err… Itu, Ahjumma… Sebenarnya…”

“Aku ingin kau putus dengan Zhoumi, Miyoung-ah…” Sela Ny.Lau dari seberang sana.

“D-De??” Tanya Miyoung tak begitu mendengar ucapan Ny.Lau tadi. “Mianhe, Ahjumma… Bisa kau ulangi ucapan tadi??” Tanya Miyoung lagi.

“Aku ingin kau putus dengan Zhoumi. Maaf jika permintaanku ini begitu lancang, Tapi ada satu hal yang harus kau tahu tentang Zhoumi, Miyoung-ah…” Ucap Ny.Lau menggantung. “Sebenarnya… Aku sudah mempertunangkan Zhoumi dan Yoora gadis yang hari lalu kau temui itu… Maaf jika aku tidak memberitamu sejak awal…” Jelasnya kemudian.

DEG!!

Serasa ada sesuatu yang tajam yang menikam jantung Miyoung saat ini, Ntah kenapa ia langsung memegang dadanya dan merasakan sesak yang teramat. “Miyoung-ah… Kau dengar Ahjumma??” Panggil Ny.Lau saat tak mendengar suara Miyoung sejak tadi.

“A-Ahjumma, Mianhe… Tapi bisakah kita bicarakan hal ini lain kali saja??” Tanya Miyoung saat tersadar dari kediamannya.

“Ehm… Gwenchana. Maaf jika sudah mengganggu waktu bekerjamu, Miyoung-ah. Aku berharap setelah kau mendengar hal ini… Kau tidak kecewa dan mengikuti keinginanku…” Ucap Ny.Lau dan lalu memutuskan sambungan teleponnya.

Miyoung tetap terdiam sambil memegangi dadanya yang terasa sesak, “Sebenarnya apa yang terjadi padaku?!! Kenapa rasanya sesak sekali…” Pikirnya seakan tak sadar jika saat ini sebenarnya ia begitu terpukul saat mendengar ucapan Ny.Lau yang jujur saja bukan membuatnya lega karena tak perlu berbohong lagi namun justru rasa sakit yang teramat.

“Kenapa kau jadi seperti ini, Shim Miyoung?!! Haish… Nan cheongmal paboya!!” Rutuknya pada diri sendiri.

Di sisi Lain…

Ny.Lau yang baru saja memutuskan sambungan teleponnya justru malah tersenyum tipis namun seakan memiliki arti.

“Hm… Biar kita lihat nanti. Apakah perasaan cinta kalian begitu besar atau tidak saat mengetahui hal ini…” Pikirnya.

Namun di saat Ny.Lau berbalik ia di kejutkan saat Zhoumi, Henry dan Yoora yang ntah sejak kapan telah berada di belakangnya saat ini.

“Omo!! Kalian?? Sejak kapan kalian berada di sini??” Kaget Ny.Lau.

“Umma… Apa yang kau katakan tadi?? Kau meminta aku dan Miyoung putus hanya karena kau sudah mempertunangkanku dengan… Yoora??” Ucap Zhoumi tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.

“Ahjumma… Benarkah itu??” Tanya Yoora sama halnya tak percaya.

“Umma… Jawablah!” Paksa Zhoumi tak sabar.

Sekilas Ny.Lau menatap Henry yang sejak tadi hanya diam dan dapat terlihat dari raut wajahnya yang sepertinya ia begitu syok saat mendengar apa yang dikatakannya itu. Senyuman penuh arti itu kembali menghiasi wajahnya.

“Oh, Soal itu… Memang benar. Aku sudah mempertunangkan kalian berdua, Jika kalian tidak percaya kalian bisa tanyakan pada Ayahmu. Dan kau juga bisa tanyakan hal itu pada orang tuamu, Yoora-ya…” Ucap Ny.Lau yakin.

“Mwo?!!” Serentak mereka bertiga secara bersamaan.

“Umma…”

“Ahjumma…”

Ucapn Zhoumi dan Yoora hampir bersamaan, “Omona… Kalian bahkan terlihat begitu kompak sekarang. Mereka terlihat serasikan, Henry-ah??” Ujar Ny.Lau sambil menarik Henry dan menunjuk Zhoumi dan Yoora.

“Huh?? Ah itu…” Henry terdiam seakan tak berani menjawab pertanyaan Ny.Lau tadi.

To Be Continued…

Note : Annyeong Readers~~~~ *lambai2* Adakah yang kangen ini ff?? Hehehehehe Mianhe ya updatenya lama, Sebenernya author rada nge-stuck ma beberapa couple…Tapi sekarang udah gak lagi… Dan buat beberapa couple yang gak ngeksis di part ini, Bakalan ngeksis di part selanjutnya… So, Tunggu yaaaaaah…^^ Jangan bosen2… ._.v

43 thoughts on “Love In The Summer (Part.12)

  1. huwaaa….
    Bentar lg ending…
    *siapa author sebenernya ini*
    penasaran penasaran….
    Chul mw ngapain raena?
    Youngmi n yoory couple jd gmn?
    Apa siwon bklan beneran mati dpn ririn?
    Gmn dgn saya dan umin?
    Wkwkwkwk….
    Tunggu di part 13 dah ini judulnya….
    N kyanya author ga ada niatan bwt publish dalam waktu dkt….
    Hahahahahahaha
    LANJOUT NTA….!!!

  2. Siwon bakal bneran mati ga tuh?
    Lngsng tamat klo iya..hahhaha..
    Msh panjang kyny nih, msh ad 4 pasangan lg..yg crtany msh tebak”an..
    Long time no read nih.. 😀

  3. kyaaa akhir.a publish juga 🙂
    onnie kaya.a harus tumpengan nih, kkeke akhir.a raena kmbli ama heechul yesyesyes^^ udah chul langsung nikah aja biar g pergi lg ayeyeye 😀
    ahahaha sungmin masih malu2 kucing, g mau ngaku lg ama mimi kkekeke

    specles ama shiwon~
    onnie itu boong kan yg mimi mau d tnangin ama yoora ????

    miyoung sakit pas dgr mimi d tnangin ama yoora, berarti youngi udh mulai cinta bneran ama mimi, asyikkkk 😀

    mochi sama aku aja lols ehehehe
    daebak lanjut eon ^^

  4. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa *tereak gaje*

    akhirnya publish juga… ugh akhirnya yah ketemu ma suami tercinta. mau ngomong apa Yeobo? *plakkk

    Umin ma Eunsoo gmna tu? masak Eunsoo nolak2 Umin sich??? terima aja Eunsoo-ya…. ng, KyuHan cuman dikit niiich… Miyoung.. hayo Mimi mo ditunangin ma Yoora noh.. gimana Tu?

    JinHae ga ada… RinWon? omo Apa Won akan mati di depan Ririn??
    Henry ga bisa jawab noh…

    aigo aigo.. penasaran…

  5. hahahaa Henry Henry rasain dikerjain sama eommanya sendiri. tapi keluarga Lau kayaknya semua dikerjain sm si eomma termasuk Zhoumi & Yoora, juga Miyoung. Hhm gimana tuh Minie-Eunsoo ya?? Bagus thor ceritanya biarpun castnya banyak. Sneng bacanya.. Lanjutannya ya…

  6. uwwoooooooooooo……kirain td umn sakit bneraaaann! buset daaah..eunsoo kejebak,tp daebak,umin emang perlu dkasih pelajaran..hmmm…speachless dgn rinwon…tabahkan hatimu jaehee~ssi,mri kta cri namja laen..#plaak#

  7. yeah akhirnya update juga.. ampe lumutan di jaman batu nunggunya.. *lebeh*
    plis plis jangan bikin siwon bunuh diri.. si ririn ayolah jgn keras kepala..
    itu Ny. Lau ketularan evil drmana ya?? seneng amat ngerjain anak2nya..haha..
    okelah silakan dilanjut.. 😛

  8. akhirnya raena sama heechul balikan lagi…
    henry lama bgt nyadar kalo yoora itu temen kecinya ..
    eunsoo masih ga percaya ditembak sama sungmin >.<
    lau ahjumma punya segudang ide buat bikin zhoumi sama miyoung bersama … ^^

  9. OK….kali ini comentnya gw sumpahi ,hrs masuk,klu gk gw gk tenang dialam baka..#??#

    1.eunsoo n umin => hweeee!!!! sy kirain umin beneran sakit!!ternyata ngk..busyet dah ketipaw sy,cy eunsoo jg.tp~tp..sy sesuju dgn eunsoo..sekali-kali umin perlu diksh pelajaran.EUSOO HWAITING!!

    2.miyoung n zhoumi => eaaaaaaaaa….youngie dikerjain calon mertua!!! daebak!cr jitu memastikan brapa besar cinta calon mantunya bwt anaknya..#cieee..bhsanya gk kuat dah# sy jd mupeng punya mertu bae kyk gtu..#kissmimi#

    3.ririn n siwon => #tariknapas# kyaaaaa!!!! park ririn,apa yg kau lakukan???? klu sikuda coid kan kasian,sia~sia donk Jaehee balikin dia pada dirimu…huhuhuuu….#dlm ati author kejam# aahhhh….scene yg plg mengharukan ya bagian ni couple…ah,yesungdah lah..waiting for next part..

    ps:ni komenn beda dr komen yg pertama,mungkin yg pertama terlalu pendek jd direject..skarang dah panjang jd pasti msk….kkkkk~

  10. wah… Ceritanya seru aku bca dr mulai prolog sampe part 12 ini kg bosen, malah makin pnasaran sm kisah all couple slanjutnya…
    Sblmnya mian gk komen2 tiap part, soalnya aku mw komen d part ini aja biar skalian…. Hehe

    Aku paling suka couple sungmin-eunsoo, kynya lucu… Tp smuanya jg keren kok…
    Pkknya ditunggu next partnya! Hwaiting!!! \(´▽`)/

  11. Kenapa mer yg jadi masalahnya iniii~ *cakar micky*
    aaah, sayang, ayo dong show me ur love ><
    mamih mulai sadar sesuatu nih, ciee~~~
    kyu ayolah tembak haneul.
    eunsoo sm ririn rumit ya .__.
    chul raena sweet~ :3
    gak ada jinhae ya? :O
    woaaaah, semangat mih terusinnya :3

  12. Yah.. chingu..
    makin bnyk aj nih konfliknya!!
    Pusing!!
    apalagi bagian YoungMi…
    trus, sih Miyoung kok sok jual mahal banget sehh?? Ngaku aj kalau suka!! *MAKSA MODE ON*
    Aduhh.. udah enggak sabar nih nunggu kelanjutannya..
    cepet ya!!!

  13. Heechul ma raena itu mau ngapain y? Pnsaran.
    Trus siwon ma ririn bkal blikan gk y? Pnsaran bngt.
    Eunsoo kok gtu? Msak gk mau ma sungmin?
    Miyoung egois deh msak gk tau klo dia itu ska ma zhoumi.
    Ckckck..
    Lnjut deh author, jngan lma2 y 😀

  14. ya ampun…
    lau ajumma, ide’y gila amat..
    demi anak tuh, hihi

    hampir ending nih, msh penasaran couple2 yg laen..
    d’tunggu part 13’y.. 😀

  15. tes dulu..bisa komen gak nih.. hape lagi eror.
    annyeonghaseyo. pendatang baru. panggil aja oci. will comment again stlh baca semua. judul ini kereen crtny..

  16. Omooo apa yang dilakukan sama ummanya Zhoumi 😀 dasar orang tua iseng…

    Eh eh tapi sebelumnya sungmin bisa boong jga ya.. Kirain dia ada sakit apa ternyata sakit hati huahaha..
    Bisa aja nih author nyiptain alur ceritanya..
    Daebak thor, lanjuut 🙂

  17. ckckckck ternyat sifat jahil zhoumi oppa nurun toch dri eommanya
    herny oppa kpan sich kmu sdar klu kmu mencintai yoora
    yeay heechul oppa dan raena eonni udh baikan
    andwae. . . jgan bunuh diri donk siwon oppa please ririn eonni maafin siwon oppa
    yach eunsoo eonni blas dendam nich dgn sungmin oppa gantian dia yg menolak sungmin oppa

  18. Ckckck..ny lau keren bgt sekali tangkep dpt 2 ikan..hehe..bikin cemburu mi young ma henry maksudnya,,hehe

    dah mau end nie..ayo ngebut…nexxxt

  19. aiish. mrs. lau iseng parah ..
    hahahahah..
    tapi biarlah begitu, toh akhirnya grgr ulah mrs. lau, henry bakal nyadar kalo dia itu naksir sama yoora. miyoung juga bakal sadar dia naksir zhoumin ..
    hahahahah mrs. lau pinter 😀

  20. ooo raena di bawa pulang sama heechul … bagus deh

    uhhhhh sebel deh sama eunsoo – sungmin… dah jelas2 cinta knp menolak sih ?
    sungmin dah blg cinta jg … kok eunsoo malh nolak sih ????????

    ada lagi ririn … knp masih belum mau memaafkan siwon sih ?
    trus ngapain ketempat kenangannya sama siwon ?
    YAK … jd ririn mau siwon mati … buat bukti in cinta nya ? kejam …………..

    MWO … Zhoumi – yoora sudah di tunangkan ?
    aish otokhe ? yak miyoung … henry … cepat akui perasaan kalian sebelum terlambat …. nangis loh tar ……………….

  21. ms.lau nih buat makin seru ajah..^_^ biar nguji ??) __* henry… ekhem-ekhem envy yah wkawkwka~xD #plak nau lanjut baca yh eonnie…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s