When You Come (Sequel Don’t Leave Me) Part.2/2

Title               :  When You Come

Author         : NtaKyung

Casts              : Cho Kyuhyun, Park Eunsoo and Other Cast

Length         : Series

Genre           : Romance

~When You Come~

Kyuhyun dan Eunsoo kini tengah duduk berdua di dalam sebuah café tak jauh dari tempat mereka bertemu tadi. Keduanya cukup lama terdiam, tanpa bermaksud untuk berbicara sedikitpun.

“Ehm… Aku tidak sadar, Jika ternyata gadis yang saat itu tidak sengaja bertabrakan denganku itu adalah dirimu, Eunsoo-ssi…” Ucap Kyuhyun memecah keheningan.

Eunsoo hanya tersenyum enggan. “De… Awalnya pun aku sedikit terkejut saat melihat anda. Tapi saat melihat anda sepertinya tidak mengenali saya… Jadi saya jadi tidak berani menyapa. Maaf atas ketidaksopanan saya…” Jelas Eunsoo.

“Tidak apa… Lagipula jika bukan di kantor. Kau tidak perlu bersikap seformal itu padaku…” Jawab Kyuhyun santai.

“Ah… De…” Eunsoo mengangguk singkat.

Hening, Keduanya kembali terdiam. “LaLu… Apa yang sedang kau lakukan di sini? Apakah ada kerabatmu yang di makamkan di tempat dekat sini?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Huh? Ah, De…” Sahut Eunsoo sedikit gugup.

“Siapa?”

“Saudaraku…”

“Perempuan?” Tanya Kyuhyun penuh selidik seakan ingin mengetahui sesuatu.

“Yah… Tapi kenapa anda menanyakannya?” Jawab Eunsoo yang lalu bertanya balik dan membuat Kyuhyun langsung terdiam.

Pada awalnya Kyuhyun terdiam, Tapi dengan cepat ia menggeleng singkat. “Tidak apa.. Hanya ingi tahu saja. Apa tidak boleh?”

“Oh, Tidak. Hanya saja saya merasa jika anda terlihat seperti sedang menginterogasi saya…” Jelas Eunsoo masih terlihat begitu enggan pada Kyuhyun.

“Begitukah?” Kaget Kyuhyun seakan tak percaya.

“De…” Eunsoo mengangguk kecil. “Anda seperti terlihat ingin memecat saya. Sama seperti saat itu…” Ujar Eunsoo lagi.

Kyuhyun terkekeh kecil saat mendengar ucapan Eunsoo membuat gadis itu mengerutkan keningnya bingung.

“Apa ada yang salah dengan ucapanku?” Heran Eunsoo.

“Tidak…” Kyuhyun menggeleng singkat dan senyuman tipis pun masih terkembang di wajahnya.

“Lalu?”

“Tidak ada… Sungguh, Aku hanya merasa jika kau terlihat begitu lucu saat mengatakan hal itu… Sudah kukatakan tadi kan? Jika kau tidak perlu bersikap se-formal itu padaku. Kita sedang tidak di kantor sekarang, Eunsoo-ssi…” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Huh…” Eunsoo terdiam.

Ntah kenapa ia merasa jantungnya langsung berdegup kencang saat melihat senyum Kyuhyun. Ia benar-benar terpesona dengan sisi lain dari Kyuhyun yang ternyata begitu lembut dan ramah dan bahkan belum tentu bawahannya yang lain pernah melihatnya seperti ini.

Eunsoo melirik jam tangannya dan dia sadar ternyata waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. “Ah, Sajangnim… Sepertinya aku harus pulang sekarang. Ini sudah malam…” Ujar Eunsoo membuat Kyuhyun ikut menoleh pada jam tangannya.

“Kau benar juga… Ini sudah jam 9 malam. Kau pasti lelah… Mau kuantar?” Tawar Kyuhyun tanpa basa-basi dan tanpa sadar kata-katapun justru membuat Eunsoo langsung terpaku di tempatnya.

“D-De??”

“Dimana rumahmu, Biar kuantar. Tidak baik, Aku membiarkan seorang gadis pulang sendirian. Di tambah lagi kau ini bawahanku, Rasanya aku seperti lelaki yang tidak bertanggung jawab saja jika tidak mengantarkanmu…” Ucap Kyuhyun seraya beranjak dari duduknya.

“Tapi…”

“Tidak apa… Ayo…” Potong Kyuhyun.

*             *             *

Akhirnya tanpa bisa menolak, Eunsoo pun di antarkan Kyuhyun sampai ke Apartementnya. “Terima kasih karena telah bersedia mengantarkanku pulang… Padahal anda pasti lelah juga…” Ujar Eunsoo saat keluar dari mobilnya di ikuti Kyuhyun yang keluar juga.

“Bukan apa-apa… Anggap saja ini sebagai balasannya karena kau sudah mau mengobrol denganku di café tadi…” Sahut Kyuhyun santai.

“Itu juga bukan apa-apa…” Jawab Eunsoo sambil tersenyum ramah.

DEG!!

Kyuhyun merasa jantungnya berdegup cukup kencang. Padahal ia sering bertemu dengan Eunsoo selama ini tapi ntah kenapa baru hari ini dia merasakan jantungnya berdegup kencang saat melihat senyum Eunsoo yang belum pernah ia sadari sebelumnya jika senyuman Eunsoo itu begitu, Manis.

“Lebih baik sekarang anda pulang, Sajangnim…” Ucapan Eunsoo menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya.

“Huh? Apa katamu tadi?” Tanya Kyuhyun tak begitu mendengar.

“Aku tidak bermaksud untuk mengusir anda. Tapi saya rasa anda pun pasti sangat lelah. Jadi lebih baik anda pulang saja…” Ulang Eunsoo tenang masih tetap tersenyum ramah.

“Oh yah. Kau benar… Kalau begitu aku pulang dulu…” Kyuhyun pun segera masuk ke dalam mobilnya setelah sebelumnya berpamitan dengan Eunsoo.

Dan kemudian mobilnya pun segera melaju kencang, Sampai-sampai Eunsoo tak dapat melihat mobil itu lagi. Tak berapa lama gadis itu segera meraba dadanya dan wajahnya tiba-tiba berubah merah.

“Omonaaa… Kenapa aku bisa sampai setegang ini di hadapannya tadi?! Padahal biasanya tidak sampai seperti ini… Apakah karena kami berbicara di luar kantor??” Batin Eunsoo sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke sekitar wajahnya dan lalu ia pun bergegas memasuki apartementnya.

Eunsoo langsung mengambil segelas air putih lalu merebahkan dirinya di atas sofa panjang yang ada di ruang tamu. Diliriknya sebuah frame foto yang menunjukkan fotonya bersama seorang gadis yang sebaya dengannya.

“Haneul-ah… Andai saja saat ini kau masih ada mungkin aku pasti akan menceritakan tentang hal ini… Tentang atasanku yang sebenarnya pernah kukagumi sebelumnya…” Gumam Eunsoo sambil tetap menatap foto tersebut. “Kau tahu?? Aku rasa ternyata rasa kagumku ini masih ada sampai saat ini…” Tambahnya lagi.

Ia mengambil frame tersebut dan memeluknya. Ia benar-benar merindukan saudaranya yang telah tiada itu, Kim Haneul. Yang sebenarnya adalah Kekasih Cho Kyuhyun, Atasan sekaligus lelaki yang selama ini di kaguminya namun ia tidak tahu akan hal itu.

*             *             *

“Aku pulang…” Ujar Kyuhyun saat baru saja memasuki rumahnya. Tapi percuman saja, Takkan ada yang membalas ucapannya itu karena satu-satunya orang yang selalu membalasnya itu telah tiada.

Kyuhyun meletakkan kunci mobilnya di atas meja, Ia pun sedikit melonggarkan dasinya lalu duduk di sofa ruang tengah menghadap pada televisi.

“Hah… Lelah sekali…” Ujarnya pelan.

Tiba-tiba ingatannya langsung tertuju pada Eunsoo. “Gadis itu… Kenapa aku merasa jika dia…” Ucapannya terhenti dan ia terdiam untuk beberapa saat.

“Tidak, Tidak…” Ia menggelengkan kepalanya singkat. “Setahuku Haneul tidak memiliki siapapun di Seoul. Jadi tidak mungkin dia adalah orang itu…” Ujarnya seakan mengelak pikirannya sendiri.

Dan kemudian, Kyuhyun pun beranjak dari tempatnya lalu mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang nya yang berukuran king size itu.

Pagi Harinya…

Eunsoo duduk dihadapan meja kerjanya, Baru saja beberapa menit yang lalu dia baru saja tiba di kantor.

“Eunsoo-ya… Apa kau mau dengar sesuatu yang menarik??” Tiba-tiba saja Neulrim telah berada di hadapan gadis itu.

“Ah, Neulrim-ah… Kau ini mengagetkanku!” Kesal Eunsoo karena melihat Neulrim yang tiba-tiba saja muncul.

“Hey… Itu tidak penting! Yang terpenting sekarang adalah…” Ucapan Neulrim terhenti saat melihat Kyuhyun yang berjalan melewati mereka berdua dan langkahnya terhenti tepat di meja kerja Eunsoo.

Keduanya serentak berdiri dengan setengah membungkuk kecil pada Kyuhyun. “Eunsoo-ssi.. Tolong kau bawakan berkas pengeluaran kita dalam bulan ini ke ruanganku nanti…” Ucap Kyuhyun terlihat begitu berwibawa.

“De, Sajangnim…” Eunsoo mengangguk singkat.

Setelah itu, Kyuhyun pun pergi dan membuat kedua gadis itu menghela nafas lega. Karena walau bagaimanapun juga sikap dinginnya sebagai atasannya itu ternyata tak berubah.

“Hah… Kupikir ada sesuatu yang akan terjadi!” Lega Neulrim.

Eunsoo hanya terkekeh kecil saat melihat sikap Neulrim yang terlihat begit tegang. “Tapi, Sebenarnya dia orang yang baik. Neulrim-ah…” Ucap Eunsoo kemudian.

“Eh?? Apa katamu tadi?” Tanya Neulrim tak terlalu mendengar.

Sadar dengan ucapannya tadi, Eunsoo langsung terdiam. “Huh? Ah… Tidak. Aku tidak mengatakan apapun…” Elak Eunsoo.

“Benarkah? Tapi sepertinya tadi kau mengatakan sesuatu…” Curiga Neulrim. “Dan jika aku tidak salah dengar… Ucapanmu itu seakan membicarakan Kyuhyun Sajangnim…” Tambah Neulrim seakan ingin memojokkan Eunsoo.

“Anniyo… Kau pasti salah dengar…” Elak Eunsoo lagi.

“Humm… Baiklah…” Pasrah Neulrim pada akhirnya.

“Oh, Iyah… Tadi memangnya apa yang ingin kau bicarakan denganku?” Tanya Eunsoo penasaran.

“Ah, Kau benar! Hampir saja tadi aku lupa…” Sahut Neulrim teringat akan pembicaraan awal mereka. “Kudengar… Kemarin ada yang melihatmu sedang berduaan di café dengan Kyuhyun Sajangnim… Apa itu benar?” Ucap Neulrim pada akhirnya.

“Apa?!” Eunsoo terdiam dan ingatannya itu kembali pada kemarin malam. “Oh… Soal itu. Hanya tidak sengaja bertemu saja…”

“Jadi kalian benar-benar berduaan di cafe?!” Neulrim menatap Eunsoo tak percaya.

“Yah, Tapi bukan dalam arti kami dekat. Neulrim-ya…” Ujar Eunsoo mengklarifikasi agar teman yang satunya ini tidak salah sangka. “Kami hanya tidak sengaja bertemu dan lalu memutuskan untuk minum cofee bersama. Itu saja…” Jelas Eunsoo.

“Oh, Tuhan… Eunsoo-ah!! Itu jelas hal yang luar biasa…. Bagaimana bisa kau menjawab hal seperti itu dengan tenang. Sementara yang lain menggosipkan kalian berdua itu pacaran…” Ujar Neulrim kemudian.

“Pacaran?!” Eunsoo lagi-lagi terlihat begitu terkejut. “Itu tidak mungkin! Mereka itu terlalu mengada-ada…”

“Bagaimana tidak di sebut pacaran jika kalian berdua terlihat mengobrol di café. Berdua saja, Eunsoo-ah! Berdua!! Sedangkan kau dan Kyuhyun sajangnim kan hanya sebatas atasan dan bawahan. Selebihnya kalian tidak terlalu dekat sebelumnya kan??”  Ucap Neulrim terlihat begitu ngotot.

“Lalu? Tidak ada salahnya kan atasan dan bawahannya mengobrol sebentar saat di luar kantor? Itu bukan berarti kita pacaran, Neulrim-ya…” Eunsoo lalu beranjak dari duduknya dan mengambil sebuah map hijau.

“Sudahlah, Aku harus segera memberikan map ini pada Kyuhyun Sajangnim. Aku tidak ingin terkena ancaman pecat lagi darinya…” Ujar Eunsoo dan kemudian berlalu begitu saja tanpa mengabaikan panggilan Neulrim.

*             *             *

Knock… Knock… Knock…

“Masuk…”

Eunsoo membuka pintu yang baru saja diketuknya itu lalu ia pun bergegas masuk dan meletakkan map hijau yang tadi di bawanya.

“Ini berkas yang anda inginkan, Tuan…” Ucap Eunsoo sopan.

“Yah, Terima kasih…” Ujar Kyuhyun tanpa menoleh padanya.

Untuk beberapa saat Eunsoo terdiam di tempatnya, Jujur saja ia merasa sedikit kecewa saat melihat sikap Kyuhyun yang kembali dingin padanya.

“Kalau begitu saya permisi dulu…” Ucap Eunsoo seraya berbalik.

“Eunsoo-ssi…” Panggil Kyuhyun saat Eunsoo hendak menyentuh kenop pintu tersebut.

“Yah?” Tanya Eunsoo kembali berbalik.

“Ehm…” Kyuhyun terdiam sesaat. “Maukah nanti siang kau makan bersamaku?” Tawar Kyuhyun yang langsung membuat kedua mata Eunsoo membulat.

“De?!” Kagetnya.

“Jika kau tidak mau juga tidak apa…” Sela Kyuhyun.

“Ah, Bukan begitu. Hanya saja…”

“Baiklah kalau begitu itu tandanya kau menyetujuinya…” Jawab Kyuhyun lagi tanpa mau mendengar ucapan Eunsoo hingga selesai.

“Tapi…”

“Kenapa? Kau keberatan?” Tanya Kyuhyun terdengar sedikit menekankan nada suaranya.

“Ah, Tidak…” Eunsoo menggeleng singkat.

“Hm, Baiklah kalau seperti itu. Kau bisa kembali bekerja sekarang…” Ucap Kyuhyun kemudian.

“De…” Dengan perasaan yang begitu campur aduk akhirnya Eunsoo lagi-lagi tak bisa menolak permintaan Kyuhyun yang justru malah membuatnya terkejut.

Dan benar saja apa yang dikatakan Kyuhyun barusan, Tiba-tiba saja di saat Eunsoo, Neulrim dan Eunhyuk baru saja akan menyantap makan siang mereka di kantin kantor mereka itu. Kyuhyun muncul membuat mereka bertiga terkejut terlebih lagi Eunsoo.

“Boleh aku bergabung di sini?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Ah, De. Sajangnim…” Neulrim mengangguk singkat.

Kyuhyun langsung mengambil posisi tepat di hadapan Eunsoo, Gadis yang masih tetap memandangnya dalam diam.

“Err… Neulrim-ah… Sebaiknya kita makan di tempat lain saja. Biarkan Eunsoo dan Kyuhyun Sajangnim berdua di sini saja… Mungkin memang benar mereka ada hubungan khusus…” Bisik Eunhyuk.

“Kau benar juga, Lebih baik kita pergi saja…” Neulrim mengangguk meng-iyakan. “Sajangnim. Sepertinya kita harus pergi sekarang… Ada sesuatu yang tertinggal di kantor..” Bohong Neulrim.

“Begitukah? Baiklah…” Jawab Kyuhyun tanpa keberatan sedikitpun.

Tapi tidak dengan Eunsoo yang langsung menatap mereka berdua curiga. “Kalau begitu aku ikut…” Pinta Eunsoo.

“Tidak… Kau disini saja bersama Kyuhyun Sajangnim. Bukankah tidak baik meninggalkan seorang atasanmu sendiri saja di sini. Itu namanya tidak sopan…” Suruh Eunhyuk setengah berbisik pada Eunsoo.

“Tapi…”

“Sudahlah, Jangan seperti anak kecil!” Sela Eunhyuk dengan santai dan lalu menarik tangan Neulrim untuk segera pergi dari tempat tersebut.

“Aish!! Kenapa mereka seperti itu padaku…” Keluh Eunsoo kesal.

“Kenapa? Apa kau tidak suka saat melihatku ada di sini? Risih?!” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Bukan begitu… Sajangnim. Hajiman…”

“Bukankah sebelumnya aku pernah bilang jika kau tidak perlu bersikap se-formal itu jika sedang tidak di dalam kantor…” Sela Kyuhyun yang langsung membuat Eunsoo terdiam.

Dapat Eunsoo sadari beberapa pasang mata kini tengah memperhatikan mereka berdua sambil berbisik-bisik. Sedangkan Kyuhyun? Dia tetap santai melahap makan siangnya berbeda sekali dengan Eunsoo yang terlihat begitu tegang.

“Tidak usah di pedulikan…” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Eh??” Eunsoo terdiam menatap bingung pada Kyuhyun.

“Waktu makan siang sudah hampir habis dan jika kau tidak menghabiskannya sekarang. Maka kau akan terlambat masuk…” Ujar Kyuhyun tanpa mengulang ucapan pertamanya.

Eunsoo melirik jam tangannya. “Ah, Benar…” Ia pun mulai melahap makan siangnya tanpa merasa canggung lagi pada Kyuhyun.

Dan tanpa Eunsoo sadari ntah kenapa Kyuhyun tersenyum kecil saat melihat sikap Eunsoo yang sejujurnya mengingatkannya pada sikap Haneul yang terkadang selalu seperti itu.

*             *             *

Hari demi hari, Perubahan sikap Kyuhyun pada Eunsoo semakin terlihat. Meskipun terkadang ia selalu bersikap dingin tapi sikap tiba-tibanya yang selalu mengajak Eunsoo makan siang bersama dan bahkan menawarkan diri untuk pulang bersamanya lah yang berbeda.

Tidak dapat dipungkiri Eunsoo begitu senang dengan sikap Kyuhyun, Lelaki yang selama ini di sukainya bahkan sekarang ia bertambah sukapadanya. Tapi dia juga cukup terkejut akan perubahan sikap Kyuhyun yang diluar dugaannya itu. Bahkan membuat beberapa karyawan lainnya iri padanya dan berfikiran jika sebenarnya mereka berdua itu berpacaran diam-diam.

“Eunsoo-ah…” Panggil Neulrim sambil duduk di sebelahnya.

“Ada apa?” Tanya Eunsoo bingung.

Neulrim terdiam, “Sebenarnya… Kau dan Kyuhyun Sajangnim itu berpacaran atau tidak sih? Kenapa kau tidak mau mengaku saja??” Eunsoo menghela nafas panjang saat mendengar pertanyaan Neulrim yang selalu sama seperti biasanya.

“Sudah kukatakan padamu kan, Neulrim-ya. Jika aku ini tidak ada hubungan apa-apa dengan Kyuhyun Sajangnim… Mungkin kami hanya dapat di bilang sebagai teman…” Jelas Eunsoo.

“Tidak mungkin!! Kalian itu terlihat seperti sepasang kekasih!!” Bantah Neulrim tetap bersikeras dengan pendapatnya.

“Hah… Sudahlah jika kau tidak percaya!” Kesal Eunsoo.

Melihat sikap Eunsoo yang sudah kesal padanya. Neulrim pun tak ingin menambah kekesalan Eunsoo lagi dengan bertanya hal yang sama.

“Baiklah… Baiklah… Aku percaya…” Sahut Neulrim kemudian. “Tapi… Kau harus jawab satu pertanyaan padaku… Dengan jujur!!” Ujar Neulrim sedikit memberi penekanan pada perkataan yang terakhir.

“Apa?”

“Ehm… Apakah sebenarnya selama ini kau menyukai Kyuhyun Sajangnim?” Tanya Neulrim kemudian.

“Mwo?!!” Eunsoo terdiam sesaat.

“Ayolaaah… Jawab aku dengan jujur!” Pinta Neulrim.

Untuk beberapa saat Eunsoo hanya diam dan pada akhirnya dia berkata, “Yah… Tidak dapat di pungkiri. Sebenarnya aku memiliki perasaan yang khusus padanya…”

“Benarkah?!” Tanya Neulrim tak percaya.

“De…” Eunsoo mengangguk singkat.

“EKHEM!!”

Keduanya langsung berbalik saat mendengar suara deheman seseorang yang sudah sangat mereka hapal dan benar saja, Kini Kyuhyun sudah berdiri di hadapannya dengan ekspresi yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata.

“Sajangnim!!” Kaget mereka berdua dan langsung beranjak dari duduknya.

“Eunsoo-ssi, Bisa kita bicara di ruanganku sekarang?!” Tanya Kyuhyun kemudian seakan mengabaikan keterkejutan mereka berdua.

“De…” Buru-buru Eunsoo mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang sedangkan Neulrim ia merasa bersalah karena harus menanyakan hal seperti itu pada Eunsoo tanpa menyadari akan kehadiran Kyuhyun dibelakang mereka berdua.

“Aish!! Ini semua salahku, Ppabo!!” Rutuk Neulrim pada dirinya sendiri.

<Kyuhyun PoV>

Kini Eunsoo berdiri dihadapanku dengan kepala yang tertunduk begitu persis saat dulu aku memecatnya. Sesungguhnya, Aku kesal padanya saat ini. Ntah kenapa aku marah padanya saat mengatakan pada Neulrim jika dia suka padaku. Tapi ntah kenapa di lain sisi aku juga cukup senang saat mendengar hal itu. Ah, Kenapa perasaanku ini jadi tidak menentu?!!

“Eunsoo-ssi…” Panggilku kemudian membuatnya sedikit mengangkat kepalanya.

“Maaf…” Itu kata pertama yang ia lontarkan sebelum aku sempat berbicara. “Maaf, Karena saya telah lancang telah menyukai anda, Sajangnim…”

DEG!!

Aneh, Rasanya kenapa begitu sakit saat mendengarnya mengungkapkan penyesalannya itu dengan nada yang begitu lirih.

“Yah…” Akhirnya aku menjawab. “Aku juga bukan ingin mempermasalahkan hal ini, Eunsoo-ssi… Hanya saja aku tidak mau kau menyalah artikan sikapku yang baik padamu selama ini. Aku hanya merasa nyaman saja jika memiliki teman seperti itu, Tapi bukan berarti aku menyukaimu. Kau mengerti kan?” Jelasku dan ia mengangguk kecil.

“Aku mengerti…” Oh tuhan… Kenapa nada suaranya begitu lirih.

“Lagipula kau tidak perlu mendengarkan gosip yang lain. Mereka mungkin hanya iri karena kau bisa berteman denganku!” Ucapku seakan angkuh. Aku sadar hal itu, Tapi aku tidak benar-benar tidak bisa mengontrol diriku sendiri sekarang.

“Yah… Kita memang hanya teman tak lebih…” Ungkapnya sambil tersenyum kecil padaku.

Senyum itu… Hah!! Kenapa aku merasa tenang saat melihat senyumnya yang seperti itu. Oh, Ayolah Cho Kyuhyun! Kau tidak mungkin merasa simpati pada gadis itu kan?? Atau… Apakah mungkin kau mulai menyukainya?!! Tidak-tidak!! Itu tidak mungkin, Aku tidak mungkin mengkhianati Haneul.

“Aku permisi dulu, Sajangnim…” Aku melihat Eunsoo yang berbalik dan aku berani bersumpah jika aku melihatnya meteskan air mata!! Cho Kyuhyun… Kenapa kau menjadi lelaki yang begitu brengsek saat ini dan bahkan membuat seorang gadis menangis di hadapanmu.

“Yah…” Singkatku tanpa harus menoleh padanya lagi, Ntahlah. Aku merasa aku tak dapat melihatnya pergi begitu saja itu seakan membuat dadaku terasa semakin sesak.

*             *             *

Satu minggu, Sudah selama itu aku tak pernah lagi saling menyapa, mengobrol atau apapun dengan Eunsoo. Jujur, Aku menghindarinya. Tapi ntah kenapa semakin aku menghindarinya maka aku semakin merasa sakit. Pernah saat itu aku sempat tidak konsen saat sedang melakukan meeting dan lebih bodohnya lagi, Saat itu aku sedang memikirkan gadis yang benar-benar membuatku gila akhir-akhir ini. Park Eunsoo.

CKLEK!!

“Sajangnim…” Aku segera mengangkat kepalaku melihat siapa yang masuk dan ternyata dia adalah Neulrim.

“Yah, Ada apa?” Tanyaku kembali fokus pada komputer di hadapanku. Hah… Aneh! Kenapa lagi-lagi aku berharap orang yang masuk itu adalah Eunsoo??

“Saya ingin memberikan berkas ini pada anda…” Neulrim memberikan sebuah map abu-abu.

Kubuka berkas tersebut dan mengecek-ngeceknya satu persatu. Tapi tunggu!! Hey, Bukankah ini tugas Eunsoo?? Kenapa harus Neulrim yang menyerahkannya padaku. Apa sekarang juga gadis itu menghindariku?!

“Bukankah ini tugas Eunsoo?? Kenapa harus kau yang menyerahkannya?!” Tanyaku penuh selidik.

Neulrim mengerutkan keningnya dan menatapku seolah bingung, “Bukankah anda sendiri yang memintaku menggantikan tugas-tugasnya karena sudah sejak tiga hari yang lalu Eunsoo tidak masuk karena sakit…” Ungkapnya.

Sakit?!! Benarkah?!! Kenapa aku baru sadar sekarang?!. Aku terdiam masih tetap memandang berkas-berkas di hadapanku, Sebisa mungkin aku menahan perasaanku ini.

“Oh, Begitukah? Maaf… Aku lupa!” Jawabku setenang mungkin.

“De, Gwenchana. Sajangnim…” Setelah aku menandatangani berkas tersebut, Neulrim lantas pergi dari ruanganku ini.

“Eunsoo?? Di sakit? Apa karenaku??” Aku terdiam, Memandang frame foto aku dan Haneul. Ntah aku sadar atau tidak, Tapi seingatku semenjak aku mengenal Eunsoo aku bahkan jarang melihat foto ini lagi.

“Haneul-ah… Apa yang harus aku lakukan?” Batinku bingung dengan perasaanku sendiri.

*             *             *

<Author PoV>

Kyuhyun berdiri di sebuah ruang putih, Ia melirik keseluruh penjuru dan tak mendapati siapapun di tempat itu.

“Kyuhyun-ah…”

Seakan begitu hapal dengan suara tersebut, Kyuhyun menoleh dan mendapati seorang gadis yang tak asing lagi baginya kini berdiri di hadapannya sambil tersenyum.

“Haneul-ah…” Kyuhyun berjalan mendekati gadis itu namun gadis itu menjauh. “Kenapa?” Bingung Kyuhyun saat melihat sikap Haneul yang menjauhinya.

“Kau takkan pernah bisa menggapaiku lagi, Kyuhyun-ah. Kita sudah berbeda alam… Kita berbeda. Kau masih hidup dan aku sudah mati…” Ungkap Haneul tetap tenang.

“Apa?” Kyuhyun menatap Haneul tak percaya.

“Kyuhyun-ah… Mulai saat ini lupakanlah aku. Jangan pernah ingat lagi aku, Itu hanya akan menyakitimu… Lebih baik kau lihat sekelilingmu dan sadarilah sesuatu…”

“Apa yang kau katakan?! Aku tidak mengerti… Kenapa kau berkata seperti itu?! Apakah sebenarnya kau sedang marah padaku?” Kyuhyun menatap Haneul sendu.

Haneul menggelengkan kepalanya singkat. “Tidak… Aku tidak marah padamu. Tapi justru aku ingin menyandarkanmu atas perasaanmu, Kyu-ya…” Haneul menggantungkan ucapannya.

“Tak seharusnya kau memaksakan diri untuk tetap mencintaiku yang sebenarnya sudah tak ada di dunia ini, Kyuhyun-ah. Kau harus menerima hal itu, Aku sudah mati!! Dan seharusnya kau sadar, Jika ada seseorang yang menyukaimu dan bahkan kau pun mulai menyukainya…” Tambah Haneul menjelaskan semuanya namun itu seakan tak menyadarkan Kyuhyun.

“Apa yang kau maksud?! Aku tidak pernah memaksakan diri!! Aku memang mencintaimu, Haneul-ah…” Bantah Kyuhyun.

“Lalu gadis itu??” Haneul menunjuk seorang gadis yang ntah sejak kapan telah berdiri di belakang Kyuhyun sambil tersenyum manis.

Kyuhyun menoleh dan terkejut saat melihat Eunsoo tengah berjalan perlahan mendekatinya sambil tetap tersenyum. Senyum yang sama seperti yang selalu ia suka.

“Eunsoo-ssi??” Kaget Kyuhyun.

Gadis itu tak menjawab ia hanya menghentikan langkahnya dan seakan menunggu Kyuhyun untuk berdiri di sisinya, Menghampirinya dan lalu memeluknya dengan erat.

“Pergilah bersamanya, Kyu-ya. Kau pantas bersamanya, Apa kau tidak sadar jika selama ini kau telah jatuh cinta padanya?? Hiduplah bersamanya… Bahagiakanlah gadis itu sama seperti saat kau bersamaku, Bahkan kau harus lebih membahagiakannya…” Ujar Haneul kemudian membuat Kyuhyun kembali menoleh padanya.

“Tapi aku tidak mencintainya! Aku hanya mencintaimu, Haneul-ah…” Kyuhyun bersikeras dengan pendapatnya itu.

“Tidak… Kau salah. Kau mencintainya, Kyuhyun-ah. Percayalah padaku…” Perlahan-lahan tubuh Haneul mulai menghilang membuat Kyuhyun terkejut. “Berjanjilah padaku untuk bahagia bersamanya, Kyuhyun-ah. Berjanjilah…”

Ucapan itu seakan ucapan terakhir Haneul hingga akhirnya ia pun menghilang tanpa bisa Kyuhyun sentuh sebelumnya. Lelaki itu terdiam, Tak terima jika harus kehilangan gadis itu lagi meski hanya dalam mimpinya. Namun tiba-tiba sesuatu yang hangat dan membuatnya nyaman langsung memeluknya dengan erat dan saat Kyuhyun melihat seseorang yang memeluknya itu, Ia terdiam.

“Eunsoo-ah…” Ucapnya lirih.

DEG!!

Kyuhyun terbangun dari tidurnya, Ia melihat sekelilingnya ternyata tadi ia sempat tertidur karena terlalu lelah. Dilihatnya hari sudah mulai gelap dan waktu telah menunjukkan jam 8 malam.

“Haneul-ah…” Gumamnya pelan. “Benarkah aku… Mencintai Eunsoo?? Benarkah itu?? Aku benar-benar bingung…”

*             *             *

Ntah apa yang membawa Kyuhyun hingga kini ia berada tepat di depan Apartement Eunsoo. Tapi ia tidak melakukan apapun selain diam dan diam.

Beberapa kali seorang security di tempat itu menatapnya curiga, Namun Kyuhyun seakan mengacuhkannya dan berharap jika ia dapat melihat Eunsoo sedikit saja. Dia merasa khawatir akan gadis itu saat ini.

CKLEK!!

Pintu terbuka dan dapat ia lihat Neulrim yang baru saja keluar, Ia bersembunyi di belokan lain dan dapat ia lihat wajah Eunsoo yang begitu pucat. Cukup lama mereka mengobrol di depan pintu hingga akhirnya Neulrim pergi.

Akan tetapi di saat Eunsoo akan menutup pintu apartementnya sesuatu menahannya dan saat ia sadar dengan orang tersebut dia hanya terdiam mematung.

“Kyuhyun Sajangnim…” Kagetnya.

<Eunsoo PoV>

“Kyuhyun Sajangnim…” Kagetku saat melihat Kyuhyun telah berdiri di hadapanku dan menahan pintu apartementku dengan satu tangannya.

“Kudengar kau sakit. Apa sekarang sudah baik-baik saja?” Kudengar ia bertanya seakan tak sadar dengan keterkejutanku ini.

“Ah yah… Aku sudah lebih baik sekarang…” Jawabku seadanya.

Aku membuka lebih lebar pintu apartementku untuk mempersilahkannya masuk tapi dia menolak masuk.

“Aku hanya tidak sengaja lewat sini dan tidak sengaja ingat akan kondisimu di tambah lagi kau tidak masuk selama tiga hari ini. Jadi aku berniat untuk menjengukmu… Tapi jika melihatmu sudah sehat seperti ini. Sepertinya kau memang tidak apa-apa…” Ujarnya.

Sakit. Jujur aku merasa sakit saat dia mengatakan hal itu. Tapi benar juga, Untuk apa aku mengharapkan jika dia memang sengaja menjengukku?? Kau terlalu berharap, Park Eunsoo!

“Kalau begitu… Aku pergi dulu. Permisi…” Pamitnya dan tanpa menoleh sedikitpun ia pergi begitu saja.

*             *             *

<Author PoV>

“Bodoh!! Bodoh!!” Kyuhyun merutuki dirinya sendiri sambil membanting stir mobilnya dengan cukup keras. “Kenapa kau malah berkata sedingin itunya, Cho Kyuhyun?!!” Kesalnya pada dirinya sendiri.

Kyuhyun mulai turun dari mobilnya, Ia memasuki kembali perusahaannya. Saat ini dia benar-benar tak ingin pulang dan lebih memilih menyendiri di kantornya itu. Namun langkahnya terhenti saat melihat meja kerja Eunsoo, Perlahan ia pun mendekati meja tersebut dan duduk di kursi yang biasa Eunsoo gunakan.

“Kenapa aku melakukan ini? Benarkah aku mencintainya??” Batin Kyuhyun.

Pandangannya langsung tertuju pada sebuah frame yang sedikit tertutupi dengan beberapa kertas yang Eunsoo tempelkan dekat komputernya.

Kyuhyun langsung meraih frame tersebut dan kedua matanya membulat saat menyadari siapa yang ada di foto tersebut. “Dia… Eunsoo dan… Haneul?!!” Kyuhyun mematung. Ingatannya langsung kembali pada saat ia bertemu dengan Eunsoo.

Senyumannya, Sikapnya, Pertemuannya di makam itu, Bahkan wajah Eunsoo terkadang mengingatkan Kyuhyun pada Haneul.

“Apakah… Ini yang kau maksud, Haneul-ah??” Gumamnya pelan.

Dan tanpa berfikir panjang lagi, Kyuhyun langsung beranjak dari duduknya berlari sekencang mungkin menuju mobilnya di parkir. Lalu tak berapa lama mobilnya pun melaju dengan kencang menuju Apartement Eunsoo kembali.

Knock…. Knock… Knock…

Kyuhyun mengetuk pintu apartement Eunsoo tak sabar. Dan tak berapa lama pintu apartement Eunsoo terbuka dan terlihat gadis itu yang kembali terkejut saat melihat Kyuhyun yang berdiri di hadapannya dengan nafas yang tersenggal-senggal.

“Kyuhyun-ssi?? Maksudku… Kyuhyun Sajangnim…” Ralat Eunsoo.

“Eunsoo-ah… Naega… Naega…” Kyuhyun masih mencoba mengatur nafasnya yang terputus-putus.

“Waeyo??” Bingung Eunsoo saat melihat Kyuhyun dalam keadaan yang cukup berantakan seperti itu.

SRET!!

Tanpa menjawab ucapan Eunsoo terlebih dulu, Kyuhyun langsung menarik tubuh gadis itu dan memeluknya erat, Yang tentu saja sontak mengejutkan Eunsoo.

“Sajangnim…” Ujarnya mencoba melepaskan pelukan Kyuhyun.

“Kali ini saja… Kabulkan permintaanku lagi. Kumohon… Bisakah??” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Eh?? Apa maksudmu??” Tanya Eunsoo terlihat bingung sambil tetap mencoba melepaskan pelukan Kyuhyun yang terbilang erat itu.

“Pertama… Mulai saat ini panggilah aku dengan sebutan informal. Dan kedua… Apakah sebenarnya kau mencintaiku? Jawablah aku, Eunsoo-ah…”

DEG!!

Eunsoo langsung terdiam saat mendengar ucapan Kyuhyun. “A-Apa yang baru saja anda katakan? Aku tidak mengerti!” Bantah Eunsoo.

“Aku… Aku mencintaimu, Eunsoo-ah…” Bisik Kyuhyun lembut.

“Kyuhyun-ssi…” Kagetnya masih terpaku dan bahkan kini debaran jantungnya terasa semakin kencang.

“Aku mencintaimu, Eunsoo-ah. Mungkin aku terlambat karena baru menyadarainya sekarang. Tapi sebenarnya aku mencintaimu, Eunsoo-ah… Maukah kau menerimaku?” Ucap Kyuhyun setelah melepaskan pelukannya.

Untuk beberapa saat Eunsoo terdiam hingga akhirnya sebuah senyuman terukir di bibirnya dan lalu ia pun mengaguk singkat.

“Aku juga, Mencintaimu. Kyuhyun-ah…” Jawabnya kemudian membuat senyum Kyuhyun semakin terkembang. Tak berapa lelaki itu kembali memeluknya dengan erat, Membuat Eunsoo kembali terkejut tapi sekaligus senang. Dia benar-benar tak menyangkan jika hal yang selama ini di impikannya akan menjadi kenyataan.

*             *             *

Kini, Kyuhyun dan Eunsoo telah berada di depan makam Haneul. Ini sudah genap dua bulan mereka telah menikah dan untuk kesekian kalinya pula mereka datang ke makam Haneul. Eunsoo pun sudah mengetahui Kyuhyun sebagai tunangan Haneul saat itu. Awalnya dia memang merasa tidak enak pada alm.saudaranya itu tapi Kyuhyun meyakinkan jika justru Haneul lah yang membuat mereka sampai saat ini. Dia yakin akan hal itu.

“Haneul-ah… Gomawo. Kau telah memberikan Eunsoo padaku dan membuatku sadar, Jika ternyata aku memang mencintainya… Terima kasih, Haneul-ah…” Ucap Kyuhyun lembut seraya menoleh pada seorang gadis yang tengah tersenyum lembut padanya sambil memeluknya dari belakang. “Dan aku berjanji akan hidup bahagia bersamanya…” Tambahnya lagi.

“Aku juga, Berjanji akan menjaganya untukmu, Haneul-ah…” Ucap Eunsoo sambil terkekeh kecil karena Kyuhyun mengacak rambutnya lembut.

The End…

Note : Aaaaaaaaaahhhh~~ Mianhe kalo endingnya GAJE!! Dan terkesan terburu-buru tapi idenya emang udah segini… LoL Wkwkwkwkwkwkwkwk. Buat para readers dan terutama Park Eunsoo yang tak lain Ummaku yang me-request ff ini… Mohon komentarnya yaaaaahhhhh… ^^ *Hug reader atu2*

Iklan

72 thoughts on “When You Come (Sequel Don’t Leave Me) Part.2/2

  1. sosweet n happy ending, akhir.a kyu eunso nikah jga ^^

    tpi suher eon, pertama.a mah meni gemez ama kyu, g mau ngaku pas udh suka sama eunsoo, tpi untung haneul dtg ke mimpi.a kyu, dan akhir.a kyu sadar sbnr.a kyu jga bner2 cinta ama eunso hehehe

    DAEBAK eon 🙂

    • Kan ceritanya mesraaa dah suami isteri… XP
      Hahahahahahaha

      Jinja?? Yahhh… Syukur deh kalo emang Umma suka… ^^

      (“-___-)
      Ini aja udah perang batin Umma… LoL XD
      Secara dalam pikiran Haneul mulu… #PLAK Hahahahahaha

  2. So sweet banget >_< suka deh karakter kyuhyun nya. Kebayang banget ekspresi kyuhyun. Huaaa…. My hubby. Ff nya bagus eonnie. Singkat tapi bermakna. Suka suka suka!!

  3. happy ending..^^
    suka banget, simple. gak da kesan tergesa2 ato buru2 kok..
    suka gemes liat kelakuan kyuhyun, dingin n babo’y gak ketulungan, haha

  4. romantis endingnya….tp maff y chingu aq cma sdikit kritik aja kq soal kyu n eunsoo krng mesra n mnrut aq klu bsa chingu buat aftonya donk tntang khdupan prnikhan mrka…mian y mngkin prmintaannya sulit tp klu gk pnya ide utk buat gk apa kq mini jg udh bgus n romantis endingnya…..hwaiting chingu…^ u ^

  5. akhir na kyu dapat pengganti na jg..
    kasian memikirkan haneul trus..
    tapi eunsoo na koq mau2 aja ya nerima kyu..
    kesan na kyu nganggap eunsoo tu sbg pengganti na haneul..
    krn kyu nembak eunsoo pas nyadar klo dia sepupu na haneul..
    klo bkn sepupu haneul berarti kyu ga mau nerima donk..
    yg pntg mereka dah hidup bahagia deh.. hehehe

  6. Horeee happy end \(´▽`)/ *yaiyalah, kalo enggak bisa dicekik sama Vina #plakk*

    Ih Kyuuuuu dirimu dirimu dirimuuuuuu menggemaskan!!! Sikap sok dinginnya minta dipeluk biar anget 🙂 *dicekik Vina*

    Haneuuullll… RIP y sayaaang… N happy wedding for SooKyu 🙂

  7. g kok g gaje,,kdang hidup jg gtu loh. Dr awal kyuhyun jaim bgt eh ksni2 gr2 tkut nyesel akhirny lunturlah egonya dan kejaimannya. Haha…seru2

  8. eonni, ff nya udah bagus. Tp ada satu yang kurang.
    Yap! komfliknya kurang ‘hot’
    Ok itu ajj.
    gamsahamnida and terus berkarya !

  9. Prtengahan crta nyesek ni rada mw ngeluarin air mata gt …
    tp endingx bikin lega kmbali…hhh..,in the end…
    I like it Ntaa^^

  10. Happy ending yeay..prok..prok..prok..
    sempet kesel ma kyu abisnya kbanyakan gengsi niy kyu..tapi akhirnya kyu sadar jga ma prasaannya..

  11. happy ending ya ? sedikit gk rela sih sbenerny klo kyuhyun sama eunsoo, n alurnya mnurutq trlalu dipaksaiin eonni, mulai dr haneul yg punya saudara dari jpang, gk ada penjelasan sebelumnya menurutq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s