Love In The Summer (Part.14)

Dua hari kemudian…

“Miyoung-ah…” Eunsoo berlari kecil menghampiri Miyoung yang baru saja keluar dari ruang pasien.

“Oh, Ne. Waeyo?” Sahut Miyoung singkat tanpa menoleh padanya karena pandangannya terus tertuju pada catatan kondisi pasien yang sedang di tanganinya itu.

“Hanya ingin menyapamu saja, Rasanya sudah lama sekali kita tidak pernah mengobrol berdua seperti dulu…” Ucap Eunsoo sambil mengikuti langkah Miyoung dengan berdiri di sampingnya. “Akhir-akhir ini aku tidak pernah melihatmu bersama Zhoumi, Apa kalian ada masalah?” Tanya Eunsoo kemudian.

“Tidak ada…”

“Benarkah??”

“Yah…”

Eunsoo mengerutkan keningnya, Menatap Miyoung yang menurutnya sedikit berbeda kali ini. “Kau benar-benar ada masalah dengannya kan, Miyoung-ah??” Tanya Eunsoo lagi yang tidak mengetahui jika Zhoumi dan Miyoung hanya sekedar berpura-pura berpacaran.

“Sudah kubilang tidak…” Miyoung masih tetap focus pada data yang sedang di pegangnya itu.

SRET!!

Eunsoo langsung mengambil data tersebut dengan paksa membuat Miyoung langsung menoleh padanya namun tak sedikitpun gadis itu terlihat marah.

“Kau ini kenapa seperti ini sih?! Aneh… Baru beberapa hari yang lalu aku mengenalmu sebagai gadis yang cerewet sejak mengenal seorang lelaki bernama Zhoumi! Dan sekarang kau menjadi gadis yang dingin lagi!” Kesal Eunsoo pada sikap Miyoung yang cuek.

Tanpa menjawab terlebih dulu, Miyoung malah mengambil data tersembut kembali. “Kau tidak perlu mengurusiku, Eunsoo-ah. Seharusnya kau urusi saja hubunganmu itu dengan Sungmin. Jangan berlagak seperti gadis kuat, Aku tahu kau masih menyukainya…” Sahut Miyoung kemudian dan pergi meninggalkan Eunsoo yang langsung terdiam.

“Ya… Miyoung-ah!!” Panggil Eunsoo saat tersadar dari kediamannya namun Miyoung tak berbalik sedikitpun. “Hah… Sebegitu terlihatnya kah perasaanku yang sebenarnya ini?” Gumam Eunsoo pelan.

Drt… Drt… Drt…

Eunsoo langsung mengangkat telepon yang masuk saat merasakan ponselnya bergetar. “Yoboseyo…” Jawabnya kemudian.

“…”

“Untukku??”

“…”

“Ah, Ya sudahlah… Jam 7 malam nanti juga aku akan pulang…”

“…”

“De…” Eunsoo memutuskan sambungan teleponnya. “Kiriman untukku?? Dari siapa??” Bingung Eunsoo.

“Ah, Sudahlah! Nanti juga aku tahu…” Eunsoo kembali melanjutkan langkahnya, Tapi langkahnya terhenti saat melihat satu ruangan yang tak lain adalah ruang kerja Sungmin. “Sudah dua hari ini aku tidak bertemu dengannya… Apakah dia baik-baik saja??” Batinnya mengingat Sungmin.

**Love In The Summer**

“Ah, Onnie!! Apakah aku harus berdandan seperti ini?!!” Keluh Haneul saat dipaksa Raena memakai sebuah dress panjang dengan tali spaghetti dilehernya.

“Hey… Kau terlihat cantik dengan pakaian seperti ini!” Raena membalikkan tubuh Haneul dan tersenyum tipis. “Bukankah kau harus tampil sebaik mungkin dihadapan Ummamu sendiri? Kau rindu padanya bukan??”

Haneul terdiam dan tak berapa lama ia pun mengangguk singkat sambil membalas senyuman Raena. “Baiklah… Untuk hari ini saja aku mau memakai pakaian seperti ini…” Sahutnya kemudian.

“Yah, Aku berjanji takkan memaksamu memakan pakaian yang seperti ini lagi…” Jawab Raena sambil beranjak dari tempat itu dan meraih sepatu high heels. “Kau pakai ini juga, Yah…” Pintanya kemudian.

“Hm…” Sahut Haneul malas.

Raena hanya dapat tertawa kecil saat melihat sikap Haneul yang menurutnya benar-benar kekanak-kanakan. Hingga akhirnya teriakan Heechul terdengar jelas oleh mereka berdua.

“Ya… Haneul-ah! Raena-ah!! Ppalliwa…” Teriak Heechul dari ruang tengah.

“De… Chakkaman…” Balas Raena kemudian dan kemudian mengajak Haneul untuk pergi menghampiri Heechul.

Keduanya lantas bergegas pergi menuju rumah Ny.Kim yang tak lain adalah Ibu Heechul dan Haneul. Mereka bertiga saat ini memang sengaja mengunjunginya untuk memenuhi keinginan Ny.Kim yang meminta mereka datang.

“Kalian sudah datang??” Tanya Ny.Kim saat baru saja turun dari tangga dan menghampiri mereka bertiga yang telah tiba dirumahnya.

Heechul dan Haneul masih terdiam seperti masih ada sedikit perasaan kesal pada Ummanya ini namun tidak dengan Raena yang tersenyum padanya.

“Ne, Ahjumma…” Balas Raena ramah.

“Baiklah… Bagaimana jika kita mengobrol sambil makan malam saja??” Ajak Ny.Kim tanpa basa-basi terlebih dulu.

“Sepertinya itu ide yang bagus, Aku memang sudah lapar!” Celetuk Haneul.

Ny.Kim segera menutup mulutnya mencoba menahan tawanya, Haneul dan Heechul yang melihat hal itu hanya menatap Ny.Kim tak percaya.

“Ah, Maaf…” Ujar Ny.Kim kemudian mencoba menyembunyikan tawanya itu. “Aku hanya tidak dapat menahan tawaku saat melihat Haneul ternyata masih sama seperti anak kecil…” Tambahnya kemudian.

DEG!

Haneul terdiam, Merasa tersentuh dengan ucapan Ny.Kim. Ntah kenapa perasaan kesalnnya itu langsung lenyap begitu saja.

“Umma…” Lirihnya.

“Kemarilah, Nak… Umma sudah sangat merindukanmu…” Ny.Kim merentangkan kedua tangannya dan langsung disambut pelukan hangat dari Haneul.

“Umma… Nan cheongmal bogoshipeo…” Ucap Haneul seakan tak dapat menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.

“Nado, Haneul-ah. Mianheyo… Selama ini Umma telah bersikap dingin padamu dan juga Heechul… Mianhe…” Tetesan air mata mulai mengalir dari kedua sudut mata Ny.Kim.

Raena menoleh pada Heechul yang tengah mencoba menyembunyikan air matanya dengan melihat arah lain. Ia pun mendekati Heechul dan berbisik, “Heechul-ah… Apakah kau tidak ingin memeluk Ibumu juga?”

“Mwo??” Heechul menoleh pada Raena yang justru tetap tersenyum padanya.

“Peluklah dia, Heechul-ah…” Suruh Raena sambil mendorong pelan tubuh Heechul.

Dan dengan perlahan, Heechul pun mulai melangkahkan kakinya. “Umma…” Panggilnya.

“Heechul-ah…” Ny.Kim melepaskan pelukannya pada Haneul dan tersenyum tipis pada Heechul. “Mianheyo, Aku sudah bersikap egois selama ini…”

“Anniyo…” Heechul menggeleng singkat. “Aku juga salah karena tetap bersikeras pada keinginanku…” Tambahnya kemudian.

“Tidak… Kau tidak salah, Raena gadis yang baik. Kau tidak salah memilihnya…” Jawab Ny.Kim seraya menoleh pada Raena. “Kemarilah… Aku ingin memeluk kalian semua. Aku benar-benar merindukan kalian…” Ucap Ny.Kim kemudian dan langsung kembali disambut pelukan hangat Heechul, Haneul dan juga Raena.

**Love In The Summer**

TRING!!

Lift terbuka dan kedua pasang mata yang tak asing lagi saling bertemu. “Oh, Miyoung-ah. Annyeong…” Sapa Zhoumi saat keluar dari lift.

“Huh? A-Annyeong…” Balas Miyoung terlihat sedikit salah tingkah dihadapan Zhoumi.

Ntahlah, Sejak mengetahui Zhoumi akan bertunangan dengan gadis lain. Miyoung kembali menjadi tipikal gadis yang dingin, Dan bahkan ia seringkali menghindar dari Zhoumi hanya karena ia selalu merasa dadanya seakan terasa sesak dan ia tak ingin merasakan hal itu. Anehnya, Kenapa Miyoung harus merasakan hal itu? Bukankah seharusnya dia senang karena akhirnya terbebas dari Zhoumi?.

“Bagaimana pekerjaanmu hari ini?” Tanya Zhoumi basa-basi.

“Yah, Seperti biasa…” Sahut Miyoung singkat.

“Apa ada waktu untuk keluar bersamaku??”

“Eh??” Miyoung menoleh pada Zhoumi yang menatapnya lembut, Berbeda dari Zhoumi yang biasanya selalu jail padanya dan kadang menggodanya. “Oh, Tuhan!! Jangan perasaan ini lagi!!” Batin Miyoung saat merasakan detak jantungnya seakan terasa berat.

“Bagaimana? Apakah ingin keluar bersamaku??” Tawar Zhoumi mengulangi.

“Ah… Baiklah… Tapi…” Miyoung sedikit menggantungkan ucapannya.

“Tapi kenapa?” Zhoumi menaikkan sebelah alisnya bingung.

“Apakah… Yoora tidak akan marah padamu jika kau pergi keluar bersamaku?” Tanya Miyoung ragu.

Zhoumi hampir saja tertawa saat melihat wajah Miyoung yang terlihat bingung saat mengatakan hal itu tapi sebisa mungkin dia mengontrol dirinya sendiri. “Oh, Tenang saja… Bukankah dia sudah mengetahuimu sebagai mantan kekasihku? Tenang saja… Yoora, Bukan tipe gadis yang pecemburu…” Jawab Zhoumi kemudian berakting seakan-akan dia benar-benar bertunangan dengan Yoora.

“Ah, Kau benar juga…” Miyoung tersenyum kecut saat mendengar kata ‘mantan kekasih’ yang terlontar dari mulut Zhoumi.

“Jadi, Bagaimana? Apakah kau ada waktu untuk pergi keluar bersamaku sekarang?”

“Hm, Baiklah… Sebentar lagi jam kerjaku selesai…”

“Baiklah. Akan aku tunggu kau jam 7 nanti…” Sahut Zhoumi sambil tersenyum tipis dan berlalu meninggalkan Miyoung, Tapi sebelum itu ia sempat mengacak rambut Miyoung lembut membuat Miyoung langsung terdiam terpaku.

DEG!!

Miyoung membulatkan kedua matanya saat merasakan debaran jantungnya terasa semakin kuat. “Tidak… Tidak!! Kumohon jangan perasaan ini… Kau tidak boleh menyukainya, Shim Miyoung!!” Batinnya seakan berperang dengan perasaannya sendiri.

**Love In The Summer**

“Hah…” Yoora menghela nafas untuk kesekian kalinya. Sejak tadi pikirannya terus berputar memikirkan soal perjodohannya dengan Zhoumi. “Aish!! Eottohkae?!! Kenapa aku tidak bisa menghubungi Umma dan Appa saat ini??” Keluh Yoora terlihat kesal.

Tanpa Yoora sadari, Sejak tadi Henry terus memperhatikannya. Dengan foto masa kecil mereka berdua yang ada di tangan kanannya.

“Bagaimana bisa setelah aku cukup lama menunggumu. Tapi sekarang kau justru telah ditunangkan dengan Zhoumi Hyung…” Gumam Henry pelan. “Aku tidak mau ini terjadi… Aku benar-benar tidak mengharapkan hal ini…”

Kedua mata mereka saling bertemu dan keduanya langsung terlihat salah tingkah saat itu juga. “Henry-ah… Apa yang kau lakukan disitu?” Tanya Yoora kemudian.

“Oh?? I-itu, Itu… B-b-bukan urusanmu!!” Ketus Henry seraya pergi beranjak dari tempat itu membuat Yoora mengembungkan kedua pipinya, kesal.

“Aish!! Benar-benar menyebalkan…” Gerutu Yoora sambil melempar asal bantal yang sejak tadi di peluknya.

SRET!!

Tiba-tiba saja Henry menarik tangannya membuat Yoora langsung menoleh padanya dan menatapnya bingung. “Wae?!” Tanyanya sedikit ketus.

“Ikut aku sekarang…” Ajak Henry kemudian lalu berjalan cepat sambil tetap memegang tangan Yoora memaksa Yoora mengikuti langkahnya.

“Hey… Tapi kita mau kemana?!” Bingung Yoora.

“Sudah ikut saja… Kau akan tahu tempat itu nanti…” Jawab Henry tanpa menoleh sedikitpun dan kemudian mulai melajukan mobilnya.

Ny.Lau yang sebenarnya sudah melihat hal itu sejak tadi hanya dapat tersenyum kecil sambil menggeleng-gelengkan kepalanya singkat.

“Anak bodoh!! Kenapa kedua anakku itu tidak pandai mengungkapkan perasaan mereka sendiri? Sampai-sampai aku yang harus turun tangan…” Pikirnya dan kemudian masuk kedalam rumah.

Henry membawa Yoora kesuatu tempat yang jauh dari keramaian, Namun sadar akan tempat itu Yoora begitu terkejut dan bahkan tak percaya jika Henry ternyata membawa mereka ketempat dimana dulu Henry pernah menyelamatkan Yoora.

Tak ada yang berubah ditempat itu selain bangku panjang dan bertambahnya pepohonan, Selebihnya tempat itu tetap sama. “Kau… Masih ingat tempat ini??” Tanya Yoora spontan.

“Ingat apa?” Tanya Henry berpura-pura.

Mendengar jawaban Henry, Yoora langsung menggeleng singkat wajahnya bahkan terlihat begitu sedih. “Bukan apa-apa…” Bohongnya.

“Benarkah??” Tanya Henry seraya menoleh pada Yoora yang kini tertunduk lemas.

“Yah…” Sahut Yoora singkat.

Henry menghela nafas panjang, Beberapa kali ia mencoba mengatakan sesuatu namun tak berhasil. Hingga akhirnya ia dapat dengan mantap untuk mengatakan hal yang tidak dapat ia sembunyikan lagi, Yah.. Dia akhirnya sadar jika Yoora adalah gadis kecil yang pernah ia sukai dulu, Mungkin bahkan saat ini pun ia bertambah suka padanya, Lebih tepatnya jatuh cinta pada seorang gadis bernama Kwon Yoora itu.

“Tapi aku punya kenangan indah di tempat ini, Bersama seorang gadis cilik yang pernah aku tolong saat itu…” Ujar Henry akhirnya.

“Huh??” Yoora langsung menoleh pada Henry. “Apa katamu tadi??” Tanyanya.

“Dulu… Saat aku masih kecil, Aku mengenal seorang gadis manis tapi sekaligus selalu merepotkanku. Aku selalu tak pernah bisa melihatnya menangis dan bahkan aku rela menyebur kedalam sungai dihadapan kita ini, Hanya demi menyelamatkannya saat itu…” Ucap Henry panjang lebar.

“Di-di-dia… Mengingatnya??” Batin Yoora tak percaya dengan pendengarannya.

Henry lantas menoleh pada Yoora dan Yoora begitu terkejut saat ia untuk pertama kalinya melihat Henry tersenyum tipis padanya.

“Gadis itu bernama Kwon Yoora….” Tambah Henry akhirnya.

DEG!!

Yoora terdiam menatap Henry tak percaya. Hingga ntah sejak kapan kini wajah Henry telah begitu dekat dengan wajah gadis itu kemudian mengecup singkat bibir Yoora.

“Henry-ah!” Kaget Yoora sambil memegang bibirnya.

“Saranghae, Yoora-ah…” Ucapnya tiba-tiba membuat Yoora membulatkan kedua matanya untuk kesekian kalinya.

“Apa?!” Kaget Yoora.

“Aku mencintaimu… Benar-benar mencintaimu. Dan aku takkan pernah rela membiarkanmu bertunangan dengan Zhoumi Hyung…” Ucap Henry kemudian.

“Tapi… Jika kau menyukaiku, Kenapa kau selalu bersikap ketus padaku selama ini?!” Yoora menatap Henry yang langsung terlihat salah tingkah.

“Itu karena…”

“Jelaskan padaku sekarang juga!!” Ucap Yoora seakan menekan nada bicaranya.

“Err… Itu karena, Aish!! Awalnya aku bersikap ketus padamu karena aku benar-benar tidak suka padamu! Tapi anehnya aku malah jadi tertarik padamu dan hanya dengan bersikap ketus kepadamu lah aku bisa menutupi perasaanku… Apa kau tidak sadar itu?!” Jelas Henry panjang lebar.

“Tidak… Kau terlalu menyebalkan!!” Balas Yoora sembari menoleh pada arah lain.

“Tapi… Kau mau menerimaku kan?” Tanya Henry menatap Yoora penuh harap.

“Biar kupikirkan lagi…” Jawab Yoora asal.

“Ya… Kau mau mempermainkanku, Huh?! Aku benar-benar menyukaimu sejak kau masih kecil. Tapi sekarang kau menjawabnya seperti itu?!” Terdengar nada suara Henry yang sepertinya kesal.

“Mau bagaimana lagi?? Aku sudah tidak menyukaimu… Dan bahkan aku berfikir tidak ada salahnya jika bertunangan dengan Zhoumi Oppa…”

“Mwo?? Ya!!” Bentak Henry terlihat semakin kesal.

“Wae??” Yoora menatap Henry tajam seakan menantang.

“Haish…” Henry langsung mengacak-ngacak rambutnya frustas. “Kau membuatku menjadi gila, Kwon Yoora…” Gerutunya kesal.

Melihat hal itu Yoora malah tersenyum puas dan dengan segera ia pun mengecup pipi kanan Henry membuat lelaki itu langsung menengadahkan kepalanya dan menatap Yoora tak percaya.

“Apa… Yang baru saja kau lakukan??” Tanya Henry masih terkejut.

“Molla…” Yoora mengangkan kedua bahunya. “Kau artikan saja sendiri maksudnya…” Jawab Yoora berpura-pura ketus kembali namun justru membuat senyum sumringah terkembang jelas di wajah tampan Henry.

**Love In The Summer**

Knock… Knock… Knock…

Haejin bergegas mendekati pintu depan, Tanpa melihat terlebih dulu pada layar monitor kecil disamping pintu itu.

CKLEK!!

“D-Donghae-ah…” Kaget Haejin saat melihat sosok Donghae kini tengah berdiri di hadapannya dengan sebuket bunga mawar merah dalam genggamannya.

“Aku pulang, Haejin-ah…” Ucap Donghae lembut.

Dengan segera Haejin pun berlari kedalam pelukan Donghae dan air matanya pun tak dapat tertahankan lagi. “Aku pikir kau takkan benar-benar kembali…” Terdengar suara isak tangisnya dari nada bicaranya yang bergetar itu.

“Mana mungkin… Aku pasti datang…” Jawab Donghae seraya mengusap lembut kepala gadis itu dan memeluknya dengan erat.

“Bogoshipeo, Donghae-ah…”

“Nado…” Balas Donghae seraya mengecup puncak kepala Haejin.

Haejin lantas melepaskan pelukan itu dan Donghae dengan lembut menghapus air mata yang mengalir dari kedua mata Haejin dengan kedua ibu jari tangannya.

“Kau tidak boleh menangis lagi mulai saat ini. Karena aku tak ingin melihatmu seperti ini. Kau mengerti kan?” Ujar Donghae lembut.

Haejin mengangguk singkat. “Arraseo…” Sahutnya namun lagi-lagi ia meneteskan air matanya. Air mata kebahagiaan tentunya.

“Ah, Sudah kubilang jangan menangis…” Donghae menghapus kembali air mata Haejin. “Oh iyah, Aku hampir saja melupakan sesuatu…Ini untukmu!” Donghae memberikan bunga mawar merah itu pada Haejin.

“Gomawo…” Haejin tersenyum tipis.

“Ah, Dan aku masih punya satu hadiah special lagi…” Ucap Donghae menggantung sambil mengodok-ngodok isi tas ranselnya.

“Huh?? Apa??” Haejin mencoba melihat apa yang dimaksud Donghae.

“Ini dia!!” Donghae mengeluarkan sebuah boneka teddy bear berwarna cokelat.

“Eh?” Haejin terdiam menatap boneka itu, Tapi tak berapa lama senyumnya terasa merekah. “Lucu sekali…” Ia hampir saja memeluk boneka itu namun Donghae malah justru menghindarinya.

“Ini bukan untukmu…” Ujar Donghae kemudian.

“Lalu untuk siapa?? Kau tidak mungkin berselingkuh kan?!” Haejin menatap Donghae dengan tatapan kesal.

“Tidak, Itu mana mungkin…” Donghae menggeleng singkat. “Ini untuk calon anakku…”

DEG!!

Haejin kembali terdiam, Sungguh dia tidak menyangka Donghae akan berkata seperti itu. Air matanya pun mulai kembali menetes. “Donghae-ah… Saranghae…” Gadis itu langsung memeluk Donghae yang begitu terkejut dengan gerakan yang tiba-tiba itu.

Namun, Tanpa mengatakan apapun Donghae membalas pelukan itu sambil tersenyum senang. “Nado, Saranghaeyo… Lee Haejin…” Balas Donghae lembut.

Langit mulai menggelap dan cuaca pun terasa begitu dingin namun sepertinya itu tidak berpengaruh sedikitpun pada Haejin dan Donghae yang justru merasakan kehangatan. Yah.. Kehangatan kebahagiaan yang tak bisa tergantikan oleh apapun.

 **Love In The Summer**

“Miyoung-ah… Aku pulang lebih dulu yah…” Ujar Eunsoo saat baru saja selesai mengganti pakaiannya.

“Ne…” Balas Miyoung singkat.

Eunsoo melambaikan tangannya pada Miyoung dan kemudian ia pun berlalu meninggalkan ruang ganti itu. Sedangkan Miyoung, Dia hanya tetap diam ditempatnya tanpa mengganti pakaiannya sedikitpun.

“Ah… Haruskah aku benar-benar pergi keluar bersama Zhoumi?” Batin Miyoung.

Drt… Drt… Drt…

Ia menoleh pada ponselnya dan sebuah panggilan masuk dengan nama yang tertera jelas di layar ponselnya. Miyoung menghela nafas panjang hingga akhirnya ia menjawab telepon masuk itu.

“Yoboseyo…”

“Kau sudah siap kan?” Tanya orang diseberang sana yang tak lain adalah Zhoumi.

“Ah, Yah… Tapi…”

“Baiklah kalau begitu aku akan menunggumu ditempat parkir…”

Tut… Tut… Tut…

Zhoumi langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu saja seakan tahu jika Miyoung akan mengatakan sesuatu yang mungkin akan menolak ajakannya itu.

“Haish!! Shim Miyoung… Kenapa tiba-tiba kau jadi seperti ini??” Miyoung terdiam menatap pantulan dirinya dalam cermin dihadapannya itu. “Kenapa aku harus merasakan perasaan ini padanya…”

15 Menit Kemudian…

Dengan segera Miyoung menghampiri Zhoumi yang sudah menunggunya ditempat parkir. “Maaf membuatmu menunggu lama…” Ujar Miyoung saat sudah berada ditempat itu.

Zhoumi tersenyum tipis. “Tidak apa-apa, Kau hanya terlambat beberapa menit saja tidak akan membuatku marah…”Jawabnya santai.

“Ah, Begitu…” Miyoung mengangguk singkat. “Jadi, Kau ingin mengajakku kemana?” Tanya Miyoung kemudian.

“Oh yah…Aku hampir saja melupakan hal itu. Sekarang kau ikut saja, Nanti juga tahu…” Jawab Zhoumi seraya masuk kedalam mobilnya.

“Baiklah…” Miyoung pun ikut masuk kedalam mobil dan tak berapa lama mobil itupun mulai melaju dengan kencang.

Akhirnya mereka tiba disebuah toko perhiasan, Memang cukup membingungkan kenapa Zhoumi membawanya ketempat seperti itu. Tapi ntah kenapa rasanya Miyoung tak ingin membicarakan hal apapun dengan Zhoumi saat ini.

“Selamat datang, Tuan… Ada yang bisa saya bantu?” Tanya seorang gadis muda yang menjaga toko perhiasan itu.

“Yah, Aku ingin mengambil barang yang beberapa hari lalu aku pesan…” Zhoumi memberikan secarik kertas pada gadis itu.

“Baiklah, Tunggu sebentar…” Ujar gadis itu seraya pergi mengambil barang pesanan Zhoumi itu.

“Kau membeli sesuatu ditempat ini?” Tanya Miyoung pada akhirnya.

“Yah… Aku membeli cincin…” Sahut Zhoumi singkat namun mampu membuat Miyoung langsung tersentak dan terdiam.

“Cincin…” Gumam gadis itu. “Untuk pertunangannya dengan Yoora kah?? Apakah harus secepat itu??” Pikir Miyoung.

Tak berapa lama, Gadis itu kembali datang dengan membawa sebuah kotak berwarna hitam dan sebuah cincin yang berbentuk sederhana namun tetap terlihat cantik. “Ini pesanan anda tuan…” Ucapnya kemudian.

Zhoumi menoleh pada Miyoung, “Miyoung-ah, Bisa kau pinjamkan tanganmu sebentar saja padaku?” Tanyanya.

“Eh??” Miyoung menatap bingung pada Zhoumi.

Namun tanpa mengidahkan kebingungan Miyoung, Zhoumi langsung menarik lembut tangan gadis itu kemudian memasangkan cincin itu di jari manisnya. “Pas… Cocok bukan?” Ucap Zhoumi berbicara pada gadis itu.

“Yah, Sangat bagus… Dan lagi kalian pasangan yang serasi…” Puji gadis itu.

“Huh?? Serasi?? Anniyo…”

“Yah, Kami memang serasi…” Zhoumi tersenyum kecil sambil merangkul tubuh Miyoung membuat kedua mata Miyoung langsung membulat karena terkejut.

Miyoung memegang dadanya, Dirasakan jantungnya berdegup kencang dan ntah kenapa dia merasa merindukan sifat Zhoumi yang selalu menggodanya, Seperti saat ini.

“Maaf…” Miyoung langsung buru-buru melepaskan rangkulan tangan Zhoumi karena merasa tidak enak.

“Ah, Ne…” Zhoumi sekilas menatap wajah Miyoung yang sudah memerah dan tanpa ingin berbalik sedikitpun padanya, Sesaat hal itu menjadi suatu hal yang benar-benar jarang untuk Zhoumi bisa lihat dari gadis disampingnya.

**Love In The Summer**

Siwon menghampiri Ririn yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka, “Hey… Tidka seharusnya kau memasak sebanyak ini. Kau kan belum sembuh total…” Ucap Siwon seraya duduk di hadapannya.

“Tidak apa-apa… Lagipula kondisiku sudah cukup membaik…” Jawab Ririn santai.

“Hm, Baiklah.. Aku memang tidak bisa membantah setiap ucapanmu…” Siwon mengangguk singkat dan lalu mulai mengambil sumpitnya ingin mencoba makanan yang dihidangkan tepat di hadapannya.

“Siwon-ah…” Panggil Ririn.

“De?” Siwon menoleh padanya.

“Kau… Apakah masih suka menghubungi Jaehee?” Tanya Ririn begitu hati-hati.

Siwon terdiam dan mengalihkan pandangannya, “Kenapa kau tanyakan hal seperti itu?” Tanya Siwon kemudian setelah meneguk segelas air putih.

“Tidak… Hanya saja aku merasa sedikit bersalah juga padanya. Ntahlah.. Setelah mendengar ceritanya saat itu. Aku rasa aku pun sebenarnya sama sepertinya… Sama-sama bersikap egois…” Jelas Ririn.

Siwon beranjak dari duduknya dan langsung menarik Ririn dalam pelukannya. “Bisakah kita tak perlu mengungkit hal itu lagi… Aku mohon…” Pinta Siwon setengah berbisik.

“Tapi…”

“Kumohon, Rin-ah…” Lirih Siwon.

“Tapi kenapa? Bukankah dia juga yang membuat kita kembali bersatu??” Tanya Ririn terlihat bingung. Untuk beberapa saat Siwon terdiam dapat Ririn lihat kedua sorot matanya yang memperlihatkan kesedihan yang mendalam. “Ataukah mungkin… Kau menyukainya, Siwon-ah?” Ucap Ririn tanpa sadar.

“Tidak…” Siwon menggeleng pelan. “Tapi sesungguhnya aku merasa bersalah karena semua ini… Andai saja saat itu aku tidak pernah bertemu dengannya. Mungkin aku juga takkan pernah merasa sebersalah ini…” Jelas Siwon pada akhirnya.

Kini Ririn yang justru malah memeluk Siwon, “Mianhe… Aku tidak pernah mengetahui semua ini…” Ucap Ririn lembut.

“Gwenchana…” Siwon melepaskan pelukannya dan mengusap lembut pipi Ririn sambil sesekali menelusuri wajah cantiknya dengan kedua matanya. “Saranghae…” Desis Siwon lembut.

“Nado..” Balas Ririn sambil tersenyum tipis begitupun Siwon yang membalas senyumannya.

CKLEK!!

“Aku pulang…” Suara Eunsoo terdengar dari ambang pintu.

“Sepertinya adikmu itu sudah pulang…” Ujar Siwon yang langsung diikuti anggukan Ririn.

“Ah, Iyah… Ada yang harus aku berikan padanya…” Ririn bergegas menghampiri Eunsoo yang sekarang ini sudah duduk di atas sofa empuk dengan menyandarkan kepalanya. “Eunsoo-ah, Ini… Ada surat untukmu… Seperti yang aku bilang tadi di telefon…” Ucap Ririn seraya memberikan sepucuk surat.

“Eh?? Jadi ini kirimannya??” Bingung Eunsoo.

“Ne…” Ririrn mengangguk singkat.

“Coba kau buka… Mungkin saja itu undian berhadiah…” Canda Siwon.

“Ahahaha.. Baiklah…” Eunsoo tertawa kecil dan kemudian membenarkan posisi duduknya lalu mulai membuka surat tersebut.

“Apa isi suratnya??” Tanya Ririn dan Siwon hampir bersamaan.

Namun bukannya mendengar jawaban yang ingin didengar dari mulut Eunsoo, Gadis itu justru malah terdiam dan surat yang ada ditangannya itu langsung terjatuh diatas lantai.

“Sungmin Oppa…” Ucapnya dan kedua matanya langsung berkaca-kaca.

“Sungmin? Ada apa dengannya??” Tanya Ririn bingung.

Tanpa menjawab pertanyaan Ririn terlebih dulu, Eunsoo langsung berlari keluar rumah dengan secepat mungkin membuat Ririn dan Eunsoo saling bertukar tatap bingung.

“Waeyo??” Tanya Siwon saat Ririn mulai membaca surat itu.

“Sungmin… Dia akan pindah dari Seoul…” Jawab Ririn setelah membaca surat tersebut.

“Mwo??”

Eunsoo menyetop sebuah taxi lalu dengan segera ia langsung meminta supir taxi itu mengantarkannya ke stasiun.

“Sungmin-ah… Jebal. Kajima…” Batin Eunsoo dengan kedua mata yang sudah memerah mencoba menahan tangis yang tak dapat dibendungnya lagi. “Aku benar-benar tidak ingin kau pergi…”

 **Love In The Summer**

“Apa?!” Haneul langsung terdiam dan menghentikan makan malamnya saat mendengar obrolan Ny.Kim, Heechul dan Raena. “Kenapa harus tinggal diluar negeri juga?!” Tanya Haneul terlihat tak terima dengan keputusan Ny.Kim yang meminta Heechul untuk mengurusi perusahaannya yang ada di Jerman.

Karena itu, Ny.Kim meminta Heechul, Raena dan Haneul tinggal disana bersamanya. Dia benar-benar ingin menghabiskan masa tuanya bersama ketiga orang ini.

“Kenapa? Bukankah dulu kau sangat menyukai Negara Jerman, Haneul-ah?” Tanya Raena bingung.

“Tidak… Aku pokoknya tidak mau pindah dari sini!” Haneul beranjak dari duduknya dan kemudian berlari keluar membuat ketiga pasang di mata itu saling bertukar pandang.

“Ada apa dengannya? Apakah aku salah?” Tanya Ny.Kim cemas.

“Anniyo, Umma… Haneul memang suka seperti itu. Mungkin dia hanya terkejutnya saja karena ini terlalu begitu tiba-tiba…” Jelas Heechul mengklarifikasi.

Raena hanya terdiam, Mencoba memikirkan apa alas an Haneul menolak hal ini. “Apakah mungkin… Karenanya??” Batin Raena ingat akan seseorang yang mungkin berarti bagi Haneul.

To Be Continued…

Note : Annyeong… ^^ Readers… Mianhe, Update ffnya lama…>___< Niatnya mo kemaren, Tapi inet malah eror… Huhuhuhuhu

Nah, Disini aku cuman mo kasih tahu aja. Kalo misalkan ff ini akan tamat di part.15… But~ Berhubung part.15 nanti cukup panjang, Jadi aku bagi jadi dua bagian 15a & 15b…

Jadi, Tunggu yaaah… ^^ Hehehehehehe

 

Iklan

35 thoughts on “Love In The Summer (Part.14)

  1. onnie aku terharu pas ibu.a heehan meluk mereka ber3, akhir.a mereka bhagia ^^
    imy tau alasan haneul knapa g mau pindah ke jerman, pasti karna g mau pisah ama kyu ehehehe

    yes mochi daebak daebak akhir.a dirimu jujur jga 😀

    ini yg paling bkin imy seneng bukan kepalang ZHOUMI ngajak MIYOUNG ke toko perhiasan kyaaaaaaaa poko.a i love i love YOUNGMI 😀

    daebak lanjut eon 😀

  2. ok ok…
    Bakalan aku tunggu part15 nya…
    He…
    Nice ff cingu..
    Akhirnya hae pulang juga…
    Mago cepat nikah hae ma haejin…
    Itu haneul nolak karna kyu kah???
    Yahhhh…
    Kasian kyu dunk..
    Cintanya belum di mulai dah mau kandas duluan…
    He….
    Lanjutannya di tunggu cingu…

  3. Eiy~~ saking seru bacany jd berasa gondok liat kata ‘to be continued’ny..
    Semua pasanganny mulai bahagia dgn crta msing”..
    Meski tetep ad jg yg msh galau ma perasaanny..

  4. Woaaa, JinHae n YooRy chukkae chukkae, ChulNa mah aman. RinWon jg ad sdkt ganjelan, tp msh amanlah. Ni KyuHan, YoungMi ma EunMin (?) ayo ayo, b1lah xan

  5. kyaaa…jinhae sweeet buangattt….hfufufufuu…miyoung jutek,myoung jutek gr2 cemburu melanda..kkkk~
    nah loh eunsoo napa tuh,tak relakah sungmin pegi dr seoul?? O.o ririn jebal,jgn ungkit soal jaehee lg,dy udh tenang dialam baka sana..#eh?? hehehe…tggl 2 part lg ya…aseeek..XDD

  6. yey, akhrnya part 14 nya publish..

    Ya ampun tiap couplenya udah ada yg bahagia, tp msh ada yg complicated… Tp aku terharu sm jinhae couple…
    Trus henry udah jujur…yeyy

    Dan akhrnya jg masalah dgn ny. Kim sls jg.. Hahay

    Wah tinggal 1 ep. Lg donk… Ya ampun gk sabar…
    Semangat…

  7. Haha konflik.a ada yg udh slesai, ada yg blum…

    Aduh kluarga kim udh akur nhe..
    Ririn baek y, clu ak jdi dy sh ak sebel bgt ma jaehee
    haneul g mw pndah gara” c’kyu y?..

    Ehm.. Cie yg dblie.in cincin..

    It c’hae kpan mw nikah? Undang” ya

    skian chingu ak komen.a..
    Dtnggu lanjutn.a y..

  8. yeees keluarga Kim udah happy ending 🙂 *dancing*
    ya ampun Mimi sengaja nih goda Miyoung pasti mau ngetes cemburu apa ngga kekeke
    Mochiiii buruan tunangan sama Yoora gemes deh sama si mochi :p
    asik nih di ending udah dimunculin konflik Haneul
    kyaaaaa, next part semoga ada part Kyuhyun – Haneul 🙂
    fightiiiiiiing thor 😀

  9. akhr’y henry jujur jg..
    susah amat jujur, smpe2 eomma’y turun tangan.. 😄

    hae pulang..
    cpt nikah ma haejin, kan dah dpt restu tuh..

    youngmi so sweet..
    zhoumi lgsung ngajak k toko’y, lgsung lamar aja tuh. kan cincin’y dah d tangan.. 😀

  10. Sumpah ya aku hampir aja mau nangis pas baca bagian pertemuan keluarga Kim, ga nyangka trnyta Ny.Kim bisa berubah juga n mau nrima keberadaan Raena. .
    Jempol deh buat umma Zhoumi – Henry berkat Ny.Lau hub YoungMi – HenryYoora jadi lancar. .
    Itu Zhoumi pesen cincin bt ngelamar YoungMi ya.?

    Di part ini Kyuhyun ga muncul ya. . 😦
    Haneul ga mau pindah ke luar negri pasti gara2 ga mau pisah sama Cho Kyuhyun deh.
    Jangan pisahin KyuHan . . 😦

  11. Aaaa donghae couple romantiissss.. Cie donghae oppa, you so gantle uu
    aishh.. Semoga haneul gak ninggalin Kyuppa. Kan kasihan dia 😦
    dan untuk Mi young, pasti dia kaget sma tingkah laku Zhoumi yg mendadak merangkul.a hhe

  12. yach sungmin oppa jgan tinggalin eunso eonni donk
    yach iyalah haneul gak mau ikut kan ada kyu oppa di situ
    zhoumi oppa jail banget sich kasian miyoung eonni tuch

  13. kyu cepet ngomong ke haneul kalo kamu naksir sama dia.. haneul mau ke jerman atuh buruaan ..

    kyaaa! henry akhirnya ngomong juga ke yoora ciiieee ciiiee 🙂

    sungmin jgan pergi dong, kasian kan sama eunsoo ..

    ck, zhoumin iseng parah

  14. waaaaaa so sweet … di awal cerita lsg di suguhin adegan oelukan dari keluarga Kim – raena …… akhirnya mereka semua akur …

    ehhh … zhoumi ngajak miyoung ke toko cincin … wah pesen cincin ni ya … eits … ada yg ‘ nekuk ‘ muka nya nih … heeheheheheehe

    kik kik yoora panik tuh ga bisa hub ortunya – buat nanya soal pertunangannya dgn zhoumi …. ehemmm … henry dah mulai ga bisa tahan perasaannya nih … “Bagaimana bisa setelah aku cukup lama menunggumu. Tapi sekarang kau justru telah ditunangkan dengan Zhoumi Hyung…” Gumam Henry pelan. “Aku tidak mau ini terjadi… Aku benar-benar tidak mengharapkan hal ini…” ……. ciyeeeeeeeeeeeee

    Akhirnya donghae kembali ke seoul … wah haejin senang bgt tuh ketemu dong hae
    oooooommmoooo donghae romantis loh ….
    “aku masih punya satu hadiah special lagi – Ini dia!!sebuah boneka teddy bear berwarna cokelat – tapi Ini bukan untukmu…Ini untuk calon anakku…”
    SO SWEET ……………………………………….

    ommo eunsoo panik … sungmin mau meninggalkan seoul …..
    YAK eunsoo pali … jgn sampai sungmin pergi …

    JIAH ada lg yg mau pergi … keluarga KIM mau tinggal di Jerman … itu artinya haneul pisah dari Kyuhyun donk ??????????? ottokhe ?????????

    nexxxxxxxxxxxxxxxxxxtttttttttttttttttttttttttt

  15. wah..miyoung kayany bnr2 sedih dgn zhoumi yg dkirany mw ngasih cincin k yoora..sungmin jg knp mw pindah dr seoul y..hmm 3 pasangan blm ada kepastian..hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s