Suddenly I’m Married (Chapter.6)

Title               : Suddenly I’m Married

Author         : NtaKyung

Casts              : Zhoumi, Shim Miyoung

Other Casts   : Hankyung

Length         : Series

Genre           : Family, Humor, Romance.

Rating          : PG-15

Idea Story : Movie 13 Go 30 And K-Drama 18 vs 29

-Suddenly I’m Married-

Sepanjang perjalanan, Miyoung dapat melihat wajah Zhoumi yang terlihat begitu sangat marah dan hal itu tentu saja membuatnya tak berani mengatakan apapun. Bahkan sesampainya mereka dirumah pun dia tetap diam.

“Zhoumi-ah…” Panggil Miyoung pada akhirnya.

Zhoumi terdiam, Tak berbalik pada Miyoung. “Ada apa?” Tanyanya terdengar begitu dingin.

“Mianhe…” Sesal Miyoung. “Aku tidak bermaksud membuatmu kesal. Hanya saja… Ntah kenapa aku merasa aku tak dapat menolak pelukannya… Dan lagi…”

“Lalu apakah menurutmu perasaanku tak penting?!” Zhoumi mulai berbalik pada Miyoung. “Apakah kau pikir aku akan tenang saja saat melihat isteriku berpelukan dengan lelaki lain yang bahkan dia adalah mantan kekasihnya?!” Tekan Zhoumi. “Ah… Atau mungkin itu karena dia adalah Kakak Iparmu??”

Miyoung terdiam, tak sanggup berkata-kata lagi. “Mianhe…” Lagi-lagi hanya kata-kata itu yang terlontar dari mulut Miyoung.

“Kau pikir dengan kata maaf semuanya akan kembali seperti biasa?! Aku heran… Kenapa kau begitu baik pada Hankyung. Tapi tidak denganku… Atau mungkin sebenarnya kau tidak lupa ingatan, Huh?!” Zhoumi menatap Miyoung dingin.

“Kenapa kau berkata seperti itu?” Ntah kenapa Miyoung merasa ada perasaan yang begitu menyesakkan didadanya saat Zhoumi mengatakan hal itu.

“Tentu saja. Bagaimana tidak? Kau bahkan menerima pelukan Hankyung dengan mudahnya? Ahh… Atau mungkin kau ingin berselingkuh di belakangku?!” Zhoumi menunjuk dirinya sendiri namun kata-katanya itu justru membuat Miyoung semakin terasa sesak.

“Apa?” Miyoung terdiam.

“Jadi benar seperti itu, Huh?”

“Zhoumi-ah… Kenapa kau berfikir seperti itu? Aku tidak…”

“Lalu apa?! Kau bahkan kau tak mengizinkanku menyentuhmu sedikitpun!” Bentak Zhoumi seakan tak dapat menahan amarahnya.

“Itu karena setiap kali bersamamu jantungku selalu berdetak lebih cepat!! Kau tidak tahu perasaan itu kan?!” Suara Miyoung mulai meninggi.

DEG!!

Zhoumi terdiam, Menatap tak percaya pada Miyoung. “Mworago??”

“Kau pikir aku berpura-pura! Aku benar-benar tak mengetahui siapa dirimu!! Aku bahkan hanya mengingat jika usiaku ini baru 18 tahun!! Dan jika aku berkata seperti itu, Kau akan percaya padaku?! Apa kau tahu jika aku bersamamu jantungku selalu berdebar-debar begitu kencang!!” Kedua mata Miyoung mulai meneteskan air mata secara perlahan-lahan.

“Miyoung-ah…” Zhoumi mulai mendekati Miyoung.

“Aku benar-benar merasa bodoh karena tak dapat mengetahui apapun. Aku ingin mengetahui semua ini, Tapi yang kudapat hanyalah salah paham darimu!! Aku memang gadis bodoh!!” Tangis Miyoung mulai pecah dalam seketika.

“Miyoung-ah, Mianhe… Naega…” Perlahan Zhoumi mencoba menggapai tangan Miyoung yang mulai menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Jangan menyentuhku!!” Miyoung menepis tangannya yang hendak menggenggam tangannya. “Bukankah kau membenciku?!” Miyoung menatap Zhoumi dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya.

Tanpa menggubris ucapan Miyoung, Zhoumi menarik tangan gadis itu dan hanya dalam beberapa detik bibirnya sudah mendarat tepat diatas bibir Miyoung. Kedua mata Miyoung langsung membulat

Kedua mata mereka saling bertemu satu sama lain. Cukup lama mereka terdiam dengan jarak wajah yang begitu dekat.

“Maaf, Aku berkata seperti itu… Karena aku cemburu. Aku tak ingin lelaki manapun menyentuhmu, Youngie-ah… Aku takut kehilanganmu…” Desis Zhoumi seraya menghapus bekas air mata pada wajah Miyoung.

Tanpa menjawab apapun, Miyoung tetap terdiam dan tangannya perlahan-lahan memegang pipi kanan Zhoumi kemudian tak berapa lama ntah dapat keberanian darimana, Ia mulai menjinjitkan kedua kakinya lalu mengecup kening Zhoumi yang memang tingginya melebihi Miyoung.

Mendapat perlakuan itu, Zhoumi merasa tubuhnya terasa mematung dalam seketika tapi itu tak bertahan lama saat Miyoung langsung memeluk tubuhnya.

“Kau tahu?? Ntah kenapa… Aku senang saat mendengarmu begitu cemburu padaku… Gomawo, Zhoumi-ah. Kau memang lelaki yang baik…” Ucap Miyoung tanpa menyadari kediaman Zhoumi.

Miyoung beranjak meninggalkan Zhoumi dan segera masuk kedalam kamarnya lalu menutup pintu kamar itu rapat-rapat.

“Omo!! Kenapa aku harus melakukan hal tadi??” Miyoung memegang dadanya dan dapat ia rasakan jantungnya yang berdegup begitu kencang.

Tapi mengingat ucapan Zhoumi tadi membuat senyum kecil terukir di wajahnya. “Tapi… Kurasa aku mulai menyukainya…” Batin Miyoung.

-Suddenly I’m Married-

“Hm?” Zhoumi terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ribut dari arah dapur. Dengan sedikit malas Zhoumi beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju dapur.

Kedua matanya membulat saat mendapati Miyoung sedang asyik memasak di tambah lagi gadis itu tersenyum, Benar-benar berbeda dari yang biasanya.

“Miyoung-ah?” Panggilnya kemudian.

“Oh, Zhoumi-ah. Neo kkaeeo issseubnikka? [Oh, Zhoumi. Kau sudah bangun?]” Kaget gadis itu saat melihat Zhoumi yang sudah berdiri di belakangnya.

“Yah, Dan ini karena kau yang terlalu berisik…” Jawab Zhoumi santai dan kemudian duduk di salah satu kursi meja makan.

“Ah, Mianhe. Tapi aku sedang berusaha membuat sarapan. Apa kau mau mencobanya? Aku membuat nasi goreng special untukmu…” Ceria Miyoung.

“Nasi goreng?” Bingung Zhoumi dan dibalas anggukan semangat Miyoung. “Baiklah…” Zhoumi mengangguk singkat.

Miyoung tersenyum sumringah, Lalu segera mengambil sepiring nasi goreng yang telah di buatnya tadi. “Sekarang makanlah…”

“Hm…” Zhoumi memasukkan suapan pertamanya dan Miyoung nampak antusias tak sabar menunggu tanggapan Zhoumi tentang masakannya.

“Eotte? Masshita?” Tanya Miyoung tak sabar.

Zhoumi terdiam sejenak, Namun setelah itu Zhoumi tersenyum membuat Miyoung ikut tersenyum, “Hm, Masshita…” Jawabnya kemudian.

“Woah… Ternyata aku memang berbakat menjadi seorang yang bisa di handalkan dalam memasak!!” Bangganya pada diri sendiri.

Zhoumi menatap Miyoung lekat, Sepertinya Miyoung dan Zhoumi sudah melupakan kejadian tadi malam. Sekelebat bayangannya tentang Miyoung saat dulu terlintas di benaknya, “Dia memang terlihat seperti gadis berusia 18 tahun…” Batin Zhoumi.

Knock… Knock… Knock…

“Oh, Ada yang datang…” Miyoung segera beranjak dari duduknya dan berlari kecil untuk membukakan pintu rumah tersebut. “De, Chakkaman…” Ucapnya seraya membuka pintu.

DEG!!

Miyoung terdiam saat melihat seseorang dihadapannya, Ia tak lain adalah Hankyung. Lelaki itu tersenyum ramah pada Miyoung seperti tak ada apapun yang terjadi di antara mereka berdua kemarin.

“Miyoung-ah… Apakah kau sudah siap?” Tanya Hankyung seakan to the point.

“Huh? Mworago?? Memangnya kita mau kemana??” Bingung Miyoung.

“Miyoung-ah. Nugu??” Zhoumi muncul dari arah dapur dan mimik wajahnya langsung berubah saat melihat Hankyung berdiri di hadapan Miyoung dan bahkan lelaki itu pun tersenyum padanya. “Hankyung-ah, Wae geurae??” Tanyanya dingin seraya mendekati Miyoung.

“Aku hanya ingin melakukan kegiatan rutin…” Jawab Hankyung tetap tenang.

“Eh? Apa maksudmu?” Tanya Miyoung tak mengerti.

Hankyung menoleh pada Zhoumi, “Apa kau tidak memberitahu Miyoung jika ini adalah hari kematian Haneul?” Tanya Hankyung pada Zhoumi yang terdiam.

“MWO?!” Kedua mata Miyoung membulat dalam seketika. “H-h-haneul… Haneul… Dia… Kau berbohong padaku kan?!” Ucap Miyoung dengan nada yang bergetar. “Zhoumi-ah, Dia berbohong kan?!” Miyoung menoleh pada Zhoumi.

“Tidak… Dia benar. Ini adalah hari kematian Haneul…” Jawab Zhoumi sambil menatap lurus pada Hankyung yang justru malah menyunggingkan senyuman licik.

Air mata tanpa terasa mengalir dari sudut mata Miyoung, Sebisa mungkin ia menahan suara isak tangisnya agar tidak terdengar. Namun, Pada kenyataannya hal itu terdengar oleh Zhoumi dan Hankyung dengan sangat jelas.

“Miyoung-ah…” Hankyung hendak mendekati Miyoung bermaksud memeluk gadis itu, Namun dengan segera Zhoumi menepis tangannya.

“Jangan sentuh dia!” Dingin Zhoumi membuat Hankyung tersentak dan terdiam. “Miyoung-ah. Gwenchana… Maaf, Aku bukan bermaksud menutupi hal ini. Hanya saja…”

“Aku ingin pergi kemakamnya…” Ucap Miyoung kemudian.

“Mwo?” Zhoumi menatap Miyoung tak percaya. “Tapi…”

“Tidak apa…” Miyoung tersenyum tipis. “Aku hanya ingin melihat makamnya saja…” Jawab Miyoung mencoba untuk kuat.

“Baiklah, Kalau begitu tunggu sebentar. Aku akan mengganti pakaianku dulu…”

“Tidak perlu…” Tahan Miyoung. “Biar aku saja yang pergi bersama Hankyung…” Ucap Miyoung kemudian.

“Mwo? Miyoung-ah, Hajiman…”

“Aku hanya sebentar saja…” Miyoung segera bergegas memasuki kamarnya lalu mengganti pakaiannya. Kemudian tak berapa lama ia keluar dengan pakaian sederhana berwarna abu.

“Miyoung-ah…”

“Tidak apa, Aku hanya sebentar…” Sela Miyoung sebelum Zhoumi mengatakan apapun.

Dan akhirnya, Miyoung pun pergi dengan mengendarai mobil yang Hankyung bawa, Sedangkan Zhoumi terdiam di tempatnya menatap kepergian mobil itu dengan kesal.

“Sial!! Kenapa dia harus mengatakan hal ini pada Miyoung?! Dan kenapa Miyoung harus pergi bersamanya?!!” Kesal Zhoumi.

-Suddenly I’m Married-

Miyoung berjalan perlahan mendekati sebuah makam dengan nisan yang bertuliskan nama seseorang yang sudah sangat ia kenal. Air matanya tumpah begitu saja, Dan tubuhnya pun terjatuh lemas dihadapan makam itu.

“Haneul… Dia mati dalam sebuah kecelakaan pesawat…” Kata-kata itu terngiang dalam pikiran Miyoung, Sejak perjalan tadi Hankyung menceritakan semuanya.

Sungguh, Ia merasa sangat bersalah. Selama ini dia seringkali membentak Haneul, Tapi sejujutnya ia bukan membenci Haneul, Mungkin lebih tepatnya ia membenci dirinya sendiri. Dia tak berharap untuk masuk dalam keluarga Kim, Dan karena kebaikan keluarga Kim lah yang membuat Miyoung menjadi sedikit sebal karena dia merasa itu hanyalah kebaikan sementara. Tapi ia salah, Ia benar-benar salah besar. Dan kini ia menyesal dengan semua ini.

“Haneul-ah… Mianhe…” Lirih Miyoung dalam isak tangisnya. “Mianhe…”

“Aku benar-benar menyesal telah memperlakukanmu dengan buruk saat itu. Aku sekarang sadar, Itu semua adalah kesalahanku… Maaf…” Ucapnya lagi.

Hankyung hanya dapat memperhatikan Miyoung dari jarak yang tak terlalu dekat, Itu semua karena Miyoung yang meminta. Dia ingin sendiri mengunjungi makam tersebut, Dan Hankyung menghargai keinginannya itu.

Cukup lama menunggu, Akhirnya Miyoung kembali menghampirinya. Nampak jelas dari wajahnya yang begitu lusuh dan bekas air mata yang sempat mengalir di kedua pipinya itu.

“Kita pulang sekarang?” Tanya Hankyung kemudian.

Miyoung menggeleng singkat, “Kau pulang duluan saja. Aku masih ada urusan lain…” Jawab Miyoung sambil mencoba untuk tetap tersenyum meski terlihat di paksakan.

“Kenapa begitu? Biar ku antar saja…”

“Tidak perlu…” Miyoung menahan Hankyung yang hendak menarik tangannya masuk ke dalam mobil. “Aku ingin pergi ke tempat Hyunsa dulu. Lebih baik kau pulang duluan saja…” Ucap Miyoung lembut namun ntah kenapa Hankyung tak kuasa untuk menolak hal itu.

“Baiklah jika seperti itu…” Pasrah Hankyung pada akhirnya. “Tapi, Apakah kau baik-baik saja?” Tanya Hankyung cemas.

“Yah…” Sahut Miyoung singkat. “Sudahlah, Sana pergi! Aku juga sudah memesan taxi. Mungkin sebentar lagi datang…” Miyoung mendorong tubuh Hankyung untuk segera masuk kedalam mobilnya.

Meskipun sebenarnya tidak menginginkan hal itu, Akhirnya Hankyung mulai melajukan mobilnya meninggalkan Miyoung yang masih berdiri ditempatnya memperhatikan mobil Hankyung yang semakin lama semakin menghilang dalam pandangannya saat mobil itu berbelong ditikungan.

“Hah…” Miyoung menghela nafas panjang.

Tapi di saat Miyoung hendak melangkah pergi, Mobil Hankyung kembali melaju dengan kencang dan berhenti tepat disampingnya membuat Miyoung terkejut terlebih lagi saat melihat Hankyung yang turun dari mobil itu.

“Hankyung-ah, Wae geurae??” Bingungnya.

SRET!!

Hankyung tiba-tiba menarik tangan Miyoung dan memeluk gadis itu erat membuat Miyoung sontak terkejut dengan apa yang baru saja di perbuatnya.

“Miyoung-ah, Jebal… Kajjima! Na-egelo dol-a ola… [Aku mohon… Jangan pergi! Kembalilah padaku…]” Lirih Hankyung masih tetap memeluk Miyoung erat.

“Hankyung-ah, Ireohke haji maseyo… [Jangan seperti ini…]” Miyoung mencoba untuk melepaskan pelukan Hankyung namun hasilnya sia-sia.

“Saranghaeyo, Miyoung-ah…” Bisik Hankyung yang langsung membuat Miyoung terdiam.

Untuk beberapa saat, Miyoung tetap terdiam. Seakan tersihir hanya dengan sebait kata yang terlontar dari mulut Hankyung itu. Tapi sekelebat bayangan wajah Zhoumi terbayang jelas di benaknya dan hal itu seakan menyadarkannya akan sesuatu, Yaitu… Dia, telah jatuh cinta pada Zhoumi.

“Mianhe, Hajiman nan saranghaji anh-a. Naneun Zhoumi, Nampyeon-eul saranghaeyo… [Maaf, Tapi aku tidak mencintaimu. Aku mencintai Zhoumi, Suamiku…]” Sahut Miyoung pelan namun langsung membuat Hankyung melepas pelukannya.

“Jinja?” Tanya Hankyung dengan tatapan sendu.

“Ne, Mianhe. Hankyung Oppa. Aku hanya menganggapmu sebagai Kakakku… Tak lebih…” Ujar Miyoung sembari tersenyum tipis seakan mencoba menghibur kekecewaan Hankyung.

Hankyung membalas senyuman Miyoung dan tak berapa lama ia mengacak rambut gadis itu lembut. “Sekarang kau benar-benar sudah menjadi gadis dewasa…” Pujinya.

Mendengar hal itu, Miyoung terkekeh kecil. “Yah, Dan andaikan aku dapat kembali di masa aku pertama kali bertemu denganmu. Maka aku tak ingin menjadi kekasihmu…”

DEG!!

Hati Hankyung mencelos saat mendengar ucapan Miyoung yang cukup menyakitkan itu. “Mworago?”

“Aku tidak ingin menjadi kekasihmu. Karena… Walau bagaimanapun juga aku akan tetap menjadi adikmu kan? Jadi jika aku dapat kembali ke masa itu maka aku akan menjadi adik yang baik untukmu… Melebihi dari seorang kekasih…” Ucap Miyoung lembut namun seketika itu juga membuat Hankyung tersenyum miris mendengarnya.

“Miyoung-ah?” Panggil Hankyung kemudian.

“Hm?”

“Bolehkah aku memelukmu?? Sebagai Kakakmu… Bukan mantan kekasihmu…” Ujar Hankyung mencoba untuk menerima segala ucapan Miyoung.

“Tentu… Oppa…” Balas Miyoung dan setelah itu dapat ia rasakan sebuah pelukan hangat dari Hankyung.

“Neul dachige myeon mian… [Maaf, Jika aku pernah menyakitimu…]” Lirih Hankyung.

“Anniyo… Kau justru selalu membuatku bahagia… Gomawo…” Sahut Miyoung seraya melepaskan pelukan tersebut dan tersenyum tipis.

-Suddenly I’m Married-

Zhoumi melirik jam dindingnya, Sejak pagi tadi Miyoung tak kunjung pulang juga padahal jam sudah menunjukkan 7 malam saat ini.

“Haish!! Kenapa mereka lama sekali… Dan kenapa juga Miyoung tidak membawa ponselnya. Aku jadi tidak bisa mengetahui keberadaannya…” Gerutu Zhoumi cemas dengan keadaan Miyoung. Ia terdiam sesaat, Ingatannya akan kejadian membuatnya semakin menjadi resah. Terlebih lagi kini Hankyung dan Miyoung hanya pergi berdua saja.

Knock… Knock… Knock…

Mendengar suara ketukan pintu, Zhoumi segera bergegas membuka pintu dan ia sepertinya nampak senang saat melihat Miyoung yang sudah berdiri di hadapannya sambil tersenyum tipis.

“Aku pulang…” Ucap Miyoung terlihat biasa saja.

Dengan segera Zhoumi merubah raut wajahnya saat melihat Miyoung yang justru terlihat senang padahal baru tadi pagi ia melihatnya menangis karena mengetahui kematian Haneul. “Kenapa lama sekali? Apa yang kau lakukan dengan lelaki itu?!” Ketus Zhoumi.

“Hey… Jangan seperti itu. Walau bagaimanapun juga dia adalah Kakak angkatku. Kau tau itu kan?” Jawab Miyoung santai seraya masuk kedalam rumah karena merasa cuaca di luar sana begitu dingin.

“Cih… Jadi sekarang kau sudah mengingatnya? Lalu bagaimana denganku, Huh?” Cibir Zhoumi jujur saja lagi-lagi ia merasa cemburu karena ucapan Miyoung tadi.

Hening, Tak ada jawaban dari Miyoung. Ia menoleh keseluruh arah ruangan dan tidak mendapati sosok gadis itu bahkan di kamar juga. “Ya, Miyoung-ah!” Panggilnya seraya berjalan kearah dapur.

DEG!!

Kedua mata Zhoumi membulat saat mendapati Miyoung tergeletak lemas di dapur dan bahkan ia tak sadarkan diri. “Miyoung-ah!!” Ia segera mendekati Miyoung dan membopong tubuh Miyoung kearah kamar.

“Omo… Panasnya tinggi sekali… Dia demam!”

Zhoumi bergegas mengambil semangkuk air hangat untuk mengkompres dan obat demam penurun panas.

“Miyoung-ah, Kenapa kau tiba-tiba jatuh sakit seperti ini? Apakah karena kau mengetahui kematian Haneul?” Lirih Zhoumi menatap sendu pada wajah Miyoung yang terlihat pucat pasi.

Keringat dingin mulai mengucur dari kening Miyoung, Dan dengan perlahan-lahan Zhoumi mengelapnya dengan sapu tangan basah.

“Haneul-ah… Mianhe…” Tiba-tiba sebuah igauan terlontar dari mulut Miyoung yang masih tetap tak sadarkan diri itu.

Zhoumi mengusap lembut kening Miyoung dan mengecupnya singkat. “Haneul tidak pernah membencimu, Miyoung-ah. Percayalah…” Ucap Zhoumi pelan.

-Suddenly I’m Married-

Miyoung membuka matanya perlahan-lahan, Pandangannya yang sedikit buram pun sedikit demi sedikit mulai terlihat jelas hingga akhirnya ia tersadar jika saat ini ia sedang berada di kamarnya dan sebuah sapu tangan yang setengah mengering menempel dikeningnya.

“Ah… Apakah aku demam?” Gumamnya pelan seraya mengambil sapu tangan itu dan meletakkannya di mangkuk berisi air tersebut.

Dengan perlahan, Miyoung beranjak dari tidurnya dan kemudian berjalan menuju dapur karena ia merasa sedikit haus. Tapi pandangannya langsung tertuju pada Zhoumi yang tertidur di sofa dengan posisi yang menurutnya terlihat tak begitu nyaman.

Diliriknya jam dinding, Dan jam baru menunjukkan jam 2 dini hari. Miyoung pun kembali masuk kedalam kamarnya dan mengambil selimut lantas menyelimuti tubuh Zhoumi setelah sebelumnya secara pelan-pelan ia membenarkan posisi tidur Zhoumi agar lebih nyaman.

“Kau pasti lelah… Maaf, Aku merepotkanmu…” Desis Miyoung sembari mengusap lembut beberapa helai anak rambut yang menutupi kening Zhoumi.

Ia terus menatap wajah tampan Zhoumi dan sedikit demi sedikit wajah Miyoung mulai mendekati wajah Zhoumi. Tak berapa lama sebuah ciuman singkat nan mendarat tepat di bibir Zhoumi.

“Jaljayo…” Bisik Miyoung sepelan mungkin dan kemudian ia menyandar pada kursi tersebut sambil memegang tangan Zhoumi erat.

Tanpa Miyoung sadari, Zhoumi membuka kedua matanya dan tersenyum kecil. “Jaljayo… Nae yeoja…” Batinnya.

To Be Continued…

 

68 thoughts on “Suddenly I’m Married (Chapter.6)

  1. banyak misterinya nih..
    jd miyoungny bingung..
    tapi kalo balik lagi jd bisa belajar buat cinta ma zhoumi sih..jd romantis..
    pake nemenin tidur di sofa segala pdhl lagi sakit..
    hihiihiiihii,,,

  2. OMOOOOOOO Haneul udah RIP??? *nangis sesenggukan d tepi kolam***
    oya, itu si youngi pas ke masa depan berarti pas dia blm ketemu ma hankyung yah, heheheh,,, sedikit rumit masa lalunya
    Eh, kapan neh youngi balik ke masa normal, kasihan youngi g bs merasakan masa remaja yg indah, tb2 langsung skip time dah punya suami *diinjek ma nta***, tp ada untungnya jg seh, kalo tb2 pnya suami kea Mimi gege….. SAPA YG NOLAAAAAAAAAAAKKK hahah #PLAKKK
    yah,,, kita berdoa saja semoga FF ini segera dilanjutkan ama authornya *diplototin author***
    hehehe, terus youngi bs memperbaiki masa lalunya yg suram *dibuang ke laut ma Nta***
    hwaitting!!!

    • Yah, Begitulah…
      Hidup Miyoung memang selalu rumit… LoL Wkwkwkwkwkwkwk
      *INJEK2*
      Biarin, Jadi bini Mimi itu BAROKAH tauuuk… 😄

      Tenang aja…
      Lanjutannya dah di buat beberapa page da… Hahahahaha
      Udah siap meluncur beberapa saat lagi… Hohoho

      Gomawo nyaaaaaaak… ^^ *Hug*

  3. marah.a mimi kerenn lols ehehe xD
    imy suka eon pas mimi cemburu ke gege dan pas youngi ngaku ke gege bahwa ia cuma cinta mimi, sosweeet ^^
    binggo tebakan imy bener, mimi g tidur pas youngi popo mimi ehehe xD
    youngmi sarange sarange ❤
    lanjutt 😀

  4. Jaljayo…. Huaaa…. So sweet 🙂 hahaha… Akhrny minyoung ngaku kalo dy deg2an kalo sama zhoumi. Lucu deh minyong… Lah haneul kok mati sih? Minyoung jd mrasa brsalah kan.. Next part ditunggu 😀

  5. hah? Haneul RIP? cckkkckkkkk… akhirnya YoungHan berhasil menyelesaikan apa yang memang seharusnya selesai yak.. khan mereka belum2 bener selese, Han masih lum terima gitu *sotoy*

    aduh co cwit amat ini teh, Jaljayo nae yeoja.. wah kata2.a itu lho menunjukkan keposessifannya si Mimi…

  6. O.o…jd haneul udh meninggal?? huee.sedihnya…miyoung pasti mrsa bersalah.tp seneng akhirnya pilihan miyoung jatuh pada zhoumi..dan akhirnya hankyung jatuh kepelukan sy..#slapped# kkkkkkk..run to next capt dahh..

  7. zhoumi baru dcium keningny m miyoung udah mematung gtu.
    pdahalkn miyoung istriny, pastiny udah ngelakuin yg lbh dr itu wkwk.
    kliatan bget y chingu kalo zhoumi jablay sejak miyoung lupa ingatan.
    tp adegan trkhr it so sweet bget, ngiri dh.
    otw kpart slnjtny, g nyangka next part udah majimak part.

  8. Woooaaahhh. . . .
    Lama ga mampir ke blog ini udah bnyak ff yg publish.

    Zhoumi bisa marah sama Miyoung jg ya, dia cemburu berat tu sama Hankyung tp sukur deh sekarang Hankyung udah mulai trima kenyataan kalo Miyoung cuma cinta sama Zhoumi.

    Nta, Haneul meninggal knp ?
    Kasian bgt, ko meninggal si :’-(

  9. itw c hangeng bnr dah minta d tonjok yak ?! #mintadihajar #diserbureaders #diserbuauthor #diserbugenfans #plak tp emg menyebalkan .. nyuri ksmptan dlm ksmptan -_- ya ampun tamannya ajaib bgt kyk mesin wktu ? aigo aku jg mauuu o_ov

  10. Zhoumi tipe cowo yg gampang cemburu ya,,
    ngomong” kenapa miyoung jd anak angkat kel.kim ya?
    Eomma ma Appanya kmn??
    Haneul meninggal ya,, miyoung pasti merasa bersalah bgt,,

  11. mkin romantis aja mereka berdua
    pasti miyoung terpukul banget mengetahui haneul meninggal
    secara diakan sering banget membantah perkataan haenul

  12. aihh…haneulny mninggal???
    huft syukurla akhirny han~ge sdr klu miyoung cm cinta sm mimi~ge^^
    part brkutny ap miyoung blk lg swkt umurny 18??
    lanjuttttt……XP

  13. miyoung zhoumi sweet euyy .. 🙂
    tapi, aku masih bingung ..
    last part ntar miyoung bakal kembali pas dia 18 tahun ato gimana??
    aissshh.. penasaran

  14. Mi young pabo ngapain blg ke zhou min “Aku tidak bermaksud membuatmu kesal. Hanya saja… Ntah kenapa aku merasa aku tak dapat menolak pelukannya…”

    “Lalu apakah menurutmu perasaanku tak penting?! Apakah kau pikir aku akan tenang saja saat melihat isteriku berpelukan dengan lelaki lain yang bahkan dia adalah mantan kekasihnya?!Ah… Atau mungkin itu karena dia adalah Kakak Iparmu?? Kau pikir dengan kata maaf semuanya akan kembali seperti biasa?! Aku heran… Kenapa kau begitu baik pada Hankyung. Tapi tidak denganku… Atau mungkin sebenarnya kau tidak lupa ingatan, Huh?! Kau bahkan menerima pelukan Hankyung dengan mudahnya? Ahh… Atau mungkin kau ingin berselingkuh di belakangku? Kau bahkan kau tak mengizinkanku menyentuhmu sedikitpun!”
    OMMO … lagi2 zhou min mengeluarkan keluh kesah nya sama mi young …

    “Itu karena setiap kali bersamamu jantungku selalu berdetak lebih cepat!! Kau tidak tahu perasaan itu kan?!” akhirnya kata2 itu keluar jg dari bibir youngi

    Maaf, Aku berkata seperti itu… Karena aku cemburu. Aku tak ingin lelaki manapun menyentuhmu, Youngie-ah… Aku takut kehilanganmu…” Bener tuh kata zhou min

    hehe youngi memegang pipi kanan Zhoumi kemudian mengecup kening Zhoumi dan memeluk tubuh zhou min.“Kau tahu?? Ntah kenapa… Aku senang saat mendengarmu begitu cemburu padaku… Gomawo, Zhoumi-ah. Kau memang lelaki yang baik…” suit suit ………

    EH … knp … mi young ga boleh tau kalo haneul dah meninggal dan ga boleh ke makam nya ?????????????
    YAK knp youngi malah pergi sama hankyung? bukan sama zhou min?????? aish cari masalah aja tuh cewe ……………

    OMMO … hankyung lagi2 menyatakan perasaannya pd mi young – BANDEL yah …..
    ‘Maaf, Tapi aku tidak mencintaimu. Aku mencintai Zhoumi, Suamiku” BAGUSSSSSSSS aq suka bgt sama jawaban youngi

  15. Hyaaaaaaaaaaa Miyoung trnyta skrng udh ska ma Zhoumi
    .
    Ommo…….
    Haneul udh mninggal. ksian bnget sich
    tp knpa Miyoung nggk prgi ma Zhoumi ja sich. knpa hrus ma Hankyung
    jd pnsran lnjutnnya Eonn….
    .
    q bca part slnjutnya yach……..

  16. aaa…jd haneul’y udh meninggal????itu gege ttp aja y modus cri ksempatan dlm ksempitan biar miyoung blik lg sm dy….
    tp miyoung kpn inget sm zhoumi’y???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s