Photograph And Rain (1/2)

Title                : Photograph And Rain

Author          : NtaKyung

Casts              : Zhoumi, Shim Miyoung, Lee Donghae, Leeteuk and OC

Length         : Twoshot

Genre            : Angst, Romance.

Rating           : PG-13

~Photograph And Rain~

Klik!!

Zhoumi, -Sang photographer terkenal itu-. Menatap lekat pada seorang gadis yang tengah berdiri di derasnya hujan dengan payung putih yang di pegangnya, Lalu ia pun tersenyum.

“Pemandangan yang indah…” Gumamnya.

Ntah apa yang menjadi daya tarik dari gadis tersebut, Ia hanya tetap berdiri di tengah deras hujan sambil menatap rintik-rintik hujan itu dengan tatapannya yang begitu sendu. Tapi hal itu seakan pemandangan yang langka bagi lelaki ini.

Ia melihat hasil potretnya, Hampir dari foto-foto itu adalah foto gadis tersebut. Bahkan ada dari beberapa hari yang lalu, Sepertinya Zhoumi sudah mengamati gadis itu lama.

“Haruskah aku menghampirinya?” Ujarnya pada diri sendiri.

Zhoumi mendongakkan kepalanya, Namun sang gadis sudah tak ada lagi di tempatnya dan hal itu cukup membuat Zhoumi kecewa.

“Aku terlambat lagi…” Pikirnya.

~Photograph And Rain~

“Aku pulang…” Seru seorang gadis yang baru saja memasuki apartementnya.

Hening, Tak ada sahutan dari siapapun. Raut wajah sang gadis berubah menjadi sendu dan kedua matanya nampak memerah, Menahan air matanya agar tidak keluar.

“Sudah tiga bulan sejak kepergianmu, Dan aku masih belum bisa melupakanmu. Maaf, Aku belum bisa menepati janjiku…” Desisnya pelan.

Tubuhnya perlahan-lahan jatuh ke atas lantai, Kedua tangannya mendekap mulutnya. Dia seakan mencoba menutupi suara isak tangisnya, Meskipun tak akan ada satupun yang akan mendengarnya, Tapi ia tetap berusaha menutupi suara isak tangisnya itu.

~Photograph And Rain~

“Jadi, Bagaimana pendapatmu tentang apartement ini?” Tanya seorang lelaki yang sedang mengantarkan Zhoumi ke tempat tinggalnya yang baru.

Zhoumi mengangguk puas, Lalu menoleh pada lelaki itu. “Aku menyukainya. Kau memang tahu seleraku, Hyung…”

“Tentu saja, Kau seharusnya bangga karena memiliki kakak sepertiku…” Jawab lelaki yang bernama lengkap Park Jungsoo atau yang lebih sering di sapa Leeteuk itu.

“Yah, Yah, Yah… Aku begitu sangat bangga padamu, Leeteuk Hyung!” Sahut Zhoumi sambil membungkuk padanya, Berniat bergurau pada lelaki yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri itu.

“Sudahlah! Jangan bercanda lagi…” Leeteuk menepuk pundak Zhoumi kemudian. “Ah, Aku sepertinya harus pulang sekarang. Jaehee pasti sudah menungguku untuk makan malam…”

“Hm, Baiklah…” Zhoumi mengangguk singkat, “Sampaikan saja salamku pada kakak ipar!!” Ucapnya kemudian.

“Arraseo…” Jawab Leeteuk yang kemudian meraih jasnya dan bergegas pergi.

“Sepertinya… Aku juga lapar. Ahh, Lebih baik aku mencari makan dulu saja!” Ujarnya lalu meraih jaket kulitnya itu dan bergegas pergi ke mini market yang ada di dekat apartement

~Photograph And Rain~

Zhoumi berjalan perlahan sambil menikmati lagu yang terputar dari I-podnya itu. Sesekali ia ikut menyanyikan lagu yang terdengar olehnya.

Tanpa di sadari, Dari sisi yang berlawanan seorang gadis yang membawa begitu banyak belanjaan tengah berjalan ke arahnya. Dan, Sepertinya kedua orang itu tidak menyadari posisi masing-masing, Hingga akhirnya…

Bruk!!

“Ahk!!”

Mereka bertabrakan dan menyebabkan barang belanjaan yang di bawa gadis itu sebagian berserekan di lantai. Dengan segera Zhoumi pun membungkuk dan membantu gadis itu untuk memunguti barang-barang belanjaannya.

“Mianhamnida, Agaesshi…” Ujar Zhoumi seraya memberikan barang-barang belanjaannya.

“Gwenchana. Ini bukan sepenuhnya salahmu…” Sahut sang gadis tanpa menatap Zhoumi.

Gadis itu beranjak dari posisinya, Lalu membungkuk singkat pada Zhoumi sebagai tanda terima kasih karena telah membantunya. Dan tanpa mengucapkan apapun, Gadis itu pun pergi meninggalkan Zhoumi.

Zhoumi terdiam, Menatap punggung sang gadis yang semakin menjauhnya. “Sepertinya aku pernah melihat gadis itu… Tapi di mana?” Pikir Zhoumi yang tak sempat melihat wajahnya.

“Ahh, Sudahlah! Mungkin hanya perasaanku saja…” Ujarnya acuh lalu kembali berjalan ke arah lift.

~Photograph And Rain~

Klik!!

Zhoumi kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa, Ia memfoto beberapa orang yang sedang lalu lalang di sekitar pasar ini. Yah, Kali ini Zhoumi ingin mengangkat tema sebuah kehidupan masyarakat biasa untuk karya selanjutnya nanti.

Ia hendak kembali memfoto suasana pasar tersebut, Tapi hal itu terhenti dengan tiba-tiba saat kameranya menangkap satu sosok gadis yang tak asing lagi baginya. Meski, Dia belum mengetahui namanya.

“Gadis itu…” Gumamnya.

Mengetahui gadis tersebut mulai beranjak pergi dari tempatnya, Zhoumi segera berlari dan mengejar gadis itu. Mengikutinya dan memfoto setiap aktivitas yang di lakukannya.

Zhoumi tersenyum tipis, “Dia benar-benar gadis yang cantik…” Ujarnya pelan, Ia sepertinya begitu mengagumi gadis yang menjadi sosok gadis idamannya itu.

Tik… Tik… Tik…

Zhoumi mendongakkan kepalanya saat merasakan tetes demi tetes rintik hujan mengenai tangannya. “Ck! Hujan lagi!!” Gerutunya lalu segera memasukkan kamera kesayangannya itu ke dalam tas.

Pandangan Zhoumi kembali tertuju pada sang gadis, Ia yang tadinya hendak beranjak pergi malah justru mengurungkan niatnya dan menatap gadis tersebut –yang justru terdiam sambil mendongakkan kepalanya- merasakan rintik-rintik hujan yang mulai turun dan mengenai telapak tangan serta wajahnya.

Hujan semakin lama semakin deras, Orang-orang berlari mencari tempat untuk berteduh. Tapi tidak dengan Zhoumi dan gadis tersebut. Mereka hanya tetap terdiam di tempatnya. Di satu sisi sang gadis terlihat begitu menikmati rintik hujan itu sedangkan Zhoumi hanya tetap menatap gadis itu dari posisinya sekarang.

“Ckk!!! Aku benar-benar sudah terperangkap dalam pesona gadis ini!!” Ujarnya merutuki diri sendiri.

Sret!!

Tiba-tiba saja Zhoumi menarik tangan gadis tersebut lalu berlari secepat mungkin. Gadis itu nampaknya bingung dengan sikap Zhoumi, Tapi seolah tak dapat menolak hal ini, Akhirnya ia pun ikut berlari mengikuti Zhoumi.

Zhoumi mengajak gadis itu untuk berteduh di sebuah bangunan ruko yang sudah tutup dan tak terpakai lagi itu. Ia menoleh pada gadis tersebut, Dan rasa canggung langsung meliputi dirinya. Terlebih saat sang gadis menunduk dan menatap pada tangan Zhoumi yang masih saja memegang tangannya erat.

“Ahh, Maaf!” Zhoumi segera melepaskan genggamannya dari tangan gadis itu.

“Tidak apa-apa…” Jawabnya lalu menoleh arah lain, Sepertinya ia juga merasa canggung dengan keadaan ini. Apalagi mereka belum mengenal satu sama lain, Tapi sikap Zhoumi yang menariknya di tengah hujan itu seakan-akan menggambarkan mereka saling kenal.

Suasana di sekitar mereka berdua benar-benar terasa sangat sepi. Hanya suara derasnya hujan yang mengisi keheningan di antara keduanya, Selebihnya tidak ada.

“Kau… Kenapa menarikku??” Suasa gadis itu terdengar setelah cukup lama mereka diam.

Glek!!

Zhoumi menelan ludahnya dengan susah payah, Ia benar-benar tidak menyangka jika gadis ini akan bertanya hal seperti itu padanya.

“Tadi… Aku.. Aku melihatmu di tengah hujan. Dan… Dan… Aku… Aku… Aku memutuskan untuk mengajakmu berteduh… Itu saja…” Jawab Zhoumi dengan terbata-bata.

“Begitukah? Kalau begitu terima kasih…” Sahutnya tanpa terlihat salah tingkah sedikitpun. Begitu berbeda jauh dengan Zhoumi.

Zhoumi memberanikan diri menoleh padanya. Ia mengamati wajahnya, Begitu mulus dan putih. Kedua matanya yang bulat dan berwarna hitam pekat serta bibirnya yang berwarna pink muda itu seakan menambah kecantikan wajahnya.

“Zhoumi… Chou Zhoumi!!” Tiba-tiba saja Zhoumi menyodorkan tangannya.

Gadis itu menoleh padanya, Lalu menatap tangan Zhoumi bingung. Untuk beberapa saat ia hanya terdiam, Namun saat ia melihat raut wajah Zhoumi yang gugup membuat senyum kecil terukir di wajah gadis tersebut.

“Miyoung… Namaku Shim Miyoung…” Balas sang gadis sambil menyambut tangan Zhoumi.

Zhoumi membalas senyumannya. “Senang berkenalan denganmu, Miyoung-ssi…” Ujarnya.

“Yah, Aku juga. Zhoumi-ssi…” Sahut Miyoung dan setelah itu keduanya pun tertawa kecil bersama mengingat kejadian tadi yang terasa canggung namun sekarang berubah menjadi suasana yang cukup hangat.

~Photograph And Rain~

Zhoumi membolak-balikkan tubuhnya, Lalu melirik jam dinding yang menunjukan jam satu malam itu. “Haish!! Aku tidak bisa tidur!!” Gerutunya lalu beranjak dari posisi tidurnya.

Ia terdiam, Dan ntah kenapa ingatan tentang pertemuan dengan Miyoung kembali terlintas dalam pikirannya.

“Shim Miyoung…” Gumamnya, Lalu ia pun tersenyum tipis saat mengingat wajah gadis itu.

“Eeeiii!! Kenapa aku terus saja memikirkannya?!” Ujarnya seraya beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju balkon kamarnya ini. Ia berdiri di balkon kamarnya dan menghirup udara malam hari yang terasa segar. “Ah… Suasana malam Seoul yang aku sukai!!” Serunya.

Zhoumi menoleh ke arah lain, Dan kedua matanya membulat saat mendapati sosok Miyoung tengah duduk di balkon kamar apartement sebelah dengan kedua mata yang tertutup dan kepala yang mendongak ke atas langit.

“Ini… pasti mimpi!!”

Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat, Lalu kembali menoleh. “Aish! Kau sudah gila, Chou Zhoumi!” Ujarnya pelan, Merutuki diri sendiri.

Senyum kecut terlihat jelas di wajahnya saat menyadari sikapnya tadi. Bagaimana tidak? Ia baru saja membayangkan jika Miyoung ada di apartement sebelah tapi saat ia kembali menoleh, Miyoung sudah tak ada lagi di tempatnya.

“Aku benar-benar sudah di buat gila karenanya…” Gumam Zhoumi lalu berbalik, Hendak beranjak pergi dari balkon kamarnya.

~Photograph And Rain~

Miyoung memasuki kamar apartementnya setelah tadi duduk cukup lama di balkon sambil menikmati cuaca malam yang cukup membuat tubuhnya fresh.

Ntah apa yang ada dalam pikirannya, Tapi tiba-tiba saja bayangan wajah Zhoumi kembali terlintas di benaknya dan membuat satu senyum kecil terukir di wajah gadis ini.

“Dia… Begitu lucu. Bagaimana bisa dia menarikku sementara dirinya sendiri tidak mengenal diriku sama sekali…” Pikirnya.

Miyoung menoleh pada sebuah frame foto yang terpajang di meja kecil sisi ranjangnya. Lalu ia meraih frame foto tersebut, Menatap sendu pada seorang lelaki yang tengah memeluknya hangat sambil tersenyum lembut dalam foto itu.

“Bukankah dia mirip denganmu? Dulu… Kau juga pernah melakukan hal yang sama dan di saat hujan juga. Iya kan, Donghae-ah?”

Tanpa terasa kedua mata gadis ini mulai berkaca-kaca dan mulai meneteskan air mata. Ia selalu seperti ini jika mengingat lelaki yang tak lain adalah suaminya itu.

“Kenapa kau harus pergi secepat ini, Donghae-ah?” Dan suara isak tangis pun mulai kembali terdengar di ruangan ini. Sama seperti hari-hari biasanya, Akan selalu terdengar suara isak tangis darinya.

~Photograph And Rain~

“Haisssh!! Aku terlambat!!” Keluh Zhoumi seraya mengenakan jaketnya dan meraih kamera kesayangannya itu, Ia kemudian keluar dari dalam mobilnya dan dengan setengah berlari ia masuk ke dalam gedung Perusahaan Majalah Style.

“Zhoumi-ah!” Seru Leeteuk seraya berjalan cepat menghampiri Zhoumi.

“Eoh, Mianhe Hyung. Apakah semuanya sudah berkumpul?” Tanya Zhoumi sambil mencoba mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.

“Yah, Mereka semua menunggumu. Ayo cepat, Kita tidak bisa membuat mereka menunggu lebih lama lagi!” Ajak Leeteuk kemudian.

“Arraseo…” Zhoumi mengangguk singkat lalu mengikuti langkah Leetuk dari sampingnya.

Pertemuan berjalan dengan lancar, Semua orang yang hadir dalam rapat ini terlihat kagum dengan hasil karya Zhoumi. Dan mereka berniat melakukan kerja sama dengannya.

“Tidak sia-sia aku mengenalkanmu pada mereka. Kau memang berbakat, Zhoumi-ah!” Ujar Leeteuk memuji.

“Ini semua berkatmu juga Hyung. Jika saja tidak ada dirimu, Aku tidak mungkin bisa tanda tangani kontrak dengan mereka…” Sahut Zhoumi sambil tersenyum tipis.

“Hahaha… Kau bisa saja!” Tawa Leeteuk. “Ah, Iyah. Bagaimana jika sebagai perayaannya kau makan siang di restoranku? Jaehee pasti sangat senang jika melihatmu datang ke sana!” Ajaknya kemudian.

Zhoumi mengangguk singkat, “Sepertinya cukup mengasyikan. Baiklah…” Setujunya.

“Kajja…”

Keduanya pun memasuki mobil Zhoumi dan bergegas pergi menuju restoran yang di kelola oleh Leeteuk bersama isterinya itu.

~Photograph And Rain~

“Jaehee-ya, Lihatlah siapa yang datang!” Seru Leeteuk saat mereka memasuki restorannya.

Wanita yang sedang duduk di tempat kasir pun menoleh dan nampak begitu terkejut saat melihat Zhoumi ada bersama Leeteuk. “Omo!! Zhoumi-ah, Kapan kau datang?!” Ujar wanita itu lalu beranjak dari tempatnya dan menghampiri lelaki itu.

“Sejak beberapa hari yang lalu…” Jawab Zhoumi santai.

“Aish! Kenapa kau tidak mengabariku, Huh?! Kau juga! Kenapa tidak memberitahuku, Jika anak ini sudah ada di Seoul, Huh?!” Ujar wanita bernama Jaehee itu sambil memukul pelan Leeteuk, Suaminya.

“Jangan salahkan aku! Dia sendiri yang memintaku untuk tidak memberitahumu terlebih dulu…” Elak Leeteuk berpura-pura marah.

“Benarkah seperti itu?!” Ragu Jaehee sambil melirik Zhoumi.

“Ahh… Sebenarnya yah…” Sahut Zhoumi sambil terkekeh kecil.

“Aish!! Kalian berdua ini memang menyebalkan!!” Gerutu Jaehee.

“Sudahlah, Sudahlah!! Karena sekarang Zhoumi sudah berada di sini, Bagaimana jika kita makan siang terlebih dulu? Aku sudah lapar…” Sela Leeteuk sambil memegangi perutnya.

“Aku juga!” Ujar Zhoumi kemudian.

“Arraseo… Arraseo… Kalian duduklah di sana. Aku akan membawakan makanan yang enak dan memuaskan!!” Ujar Jaehee kemudian berlalu ke arah dapur.

Tring!!

Suara bel berbunyi, Menandakan seorang pelanggan memasuki restoran tersebut. Nampak seorang gadis yang berjalan masuk, Leeteuk yang menyadari kehadiran gadis itu tersenyum karena begitu mengenalinya.

“Eoh, Miyoung-ah. Apakah kau akan mengambil pesananmu seperti biasa?!” Seru Leeteuk kemudian seraya beranjak dari duduknya dan menghampirinya.

Gadis yang tak lain adalah Miyoung itu menoleh padanya lalu mengangguk singkat, “Yah… Tadi aku sudah menelefon pada Jaehee Eonnie terlebih dulu…” Jawabnya.

“Arraseo… Chakkamanyo…” Ujar Leeteuk dan ia pun bergegas masuk ke dapur mengambil pesanannya yang sudah biasa di siapkan oleh Jaehee.

Mendengar nama yang tak asing lagi baginya, Zhoumi pun menoleh dan kedua matanya membulat saat mendapati Miyoung yang tengah berdiri menunggu Leeteuk mengambil pesanannya tanpa sedikitpun menyadari kehadiran Zhoumi.

“Dia…” Zhoumi tak dapat melanjutkan perkataannya. Ia segera beranjak dari duduknya dan berjalan menghampirinya. “Chogi… Miyoung-ssi??” Panggil Zhoumi ragu.

“Ne?” Miyoung menoleh pada Zhoumi begitu mendengar namanya di panggil. “Eoh! Neo??” Kaget Miyoung tak menyangka jika Zhoumi ada di sini.

Zhoumi terdiam sesaat, Seakan tak mempercayai hal ini. Tentu saja, Karena hampir di setiap tempat Zhoumi selalu bertemu dengannya, Seperti mereka itu memang sudah berjodoh.

“Ahh… Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini. Kau sering makan di sini juga?” Ucap Miyoung kemudian.

Zhoumi masih terdiam, Begitu larut dalam pikirannya. Hal itu tentu saja membuat Miyoung bingung dengan sikap lelaki di hadapannya ini. “Zhoumi-ssi… Gwenchana?” Panggilnya.

“H-Huh??” Zhoumi tersadar dari lamunannya. “M-maaf… Kau bicara apa tadi??” Tanyanya tak begitu mendengar ucapan Miyoung tadi.

“Miyoung-ah, Ini pesananmu!!” Ujar Leeteuk sambil membawa sekantung plastik kemudian menyerahkannya pada Miyoung.

“Ah, Ne. Gomawo Oppa…” Miyoung mengangguk sambil tersenyum tipis. “Baiklah, Sekarang aku harus segera pulang…” Pamit Miyoung. Ia menoleh pada Zhoumi, Lalu kembali menyunggingkan senyum lembutnya. “Aku permisi, Zhoumi-ssi. Annyeong…”

“Ne… Annyeong, Miyoung-ssi…” Sahut Zhoumi dan setelah itu pun Miyoung beranjak pergi.

“Eoh, Apakah kau sudah mengenalnya, Zhoumi-ah?!” Tanya Leeteuk saat melihat mereka berdua yang terlihat cukup akrab baginya.

“Bisa di bilang yah…” Jawab Zhoumi seakan ragu.

“Makanan tiba!!” Seru Jaehee sambil membawa sebuah nampan besar berisi makanan yang cukup terlihat lezat itu. “Leeteuk-ah, Bantu aku!!” Pintanya.

“Ne, Jagiya…” Sahut Leeteuk sambil sedikit menggoda dan hal itu cukup membuat Jaehee tersipu malu sedangkan Zhoumi hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku kedua orang yang sudah di anggap sebagai kakaknya itu.

~Photograph And Rain~

Zhoumi melihat foto-foto Miyoung yang di dapatnya secara diam-diam selama ini. Beberapa foto lebih banyak terlihat ketika sedang hujan, Di dalam foto tersebut wajah Miyoung begitu terlihat sendu. Seperti ada sebuah luka lama yang tersembunyi dan hanya dengan melihat hujan Miyoung seperti mendapat ketenangan tersendiri.

“Hhh… Kenapa aku bisa tertarik padamu? Kenapa kau yang harus pertama kali kulihat saat tiba di Seoul?” Gumam Zhoumi mengingat pertemuannya dengan Miyoung dulu.

<Flash Back Start>

“Sial!! Hujan!! Cuaca seperti ini yang membuat kegiatanku terganggu! Benar-benar sangat mengganggu!” Gerutu Zhoumi kesal karena aktivitasnya terhenti karena hujan deras.

Di saat Zhoumi tengah melihat hasil-hasil fotonya tadi, Pandangannya tiba-tiba saja tertuju pada seorang gadis yang tengah berjalan perlahan di tengah derasnya hujan.

“Apa yang dia lakukan?! Bodoh! Walaupun dia membawa payung, Tidak sadarkah dia jika hujan ini begitu deras?!” Pikir Zhoumi saat melihat gadis itu. Tapi ntah kenapa, saat sang gadis menengadahkan kepalanya, Ia merasa jika gadis itu memiliki daya tarik tersendiri.

Terlebih di saat senyum tipis terukir di wajahnya, Meski tatapannya sendu sang gadis tetap mencoba untuk tetap tersenyum. Sepertinya ia begitu menikmati hujan ini, Tak peduli jika hal ini dapat membuatnya basah dan sakit.

Deg!!

Zhoumi dapat merasakan jantungnya yang berdegup dengan kencang saat melihat wajah gadis tersebut. Tanpa berfikir panjang lagi, Zhoumi pun segera meraih kameranya dan mengabadikan beberapa moment gadis itu hingga akhirnya dia beranjak pergi dan mulai menjauh dari tempat tersebut.

“Menarik…” Hanya kata-kata itu yang terlontar dari mulut Zhoumi.

<Flash Back End>

~Photograph And Rain~

Di sebuah bukit yang sejuk, Terdapat pohon besar yang menjulang tinggi di puncak bukit itu serta beberapa macam bunga tumbuh di sekitarnya. Dan di sana pun nampak seorang gadis yang tengah berbaring di lahunan sang lelaki yang merupakan suaminya itu.

“Apakah kau akan terus tidur, Hmm?” Tanya sang lelaki sambil mengelus lembut poni gadis tersebut.

Sang gadis yang ternyata adalah Miyoung perlahan membuka kedua matanya dan sebuah senyum manis terkembang jelas di wajahnya. “Donghae-ah…” Panggilnya kemudian.

“Wae?” Sahut lelaki bernama Donghae itu.

“Apakah kau percaya dengan kata-kata takdir?” Tanya Miyoung, Masih tetap berbaring di lahunan Donghae.

Lelaki itu mengerutkan keningnya, Lalu perlahan tersenyum padanya. “Aku percaya…” Ujar Donghae setelah cukup lama terdiam.

“Kenapa?” Miyoung kembali bertanya. “Kenapa kau percaya dengan kata-kata itu?”

“Karena kau ada di sampingku…” Jawabnya. “Kau tahu?? Jika tidak ada takdir di dunia ini, Aku tidak mungkin akan bertemu denganmu…”

“Maksudmu? Kurasa… Kita akan tetap bertemu meskipun tidak ada takdir…” Sela Miyoung.

“Kau salah!” Donghae memencet hidung Miyoung, gemas. “Kau pikir… Jika saja saat itu tidak hujan dan aku tidak mengajakmu untuk berteduh. Kita akan seperti sekarang ini? Dan kau tahu? Karena hujanlah kita bertemu… Dengan kata lain hujan turun karena ditakdirkan untuk mempertemukan kita…”

Miyoung mengerutkan keningnya, Sepertinya ia tidak mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Donghae padanya.

“Donghae-ah, Sejujurnya… Aku tidak mengerti dengan ucapanmu itu…” Ujar Miyoung.

Donghae terkekeh kecil mendengar jawaban Miyoung, “Kau akan mengerti maksud dari ucapanku ini suatu saat nanti…” Sahut Donghae kalem.

“Kenapa nanti? Kenapa kau tidak menjelaskannya sekarang saja?!” Tanya Miyoung heran.

“Karena akan ada orang lain yang menjelaskannya… Orang yang akan menjadi takdirmu seutuhnya, Miyoung-ah…” Balas Donghae masih tetap kalem.

“Huh? Kau ini bicara apa sih?! Bukankah… Ehmp!”

Ucapan Miyoung terhenti saat Donghae tiba-tiba saja membungkukkan badannya dan di saat itu juga ia mengecup bibir gadis ini. Tak begitu lama memang, Tapi cukup lembut dan berkesan.

“Kau terlalu banyak bertanya!” Bisik Donghae saat mengakhir ciumannya itu.

Miyoung terdiam, Namun setelah itu ia pun tersenyum malu dan beranjak dari posisinya lalu merangkul Donghae erat. “Jangan pernah tinggalkan aku, Donghae-ah…” Gumamnya.

Donghae yang sebenarnya mendengar ucapan Miyoung, Hanya tersenyum kecut. “Aku tidak dapat menjanjikan hal itu, Miyoung-ah. Tapi… Aku berjanji kau akan segera mendapatkan penggantiku… Bahkan lebih baik dariku…” Batinnya, Dan setelah itu pun ia semakin mempererat pelukannya pada Miyoung. Membiarkan isterinya itu kembali terlelap dalam dekapannya yang terasa hangat dan nyaman.

~Photograph And Rain~

“Donghae-ah…” Igau Miyoung dalam tidurnya.

Ia menggeliatkan tubuhnya, Lalu menyentuh sisi ranjangnya yang tak ada siapapun di sana. Perlahan Miyoung pun membuka kedua matanya dan tatapannya langsung tertuju pada foto dirinya bersama suaminya, Lee Donghae.

“Kenapa kau kembali hadir dalam mimpiku, Donghae-ah? Jika terus seperti… Kau hanya akan membuatku semakin sulit melupakanmu…” Ujar gadis itu dengan suaranya yang terdengar parau.

“Kumohon… Biarkan aku tenang. Jangan membuatku tersiksa dengan terus mengingatmu…” Gadis itu menutup kedua matanya dengan tangannya, Menyembunyikan air mata yang lagi-lagi mengalir dari ujung matanya.

~Photograph And Rain~

Hujan turun dengan derasnya, Membasahi kota Seoul yang indah ini di pagi hari. Tak begitu banyak orang yang berlalu lalang di pusat kota Seoul ini. Mungkin hanya beberapa orang saja yang lewat di pusat kota Seoul ini selebihnya tidak ada.

Tak terkecuali dengan Miyoung yang hendak pergi ke Toko Bunga miliknya, Namun ia terpaksa mencari tempat berteduh karena hujan yang turun dengan derasnya itu.

“Ahh… Sayang sekali aku tidak membawa payung hari ini…” Gumamnya saat memasuki sebuah box telefon umum yang berada di taman kota.

Miyoung menatap tetes air hujan yang mengalir dari balik kaca box telefon ini, “Benar-benar indah, Aku menyukainya…” Senyum gadis itu.

Di sisi Lain…

“Hah… Cuaca akhir-akhir ini tidak terduga sekali. Padahal tadi masih cerah, Tapi tiba-tiba saja hujan sederas ini!” Keluh Leeteuk.

“Yah… Begitulah, Hyung…” Tanggap Zhoumi cuek.

Ia menoleh ke arah lain, Bosan menunggu lampu merah yang masih saja belum berubah. Dan tatapannya langsung tertuju pada sebuah box telefon yang ada di tengah taman kota itu.

“Hyung, Kau bisa menyetir kan?” Tanya Zhoumi kemudian tanpa menoleh padanya.

“Tentu, Kenapa?”

Zhoumi langsung menoleh padanya lalu melepas set belt-nya, “Hyung, Tolong gantikan aku dan bawa saja mobilku ini ke tempatmu! Nanti aku akan ke sana…” Pintanya.

“Huh? Memangnya kau mau kemana?” Bingung Leeteuk.

“Mengurus sesuatu!” Jawab Zhoumi dan segera keluar dari dalam mobil yang tentu saja hal itu mengejutkan Leeteuk.

“Ya!! Chou Zhoumi, Kau mau kemana?! Aish!!” Teriak Leeteuk namun tidak di gubris olehnya sedikitpun.

~Photograph And Rain~

“Donghae-ah, Kau di mana?! Jangan terus bersembunyi, Keluarlah!” Teriak Miyoung.

Greb!!

“Kyaaa!!” Miyoung menjerit histeris saat seseorang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang dan memutar tubuhnya hingga membuatnya terkejut.

“Kejutan!!” Seru Donghae yang melepaskan pelukannya setelah memutar tubuh Miyoung.

Miyoung merenggut kesal melihat Donghae yang justru malah tertawa padanya. “Aish, Kau ini hampir saja membuatku mati karena terkejut!!” Kesalnya.

“Hahaha… Tidak mungkin!” Sahut Donghae sambil tertawa puas.

“Ish!! Aku membencimu!” Miyoung memukul Donghae berkali-kali dengan cukup keras.

Sret!

Donghae menahan tangan Miyoung dan memegangnya dengan erat, Menipiskan jarak di antara mereka berdua. “Miyoung-ah…” Panggil Donghae kemudian.

“Wae?!” Sahut Miyoung ketus, Berpura-pura marah padanya.

“Berhentilah mencintaiku! Dan lupakanlah diriku!”

Deg!!

Kedua mata Miyoung membulat dalam seketika mendengar pernyataan Donghae tadi. Tapi ia mencoba untuk tersenyum meskipun terlihat enggan.

“K-kau… Apa yang kau katakan?!” Tanya Miyoung dengan nada bergetar.

“Jangan pernah mengingatku lagi, Miyoung-ah. Sadarlah… Aku bukanlah sosok nyata yang ada di duniamu lagi. Aku sudah menghilang dari dunia ini…” Ujar Donghae tetap terlihat tenang.

“Apa yang kau bicarakan?! Aku sungguh tidak mengerti!! Kau nyata, Kau adalah suamiku, Dan itu takkan pernah berubah!!” Bantah Miyoung.

“Miyoung-ah…”

“Geumanhe!! Jangan mengatakan apapun lagi, Donghae-ah!! Aku tidak mau mendengar apapun lagi darimu!!”

Donghae menatap sendu pada gadis di hadapannya ini, Lalu ia pun menarik gadis itu ke dalam pelukannya. “Maaf… Tapi, Ini adalah kenyataannya… Kau harus melupakanku…”

“Geumanhe, Geumanhe!!” Miyoung memukul-mukul pelan dada Donghae, Air mata yang tak dapat ia bendung lagi perlahan mengalir dari ujung matanya.

Donghae menarik Miyoung dari pelukannya, Lalu menghapus jejak air mata sang gadis dengan kedua ibu jarinya. Ia tersenyum tipis, Dan seakan terhipnotis dengan senyuman itu tangis Miyoung seketika berhenti dan kenyamanan kembali meliputi dirinya.

“Miyoung-ah, Tutuplah kedua matamu…” Pinta Donghae.

Miyoung menuruti perkataan Donghae, Ia menutup kedua matanya perlahan. “Kenapa kau menyuruhku menutup kedua mataku?” Tanya Miyoung bingung. Tapi bukannya menjawab Donghae hanya tersenyum tipis. Menatap wajah gadis ini lekat, Seperti menikmati sebuah pemandangan yang tak akan pernah dapat ia lihat lagi hingga kapanpun.

“Miyoung-ah… Kau… Harus melupakanku!” Bisik Donghae perlahan. “Tapi aku berjanji, Kau akan tetap mendapatkan kebahagian… Meski tanpaku…”

“Kenapa kau berkata seperti itu?!! Aku tidak mungkin bahagia jika tanpa dirimu!!”

“Tidak kau salah, Miyoung-ah!” Sela Donghae cepat. “Dengarkan aku, Miyoung-ah… Di saat kau membuka matamu nanti… Kau akan menemukan seseorang yang lebih baik dariku…”

“Mwo?!” Miyoung mengerutkan keningnya. Hendak membuka matanya, Namun ia kembali mengurungkan niatnya saat merasakan genggaman tangan Donghae yang begitu erat.

“Saat kehitungan ketiga kau baru boleh membuka matamu…” Bisik Donghae lembut. “1.. 2.. 3…”

~Photograph And Rain~

Knock… Knock… Knock…

Miyoung membuka kedua matanya perlahan dan ia begitu terkejut saat mendapati Zhoumi yang tengah mengetuk pintu box telefon ini dengan keadaannya yang basah kuyup.

“Bolehkah aku masuk?!” Seru Zhoumi dari luar sana.

Miyoung masih mematung di tempatnya, Tapi sadar dari lamunannya. Miyoung pun segera saja membuka pintu box tersebut. “Masuklah!” Ajak Miyoung kemudian.

“Terima kasih…” Zhoumi bergegas masuk ke dalam box yang cukup kecil itu. “Aish! Hujannya deras sekali…” Ujar Zhoumi sambil melirik jaketnya yang sudah basah itu. “Bukankah begitu, Miyoung-ssi?”

“H-huh?? Ah… Ne…” Jawab Miyoung terlihat ragu. “Apa yang kau lakukan di tengah hujan?” Tanya Miyoung kemudian.

“Huh?” Zhoumi menoleh padanya dan terdiam sesaat. “Ahh… Itu, Mobilku mogok dan tiba-tiba saja hujan turun dengan deras. Dan karena aku melihat box telefon ini aku berlari ke arah sini. Tidak kusangka kau ada di dalamnya…” Bohong Zhoumi.

“Hm, Aku juga terkejut dengan kehadiranmu…” Jawab Miyoung sambil mengangguk pelan. Terlihat jelas dari raut wajahnya seperti dia kecewa akan sesuatu.

Hening, Keduanya terdiam untuk beberapa saat menyebabkan suasana canggung kembali terasa di antara keduanya. Terlebih karena ruangan box telefon ini yang terbilang cukup sempit.

“Hahh… Miyoung-ssi, Apakah kau merasa aneh dengan semua ini??” Tanya Zhoumi mencoba untuk mencairkan suasana.

Miyoung mengerutkan keningnya, “Maksudmu?” Tanyanya tak mengerti.

“Ahh, Maksudku. Kita selalu saja bertemu dalam keadaan hujan dan basah kuyup seperti ini. Apakah kau tidak berfikir jika ini sesuatu yang kebetulan?” Ujar Zhoumi lagi.

Miyoung menggedikkan kepalanya, Masih tak terlalu paham dengan maksud dari ucapan Zhoumi ini. “Maaf… Tapi aku benar-benar tidak mengerti…” Bingung Miyoung.

“Yah, Aku hanya berfikir tentang pertemuan kita yang selalu dalam keadaan hujan ini. Apa kau tidak merasa jika semua ini adalah takdir? Seperti kita ini memang sudah di takdirkan bertemu dalam keadaan hujan… Bukankah kita seperti di takdirkan dan berjodoh?”

Deg!!

Tubuh Miyoung mematung, Ntah kenapa ia merasa seperti ini. Tapi ucapan yang baru saja Zhoumi lontarkan untuknya mengingatkan dirinya akan ucapan Donghae dalam mimpinya.

Sadar dengan perubahan sikap Miyoung, Zhoumi yang pada awalnya terkekeh kecil justru jadi merasa enak dan senyum di wajahnya pun seketika menghilang.

“Ah, Mianhe. Tadi aku hanya bergurau saja… Tidak perlu kau pikirkan…” Ujar Zhoumi pada akhirnya. Merasa menyesal karena telah mengatakan hal yang menurutnya mungkin menyinggung perasaan Miyoung.

Miyoung tidak menjawab, Ia masih tetap terdiam begitu sibuk dengan pikirannya saat ini. Ia menoleh pada Zhoumi dan menatap lekat wajah lelaki ini.

“Miyoung-ssi, Gwenchana?” Cemas Zhoumi saat melihat sikap Miyoung ini.

Ntah apa yang ada dalam pikiran Miyoung, Tapi tiba-tiba saja Miyoung melihat wajah Zhoumi yang berubah menjadi Donghae. Kedua matanya pun membulat dan mulai terlihat berkaca-kaca.

“Miyoung-ssi…” Panggil Zhoumi begitu mengkhawatirkan gadis di hadapannya ini.

“Donghae-ah…” Ucap Miyoung dengan suaranya yang terdengar parau.

“Ne?” Zhoumi mengerutkan keningnya, Bingung dengan ucapan Miyoung.

Namun belum sempat Zhoumi menanyakan maksud ucapan Miyoung, Tiba-tiba saja gadis ini pingsan dan tak sadarkan diri. Dengan segera Zhoumi pun menahan tubuhnya dengan memegang erat tubuh gadis ini.

“Miyoung-ssi… Miyoung-ssi…” Panggil Zhoumi sambil menepuk pelan pipi gadis ini namun ia tetap tak sadarkan diri.

To Be Continued…

Note : Annyeong haseyo yeorobuuuuun… *lambai2* Hah… Author come back lagi neeeh. Tapi bukannya ngelanjutin ff laen malah nambah ff baru… Gak apa-apa yaaaah?? XDD

Gimana tanggapannya?? Gaje kah?? Garing kah?? Atau Ceritanya bisa ketebak?? Hohohohoho… Yah, Walau bagaimanapun juga commentnya tetep di tunggu yaaaah… Dan seperti biasa akan author coba buat balesin satu2 commentnya… ^^

32 thoughts on “Photograph And Rain (1/2)

  1. gpp eonn klo ff nya bagus gini mah hehehe tp ttp ditunggu nih lanjutan ff nya ~
    ehmm certinya kayanya bs ditebak nih, akhirnya miyoung pasti sama zhoumi *sotoy hahahaha
    tp bingung jg, sbnrnya donghae itu nyata atau cuma bayangan s miyoung doang
    keep fighting y eonn buat ff nya ^^

    • Hahahahahaha Y qta liat sja nanti tebakannya bener apa enggaaaak… XDD Itu Hae nyata koq… Cmn crtanya Donghae itu udh meninggal tpi Miyoung sbagai isterinya msh slalu suka mimpiin dan bayangin dy gitu… Hohohohoho Gomawo y say udh bca n comment… ^^

  2. hoaaaaaaa…..
    angst Shipper comiiiiiiiiiing!!!

    aigoooo~ aq jd inget sesuatu ini…

    hueee….
    mmg klu scene miyoung berkhyal msh berinteraksi dgn donghae yg sbnernya udh gkd didunia lgi,adalah scene yg plg bkin sedih
    cba dehh dibayangin…

    pa lgi bca ini sambil dengerin open armsnya mariah carrey…nyesek bow…cba ajj..

    nahh,pertanyaannya skrg adalah?! knap donghae bsa pergi secepat itu? akankah ada penjelasan untk yg stu ini nanti?! #plototinNta#

    • (“-_-) Heuuuum… Mulai deh ini kalo udh mnyangkut tentang ff yg brbau angst… Semanget 45 beneeer… LoL Huuumm… Ada gk yaaah?? Liat aja nanti! Hahahahaha Gomawo y Oma udh mau bca n comment… ^^

  3. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ff youngmi yg baruuu, rameeeee eon 😀 asikkkkk ^^
    mimi jd photografer uaaaa kerennnn, pas pertama datang ke seoul mimi langsung bertemu sama miyoung kyaaaaaa berarti jodoh tuh ehehe mereka selalu kebetulan bertemu saat hujan >> RAIN STORY daebakk daebakkk daebakkk 🙂

    eon, miyoung d sini janda kembang y ??*pletakdcekeNtaeon hehe
    tegaaa banget hae >.< tpi yg jadi pertanyaan, hae pergi meninggal karna penyakit ato kecelekaan???
    onnie imy berharap d sini youngmi nikah lg ehehe
    daebak eonn lanjutan.aasap hehehe

    • Hahahahaha Yah, Bsa jodoh bsa jg emang cmn kebetulan… XDD *cekekimy* Ceritanyaa aja y, Selebihnya Miyoung bukan janda! Itu aslinya suaminya msh hidup kooq, Noh yg maen brng… *nunjuk2Mimi* Hahahahaha Heum, Kalo nikah lgi pasti hrs sma Mimi donk?? LoL Wuakakakakaka Qta liat sja nanti apakah Miyoung nikah lagi apa enggak… Kekekekekeke Gomawo y imy sayang udh bca n comment… ^^

  4. aq smpet syok wktu bca castnya..
    mimi, youngi sma donge jd satu dlm ff? ap jdx?
    trnyata haeppa critax ud meninggal..

    euhm..
    khilangan kta2 bwt komen nih..
    yg pasti mreka pasti brjdoh..
    mimi yakin, tp younginya kykx ragu dan mci trus nginget donge..

    ah, lnjut..

  5. Sneng dech ada younghae m0ment,udh lma gk bca ff younghae,jd pngen ff younghae m0ment..tp q jg suka ma youngmi couple#plakk*ababil*
    lanjtkan eon ! !
    Q jg nunggu ff just you nich,kpn publis’a?

  6. ah ga tau kenapa kok tiba2 email buat notif post baru keberenti(?) sendiri jdi ga tau kl banyak ff baru 😥 jdi maaf ya nta kl baru komen lagi u.u

    yah yah yah kirain hae sama mimi mau ngerebutin miyoung gt trnyata miyoung udah nikah sama hae tp hae uda meninggal ya kasian miyoung
    tp hae meninggal karna apa?
    hae jdi penunjuk takdirnya miyoung ke mimi nih ya
    lanjutannya jgn lama2 ya nta

  7. huwaaaa da ff baru lagi…
    .bru ja mw bca ff yang laen..

    .keren nie..donghae komunikasinya lewat mimpi..ternyata udh matii,.sedih..jadi bgtu ksahnya knpa miyoung masang muka sedh kalo ktemu hujan..ngingetin sama donghae dulu..
    .kan dah ada zhoumi..

    Muga cepetan publis ah..
    .oya ak mw bca ff yang laen dulu ah..

  8. oh my, cerita bikin nyesek, ngena bangetlah
    haeppanya kasian, miyoungnya juga
    tapi aku suka ceritanyanya keep writting yaa 😀

  9. Kasihan liat miyoung nangis haepa terus , Apa sih penyebab meninggalnya haepa???
    *penasaran tingkat angkut*
    miyoung akhirnya sama zhoumi kah???

  10. Aduh!!!
    Youngmi couple lagi!!!
    Excited bangett
    My favorite couple
    Apalagi ditambah my bias park jung soo!!!
    Daebak lah!
    Hwaiting !!

  11. Ooooooooo
    Jd Miyoung udh nkah toh. n Trnyta Hae oppa suaminya
    tp ksian bnget sich Eonn Hae oppa. knpa Hae oppa hrus mninggal
    mninggl krna ap sich Eonn??
    .
    sperti x Miyoung mank d tkdirin bwt Zhoumi seorang
    mkin pnsaran nich ma klnjutnnya.
    q bca part slnjutnya yach Eonn
    Gomawo
    .
    Nta Eonni daebak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s