Hate! or Love? (Chapter.6)

Title                :  Hate! or Love? (Chapter.6)

Author          : NtaKyung

Casts              : Zhoumi, Shim Miyoung, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae and OC

Length          : Series [On Writing]

Genre            : Humor, Family, Romance.

Rating           : PG-15

-Hate! or Love?-

“Apa katamu?! Kau ingin menikah dengan bosmu itu?!” Seru Ny.Shim dengan suaranya yang cukup keras.

“Ne…” Miyoung mengangguk singkat.

“YA!! Tidak adakah laki-laki lain di dunia ini?! Dari sekian banyak lelaki yang ada di dunia ini kenapa kau harus memilihnya, Shim Miyoung?!”

“Itu karena… Aku… Aku menyukainya…” Bohong Miyoung.

“Kau menyukainya??” Tn.Shim menatapnya dengan lekat, “Youngie-ah, Bukankah dulu kau pernah berkata jika kau membencinya?”

“Err… Itu…”

“Lagipula, Dia itu memiliki seorang anak, Miyoung-ah!!” Tambah Ny.Shim.

“Lalu apa masalahnya dengan dia memiliki anak? Eomma… Appa… Bukankah kalian sudah melihat anaknya saat itu? Kalian juga menyukai anak yang begitu lucu itu kan??”

“Tapi sekarang situasinya berbeda!!” Elak Ny.Shim.

“Aku tidak peduli! Aku akan tetap menikah dengannya, Kalian berdua harus merestuinya!” Ujar Miyoung tetap teguh akan penderiannya.

“Shim Miyoung!” Sentak Ny.Shim cukup mengejutkan Miyoung dan Tn.Shim. “Kenapa tiba-tiba saja kau berubah menjadi seperti ini, Huh?! Ahh… Atau jangan-jangan saat waktu itu kau membawa bayi itu ke rumahpun kau sebenarnya sudah menjalin hubungan dengan bosmu itu, Benarkan?!”

Miyoung terdiam mendengar ucapan Ny.Shim, “Soal itu… Aku… Aku…” Ia tidak dapat untuk melanjutkan ucapannya, Ia bingung harus beralasan apa lagi pada kedua orang tuanya.

“Kenapa kau tidak menjawabnya, Huh? Jadi semua itu benar bukan?! Ish!! Sejak kapan kau menjadi gadis nakal seperti ini, Huh?!!” Ny.Shim nampak semakin emosi.

“Jagiya, Sudahlah…” Tn.Shim mencoba menenangkan isterinya itu.

Miyoung masih saja terdiam, Dia bingung harus mengatakan apa. Ia bisa saja mengikuti apa yang di suruh Ny.Shim, Tapi walau bagaimanpun juga berita itu pasti akan sampai ke kedua orang tuanya juga, Jadi jika dia tidak ingin merusak citra keluarganya maka ia harus menikah dengan Zhoumi untuk menghindari rumor tersebut.

“Pokoknya aku tidak akan mengizinkan pernikahan kalian berdua!!” Tekan Ny.Shim.

“Eomma…” Miyoung segera beranjak dari duduknya dan mendekati Ny.Shim. “Kumohon… Jangan seperti ini. Izinkan aku menikah dengannya, Sejak dulu… Kau selalu menyuruhku untuk cepat menikah. Dan sekarang aku sudah menemukan orang yang tepat untukku… Karena itu, Izinkan aku… Jebal…”

“Sudah kukatakan tidak!!” Ny.Shim beranjak dari duduknya dan bergegas masuk ke dalam kamarnya.

“Eomma!!” Panggil Miyoung namun tak di gubrisnya. Ia menoleh pada Tn.Shim. “Appa, Kau pasti menyetujuinya kan? Percayalah… Dia orang yang baik!” Ujarnya meyakinkan Tn.Shim.

“Hah…” Tn.Shim menghela nafas sejenak, “Miyoung-ah… Sebenarnya, Appa tidak keberatan jika memang ini sudah menjadi pilihanmu. Hanya saja, Kita harus menghargai perasaan Eomma-mu. Terlebih… Apakah kau yakin jika kau bisa bahagia bersamanya? Aku bahkan tak pernah sedikitpun mendengar jika kau memiliki hubungan dengannya…”

“Itu karena aku menyembunyikan hubunganku dengannya. Dan percayalah, Dia lelaki yang baik dan aku pasti akan bahagia! Kumohon, Appa..” Miyoung terus saja membujuk Tn.Shim.

“Seperti yang appa katakan padamu. Appa tidak keberatan dengan semua ini, Tapi kau juga harus memikirkan perasaan Eomma-mu…” Ujar Tn.Shim bijak.

“Tapi…” Miyoung terdiam, Ia tak sanggup lagi berkata-kata. Ia sudah membuat Ny.Shim emosi dan ia tak ingin membuat Tn.Shim pun ikut marah dengannya.

Cklek!!

Tiba-tiba pintu kamar Ny.Shim terbuka dan nampak Ny.Shim yang berdiri di ambang pintu dengan kedua tangan yang melipat di depan dadanya.

“Akhir pekan ini kau bawa calon suamimu kemari! Jika dia memang lelaki yang baik, Maka aku akan mengizinkanmu menikah dengannya!!” Seru Ny.Shim kemudian.

Miyoung langsung menoleh pada Ny.Shim, Menatapnya tak percaya. “Cheongmalyo?”

“Ne, Sudahlah. Sekarang kau lebih baik pergi tidur sana. Jangan membuatku pusing dengan suara rengekanmu itu!!” Suruh Ny.Shim.

“Woah, Gomawo Eomma!!” Miyoung langsung menghampiri Ny.Shim dan memeluknya erat. “Aku tahu kau memang eomma terbaik yang pernah ada di dunia ini!!” Senangnya.

“Hm…” Balas Ny.Shim sambil mengelus lembut punggung puteri satu-satunya itu, Sedangkan Tn.Shim hanya tersenyum melihat keduanya.

-Hate! or Love?-

Zhoumi terdiam menatap bayi yang ada di hadapannya ini. Tatapannya pada bayi tersebut terlihat begitu horor, Seperti dia sedang melihat setan yang tengah menakutinya sekarang.

“Ooooeeeeee…” Tangis sang bayi semakin keras karena Zhoumi tidak melakukan tindakan apapun padanya.

“Y-ya… Uljimma! Ini… Minum susu ini…” Zhoumi memberikan sebotol susu pada bayi tersebut tapi alhasil bayi itu malah menghempaskannya hingga membuat botol susu itu terjatuh dan isinya tumpah membuat lantai kamar Zhoumi menjadi kotor.

“Haish!! Kenapa kau harus menyusahkanku di tengah malam seperti ini, Huh?! Apakah kau tidak tahu betapa lelahnya aku?!!” Kesal Zhoumi tak dapat menahan emosinya lagi.

“Oooeeeee… Ooooeeee!!!” Bayi itu menggeliat-geliat sambil terus menangis, Pakaiannya pun nampak kotor karena biscuit bayi yang di berikan Zhoumi justru mengotori bajunya.

“Ya… Jebal, Uljimma!!” Pinta Zhoumi dengan suara merajuk. “Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan padamu. Kumohon… Berhentilah menangis…”

Tangisan bayi itu semakin keras, Hal itu tentu saja membuat Zhoumi seakan pasrah dan tak tahu apa yang harus ia perbuat lagi. Hingga, Akhirnya pandangan Zhoumi tertuju pada ponselnya.

“Shim Miyoung!! Ish, Kenapa aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya?!!” Ujarnya kemudian meraih ponselnya dan mencari nomor ponsel Miyoung di phonebooknya.

-Hate! or Love?-

Drt… Drt… Drt…

“Engh!!” Miyoung terbangun dari tidurnya saat merasakan ponselnya berdering cukup keras. Ia meraih ponselnya dan tanpa melihat layar ponselnya terlebih dulu, Miyoung lantas segera mengangkatnya.

“Yeobseyo!” Jawabnya dengan ketus.

“Ya! Miyoung-ah, Bisakah kau kerumahku sekarang! Bayi ini terus saja menangis, Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan dengannya!” Ujar Zhoumi di seberang sana.

Miyoung menatap layar ponselnya untuk mengetahui jam berapa sekarang, “Apakah harus sekarang?” Tanyanya kemudian.

“Tentu, Aku mohon! Bayi ini sudah menangis dari satu jam yang lalu!!” Sahut Zhoumi.

“MWO?!” Kedua mata Miyoung yang awalnya masih sedikit terlihat sipit kini langsung saja terbuka dengan lebar. “YA!! Apa saja yang kau lakukan sampai tidak bisa membuat bayi itu berhenti menangis dalam jangka waktu yang begitu lama!” Sentak Miyoung.

“Karena itu… Cepatlah datang! Aku sudah dibuat pusing karenanya…”

“Arraseo… Aku akan segera ke sana sekarang!” Ujar Miyoung lalu memutuskan sambungan telepon tersebut. “Ish, Dasar lelaki bodoh! Bagaimana bisa dia membiarkan bayi itu terus menangis selama itu??!” Keluh Miyoung.

Miyoung bergegas mengenakan jaket tebalnya, Ia segera meraih kunci mobilnya dan segera saja keluar dari dalam kamarnya. Tanpa Miyoung sadari, Changmin yang ada di ruang tv melihat Miyoung yang bergegas akan pergi itu.

“Mau kemana tengah malam seperti ini?” Tanya Changmin yang ternyata masih terjaga dan sedang asyik menonton acara tv.

“Ke rumah Zhoumi. Ada sesuatu yang harus aku lakukan…” Jawab Miyoung seraya memakai sepatu sportnya itu.

“Mwo? Ke rumah Zhoumi selarut ini?!” Changmin segera beranjak dari tempatnya kemudian berjalan menghampiri Miyoung. “Andwae!! Kau tidak bisa pergi sekarang!” Larangnya.

“Kenapa? Lagipula ini keperluan mendesak, Aku harus segera pergi!” Ujar Miyoung hendak membuka kenop pintu rumahnya.

Tapi dengan cepat Changmin menahan tangannya, Membuat gadis itu kesal dan menoleh padanya.  “Ya! Shim Changmin, Aku harus segera pergi!” Seru Miyoung.

“Aku tidak akan mengizinkannya! Lagipula untuk apa kau pergi ke rumahnya saat tengah malam seperti ini, Huh?! Ahh… Atau jangan-jangan kau akan berbuat mesum dengannya, Iya kan?!” Tuduh Changmin.

“Mwo?!” Miyoung menatap kaget pada Changmin.

“Miyoung-ah, Walaupun kau akan menikah dengan Zhoumi. Tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya melakukan ‘itu’ sekarang!!”

Pletak!!

“Aahkk!! Ya!!” Changmin meringis kesakitan sambil memegang kepalanya yang baru saja di daratkan pukulan yang cukup keras dari Miyoung. “Ya! Kenapa kau memukulku, Huh?!”

“Dasar bodoh!! Aku tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu dengannya, Sudahlah!! Aku harus segera pergi sekarang…” Miyoung menghempaskan tangan Changmin kemudian beranjak pergi dari rumahnya dengan menggunakan mobilnya itu.

“Ya! Shim Miyoung!! Aish…” Changmin hanya dapat menggerutu kesal saat mendapati mobil yang di kendarai Miyoung sudah melaju dengan cukup jauh.

-Hate! or Love?-

Suara tangis bayi yang cukup memekakkan telinga terus saja terdengar di kamar Zhoumi. Ia hanya dapat menghela nafas berat saat ini, Bingung harus melakukan apa lagi.

“Haish, Sebenarnya apa yang kau mau, Huh?!” Kesal Zhoumi sambil mendekati bayi itu.

Zhoumi terdiam saat mengendus bau tak sedap dari tubuh bayi tersebut, Kedua matanya membulat saat mengingat sesuatu yang pernah di beritahu Miyoung padanya.

“Ah, Apakah kau poof, Huh?” Tanya Zhoumi.

Dengan tangan yang bergetar, Zhoumi memberanikah diri untuk mengecek hal tersebut. Ia melirik ke dalam popok yang di gunakan bayinya tersebut.

“Haish, Sudah kukira kau pasti poof!! Argh, Apa yang harus aku lakukan??” Gerutu Zhoumi.

Namun, Seakan merasa kasihan dengan wajah bayi itu yang sudah memerah karena terus saja menangis sejak tadi. Akhirnya, Zhoumi pun memutuskan untuk mengganti popok bayi tersebut dengan tangannya sendiri. “Baiklah, Ayo kita bersiap-siap melepas popokmu yang sudah penuh itu!” Seru Zhoumi.

Dengan sebuah masker penutup dan sebuah sarung tangan karet yang terpasang di kedua tangannya, Zhoumi akhirnya mendekati bayi itu perlahan dan mulai melepaskan popok yang di gunakan bayi tersebut.

“Ughh!!” Zhoumi memiringkan wajahnya, Tidak ingin melihat popok yang sudah di penuhi oleh kotoran bayi itu. “Aish, Menjijikan!!” Keluhnya kemudian berlari ke arah kamar mandi miliknya dan menaruh popok itu begitu saja lalu menutup pintunya dengan rapat.

“Hah… Tahap pertama terselesaikan!!” Ujar Zhoumi sambil mengelap keringat pada bagian keningnya. “Ayolah, Chou Zhoumi! Kau tidak mungkin menyerah karena hal sepele seperti ini, Kan?!” Ujarnya menyemangati dirinya sendiri.

Akhirnya, Zhoumi pun kembali melanjutkan ‘tugasnya’ itu. Dan setelah hampir setengah jam Zhoumi pun berhasil mengganti popok bayi itu dan kini ia tengah memberikan sebotol susu sambil menepuk-nepuk bayi itu pelan, Berharap bayi itu akan tidur dengan nyenyak setelah menangis hampir satu jam lebih itu.

“Aigooo… Ternyata kau ini benar-benar menyusahkan!” Keluh Zhoumi sambil menatap bayi itu. Tapi seulas senyum perlahan terkembang di wajah Zhoumi, “Tapi kau benar-benar mirip denganku. Aku jadi tidak bisa marah padamu…” Zhoumi mendaratkan satu kecupan pada kening bayi itu, Dan perlahan kedua mata bayi itu pun menutup seakan ia sudah merasa nyaman dengan semua ini.

“Ahh… Kau pasti akan bangga mempunyai Appa sepertiku. Benarkan?” Bisik Zhoumi dan ia pun kembali tersenyum tipis. “Baiklah, Sekarang tidur yang nyenyak. Dan jangan menangis lagi, Yah… Appa sudah terlalu lelah…”

Zhoumi melepaskan botol susu itu dan meletakkannya di atas meja sisi ranjangnya, Lalu ia pun mulai memejamkan matanya, Dan akhirnya Zhoumi pun tertidur tepat di samping bayi tersebut dengan tangannya yang memeluk bayinya.

-Hate! or Love?-

Ting Tong… Ting Tong…

Cklek!

Seorang pelayan yang nampak sudah sangat lelah itu membukakan pintu untuk Miyoung yang sudah berada di kediaman rumah Zhoumi.

“Maaf jika aku mengganggu… Tapi, Bisakah aku bertemu dengan Zhoumi sekarang?” Tanya Miyoung dengan ramah.

“Ah… Itu, Mungkin… tuan muda sudah tertidur nona…” Jawab sang pelayan mencoba untuk bersikap sama ramahnya.

“Biar aku melihatnya sendiri ke kamarnya!” Pinta Miyoung dan menerobos begitu saja ke dalam rumah Zhoumi.

“Ehh?! Nona… Tapi…” Pelayan itu tidak melanjutkan perkataannya karena Miyoung sudah menaiki anak tangga dan mulai berjalan menuju kamar Zhoumi. “Hah… Lagi-lagi dia seperti itu… Apakah mungkin dia kekasih tuan muda Zhoumi?” Pikir pelayan tersebut.

Miyoung mengetuk pintu Zhoumi berulang kali, Tapi hasilnya tetap saja nihil. “Hah… Kenapa dia tidak juga membuka kan pintu, Sebenarnya apa yang dia kerjakan di dalam sana?!”

Akhirnya Miyoung pun memutuskan untuk memberanikan dirinya membuka pintu kamar Zhoumi dan masuk ke dalamnya.

“Zhoumi-ah…” Panggil Miyoung kemudian.

Kwek!

Miyoung terlonjak kaget saat mendengar suara aneh tersebut, Ia menundukkan kepalanya dan menghela nafas panjang saat mendapati sebuah mainan bebek yang tergeletak begitu saja.

“Zhoumi-ah, Apakah semuanya baik-baik saja?” Tanya Miyoung sedikit cemas.

Hening, Tak ada jawaban. Hingga akhirnya Miyoung menemukan Zhoumi dan bayi tersebut yang sedang tertidur pulas di atas ranjang yang sama.

Senyuman kecil nampak jelas di wajah Miyoung saat ini, “Rupanya dia bisa mengatasi semua keributan ini dengan sendirinya…” Gumam Miyoung. Pandangannya tertuju pada ruangan kamar ini yang begitu berantakan. “Yah… Meskipun dengan segala cara yang extreme!” Ujar Miyoung kemudian melepaskan jaket tebalnya itu.

Tanpa peduli jika dirinya masih mengenakan sebuah piyama tidur, Miyoung meletakkan ponsel serta jaketnya di sebuah sofa yang ada di sudut ruangan, Kemudian ia pun mulai merapihkan kekacauan yang sempat terjadi di tempat ini.

Cukup memakan waktu yang lama untuk merapihkan semua ini, Miyoung juga bahkan membersihkan popok yang Zhoumi letakkan sembarangan di kamar mandinya itu. Hingga akhirnya sekitar dua jam berlalu, Miyoung pun dapat menyelesaikan semua ini.

“Hah… Melelahkan sekali!! Haish… Dia pasti berjuang mati-matian agar bayinya berhenti menangis…” Pikir Miyoung seraya menoleh pada Zhoumi.

Ntah apa yang ada di pikiran Miyoung, Dia berjalan mendekati Zhoumi kemudian sedikit membungkukkan badannya, Menatap setiap lekuk wajah Zhoumi dengan seksama.

“Dia pasti sangat lelah sekali…” Gumam Miyoung.

Tangan kanan Miyoung perlahan bergerak dan hendak menyentuh wajah Zhoumi, Namun tiba-tiba saja kedua mata Zhoumi membuka dan kedua mata mereka saling bertemu.

“Omona!!” Miyoung segera berdiri dengan tegak begitu menyadari Zhoumi terbangun dari tidurnya. “M-m-maaf… Aku pasti membangunkanmu!” Ujar Miyoung terlihat salah tingkah.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Zhoumi seraya beranjak dari posisi tidurnya.

“B-b-buk-bukankah kau yang menyuruhku datang kemari?!” Sahut Miyoung terbata-bata.

Zhoumi terdiam sesaat, Menatap Miyoung yang tak berani menoleh padanya sedikitpun. Dia mengangguk singkat, “Hm… Yah, Kau benar…” Ujar Zhoumi kemudian.

“Karena… Karena bayimu sudah berhenti menangis, Aku… Aku akan pulang saja, Lagipula… Tidak ada yang harus kukerjakan bukan?” Miyoung berbalik hendak beranjak pergi.

Namun tiba-tiba saja Zhoumi beranjak dari duduknya dan menarik tangan Miyoung hingga membuat Miyoung berbalik padanya. Tapi di saat itu juga Zhoumi menjatuhkan diri mereka ke atas sofa panjang di dekat ranjangnya dengan tubuhnya yang menghimpit tubuh gadis tersebut.

“A-apa yang kau lakukan?!” Kedua mata Miyoung nampak membulat, Ia nampak terkejut dengan sikap Zhoumi yang tiba-tiba.

“Bukankah kau sudah datang?! Kenapa harus pergi dengan cepat?” Tanya Zhoumi dengan posisi wajahnya yang begitu dekat dengan posisi wajah Miyoung sekarang.

Miyoung memalingkan wajahnya dengan cepat, Merasa risih dengan tatapan Zhoumi, “Aku kan sudah bilang jika tidak ada yang perlu ku kerjakan lagi, Jadi lebih baik aku pulang saja. Lagipula kau juga tadi sudah tidur kan?” Jawab Miyoung mencoba menghilangkan rasa gugupnya saat ini.

“Oh yah? Hey… Ada hal lain yang bisa kita lakukan saat ini… Terlebih di waktu sekarang ini!” Ujar Zhoumi menggantung.

“M-m-maksudmu?!” Tanya Miyoung terlihat salah tingkah.

Zhoumi menyeringai kecil, Lalu ia pun mendekati telinga Miyoung dan membisikkan sesuatu tepat di telinganya. “Ayolah, Kau tahu apa yang harus di lakukan dua orang yang sudah dewasa seperti kita jika situasi seperti ini, Bukan?”

“Mwo?!” Kedua mata Miyoung membulat dan langsung saja ia menoleh pada Zhoumi.

Tapi di saat itu juga, Zhoumi mencium bibirnya dengan tiba-tiba membuat Miyoung terkejut dan tak dapat berkutik sedikitpun. Memang hanya ciuman biasa tapi itu berlangsung cukup lama, Bahkan Zhoumi menutup kedua matanya seakan menikmati ciuman ini.

Zhoumi melepaskan ciumannya, Lalu tersenyum tipis pada Miyoung. “Bagaimana? Kegiatan ini tidak buruk juga kan?”

“Mworago?!” Miyoung menatap Zhoumi dengan kerut mengening.

“Ya… Miyoung-ah, Apakah kau mau melanjutkannya? Kurasa… Melakukan malam pertama sebelum hari pernikahan kita, Itu tidak buruk juga…” Goda Zhoumi sambil mengerling nakal.

Kedua mata Miyoung kembali membulat mendengar ucapan Zhoumi tadi, “MWOYA?!” Seru Miyoung dengan suara yang cukup keras.

Plak!!

“Ahk!!” Satu tamparan yang cukup keras mendarat tepat di pipi kanan Zhoumi, Ia meringis kesakitan sambil memegangi pipinya.

“Jangan macam-macam kau padaku!! Atau aku akan membunuhmu, Chou Zhoumi!!” Ujar Miyoung dengan penuh penekanan.

Ia lantas mendorong tubuh Zhoumi dengan cukup keras, Menyebabkan Zhoumi tersungkur ke atas lantai. Dan seakan tak peduli dengan Zhoumi yang kembali meringis kesakitan, Ia pun bergegas meraih ponsel serta jaketnya itu kemudian meninggalkan ruangan tersebut.

“Haish!! Aku kan hanya bercanda saja! Kenapa reaksi gadis itu harus berlebihan seperti itu?!” Gerutu Zhoumi kesal.

Zhoumi mengusap pipinya kasar seraya beranjak dari posisinya, Tapi tiba-tiba saja ingatan akan ciuman tadi kembali terlintas dalam benaknya yang ntah kenapa membuat jantung Zhoumi langsung berdetak dengan cepat berkali-kali lebih cepat dari biasanya.

“Ada apa denganku? Perasaan aneh apa ini?!” Zhoumi menepuk-nepuk dadanya dengan cukup keras. “Aish, Ini pasti karena pukulan Miyoung yang terlalu keras sehingga membuat jantungku terkejut!” Gerutunya.

Dan lagi-lagi ingatan akan ciuman itu kembali terlintas dalam benaknya, “Tidak… Tidak!! Kenapa aku jadi membayangkan hal itu? Haish, Dan kenapa juga kau harus menciumnya, Chou Zhoumi?!! Dasar bodoh!” Umpatnya, Menghardik dirinya sendiri.

-Hate! or Love?-

“Aaaaaa!!” Miyoung menepuk-nepuk pipinya sendiri seraya mengemudikan mobilnya. Sejak tadi ia terus saja mengingat kejadian ciuman itu. “Chou Zhoumi, Kau brengsek!!” Umpatnya.

Miyoung turun dari dalam mobilnya tanpa menyadari jika Changmin rupanya ada di depan rumah, Seperti sedang menunggunya. “Ya!! Shim Miyoung, Kenapa kau baru pulang, Huh?! Apa saja yang kau lakukan di sana?!” Tanya Zhoumi seakan menuntut jawaban secepatnya.

Miyoung menoleh padanya dengan kedua tangannya yang mendekap mulutnya, “Aku tak punya banyak waktu untuk berbicara denganmu! Sekarang aku ingin segera membersihkan kesucian bibirku terlebih dulu!!” Jawab Miyoung tak terlalu terdengar jelas oleh Changmin.

“Mwo?” Changmin mengerutkan keningnya.

Tanpa peduli dengan kebingungan Changmin, Miyoung pun bergegas masuk ke dalam dan meninggalkan Changmin yang masih tetap terdiam di depan balkon rumahnya.

“Tadi.. Dia bilang.. Kesucian bibirnya?” Pikir Changmin seakan ragu. “Tunggu… Bukankah itu berarti dia…” Changmin terdiam untuk sesaat.

Untuk beberapa saat Changmin tetap terdiam, Hingga akhirnya ia menyadari sesuatu. Dia berbalik melihat ke dalam rumahnya. “Ya!! Youngie-ah, Kau berciuman dengan Zhoumi, Iya kan?!!” Teriak Changmin kemudian seraya masuk ke dalam rumahnya, Tak peduli jika suara nyaring yang keluar dari dalam mulutnya itu dapat membangunkan kedua orang tuanya.

-Hate! or Love?-

Cahaya mentari di sore hari menyinari kota Seoul, Memberikan kehangat pada setiap orang yang berlalu lalang di sekitar pusat kota Seoul. Terlebih ini adalah akhir pekan, Beberapa orang memilih berjalan kaki untuk menikmati suasana yang hangat di sore hari ini.

Tapi kehangatan itu seakan tak berguna untuk kedua orang yang kini sedang berada di dalam mobil. Yah, Mereka adalah Zhoumi dan Miyoung. Keduanya terdiam satu sama lain tanpa ada satupun orang yang berbicara.

Merasa kaku dan canggung, Zhoumi pun berdehem cukup keras mencoba untuk membuat suasana tak terlalu tegang seperti sekarang ini.

“Jadi… Nanti aku harus mengatakan jika kita sudah berpacaran cukup lama, Begitu?” Tanya Zhoumi, Mencari topik pembicaraan di antara dirinya dengan Miyoung.

“Hm…” Balas Miyoung tanpa menoleh padanya.

“Dan tentang bayi itu… Aku harus menjawab jika isteriku yang meninggalkanku. Sehingga kedua orang tuamu akan merasa simpati padaku… Benarkan?” Ujar Zhoumi lagi.

Sret!!

Miyoung menoleh padanya dan menatap Zhoumi tajam, Ia seakan sedang menahan emosi yang ada dalam benaknya saat ini. Kedua tangannya mengepal dengan cukup keras.

“W-wae-waeyo??” Tanya Zhoumi sadar akan tatapan Miyoung yang begitu tajam.

“YA! Chou Zhoumi, Ini sudah kesekian kalinya kau menanyakan hal yang sama padaku! Jika memang kau mengingat semua itu, Kau cukup fokus pada kemudi-mu dan jangan sekali lagi mengajakku berbicara, Arraseo?!” Sentak Miyoung dengan penuh penekanan.

“A-Arraseo…” Jawab Zhoumi lalu memilih untuk diam dan fokus pada kemudinya mengikuti apa yang di suruh Miyoung padanya tadi.

Setelah cukup lama di perjalanan, Akhirnya mereka pun tiba di kediaman rumah Shim. Lalu Miyoung pun segera turun dari dalam mobil di ikuti Zhoumi yang kemudian berjalan tepat di sampingnya.

Sret!!

Tiba-tiba saja, Zhoumi merangkul tubuh Miyoung membuat Miyoung terkejut dan langsung menoleh padanya. “Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan, Bodoh?!”

“Seperti katamu, Bukankah kita harus berakting seperti sepasang kekasih di depan kedua orang tuamu?!” Sahut Zhoumi santai.

“Mworago?” Miyoung menatap Zhoumi kesal.

“Sudahlah, Jangan banyak bicara lagi!! Ayo… Kita masuk ke dalam rumahmu!” Ajak Zhoumi tanpa mempedulikan tatapan Miyoung yang begitu tajam.

-Hate! or Love?-

Kini Tn.Shim, Ny.Shim, Changmin, Zhoumi dan Miyoung sedang berkumpul di ruang makan. Acara pertemuan ini, Memang acara makan malam bersama sekaligus membahas tentang pernikahan Zhoumi dan Miyoung itu.

“Jadi… Sejak kapan kau menyukai Miyoung?” Tanya Tn.Shim kemudian.

“Sejak satu tahu yang lalu!” Jawab Miyoung cepat.

“Appa-mu sedang bertanya pada calon suami-mu, Shim Miyoung! Bukan padamu, Arreo?!” Tekan Ny.Shim.

Miyoung menatap Ny.Shim kesal. “Aku hanya membantunya untuk menjawab pertanyaan Appa. Tidak ada yang salah dengan hal itu kan?” Jawabnya.

“Lebih baik kau diam saja, Miyoung-ah…” Ujar Changmin mengingat sifat Ny.Shim sangat mirip dengan sifat Miyoung, Sehingga jika mereka berdebat pasti tidak ada yang mau mengalah.

“Tidak apa-apa… Biarkan aku saja yang menjawabnya, Youngie-ah…” Sahut Zhoumi.

Miyoung menatap Zhoumi tak percaya, “Menjijikan!! Sejak kapan kau memanggilku dengan nama kecilku?!” Batin Miyoung.

“Kalau begitu, Ceritakan padaku apa yang membuatmu jatuh hati pada anak gadisku ini?” Tanya Tn.Shim lagi.

“Semua yang ada padanya… Membuatku benar-benar jatuh hati padanya. Bagiku, Putrimu benar-benar sempurna…” Jawabnya kalem.

“Sempurna apanya?! Jika menyusahkan mungkin yah!” Celetuk Changmin yang tentu saja langsung mendapat tatapan tajam dari Miyoung serta injakan kaki yang begitu kuat.

“Ahk!! Ya, Apha!!” Ringis Changmin kesakitan.

“Min-ah, Youngie-ah! Berhenti bercanda di saat seperti ini!” Tekan Ny.Shim.

“Ne…” Koor Changmin dan Miyoung bersamaan.

“Kau bilang, Kau menyukai segala hal tentang Miyoung. Apa termasuk sifatnya yang seperti ini juga, Maksudku… Seperti sikapnya yang ceroboh, pemarah, kekanak-kanakan dan…”

“Eomma!!” Sentak Miyoung, Kesal dengan ucapan Ny.Shim yang justru menjelekkannya.

Zhoumi terkekeh melihat tingkah laku Ny.Shim dan Miyoung yang menurutnya sama persis itu. “Kurasa… Itu justru adalah daya tarik untuknya. Sifatnya yang ceroboh terkadang dapat membuatku kesal, Tapi… Terkadang, Hal itupun lebih banyak membuatku tertawa karena gemas melihatnya… Dan sifatnya yang pemarah pun kurasa aku dapat mengimbangi hal itu dengan sifatku yang mencoba untuk lebih dewasa. Dengan kata lain, Sifatnya yang seperti ini seakan memberiku pelajaran yang berharga…” Papar Zhoumi panjang lebar.

“Cih!! Pintar sekali dia berkata-kata seperti itu!” Umpat Miyoung dalam hati.

“Apa maksudmu dengan pelajaran yang berharga?” Tanya Tn.Shim kemudian.

“Pelajaran di mana aku harus mencoba bersikap sabar dengan sifatnya. Pelajaran di mana aku harus mengimbanginya dengan sifatku yang juga terkadang kekanak-kanakan… Dan terutama adalah… Pelajara yang di mana aku dapat mengerti apa itu artinya mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, Sehingga aku akan selalu merasa takut jika aku harus kehilangan orang seperti puteri anda ini…”

Deg!!

Ntah kenapa, Tiba-tiba saja Miyoung merasakan debaran jantungnya yang begitu keras. Ia seakan merasa senang dengan apa yang baru saja di ucapkan Zhoumi, Padahal ia tahu jika semua itu hanyalah pura-pura semata.

-Hate! or Love?-

“Aku tidak menyangka jika sebentar lagi seorang Chou Zhoumi akan menjadi kakak iparku. Hah… Kurasa kehidupanku tidak akan terasa tenang nanti…” Canda Changmin saat ini dia sedang bersama Zhoumi di depan balkon rumahnya.

Zhoumi terkekeh kecil mendengar celotehan Changmin, “Yah, Sebelumnya aku tidak pernah sekalipun membayangkan jika kau akan menjadi adikku nantinya…” Balas Zhoumi.

“Kau tenang saja, Aku adalah seorang adik yang dapat di andalkan. Jadi kau tidak perlu khawatir jika memiliki adik ipar sepertiku…”

“Aku tidak mengkhawatirkanmu. Yang aku khawatirkan adalah kakakmu!”  Sahut Zhoumi seraya meneguk minuman kaleng yang di beri Changmin.

Changmin tersenyum kecut mendengar perkataan Zhoumi. “Apa yang membuatmu menjadi mengkhawatirkannya? Tenang saja… Miyoung bukanlah gadis biasa. Dia pasti bisa melewati semua ini…”

“Bukan itu maksudku, Changmin-ah. Hanya saja…” Zhoumi terdiam untuk sejenak. “Kurasa, Walaupun dia memang gadis yang tegas, Tapi tetap saja… Ini adalah penikahan pertama untuknya. Dan kau tahu bukan, Jika impian setiap gadis adalah menikah dengan orang yang di cintainya? Tapi… Lihatlah sekarang! Dia harus menikah dengan seseorang sepertiku..”

Changmin mengangguk, Menyetujui ucapan Zhoumi. “Yah… Kau benar. Karena itu, Jika kau sampai menyakitinya. Maka aku tidak akan tinggal diam, Aku akan membunuhmu!! Kau harus ingat itu!” Ancam Changmin.

Zhoumi kembali terkekeh mendengar ucapan Changmin. “Arraseo! Ya! Walaupun ini adalah pernikahan yang terjadi karena scandal itu. Tetap saja, Aku akan tetap menjaga Miyoung!”

“Benarkah?!” Ujar Changmin terlihat ragu.

“Aku adalah seorang lelaki yang memegang teguh apa yang ku ucapkan! Jadi kau percaya saja padaku!” Jawab Zhoumi mantap.

“Baiklah, Aku pegang janjimu!” Sahut Changmin yang kemudian meneguk minumannya.

Di sisi Lain…

Tanpa Changmin dan Zhoumi sadari, Miyoung yang sejak tadi telah berdiri di ambang pintu mendengar jelas apa yang mereka bicarakan. Ia merasakan jantungnya berdebar semakin keras saat mendengar ucapan Zhoumi.

“Aneh!! Kenapa aku harus senang mendengarnya? Shim Miyoung, Kau pasti sudah gila!”

Miyoung memberanikan dirinya untuk mengintip, Dan di saat ia baru saja menyembulkan wajahnya dari balik pintu itu, Kedua matanya langsung membulat begitu mendapati sosok Zhoumi yang tengah menatap padanya.

“Omo!!” Miyoung segera berbalik dan tubuhnya seakan menegang mengetahui jika Zhoumi ternyata menyadari dirinya yang sedang mengintip. “Haish!! Bodoh-bodoh!! Untuk apa aku mengintip seperti itu?! Aaaaa!!” Miyoung menepuk-nepuk kedua pipinya sembari berlari ke arah anak tangga.

Sedangkan Zhoumi yang mendapati Miyoung yang terlihat begitu terkejut hanya tertawa kecil yang tentu saja membuat Changmin bingung saat melihatnya.

“Waeyo?” Tanya Changmin heran.

“Huh?” Zhoumi menoleh padanya masih dengan tertawa kecil. “Anniya… Aku hanya melihat sesuatu yang menarik tadi…”

“Eh?! Menarik? Apa yang menarik?!” Bingung Changmin dengan keningnya yang mengerut.

Zhoumi hanya kembali tertawa sambil menggeleng singkat, Lalu ia pun menatap ke atas langit sambil tersenyum kecil. “Kau pasti mendengar semuanya, Huh?” Batinnya.

“Kau aneh!” Hardik Changmin namun tak Zhoumi pedulikan.

-Hate! or Love?-

Pagi hari yang cerah, Di sebuah halaman yang luas terdapat sebuah pesta pernikahan yang terlihat sangat mewah. Para wartawan berkumpul, Tak ingin melewatkan moment-moment yang menurut mereka begitu penting.

Di sana juga, Nampak Zhoumi yang tengah menyambut para tamu yang datang ke pesta pernikahannya. Senyum lebar tak hentinya terkembang di wajahnya, kedua sahabatnya pun Kyuhyun dan Changmin berdiri dengan setia di sampingnya untuk mendampingi sang pengantin pria ini.

Sedangkan di sisi lain, Nampak seorang gadis yang tak lain adalah Miyoung sedang berdiri di sebuah ruangan yang merupakan ruang tunggu bagi sang pengantin wanita. Ia terlihat begitu menawan, Ia mengenakan sebuah gaun berwarna putih tak berlengan. Rambutnya yang bergelombang di biarkan tergerai hingga melewati pundaknya yang terekspos dengan indah, Serta sebuah rangkaian bunga yang di bentuk bulat terpasang tepat di atas kepala Miyoung, Membuat penampilan Miyoung begitu terlihat sempurna.

Knock… Knock… Knock…

“Masuk…” Ujar Miyoung kemudian. Terlihat jelas dari wajahnya jika ia begitu sangat gugup.

Tn.Shim yang terlihat begitu gagah saat ini masuk ke dalam ruangan tersebut. Ia tersenyum tipis mendapati sosok puterinya yang begitu nampak sangat cantik baginya. “Apakah kau gugup, Anakku?” Tanya Tn.Shim lembut.

Miyoung meringis kecil, Lalu mengisryaratkannya dengan jarinya. “Sedikit…” Ujarnya pelan.

“Hahahaha… Begitupun denganku…” Tawa Tn.Shim masih tetap terlihat berwibawa. “Tapi… Hari ini kau benar-benar sangat cantik. Kau begitu mirip dengan ibumu…” Pujinya.

“Jinjayo?” Miyoung menatap Tn.Shim lekat, Seakan tak kuasa menahan air matanya tapi ia tetap mencoba untuk tidak menangis. “Appa… Bisakah kau memberikanku satu pelukan?” Pintanya kemudian.

Tn.Shim mengangguk lalu membentangkan kedua tangannya, Membiarkan Miyoung masuk ke dalam pelukannya. Miyoung begitu menikmati pelukan dari sang Appa, Pelukan hangat yang mungkin akan jarang di dapatkannya saat ia sudah menikah nanti.

“Appa… Jika aku sudah menikah nanti, Kau dan Eomma akan tetap menyayangiku seperti sekarang ini, Bukan?”

“Tentu saja, Walau kelak kau sudah menjadi milik suamimu. Tapi bukan berarti kau tidak menjadi seorang puteri di keluarga Shim lagi…” Balas Tn.Shim sambil mengusap lembut punggung Miyoung.

“Appa, Aku menyayangmu!” Ujar Miyoung seraya mengeratkan pelukannya.

“Aku juga, Miyoung-ah. Dan kuharap… Zhoumi akan lebih membahagiakanmu…”

“Ne…”

Knock… Knock… Knock…

“Ahjusshi, Miyoung-ah… Ini sudah saatnya!” Ujar Haneul dari ambang pintu.

“Eoh, Ne…” Jawab Miyoung seraya melepaskan pelukannya dari Tn.Shim.

Tn.Shim menatap lekat anak gadisnya ini, “Cham, Kau siap?” Tanyanya yang kemudian di balas oleh anggukan Miyoung.

-Hate! or Love?-

Suara dentingan lonceng terdengar begitu indah, Zhoumi nampak gagah saat berdiri di altar pernikahan, Sedangkan dari ujung sana nampak Tn.Shim yang mendampingi Miyoung tengah berjalan perlahan ke arahnya, Melewati sebuah karpet merah panjang menuju altar pernikahan tersebut.

Zhoumi tertegun saat mendapati sosok Miyoung yang berbeda dari biasanya, Tak dapat di pungkiri jika ia begitu sangat terpesona pada kecantikan Miyoung.

“Cantiknya…” Pikir Zhoumi.

Kini Tn.Shim dan Miyoung telah berada di hadapannya, Dengan segera Tn.Shim memberikan tangan Miyoung pada Zhoumi. “Aku menyerahkannya padamu sekarang…” Ujar Tn.Shim.

“Ne…” Zhoumi mengangguk singkat sambil tersenyum tipis dan menyambut tangan Miyoung dengan gentle.

Para wartawan tak henti-hentinya mengabadikan moment-moment tersebut, Terlebih saat Zhoumi dan Miyoung bersanding di atas altar kemudian saling mengucapkan janji suci yang sakral, Yang meresmikan mereka berdua sebagai sepasang suami-isteri sekarang.

Zhoumi dan Miyoung saling bertukar cincin, Dan satu kecupan manis pun mendarat tepat di kening Miyoung yang tentu saja membuat para tamu undangan yang hadir saling bersorak dan bertepuk tangan.

-Hate! or Love?-

“Miyoung-ah!!” Haneul memeluk Miyoung erat. “Chukkaeyo… Sekarang kau resmi menjadi seorang Ny.Chou!” Ujarnya kemudian.

Miyoung tersenyum tipis, “Gomawo…” Balasnya. “Kau juga harus cepat menyusulku dengan Kyuhyun nanti!”

“Ne…” Haneul mengangguk semangat, “Ahh… Aku tidak menyangka jika kau yang akan menikah lebih dulu. Kupikir aku dan Kyuhyun yang akan mendahuluimu…” Candanya.

“Ehm… Begitupun denganku. Aku benar-benar tidak menduga akan menikah secepat ini…”

Haneul kemudian menoleh pada Zhoumi yang berdiri di samping Miyoung, “Ya! Zhoumi-ah, Kau harus menjaga sepupuku ini, Arraseo?” Ujarnya berpura-pura bersikap tegas.

“Dengan sepenuh hati, Aku akan melakukannya. Kim Haneul Agaesshi..” Ujar Zhoumi kalem seraya membungkuk pada Haneul.

“Woahh… Sejak kapan kau bersikap semanis ini, Chou Zhoumi!” Ledek Kyuhyun yang tentu saja langsung membuat Zhoumi tertawa dan merangkul sahabatnya itu.

“Ah, Iyah… Mana Changmin?” Tanya Miyoung kemudian.

“Ah, Kau benar! Aku juga tidak melihatnya sejak kita di altar pernikahan tadi..” Ujar Zhoumi mengingat jika tadi tak melihat Changmin.

“Oy!! Apakah kalian semua sedang mencariku, Huh?!” Seru Changmin seraya berjalan dan melambaikan tangan pada ke-empat orang itu.

“Ya, Changmin-ah! Kemana saja kau? Tiba-tiba menghilang begitu saja!” Kyuhyun meninju pelan perut Changmin.

“Ya! Ya! Yang harusnya menerima pukulan darimu itu adalah Zhoumi, Bukan aku!” Kesal Changmin sambil memegang perutnya.

“Ahh… Itu tidak penting. Kau kemana saja sejak tadi, Huh?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Ah, Yah! Tunggu sebentar… Ada seseorang yang akan ku pertemukan pada kalian semua!” Ujar Changmin dengan bersemangat kemudian berlalu pergi.

“Siapa yang dia maksud?” Tanya Zhoumi bingung.

“Ntahlah..” Miyoung menaikkan kedua bahunya. “Tapi apakah mungkin..” Ia terdiam sesaat seperti mengingat sesuatu.

Tak berapa lama, Changmin datang dengan seseorang yang berjalan di belakangnya. Tak begitu jelas siapa orangnya karena Changmin menghalanginya.

“Yeorobun!! Apakah kalian siap?!” Ucap Changmin dengan bersemangat.

“Memangnya siapa dia?” Tanya Zhoumi heran dengan kening yang mengerut.

Changmin menyeringai kecil, Lalu ia pun berjalan ke pinggir memperlihatkan seorang gadis yang tersenyum manis ke arah mereka.

“Omo!! Jaehee Eonnie!!” Seru Miyoung terkejut dengan kehadiran gadis di hadapannya itu.

Gadis yang bernama Shin Jaehee dan tak lain adalah kekasih Changmin itu masih tersenyum manis kemudian ia pun melambaikan tangannya. “Halo semuanya… Lama tidak berjuma dengan kalian, Aku merindukan kalian!” Sapa Jaehee kemudian.

“Kyaaa!! Ini benar-benar terasa sempurna! Di hari pernikahan, Miyoung ini kau datang! Ahh.. Benar-benar menyenangkan sekali bisa melihatmu lagi, Jaehee Eonnie!” Ujar Haneul senang.

“Yah… Aku tidak menyangka kau akan datang!” Tambah Kyuhyun.

“Ini semua berkatku! Jadi dia datang kemari…” Bangga Changmin seraya merangkul Jaehee yang menyebabkan setiap orang yang ada di sana langsung tertawa senang.

Tapi, Tidak dengan seseorang yang tetap terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun. Ia sempat bertukar pandang dengan Jaehee, Namun gadis itu justru hanya mengangguk singkat padanya seraya tersenyum tipis.

“Ya! Zhoumi-ah… Kenapa kau diam saja, Huh?” Miyoung menatap bingung padanya.

“Huh??” Zhoumi tersadar dari lamunannya. “Ahh… Anniya…” Jawabnya seakan berbohong kemudian bergabung dengan yang lain, Ikut bercanda bersama.

Meski Zhoumi menjawab seperti itu, Miyoung tahu jika sebenarnya Zhoumi berbohong. Tak sengaja ia menangkap tatapan Zhoumi pada Jaehee yang membuatnya cukup bingung. “Kenapa Zhoumi harus menatap Jaehee Eonnie seperti itu?”

To Be Continued…

Note : Ahhh.. Finnaaaallly, Bisa juga neh publish lanjutannya dari ff Hate or Love… Kekekekeke Gimana2?? Apakah makin ngebosenin? Aneh? Atau GAJE?! Wkwkwkwkwkwkwk

Yah, Walaupun seperti itu… Tetep yah… Author minta dengan sangat buat kemurahan hati para readers yang memberikan comment biar author makin semanget ngelanjutinnya… Hohohoohoho ^o^

Iklan

73 thoughts on “Hate! or Love? (Chapter.6)

  1. aigo ada hub apa tuh antara jaehee dan zhoumi…??? dan gmna juga khdupan prnikahan zhoumi dan miyoung??? tentunya akan terjawab di episode selanjutnya whahahaha d tunggu 😉

  2. woaaaaa…

    akhirnya miyoung dpt testu jg dr ortunya,oke,scene.menggantikan popok bayi itu cukup bikin ngakak setengah mati,seperti zhoumi akan berperang sja…

    wkwwkwkwkwkwk…

    dsn stu scene lgi yg termsuk saya tunggu2,scene pbully’n zhoumi oleh miyoung,yah meskipun itu scene sblm menikah….*ngakaklgi*

    wkwkwkwkwkwkwk…..

    smpai pertengahan agak kbawah dikit, bwaannya ktawa mulu,

    dan tiba pas mw menjelang mendekati stu kata.a.k.a tiga hurup yg biasanya muncul dgn sangat tidak sopannya…

    Jdueeeeenngg!!!!

    Shock akan kmunculan stu mahluk gaib *plototinJaehee*
    mw apa pla dia.pke acra muncul gtu?! mslhnua saia mencium aura tak kegelapan nihh seputar jaehee dan zhoumi,

    n jgn blg kalu dia dan mimi itu—
    errrrr,eummmm,eunnng……*kmudianheningberjamaah*

    gyaaaa!! nta! mw diapakan si Jaehee disini,eoh???!!!-_____-

  3. huaaa akhirnya nikah juga..
    Waaa ada hub apa tuh jaehee sama mimi pasti jaehee mantannya yaa? *sotoy hahaha
    author cantik bikin adegan mesra atau romantis mimi sama minyoung dong hehehe

  4. Jgn bilang kalau jaehee onnie itu ibu si bayi atau ga org yg pernah zhoumi cinta? Tp ffny ga bosenin ko! Cpt dilanjutin ya

    • si zhoumi tu tidur gk to kog kayaknya zhoumi tu gampang banget sadar kalo ada orang d.dpanya walo zhoumi lagi tidur..n pasti ujung2 ma miyoung..hehe

      .keren ni zhoumi pinter banget bikin kata2 buat orang tuanya miyoung..buat bsa nikah ma miyoung..belajar drimana tuh..
      .si jaehee tu bkanya ibu si bayinya ya..ak agk lupa nie sama si jaehee tu sapa..
      .
      .keep writing!!
      .ntantie jjang!!

  5. zhoumi nakal!
    masa maen cium2 ajah..
    suka bgd usilin miyoung..
    jatuh cnta nti lho!!
    🙂

    akhrnya mreka nikah jg..
    stelah byk rintangan menghadang..
    wkwkwk
    tp miyoung smpet suka tuh sma omonganx zhoumi pas zhoumi dtg k ortux..
    ckckck
    tnda-tnda?

    jaehee ad hub ap ma mimi?
    kok mreka aneh!
    ap ad hub.nya ma bayi itu?
    nextnya dtnggu..

  6. So, zhoumi & miyoung,,, nikahnya ‘beneran y gak pake kontrak” gtw?? Baguslah!^^ Kekeke
    Oow,,, Jaehee sapakah???????????????!

  7. Welaaaah kirain miyoung gak bakal direstuin… malah nikah jg akhrnyaa..
    ada yg aneh dengan jaehee?? oke ditunggu part selanjutnya.. Semoga identitas jaehee terungkap..
    hehe 😀

  8. tetep keren kok eonn ~
    waaa jgn2 jaehee itu ibu dr bayi itu ? *aduh bahasanay*
    Miyoung Zhoumi chukkae !!!
    langgeng ya *kkkkkkk
    eonnie ga sabar nih nunggu lanjutannya >< hehehe

  9. kangeeeeeeeeen #cium authornya
    uda lama ga buka blog ini ternyataa aku ketinggalan bangeeeet 😦
    keren keren chiguuuuu
    di tunggu lhooo kelanjutannya
    ayooo semangatttt 😀

  10. Mimi mesum euy,bener” udh kena virus yad0ng unyuk tuh. . .
    Akhir’a youngmi kawin jg. . .
    Trz ap hbungan mimi ma jaehee?ap jngan” ibu dri bayi mimi it jaehee?atw jaehee it cwex yng d cntai mimi dlu? ?tau ah mkin bkin pnasarn nich ep” . .next chapt jngan lma” y eon XD

  11. wow akhirnya menikah juga. tapi menurutku part ini belum ada perubahan kecuali nikahnya miyoung-zhoumi. tapi aq yakin part berikutnya pasti keren. bukan berarti yg ini nggak keren. cuma alurnya lambat menurutku. so ada apa diantara jaehee-zhoumi? lanjut!

  12. woaaaaa… akhirnya nikah juga xD
    tapi btw itu jaehee sapa, unn?
    ga sabar nunggu lanjutannya….
    update ASAP….. ♥

  13. Bikin penasaran langsung ketika sudah di akhir cerita,,,, Jaehee ada hubungan apa ama Zhoumi? apa ada hub dengan ibu bayinya? *sotoy kumat*
    akhirnya mereka menikah juga walaupun ini pernikahan terpaksa,,, tapi kayanya benih2 cintrong sudah timbul di antara mereka tanpa sadar,,, heheheh
    Wah, ditunggu episode selanjutnya ^^

  14. akhir’y nikah jg….^^
    tp da aura kurang mengenakkan d bag akhr’y…
    da hub apa zhoumi ma jaehee? mantan pcr kh?
    d’tungggu next part.. 😀

  15. waduh ada hubungan apa tuch jaehee sm zhoumi . . .
    aku mulai curiga nich . . . .
    miyoung-zhoumi selamat atas pernikahan.a . . . .
    onnie crt.a mkn seru aja . . . .
    pokok.a daebak onnie . . . ^^

  16. pasti ada hubungan terselubung antara mimi dan jaehee *pletak xDD
    HOREEEEEEEEEEEEEEEE MIMI MIYOUNG NIKAH KYAAAAAAAAAAAAAAA HAENGBOKHAGE, mwahahahaha onnie imy selalu suka kalo mimi lg mesum lols kkkkk
    yeyeyeyeye mimi memamng appa yg baik daebakkkk 😀
    tpi2 apa jaehee itu ibu c byi yg asli eon ??
    penasaran lanjutan.a ASAP y daebakkk 😀

  17. makin seru aja ceritanya chingu…
    akhirnya zhoumi ama minyoung jd menikah, kira2 gmn kehidupan rumah tangga mereka ya?jd penasaran ama next part…

  18. ckckck daebakk thor!!!
    ^^
    udh mlae tmbuh tuh bnih2 cnta youngmi couple,,
    pie kyk’a da sdkit pngganggu yea,,
    cpa tuh jaehee,,???

  19. ahhh mgknkah 2org yg disebut2 park yunhee itu changmin oppa sm sm jaehee y???koq mimi~ge diem aj wkt jaehee dtg….
    next……next…..next…^^

  20. jgn cewek yg nyakitin zhoumi itu jaehee ??
    aigoo .. makin penasaran ..
    hari pertama miyoung zhoumi dengan gelar ‘suami istri’ ntar gimana ya ? seru pasti 😀

  21. mimi gege nakal.. dah nyusahin miyoung malem2, masih goda dia jg…
    smp nyium sgala lg….
    pasti mimi gege emang dah suka sm miyoung ya, thor????
    akhirnya, mreka nikah jg 🙂
    eh… apa hubungan mimi gege sm pacar changmin????
    kok sikap mimi gege begitu????

  22. ommo seperti nya shim ahjumma ga suka ma zhou min (“YA!! Tidak adakah laki-laki lain di dunia ini?! Dari sekian banyak lelaki yang ada di dunia ini kenapa kau harus memilihnya, Shim Miyoung?!”“Kenapa tiba-tiba saja kau berubah menjadi seperti ini, Huh?! Ahh… Atau jangan-jangan saat waktu itu kau membawa bayi itu ke rumahpun kau sebenarnya sudah menjalin hubungan dengan bosmu itu, Benarkan?!”)

    “Akhir pekan ini kau bawa calon suamimu kemari! Jika dia memang lelaki yang baik, Maka aku akan mengizinkanmu menikah dengannya!!” …seru shim ahjumma
    hem kira2 zhou min lolos “tes ” ahjumma ga ya?

    YAK zhou min aaa .. itu cuma seorang BABY … knp kamu menatap bayi yang ada di hadapan mu dgn begitu horor, Seperti sedang melihat setan yang tengah menakuti mu sekarang…. aigoo … ckckckck

    “Aku tidak akan mengizinkannya! Lagipula untuk apa kau pergi ke rumahnya saat tengah malam seperti ini, Huh?! Ahh… Atau jangan-jangan kau akan berbuat mesum dengannya, Iya kan?!” Tuduh Changmin.
    ( tuing … lempar chang min pakai bangku … otak kok mesum mulu )

    YAK YAK .. mi youngggggggggggggggg … ngapain tuhhhhhhhh tau2 Dia berjalan mendekati kemudian sedikit membungkukkan badannya, Menatap setiap lekuk wajah Zhoumi dengan seksama.“Dia pasti sangat lelah sekali…” trus tuh tangan kanan knp perlahan bergerak dan hendak menyentuh wajah zhou min????????
    ( deg deg deg … eh knp jd aq yg berdebar – debar wkwkwkwk)

    NAHHH kan zhou min bangun …. eh kok mi young malah mau pulang ??????
    malu yah … ki kik …

    YAK… nngapain tuh Zhoumi beranjak dari duduknya dan menarik tangan Miyoung hingga membuat Miyoung berbalik padanya. di saat itu juga Zhoumi menjatuhkan diri mereka ke atas sofa panjang di dekat ranjangnya dengan tubuhnya yang menghimpit tubuh gadis tersebut. KYAAAAAAAAAAAA ( mau mesum ya????? )
    Ayolah, Kau tahu apa yang harus di lakukan dua orang yang sudah dewasa seperti kita jika situasi seperti ini, Bukan?” …. TUH KAN …………. MESUM …
    OMMO Zhoumi mencium bibir mi young dengan tiba-tiba
    PLAK …“Jangan macam-macam kau padaku!! Atau aku akan membunuhmu, Chou Zhoumi!!” aihhh pasti sakit tuh …. dasar zhou min …. ckckckckcck

    WKWKWKWK apa coba mksd mi young ” Sekarang aku ingin segera membersihkan kesucian bibirku terlebih dulu!!” kik kik kik …

    AIGoo kata2 zhou min ini di hadapan ortu mi young ky nya dari hati bgt nih “Kurasa… Itu justru adalah daya tarik untuknya. Sifatnya yang ceroboh terkadang dapat membuatku kesal, Tapi… Terkadang, Hal itupun lebih banyak membuatku tertawa karena gemas melihatnya… Dan sifatnya yang pemarah pun kurasa aku dapat mengimbangi hal itu dengan sifatku yang mencoba untuk lebih dewasa. Dengan kata lain, Sifatnya yang seperti ini seakan memberiku pelajaran yang berharga…Pelajaran di mana aku harus mencoba bersikap sabar dengan sifatnya. Pelajaran di mana aku harus mengimbanginya dengan sifatku yang juga terkadang kekanak-kanakan… Dan terutama adalah… Pelajara yang di mana aku dapat mengerti apa itu artinya mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, Sehingga aku akan selalu merasa takut jika aku harus kehilangan orang seperti puteri anda ini…”

    Jika kau sampai menyakitinya. Maka aku tidak akan tinggal diam, Aku akan membunuhmu!! Kau harus ingat itu! …ancam chang min… aish kejam bgt sih tuh kembarannya mi young

    Akhirnya zhou min – mi young menikah …… CHUKAE

    OOO chang min bawa pacar nya toh …JAe hee … tp kok muka zhou min ” aneh ” sih ? jangan2 … wanita yg bkn zhou min ” down ” .. itu jae hee ya ?????

    SERUUUUUUUUUUUUUUUU nih ….. ky nya bakalan ada konflik yg terpendam

  23. Haha! Mengetahui Zhoumi mulai dapat mengurus anaknya dengan baik membuat saya lega karena akhirnya Zhoumi dapat ikhlas menerima anak tersebut dalam hidupnya ^^ Pasangan ayah – anak ini memang membuat gemas… Hehehe~

    Kyaa! Saya paling suka dengan adegan menjurus-dewasa-muda yang ada di chapter ini… Dan Zhoumi – Miyoung couple resmi telah menikah! Chukahaeyo!! Senang sekaligus deg -degan melihat pasangan ini disatukan dalam pernikahan…

    Terima kasih untuk Nta-ssi karena telah berupaya keras untuk mewujudkan hidup pasangan Zhoumi – Miyoung ~^^

  24. oooooohhhhh.. agak ngerti sama cerita di akhir tadi, jangan2 yang dimaksud sama cewe yang dulu sama zhoumi pas zhoumi mabuk itu adalah jaehee, jadi zhoumi mabuk gara2 stress soalnya cewe yang dia suka yaitu jaehee malah pacaran sama changmin.. itu sih yang sekarang bisa aku simpulkan dari keadaan tadi ya, kira2 gimana kelanjutan hubungan miyoung sama zhoumi setelah ini ? setelah mereka nikah dan setelah jaehee kembali.. ckck makin penasaran

  25. akhirnya nikah juga 🙂
    woah ketebak juga , jadi yg ngebuat zhoumi patah hati itu si jaehee ya ??

    trus gegara itu dia mabuk trus bikin hamil eh dapet anak , malah miyoung yg kena damprat.
    hahaha.

  26. Jaehee itu siapa ??? Mantan Zhoumi kah ???

    Sebelumnya mau ngucapin, Chukkae bwt ZhouMi. Meskipun pernikahan kalian ini dari scandal. Mudah”an bahagia ne.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s