Photograph And Rain (2/2-A)

Title                :  Photograph And Rain

Author         : NtaKyung

Casts              : Zhoumi, Shim Miyoung, Lee Donghae and OC

Length         : Twoshot

Genre            : Angst, Friendship, Romance.

Rating           : PG-13

~Photograph And Rain~

Miyoung membuka kedua matanya perlahan, Ia memutar bola matanya mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang tak ia ketahui.

“Eoh… Kau sudah sadar?” Jaehee segera menghampiri Miyoung sambil membawa nampan yang terdapat semangkuk bubur dan segelas air putih di atasnya.

“Aku… dimana?” Tanya Miyoung dengan suaranya yang terdengar parau.

“Ini adalah rumahku. Zhoumi yang membawamu kemari ketika kau tak sadarkan diri…”

“Zhoumi?” Miyoung mengerutkan keningnya.

“Hem…” Jaehee mengangguk singkat. “Tunggu sebentar, Aku akan memanggilnya! Ah yah, Ini aku membuatkan bubur untukmu. Makanlah…”

“Ne, Gomawo eonnie…”

Miyoung terdiam sesaat, Menatap langit-langit ruangan ini yang di dominasi warna putih. Ia menghela nafas sejenak.

Cklek!!

Miyoung menoleh ke arah pintu saat mendengar seseorang membuka pintu, Zhoumi masuk ke dalam ruangan tersebut sambil tersenyum tipis padanya.

“Bagaimana keadaanmu? Apakah sudah lebih baik?” Tanya Zhoumi kemudian.

“Yah.. Dan ini semua berkatmu. Terima kasih…” Balas Miyoung masih terlihat lemas.

“Ahh… Tidak-tidak… Aku hanya membawamu ke sini. Lagipula, Jika kau merasa tidak enak badan seharusnya kau tidak keluar di saat hujan deras.. Kau tahu? Suhu tubuhmu mencapai 39 derajat!” Celoteh Zhoumi.

Miyoung tersenyum kecil mendengarnya, “Jika aku tidak pergi membuka toko bungaku lalu aku akan mendapatkan penghasilan darimana? Aku juga kan butuh makan…” Sahutnya.

“Setidaknya kau bisa meminta salah satu keluargamu untuk menggantikanmu. Kondisimu itu tidak memungkinkanmu untuk bekerja sendiri saat ini…”

Miyoung terdiam sesaat, Raut wajahnya nampak murung ketika kata-kata itu terlontar dari mulut Zhoumi. “Aku tidak memiliki keluarga. Aku di besarkan di sebuah panti asuhan…”

“Eh?!” Zhoumi begitu terkejut saat mendengarnya. “Ah, Maafkan aku. Aku tidak tahu jika…”

“Tidak apa-apa. Lagipula ini bukanlah sesuatu yang harus di rahasiakan. Jadi, Untuk kau tidak perlu meminta maaf padaku…” Sela Miyoung cepat.

“Tapi tetap saja… Tidak seharusnya aku berkata seperti itu. Maafkan aku…” Sesal Zhoumi.

“Sudah kukatakan tidak apa-apa…” Jawab Miyoung sambil tersenyum tipis.

Zhoumi membalas senyuman Miyoung dengan sedikit enggan, Sesungguhnya Zhoumi ingin mengetahui lebih banyak tentangnya. Tapi, Hanya dengan melihat sikap Miyoung ini. Ia seakan tahu jika Miyoung bukanlah seseorang yang dapat terbuka dengan orang sepertinya.

~Photograph And Rain~

Zhoumi terus saja mengaduk minumannya tanpa sedikitpun meminumnya. Menyadari sikap Zhoumi yang terlihat berbeda dari biasanya, Leeteuk -yang baru selesai membantu Jaehee melayani beberapa pelanggan mereka saat makan siang tadi- segera menghampirinya.

“Ya, Zhoumi-ah. Apa yang kau lakukan, Huh?! Kenapa kau hanya terus mengaduk-aduk minumanmu seperti itu?” Tanya Leeteuk seraya duduk di hadapannya.

“Hah… Molla…” Jawab Zhoumi sambil menghela nafas berat.

Leeteuk mengerutkan keningnya, Bingung dengan sikap Zhoumi yang benar-benar berbeda. “Ah yah, Apakah kau sudah menjenguk Miyoung lagi? Kudengar, Ternyata Miyoung tinggal di sebelah apartementmu…”

“Tidak… Aku tidak bisa lagi bertemu dengannya…”

“Eh?! Kenapa??” Tanya Leeteuk heran.

“Sejak aku mengantarkannya waktu itu dan mengetahui jika ternyata dia tinggal tepat di sebelah apartementku, Aku justru jadi semakin sulit menemuinya. Dia terkesan menjauhiku dan sepertinya aku memang telah menyinggung perasaannya…”

“Mwo?? Menyinggung perasaannya, Bagaimana?”

Zhoumi menundukan kepalanya tepat di antara kedua tangannya di atas meja. “Ahh, Aku tidak mau membahas hal ini lagi…” Ujarnya seakan putus asa.

“Kau ini aneh sekali…” Sindir Leeteuk sambil meneguk coffe yang tadi di bawanya. “Jika kau menyukai gadis itu. Seharusnya kau terus mengejarnya, Bukannya bersikap seperti sekarang ini…” Celotehnya.

Sret!!

Zhoumi segera mendongakkan wajahnya dan menatap Leeteuk kaget, “Bagaimana Hyung bisa tahu aku menyukainya?!”

“Tentu saja, Terlihat jelas sekali dari tatapan matamu padanya jika kau memang menyukai Miyoung. Jaehee saja sadar akan hal itu…”

“Ehhh?!! Sebegitu terlihatnya kah?!” Tanya Zhoumi tak percaya.

“Yah, Begitulah…” Sahut Leeteuk singkat.

“Ahhh… Apakah mungkin dia juga menyadarinya?! Jangan-jangan dia menjauhiku karena dia tahu perasaanku?!!” Zhoumi kembali meletakkan wajahnya di antara kedua tangannya.

“Itu tidak benar, Zhoumi-ah…” Ujar Jaehee yang tiba-tiba saja bergabung bersama mereka.

“Apanya yang tidak benar? Jika Leeteuk Hyung dan kau saja sudah menyadari perasaanku ini. Lalu, Bagaimana dengannya?! Dia juga pasti sudah tahu…” Ujar Zhoumi terlihat semakin putus asa.

“Tidak… Miyoung memang selalu bersikap seperti itu semenjak kematian suaminya 3 bulan yang lalu. Sosoknya yang ceria berubah drastis menjadi pendiam sejak kejadian itu…” Jelas Jaehee kemudian.

“Mwo?!” Zhoumi menatap Jaehee dengan kedua mata yang membulat. “Jadi… Sebelumnya dia sudah memiliki suami?!”

“Yah… Dia menikah di usianya yang baru 22 tahun. Dan suaminya meninggal tepat di saat pernikahan mereka yang baru saja berjalan 1 tahun…”

“Kenapa suaminya meninggal? Apakah dia sakit?” Tanya Zhoumi semakin penasaran.

“Dia kecelakaan dan mengalami koma selama dua minggu, Hingga akhirnya ia meninggal karena mengalami pembekuan darah di bagian otaknya…” Jawab Leeteuk kemudian.

“Terlebih lagi, Saat itu Miyoung sedang hamil muda. Hanya saja, Karena kematian suaminya itu membuat kondisinya lemah dan akhirnya ia pun keguguran. Sejak saat itulah sifatnya benar-benar berubah… Benar-benar berbanding terbalik dengannya saat dulu…” Tambah Jaehee.

“Yah, Aku ingat saat dulu pertama kali Miyoung dan suaminya kemari. Mereka begitu serasi dan terlihat sangat bahagia. Tidak kusangka takdir berkata lain dan membuat semuanya berubah begitu cepat…” Sahut Leeteuk.

Zhoumi terdiam mendengarkan Leeteuk dan Jaehee yang menceritakan kehidupan Miyoung yang belum pernah ia ketahui. Jujur saja, Ia begitu terkejut saat mengetahui Miyoung telah memiliki suami sebelumnya. “Hyung… Apakah kau tahu toko bunga milik Miyoung?” Tanya Zhoumi kemudian.

“Eoh, Tentu saja…” Jawab Leeteuk sambil mengangguk singkat.

“Bisa kau tuliskan untukku?” Pinta Zhoumi sambil mengenakan jaket kulitnya itu.

Tanpa banyak bertanya, Leeteuk pun menuliskan nama alamat toko bunga milik Miyoung. “Ini…Tapi, Memangnya untuk apa?”

“Akan aku jelaskan nanti saja, Sekarang aku pergi dulu…” Pamit Zhoumi dan berlalu begitu saja.

“Aish!! Dia itu masih saja selalu seenaknya!” Keluh Leeteuk saat melihat sikap  Zhoumi yang kembali seperti semula.

“Sudahlah, Biarkan saja, Mungkin dia ingin bertemu dengan Miyoung…” Sela Jaehee.

“Cih, Kau memang selalu saja membela anak itu. Tidak bisakah kau membelaku sedikit saja, Huh?! Aku ini suamimu…” Celoteh Leeteuk.

“Ahh… Sudahlah, Jangan banyak bicara! Aku harus melayani para pelanggan lainnya, Lihat mereka sudah datang!” Ujar Jaehee cuek kemudian berlalu pergi.

“Aish, Menyebalkan!” Gerutu Leeteuk.

~Photograph And Rain~

Zhoumi menghela nafas panjang, Menyiapkan diri untuk bertemu dengan Miyoung. “Ayolah, Chou Zhoumi. Kenapa kau harus gugup seperti ini?!” Ujarnya pada diri sendiri.

Ia menarik sebuah pintu kaca di hadapannya, Dan berjalan masuk ke dalam toko bunga ini. Di lihatnya Miyoung yang sedang sibuk merangkai sebuah bunga, Dia terlihat begitu serius dan cantik, Itu menurut Zhoumi.

“Bisa berikan aku rangkaian perpaduan bunga yang sederhana tapi tetap terlihat elegant?” Tanya Zhoumi kemudian.

“Tentu saja, Memangnya bunga apa yang ingin anda rangkai tuan?” Tanya Miyoung tanpa melihat kepadanya.

Zhoumi tersenyum melihat keseriusan Miyoung merangkai bunga di hadapannya itu. “Bunga kesukaanmu…” Jawab Zhoumi.

“Ne?” Miyoung mendongakkan wajahnya dan begitu terkejut saat mendapati Zhoumi yang berdiri di hadapannya. “Zhoumi-ssi… Apa yang kau lakukan di sini?”

“Membeli bunga, Bukankah tadi aku baru saja memesan rangkaian bunga padamu?” Sahut Zhoumi masih tetap tersenyum lembut padanya.

Miyoung terdiam sejenak, Seperti mencerna setiap perkataan Zhoumi tadi. “Oh ne, Tadi kau pesan bunga apa?” Tanya Miyoung kemudian.

“Bunga apa yang kau sukai?” Bukannya menjawab Zhoumi justru bertanya balik padanya.

“Anggrek…” Jawab Miyoung walaupun terlihat bingung.

“Baiklah! Kalau begitu aku pesan rangkaian anggrek…” Sahut Zhoumi terlihat semangat.

“Eh?!” Miyoung mengerutkan keningnya.

“Wae?! Kau keberatan aku memesan rangkaian bunga yang kau sukai?” Ujar Zhoumi ketus, Atau lebih tepatnya hanya berpura-pura ketus.

“Anniya… Bukan seperti itu. Hanya saja…”

“Kalau begitu satu rangkaian bunga anggrek, Aku akan menunggunya…” Potong Zhoumi.

Miyoung kembali terdiam, Dia benar-benar tak dapat mengerti dengan sikap Zhoumi yang selalu saja bersikap ceria dan cuek.

“Baiklah, Kalau begitu tunggu sebentar…” Ujar Miyoung akhirnya, Ia memilih bunga anggrek yang terlihat indah itu, Lalu mulai merangkainya di sebuah keranjang kecil yang sudah di hias hingga terlihat semakin cantik.

Zhoumi memperhatikan kegiatan Miyoung dengan seksama. Sungguh, Ia sangat menyukai pemandangan ini. Seandainya dia dapat melihat Miyoung setiap saat seperti sekarang ini, Ia rela berdiam diri seperti sekarang ini.

“Akhir-akhir ini kau jarang terlihat… Apakah kau begitu sibuk dengan toko bunga ini?” Ujar Zhoumi memecah keheningan di tempat ini.

“Yah, Seperti itulah. Di dekat sini ada festival bunga yang cukup meriah, Jadi pesanan bunga di toko pun bertambah…” Jelas Miyoung.

“Ahh… Apakah festival yang di ujung sana itu?” Tanya Zhoumi mengingat tadi ia melewati sebuah lapangan yang terlihat seperti sebuah festival itu.

“Yah…” Jawab Miyoung singkat.

“Kau tidak ikut ke sana? Kau juga kan pasti butuh refreshing…”

“Tidak… Bukankah aku sudah bilang karena festival itu, Pesanan bungaku bertambah. Jadi aku lebih memilih menjaga tokoku ini daripada harus pergi ke festival itu…”

“Oooh…” Zhoumi mengangguk singkat. “Kau pasti merasa bosan dengan semua ini…”

“Tidak juga, Karena aku menyukai bunga dan pekerjaanku ini. Aku tidak pernah merasa sedikitpun bosan…” Jawab Miyoung kalem. “Lalu, Kau sendiri? Apa pekerjaanmu?” Tanya Miyoung seraya menoleh pada Zhoumi.

“Aku?” Zhoumi menunjuk dirinya, Ia tersenyum lebar, Senang mendengarnya melontarkan pertanyaan untuk dirinya. “Aku bekerja sebagai seorang photographer..” Jawabnya.

Deg!!

Aktivitas merangkai bunga itu terhenti, Kala Miyoung mendengar ucapan Zhoumi. Namun ia mencoba untuk mengontrol dirinya dan kembali melanjutkan kegiatannya.

“Apa yang membuatmu menjadi seorang photographer?” Tanya Miyoung penasaran.

“Karena kecintaanku terhadap karya tuhan! Kau tahu? Ada begitu banyak ciptaan tuhan yang begitu indah, Dan aku bisa menikmati semua itu dengan profesiku sebagai seorang photographer…” Sahut Zhoumi bersemangat.

Tubuh Miyoung mematung mendengar ucapan Zhoumi. “Bukankah… kau masih tetap bisa menikmati semua itu tanpa harus menjadi seorang photographer?”

Zhoumi mengangguk singkat, “Kau memang benar, Tapi… Aku ingin membagi perasaan itu pada orang lain. Perasaan takjub akan keindahan karya tuhan yang tak pernah kita sadari. Karena itu… Salah satu alasanku menjadi seorang photographer adalah ingin membagikan dan memperlihatkan hasil karyaku pada setiap orang di dunia ini. Aku ingin mereka sadar jika apa yang ada di dunia ini memiliki sisi keindahan tersendiri…” Ucapnya panjang lebar.

Deg!!

Jantung Miyoung seakan berhenti berdetak, Tangannya bergetar dengan cukup keras dan tatapan matanya nampak menyiratkan kepedihan yang mendalam.

“Kenapa.. Kau harus mengatakan hal yang serupa dengannya, Zhoumi-ssi?” Ntah sadar atau tidak Miyoung mengatakan hal itu. Tapi kata-kata itu memang terlontar begitu saja tanpa di sengaja.

“Ne?” Zhoumi menatap gadis itu bingung. “Kau mengatakan apa tadi?” Tanya Zhoumi tak begitu mendengar ucapan Miyoung.

Dengan cepat, Miyoung menggelengkan kepalanya. “Tidak… Bukan apa-apa. Maaf, Bisakah aku permisi dulu? Sepertinya aku melupakan sesuatu di belakang…” Pamit Miyoung.

“Eoh, Baiklah…” Zhoumi mengangguk singkat.

Miyoung bergegas pergi ke bagian belakang toko ini, Sedangkan Zhoumi terlihat bingung. Ia tak mengerti kenapa sikap Miyoung tiba-tiba saja berubah seperti itu.

“Ada apa denganya? Kenapa aku merasa jika dia terlihat seperti akan menangis?” Pikirnya.

~Photograph And Rain~

Miyoung memasuki toilet yang ada di toko ini, Ia mendekap mulutnya kuat-kuat tak ingin Zhoumi sampai mendengar suara isak tangisnya yang sudah tak dapat ia bendung lagi.

Tubuhnya perlahan merosot terjatuh di atas lantai yang terasa begitu dingin itu. Butiran air mata terus mengalir deras dari ujung matanya.

“Kenapa… Kenapa aku harus bertemu orang sepertimu, Donghae-ah?! Kenapa??” Tangisnya.

<Flash Back Start>

“Donghae-ah… Kenapa kau menjadi seorang photographer? Bukankah itu membosankan? Kau hanya terus memfoto pemandangan tanpa ada kegiatan lainnya…” Tanya Miyoung.

Donghae tersenyum mendengar pertanyaan Miyoung. “Tidak… Ini menarik…” Jawabnya.

“Apanya yang menarik? Bagiku ini terlihat sama saja!!” Sahut Miyoung sambil melihat karya Donghae.

“Karena kau tidak menyadari ciptaan tuhan yang begitu indah!!” Donghae mengacak-acak rambut Miyoung, gemas.

“Ish! Alasan macam apa itu? Indah apanya?” Tanya Miyoung heran.

“Kau tidak mengerti…” Sahut Donghae seraya menggelengkan kepalanya. “Di dunia ini ada begitu banyak keindahan karya tuhan yang tak dapat kita sadari. Dan dengan profesiku sebagai seorang photographer, Aku bisa menikmati keindahan itu…”

“Begitukah? Tapi… Bukankah tidak menjadi photographer pun kau tetap bisa menikmati hal ini? Yah… Anggap saja ini sebagai hobby…” Sela Miyoung.

“Kau memang benar, Tapi… Aku ingin membagi perasaan itu pada orang lain. Perasaan takjub akan keindahan karya tuhan yang tak pernah kita sadari. Karena itu… Salah satu alasanku menjadi seorang photographer adalah ingin membagikan dan memperlihatkan hasil karyaku pada setiap orang di dunia ini. Aku ingin mereka sadar jika apa yang ada di dunia ini memiliki sisi keindahan tersendiri…” Ucap Donghae panjang lebar.

Miyoung tertegun mendengar ucapan Donghae, Ia benar-benar tidak percaya jika lelaki di hadapannya ini memiliki impian yang begitu besar. Meskipun sederhana, Tapi Miyoung takjub dengan itu semua.

“Hm, Terserahmu sajalah…” Ujar Miyoung kemudian.

Donghae terkekeh kecil mendengar ucapan Miyoung, Lalu menariknya ke dalam pelukan Donghae yang begitu hangat.

“Tapi ada satu hal yang membuatku begitu bersyukur pada karya tuhan…” Ucapnya.

“Eh? Apa?” Tanya Miyoung penasaran.

“Dirimu…” Bisik Donghae lembut. “Karena tuhan telah menciptakan seorang gadis sepertimu. Dan aku bersyukur atas itu… Saranghae…”

Miyoung tersipu malu saat mendengarnya, Ia pun melingkarkan kedua tangannya di leher Donghae. “Nado saranghae…”

<Flash Back End>

Tubuh Miyoung bergetar dengan hebat, Suara isak tangis yang tak terdengar itu seakan tak menutupi rasa sakit yang di rasakannya saat ini. Rasa sesak pada dadanya begitu sangat menyakitkan baginya.

“Donghae-ah… Kenapa aku harus bertemu dengan orang sepertimu?!” Bisiknya.

~Photograph And Rain~

Kring… Kring… Kring…

Suara alarm yang cukup memekakkan telinga itu membangunkan Zhoumi dari tidurnya. Ia mencoba mematikan alarm itu dengan matanya yang tertutup.

“Heumm…” Ia merentangkan kedua tangannya seraya beranjak dari posisi tidurnya. Zhoumi melirik jam dindingnya dan kedua matanya langsung membulat dalam seketika.

“Sial! Aku bisa terlambat!” Gerutunya seraya bergegas masuk ke dalam kamar mandi.

Akhirnya Zhoumi selesai bersiap-siap, Ia bergegas mengenakan jaketnya lalu meraih kamera serta kunci mobilnya itu.

“Semoga saja belum terlambat!” Pikir Zhoumi seraya keluar dari dalam apartementnya.

Bukannya bergegas untuk pergi, Zhoumi justru berdiri di samping apartementnya. Sesekali ia merapihkan penampilannya, Seakan tak ingin terlihat buruk di hadapan seseorang.

Cklek!

Pintu apartement di samping apartement Zhoumi terbuka, Dan sesosok gadis yang tak lain adalah Miyoung keluar dari dalam apartement tersebut.

“Annyeong, Miyoung-ssi…” Sapa Zhoumi tiba-tiba.

Miyoung menoleh padanya, Dan ia nampaknya begitu terkejut dengan kehadiran Zhoumi yang tak di sadarinya itu. “Eoh, Zhoumi-ssi…” Ujarnya seraya mengangguk singkat.

“Kau pasti akan ke tempat toko bungamu itu, Iya kan?” Tanya Zhoumi kemudian.

“Ah.. Ne…” Miyoung lagi-lagi kembali mengangguk.

Zhoumi tersenyum lebar, “Kalau begitu pergilah bersamaku! Hari ini sepertinya akan turun hujan. Jadi akan lebih baik jika aku mengantarmu…” Ajak Zhoumi.

“Ne?” Miyoung menatap Zhoumi heran. “Ah.. Tidak, Terima kasih. Aku membawa payung. Tidak ada yang perlu di khawatirkan…” Tolaknya.

“Oh ayolah… Payung saja tidak dapat melindungi tubuhmu dari hujan. Lagipula… Kondisimu sepertinya tak terlihat begitu baik. Wajahmu pucat sekali…” Bujuk Zhoumi.

“Sudah kukatakan tidak apa-apa…” Senyumnya. “Dan.. Bukankah seharusnya kau pergi ke tempat kerjamu? Jika kau mengantarku terlebih dulu, Kau mungkin akan terlambat…”

“Hey! Kau lupa pekerjaanku ini sebagai seorang photographer?! Pekerjaanku ini tidak selalu mengharuskanku untuk tetap berada di kantor!” Jelas Zhoumi berpura-pura marah.

“Ehm.. Yah, Tapi…”

“Sudahlah, Tidak ada tapi-tapi-an! Lagipula.. Aku mengantarkanmu juga memiliki alasan tertentu, Kajja!!” Ajak Zhoumi seraya menarik tangan Miyoung.

“Eh.. Zhoumi-ssi!” Kaget Miyoung sedikit menahan langkahnya.

“Apa lagi?!” Tanya Zhoumi sedikit kesal dan menoleh padanya.

“Tanganmu…” Ujar Miyoung sambil menatap tangan Zhoumi yang tengah menggenggam tangannya erat.

Sadar dengan itu, Zhoumi segera melepaskannya. “Ah, Mian!” Malunya. “I-i-itu… Karena tadi kau terus saja berbicara dan menolak ajakanku. Jadi.. Aku terpaksa menarik tanganmu…”

Miyoung terdiam sesaat, Namun setelah itu ia pun tertawa kecil saat melihat raut wajahnya yang terlihat begitu gugup dan memerah.

“Wa-waeyo?!” Tanya Zhoumi heran.

“Anniya…” Miyoung menggeleng pelan sambil tetap tertawa kecil, “Tadi… Aku hanya berfikir jika kau ini lucu juga!”

“M-mwo?!” Zhoumi menatap Miyoung dengan alis yang terangkat sebelah. Tapi di saat itu juga Miyoung menoleh padanya sambil tertawa. “Cantik…” Pikirnya.

Merasa risih dengan Zhoumi yang terus memandangnya, Miyoung menghentikan tawanya dan langsung menatapnya heran.

“Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?” Bingung Miyoung.

“Kau terlihat lebih baik saat tertawa seperti ini, Miyoung-ssi…” Ujar Zhoumi seraya tersenyum tipis.

Deg!!

Ntah apa yang di rasakan Miyoung, Tapi saat ini jantungnya berdegup dengan kencang dan kedua pipinya seakan memanas.

“M-mwo?” Gugupnya. “Ah, Tadi… Bukankah kau mau mengantarkanku? Kenapa kita tidak pergi sekarang saja? Kajja!!” Ajak Miyoung yang kemudian berjalan terlebih dulu.

Senyum Zhoumi semakin merekah saat melihat tingkah laku Miyoung yang menurutnya tak sama seperti biasanya. “Aku ingin membuatmu terus seperti ini, Miyoung-ssi. Dan aku yakin aku bisa melakukannya. Membuatmu tertawa seperti sekarang ini…” Gumam Zhoumi lalu mulai mengejar Miyoung yang sudah berjalan meninggalkannya itu.

~Photograph And Rain~

Sejak saat itu, Zhoumi selalu mengantar serta menjemput Miyoung. Yah, Meskipun Miyoung selalu berusaha untuk menolak, Tetap saja Zhoumi berhasil membujuknya. Bahkan Zhoumi sering kali membantu Miyoung menjaga tokonya sambil sesekali mengambil beberapa foto Miyoung yang sedang merangkai bunga, Tentu saja tanpa sepengetahuan gadis ini.

“Annyeong…” Sapa Zhoumi yang masuk ke dalam toko bunga milik Miyoung.

“Oh.. Zhoumi-ssi. Kau datang lagi?” Ujar Miyoung yang tengah melayani seorang pelanggan.

“Yah.. Seperti biasa… Aku akan membuat tokomu ini ramai karena kehadiran lelaki tampan sepertiku ini…”

“Mwo?” Miyoung menatap Zhoumi dengan sebelah alis terangkat. “Hahahaha… Kau ini ada-ada saja!” Tawa Miyoung yang hanya tentu saja di balas tawa Zhoumi juga.

Yah, Memang semenjak Zhoumi sering datang di siang hari dan membantu Miyoung. Toko bunga ini menjadi semakin ramai, Dan memang yang membeli bunga itu hampir sebagian besar para wanita yang sebenarnya hanya terpesona pada ketampanan Zhoumi sehingga mereka sengaja membeli bunga untuk mencari perhatiannya.

“Zhoumi-ssi… Bisa kau bantu aku membawakan pot bunga yang ada di etalase depan itu?” Ujar Miyoung yang sedang mengajari beberapa pelanggannya yang selalu memintanya untuk mengajari mereka tentang merangkai bunga.

“Aku tidak mau!” Jawab Zhoumi dengan nada ketus.

Miyoung menoleh padanya dan berjalan menghampirinya. “Zhoumi-ssi. Apakah kau lelah?? Jika seperti itu.. Lebih baik kau pulang dan istirahatlah… Kau sudah banyak membantu hari ini…” Ujar Miyoung sambil tersenyum tipis.

“Bukan itu alasanku tidak mau membantumu mengambilkan pot itu!”

“Lalu?”

Zhoumi menatap Miyoung lekat, Membuat gadis itu sedikit salah tingkah dan mundur satu langkah untuk menjaga jarak di antara keduanya.

“Haish!!” Tiba-tiba Zhoumi mendengus kesal. “Ya! Miyoung-ah… Jangan terus bersikap formal padaku!! Kita sudah saling mengenal selama empat bulan dan kau masih memanggilku dengan sebutan formal seperti itu! Kau tahu? Aku ini kesal saat mendengarnya!” Celotehnya.

“Mwo?!” Miyoung terdiam mendengar ucapan Zhoumi itu.

“Miyoung-ah! Aku tidak mengerti bagian ini, Jelaskan lagi padaku!” Seru seorang pelanggan.

Miyoung segera menoleh pada pelanggan tersebut. “Ah, Ne. Aku akan segera kesana!” Sahut Miyoung hendak berbalik. Namun tiba-tiba saja Zhoumi menarik tangannya membuatnya kembali berbalik pada Zhoumi. “Zhoumi-ssi.. Apa yang kau lakukan?!”

“Panggil aku tanpa sebutan formal!! Baru aku akan melepaskan tanganmu!”

“Mwo? Anni… Aku tidak bisa melakukannya!” Tolak Miyoung seraya mencoba melepaskan cengrkraman tangan Zhoumi.

“Ya! Sekali saja mengatakannya… Apa sulitnya, Huh?” Pinta Zhoumi sedikit memaksa.

“Zhoumi-ssi, Jangan seperti ini.. Aku sedang bekerja sekarang!!”

“Miyoung-ah!” Panggil pelanggan itu lagi.

“Eoh, Ne. Chakkamanyo…” Jawab Miyoung sambil tetap mencoba melepaskan cengkraman tangan Zhoumi.

“Katakan atau tidak akan kulepas!” Paksa Zhoumi.

Miyoung menoleh sejenak pada pelanggannya, “Ahh.. Yah, Baiklah. Aku akan mengatakan hal itu… Tapi hanya satu kali, Iya kan?”

“Ne…” Zhoumi mengangguk singkat.

“Zhou…mi-ah…” Panggil Miyoung dengan suara pelan dan terbata.

“Apa?! Aku tidak mendengarnya…” Sahut Zhoumi berbohong.

“Zhoumi-ah…” Ulang Miyoung.

“Apa?! Katakan yang jelas… Aku tidak mendengarnya!!” Bohong Zhoumi sambil mendekati wajah Miyoung.

“Zhoumi-ah, Jangan bercanda lagi! Aku masih harus bekerja…” Pinta Miyoung dengan nada merajuk.

Sret!

Di saat itu juga Zhoumi melepaskan tangannya dan Miyoung pun bergegas menghampiri pelanggannya tanpa berani sedikitpun menoleh padanya.

Sedangkan Zhoumi, Dia tersenyum kecil mendengar namanya di sebut seperti itu oleh gadis yang jelas-jelas sangat di cintainya itu. “Seharusnya kau menyebut namaku seperti ini sejak awal…” Batinnya.

~Photograph And Rain~

Miyoung tengah merapihkan toko bunganya, Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Ia pun bergegas mengenakan jaket tebalnya.  Di saat itu juga ponselnya berdering cukup keras dan nama Zhoumi pun terpampang jelas di layar ponselnya, Ia pun segera mengangkatnya.

“Yeobseyo…” Jawabnya.

“Ah, Miyoung-ah! Maaf aku akan terlambat menjemputmu hari ini, Rapat di kantor cukup lama, Sehingga membuatku terlambat seperti sekarang ini. Tunggulah sebentar lagi, Aku sedang dalam perjalanan…” Ujar Zhoumi dari seberang sana.

“Tidak apa-apa. Lagipula.. Aku bisa pulang sendiri, Lebih baik kau pulang saja dan istirahat yang cukup. Kau pasti lelah karena sudah bekerja di kantor serta membantuku juga…” Ujar Miyoung kalem.

“Andwae!! Ya!! Kau harus tetap menungguku, Jika kau pergi selangkah saja dari tempatmu sekarang. Maka, Aku akan sangat marah padamu, Arraseo?!” Seru Zhoumi.

Flip!!

Untuk sejenak Miyoung menatap layar ponselnya dengan tatapan heran, Tapi setelah itu senyum manis mulai menghiasi wajahnya. Jujur saja, Ia merasa sangat senang saat Zhoumi memperlakukannya seperti itu.

“Hah… Baiklah… Tidak ada yang bisa kuperbuat selain menunggunya…” Pikirnya.

Miyoung merapatkan jaketnya seraya menyandarkan kepalanya pada tembok. Ia melihat ke luar tokonya, Hujan deras sedang mengguyur kota Seoul saat ini. Pantas saja dingin.

“Ahh… Hujan, Sayang sekali aku tidak membawa payung hari ini. Setidaknya… Aku kan bisa bermain di tengah hujan jika membawa payung…” Gumamnya.

Keadaan cukup hening di toko itu, Hanya suara hujan yang terdengar dan perlahan kedua mata Miyoung pun tertutup hingga akhirnya ia terlelap.

~Photograph And Rain~

“Aish!! Hujan… Aku tidak bawa payung hari ini…” Gerutu Miyoung sambil memainkan hujan dengan tangannya yang terus saja menampung air hujan.

Tapi di saat itu juga kedua mata Miyoung menangkap sesosok lelaki yang tengah berjalan menghampirinya. Miyoung mengerutkan keningnya, Bingung karena tak dapat mengenali wajah lelaki tersebut.

“Maaf… Aku terlambat!” Seru lelaki itu dengan payung yang menutupi wajahnya.

Miyoung masih terdiam, Mencoba berfikir siapa lelaki yang berdiri di hadapannya sekarang ini. “Zhoumi-ah?” Ucapnya kemudian, Ntah kenapa ia menyebutkan nama Zhoumi tapi memang yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah nama itu.

Senyum kecil nampak jelas dari wajah lelaki yang tertutup payung itu, Lalu perlahan ia pun mengangkat payung tersebut. “Kau sudah melupakan suara suamimu, Miyoung-ah?!”

Deg!!

Kedua mata Miyoung membulat dalam seketika saat melihat wajah lelaki ini yang tak lain adalah Lee Donghae.

“Donghae-ah!” Kagetnya.

“Wae?! Kau pasti terkejut, Huh?!” Tanya Donghae sambil menatap gadis itu kesal. “Kau pasti sedang menunggu lelaki bernama Chou Zhoumi itu kan?!” Tebaknya.

“Eh?! A-Anniya… Aku tidak sedang menunggunya…”

“Lalu kenapa kau harus menyebut namanya?! Jelas-jelas suaraku tak mirip dengannya!”

“Itu… Itu… Karena aku pikir itu adalah dirinya. Dan kau jangan berfikir macam-macam! Dia itu hanya temanku saja… Dia tinggal di sebelah apartementku…” Jelas Miyoung takut jika suaminya ini salah paham.

Mendengar hal itu bukannya marah, Donghae justru tersenyum lebar. Menghiraukan sesuatu yang justru dapat membuatnya cemburu itu. “Untuk apa kau menjelaskan semua ini?”

“Karena aku tak ingin kau salah paham pada hubungan kami!” Ujar Miyoung cepat.

“Salah paham?” Donghae menaikkan sebelah alisnya dan Miyoung hanya mengangguk saja untuk menjawabnya. Tapi di saat itu juga Donghae malah tertawa keras yang tentu saja membuat Miyoung bingung dengan sikapnya.

“Waeyo?”

“Anniya…” Donghae menggeleng pelan. “Hey, Katakan padaku! Seperti apa dia orangnya? Apakah dia baik? Apakah dia tampan sepertiku?!”

“Mwo? Ya… Bagaimana bisa seorang suami menanyakan pendapat tentang lelaki lain pada isterinya sendiri?!” Bingung Miyoung.

“Katakan saja padaku, Youngie-ah… Orang seperti apa dia itu…” Ujar Donghae merajuk.

“Tidak!”

“Oh ayolah… Kau harus mengatakannya padaku!” Paksa Donghae yang justru membuatnya menjadi sedikit kesal.

“Haish, Arreo… Arreo… Aku akan mengatakannya!” Pasrah Miyoung pada akhirnya. “Dia itu orang yang baik! Memang dia sedikit pemaksa sepertimu, Tapi dia itu benar-benar ceria dan selalu saja membuatku tertawa karenanya. Dan terutama.. Dia tidak pergi meninggalkanku seenaknya saja seperti dirimu…” Celoteh Miyoung panjang lebar, Hingga tak sadar berkata seperti itu di hadapan Donghae. “Ahh.. Mianhe, Maksudku bukan seperti itu, Donghae-ah…” Sesal Miyoung merasa tidak enak.

Memang tak dapat di pungkiri jika Donghae merasa sakit mendengar hal itu tapi senyum kecil tak pernah terlepas dari wajahnya. “Gwenchana… Kau memang benar…Dia lebih baik dariku, Miyoung-ah…”

“Anniya!! Bukan seperti itu, Maksudku… Hanya saja…”

“Miyoung-ah… Tidak sadarkan kau… Jika kau telah jatuh cinta padanya dan sudah dapat melupakan diriku?”

Deg!!

“Mwo?!” Miyoung menatap Donghae kesal. “YA!! Kenapa kau berkata seperti itu, Huh? Apa kau marah padaku karena aku berkata seperti itu?!”

Donghae menggeleng singkat, “Aku mengatakan yang sejujurnya, Miyoung-ah. Dirimu telah jatuh cinta padanya, Dan kau tidak dapat memungkiri hal itu! Bahkan, Di saat aku datang, Bukankah nama yang pertama kali kau sebut adalah namanya? Bukan diriku…”

“Itu karena aku…”

“Itu karena kau telah jatuh cinta padanya!! Seluruh pikiranmu hanya terpusat padanya dan seharusnya kau sadar akan hal itu…”

“Donghae-ah!!” Sentak Miyoung dengan suaranya yang keras. “Geumanhe!! Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Hentikan semua ucapan omong kosongmu itu!!!” Miyoung menutup kedua telinganya dengan tangannya.

Donghae tersenyum kecut melihat sikap Miyoung yang seakan tak mau menerima apa yang di katakannya. “Bodoh!” Ucapnya kemudian yang tentu saja terdengar oleh Miyoung, Tapi gadis itu berpura-pura tidak mendengarnya.

“Kau jelas-jelas dapat melupakan diriku karena kehadiran sosok lelaki itu. Kau tidak pernah sekalipun membayangkan diriku lagi, Youngie-ah… Pikiranmu telah terpenuhi olehnya. Dan seharusnya kau bersyukur akan hal itu… Kau harusnya senang karena seseorang yang tiada di dunia ini tak lagi mengisi ruang hatimu…”

Miyoung mendongakkan wajahnya dan dapat ia lihat dengan jelas Donghae yang tengah tersenyum padanya. “Kau harus menyadari perasaanmu padanya, Youngie-ah. Dan dengan begitu… Aku akan tenang jika harus meninggalkanmu. Aku tidak akan merasa cemas lagi, Karena akan ada seseorang yang nyata yang melindungimu di dunia ini…”

“Donghae-ah…”

“Percayalah akan kata-kataku, Miyoung-ah. Kau mencintainya… Dan aku tahu… Kau tidak ingin kehilangan dirinya, Bukan? Karena itu… Akui perasaanmu… Akuilah jika kau memang benar-benar mencintainya, Miyoung-ah…” Ujar Donghae yang kemudian mulai berjalan meninggalkan Miyoung yang hanya dapat terdiam melihatnya pergi dan menghilang di tengah derasnya hujan.

~Photograph And Rain~

“Miyoung-ah… Ireona…” Zhoumi mencoba membangunkan Miyoung yang nampak terlelap dalam tidurnya. “Miyoung-ah…” Ia mencoba memanggil nama gadis itu kembali.

“Enghh…” Miyoung terbangun dari tidurnya. Ia membuka kedua matanya perlahan, Zhoumi tersenyum menatapnya.

“Akuilah jika kau memang benar-benar mencintainya, Miyoung-ah…”

Kata-kata Donghae dalam mimpinya kini terngiang di benaknya saat mendapatkan sosok Zhoumi yang tengah tersenyum melihatnya.

“Kau sudah bangun?? Apakah kau terlalu lelah sampai tak sadar jika kita sudah berada di depan apartement?!” Canda Zhoumi.

“Eh?!” Miyoung menatap Zhoumi bingung.

Zhoumi menggedikkan kepalanya dan di saat itu juga Miyoung sadar jika sekarang dia ada di dalam mobil Zhoumi, Dan bahkan mereka sudah berada di depan gedung apartement mereka.

“Karena kau begitu terlelap dalam tidurmu, Aku jadi tidak tega membangunkanmu… Jadi, Aku menggendongmu hingga ke mobil lalu kita sampai di sini…” Jelas Zhoumi seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran Miyoung saat ini.

“Maaf.. Aku terlalu mengantuk tadi. Aku pasti sudah merepotkanmu..” Ujar Miyoung setelah cukup lama terdiam.

Zhoumi kembali tersenyum tipis. “Gwenchana… Kau tidak berat sama sekali. Jadi aku tidak merasa di repotkan olehmu…” Canda Zhoumi namun hanya di balas senyum kecut dari gadis di sampingnya ini.

“Zhoumi-ah…” Panggil Miyoung kemudian.

“Ne?”

Miyoung menoleh padanya dan terlihat jelas dari raut wajahnya yang terlihat serius. “Kurasa, Mulai besok… Kau tidak perlu mengantarku atau menjemputku lagi…”

Senyum Zhoumi seketika lenyap saat kata-kata itu terlontar dari mulut Miyoung. “Apa kau mengatakan sesuatu tadi? Maaf… Aku tidak terlalu jelas mendengar kata-katamu tadi… Sepertinya ada yang salah dengan telingaku…” Bohongnya dengan sedikit candaan.

“Zhoumi-ah, Ini bukan saatnya untuk bercanda…” Ucap Miyoung serius. “Mulai besok, Jangan lagi mengantarku ataupun menjemputku lagi…” Ujarnya mengulang perkataannya tadi. “Sudah malam, Aku harus segera pulang… Besok aku harus pergi… Terima kasih untuk tumpangannya…” Ujar Miyoung kemudian seraya bergegas keluar dari dalam mobil.

Awalnya Zhoumi hanya terdiam, Tapi di saat itu juga ia keluar dari dalam mobilnya lalu ia pun berlari secepat mungkin untuk mengejar Miyoung.

Dan di saat Miyoung menaiki lift serta pintu lift hampir saja tertutup, Zhoumi menahannya dengan tangannya dan tentu saja itu cukup mengejutkan Miyoung.

“Apa yang kau lakukan?!” Tanya Miyoung heran.

“Katakan padaku!” Ujar Zhoumi kemudian, Namun Miyoung tak mengerti dengan maksud dari ucapannya itu.

“Apa maksudmu?”

“Katakan padaku apa yang membuatmu menjadi seperti ini?!”

Deg!!

Miyoung terdiam, Tubuhnya seakan terasa membeku saat Zhoumi mengatakan kata-kata itu. Terlebih, Kedua mata Zhoumi tengah menatapnya dengan tajam.

“Tak ada yang harus kujelaskan padamu, Aku hanya tak ingin semua orang salah paham dengan hubungan kita. Itu saja… Aku hanya ingin kehidupanku yang seperti dulu tanpa harus mengenalmu…”

“Mwo?” Zhoumi tertegun mendengar ucapan itu.

Tapi dengan segera Miyoung mendorong tubuh Zhoumi dan menutup pintu lift itu dengan segera, Membiarkan Zhoumi yang tetap terdiam di tempatnya.

To Be Continued…

Note : Annyeong… Ahh, Lagi2 saya harus ngebagi ff twoshot menjadi three shot karena ternyata hasilnya yang kepanjangan… (“-___-) Tapi, Moga-moga aja ffnya tetep menghibur daaah… Hehehehehe Dan jangan lupa comment yah readersku tersayaaang… XDD

25 thoughts on “Photograph And Rain (2/2-A)

  1. woooooo…

    mimi mmg ade ksayangan saia…heummm…
    aigo,JJ couple kok manis banget lahh..*plaak*

    ooh,jd donghae meninggal krn kecelkaan,
    dan—miyoung sempat hamil dan akhir na keguguran?!

    hhh…miyoung yg maang,kehilangan dua org yang sangat berarti bginya….hikz…

    nahh,skrg bukalah pintu hati mu miyoungie,dan biarkan cinta mimi mengisi ruang hatimu …eaaaaaaa……

    terharuuuuu….

  2. ada sedih.a ada seneng.a eon,sedih.a pas bgian hae sumpahhh eon imy nngis baca.a, miyoung kaya yg belum membuka hati kesiapapun kalo seneng.a yongi ternyata udh jatuh hati ke mimi horeeeeee kyaaaaaaaaaaaaa youngmi ❤ ❤ ❤
    tpi tpi knpa youngi ngehindarin mii lg eon, apa miyoung takut utk membuka hati ke mimi ato gmna ???
    penasaran ama kelanjutannn.a daebakkk onnie seperti biasa kudu ASAP y ehehe

  3. ukh..
    sedihnya bca bag awal ma akhrnya..
    tp d tngah2 smpet sng krn miyoung akhrx mw nrima zhoumi..

    knp miyoung harus ngehindar dr mimi?
    ap dy tkut hianati donge oppa yg ud d alam sana?
    y ampun!
    moga mreka cpt br1 dech..
    biar g sedih2.an lge..

  4. gpp ko eonn semakin panjang ff nya malah semakin seru hehe*
    aduh itu miyoung malah kabur lagi, buka hati buka mata *eh* ada prince zhoumi LOL
    donghae oppa emg daebak dah merelakan miyoung biar bahagia *hiks

  5. aku pikir bakalan the end tp trnyata msh tbc…
    aah, miyoung gengsi gak mau ngakuin….
    kpn bener2 sadar klo dy cinta ma zhoumi, takut’y klo zhoumi kecelakaan ato kenapa2 baru sadar n nyesel tuh…

  6. makin ke sini ceritanya makin ngena, eonni daebak.
    haeppa meninggal gara-gara kecelakaan toh.
    miyoung kenapa ga jujur aja sama zhoumi oppa kalo suka?
    dan untuk eonnie kenapa tbc? kenapa ceritanya cepet banget? eonnie tau aku penasaran setenngah mampus sama lanjutannya.
    jeballl post-in lanjutan ceritanya secepatnya eonnie 😀

  7. aku balik koment lagii..
    Zhomi kayaknya mirip banget ma donghae..pekerjaanya.,katakata zhoumipun mirip kayak donghae..
    .tapi satu yang gk mirip sama donghae…tinggi badan mereka pasti gk sama kan,,tinggi zhoumi banget..

    Miyoung lagi galau ni pasti..miyoung gk mau ngelupain donghae n gk mw sadar kalo miyoung cinta ma zhoumi..
    .kalo q jadi miyoung.,aku bkal mulai kehidupan sama zhoumi.,n aku gk bakal ngelupain donghae..donghae akan selalu ada d.hati kecilku…wkwkwk

    pliiss ntantie onnie..jangan lama publishnya..
    .sama vampire family nya..ak merindukan jongin nich…

  8. Flashbackny donghae mbikin nyesek.. .
    Selalu ada perbandingan antara hae dg zhou, tp hae seolah spt hantu(?) membujuk miyoung agar melupakanny dan beralih ke zhoumi T___T

  9. nyesek bca ini -.-
    bru mampir baca yg ini ^^ mau lnjt ke part2b ny tp boleh jujur? boleh kan keke~ ada stu kta yg em mnurt aq krng pas di kal. “tidak apa apa lagi pula ini bukan sesuatu yang harus dirahasiakan jadi untuk kau tidak perlu meminta maaf”. coba kalo kta “untuk”ny di ilangin jd lb efktif gtu kalimatnya hehe… ^^
    y ampun ko aq jd sotoy gni haha mian 😀

  10. chingu aku pengin nangis baca ff ini.. 😦
    kata2 donghae dalem banget .. 😦

    kasian juga zhoumin..
    miyoung sampai kapan mau bohongin perasaanya

    next part ijin baca chingu 🙂

  11. Knp miyoung nipu diri’a sndri ??
    Trharu bgt ngliat kisah cinta haeyoung….
    Miyoung yg tramat mencintai donghae smpe trs mngkhayalkan donghae…
    Donghae jg mnsupport miyoung mndapatkan zhoumi…
    So sweet…. 😉

  12. Ooo
    trnya Hae oppa mninggl gra” kclkaan toh
    udh gtu bru nkah 1 blan lg. pntsan ja Miyoung jd gtu
    .
    Mskipun dach mninggl trnya Hae oppa msih ngejagain Miyoung yach
    dia sllu hdir d mmpi Miyoung. so sweet bnget Hae oppa.
    .
    Hae oppa bjaksana bnget.
    Miyoung jg, msih nggk ngersa yach klau dy udh jtuh cnta ma Zhoumiknpa msti ngelak n nggk ngakuin sich.
    bimbang yach??
    .
    mkin daebak aj nich FF Eonn mskipun jd three shoot.
    q lnjut k part slnjutnya yach Eonn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s