Photograph And Rain (2/2-B)

Title               : Photograph And Rain

Author         : NtaKyung

Casts              : Zhoumi, Shim Miyoung, Lee Donghae and OC

Length          : Twoshot

Genre            : Angst, Friendship, Romance.

Rating           : PG-13

~Photograph And Rain~

Sejak saat itu, Miyoung selalu saja menghindari Zhoumi. Dia benar-benar bersikap seperti dia tak pernah mengenal Zhoumi sebelumnya. Hal itu tentu saja membuat Zhoumi kesal karena merasa di acuhkan. Ia benar-benar tak mengerti, Kenapa Miyoung harus bersikap seperti itu padanya? Padahal, Sudah sejak beberapa bulan yang lalu hubungan mereka membaik.

Sresh!

Miyoung menoleh ke arah luar tokonya, “Ahh, Hujan… Bagaimana ini? Aku tidak membawa payung hari ini…” Gumamnya.

Ia melirik jam tangannya dan ini sudah waktunya tokonya tutup, “Hah.. Tidak apa-apalah! Lagipula aku sudah lama tidak hujan-hujanan…” Pikirnya lalu bergegas merapihkan toko bunganya.

Akhirnya pekerjaan terakhir Miyoung selesai, Ia pun dengan segera mengunci toko bunga itu seraya merapatkan jaketnya karena cuaca hari ini yang begitu dingin.

“Aish… Anginnya besar sekali…” Gerutu Miyoung.

Miyoung berbalik, Hendak meninggalkan toko ini namun tubuhnya mematung saat sesosok lelaki yang tak lain adalah Zhoumi tengah berdiri di hadapannya sambil memegang payung dan ia pun tersenyum tipis padanya.

“Ayo… Aku akan mengantarkanmu pulang!” Ajak Zhoumi kemudian.

Ia masih saja terdiam, Ucapan Zhoumi seakan tak terdengar olehnya. Miyoung seakan masih terkejut dengan kehadiran Zhoumi yang tak di sadarinya itu.

“Sudahlah, Tidak perlu banyak berfikir lagi! Ayo kita pulang…” Ujar Zhoumi seraya menarik tangan Miyoung.

Sret!!

Miyoung menghempaskan tangan Zhoumi dengan kasar, “Apa kau tidak mengerti dengan ucapanku, Zhoumi-ssi?! Bukankah sudah kukatakan untuk tidak menemuiku lagi!”

“Aku tidak akan berhenti menemuimu sampai kau member alasan yang jelas padaku!”

“Alasan??” Miyoung memandang Zhoumi kesal, “Kau bukanlah siapa-siapaku, Lalu kenapa aku harus memberikan alasan padamu?!”

“Karena aku adalah seseorang yang mencintaimu!!”

Deg!!

Kedua mata Miyoung membulat dalam seketika, Jantungnya berdegup semakin cepat. Dan tubuhnya pun menegang dalam seketika. Ia menatap Zhoumi yang terlihat begitu serius.

“Aku mencintaimu, Shim Miyoung. Aku benar-benar…”

Plak!!

Satu tamparan yang cukup keras mendarat tepat di pipi kanan Zhoumi, Mata Miyoung nampak memerah semakin menahan air mata yang hendak keluar dari pelupuk matanya.

“Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi! Mulai sekarang, Kau harus lupakan aku!” Ucap Miyoung yang kemudian berjalan cepat, Membiarkan air hujan membasahi tubuhnya.

“Lee Donghae!! Kau seperti ini karena lelaki bernama Lee Donghae, Bukan?!!” Teriaknya begitu tiba-tiba.

Langkah Miyoung terhenti, Ia kembali di kejutkan dengan perkataan Zhoumi. Dan lagi Zhoumi tadi menyebut nama ‘Lee Donghae’.

“Benar kan? Kau bersikap tertutup selama ini karena kau masih terus saja memikirkan mendiang suamimu yang sudah lama tiada. Itu benar kan, Shim Miyoung?!” Zhoumi berjalan mendekatinya.

Tubuh Miyoung bergetar hebat, Ia mencoba menahan suara tangisnya agar tidak keluar dan membiarkan air hujan menutupi air matanya yang telah mengalir deras saat ini.

“Kenapa kau harus menutup hatimu, Miyoung-ah? Tidak bisakkah kau memberiku kesempatan?? Kenapa kau masih saja harus terus mengingat suamimu? Dia telah tiada di dunia ini lagi!”

“Itu bukan urusanmu!!” Sentak Miyoung keras.

“Jelas itu urusanku!!” Zhoumi mencengkram lengan Miyoung dan membuat gadis itu berbalik untuk menatap padanya. “Karena ini menyangkut perasaanku!! Aku mencintaimu, Dan aku ingin tahu alasanmu menghindariku!”

“Kau tidak berhak tahu!! Kau mungkin mencintaiku, Tapi bukan berarti kau harus mengetahui hal apa yang membuatku membencimu!!!” Miyoung mencoba melepaskan cengkraman Zhoumi.

Zhoumi terdiam sesaat, Memandang tajam pada Miyoung. Namun gadis itu berpura-pura untuk tidak menyadari tatapan itu dan memilih untuk melihat arah lain.

“Jelas-jelas kau bersikap seperti ini, Karena suamimu kan? Kau terlalu larut dalam bayangannya! Berfikir jika dia masih ada di dunia ini!! Dan berharap dia masih berada di sampingmu!” Sentak Zhoumi.

Seketika itu juga tubuh Miyoung membatu, Seakan ucapan Zhoumi tadi menyadarkan dirinya dan membuat dirinya harus mengakui apa yang di katakan Zhoumi memang benar.

“Apa yang kukatakan benar kan, Miyoung-ah?” Suara Zhoumi kembali memelan.

Kedua mata mereka saling bertemu pandang, Perlahan Zhoumi mendekati wajah Miyoung lalu berbisik pelan tepat di hadapan wajah gadis itu, “Saranghae…”

Dan satu kecupan lembut mendarat tepat di bibir Miyoung, Awalnya gadis ini ingin menolak tapi ntah kenapa ia merasa jika tubuhnya seakan sulit di gerakkan. Ia hanya dapat mematung tanpa berkutik sedikitpun, Membiarkan Zhoumi memperdalam ciumannya dan mempererat pelukannya.

“Ada apa denganku? Kenapa aku tidak bisa menolaknya? Kenapa aku begitu menikmati semua ini? Ciumannya… Pelukannya… Kenapa membuat diriku merasa senang dan nyaman?”

Sret!!

Dengan kesadaran penuh, Akhirnya Miyoung berhasil menggerakkan tubuhnya dan mendorong tubuh Zhoumi dengan kuat. Ia kini terdiam sambil memandang Zhoumi -yang ntah kenapa justru tersenyum padanya-.

“Kau tahu, Miyoung-ah??” Zhoumi menatap lembut pada gadis itu, “Kau sudah membuka hatimu untukku… Kau juga… Mencintaiku kan?”

“Mwo?!” Kedua mata Miyoung membulat dan jantungnya kembali berdegup kencang.

“Yah… Kau mencintaiku, Miyoung-ah. Aku tahu itu… Aku tahu jika kau…”

“Aku tidak mencintaimu!! Aku mencintai suamiku!!!” Teriak Miyoung menyela ucapan Zhoumi.

Keadaan hening dalam seketika, Hanya suara hujan saja yang terdengar. Bahkan, Kedua orang ini tak peduli tubuhnya sudah sangat basah kuyup saat ini.

“Yang aku cintai bukanlah dirimu!! Dan aku tidak mungkin jatuh cinta padamu!! Cam-kan itu baik-baik!!” Sentak Miyoung yang kemudian berbalik, Meninggalkan Zhoumi yang masih terdiam.

Bukannya mengejar Miyoung yang sudah pergi, Zhoumi hanya terpaku di tempatnya. Menatap punggung Miyoung yang semakin menjauh darinya.

Seukir senyum kecil terlihat jelas di wajahnya, Dan ia pun menengadahkan kepalanya merasakan air hujan yang menerpa wajahnya. “Aku tahu kau mencintaiku, Miyoung-ah. Aku tahu itu!!” Yakin Zhoumi.

“Jika kau tidak mencintaiku… Bukankah kau tidak akan membiarkanku menciummu begitu saja?” Gumamnya lagi dan senyum itu pun semakin menghiasi wajah Zhoumi yang terlihat tampan meski dirinya telah basah kuyup seperti sekarang ini.

~Photograph And Rain~

Brugh!!

Miyoung membanting pintu apartementnya dengan cukup keras, Kedua kakinya pun terasa lemas dan tubuhnya pun seketika merosot dengan perlahan ke atas lantai yang terasa dingin. Suara isak tangis mulai terdengar darinya.

“Sudah pulang rupanya?”

Tangis Miyoung terhenti saat mendengar suara yang tak asing lagi baginya, Perlahan wajahnya terangkat dan melihat seseorang yang kini berdiri di hadapannya. “Donghae-ah…” Ujarnya begitu melihat sosok Donghae tengah berdiri di hadapannya.

“Kau pasti hujan-hujanan lagi, Benarkan?” Tanya Donghae seraya tersenyum tipis padanya dan melingkarkan sebuah handuk pada tubuh Miyoung sambil mengusap lembut kepala gadis ini.

Miyoung tak mengatakan apapun, Hanya tetap terdiam dan membiarkan Donghae menatapnya dalam keadaan ‘berantakan’ seperti sekarang ini.

Donghae masih tetap tersenyum manis padanya, “Katakan padaku, Apa yang terjadi diantara dirimu dan lelaki itu, Hm?” Tanyanya kemudian.

“M-mwo?” Miyoung menatap heran pada Donghae.

“Oh ayolah, Miyoung-ah. Kau pasti mengerti pertanyaanku kan? Tentu saja aku sedang bertanya tentang hubunganmu bersama lelaki bernama Chou Zhoumi itu…”

Deg!!

Tubuh Miyoung menegang dalam seketika, Perasaan bersalah mulai meliputi dirinya saat lelaki di hadapannya ini menanyakan hubungannya bersama Zhoumi -yang jelas-jelas tidak memiliki hubungan special dengan Miyoung-.

“Miyoung-ah.. Tidak sadarkah kau, Jika kau benar-benar telah membuka hatimu untuk lelaki itu?” Ucap Donghae lembut.

Hening, Tak ada jawaban dari gadis itu. Dia seakan sedang mencerna setiap perkataan yang baru saja Donghae lontarkan untuknya.

“Aku… Aku… Tidak mencintainya!! Aku membencinya!” Bantah Miyoung.

“Benarkah?” Donghae menatap gadis itu sambil tersenyum tipis, “Kalau begitu… Katakan padaku jika kau mencintaiku, Miyoung-ah!” Suruhnya kemudian.

“Mwo? Jadi, Kau meragukan diriku?!” Kesal Miyoung.

“Katakan dengan lantang dan kau harus mengatakannya sambil menatap lekat kedua mataku. Apakah kau bisa?” Tantang Donghae.

“Ya! Lee Donghae!”

“Katakan sekarang, Miyoung-ah!”

Miyoung menatap wajah Donghae dengan kesal. Dia merasa di permainkan oleh sosok suaminya yang berada di hadapannya saat ini. Namun, Ntah apa yang ada di pikirannya saat ini. Tiba-tiba saja, Saat ia hendak mengatakan hal itu, Sosok Donghae saat ini seakan berubah menjadi sosok Zhoumi yang tengah tersenyum padanya.

Jantungnya berdegup kencang, Tubuhnya menegang dan otaknya seakan tak mampu berfikir dengan jernih saat ini. Hingga akhirnya Donghae menyentuh wajahnya, Menyadarkan dirinya jika sosok dihadapannya ini bukanlah Zhoumi.

“Miyoung-ah.. Katakanlah padaku… Kau benar-benar telah jatuh cinta padanya!” Ujar Donghae kemudian seraya memegang wajah Miyoung, Membuatnya tak dapat memalingkan wajahnya.

Miyoung menggeleng cepat, Air matanya perlahan mengalir dari ujung matanya. Tapi hal itu tak sedikitpun menggoyahkan keyakinan Donghae.

“Katakan padaku, Miyoung-ah!” Tekannya.

“Aku memang mencintainya!!” Sentak Miyoung tiba-tiba, Dan hal itu cukup mengejutkan Donghae meski pada akhirnya lelaki itu tetap tersenyum tipis padanya. “Aku memang telah jatuh cinta pada dirinya, Donghae-ah…” Ucap Miyoung di sela isak tangisnya.

Donghae tak mengatakan apa-apa lagi, Ia hanya mendekap tubuh gadis itu dalam pelukannya lalu mengelus lembut punggung gadis itu.

“Aku tahu itu, Miyoung-ah…” Ujarnya pelan, Dan ia pun kembali terdiam. Membiarkan Miyoung menangis dalam dekapannya.

Namun hal itu seakan tak berlangsung lama, Miyoung menyadari jika sosok Donghae perlahan mulai menghilang dan tak lagi mendekapnya.

Miyoung hanya mendekap dirinya sendiri, Tangan kanannya meremas kuat dadanya merasakan sesak yang teramat menyakitkan untuknya. Ia tahu itu hanyalah bayangannya semata, Tapi bukan itu yang membuatnya merasa sesak seperti ini.

Perasaan terhadap Zhoumi lah yang membuat dirinya seperti ini, Perasaan yang baru saja ia sadari. Menyadari jika ia begitu mencintai seorang Chou Zhoumi.

~Photograph And Rain~

Beberapa hari kemudian, Zhoumi dan Miyoung tak pernah saling bertemu lagi sejak kejadian itu. Bukan karena Miyoung yang menghindarinya, Tapi justru sebaliknya. Zhoumi yang menghidari Miyoung, Dia berfikir mungkin hal ini adalah hal terbaik yang dapat ia lakukan untuknya saat ini.

“APA?! Kau akan ke Inggris?!” Suara Leeteuk terdengar begitu keras, Sedikit mengejutkan para pengunjung yang datang ke restorannya saat ini.

“Yah…” Zhoumi mengangguk singkat, “Aku menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan majalah terkenal di sana. Dan aku akan di pindahkan ke sana.. Mungkin akhir pekan ini aku akan berangkat…” Jelas Zhoumi.

“Zhoumi-ah, Kau baru saja beberapa bulan di sini! Dan kau sekarang akan pergi meninggalkan tempatmu ini, Huh? Ingatlah… Sahabat-sahabat dan juga keluargamu ada di sini, Kenapa kau harus pergi sejauh itu?” Leeteuk mencoba meyakinkan Zhoumi agar ia tidak pergi. Ia benar-benar tidak ingin membiarkan lelaki yang berada di hadapannya ini pergi. Leeteuk sudah sangat menyayanginya seperti menyayangi adik kandungnya sendiri.

Zhoumi tersenyum enggan, “Tak ada yang bisa kulakukan lagi di sini, Terlalu banyak kenangan pahit yang kubuat selama beberapa bulan ini. Aku ingin melupakannya, Hyung… Dan dengan cara seperti inilah mungkin aku bisa menghilangkan kenangan pahit itu…”

“Dengan cara apa? Melarikan diri ke negara orang?! Seperti itukah?!” Sahut Jaehee yang ntah sejak kapan sudah berdiri di antara kedua lelaki ini.

“Jaehee-ya…” Leeteuk beranjak dari duduknya.

“Kau tahu, Chou Zhoumi?! Menurutku… Kau adalah lelaki paling pengecut di dunia ini!! Kau pergi dari sini, Hanya karena kau patah hati?! Cih… Kau benar-benar lemah!” Ejek Jaehee.

“Jae-ya, Jangan berkata seperti itu!” Ujar Leeteuk mencoba menenangkan isterinya sendiri.

“Biarkan saja, Hyung… Apa yang dikatakan Jaehee memang ada benarnya…” Ucap Zhoumi dengan tenang.

“Yah, Ucapanku ini memang benar!! Kau ini terlalu pengecut!” Kesal Jaehee.

“Shin Jaehee!” Leeteuk meninggikan nada suaranya.

“Hyung…” Panggil Zhoumi mencoba menenangkannya, “Sudahlah… Kenapa kalian jadi ribut? Aku harus pulang dan merapihkan barang-barangku…” Ujar Zhoumi seraya beranjak dari duduknya.

“Zhoumi-ah, Kenapa harus buru-buru?” Tanya Leeteuk merasa tak enak.

“Tidak apa-apa, Biarkan saja dia pergi!” Teriak Jaehee. “Ya! Chou Zhoumi! Jangan pernah kau kembali ke restoranku ini lagi!!”

Zhoumi berbalik sambil tersenyum kecil, “Tenang saja… Selama tiga tahun ini aku akan berada di Inggris, Waktu yang cukup lama untuk membuatmu memaafkanku. Iya kan, Kakak ipar?” Canda Zhoumi yang kemudian keluar dari restoran itu.

“Jaehee-ya… Kau tidak seharusnya mengatakan hal itu tadi…” Ujar Leeteuk seraya menghela nafas panjang.

Jaehee menoleh padanya sambil menatap garang, “Wae?! Kau mau membelanya, Huh?!” Sentak Jaehee dengan nada tinggi dan cukup mengejutkan Leeteuk.

“A-Anniya…” Leeteuk menggeleng lemah.

“Huh!!” Jaehee membanting lap yang di pegangnya sejak tadi pada meja, Lalu ia pun pergi ke arah dapur.

“Haish… Kenapa aku harus di kelilingi dan juga menyayangi orang-orang keras kepala seperti mereka?” Gerutu Leeteuk pada dirinya sendiri.

~Photograph And Rain~

Cklek!

Miyoung keluar dari dalam apartementnya, Ia mendapati Zhoumi tengah berdiri menunggu dirinya sambil tersenyum tipis. Miyoung terdiam sesaat, Mencoba meyakinkan pandangannya.

“Hahh…” Ia menghela nafas panjang seraya menggelengkan kepalanya cepat.

“Bodoh! Kenapa kau harus memikirkannya di saat lelaki itu justru sudah pergi dari kehidupanmu, Shim Miyoung?!” Batinnya, Gadis itu pun melangkah pergi dari apartementnya.

Akhirnya, Miyoung tiba di restoran milik Leeteuk-Jaehee. Seperti biasa dia selalu saja membeli makanan di tempat ini, Karena dia memang jarang memasak di rumah.

Tring!!

“Selamat datang…” Sapa seorang pelayan yang bekerja di restoran itu.

Miyoung mengangguk kecil sambil tersenyum tipis, Ia pun mendekati counter kasir. “Siang..” Sapa gadis ini seraya menghampiri Leeteuk yang baru saja selesai memberikan kembalian pada pelanggannya.

Leeteuk mendongakkan kepalanya, “Eoh, Miyoung-ah! Pesananmu seperti biasa?” Tanya Leeteuk kemudian.

“Ehm…” Jawab Miyoung hanya mengangguk singkat.

“Tunggu sebentar…” Leeteuk bergegas pergi ke arah belakang restoran ini untuk mengambil apa yang di pesan Miyoung seperti biasa.

“Omo! Ya, Shim Miyoung!” Seru Jaehee yang baru saja melayani pelanggan.

“Ne, Waeyo?” Tanya Jaehee sopan.

“Kemarilah, Ada yang ingin kukatakan padamu!!” Jaehee menarik tangan Miyoung ke lantai atas restoran ini, Yang tak lain adalah tempat tinggal Leeteuk dan Jaehee.

“Nah, Miyoung-ah. Ini pesananmu!!” Ujar Leeteuk bersemangat sembari membawa sekantung plastik hitam berisi sekotak makanan pesanan Miyoung. “Eh?? Di mana dia?!” Gumamnya saat tidak melihat Miyoung.

~Photograph And Rain~

“Jadi, Kau dan Zhoumi memang benar-benar tidak berpacaran?” Tanya Jaehee kemudian.

Miyoung hanya menggeleng pelan, Mencoba menyembunyikan perasaannya. “Anniya, Kami itu hanya sekedar berteman saja…”

“Benarkah?” Jaehee menatapnya dengan tatapan kecewa, “Ahh, Tadinya kupikir kalian akan menjadi sepasang kekasih. Tidak di sangka kau tidak memiliki perasaan apapun padanya. Hah… Padahal, Zhoumi begitu menyukaimu…”

Tak ada jawaban dari Miyoung, Dia bingung harus menanggapinya seperti apa. Dan jujur saja ia cukup merasa senang mendengar pernyataan itu.

“Ah, Ya sudahlah…” Jaehee mengibaskan tangannya. “Apa kau ingin pulang sekarang?”

“Ne, Tadi aku mau mengambil pesananku pada Leeteuk Oppa…” Ujar Miyoung kemudian.

“Oh yah, Kalau begitu aku bisa menitipkan makanan untuk Zhoumi kan? Bukankah kalian tinggal di gedung apartement yang sama?” Pinta Jaehee.

“Err… Tapi…”

“Oh ayolah, Miyoung-ah…” Jaehee mencoba membujuk Miyoung, “Tadi aku sempat membentak Zhoumi dan tak membiarkannya makan terlebih dulu! Padahal… Sebentar lagi dia akan pergi ke Inggris dan mungkin tak akan mengunjungi restoran ini terlebih dulu…”

Deg!!

“M-mwo?” Miyoung menatap Jaehee syok, “Zhoumi… A-Akan pergi… Ke Inggris?”

“Yah…” Jaehee mengangguk singkat, “Ah, Sudahlah. Tunggu sebentar, Aku akan membawakan makananmu dan untuk Zhoumi juga. Ok?” Ujarnya seraya bergegas pergi meninggalkan Miyoung yang masih terdiam di tempatnya.

~Photograph And Rain~

Saat ini, Miyoung tengah berdiri di depan pintu apartement Zhoumi. Tak ada yang ia lakukan selain tetap diam dan memegang erat ujung plastik itu, Seakan meluapkan ketegangannya.

Akhirnya, Ia pun memutuskan untuk memberanikan diri. Perlahan tangannya menyentuh tombol bel yang ada di sisi pintu apartement itu.

Ting Tong… Ting Tong…

Cklek!

Zhoumi membuka pintu apartementnya, Dan nampaknya lelaki ini begitu terkejut dengan sosok Miyoung yang kini berdiri di hadapannya.

“Kau?” Zhoumi terdiam di tempatnya.

“Aku… Mengantarkan sesuatu untukmu…” Ujar Miyoung seraya menyerahkan titipan Jaehee tadi.

“Apa ini?”

“Itu adalah titipan Jaehee Eonnie untukmu. Dia menitipkannya saat aku sedang membeli pesanan makananku di tempatnya…”

Zhoumi mengambil kantung plastik itu dari tangan Miyoung, Lalu suasana canggung dan hening pun terasa di antara keduanya. Tak ada yang mengucapkan sepatah katapun.

“M-mau… Masuk terlebih d-dulu?” Tawar Zhoumi terdengar begitu gugup.

Miyoung hanya mengangguk singkat untuk menjawabnya, Lalu Zhoumi pun mempersilahkannya untuk masuk ke dalam apartementnya.

“Mau aku buatkan orange juice?” Ujar Zhoumi kemudian.

“Ehm, Terima kasih…” Sahut Miyoung singkat dan setelah itu pun Zhoumi bergegas pergi ke arah dapur.

Kedua mata Miyoung sibuk menyusuri setiap sudut ruangan ini, Ruangan yang di tata dengan gaya casual dan tatapannya terhenti pada dua dus besar yang sudah berjajar rapih.

“Kudengar, Kau akan pergi ke Inggris. Apakah itu benar?” Kata-kata itu terlontar dari mulutnya tanpa sadar, Padahal ia hanya menggumamkannya dalam hati tadi.

“Yah, Akhir pekan ini aku berangkat…” Jawab Zhoumi setengah berteriak karena masih di dalam dapur, Membuatkan orange juice untuk Miyoung.

“Akhir pekan ini? Bukankah itu berarti lusa?” Pikir Miyoung.

Setelah beberapa waktu, Zhoumi kembali dengan membawa dua gelas orange juice untuknya dan Miyoung, Lalu ia pun duduk di hadapan gadis ini.

“Ini, Silahkan di nikmati…” Ujar Zhoumi sopan.

Miyoung tak menjawab, Pikirannya seakan sibuk menatap ke arah dus besar yang ada di sudut ruangan ini. “Apakah kau sudah mulai mengepak barang?” Tanyanya.

Pandangan Zhoumi mengikuti arah tatapan Miyoung, Dan terlihat jelas dari sorot matanya yang terlihat begitu sendu. “Ahh, Itu! Yah, Hanya beberapa barang saja. Agar aku tidak repot nanti… Selebihnya hanya pakaian, dan beberapa barang kecil lainnya…”

Miyoung terpaku mendengar ucapan Zhoumi, Kedua matanya memerah dan mulai berkaca-kaca seperti menahan air matanya yang akan meluap keluar dari pelupuk matanya.“Aku harus pergi!” Ujar Miyoung seraya beranjak dari duduknya.

Hening, Tak ada jawaban dari Zhoumi. Ia masih tetap duduk di tempatnya, Sejujurnya ia begitu terluka saat melihat Miyoung datang. Seakan sebuah dimensi waktu, Kenangan pahit dan manis saat bersama Miyoung berputar begitu saja dalam pikirannya.

Langkah Miyoung terhenti saat ia hendak membuka pintu, Ia terdiam sesaat hingga akhirnya ia pun berbalik menatap Zhoumi yang masih saja duduk di atas sofanya sambil tertunduk.

“Jika saja… Aku memintamu untuk pergi, Bisakah kau tidak pergi?”

Sret!!

Zhoumi segera menoleh pada Miyoung saat mendengar ucapan gadis ini, Matanya langsung membulat. Ia benar-benar tak menyangka kata-kata itu akan terlontar dari mulut Miyoung.

“A-apa yang… baru saja k-kau katakan?” Tanya Zhoumi seraya berjalan perlahan menghampiri Miyoung.

Hening, Gadis itu tak menjawab. Namun air mata perlahan mengalir dari ujung matanya, Suara isak tangis pun mulai terdengar darinya.

Brugh!!

Miyoung melemparkan tas selendang yang di bawanya pada Zhoumi, “Dasar bodoh!! Kau lelaki terbodoh yang pernah aku temui, Chou Zhoumi!!” Teriaknya.

Dan di saat itu juga Miyoung memeluk Zhoumi sambil menangis terisak, Tak dapat mengontrol diri lagi. Ia benar-benar tak dapat menyembunyikan perasaannya lagi pada Zhoumi.

“Aku tak ingin seseorang yang kucintai kembali pergi dari hidupku! Aku tidak mau merasakan kehilangan lagi!”

“Miyoung-ah…”

“Aku mencintaimu. Aku mencintaimu, Zhoumi-ah!”

Mendengar hal itu, Segurat senyum pun terlukis jelas di wajah Zhoumi. Dirinya lantas mempererat pelukannya, Tak ingin membiarkan Miyoung terlepas dari pelukannya.

“Aku juga… Aku juga mencintaimu, Miyoung-ah…” Bisik Zhoumi seraya mengusap rambut Miyoung yang terurai panjang.

Zhoumi menarik tubuh Miyoung secara perlahan, Ia mengusap air mata dari ujung mata Miyoung dengan kedua ibu jarinya lalu satu kecupan lembut mendarat tepat di atas kening Miyoung, Turun ke bagian hidungnya, kedua pipinya dan berakhir pada bibir Miyoung.

Keduanya berciuman cukup lama, seakan meluapkan perasaan yang telah di pendam selama ini. Zhoumi pun kembali memeluk Miyoung erat, Tak ingin melepaskan gadis ini sedikitpun. Ia hanya ingin tetap memeluknya, Meyakinkan dirinya jika ini benar-benar nyata.

~Photograph And Rain~

3 Tahun Kemudian…

Sresh!!

Hujan deras mengguyur kota Seoul pagi ini, Tak banyak orang yang berlalu lalang di jalan. Dan bahkan tak banyak juga mobil yang lewat, Orang-orang sepertinya enggan keluar jika cuaca sudah seperti ini.

Tapi hal ini tak berlaku bagi seorang gadis yang tengah berjalan di tengah hujan yang begitu deras sambil membawa sebuah payung putih transparan kesayangannya. Sesekali ia melihat ke atas, Menikmati pemandangan rintik hujan sambil tersenyum kecil.

Tanpa gadis itu sadari, Seorang lelaki yang baru saja keluar dari pintu bandara tengah asyik mengamati dirinya sambil sesekali mengambil foto gambarnya dengan kamera kesayangannya itu. Dan segurat senyum terlihat jelas di wajah lelaki ini.

“Dia belum berubah…” Gumamnya, “Masih tetap menyukai hujan dan tetap… Cantik!” Ujarnya, Lalu ia pun menarik koper yang di bawanya mendekati gadis itu.

Merasa ada seseorang yang mendekatinya, Sang gadis berbalik dan ia pun seketika terdiam saat melihat sesosok lelaki yang sudah sangat di rindukannya.

Lelaki itu tersenyum padanya, Lalu mengangkat satu tangannya seakan menyapa gadis itu. “Aku kembali, Miyoung-ah…”

Awalnya tak ada respon dari gadis itu, Tapi setelah cukup lama terdiam akhirnya gadis itu pun membalas senyumannya. “Selamat datang, Zhoumi-ah…”

Mereka tertawa kecil secara bersamaan, Masih tetap terdiam di tempat masing-masing. Tak ada yang mereka lakukan selain saling menatap satu sama lain. Dan tentu saja satu senyuman tipis tak pernah menghilang dari wajah keduanya.

The End…

 Note : Annyeong haseyo yeorobun.. ^^ *peyukatu2myreaders* XDD Hahahahaha Otte? Otte? Apakah ending dari ff ini tak seru, GAJE, GARING atau… MALAH ANEH?? Wuakakakakakaka

Ok deh, Author nunggu saran dan komentarnya aja yaah seperti biasa pada readersku yang tersayaaaang… ^^ Hehehehehehehe

Iklan

40 thoughts on “Photograph And Rain (2/2-B)

    • Hahaha
      Maklum, Kalo d buat sad pasti bnyak Ўɐ♌ğ protes n minta sequel-nya… (“-___-)
      LoL

      Ok2…
      Bntr lgi ntuh ff siap luncur koq..
      Hohohohoho
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  1. Jadi mimi jadi ke inggris trz 3thn kmudian blik lg gtu?q kira mimi gk jd ke inggris,hae oppa kacian dech masak cuma nyempil dkit. . .
    Kekeke
    ff’a keren seprti biasa eon,di tnggu ff lain’a XD

    • Yupz…
      Abis, Kalo d buat sad pasti pda mnta sequel..
      Ntr ujung2nya kan jadian juga…
      *eh?!*
      Wuakakakakakaka

      Ɣªª, Namanya juga YoungMi yng jdi peran utama..
      Kalo YoungHae bru deh tuh ci Hae bnyak mnculnya.. LoL
      ​.=))⌣Ħǟ⌣ªˆ◦ˆ=Dħǟ⌣ªˆ◦ˆ=))ħǟ⌣ª=D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=))

      Ok deeeeh…
      Makasih Ɣªª saeng… *hug*
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  2. “Karena aku adalah seseorang yang mencintaimu!!”
    kiyaaaaaaaaaaa mimi kata2.a totweet bangettt ❤
    yes happy ending, setelah 3 tahun d inggris mimi plang ke korea horeeeeee YOUNGMI memang selalu daebak hehe
    suherrr onnie pas bagean hae miyoung sedihhh banget kata2.a ngenaaa~
    dn yglebih membahagiakan lg saat miyoung jujur ke mimi kalo miyoung juga sebener.a cintaaaaa ke mimi ayeyeyey youngmi ❤
    dari kening turun ke mata turun ke hidung turun ke bibir (?) my favorite moment lols ehehe
    oiya onnie hate or love kapan lanutan.a kangen kyungji yg lucuuu dan yg pasti kangenn youngmi ehehehe
    daebakkkk 🙂

    • Oh Ɣªª??
      Onn qra bakalan aneh jadinya…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

      (¯―¯٥)
      Ini masa scene moment Ўɐ♌ğ paling di suka pas lagi cipokan seeeh??
      Mulai yadong neh adek gue.. *jitakimy*

      Hahahaha
      Sep2..
      Itu ff bntr lgi slesai kooq…
      Hehehehe
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  3. aduhhh itu zhoumi apa bgt gtu ><
    bikin envy aja si miyoung *hiks* zhoumi i want you *dilempar mimin* hehehe
    romantis bgt, pas ketemu ujan, pas pisah ujan , eh ketemu lg pas ujan .
    emg seoul ujan mulu ya ? #plakk
    daeba eonn ff nya tp sayang kudu end *hiks
    lanjutin dgn ff yg lebih romantis eonn .
    fighting !!

    • *lemparreaders*
      LoL
      Wkwkwkwkwkwk

      Jiaaah..
      Itu kan ceritanya lgi musim ujan..
      Nah, Pas ci Mimi balik lgi ќε Korea eeeeh.. Pas2an musim ujan deh… *eh?!* #plaaaak
      XDD

      Ɣªª..
      Intinya biar pas dgn judul bgitu.. Kekekekekeke

      Beuuh..
      Kalo gak ending neh crta kgak kelar2 dooong…
      Wkwkwkwkwkwkwkwk
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  4. eihh…

    udahan nihh?? bneran udh ending??!

    yg bner??!

    woaa!! masa cuma gini,nikahan mimi sm miyoung na mana??! masa gkd??
    ini mah namanya gantung,blm ending…

    waa,kejam ini si nta..aq kan msh pengen liat donghae melepas miyoung untuk mimi..tsk-tsk…author pelit lah…*kabur*

    hehehehe….happy ending dahh,dan akhirnya unsur angst na pd ngilang jg…yeey!!

  5. ouwh..
    akhrnya, akhrnya, stelah perjlnan pnjang mreka brsatu jg..
    #ap dah?#
    hore!!
    terharunya aq bca nech ending..
    tp g nyangka endingnya hrz nympe 3 thn kmudian gtu..
    pdahal aq brharap miyoung ma zhoumi nikah trus k inggris berdua..
    #halah!
    tp ttp good, endingnya g ketebak ma aq..
    hahahaha

  6. zhoumi totweet bgettt..
    Aku kirain mereka langsung nikah..n zhoumi gk jadi keinggris..eh ternyata slah..ah yang penting mereka jodoh dan bersatu…

    • ​.=))⌣Ħǟ⌣ªˆ◦ˆ=Dħǟ⌣ªˆ◦ˆ=))ħǟ⌣ª=D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=))
      Ɣªª…
      Ўɐ♌ğ penting happy ending daaah… LOL
      Wuakakakakaka
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  7. akhir’y happy ending…^^
    aku pikir zhoumi’y gak jd berangkat k Inggris, trnyata berangkat yah n miyoung yg setia menunggu, hehe

  8. huaaa daebak eonnie, daebak, happy ending (y)
    eonnie The Vampire And The Blood!! Season 2 nya lanjutin dong, penasaran setengah stress nunggu lanjutannya

  9. kya~ ternyata udah lanjut.
    ooh. jadi mimi tetep pergi ya? kirain ga bakal pergi pas diminta ga pergi sam miyoung. kkk~
    daebak ffnya, unn. ditunggu ff lainnya. nn;;

  10. sweet eonni, keren.. bikin jinrin ber imajinasi terus nih :3 kyaaaaaaaaaa~ ada hae oppa sama mimi gege x3 biarpun hae oppa munculnya sekilas tapi cukup bikin dalam. salut eon, jinrin berharap bisa bikin ff kaya eonni. bisa bikin berimajinasi + membangkitkan emosi

  11. Yaaaaaaaaaaaaaaaa
    slesai yach………
    . Happy ending
    akhirnya Miyoung ngungkapin prsaannya ma Zhoumi
    .
    jd sneng liat mreka br 2.
    .
    ada after story x nggk Eonn
    .
    Haaaa
    Nta Eonni mank bner” Daebak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s