Secret Girls! (Special Story : Im Seulong With Kim Heenie)

Title                : Secret Girls! (Special Story : Im Seulong with Kim Heenie)

Author          : NtaKyung

Casts              : Im Seulong, Kim Heenie and OC

Length         : Continued [On Writing]

Genre            : Family, Friendship, Humor, Romance

Rating           : PG-15

Warning      : FF ini GAJE sangad! Jadi, Buat yang gak suka ff GAJE.. Gak usah di baca, Ok? Apalagi cast-cast-na bukan seorang IDOL terkenal… Hanya sekedar sekumpulan gadis waras yang terkadang ‘sedikit’ GILA!! LoL Wkwkwkwkwkwk #Plaaak. So, Enjoooy… ^o^

@#Secret Girls!#@

Ke-empat gadis ini kini duduk mengelilingi Heenie, Pada awalnya Heenie hanya diam saja, Ia tak tahu harus memulai ceritanya darimana. Dan pilihannya saat ini hanya menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya ia menghembuskannya perlahan.

“Jadi… Apa yang terjadi antara kau dan Seulong?! Bukankah dia seorang actor yang sangat terkenal?” Tanya Jaehee tak sabar.

“Kenapa kau bisa mengenal dan dekat dengan seseorang yang begitu istimewa seperti lelaki itu?!” Ririn menatapnya penasaran.

“Hah…” Lagi-lagi Heenie hanya menghela nafas berat, “Sebenarnya… Waktu itu ada sebuah kecelakaan kecil…”

“Eh?! Kecelakaan apa?” Kini Eunsoo yang bertanya.

“Cepat katakan, Kami tidak sabar mendengarnya!” Paksa Haneul kemudian.

“Baiklah… Baiklah… Jadi ceritanya seperti ini…”

-Special Story : Im Seulong with Kim Heenie. Start!-

17 Maret 2011, @Bandara Incheon…

Heenie berlari dengan terburu-buru memasuki bandara Incheon. Beberapa kali ia menatap jam tangannya dan wajahnya pun semakin terlihat panik.

“Sial, Aku terlambat!” Umpatnya kesal.

Ia menghentikkan langkahnya dan memutar kepalanya, Mengitari setiap sudut bandara ini dengan kedua matanya, Mencari-cari seseorang yang seharusnya ia jemput sejak 10 menit yang lalu.

“Aish, Dimana dia?! Kenapa dia tidak ada? Apa mungkin dia sudah pergi ke Kantor terlebih dulu?! Oh tidak!! Aku bisa di pecat seperti sekarang ini…” Heenie terus saja berceloteh tanpa henti, Ia tak peduli dengan tatapan heran yang di lemparkan orang lain padanya.

“Argh!! Ini semua karena Jaehee dan Ririn!! Jika saja mereka membangunkanku lebih awal aku tidak mungkin terlambat seperti sekarang ini!” Gerutu Heenie lagi.

Di saat Heenie terus saja menggerutu tak jelas, Seorang lelaki menepuk pundaknya dengan tiba-tiba. “Maaf, Apakah…”

“Jangan menggangguku! Aku sedang sibuk sekarang!” Sentak Heenie menyela ucapan lelaki itu tanpa mau sedikitpun menoleh padanya, Namun sekali lagi lelaki itu menepuknya pelan.

“Sudah kukatakan jangan menggangguku!!” Teriak Heenie sambil mengibaskan tangannya saat berbalik pada lelaki itu, Menyebabkan coffe kemasan yang di pegang lelaki itu seketika tumpah begitu saja dan mengotoroi pakaian lelaki itu.

Lelaki itu hanya dapat terdiam mematung mendapati pakaiannya yang terkena tumpahan coffe itu, Sedangkan Kim Heenie? Jangan ditanya! Gadi itu sekarang nampak begitu syok dengan kedua mata yang terbuka lebar serta mulutnya yang ternganga.

“Omo!! Seulong-ssi?!” Pekik Heenie tak percaya.

Perlahan demi perlahan, Lelaki yang tak lain adalah Im Seulong seorang actor terkenal yang saat ini akan menandatangani kontrak dengan perusahaan Heenie, Kini menatap tajam pada Heenie yang tengah mematung di hadapannya.

“S-s-seulong-ssi… M-mianhe… A-aku…”

“Ikut aku!!” Dan tiba-tiba saja lelaki itu menarik tangan Heenie, Membawa gadis itu keluar dari bandara Incheon. Ia tak ingin mengambil resiko terlihat para wartawan dalam keadaan kotor seperti ini, Itu bisa merusak reputasinya.

@#Secret Girls!#@

Heenie menggigit bibir bawahnya, Ia tak mengatakan sepatah katapun pada Seulong yang kini tengah duduk di sampingnya. Sama halnya dengan Heenie, Seulong tetap terdiam. Saat ini ia memilih untuk fokus pada kemudinya.

Akhirnya mereka tiba di sebuah gedung apartement mewah yang berada di lantai 20, Dan Heenie tahu betul jika tempat ini hanya akan di tempati oleh orang-orang kaya, Seperti Seulong misalnya.

“Duduklah…” Suruh Seulong saat mereka memasuki apartement miliknya.

Heenie menatap ragu pada sofa itu, “Tapi… Kita harus…”

“Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu… Tapi nanti, Setelah aku mengganti pakaianku terlebih dulu!” Sela Seulong yang kemudian berlalu meninggalkan Heenie.

Heenie memukul-mukul kepalanya sendiri sambil merutuki dirinya, “ Kau memang ceroboh, Kim Heenie?! Bagaimana bisa kau membentak dan menumpahkan segelas coffe padanya?! Bahkan nasib pekerjaanmu kini berada di tangannya!! Argh!! Bodoh! Bodoh!!”

Ia dapat membayangkan bagaimana bosnya akan sangat marah besar padanya! Dan dia sudah dapat memastikan jika hari ini adalah hari terakhirnya bekerja di perusahaan yang sudah memperkerjakannya selama kurang lebih 3 tahun itu.

“Apa yang kau lakukan??” Tanya Seulong saat kembali memasuki ruangan itu, Ia memakai kaus oblong yang cukup ketat hingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sempurna.

Glek!!

Untuk beberapa saat Heenie terpana dengan pemandangan di hadapannya itu, Jujur saja ia sebenarnya begitu memuja-muja seorang lelaki dengan tubuh yang sempurna. Dan saat ini seorang lelaki berparas tampan serta berperawakan sempurna tengah berdiri dihadapannya dan terlebih lelaki itu adalah Im Seulong!! Seorang actor terkenal!

“Tidak… Tidak… Kau harus berfikir waras, Kim Heenie!!” Teriak Heenie dalam hati, Mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri.

Seulong menaikkan sebelah alisnya, Bingung melihat tingkah Heenie yang kini tengah sibuk menggelengkan kepalanya berulang kali. “Ya! Agaesshi, Neo wae geurae?!” Suara Seulong yang cukup besar itu kembali terdengar.

“H-Huh?” Heenie akhirnya menoleh pada Seulong dengan tampangnya yang terlihat sangat bingung. “A-apa kau… mengatakan sesuatu?” Tanyanya sedikit terbata.

Seulong menghela nafas, Lalu menggaruk ujung pelipisnya sesaat. “Apa kau ingin meminum sesuatu? Kurasa… Kau sedikit kacau!” Ujar Seulong dengan santai.

“Eh?!” Hanya kata itu yang terlontar dari mulutnya.

“Baiklah, Tunggu sebentar!” Ujar Seulong seraya kembali berlalu pergi meninggalkannya.

“Oh, God! Tubuhnya benar-benar sempurna!! Bahkan kulitnya yang berwarna gelap itu pun begitu terlihat sexy di mataku!!” Jerit Heenie dalam batinnya lagi.

Rasanya ia tak mampu mengabaikan ataupun berpura-pura acuh untuk tidak menyadari betapa sempurnanya lelaki di hadapannya itu.

Akhirnya Seulong kembali sambil membawa dua kaleng minuman segar, Kemudian ia pun memberikan kaleng satunya pada Heenie dan satunya lagi untuknya. Lalu ia duduk di satu sofa, Di ikuti Heenie yang duduk di sampingnya.

“Jadi… Kenapa kau membawaku kemari?” Tanya Heenie kemudian.

Seulong menoleh padanya dan menatapnya cukup lama hingga membuat jatung Heenie berdetak cepat tak karuan, Dan Heenie bersumpah jika wajahnya kini sudah sangat merah seperti kepiting rebus yang siap santap.

“Kau pikir aku akan pergi ke perusahaanmu dengan pakaian seperti itu?” Ujar Seulong. Lalu Seulong pun meneguk minumannya perlahan.

“Eh?!” Heenie terlihat bingung untuk beberapa saat, Tapi pada akhirnya ia dapat mencerna ucapan Seulong dan ia baru saja ingat, Jika tadi ia sempat melupakan kejadian di bandara!!

“M-maaf… T-ta-tadi… Aku tidak sengaja melakukannya… Aku pikir tadi… Kau orang asing yang ingin bertanya…” Ungkap Heenie jujur.

“Jadi, Jika aku orang lain dan bukanlah seorang actor yang akan bekerja sama denganmu maka kau tidak akan memaafkanku, Begitu?”

“Tidak, Bukan seperti itu!” Heenie menggelengkan kepalanya cepat, “Tadi aku begitu panik karena berfikir kau sudah pergi ke perusahaan lebih dulu karena aku terlambat menjemput. Jadi… Saat itu aku benar-benar frustasi dan…”

“Dan kau takut jika kau akan di pecat dari perusahaanmu karena telah melalaikan semua pekerjaanmu itu. Benarkan?”

Heenie tertunduk, Kini ia benar-benar merasa bodoh di hadapan lelaki ini. Tapi ia juga tak dapat memungkiri jika ia begitu kesal dengan sikap Seulong yang menyudutkannya.

“Yah… Aku benar-benar takut di pecat. Apakah itu suatu masalah?! Kurasa… Jika kau ada di posisiku, Kau akan melakukan hal yang sama denganku!” Nada suara Heenie berubah menjadi sedikit ketus.

“Setidaknya aku tidak akan terlambat untuk menjemput clientku sendiri!”

“Aku sudah berusaha untuk tidak terlambat, Tapi…”

“Tapi pada kenyataannya kau terlambat menjemputku kan?!” Seulong memotong ucapan Heenie dengan sinis.

Heenie segera beranjak dari duduknya, Rasanya ia tak dapat menahan emosinya lagi. “Aku pikir… Terlambat 10 menit bukanlah suatu yang perlu di besar-besarkan! Kau pikir kau ini seorang raja?!” Pekik Heenie.

“Aku memang bukan seorang raja, Tapi setidaknya aku adalah seorang actor yang memiliki jadwal yang padat…” Sahut Seulong masih nampak tenang, “Dan seharusnya… Kau tidak perlu marah-marah seperti ini padaku, Karena seharusnya akulah yang bersikap seperti itu. Seharusya kau bisa bersikap lebih sopan padaku! Kau pikir, Jika artis lain yang di perlakukan seperti ini olehmu, Apakah mereka akan tetap tinggal untuk menunggumu datang dan menjemputnya?” Ucap Seulong panjang lebar.

“Masih banyak artis lain yang kurasa lebih terkenal darimu… Dan mereka pasti bisa bersikap lebih ramah! Kau pikir, Di dunia ini hanya kau saja seorang actor yang baik hati?!” Sentak Heenie tanpa sadar semakin meninggikan nada suaranya.

Seulong mengerutkan keningnya, Dan menatap bingung pada Heenie untuk beberapa saat. Tak ada sedikitpun raut wajahnya yang memperlihatkan jika ia tersinggung dengan kata-kata yang di lontarkan Heenie padanya.

“Baiklah… Kalau begitu cari saja actor lain untuk bekerja sama dengan perusahaanmu. Aku tidak akan melanjutkannya…” Ujar Seulong kemudian.

Kedua mata Heenie langsung melebar, Tapi setelah itu ia menghentakkan kakinya dengan cukup keras. “Baiklah, Jika itu memang maumu! Dasar egois!” Sentaknya lalu bergegas pergi meninggalkan apartement Seulong, Bahkan tanpa berpamitan terlebih dulu.

Tatapan Seulong tertuju pada tas selendang Heenie yang masih ada di atas sofa, Dan hanya dalam hitungan detik Heenie telah kembali lalu mengambil tasnya dengan kasar. “Aku lupa tasku, Permisi!” Sinis Heenie dan gadis itu pun kini sudah benar-benar pergi.

Seulong hanya dapat terdiam melihat tingkah laku gadis itu, Tapi segurat senyum perlahan terkembang di wajahnya dan ia pun mulai beranjak dari duduknya sambil merentangkan kedua tangannya, Meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena perjalanannya dari Jepang menuju Korea tadi serta berdebat kecil dengan Heenie membuat dirinya tak dapat mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah. “Kim Heenie…” Gumamnya pelan.

@#Secret Girls!#@

Brak!!

Heenie hampir saja terlonjak kaget saat Ny.Jang, Bosnya yang super tegas itu menggebrak meja kerjanya dengan cukup keras.

“Apa katamu? Im Seulong membatalkan kontrak kerja samanya dengan perusahaan kita?!” Teriak Ny.Jang dengan suaranya yang cempreng.

“N-ne…” Heenie mengangguk enggan.

“Apa yang kau lakukan sampai dia membatalkan kontraknya, Huh?!”

“I-itu…”

“Aku tidak mau mendengar alasan apapun! Kau harus menemuinya lagi dan membujuknya agar mau kembali bergabung dengan perusahaan kita!!” Tegas Ny.Jang.

“Tapi…”

“Atau kau akan mendapatkan surat resmi yang menyatakan kau keluar dari perusahaan ini besok pagi, Kim Heenie!” Ancam Ny.Jang yang sukses langsung membuat Heenie segera mengangguk dan keluar dari ruangan itu.

@#Secret Girls!#@

Keesokan harinya, Heenie memberanikan dirinya untuk datang ke apartement Seulong lagi. Sebenarnya ia tidak ingin bertemu dengan sang actor yang menurutnya menyebalkan itu! Tapi mau bagaimana lagi? Demi menyelamatkan pekerjaannya, Dia terpaksa datang ke tempat ini.

Dan sudah lebih dari satu jam ia hanya berdiri di hadapan pintu apartement Seulong sambil jalan bolak-balik, Dia nampak begitu bingung. Antara apakah dia harus menemuinya atau pulang saja dan membiarkan dirinya di pecat dari kantor?

“Oh tidak!! Aku tidak mungkin keluar hanya karena masalah sepele seperti ini!! Kau pasti bisa menyelesaikan masalah ini, Kim Heenie!” Ujarnya menyemangati dirinya sendiri.

Ting Tong… Ting Tong…

Heenie menekan bel beberapa kali, Tapi tak ada yang membuka pintu. Anehnya, Heenie justru bersyukur akan hal ini. Ia hendak berbalik untuk pergi namun di saat itu juga pintu apartement terbuka dan nampaklah Seulong yang sudah berdiri di ambang pintu dengan kedua tangan yang melipat di depan dadanya yang bidang itu.

“Ada apa kau datang sepagi ini ke tempatku?” Tanya Seulong kemudian.

Untuk beberapa saat Heenie hanya terdiam, Tapi setelah itu ia menoleh pada Seulong. Dia terlihat begitu gugup saat ini.

“Aku…” Ia menghentikkan ucapannya, Lalu menghela nafas sejenak. “Aku minta maaf atas kejadian kemarin, Seulong-ssi. Kumohon, Jangan batalkan kontrak perusahaan!!” Ujarnya seraya membungkuk dalam di hadapan Seulong.

Segurat senyum terlihat jelas di wajah Seulong, Namun sayangnya Heenie tidak menyadari hal itu karena masih saja membungkuk padanya.

“Masuklah!” Suruh Seulong seraya membuka pintunya lebih lebar.

“Eh?” Heenie menarik tubuhnya dan menatap Seulong bingung, “Tapi, Bagaimana dengan..”

“Kita bicarakan di dalam saja! Aku tidak mau para wartawan melihat kejadian tadi dan berfikir seolah-olah kau sedang membujukku untuk menikahimu karena telah hamil lebih dulu…” Jawab Seulong asal.

“MWO?!” Teriak Heenie dengan cukup keras, Tapi Seulong tak peduli dengan hal itu. Ia lebih memilih untuk menutup kedua telinganya.

@#Secret Girls!#@

Seulong tengah menatap Heenie yang kini hanya dapat menunduk tanpa berani menatap padanya sedikitpun.

“Aku akan memaafkanmu dengan satu syarat…” Ujar Seulong kemudian.

“Apa?!” Heenie mendongakkan wajahnya, “Kenapa harus ada syarat?! Bukankah meminta maaf sudah cukup? Kau terlalu berlebihan!” Ujarnya tak terima.

“Oh… Begitukah?” Seulong sedikit memiringkan kepalanya, “Kau membuatku menunggumu selama 10 menit di tengah jadwalku yang padat di Bandara Incheon yang dingin, Lalu kau juga menumpahkan coffe ke pakaianku, Kau bahkan kemarin sempat berteriak padaku sambil mengata-ngataiku. Jadi, Kurasa… Hal itu tidak terlalu berlebihan menurutku…” Ujar Seulong santai.

Mulut Heenie menganga begitu mendengar rentetan kesalahannya yang di sebutkan lelaki di hadapannya ini. Dia tak percaya Seulong bisa mengungkit hal itu, Ia merasa itu benar-benar kekanak-kanakan. Tapi mengingat kejadian itu memang cukup memalukan, Apalagi saat mereka di bandara itu, Heenie sadar jika satu syarat yang di ajukkan Seulong mungkin tak terlalu berlebihan.

“Baiklah, Jadi apa yang kau mau?!” Ujar Heenie setelah cukup lama terdiam.

“Kau yakin bisa melakukannya??” Tanya Seulong dengan tatapan tak percaya, Seakan dia menyiapkan satu syarat yang cukup sulit untuknya.

“Demi menyelamatkan karir pekerjaanku dan membuatmu kembali tanda tangan kontrak dengan perusahaanku. Aku rasa aku bisa melakukannya…”

“Benarkah?” Ragu Seulong.

“Yah…” Heenie mengangguk mantap. “Sudahlah, Katakan saja! Syarat apa yang ingin kau ajukkan itu?” Ujarnya tak sabar.

Seulong menyeringai kecil, Lalu ia mencondongkan tubuhnya mendekati Heenie. Sadar jika hal ini sedikit membuatnya risih, Heenie hendak menggeser posisi duduknya… tapi terlambat! Seulong tiba-tiba saja merangkul pinggulnya dan menarik tubuhnya hingga jarak di antara keduanya hanya tinggal berjarak beberapa centi saja.

“A-apa yang… kau… la-lakukan?!” Kaget Heenie nyaris tak terdengar.

“Apa?” Seulong justru bertanya balik dan semakin menarik tubuh Heenie.

Dengan segera Heenie menoleh arah lain, Ia merasa tak dapat bernafas dengan baik. Dan tak dapat ia pungkiri juga jika saat ini ia terpesona pada ketampanan Seulong, Ia bahkan sempat memaki dirinya sendiri karena masih sempat-sempatnya memuja ketampanan seseorang yang bahkan membuatnya hampir di pecat itu.

“Dengar… Hanya ada satu syarat yang ingin ku ajukkan padamu. Dan aku akan langsung menandatangani kontrak jika saja kau mau melakukannya…” Suara Seulong terdengar setengah berbisik, Heenie juga dapat merasakan hembusan nafasnya yang menerpa kulit wajahnya.

“A-apa?! Cepat katakan saja!!” Ujar Heenie tak tahan dengan semua ini lagi.

“Aku ingin…” Seulong berbisik tepat di telinga Heenie, “Tubuhmu…”

“MWO?!” Jerit  Heenie seraya menoleh padanya dengan kedua mata yang membulat. “Apa kau sudah gila?!” Lalu ia segera mendorong tubuh Seulong dengan sekuat tenaga.

“Aku tidak bercanda… Aku serius mengatakannya…” Jawab Seulong santai.

“Kau gila!! Aku tidak akan melakukannya!!!” Bentak Heenie dengan suara keras. “Aku tidak akan mau! Lebih baik aku pulang saja!”

“Kalau begitu aku tidak akan menanda tangani kontrak itu… Dan kau?? Sudah dapat aku pastikan jika kau akan di pecat besok pagi…”

Langkah Heenie terhenti, Ia terdiam sejenak mencoba memikirkan ucapan Seulong tadi. Ia benar-benar bingung saat ini. Heenie menoleh pada Seulong yang hanya tersenyum kecil padanya tanpa mengatakan apapun.

@#Secret Girls!#@

Ternyata, Maksud dari perkataan Seulong waktu itu adalah dia menginginkan Heenie untuk bekerja sebagai pelayannya selama satu bulan. Sudah hampir tiga minggu ini, Ia terus saja mengikuti Seulong kemanapun. Bahkan, Setiap malam Seulong selalu meneleponnya hanya untuk memintanya agar dia mengantarkan makanan ataupun pesanan Seulong ke tempat apartementnya itu. Hal itu tentu saja tak jarang membuat Heenie kesal dan marah-marah pada Seulong, Tapi lelaki itu selalu santai untuk membalasnya dan pada akhirnya Heenie lah yang kalah dalam perdebatan itu.

Walaupun begitu, Tak jarang pula Seulong selalu menggoda Heenie dan membuat gadis ini merasa salah tingkah dibuatnya. Seperti hari ini, Heenie dan Seulong berada di apartement Seulong. Yah, Mereka baru saja selesai bekerja dan Seulong meminta Heenie agar memasak di rumahnya karena dia tidak sempat pergi ke restaurant.

“Aku akan mandi dulu…” Ujar Seulong seraya bergegas pergi ke arah kamar mandinya.

“Baiklah, Kalau begitu aku akan membuatkan nasi goreng saja! Dan begitu aku bisa pulang lalu tidur dengan nyenyak…” Jawab Heenie terdengar sedikit ketus.

“Aku mengerti…” Sahut Seulong sambil tersenyum tipis.

Heenie mulai menyibukkan dirinya di dapur, Ia mengiris beberapa bawang dan menyiapkan semangkuk nasi, Dia berniat membuatkan satu porsi saja sepertinya.

“Heenie-ah, Bisakah kau membantuku?!” Teriak Seulong dari dalam kamar mandinya.

“Aish!! Dia memang menyebalkan!!” Gerutu Heenie begitu mendengar teriakan Seulong. Ia membanting lap yang sedang di pegangnya, kesal.

“Ada apa?!” Balas Heenie dengan berteriak, Mungkin terdengar sedikit membentak.

“Aku lupa membawa handuk baru yang ada di kamarku. Apa kau bisa mengambilnya?”

“Mwo?!” Seru Heenie keras, “Kenapa tidak kau saja yang ambil?!”

“Sebenarnya aku bisa saja.. Tapi apa kau tidak keberatan jika aku keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun? Aku tidak keberatan sama sekali memperlihatkannya secara gratis…” Jawab Seulong dengan santai.

Kedua mata Heenie melebar dalam seketika. “Andwae!!! Tunggu! Jangan keluar! Aku akan membawakan handuknya untukmu…” Teriak Heenie buru-buru membawa handuk.

Kini Heenie berdiri di hadapan kamar mandi dengan tangannya yang bergetar hebat sambil memegang handuk yang di pinta Seulong.

“S-s-seulong-ah… Ini handuk yang kau minta!” Ujar Heenie terbata-bata.

Cklek!!

Pintu terbuka sedikit dan semakin membuat Heenie panik, “Berikan padaku…” Ujar Seulong kemudian hanya memperlihatkan tangannya saja.

“N-ne…” Heenie menggerakkan tangannya, Dengan susah payah ia mencoba untuk tidak gugup dan bergetar seperti sekarang ini, Tapi sayangnya tidak bisa.

Tiba-tiba saja Seulong sedikit melebarkan kembali pintunya dan menyembulkan kepalanya dengan tubuhnya yang terlihat bagian dadanya yang bidang itu. “Ya, Kim Heenie… Apakah kau tidak akan memberikan handuk itu padaku?” Tanyanya.

Heenie mendongakkan wajahnya dan nampak jelas dari wajahnya yang terlihat gugup saat ini. “H-Huh?” Bingungnya.

“Berikan handuknya padaku!” Suruh Seulong sambil menghentakkan tangannya. “Ah! Atau mungkin… Kau ingin mandi bersamaku, Hm?” Goda Seulong sambil mengerling jail padanya.

Lagi-lagi mata Heenie membulat, “MWORAGO?! KAU GILA!!” Pekiknya dengan keras lalu melemparkan handuk yang di pegangnya itu pada wajah Seulong.

“Haish…” Umpat Seulong kesal, Namun saat ia hendak memarahi gadis itu, Heenie telah beranjak pergi terlebih dulu.

@#Secret Girls!#@

“Ahh… Segarnya!” Ujar Seulong yang langsung duduk di hadapan meja makan yang tersedia nasi goreng serta segelas juice. “Woah, Sepertinya ini enak sekali!”

“Hm, Baiklah kalau begitu… Selamat makan, Im Seulong-ssi!” Ujar Heenie memberi sedikit penekanan sambil mengenakan jaket serta mengambil tasnya.

“Eh? Kau mau kemana?”

“Tentu saja pulang! Tugasku sudah selesai dan aku ingin pulang sekarang!”

“Mwo?” Seulong langsung beranjak dari duduknya, “Andwae!! Setidaknya kau harus berada di sini sampai aku selesai makan, Arreo?”

“Hah? Sejak kapan ada peraturan seperti itu di dunia ini?!”

“Ini apartementku! Aku memiliki peraturan tersendiri, Dan kau harus menurutinya! Jadi lebih baik kau duduk sekarang!” Suruh Seulong sambil menarik tangan Heenie dan menyuruh gadis ini untuk duduk.

“Y-ya!” Kesal Heenie namun pada akhirnya gadis ini pun tetap duduk juga. “Kau orang yang sangat menyebalkan, Im Seulong! Apa kau tidak sadar hal itu, Huh?” Sinis Heenie seraya meneguk segelas air putih yang ada di atas meja makan itu.

“Kau sudah sering mengatakannya!” Balas Seulong cuek.

“Haish!” Heenie menopang dagunya dengan tangan kanannya sambil menggerutu.

Ia sempat melirik Seulong yang tengah sibuk menyantap makanan yang di buatnya dengan begitu lahap, Ntah itu karena lapar atau memang dia sangat menyukai masakannya.

Sadar dengan tatapan Heenie, Seulong mendongakkan wajahnya dan menatapnya bingung dengan kening yang mengerut.

“Wae?!” Tanya Seulong sinis.

“H-Huh? Anni!” Heenie segera menggeleng cepat sambil mengalihkan pandangannya. Tapi hal itu tak bertahan lama, Karena tiba-tiba saja Seulong menyodorkan sesendok penuh pada Heenie. “Apa?” Bingung Heenie.

“Buka mulutmu!” Suruh Seulong kemudian.

“Eh?”

“Sudah buka saja!”

“Ta-mph!” Heenie tak menyelesaikan ucapannya karena Seulong langsung memasukkan nasi ke dalam mulutnya membuat gadis itu terkejut dan terpaksa memakannya.

“Bagaimana? Enakkan?!” Ujar Seulong dengan bersemangat sambil tersenyum lebar.

Heenie mengangguk dengan mulut yang penuh, Sesaat ia sedikit terkejut dengan sikapnya ini. Tapi ntah apa yang ada di pikirannya hingga akhirnya ia fokus menatap Seulong yang tengah tersenyum tipis padanya.

“Dia… Benar-benar tampan…” Pikirnya.

“Mau lagi?” Tanya Seulong membuyarkan lamunan Heenie.

“Eh?? A-Anniya… Tidak, Lebih baik kau selesaikan saja makanmu itu!” Ujar Heenie berpura-pura kembali sinis padanya.

Tanpa Heenie sadari, Seulong tersenyum melihat tingkah gadis ini yang selalu berubah-ubah dan perlahan tangannya pun menggapai wajah Heenie. “Mwoya?!” Kaget Heenie saat Seulong menyentuh ujung bibirnya.

“Ada nasi yang menempel di sudut sini!” Jawab Seulong santai, Lalu dengan cueknya ia pun memasukkan nasi itu ke dalam mulutnya. “Hmm, Rasanya lebih enak!” Gumamnya namun dapat terdengar jelas oleh Heenie.

Glek!!

Heenie begitu terkejut dengan hal itu, Kedua matanya langsung terfokus pada bibir Seulong yang ntah kenapa terlihat begitu sexy baginya.

“Ahh… Bagaimana rasanya berciuman dengan bibir itu?” Gumam Heenie dalam batinnya.

Tapi sadar dengan apa yang baru saja di pikirkannya, Heenie segera menggelengkan kepalanya cepat dan tentu saja membuat Seulong bingung.

“Aku harus pulang sekarang! Aku lelah!!” Ujar Heenie seraya beranjak dari tempatnya dan bergegas pergi.

“Tapi aku belum selesai makan, Ya!! Kim Heenie!” Teriak Seulong namun tak di gubrisnya.

Heenie segera menutup pintu apartement Seulong dan berlari secepatnya, Setelah ia berada di dalam lift ia memegangi dadanya yang berdebar-debar kencang.

“Aish, Apakah kau sudah gila, Kim Heenie?! Kenapa kau bisa memikirkan hal seperti itu?? Argh…” Heenie memukuli kepalanya sendiri sambil menghentakkan kakinya, kesal.

@#Secret Girls!#@

Drt… Drt… Drt…

Ponsel Heenie berdering cukup keras, Membangunkannya dari mimpi indahnya. Tangannya mencoba menggapai ponselnya yang ada di atas meja kecil samping ranjangnya.

“Yeobseyo!” Jawabnya dengan suara yang parau, Menandakan dia baru bangun tidur.

“Ya, Heenie-ah. Bisakah kau datang ke apartementku sekarang?” Tanya orang di seberang sana yang tak lain adalah Seulong.

Heenie melirik jam dindingnya dan waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, Keningnya langsung mengerut. “Kau gila? Aku tidak akan datang! Ini sudah hampir tengah malam!”

“Oh ayolah… Aku sedang tidak enak badan. Dan sekarang aku membutuhkan seseorang…” Ujar Seulong kemudian.

“Tidak!! Aku mengantuk, Aku ingin tidur…” Ketus Heenie.

“Ya! Kau tidak lupa dengan janjimu itu kan? Atau kau ingin…”

“Aku tidak peduli lagi dengan kontrak itu!! Jika kau ingin berhenti, Ya berhenti saja! Saat ini aku benar-benar mengantuk! Aku ingin tidur!”

Flip!

Heenie memutuskan sambungan teleponnya sebelum Seulong sempat mengatakan sesuatu lagi, Lalu ia pun kembali merebahkan dirinya di atas tempat tidur sambil merapatkan selimutnya hingga ke bagian kepalanya.

Untuk beberapa saat, Suasana di kamar itu hening. Tapi tiba-tiba saja Heenie langsung saja menarik selimutnya dan mengacak-ngacak rambutnya dengan kasar.

“Argh!! Aku benar-benar bisa gila!!” Umpatnya yang kemudian beranjak dari posisi tidurnya dan bergegas berganti pakaiannya lalu ia pun pergi dari rumahnya.

Dengan segera, Heenie memberhentikan taxi dan merapatkan jaketnya. Ia bahkan lupa jika dirinya hanya menggunakan sandal jepit. “Pak, Bisa berhenti sebentar?” Tanya Heenie saat ia melewati sebuah apotek. Dan setelah taxi itu berhenti, Heenie segera membeli beberapa obat yang menurutnya akan berguna untuk Seulong sekarang.

@#Secret Girls!#@

Heenie memasuki apartement Seulong. Yah, Dia memang mengetahui password apartement Seulong. Ia pun menyalakan lampu, Karena ruangan apartement Seulong begitu gelap.

“Seulong-ah…” Panggil Heenie kemudian.

Hening, Tak ada jawaban. Ia mencoba mencari-cari Seulong, Dan ia begitu terkejut saat ia menemukan Seulong tengah terbaring lemas di dapur.

“Omo!! Seulong-ah!” Pekik Heenie seraya berlari ke arahnya. “Ya… Gwenchana? Seulong-ah, Ireona…” Ia menepuk-nepuk wajah Seulong, Tapi tak ada reaksi darinya.

Ia baru sadar jika suhu tubuh Seulong begitu panas, Ia pun mencoba untuk menarik tubuh Seulong dan memapahnya ke dalam kamarnya.

Dengan susah payah, Akhirnya Heenie dapat merebahkan tubuh Seulong. Ia mengompres keningnya dengan sarung tangan yang sudah di basahi, Dan mengecek suhu tubuh Seulong setiap beberapa jam sekali.

Heenie menoleh ke jam tangannya, “Hm… Jam lima pagi, Pantas saja aku begitu sangat mengantuk!” Ia menguap kecil sambil meregangkan otot-otot tangannya yang terasa pegal.

Ia mengecek suhu tubuh Seulong, Dan ia tersenyum kecil saat mendapati suhu tubuhnya yang sudah turun dan tak sepanas tadi malam.

“Lebih baik aku pulang sekarang saja, Aku benar-benar sudah mengantuk!” Ujarnya pelan.

Tapi di saat Heenie hendak beranjak dari posisi duduknya, Ia merasakan genggaman yang begitu erat pada pergelangan tangannya membuatnya menoleh pada Seulong yang ntah sejak kapan sudah terbangun.

“Eoh… Kau sudah bangun rupanya?” Ujar Heenie sedikit terkejut.

“Heenie-ah…” Panggil Seulong dengan suaranya yang nyaris tak terdengar.

“Hm?” Heenie mendekatkan dirinya pada Seulong, Takut jika ia tak dapat mendengarnya dengan jelas. “Ada apa?”

“Jangan pergi… Tetaplah di sini, Temani aku…” Desis Seulong kemudian.

“Huh?” Gadis itu menatapnya tak percaya.

“Aku mohon…” Seulong mencoba membujuknya, “Aku membutuhkanmu saat ini. Aku ingin kau ada di sampingku hingga aku terbangun nanti… Kau mau kan?”

Heenie tak menjawab, Dia hanya terdiam. Jantungnya berdebar dengan sangat kencang, Ia juga yakin jika pipinya masih sudah sangat memerah.

“Tapi…”

“Aku benar-benar membutuhkanmu, Heenie-ah. Tetaplah tinggal di sampingku..” Pintanya.

Tak tega saat melihat wajah Seulong yang terlihat pucat, Ia tak berani untuk menolaknya dan akhirnya Heenie pun mengangguk sambil tersenyum tipis padanya.

“Aku akan tetap di sini…” Ujarnya lembut. “Sekarang kau tidurlah…” Suruh Heenie seraya merapatkan selimut Seulong.

“Kau tidak akan kemana-mana?” Tanya Seulong, Terdengar manja. Saat ini ia benar-benar terlihat seperti anak kecil berusia 7 tahun yang tidak ingin di tinggalkan ibunya.

“Tidak…” Jawab Heenie tetap lembut.

“Terima kasih…” Seulong membalas senyuman Heenie seraya menutup kedua matanya dan hanya dalam hitungan menit ia sudah kembali terlelap tidur.

Sementara Seulong sudah terlelap tidur, Heenie nampak terdiam seribu bahasa. Ia tak tahu apa yang di rasakannya saat ini, Tapi jantungnya selalu berdebar-debar dengan keras saat Seulong tersenyum dan bersikap lembut padanya.

“Oh tuhan… Ada apa dengan perasaanku ini? Kenapa semuanya terasa aneh…” Batinnya.

@#Secret Girls!#@

Cahaya matahari yang menelisik masuk melalui celah-celah gorden membangunkan Heenie yang tengah terlelap tidur itu.

“Ehmm…” Heenie menggeliat pelan, Tapi di rasakannya sesuatu yang berat menahan gerak tubuhnya. Dan di saat itu juga ia sadar, Ia sedang berada dalam pelukan seseorang!!

Sret!!

Heenie mendongakkan kepalanya dan kedua matanya berkedip-kedip tak percaya. Ia juga terlihat begitu syok saat menyadari jika dia berada dalam pelukan Seulong!!

“Ehmmm…” Seulong menggeliatkan tubuhnya seraya makin mempererat pelukannya pada Heenie, Membuat gadis itu kembali terkejut.

“Omo!” Kaget Heenie dengan suaranya yang terdengar cukup keras.

Perlahan-lahan, Seulong membuka kedua matanya dan menatap Heenie sambil tersenyum tipis. “Pagi…” Sapanya dengan lembut.

“P-pagi…” Jawab Heenie sedikit terbata, “Bodoh! Kau masih sempat-sempatnya membalas sapaannya, Dan bukannya berteriak karena dia sudah melakukan perbuatan senonoh dengan memelukmu di atas ranjang, Kim Heenie?!” Umpatnya dalam hati.

“Tidurmu nyenyak?” Tanya Seulong kemudian.

“Yah…” Heenie mengangguk kecil dalam pelukan Seulong, “Err… Seulong-ah…” Panggilnya terdengar ragu.

“Hm?”

“Bisa kau lepaskan pelukanmu ini?” Tanya Heenie sambil mendongakkan wajahnya.

“Kenapa?” Tanya Seulong polos.

“Itu karena…” Heenie menghentikan ucapannya untuk beberapa saat, “Aku… Harus pergi…” Ujarnya pelan.

Tak ada sahutan sedikitpun, Seulong hanya terdiam seakan berpura-pura tak mendengar kata-kata Heenie, Pelukannya pun tak sedikitpun melonggar sedangkan Heenie hanya bisa merutuki dirinya sendiri dalam hati.

“Tidak bisakah kau tetap tinggal di sini… Seperti menemaniku tadi malam?” Suara Seulong kembali terdengar. “Aku ingin kau tetap di sisiku…” Ujarnya pelan.

Deg!!

Lagi-lagi, Jantung Heenie berdegup sangat kencang dan gadis ini berfikir jika dirinya pasti sudah benar-benar gila. Ia berfikir, “Apakah aku mencintainya?! Oh tuhan… Aku pasti salah kan? Aku tidak mungkin mencintainya!!” Bantahnya.

“Heenie-ah…” Panggil Seulong karena gadis ini hanya tetap terdiam saja.

Di saat itu juga, Seulong menarik dagu Heenie perlahan dan kedua mata Heenie membulat dalam seketika saat satu kecupan lembut mendarat di bibirnya, Memberikan sengatan listrik yang cukup membuat dirinya terkejut, Namun sekujur tubuhnya seakan menghangat.

Ntah apa yang ada di pikiran Heenie, Namun ia tak menolak hal ini sedikitpun. Ia bahkan balas merengkuh tubuh Seulong dengan melingkarkan tangannya pada leher Seulong.

Awalnya hanya ciuman biasa, Tapi lama kelamaan mereka saling mengulum bibir masing-masing dan sesekali juga menautkan lidah mereka, Membiarkan saliva mereka bercampur.

“Ehn!” Heenie sedikit mendesah tertahan saat tangan kanan Seulong mulai menelisik masuk pada pakaiannya dan meraba-raba perut serta punggungnya.

Seulong seakan bernafsu, Ia mendorong tubuh Heenie hingga akhirnya tubuh Heenie kini berada tepat di bawahnya. Masih dengan mencium bibir gadis ini, Tangan kiri Seulong mulai bermain di sekitar leher Heenie dan mengelusnya lembut.

Ciuman Seulong pun teralihkan pada leher Heenie, Ia juga menggigit kecil bagian lehernya hingga menimbulkan bekas tanda kemerahan pada leher Heenie.

Suara alarm tiba-tiba berbunyi sangat nyaring dalam otak Heenie dan di saat itu juga gadis ini tersadar dari kenikmatan sesaat ini.

“T-tidak!! Seulong-ah, Berhenti!” Heenie langsung mendorong tubuh Seulong dengan sekuat tenaga dan menjauhkan dirinya dengan duduk di sisi ranjang.

Seulong yang tak mengerti dengan sikap Heenie ini, Hanya menatap bingung padanya. Jujur saja ia sedikit kecewa saat Heenie melakukan penolakan padanya.

“Heenie-ah…”

“Apa yang kita lakukan adalah salah, Seulong-ah. Kita tidak seharusnya melakukan ini!”

Saat ini Heenie mencoba menguatkan dirinya agar tidak menangis di hadapan Seulong, Ia tak ingin membuat suasananya menjadi semakin kacau. Terdengar dari nada suaranya yang bergetar.

“Maaf, Aku harus segera pergi!” Ujar Heenie lalu beranjak dari tempatnya dan bergegas saja meninggalkan Seulong yang masih terdiam di tempatnya.

Heenie mendengar teriakan Seulong di kamarnya, Ia tahu jika saat ini lelaki itu pasti sangat marah. Tapi ia berusaha untuk mengacuhkan hal itu dan tetap pergi dari apartementnya. Ia tahu apa yang di lakukan dirinya dengan Seulong adalah salah!

“Bodoh! Kenapa kau mau berciuman dengannya?! Jelas-jelas kau dengannya tidak memiliki hubungan special apapun! Lalu kenapa kau tidak menolaknya, Huh?! Apa kau sebenarnya sudah benar-benar jatuh cinta pada lelaki bernama Im Seulong itu, Huh?!”

Suara hatinya seakan memaki-maki dirinya sendiri, Membuat Heenie tak dapat menahan tangisnya lagi dan di saat itu juga pertahanannya runtuh, Ia menangis saat dirinya baru saja memasuki taxi yang di hentikannya tadi.

@#Secret Girls!#@

Sejak kejadian saat itu, Heenie selalu mencoba menghindari Seulong. Ia tahu hal itu! Karena setiap kali Seulong memanggilnya Heenie selalu pergi dan berpura-pura tidak mendengar ataupun melihatnya.

Beberapa kali Seulong mencoba menghubunginya, Tapi hasilnya? Nihil! Heenie tak pernah mau menjawab teleponnya dan bahkan Seulong pernah mencoba meminta orang lain untuk memanggil Heenie dan mempertemukannya, Dan lagi-lagi Heenie menghindarinya.

Heenie baru saja selesai makan siang di restaurant yang letaknya tak jauh dari kantornya. Ia turun dari dalam mobil temannya yang mengajaknya makan siang itu.

“Heenie-ah, Rasanya ada yang tertinggal di mobil. Aku akan mengambilnya, Lebih baik kau duluan saja ke atas…” Suruh temannya saat mereka di depan lift.

“Baiklah…” Heenie mengangguk singkat sambil tersenyum tipis.

Ia menatap temannya yang kembali keluar dari kantornya, Dan di saat itu juga tatapannya teralihkan pada Seulong yang tengah mengobrol bersama managernya sambil berjalan ke arahnya.

Dengan terburu-buru, Heenie segera menekan tombol lift agar cepat terbuka dan begitu pintu lift terbuka ia segera masuk ke dalam lift. Ia bernafas lega untuk beberapa saat, Tapi tak berlangsung lama saat ia melihat satu tangan yang kokoh menahan pintu lift tersebut, Membuat pintu lift kembali terbuka.

Jantung Heenie seakan berhenti berdetak saat menyadari pemilik tangan itu, Yang tak lain adalah Im Seulong. Tubuhnya menegang, Tak mampu bergerak sedikitpun.

“Aku perlu bicara denganmu!” Tekan Seulong seraya menarik tangan Heenie agar keluar dari lift dan mengajaknya ke arah parkiran.

“Tidak! Lepaskan aku!! Tak ada yang perlu kita bicarakan! Aku harus bekerja sekarang!!” Teriak Heenie sambil memberontak mencoba melepaskan cengkraman tangan Seulong.

Sret!!

Langkah Seulong terhenti, Dan dengan cepat ia menoleh pada Heenie sambil menatapnya dengan tajam. Meski begitu, Heenie dapat melihat lingkaran hitam nampak jelas berada di bawah mata Seulong, Menandakan jika dirinya kurang tidur.

“Lalu kenapa kau harus menghindariku, Kim Heenie?!” Bentak Seulong dengan keras.

Jujur saja, Heenie begitu terkejut dengan hal itu. Untung saja ini adalah tempat parkiran dan tak banyak orang yang berada di sini sekarang.

“Itu karena…”

“Kau tahu?? Karena sikapmu yang menghindariku ini, Membuatku tak bisa tidur beberapa hari ini! Bahkan saat syuting aku tidak dapat konsentrasi dengan baik!! Kau tahu alasannya? Karena kau!!” Teriak Seulong seakan frustasi.

Deg!!

“Oh tuhan, Apakah aku bermimpi? Apakah dia baru saja mengatakan jika dia memikirkan diriku?” Batin Heenie.

“Kau benar-benar membuatku tak bisa berhenti memikirkanmu, Heenie-ah… Sikapmu yang seperti ini membuatku seakan bersalah padamu! Tidak sadarkah kau jika sikapmu ini begitu menyiksaku?” Suara Seulong memelan dan lebih terdengar seperti putus asa.

“Seulong-ah…” Akhirnya suara Heenie mulai kembali terdengar meskipun pelan.

“Aku mencintaimu, Kim Heenie… Aku benar-benar telah jatuh cinta padamu!” Ujar Seulong kemudian, Seakan tak membiarkan Heenie menyela ucapannya.

“Itu tidak mungkin! Kau pasti bercanda kan?” Ujar Heenie perlahan, Ia tidak dapt percaya dengan apa yang di dengarnya ini. “Kita bahkan baru saja kenala selama beberapa minggu terakhir ini…”

“Apa ada masalah dengan jatuh cinta pada seseorang hanya dalam beberapa minggu? Aku bahkan telah jatuh cinta padamu sejak kita pertama kali bertemu! Apakah itu salah?” Seru Seulong dengan menggebu-gebu.

Bagaikan ada percikan kembang api yang meledak dalam hatinya, Rasanya Heenie ingin langsung berteriak dan berkata, “Aku juga mencintaimu!!” Tapi hal itu tertahan karena bibirnya seakan terkunci rapat, Tak ingin mengatakan sepatah katapun.

“Saat di bandara waktu itu, Awalnya aku ingin sekali memarahimu habis-habisan dan langsung membatalkan kontrak kerja samanya. Tapi saat aku tahu, Kau adalah gadis yang menjemputku… Aku langsung merasa tertarik padamu…” Seulong mengambil nafas sejenak.

“Saat itu, Aku melihatmu begitu gelisah. Aku benar-benar menyukai hal itu, Wajahmu yang selalu mengekspresikan segala hal yang kau rasakan membuatku semakin tertarik padamu. Sifatmu yang ceroboh dan sedikit pemarah pun justru membuatku semakin merasa jika kau memang gadis yang aku cintai, Heenie-ah…”

“Dan saat kejadian pagi itu, Aku senang karena kau membalas ciumanku. Tapi kemudian kau menolaknya dan mulai menghindariku. Di saat itu kau membuatku gelisah… Setiap hari kau yang selalu mengisi pikiranku, Membuatku tak dapat melakukan aktivitasku dengan baik. Dan sekali lagi… Kau menyadarkan diriku jika aku benar-benar telah jatuh cinta pada seorang gadis biasa bernama Kim Heenie. Gadis yang telah berhasil mengambil hati seorang actor… Im Seulong!” Ucap Seulong mengakhiri ucapannya.

Tanpa terasa kedua mata Heenie telah berkaca-kaca dan Seulong sadar akan hal itu. Lalu ia segera menarik Heenie dalam pelukannya sambil mengecup kening gadis itu lembut.

“Saranghae…” Bisiknya dan di saat itu juga tangis Heenie meledak, Ia tak dapat menahan diri untuk tidak menangis.

“Aku juga… Aku juga mencintiamu, Seulong-ah…” Balas Heenie di tengah isak tangisnya.

Sret!

Seulong menarik tubuh Heenie dan menatap gadis itu tak percaya. “Kau juga mencintaiku?” Tanya Seulong nampak terkejut.

“Ne… Saranghae, Seulong-ah!” Ujar Heenie dan kini giliran gadis ini yang memeluk Seulong yang nampak masih terkejut itu.

Tapi perlahan demi perlahan, Tangan Seulong mulai membalas pelukan Heenie dan cuaca yang terasa dingin pun seakan tak terasa bagi dua orang yang tengah berpelukan ini.

Terdengar suara tepukan tangan serta teriakan dan suara siul yang menyadarkan mereka jika rupanya mereka telah menjadi bahan tontonan beberapa orang yang dapat ke tempat itu tanpa di sadari keduanya.

Heenie segera melepaskan pelukan itu karena malu, Tapi dengan cepat Seulong segera saja merangkul tubuhnya hingga membuat Heenie tersipu malu karena teman-teman serta para atasannya itu tengah melihatnya dan menyorakinya.

“Aku mencintaimu…” Bisik Seulong kemudian.

“Aku tahu…” Balas Heenie yang kemudian membuat kedua orang itu saling tersenyum tipis.

-Special Story : Im Seulong with Kim Heenie. Finish!-

Ke-empat gadis yang mengelilingi Heenie terlihat begitu serius mendengar cerita Heenie tadi. Mereka tidak menyangka jika Heenie menyembunyikan cerita seperti itu dari mereka yang jelas-jelas sudah menjadi teman dekatnya.

“Kau tidak mengatakan hal ini pada kami sejak awal?” Tanya Haneul kemudian ketika ia sudah selesai bercerita.

“Kupikir belum waktunya, Lagipula… Kami belum berani mengatakannya pada public, Jadi aku berfikir jika kalian tidak perlu aku beritahu dulu…” Jawab Heenie terlihat menyesal.

“Woah… Aku tidak menyangka jika kau memiliki cerita seindah ini, Heenie-ah!” Ujar Eunsoo takjub. “Tapi… Rasanya sedikit memalukan karena di lihat para pekerja lain di perusahaan tempatmu bekerja…”

“Bukan memalukan lagi! Tapi itu benar-benar sangat memalukan! Mereka seperti tidak ada tempat lain untuk berbicara saja!” Celoteh Ririn yang langsung mendapatkan tatapan death glare dari Heenie.

“Itu yang di namakan romantis!! Memangnya kau tidak tahu hal itu, Huh?” Ketus Heenie.

“Tidak!” Jawab Ririn cepat sambil menjulurkan lidahnya.

“Aish, Kau sirik padaku kan?!” Ujar Heenie merasa kesal dengan temannya yang satu ini.

“Hey, Sudah… Sudah… Untuk apa juga kalian bertengkar?” Ujar Jaehee mencoba menengahi mereka berdua. “Bagaimana jika kita kembali bercerita lagi?” Usulnya.

“Aku setuju!!” Sahut Haneul dengan semangat.

“Begitupun denganku!” Ujar Eunsoo kemudian seraya mengacungkan tangannya dan mulai meneguk juice yang ada di hadapannya.

“Baiklah… Kita akan kembali bercerita saja!” Ujar Jaehee sambil menepuk tangannya.

“Lalu?” Tanya Ririn kemudian.

“Lalu apa?!” Bingung Jaehee.

“Tentu saja yang memulai ceritanya!! Siapa yang akan memulai ceritanya?” Ujar Ririn gemas dengan sikap Jaehee yang menurutnya sedikit ‘sok polos’.

“Aku sudah menceritakannya, Jadi kini giliran kalian…” Sahut Heenie kemudian.

“Eh?! Tapi… Miyoung bilang kau bahkan dekat dengan Kim Kibum. Kenapa kau tidak mulai menceritakannya saja?” Tanya Jaehee seakan mengalihkan perhatian teman-temannya.

“Aku dan Kibum hanya berteman. Selebihnya aku hanya memiliki hubungan dekat dengan Seulong saja…” Jawab Heenie kemudian.

“Sepertinya kau mencoba menghindari hal ini, Jaehee-ya!” Seru Eunsoo tiba-tiba.

“Eh?!” Jaehee melirik Jaehee.

“Kurasa juga begitu. Sepertinya… Kau tidak mau membahas ceritamu itu!” Tambah Haneul yang semakin menyudutkannya.

“B-Bukan seperti itu… A-Aku hanya…”

“Baiklah kalau begitu!!” Ririn dan Heenie tiba-tiba saling bertukar pandang dan menepuk tangan bersamaan. “Kita akan memulai ceritanya lagi dengan cerita Jaehee!!” Seru mereka kemudian sambil menunjuk Jaehee.

“EHHH?!!!!” Teriak Jaehee kaget.

“Siapa yang setuju?” Tanya Ririn bersemangat.

“AKU!!” Sahut Haneul, Eunsoo dan Heenie kompak.

Jaehee hanya dapat menghela nafas mendapati teman-temannya yang menyudutkannya dan membuatnya tak mampu berbuat apa-apa lagi.

“Baiklah… Baiklah… Aku akan menceritakannya…” Pasrahnya pada akhirnya.

To Be Continued…

Next Story è -Special Story : Park Jungsoo with Shin Jaehee-

 

Iklan

30 thoughts on “Secret Girls! (Special Story : Im Seulong With Kim Heenie)

  1. Onggieee my ongie kasian
    Ckckckck

    Sabar ya onggie emg klo dkt cewe batu nan kalap itu extra sabar

    Biasa onggie bawan usia dy tuh #eh #plak

    Yakin tuh kalian ga LEBIH dan SEJAU ituuuuu ffufufufu *plak

    Lol lol lol

  2. Huaaaaaaaa
    Aaaaaarrrrggghhhh
    Kyaaaaaaaaaaaaaa

    Nta nta ntaaaaaaa saranghae I love u!!!!!

    Oh my GOD!!!!
    Ngakak baca bagian Heenie pecinta pria bertubuh sempurna!!!! *mataberbinar*
    Seulong NADO SARANGHAEEEE!!!!
    Sumpah ga nyangka bakal dbkin se sweet iniiii
    So excited!!! ƪƪ’▿’) (‘▿’ʃʃ ƪƪ’▿’) (‘▿’ʃʃ la la la la

    SeulNie couple eksis wooooyyy
    Akhirnyaaaaa ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ

    Pagi2 udh dipeyuk aja, dicium… Huaaa mauuuuuuuuuu
    Ih itu tmn2 kantor bikin maluuuu hoaaaaa *pelukongie*
    Yeyeye gtw mau ngomong apalagi

    Heenie bener2 ekspresif mukanya, kayak sayaaaaa kwkwkwkk
    Pas bener penggambaran Heenienya wowowowoooo

    Fiuuuuhhhhh cape nta triak2…
    Aaahhh ditunggu JJ kopeeeellll
    Solmeeett cieeee kisah slanjutnya dirimuuuu…
    Harusnya dr yg tua dlu, solmet dluan baru aye!
    Tp gpp deh, tetep seneng \(´▽`)/

    Gomawo nta ( ◦˘ з(◦’ںˉ◦)~♡

    • Apa nta bilang?!
      Gak akan di bully kan?? Gak pada percayaan seeeeh… XP
      Di kata nta sejahat itu apa?? Nta kan ci bungsu paling baek hati…. *eaaaaaaa*
      Wuakakakakakakakaka

      Ish…
      Ganjennya kumat pan?!
      Ckckckckckckck

      Gubrak!! Wuaakakakakakakaka
      Yang penting cerita berlanjut daaaah… XDD

      Ok2 eyang…
      Masama deeeeeh… ^^

      • Kan yang takut ttg bully2an si oma nta, bukan eyang… Hohoho

        Ga sabar liat JJ kopel!!!!
        Kapan nta? Kapan? Kapan? Kapan????

        =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°

      • @Eyang : Tapi tetp aja pada pikirannya pasti gak baek deeeh…
        Padahal nta kan ci bungsu yang baeeeek… XDD

        Mungkin besok, Kalo sempet… Hehehehehe

        @Oma : RT!!! Wkwkwkwkwkwkwkwk

  3. awawawawawawaw~

    dikira td seulong bneran pengen tubuh heenie..sempet ngeres neh otak..*plaaak*

    ternyata si seulong butuh heenie bwt jd PRT!!! jd PRT sodara~sodara!!!

    awkawkawkawkawkawk~

    dan eumm..seulong sakit itu semacm modus yee…biar titik-titik ama heenie…
    itu,apa pla si heenie pke nangis di kissue ama si ongkey..dalam Hati Lompat kegirangan dianyaa…

    sok polos woii,solmet aye….
    aww!
    wkwkwkwkwkwkwk..

    oke,next part jungsoo dan jaehee ya?

    M-MWOEYA????!??

    eih…kok langsung part na tetua??? gk adil doonk,hrsnya yg junior dlu pada ngaku,bru penutupnya si tetua perkumpulan….

    hoaaaaaa….
    prasaan gl enak lgi nehhh…
    *lirikNTA

    siap2 dinistakan ini rambowatinajungsoo…..*gelinding*

    • Itu seeeeh…
      Oma yang PENGEN!! Wuahahahahaha
      Yadong mulu seeeh otaknya… XP

      Kali2 yang tua yang terlebih tua gak masalah kan??
      Hehehehehe

      Idih…
      Nta gak akan nistain koq…
      Orang polos gini mana berani nistain Omanya sendiri… *wink*

    • Yah PRTnya kan pribadi… *ngeles*
      Privat Rumah Tangga

      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

      Cie solmeeettt jj kopel ntr eksis lagi
      ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ

  4. gak gaje ko eonn ceritanya malah terkesan ramee bgt kaya bnran girlband lagi curhat-curhatan >< hahahaha
    aduhhh coba itu heenie ga nyetop pasti udh bablassss *hahaha
    seulong lucu juga apalgi heenie suka marah2 ga jelass tapi bikin gemesss
    skg giliran jaehee ? wahh klai ini serang aktor atau BB ?
    ditunggu sangat eonn lanjutannya ^^

    • Wuahahahahaha
      BB?!
      Ǻđцћ.. Qta cmn skumpulan gadis gila seh iya, Saeng…
      LoL
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

      Yupz…
      Ntr ceritanya Leeteuk seorang pengusaha gituuu deh… XDD
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  5. Sumpah deh eon, si Seulong jd mellow gitu bahasa nya 😀
    Ayoo bikin cerita yg lain!!
    Aku penasaran sama crita nya Miyoung n’ Haneul, segera ya eon^^

    • Ɣªª..
      Kali2 ƪäђ ci Ong2 abang onn d jadiin begini…
      LoL
      Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̇ ̣̣̇̇ ̝Ợ̥ɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊=))

      Hmmm…
      Qta liat ntar Ɣªª… H[e̲̅]H[e̲̅][e̲̅]H[e̲̅]H[e̲̅]H[e̲̅]
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  6. wach crt.a menarik . . . .
    pasangan.a jga cocok2 . . . .
    heenie beruntung bngt. . . .
    pngen dech jd heenie . . . .

    aku tunggu crt slnjut.a onnie, apa lg crt kyuhyun- haneul . . . .
    hwaitting onnie . ..
    🙂

    • ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      ​​​’♏∂ƙ∂șîħ

      Ɣªª…
      Tunggu saja… H[e̲̅]H[e̲̅][e̲̅]H[e̲̅]H[e̲̅]H[e̲̅]
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  7. ngulang bc crita ini, ga pernah bosan# terlebih aku juga suka seulong…#karakter.a ngingetin aku sama karakter tokoh aktor di the greatest love# jail, lucu dan seenaknya sendiri, tapi itu justru daya tarik cerita.a…

    ga ke bayang kalo jd Heenie, bangun tidur ada di pelukan cowok tampan#mupeng

    • Jiaaah…
      ​Halaaaaaah…. ‎​Gùûúº°˚˚°º.
      ˚°º.
      ˚°º..BraGggs.. X_X!
      Seulong aka abangku Ўɐ♌ğ satu ini pesonanya emang gk bsa d kalahin…
      So, Pasti daya pikatnya tinggi…
      *eaaaaa*
      Wkwkwkwkwkwkwkwk
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  8. aaaaaa…..aq kira ad unsur2 gmn….gt#plakkk*yadong kumat^^
    aihhh…seulong so sweet^^tp gx keren ahhh nembakny diparkiran sih^^

    daebak thor^^

  9. Ohh cinta pada pd pandang pertama tohh..
    Hihi lucu, jadiannya di tonton orang kntornya,, untungv gk ksandung skandal cz di tempat terbuka.
    Uhmmm ada typo dikit di perdebatan terakhir pas yg mau nunjuk pendongeng(?) kisah cintanya selanjutnya,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s