Secret Girls! (Special Story : Park Jungsoo with Shin Jaehee]

Title: Secret Girls! (Special Story : Park Jungsoo with Shin Jaehee)

Author: NtaKyung

Casts: Park Jungsoo, Shin Jaehee and OC

Length: Continued [On Writing]

Genre: Family, Friendship, Humor, Romance

Rating: PG-15

@#Secret Girls!#@“Sebenarnya, Awal ceritaku ini karena kejadian malam itu…” Ujar Jaehee kemudian.

“Malam?” Eunsoo menaikkan sebelah alisnya, “Jadi, Kau sudah bermalam dengan bosmu itu, Huh?!” Pekik Eunsoo kaget.

“Mwo?” Jaehee membulatkan kedua matanya, “Tentu saja tidak! Kau pikir aku wanita apa yang mau bermalam dengan lelaki asing!” Ujar Jaehee cepat.

“Lalu? Apa yang terjadi?” Tanya Heenie tak sabar.

“Hm… Jadi, Begini…”

-Special Story : Park Jungsoo with Shin Jaehee. Start!-

Hari sudah mulai larut, Jaehee yang baru saja pulang bekerja dengan mengendarai motor kesayangannya itu, Mulai mempercepat laju motornya saat mendapati langit mulai terlihat mendung.

“Mudah-mudahan saja aku tidak kehujanan!” Batinnya.

Tapi tatapannya langsung tertuju pada sebuah mobil sedan berwarna hitam yang sepertinya terlihat mogok di tengah jalan yang sepi ini. Sebelum posisi mereka dekat, Gadis ini berfikir apakah dia harus berhenti dan bertanya apa kendalanya. Atau tetap acuh saja?
Namun karena sikapnya yang tidak bisa acuh pada mobil sedan itu, Akhirnya Jaehee pun memutuskan untuk berhenti dan turun dari motornya.

“Ada apa?” Tanya Jaehee pada seorang lelaki yang tengah memunggunginya.

Lelaki itu lantas menoleh padanya, Untuk beberapa saat ia hanya terdiam menatap Jaehee tapi saat Jaehee menggerak-gerakkan tangannya di hadapan lelaki itu, Ia pun tersadar.

“Uh-Oh.. Ini, Sepertinya mobilku mogok. Dan aku sedang mencoba memanggil tukang derek agar bisa mengantarkan mobilku ke bengkel…” Jelasnya.

Jaehee terdiam sesaat sambil mengangguk singkat, “Bisa aku lihat sebentar mesin mobilmu?” Tanya Jaehee kemudian.

“Eh?” Lelaki itu terlihat bingung, Tapi ia pun akhirnya mengangguk juga.

Jaehee mengikat rambutnya yang terurai itu dengan karet yang melingkar di tangannya, Ia pun mulai melihat kondisi mobil lelaki asing itu.

“Kau tahu tentang otomotif?” Tanya lelaki itu penasaran.

“Sedikit…” Jawab Jaehee santai sambil tetap fokus memperhatikan mesinnya.

“Woah… Luar biasa! Aku jarang sekali mendengar seorang gadis mengetahui soal otomotif…” Takjubnya.

Jaehee tak terlalu mendengar ucapan lelaki itu karena dia sudah benar-benar fokus pada mesin mobil di hadapannya ini.

“Kurasa… Masalah pada mobilmu hanya terletak pada akimu saja. Kau kurang mengisi air! Pantas saja mobilmu ini mogok…” Ujar Jaehee menjelaskan letak kondisi mobil lelaki itu. Ia lalu mengambil sebotol air yang ada di dalam jok motornya.

“Nah, Sekarang nyalakan mesinnya!” Suruh Jaehee setelah memasukkan air pada aki mobil.
Tanpa banyak bicara lagi, Lelaki itu lantas menghidupkan mesin mobilnya dan benar saja, Mobilnya langsung menyala!

“Woah, Daebak!! Kau memang luar biasa!! Bahkan aku pun tak tahu penyebabnya…” Ujar lelaki itu kembali memuji Jaehee.

Jaehee tersenyum tipis, “Sudah kukatakan jika aku cukup tahu soal otomotif. Apa kau tidak mendengarnya tadi?” Candanya dan di balas tawa kecil lelaki itu.

Lelaki itu lantas berjalan mendekati Jaehee, “Namaku Park Jungsoo atau lebih sering di sapa Leeteuk…” Ia pun menyodorkan telapak tangannya.

Untuk beberapa saat Jaehee terbengong melihat sikap lelaki ini, Tapi beberapa detik setelah itu ia justru malah terkekeh kecil membuat sang lelaki bernama Park Jungsoo itu bingung.

“Ada apa?” Bingung Jungsoo.

Jaehee menutup mulutnya sambil menahan tawanya, “Ya… Jungsoo-ssi, Apakah kau sedang mencoba mengajakku berkenalan?”

“Tentu, Dan pastinya kau tidak keberatan kan?” Sahut Jungsoo kalem.

“Arraseo…” Jaehee mengangguk dan menjabat tangan Jungsoo, “Namaku Shin Jaehee…”

“Jaehee-ssi… Bisa aku memanggilmu seperti itu?”

Jaehee mengibaskan tangannya acuh, “Terserahmu saja!!” Jawabnya santai. Pandangannya langsung teralihkan pada jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.

“Ah, Sepertinya aku harus pulang atau para penghuni di rumahku akan mengomel jika aku pulang terlambat lagi malam ini!” Ujarnya seraya bergegas mengenakan helmnya lagi.

“Memangnya di mana kau tinggal?” Tanya Jungsoo penasaran.

Jaehee mengerutkan keningnya, “Apakah aku harus mengatakannya??” Ujar bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan Jungsoo.

“Ehm… Yah…” Ragu Jungsoo.

“Tapi kurasa tidak, Lagipula… Mungkin ini adalah pertemuan pertama dan terakhir kita…” Jaehee tersenyum tipis pada Jungsoo lalu menaiki motornya, “Senang dapat membantumu, Jungsoo-ssi…” Ujarnya saat menyalakan motornya.

Jungsoo tersenyum kecil, “Yah, Senang juga bisa mengenal gadis sepertimu. Jaehee-ssi..” Balas Jungsoo dan kemudian Jaehee pun melajukan mobilnya setelah sebelumnya melambaikan tangannya pada Jungsoo.

Jungsoo memperhatikan Jaehee yang semakin menjauh darinya, Dan di saat itu juga senyum di wajahnya semakin nampak berseri-seri.

“Dia benar-benar menarik… Jarang aku menemukan gadis sepertinya…” Pikir Jungsoo lalu ia pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

“Jika aku berjodoh dengannya… Bukankah aku akan kembali bertemu dengannya??” Ujar Jungsoo seraya memindahkan gigi mobilnya dan perlahan mobilnya pun melaju.

@#Secret Girls!#@

Jaehee memasuki kantornya dan mendapati beberapa rekan-rekan kerjanya yang sedang berkumpul di satu ruangan.

“Hey… Ada apa ini?” Tanya Jaehee pada salah satu rekan kerjanya.

“Oh, Jae-ya! Ada kabar baik!” Serunya dengan bersemangat membuat salah satu alis Jaehee terangkat. “Tadi pagi… Bos baru kita yang masih muda itu datang! Dan dia akan bekerja di perusahaan ini, Mulai hari ini…” Jelasnya kemudian.

“Mwo? Jinja?!” Jaehee terlihat antusias. “Apakah dia tampan?” Tanyanya lagi.

“Tentu saja! Dia bukan tampan… Tapi luar biasa tampan!!” Pekiknya dengan histeris.

“Hum… Kurasa itu bagus!!” Jaehee mengangguk singkat. “Ah yah… Apakah kalian tidak ada kerjaan sampai berkumpul di sini?”

Mereka lantas menoleh pada Jaehee dengan tatapan sinis, “Ya!! Shin Jaehee!! Apa kau tidak tahu jika kata-katamu itu membuat moodku menjadi rusak, Huh?” Ujar seorang gadis.

“Benar… Kau tidak seharusnya mengatakan hal seperti itu hanya karena kau maniak pada pekerjaanmu itu!” Timpal salah satunya.

“Eh?!” Jaehee menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Kurasa… Aku memang salah bicara!! Baiklah… Baiklah… Obrolkan saja bos baru kalian yang begitu tampan itu! Aku tidak akan mengganggu lagi!” Ujar Jaehee kemudian.

Dan tepat di saat Jaehee berbalik, Suara teriakan histeris dan terkejut terdengar melengking di telinga Jaehee saat tidak sengaja gadis itu berbalik dan bertabrakan dengan seseorang.

“Ah, Mianhe…” Sesal Jaehee seraya dengan cepat membungkuk tanpa sempat melihat wajah orang yang di tabraknya itu.

Orang itu lantas tersenyum kecil yang kembali membuat para karyawan wanita seketika itu juga terpana akan ketampanan wajahnya itu.

“Kau tidak perlu membungkuk seperti itu kepadaku, Jaehee-ssi…” Ujarnya seraya menarik tubuh Jaehee agar tidak membungkuk lagi padanya.

Merasa suara yang terdengar sedikit familiar buatnya, Jaehee lantas menatap wajah orang itu dan seketika itu juga mulutnya langsung terbuka lebar.

“Jungsoo-ssi!” Pekiknya tertahan.

Orang tersebut yang tak lain adalah Park Jungsoo hanya tersenyum hingga memperlihatkan lesung pipinya yang nampak manis sehingga menambah ketampanan wajahnya.

“Annyeong, Jaehee-ssi. Senang bisa melihatmu lagi…” Jungsoo menepuk pundak Jaehee pelan dan ia pun berlalu meninggalkan Jaehee yang masih mematung di tempatnya.

“Ya!! Jaehee-ya, Kau mengenalnya? Kau mengenal bos baru kita yang tampan itu?!” Tanya salah satu rekan kerjanya itu, Sepertinya mereka terkejut saat melihatnya.

Jaehee lantas menoleh padanya, “Jadi… Dia bos baru kita??” Tanya Jaehee tak percaya. Dan temannya itu hanya mengangguk singkat.

“Woah… Dunia ini benar-benar sempit rupanya!” Gumam Jaehee dan meninggalkan rekan-rekan kerjanya yang langsung berteriak memanggilnya namun tak di gubrisnya sama sekali.

@#Secret Girls!#@

Jaehee tengah menikmati makan siangnya sendiri saja. Biasanya ia akan bergabung dengan beberapa rekan kerja lainnya, Tapi saat ini mereka sibuk membicarakan pertemuan dirinya dengan Jungsoo tadi, Dan tentu saja hasilnya pun dia jadi di pojokkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut Jaehee tak penting. Jadinya, Dia memilih untuk makan sendiri.

“Boleh aku duduk di meja ini? Meja lain sudah penuh..” Mendengar suara yang tak asing lagi baginya, Jaehee lantas mendongak dan di saat itu juga spontan mulutnya langsung terbuka lebar dan matanya membulat.

“Kau?!” Desis Jaehee tertahan.
Jungsoo tersenyum tipis padanya, Memperlihatkan lesung pipinya yang nampak menambah pesona ketampanannya. “Jaehee-ssi, Kau belum menjawabnya sejak tadi… Apa aku boleh duduk di sini?”

“Eoh?!” Jaehee tersadar dari lamunannya. “B-baiklah… Duduk saja! Aku bukan satu-satunya orang yang harus menempati tempat ini kan…” Ujar Jaehee mencoba untuk tenang.

“Terima kasih…” Jungsoo meletakkan makanannya dan duduk di hadapan Jaehee.
Untuk beberapa saat, Jaehee tetap terdiam sambil mengamati Jungsoo yang sedang asyik menyantap makan siangnya itu. Sepertinya Jaehee dapat mengerti perasaan rekan kerjanya sekarang, Alasan mengapa mereka mengagumi Jungsoo sang bos baru di perusahaan ini. Jelas karena keramahan serta ketampanannya!! Bahkan jika di lihat dari dekat, Jaehee tak mampu menggambarkan betapa tampan dan berkarismanya lelaki di hadapannya itu.

“Jaehee-ssi, Apakah kau ada waktu sesudah makan siang ini?” Tanya Jungsoo kemudian.

“Ne? Maaf, Apa kau mengatakan sesuatu?” Jaehee yang sejak tadi sibuk dengan pikirannya, Tak begitu menangkap perkataan yang baru saja Jungsoo lontarkan untuknya.

“Aku ingin berkeliling di sekitar perusahaan. Kau mau menemaniku kan?”

“Eh? Tapi.. Kau kan bisa saja meminta assistantmu untuk menemanimu. Kenapa harus aku?” Bingung Jaehee.

“Aku belum memiliki assistant… Appa menyuruhku untuk memilihnya sendiri, Jadi sekarang aku belum memiliki assistant…” Jelas Jungsoo kalem.

Jaehee mengangguk paham sambil membentuk mulutnya menyerupai huruf ‘o’. Setelah itu ia meneguk minumannya.

“Ehmm… Jika kupikir-pikir… Bagaimana jika kau saja yang menjadi assistantku?”

Byur!!

Tanpa di sengaja, Jaehee menyemburkan jus yang sedang di minumnya itu tepat mengenai Jungsoo. “Omo!!” Kaget Jaehee sambil menutup mulutnya. “M-m-mianhe, Jungsoo-ssi!” Jaehee segera saja mengambil sapu tangan yang selalu di bawanya itu dan membersihkan wajah Jungsoo dengan sapu tangannya.

Seluruh pandang mata tertuju pada kedua orang itu, Jaehee benar-benar malu saat ini. Dia yakin jika saat ini Jungsoo juga merasa malu, Bahkan mungkin lelaki ini marah padanya. Hal itu terbukti karena Jungsoo terus saja terdiam.

“Argh!! Lebih baik aku mati saat ini juga!! Ini benar-benar memalukan…” Jaehee menggerutu di dalam batinnya.

Tapi tiba-tiba saja, Suara tawa yang begitu keras mengejutkan Jaehee yang masih saja sibuk membersihkan kemeja Jungsoo.
Dengan penasaran, Ia mendongakkan wajahnya dan Jaehee begitu terkejut saat mendapati Jungsoo tengah tertawa renyah sambil memandangnya.

“Apa yang kau tertawakan?” Bingung Jaehee.
Jungsoo menunjuk padanya,

“Kau!!” Ujarnya sambil menahan tawanya, Dia tak peduli akan tatapan para bawahannya yang menatapnya dengan tatapan bingung.

“Eh? Kenapa? Memangnya ada yang lucu dariku! Kau tidak marah padaku karena…”

“Untuk apa aku marah di saat aku ingin tertawa seperti sekarang ini?”

Jungsoo lagi-lagi tertawa keras, Membuat Jaehee hanya melongo menatapnya tak mengerti. Di dalam pikirannya saat ini, Berputar berbagai pertanyaan yang ingin ia lontarkan pada Jungsoo, Tapi ia tidak bisa mengatakan hal itu.

@#Secret Girls!#@

“Ya!! Shin Jaehee… Apa yang kau lakukan pada Jungsoo Sajangnim, Huh?! Kudengar dari beberapa orang, Kau menyemburkan minuman pada bos baru kita! Apakah itu benar?”

Jaehee menghela nafas panjang saat mendapati pertanyaan yang sama untuk kesekian kali. Ntah sudah berapa orang yang bertanya pertanyaan serupa padanya, Tapi Jaehee tak mau menjawabnya dan memilih berpura-pura sibuk dengan pekerjaannya saat ini.

“Jaehee-ssi…” Panggil Jungsoo yang langsung membuat Jaehee menengadahkan kepalanya dan langsung beranjak dari duduknya.

“Ada apa Sajangnim? Apakah ada yang bisa aku bantu?” Tanya Jaehee dengan formal.

“Tidak…” Jungsoo menggeleng singkat. “Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk hari ini… Kau sudah mengajakku untuk berkeliling perusahaan. Terima kasih, Jaehee-ssi…”

“Anda tidak perlu sungkan, Sajangnim…” Balas Jaehee dengan wajah yang menunduk.

Jungsoo yang melihat ke-engganan Jaehee padanya hanya dapat tersenyum simpul. Dan dengan reflex ia menyentuh kepala Jaehee lalu mengacak-acak rambutnya, Hal ini sontak mengejutkan Jaehee dan membuat gadis ini langsung mendongakkan kepalanya dan menatapnya kaget.

“Selamat melanjutkan pekerjaanmu!” Ujar Jungsoo sambil terkekeh kecil kemudian pergi meninggalkan Jaehee.

Para rekan kerja wanitanya langsung berlari menghampiri Jaehee. Mereka nampaknya juga sama terkejutnya dengan Jaehee, Mungkin lebih tepatnya histeris.

“Ya! Jae-ya! Apakah kau benar-benar baru bertemu dengannya, Huh?! Dia seperti sudah mengenalmu lama!” Ujar salah satu rekan kerja Jaehee.

Hening, Tak ada jawaban dari gadis itu. Dia hanya tetap terdiam, Mencoba mengingat apa yang baru saja Jungsoo lakukan pada dirinya.

“Omona… Kenapa aku merasa jantungku berdebar-debar lebih kencang dari biasanya?” Batin Jaehee.

@#Secret Girls!#@

Keesokan harinya, Seperti biasa Jaehee akan datang ke kantor tepat waktu. Dan tepat di saat ia hendak memasuki lift, Ia begitu terkejut saat mendapati Jungsoo juga ada di dalam lift tersebut.

“Ah, Sajangnim…” Jaehee membungkuk singkat menandakan sikap sopan-santunnya.
Jungsoo tersenyum tipis padanya,

“Masuklah…” Suruhnya kemudian.

“Ne?”

“Jika kau tidak masuk lift ini sekarang, Kau mungkin akan terlambat selama 3 menit. Dan itu akan tercatat…” Ujar Jungsoo dengan kalem.

“Eh?” Jaehee terdiam sesaat, Tapi dia berfikir daripada terlambat lebih baik dia masuk saja ke dalam lift yang sama dengan Jungsoo.

“Baiklah…” Ujar Jaehee kemudian.
Keduanya pun terdiam saat lift mulai bergerak ke lantai teratas kantor ini. Jaehee nampak tidak nyaman dengan posisi ini, Berbeda dengan Jungsoo yang tetap tenang dan tatapannya tetap lurus ke depan.

Tring!

Pintu lift terbuka dan di saat itu juga mereka langsung keluar dari dalam lift itu. Jaehee tak berjalan selangkah pun, Sepertinya ia sedang mencoba menjaga jarak dengan Jungsoo. Dia tak ingin menjadi bahan obrolan gossip para rekan kerjanya lagi.

Jungsoo menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Jaehee yang posisinya beberapa langkah berada di belakangnya.

“Jaehee-ssi!” Panggilnya kemudian.

“Ne?” Jaehee menoleh pada Jungsoo.

“Sampai bertemu di ruang kerja!” Ujar Jungsoo kalem dan tersenyum kecil, Memperlihatkan lesung pipinya itu.

“E-eh?” Jaehee menaikkan sebelah alisnya, Bingung.

Tapi setelah itu, Jungsoo berbalik dan pergi meninggalkan Jaehee yang justru tak mengerti dengan apa yang baru saja di katakannya tadi.

“Apa yang dia maksud?” Gumam Jaehee.

Tak ingin ambil pusing dengan hal ini, Jaehee lantas bergegas pergi menuju ruang kerjanya. Tapi di saat itu juga, Ia kembali di buat bingung dengan beberapa office boy yang sedang berlalu lalang seperti memindahkan barang, Dan barang itu berasal dari ruangannya!!

“Ada apa ini?” Panik Jaehee langsung berlari ke arah ruangannya. Kedua matanya langsung membulat saat melihat ruangannya sudah kosong melompong! Hanya meninggalkan meja dan kursi kerjanya.

“Chogiyo… Kenapa kau memindahkan barang-barangku?!” Tanya Jaehee pada office boy yang di lihatnya sedang membawa kardus besar.

Office boy itu lantas menoleh padanya, “Ah, Jaehee Agaesshi! Selamat! Kau menjadi asisten baru untuk bos kita yang tampan itu!” Ujarnya terdengar sedikit menggoda.

“M-mwo?” Jaehee mengerutkan keningnya tak mengerti. “K-kau bicara apa tadi? Asisten? Naega?!” Pekiknya.

Office boy itu mengangguk enggan, Sedikit terkejut dengan pekikan Jaehee yang terbilang cukup keras itu. “N-ne…” Sahutnya terbata.
“Agaesshi… Aku permisi dulu. Aku harus segera meletakkan barang-barangmu ini di ruangan barumu…” Ujarnya kemudian beranjak pergi.

“E-eh? Ya… Chakkaman! Song Ahjusshi!” Panggil Jaehee namun tak di gubrisnya.

Tep!

Seseorang menepuk pundak Jaehee, Membuat gadis ini begitu terkejut dan segera berbalik padanya. “Eoh! Sajangnim!” Kaget Jaehee saat melihat Jungsoo yang berdiri di belakangnya.

“Ada apa? Apakah aku mengejutkanmu?” Tanya Jungsoo saat melihat ekspresi Jaehee yang terlihat kaget itu.

“A-ah… Begitulah…” Jaehee mengangguk singkat sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. “Ah yah! Sajangnim… Apakah aku benar menjadi asistenmu? Kudengar tadi…” Ia menunjuk ke arah office boy yang telah berlalu pergi.

“Oh.. Soal itu! Yah… Bukankah kemarin aku sudah mengatakannya? Karena kau tidak juga menjawabnya, Jadi kupikir kau menyetujuinya. Kenapa? Kau tidak suka?”

“Anni! Hanya saja…” Jaehee menghentikan ucapannya saat mendapati Jungsoo yang tengah menatapnya dengan lekat.
“Pokoknya aku tidak bisa! Aku
tidak mungkin menjadi seorang asisten seorang bos besar sepertimu! Bagiku…”

“Kau tidak perlu memusingkan hal itu, Lama-lama juga kau terbiasa. Aku juga sudah tahu cara kerjamu dari manager Lee. Dan katanya kau memang memiliki kinerja yang baik. Jadi, Aku tidak salah memilih bukan?”

“Tapi…”

“Sudahlah, Tidak perlu banyak bicara lagi. Kajja!”

“E-eh!”
Jaehee hanya dapat mengikuti langkah Jungsoo yang sudah menarik tangannya. Ia benar-benar tak dapat melawan keinginan Jungsoo yang ingin menjadikannya sebagai asistennya. Sungguh, Jaehee tak mengerti dengan hal ini.

@#Secret Girls!#@

Hari ini terasa cukup melelahkan bagi Jaehee. Bagaimana tidak? Ini adalah hari pertama dirinya bekerja sebagai seorang asisten dari lelaki bernama Park Jungsoo. Dirinya terpaksa harus mempelajari beberapa hal yang ia tidak mengerti hari itu juga.

“Ahhh… Hari ini benar-benar melelahkan!” Gumamnya seraya menekan tombol lift dan saat pintu lift terbuka ia langsung masuk begitu saja.

“Hoaaam…” Jaehee menguap lebar. Merasa kantuknya mulai menguasai dirinya, Jaehee pun menyandarkan kepalanya dan perlahan menutup kedua matanya.

Tring!

Pintu lift terbuka dan Jungsoo begitu terkejut saat melihat Jaehee tengah tertidur pulas di dalam lift. Ia pun terkekeh kecil, Dan segera masuk ke dalam lift terbut.

“Bodoh!” Gumam Jungsoo sambil tersenyum lebar.

Di perhatikannya Jaehee yang benar-benar telah tertidur pulas, “Dia pasti lembur bekerja karena harus mempelajari beberapa hal… Apakah aku bersikap keterlaluan padanya?”

Tiba-tiba saja, Jaehee bergerak. Tubuhnya bergerak sempoyongan dan di saat Jaehee akan terjatuh, Dengan cepat Jungsoo menarik tangan Jaehee, Membuat gadis itu langsung jatuh ke dalam pelukannya dan kepalanya bersandar pada dadanya yang bidang itu.

“Engh…” Jaehee menggerakkan kepalanya dan akhirnya ia pun kembali tertidur pulas.

“Fiuh… Hampir saja!” Lega Jungsoo. “Ck! Gadis ini benar-benar…” Jungsoo menatap Jaehee yang masih saja tetap tertidur pulas. “Tapi… Dia memang menarik!” Batin Jungsoo.

@#Secret Girls!#@

Dengan perlahan, Jaehee membuka kedua matanya dan di saat ia membalikkan tubuhnya, Matanya yang masih sedikit menyipit itu langsung melebar dalam seketika ketika melihat Jungsoo tengah duduk di sampingnya.

“Omo!!”

Dugh!

“Ahk!” Ringis Jaehee yang tak sengaja membentur kaca mobil karena saking terkejutnya ia melihat Jungsoo.

Jungsoo yang melihat hal itu hanya dapat terkekeh kecil. “Ya! Jaehee-ssi, Apa kau baik-baik saja?” Tanya Jungsoo mencoba menahan tawanya yang hampir meledak itu.

“Apha…” Jaehee mengusap-usap kepalanya yang terasa berdenyut-denyut itu. Tapi setelah itu ia segera menoleh ke arah Jungsoo. “Kenapa, Aku bisa ada di dalam mobil?!” Tanyanya.

“Kau tertidur di lift… Daripada kau di kira hantu oleh para satpam yang sedang berjaga dan berkeliling di dalam kantor. Dan karena aku tidak mengetahui rumahmu, Jadi aku memilih untuk membiarkanmu tertidur di dalam mobilku sebentar…” Jelas Jungsoo santai.

“Mwo? Aku tertidur di dalam lift?!” Kaget Jaehee dan Jungsoo hanya mengangguk singkat.
Jaehee terdiam sesaat, Mencoba mengingat apa yang baru saja terjadi beberapa jam yang lalu. Dan kenangan itu pun kembali terngiang di benaknya. “Aish! Jinja, Kau ini memang bodoh, Shin Jaehee!” Rutuknya saat mengingat hal tersebut.

“Waeyo?” Tanya Jungsoo saat menyadari Jaehee hanya tetap terdiam sejak tadi.

“Uh?” Jaehee segera menoleh pada Jungsoo. “A-Anniya… Err… Sajangnim…”

“Panggil aku Jungsoo saja…” Ujar Jungsoo memotong ucapan Jaehee.

“Ne?” Kening Jaehee mengerut, “Ah, Baiklah terserahmu saja. Jungsoo-ssi…”

“Tanpa embel-embel ssi! Aku rasa.. Kata-kata itu terdengar terlalu formal!” Lagi-lagi Jungsoo menyela ucapan Jaehee.

Mendengar hal itu, Jaehee lantas menghela nafas sambil menatap arah lain. Merutuki dirinya sendiri karena bisa-bisanya dia harus tertidur di dalam lift hingga membuat dirinya sendiri kini berada di dalam mobil Jungsoo.

“Err… Baiklah, Jungsoo-ya…” Pasrah Jaehee pada akhirnya. “Aku harus pulang sekarang. Dan aku sangat berterima kasih padamu karena telah membawaku serta membiarkanku tidur di dalam mobilmu untuk beberapa jam ini…”
“Biar aku antar!”

“Tidak perlu… Aku bisa pulang sendiri…”

“Tapi ini sudah tengah malam!” Ujar Jungsoo, Bersikeras ingin mengantarkan Jaehee pulang.

“Aku membawa motor, Jadi tidak masalah…” Jawab Jaehee masih terlihat tenang. “Kalau begitu, Selamat malam, Jungsoo-ya…”

Greb!

Jaehee menoleh ke arah Jungsoo saat menyadari Jungsoo tengah memegang pergelangan tangannya dengan cukup erat.

“Jaehee-ya…” Panggil Jungsoo kemudian.

“W-Wae-Waeyo?” Tanya Jaehee gugup.

Jungsoo bergerak secara perlahan, Kedua matanya menatap lekat pada Jaehee. Dan semakin lama, Jarak di antara wajah serta tubuh merekapun semakin menipis.

“J-Jungsoo-ya…” Jaehee mencoba menjauh dari Jungsoo, Tapi percuma saja! Mereka kan sedang di dalam mobil yang terkunci otomatis, Jadi bagaimana Jaehee keluar?

Jungsoo tetap tak mengatakan apapun, Dan di saat wajah mereka sudah sangat dekat, Mungkin hanya berjarak sekitar satu jengkal anak bayi saja, Jaehee segera memalingkan wajahnya, Tak ingin berhadapan dengan wajah Jungsoo dengan jarak yang terlalu dekat ini.

“Pulang bersamaku atau aku akan langsung menciummu sekarang juga?!” Bisik Jungsoo.
Deg!!

“Mwo?!” Pekik Jaehee seraya menoleh ke arah Jungsoo dan wajah merekapun kini benar-benar dekat, Bahkan Jaehee dapat merasakan nafas Jungsoo yang menerpa wajahnya.

Namun, Tiba-tiba saja Jungsoo tertawa puas dan kembali menjauhi Jaehee yang hanya dapat melongo saat melihat tingkahnya.

“Ekspresi wajahmu lucu sekali, Jaehee-ya! Aku ini hanya bercanda!” Tawa Jungsoo.
“B-benarkah?!” Jaehee langsung tertawa datar, Merasa hal ini justru tak konyol sama sekali.

“Baiklah, Sekarang aku akan mengantarmu pulang!” Ujar Jungsoo seraya menyalakan mesin mobilnya.

“Tapi, Jungsoo-ya…”

“Aku sudah menitipkan motormu pada Jang Ahjusshi… Kau tidak perlu khawatir…”

“Bukan itu masalahnya…”

“Sudahlah, Tidak perlu banyak alasan lagi. Lagipula kau tidak mungkin mengendarai motormu di saat kau mengantuk seperti ini, Kan?”

Jaehee terdiam, Sepertinya gadis ini telah kehabisan kata-kata untuk menolak ajakan Jungsoo.

“Kajja!” Ujar Jungsoo yang mulai melajukan mobilnya.

@#Secret Girls!#@

Sudah hampir dua bulan mereka berdua saling mengenal satu sama lain. Sejak saat itu pun, Mereka berdua terlihat akrab dan banyak menghabiskan waktu berdua. Atau lebih tepatnya, Jungsoo yang selalu berhasil memaksa Jaehee agar mau ikut dengannya.

Dan tak jarang juga Jungsoo selalu berkata jika Jaehee itu adalah kekasihnya. Ntah apa yang ada di pikiran lelaki itu hingga dirinya dapat berani mengatakan hal itu di depan para bawahannya, Yang jelas sikapnya itu selalu membuat Jaehee malu setengah mati dan tentunya kesal terhadapnya.
Contohnya seperti sikap Jungsoo saat ini.

“Jaehee-ya, Ayo kita makan siang bersama!” Ajak Jungsoo seraya menarik tangan Jaehee tanpa mau menunggu jawaban gadis ini terlebih dulu.

“Sajangnim, Chakkaman..” Jaehee menahan langkahnya.

“Aish! Sudah berapa kali aku mengatakan untuk tidak menyebutku dengan kata-kata itu!” Ujar Jungsoo seperti anak kecil.

Jaehee mendesah berat, “Kita ada di kantor sekarang! Tidak sadarkah kau akan hal itu?” Kesal Jaehee.

“Hah… Baiklah… Baiklah!” Jawab Jungsoo malas. “Apakah masih ada yang ingin kau katakan?”

Jaehee mengangguk singkat, “Berhentilah mengajakku makan siang bersama! Kau itu atasanku, Tidak sepantasnya kau bersikap seperti ini… Lagipula, Aku merasa tidak nyaman dengan rekan kerja yang lain…”

“Memangnya jika mengajak kekasihku sendiri makan siang bersama adalah masalah besar bagi mereka?!” Sahut Jungsoo ketus.

“Mwo? Kekasihmu? Siapa bilang aku adalah kekasihmu, Huh?!” Balas Jaehee.

“Aku…” Jawab Jungsoo santai.

“Aish!” Jaehee mendecak kesal.
“Aku tidak pernah merasa jika aku pernah menerima kau menjadi kekasihku!”

“Oh ya? Jadi kau lupa kejadian malam itu?!” Ujar Jungsoo seraya meletakkan tangannya di pinggangnya.

“Kejadian apa?!” Jaehee menaikkan sebelah alisnya.

“Tentu saja malam di mana kau menerima pernyataan cintaku!” Jawab Jungsoo sinis. “Aish, Pokoknya aku tidak peduli! Kau sudah menjadi kekasihku, Jadi itu tidak masalah lagi kan?!”

“Apa katamu? Ya! Aku ini bukan kekasihmu, Park Jungsoo!!” Pekin Jaehee.

Sepertinya kedua orang ini tidak peduli akan tatapan para pekerja lainnya yang terus saja menonton perdebatan mereka. Seakan mereka sudah terbiasa dengan hal tersebut.

“Iya, Kau kekasihku!” Ujar Jungsoo kekeuh.

“Tidak!”

“Iya!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Tidak!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Aha!” Jungsoo langsung menyeringai puas sambil menjentikkan jarinya saat Jaehee tak sengaja terpancing ucapan Jungsoo. “Kau mengakuinya juga kan?” Senyum Jungsoo.

“Itu karena kau menjebakku!” Jawab Jaehee benar-benar kesal pada atasannya ini.

“Ah, Kau beralasan saja! Cham, Kajja!” Ajak Jungsoo langsung menyeret Jaehee yang sudah pasrah dengan sikap Jungsoo yang selalu memaksa ini.

@#Secret Girls!#@

Jaehee mengetuk-ngetuk-an pulpen yang di pegangnya itu ke meja, Ia menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya seakan dia bosan dengan keadaan ini.

Bosan? Oh ayolah, Seharusnya saat ini dia bersyukur karena sejak tiga hari yang lalu Jungsoo harus pergi ke luar kota. Bukankah Jaehee dapat bernafas lega karena tidak akan ada yang mengganggunya selama beberapa hari ini?

“Hah…” Jaehee lagi-lagi menghela nafas panjang.

“Ada apa denganmu? Sejak kepergiannya, Kau jadi tidak bersemangat seperti ini…” Ujar salah satu rekan kerjanya seakan dia sedang menyindir Jaehee saat ini.

“Apa maksudmu?” Balas Jaehee malas tanpa menoleh padanya.

“Tentu saja Jungsoo Sajangnim! Kau seperti terlihat berbeda saat dia tidak ada di sini… Hey! Kau pasti merindukannya kan?” Goda temannya itu.

“Mwo?!” Jaehee langsung menoleh padanya. “Anniya! Untuk apa aku rindu padanya? Aku justru bersyukur karena lelaki usil itu tidak berada di sini sekarang!” Jawabnya ketus.

“Oh benarkah? Bukankah kau begitu tertarik padanya? Kau bahkan membiarkan dirinya selalu menyebutmu sebagai kekasihmu! Ah! Atau jangan-jangan… Kalian memang benar sedang berpacaran!” Tuduh orang itu.

“Mwoya?! Anniya!! Sudah kukatakan jika dia bukanlah kekasihku! Kenapa kau ini senang sekali menggodaku, Huh?!” Kesal Jaehee.

“Baiklah… Baiklah…” Orang itu mengangkat kedua tangannya menandakan dia tak akan membahas hal itu lagi. “Tapi, Jae-ya! Kau… Benar tidak menyukainya?!”

“YA!” Sentak Jaehee mulai emosi.

“Arraseo… Aish! Kenapa kau harus semarah itu! Kau itu sensitif sekali!” Ujarnya seraya berlalu meninggalkan Jaehee.

“Arrgh!!” Jaehee mengacak-acak rambutnya sendiri, Menandakan dirinya sedang frustasi.

Drt… Drt… Drt…

Dengan malas Jaehee meraih ponselnya dan menjawab telepon masuk tersebut tanpa ia lihat terlebih dulu siapa orang yang sedang mencoba menghubunginya itu sekarang.

“Yoboseyo!” Jawabnya terdengar ketus.

“Hey, Kenapa kau sepertinya tidak senang aku meneleponmu? Kau marah padaku?” Tanya orang di seberang sana.

Kedua mata Jaehee begitu melebar saat ia menyadari pemilik suara yang tak asing lagi baginya itu.
“Jungsoo-ya?!” Pekiknya tertahan.

“Kau pikir siapa lagi?!” Jawab Jungsoo kesal. “Ya! Shin Jaehee, Akhir minggu ini aku akan pulang.. Dan.. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu!” Ujarnya kemudian.

“Eh? Apa?” Bingung Jaehee.

“Aku tidak bisa mengatakannya sekarang… Aku akan menjemputmu malam minggu nanti jam 7. Kau harus sudah siap, Arraseo?!”

“Mwo? Ya.. Memangnya aku bilang setuju? Seenaknya saja ingin menjemputku!”

“Pokoknya kau harus mau! Ini acara makan malam penting! Baiklah, Sampai bertemu malam minggu nanti!”

Flip!

Jaehee hanya melongo sembari menatap layar ponselnya begitu Jungsoo mematikan sambungan telepon itu.

“Haish.. Lelaki ini benar-benar keterlaluan sekali!!” Gerutu Jaehee.
Untuk beberapa saat, Jaehee terdiam. Tapi setelah itu seulas senyum terukir di wajah gadis ini. Dan wajah Jungsoo pun langsung terlintas di benaknya.

Deg!!

Debaran pada jantung Jaehee terasa cepat, Bahkan dua kali lebih cepat dari biasanya. Kedua pipinya pun langsung bersemu merah seperti seekor kepiting rebus yang matang.

“Aigoo… Apa yang aku pikirkan? Aku tidak mungkin tertarik pada pria sepertinya!” Pikir Jaehee langsung menggelengkan kepalanya cepat.

@#Secret Girls!#@

Knock… Knock… Knock…

“Masuk!” Ujar Jaehee yang tengah berbaring di atas ranjangnya itu. Ia menoleh ke arah Kim Heenie yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.

“Kau tidak ikut makan malam?” Tanya gadis itu kemudian. “Yang lain mengkhawatirkan dirimu. Mereka pikir kau sakit…”

“Jangan berlebihan, Aku hanya belum lapar saja…” Jawab Jaehee sambil menatap langit melalui jendela kamarnya.

“Lalu? Apa yang terjadi padamu?”

“Tidak ada apa-apa…”

“Kalau tidak terjadi apa-apa, Mana mungkin kau kehilangan selera makanmu, Jae-ya!” Ujar Heenie sedikit menekan perkataannya.

Jaehee menghela nafas panjang, Kemudian ia menoleh pada Heenie yang duduk di sisi ranjangnya.

“Heenie-ya… Jika kau membenci seseorang. Kau pasti senang jika dia tidak berada di dekat kita kan?”
“Tentu!” Heenie mengangguk cepat.

“Tapi, Jika saja kita membencinya. Kita juga merasa kesepian saat dia tidak ada. Apakah itu sikap yang wajar? Terlebih lagi… Kita bahkan senang saat dia tiba-tiba saja memberitahu kita akan pulang dan bahkan mengajak kita keluar bersama… Apakah hal itu terdengar aneh?” Celoteh Jaehee.

Heenie terdiam sesaat. Lalu dia tersenyum tipis, “Mungkin yah… Mungkin juga tidak…”

“Maksudmu?” Tanya Jaehee tak mengerti.

“Maksudku… Itu tidak terdengar aneh jika saja kita ternyata jatuh cinta pada orang yang justru kita benci itu…”

“Tapi bagaimana jika kita tidak mencintai orang itu?!”

“Jaehee-ya… Seseorang yang terlalu banyak membenci orang lain, Terkadang dia justru akan jatuh cinta pada orang yang di benci olehnya itu. Dan… Parahnya lagi, Kita selalu tidak sadar akan perasaan itu…”

“Benarkah?”

Heenie mengangguk mantap, Dia menatap Jaehee yang kini langsung terdiam. Seakan jika Jaehee sedang mencerna setiap kata yang baru saja Heenie lontarkan.

“Waeyo? Apakah orang yang kau maksud itu adalah kau sendiri?!” Tebak Heenie.

“M-Mwo?!” Jaehee langsung tersadar dari kediamannya.

“Anniya! Sebenarnya… Ini adalah masalah rekan kerjaku di kantor! Dia bertanya padaku soal ini… Dan karena aku tidak begitu mahir soal percintaan. Jadi, Aku bertanya padamu…” Elak Jaehee.

“Jinja?!” Ragu Heenie.

“Tentu saja!” Jawab Jaehee terlihat sedikit gugup. “Aah… Aku lapar! Ayo kita makan malam bersama!” Ajak Jaehee langsung menarik tangan Heenie. Sepertinya dia takut jika Heenie mengetahui hal ini.

Jelas saja, Selama ini Jaehee memang tidak memberitahu kelima sahabatnya itu tentang Jungsoo. Ia merasa jika teman-temannya itu tidak perlu mengetahui hal ini.

@#Secret Girls!#@

Kini Jungsoo dan Jaehee berada di sebuah restaurant berbintang lima, Jaehee benar-benar kagum dengan fasilitas yang tersedia di restaurant ini, Mewah sekali! Apalagi makanan di sana sangat lezat sekali.

Sementara Jaehee sibuk mengagumi restaurant mewah ini, Hal itu berbeda jauh dengan seseorang yang kini duduk di hadapannya sambil tersenyum tipis padanya.

“Kau sangat cantik malam ini, Jae-ya…” Ucap Jungsoo kemudian.

Jaehee segera menoleh ke arah Jungsoo. “A-ah… Benarkah? Aku… Jarang sekali berdandan seperti ini. Biasanya aku tidak peduli dengan penampilanku sendiri…” Jawabnya terlihat sedikit gugup.

“Jadi, Kau melakukan semua ini demi aku?” Goda Jungsoo.

“M-mwo?”

“Aku hanya bercanda…” Jungsoo tersenyum tipis. “Tapi… Kau memang terlihat sangat cantik malam ini. Aku benar-benar kagum padamu…”

Blush!

Kedua pipi Jaehee langsung memerah dalam seketika ketika mendengar kata-kata Jungsoo. Dan tak di pungkiri juga, Jika saat ini jantungnya tengah berdegup dengan sangat kencang.

“Jangan bercanda lagi, Jungsoo-ya…” Balas Jaehee mencoba mengontrol dirinya.

“Aku serius, Shin Jaehee Agaesshi…”

Jaehee langsung terdiam, Lagi-lagi ia merasakan jantungnya berdegup sangat kencang. Ia seakan tak mampu mengendalikan perasaannya lagi.

“Benarkah aku menyukainya? Tapi… Bukankah selama ini aku merasa terganggu karena kehadirannya?” Batinnya.

Jungsoo tiba-tiba saja beranjak dari duduknya dan membungkuk di hadapan Jaehee. Gadis ini tentu saja terkejut dan langsung menatap Jungsoo dengan kedua mata yang melebar.

“Agaesshi.. Maukah kau berdansa denganku?”

“Eh? Tapi… Aku tidak pandai berdansa!”

“Aku akan mengajarimu saat ini juga!” Senyum Jungsoo dan langsung menarik tangannya lalu mengiring Jaehee menuju lantai dansa.

Mereka berdansa mengikuti alunan musik ballad, Pada awalnya Jaehee kesulitan dengan hal ini. Tapi dengan perlahan Jungsoo menuntun tubuh Jaehee hingga akhirnya gadis ini dapat mengikuti alur gerakan Jungsoo.

“Mudahkan?” Ujar Jungsoo kemudian.

Jaehee terkekeh kecil dan mengangguk singkat, “Aku takut akan memalukanmu di lantai dansa ini. Tapi rupanya kau memang pandai mengajari orang bodoh sepertiku…”

“Tidak bodoh, Hanya belum biasa…” Tanggap Jungsoo santai.

“Ah yah… Kau bilang, Ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku. Apa itu?” Tanya Jaehee sambil mendongakkan wajahnya menatap Jungsoo.

“Apakah kau begitu penasaran?” Bukannya jawaban yang terlontar dari mulut Jungsoo, Tapi ia justru balik bertanya pada Jaehee.

“Err… Mungkin…” Jawab Jaehee ragu.

“Kalau begitu ayo kita pergi ke suatu tempat!” Ajak Jungsoo langsung menarik Jaehee untuk beranjak dari lantai dansa.

“Eh, Kemana?”

“Sudah ikut saja!”

@#Secret Girls!#@

Jungsoo menghentikkan mobilnya di dekat sebuah taman yang sepi dan gelap. Lalu ia pun melepaskan selt beltnya dan bergegas keluar dari dalam mobil.

“Tunggu di sini sebentar. Aku akan kembali…” Ujar Jungsoo sebelum akhirnya bergegas pergi menuju suatu tempat.

“Jungsoo-ya!” Panggil Jaehee, Namun tak di gubrisnya.

Jaehee memutuskan untuk menunggu Jungsoo. Tapi setelah hampir 15 menit menunggu, Ia tak kunjung datang dan membuat Jaehee merasa cemas.

“Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya?” Pikir Jaehee kemudian bergegas keluar dari dalam mobil.

Gadis ini melangkahkan kakinya menuju jalan setapak yang mengarah pada taman itu. Tapi setiap kali Jaehee melangkahkan kakinya, Setiap lampu mati yang ada di sepanjang jalan setapak itu menyala seakan menerangi langkah Jaehee. Dan tentu saja gadis ini sedikit bingung dengan hal ini.

“Jungsoo-ya?” Panggilnya pelan.
Tepat di saat Jaehee memanggil nama Jungsoo setelah berada di taman tersebut. Sebuah air pancur yang ada di hadapannya menyala dan menyemburkan air dengan beragam warna yang terlihat sangat cantik.

Jaehee terkagum-kagum dengan hal ini, Mulutnya tersenyum lebar melihat keindahan yang jarang sekali ia lihat.

“Apakah kau senang?” Suara Jungsoo menyadarkan Jaehee dari rasa kagumnya.

Ia segera berbalik dan mendapati Jungsoo yang telah berdiri di belakangnya dengan sebuket bunga lily cantik yang berada di genggamannya serta boneka taz mania berukuran sedang.

“Park Jungsoo… Kau?”
“Bunga lily yang cantik serta boneka taz mania ini kuberikan untuk seorang gadis yang telah membuatku gila karena terus memikirkannya…” Jungsoo menyerahkan keduanya pada Jaehee.

Jaehee menerima hal itu meskipun sedikit bingung, “Tapi, Jungsoo-ya… Kau… Melakukan ini semua… Untukku?”

Jungsoo tersenyum tipis padanya, “Ini belum seberapa, Shin Jaehee!” Ujarnya dan di saat itu juga ia menaikkan tangannya ke atas sambil menjentikkan jarinya.

Dhuar!!

Ratusan kembang api langsung meluncur dan menyala di atas langit, Benar-benar sangat indah. Tapi bukan itu yang membuat Jaehee terkejut, Hal yang membuat langsung terdiam saat ini, Saat dirinya membaca tulisan yang terbentuk dari ratusan kembang api tersebut.

“Saranghae… Shin Jaehee…” Ucap Jungsoo seakan membaca tulisan pada kembang api itu.

“Jungsoo-ya…” Jaehee menatap tak percaya pada Jungsoo yang kini telah berletut tepat di hadapannya itu.

“Jaehee-ya, Would you be my girlfriend?” Ujar Jungsoo sambil membukakan sebuah kotak merah yang berisikan sebuah liontin berbentuk hati.

Jaehee masih terdiam, Seakan mencerna semua hal yang tengah terjadi di hadapannya. Dia masih belum dapat mempercayai semua ini. Park Jungsoo tengah menyatakan cinta padanya?! Seorang Park Jungsoo?! Ia terus meneriakkan kata-kata itu dalam hatinya.

“Jaehee-ya?” Panggil Jungsoo pelan.

“Aku tidak bisa…” Jawab Jaehee kemudian.

Deg!!

Tubuh Jungsoo menegang, Ia segera beranjak dari duduknya dan menatap Jaehee dengan tatapan terkejut. “Kau… Tidak menyukai semua ini?” Lirih Jungsoo.

“Tidak, Aku suka Jungsoo-ya. Sangat suka… Tapi… Aku tidak tahu akan perasaanku sendiri. Aku tidak mungkin menjadi kekasihmu…” Jelas Jaehee perlahan.

Jungsoo tersenyum kecut mendengar hal itu, “Aku tahu… Seharusnya, Aku sadar jika kau memang tidak pernah menyukaiku…”

“Sejak awal bertemu denganmu, Aku sangat tertarik padamu… Begitu mengetahui kau bekerja di perusahaan, Aku senang bukan main. Pada awalnya… Aku mungkin hanya sekedar tertarik biasa padamu… Tapi… Saat aku pergi waktu itu… Kau selalu ada dalam benakku. Wajahmu terus terngiang-ngiang di benakku. Membuatku sadar… Betapa diriku sangat membutuhkanmu… Aku mencintai seorang Shin Jaehee…” Papar Jungsoo.

“Tapi… Sekarang semua perasaan ini akan kukubur dalam-dalam. Aku tahu kau tidak akan pernah jatuh cinta pada seorang lelaki sepertiku… Maaf, Telah mengganggumu selama ini, Jae-ya…” Lirih Jungsoo seraya berbalik dan berjalan perlahan meninggalkan Jaehee.

Ada rasa sesak dan senang di saat yang bersamaan saat Jaehee mendengarkan perasaan Jungsoo padanya. Dan ntah apa yang ada di pikirannya, Tiba-tiba saja gadis ini berlari ke arahnya lalu memeluk tubuh Jungsoo dari belakang.

“Aku memang tidak mengerti dengan perasaanku, Jungsoo-ya. Tapi bukan berarti aku tidak memiliki perasaan khusus terhadapmu…” Ujar Jaehee sambil memeluk Jungsoo erat.

“Jaehee-ya?”

“Buatlah aku memastikan perasaan ini, Buatlah aku yakin jika aku…”

“Jadi kau mencintaiku?” Jungsoo berbalik sambil memegang kedua lengan atas Jaehee. Senyum lebar dan penuh harap itu terlihat jelas dari wajahnya.

“Bukankah aku sudah mengatakan jika aku tidak mengerti perasaanku sendiri. Karena itu, Kau harus membuatku memantapkan perasaan ini, Park Jungsoo…” Balas Jaehee sambil tersenyum tipis. “Dan jangan pernah kau berfikir untuk menyerah padaku!”

Jungsoo langsung tertawa, Ia menatap bahagia pada Jaehee. “Tentu!! Kau lihat saja nanti… Aku akan membuatmu yakin jika kau memang mencintaiku, Shin Jaehee!!”

Jungsoo menarik Jaehee ke dalam pelukannya dan memutarkan tubuh mereka, Membuat Jaehee berteriak karena terkejut namun setelahnya mereka tertawa bahagia.

“Aku mencintaimu, Jaehee-ya…” Bisik Jungsoo.

-Special Story : Park Jungsoo with Shin Jaehee. Finish!-

“Woah.. Tidak kusangka seorang Park Jungsoo memiliki sifat yang begitu romantis…” Celetuk Haneul.
“Kupikir kau akan menolaknya dulu…”

Jaehee menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Lalu menaikkan kedua bahunya santai. “Pada awalnya aku memang ingin menolaknya… Tapi…”

“Tapi kau memang sudah terlanjur jatuh cinta padanya kan?” Sela Heenie cepat dan wajah Jaehee pun langsung terlihat merah padam. “Dari awal kau menceritakan tentang masalah temanmu itu, Aku memang sudah merasa jika itu adalah masalahmu sendiri!” Sindir Heenie yang langsung membuat Jaehee terkekeh kecil.

“Lalu… Apa yang terjadi setelah itu?” Tanya Eunsoo penasaran.

“Tentu saja aku menjadi kekasihnya. Tepat satu bulan setelah kejadian itu, Dia lagi-lagi menyatakan perasaannya padaku. Dan aku menerimanya…” Jelas Jaehee.

“Cih! Tidak aku sangka gadis sepertimu menerima hal seromantis itu dari lelaki tampan seperti Park Jungsoo. Kau memang beruntung Shin Jaehee!” Ujar Ririn terdengar sedikit mengejek.

“Wae?! Kau cemburu, Huh?” Sindir Jaehee.

“Mwo? Anniya! Untuk apa aku cemburu dengan cerita seperti itu…” Elak Ririn.

“Hmm, Baiklah! Kalau begitu kau ceritakan bagaimana kisahmu dengan Choi Siwon, Si Actor tampan yang terkenal itu!” Tantang Eunsoo kemudian.

“EH?!” Ririn tertegun mendengar ucapan Eunsoo.

“Sudah ceritakan saja…” Suruh Heenie membuat Ririn menghela nafas berat.

Next Story è -Special Story : Choi Siwon with Park Ririn-

Iklan

28 thoughts on “Secret Girls! (Special Story : Park Jungsoo with Shin Jaehee]

  1. omaigat,omaigat,OMAIGAT!!!!!!

    ini,ini MANIS SEKALI!!!!!!!!!

    sumpaaahh!!

    brasa ci jungsoo terobsesi sm si jaehee…..gk slh milih backsong lgunya ci mariah carey –> obsessed…

     Why you so obsessed with me
    (Boy I wanna know)
    Lying that you’re sexing me
    (when everybody knows)
    It’s clear that you’re upset
    with me
    Finally found a girl that you
    couldn’t impress
    Last man on the earth still
    couldn’t hit this

    *nyinden* xDDD

    oh,ya ampuuuuunnn,itu ci jungsoo tau ajj bunga sm boneka fav ci jae,
    lampu,air mancur,kembang api,liontin,bunga,boneka….hoaaaa….apa yg gk bsa dilakukan orang kaya ya…*ciumauRupe* $_$

    wkwkwkwkwk…mendadak mata duitan *plaaak*

    aishhh….scenenya bikin senyun gaje,asli blushing lah..(♡^▽^♡)

    *cium nta*

    • Matreeeee… Mata duitan!!! $_$ Rp_Rp

      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

      Cie solmeeetttt…sweet bgt yeh c jungsoo sm jaehee
      Bikin mupeng yeeeee…

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Ɣªª Doº°˚˚°ºooNG…
      Kan nta SAǟǟƔɐɐɐɐNƍ Oma…
      Mangkannya d buat co cweeeet…
      Nta mana tega sieh ‘memperburuk’ image Shin Jaehee???
      *kedip2
      LOL
      Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̇ ̣̣̇̇ ̝Ợ̥ɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊=))

      (¯―¯٥)
      Koq malah mikirin rupenya si Leeteuk sieh?!
      Cih!
      Bini mata duitan deh!!!
      *Upz!!!
      ​.=))⌣Ħǟ⌣ªˆ◦ˆ=Dħǟ⌣ªˆ◦ˆ=))ħǟ⌣ª=D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=))

      Sip2…
      ∫∂♍∂ -∫∂♍∂ Omaku SAǟǟƔɐɐɐɐNƍ…
      ( ◦˘ з(◦’ںˉ◦)~♡

      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  2. =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°
    JJ kopel eksiiiiisssssss

    Eiiiyyy heboh bgt c jungsoo cm buat nembak seorang shin jaehee!!!!! Nembak aja udh kyk ngelamar (¬_¬’) *iri*
    Ih jaehee ababil!!! Kalo nolak ya nolak aja.. Terima ya terima aja… Ini pake bilang prasaan ga menentu pdhal cuma pengen dpt perhatian extra n terus2an dr jungsoo hoooooooooooo…

    Ecie cuuuu sukses ya menistakan solmet aye jd KUCING!!!! Malu2 tapi mau!!!! Kwkwkwkkwkkk ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

    Itu yg awal pertemuan kan c jungsoo sempet kaget ngliat jaehee… Kyknya saya tau alasannya…
    »» Jungsoo kira jaehee itu MONTIR yang dia panggil!!! Kwkwkwkkkk

    Kacian amat solmet aye… Cieeeee…

    Jaehee jadi headline di kantor nih!! Jd topik pembicaraan.. Topik hangat topik hangat.. Cieeeee

    Ririn iri Ririn iri Ririn iriiiii…

    Ayo nta next part PRT-CHS kopel
    Kopel yg biasanya slalu romantis n bkin gregetan dgn panggilan BABY-HUBBYnyaaaaa wohooooooo…

    Dtunggu ah Nta n smoga gda kendala modem lagi nanti..amin.. (^ʃƪ^)

    Solmeeettt chukkae udh jadian sama Park Jungsoo… Hihihi

    • Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̇ ̣̣̇̇ ̝Ợ̥ɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊=))
      Minta di lamar ama Ong2 kayak gitu juga Doº°˚˚°ºooNG eyang!
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Ɣªª…
      Setidaknya membuat malu2 kucing Jaehee kan bukan sifat ci Oma βάηǵȅΤ mangkannya d buat bgitu daaah…
      Wkwkwkwkwkwkwk

      H̲̣̣̣̥м̣̣̥̇̊м̲̣̣̥М̣̣̥̇̊M̲̣̣̣̥м̣̣̣̥…
      Yakin couple RinWon baklan romantis kayak biasanya???
      ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  3. manisnyaaaaaa!!
    *liat jaehee onnie dg pndangan iri*
    kerasa protektif bgd ya ci jungsoo oppa..
    pgn jd.in jaehee onnie kekasih aja mpe maksa gtu awalnya..

    tp jd super sweet pas nembak..
    sumpah, aq kirain teuk oppa mw nglamar jaehee onnie..
    hbsnya kejutannya bnr2 sih..

    ckckck
    nice story..
    next nta!

    • Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̇ ̣̣̇̇ ̝Ợ̥ɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊=))
      Apa sieh Ўɐ♌ğ gak bisa di lakuin seorang Park Jungsoo???
      *eaaaaaa
      ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ

      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sip2 deeeeh…
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  4. Ini apa nya yg PG-15, eon?? (‘-‘?)
    Hhmm.. Komen kya gimana ya? Menurutku pribadi ya eon, perjalanan cintanya Leeteuk terlalu muluuuusss, mungkin klo diselipin konflik dikit jdi lebih seru bacanya.
    RinWon cepet publis yaa!! (´⌣`ʃƪ)
    Udah lama bgt ga baca ff RinWon

  5. whoa!!!
    sweet sweet sweet sweet sweet,,
    romantis bgeud,, ikutan blushing bca’a eon!!
    ^-^
    iriiiiii bgeud ma jaehee eonnie’a,,
    s’andai’a cwoq aq kek gtu,, #ngyal
    wonrin’s story’a d tnggu yea eon!!!
    ^-^

  6. itu Jungsoo nempelin Jaehee kemana-mana aja, ngaku pacar segala#nyebelin si emang# tp kalo namja.a Jungsoo mah aku ga bakalan nolak#ga ada yg nanya

    itu waktu Jaehee ga sengaja numpahin minuman si Jungsoo malah ketawa#kalo emang dasar.a ga tertarik pasti udah disemprot tuh Jaehee

    Jungsoo emang sweet banget and romantis..

    • ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Iya Doº°˚˚°ºooNG…
      Uri Leader Jungsoo gitu loh!
      Waktu d WGM ɑ̣̇ǰǎ sikapnya slalu begitu…
      Apalagi d ff? Lebih2 deeeh…
      LOL
      Wkwkwkwkwkwk
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  7. waduh, pasti malu ya nyemprot jus ke bos sendiri kekkekeke 😀 . unyung gak dimarahin . pas nyatain jungsoo so sweet banget ! 😀

  8. aigooo..lamaran yang so sweet banget ^o^..
    jd envy ngeliatnya -_-*bilang aja kepingin*

    akhirnya setelah membeli modem saya bisa coment hehe…
    mian oenniii..pasti oenni enggak ingat aku hehe…/plak

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Iyaa Doº°˚˚°ºooNG…
      XDD

      Kan Leeteuk emang rajanya rmantis nieh… ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  9. wah.. Jaehee nya pintar mesin yaa..
    Masa Jungsoo yg cowok kalah ama cewek sih.. wkwkkw..
    Jaehee nih buat orang deg2an aja deh..
    Kirain mau nolak Jungsoo, ampe Jungsoo uda putus asa duluan..
    Untung deh akhirnya nerima jg.. Kan bagus tuh pacaran ama Bos.. hahaha..

    • Hahahahahaha
      Iya nieh..
      Ci Jungsoo emang kalah pinter dri Jaehee… LOL XDD

      Hm, Yah…
      Emang enak sieh..
      Secara §ą♍å Bos gitu loh…
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  10. Ow oww..
    Si ahjuhsi itu ternyata romantis jg y..
    Kekekeke
    hmm typo eonnie, pas diawal pertemuan harusnya kann jaehee pergi naik motor bukan mobil ama di bagian terakhir, selebihnya bkin senyum”
    Hihihi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s