Lost In Gyeongju

Title : Lost In Gyeongju

Author : NtaKyung

Casts : Kris (Wu Yi Fan), Diarra Tan and OC (Find By Yourself)

Length : Oneshot

Genre : AU(Alternate Universe), Humor, Romance

Rating : PG-15

Disclaimer : Seluruh casts dalam ff ini adalah milik Tuhan, Orang Tua dan Mereka sendiri! Tapi isi dalam cerita ini seluruhnya milik saya! So, Don’t BASH!!

-*Lost In Gyeongju*-

Seorang pemuda dengan paras tampan serta memiliki tubuh yang dapat di bilang mendekati kata sempurna, Kini terlihat bingung dengan jalanan yang di lewatinya. Berulang kali dirinya mengecek posisinya sekarang lewat GPS yang terpasang di mobilnya itu.

“Hah… Sial! Hanya karena aku harus menemui orang tua Jihyun, Kenapa sekarang aku harus tersesat di tempat seluas ini?!” Gerutu lelaki bernama lengkap Wu Yi Fan itu, Atau sebut saja dia Kris.

Yah, Lelaki ini memang memiliki keturunan China-Kanada namun sudah hampir tiga tahun ini dia menetap di Korea Selatan, Tepatnya di Seoul. Dan jangan pikir jika ia tak dapat berbicara Hangul secara pasih! Karena kenyataannya, Ia dapat berbicara hangul dengan pasih.

Kris memutuskan untuk menyisikan mobilnya dan segera keluar dari dalam mobilnya itu. Ia melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil menampakkan wajah gusarnya.

“Kurasa aku benar-benar tersesat…” Lirih Kris sambil menyandarkan tubuhnya pada mobilnya.

Kris hendak masuk ke dalam mobilnya, Namun terhenti kala seseorang tiba-tiba saja mencekik leher Kris dengan lengannya dan menancapkan benda tumpul ke arah pinggul Kris.

“Jangan bergerak!! Atau nyawamu akan melayang!” Garang orang tersebut mengancamnya.

“Siapa kau?!” Kris tak mau kalah dari orang asing tersebut, Ia hendak melepaskan lengan lelaki itu dari lehernya.

“Jika kau bergerak, Aku akan menarik pelatuk pistol ini, Dan kau akan mati dalam seketika!” Ancam lelaki itu kemudian. “Sekarang angkat tanganmu!!”

Deg!!

Dalam seketika sekujur tubuh Kris langsung menjadi kaku, Dengan perlahan ia mengangkat kedua tangannya ke atas.

“Bagus…” Lelaki itu mengangguk, Melonggarkan sedikit cekikkannya.

Sret!

Bugh!!

Dengan gerakan yang cepat, Kris memukul dada lelaki itu dengan siku lengannya kemudian segera menjauh darinya setelah sebelumnya melayangkan pukulannya terhadap wajah lelaki tersebut.

“Ahk!! Sialan!” Umpat lelaki itu.

Kris menyeringai kecil, “Cih, Tidak memiliki kemampuan berkelahi tapi malah mencoba untuk merampok orang sepertiku. Kau benar-benar sudah salah menargetkan orang, Tuan!” Hardik Kris sambil menepuk-nepuk lengan kemejanya.

“Ck, Sialan! Kau menantangku, Huh?!” Teriak lelaki itu seraya beranjak dari posisinya.

“Oho, Kau masih bisa bangun rupanya? Baiklah, Ayo kita selesaikan ini dengan cepat!!”

Lelaki itu langsung berteriak keras sambil berlari cepat mendekati Kris, Ia hendak melayangkan sebuah tinjuan pada wajah Kris, Tapi dengan cepat Kris menunduk dan langsung menonjok perut lelaki itu hingga membuatnya tersungkur ke atas tanah.

“Ahk!!” Ringisnya.

Lagi-lagi Kris menyeringai puas, “Jangan harap kau bisa menyentuh wajahku, Arraseo?” Ujar Kris dengan nada yang terdengar angkuh.

“Sial!!” Lelaki itu mengelap bagian sudut bibirnya yang ternyata mengeluarkan dara. “Awas kau!”

Perkelahian kembali terjadi saat lelaki itu kembali beranjak dari posisinya dan hendak kembali melayangkan tinjuannya, Namun Kris yang pandai berkelahi itu tentu saja tak dapat kalah dengan mudah.

Ia selalu menangkis tinjuan lelaki itu, Kemudian di saat ia merasa ada kesempatan, Kris segera saja menonjok dada serta perut lelaki itu. Tak hanya di situ, Ia pun berulang kali mendaratkan pukulan kerasnya terhadap wajah lelaki itu dan terakhir dengan sekuat tenaga Kris langsung menendang lelaki itu.

“ARGH!!” Ia mengerang keras karena rasa sakit yang di terimanya dari pukulan Kris yang bertubi-tubi.

Kris berjalan mendekati lelaki itu kemudian berjongkok di hadapan lelaki yang sudah tidak berdaya lagi itu. “Kau benar-benar membuang waktuku, Tuan…” Desis Kris.

“Benarkah?” Lelaki asing itu justru menyeringai licik pada Kris. Hal ini tentu saja membuat Kris mengerutkan keningnya bingung. “Coba kau lihat ke belakangmu, Anak muda…” Suruhnya.

Kris lantas menoleh ke belakang dan ia tertegun begitu mendapati beberapa lelaki dengan perawakan besar dan bertato kini tengah berada tak jauh dari dirinya, Dan parahnya lagi mereka membawa pistol serta beberapa  benda tajam lainnya.

“Ha ha… Kau pikir aku akan merampok seorang diri. Tentu saja tidak, Dasar bodoh!” Hardik lelaki itu.

Kris menatap kesal ke arah lelaki tersebut, “Damn!!” Umpatnya sambil menghela nafas berat.

“Angkat tanganmu, Nak! Atau kami akan membunuhmu!!” Teriak salah satu dari mereka sambil mengacungkan pistolnya ke hadapan Kris. Ia berjalan angkuh ke hadapan Kris.

Kris masih terdiam, Menatap para perampok sejumlah 5 orang itu tengah mengepung dirinya lengkap dengan senjata yang di bawa mereka.

“Angkat tanganmu atau kami tembak!!” Teriak salah satu dari mereka lagi.

Tanpa berkata-kata, Kris langsung saja mengangkat kedua tangannya ke atas sambil tetap menatap tajam ke arah mereka semua. “Sial, Jika mereka membawa senjata tajam, Bagaimana bisa aku melawan mereka? Aku sudah jelas kalah telak oleh mereka semua!!” Gumam Kris dalam batinnya.

Bugh!

Lelaki yang sempat di hajar habis-habisan oleh Kris tadi, Langsung beranjak dari posisinya dan memukul leher Kris dengan balok yang di ambilnya.

“Ahk!” Kris terjatuh sambil memegangi lehernya yang terasa nyeri itu.

“Cepat masuk dalam mobilnya, Dia pintar berkelahi, Kita tidak punya banyak waktu lagi!!” Ujar lelaki itu kemudian bergegas masuk mobil Kris di ikuti perampok lainnya yang membawa mobil lain.

Kris tak tinggal diam, Ia segera berlari mendekati mobil itu dan hendak menyeret lelaki itu, Tapi sayangnya lelaki itu telah mengunci mobilnya dari dalam dan mobil itu pun langsung melesat dengan cepat meninggalkan Kris sendiri di tempat itu tanpa sepeser uang pun!!

“ARGH!! Sial!!” Kris menendang udara kosong untuk meluapkan kekesalannya. “Brengsek!!” Umpatnya emosi.

Kris menjatuhkan tubuhnya ke atas aspal, Ia mendesah panjang sambil menatap langit yang mulai gelap, Menandakan hari akan malam sebentar lagi.

“Argh!! Jika saja aku tidak berhenti di tempat seperti ini, Aku pasti tidak akan sial seperti ini. Sekarang aku harus bagaimana?? Arghhh!!!” Kris kembali menendang-nendang udara kosong di sekitarnya.

“Bahkan ponsel dan dompetku tidak bersamaku sekarang, Lalu bagaimana aku pulang?! Aku juga bahkan tak mengenal tempat ini. Argh, Sial!!”

-*Lost In Gyeongju*-

Setelah hampir dua jam berjalan melewati jalanan kosong itu, Akhirnya Kris tiba di sebuah komplek perumahan yang terbilang cukup ramai. Rasa lelah, lapar dan haus menjadi satu. Membuat lelaki ini tak mampu melangkah lebih jauh lagi.

“Hah… Sebenarnya kota apa ini? Aku benar-benar kelelahan…” Kris menjatuhkan dirinya di sebuah bangku panjang yang ada di depan mini market.

Ia melirik sekitarnya, Beberapa anak lewat sambil menikmati ice cream serta minuman dingin yang dapat di pastikan sangat menyegarkan. Kris sempat menelan ludahnya untuk menahan rasa hausnya yang semakin menjadi akibat melihat pemandangan itu.

“Haish… Kenapa aku jadi seperti gelandangan seperti ini?!” Kris menggelengkan kepalanya dengan tempo cepat. “Tidak… Semua ini pasti akan segera berakhir…” Batinnya.

Namun seakan tempat di sekitarnya tak mendukung pikiran Kris, Aroma ramen yang terasa nikmat itu menelisik masuk melalui indera penciuman Kris, Membuat lelaki itu langsung menoleh kepada dua orang lelaki yang hendak menyantap ramen tersebut.

Lagi-lagi dengan susah payah, Kris mencoba menahan dirinya agar tidak tergoda dan terlihat memalukan di hadapan mereka, Namun hasilnya tatapannya itu justru membuat mereka yang hendak menyantap ramen tersebut menjadi risih.

“Ya!! Apa yang kau lihat, Huh? Jika kau ingin ramen ini, Maka belilah dengan uangmu sendiri! Jangan menatap kami seperti itu, Benar-benar mengganggu!!” Sentak lelaki itu dengan keras.

Kris tersadar dari apa yang baru saja di lakukannya, Ia langsung saja beranjak dari duduknya. “Kau pikir aku tidak mampu untuk membeli ramen itu, Huh?” Balas Kris sengit.

“Kalau kau memang mampu, Jangan memandangi kami seperti itu! Kau lebih baik membeli ramen di dalam sana!” Lelaki itu menggedikkan kepalanya dan menunjuk mini market di hadapannya.

“Aku memang mampu! Bahkan membeli mini market ini pun aku mampu! Tapi sayangnya aku tidak tertarik dengan makanan murahan seperti itu!” Elak Kris kemudian bergegas pergi dari tempat tersebut.

Masih terdengar samar-samar suara lelaki itu, Sepertinya ia sedang mengejek Kris saat ini. Tapi sayangnya Kris tidak peduli dengan hal itu dan memilih untuk tetap pergi.

“Sial! Dia pikir aku mau memakan makanan kemasan murahan seperti itu?!” Gerutu Kris.

Namun di saat itu juga suara perutnya langsung berbunyi dan membuat langkah Kris langsung melambat sampai akhirnya ia menghentikan langkahnya.

“Aaaahh… Aku lapar…” Ia memegangi perutnya yang terus berbunyi.

Kris memandang langit yang gelap, Dan untuk kesekian kalinya ia menghela nafas panjang. “Kenapa aku harus tersesat dan tak memiliki ponsel ataupun uang sepeserpun??” Lirihnya.

Dengan sedikit memaksakan dirinya, Kris kembali melanjutkan langkahnya meskipun pelan. Tapi seakan membenci dirinya, Cuaca tidak mendukung dirinya dan justru mulai menurunkan rintikan hujan yang perlahan-lahan menjadi deras.

“Arghh… Sial, Sial, Sial!!” Kris berlari dengan cepat dan memilih berteduh di sebuah bangunan bertingkat yang nampak tertutup itu.

“Haish… Bahkan cuaca tidak mendukung diriku dan membuat hariku semakin sial. Ahhh… Kenapa semua ini harus terjadi padaku?” Keluh Kris sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah basah itu.

Lagi, Rasa lelah dan kantuk mulai menghigapi dirinya. Terlebih udaranya kini terasa semakin dingin, Membuat Kris seakan ingin memejamkan matanya untuk beberapa saat.

Tapi sadar jika ia tertidur ia akan mati karena cuaca dingin ini, Kris memaksakan dirinya untuk kembali membuka kedua matanya dan menggelengkan kepalanya cepat. “Tidak… Tidak… Kau tidak boleh mati hanya karena kedinginan di tempat asing ini, Kris… Tidak!!” Ujarnya pada dirinya sendiri.

Tapi hal itu tak bertahan lama, Karena akhirnya Kris merasa pertahanannya bobol. Kedua matanya tertutup dan sambil duduk di atas lantai sembari mendekap tubuhnya sendiri, Akhirnya Kris pun tertidur di tempat itu.

-*Lost In Gyeongju*-

Di sisi Lain…

“Baiklah, Untuk hari ini… Sepertinya kita harus mengakhirinya dengan lagu hits terbaru dari Boa dengan judul The Shadow… Dan sampai jumpa lagi, Chinguya…”

Seorang gadis berparas manis itu segera memutar lagu yang tadi di sebutkannya, Lalu ia pun melepaskan earphone yang sejak tadi terpasang, Kemudian menjauhkan michrophone dari jangkauannya.

“Aahhh… Hari ini cukup melelahkan juga, Tapi menyenangkan…” Gumam gadis itu seraya merentangkan kedua tangannya yang terasa pegal karena sudah selama dua jam kebelakang ia terus duduk di kursi itu untuk menjadi seorang penyiar radio.

“Baiklah, Hari ini cukup sampai di sini. Aku ingin cepat pulang dan memakan sesuatu yang hangat… Aku lapar…” Pikirnya.

Gadis bernama lengkap Diarra Tan ini lantas segera beranjak dari posisinya, Kemudian ia pun mulai mengenakan sweater merah kesayangannya dan setelah lagu yang di putarnya selesai. Ia langsung keluar dari ruangan kedap suara itu.

“Hey, Diarra… Kau akan pulang sekarang?” Tanya salah satu rekannya yang bekerja sebagai penyiar radio juga.

“Ehm, Aku ingin segera bermanja ria di rumahku… Apalagi sekarang cuacanya dingin sekali…” Sahut Diarra seraya mengenakan topinya.

“Ah, Baiklah. Berhati-hatilah…” Ujarnya seraya tersenyum tipis pada Diarra.

“Tentu!” Gadis campuran yang berasal dari China-Jerman itu membalas senyuman rekannya itu, Kemudian ia pun berlalu menuju pintu depan studio.

Cklek!

Angin yang berhembus cukup kencang itu membuat Diarra bergidik kedinginan dan reflex mendekap tubuhnya dengan kedua tangannya. “Aaaahhh… Dingin sekali…”

Baru saja Diarra keluar selangkah dari studio tersebut, Tiba-tiba saja kedua matanya membulat begitu mendapati seorang lelaki dengan wajahnya yang memucat itu tengah tergeletak di hadapan studionya.

“Omo!!” Diarra segera mendekati lelaki itu dan menarik kepalanya perlahan. “Hey, Sadarlah! Apa yang terjadi? Hey!!” Diarra menepuk-nepuk wajah lelaki tersebut yang tak lain adalah Kris. Namun hasilnya nihil! Kris tak bergeming sedikitpun.

“Hey! Irreona!!” Teriaknya sambil mengguncangkan tubuh Kris namun tetap tak ada reaksi.

“Aish… Bagaimana ini?” Diarra nampak panik saat ini. “Hey…” Ia lagi-lagi mencoba untuk membangunkan Kris, Tapi Kris sepertinya sudah kehilangan kesadaran dirinya. “Tolooong!!!” Diarra yang merasa tidak ada pilihan lain akhirnya berteriak sekuat tenaga hingga akhirnya orang-orang yang berada di dalam studio langsung keluar dan membantu Diarra untuk membawa Kris ke dalam mobilnya.

-*Lost In Gyeongju*-

Kris merasakan sekujur tubuhnya yang kaku mulai menghangat dan semakin hangat. Samar-samar ia dapat mendengar suara bising dari arah lain, Dan aroma makanan yang membuat kesadarannya langsung terkumpul penuh.

Sret!

Kris membuka kedua matanya dengan cepat, Lalu memutar kepalanya, Memperhatikan setiap sudut ruangan ini.

“Di mana aku sekarang?”

Dengan perlahan dan menahan rasa sakit pada tubuhnya, Akhirnya Kris beranjak dari ranjang tersebut dan berjalan menuju sebuah ruangan yang membuat aroma makanan yang terasa begitu lezat itu.

Kris mengerutkan keningnya saat mendapati seorang gadis tengah memunggunginya karena tengah asyik memasak. Dan bahkan gadis ini sepertinya tak sadar akan kehadirannya.

“Kau… siapa?” Suara Kris terdengar berat.

Mendengar suara asing, Gadis yang tak lain adalah Diarra itu langsung menoleh pada Kris. “Oh, Kau sudah sadar rupanya? Bagaimana kondisimu sekarang? Apakah sudah lebih baik?”

“Ah?” Kris terdiam sesaat, Mencoba mencerna ucapan Diarra. “Ah, Ne… Aku sudah lebih baik sekarang…” Kris mengangguk enggan. “Tapi… Bagaimana aku ada di tempat ini?” Tanyanya penasaran.

“Eoh… Soal itu… Ini rumahku, Aku membawamu ke sini saat tadi malam menemukanmu tak sadarkan diri di depan studioku. Kau terserang Hipotermia…” Jelas Diarra kemudian.

“Benarkah?” Kris menatap Diarra tak percaya dan gadis itu mengangguk singkat. “Aku pasti merepotkanmu…”

Diarra mengibaskan tangannya acuh, “Itu bukan suatu masalah…” Balasnya santai. “Oh yah… Apa kau lapar? Sepertinya sejak kemarin kau belum makan… Dokter mengatakannya padaku tadi malam…”

“Mungkin lebih tepatnya diberitahu suara perutku ini…” Gumam Kris dalam batinnya.

“Kemarilah… Aku sudah menyiapkan beberapa menu makanan untukmu…” Suruh Diarra sambil menunjuk meja makan yang ada di dekat mereka.

Kris tetap terdiam di tempatnya sambil menatapi makanan yang telah di siapkan Diarra. Dia sepertinya masih sedikit sungkan.

“Hey, Ayolah… Aku tidak akan meracunimu…” Canda Diarra yang telah duduk lebih dulu.

“Eoh?” Kris tersadar dari lamunannya. “Ehm, Yah… Baiklah…” Ujarnya seraya duduk tepat di hadapan Diarra dan hanya dalam hitungan detik Kris mulai melahap makanan tersebut.

Diarra tersenyum geli saat melihat Kris begitu lahap makan, Sepertinya lelaki ini benar-benar merasa kelaparan.

“Ngomong-ngomong… Kau tidak terlihat seperti orang sini. Siapa namamu? Dan kenapa kau bisa ada di sini?” Tanya Diarra penasaran.

“Kris… Namaku Kris!” Jawab Kris dengan mulut yang penuh. Dengan susah payah ia menelan makanan tersebut kemudian melanjutkan ucapannya, “Sebenarnya aku tersesat di kota ini… Dan tiba-tiba saja di tengah jalan aku di rampok. Semua benda berhargaku termasuk mobilku lenyap dalam seketika…”

“Ahhh… Begitukah? Aku turut berduka cita…”

Kris tak mempedulikan ucapan Diarra, Ia kembali melahap makanan tersebut. Diarra pun ikut melahap makanan tersebut, Namun sepertinya gadis ini lebih tertarik untuk bertanya soal Kris lagi daripada pada makanannya. Karena semenit setelah berlalu Diarra kembali melontarkan pertanyaan pada Kris.

“Tapi… Kau tidak terlihat seperti orang Korea. Dan kau juga tidak terlihat seperti orang asing pada umumnya. Ehm… Apakah kau memiliki nama lain selain Kris?”

Kris menghentikan makannya dan langsung menatap Diarra dengan tatapan tajamnya. “Tidak ada!” Jawabnya singkat.

“Benarkah?”

“Yah…”

“Oh ayolah… Mengaku saja padaku, Kau pasti memiliki nama lain selain Kris kan?”

“Memangnya kenapa kau harus tahu?” Kris malah justru bertanya balik pada Diarra.

“Errr…” Diarra terdiam sesaat, “Hanya sekedar ingin tahu… Dan mungkin saja aku kau ini orang jahat, Jadi aku bisa melaporkanmu pada polisi jika kau berbuat sesuatu. Dan kau harus ingat, Ada banyak nama Kris di dunia ini!”

“Kau pikir aku orang jahat?” Ujar Kris merasa tersinggung.

“Sudah kubilang kan mungkin…” Sahut Diarra tetap kalem.

“Dan aku memang bukan orang jahat, Nona! Memangnya tampangku terlihat seperti seorang teroris…”

“Sedikit…” Timpal Diarra benar-benar cuek.

Kris menggeram kesal karena tingkah gadis ini yang benar-benar tetap santai meski tahu jika dirinya bisa kapan saja marah kepadanya.

“Baiklah, Aku memang mempunyai nama lain selain Kris. Namaku Wu Yi Fan!” Pasrah Kris pada akhirnya.

“A-apa?”

“Wu Yi Fan… Kau puas?” Kris memiringkan kepalanya sambil menatap tajam pada Diarra.

“Wu Yi Fan?” Ulang Diarra. “Wuahahahahahahahaha… Namamu lucu sekali!!” Tawa Diarra langsung meledak dalam seketika.

“Haish…” Renggut Kris kesal. “Memangnya namamu siapa, Nona? Sejak tadi pun kau belum memberitahu namamu…”

“Aku?” Diarra menunjuk dirinya sendiri. “Namaku Diarra Tan…” Jawabnya kemudian dengan mantap.

“Diarra Tan? Ha ha ha ha ha… Tidak kusangka namamu memiliki unsur China yang sama denganku. Cih… Bisa saja tadi mengejekku!” Kini giliran Kris yang tertawa puas dan Diarra yang berdecak sebal.

“Begitu-begitu, Aku yang sudah menyelamatkan hidupmu, Tuan Kris! Jadi, Bersikaplah sopan sedikit saja padaku…” Ujar Diarra masih terlihat kesal.

“Ahh, Baiklah…” Kris langsung menghentikan tawanya dan berlagak seperti sedang mengunci bibirnya lalu membuang kuncinya begitu saja. Tapi nampak jelas sekali jika ia masih menahan tawanya.

Setelah mereka selesai menyantap makanan tersebut, Akhirnya Diarra pun merapihkan meja tersebut dan mulai mencuci piring dan gelas kotor itu.

“Jadi, Apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanya Diarra setelah selesai mencuci piring dan menghampiri Kris yang berada di ruang tengah sekarang.

“Ntahlah…” Kris mengangkat bahunya singkat. “Ponselku hilang, Aku tidak bisa mengingat semua nomor yang ada di sana, Dan lagi… Aku juga tidak punya uang untuk ke Seoul…”

“Lalu?”

Kris terdiam sesaat, Namun setelah itu ia langsung melirik Diarra yang duduk di hadapannya. “Biarkan aku tinggal di tempat ini, Hm?” Ujar Kris kemudian.

“Eh?!”

“Ayolah… Kau tidak mungkin membiarkanku menggelandang di luar sana kan?” Bujuk Kris.

“Jangan bercanda!! Kau bahkan tidak memiliki hubungan apapun denganku, Dan aku bahkan baru mengenalmu sejak beberapa jam yang lalu. Dan sekarang kau meminta untuk tinggal di tempatku?!” Pekik Diarra dengan kedua mata yang membulat.

“Diarra-ssi… Aku mohon… Aku benar-benar tidak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi. Orang yang ku kenal di Gyeongju hanya kau saja…” Ujar Kris dengan wajahnya yang terlihat memelas itu.

Diarra mencoba untuk memikirkan hal itu, Di lihatnya Kris yang masih tetap saja memasang tampang menyedihkan itu, Dan sejujurnya hatinya sedikit terenyuh akan hal itu. “Hah…” Ia menghela nafas panjang, “Baiklah… Tapi dengan satu syarat!!”

“Huh? Syarat? Apa?”

“Kau harus membersihkan rumahku setiap saat, Dan jangan membuat tetangga tahu jika kau tinggal di tempat ini. Arraseo?”

“M-mwo?” Kris tertegun mendengar ucapan Diarra. “Untuk soal tetangga yang tidak tahu akan keberadaanku itu tidak jadi masalah, Tapi jika soal membersihkan rumahmu…”

“Mau atau tidak?”

“Tapi…”

“Jika kau tidak mau maka kau harus keluar dari rumahku sekarang juga!”

“MWO?!” Pekik Kris keras. “Haish… Arraseo… Arraseo… Aku akan mengikuti keinganmu. Kau puas sekarang?!” Pasrah Kris pada akhirnya.

Diarra tersenyum lebar. “Tentu!!” Jawabnya kemudian.

-*Lost In Gyeongju*-

Kris terus menggerutu kesal sambil mengepel seluruh ruangan rumah ini. Ia benar-benar tidak menyangka jika rumah Diarra ini terbilang cukup besar juga.

“Hah! Apa-apaan ini, Tersesat di kota sebesar ini dan bahkan aku menjadi seorang pembantu di rumah seorang gadis! Ck, Memalukan!” Gerutunya.

Diarra yang baru saja keluar dari dalam kamarnya, Jelas saja mendengar gerutuan Kris. Ia pun lantas mendekati Kris dan menepuk pundak Kris.

“Omo!” Kaget Kris saat melihat Diarra yang justru tersenyum tipis padanya.

“Tak ada gunanya mengeluh seperti itu… Kerjakan saja pekerjaanmu dengan senyuman, Maka kau tidak akan merasa lelah lagi…” Ujar Diarra santai dan kemudian bergegas pergi ke arah dapur.

“Aish, Kau mudah mengatakan hal itu!” Sindir Kris.

Diarra langsung menoleh pada Kris, “Kau pikir ada pekerjaan yang tidak melelahkan. Jangan terus mengeluh, Sudah kerjakan saja!” Ujarnya sambil menggedikan kepalanya.

“Aish… Jinja!” Kris menghentakkan tongkat kain pel itu dengan kasar.

Diarra keluar dari arah dapur dan segera saja mengenakan jaketnya kemudian mengenakan sepatunya. “Aku pergi dulu yah…” Pamit Diarra.

“Eh, Tunggu dulu!!” Tahan Kris yang berlari kecil menghampiri Diarra.

“Ada apa?”

“Kau mau kemana? Hari sudah semakin gelap… Kenapa kau baru pergi sekarang?” Tanya Kris penasaran. Ntah apa yang ada di pikirannya saat ini, Tapi ia begitu ingin menanyakan hal.

“Ah… Itu, Aku bekerja sebagai seorang penyiar radio. Dan sebentar lagi adalah jam tayangku. Jadi, Aku harus pergi sekarang…” Jelas Diarra kemudian.

“Penyiar radio? Kau?” Tanya Kris tak percaya.

“Ehm…” Diarra mengangguk singkat.

“Woah… Ternyata pekerjaanmu adalah seorang penyiar radio…” Takjub Kris dan kembali di balas anggukan Diarra.

“Karena itu kau harus mendengarkan siaranku, Oke?” Diarra mengedipkan sebelah matanya. “Ah iyah… Malam ini aku akan membantumu agar dapat pulang kembali ke Seoul. Jadi kau tak perlu khawatir lagi…”

“Benarkah?”

“Yah, Aku akan menyiarkan jika seorang Wu Yi Fan ada di Gyeongju. Jadi untuk orang yang sedang mencarimu pasti akan langsung datang kemari kan?” Ujar Diarra kemudian.

“Ya!!”

“Arraseo… Kris kan? Bukan Wu Yi Fan…” Tawa Diarra menyela amukan Kris. “Baiklah, Aku akan pergi sekarang. Sampai berjumpa nanti, Kris…” Pamit Diarra dan dengan secara reflex gadis itu mengacak-acak rambut Kris lembut, Maklum saja, Tinggi mereka tak terlalu berbeda jauh. “Bye..” Ujarnya lagi seraya keluar dari rumah tersebut.

Deg!!

Kris merasakan jantungnya kini berdebar sangat kencang, Tubuhnya pun memanas dan terasa begitu kaku. Ingatan akan Diarra yang mengacak-acak rambutnya secara lembut pun kembali berputar dalam otaknya.

“Perasaan apa ini? Aku bahkan… Belum pernah merasakan jantungku berdebar dengan sangat kencang seperti ini…” Batin Kris seraya meremas dadanya.

-*Lost In Gyeongju*-

Kris merebahkan tubuhnya di atas sofa setelah menyelesaikan pekerjaan rumah. “Akhirnya… Aku bisa menyelesaikannya juga… Hah…”

Kedua mata lelaki ini hendak tertutup saat tiba-tiba saja ia kembali teringat akan ucapan Diarra kepadanya sore tadi. Ia langsung membuka kedua matanya dan segera beranjak dari posisi tidurnya.

“Radio!” Ujarnya bersemangat.

Dengan segera Kris pun langsung menyalakan radio dan memindahkan saluran radionya persis dengan saluran radio yang Diarra bawakan. Ia ingat saat tadi sedang beres-beres saluran radio itu terpasang jelas di depan kulkas, Mungkin Diarra yang meletakkannya.

“Annyeong haseyo yeorobun… Kembali lagi bersama Diarra di sini…”

Kris tersenyum kecil saat mendengar suara Diarra dari ujung sana, “Suaranya… Benar-benar lembut sekali… Sama seperti orangnya yang terlihat manis…” Gumam Kris.

Sadar dengan apa yang di katakannya, Kris langsung menegakkan tubuhnya dan menggeleng cepat. “Tidak… Tidak… Apa yang baru saja kau pikirkan, Kris?”

Namun saat suara Diarra kembali terdengar, Kris seakan hanyut dalam suara Diarra yang terdengar seakan begitu lembut dan menenangkan baginya.

“Tapi suaranya benar-benar lembut…” Ujarnya lagi.

-*Lost In Gyeongju*-

Cklek!

“Aku pulang…” Ujar Diarra yang baru saja tiba di rumah, Ia melepaskan sepatunya dan segera menyalakan lampu ruang tengah.

Diarra hendak mengambil segelas air putih namun terhenti saat melihat Kris ternyata tengah tertidur pulas di atas sofa dengan radio yang masih menyala.

“Haish… Kenapa dia membiarkan radionya tetap menyala?! Menghambur-hamburkan listrik saja! Biaya listrik sekarang kan mahal sekali…” Celoteh Diarra sambil mendekati radio tersebut kemudian segera mematikannya.

Diarra melirik Kris yang masih tetap tertidur pulas. Seakan terhipnotis dengan wajah tampan Kris, Diarra perlahan berjongkok di hadapan Kris dan menatap wajah Kris lekat.

“Aku baru sadar jika dia memiliki wajah setampan ini… Dan lagi, Dia benar-benar memiliki tumbuh maupun paras yang sempurna…” Batin Diarra.

Ntah apa yang ada dalam pikiran Diarra, Namun tangan gadis itu perlahan mulai mendekati wajah Kris, Seakan hendak menyentuh helaian anak rambut tipis yang menghalangi wajah Kris yang tampan itu.

Hanya tinggal sedikit lagi saja, Diarra dapat menyentuhnya, Tapi hal itu langsung terhenti dalam seketika saat kedua mata Kris membuat secara tiba-tiba. Di saat itu juga Diarra segera menarik tangannya cepat.

“Oh! Kau sudah datang?” Kris mengusap wajahnya cepat, Dan segera beranjak dari posisi tidurnya.

“Y-yah…” Jawab Diarra gugup sembari berdiri.

“Kapan kau pulang? Aku tidak mendengarmu mengetuk pintu…” Tanya Kris penasaran.

“Ah… Itu… Baru saja, Tidak lama setelah kau bangun…” Jawab Diarra gelagapan, Dia benar-benar jadi salah tingkah sekarang. Belum lagi, Ia takut Kris menyadari apa yang akan di lakukan olehnya tadi.

“Ah, Begitu…” Kris mengangguk singkat, Seakan tak ada yang ia sadari.

“Ka-kalau begitu… Aku ke kamar dulu…” Ujar Diarra kemudian bergegas ke kamarnya.

“Baiklah…” Kris kembali mengangguk dan menatap Diarra yang telah masuk ke dalam kamar. “Ada apa dengannya? Dia terlihat gugup sekali…” Bingung Kris benar-benar tak menyadari dengan apa yang di lakukan Diarra tadi.

Di sisi Lain…

Diarra menyandarkan tubuhnya di depan pintu sambil mencoba mengatur jantungnya yang terus berdetak cepat sejak tadi.

“Bodoh! Bodoh! Bodoh!! Apa yang baru saja akan aku lakukan?! Argh… Memalukan!!” Diarra menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menghentak-hentakkan kakinya cepat.

Ia lantas menatap kesal tangan kanannya. “Kau!!” Ia menunjuk tangan kanan itu. “Bodoh! Kenapa kau bergerak tanpa seizinku, Huh?! Dasar bodoh!!” Gerutu Diarra terlihat seperti orang gila karena berbicara dengan tangannya sendiri.

-*Lost In Gyeongju*-

Cahaya mentari pagi menerpa wajah Diarra yang masih tertidur pulas di ranjangnya. Maklum saja, Ia baru bisa tidur setelah jam 3. Insomnia menyerang dirinya, Atau lebih tepatnya dia terlalu memikirkan kejadian tadi malam itu.

“Pagi…” Sapa Kris yang sudah berada di dapur saat Diarra keluar dari kamarnya dengan kaca mata besar yang melekat di wajahnya, Menutupi lingkaran hitam yang ada pada matanya.

“Pagi…” Balas Diarra sembari menyambar sebotol orange juice dari dalam lemari es.

“Aku membuatkan roti panggang untukmu. Kau mau mencicipinya?” Kris tiba-tiba saja berdiri di hadapan Diarra yang langsung saja mengejutkan gadis itu.

Deg!!

Diarra akui jika ia terpesona akan ketampanan Kris pagi ini, Terlebih ia lagi-lagi mengingat kejadian tadi malam.

“A-ah… B-ba-baiklah…” Gugup Diarra sambil duduk di hadapan meja makan, Mencoba untuk tidak bertatap muka secara langsung dengan Kris.

“Hari ini kau bekerja juga?” Tanya Kris memecah keheningan yang telah terjadi sejak lima menit yang lalu.

“Yah…” Sahut Diarra singkat.

“Oh…” Kris mengangguk singkat. “Ah yah… Mulai malam ini aku akan menjemputmu…”

“MWO?! Uhuk… Uhuk…” Diarra langsung tersedak begitu mendengar ucapan Kris tadi.

“Ada apa denganmu? Cepatlah minum…” Kris menyodorkan segelas air putih pada Diarra. Dan dengan segera Diarra langsung meneguk air putih itu hingga tak tersisa sedikitpun, Ia bahkan masih terus batuk meski telah minum segelas air putih.

“Untuk apa kau menjemputku malam ini?!” Pekik Diarra dengan suaranya yang terdengar cukup nyaring itu.

“Sekedar berjaga-jaga…”

“Maksudmu?”

“Yah… Akhir-akhir ini kan banyak kejadian perampokan, Dan kau seorang wanita. Jika tiba-tiba di tengah jalan kau di rampok. Dan tidak ada orang di sekitarmu, Kau pasti akan celaka..”

“Tidak perlu… Aku bisa sedikit bela diri…”

“Sedikit tidak menjamin kau akan selamat, Diarra-ssi…” Tekan Kris. “Dan lagipula, Semua ini aku lakukan sebagai balas jasaku karena kau sudah menolongku dan bahkan membiarkanku tinggal di rumahmu ini… Ayolah…” Bujuk Kris.

“Tidak…” Diarra menggeleng cepat, “Lagipula, Kau lupa jika kau di sini karena kau juga di rampok. Menjaga diri sendiri saja tidak bisa, Bagaimana menjaga diriku?” Tuntut Diarra.

Kris mendecak kesal sambil memiringkan kepalanya, “Itu karena mereka membawa senjata tajam serta pistol… Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Terlebih itu jalanan sepi…” Jelas Kris.

“Lalu jika ada yang ingin merampokku sama-sama membawa benda tajam dan pistol? Kau berarti tak bisa menjagaku, Kris…” Sahut Diarra bersikeras.

“Oh ayolah, Diarra Tan! Jangan keras kepala, Lagipula kau tidak bisa meremehkan kekuatan lelaki… Arraseo?”

“Pokoknya aku tidak akan mengizinkanmu menjemputku!” Tegas Diarra seraya beranjak dari duduknya dan hendak pergi ke dalam kamarnya kembali.

Merasa kesal akan hal itu, Kris lantas ikut beranjak dari duduknya dan tiba-tiba saja menarik tangan Diarra lalu merengkuh tubuh gadis itu ke dalam pelukannya yang cukup erat itu.

“Kyaaaaa!! Ya! Apa yang kau lakukan?!” Jerit Diarra, Terkejut dengan perlakuan Kris ini.

“Sebagai contoh, Jika ada seorang lelaki hidung belang seperti ini, Maka apa yang akan kau lakukan, Diarra?” Kris menatap lekat Diarra sambil menyeringai kecil.

“Mwo?” Diarra membulatkan kedua matanya.

“Lakukan sesuatu… Kau pasti bisa lepas dariku, Jika memang kau jauh lebih hebat dariku…”

“M-mwoya?” Tak di pungkiri, Diarra merasa sedikit takut saat melihat Kris begitu terlihat berbeda dari biasanya. “YA! Lepaskan aku!” Diarra mencoba memberontak, Namun Kris tak bergeming sedikitpun.

“Ya!! Wu Yi Fan… Kya!!”

Diarra kembali menjerit, Saat tiba-tiba saja Kris mendorong tubuhnya ke atas lantai dan ia pun menghimpit tubuhnya sambil memegang kedua tangan Diarra erat.

“Kau tidak melakukan apapun, Diarra… Kau hanya membuat posisimu semakin tersudutkan saja. Kau tahu? Ada banyak hal yang bisa aku lakukan padamu sekarang…”

“Apa maksudmu?!” Diarra semakin gelagapan menanggapi tingkah laku Kris ini.

“Seperti… Menciummu!” Kris mendekati bibir Diarra, Dan tentu saja Diarra langsung menoleh ke arah lain dengan wajahnya yang telah memerah.

“Kau terlalu berlebihan!!” Pekik Diarra terlihat sangat gugup.

Menyadari akan rona merah yang ada pada wajah Diarra, Kris lantas tersenyum kecil. Ia pun semakin mendekati wajah Diarra dan berbisik tepat di telinga gadis itu.

“Karena itu… Biarkan aku menjemputmu malam ini, Arraseo?” Bisiknya dan seketika itu juga Kris melepaskan jeratannya lalu beranjak dari atas tubuh Diarra. “Jam 10 malam nanti, Aku akan di depan studiomu. Kau harus menungguku!” Ujar Kris lagi, Kemudian ia pun pergi ke arah kamar mandi.

Sedangkan Diarra yang masih terbaring di atas lantai hanya dapat terdiam, Mencoba berfikir jernih tentang apa yang baru saja terjadi tadi. Serta mencerna setiap perkataan Kris tadi.

“Arrrrghhh!!” Diarra menutupi wajahnya. “Kenapa kau tidak melawan sedikitpun, Diarra?!” Umpatnya pada diri sendiri, Ia mengguling-gulingkan tubuhnya sendiri di atas lantai.

Dan Kris yang sebenarnya mengintip dari dalam kamar mandi hanya dapat menahan tawanya ketika melihat sikap Diarra yang menurutnya menggemaskan.

-*Lost In Gyeongju*-

Diarra baru saja selesai siaran, Ia benar-benar merasa sangat lelah hari ini. Pikirannya terus saja memikirkan ucapan Kris pagi tadi. “Apa dia benar-benar akan menjemputku?” Batin Diarra.

Ia mengenakan jaket berbahan rajutannya dan langsung mengecek jam di ponselnya. “Jam 10. Dia datang kah?” Ia kembali bergumam dalam hatinya.

Mencoba untuk melupakan hal itu, Diarra lantas segera beranjak dari tempatnya dan setelah berpamitan pada rekan kerjanya yang lain, Diarra pun bergegas menuju pintu depan studio.

Deg!!

Diarra begitu terkejut saat mendapati Kris tengah berdiri di sisi mobilnya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya dan tersenyum tipis padanya.

“Kau?!” Diarra menunjuk Kris dengan kedua mata yang membulat.

Senyum pada wajah Kris pun semakin terkembang, “Aku benar-benar menepati janjiku kan? Aku datang jam 10. Seperti yang kukatakan tadi pagi…” Ujar Kris seraya berjalan mendekati Diarra.

Sedangkan Diarra yang masih tak mempercayai hal ini hanya dapat melongo menatap Kris. “Tidak… Aku pasti berhalusinasi!” Diarra menggelengkan kepalanya cepat.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Kris bingung.

“Eoh?” Diarra kembali melihat Kris, Dan benar saja ini bukan halusinasinya semata! Kris benar-benar berdiri di hadapannya saat ini.

Dan ntah apa yang terjadi pada dirinya, Tapi Kris merasakan jantungnya kembali berdegup dengan sangat kencang. Ia benar-benar merasa senang, Karena Kris telah menepati apa yang di ucapkannya tadi pagi.

Tapi haruskah dia senang? Dia bahkan sempat menolak mentah-mentah keinginan Kris pagi tadi untuk tidak menjemputnya. Lalu sekarang? Kenapa dia harus senang?

“Kajja, Kita pulang…” Ajak Kris kemudian seraya menarik tangan Diarra dengan lembut. Ia sepertinya tak sadar akan sikap Diarra yang berubah.

“Aku… Tidak mungkin tertarik… Pada seseorang yang baru saja dua hari ini kukenal kan?” Batin Diarra. “Sudah pasti, Aku tidak mungkin tertarik padanya!!” Gumam Diarra dengan mantap dalam hatinya.

-*Lost In Gyeongju*-

Dua minggu telah berlalu, Kris tetap tinggal di rumah Diarra. Keduanya jadi semakin dekat dan tidak sungkan satu sama lain lagi. Yah, Walaupun pertengkaran kecil selalu terjadi di antara keduanya, Namun di saat itu juga mereka berbaikan. Seperti saat ini misalnya.

Diarra tengah menyantap ice cream sambil menikmati alunan lagu yang terputar di radio. Kris yang melihat hal itu, Langsung saja menyambar cup ice cream Diarra dan melahapnya.

“YA!” Sentak Diarra kesal.

“Wae?” Tantang Kris sambil menatap Diarra. Dia tahu betul jika Diarra takkan sanggung jika harus bertatap muka dalam jangka waktu lama dengannya.

“Haish, Kembalikan ice creamku!!” Sinis Diarra sambil menatap arah lain.

“Tidak mau!”

“Kenapa? Itu ice creamku!!!”

“Kau bahkan tidak menatapku saat memintanya, Lalu untuk apa aku memberikan ice cream ini pada orang tidak sopan sepertimu?” Sindir Kris yang seakan ingin menggoda Diarra.

“Haish, Ya! Wu Yi Fan!!” Jerit Diarra sambil menoleh padanya dan menatap tajam pada Kris.

Bukannya takut, Kris justru tersenyum sumringah. “Nah, Ini kan lebih baik…” Ujarnya dengan kalem dan kembali melahap ice cream itu.

Blush!

Kedua pipi Diarra memerah dalam seketika, Ia benar-benar tak dapat menahan dirinya sendiri jika sudah melihat senyum Kris akhir-akhir ini. Ia pasti saja selalu merasa debaran jantung yang kencang serta kedua pipi yang memerah, Seperti orang yang sedang jatuh cinta.

Ting Tong… Ting Tong…

Suara bel berbunyi, Menyadarkan Diarra dari lamunanya. Ia pun langsung menatap Kris kesal. “Kau menyebalkan!”

Bugh!

“Ahk…” Kris langsung meringis kesakitan saat Diarra menendang kakinya dan berlalu pergi menuju pintu depan rumah. “Aish… Diarra… Neo…”

Yah, Beginilah yang selalu terjadi di antara mereka berdua. Namun, Ada satu hal yang tak mereka sadari sebelumnya. Sebuah benih-benih cinta yang tak di sadari itu perlahan mulai tumbuh di antara kedua orang yang telah tinggal seatap rumah ini.

Cklek!

Diarra membuka pintu rumahnya dan mendapati seorang lelaki berwajah imut dan berbadan sedikit kurus itu tengah tersenyum padanya. Diarra yang merasa tak mengenal lelaki ini, Hanya dapat mengerutkan keningnya bingung.

“Kau… siapa?” Tanya Diarra.

“Oh, Kenalkan… Namaku Xi Luhan… Aku adalah saudara Wu Yi Fan. Lelaki yang tinggal di sini bersamamu…” Lelaki bernama Luhan itu membungkuk singkat pada Diarra.

“Siapa?” Tanya Kris yang muncul dan berdiri di samping Diarra.

“Kris!” Luhan tersenyum sumringah saat mendapati Kris tengah berdiri di hadapannya.

“Luhan!!” Kaget Kris saat mendapati Luhan, Saudaranya tengah berada di tempat ini. Ia tak menyangka jika Luhan akan datang.

“Aku datang menjemputmu, Kris. Senang bisa bertemu denganmu lagi setelah dua minggu kau menghilang dari Seoul…” Celoteh Luhan seraya menerobos masuk dan memeluk Kris erat.

“Ah yah… Aku juga…” Kris membalas pelukan Luhan dengan enggan.

Luhan lantas menarik tubuh Kris, “Kau tahu? Jihyun pasti akan senang jika tahu akan telah menemukanmu di sini! Eomma… Appa juga!” Ujar Luhan antusias.

Deg!!

“Benar.. Aku melupakan soal Jihyun…” Batin Kris saat mendengar ucapan Luhan tadi. “Ah, Ne. Aku juga merindukan kalian…” Dengan kecut Kris membalas senyuman Luhan.

Kris melirik Diarra yang sejak tadi terdiam tanpa mengatakan apapun. Dan di saat kedua bola mata hitam mereka saling bertemu, Keduanya hanya dapat mematung.

Namun seakan tak ingin Kris tahu jika saat Diarra tengah merasa sedih karena sadar jika Kris pasti akan pergi dari tempatnya sebentar lagi, Ia pun memaksakan seulas senyum di bibirnya.

“Selamat..” Desis gadis itu nyaris tak terdengar, Dan ia pun segera masuk ke dalam rumahnya.

-*Lost In Gyeongju*-

1 Bulan Kemudian…

Kris terduduk di sebuah bangku panjang yang terletak di taman rumahnya. Ia menghela nafas panjang sambil menatap langit-langit.

“Hah… Satu bulan telah berlalu sejak hari itu. Tapi kenapa aku terus saja memikirkan Diarra? Padahal… Aku jelas tidak berhubungan lagi dengannya…” Gumam Kris.

Ingatan akan kejadian-kejadian yang terjadi di antaranya dan Diarra langsung terbesit dalam benaknya. Ia benar-benar merindukan sosok Diarra.

Diarra yang selalu tersenyum padanya, Diarra yang selalu memarahinya, Diarra yang selalu memaki-makinya jika dia tengah berbuat iseng padanya.

“Diarra Tan… Kurasa… Kau telah mencuri hatiku saat itu. Kau membuatku gila karena terus memikirkanmu, Diarra…” Kris menutup kedua matanya perlahan, Membayangkan wajah Diarra yang sangat di rindukannya.

“Oppa…” Suara seorang gadis menyadarkan Kris dari lamunannya.

Kris tersentak dan segera membuka kedua matanya lalu menoleh ke asal sumber suara. Dan di sana seorang gadis cantik dengan kulitnya yang terlihat seputih susu itu kini telah berdiri tepat di sampingnya. Dia Kim Jihyun, Calon tunangannya.

“Jihyun-ah!” Kaget Kris.

“Apa yang Oppa lakukan?” Tanya Jihyun kemudian.

“Eoh? A-aku.. Hanya sedang… Menikmati udara segar saja…” Bohong Kris telihat sedikit salah tingkah. “Pagi ini cuacanya benar-benar cerah…” Lanjutnya sambil tersenyum enggan.

Jihyun lantas menoleh ke arah langit dan tersenyum kecil, “Oppa… Ada satu hal yang ingin aku katakan padamu…”

“A-apa?” Kris masih terlihat gugup. “Dia tidak mungkin… Mengajakku mempercepat acara pertunangan kan? Aku tidak mungkin bertunangan dengannya… Sementara aku… Memiliki perasaan pada gadis lain…” Batin Kris.

Jihyun terdiam sesaat, Hal ini tentu saja semakin membuat Kris takut dan perasaan bersalah mulai menyelimuti dirinya.

“Oppa…” Suara Jihyun kembali terdengar dan membuat debaran jantung Kris terhenti dalam seketika. “Sebenarnya… Sejak perjodohan yang di buat orang tua kita saat itu. Aku… Hanya berpura-pura menyetujuinya Oppa…”

“Eh?” Kris mencoba mencerna setiap kata yang baru saja di lontarkan Jihyun padanya tadi.

“Oppa..” Jihyun menoleh pada Kris dan menggenggam erat kedua tangan Kris. “Mianhe, Aku sebenarnya… Sudah berpacaran dengan Luhan sejak dulu…” Ujar Jihyun melanjutkan.

Hening, Kris tetap terdiam. Begitupun dengan Jihyun yang hanya menatap lelaki itu dengan wajahnya yang terlihat begitu bersalah karena telah membohongi Kris.

“Jihyun-ah…” Suara Kris akhirnya terdengar.

“Ne?”

“Apakah… Luhan di sini bersamamu?” Tanya Kris kemudian.

“Ne?” Jihyun terdiam sesaat. Dan sedetik setelah itu pun ia mengangguk singkat. “Yah… Dia ada di sini juga, Oppa…”

“Aku di sini, Kris!” Jawab Luhan yang muncul dari balik semak-semak yang berbentuk seorang malaikat kecil itu.

Kris lantas beranjak dari posisinya dan berjalan mendekatinya, Jihyun yang melihat hal itu tentu saja panik dan segera berlari lalu berdiri tepat di hadapan Luhan.

“Oppa, Jika kau ingin memarahi Luhan. Maka kau lebih baik memarahiku saja, Aku yang salah!” Jerit Jihyun panik.

Bukannya terlihat kesal atau apa, Kris justru malah langsung tertawa keras membuat Luhan dan Jihyun tentu saja bingung.

“Kris, Kau tidak apa-apa?” Tanya Luhan.

Kris menggeleng sambil mencoba menahan tawanya, “Hey… Kenapa kalian baru mengatakan hal ini padaku sekarang, Hm? Aku hampir saja mati karena merasa bersalah. Aku pikir.. Jihyun benar-benar setuju dengan pertunangan ini!” Ujar Kris kemudian.

“Eh? Jadi… Kau tidak mencintai Jihyun selama ini?” Luhan menatap bingung pada Kris.

“Tentu saja tidak! Aku tidak mungkin mencintai seseorang yang bahkan sudah kusayangi sebagai adikku sendiri…” Sahut Kris santai.

“Lalu… Apa ada seseorang yang Oppa sukai?” Tanya Jihyun kemudian.

Kris terdiam sesaat, Dan setelah itu ia mengangguk sambil tersenyum tipis. “Yah, Dan mungkin sekarang aku harus pergi menemuinya!” Ujar Kris yang kemudian langsung berlari begitu saja, Meninggalkan Luhan dan Jihyun yang hanya dapat melongo bingung.

“Hey, Xi Luhan! Jika kau berani menyakiti Jihyun, Maka aku akan menghajarmu dan langsung merebut Jihyun darimu. Kau mengerti?!” Teriak Kris sebelum masuk dalam mobilnya.

“Tidak masalah! Karena aku tidak akan pernah menyakitinya, Wu Yi Fan!” Balas Luhan sambil tersenyum lebar dan mengacungkan kedua jempolnya. “Semoga  kau sukses, Wu Yi Fan!”

“Aish, Jangan panggil aku dengan nama itu!!” Teriak Kris yang telah masuk ke dalam mobil.

Kemudian, Mobil yang di naiki Kris pun melaju dengan kencang, Meninggalkan kawasan rumahnya dengan secepat mungkin. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan seorang gadis yang mampu membuatnya selalu tidak tidur selama berhari-hari dan terus memikirkannya.

-*Lost In Gyeongju*-

Perjalanan yang cukup jauh itu dapat Kris tempuh hanya dalam beberapa jam saja, Wajar saja ia sekarang bahkan mengendarai mobilnya sudah seperti orang gila yang sedang mabuk saja. Untungnya, Polisi tidak menyadari hal itu dan tak membuat perjalanan Kris terhambat.

Sesampainya di Gyeongju setelah berjam-jam menempuh perjalanan yang cukup jauh ini. Kris segera turun dari dalam mobilnya dan berlari memasuki halaman rumah Diarra.

“Diarra!! Keluarlah, Ini aku!! Diarra!!”

Kris menggedor-gedor dan memencet tombol rumah Diarra berulang kali, Namun Diarra tak kunjung membukakan pintu rumah. Rumah ini bahkan terasa kosong, Sepertinya Diarra tidak berada di rumah hari ini.

“Haish…” Umpat Kris kesal, Ia benar-benar merasa putus asa. Pikiran negatif pun mengisi pikirannya saat ini. “Dia tidak mungkin telah mendapatkan seorang kekasih kan? Atau… Dia tidak mungkin pindah kan?”

Kris menjatuhkan dirinya di atas tanah sambil meremas rambutnya kesal. “Argh!! Kau bodoh, Kris!! Kenapa kau harus terlambat!!”

“Eoh, Apa yang kau lakukan di rumah ini, Anak muda?” Tanya seorang pria tua yang lewat di depan rumah Diarra.

Melihat pria tua itu, Kris lantas beranjak dari posisinya dan menghampiri lelaki itu. “Ahjusshi, Apa kau tahu gadis yang tinggal di sini?”

“Ahh… Diarra Tan maksudmu?”

“Ne…” Kris mengangguk cepat.

“Dia sekarang berada di Gereja yang tak jauh dari tempat ini. Ada pernikahan mewah di sana..” Jelas pria itu kemudian.

“Gereja?! Pernikahan?!” Kris membulatkan kedua matanya. “Tidak…” Ia menggeleng cepat. “Ini tidak boleh terjadi!! Aku harus mencegahnya!!” Ujarnya yang kemudian segera masuk ke dalam mobilnya setelah sebelumnya berpamitan pada pria tua tersebut.

Kris menancap gasnya dan kembali melajukan mobilnya dengan cepat, Wajahnya nampak terlihat begitu panik. Seakan takut jika ia akan melakukan kesalahan besar jika ia datang terlambat meski hanya satu detik saja.

“Kau tidak boleh menikahi siapapun, Diarra!! Kau tidak boleh menikah dengan siapapun, Sebelum kau mengetahui isi hatiku yang sebenarnya! Tidak boleh!!”

-*Lost In Gyeongju*-

Diarra menatap altar pernikahan yang kini ada di hadapannya, Ia kini mengenakan gaun putih dengan rambutnya yang panjang bergelombang di biarkannya begitu saja, Menutupi sebagian pundaknya yang putih itu agar tidak terlalu terexpose.

“Hah… Kapan aku bisa berdiri di altar penikahan itu? Bahkan… Hyemi mendahuluiku…” Pikir Diarra saat melihat seorang gadis yang tengah berjalan menuju altar pernikahan itu dengan di temani ayahnya.

Yah, Saat ini Diarra tengah menghadiri pernikahan sahabatnya yang bernama Moon Hyemi bersama calon suaminya yang sudah sangat Diarra kenal, Park Chanyeol.

Sebesit bayangan akan wajah Kris pun terlintas dalam benaknya ketika Diarra membayangkan jika dia tengah berjalan di altar pernikahan itu dengan seorang lelaki yang berdiri tak jauh dari dirinya, Dan lelaki itu adalah Kris.

“Tidak… Apa yang baru saja kupikirkan?” Diarra tersenyum kecut. “Aku tidak mungkin dapat bertemu dengannya lagi. Dia jelas-jelas telah pergi jauh…”

Brak!!

Pintu gereja yang menjulang tinggi itu terbuka keras saat pendeta hendak mengucapkan doa suci untuk kedua calon pengantin ini.

“TIDAK!! HENTIKAN PERNIKAHAN INI!!” Teriak seseorang dengan suaranya yang terdengar begitu lantang. “PENGANTIN WANITA ADALAH GADISKU! GADIS ITU TIDAK AKAN BISA MENIKAH DENGAN SIAPAPUN!!”

“Suara ini…” Merasa tak asing lagi dengan suara itu, Diarra lantas menoleh ke belakang dan benar saja. Ia langsung membuka mulutnya lebar dengan kedua mata yang membulat saat melihat ternyata orang yang berteriak itu adalah… “Kris?!”

“Apa maksudmu dengan pengantin wanita ini adalah milikmu, Dia adalah calon isteriku!” Sinis sang mempelai lelaki seraya menoleh pada Kris dan menatap tajam pada Kris.

Kris hendak berteriak membalas ucapan sinis mempelai lelaki bernama Park Chanyeol itu. Tapi terhenti saat ia melihat sang mempelai wanita menoleh padanya juga.

“Siapa kau? Aku tidak mengenalmu…” Tanya gadis bernama Moon Hyemi itu bingung.

Seketika itu juga tubuh Kris langsung menegang. Ia telah salah! Gadis yang di sangkanya adalah Diarra ternyata bukanlah Diarra, Melainkan orang lain yang bahkan tak ia kenal!!

“Kau… Bukan Diarra?” Desis Kris tertahan, Nyaris tak terdengar.

Mendengar namanya di sebutkan, Diarra langsung saja berlari dengan memutar arah dan kini ia berdiri tepat di hadapan Kris.

“DIARRA?!” Pekik Kris tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. Senyum sumringah nampak jelas di wajahnya.

“Apa yang kau lakukan, Bodoh?! Kau menghancurkan acara pernikahan sahabatku!!” Bisik Diarra sambil menoleh enggan pada para tamu yang hadir.

“Ahhh… Kalian lanjutkan saja acaranya. Kami akan segera keluar… Maaf, Telah membuat acara ini menjadi kacau…” Sesal Diarra yang lalu segera menarik Kris untuk keluar.

-*Lost In Gyeongju*-

“Apa yang baru saja kau lakukan, Bodoh?! Kau benar-benar membuat keonaran tadi!!” Jerit Diarra saat mereka telah berada di luar gereja.

Greb!

Bukannya menjawab, Kris justru menarik Diarra ke dalam rengkuhannya yang terbilang cukup erat itu. “Omo… Apa yang kau lakukan? Aku bisa mati karena kehabisan nafas…” Ucap Diarra saat Kris tetap memeluknya dengan erat.

“Kris…” Diarra mencoba melepaskan pelukannya, Namun percuma saja karena Kris tetap tak bergeming sedikitpun. “Kau ini kenapa sih?”

“Aku merindukanmu, Diarra… Sejak aku pergi dari Gyeongju, Wajahmu selalu terbesit dalam benakku. Aku tidak bisa melupakanmu begitu saja, Diarra…” Bisik Kris.

Deg!

“Apa… katamu?”

Kris lantas melepaskan pelukan itu, Memegang erat kedua lengan atas Diarra sambil menatap lekat pada wajah Diarra.

“Aku mencintai seorang gadis… Dan gadis itu adalah kau… Diarra Tan…”

“A-apa?” Diarra tertegun mendengar ucapan Kris tadi. Sejujurnya, Tidak dapat di pungkiri ia begitu senang saat mendengar pernyataan cinta itu terlontar dari mulut Kris untuknya. Tapi ia masih tidak dapat mempercayai ini.

Sret!

Diarra melepaskan kedua tangan Kris dengan segera. “Jangan bercanda! Bukankah kau sudah memiliki tunangan?” Tanya Diarra kemudian, Mencoba untuk menampik hal tersebut.

“Sudah kukatakan itu hanyalah perjodohan kedua orang tuaku, Kau masih ingat hal itu kan, Diarra? Dan kau tahu? Ternyata… Jihyun tidak mencintaiku, Dia mencintai Luhan. Dan aku pun… Mencintaimu, Diarra…” Ungkap Kris.

“Tidak… Kau pasti sedang mempermainkanku!” Elak Diarra.

Kris lantas bersimpuh di hadapan Diarra dan memegang kedua tangan Diarra. “Lalu aku harus membuktikannya dengan cara apa, Diarra?”

“A-apa yang kau lakukan?! Berdirilah…” Diarra terlihat terkejut dengan sikap Kris ini.

“Tidak, Aku tidakan berdiri sebelum kau menjawabnya…”

“Menjawab apa?!”

“Menjawab pernyataan cintaku… Diarra, Aku benar-benar tulus mencintaimu. Dan aku ingin kau menjadi kekasihku… Apakah kau mau?”

Hening, Diarra memandang Kris yang masih tetap bersimpuh di hadapannya. Ia tak percaya jika Kris akan mengatakan hal ini suatu hari nanti padanya, Tepatnya hari ini.

“Diarra Tan… Kau belum menjawabnya…” Ujar Kris memecah keheningan yang ada.

“Aku tidak tahu, Kris…” Wajah Diarra berubah menjadi sendu dalam seketika. “Aku tidak tahu apakah aku mencintaimu atau tidak…”

“Kenapa?!” Kris mengerutkan bingungnya.

“Karena, Bagiku, Kau masih terasa orang asing yang masuk ke dalam kehidupanku begitu saja. Dan aku masih tidak dapat terima jika aku harus… Menyukai dirimu…”

Kris terdiam sesaat, Mencoba mencerna setiap kata yang di lontarkan Diarra. Namun di saat itu juga ia mengerti dengan maksud ucapan Diarra.

“Kalau begitu kau harus terbiasa untuk mencintaiku, Diarra Tan!” Senyum Kris.

Diarra pun membalas senyuman Kris dan akhirnya mengangguk singkat, “Nah, Sekarang kau bisa berdiri kan? Karena aku malu… Orang-orang melihat ke arah kita!” Desis Diarra pelan.

“Boleh saja, Tapi ada satu syarat…” Ujar Kris sambil menyeringai kecil.

“Eh? Syarat?!” Diarra menaikkan sebelah alisnya dan Kris mengangguk singkat.

“Mendekatlah padaku!” Suruh Kris dan membuat Diarra terpaksa membungkukkan tubuhnya.

“Apa?” Tanya Diarra bingung.

“Biarkan aku menciummu di tempat ini!”

“APA?!” Diarra langsung membulatkan kedua matanya, “KAU GILA!” Ia langsung mendorong tubuh Kris dan bergegas meninggalkan lelaki itu.

Namun, Kris hanya menyeringai kecil dan segera beranjak dari posisinya kemudian memeluk Diarra dari belakang sambil memutar tubuh gadis itu.

“Kyaaaa!!” Diarra pun menjerit histeris, Namun setelah itu keduanya langsung tertawa lepas secara bersamaan dan berpelukan secara erat.

“Aku mencintaimu…” Bisik Kris.

“Aku juga…”

The End

Note : Ntah, Apa yang ada dalam pikiran saya sekarang. Tapi ide FF ini bener-bener asal lewat aja dalam otak saya. Alhasil… Jadilah FF Gaje bin Aneh bin Kecepetan kayak FF ini… LOL Hahahaha

Tapi walaupun gitu, Tetep yah… Buat yang udah baca musti COMMENT!! Dan kala mau LIKE juga boleh… ^o^ Daaan… Readers saya tuh kangeeeen berat sama kalian nieh, Rasanya udah lama bener gak post FF lagi… Hehehehe

Iklan

104 thoughts on “Lost In Gyeongju

  1. Aduh ngakak waktu kris jadi gelandangan
    Hahahaah
    Masa cowok gantengnya kayak gitu jadi gelandangan
    Hahaha

    Tp bagus kok ff nya
    Seru

    Tp q msh penasaran knp kris ga lapor polisi ya wkt dirampok??
    Hehehe

    Menghibur lha baca nich ff

    • Wkwkwkwkwkwk
      Kali2 lah di buat gelandangan…
      *eh?!

      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Yah, Itulah letak kebodohan Kris!
      Kenapa dy gk lapor polisi aja coba? LOL *plaaak!!* XDD
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  2. Onni setelah sekian lama gak nongol akhirnya nongol juga nih onni~
    HAHA ffnya kocak onn tapi seru jugaa
    Coba di bikin continue deh onn, pasti lbh bagus
    Soalnya one shot gini jdnya kesannya ceritany cepet banget onn alurnya haha
    Tapi tetep bagus kok onn!!
    Semangatt buat ff yg lain yaa onn hehe. HWAITING!!({})
    😀

    • ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Iya nieh…

      Lagi gak mood bkin ff TBC say…
      Jdinya d buat oneshot deh…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

      Sip2..
      Gomawoyo… ( ◦˘ з(◦’ںˉ◦)~♡

      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  3. waktu liat castnya Kris langsung deh aku baca.,
    ceritanya bagus kak, walopun kesannya cepet bgt alurnya.
    tapi si kris ganteng2 jadi gembel, itu sangat langka deh
    kak,,
    hehe
    ah ngomong2 ff bloody kiss part 2nya ditungguin loh kak!

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Iya kan emang pengen bikin yang laen…
      Jrang2 ci Kris d buat gelandangan kan?? LOL wkwkwkwk

      Sip deeh..
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  4. aish, so sweet eonni.. bikin sequelnya dong yang ceritanya luhan sama jihyun, kenapa mereka bisa pacaran lama sampai kris gatau sama sekali. good job eonni

      • ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
        Bukan masalah sempet atau gknya aja…
        Tapi kalo ada mood §ą♍å ide jg…
        H[e̲̅]H[e̲̅][e̲̅]H[e̲̅]H[e̲̅]H[e̲̅]
        Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

      • hahahahaha oke eonni.. anw, kok the vampire and the blood season 2 belom dilanjutin lagi sih? aku juga menunggu u,u galau nih eonni

      • Siplah…

        Aaah…
        FF itu udh stuck idenya…
        Θαπ moodnya bner2 udah ilang nih buat tuh ff…
        ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

        Mianhe… >______<
        Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

      • aish eonni ㅠ.ㅠ *culik zhoumi gege*

        yaudah deh semoga ga stuck lagi di ff lainnya. aku udah baca ff yang devil beside me is boyfriend itu juga bagus. sayang banget ff eonni di protect 2 part jadi langsung lompat *curcol*

        oke eonni, hwaiting ‘-‘)9

      • (¯―¯٥)
        Koq malah nyulik ci Mimi sieh??
        Kagak boleh ah!!! *tarekMimi*

        ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
        Amin2…
        Dan ​​​’♏∂ƙ∂șîħ ya say udh mau bca ff aneh binti gaje d blog bobrokku ini… *bow* ^^
        Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  5. g kebayang kalo Kris jd gelandangan xD G COCOK BANGET!
    wajahny asli memancarkan aura konglomerat #readersotoy
    aq agak kaget pas Kris njemput Diarra ke tempat kerjanya dan Kris berdiri disamping mobil. Aq pikir Kris mendadak beli mobil -tp kan g pny uang_ _”) ato itu mobilny Diarra. Ternyata! Hanya numpang nyender wkwkwk

    ffny jelas kok, author dpt wangsit ff ini karena sering nonton berita di tv ttg perampokan ea? kkk #reader sotoy lagi

    • Wuahahahahaha
      Emang tuh…
      Mukanya ngliatin dy orang kaya!!
      XDD

      Hm, Itu kan ceritanya mobil Diarra gitu… ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ

      Bisa di bilang begitu deeh…
      LOL
      Wkwkwkwkwkwk
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  6. lucu bgd ya kris sama diarra..
    emg kecepeten bgd nta alurnya..
    wkwkwk
    #digebukin readersnya nta

    tp aq suka bgd pas mreka brtengkar trus bercanda, deg2.an brg..
    kya!!
    #cubitin atu2
    apalagi pas kris iseng k diarra pake pura2 jd lelaki idung belang..
    aq byg.in ekspresi diarra jd ketawa dhewe apalagi kris yg ketawa d balik pintu..
    bnr2 nakal..

    nta!!
    ayo publish yg laen lge..
    #puppy eyes
    ^^

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Tuh kan emang kcepetan alurnya..
      Gak bakat bkin oneshot saya…
      *jedotinpalaketembok*
      LOL

      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Aku emang paling sneng scene itu, Krna di situ ci Kris kebayangnya cool gilaaaaak.. *eh?! XDD

      SipSip deeh…
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  7. Seruu lucu onnie xD
    tapi kuraaang… kurang adegan kisseunya… //plak #efek abis nonton film
    kekeke
    kris emang sempurna… #ngeek
    itu si kris sotoi bget pas diakhir, dikira yg nikah Diarra, pdhl temennya…
    pasti malu banget itu si kris… ckckck

    • Jiaaah…
      ​Halaaaaaah…. ‎​Gùûúº°˚˚°º.
      ˚°º.
      ˚°º..BraGggs.. X_X
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

      Iyah tuh ci Kris pede tingkat akut!
      LOL
      Wkwkwkwkwkwk
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  8. aku penasaran, bkn’y mobil kris d’rambok yah, trus dy ngejemput diarra pke mobil siapa?

    suka ending’y, pengen ketawa.. sumpah, hehehe

  9. Ya ampun calon pacar jadi gelandangan. eonni, tega sekali!!
    Omongan Kris setelah bikin onar digereja bener-bener berlebihan, wkwk, kalo yg ngomong donghae sih gapapa cocok sama mukanya. Lah, ini Kris yang mukanya dingin. Ahahaha syudah lah, makin gaje aja ini komen *bow

  10. Gak bisa ngebayangin deh kris jadi gelandangan , hahahaha
    Ceritanya bagus , walaupun alurnyaa cepet
    Yang pasti bikin ketawaa deh pas baca

    Semangat buat nulis ff yang lain yaa onnie 😀

  11. acie acie suit suit hahaha nta aku senyum senyum gaje loh nta baca ff mu ini. *tarik D.O ah nta so sweet pkoknya. Ngakak deh pas kris tereak di gereja kebayang gtuh y muka kris pas tau dia slah orang.Hahaha

    • Kenapa buuuk?
      Kesambet yeh?! *eh?!
      *plaaaak!!*
      Wkwkwkwkwk
      Apaan tuh seret2 D.O dy laki gue!
      LOL
      XDD

      Yang pasti wajahnya tuh anak psti koplak habis!!!
      ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

      • iya nta kesambet cinta D.O :p

        oh maaf nta tak bisa
        D.O sudah possitive terserang virus cintaku,dan dia bilang akan hdup dnganku. #apaan ini comment?

        Tp nta kalw da gelandangan seganteng kris boleh juga di comot.

      • Wuahahahaha
        Yo weislah trserahmu saja…
        Aku mau sama Lay aja deh…
        *geretLay*
        XDD

        Ho’oh…
        Jangankan penampungan deh yang mau nampung dy…
        Akupun mauuu!!! LOL
        Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  12. Wkwkwk, kris jd gelandangan? Huah, pazti banyk yg buka penampungan kalo gelandanganx setampan itu.
    Truz itu, hadeuh.. Uda barang brhargany pd drampok, otakx jg drampok x ya..
    Maen capcus aja dipernikahan org, memalukan *tapitetepkece.
    Keren ceritanya, tp Alurnya kecepetan eon, jd serasa ngebut bacany. Cb d buat bbrp part pazti lbh seru.. Smangad eon^

    • Wuahahahahahaha
      Yah, Itu kan ci Kris punya pnyakit pede tingkat dewa!
      Jadinya lgsng gebrak pernikahan orng aja tuuuh…
      LOL
      XDD

      Hu’uhm…
      Emang..
      ƗƗǎƊººƗƗ, Gak bakat bkin ff oneshot nieh… >u<
      Tapi lgi gak mood bkin ff TBC sieh..
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  13. hahaha…eonni aq ngakak baca ff ini…
    ga bayangin kris ngegembel di jalanan…kekekeke~
    trus pas main masuk aja ke gereja pas pernikahan tmnny diarra…main2 teriak2 aja…hahaha~

    • Beuuuuh…
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Emang wajah ci Kris itu terlalu royal yaaah…
      Jadi gk kebayang klo musti jadi orng gelandangan kyak bgitu…
      *eh?!
      Wkwkwkwkwkwk

      Itu yang di namakan geer tingkat dewa!
      Asal msuk prnikahan orng aja..
      ┒(⌣˛⌣”)┎
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  14. biarin mimi gege kan suami sahku setelah kris gege xD *plakk
    eonni, aku kemarin email eonni minta pass nya devil beside me is boyfriend belom dibales masa ==”
    mau baca blog ini? hahahaha sejujurnya aku nyasar eon, nyari ff di google nyasar kemari, eh malah ketagihan baca ff nya eonni ‘3’ hahahaha

  15. wow keren…keren…keren…
    Ff nya bagus yach walaupun kris khilangan m0bil v dia skarang dpt cinta….
    V sayang tuch m0bil npa g d cari kekeke (g penting)

    onn kpan lanjutin bloody kiss ma because clairvoyant love onn kpan lanjutin bloody kiss ma because clairvoyant love onn kpan lanjutin bloody kiss ma because clairvoyant love onn kpan lanjutin bloody kiss ma because clairvoyant love nya…

  16. Aduh kasian banget sama kris cakep-cakep tp jadi gelandangan sehari, eh untungnya jihyun ga suka ma kris jadi kris bisa dapetin orang yang dicintainya.

    • Iyaaah…
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

      Kalo Jihyun suka sama Kris ini crta makin panjang Doº°˚˚°ºooNG…
      XDD
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  17. Kris simuka dingin seperti ice kok bsa jdi gelandangan…wkkkkkk….pasti bnyak yg nampung dia….
    pas adegan menyatakn cnta ke diarraa ternyata si kris bsa seromantis bgitu….
    aq kira cma si Donghae oppa yg bgtu hahhaahaa…..
    trus alur cerita bgtu cpat seperti kereta Api…wkkkkk….
    fighting onnie Nta….lanjuti FF yg blm tamat….

  18. Aish merusak pernikahan orang wkwkwk lucu. Ffnya ringan dan mudah dimengerti. Alurnya nggak kecepatan kok. Suka thor.. Lanjut ff berikutnya 😉

  19. Happy ending deh…
    Sedikit komen y chingu..
    Karakter tokoh kris-nya kurang,bda bnget sma ff lain yg karakter-nya ngena bnget..
    Mngkin krna cast cowo-nya asing kali y…hehehe
    tapi ini bgus ko’ chingu..^^

    • Hu’uhm…
      Emang d sni aku ngerasa kurang bgt ngegambarin karakter Kris…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Makasih bwt sarannya yaaah… *hug*
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  20. onnie akuuuuu dataaaaaaaang lagi…..
    mian onnie baru ngunjungin blog onnie lagi soalnya aku sekarang banyak tgas sekolah jadi jarang internetan…
    ceritanya romantis bnget onnie, kris bnr2 romantis dicerita ini, diarra beruntung bngt dech*jadipngenkydia*
    Aku bnr2 gak nyangka kris jadi gelandangan diawal, kasihan bngt dia….
    sbr ya oppa…
    tapi endingnya bnr2 keren onnie..
    suka bngt dech…
    🙂

  21. aigoo apa jadi.a kalo kris bneran jd gelandangan -_- tpi suher eon, menghawatirkan bgt keaadan kris pas abis d rampok *pletak
    tpi tpi untung.a ada diara yg nolong, jd dh kris g jadi gelandangan lg lols hehe
    oiya eon kirain imy mah diaqa itu seorang penari, tpi ternyata penyiar radio toh kkk
    ayayaya sbnr.a udh curiga dri awal diara sama kris itu saling suka dan termyata bner hehe
    aigo kris tau sih kangen sama diara tpi jangan ngerecokin nikahan orang juga kali, liat noh chanyeol sewot kkk

    daebak:)

    • Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̣̣̝̇̇̇Ợ̥ķɑ̤̥̈̊=))Wн̣̇ ̣̣̇̇ ̝Ợ̥ɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊ķɑ̤̥̈̊=))
      Ci Kris emang saking nepsongnya jdinya maen dobrak pernikahan orng ja smbil treak2 gak jelas itu..
      Gak ada harga diri dy…
      LOL
      *plaaaak!!!*
      Wkwkwkwkwkwkwk
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  22. hahaha klo ngebayangin kris yg kaku bisa omantis kaya gini , ahhh jatuh cinta rasanya (?)
    cerita nya bagus eonn , walaupun kecepatan alurnya tapi tetep bagus ko 🙂
    wkwkwk nama cina kris emg lucu wu yi fan , trus ko bisa unjungnya jd kris ya #plakk

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Kris kadang mukanya kayak Hae loooh…
      Melow2 gimanaaaa gitu… LOL
      XDD

      Nah, Ntahlah…
      Lebih baik tnyakan saja pada SME-nya langsung…
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  23. C kris sialny lengkap abis…
    Lucu,walopun alurny agak kecepetan…
    Betewe,kasih tw kris dong jgn ngerecokin kawinan orang,noh c chanyeol jdi aj sewot
    Kan kasian diarra klo ntar c kris d suruh gantiin chanyeol nikah ma hyemi,gara2 chanyeol ngambek acarany diganggu #loh #komenngaco

  24. kebalek bacanya..
    ternyata ini forever with u afstor nya nih cerita toh.. wkwkwkkw..

    Kasian banget sih Kris dirampok di tmpt gak dikenal..
    untung ketemu orang baek yg mau nolongin dia..
    malah jd jodohnya pulak. hehehhe..
    Kalo Jihyun ngak pacaran ama Luhan, Krisnya jg ngak berani nyatakan cinta ama DIarra dong??
    Tp untung ceritanya berkata laen.. wkwkwk..
    ditunggu afstornya lg yaa… ^^

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Ho’oh…
      Slah itu bacanya…
      XDD

      Bukan gak berani nyatain…
      Dy cmn takut sakitin Jihyun aja…
      *samaajayah!*
      *plaaak!*
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  25. ckckck…..kris yang malang,ganteng2 malah kena rampok…

    jadi gelandangan eoh???

    gelandangan yg ganteng, hmmmpft…
    wkwkwkwkwkwk……

    endingnya maniiiiiiiiiiissss…..>;<
    untung si diarra langsung nyahut klu gk….*wikn…

    xDD

    • ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Iya Doº°˚˚°ºooNG…
      Kalo Kris jdi gelandangan langsung tuh penampungan bnyak Ўɐ♌ğ buka…
      *eh?!
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  26. Bk blog eonni ad ff exo..
    G gaje ko eon, dr awal uda bkn senyum trus. Mnarik..
    G kbyang muka sganteng kris jd glandangan tp jd kjdian langka.. Hha.. Kris malu”in teriak” d acara kwinan org..

    • Jiahahahahaha
      Kris emang gak tau diri tuh teriak2 d tmpat nikahan orang…
      Gak tau malu dy…
      *eh?!
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  27. wkakakakakakk…gx pantes ih kris jd glndangan…cakep gt^^
    aigoooi…kris malu2in hmpir aj ngrusak pernikahan org tp momentny so sweet bgt^^
    seqeulny donk chingu^^
    #daebak^^

  28. haha lucu ini cerita ..
    asem tapi manis pas awal mula kris ketemu sama diarra tapi akhirnya jadian juga haha..
    ga nyangka itu jihyun sm luhan udh pacaran. tpi luhan rela liat jihyun tunangan sm kris. tp akhirnya bersatu deh ..
    yay happy ending onnie 😀

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Yaaah…
      Emang ini ff asem-manis kayak prmen… *eaaaa*
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  29. Kyaaaaa, so sweett ^_^ kris gege kasian sih dirampok gitu, tapi kalo ketemunya kagak gini sih enak aja 😀
    haha, ngakak pas waktu kris gege teriak “PENGANTIN WANITA ADALAH GADISKU! GADIS ITU TIDAK AKAN BISA MENIKAH DENGAN SIAPAPUN!!” LOL
    typo sih tadi nemu dikit, dikit banget 🙂
    daebak, keep writing ^^

  30. Hahhahahaha…. Aku qra ending nya bkalan sad ending… Tpi trnyata happy ending daebak bgt….. Pengen dech d tembak kya cra kris nembak diarra

  31. aigoo udah lama banget ga mampir ke blog ini T.T aku sibuk kuliah, smnjk kuliah jdwlku bener” padat T.T
    ahhhh ffnyaaaaaa daebak! bkin aku dugun” krn dapet banget feelnya! 😀
    na jeongmal joahae hihihihi~

  32. Hi, Im newbie. I didnt finish to read thiss ff yet.
    Menurutku bhasa dlm kalimatny bgus. Pmilihan diksiny tepat. Hnya perlu dperhtikan pnggunaan huruf kapitalny. Stlah tanda koma, tdk perlu menggunakan hurf kapital. And then, i doubt about word ‘pasih’, i thought it’s ‘fasih’. But i didnt check Kbbi yet.
    Sorry if my words offend u. Im not mean it..

  33. lg nyari2 ff yg blom ak baca…
    eh… nemu ff ni…
    biar cm 1shoot, tp panjang…
    ide ceritanya keren, g ngebosenin…
    komedi romantis, like this 😉
    pasti kris g nyesel, dah tersesat 😛

  34. Nyueeeseekkk baca ny.
    Kris, my lovely husband #plakkkkkk
    Knp cast yeoja ny gk ak aj thor? Ak nyesek tw gk bc ny #gk nanya.
    Tp sumpaaahhhhh eonn. Ni ff kren pke bgt wlo nyesek (lho? Pdhl kn gk sdih critany)
    Ntah knp walau cmbru tp ni ff mancing spya ak bc smpe end. Daebak eoonn
    Keundae, wajah kris itu gk cocok bgt jd gelandangan. Ak aj gk bs byanginny LOL
    Hwaiting eonnie. Trs la berkarya.
    *peluk eonnie bareng sooman (?)

  35. Gk bisa bayangin kris jadi gelandangan??
    Kalo ada gelandangan secakep kris mah udah gua pungut dari dulu wkwkwk
    nice ff,

  36. Yi Fan ..
    daddy kuh(?) astagfirullah ..
    kasihan kena rampok? XD trz saking ngebet nya pengen ngungkapin perasaan. ehh malah ngira Diarra yg nikah? malu deh /.\

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s