We Were In Love

We Were In LoveTitle                    : We Were In Love

Author                : NtaKyung

Casts                  : Xiumin (Kim Minseok), Kim Wonhee and OC (Find By Yourself)

Length               : Oneshot

Genre                : AU(Alternate Universe),Friendship, Romance

Rating               : PG-13

Disclaimer        : Seluruh casts dalam ff ini adalah milik Tuhan, Orang Tua dan Mereka sendiri! Tapi isi dalam cerita ini seluruhnya milik saya! So, Don’t BASH!!

*(We Were In Love)*

Klik!

Xiumin tersenyum kecil saat mendapati moment yang di inginkannya melalui kamera yang selalu di bawanya itu.

“Dia terlihat begitu menawan, Rasanya… Gadis ini telah membuatku jatuh cinta padanya…” Gumamnya pelan.

Tep!

Sebuah tepukan pada pundaknya menyadarkan Xiumin dari lamunannya, Ia lantas menoleh ke arah belakang dan mendapati Lay tengah melirik ke arah sang gadis yang sejak tadi terus Xiumin perhatikan dan bahkan sempat di ambil fotonya secara diam-diam.

“Sudah hampir sebulan lamanya kau terus memperhatikan gadis itu, Kau tidak bosan juga?” Tanya Lay seraya duduk di samping Xiumin.

Xiumin tersenyum tipis sembari menggeleng pelan, “Tidak… Bagiku, Mengamatinya adalah hal mengasyikan yang dapat aku lakukan…”

“Lalu, Kau sudah mengetahu nama gadis itu?”

“Sayangnya tidak…” Xiumin kembali menggeleng pelan, Wajahnya nampak terlihat murung saat Lay bertanya hal seperti itu padanya.

“Apa?! Kau sudah mengamati gadis itu hampir sebulan lamanya, Xiumin-ah. Dan kau masih belum mengetahui namanya?!” Pekik Lay.

“Hey, Itu bukanlah suatu yang mudah. Kau pikir saja, Apakah gadis itu akan langsung mau memberitahu namanya saat aku tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan menanyakan nama dia?!”

“Ck, Bilang saja kau tidak berani!”

“Apa kau bilang?! Aku berani saja untuk menanyakannya, Tapi…”

“Sudahlah, Jangan beralasan lagi Kim Minseok. Aku sudah dapat membaca jelas hal itu dari wajahmu. Kau jelas tidak pernah berani mendekati gadis itu. Ck! Pengecut!” Sindir Lay.

“Mwo?!! Ya! Aish…” Gerutu Xiumin kesal.

Merasa malas untuk memperpanjang perdebatannya, Xiumin kembali menoleh ke arah gadis yang sudah di kaguminya selama satu bulan ini. Tapi ternyata sang gadis telah menghilang. Dan hal itu tentu saja membuat Xiumin mendesah kecewa.

“Dia lagi-lagi sudah menghilang tanpa sepengetahuanku…” Lirihnya. “Ini semua kareramu, Zhang Yixing!!” Ujar Xiumin sambil menoleh pada Lay dan menatapnya kesal. “Coba tadi kau tidak mengajakku berdebat, Aku pasti bisa melihatnya sampai dia pergi nanti!”

“Kenapa jadi menyalahkanku? Jelas-jelas letak kesalahannya ada padamu semua… Kau tidak pernah mendekati gadis itu. Lalu, Bagaimana caranya kau mengetahui tentang gadis itu, Xiumin-ah??” Celoteh Lay.

“Itu bukan urusanmu!” Ketus Xiumin.

“Yah, Memang bukan urusanku. Tapi coba kau pikirkan, Xiumin-ah. Bagaimana jika gadis itu ternyata sudah memiliki kekasih… Ahhh, Atau lebih parahnya lagi dia bahkan sudah memiliki suami?! Apa kau masih mau bertahan terhadap seorang gadis yang sudah memiliki status tak lajang lagi?!” Lay sedikit menekankan suaranya saat mengatakan ‘tak lajang lagi’.

Gerakan Xiumin yang tengah mengusap lensa kameranya terhenti ketika mendengar ucapan Lay, Sejujurnya ia membenarkan ucapan Lay tadi, Dan memang ia tidak pernah berfikir tentang hal ini sebelumnya.

“Kau benar juga…” Xiumin kembali bersuara setelah untuk beberapa saat tadi ia tetap diam.

“Memang…” Lay mengangguk singkat. “Lalu, Apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanya Lay kemudian.

Xiumin kembali terdiam, Dan detik kemudian ia menoleh pada Lay. “Kita harus mencari tahu informasi tentang gadis itu, Lay…” Ujarnya.

“Apa? Kita?!” Lay menaikkan sebelah alisnya.

“Ehm..” Xiumin mengangguk cepat. “Bukankah kau yang menyarankanku untuk mencari tahu informasi gadis itu? Jadi kau harus ikut denganku!”

“Tapi aku tidak pernah mengatakan jika aku mau!”

“Kau harus!!” Paksa Xiumin membuat Lay menghela nafas panjang.

*(We Were In Love)*

Keesokan harinya, Xiumin dan Lay mengikuti sang gadis yang tengah berjalan menuju suatu tempat yang di yakini mereka jika gadis itu pasti akan pulang ke rumahnya.

“Aish, Kenapa aku juga harus terlibat dalam hal seperti ini? Memangnya kau anak kecil yang harus ku antar-antar?!” Gerutu Lay.

“Ssssttt!” Xiumin berdesis pelan.

Lagi-lagi, Untuk kesekian kalinya Lay harus menghela nafas kesal saat mendengar jawaban Xiumin yang menurutnya benar-benar membuatnya semakin kesal saja.

“Ah, Ternyata di sana rumahnya!!” Pekik Xiumin saat melihat sang gadis mulai memasuki rumah itu dan tak kunjung keluar juga.

“Kau yakin?”

“Tentu saja! Tadi aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri jika gadis itu masuk ke sana!” Jawab Xiumin mantap. “Kajja, Kita datangi rumah itu!” Ajak Xiumin sambil menarik tangan kanan Lay dengan sekuat tenaga.

“Ah, Wae?! Kenapa kau mengajakku?!” Keluh Lay.

“Sudah ikut saja!” Xiumin menggedikkan kepalanya dan kembali menarik tangan Lay dengan kuat hingga membuat Lay terpaksa mengikuti langkahnya.

Xiumin dan Lay pun kini ada di hadapan rumah bergaya minimalis itu, Tak ada yang mereka lakukan selain diam memandangi pintu bercat hitam itu.

“Apa yang kau lakukan?! Cepat tekan bel rumahnya!” Suruh Lay tak sabar.

“Tunggu sebentar!! Aku masih harus menyiapkan mentalku terlebih dahulu! Kau tahu? Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah…”

“Lebih tepatnya, Kau yang membuat segalanya seakan terasa rumit!!” Balas Lay sengit yang langsung di balas tatapan tajam milik Xiumin.

Xiumin hendak menekan bel rumah yang ada di samping pintu tersebut, Namun terhenti saat mendengar teriakan seorang lelaki dari dalam rumah.

“Chagiya… Kau sudah makan?” Teriakan lelaki yang tak mereka kenali terdengar sangat jelas oleh keduanya.

Seketika itu juga tubuh Xiumin membeku, Ia merasa sekujur tubuhnya mendingin dan kedua kakinya seakan lemas sehingga tak mampu menopang berat tubuhnya lagi.

Menyadari akan perubahan sikap Xiumin, Lay lantas menepuk pundak lelaki itu pelan dan membuat Xiumin langsung menoleh padanya.

“Kau dengar?” Suara Xiumin terdengar begitu parau. “Di dalam… Ada seorang lelaki dan dia berteriak ‘chagiya’. Mungkinkah gadis itu…” Xiumin tak melanjutkan perkataannya. Lidahnya terasa begitu kaku sekarang,

Lay yang menyadari akan hal itu, Segera menepuk pundak Xiumin pelan. “Sebaiknya… Kita pergi dari sini, Xiumin-ah…” Sarannya kemudian.

Xiumin mengangguk singkat, Ia berbalik bersama Lay hendak meninggalkan rumah tersebut. Tapi bersamaan dengan itu, Tiba-tiba saja pintu terbuka dan menampakkan seorang gadis berparas manis itu.

“Chogiyo… Nuguseyo?” Tanya gadis itu yang sontak menghentikan langkah Xiumin dan Lay.

Xiumin dan Lay lantas berbalik dengan enggan, Xiumin begitu terkejut saat melihat gadis yang selama ini di perhatikannya secara diam-diam kini berada di hadapannya sambil tersenyum ramah ke arahnya.

“Jika boleh tahu, Kalian siapa?” Tanya gadis itu lagi.

Lay melirik Xiumin sekilas yang ternyata tak bergeming sedikitpun. Ia hanya tetap tersenyum sambil mengamati wajah gadis itu.

“Ah, Maaf… Kami sepertinya salah rumah. Kami sedang tersesat…” Bohong Lay.

Gadis itu mengangguk singkat, “Memangnya kalian mencari siapa?” Ujarnya kemudian, Dia benar-benar nampak ramah.

“Kau-emph!” Ucapan Xiumin terhenti karena Lay langsung membungkam mulutnya dengan cepat. Melihat hal itu, Gadis itu pun hanya dapat mengerutkan keningnya.

“Ne? Tadi… Kau bilang apa?” Tanya sang gadis tak terlalu mendengar dengan jelas.

“Lupakan saja…” Ujar Lay sambil terkekeh kecil, Seperti salah tingkah.

“Wonhee-ya. Siapa yang datang?” Muncul seorang lelaki bertubuh tinggi serta memiliki kulit yang seputih susu, Dia menatap Xiumin dan Lay bergantian.

“Oh… Kyuhyun Oppa, Mereka sepertinya salah alamat…” Jawab gadis yang di sebut dengan nama Wonhee itu, Atau lengkapnya Kim Wonhee.

“Ahh… Memangnya kalian mencari alamat siapa?” Tanya lelaki bernama Kyuhyun itu, Ia pun tak kalah ramahnya dari Wonhee tadi.

“Oh itu… Err…” Lay menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ia kembali melirik Xiumin tapi yang ia lihat, Xiumin justru tengah menatap tajam pada Kyuhyun. “Ya! Neo, Wae geurae??” Bisik Lay sambil menyikut lengan Xiumin.

“Kami bisa menunjukkan arahnya jika alamat yang kalian cari itu di dekat sini.” Ujar Kyuhyun lagi, Dia masih tetap terlihat ramah.

“Tidak perlu!” Ketus Xiumin, “Kami akan mencarinya sendiri, Permisi!” Tegas Xiumin seraya menarik Lay untuk segera pergi.

“Eh… Ah, Mianheyo. Annyeong…” Pamit Lay seraya membungkuk sebelum ia benar-benar di tarik oleh Xiumin.

Kyuhyun dan Wonhee hanya saling bertukar pandang tak mengerti, Lalu Kyuhyun pun hanya menggedikkan bahunya acuh.

“Sepertinya salah satu dari mereka itu tidak menyukaiku…” Ujar Kyuhyun kemudian.

“Siapa? Lelaki yang mirip Bao Zi itu?” Tanya Wonhee seraya menutup pintu rumahnya.

“Bao Zi?!” Kyuhyun menatap Wonhee heran, “Ahh… Yah, Lelaki itu… Dia sepertinya tidak suka dengan kehadiranku tadi. Padahal aku sudah mencoba untuk ramah…” Celotehnya.

“Kyuhyun-ah…” Tiba-tiba suara seorang gadis terdengar dari dalam kamarnya.

“Ah, Ne. Chakkamanyo, Haneul-ah…” Balas Kyuhyun seraya beranjak dari tempatnya dan bergegas menghampiri isterinya. Isterinya?! Yah… Kim Haneul adalah isterinya sedangkan Wonhee adalah sepupu dari Kim Haneul. Jadi, Kyuhyun tak lain adalah kakak iparnya.

Wonhee hanya dapat tertawa kecil saat mengingat celotehan Kyuhyun tadi, Lalu bayangan akan wajah Xiumin pun terlintas kembali dalam benaknya, Membuatnya tersenyum tipis.

“Tapi… Dia lelaki yang lucu…” Gumamnya.

Di sisi Lain…

“Apa-apaan itu?! Aku tidak melihat sedikitpun sisi menarik pada suaminya itu, Lalu kenapa gadis itu harus tertarik padanya?!” Xiumin berkoar-koar tidak jelas saat menuju tempat di mana ia memarkirkan mobilnya.

“Menurutku dia cukup tampan… Dan juga tinggi…” Balas Lay santai.

Sret!

Xiumin langsung menoleh pada Lay, Tapi lelaki itu hanya cengengesan saja saat mendapati tatapan death glare dari Xiumin.

“Cih, Mungkin dia memang tampan dan… tinggi! Tapi… Lihat sikapnya tadi, Dia begitu ketus, Sangat tidak sopan dan menyebalkan!!” Gerutu Xiumin.

“Apa? Bukannya hal itu yang kau lakukan, Xiumin-ah? Lelaki itu justru sebaliknya.. Dia terlihat begitu ramah…” Sahut Lay, Dia sepertinya benar-benar ‘mencari mati’ dengan temannya itu.

“Ya!! Zhang Yixing!! Kau mau mencari gara-gara denganku, Huh?!” Kesal Xiumin.

Lay menaikkan kedua bahunya dengan cuek, “Aku hanya mengatakan yang sesungguhnya, Kim Minseok… Dan percayalah, Kau marah-marah seperti ini pun tidak ada gunanya… Ingat kata-katamu dulu pada Luhan… Pikirkan dengan kepala dingin…”

Dan setelah itu, Lay langsung berjalan mendahului Xiumin. Sedangkan Xiumin yang mendapat ‘ceramah’ dadakan dari salah satu teman terdekatnya itu hanya dapat mendengus kesal.

“Haish, Lelaki itu benar-benar tidak peka terhadap perasaanku!” Gerutunya.

*(We Were In Love)*

Kris, Luhan, Chen dan Tao memasuki tempat biasa mereka berkumpul. Bangunan tersebut sekilas terlihat seperti cafe, Tapi yang bisa memasuki ruangan itu hanyalah ke-enam lelaki tampan ini saja tentunya.

“Hey, Apa yang terjadi pada anak ini?” Tanya Luhan saat melihat Xiumin hanya duduk di sudut ruangan dengan wajah yang murung.

“Sedang patah hati…” Jawab Lay sekenanya.

“Patah hati?! Memangnya kau sudah memiliki kekasih, Xiumin-ah?!” Chen menoleh pada Xiumin yang masih tetap tak bergeming sedikitpun.

“Dia sudah seperti mayat hidup!” Ejek Kris seraya duduk di sebelah Lay setelah sebelumnya ia mengambil sekaleng minuman segar dari lemari es.

“Aku bahkan berfikir dia terlihat seperti Zombie…” Timpal Tao dengan cuek. Tapi tetap saja hal itu seakan tak berpengaruh sedikitpun pada Xiumin.

“Lay… Sebenarnya apa yang terjadi padanya?” Tanya Chen penasaran.

“Hah… Sebenarnya… Dia baru saja mengalami cinta bertepuk sebelah tangan. Dan… Kalian tahu, Gadis yang di sukainya itu bahkan sudah berumah tangga!!”

“APA?” Seru ke-empat lelak itu seraya menoleh langsung ke arah Xiumin yang hanya berdecak sebal karena mendengar pekikan ke-empat temannya yang menurutnya sangat mengganggu dirinya saat ini.

“Ya! Kim Minseok, Kau menyukai seorang gadis yang sudah bersuami, Huh?!” Luhan menatap Xiumin tak percaya.

Xiumin lantas melirik mereka dan langsung saja membuat Lay, Kris, Luhan, Chen dan Tao langsung memperlihatkan raut wajah prihatin begitu menyadari kemurungan yang ada pada diri Xiumin.

“Aku bahkan baru mengetahuinya kemarin… Kalian tidak perlu berlebihan seperti itu…” Ujar Xiumin dengan pelan, Lalu ia menoleh ke arah lain lagi.

“Ck, Jadi hanya karena seorang gadis kau sampai seperti ini?! Malang sekali nasibmu itu…” Seru Tao sambil menggelengkan kepalanya singkat.

“Ya! Huang Zi Tao, Kau tidak akan pernah mengerti perasaanku!!” Balas Xiumin sengit.

“Kami bisa memahaminya, Xiumin-ah. Kau tidak perlu se-sensitive itu…” Balas Chen dengan kalem. Xiumin pun lantas beranjak dari duduknya tadi dan beralih duduk di hadapan mereka tepat di samping Lay.

“Kalian tahu? Gadis itu… Dia begitu sempurna, Dia cantik, ramah, sering tersenyum dan dia… sangat menawan. Bagiku, Setiap gadis di dunia ini pun tak ada yang dapat menyandingi kesempurnaan dirinya…” Xiumin mulai berceloteh ria.

“Kenapa tidak mencari gadis lain saja? Masih banyak gadis di dunia ini, Xiumin-ah…” Saran Tao dengan kalem.

“Yah… Jika kau mau, Aku memiliki banyak kenalan gadis. Kau bisa memilih salah satu dari kenalanku itu… Mereka pasti akan menyukaimu juga…” Ujar Chen dengan bangga, Terlebih mengingat dia memang memiliki banyak teman gadis yang cantik-cantik.

“Tidak mau!” Tegas Xiumin.

“Kenapa? Oh ayolah… Kau harus mencobanya terlebih dulu!” Paksa Chen.

“Ya! Apa kau tidak mendengar ucapanku tadi, Kim Jongdae?! Gadisku itu begitu sempurna… Aku yakin tak ada gadis lain yang dapat menandingi kesempurnaan pada dirinya…” Ujar Xiumin dengan percaya diri.

“Tapi tidak mungkin lebih cantik dari Diarra, Tunanganku tentunya…” Tukas Kris santai.

“Apa?!” Luhan menoleh padanya, “Jangan bercanda! Jihyun-ku sudah pasti lebih baik! Bahkan melebihi kecantikan gadis yang kalian puja semua…” Celoteh Luhan dengan bangga.

“Tidak… Diarra lebih baik…” Kris langsung menggerak-gerakkan jari telunjuknya tepat di hadapan wajah Luhan.

“Jihyun!!”

“Diarra!!”

“YA!!” Suara sentakan Xiumin menyadarkan Kris dan Luhan, Mereka pun langsung berdehem secara bersamaan kemudian merekapun diam. “Kalian ini, Bisa tidak sih mengerti perasaanku! Pokoknya, Bagiku gadisku lebih cantik dari gadis yang kalian sukai semua!!” Xiumin langsung menunjuk kelima temannya itu.

“Memangnya secantik apa kekasihmu itu?” Celetuk Tao.

“Yang pastinya sangat cantik!! Dan harus kalian ketahui… Levelku ini tinggi tahu… Bahkan… Le-lebih ti-tinggi dari tinggi badan seorang Wu Yi Fan!!” Tegas Xiumin meski sedikit terbata.

“Huh?” Semuanya langsung melongo mendengar ucapan Xiumin.

“Haish…” Ia merenggut kesal dan langsung beranjak pergi meninggalkan mereka semua.

“Sepertinya teman kita yang satu itu sudah benar-benar gila…” Ujar Chen kemudian.

“Cih! Lagipula… Bagaimana bisa dia sebut levelnya tinggi sementara dia itu menyukai gadis yang sudah bersuami? Sudah dapat di pastikan jika levelnya itu kecil kan? Benarkan?!” Celoteh Lay dengan santai.

Ia menoleh pada Luhan, Kris, Chen dan Tao. Awalnya mereka memang hendak mengangguk tapi tiba-tiba saja mereka langsung menggeleng dengan cepat. “Wae?! Yang aku ucapkan benar kan?” Ujar Lay sambil menatap bingung mereka.

Tapi ke-empat lelaki tampan itu justru malah semakin menggeleng cepat dan justru seakan memberi sinyal pada Lay agar segera menghentikan ucapannya kemudian menggedikkan kepalanya, Memberi isyarat pada Lay untuk segera berbalik ke belakang.

“Ahh…” Lay mengangguk paham saat mengerti maksud mereka. “Aku tahu.. Dia berada tepat di belakangku kan?” Ujar Lay sambil tersenyum masam.

Dan hal itu langsung di balas anggukan cepat mereka semua, Sedangkan Lay hanya dapat tertegun dan perlahan mulai berbalik. Ia terkejut saat mendapati Xiumin telah berdiri tepat di belakangnya dengan tatapan ‘death glarenya’.

“Eoh… Xiu-Xiumin-ah…” Gugup Lay.

“YA! Neo… ZHANG YIXING!!!”

*(We Were In Love)*

Ke-esokan harinya, Seperti biasa, Jika tidak ada kegiatan ataupun pekerjaan, Ke-lima lelaki tampan itu yang tak lain adalah Kris, Luhan, Xiumin, Tao dan Lay kini tengah berkumpul.

“Dimana Chen? Aku tidak melihatnya sejak tadi… Apakah dia sedang sibuk?” Tanya Luhan yang sadar jika Chen tidak terlihat sejak tadi mereka datang.

“Ntahlah… Mungkin anak itu sedang sibuk menggoda para gadis…” Celetuk Lay santai.

“Menggoda para gadis? Ck! Yang benar saja… Walaupun dia memiliki kenalan gadis lebih banyak daripada kita… Tapi dia jarang sekali terlihat menggoda mereka…” Sahut Kris.

“Kalau begitu kenapa tidak mencoba untuk meneleponnya saja? Kalian itu terlalu mempersulit hal yang mudah seperti itu!” Ujar Tao dingin.

Mendengar ucapan Tao tadi, Jelas saja ketiga lelaki tampan itu langsung terdiam. Sepertinya ucapan Tao tadi seakan menohok harga diri mereka dalam seketika.

Lay melirik Xiumin yang tengah memutar-mutar botol kosong dengan wajah yang terlihat begitu murung, Mungkin dia masih sakit hati mengingat kejadian kemarin.

“Xiumin-ah, Berhentilah bersikap murung seperti itu! Kau terlihat begitu mengenaskan dengan tampang seperti itu!” Ejeknya.

Hening, Xiumin tak menggubris ucapan Lay. Ia lebih memilih untuk fokus pada botol kosong di hadapannya ini. “Hidupku sungguh tak berarti…” Lirihnya.

“Kau bilang apa?! Hanya karena seorang gadis kenapa kau harus bersikap seperti ini, Xiumin-ah?!” Ujar Luhan sambil duduk di hadapan lelaki itu.

“Aku tidak ingin hidup lagi…”

“Ya!! Kau pasti bukan Kim Minseok kan?! Kau bukan Xiumin yang kami kenal!! Kembalikan Xiumin yang kami kenal!!” Luhan mengguncang-guncang tubuh Xiumin.

“Haish, Aku ini Xiumin!!” Kesal Xiumin seraya melepaskan pegangan Luhan.

“Oh… Setidaknya ini salah satu sikap Xiumin. Berarti kau benar-benar Xiumin…” Ujar Luhan dengan polos sambil mengangguk singkat.

Sedangkan yang lain hanya memutar bola matanya, Malas menanggapi tingkah Luhan jika sudah seperti ini.

“Selamat sore semuanya…” Seru Chen yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah berseri-seri.

“Oh, Darimana saja kau? Kenapa baru datang sekarang??” Tanya Kris penasaran.

“Ah itu… Ada sesuatu yang harus ku urus!” Chen menyeringai kecil, Membuat mereka semua -kecuali Xiumin- menatapnya bingung.

“Maksudmu?”

“Tunggu sebentar…” Chen berbalik untuk keluar lagi, Kemudian tak lama dia datang bersama seorang gadis yang berjalan tepat di belakangnya. Lalu saat Chen berhenti pun ia akhirnya berdiri tepat di samping Chen, Kemudian mengangguk sopan sambil tersenyum tipis.

“Siapa dia?” Tanya Tao saat melihat gadis itu.

“Ah, Dia temanku… Wonhee-ya… Perkenalkan dirimu…” Suruh Chen kemudian.

“Baiklah…” Gadis itu lagi-lagi mengangguk sambil tersenyum tipis. “Halo semuanya… Salam kenal… Perkenalkan… Namaku Kim Wonhee…” Sapa gadis itu ramah.

Lay yang melihat wajar gadis bernama Kim Wonhee itu terlihat begitu terkejut, Ia lantas segera menyikut lengan Xium. “Xiu-Xiumin-ah… Li-Li-Lihatlah gadis itu…” Ujarnya terbata.

“Aku malas! Jangan ganggu aku!” Kesal Xiumin seraya melihat arah lain,

“Lihat dulu!” Luhan menggerakkan kepala Xiumin agar menghandap pada gadis itu.

Deg!!

Kedua mata Xiumin membulat dalam seketika saat melihat seorang gadis yang tak asing lagi baginya. Dengan perlahan-lahan, Tubuhnya beranjak dari posisi duduknya dan tatapan matanya tetap tertuju pada Kim Wonhee.

“Kau…” Desis Xiumin tertahan.

Wonhee lantas menoleh pada Xiumin dan ia pun nampaknya terlihat terkejut saat melihatnya dan Lay tengah berada tak jauh dari posisinya sekarang.

“Oh! Kalian…” Tunjuk gadis itu sambil tersenyum ramah, “Ternyata.. Kalian teman Chen juga yah?” Ujar Wonhee tak menyadari raut wajah Xiumin yang terlihat begitu terkejut.

“Eh? Kalian sudah saling mengenal??” Tanya Kris dan Chen nyaris bersamaan.

Xiumin tak menjawab, Sedangkan Wonhee langsung menoleh pada Chen, Yang merupakan teman semasa SMP-nya dulu. “Tidak… Tapi kami pernah bertemu satu kali..” Jawab Wonhee.

“Pernah bertemu? Woaah… Ternyata dunia ini sempit sekali…” Celetuk Tao.

Xiumin seakan tak dapat mendengar ucapan mereka semua kecuali suara Wonhee. Ia berjalan mendekati Wonhee, Lalu mulai menarik sudut bibirnya sambil menjulurkan tangan kanannya.

“Namaku Kim Minseok… Tapi kau bisa memanggilku Xiumin…” Ujar Xiumin dengan gugup.

“Eh?” Pada awalnya Wonhee terlihat bingung dengan sikap Xiumin yang terlihat gugup ini. Tapi setelah itu ia tersenyum lebar dan membalas jabatan tangan Xiumin. “Dan namaku, Wonhee… Senang akhirnya bisa mengenalimu, Bao Zi…. Eh… M-ma-maaf… Maksudku… Xiumin-ssi…”

“BAO ZI?!” Pekik semuanya membuat Wonhee terkejut, Tapi tidak dengan Xiumin yang tetap diam sambil memandang terpesona pada gadis itu.

“Wonhee-ya… Kenapa kau menyebutnya seperti itu?! Xiumin tak pernah suka mendengar hal itu…” Desis Chen mengingatkan temannya.

“Ah yah.. Maafkan aku.. Aku hanya berfikir jika dia itu mirip dengan Bao Zi…” Sesal Wonhee. “Xiumin-ssi… Aku minta maaf…”

“Tidak apa-apa… Kau boleh menyebut aku dengan nama apapun… Aku tidak akan marah padamu…” Jawab Xiumin dengan wajah berseri-seri.

“EHHH?!!!”

*(We Were In Love)*

Xiumin dan Wonhee berjalan-jalan di menyusuri jalanan sungai Han, Sesekali mereka berdua menoleh secara bersamaan, Tapi langsung mengalihkan wajahnya sambil tersenyum malu.

Lalu, Merekapun duduk di hadapan sungai Han. Keduanya terdiam untuk beberapa saat. Lalu suara Xiumin pun memecahkan kesunyian di antara mereka berdua.

“Wonhee-ssi…”

“Ne?” Wonhee menoleh padanya.

“Bolehkah… Aku bertanya sesuatu padamu?” Tanya Xiumin hati-hati.

“Tentu saja. Tapi dengan satu syarat!” Jawab Wonhee sambil menatap Xiumin serius.

“Eh? Syarat?!”

“Yah… Kau harus memanggilku tanpa embel-embel –ssi! Baru kau boleh bertanya padaku…” Dan Wonhee pun langsung tersenyum kecil setelah mengatakan hal itu.

Mendengar hal itu, Raut wajah Xiumin yang sudah terlihat tegang menjadi ceria kembali. Ia terkekeh kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Baiklah… Wonhee-ya…” Ujar Xiumin terlihat sedikit malu.

“Nah, Itu lebih enak untuk di dengar…” Wonhee tersenyum kembali sambil menoleh kembali menatap pemandangan sungai Han. “Jadi, Kau ingin bertanya apa?” Tanya Wonhee.

“Eoh?” Xiumin terlihat sedikit gugup saat Wonhee bertanya seperti itu. “Sebenarnya… Aku… Err… Aku ingin bertanya… Apa… Apakah… Kau sudah… Punya pacar?” Tanyanya ragu.

Wonhee kembali menatap Xiumin, Dan hal itu cukup membuat Xiumin jadi salah tingkah. Ia merutuki dalam hatinya, Kenapa dia harus bertanya seperti itu?! Padahal jelas-jelas Wonhee sudah memiliki seorang suami.

Tapi sesaat kemudian, Wonhee tertawa kecil. Melihat hal itu tentu saja Xiumin bingung dan menatap Wonhee dengan kening yang mengerut.

“Kenapa kau tertawa?”

“Tidak.” Wonhee menggeleng singkat, “Aku hanya gemas saat melihatmu begitu gugup hanya untuk bertanya hal seperti itu…” Ujar Wonhee di sela tawanya.

“Eh?” Xiumin hanya sedikit memiringkan kepalanya. “Aish… Bodoh sekali aku ini! Sudah pasti dia akan merasa lucu! Dia kan sudah punya suami!!” Umpat Xiumin dalam hati.

“Belum…”

“Ne?” Xiumin mendongakkan wajahnya kembali saat suara Wonhee kembali terdengar.

Wonhee pun lantas menatap lelaki itu sambil tersenyum, “Aku belum mempunyai kekasih…” Lanjut Wonhee kemudian.

“Mwo?!” Kedua mata Xiumin membulat, “Tapi… Tapi… Lalu… Lelaki… Yang saat itu… Dia… Ada di r-ru-rumahmu?” Tanya Xiumin terbata-bata.

“Ahh… Kyuhyun Oppa?!” Seru Wonhee dan di balas anggukan Xiumin. “Dia bukan kekasihku, Xiumin-ah… Dia kakak iparku. Dia adalah suami dari sepupuku, Kim Haneul…” Jelas Wonhee. Tak menyadari akan perubahan pada raut wajah Xiumin saat ini.

“J-J-Ji-jinjayo?!”

“Tentu saja…” Wonhee mengangguk sambil menatap tersenyum tipis pada Xiumin.

Dengan segera, Xiumin pun langsung memalingkan wajahnya dan melihat arah lain. Ia terlihat begitu berseri-seri saat mengetahui jika gadis yang di sukainya ternyata bukanlah seorang isteri dari lelaki manapun!! Dia bahkan tidak mempunyai kekasih!!

“Terima kasih tuhan… Aku tahu kau memang adil padaku!!” Gumam Xiumin dalam hati sambil mendongakkan wajahnya menatap langit dengan raut wajah yang terlihat sedikit di buat-buat. Seperti orang yang terharu akan sesuatu.

“Xiumin-ah…” Panggil Wonhee, Gadis ini sepertinya bingung dengan sikap Xiumin ini. “Apa kau baik-baik saja?”

Xiumin lantas kembali menoleh padanya dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya. Ia pun mengangguk dengan mantap.

“Wonhee-ya… Ayo kita pergi makan!” Ajaknya sambil beranjak dari duduknya.

“Eh?” Wonhee menatap heran padanya, Tapi sesaat kemudian ia pun ikut beranjak. “Baiklah kalau begitu…” Senyumnya tulus.

“Kajja…” Ajak Xiumin sembari menarik tangan Wonhee dengan lembut.

Wonhee menatap tangan Xiumin  yang tengah menggenggam tangannya dengan lembut. Lalu segurat senyum pun nampak jelas terlihat di wajah gadis ini.

“Aku rasa… Aku menyukai lelaki ini…” Batin Wonhee.

*(We Were In Love)*

Tiga minggu telah berlalu, Sejak kejadian itu, Xiumin seringkali pergi keluar bersama Wonhee. Ia pun tak henti-hentinya selalu mengulum senyum di hadapan ke-lima sahabatnya itu. Sama seperti sekarang ini, Ia tengah berkumpul dengan ke-lima sahabatnya sambil dengan senyum lebar yang tak pernah lepas dari wajahnya.

“Semenjak kau tahu jika Wonhee bukanlah seorang gadis yang sudah berstatus isteri orang. Kau sepertinya lebih terlihat seperti orang gila daripada waktu dulu kau patah hati!” Sindir Tao sambil melirik Xiumin yang duduk tak jauh darinya.

“Ahhh… Kau berkata seperti itu hanya karena kau iri padaku kan??” Jawab Xiumin sekenanya.

“Apa? Iri padamu?! Cih! Tidak mungkin… Untuk apa aku iri sementara aku sendiri sudah memiliki kekasih yang setia padaku… Cha Minkwang!” Ungkap Tao bangga.

“Setia? Mungkin saja dia sudah memiliki lelaki yang lebih tampan darimu!! Misalnya setampan diriku…” Celetuk Kris dengan bangganya.

Tao lantas menoleh pada Kris dengan tatapan tajamnya, “Jangan bercanda!! Minkwang tidak suka lelaki sepertimu!!” Sinisnya.

“Sudahlah! Berhenti membicarakan kekasih kalian di hadapanku!!” Ujar Lay sambil meneguk soda yang ada di tangannya.

“Kau berkata seperti itu karena kau tidak mempunya kekasih kan, Lay??” Goda Luhan seraya menyeringai kecil.

“Yah… Kau pasti iri pada kita karena kita sudah memiliki kekasih…” Ucap Xiumin dengan bangga.

Lay menatap tak suka Xiumin, “Kau belum jadian dengan Wonhee, Xiumin-ah. Jangan terlalu percaya diri!”

“Oh tenang saja… Aku yakin Wonhee akan menjadi kekasihku. Karena kita… Memang saling mencintai…” Sahut Xiumin dengan nada semanis mungkin.

“Cih!” Lay mendengus sebal. “Hey, Tapi bukan hanya aku saja yang tidak memiliki kekasih!! Chen juga tidak punya!” Ia menunjuk pada Chen yang sedang memainkan ponselnya.

“Ah, Benar juga! Selama ini kau tidak pernah mengenalkan seorang gadis pun pada kita!” Tambah Kris sambil menoleh pada Chen.

“Jangan-jangan… Kau tidak menyukai wanita, Chen?!” Tuduh Luhan sambil menatap horor pada Chen.

“Jinja?! Jadi, Kau Homo, Chen?!” Pekik Tao dan Xiumin nyaris bersamaan.

Mendengar namanya ikut-ikutan ‘terseret’ dalam obrolan kelima sahabatnya ini, Chen lantas menutup flip ponselnya sambil menoleh pada mereka. Wajahnya terlihat begitu kalem, Meski kelima sahabatnya itu tengah memojokkannya saat ini.

“Dengar… Ada satu hal yang harus kalian ketahui!” Ujar Chen menggantung. “Jika aku adalah seorang Homo. Mungkin… Kalian tidak akan selamat saat ini! Aku pasti sudahlah ‘menyerang’ kalian  yang notabene adalah lelaki tampan nan sempurna!!” Senyum Chen penuh arti.

“Jangan berkata seperti itu dengan senyummu yang penuh arti itu, Chen! Kau membuatku mual saat mendengarnya!” Ungkap Lay jujur.

“Lalu, Kenapa kau tidak memiliki kekasih sampai sekarang? Bukankah kau mempunyai banyak kenalan gadis?” Tanya Luhan kemudian.

Chen lantas menggedikkan kepalanya acuh, “Mungkin belum ada yang sesuai denganku. Aku ini, Bukanlah seseorang yang mudah jatuh cinta seperti kalian semua…” Ujarnya lalu ia pun kembali fokus pada ponselnya.

“Aish… Walau terdengar biasa saja! Tapi ntah kenapa aku sebal saat mendengar kata-katanya yang terakhir itu!” Keluh Kris.

“Aku juga!” Sahut Tao dan di balas anggukan yang lain.

Xiumin kemudian menoleh pada jam tangan yang melingkar pada tangan kirinya, “Ah aku harus pergi sekarang! Sampai jumpa semuanya… Dan doakan aku berhasil!” Serunya.

“Hm, Semoga kau bisa mendapatkan Wonhee, Xiumin-ah!” Balas Chen.

“Tentu…” Ujar Xiumin seraya beranjak dari duduknya dan bergegas keluar.

Sedangkan kelima sahabatnya itu pun hanya dapat tersenyum kecil melihat sikapnya itu. Yah, Mereka setidaknya bersyukur karena Xiumin sudah kembali menjadi normal tidak seperti beberapa minggu yang lalu. Dan itu semua di karenakan seorang gadis bernama Kim Wonhee.

*(We Were In Love)*

Knock… Knock… Knock…

Cklek!

“Annyeong, Kakak Ipar!” Sapa Xiumin bersemangat.

“Oh, Kau… Masuklah…” Kyuhyun melebarkan pintu rumahnya dan mempersilahkan Xiumin masuk ke dalam rumah. “Tunggu sebentar… Wonhee masih bersiap-siap…” Ujarnya.

“Tentu saja, Kakak Ipar!” Balas Xiumin dengan antusias, Ia bahkan tak bosan-bosannya terus tersenyum lebar di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun menggedikkan bahunya acuh, “Kakak Ipar, Kakak Ipar! Dia Pikir Wonhee sudah menjadi kekasihmu! Enak saja panggil aku kakak ipar!!” Gerutu Kyuhyun dalam batinnya.

Lalu ia pun masuk ke ruang tengah. Langkah Kyuhyun terhenti kala melihat Wonhee turun dari anak tangga, Hendak menemui Xiumin.

“Woah, Kau cantik sekali, Wonhee-ya!” Puji Kyuhyun.

“Tentu saja… Aku kan yang mendandaninya…” Bangga Haneul.

“Aku tahu kau memang hebat, Haneul-ah!” Ucap Kyuhyun yang tentu saja membuat isterinya itu terkekeh kecil. “Ah yah… Wonhee-ya! Ingatlah… Kau harus berhati-hati pada Xiumin! Jika di lihat dari wajahnya, Dia pasti bukanlah orang baik-baik!” Ujar Kyuhyun mengingat sikap Xiumin saat mereka bertemu dulu sedikit ketus padanya.

Wonhee terkekeh kecil mendengar hal itu, “Dia adalah lelaki yang baik, Oppa. Percayalah… Adikmu ini takkan salah memilih orang…” Sahutnya santai.

“Aish… Tapi…”

“Ah, Sudahlah, Kyuhyun-ah! Wonhee sudah besar, Dia sudah bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk!” Sela Haneul cepat, “Nah, Wonhee-ya… Sekarang pergilah… Xiumin pasti sudah menunggumu…” Suruhnya kemudian.

“De…” Wonhee mengangguk dan dengan segera ia pun pergi menuju ruang tamu.

Dan saat Wonhee baru saja memasuki ruangan tersebut, Xiumin lantas menolehnya dan lelaki ini nampaknya terpesona dengan kecantikan Wonhee. Karena ia terus saja terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun, Tapi tatapannya terus menatap kagum pada Wonhee.

“Kenapa? Apakah, Penampilanku buruk?” Tanya Wonhee takut jika Xiumin berpendapat lain.

“Huh?” Xiumin tersadar dari kediamannya. “A-a-anniya!” Jawabnya gugup.

“Kalau begitu… Ayo kita pergi!” Ajak Wonhee sembari melingkarkan tangannya pada lengan Xiumin, Dan tentu saja hal itu cukup mengejutkan Xiumin.

“N-ne…”

Merekapun keluar rumah dan berjalan menuju mobil Xiumin yang di parkir tepat di depan rumah Wonhee. Dengan cekatan, Xiumin membuka-kan pintu untuk Wonhee.

“Wonhee-ya…”

“Yah?” Wonhee menoleh pada Xiumin sebelum ia masuk ke dalam mobil.

“Ada yang lupa kukatakan padamu tadi…” Ujar Xiumin menggantung.

“Mengatakan sesuatu? Apa?” Tanya Wonhee penasaran.

Xiumin lantas tersenyum kecil, “Malam ini… Kau terlihat sangat cantik! Sama seperti biasanya. Tapi kali ini sedikit berbeda… Kau… Terlihat lebih sempurna!” Ujarnya sembari mengedipkan sebelah matanya.

Kedua pipi Wonhee pun langsung bersemu merah saat mendengar ungkapan Xiumin, Dengan segera gadis itu pun tersenyum malu, Lalu ia pun masuk ke dalam mobilnya. Dan di ikuti Xiumin yang masuk juga ke dalam mobil setelah menutupkan pintu untuk Wonhee.

*(We Were In Love)*

Wonhee melirik ke seluruh penjuru, Tapi ia tidak menemukan siapapun di dalam restaurant mewah berbintang ini selain dirinya dengan Xiumin.

“Kenapa hanya ada kita di tempat ini, Xiumin-ah?” Tanya Wonhee setelah sebelumnya ada seorang pelayan yang mengirimkan steak dan anggur merah ke hadapan mereka.

Xiumin tersenyum tipis, “Nikmati saja dulu… Kau akan tahu nanti…” Sahutnya seraya bersiap untuk menyantap hidangan di hadapannya ini.

Tanpa banyak bicara lagi, Akhirnya merekapun menyantap hidangan tersebut. Untuk sesekali Xiumin melontarkan candaan di hadapan Wonhee membuat gadis itu terkekeh kecil.

“Ah, Ini lezat sekali..” Ujar Wonhee saat mereka telah menyantap hidangan pertama dan juga hidangan penutup berupa pudding.

“Kau suka?” Tanya Xiumin.

“Tentu saja!” Ujar Wonhee sambil mengangguk senang.

“Ini belum seberapa…” Ujar Xiumin menggantung, Membuat sebelah alis Wonhee terangkat.

Trik!

Xiumin menjentikkan jarinya, Lalu hanya dalam beberapa detik saja, Ada empat orang lelaki yang memainkan biola, gitar, dan clarinet. Lalu satu orangnya lagi bernyanyi sambil membawa sebuket bunga mawar merah yang langsung di berikan pada Xiumin.

Wonhee terlihat begitu terkejut saat melihat hal ini, Tapi keterkejutannya seakan bertambah saat ia melihat Xiumin bersimpuh di hadapannya sambil memberikan bunga mawar itu pada dirinya.

“Kim Wonhee… Mungkin… Ini terlalu cepat. Tapi… Semenjak pertama kali kita bertemu… Aku sudah menyukaimu. Bahkan sebelum kau mengetahuiku pun, Aku sudah menyukaimu…”

Trik!!

Xiumin menjentikkan jarinya lagi, Dan tiba-tiba saja foto Wonhee yang dulu sempat Xiumin ambil secara diam-diam itu muncul di layar yang ada pada restaurant tersebut.

“Xiumin-ah…” Ujar Wonhee pelan, Nyaris tak terdengar. Kedua pipinya langsung bersemu merah, Dan matanya pun mulai berkaca-kaca, Menandakan gadis ini terharu sekaligus masih sedikit tidak percaya, Jika ternyata seorang Kim Minseok atau sebut saja dia Xiumin, Telah menyukainya begitu lama.

“Wonhee-ya… Maukah kau… Menjadi kekasihku?” Suara Xiumin kembali terdengar setelah beberapa saat mereka terdiam.

Wonhee tidak menjawab, Ia masih tetap menatap Xiumin yang balik menatapnya dengan senyum tipis yang menghiasi wajah lelaki tampan ini.

“Aku…” Wonhee terdiam sesaat, Menggantungkan ucapannya, Dan sesaat kemudian ia pun mengangguk singkat sambil membalas senyuman Xiumin. “Aku mau, Xiumin-ah…”

Kedua mata Xiumin membulat, Mulutnya pun terbuka lebar. Meski ia yakin jika Wonhee pasti menyukai perasaan yang sama terhadapnya. Tapi ia masih tidak percaya jika saat ini Wonhee menerimanya sebagai kekasihnya.

Dengan segera, Xiumin pun menarik Wonhee dalam pelukannya dan tentu saja Wonhee balas memeluk Xiumin. Meski sedikit terkejut dengan tindakan Xiumin ini, Tapi Wonhee senang karena akhirnya lelaki yang di sukainya ini telah resmi menjadi kekasihnya.

“Aku mencintaimu, Wonhee-ya…” Bisik Xiumin lembut.

“Aku juga… Aku mencintaimu, Xiumin-ah…” Balas Wonhee.

Xiumin melepaskan pelukannya sesaat, Lalu merekapun saling bertatapan, Bertukar senyum bahagia dan merekapun kembali berpelukan.

Tanpa mereka sadari, Luhan, Kris, Lay, Chen dan Tao yang sebenarnya telah membuntuti mereka berdua, Menatap lega sekaligus senang.

“Akhirnya… Mereka bersatu juga!” Ujar Luhan, Di ikuti anggukan setuju mereka semua.

“Mereka memang serasi! Tidak salah Xiumin menyukai gadis sebaik Wonhee…” Lanjut Kris.

“Kalau begitu ayo kita pergi!” Ajak Tao. Dan kemudian merekapun pergi dari tempat itu.

The End.

Note : Kyaaaaa… Akhirnya beres juga dan bisa publish FF agy!! Hahahahay. Ah iyah… Bagi para readers yang bingung tentang siapa Diarra dan Jihyun, Mereka muncul di part Kris (Lost In Gyeongju) sama Luhan (Forever With You)… Hehehehehe

Nah ini tuh, Side Story dari kisah sahabat mereka.. Yang tak lain dan tak bukan adalah Park Minseok aka Xiumin… Hohohohohohoho \^o^/ Semoga kalian semua terhibur yaaah… Dan jangan lupa untuk tinggalin comment kalian… Hehehehehe

49 thoughts on “We Were In Love

  1. kkkkkkkk~ xiumin patah hati? kyaaa~ sama aku aja *plakk eonni ada typo dikit ‘-‘)b tapi keseluruhan ceritanya bagus. dan ehm eonni, after story kris-diarra donk u,u habis kan kris biasku

      • di yang ini eonni » “Dia lagi-lagi sudah menghilang tanpa sepengetahuanku…” Lirihnya. “Ini semua kareramu, Zhang Yixing!!”

        ayolah eonni, plis plis u,u

      • Lah, Trus di mana letak kesalahannya?
        Perasaan itu benar deh kata2nya… Pan nama asli ci Lay itu Zhang Yixing… Hahahahaha

        Iyah ntr kalo ada ide sama mood kata Onn juga…
        Hahahahahay

      • “karera“ harusnya karena kan? ==” aish eonni, yasudahlah nurut aja daripada mimi gege minta diculik sama aku *eh

  2. ahhhhhh xiu xiu ihhh onnie xiumin ngegemezin dh apalagi pas waktu salah sangka iitu pas nyangka woonhee itu punya suami hihihi, seperti mayat hidup tak ada tenga sama sekali cintaku bertepuk sebelah tangan cerita.a kkkk tpiii huaaa seneng eon pas akhir.a xiumin sama woonhee jadian juga yg lebih lucu lg pas xiumin dgn pede.a manggil kyu kakak ipar mwahahahaha

    eyyyy onnie imy suka bgt pas mereka lg kumpul membanggakan pacar.a masing2 tpii kasian lay dia jomblo hihihi

    ntaaaa onnieee imy mewek mendadak, ahhhh diara diaraa oemji tunangan.a kris dia😦 lah imy d kemanain im kan istri.a lols xDDD

    daebakk eon, lanjut bikin exo lg ya tpi yg lay hehe

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Pas kaan sama wajah Xiumin Ўɐ♌ğ cute-nya ngalahin member EXO yg pada muda2…
      LOL
      XDD

      Yaaaah…
      Itulah Ўɐ♌ğ d namakan prshabtan sjati…
      Always ngumpul dan berbagi crita walau cmn banggain pacar…
      ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ

      Jiaaah…
      Koq malaah mewek??
      Dulu katanya gk bklan cembokur klo ci Kris §ą♍å cewek laen…
      (¯―¯٥)

      Sip2…
      Mudah2an aja ada idenya lgi…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

      • Sabaaaar yaaaa…
        Kris hanya mngungkapkan kbenran Ўɐ♌ğ ada…
        (⌣́_⌣̀)\(‘́⌣’̀ )
        LOL
        *plaaaak*
        *ngajakrbutsmayglgicemburu*
        *lirikImy*
        ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
        Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  3. pertama’a gak tw xiumin it sapa,t’nyata member exo m toh. wkwkwk

    scene xiu ma wonhee dqt bgt neh,jadi ga berasa ‘we were in love’nya

  4. waaaa EXO M oppadeul memang jjang !!!
    hahaha kris sama luhan lucu juga pas berantem , ngebayangin klo kris itu tinggi dan luhan itu mungil , jd ga seimbang wkwk
    lagian si xiumin main salah paham aja tuh , bukannya tanya langsung .
    tapi benar tuhan itu adil haha
    tapi emg alurnya mereka jadian kecepetan eonn hehe sama yg kaya xiumin bilang .
    wahhh pengen kisah EXO K nih jadinya🙂
    eonni fighting !!

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Yah, Kalo nanyain ntr gak ada scene ci Xiumin patah hati dulu dong…
      LOL
      XDD

      Hm, EXO-K?
      Ntr deeeh…
      Kalo ada ide… ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  5. Aq mbayangin ekspresi xiumin di adegan awal ampe akhir dr yg malu-malu, gugup hingga marah pasti tetep imut banget *poke xiumin*

    ga salah tuh ada kata ‘tak kalah ramah’ di pake buat kyu = =v
    baru kali ini aq bc ff kyu yg bersifat ‘ramah’ tanpa ada apa-apa dibelakangnya #digiles sparkyu

    exo m aja ngumpul rame bgt, apa lg kalo ditambah exo k ckckck

    ntah knp aq pengen xiumin ma kyu baikan ._.
    Setdkny xiumin njelasin knp dia ketus ama kyu dipertemuan pertama = =v
    ada kah sequel? xD

    • Wuakakakakakakaka
      Kyu ma Xiumin baekan?
      Mereka kan gk bener2 bertengkar say…
      Lagian tidak ada sequel nieh… Tak ada ide akuuu… ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  6. lol.. Xiumin uda keburu patah hati duluan sebelum tau kebenarannya..
    Untung nah tuh cewek temannya Chen, klo ngak ampe mati pun ttp salah paham x ya.. wkwkwk..
    Ditunggu cerita member yg laen yaaa..
    keq na seru klo chen dibuat jatuh cinta jg.. heheheh…

  7. woah!!!
    maniznya xiumin ma wonhee..
    smpet patah hati xiumin gegara kyu, tp akhrnya bersatu jg..
    ^^

    yg malu2 di pinggir sungai han itu gemesin..

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Iya nieh…
      Maklum, Anak labil sieh..
      Jdi cepet galaaau… *eh?!* Kekekeke
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  8. Sumpah eon pas baca kata2 yg “kakak ipar, kakak ipar! Dia pikir wonhee sudah menjadi kekasihmu. Enak saja panggil aku kakak ipar”,aku ngakak eon. Kyuhyun oppa mah gak d mna2 psti karakternya evil mulu.

    • Wuakakaaakakakaka
      Bukaan evil sayang…
      Dy cmn kesel §ą♍å Xiumin krena dlu Xiumin kaan judes §ą♍å ci Kyu…
      Wkwkwkwkwkwk
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  9. isengiseng mmpung sdara bawa modem
    hehe
    wahhh Baozi gege patah hati
    hehe
    tph syukurlah akhirnya bisa bersama sang tambatan hati
    keke
    tph kenapa Lay gege dan Chen gege tidak bersama kekasih hati mereka
    ini duo kembar kenapa pada ngebanggain pacar”.a disaat Baozi gege sedih !!!
    #tunjukKrisLuhan
    Tao, kmna kekasih mu???

  10. isengiseng
    gk bisa seringsering mmpung ada sdara
    wahh wahh wahh Baozi gege bisa patah hati juga
    hehehe
    knpa Lay gege dan Chen gege pada sndiri??
    ini juga kembar tak kandung bisabisanya banggain pacar masingmasing di depan Baozi gege
    #gelenggelengkepala
    #tunjukKrisHan
    Tao, kemana kekasih mu??
    hehe

  11. akhirnya ada juga pacarnya xiumin. awalnya kasian krn salah kira soal kyuhyun. tapi akhirnya manis hehe. simple, mudah dimengerti tapi feelnya dapet. suka ff kayak gini.. Chen sm Lay gimana tapi?? akan adakah kisah romantis utk mereka?

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Lagi d usahain bakalan ada buat ksh Chen, Lay, sama Tao-nya…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Author aja lucu ngebayanginnya…
      XDD

      Hm, Qta liat nanti yaaah…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  12. Kyaaaaaa,,,,,,,,

    xiumin oppa galau badai tuh !!! Xixixi
    tapi akhirnya bisa bersatu jga, emmmm ceritanya romantis, lucu and seru ,,,!!!
    Request Next chen oppa neh eoon kyanya tmbah seru kan chen oppa susah jatuh cinta jadi pngen tahu gimana chen oppa jatuh cinta,,,,,!!!
    Wuahhhhh kayanya kocak habisss deh

    • ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
      Chen yah?
      Hm, Qta liat nanti yaaah…

      Moga aja bisa dapet mood, ide sama waktu buat bkin ceritanya…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  13. Lma g mmpir ad ff exo lg cast ny bao zi lg..
    Ttep y klo exo uda ngmpul bawaanny heboh mulu.. Tp shock eon knp krkterny chen kyk yg playboy?😥
    ngbyangin mukany bao zi yg malu” bkin gemes!!
    Dtnggu next ffny y eon.. ^^

    • ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Gak playboy2 amat koq…
      Itu cmn kesannya aja Ўɐ♌ğ kayak gitu…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  14. Hai onnie….bawa cerita baru ni ye…
    EXO gue ska sama mereka…
    dpat inspirasi mana ni onnie…makin hari makin bnyak ide ceritanya…
    padahal jumat kemarin nunggui Fanficnya crazy love…
    gue bingung ngomentnya.
    Tp buat onnie fighting dgn ide2 ceritanya…
    cukup sekian
    Khamsahamnida..

    • ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Gaak tauuu..
      Idenya ngalir gitu aja…

      Hm, Gomawo say… *chu*
      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  15. Huwwaaaa xiumin’a maluu maluu kuciiiinggg tuuuuuhh,,,, ksian s Lay jdhie krban’a xiumin buat nyri informasi tntang wonhee,,,, ckckckckckckckckck
    lucu deh eon pas xiumin dnger suara’a kyu mnggil Chagia ma haneul,,, hahahahahahaha😀
    aaaaahhhh kyu bner2 deuah jdhie murung kan tuh xiumin’a,,,
    pie ksian jugha deh tu s kyu,, udh brsha rmaaaaaah pie xiumin’a tteeeeeepp ajha ketus kek phon kaktuss,, hhahahahaha😀
    jiaaaaaaaaaaaaahhhh s Kris ma Luhan mlah brntemin cweq’a msing2,,, -___-“
    hahahahahaha😀 ksian s Lay d dpet death glare’a xiumin,,, tpie bner jgha tuh kta lay,, “Cih! Lagipula… Bagaimana bisa dia sebut levelnya tinggi sementara dia itu menyukai gadis yang sudah bersuami? Sudah dapat di pastikan jika levelnya itu kecil kan? Benarkan?!”
    huwaaaaa gg nyangka trnyta wonhee tmend’a Chen,,, ^_^ nasib baik deuah tu xiumin,,, eeeeeeeeeeeeehh xiumin dah kna silau’a wonhee tuh,, d pnggil BAOZI mlah ktwa-ktwi,,,, cckckckckckckckckckck CINTA emang mmbutakan sgla’a,,,,
    Happy Ending,,,,,, yeeeeeeeeeeeeeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaayyyy!!!!!!!!!

    ^___________________^ #manjatgedungSM

    • Hahahahahahaha
      Itu ci Xiumin udah buruk sangka dluan sih jadinya kayak gitu deh…

      Tapi dia harus bersyukur karena Chen mau ngenalin dy sama Wonhee….
      Hehehehehehe

  16. Waah,,
    ini FF ny udah lama yg thor, aku baru baca nih pas nyari-nyari ff oneshot yg cast ny si BaoZi, trus terdampar deh disini,, Kkkkkk~
    Kalo soal ceritanya sih udah terwakili ama yg komentar sblumnya ya thor! ;D
    Cuman ada yg bikin aku pengen banget ngomen nih thor,, Kkk~ ;D
    Cuma mau kasi tau, koreksi dikit,, itu pas diakhir/epilog ny author ada typo,,
    pas nyebut nama asli Xiumin itu salah dikit, Marga ny bukan Park tapi Kim,, Kim MinSeok! Heu~
    Over all,, kayak yg dibilang komentator sblumnya, intinya ni ff Kereen deh!😉
    KeepWritting Yo!

    Eh bentar deh thor,, itu yg jd WonHee ny SoHee WG bukan sih?
    Kan byk yg bilang kalo Xiu tuh MaleVersion of SoHee.. ;D

  17. Haha keren!!!!

    DEABAK!!!!!

    Sekian author, maaf saya hanya menyampaikan ini😀 * maaf maaf ke korea sampe ketemu jinki oppa *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s