What Is Love (Love Is… Honest!!) Part.1 of 2

What Is LoveTitle             : What Is Love (Love Is… Honest!!)

Author          : NtaKyung

Main Casts   : Oh Sehun, Yoo Hanbyul and OC (Find By Yourself)

Length          : Series [On Writing]

Genre           : Humor, Family, Friendship and Romance.

Rated            : PG-13

Disclaimer    : Seluruh casts dalam ff ini adalah milik Tuhan, Orang Tua dan Mereka sendiri! Tapi isi dalam cerita ini seluruhnya milik saya! So, Don’t BASH!!

Preview Part : Prolog

-What Is Love-

Cinta??

Apalah arti dari sebuah kata cinta?

Bisakah seseorang menjelaskannya padaku?

Jelaskan padaku arti kata cinta itu…

Dan biarkan aku merasakan arti dari sebuah kata ‘Cinta’…

-What Is Love-

 “Apa katamu?! Kau bercanda?! Tidak-tidak… Aku tidak bisa menampungmu di rumahku!” Ucap Kai dengan cepat.

Sehun langsung menatap kesal pada Kai. “Ya! Kim Jongin teman macam apa kau ini, Huh?! Jadi, Kau tega membiarkanku tidur di jalanan, Begitu?!”

“Kenapa tidak?!” Sahut Kai santai.

“Aish!!” Gerutu Sehun, Tapi pandangannya langsung teralihkan pada Tao yang duduk di samping Kai. Dengan seketika, Sehun pun memasang wajah memelas di hadapan Tao.

“Aku tahu maksud dari wajah memelasmu itu! Dan sudah jelas jawabaku adalah tidak!” Tegas Tao seakan dapat membaca pikiran Sehun.

“Ck! Aku menyesal memiliki sahabat seperti kalian berdua. Benar-benar tak bisa di andalkan sama sekali!” Gerutunya.

“Jika kita tidak bisa di andalkan, Mungkin saat ini kau sudah di kurung Appamu, Oh Sehun!” Kai melemparkan bantal sofa pada Sehun.

“Haish… Seharusnya kalian mau menerimaku di tempat kalian, Bukannya mengusirku seperti saat ini! Kalian benar-benar keterlaluan!” Keluh Sehun.

“Kami bukan keterlaluan.. Kami hanya tidak mau mencari lebih banyak masalah dengan Appamu itu, Oh Sehun!” Ujar Kai dan Tao, Nyaris bersamaan.

“Mwoya?!” Pekik Sehun dengan keras. “Ck! Jadi kalian takut pada orang tua itu?!”

“Tapi dia bukan orang tua biasa! Kau tahu hal terakhir apa yang dia lakukan dulu saat kita bertiga melanggar peraturannya karenamu?!” Balas Tao kemudian.

Sehun hendak menjawab pernyataan Tao, Tapi ia mengurungkan niatnya kemudian menoleh ke arah lain sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Apa kau ingat sekarang?” Celetuk Tao.

“Itulah alasan kami tidak mau menampungmu di rumah kami!” Tambah Kai. “Lagipula… Jika kau bersembunyi di tempat kami, Kurasa itu percuma saja! Kau pikir Appamu tidak akan mencari kau kemari?” Celotehnya.

“Haish… Arraseo… Arraseo! Aku akan cari tempat lain saja, Kalian puas?!” Jawab Sehun dengan cepat, Malas mendengarkan celotehan kedua sahabatnya itu.

Kai dan Tao saling bertukar pandang dan mengangguk secara bersamaan sambil tersenyum tipis, “Sangat puas!” Sahut keduanya bersamaan.

“Haish! Kalian berdua memang keterlaluan sekali!” Gerutu Sehun seraya melemparkan dua bantal sofa kepada kedua sahabatnya itu.

-What Is Love-

“Aku pulang…” Ujar seorang gadis bernama lengkap Yoo Hanbyul.

Tak ada sahutan, Tapi ia seakan tak peduli dengan hal itu. Ia berjalan dan melewati ruang tengah di mana tempat keluarganya selalu berkumpul dan bercanda gurau.

“Ya! Yoo Hanbyul, Apa yang kau lakukan hingga baru pulang selarut ini?!” Teriakan seorang gadis yang usianya mungkin lebih tua dari Hanbyul langsung membuatnya berhenti melangkah.

Hanbyul menoleh padanya. “Kau tidak lihat aku baru saja pulang bekerja?!” Balasnya.

“Bekerja? Sampai semalam ini? Cih! Kau mencoba membohongiku, Huh?!”

“Ya! Yoo Haena! Urusanku pulang malam atau tidak bukanlah urusanmu! Lagipula… Rumah ini adalah milikku! Jadi, Kau tidak perlu banyak bicara seperti itu!”

Hanbyul langsung berjalan meninggalkan Yoo Haena -kakak tirinya yang menurutnya sangat menyebalkan-. Orang tua mereka tidak tinggal di Korea, Dan rumah ini memang atas nama Yoo Hanbyul. Dengan keras, Hanbyul menutup pintu kamarnya dan menjatuhkan dirinya di atas ranjangnya.

“Hah…” Ia menghela nafas panjang. “Dia itu semakin lama semakin menjadi! Dasar nenek sihir menyebalkan!” Gerutunya.

Hanbyul sebelumnya tak pernah membenci Yoo Haena, Tapi karena sikap Haena yang selalu memamerkan kekasihnya, Bahkan ia juga merebut kekasih Hanbyul, Jadilah dia sangat membenci Haena. Apalagi sekarang mereka sudah bersiap akan menikah.

“Lihat saja… Kau akan terkejut setengah mati nanti jika aku mendapatkan kekasih yang lebih tampan dan kaya daripada lelaki itu! Arggh! Menyebalkan!” Gerutunya sambil menghentak-hentakkan kaki dan kedua tangannya ke atas ranjangnya.

-What Is Love-

Sehun berjalan sambil menendang kaleng kosong yang di lihatnya. Ia benar-benar sedang merasa kesal, Ia tak tahu harus tinggal dimana. Uang? Tak ada. Tempat tinggal? Tak ada. Sahabat? Mereka bahkan sudah mengusirnya terlebih dulu.

“Aish!! Mereka memang keterlaluan!” Dia kembali menendang kaleng tersebut.

Bugh!

“Ahk!” Ringis seseorang yang terkena oleh kaleng bekas yang di tendang Sehun tadi. “Siapa yang menendang kaleng ini?!” Teriak sang ‘korban’ dengan wajahnya yang terlihat garang.

“Sialan!” Umpat Sehun saat orang tersebut langsung menoleh padanya. “Err.. M-mian, Aku…” Sehun nampak gelagapan untuk menjawabnya terlebih saat melihat dua ekor anjing berukuran cukup besar yang di bawa orang tersebut.

“Kurang ajar! Rasakan gigitan anjingku ini!” Ujar orang tersebut sambil melepas tali anjing yang sedari tadi di pegangnya itu.

Guk! Guk!!

“Wooooo!!” Teriak Sehun panik seraya berbalik dan berlari sekencang mungkin.

Sehun terus berlari dan berlari, Saat ini yang ada dalam pikirannya hanyalah bisa lari dari kejaran dua anjing menyeramkan itu. Tapi ia tak sadar jika ada sebuah motor yang tengah melaju sangat cepat ke arahnya.

Tin… Tin… Tin…

Sehun segera berbalik dan kedua matanya langsung membulat dalam seketika saat melihat motor tersebut, Tubuhnya seakan kaku hanya karena melihat cahaya lampu dari motor tersebut.

Brak!!

Pengendara motor tersebut menabraknya, Sehingga membuat Sehun terjatuh dan berguling di atas tanah, Lantas kepalanya pun terbentur aspal dengan cukup keras.

“Gawat!” Ujar sang pengendara motor dan bergegas pergi meninggalkan Sehun tanpa mau menolongnya.

Para anjing yang semula mengejar Sehun pun seakan takut dan berlari dengan arah yang berlawanan, Mereka sepertinya pergi ke tempat dimana majikannya tadi melepaskannya.

Kedua mata Sehun terbuka, Dan ia dapat melihat dengan samar-samar jalanan yang sudah nampak sepi ini. Maklum saja, Jika sudah jam 11 ke atas jalanan di sini tidak akan terlalu ramai.

“Ahk…” Ringis Sehun saat merasakan sakit yang teramat di bagian kepalanya.

Dengan bersusah payah ia mencoba untuk beranjak dari posisinya, Namun tetap saja ia terjatuh dan terjatuh lagi. Hingga pada akhirnya tubuh Sehun benar-benar sudah tidak dapat bergerak lagi. Tubuhnya langsung tergeletak begitu saja di hadapan sebuah cafe yang sudah tutup.

-What Is Love-

Hanbyul menatap jam di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Ia menghela nafas panjang kemudian dirinya pun beranjak dari atas ranjangnya. “Sial! Karena mereka aku tidak bisa tidur malam ini!” Keluh Hanbyul.

Gadis ini mengenakan jaket tebalnya itu, Lalu meraih kunci skutternya dan juga ponselnya. Setelah itu ia segera saja keluar dari rumah tanpa sepengetahuan Haena. Lagipula, Dia tahu jika Haena pasti takkan peduli jika dia ada atau tidak.

Dengan mengendarai skutter kesayangan itu, Hanbyul pergi menuju cafe miliknya. Dia memilih untuk tidur di dalam cafe daripada harus mendengarkan tawa mesra mereka berdua yang menurutnya sangat-sangat menjijikan!

“Ahh… Akhirnya aku tiba juga!” Leganya seraya melepaskan helmnya.

Greb!!

“Omo!” Kaget Hanbyul saat merasakan ada sesuatu yang dingin menyentuh kakinya.

Ia segera menunduk dan begitu terkejut saat melihat seorang lelaki tengah terluka parah dengan darah segar yang keluar dari sudut pelipisnya.

“T-t-tolong.. A-aku…” Desisnya dan di saat itu juga lelaki itu yang tak lain adalah Sehun langsung tak sadarkan diri.

“Omo! Chogi.. Ireona… Ireona…” Paniknya dan segera menepuk-nepuk wajahnya tapi tetap saja tak ada reaksi.

-What Is Love-

Cahaya matahari menelisik masuk melalui celah-celah gorden di ruangan itu. Hal ini cukup membuat Sehun -yang tengah tak sadarkan diri dan berbaring lemas di atas sofa yang berukuran cukup besar itu- sedikit terusik karena cahayanya.

“Enghh..” Sehun menggerakkan kepalanya pelan, Samar-samar Sehun dapat melihat sesosok gadis asing di hadapannya.

“Omo! Kau sudah sadar rupanya!” Pekik Hanbyul seraya berjalan menghampirinya.

“Dimana… Aku?” Suara Sehun terdengar sedikit serak.

“Kau ada di tempatku…” Jelas Hanbyul.

“Tempatmu?” Sehun mengerutkan keningnya. Ia lalu memegang kepalanya yang terasa begitu nyeri. “Ugh…” Ia mencoba untuk menghiraukan rasa sakit itu tapi tetap saja tidak bisa.

“Jangan banyak bergerak dulu! Lukamu belum sembuh total…” Ujar Hanbyul saat Sehun hendak beranjak dari tempatnya.

“Kenapa aku bisa ada di sini?” Tanyanya.

“Ntahlah… Tadi malam aku menemukanmu di depan Cafeku dan karena jarak rumah sakit dari sini lumayan jauh jadi aku terpaksa membawamu kemari dan merawat lukamu dengan pengetahuanku yang tidak seberapa ini… Tapi kau tenang saja, Tidak ada sesuatu yang serius.  Kau hanya mengalami benturan saja, Tapi itu tidak mengganggu syaraf otakmu. Kau hanya perlu beristirahat sekarang… Jika kau tidak percaya, Aku bisa membawamu ke rumah sakit siang ini…” Jelas Hanbyul panjang lebar.

Sehun terdiam sesaat, Lalu setelah itu ia pun menggeleng singkat. “Tidak perlu.. Aku percaya padamu!” Jawabnya masih terdengar lemas.

“Baiklah tunggu sebentar, Aku akan mengambilkan bubur untukmu… Sementara itu kau beristirahatlah…” Ujar Hanbyul seraya beranjak dari tempatnya.

Dengan perlahan, Sehun kembali berbaring dan memutar matanya untuk mengamati isi ruangan tersebut. Lalu ia pun tersenyum kecil, “Tidak buruk juga… Kurasa tinggal di tempat ini akan menyenangkan!” Gumamnya.

-What Is Love-

Hanbyul menyiapkan semangkuk bubur dan segelas air putih di atas nampan, Sejak tadi ia sedang memikirkan sesuatu yang cukup mengganggunya sejak tadi. Dalam bayangannya, Wajah Sehun terlintas di benaknya.

“Aku seperti pernah melihatnya, Tapi dimana?” Batinnya. “Mungkin hanya perasaanku saja…” Hanbyul menggedikkan kepalanya dan beranjak pergi sambil membawa nampan tersebut.

Cklek!

Hanbyul membuka pintu ruangan kerjanya, Dan menghampiri Sehun yang masih berbaring di atas sofanya. Ia lantas meletakkan nampan itu di atas meja dan duduk di salah satu sofa lainnya yang berada di ruangan tersebut.

“Ini makanlah, Kau pasti belum makan sesuatu sejak kemarin kan?” Ujar Hanbyul kemudian.

Sehun beranjak dari posisi tidurnya dan mulai meneguk secara perlahan air putih itu. Tangannya yang bergetar hebat hendak meraih sendok bubur tersebut, Tapi hal itu serasa sulit karena rasa nyeri pada sekujur tubuhnya itu membuat pergerakkan tangannya pun menjadi terhambat.

“Biar aku yang menyuapimu…” Tawar Hanbyul kemudian.

Ia benar-benar tak tega jika harus melihat Sehun seperti itu, Ia mulai mengaduk-aduk bubur itu dan menyodorkan sesendok bubur pada Sehun. Kemudian, Dengan sedikit sungkan akhirnya Sehun pun melahap bubur tersebut.

“Gomawo…” Suara Sehun memecah kesunyian di ruangan tersebut.

Hanbyul hanya mengangguk singkat lalu kembali menyuapi Sehun, “Jika aku boleh tahu.. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau bisa berada di depan cafeku dengan keadaan terluka seperti ini?” Tanya Hanbyul penasaran.

“Itu…” Sehun terdiam sesaat, Ia menoleh pada Hanbyul yang tengah menatapnya dengan kedua matanya yang bulat itu. “Aku…” Tiba-tiba saja Sehun memalingkan wajahnya dan raut wajahnya pun langsung terlihat begitu murung dalam seketika.

“A-Ada apa?” Cemas Hanbyul. “Jika… Kau tidak bisa menceritakannya, Aku tidak memaksa…”

“Tidak…” Sehun menggeleng pelan. “Ini semua karena lintah darat itu!” Ujarnya dengan wajah yang tertunduk dalam.

“Eh? Lintah darat?” Bingung Hanbyul.

“Yah…” Sehun mengangguk singkat. “Dulu.. Karena demi membiayaiku, Ayah dan Ibuku terpaksa berhutang pada seorang lintah darat. Awalnya, Kedua orang tuaku bisa membayar semua itu. Tapi, Karena bunga yang selalu bertambah tiap bulannya mereka menjadi kewalahan dan pada akhirnya satu-persatu barang di rumahku di rampas oleh lintah darat itu…” Sehun memasang wajah sememelas mungkin, Berharap Hanbyul percaya dengan kebohongannya itu.

Dan apa yang di lakukan Sehun memang berjalan sempurna! Hanbyul kini terlihat terbawa oleh cerita Sehun, Gadis ini memandang Sehun dengan tatapan iba.

“Lalu… Bagaimana selanjutnya?” Hanbyul bertanya dengan hati-hati.

“Lalu… Tak lama dari itu, Kedua orang tuaku meninggal dalam sebuah kecelakaan tabrak lari. Padahal… Aku sudah membayar hutang kedua orang tuaku itu, Tapi mereka tetap saja meminta bunganya dengan jumlah yang besar! Aku pun tak dapat menerimanya dan akhirnya… Aku pun sekarang menjadi buronan para lintah darat itu…”

“M-Maaf… Aku… Aku jadi membuatmu terpaksa mengingat… kejadian pahit itu lagi…” Sesalnya.

“Tidak apa-apa. Ini bukan salahmu…” Sehun berlagak seperti orang yang tengah terpuruk saat ini. Ia yakin sekali jika Hanbyul pasti akan merasa kasihan padanya.

“Jadi, Apa yang akan kau lakukan setelah ini?”

“Ntahlah…” Lagi-lagi Sehun menggeleng pelan, “Aku tidak punya uang, Tempat tinggal pun tak ada… Hidupku rasanya sudah berakhir…” Ujar Sehun berpura-pura putus asa.

Untuk beberapa saat, Hanbyul hanya tetap terdiam. Ia tak sadar jika Sehun berulang kali terus melirik diam-diam padanya, Lalu gadis ini pun menghela nafas panjang.

“Apakah… Kau mau tinggal di Cafeku ini? Yah… Mungkin tempatnya tidak terlalu luas. Tapi kau bisa tinggal di sini sampai lukamu sembuh, Bagaimana?” Tawar Hanbyul kemudian.

Tanpa sepengetahuan Hanbyul, Sehun menyeringai kecil, Ia lantas menoleh pada Hanbyul sambil tetap memasang wajah memelasnya. “Benarkah?”

“Yah…” Haneul mengangguk singkat, “Tapi… Ada satu syaratnya. Bagaimana?!”

Senyum di wajah Sehun seketika lenyap begitu saja, Ia mengerutkan keningnya, “Syarat apa?” Tanya Sehun tak mengerti.

“Karena… Tempat ini adalah Cafe… Kau harus mau membantuku bekerja! Kebetulan sekali aku sedang membutuhkan pelayan tambahan. Jadi, Kau mau kan?”

“Mwo?!”

“Ayolah… Bukankah kau ingin tinggal di tempat ini?” Hanbyul tersenyum kecil.

“Sial! Aku pikir dia tidak sepintar ini. Ternyata ada imbalannya juga agar aku bisa tinggal di tempat ini…” Gerutu Sehun dalam hatinya.

“Hey… Kau mau tidak?”

“Hm. Baiklah…” Pasrah Sehun pada akhirnya.

Hanbyul tersenyum senang, “Baiklah! Dari jam 9 pagi sampai jam 9 cafeku di buka. Tapi untuk hari ini kau tidak perlu bekerja, Kau cukup beristirahat saja…” Ujarnya kemudian.

Gadis ini beranjak dari duduknya dan meraih mangkuk serta gelas yang sudah kosong. “Sekarang beristirahatlah… Aku harus membuka cafeku…” Senyumnya dan bergegas pergi dari ruangan itu.

Setelah melihat Hanbyul menutup pintu ruangan ini, Sehun lantas menghentakkan kakinya sambil membaringkan kembali tubuhnya di atas sofa berukuran cukup besar itu. “Haish…”

-What Is Love-

<Hanbyul PoV>

Keesekokan harinya, Lelaki bernama Sehun ini mulai bekerja membantuku di Cafe. Hari pertama ia bekerja, Aku baru sadar jika ternyata ia memiliki paras yang tampan. Dia juga cukup baik, Yah walaupun terkadang ia lambat dalam bekerja.

Seminggu berlalu, Ternyata… Dia merupakan lelaki yang humoris, Beberapa kali ia bercanda ria dengan beberapa pelanggan di Cafeku, Dan itu cukup membuatku senang.

Dua minggu berlalu, Sehun mulai dapat bekerja dengan baik. Ia bahkan tidak segan-segan untuk sesekali mengajakku bercanda dan sekedar mengobrol obrolan ringan setiap kali dia membantuku menutup Cafe.

Sebulan berlalu, Dan pada akhirnya… Aku tahu! Dia ternyata memiliki lebih banyak sifat buruk daripada sifat baik!! Haish… Aku tertipu olehnya selama ini! Dia ternyata lelaki yang ceroboh, susah di bangunkan, pemalas dan terkadang suka bersikap seenaknya terhadapku.

<Author PoV>

Knock… Knock… Knock…

“Sehun-ah.. Ireona.. Ini sudah pagi..” Hanbyul mengetuk-ngetuk pintu ruangan kerjanya yang kini telah berubah menjadi kamar tidur seorang lelaki bernama Oh Sehun ini.

Hening, Tak ada sahutan dari dalam ruangan. Hanbyul masih mencoba untuk sabar padanya, Ia kembali mengetuk pintu kamar Sehun sambil memanggilnya dengan nada setenang mungkin.

“Sehun-ah…”

“HAISH!! SHIKKEREO!!” Teriakan Sehun terdengar dari dalam ruangan tersebut.

Kedua mata Hanbyul membulat dalam seketika, Ia mendengus sebal sambil menatap kesal ke arah pintu di hadapannya ini, Seakan yang berada di hadapannya ini adalah Oh Sehun.

“Haish, Jinja!! Aku sudah baik-baik mau menampungnya dan bahkan memberi makan padanya!! Tapi ia bahkan bersikap seperti ini padaku… Berterima kasih padaku pun tidak!! Benar-benar tak tahu di untung!!” Gerutu Hanbyul kesal.

Knock… Knock… Knock…

Hanbyul lagi-lagi mengetuk pintu ruangan tersebut dengan cukup keras, “YA!! Oh Sehun, Jika kau tidak keluar sekarang juga, Maka kau benar-benar akan aku usir dari tempatku ini, Arraseo?!” Teriak Hanbyul dengan keras.

Cklek!

Pintu langsung terbuka saat Hanbyul hendak melangkah turun untuk membuka Cafenya ini. Ia lantas berbalik dan menatap kesal pada Sehun yang kini telah berdiri di ambang pintu sambil tersenyum kecil dengan kedua mata yang masih sedikit menyipit.

“Kau tidak sungguhan kan? Aku sudah bangun sekarang…” Sehun tersenyum lebar.

“Haish…” Hanbyul menghentakkan kakinya kesal dan berbalik meninggalkan Sehun begitu saja.

“Hah…” Sehun menghela nafas panjang sambil menunduk, Rasa kantuk yang masih menyerang dirinya, Seakan memaksanya untuk menutup kedua matanya secara perlahan-lahan lagi.

“Cepat pergi ke kamar mandi dan bantu aku merapihkan cafe!!” Teriak Hanbyul yang sukses menyadarkan Sehun dari rasa kantuknya.

“Arraseo!!” Balas Sehun dengan keras, Ia lantas bergegas pergi ke arah kamar mandi yang ada di lantai bawah.

-What Is Love-

Sehun menguap kecil di sudut counter Cafe, Ia benar-benar merasa ngantuk saat ini. Andai saja di hadapannya saat ini ada sofa panjang seperti di ruangan atas, Mungkin ia akan langsung saja berbaring di atas sofa tersebut. Dan untuk ke-sekian kalinya, Sehun menguap kecil, Tak sadar jika Hanbyul terus memperhatikannya sejak tadi.

“Ya! Sehun-ah!” Panggil Hanbyul kemudian.

“Hem?” Balas Sehun sekenanya.

Hanbyul melemparkan buku menu pada Sehun, Yang jelas saja membuat lelaki itu terkejut dan reflex menangkap buku tersebut.

“Ada tamu baru datang, Cepat layani mereka!” Hanbyul menggedikkan kepalanya.

“Hm, Arraseo.” Jawab Sehun malas, Ia berjalan menuju tamu baru yang di maksud Hanbyul tadi.

Hanbyul memperhatikan Sehun yang tengah berjalan menuju meja pelanggan itu, Ia tersenyum kecil sambil menggeleng pelan. Jika boleh jujur, Sebenarnya terkadang Hanbyul selalu merasa gemas pada lelaki yang telah tinggal di Cafenya selama sebulan lebih ini.

Dan tak di pungkiri, Jika Hanbyul selalu terpesona ketika melihat ketampanan pada parasnya itu. Tapi Hanbyul tak terlalu mengidahkan perasaan itu, Toh ia hanya menganggap Sehun sebagai bawahannya, Tidak lebih.

-What Is Love-

“Selamat datang di Cafe kami. Silahkan melihat menu yang kami sediakan…” Sehun memberikan buku menu pada kedua lelaki di hadapannya ini.

Salah satu dari lelaki tersebut melepaskan topi yang sejak tadi di kenakannya, Lalu mendongak-kan kepalanya untuk menatap Sehun.

“Akhirnya aku bertemu denganmu, Oh Sehun…” Lelaki itu yang tak lain adalah Kai tersenyum tipis padanya.

Kedua mata Sehun membulat dalam seketika, Ia menoleh pada lelaki satunya lagi dan ia baru sadar jika kedua lelaki ini adalah sahabatnya!! Kim Jongin dan Huang Zi Tao!!

“KALIAN?!” Pekik Sehun keras.

Keramaian di Cafe tersebut sontak saja menjadi sepi, Seluruh mata tertuju pada Sehun. Begitupun dengan Hanbyul yang mendengar teriakannya langsung menoleh padanya. Tapi dengan cepat, Sehun berbalik dan meminta maaf pada mereka.

Sehun menoleh pada Hanbyul yang kini tengah menatapnya, Tapi ia hanya meringis kecil sambil mengangguk singkat dan menaikkan tangan kanannya, Mengisyaratkan pada gadis itu jika ia tengah meminta maaf karena suaranya yang cukup mengejutkan para pelanggan itu.

“Kenapa kalian ada di sini, Huh? Apakah kalian sengaja mencariku?! Bukankah kalian tidak ingin mencari masalah lebih banyak lagi dengan Appaku?!” Sehun sedikit membungkukkan tubuhnya.

“Justru kami ke sini karena Appamu memaksa kami untuk mencarimu, Dia ingin kita berdua segera membawamu pulang…” Jawab Kai santai.

“Mwo?!” Pekik Sehun tertahan, Ia menoleh ke belakang sebentar, Memastikan jika tak ada yang dapat mendengar suaranya, Terlebih Hanbyul.

“Bodoh! Sampai kapanpun aku tidak mau kembali pada orang tua itu!! Kalian tahu itu kan?!”

“Kami tahu itu.. Tapi mau bagaimana lagi? Appamu dan kedua orang tua kita bersekongkol! Jadi, Kami tidak bisa menolak permintaannya jika tidak ingin fasilitas yang kita miliki di cabut…” Ujar Kai terlihat santai.

“Jangan bercanda!! Jadi, Kalian tega membiarkanku kembali pada orang tua sepertinya, Huh?!” Sehun menatap kesal pada Kai.

“Tenanglah, Sehun-ah… Sebenarnya, Kami mencarimu karena ada hal yang ingin kita sampaikan. Bukan untuk membawamu pulang…” Ujar Tao kemudian.

Sehun lantas menoleh pada Tao dengan kening yang mengerut, “Apa maksudmu?” Tanyanya tak mengerti dengan ucapan Tao tadi.

“Kita tidak bisa bicarakan sekarang, Lebih baik temui kita di tempat biasa nanti malam…” Tao pun beranjak dari duduknya dan menoleh pada Kai kemudian menggedikkan kepalanya. Seakan memberi isyarat pada Kai untuk pergi.

“Baiklah… Kita bertemu di tempat biasa… Selamat bekerja, Oh Sehun…” Kai menepuk-nepuk pundak Sehun seraya pergi mengikuti Tao yang sudah pergi terlebih dulu.

Sehun menoleh pada kedua sahabatnya itu dengan tatapan kesal, “Haish… Bahkan mereka sudah berada di bawah kekuasaan orang tua itu!! Sial…” Gerutu Sehun.

-What Is Love-

Sehun dan Hanbyul tengah merapihkan cafe yang sudah tutup, Para pekerja di tempat ini pun sudah pulang sejak setengah jam yang lalu.

“Tadi, Sepertinya.. Kau terlihat mengenal kedua lelaki yang baru datang tadi siang. Siapa mereka? Apakah temanmu?” Suara Hanbyul memecah keheningan yang ada.

“Teman apanya?! Mereka bahkan lebih menurut pada orang tua sialan itu daripada aku!!” Gerutu Sehun dalam hatinya.

“Sehun-ah…” Panggil Hanbyul pelan.

“Eoh?” Sehun menoleh padanya, “Ah.. Yah, Begitulah.. Mereka teman semasa SMA-ku. Tapi kami sudah lama tidak bertemu…” Bohong Sehun.

“Oh…” Hanbyul mengangguk singkat.

“Hanbyul-ah, Bisakah aku keluar sebentar hari ini? Ada sesuatu yang harus aku urus…” Ujar Sehun mengingat ucapan Tao dan Kai tadi siang.

“Urusan?” Hanbyul menaikkan sebelah alisnya, “Memangnya ada urusan apa? Tidak biasanya kau pergi selarut ini…” Tanya Hanbyul hati-hati.

Ntah apa yang ada di pikiran Hanbyul, Tapi tiba-tiba saja ia ingin mengetahui hal itu. Ntah apa yang membuatnya berani bertanya seperti itu.

“Soal itu…”

“Tidak apa-apa… Pergilah…” Sela Hanbyul cepat.

“Eh?” Sehun menoleh padanya, “Ah… Baiklah… Aku pergi sekarang. Kau bisa pulang… Aku akan membawa kunci cadangan…” Ujar Sehun kemudian.

Sehun segera meraih jaket dan kunci cadangan cafe ini, Kemudian ia pun berlalu meninggalkan Hanbyul yang masih berdiri di tempatnya.

“Rasanya… Dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Dan aku… Benar-benar tidak menyukai hal ini…” Batin Hanbyul seraya melihat Sehun yang semakin menjauh dari Cafe.

“Ah… Sudahlah! Lagipula… Memangnya siapa dia? Kenapa aku harus merasa tidak suka jika ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku?!” Hanbyul menggelengkan kepalanya cepat dan beranjak dari tempatnya.

Hanbyul berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai atas dan sekaligus ruangan yang menjadi tempat tidur Sehun selama ia tinggal di cafe ini.

“Haish… Berantakan sekali! Apakah dia tidak pernah sempat membersihkan ini semua?!” Hanbyul masuk ke dalam ruangan itu dan mulai membersihkan ruangan tersebut.

Tatapannya langsung tertuju pada sofa yang selama ini menjadi tempat tidur Sehun. Ada sedikit perasaan bersalah dalam dirinya karena telah membiarkan Sehun tidur di tempat seperti ini.

“Tubuhnya pasti terasa sakit setiap kali tidur di sofa ini. Apakah mungkin, Ini salah satu penyebab dia selalu mengantuk? Karena dia tidak bisa tidur dengan nyaman?” Pikir Hanbyul.

Dengan segera, Hanbyul pun turun dari lantai dua, Ia bergegas menuju dapur yang biasa di gunakan para pekerjanya untuk membuat cake yang di sediakan di cafe-nya ini. Ia membuka lemari es yang ada di dapur dan mengeluarkan beberapa bahan masakan yang ia sediakan untuk Sehun selama ini.

“Dia pasti jarang memasak. Buktinya… Masih begitu banyak bahan yang tidak terpakai…” Pikir Hanbyul.

Untuk beberapa saat ia terdiam, Tapi tak lama dari itu ia pun segera membasuh sayuran tersebut dan mulai memanaskan minyak di wajan. “Mungkin memasakkan beberapa menu makanan untuknya tidak akan membuang waktu yang terlalu lama… Lagipula, Dia terlihat sedikit kurus sekarang…” Gumamnya seraya tersenyum kecil dan mulai memotong bawang dan sayur.

-What Is Love-

Sehun memasuki sebuah studio yang biasa ia gunakan untuk berkumpul dengan Kai dan Tao. Ia melihat kedua sahabatnya itu tengah duduk menunggunya sambil menikmati soda dan beberapa makanan ringan.

“Sebenarnya apa yang ingin kalian sampaikan padaku?” Tanya Sehun seraya duduk di hadapan mereka dan membuka satu kaleng minuman bersoda itu.

“Woah… Tidak biasanya kali kau langsung bertanya seperti ini. Kau sepertinya benar-benar sibuk sekarang ini…” Ledek Kai sambil terkekeh kecil.

“Diam kau!” Sehun menatapnya kesal, “Kau tahu? Aku harus banyak beristirahat karena bekerja seharian di cafe. Belum lagi kau harus bangun pagi… Kau tidak akan pernah merasakan hal itu…”

“Kalau begitu kenapa kau tidak kembali pada Appamu saja? Jika kau kembali ke sana kau tidak mungkin bekerja sampai selelah itu…” Ujar Tao santai.

“Jangan konyol!! Kau tahu? Bekerja di tempat Hanbyul lebih baik daripada harus terkekang dan hidup bersama orang tua menyebalkan itu!” Desis Sehun seraya meneguk minuman tersebut.

“Hanbyul?” Kai menaikkan sebelah alisnya. “Aahhh… Sepertinya kau benar-benar sudah dekat dengan gadis pemilik cafe itu. Mungkinkah kau tertarik padanya, Sehun-ah?” Godanya.

“Tertarik padanya?!” Sehun membulatkan kedua matanya. “Itu tidak mungkin! Seorang lelaki tampan sepertiku tidak mungkin akan jatuh cinta pada gadis seperti itu!!”

“Benarkah?” Tao menatapnya ragu, “Tapi kurasa kalian berdua cocok…” Ujarnya ikut menggoda.

“Haish… Sudahlah! Jangan bahas hal itu lagi… Sekarang, Katakan padaku… Apa yang ingin kalian sampaikan padaku?” Ujar Sehun mengganti topik pembicaraan mereka.

“Ah yah… Soal itu…” Kai meneguk minumannya dulu sebelum akhirnya kembali melanjutkan uapannya. “Appamu bilang… Dia tidak akan memaksamu untuk menikah dengan pilihannya lagi. Tapi dengan satu syarat… Kau harus memiliki seorang kekasih dalam waktu satu minggu ini. Itu yang Appamu sampaikan pada kami…”

“Apa?!” Sehun menatap Kai tak percaya.

“Dan jika kau tidak bisa memiliki seorang kekasih dalam waktu seminggu ini, Maka dengan terpaksa kami harus membawamu pulang dan membiarkanmu menikah dengan pilihan Appamu itu!” Lanjut Tao, Dan ucapannya itu sukses membuat mulut Sehun terbuka lebar dengan kedua mata yang membulat.

“Itu mustahil!! Bagaimana bisa aku mendapatkan seorang kekasih yang sempurna hanya dalam waktu satu minggu? Itu benar-benar ide yang gila!!” Ujar Sehun kemudian. Ia benar-benar tak bisa membaca pikiran Appanya itu.

“Mudah saja… Hanya mengandalkan wajah tampanmu itu… Kau pasti bisa mendapatkan seorang gadis yang mencintaimu dengan sepenuh hati!” Celetuk Kai santai.

“Persetan dengan kata cinta!! Aku bahkan tak mengerti, Kenapa setiap orang harus membahas kata cinta?! Itu benar-benar memuakkan!!” Kesal Sehun.

“Kalau begitu, Tunggu saja sampai hari itu tiba dan kau akan di nikahkan dengan pilihan appamu itu…” Ujar Tao sambil menatap Sehun datar.

“Yah… Dan kurasa, Appamu tidak main-main kali ini, Sehun-ah…” Tambah Kai.

Sehun lantas menatap kesal pada kedua sahabatnya itu, Mereka bukannya memberi solusi justru malah semakin menakut-nakuti dirinya.

“Haish… Sebenarnya teman macam apa kalian ini, Huh?! Kenapa kalian sepertinya ingin sekali membuatku menikah dengan pilihan lelaki tua itu, Huh?! Haish…” Keluh Sehun.

-What Is Love-

Hanbyul sudah menyiapkan berbagai menu makanan di lantai atas, Ia tersenyum puas karena hasil masakannya ini bisa tersaji dengan cepat.

Cling!

Hanbyul menoleh saat mendengar suara lonceng pada pintu cafe berbunyi, Itu menandakan jika seseorang datang. Ia tersenyum kecil.

“Itu pasti Sehun!” Batinnya senang.

Dengan segera, Hanbyul menuruni anak tangga dan bergegas menuju ruangan depan cafe. Ia tak sadar jika yang datang itu bukanlah Sehun.

“Sehun-ah, Kau sudah datang?” Ujar Hanbyul riang.

“Siapa Sehun? Apakah lelaki yang sudah tinggal di cafe-mu selama ini?” Suara seseorang yang sudah sangat di kenali Hanbyul terdengar sangat jelas.

Senyum di wajah Hanbyul pun langsung lenyap dalam seketika saat ia sadar jika sesosok yang ada di hadapannya ini adalah Yoo Haena bersama kekasihnya yang bernama Lee Seungri, Yang tak lain adalah mantan kekasih Hanbyul.

“Untuk apa kalian datang kemari?” Tanya Hanbyul sinis.

“Kau belum menjawab pertanyaanku, Yoo Hanbyul! Katakan padaku siapa lelaki bernama Sehun itu! Apakah dia pelayan baru yang bekerja di tempat ini?”

“Itu bukan urusanmu!! Kau tidak perlu mengetahui siapa lelaki itu, Kau tidak mempunyai hak untuk mengatur semua kehidupanku!!” Tekan Hanbyul dengan menatapnya tajam.

“Ya! Hanbyul-ah, Bisakah kau tidak berkata sekasar itu di hadapan kakakmu? Kau seperti bukan seorang gadis saja…” Ujar Seungri membela Yoo Haena, Kekasihnya.

“Diam kau!! Kau tidak perlu ikut campur dalam masalah ini…” Hanbyul menatap jijik pada lelaki ini, Ia benar-benar muak hanya sekedar melihat wajahnya.

“Jelas kami harus mengetahui siapa dia!! Walau bagaimanapun juga kau adalah adikku! Appa sudah menitipkanmu padaku! Jadi, Kau tidak bisa seenaknya saja melakukan sesuatu hal yang kau mau! Termasuk mengajak seorang lelaki asing tinggal di cafemu!!” Sentak Haena.

“Sudah kukatakan ini bukan urusanmu!!”

“Ahh… Jangan-jangan kau sudah menjual tubuhmu pada pria itu sampai-sampai kau rela dia tinggal di cafemu. Apakah begitu?” Sindir Seungri.

“Apa?!” Hanbyul menatap Seungri kesal.

“Benarkah seperti itu?! Apakah kau sudah melakukan hubungan intim dengan lelaki itu?! Ck! Kau seperti wanita murahan saja!! Memalukan!” Haena mendorong-dorong tubuh Hanbyul sambil berbicara dengan keras.

Plak!!

Hanbyul mendaratkan tamparan yang cukup keras di wajah Haena hingga membuat gadis itu cukup terkejut dan memegang pipinya yang terasa memanas itu.

“Jaga ucapanmu!! Yang wanita murahan itu adalah kau dan ibumu!!” Sentak Hanbyul. “Kalian berdua sudah merebut semuanya!! Appaku, Harta kekayaanku!! Kau bahkan telah merebut kekasihku sendiri, Seharusnya kau sadar jika kau adalah wanita murahan itu!!”

“Yoo Hanbyul!” Seungri berteriak keras. Ia hendak melayangkan pukulannya pada gadis itu, Tapi hal itu tertahan oleh seseorang yang mencengkram kuat tangan Seungri.

Hanbyul yang tadinya sempat menutup matanya, Dengan segera menoleh ke arah sampingnya dan ia begitu terkejut saat melihat Sehun telah berdiri di sampingnya.

“Hanya lelaki pengecut yang berani bertindak kasar pada seorang gadis! Memalukan!” Sehun menghempaskan tangan Seungri dengan kasar.

“Siapa kau?!” Sengit Seungri.

“Aku?” Sehun berucap dengan wajah datarnya. “Kau tidak perlu tahu aku, Tuan… Aku rasa kau akan menyesal jika mengetahui siapa aku…” Ujarnya sambil tersenyum mengejek pada Seungri.

“Apa?! Berani-beraninya kau mengatakan hal seperti itu pada kekasihku! Memangnya kau siapa, Huh?! Kau pasti tak sekedar dari lelaki miskin yang meminta belas kasihan Hanbyul, Agar kau bisa tinggal di tempat ini, Iya kan?!” Sentak Haena.

“Yoo Haena!!” Sentak Hanbyul yang tentu saja membuat kakak tirinya sekaligus Seungri terkejut. “Sekarang kalian pergilah dari tempat ini!! Aku sudah muak melihat wajah kalian!!”

“Kau pikir kami ingin berlama-lama di tempat ini, Kami juga akan pergi!” Haena segera berbalik dan menarik Seungri untuk segera pergi dari tempat itu.

Setelah Seungri dan Haena sudah pergi, Hanbyul menghela nafas panjang seraya duduk di salah satu kursi yang ada di hadapan counter cafenya ini. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, Seakan mencoba menyembunyikan rasa sakit yang mendalam yang di rasakannya.

“Hanbyul-ah, Kau baik-baik saja?” Tanya Sehun. “Siapa mereka? Kenapa kau tidak berbuat apa-apa saat mereka mengatakan hal-hal sekasar itu padamu?”

Untuk beberapa saat Hanbyul tak menjawab, Ia hanya tetap diam sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Tapi setelah itu, Ia menyibakkan rambutnya kemudian menoleh pada Sehun.

“Dia kakak tiriku…” Jawab Hanbyul kemudian.

“Mwo? Kakak tirimu?” Kaget Sehun.

“Yah…” Hanbyul mengangguk singkat, “Dua tahun yang lalu… Appaku menikah lagi dengan mantan kekasihnya.. Dan gadis itu memiliki seorang anak, Bernama Kim Haena. Sejak awal aku tahu jika mereka berdua tidak suka kehadiranku, Mereka selalu bersikap sinis padaku… Dan bahkan… Haena telah merebut kekasihku sendiri setelah dia berhasil merebut perhatian Appa…”

“Merebut kekasihmu? Apakah maksudmu… Lelaki tadi itu?” Tanya Sehun tak percaya.

“Yah.” Hanbyul mengangguk singkat, Perlahan-lahan air mata mulai mengalir dari ujung matanya dan suara isak tangis gadis itu pun terdengar.

Sehun yang melihat hal itu pun merasa iba, Ntah sadar atau tidak, Perlahan ia menggerakkan kedua tangannya dan menarik tubuh Hanbyul ke dalam dekapannya.

“Apa yang kau lakukan?!” Kaget Hanbyul, Masih mencoba untuk tidak terlihat lemah di hadapan Sehun saat ini.

“Aku tahu kau ingin menangis… Sekarang… Kau bisa menangis sepuasnya di hadapanku. Kau juga bisa bersandar padaku… Luapkanlah… Luapkanlah semua kekesalanmu dengan menangis… Itu pasti bisa membuatmu merasa lebih tenang…” Bisik Sehun.

“Kau pikir aku akan menangis hanya karena mendengar ucapanmu ini?!”

“Kurasa yah…” Senyum Sehun seraya menepuk-nepuk punggung Hanbyul pelan.

Dan benar saja, Beberapa saat setelah Sehun menjawab ucapannya, Hanbyul langsung menangis sekeras-kerasnya di dalam pelukan Sehun. Sedangkan Sehun hanya tetap terdiam.

“Aneh.. Kenapa rasanya.. Begitu menyakitkan saat melihatnya menangis seperti ini?” Batin Sehun.

Ntah sadar atau tidak, Sehun semakin mengeratkan pelukannya pada Hanbyul. Dan gadis itu pun terus menangis sekeras-kerasnya di dalam pelukan Sehun. Seakan meluapkan perasaannya yang terasa menyesakkan selama ini.

 -What Is Love-

“Woah… Jadi, Kau membuatkan semua ini untukku?” Sehun menatap takjub pada makanan yang sudah Hanbyul siapkan sebelumnya.

“Yah..” Hanbyul mengangguk singkat, “Maaf, Aku hanya bisa menyiapkan makanan ini saja.. Aku harap kau akan menyukainya…”

Sehun lantas menoleh pada Hanbyul dan terkekeh kecil sambil mengacak-acak rambut gadis itu. “Aigooo… Kau tidak perlu mengatakan hal seperti itu! Ini saja sudah cukup untukku…”

Deg!!

Hanbyul terdiam sambil menatap Sehun yang mulai duduk dan bersiap menyantap makanan di hadapannya. Ia merasa kedua pipinya memanas dan jantungnya yang berdegup kencang saat lelaki di hadapannya ini memperlakukannya seperti itu.

“Oy! Hanbyul-ah! Kau tidak ikut makan juga?” Tanya Sehun seraya memasukkan sesendok nasi beserta lauk pauk-nya ke dalam mulutnya.

“Eoh?” Hanbyul tersadar dari lamunannya, “A-Anniya… Kau makan saja sendiri! Aku ingin pergi ke lantai bawah dulu…” Ujarnya dan bergegas keluar dari ruangan itu.

“Ada apa dengannya?” Pikir Sehun bingung.

Sedangkan Hanbyul memilih untuk segera menuruni anak tangga dan duduk di atas kursi yang tersedia di hadapan counter cafenya ini. Ia memegangi dadanya, Dan dapat ia rasakan debaran jantungnya yang begitu kuat.

“Omo… Omo… Ada apa ini? Kenapa… Aku harus berdebar-debar saat dia memperlakukanku seperti itu? Oh tidak… tidak… Aku tidak mungkin menyukainya!” Gumamnya.

-What Is Love-

Sehun menyandarkan tubunya sambil memegangi perutnya yang terasa penuh. “Aaahh… Ini enak sekali. Rasanya… Sudah lama sekali aku tidak menikmati makanan se-enak ini…”

Ia hampir saja memejamkan kedua matanya, Tapi di urungkannya niatnya itu saat ia sadar jika Hanbyul tak terlihat sejak ia makan tadi.

“Kemana dia? Apakah dia sudah pulang? Tapi apa mungkin dia pulang ke rumahnya setelah ia ribut dengan kakak tirinya seperti itu?” Pikir Sehun.

Karena penasaran, Sehun pun turun dari lantai atas setelah sebelumnya ia merapihkan bekas ia makannya tadi. Sehun mencoba mencari Hanbyul di lantai bawah, Dan setelah mencari gadis itu selama kurang lebih lima menit, Sehun akhirnya menemukan Hanbyul yang tengah meringkuk di sudut cafe dengan tubuhnya yang bersandar pada sofa panjang yang ada di sudut cafe ini.

“Aigoo… Bagaimana bisa ia tidur di tempat itu?” Gumamnya.

Sehun segera berjalan menghampiri Hanbyul, Tadinya ia ingin membangunkan gadis itu. Tapi ntah kenapa saat melihat Hanbyul yang sudah benar-benar terlelap tidur, Membuatnya tidak tega dan pada akhirnya ia memilih untuk melepaskan jaketnya lalu menyelimuti sebagian tubuh atas Hanbyul dengan jaketnya itu.

Tatapan Sehun langsung tertuju pada wajah Hanbyul, Dengan perlahan ia pun berjongkok tepat di hadapan Hanbyul. Memandang wajah Hanbyul dengan waktu yang cukup lama. Tanpa sadar, Tangan kanannya pun perlahan bergerak dan menyingkirkan beberapa helai rambut Hanbyul yang menutupi wajah cantiknya.

“Dia bahkan terlihat sangat cantik… Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?” Batin Sehun.

Ia tersenyum kecil, Mengingat beberapa kejadian yang sudah ia alami dengan Hanbyul selama beberapa minggu terakhir ini. Dan hal yang paling sering terjadi adalah pertengkaran kecil di antara mereka berdua.

Sehun menompang dagunya dengan kedua tangannya, Masih tetap menatap lekat pada wajah Hanbyul yang terlihat begitu damai saat ia tertidur.

“Aneh, Bukankah seharusnya aku membencimu?” Sehun mulai berceloteh sendiri. “Kau selalu saja memarahiku! Membuatku harus bekerja meski aku lelah… Tapi… Aku bahkan tak pernah merasa benar-benar membencimu…”

Sehun terdiam sesaat, Ia membenarkan posisi jaketnya saat Hanbyul sedikit menggeliatkan tubuh mungilnya itu. Dan untuk kedua kalinya, Sehun tersenyum tanpa alasan saat melihat Hanbyul.

“Hah… Lebih baik aku memindahkannya saja ke lantai atas. Tidur di tempat seperti ini tidak akan baik untuk kesehatannya…” Pikir Sehun.

Sehun hendak mengangkat tubuh Hanbyul, Tapi ia tersontak kaget saat merasakan pegangan erat pada lengannya. Ia menoleh untuk menatap wajah Hanbyul, Berpikir jika gadis itu terbangun dari tidurnya.

“Hanbyul-ah, Kau bangun?” Tanya Sehun dengan suaranya yang nyaris tak terdengar.

Hanbyul terdiam, Masih dengan kedua mata yang terpejam. Dan hal itu menandakan jika gadis ini rupanya masih tertidur lelap. Sehun menghela nafas lega saat menyadarinya jika ia masih tertidur lelap.

“Appa…” Tiba-tiba saja Hanbyul mengigau pelan, Kemudian merangkul tubuh Sehun erat.

Deg!!

Sehun terkejut bukan main, Ingin rasanya ia melepaskan pelukan Hanbyul, Tapi di sisi lain ia juga tidak ingin membuat Hanbyul terbangun karenanya.

“Haish… Bagaimana ini?!” Gumamnya. “Ya! Yoo Hanbyul, Apakah kau pikir pria setampanku ini adalah Appamu, Huh?!” Desis Sehun sambil memandang kesal pada gadis itu.

Tak ada reaksi dari Hanbyul sedikitpun. Dengan terpaksa, Sehun pun akhirnya kembali diam di tempatnya semula, Bahkan ia kini duduk tepat di samping Hanbyul, Membiarkan gadis itu tidur di atas tubuhnya.

“Haish… Bisa-bisanya ia masih tertidur pulas seperti sekarang ini!” Sehun kembali mengeluh.

Sehun mendecak sebal sambil menghela nafas panjang, Lalu menoleh kesal pada Hanbyul. Tapi ntah kenapa, Rasa kesalnya itu lenyap begitu saja dan kini tergantikan dengan dengan perasaan gugup yang luar biasa hebatnya.

Sehun bahkan dapat merasakan jantungnya berdegup kencang, Tubuhnya menegang dan kedua pipinya memanas dengan seketika.

“Aigo… Ada apa denganku?! Kenapa aku bisa merasakan perasaan aneh ini?!” Batin Sehun.

“Aahhh… Sepertinya kau benar-benar sudah dekat dengan gadis pemilik cafe itu. Mungkinkah kau tertarik padanya, Sehun-ah?”

Tiba-tiba saja ucapan Kai kembali terngiang dalam benaknya, Dan hal itu sukses membuat detak jantung Sehun semakin berpacu cepat, Seakan setiap hentakan cepat pada jantungnya membuat dirinya sesak dan sulit untuk bernafas saat ini.

“Apakah benar aku tertarik padanya?” Pikir Sehun. “Anni… Anni… Bagaimana bisa aku tertarik pada gadis sepertinya?! Anni… Itu benar-benar tidak mungkin!!” Sangkal Sehun cepat.

Ia menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menepuk dadanya juga, Berharap perasaan aneh yang tengah hinggap pada dirinya itu akan menghilang dengan segera.

To Be Continued…

Note : Annyeong yeorobuuuun… *lambai2lemes* Oke, Kali ini saya gak akan banyak ngomong. Saya cuman mau minta maaf dulu sebelumnya sama readersku sekalian karena tidak bisa mempublish ff Crazy Love minggu kemaren…

Saya lagi tepar… Dan bener-bener gak bisa ngapa2in selain diem tidur-tiduran di kamar atau kadang nonton TV sambil duduk lemes itu juga.Nah, Karena Crazy Love belum bisa saya publish sekarang. So, Sebagai penggantinya, Kali ini author bawa dulu FF EXO yang What Is Love ini nieh…

Hehehehe Dan buat bonus, Ntar part.2nya author publish hari jum’at brengan sama FF Crazy Love. Oke?? Hehehehe

Baiklah, Cukup sekian dan terima kasih. Dan jangan lupa commentnya yah para readersku tersayang. Kalo misalkan kali ini commentnya pada memuaskan di jamin deh ffnya bakalan lancar di publish pas hari jum’at… Tapi kalo tidak memuaskan, Bisa jadi FF Crazy Love pun tidak publish kembali…

Iklan

31 thoughts on “What Is Love (Love Is… Honest!!) Part.1 of 2

  1. waaaah akhirnya. Kenapa Sehun nggak kenalin Hanbyul ke appanya aja? Haha meski dg resiko ketauan bohong. Tapi semua masalah bakal selesai..Sehun nggak harus nikah sm pilihan appanua dan Hanbyul dpt pacar. Wkwkw. Pk thor mudah2an cepat sehat lagi. Next part sama crazy Lovenya ditunggu. Get well soon 🙂

  2. keren cerita nya chingu…

    Kai ma tao jahat banget sih gak mau nempung sehun di rumahnya…

    emang siapa yang bakal di jodohin ma sehun…???
    Ya udah sehun akoe aja yang bakal jadi kekasih kamu…
    Dari pada kmu harus nyari susah2 dalam waktu seminggu..
    (he ngarep)…

    salut ma sehun padahal biasa hidup enak tapi bisa hidup sebagai pelayan cafe…

    nice ff chingu…
    bersabar menunggu hari jumat biar bisa baca lanjutan nya…
    He

  3. Kai sma tao tega banget deh ngusir sehun. Sini oppa tinggal di rumah aku aja #plakk
    sehun knpa gak pacaran sama hanbyul?? Kan mrka udh keliatan sma2 suka.

  4. Waaa sehun bohong nih, nanti diomelin eomma loh(?)
    Kasian yah jalan hidupnya si Hanbyul..
    Sehun-ah, nikahi hanbyul!!!

    Aku sllu bingung klo disuruh komen, jd itu aja lah._.

  5. eonnii ‘what is love’ nya kerenn .
    itu kai sama tao kopel nya jadinya siapa eonn ?
    wkwkwk sehun kemakan omongan sendiri , jatuh cinta nih yee sama hanbyul ~
    rrwrrr jaat bgtitu haena >< , untuk masih gantengan sehun dibanding seungri *piss
    kkkkk si seungri belagu amat , belum tau sehun anaknya siapa (?) #gue jg ga tau#
    yahhh eonn jgn sampe ga dipublish cray love nya hiks
    yeah part 2 nya di publish jumatt 🙂
    ayooo ayooo yg baca ff ini pada coment ~ hehe
    fighting terus eonn ^^

  6. Appa sehun kayaknya nyeremin nih, kasian bgt hanbyulnya harus tinggal sm kakak tirinya yg jahat, sehun jg kenapa mesty bohong nanti kalau ketahuan bs gawat

  7. annyeong…slm knal eonni…
    crita’y seru…jd sehun kbr dr rmh gra” mw d’jdhin ama appa’y?????
    nah..lho koq seungri panda jd cwo ksar bgt sh ama cwe,gd prasaan brslh apa udh ng’khianatin hanbyul?????
    kai ama tao’y knp g mw pd bntuin sehun??kn ksian dy ampe hrz d’kjer anjing ama d’tbrak mtor???tp ada bgz’y jg sh mreka g bntuin sehun,s’engga’y sehun bs ktmu ama hanbyul..d’tnggu next part’y eonni.. 😀

  8. ya! Oh Sehun! kau itu menyukainya, babo!

    loh knpa? bknnya kalau sehun bawa hanbyul sebagai org yg dia sukai akan membuatnya tidak menikah dengan org pilihan appanya?
    eh, tunggu.. tapi sehun udah bilang ke hanbyul klo ortunya udah meninggal..

    oh sehun neo babo.. ==

    kyaa~ aku udah nunggu loh eon what is love ini, baru aja mau nanya kpn dipublish, tau2 udah ada.. terus, pantesan aja udah lama gak liat crazy love, eon semangat ya~

  9. sehun aktingnya daebak..
    hanbyul mpe percaya gtu kalo sehun emg klwrganya sengsara..
    wkwkwk

    mreka sling jatuh cnta nech?
    trus lgsg nikah..
    wow..

    nunggu smua ffnya nta..
    mian telat komen, ksibukan melanda..
    nta, cmungud!
    😀

  10. Penasaran apa bpk nya sehun.. diff exo sebelumnya yunho jd appa, nah skrg cpa lagi? xD #gaje

    udah lah sehun~ terima hanbyul apa adanya~ tp boongnya sehun lebay bgt wkwkkk
    miris dg nasib hanbyul T…T

  11. hih tu kakaknya hanbyul pengen aku gijek2 pke sepatu ku ni,.
    Nyebelin banget jadi orang..seungri juga ikut2 tan lagi..

    Mereka gk tau ja tu siapa sehun sebenernya..ngk kebayang gmana reaksinya waktu tau sehun..pasti mukanya bakal…….

    Baca kisahnya hanbyul gk kerasa meler ni idung gara2 pilek mendera..
    Sehun bwa hanbyul ja tu bwat dnikahin..kan udah d.dpan mata kan..

  12. Yyyyyyyyeeeeeaaaaaaaaayyyyy akhr’a publish jugha ne ff,, tpie koq cma 2 part sieh eonn ??? 
    Aaaaaaaaaaaaaa pie gg pa2 deh,, yg pnting ada,, hehehhehehehe 
    aishhhhhhh tuh Kai ama Tao bner2 deuah,, Shbat btuh bntuan eeeeeehhhhh mlh d tolak mentah2,,, Shbat apaan tuh???????? Ckckckckck -___________-“
    wuaaahh ksian sehun jdhie krban tbrak lari ,,,, iuuuuuuuuuuhhhhhh kurang ajin bget sih tu sopir,, >____<
    eeeeeeeeeeeiiiy bang sehun smbil nyelem mnum juice,,,, hahahahahahahha kbur dri rmah,, d tbrak lri,, eeehhhh dpet tmpat tnggal gratz,,,, ckckckckckckckck Hoki bget deuahhh lu bg,,,
    iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhh tuh seungriiii,,, nyebeeliinn,,,,, ksian bgeud sih hnbyul,, pcr’a d ambil ma ka2k sndiri,,, ieuh bgut sih tuh yoo haenaa,,,
    eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeiiyyy tuh benih2 cinta udh mulai tmbuh tuuuhhh,, uuuuuuuuuuuuuuu asik asikkk,,,, ^_______^
    huwaaaaa part 2’a udh publish tuhhh,,, aaaaaaaaaaaaaaaa nhie bca dlu aaaaaaaaaahhhh,,,, ^_______________^

  13. annyeong…….khiranz mmpir lg nihhh^^

    iiih hanbyul kasian bgt><
    jiah sehun sdr donk klu qm itu suka sm hanbyul…
    next part chingu^^

  14. sukaaaaa bgt ma ini cerita… aigoo sehun kasihan ya … gara2 menolak di jodohkan jd kabur dr rumah eh 2 sahabt nya ga mau membantu (krn takut sama appa sehun ) – di uber2 anjing – di tabrak motor – untung di tolong hanbyul … di kasih tinggal di cafe nya asal kerja sama hanbyul ( wkwkwk tuan muda oh kerja jd pelayan …) astaga setelah sekian hari aman ketahuan sama 2 sahabat nya( kai n Tao )… dlm 1 mgg hrs punya pacar / pulang untuk di jodoh kan – JEDER – rasain kau sehun wkwkwkwkw… aigoo kasihan hanbyul … di bully kakak tiri nya – haena – trus pacar nya di rebut lagi … kasihannn … ayo lanjuttttttttttttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s