What Is Love (Love Is… Honest!!) Part.2 of 2

What Is LoveTitle             : What Is Love (Love Is… Honest!!)

Author          : NtaKyung

Main Casts   : Oh Sehun, Yoo Hanbyul and OC (Find By Yourself)

Length         : Series [On Writing]

Genre          : Humor, Family, Friendship and Romance.

Rated          : PG-13

Disclaimer  : Seluruh casts dalam ff ini adalah milik Tuhan, Orang Tua dan Mereka sendiri! Tapi isi dalam cerita ini seluruhnya milik saya! So, Don’t BASH!!

Preview Part : PrologPart.1 (Love Is Honest)Part.A

-What Is Love-

Cinta??

Apalah arti dari sebuah kata cinta?

Bisakah seseorang menjelaskannya padaku?

Jelaskan padaku arti kata cinta itu…

Dan biarkan aku merasakan arti dari sebuah kata ‘Cinta’…

-What Is Love-

“Ngh…” Hanbyul sedikit menggeliatkan tubuhnya, Lalu dengan perlahan mulai membuka kedua matanya. “Aaahhh… Sudah lama sekali rasanya aku tidak tidur senyenyak ini…” Riang sambil merentangkan kedua tangannya seraya tersenyum tipis.

Ia memutar bola matanya, Menelusuri setiap sudut pada ruangan ini. Dan kedua bola matanya langsung membulat dalam seketika saat ia baru saja sadar jika dirinya tengah berada di ruangan kerjanya dengan jaket Sehun yang menutupi tubuhnya dan bahkan ia menempati tempat tidur yang biasa di gunakan Sehun.

“Omo!! Apakah mungkin… Dia yang memindahkanku?” Hanbyul segera beranjak dari duduknya.

Dengan langkah cepat, Hanbyul langsung menuruni anak tangga, Tak peduli dengan penampilan dirinya yang masih terlihat berantakan. Dan langkahnya terhenti saat ia menemukan Sehun tengah sibuk merapihkan cafenya, Bersiap membuka cafenya itu.

“Sehun-ah…” Panggil Hanbyul meski sedikit ragu.

Mendengar namanya di sebut, Sehun lantas menoleh padanya. Dan seulas senyum pun nampak jelas di wajah tampannya.

“Oh, Kau sudah bangun?” Sehun segera berjalan menghampirinya setelah sebelumnya mengambil sebuah gelas mug, Lalu memberikan itu pada Hanbyul begitu saja, Membuat gadis itu bingung.

“Apa ini?” Tanya Hanbyul.

“Minumlah… Aku membuatkannya tadi. Itu cokelat panas. Dan kuharap kau suka…” Ujar Sehun dengan semangat dan menyodorkan kembali mug tersebut.

Hanbyul pun meraih mug tersebut, Dan mulai menyeruput cokelat panas itu. Sehun yang melihat hal itu tentu saja senang. Dengan reflex tangannya mengacak-acak rambut Hanbyul lembut.

“Aigooo… Kau benar-benar seperti anjing kecil, Yoo Hanbyul!” Sehun terkekeh kecil.

Deg!!

Hanbyul dapat merasakan perasaan itu lagi, Jantungnya yang berdegup kencang, Kedua pipinya yang memerah seperti kepiting rebus dan tubuhnya yang membeku di tempat.

Sret!!

“Haish… Memangnya aku anak kecil! Seenaknya saja memperlakukanku seperti itu! Begini-begini aku lebih tua darimu, Oh Sehun!” Elak Hanbyul.

Ia langsung menepis tangan Sehun dan beranjak pergi meninggalkannya, Berharap jika Sehun tak akan melihat perubahan pada rona wajahnya yang semakin memerah.

“Ada apa dengannya?” Pikir Sehun bingung.

Untuk beberapa saat Sehun hanya terdiam, Memandangi Hanbyul yang menaiki anak tangga dan langsung memasuki ruang kerjanya. Tapi sedetik kemudian, Seulas senyum nampak jelas di wajah tampan lelaki ini.

“Dia terlihat menggemaskan dengan tingkahnya yang seperti itu!” Pikirnya, Ntah sadar atau tidak ia memikirkan hal itu.

Di sisi Lain…

Hanbyul terus memegangi dadanya, Merasakan debaran jantungnya yang begitu kuat dan cepat. “Aku… Tidak mungkin menyukainya kan?” Batinnya.

“Anni… Anni… Aku tidak mungkin menyukainya!! Aku tidak mungkin menyukai lelaki yang bahkan lebih muda dariku!!” Ia menepuk kedua pipinya berulang kali dengan kedua tangannya.

-What Is Love-

Sejak kejadian itu, Hanbyul selalu saja menghindar untuk bertatap muka secara langsung dengan Sehun. Gadis ini bahkan tak lagi memarahi Sehun jika ia berbuat kesalahan. Dan anehnya Sehun justru kesal melihat sikap Hanbyul yang sudah seperti ini sejak seminggu yang lalu.

Pernah ia sengaja melakukan kesalahan dengan memecahkan beberapa gelas di hadapan Hanbyul tapi gadis itu tetap tak ada respon sedikitpun padanya. Ia hanya menyuruhnya untuk merapihkan semua itu tanpa mau menatap wajah Sehun sedikitpun. Dan itu benar-benar membuat Sehun kesal akan hal itu.

Knock… Knock… Knock…

“Masuk…” Seru Hanbyul dari dalam ruangannya.

Cklek!

Pintu terbuka dan nampaklah Sehun yang menyembulkan kepalanya sambil memasang senyum selebar mungkin. “Oy, Hanbyul-ah!”

“Ada apa? Jangan menggangguku! Cepatlah kembali bekerja…” Sahut Hanbyul tanpa sedikitpun menoleh pada Sehun, Sepertinya kejadian pagi tadi masih terbayang-bayang dalam benaknya.

“Ayo kita pergi ke Sauna, Byul-ah!” Ajak Sehun. Tak mempedulikan sikap Hanbyul yang kembali dingin kepadanya, “Sudah lama aku tidak pergi ke sana…”

Hanbyul terdiam sesaat, Tapi hanya sekedar untuk meminum segelas kopi di hadapannya saja. “Jangan bercanda! Sekarang kembalilah bekerja, Sebentar lagi jam makan siang akan tiba!”

Sehun yang melihat tingkah laku Hanbyul ini, Tentu saja marah. Ia segera berjalan cepat ke arah meja kerja Hanbyul, Dan Hanbyul sadar betul akan perubahan raut wajah Sehun itu.

Brak!!

“Omo!!” Hanbyul terlonjak kaget saat Sehun menggebrak meja kerjanya dengan keras. “Ya!! Apa yang kau lakukan?!” Sentak Hanbyul seraya menengadahkan kepalanya, Menatap Sehun kesal.

Tapi dalam seketika itu juga raut wajah kesal Sehun berubah menjadi ceria kembali, Ia tersenyum riang sambil memegang kedua tangan Hanbyul dengan tiba-tiba, Membuat Hanbyul semakin bingung dengan sikap Sehun ini.

“Mwoya?!” Tanya Hanbyul sambil mencoba melepaskan pegangan tangannya.

“Ayo kita ke sauna, Hanbyul-ah! Biar pelayan lain yang mengurus semuanya…”

“Mwo?!”

“Kajja!!”

“Eh… Ya!! Chakkaman! Oh Sehun, Chakkaman!!”

Hanbyul mencoba menahan langkahnya, Tapi yang ada Sehun justru memaksanya untuk ikut ke Sauna bersamanya. Ia bahkan tak peduli dengan tatapan bingung para pelayan dan pelanggan yang melihat ke arah mereka saat keduanya baru turun dari lantai dua.

“Ya!! Oh Sehun, Kau benar-benar dalam masalah sekarang!!” Pekik Hanbyul saat mereka akan menaiki skutter yang di miliki Hanbyul itu.

Sehun berbalik padanya dan justru memasangkan helm pada gadis itu sambil tersenyum riang. “Aku hanya butuh refreshing… Dan aku ingin kau temani! Sudahlah… Jangan banyak bicara lagi, Kau pasti akan senang…” Ujarnya seraya menaiki skutter itu.

Hanbyul masih terdiam, Melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil menatap tajam ke arahnya. Sehun pun kembali berbalik padanya dan menggedikkan kepalanya sambil memasang wajah mengancam pada gadis itu. “Cepat naik…” Suruh Sehun kemudian.

“Haish… Arraseo!” Pasrah Hanbyul akhirnya.

-What Is Love-

Hanbyul memperhatikan setiap sudut tempat ini, Ia sudah berganti pakaian mengenakan sebuah kaos santai berwarna merah muda. Tatapannya tertuju pada sepasang suami isteri yang tengah bercanda ria bersama kedua anaknya yang masih berusia tujuh tahun-an.

Seulas senyum nampak di wajah Hanbyul. Tapi kedua matanya nampak berkaca-kaca, Ia seperti ingin menangis. Jelas saja, Melihat hal itu membuatnya mengingat masa-masa kecilnya dulu saat bersama kedua orang tuanya.

Sedangkan di sisi lain, Sehun yang tengah membawa dua shikhye dan empat buah telur rebus untuk mereka berdua, Langsung saja menghentikan langkahnya saat melihat Hanbyul yang sepertinya tengah larut dalam pikirannya.

Ia mengikuti arah tatapan Hanbyul. Dan pandangannya langsung tertuju pada sepasang suami-isteri yang tengah bermain dengan kedua anaknya itu. Ingatan Sehun akan pertengkaran Hanbyul dengan kakak tirinya itu pun langsung terlintas kembali dalam benak Sehun. Dan ia mengerti alasan kenapa Hanbyul terus memperhatikan keluarga tersebut.

“Dia pastilah sangat merindukan kedua orang tuanya…” Batin Sehun.

Tapi setelah itu pun, Dengan segera Sehun berjalan menghampiri Hanbyul, “Shikhye datang…” Sehun menyodorkan segelas shikhye ke hadapan Hanbyul.

Dan Hanbyul yang baru saja menyadari kehadiran lelaki itu, Segera saja mengusap air mata yang hampir menetes dari pelupuk matanya. “Oh, Gomawo…” Ujarnya sambil sedikit menunduk, Tak berani untuk menatap Sehun dengan kedua matanya yang masih memerah.

“Dan ini ada telur rebus!!”

“Woah, Telur rebus!” Hanbyul hendak meraih telur rebus itu, Tapi dengan gerakan yang cepat, Sehun segera menarik mangkuk itu. “Ah, Wae?!” Tanya Hanbyul sambil menatap kesal padanya.

“Kau tidak bisa mendapatkannya!”

“Eh?!”

“Ayo kita bermain games dulu!” Tantang Sehun kemudian.

“Games?” Bingung Hanbyul dan di balas anggukan Sehun. “Hm, Baiklah! Games apa?”

“Begini… Kita bermain gunting, kertas, batu! Untuk orang yang kalah maka harus mendapatkan pukulan telur tepat di kepalanya dan yang menang akan mendapatkan telur itu. Bagaimana?!” Saran Sehun sambil tersenyum jail.

“Tentu, Siapa takut!” Sahut Hanbyul tanpa ragu.

“Baiklah, Ayo kita mulai!!” Seru Sehun. “Gunting, Kertas, Batu!!”

Mereka mulai bermain, Untuk pertama dan kedua kalinya, Mereka sama-sama mengeluarkan bentuk yang sama, Tapi untuk yang ketiga kalinya, Sehun mengeluarkan gunting dan Hanbyul mengeluarkan kertas.

“YEAY!!” Teriak Sehun dengan semangat, Berbeda sekali dengan Hanbyul yang justru menggerutu kesal karena ia kalah.

“Haish… Kenapa aku harus mengeluarkan kertas?!” Gerutunya. “Aku seharusnya mengeluarkan batu! Bukan kertas… Haish…”

“Cham, Bersiaplah mendapatkan pukulan telur ini!” Sehun mengangkat satu telur rebut itu dan memegangnya sambil memperlihatkannya pada Hanbyul.

“Ah…” Hanbyul mendesah kesal sembari menunduk. “Ya.. Aku lebih tua darimu, Lakukan dengan pelan, Arraseo?” Ujar Hanbyul kemudian.

“Mwo? Jika di lakukan dengan pelan, Lalu bagaimana aku memakannya?!” Sahut Sehun.

“Kau bisa saja melakukan itu pada dinding di sampingmu!!”

“Aah… Anni… Anni… Aku akan melakukannya dengan kepalamu!”

“Mwo? Ya, Neo… Oh Sehun!!”

Pletak!!

“Ahk!!” Ringis Hanbyul seraya memegangi kepalanya yang baru saja terkena pukulan dari telur rebus yang di pegang Sehun itu.

“Woaah… Kepalamu benar-benar keras, Yoo Hanbyul! Sama dengan sifatmu!” Celetuk Sehun dengan santai, Dan mulai mengupas kulit telur tersebut.

“Haish… Neo!!” Hanbyul meliriknya dengan tatapan tajam sekaligus kesal. “Baiklah!! Ayo kita mulai lagi!!” Tantang Hanbyul dengan bersamangat.

“Tentu!” Jawab Sehun sambil menyeringai puas.

Merekapun kembali bermain, Perlahan demi perlahan, Tawa riang selalu mengisi canda ria kedua orang ini. Tak ada lagi kecanggungan ataupun kekesalan di antara keduanya. Mereka benar-benar menikmati hal itu.

Keduanya bahkan bertaruh tentang siapa yang paling lama bertahan di ruangan panas, Maka yang menang akan mendapatkan traktiran ramyun dari yang menang. Walau memang bukan hal yang sangat istimewa, Tapi itu cukup membuat mereka senang hari ini.

Dan kini keduanya nampak tengah menikmati pijatan pada sofa pijat yang tersedia di tempat sauna itu. Beberapa kali Sehun sempat memainkan suaranya yang bergetar akibat hentakan dari sofa pijat itu.

“Aaaah… Hari ini benar-benar menyenangkan!” Ujar Hanbyul dengan kedua mata yang tertutup.

“Sudah kukatakan kau akan senang dengan hal ini kan?” Sahut Sehun dengan bangga. Ia menoleh pada Hanbyul sambil tersenyum tipis.

Dan bersamaan dengan itupun Hanbyul menoleh padanya. “Yah.. Kau memang benar! Gomawo, Sehun-ah…” Balasnya kemudian, Dan keduanya pun langsung terkekeh kecil secara bersamaan. Kecanggungan ataupun kekesalan benar-benar sudah hilang di antara keduanya, Mereka bahkan terlihat seperti sepasang kekasih sekarang.

“Ah iyah… Hanbyul-ah, Bukankah sebulan lagi kau berulang tahun?” Tanya Sehun.

“Eoh! Darimana kau tahu itu?” Hanbyul menatap tak percaya pada Sehun. Sejujurnya, Saat Sehun mengatakan hal itu, Perasaannya benar-benar sangat senang.

“Aku melihat kau menandai kalender di ruanganmu itu. Dan itu berarti… Hari yang kau tandai itu pasti adalah hari ulang tahunmu kan?” Jelas Sehun.

“Ahh… Aku bahkan tidak mengingatnya!”

“Hm. Jadi apa yang kau mau nanti?” Tanya Sehun kemudian, Ia kembali menoleh pada Hanbyul.

“Aku?” Hanbyul menunjuk dirinya sendiri, Lalu di balas anggukan Sehun. “Eii… Memangnya kau akan membelikan benda yang kumau itu?” Tantang Hanbyul.

“Tentu saja. Jika kau menginginkannya, Maka aku akan membelinya!” Sahut Sehun bersemangat.

Deg!!

Hanbyul terdiam sesaat ketika mendengar ucapan Sehun tadi, Dan lagi-lagi perasaan itu kembali hinggap pada dirinya. Ia bahkan tak tahu cara mengendalikan perasaan ini. Seakan perasaan ini lebih besar dari perasaannya dulu terhadap mantan kekasihnya.

“Oy, Yoo Hanbyul!” Sehun mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan Hanbyul.

“Huh?” Hanbyul tersadar dari lamunannya, Dan segera menggelengkan kepalanya cepat. “Ahh… Sudahlah! Tidak perlu… Lagipula… Aku tidak menginginkan apapun…” Ujar Hanbyul akhirnya.

“Anniya.. Bagaimana bisa seperti itu!! Kau harus katakan padaku, Apa yang kau mau… Ayolah…”

“Hm, Baiklah… Kalau begitu… Ayo kita pergi ke taman bermain!” Seru Hanbyul kemudian.

“Mwo?!” Sehun menaikkan sebelah alisnya. “Taman bermain?” Ulangnya.

“Yupz!” Hanbyul mengangguk dengan bersemangat. “Sudah lama aku tidak pergi ke tempat itu. Dan kurasa… Aku ingin pergi ke sana. Bagaimana? Apa kau sanggup?”

Sehun terdiam sesaat, Tapi setelah itu ia mengangguk, “Tentu saja! Aku pasti akan membawamu ke taman bermain saat ulang tahunmu nanti, Yoo Hanbyul!!” Ujar Sehun mantap.

“Jinja?” Tanya Hanbyul tak percaya. “Kalau begitu berjanjilah…” Hanbyul menaikkan kelingking jari tangannya ke hadapan Sehun.

Melihat sikap Hanbyul yang seperti kekanak-kanakan ini, Sehun justru tertawa dan membuat Hanbyul kesal karenanya. “Ah, Wae?! Cepatlah berjanji padaku!!” Suruh Hanbyul.

“Arraseo.. Arraseo!” Sehun menaikkan jari kelingkingnya juga dan menautkannya dengan jari kelingking Hanbyul.

-What Is Love-

Akhirnya, Sehun dan Hanbyul pun tiba di cafe lagi. Dan tepat di saat itu pelayan sudah menutup cafe milik Hanbyul, Lalu segera menyerahkan kunci cafe pada Hanbyul dan pergi begitu saja. Yah, Memang sejak kehadiran Sehun, Para pekerja Hanbyul yang lain berfikir jika Sehun adalah kekasih Hanbyul yang memang sengaja tinggal di cafenya.

“Sepertinya kita pergi terlalu lama..” Ujar Hanbyul, Merasa tidak enak hati mengingat para pekerjanya pasti sangat kelelahan karena tidak ada mereka.

“Ah, Sudahlah tidak apa-apa! Lagipula… Kau juga senang kan?” Jawab Sehun dengan santai.

“Yah, Dan ini semua gara-gara kau, Oh Sehun!” Hanbyul menyikut pelan Sehun.

“Ahk!” Sehun meringis kesakitan.

“Oh, Apha? Ah… Mianhe, Sehun-ah. Tadi aku hanya bercanda…” Sesal Hanbyul.

Melihat ekspresi Hanbyul, Sehun lantas menoleh padanya dan mulai membuka sebelah matanya lalu tersenyum lebar. “Dan aku pun begitu!” Jawabnya kemudian.

“Mwo? Haish… Jadi kau mengerjaiku!!” Hanbyul memukul Sehun berkali-kali.

Tapi bukannya melawan ataupun kesal, Sehun hanya tertawa kecil sambil mencoba menahan tangan Hanbyul. Dan begitupun dengan Hanbyul yang ikut tertawa. Namun tawa itu langsung terhenti dalam seketika saat Sehun berhasil menahan tangannya dan kedua mata mereka saling bertemu pandang.

Keduanya terdiam, Saat ini jantung keduanya berdebar keras, Dan bagaikan terkena kutukan sihir yang membuat tubuh mereka membatu, Merekapun hanya tetap terdiam dalam posisi mereka.

“A-aku rasa… Aku harus m-masuk ke dalam!” Hanbyul yang dapat mengontrol dirinya, Perlahan melepaskan pegangan tangan Sehun dan berjalan mundur, Hendak memasuki cafe tersebut.

Sret!!

“Omo!!” Kaget Hanbyul saat Sehun tiba-tiba saja menarik tubuhnya dan melingkarkan tangannya pada pinggul gadis ini. “S-Sehun-ah…” Gugup Hanbyul.

Sehun tak menjawab, Ia hanya terus menatap lekat wajah Hanbyul. Dan beberapa saat setelah itu pun wajahnya perlahan mulai mendekati wajah Hanbyul, Bersiap akan mencium gadis itu.

Dan Hanbyul yang tahu betul akan gerak-gerik ini, Tentu saja segera memejamkan matanya. Tak berusaha untuk menolak hal ini sedikitpun. Bahkan jika ia boleh jujur, Ia memang menantikan Sehun menciumnya, Lalu mendekapnya dengan erat, Memberikannya kenyamanan yang sudah lama tak di rasakannya.  Dan alasan kenapa Hanbyul tidak menolak hal itu sama sekali, Karena ia sadar satu hal. Ia benar-benar telah jatuh cinta pada seorang lelaki bernama Oh Sehun ini.

“Ekhem!!”

Suara deheman yang begitu keras sontak menyadarkan Sehun dan Hanbyul. Keduanya segera saja menoleh ke arah sumber suara itu, Dan mereka nampaknya terkejut saat melihat Kai dan Tao sudah berdiri di sana sambil menatap mereka dengan tersenyum jail.

Dengan segera Hanbyul pun melepaskan dirinya dari pelukan Sehun, Dan Sehun hanya mendecak kesal karena kehadiran kedua temannya yang seakan mengganggunya itu.

“Mianhe, Sehun-ah. Apakah kami mengganggumu?” Tanya Tao dengan santai.

“Jadi, Apakah kalian sudah berpacaran sekarang?” Ujar Kai sambil tersenyum jail dan menoleh pada Hanbyul.

“M-mwo? A-anniyo…” Hanbyul langsung menggelengkan kepalanya cepat.

“Ah, Jinjayo? Kupikir… Kalian sudah berpacaran… Maka dengan begitu, Kau tidak di kejar-kejar suruhan Appamu lagi, Oh Sehun…” Celetuk Kai.

Rahang Sehun mengeras dalam seketika saat Kai mengatakan hal itu. Sungguh, Ia benar-benar lupa akan perjanjian itu, Karena sejujurnya pikirannya hanya di penuhi Hanbyul akhir-akhir ini.

“Mwo? Appa? Sehun-ah… Bukankah Appamu…”

“Hanbyul-ah, Kau masuklah!” Sela Sehun cepat tanpa mau menoleh pada Hanbyul terlebih dulu.

“Sehun-ah…”

Sret!!

“Sudah kukatakan untuk masuk! Apakah kau tidak mendengarnya?!” Nada suara Sehun terdengar meninggi, Dan hal itu cukup mengejutkan Hanbyul. Terlebih saat Sehun menoleh padanya sambil menatapnya tajam.

“Sehun-ah, Kau terlalu berlebihan!” Ujar Tao kemudian. “Dia tidak tahu apa-apa tentangmu… Dan kau tidak seharusnya membentaknya seperti itu…”

Hanbyul yang tak mengerti dengan ucapan Tao lantas menoleh padanya dengan kening yang mengerut. “Apa maksudmu?” Tanyanya penasaran.

“Ah, Jadi kau benar-benar tidak tahu tentang siapa sebenarnya Oh Sehun ini, Nona?” Ujar Tao.

“Huang Zi Tao!!” Sentak Sehun, Merasa kesal dengan sikap temannya yang satu ini.

“Sudahlah, Sehun-ah. Kau tidak perlu menutup-nutupi hal ini lagi darinya… Lambat laun pun dia akan tahu siapa dirimu…” Sahut Kai sambil berjalan mendekati Hanbyul.

“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan sejak tadi? Aku sungguh tidak mengerti!” Tanya Hanbyul.

“Baiklah, Akan kuperjelas padamu, Nona. Jadi.. Sebenarnya… Sehun bukanlah orang yang selama ini kau pikirkan. Oh Sehun… Dia adalah anak satu-satunya dari seorang pengusaha kaya. Apa kau pernah mendengar nama Oh Yeonseok? Dia adalah ayahnya…”

Deg!!

“M-mwo?” Hanbyul langsung terdiam. Ia menoleh pada Sehun dengan tatapan percaya. Selama ini ia hanya tahu jika Sehun adalah lelaki malang yang berhutang pada lintah darat, Tapi ternyata apa yang di ucapkannya saat itu hanyalah bohong belaka.

“Jadi, Kau.. Membohongiku selama ini?” Tanya Hanbyul dengan nada yang nyaris tak terdengar.

Sehun tak menjawab, Masih tetap diam tanpa mau sedikitpun menatap Hanbyul yang justru tengah menatapnya dengan tatapan emosi.

“Oh Sehun!! Jawab aku!!” Sentak Hanbyul.

“Yah! Apa yang di ucapkannya memang benar!! Aku bukanlah Oh Sehun yang kau kenal selama ini, Apa kau puas?!”

Sehun dan Hanbyul terdiam, Begitupun dengan Tao dan Kai. Mereka hanya tetap diam sambil menatap Sehun dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Kenapa kau membohongiku selama ini? Apa alasanmu membohongiku?” Suara Hanbyul mulai terdengar parau. Kedua matanya bahkan mulai memerah dan berkaca-kaca.

Sehun masih tetap diam. Ia mengumpat dalam hatinya, Sungguh, Ia benar-benar tak bisa melihat Hanbyul seperti ini. Dalam lubuk hatinya yang terdalam, Sehun merasa jika Hanbyul menangis maka ia pun dapat merasakan perasaan sakit itu juga.

“Kenapa kau hanya diam? Apakah kau tak mampu menjawabnya? Kau bahkan telah berbohong padaku selama sebulan ini…” Air mata mulai mengalir dari ujung mata Hanbyul. “Jawab aku… Kenapa kau hanya diam saja, Sehun-ah…” Hanbyul masih menatap tajam ke arah Sehun meski air mata telah membasahi wajahnya.

“Berhentilah!” Sehun berbalik pada Hanbyul dan menatap gadis itu tajam. “Berhentila menangis!! Aku sangat membenci itu!! Berhentilah menangis di hadapanku!! Jangan membuatku seolah-olah aku adalah orang jahat yang menyakitimu!! Kau bahkan bukan siapa-siapaku!!”

Deg!!

Bagai ribuan benda tajam tertancap tepat di jantungnya, Hanbyul hanya terpaku sambil menatap Sehun dengan tatapan tak percaya. Ia merasakan sakit yang mendalam, Dan ini bahkan terkesan lebih sakit daripada saat dulu ia mengetahui Seungri berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri.

“Kau benar… Aku bukanlah siapa-siapamu. Dan… Tidak seharusnya aku bertanya seperti ini pada dirimu… Mianhe…” Hanbyul berbalik, Berjalan perlahan memasuki cafenya.

Melihat hal itu, Sehun bahkan tak mampu mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Hanbyul. Ia menatap Hanbyul yang tengah memasuki cafe, Ingin rasanya Sehun menahannya dan segera mendekap Hanbyul, Sama seperti Hanbyul menangis pertama kali di hadapannya.

Tapi ia mengurungkan niatnya itu, Dan memilih diam di tempatnya. Meski kedua matanya yang sudah memerah, Sehun berusaha keras untuk tidak mengeluarkan setetes air matapun.

Sehun lantas berbalik pada Kai dan Tao, “Kalian benar-benar keterlaluan…” Ujarnya pelan. “Apa ini yang ingin kalian lihat? Baiklah… Aku akan kembali pada orang tua itu!! Aku akan kembali padanya…”

-What Is Love-

Hanbyul menyandarkan tubuhnya pada pintu ruangan kerjanya. Tubuhnya perlahan-lahan mulai beringsut ke atas lantai. Tangan kanannya meremas kuat dadanya, Dan isak tangis gadis ini pun mulai terdengar.

“Kenapa begitu menyakitkan… Hiks… Hiks… Kenapa harus sebegitu menyakitkannya!!” Jeritnya dan ia pun kembali menangis dengan wajah tertunduk dan tangan kanannya yang memukul-mukul dadanya.

Berharap perasaan sakit itu akan menghilang dengan sendirinya, “Arrrrghh!!!” Ia berteriak keras, Seakan ingin meluapkan rasa sakitnya itu.

Di sisi Lain…

Sehun hendak menaiki motor Kai, Tapi terhenti saat ia mendengarkan teriakan seorang gadis yang sudah tidak asing lagi baginya. Dengan reflex ia berbalik, Dan ntah kenapa perasaan sesak yang sejak tadi di rasakannya seakan semakin bertambah.

“Sehun-ah…” Panggil Kai pelan.

“Aku tahu…” Balas Sehun tanpa berbalik padanya sedikitpun. “Biarkan seperti ini… Biarkan aku di tempat ini dulu sebentar saja… Aku mohon…” Lirih Sehun.

Dan perlahan, Air mata yang seakan tak mampu di bendungnya lagi kini perlahan mulai jatuh dari pelupuk matanya, Membasahi wajah tampan lelaki ini.

“Maafkan aku, Hanbyul-ah…”

-What Is Love-

Sehun memasuki sebuah ruangan, Di sana nampak seorang pria paruh baya tengah terbaring di atas ranjangnya dengan berbagai alat medis yang tertancap pada tubuhnya yang sudah kurus itu.

Ia menoleh pada Sehun saat menyadari kehadirannya, Melihat Sehun telah berdiri di hadapannya senyuman lebar pun nampak jelas di wajahnya. “Kau kembali, Sehun-ah.” Ujarnya dengan parau.

“Seperti yang kau mau… Appa…” Sahut Sehun, Meski sedikit ragu saat mengucapkan kata ‘Appa’.

Pria paruh baya bermarga Oh itu lantas sedikit memiringkan kepalanya, Seakan sedang mencari sesuatu yang berada di dekat Sehun.

“Kau tidak datang bersama seorang gadis?” Tanyanya kemudian.

“Tidak. Aku datang sendiri.” Jawab Sehun dingin. “Dan kau pasti senang mendengar hal itu kan? Aku tahu kau pasti akan lebih senang jika aku tidak datang dengan siapapun.”

Lagi-lagi, Senyuman lebar nampak jelas di wajah Tn.Oh. “Kau tahu, Sehun-ah? Sejujurnya… Aku tidak akan memaksamu untuk menikah dengan pilihanku sendiri. Aku hanya menggertakmu saja. Dan sepertinya… Itu berhasil.”

“Yah, Kau berhasil. Kau bisa mendapatkanku kembali…” Sehun tersenyum sinis. “Beristirahatlah… Aku pun lelah. Dan kau juga pasti butuh lebih banyak istirahat dengan kondisi tubuhmu yang seperti itu…” Suruhnya seraya berbalik.

“Sehun-ah!” Panggilan Tn.Oh sontak menghentikan langkah Sehun. Tapi tak sedikitpun lelaki itu yang tak lain adalah anaknya sendiri berbalik padanya.

“Lakukanlah apa yang kumau… Jadilah penerusku. Kelola perusahaanku mulai sekarang… Dan aku akan membiarkan gadis yang selama ini bersamamu selamat!”

Deg!!

Sehun segera berbalik pada Tn.Oh dengan kedua mata yang membulat. Sehun tahu betul siapa yang di maksud ayahnya itu. Dan ia bahkan tak percaya jika ayahnya itu akan melibatkan Hanbyul dalam masalah mereka.

Tn.Oh menyeringai puas saat melihat reaksi Sehun. “Aku tahu kau adalah anak yang pintar. Dan aku tahu kau pasti mengerti gadis mana yang kumaksud… Jadi, Lakukanlah apa yang kumau mulai saat ini, Sehun-ah…” Tegasnya.

Sehun hanya tetap terdiam di tempatnya, Masih dengan kedua mata yang membulat. Tapi tak lama dari itu pun, Ia balik menyeringai pada ayahnya itu.

“Kau memang keterlaluan.” Desis Sehun.

Berbagai macam umpatan kasar sudah ingin sekali ia luapkan pada pria paruh baya itu. Tapi ia menahannya dan memilih untuk berbalik meninggalkan ruangan tersebut.

-What Is Love-

Hanbyul tengah melayani beberapa pelanggan yang tengah memenuhi cafenya itu. Senyuman tipis di wajahnya itu tak pernah menghilang sedikitpun saat menyapa para pelanggannya.

“Hah…” Gadis itu menghela nafas panjang.

Pandangan matanya langsung tertuju pada sebuah sofa yang biasa di gunakan Sehun saat sedang beristirahat ataupun sekedar bermalas-malasan. Ntah kenapa, Bayangan akan sesosok Sehun yang tengah duduk di sofa itu sambil menguap kecil dan Hanbyul yang datang lalu memarahinya langsung terlintas dalam pikiran Hanbyul.

Tanpa sadar gadis ini menarik sudut bibirnya, Tersenyum kecil mengingat kejadian-kejadian dulu saat ia masih bersama Sehun. Ternyata jika di pikir-pikir lagi, Kejadian itu lucu juga.

Tapi, Sesaat setelah itu senyum di wajah Hanbyul menghilang dalam seketika saat ia sadar jika hal itu hanyalah bayangannya semata. Ia terdiam, Mulai tertunduk dan tanpa terasa matanya pun mulai meneteskan air mata.

“Kenapa aku tidak pernah bisa melupakan pembohong sepertimu, Sehun-ah?” Bisik Hanbyul.

Ia masih tetap terdiam di tempatnya, Menyembunyikan tangisannya dengan cara menunduk dan membekap mulutnya dengan tangannya sendiri. Tak menyadari akan sesosok lelaki yang kini tengah berdiri di hadapannya.

“Bisa berikan aku segelas cappucino dan segelas vanilla late?” Tanya seorang lelaki yang berdiri tepat di hadapan counter Hanbyul.

Mendengar suara lelaki itu, Hanbyul lantas segera mengusap air matanya dengan tangannya. Lalu mengangguk cepat. “Ne, Chakkamanyo.” Jawabnya dengan suaranya yang terdengar parau.

Hanbyul membuatkan pesanan tersebut, Lalu tak berapa lama segera memberikan pesanan itu pada lelaki di hadapannya itu. “Semuanya empat ribu won tuan…” Ujarnya kemudian.

“Apakah hanya dengan empat ribu won pun, Kau bersedia meluangkan waktumu bersama kami sebentar, Nona?” Tanya lelaki itu kemudian.

Kening Hanbyul mengerut mendengar ucapan lelaki itu, Ia segera menengadahkan kepalanya, Ingin sekali memaki lelaki itu yang menurutnya kata-kata lelaki itu cukup menghinanya.

Tapi kedua mata Hanbyul membulat dalam seketika saat ia melihat dua wajah rupawan yang kini tengah berdiri di hadapannya itu. “Kalian berdua…” Ujarnya menggantung.

Kedua lelaki itu yang tak lain adalah Kai dan Tao hanya tersenyum tipis saat melihat reaksi Hanbyul yang sepertinya memang di perkirakan mereka akan seperti itu.

“Annyeong, Hanbyul-ssi…. Senang bertemu denganmu lagi…” Sapa Tao kemudian.

-What Is Love-

Sebulan berlalu, Sehun benar-benar melakukan apa yang di suruh ayahnya. Ia mulai mempelajari segala hal tentang perusahaan yang di kelola ayahnya. Kepribadiannya yang keras kepala dan sering kali memberontak kini berubah. Sehun telah menjadi sesosok lelaki yang lebih tenang, dan bahkan cenderung lebih serius.

Sama seperti sekarang ini, Sehun tengah sibuk memeriksa beberapa file yang ada di hadapannya. Beberapa kali ia melirik komputernya, Mengecek sebuah diagram yang ia buat. Lalu kembali fokus pada file-file tersebut.

“Hah… Ini benar-benar melelahkan!!” Sehun menyandarkan tubuhnya sembari menengadahkan kepalanya keatas. Ia memijit-mijit lehernya yang terasa pegal, Tidak terasa ia sudah duduk di hadapan meja kerjanya selama lima jam.

Sehun melirik jam tangannya, Tapi pandangannya teralihkan pada kalender yang terpajang di meja kerjanya itu. Ia perlahan-lahan meraih kalender itu dan nampak matanya nampak sendu, Memperlihatkan kesedihan yang mendalam.

Bayangan akan Hanbyul tiba-tiba saja terlintas dalam benaknya. Yah, Sehun memang tak pernah bisa melupakan sesosok gadis bernama Yoo Hanbyul itu. Bagaimana cara gadis itu tersenyum padanya, Bagaimana cara gadis itu marah-marah padanya, Dan ia juga tak lupa akan janjinya dulu. Janji di mana ia akan membawa Hanbyul ke taman bermain saat gadis itu berulang tahun.

“Hari ini adalah ulang tahunnya…” Gumam Sehun seraya tersenyum kecut.

Ntah kenapa ia tidak bisa melupakan sedikitpun tentang Hanbyul. Ingatannya akan gadis itu seakan selalu terngiang-ngiang dalam benaknya. Ia selalu bertanya pada dirinya sendiri, Kenapa ia tidak pernah bisa melupakan Hanbyul? Gadis yang hanya di kenalnya selama sebulan terakhir itu. Sehun benar-benar tak dapat menemukan jawaban akan hal tersebut.

Tapi, Akhir-akhir ini ia menyadari suatu hal. Sesuatu yang mungkin tak pernah di bayangkan oleh dirinya. Meski ia mencoba mengelak akan hal itu, Tapi tetap saja itulah jawaban terlogis baginya yang tak mampu melupakan Yoo Hanbyul sedikitpun. Itu karena dia memiliki perasaan khusus pada gadis itu, Perasaan yang di namakan Cinta.

-What Is Love-

Knock… Knock… Knock…

“Masuk!” Suruh Sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputernya sedikitpun.

Cklek!

Pintu terbuka dan nampaklah Kai yang muncul dari balik pintu itu. Ia masuk begitu saja ke dalam ruangan Sehun lalu duduk di hadapan lelaki itu.

“Woaah… Kau sudah benar-benar berubah, Oh Sehun!” Ujar Kai memuji, Meski suaranya lebih terdengar seperti menyindir daripada memuji.

“Diamlah… Aku sedang banyak kerjaan, Jongin-ah.” Jawab Sehun tanpa menoleh padanya.

“Eii… Jangan terlalu serius!” Sahut Kai dengan santai. Ia beranjak dari duduknya dan berdiri tepat di samping Sehun. “Ya… Kau sepertinya butuh sedikit refreshing. Mau keluar sebentar denganku?”

“Sudah kukatakan aku sedang banyak kerjaan…”

“Oh ayolah. Lupakan pekerjaanmu ini sebentar saja. Lagipula… Kau tidak mungkin di pecat dari perusahaan milik Appamu sendiri kan? Ayolah, Sehun-ah…” Paksa Kai.

Sehun menghela nafas panjang, Dan pada akhirnya ia pun menoleh pada temannya lalu ia pun mengangguk singkat. “Baiklah! Kurasa, Aku memang butuh udara segar.” Ujarnya seraya beranjak dari tempatnya dan segera mengambil jas serta ponselnya.

“Kajja! Kita pasti akan bersenang-senang hari ini…” Seru Kai seraya mendorong tubuh Sehun.

-What Is Love-

Sehun mengerutkan keningnya, Dua bola matanya terus menyusuri setiap penjuru tempat ini. Ia tak mengerti kenapa Kai harus membawanya ke sebuah taman bermain.

“Untuk apa kita ke sini?” Tanya Sehun kemudian.

Kai tersenyum padanya, “Sudah kukatakan sebelumnya kan? Kita akan refreshing di sini…”

“Refreshing di tempat seperti ini? Kau tidak sedang bergurau denganku kan, Kim Jongin?” Sehun mendelik temannya itu dengan tatapan kesal.

“Tidak… Tidak… Sudahlah, Kau nikmati saja segala permainan yang ada di sini. Aku akan pergi membelikan minuman segar dulu untukmu…” Sahut Kai seraya beranjak pergi begitu saja.

“Ya! Kim Jongin! Ya!!” Sehun terus berteriak memanggil Kai, Tapi nampaknya Kai tak menggubris panggilan Sehun sedikitpun. “Haish… Jinja!!” Gerutunya kesal.

Sehun memilih berjalan-jalan di taman bermain yang nampak ramai itu. Meski begitu ia terus saja menggerutu kesal, Ia bahkan sempat menyalahkan dirinya sendiri karena mau saja mengikuti ajakan temannya yang satu itu.

Bruk!!

“Ahk!!”

Tanpa sengaja Sehun bertabrakan dengan seorang gadis yang tengah memegang berpuluh-puluh balon di tangannya, Keduanya terjatuh ke atas tanah dan berpuluh-pulun balon yang di pegang gadis itu pun terlepas dari tangan gadis itu. Berterbangan dengan bebas, Menutupi pandangan di antara Sehun dan gadis itu.

“Haish.. Kenapa aku harus sesial ini sekarang?!” Gerutu Sehun seraya mengusap bokongnya yang terasa sakit akibat terjatuh tadi.

Sehun menoleh ke arah depannya, Mencoba memastikan seseorang yang di tabraknya itu tidak apa-apa. Tapi balon-balon itu menutupi pandangannya untuk melihat gadis itu. Membuatnya harus sedikit memiringkan kepalanya ke arah kiri dan kanannya untuk melihat wajah gadis itu.

“Aaah… Sayang sekali balonnya terbang begitu saja…”

Deg!!

Tubuh Sehun langsung menegang dalam seketika saat mendengar suara yang tak asing lagi untuk dirinya. Dan tepat di saat balon-balon itu telah terbang jauh ke atas langit, Sehun membulatkan kedua matanya saat melihat wajah sang gadis yang masih saja sibuk membersihkan tubuhnya dari kotoran tanah yang menempel pada tangan dan celananya.

“Hanbyul-ah…”

Merasa ada yang memanggil namanya, Sang gadis yang tak lain adalah Hanbyul pun perlahan menengadahkan kepalanya, Menatap Sehun dalam diam. Sepertinya gadis ini juga cukup terkejut dengan kehadiran Sehun di hadapannya.

“Kau… Sehun-ah… Bagaimana bisa kau ada di… sini?” Tanya Hanbyul kemudian.

“Aku… Aku… Itu… Itu karena…” Sehun terdiam. Bingung harus mengatakan apa pada gadis yang selama ini di rindukannya.

“Sehun-ah…” Panggil Hanbyul kemudian.

“Ne?” Sehun menatap kaget pada Hanbyul, Tak percaya jika gadis ini akan memanggil namanya. Ia berfikir, Pastilah Hanbyul sangat membencinya karena telah membohonginya saat itu. Tapi Hanbyul bahkan tidak memperlihatkan kemarahannya sedikitpun di hadapan dirinya.

“Mau temani aku bermain? Hari ini adalah ulang tahunku.” Hanbyul tersenyum tipis pada Sehun yang masih nampak terkejut itu.

Dan tanpa mengatakan apapun lagi, Sehun yang seakan terhipnotis oleh senyuman Hanbyul. Ia hanya mengangguk dan mulai membalas senyum Hanbyul walau sedikit canggung.

-What Is Love-

Sehun dan Hanbyul mencoba berbagai permainan yang ada di tempat itu. Meski awalnya Sehun sedikit canggung, Tapi Hanbyul yang justru bersikap sebaliknya, Membuat Sehun sejenak lupa akan keganjilan ini.

Sehun bahkan bermain lempar bola, Dan ia mendapatkan sebuah boneka teddy bear yang sangat di inginkan Hanbyul. Gadis itu bahkan berteriak keras dan reflex merekapun saling berpelukan saat Sehun berhasil mendapatkan boneka teddy bear itu.

Tapi sesaat setelah mereka sadar dengan apa yang mereka lakukan, Mereka berdua langsung saja melepas pelukan itu dan menoleh ke arah lain dengan perasaan canggung.

Tanpa di sadari oleh keduanya, Pipi mereka perlahan mulai merona merah. Dan debaran pada jantung merekapun terasa lebih cepat, Bahkan dua kali lebih cepat dari biasanya.

Setelah itu pun, Mereka memilih untuk duduk di sebuah bangku panjang. Kecanggungan masih terasa di antara keduanya, Mereka lebih memilih untuk meminum minuman mereka dalam diam.

“Hari ini benar-benar menyenangkan. Terima kasih, Sehun-ah.” Suara Hanbyul segera memecah keheningan di antara keduanya.

“Ne?” Sehun menoleh padanya. “A-anniya… Aku tidak melakukan apapun… Lagipula… Hari ini adalah ulang tahunmu. Sudah seharusnya kau merasa senang seperti ini…” Lanjutnya.

Hanbyul tersenyum tipis lalu menunduk sejenak dan segera mengalihkan pandangannya sembari menghela nafas panjang.

“Hanbyul-ah…” Panggil Sehun kemudian.

“Yah?” Sahut Hanbyul tanpa menoleh pada lelaki itu, Ia menikmati pemandangan di atas langit.

“Bagaimana kabarmu? Err… Maksudku, Tingkah laku kakak tirimu itu. Apakah dia berlaku kasar padamu lagi?”

“Jika kau ingin tahu jawabannya… Maka, Jawabanku adalah… Aku benar-benar buruk…” Jawab Hanbyul seraya tersenyum, Ada kesedihan yang tergurat dalam senyuman tipis gadis itu.

Dan menyadari hal itu, Sehun bahkan dapat merasakan rasa sakit yang di alami Hanbyul selama ia pergi meninggalkannya. Kakak tirinya itu pasti selalu berbuat semena-mena terhadapnya.

“Dia seringkali membawa teman-temannya ke rumah… Membuatku benar-benar seperi seorang pembantu di hadapan mereka. Awalnya aku masih diam saja, Tapi setelah itu… Aku pindah. Aku tinggal di cafe sekarang. Menempati ruangan yang tak lagi kau pakai…”

Deg!!

Sehun menatap tak kaget pada Hanbyul. Ntah kenapa, Ia seakan menangkap ucapan Hanbyul seperti gadis itu juga mengalami hal yang sama dengannya. Tak bisa melupakan dirinya. Dan bukankah itu berarti… Hanbyul memiliki perasaan yang sama dengannya?

“Hanbyul-ah.. Soal waktu itu. Aku… Aku benar-benar minta maaf… Saat itu…”

“Aku sudah tahu semuanya… Kau tidak perlu menjelaskannya lagi padaku…” Sela Hanbyul cepat. Ia menatap Sehun lekat, Kali ini ia tersenyum lembut padanya, Tidak ada lagi raut kesedihan yang terpancar dari wajahnya. Dan hal itu membuat perasaan Sehun senang.

“Apa maksudmu dengan kau sudah tahu semuanya?” Tanya Sehun tak mengerti.

“Sejujurnya… Saat aku tahu kau membohongiku. Aku benar-benar sangat marah besar padamu. Aku bahkan sangat membencimu. Muak jika hanya harus mendengar namamu. Tapi… Suatu hari, Kedua sahabatmu datang menemuiku… Dan mereka menjelaskan semuanya…”

“Menjelaskan semuanya?!”

“Yah…” Hanbyul mengangguk singkat. “Aku bahkan sempat bertemu dengan Appamu. Awalnya aku benar-benar merasa gugup karena akan bertemu dengan Appamu. Terlebih saat mendengar penjelasan Kai dan Tao, Sepertinya Appa-mu itu menyeramkan. Tapi ternyata dia sama sekali tidak menyeramkan. Dia bahkan seorang Appa yang baik…”

“Lalu, Apa yang Appaku katakan padamu? Apakah… Dia mengancammu?!” Tanya Sehun terlihat was-was. Ingatan akan ucapan Ayahnya yang menggunakan Hanbyul sebagai ancamannya selalu terngiang dalam benaknya.

“Anniya. Dia sama sekali tidak mengancamku.. Dia justru memintaku untuk menemuinya setiap saat aku bisa. Menceritakan segala hal yang terjadi saat kau tinggal bersamaku dulu. Dan dia… Dia bahkan memintaku untuk…” Hanbyul terdiam sesaat. Nampak ragu untuk melanjutkan kata-katanya itu.

“Untuk apa, Hanbyul-ah?” Tanya Sehun penasaran.

Hanbyul melirik Sehun sekilas, Lalu mengalihkan lagi pandangannya. “Anniya. Sudahlah lupakan saja!!” Elak Hanbyul, Seperti menyembunyikan sesuatu. “Pokoknya… Appamu itu benar-benar orang yang baik…”

“Eiii… Kau tidak bisa seperti itu! Kau harus melanjutkan kata-kata sebelumnya. Beritahu aku apa yang di minta orang tua itu…” Seringaian kecil nampak jelas di wajah Sehun.

Sepertinya Sehun sudah mulai mengerti maksud dari ucapan Hanbyul. Terlebih saat ia melihat rona merah pada wajah Hanbyul, Walau ia masih sedikit meragukan firasatnya itu. Tapi jika ia mengingat sikap Ayahnya itu, Pastilah hal yang di minta Ayahnya itu sama dengan apa yang di pikirkan olehnya.

“Sudah kukatakan lupakan saja!”

“Oh ayolah… Hanbyul-ah. Selama ini, Aku dan Appaku tidak banyak bicara. Kami memiliki sifat yang sama-sama keras… Dan aku tidak mungkin bertanya tentang hal itu padanya kan?”

Hanbyul terdiam sesaat, Sedikit menggigit bibir bawahnya seraya menoleh ragu pada Sehun. “D-dia… Dia hanya memintaku untuk…”

“Untuk?” Sehun menaikkan sebelah alisnya, Benar-benar tak sabar mendengar jawaban Hanbyul.

“Aish!! Pokoknya dia ingin melihatmu sukses! Dia tidak ingin kau meneruskan bisnisnya. Dan itu bukan berarti dia ingin mengekangmu. Dia hanya ingin anak satu-satunya ini melanjutkan hal yang sudah susah payah dia bangun selama ini…” Jelas Hanbyul meski masih terlihat sedikit ragu.

Sehun menatap Hanbyul tak percaya, Ia tahu jika bukan itu yang di minta Ayahnya pada gadis di hadapannya itu. Sehun sudah sering mendengar perkataan itu dari Ayahnya sejak sebulan yang lalu. Dan tidak mungkin Ayahnya bertemu dengan Hanbyul hanya demi mengulang kata-kata yang sama yang sering di dengarnya itu.

“Ah, Jinjayo? Appa berkata seperti itu padamu? Bukan kata-kata lain?” Tanya Sehun terdengar sedikit ada nada menggoda pada suaranya.

“Keurae! Aku mana mungkin berbohong padamu… Lagipula… Kau pikir kata-kata apa lagi yang akan Appamu katakan padaku, Huh?” Hanbyul menatap kesal pada Sehun.

Dan sungguh, Sehun benar-benar merindukan sifat Hanbyul yang satu ini. Saat di mana Hanbyul mulai marah-marah padanya. Menurutnya, Itu benar-benar menggemaskan.

“Ehm… Misalkan seperti.. Appaku menyuruhmu untuk menemaniku selamanya. Maksudku… Kau harus menjadi pendamping hidupku kelak…”

Deg!!

Jantung Hanbyul berdetak lebih cepat, Ia merasakan kedua pipinya langsung merona merah dan sekujur tubuhnya memanas dalam seketika. Ia tak menyangka jika Sehun dapat menebak apa yang di ucapkan Tn.Oh padanya dulu.

“M-mworago?!” Hanbyul berpura-pura terlihat terkejut meski nampak gugup. “Jangan bercanda! Dia tidak mengatakan hal itu padaku. Dan lagi… Aku tidak mungkin menikah dengan lelaki yang bahkan lebih muda dariku!”

“Aku hanya lebih muda satu tahun darimu, Yoo Agaesshi. Jangan terlalu melebih-lebihkan! Dan lagi… Sepertinya kau terlihat gugup. Jangan-jangan… Apa yang aku ucapkan tadi benar…” Sehun tersenyum jail pada Hanbyul.

Mendengar hal itu tentu saja membuat wajah Hanbyul semakin bersemu merah. Dengan segera gadis itu beranjak dari duduknya tanpa mau menoleh pada Sehun sedikitpun.

“Haish, Sudahlah!! Aku mau pulang saja!!”

“Waeyo?” Tanya Sehun bersikap sok polos. “Bukankah kau senang bisa terus bersamaku? Akui sajalah. Kau pasti merindukanku selama sebulan ini…” Goda Sehun.

“M-mwo?!” Hanbyul menoleh pada Sehun dengan mulut yang terbuka lebar. Lalu gadis ini pun berdecak sebal, Seakan menghina godaan Sehun tadi. “Ya! Kau pikir dengan aku bersikap seperti ini padamu, Aku sudah memaafkanmu sepenuhnya?! Jangan harap!! Aku bahkan masih sangat membencimu, Oh Sehun!!”

Hanbyul menghentakkan kakinya, Hendak melangkah pergi meninggalkan Sehun. Tapi tiba-tiba saja Sehun menarik tangannya dan membuat gadis itu langsung masuk ke dalam pelukannya.

“Omo!!” Kaget Hanbyul. “Ya! Apa yang kau laku-”

“Hanbyul-ah, Saranghae..” Bisik Sehun, Sukses membuat Hanbyul langsung terdiam dengan kedua mata yang membulat. Ia perlahan mengendurkan pelukannya, Memegang dagu Hanbyul dengan lembut, Kemudian membuat gadis itu menengadahkan kepalanya.

Di saat itu pula, Tatapan mereka saling bertemu. Sehun tersenyum hangat pada Hanbyul dan hal itu cukup membuat Hanbyul semakin tak berkutik. Dan hanya dalam hitungan detik, Hanbyul dapat merasakan satu kecupan lembut mendarat tepat di bibirnya.

Tatapan seluruh pengunjung yang datang ke tempat itu pun langsung tertuju pada mereka. Tapi seolah tak peduli dengan hal itu, Sehun masih tetap mencium lembut bibir Hanbyul. Sedangkan gadis itu justru hanya terdiam mematung di tempatnya.

Sret!!

Hanbyul segera mendorong tubuh Sehun dengan sekuat tenaga, Lalu dengan reflex tangannya pun menyentuh bibirnya yang sempat terjamah oleh bibir Sehun itu.

“K-kau…”

“Wae?” Tanya Sehun kembali bertingkah sok polos.

“Haish..” Hanbyul berbalik karena malu. “Pokoknya aku mau pulang!” Ia menghentak-hentakkan kakinya berulang kali dan beranjak pergi meninggalkan Sehun.

Sehun hanya terkekeh kecil saat melihat reaksi Hanbyul yang benar-benar lucu itu. Tapi setelah itu pun Sehun berlari kecil untuk mengejar Hanbyul.

“Ya, Hanbyul-ah. Ayo kita pergi bersama-sama!” Teriaknya seraya mensejajari langkahnya.

“Aish, Menjauh dariku!” Hanbyul mendorong tubuh Sehun yang hendak merangkulnya.

“Eii… Jangan seperti itu! Aku tahu kau menyukaiku juga…” Goda Sehun seraya merangkul tubuh Hanbyul meski tetap saja gadis itu kembali mendorongnya.

-What Is Love-

Cinta??

Cinta adalah sebuah perasaan…

Di mana kau harus selalu berkata jujur pada orang yang kau sayangi…

Maka dari itu…

Kau akan benar-benar merasakan makna dari kata ‘Mencintai’…

Dan sekarang, Aku pun mengerti maksud dari kata ‘Cinta’…

Love Is… Honest…

-What Is Love-

35 thoughts on “What Is Love (Love Is… Honest!!) Part.2 of 2

  1. annyeong eonni ^^

    mian eonni baru komen.. habis uas soalnya dan baru libur u,u kyaaaaaaaaaaa~ sehuunnnnnnnnn~ akhirnya mereka bertemu juga. nggg…. eon, ini masih ada lanjutannya atau enggak eon?

  2. Mak dess bgt waktu sehun bilang ‘kamu bukan siapa-siapaku’ TT…TT

    thooor~ah sequel jebaaal~
    saia mau membaca(?) hanbyul bales dendam ama kakak tirinya dan menikah(?) dg sehun >O< jebaal~

  3. Akhirnya mereka bersatu *?*
    aigoo sehun… Kamu msh kecil udh berani kiseu anak orang di tmpt umum. Ckck
    eoni bikin sequel nya atuh…

  4. Annyeong eonnii…
    akhr’y happy ending..feel sdh’y dpt bgt pz sehun hrz blg ama hanbyul klo hanbyul bkn siapa”y dy itu dlm bgt eonn,bkin sdih bca’y..untung kai ama tao mw bntuin jlsin smua’y ama hanbyul..nebus rsa brslh x y cz mreka udh maksa sehun bwt plg ama bngkar rhsia’y sehun k’hanbyul..
    d’tnggu ff’y yg cast’y kai sm tao eonni..😀

  5. aaaaaaaaaaaaaaaawwwwwwwwwwwww~
    Sehun jahil juga ya~
    aigoo, happy ending nih.. Hanbyul kok malu-malu sih? gak jujur nih,, kkkk~

    eon~ sequel ya? ditunggu~
    *buru-buru baca crazy love dulu*

  6. panjang ya?
    tumben nta bkin yg pnjang2..
    pasti btw readers..
    wkwkwk

    pdahal yg d kafe itu ud brharap ad kisseu..
    #yadong
    trnyata 2 makhluk (?) itu gangguin..
    aish!!

    akhrnya mreka brsatu..
    hore!!
    *lonjak2

    next story of what is love dtnggu..
    ^^

  7. onnie..itu ceritanya udah tamat kah.?
    Serius..?
    Demi apa.?
    Oh.. Ayolah onnie yang cantik..jangan tamat..
    Itu ceritanya bener2 gantung bagiku..hanbyul belum jawab cintanya sehun trus mereka belum nikah trus kan gmana hubungan nya hanbyul ma kakak tirinya..pasti kakak tirinya bkal envy banget liat hanbyul dapet cowo yang lebih ganteng dan kaya kayk sehun..
    Huuwooo..

    Oh ayolah minimal buat sequelnya kek or after storya..
    Yaya..

    no comnent bwat critanya..

  8. Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaa udah END!!!!!!!!!!!!! Hiks hiks hiks hiks,,,
    pie gg pa2 deeehhhh,,, yang pnting Happyyyy Endiiiiiiingggg,,,,, yeeeeeeeeeeaaaaaayyyyy!!!!!!!!!
    anhie No Comment deh eon d part ne,,, hehehehehehehe ^___________^ #gi2tsehun

  9. Akhirnya bersatu juga sehun si magnae sama hanbyul..Yah masa tamat sih, Apa kabar kai sama tao eonni? Si cewek yang dikenal kai sama tao kemana? Ayolah eonnie yg cantik bikin sequelnya yah😀

  10. sehun 1 tahun lebih muda dr hanbyul???????? akhir nya sehun appa berbaik hati membiarkan sehun memilih jaln hidup nya sendiri …. akhir nya sehun- hanbbyul pacaran …. tp kok ga di ceritain kehidupan hanbyul … kasian amat akhir nya dia tinggal di cafe … mestinya kakk tiri n seung ri di kasih pelajaran tuh …

  11. ff ini msih ada lanjutannya ataw tidak?????
    kalau berhenti disitu yaahhh jadi kaga seru nhy ff,,,moga moga masih ada yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    *teriakanku sampe bisa bangunin member member exo kali,yahh??,kalau benar MIAN all exo’s member

  12. Cerita cinta yang unik ..
    dimulai dari tabrakan akhirnya jadi pasangan ..
    Aaaaaaaaa, seru banget cerita ga bosenin apalagi cerita ringan dan boring jadi ngerasa jadi cast utama wanitanya ..
    lanjutin dong thor ..

  13. Haaah #elapkeringet
    akhirnya kelar jga bcanya thor~ sibuk neh#apaansi-,-
    Ceritanya keren thor, dpt bgt feelnya ! Mian ne cm bsa komen di part 2nya doang ^^
    Daebaaaaakkk!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s