Forecasters Love (2 of 4)

Forecasters LoveTittle            : Forecasters Love

Author          : NtaKyung

Casts            : Im Seulong, Kim Heenie, Kim Kibum and OC (Find By Yourself)

Genre           : AU(Alternate Universe), Humor, Romance

Length          : FourShot

Rated            : PG-13

Disclaimer    : Segala hal yang berada dalam FF ini, Murni imajinasi saya! So, Jangan Copy-Paste or BASHING!!

Note              : FF ini merupakan Side Story dari FF Because Clairvoyant Love. Jadi, Kalo ada yang belom baca ntuh ff, Musti baca dulu, Biar ngerti benang merahnya antara fanfic ini sama fanfic sebelumnya… Hehehehe

-Forecasters Love-

“Ini.” Seulong memberikan sebuah map biru pada Heenie.

Dengan kening yang mengerut, Heenie langsung mendongakkan wajahnya. “Apa ini?”

“Kau harus mempelajari isi semua berkas di dalam map itu selama perjalanan kita ke Bandara.”

“Apa?” Cicit Heenie pelan. “Ah, Benar-benar merepotkan!”.

“Sudahlah, Lebih baik sekarang kita segera pergi! Aku tak mau terlambat… Jika ada hal yang tidak kau mengerti, Kau bisa bertanya padaku saat di jalan nanti.”

“Baiklah…”

-Forecasters Love-

Selama perjalanan, Tak ada percakapan sedikitpun di antara Seulong dan Heenie. Keduanya terlalu larut dalam kegiatannya masing-masing, Heenie sibuk membaca setiap detail dari berkas yang Seulong berikan -yang ternyata keterangan tentang keluarga serta tata letak apartement Seulong yang belum pernah di datanginya-. Sedangkan Seulong sibuk mengemudikan mobilnya, Menatap lurus ke jalanan.

“Aku tidak pernah tahu jika kau memiliki binatang peliharaan di apartementmu…”

Suara Heenie memecah keheningan dalam mobil tersebut. Seulong menoleh sesaat padanya lalu kembali menatap lurus ke jalanan.

“Yah… Setidaknya aku tidak kesepian saat di apartement seorang diri.”

“Oh…” Heenie mengangguk singkat, “Tapi aku tidak menyangka kau akan mengurus se-ekor kucing.” Lanjutnya.

“Huh?!” Seulong mengerutkan keningnya, “Kucing? Aku tidak memelihara kucing…” Bingungnya.

“Lalu ini apa?”

Heenie mengambil sebuah foto yang ada di dalam berkas tersebut dan Seulong meliriknya sebentar.

Pletak!

“Ahk!” Pekik Heenie kesakitan saat Seulong tiba-tiba saja menyentil keningnyaa dengan cukup keras. “Ya!!!”

“Bodoh, Bagaimana bisa kau menyebutnya kucing, Kim Heenie?! Dia itu anjing! Perhatikan yang benar!”

Seulong meraih foto binatang peliharaannya itu lalu menunjukkannya ke hadapan wajah Heenie dengan jarak yang sangat dekat.

Sambil mengelus-elus keningnya yang terasa sedikit panas, Heenie kembali mengamati foto tersebut.

“Err… Memang terlihat seperti anjing. Tapi kupikir… Dia lebih mirip kucing.” Cicitnya pelan.

“Jangan salah seperti ini lagi. Bisa gawat jika sampai orang tuaku mendengar hal ini, Seharusnya kau kan sudah tahu segala hal yang ada di apartementku!” Gerutu Seulong sambil membelokkan mobilnya.

“Yah, Yah… Maafkan aku!”

“Ingat, Dia anjing! Dan namanya adalah Tank. Kau paham?!”

“Cerewet! Itu sudah tertulis di dalam berkas ini. Kau tidak perlu mengulangnya!”

Seulong mengangkat kedua bahunya cuek. “Aku hanya mengingatkamu saja.”

Suasana kembali hening untuk beberapa saat. Heenie sepertinya tengah berusaha keras mengingat segala hal yang tertulis di dalam berkas itu.

“Jadi, Aku akan tidur di mana saat tinggal di apartement-mu nanti?” Tanya Heenie kembali bersuara. Kedua matanya masih fokus mengamati setiap berkas yang di berikan Seulong padanya.

“Kamarku.”

“Apa?!” Heenie langsung memekik keras sambil melirik Seulong kaget. “Ya! Apa kau sedang bergurau, Huh?! Aku tidak mungkin tidur sekamar denganmu!”

“Oh ayolah, Heenie-ya. Kenapa reaksimu begitu seperti anak remaja? Memangnya apa yang salah jika tidur sekamar dengan kekasihnya sendiri? Kita bahkan telah tinggala bersama kan?”

“Kau gila! Itu kan tidak pernah terjadi! Aku tidak mau!”

“Tapi orang tuaku berfikir demikian, Heenie-ya. Sudahlah, Ini cuman berlangsung beberapa hari. Kau ikuti saja permainan ini, Oke?” Sahut Seulong seraya menghentikan laju mobilnya karena mereka telah tiba di Bandara Incheon.

Seulong segera mematikan mesin mobilnya, Lalu melepaskan sabuk pengamannya dan ia pun memiringkan tubuhnya menghadap Heenie.

“Dengar, Heenie-ya. Mulai saat ini kita akan menjadi partner dalam permainan ini. Jadi, Kuharap kau tidak banyak protes. Kau cukup percaya saja padaku… Dengan begitu semuanya akan berjalan sesuai rencana kita. Kau mengerti kan?”

“Tapi-”

“Heenie-ya, Kumohon…” Seulong meremas lembut jari-jari tangan Heenie, Wajahnya terlihat begitu merajuk.

Heenie terdiam sesaat, Tapi beberapa saat kemudian ia menghela nafas panjang dan mengangguk pelan sambil mencoba untuk memperlihatkan seulas senyum tulusnya. “Baiklah…”

Seulong tersenyum puas saat mendengar jawaban Heenie. Dengan segera ia pun keluar dari dalam mobil tersebut dan membukakan pintu mobil dari sisi lain untuk Heenie.

Keduanya lantas berjalan masuk ke dalam Bandara Incheon, Menunggu kedatangan Tn dan Ny.Im.

“Appa, Eomma!” Seru Seulong seraya melambaikan tangannya pada sepasang suami-isteri paruh baya.

Dengan cepat Heenie menoleh ke arah itu, Mencoba mencari-cari sosok orang tua Seulong.

“Seulong-ah.” Wanita paruh baya itu segera berjalan menghampirinya dan memeluknya erat.

Dia adalah Ny.Im, Setelah itu Tn.Im pun bergantian memeluk Seulong sambil menepuk pelan punggung lelaki itu.

“Senang bisa melihatmu, Seulong-ah.” Ujar Tn.Im seraya melepaskan pelukannya.

“Aku juga, Appa.” Senyumnya tulus.

“Bagaimana kabarmu, Nak? Kau terlihat lebih kurus daripada sebelumnya… Apakah kau tidak makan dengan baik?”

Celotehan Ny.Im dengan nada cemas, Ia memegangi kedua pipi Seulong sambil memasang wajah khawatir.

Seulong tersenyum tipis, Lalu menggeleng pelan. “Aku baik-baik saja, Eomma…”

“Benarkah, Oh syukurlah…” Ny.Im langsung menghela nafas lega.

Tatapan Tn.Im langsung tertuju pada Heenie yang berdiri tak jauh dari Seulong, Lebih tepatnya berada di samping lelaki itu.

“Seulong-ah, Apakah dia kekasihmu?” Suara Tn.Im terdengar dan hal itu sukses membuat Ny.Im ikut menoleh ke arah Heenie.

Heenie hanya dapat terpaku di tempatnya saat mendapati kedua orang tua Seulong tengah menatapnya. Senyum yang ingin di perlihatkannya terlihat begitu canggung dan kaku.

Menyadari kecanggungan yang di rasakan oleh Heenie, Seulong lantas menggenggam erat tangan Heenie lalu menarik tubuh gadis itu agar semakin merapat dengannya.

Cukup terkejut dengan hal itu, Heenie segera mendongakkan wajahnya, Menatap Seulong dengan kedua matanya yang sedikit melebar, Tapi lelaki itu hanya membalasnya dengan senyuman geli.

“Yah… Dia adalah kekasihku, Kim Heenie. Chagiya… Mereka adalah orang tuaku.” Ujar Seulong dengan santai, Tak ada keraguan sedikitpun dalam sikapnya.

“Omo! Jadi kau memang benar kekasih anakku?” Ny.Im langsung tersenyum riang.

“Ah, Ne. A-annyeong haseyo… Ahjusshi… Ahjumma…” Heenie segera membungkukkan tubuhnya.

“Aigo… Kau begitu sopan dan cantik sekali, Heenie-ya. Aku senang Seulong menemukan gadis sepertimu…” Ny.Im mengelus lembut wajah Heenie sambil tersenyum lembut.

“Yah… Aku tidak menyangka anakku akan mendapatkan gadis cantik sepertimu.” Ujar Tn.Im seraya tertawa.

“Kalian bisa saja.” Tanggap Seulong sembari kembali merangkul tubuh Heenie erat.

Sedangkan Heenie hanya dapat tersenyum enggan sambil mendongakkan wajahnya, Di tatapnya Seulong dengan tatapan tajam, Seakan tatapan itu berbicara, ‘Lepaskan tanganmu dariku, Bodoh!’

“Oh, Chagiya… Kau memang sangat manis!” Seulong malah semakin memeluk tubuh Heenie dengan erat, Seakan dirinya sengaja melakukan hal itu.

“Im Seulong, Akan kubunuh kau nanti!!” Umpat Heenie dalam hati. Tapi wajahnya masih memperlihatkan senyuman lebar pada Tn dan Ny.Im.

“Omo… Omo… Kalian benar-benar terlihat serasi dan mesra sekali! Benarkan yeobo?” Ujar Ny.Im bersemangat.

“Tentu saja… Mereka kan pasangan anak muda. Pasti selalu ingin mengumbar kemesraan di mana-mana.” Tawa Tn.Im kembali terdengar dan hal itu hanya di balas oleh tawa yang di buat-buat oleh Seulong dan Heenie.

“Baiklah, Kalau begitu ayo kita pergi. Aku yakin Appa dan Eomma pasti sudah sangat lelah karena perjalanan panjang tadi…” Ajak Seulong kemudian.

-Forecasters Love-

Setibanya di apartement Seulong, Kedua orang tua Seulong memilih untuk beristirahat di dalam kamar mereka sedangkan Heenie bersiap untuk memasak makanan untuk makan malam nanti.

Setelah merapihkaan kamar tamu untuk kedua orang tuanya, Seulong lantas segera beranjak menuju dapur. Di lihatnya Heenie yang mengeluarkan beberapa bahan makanan yang ada di dalam kulkasnya.

“Aku tidak tahu kau bisa memasak, Heenie-ya. Kupikir kau hanya bisa makan saja.” Ntah itu adalah suatu sindiran atau apa, Tapi sepertinya Heenie merasa kesal saat mendengar hal itu, Karena dia langsung menatap tajam padanya.

“Kenapa kau memelukku saat di Bandara? Kau tahu Itu tidak ada di perjanjiannya!” Heenie mulai mengeluarkan kekesalannya.

Seulong tak menanggapi terlebih dulu, Ia malah melahap apel merah yang di ambilnya dari dalam kulkas.

“Itu hanya akting, Heenie-ya. Yah… Semacam untuk meyakinkan orang tuaku, Jika kita ini memang berpacaran. Masa kau tidak mengerti hal ini?” Jawabnya kemudian.

“Tapi bukan berarti kau harus memelukku setiap saat kan? Itu menjijikan!”

“Oh ayolah, Heenie-ya. Itu hanya sebuah pelukan saja… Apa yang salah dengan semua itu.”

“Kesalahannya karena kita bukanlah sepasang kekasih yang sesungguhnya dan kau tidak seharusnya melakukan itu padaku. Kau mengerti?!”

Seulong langsung tertegun mendengar ucapan Heenie, Di dekatinya Heenie dan dengan tangan kanannya ia langsung mendekap mulut Heenie.

“Ya… Heenie-ya, Bisakah kau tidak membahas hal ini jika sedang bersama kedua orang tuaku? Mereka mungkin saja bisa mendengarnya!” Desis Seulong pelan.

Terkejut dengan hal itu, Heenie jelas saja membulatkan kedua bola matanya sambil memberontak, Mencoba untuk melepaskan dekapan tangan Seulong di mulutnya dan itu berhasil.

“Aku tidak peduli! Itukan urusanmu!” Balas Heenie dengan nada ketus.

“Ya!”

“Wae?! Kau mau marah padaku, Huh?!”

“Heenie-ya… Seulong-ah… Ada apa?” Suara Ny.Im terdengar dan sontak saja kedua orang ini segera menoleh ke sumber suara itu berasal.

“Eoh, Eomma!” Kaget Seulong, Kedua bola matanya langsung melebar, Ia takut jika Ibunya mendengar percakapan mereka tadi. Tak terkecuali dengan Heenie pun.

“Apa tadi kalian bertengkar? Aku seperti mendengar suara ribut-ribut tadi…” Tanya Ny.Im seraya berjalan mendekati mereka.

“Huh?” Seulong dan Heenie langsung saling bertukar pandang panik. “A-anniya. Mana mungkin kita bertengkar. Iya kan, Chagiya?” Seulong langsung tertawa enggan sambil merangkul Heenie dan mencium kening gadis itu dengan singkat.

Cukup terkejut dengan hal itu, Heenie sempat melebarkan kedua matanya dan menatap tajam kembali pada Seulong, Tapi sesaat kemudian ia ikut tertawa enggan dan langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggul Seulong.

“Anniyo, Ahjumma. Kami hanya sedang bercanda saja tadi…” Ujar Heenie kemudian.

“Ah, Begitukah? Hm… Baiklah kalau begitu. Eomma hanya ingin membuat teh hangat.”

“Oh… Kalau begitu biar aku saja yang membuatkan, Nanti aku akan mengantarnya ke kamar…” Heenie segera menghampir Ny.Im yang tengah bersiap mengambil gelas teh.

Ny.Im langsung menoleh padanya. “Apa tidak apa-apa, Heenie-ya? Bukankah kau akan menyiapkan makan malam?”

Heenie lantas tersenyum tipis dan menggeleng pelan. “Anniya… Membuat teh hanya membutuhkan dua menit saja. Itu tidak akan memakan waktu yang lama…”

“Kau gadis yang baik, Heenie-ya. Terima kasih…” Senang Ny.Im.

“Ini bukan apa-apa, Ahjumma.” Sahutnya kalem. “Ah iyah, Apakah Ahjumma ingin beberapa camilan juga?”

“Kurasa boleh juga.”

“Baiklah…”

Ny.Im beranjak dari tempatnya, Lalu saat melewati Seulong ia menepuk pelan pundak anak satu-satunya itu. “Kau beruntung mendapatkannya, Seulong-ah.” Bisiknya pelan.

“Aku tahu.” Balas Seulong sambil tersenyum lebar dan mengedipkan sebelah matanya pada ibu kesayangannya itu dan tentu saja Ny.Im langsung tersenyum geli di buatnya.

Setelah memastikan ibunya telah memasuki kembali kamarnya, Seulong lantas berjalan mendekati Heenie dan berdiri tepat di samping gadis itu.

“Rupanya kau pintar berakting juga yah… Aku tidak menyangka kau akan memelukku seperti itu, Heenie-ya.” Goda Seulong sambil menggigit apelnya kembali.

“Itu hanya karena aku tidak tega menyakiti hati Ibumu. Jadi sekarang, Menyingkirlah dari hadapanku karena aku harus mengantarkan teh ini pada Ibumu, Minggir!”

Heenie langsung membawa nampan berisi dua gelas teh serta satu piring yang di isi oleh biskuit.

“Aku menyayangimu, Chagiya!” Seru Seulong kembali menggoda Heenie.

Dan tepat di saat Heenie berbalik padanya untuk memberikannya tatapan tajam, Seulong justru mengedipkan matanya sambil menyeringai kecil.

Dengan perlahan, Seulong menyandarkan tubuhnya dan kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.

“Gadis yang manis…” Gumamnya pelan.

Tapi sesaat kemudian ia segera menegakkan tubuhnya dan menggeleng pelan.

“Tunggu! Apa kataku tadi? Dia manis?!”

Seulong terdiam untuk beberapa saat, Tapi setelah itu ia kembali menggelengkan kepalanya, Bahkan lebih cepat.

“Tidak… Tidak… Apa yang baru saja kupikirkan?! Aish.. Im Seulong, Kau pasti terlalu stres karena memikirkan masalah ini. Kau jadi mengatakan hal yang aneh-aneh!” Gumamnya pada diri sendiri.

“Yah… Aku pasti terlalu pusing dengan hal ini… Pasti!” Ujarnya meyakinkan diri sendiri.

Kegiatan Seulong terhenti kala Heenie memasuki kembali dapurnya dan memandangnya dengan sebelah alis yang terangkat.

“Apa yang kau lakukan? Kau seperti orang bodoh, Seulong-ah!”

“Huh?” Seulong segera menoleh padanya dan di saat itu juga, Ntah kenapa Seulong tengah membayangkan Heenie tengah tersenyum menggoda padanya.

“Hey, Seulong-ah!” Panggil Heenie.

“Jangan mendekat!” Seru Seulong seraya menaikkan tangannya ke atas, Menyuruh Heenie agar tidak mendekatinya lagi.

Heenie memandang Seulong bingung. “Kau baik-baik saja?” Tanyanya hati-hati.

Seulong tak langsung menjawab, Ia hanya memejamkan matanya sambil berbicara dalam hatinya.

“Dia hanya mengenakan gaun dan beberapa polesan make up, Im Seulong!! Ingat itu… Ingat itu!!” Teriaknya dalam hati.

“Seulong-ah…” Heenie menepuk pundaknya dengan pelan dan sedetik kemudian Seulong telah membuka kedua matanya lagi.

“Jika kau tidak ada keperluan lain di sini, Lebih baik kau pergi saja dari sini!” Ujar Heenie kemudian.

“A-aku memang akan pergi!” Sahut Seulong gugup, Lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan dapur tersebut.

Heenie menatap sesaat ke arah Seulong yang semakin menjauh dari dapur. “Aneh.” Ujarnya seraya menggedikkan kepalanya.

-Forecasters Love-

Cling!!

Suara bel yang berdentingan di pintu masuk itu terdengar, Membuat sang pemilik restaurant segera mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah sang pelanggannya yang datang.

Kening lelaki itu langsung mengerut begitu sadar jika seseorang yang datang itu tak lain adalah salah satu sahabatnya sendiri.

“Berikan aku satu Rendezvous Coffe…” Ujar orang itu yang tak lain adalah Seulong.

Tak ada jawaban dari orang di hadapannya, Ia lebih memilih untuk membuatkan pesanan Seulong dengan segera, Kemudian tak berapa lama ia pun bergegas mendekati Seulong dan menarik pesanannya di atas meja Seulong tepat di hadapannya.

“Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau seharusnya ada di apartementmu bersama Heenie untuk menyambut kedatangan orang tuamu?” Tanya lelaki itu kemudian, Ia tak lain adalah Kim Kibum. Dengan segera ia mendaratkan tubuhnya di atas kursi empuk yang berada di hadapan Seulong.

“Dia menyuruhku untuk pergi. Katanya dia akan meneleponku jika makan malam sudah jadi dan beginilah nasibku sekarang… Terdampar di restaurantmu.” Jelas Seulong sambil menggedikkan bahunya.

“Aah… Begitu.” Kibum mengangguk paham. “Terkadang para wanita selalu butuh privasi jika sedang memasak…”

“Atau lebih tepatnya mereka memang tidak ingin di ganggu!” Balas Seulong sengit.

“Lalu, Kenapa kau tidak pergi ke kantor saja? Bukankah setiap harinya kau selalu lebih senang berada di kantormu?” Tanya Kibum kemudian.

“Ke kantor? Tidak… Bos macam apa yang datang di saat hari sudah hampir menjelang sore? Lebih baik aku di sini saja…”

“Yah, Itu terserahmu… Tapi jangan lupakan perjanjian kita tadi pagi. Aku jelas telah menang darimu kan?” Kibum langsung menyeringai kecil seraya melipatkan kedua tanganya di depan dadanya.

Kening Seulong mengerut dan kedua matanya langsung menyipit. “Apa maksudmu?”

“Jangan berusaha untuk menghindar! Kau jelas sudah mengetahui maksud ucapanku kan?”

Seulong menghela nafas cepat, “Yah, Yah… Baiklah, Aku akan mentransfer uang itu. ” Lanjutnya.

Kibum menyeringai kecil, Tapi sesaat setelah itu ia mengibaskan tangannya cepat.

“Tidak perlu… Kurasa, Saat ini aku tidak membutuhkan uang itu. Cukup dengan melihatmu terpesona pada penampilan Heenie saat itupun, Aku sudah terhibur…” Celetuknya sambil kembali menyeringai.

Seulong yang tengah menikmati minumannya langsung saja tersedak begitu mendengar ucapan Kibum tadi. “Uhuk! Uhuk… A-apa?”

Dengan santai Kibum menggedikkan bahunya acuh, Bersamaan dengan itu para pelangannya mulai berdatangan dan Kibum pun langsung beranjak dari duduknya.

“Sudahlah, Pulang sana. Isterimu pasti sudah menunggumu untuk makan malam bersama kedua orang tuamu.” Bisik Kibum seraya mengedipkan sebelah matanya dan pergi meninggalkan Seulong.

Seulong yang jelas mengerti maksud ucapan Kibum yang tengah menyindir sekaligus menggodanya itu hanya dapat melongo dengan kedua matanya yang sukses melebar.

-Forecasters Love-

Kini, Mereka tengah berkumpul di ruang makan. Bersiap menyantap hidangan makan malam yang telah di buatkan oleh Heenie. “Aigoo… Kau benar-benar pintar memasak, Heenie-ya. Ini enak sekali…” Puji Ny.Im saat menyantap salah satu hidangan tersebut.

Heenie tersipu malu mendengar hal itu, Ia tak langsung menjawab dan hanya mengangguk singkat sambil tersenyum tipis.

“Kau beruntung memiliki kekasih sebaik dan sepintar Heenie, Seulong-ah…” Lagi, Ny.Im kembali memuji Heenie dan membuat kedua pipi Heenie langsung bersemu merah saat mendengarnya.

Seulong tak langsung menjawab dan hanya tersenyum saat mendengar setiap pujian yang tengah di lontarkan ibunya. Namun, Tanpa di sadarinya ia terus saja melirik ke arah Heenie, Seakan ia begitu menikmati pemandangan di hadapannya -Ketika kedua wajah Heenie bersemu merah-, Seperti saat ini.

“Seulong-ah. Apakah kau sudah menyiapkan semuanya untuk besok?” Suara Tn.Im seketika itu juga menarik perhatian Seulong kembali dan ia pun menoleh kepada ayahnya dengan kening yang mengerut.

“Menyiapkan apa?”

Ny.Im segera mengibaskan tangannya setelah meletakkan gelas berisi air putih yang baru saja di teguknya itu. “Aigoo… Apakah kau lupa, Seulong-ah? Eomma kan sudah mengatakan padamu jika kita akan pergi ke Busan besok… Dan aku tidak ingin mendengar kata ‘tidak’ dari kalian berdua! Arraseo?” Senyumnya mengembang lebar.

“M-mwo?!” Heenie bercicit pelan dengan kedua mata yang membulat, Ia segera melirik Seulong tapi lelaki itu hanya tetap terdiam sambil memandangi kedua orang tuanya dengan cengo.

Bugh!

“Ahk!” Ringis Seulong saat tiba-tiba saja merasakan sebuah tendangan keras pada kakinya.

Ia segera menoleh pada Heenie sambil berdesis sebal, Mulutnya berkomat-kamit seakan saat ini ia tengah menyumpahi Heenie dengan seribu kata umpatan kasar yang jelas tidak akan terdengar oleh siapapun termasuk Heenie.

Dan seakan tak mau mengalah, Heenie jelas saja menggerakkan kedua matanya dengan kedua bahunya yang bergidik seakan menantang Seulong hanya dengan gerakan isyarat melalui tubuh serta tatapannya itu.

“Seulong-ah, Heenie-ya Apa yang kalian lakukan?” Tanya Tn.Im menginterupsi pertengkaran tak kasat mata yang terjadi di antara kedua orang itu.

“Huh?” Seulong kembali melirik ayahnya, Lalu dengan terpaksa ia pun mengukir seulas senyum palsu, “Anniya… Kami tidak melakukan apapun, Appa. Hanya sebuah isyarat tanda sayang saja.” Bohongnya dan ia pun melingkarkan lengannya di bahu Heenie.

Heenie jelas saja terkejut dengan hal itu, Ia kembali menatap tajam Seulong dengan matanya yang sepenuhnya melebar dan melotot pada Seulong tapi yang terjadi lelaki itu malah justru menyeringai padanya sambil mengedipkan sebelah matanya sehingga membuat Heenie bergidik jijik sekaligus geli.

“Aku tidak pernah menyadari jika lelaki ini begitu menjijikan dan menyebalkan!!” Jerit Heenie dalam hatinya.

“Jadi, Bagaimana? Kalian pasti ikut ke Busan kan?” Tanya Tn.Im lagi.

Seulong mengangkat sebelah bahunya sambil memasang tampang sepolos mungkin, “Semua ini adalah keputusan Heenie, Jika dia ingin ikut… Maka, Aku jelas akan ikut.”

Ny.Im segera menoleh pada Heenie, “Heenie-ya. Kau akan ikut kan? Ayolah… Kau pasti akan suka dengan tempat kami dulu. Kami sudah lama tidak pergi ke sana… Mau kan?” Bujuknya dengan nada suara yang terdengar sangat lembut.

Lagi! Untuk kesekian kalinya Heenie melirik Seulong dengan kesal dan seakan tatapannya itu berkata, ‘Kenapa kau jadi harus menyudutkanku, Huh?!’

Dan seperti menyadari arti tatapan Heenie itu, Seulong hanya nyengir sambil menaikkan kedua alisnya berulang kali. Nampaknya ia tengah asyik menggoda Heenie sekarang.

“Sialan!” Umpat Heenie dalam batinnya.

“Heenie-ya…” Panggil Ny.Im kembali dan membuat Heenie jelas kembali melirik padanya. Lalu ia pun menggedikkan dagunya dengan kedua matanya yang terlihat sendu dan memancarkan berbagai harapan pada Heenie. “Kau mau kan?”

Kartu mati telah di tunjukkan pada Heenie, Gadis itu hanya dapat terdiam untuk beberapa saat hingga akhirnya ia pun mengangguk dan tersenyum enggan pada Ny.Im, “Baiklah…” Jawabnya kemudian, Pasrah dengan keadaan yang ada.

-Forecasters Love-

Setiap tetesan air yang mengalir dari shower itu langsung membasahi tubuh telanjang Seulong yang tengah berdiri tepat di bawahnya. Lelaki itu menggosok-gosok seluruh bagian tubuhnya dengan sabun cair.

“Kau tidak mengatakan padaku soal kepergian ke Busan itu!” Heenie berteriak cukup keras dari luar pintu kamar mandi, Dan setidaknya Seulong bersyukur karena kamarnya itu kedap suara sehingga ia yakin jika kedua orang tuanya tidak akan mendengar ucapan Heenie tadi.

“Aku benar-benar lupa akan hal ini, Heenie-ya…” Sahut Seulong dengan kalem, Ia pun terdengar sedikit berteriak karena suara gaduh akibat ribuan tetesan air yang mengalir deras dari showenya itu.

“Tapi kau melimpahkan semuanya kepadaku. Itu tidak adil! Aku memang berjanji untuk menjadi kekasihmu, Tapi bukan berarti kau bisa melakukan ini terhadapku!! Ini tidak ada sama sekali dalam perjanjian kita, Seulong-ah!”

Tak ada sahutan dari dalam kamar mandi. Heenie samar-samar dapat mendengar sebuah suara yang terdengar seperti sebuah geraman tapi Heenie menepis perasaan itu dan malah merapatkan telinganya pada daun pintu yang menghubungkan kamar tersebut dengan kamar mandi yang tengah di gunakan Seulong itu.

Cklek!

“Omo!!” Kaget Heenie saat tiba-tiba saja pintu terbuka dan membuat tubuhnya limbung.

Tapi ia sama sekali tidak merasakan sakit, Yang di rasakannya saat ini justru sesuatu yang lembab dan basah serta sebuah aroma maskulin perpaduan antara aroma mint serta aroma sabun yang khas langsung saja merasuki indera penciuman Heenie, Membuat gadis itu sedikit terlena dengan aroma yang cukup memabukkan dirinya.

Gadis ini mendongakkan kepalanya ke atas dan segera saja menarik tubuhnya kala dirinya sadar jika ia terjatuh tepat ke dalam pelukan Seulong! Dan lebih parahnya lagi adalah Seulong kini hanya mengenakan sebuah handuk yang di lilitkan di pinggangnya, Jelas saja karena itu Heenie dapat melihat tubuh Seulong yang begitu terlihat atlentis! Otot-otot pada tubuhnya terbentuk dengan sempurna, Dan kulitnya yang kecokelatan itu terlihat sangat… err… sexy?

Tersadar dengan pikirannya tadi, Heenie segera menggelengkan kepalanya cepat dan berusaha untuk mengenyahkan pemikiran itu jauh-jauh. Ia menundukkan wajahnya, Seakan dirinya tengah menghindari tatapan Seulong yang terlihat begitu tajam.

“Maaf…” Heenie mencicit pelan dengan tenggorokannya yang terasa tercekat dan kering.

Seulong tak menggubrisnya dan hanya berjalan melewati Heenie tanpa berbicara apapun, Ia pun membuka pintu lemarinya dan mengeluarkan sebuah kaos dan boxernya yang berwarna putih.

Heenie buru-buru memasuki kamar mandi dan menguncinya dari dalam, Kedua tangannya pun reflex memukuli kedua pipinya serta bibirnya terus-terusan mengeluarkan makian untuk dirinya sendiri.

“Aish, Kim Heenie. Kau bodoh! Bodoh! Kenapa kau bisa merasa malu seperti ini?! Memangnya berapa umurmu?! Bukankah sesuatu yang wajar jika melihat tubuh seorang pria di saat usiamu sudah menginjak 25 tahun?!” Makinya pada diri sendiri.

Seakan tak ingin berfikir terlalu lama lagi, Heenie pun mulai melepaskan pakaiannya dan segera menyalakan showenya. Membiarkan air yang terasa sangat dingin itu menusuk-nusuk kulitnya yang belum siap menerima rasa dingin itu.

-Forecasters Love-

Setelah berada kurang lebih setengah jam berada di dalam kamar mandi, Heenie akhirnya keluar dari dalam kamar mandi dan menemukan Seulong yang telah tertidur pulas di ranjangnya.

Tanpa pikir panjang lagi, Ia pun segera menyingkapkan selimut dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sama tepat di samping Seulong hanya saja ada sebuah bantal yang menghalangi mereka sekarang.

Meski sudah berusaha untuk menutup kedua matanya dan berharap dia akan segera memasuki alam mimpinya, Heenie tak kunjung dapat terlelap. Ia merasa asing dengan tempat ini, Dan ia benar-benar tak dapat tidur! Terlebih saat ini dia tengah tidur bersama Seulong, Yah… Meskipun ia yakin jika Seulong tidak akan melakukan apapun terlebih orang tuanya pun kini ada di sini, Tapi tetap saja… Heenie merasa tak nyaman dengan hal ini.

Dan sepertinya tidak hanya Heenie yang masih dalam kondisi terjaga, Heenie berulang kali dapat mendengar Seulong menggerakkan tubuhnya dengan gelisah, Seakan mencoba untuk mencari posisi yang nyaman yang dapat membuatnya tertidur lelap.

“Heenie-ya…”

“Hm?”

“Kau belum tidur?” Pertanyaan itu terdengar pelan.

“Yah…” Heenie menjawab pelan juga, “Aku sulit tidur. Mungkin… Karena suasananya berbeda dan aku tidak terbiasa tidur dengan siapapun… Kecuali… Dengan Kibum dan Heechul. Itu pun sudah dulu sekali…”

Hening, Seulong dan Heenie terdiam untuk beberapa saat sampai pada akhirnya Seulong kembali bersuara dengan singkat dan hanya mengatakan, “Oh…”

Heenie melirik punggung Seulong, Di perhatikannya punggung lelaki itu yang terlihat bidang dan sepertinya ia akan merasa nyaman jika dapat menyandarkan kepalanya pada punggungnya, Itu pikir Heenie. Namun beberapa saat kemudian ia kembali mengalihkan tatapannya.

“Seulong-ah, Boleh kutanyakan sesuatu padamu?” Tanya Heenie terdengar sangat hati-hati.

“Yah, Tentu.”

Untuk beberapa saat Heenie terdiam, “Err… Kenapa kau tidak memiliki kekasih? Kurasa… Kedua orang tuamu bukanlah tipe pemilih. Dan… Itu jelas bukan alasanmu tidak memiliki kekasih sampai saat ini kan? Aku bahkan tidak pernah melihatmu berjalan dengan gadis manapun sejak pertama aku mengenalmu…”

“Ntahlah.” Seulong menggerakkan tubuhnya dan kedua matanya berganti menatap langit-langit kamarnya, Sama seperti yang di lakukan Heenie saat ini.

“Kenapa ntahlah? Bukankah kau memiliki banyak kenalan gadis cantik?”

“Aku tidak tertarik padanya.”

“Kau tidak tertarik pada gadis cantik seperti mereka?!” Heenie melirik Seulong sekilas dengan raut wajahnya yang terlihat kaget, “Oh… Jangan katakan padaku…”

“Aku tidak seperti yang kau pikirkan, Kim Heenie! Dan itu memang tidak akan terjadi! Kau pikir aku tidak normal apa?!” Balas Seulong cepat.

Heenie buru-buru mengatupkan kembali mulutnya ketika mendengar ucapan Seulong itu. “Maaf, Aku hanya penasaran saja…” Jawabnya pelan.

Suasana kembali hening, Mereka masih ada di dalam posisi yang sama dan tak ada satupun dari mereka yang merasa lelah ataupun mengantuk. Mereka benar-benar merasa terjaga malam ini.

“Apakah.. Aku bisa bertanya satu hal juga padamu?” Ujar Seulong akhirnya kembali memecah keheningan yang ada.

“Yah…”

Heenie dapat mendengar Seulong mengambil nafas dalam-dalam sebelum menghembuskannya dengan berat, Dan sesaat setelah itu pun lelaki itu mulai melontarkan pertanyaannya.

“Sebenarnya… Apa yang kau rasakan pada Kibum? Maksudku… Apakah kau pun merasa tertarik padanya? Sama seperti gadis lainnya yang selalu datang ke restaurantnya itu…”

“Ntahlah…” Heenie meniru nada suara Seulong sebelumnya dengan kata-kata yang sama.

“Apa maksudmu dengan ntahlah?!” Tanya Seulong terdengar menuntut jawaban yang pasti.

“Ehm… Yah, Aku tidak dapat mengelak jika Kibum adalah lelaki tampan yang terlihat sangat sempurna dan menggoda. Tapi… Itu bukan berarti aku menyukainya dan jika aku mengatakan hal ini pun bukan kecil kemungkinan jika aku tak memiliki perasaan apapun padanya…”

“Jadi, Kau menyukainya?” Suara Seulong terdengar sinis dan Heenie tak menyadari hal itu.

“Mungkin tidak… Mungkin juga yah…”

“Kau aneh!”

“Kau lebih aneh… Jelas-jelas orang tuamu ingin mengenal kekasihmu, Tapi kau malah berbohong pada mereka dan membuatku harus terkurung dalam masalah ini bersamamu!”

Raut wajah Seulong seketika berubah, Rahangnya mengeras dan tatapannya pun terlihat begitu sendu seakan menyiratkan kesedihan tersendiri.

“Hey, Katakan padaku, Jika orang tuamu bukanlah orang tua yang pemilih. Apakah mungkin kau yang pemilih?”

“Aku bukanlah lelaki pemilih, Heenie-ya…” Seulong berujar pelan.

“Lalu? Apa alasanmu tidak memiliki kekasih sampai saat ini? Tidak mungkin kan kau tidak tertarik dengan gadis manapun yang kau temui…” Tanya Heenie penasaran.

Seulong terdiam sesaat, Kemudian ia menoleh pada Heenie membuat gadis itu tersadar dengan tatapan Seulong yang terlihat berbeda dan gadis itu pun segera menoleh padanya juga.

Kedua mata mereka saling bertemu pandang dan keduanya sempat terdiam beberapa saat. Kedua orang ini seakan tengah mencari-cari sesuatu melalui pancaran mata mereka masing-masing, Dan Heenie ntah kenapa seketika merasa sekujur tubuhnya memanas begitu sadar jika Seulong tengah menatapnya dengan intens dan tajam. Seakan memberikan sebuah tatapan mengintimidasi yang memiliki kesan lembut namun ada kekuasaan tertentu, Dan itu benar-benar membuat sekujur tubuh Heenie menegang!

“Kau… Belum menjawab pertanyaanku.. Seulong-ah..” Ujar Heenie berusaha untuk kembali pada topik pembicaraan mereka tadi dan tentunya ia langsung menatap arah lain, Tak ingin menatap kedua mata Seulong lebih lama lagi.

Seulong berdecak pelan, “Aku sudah menemukan gadis itu, Heenie-ya. Tapi… Aku tak yakin jika aku bisa mendapatkannya…”

Merasa bingung dengan ucapan Seulong, Heenie lantas mengerutkan keningnya. Ia sontak reflex kembali menatap Seulong dan berucap pelan, “Kenapa?”

“Karena…” Seulong terdiam sesaat, Kedua matanya bergerak-gerak menatap Heenie dalam diam. “Dia tidak pernah melihat kehadiranku, Heenie-ya…” Lanjutnya seraya berbalik, Kembali pada posisi memunggungi Heenie.

“Sudahlah, Tidak perlu membahas hal ini lagi. Sekarang pergilah tidur… Besok kita akan pergi ke Busan pagi-pagi sekali dan aku yakin kau tidak ingin bangun terlambat kan?”

Ada kekecewaan yang terlihat jelas di wajah Heenie, Nampaknya ia tidak puas dengan jawaban Seulong tadi.

“Kau mengalihkan pembicaraan, Seulong-ah!” Kesal Heenie, Ada nada putus asa bercampur kesal di antara suaranya itu.

“Aku hanya tidak ingin kau terlambat bangun… Sekarang pergilah tidur!”

“Aku belum mengantuk!”

“Heeni-ya… Jangan melawanku. Atau aku akan benar-benar memaksamu untuk tidur!”

“Oh yah? Memangnya kau bisa melakukan itu?!”

“Heenie-ya!”

“Sudah kukatakan jika aku belum me-”

Greb!

Kedua bola mata hitam Heenie membulat dan ucapannya pun langsung terhenti dalam seketika. Ia merasa sekujur tubuhnya menegang namun merasakan kenyamanan dalam waktu yang sama.

“Sekarang diam dan tidurlah… Atau aku akan melakukan hal yang lebih dari sekedar memeluk tubuhmu, Kim Heenie!” Bisik Seulong tepat di telinga Heenie.

Heenie bergidik geli saat hembusan nafas hangat Seulong menerpa kulit lehernya, Ia juga dapat kembali merasakan aroma khas yang ada pada tubuh Seulong yang tengah memeluknya dari arah belakang itu.

“Aku-”

“Tidur, Heenie-ya!” Kata-kata itu penuh dengan penekanan dan Heenie tahu jika ia tak dapat membantah ucapan Seulong lagi.

Ia akhirnya menutup kedua matanya dan berusaha untuk terlelap, Namun sebelum rasa kantuk benar-benar menyerang dirinya, Heenie mencoba berfikir keras.

“Aku tidak bisa membaca pikirannya sama sekali. Sejak awal bertemu dengannya aku tahu dia begitu misterius dan aneh… Dan lebih anehnya lagi, Aku tidak bisa membaca pikirannya itu!” Heenie berteriak frustrasi, Ia benar-benar merasa kacau karena hanya kepada Seulong-lah, Ia tak mampu menggunakan kekuatannya itu!

“Dia tidak pernah melihat kehadiranku, Heenie-ya…”

Ungkapan Seulong tadi kembali terngiang-ngiang dalam benaknya, Keningnya mengerut secara perlahan, “Sebenarnya… Siapa gadis yang di maksudnya?” Pikirnya penasaran, Tapi sesaat setelah itu Heenie dapat meraskan kantuk mulai menyerang dirinya dan akhirnya ia pun tertidur lelap di dalam pelukan Seulong yang ternyata belum terlelap tidur sepenuhnya.

To Be Continued…

54 thoughts on “Forecasters Love (2 of 4)

  1. Aaaaaaa \(!!˚☐˚)/ \(˚☐˚!!)/
    Tissu mana tissuuuuuuu???!!!!!
    *mimisan*
    Aaaaaaa \(!!˚☐˚)/ \(˚☐˚!!)/
    Knp pake handuk?! o.O
    =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°

    Kulit tanned+abs yg sempurna!!!!
    Damn I totally got a nose bleeding!!!! (-̩̩̩-̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩-̩̩̩)

    Siapa gadis itu???? Siapa yg ga menyadari kehadiranmu ong2 sayang????? Aaaa dirimu pasti emang jatuh cinta sama Heenie sejak lamaaaaaaa!!!!

    Eh dsni Heenie pernah tidur bareng Kibum??? o.O
    WOW!!! Saking akrabnye yeeeeeee cckkckkk
    N Heenie gbs baca Seulong???? Wah Seulong pny kekuatan ‘perisai’ #twilightsagaeffect
    Udah deh pasti JADI!!!! *maksa

    KHN itu memang calon mantu idaman!!!!
    ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

    Eh eh tp kok pendek bgt sih Nta??? Ga puas nih!!! Udh nunggu lama bener kyknya 😦

    Next part panjangin lg dun ntaaa… Ga bakal bosen kok aqnya, gtw deh reader yg lain, ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

    Yowes, udh segitu dlu komennya
    Eniwei, maaci mau lanjutin ni kopel…
    Nta saranghaeeee ( ◦˘ з(◦’ںˉ◦)~♡

    • eh,eh..pleasee deh meett…

      itu komen menjurus pd kenarsisan yah..

      muji diri sendir woii…ihh..

      mantu idaman drmana coba??!

      ckckck..parah..gilaran liat half naked aja mimisan,ntr liat full apakbr lo met…

      aigooo…Sok imut ihh..

      • Justru krna half naked itu yg bkin deg2 serrrrr!!!!!
        *aduh apa sih ini -__-* #edisi25thkeatas
        =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°

        KHN MANTU IDAMAN!!!!! :p
        ƪƪ’▿’) (‘▿’ʃʃ ƪƪ’▿’) (‘▿’ʃʃ la la la la

      • Sebenernya itu Nta setengah hati banget deh yah ngetik Heenie di sebut sebagai calon mantu idaman…
        Liat hasilnya? Ada yang narsis sendiri kan?? LoL
        Wuakakakakakakaka

  2. Eh ada yg ketinggalan!!!!
    Kyaaaa Ntaaaaaaaaa c Tank jadi cameoooo!!!! Mana gambarnyaaaa????? Kan pernah aq kasih!!!!
    Biar smua pada liat kalo Tank itu emg kayak kucing!!!!
    Qta kan sama2 bingung itu kucing ato anjing awalnya…
    =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°

    Tank oh Tank… Cute bener dikauuuu… Semoga ga ngegigit yahhh…
    Next part Tank muncul juga donk, dsni cm namanya aja, gda interaksi sama Tank-nyaaaaa hehehee
    Gomawo Ntaaa ( ˘ з(˘⌣˘)

  3. jadi penasaran liat foto anjingnya nih
    miril anjing atau kucing sih? kok bisa sampe heenie ga bisa ngebedainnya hahaha
    aduh itu adegan yg seulong kekuar dr kamar mandi kenapa handuknya ga jatuh gt #eh wkwkwk
    aduh yakin deh pasti seulong nih naksir sama heenie kan?

    • Iyah ntar deh di publish foto ci Tank…
      Aslinya dy bikin aku + Heenie bingung sendiri apa dy itu anjing or kucing…
      LoL
      Wuakakakakakaka

      Kalo handuknya jatuh ntar beda cerita ituuu…. Hahahahaha

  4. Oooohhh…

    brarti sekarang seulong punya 2 peliharaan dooonk *lirikHeenie*

    😀

    eaaa…..yg akrabnya klewatan,pdhal cma sementara aja jd sepsang kekasih mlh tidur satu kamar,gak takut itu klu terjd ‘sesuatu??’

    itu si seulong msh cma pke handuk aja,ntr lma2 — *piiiipp*
    ah ya…memang yg diharapkan seperti itu kan yah??!
    *colekHeenie*

    😉

    hmm,kim heenie terllu manis disini,apakbr dgn kebawelannya ya?? terllu tenang,hrsnya diakan org yg heboh banget.menjerit2 gtu biar seru…

    wkwkwkwkwk…

    tp yah,gkpp.JAIM bow didepan calon mertu.

    errr…itu bagian peluk2 diranjang yah,SEUATU buanget…jd mupeng sm si tiang listrik *eh? si botak maksudnya..

    xDD

    • ABABIL!!!!
      Mentang2 c botak lg wamil, mau main2 sm si tiang listrik (¬_¬’)

      Pelukan dari blakang itu sesuatu yg bkin deg2an krna qta gtw ekspresi sperti apa yg ada d wajah pasangan qta!!!!
      Kyaaaaaaa #blushing

      Eh dsni Ong2 nyengir mulu yah, bkin gemessss!!!!! Jd inget fotonya dia d album terbaru, sumpah itu kyk bocah TK yg nyengir sambil pegangin topi, kwkkwkk

  5. wah so sweet

    mngkin gbs baca pikiranx jrn jodoh tuh
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ #sok tάů

    tp ∂kυ̲̣ seneng akhirnya nih ff muncul lg
    (∞¯⌣¯∞) ћö … ћö … ћö …

  6. suit suit. kayaknya kibum yang tahu kalo seulong punya rasa sm Heenie. sampe taruhan segala wkwk. hhn apa gadis yg tak pernah melihatnya itu heenie? makin asyik deh kayaknya di busan nanti fiiuuh. ff ini ringan. menyenangkan & nggak ribet. enak banget dibaca pas santai ^~^

  7. OMG eonn, lanjutkan ke PG 17 kkkkkkk~ *ngarepp* *mimisannnn*
    seulong choaaaaa >< romantis tp lucu disaat bersamaan ^^
    hmmm wanita yg dimaksud seulong pasti heenie #sotoyyy hihihi
    d busan kayanya akan lebih oke lg nih eonn.
    heenie suka kibum ? jgn, sama seulong ajeeeee

  8. eonni..akhr’y update jg part 2’y..udh pnsaran bgt sm klnjtn crta seulong sm heenie..
    hmm…jd apa gdis yg d’mksd seulong itu heenie,eonn????jd seulong bpkran klo mngkn heenie ska sm kimbum??????tp knp heenie g bs bca pkran seulong bkn’y dy pnya k’mampuan bwt bca pkran s’sorg???atw mngkn heenie ky edward cullen yg g bs bca pkran bella y????kekekekeke*knp nyambung k’sn y..kekekekekekeke
    smkin pnsaran sm apa yg bkl tjdi slama mreka prg k’busan???apa heenie jg bs ng’rsain apa yg seulong rsain?????d’tnggu part slnjt’y eonni..

    • Iyah nieh… Hahahahaha
      Hm, Kasih tau gak yaaah??
      Nah itu dy… Onn juga baru kepikiran trnyata sifat Heenie mirip Edward ke Bella yah… #eh? Hahahahahaha

      Sip2 dewh…. ^^

  9. q udh bca dr td pgi Eonn. tp bru comment skrang.
    mianhae……………
    .
    Ceiiileeeeh..
    rupanya seulong udh ksangkut cnta heenie nich. dach mlai nich seulong….
    tp Heenie nya msih nggk ad reaksi nich.
    .
    mmmmmm
    orang yg dmksud Seulong itu Heenie yach Eonn?? yg Seulong blang “Aku sudah menemukan gadis itu. Tapi… Aku tak yakin jika aku bisa mendapatkannya…”.
    .
    Uhhh
    psti part slnjutnya tmbah keren+mnarik dech…
    mkin pnsaran Eonn, d tnggu yach klnjutnnya…
    .
    oia Eonn, d part slnjutnya bkin Seulong ma Heenie ngalamin konflik donk.
    mungkin Seulong mrahan ma Haeenie trus ntar Seulong mnta maap. tp dgn cra yg romantis…
    hahahahahahaha
    **Saranyangnggakjelasdannggakbermutu** (abaikan Eonn)
    .
    Ok, d tnggu yach Eonn part slnjutnya
    See You….

    • Wuakakakakaka
      Iyah tak apeeeeu….

      Euhmmm…. Kasih tau gak yah? Ini mau tau aja atau mau tau bangeeet?? #eh?
      Hahahahahahaha

      Hm, Okelah…
      Ntar konfliknya di tambahin deeeeh…
      Makasih buat sarannya loh y say… ^^

      Siiiip daaah… Hohohohoho

      • sbenernya mw tauuuuuuuuuuuuuuuu bnget Eonn.
        tp q cri tw d part slnjutnya ja dech. soalnya klo d ksih tau skrang bkln nggk pnasaran lagi.
        #Plaaaaaaaaaaak **PD bnget, mank spa yg mw ngsih tau**
        hehehehehehehe

  10. woah!
    adegan terakhrnya maniz bgd..
    ah..
    pertengkaran mreka, trus akting maniz d dpn ortu seulong bnr2 bkin geli..
    lucu bgd sih byg.in seulong yg godain heenie terus2.an..
    mweheheheee

    seulong ud naksir heenie dr dlu ya?
    *naik2.in alis*
    *toel2 dagu seulong*
    wkwkwk
    mpe spnuh hti gtu meluk heenienya..
    ciieee, ciieee, ciieee..
    ayok next nta..
    hahaha
    fighting!
    ^^

    • Ho’oh…
      Cweet kan yah mereka? Berantem dalam hati, Mesra2an depan ortu Seulong udah gitu peyukan deh di kasuuuur… Ahahahahahahay XDD

      Hm…
      Qta liat ntar deeeh… Hahahaha

      Siplaaaah.. ^^b

  11. Eonni! Kenapa harus ada kata-kata keramat “to be continued” disaat lg seru-serunyaaaa 😦
    Aku setuju banget kalo nanti heenie beneran jadi sama ongie pokoknya mereka harus jadi *maksa
    Ditunggu kelanjutannya ya eon~

  12. Anyeong eoonnn……
    Wah,,, wahh,,, keren neh tapi nanggung bgt ceritanya, konflik’a blum terlalu kelihatan ya tapi im seulung kenapa gak mau nbgaku aja suka sama hennie,,,,!!
    So sweeetttt

  13. yak! seulong-heenie ini mau ngalahin mesranya zhoumi-miyoung ya :O bagus eonni, lanjutkan!! oh ya, kapan eonni publish bloddy kids? *ditimpuk author*

      • always ya eonni (¯―¯ ٥) oh iya eon, yang what is love itu udah tamat apa belum? soalnya liat di library masih on writing

  14. Kyaaaa, mimisan.
    Ngebayangin seulong half naked.. Itu knapa handuknya ga dicopot jg? #plakkk *yadong*.
    Backhug diatas ranjang, awawawaw.
    Itu terlalu intim..
    Huh hah huh *kipasin heenie*
    Penasaran jg tu sm anjingx. Emang bnr mirip kucing y? Koq sampe ga bs ngebedain githu.
    Next partx jgn lama2 y nta^^.

    • (“-___-)
      Koq pada mimisan gini sih bayangin ci Ong2 half naked??
      Gubraaaak…
      Kalo di lepas handuknya, Itu bakalan beda ceritanya mbaaak… Wuakakakakaka

      Ntar deh fotonya Tank nta posting jga di part selanjutnya…
      Biar gak pada penasaran… Wkwkwkwkwkwk

      Sip2laaah… ^^b

  15. Pas liat postingan ff ini sempet lupa ma ceritanya, itu seulong jatuh cinta ma heenim ya tp heenimnya yg kelewat cuek.

  16. Huhu , akirnya dipublish juga lanjutan ni ff tapi kok cerita pendek bener sih oenn ?

    So sweet juga yah si heenie gk bisa baca pikirannya seulong haha sama kayak edward cullen .

    Next part cepetin yah dipublisnya onn , kalo bisa lebih panjang lagi hehe 😀 Onnie Fighting !!!

  17. Aaaa habis liat seulong half naked eh malah dipeluk dari belakang deh tuh Heenim….huh bikin iri aja

    siapa tuh cewe yg tidak menganggap kehadiran Seulong?
    tp sepertinya Heenim deh yg di sukai Seulong soalnya kan Cuma Seulong yg g bs di baca pikirannya sama Heenim

    itulah hebatnya Nta selalu bikin aku g bs tidur kl hbs baca ff nya saking penasaran akut dgn kelanjutannya

  18. Pengen ketawa pas heenie bilang peliharaan seulong itu kucing,ck heenie gabisa ngebedain mana kucing sama anjing.
    Ini so sweet banget eon,trus cewe yang dimaksud seulong itu heenie kan?

  19. Pengen ketawa pas heenie bilang peliharaan seulong itu kucing,ck heenie gabisa ngebedain mana kucing sama anjing.
    Ini so sweet banget eon,trus cewe yang dimaksud seulong itu heenie kan ?

  20. aaaaaah, envyyyyyyyy….
    scene bed yg kuidam2kan… #mimisan
    seulong dah cinta ma heenie tuh tp tp tp… lg2 salah paham…
    n spt’y kibum tau perasaan seulong n berusaha membantu seulong… kekekeke
    d’tunggu aja next part… 😀

  21. aduhh ..
    itu yang nggak nyadar kehadirannya seulong itu siapa??
    huwawawawaw ..
    heenie galak banget sama seulong …
    Chingu,
    jebal part 3nya buruannya .. penasaraan banget nih, demi apa pun penasaran banget ..

  22. Sampe lupa terakhir cerita part 1 nya kaya gimana, saking luaamaa nya ga di post 😀
    Ditunggu bgt nih kelanjutannya ceritanya 😀
    Fighting Eonni!!!

  23. whoaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,
    pngen liat anjing yng mrip kcing ttu eonnn,,, >,<
    next part ksih gmbr'a yea,, 🙂
    eeeeeeeeeeeeeeeehhh ksian heenie'a,, eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeiiiiyyyy clon mantu idman tuh ci heenie,, bsa msak,, bresin rmah,, psti deh mrtua'a gg bklan repot2 gge,,heheheheheheh
    eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhhhh ittu ittuuu ngpain d kmar???
    pluk2-an sgla,, awww,,, ^_^ ntar ada apa2'a tuuuhhhh,,,
    pstie yg gg ngliat seulong heenie kan eon???? brarti seulong udh lma donk suka ama heenie????? kciaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnn,,,,,
    d tnggu next part'a yea eon,,
    ^_^

  24. Aaaa~ kenapa tambah seru aja pasti gadis yang disukai seulong itu heenie em jadi pengen baca kelanjutanya part 3 nya jangan lama-lama ne eon penasaran banget soalnya =D

  25. itu kenapa heenie gak sadar juva kalau seulong itu suka sama dia….
    haduh, jadi kesel sendiri….
    cerita.a bnr2 seruu eonni, aku bacanya gereget banget saking penasaran…
    lanjutkan ceritanya eonni… ヽ(^。^)ノ

  26. Critanya seru!! Like it!!
    im seulong pasti uda mulai suka ama heenie..heenie na aja yg ga nyadar..
    y ampun..heenie uda mulai tertidur di pelukan seulong yg masi sadar?? apa yg akan trjdi di part selanjutnya y??
    hmm.ga sabar pengen tau….hehehe..
    mudah2an endingnya mreka menikah and hidup bahagia y.. 🙂

  27. cie cie cie……. pasti orangnya itu heenie deh. kibum pernah tidur bareng heenie? demi apa, ahahaha. dasar sahabat ya, seulong aneh ih. Tpi kok bisa begitu ya si Heenie gak bisa baca pikiran seulong dia kan peramal. hebat hebat hebat, berarti heenie dibikin penasaran sama seulong nih ^^

    Untung orang tuanya seulong gak neko neko, baik pula. coba kaya ff lain pasti ibunya yg selalu menentang anak lelakinya pacaran sama siapa. jadi penasaran, halangan yg bakal bikin mereka gak nyatu apa ya ‘-‘? Lanjut eon

  28. Banyakin adegan bed scenenya dong xixixi 😄
    Jdi ngiler bayanginnya…haha ,seulongnya sexayy abis dsni mana cuman pake handuk lagi ..duhh gak nahaann bo !
    Dri awal senyam senyum baca ni ff ..keren dah 😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s