The First Meeting

The First MeetingTittle             : The First Meeting

Author          : NtaKyung

Casts            : Find By Yourself

Genre           : AU(Alternate Universe), Romance

Length          : Oneshot

Rated            : PG-13

Disclaimer    : Segala hal yang berada dalam FF ini, Murni imajinasi saya! So, Jangan Copy-Paste or BASHING!!

Note             : Isi dari fanfic ini menceritakan tentang 6 kisah, so maklumin kalo ampe pada panjang2 yaaah… Hehehehe Dan maaf kalo ceritanya garing atau gaje… Maklum, udah lama gak ngetik fanfic jadi agak kaku nieh… Hehehehehehe

The First Meeting

-Lee Sungmin and Park Eunsoo-

Park Eunsoo, gadis itu tengah berjalan dengan beberapa tumpukan kertas di dalam dekapannya. Berulang kali mulutnya mengeluarkan embun, menandakan jika gadis itu tengah merasakan dingin yang teramat pada sekujur tubuhnya.

Langkahnya terhenti kala ia melihat sebuah bangku panjang yang letaknya berada di tengah taman pusat kota Seoul. Ia menjatuhkan bokongnya di atas bangku panjang itu dan meletakkan tumpukan kertas itu di sampingnya sambil menghela nafas panjang.

“Haaaaah… ini benar-benar perjalanan yang melelahkan!” Gadis itu menggerutu pelan dengan menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya yang terasa begitu dingin.

Tiba-tiba saja, terdengar seseorang tengah bernyanyi dengan di iringi suara petikan gitar yang begitu merdu. “Eh? Siapa yang sedang memainkan gitar sebaik itu?” Pikirnya.

Kepala Eunsoo bergerak menoleh ke arah samping kiri dan kanannya dan tepat di saat itulah ia menangkap sesosok pria berwajah imut namun tetap terlihat tampan, tengah duduk di seberang taman. Dengan jari-jari lentiknya, pria itu memainkan senar gitarnya dengan gemulai sehingga menciptakan sebuah lantunan nada yang terdengar begitu indah.

Untuk beberapa saat, Eunsoo hanya dapat terpaku mendengarkan setiap alunan lagu yang telah tercipta dari permainan pria asing itu. Tanpa di sadarinya, kakinya mengetuk-ngetuk jalanan aspal mengikuti irama lagu dan kepalanya juga ikut mengangguk pelan.

Perlahan namun pasti, Eunso semakin larut dalam permainan gitar pria itu. Kedua matanya pun terpejam rapat dan seulas senyum terukir jelas di wajah gadis ini.

Cukup lama pria itu memainkan gitarnya dengan lancar tanpa ada sedikitpun cela, tetapi sesaat kemudian Eunsoo tak dapat mendengarkan alunan lagu itu lagi.

Gadis ini segera membuka kedua matanya, dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui jika pria itu tengah menatap ke arahnya dengan salah satu tangannya yang di letakkan di atas gitarnya sambil menopang dagunya.

“Kau menikmati laguku, nona?” Pekik pria itu dengan seulas senyuman khas di wajahnya.

Sekujur tubuh Eunsoo langsung menegang dalam seketika, ia merasakan kedua pipinya tiba-tiba saja terasa memanas dan memerah serta tubuhnya tak mampu di gerakkan sedikitpun.

“Apakah menurutmu lagu buatanku ini indah? Apakah kau menikmati laguku ini, nona?” Pria itu kembali bertanya tanpa menghilangkan senyuman khasnya yang terlihat imut namun tetap menawan dan tentunya tampan.

Eunsoo hanya tetap terdiam, terlalu bingung dengan apa yang harus di ucapkannya sekarang. Ia benar-benar menjadi salah tingkah sekarang.

Wush!

Semilir angin tiba-tiba saja berhembus kencang dan hal itu membuat kertas-kertas yang sempat di bawa Eunsoo tadi langsung berhamburan berterbangan dengan bebas.

“Oh, tidak!” Pekik Eunsoo terkejut, ia segera beranjak dari tempatnya. Di raihnya kertas-kertas yang telah berhamburan dengan berantakan di jalanan aspal itu.

Tepat di saat ia hendak meraih satu kertas yang berada di hadapannya, di saat itulah seseorang meraih kertas itu dan menyodorkannya ke hadapan wajah Eunsoo. Gadis itu mendongakkan wajahnya dan untuk kedua kalinya Eunsoo kembali di buat salah tingkah akibat pria asing itu.

“Ini milikmu…” Ujar pria itu ramah.

Eunsoo beranjak dari posisinya dan meraih selembar kertas itu dari tangan pria tersebut, dengan sedikit enggan Eunsoo memaksakan dirinya untuk mengangguk dan tersenyum tipis.

“T-terima kasih…” Jawabnya kikuk dan setelah itupun ia segera berbalik, meninggalkan pria itu dengan langkah seribu tanpa berniat berbalik sedikitpun.

Dalam hati, Eunsoo terus saja merutuki kebodohannya karena terlalu larut mendengarkan lagu yang di mainkan pria tersebut. Sampai-sampai ia tak menyadari kehadiran pria itu.

“Argh… Aku memang benar-benar bodoh!” Eunsoo kembali merutuki dirinya dalam hati.

Sementara Eunsoo meninggalkannya begitu saja, pria itu menemukan selembar kertas lainnya yang terjatuh tepat di kakinya. Ia meraih kertas tersebut dan sesaat kemudian pria itu langsung menarik kedua sudut bibirnya ke atas, membentuk seulas senyuman khasnya lagi.

“Park Eunsoo…” Gumam pria itu saat membaca nama yang tertera di sudut kanan atas kertas itu.

*****

Dengan rambut yang setengah berantakan serta raut wajah yang terlihat begitu frustrasi, gadis itu terus saja membuka setiap lembar buku yang ada di hadapannya.

“Tidak ada… tidak ada… tidak ada… tidak ada!! Argh!! Kenapa aku tidak menemukan lirik lagu itu?!” Eunsoo merengek kesal bercampur putus asa saat tidak menemukan secarik kertas yang ternyata berisi sebuah lirik lagu yang telah di ciptakannya saat mata kuliah musik kemarin.

Ia kembali mencoba mencarinya namun tetap saja hasilnya nihil, ia mendesah berat dengan raut wajah yang terlihat begitu sedih. Di jatuhkannya tubuhnya di atas ranjangnya yang empuk.

“Aaah… padahal aku sudah susah payah membuatnya!! Kenapa harus hilang begitu saja?!”

Eunsoo kembali menggerutu dan untuk kesekian kalinya dalam hari ini, ia kembali menghela nafas dengan berat.

Merasa suntuk dan kesal karena tetap tidak menemukan surat tersebut, akhirnya Eunsoo pun memilih untuk berjalan-jalan ke luar dan membeli segelas minuman hangat di café yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumahnya ini.

Tak butuh waktu lama untuknya agar ia dapat tiba di café itu. Eunsoo masuk ke dalam café itu dengan mengenakan sebuah jaket tebal berwarna putih dengan celanan jeans biru yang terlihat pas dengan jaket yang di kenakannya sekarang.

“Tolong berikan aku segelas cappuccino.” Pintanya pada seorang pelayan yang menghampirinya.

Eunsoo berniat menyumpalkan sepasang earphone ke telinganya, namun terhenti kala dirinya mendengar suara alunan musik yang tak asing lagi baginya.

“Lagu ini…” Eunsoo terdiam di tempatnya.

Intro dari lagu itu mulai berubah dan bersamaan dengan itu pulalah Eunsoo dapat mendengar suara seorang pria yang terdengar sangat merdu dan terasa tak asing juga baginya.

Buru-buru gadis ini segera beranjak dari duduknya, kakinya melangkah menuju panggung café yang ada di tengah-tengah café tersebut. Dan tepat di saat Eunsoo dapat melihat sesosok pria yang tengah menyanyi itu, langkah gadis ini pun terhenti dan pria itu menoleh padanya sembari memperlihatkan senyumannya yang begitu mempesona.

“Bukankah dia…” Jari telunjuk Eunsoo reflex bergerak menunjuk pria yang rupanya di temuinya saat di taman kemarin siang.

Lagu masih tetap mengalun indah dan suara pria itu pun tak kalah jauh merdunya dengan lagu tersebut. Hanya dalam tiga menit saja lagu telah berakhir dan tepukan meriah dari para pelanggan yang tengah berada di dalam café tersebut pun di sambut hangat oleh pria tersebut.

Setelah membungkuk dan membalas sapaan para pelanggan, pria tersebut turun dari atas panggung itu lalu berjalan ke arah Eunsoo yang masih tetap saja terdiam di tempatnya.

“Hai…” Sapa pria itu dengan ramah.

Hening, tak ada tanggapan terlebih dahulu dari Eunsoo. Akan tetapi beberapa saat kemudian, gadis ini menunjuk pria itu dengan keningnya yang mengerut. “Bukankah kau adalah…”

“Yah, aku adalah pria yang kemarin… dan tadi adalah lagumu. Maaf jika aku memainkan lagu itu tanpa seizinmu, tapi itu benar-benar lagu yang indah, Eunsoo-ssi…”

Eunsoo terlihat kaget saat mendengar namanya di sebut pria asing tersebut. “Kenapa kau bisa tahu namaku?!”

“Ah iyah…” Pria itu menepuk jidatnya pelan seraya tersenyum geli, dan hal itu semakin membuat Eunsoo merasa bingung dengan sikapnya.

“Tunggu sebentar di sini…” Ujar pria itu seraya melangkah pergi meninggalkan Eunsoo, tapi tak lama kemudian pria itu kembali dengan selembar kertas di genggaman tangannya.

Pria itu menyodorkan selembar kertas itu ke hadapan Eunsoo. “Ini…”

“Apa ini?” Tanya Eunsoo bingung.

“Lagumu… bukankah kau sudah mendengarnya tadi? Kemarin aku menemukan lirik lagumu ini di taman, aku berniat mengembalikannya tapi aku tidak mengetahui tempat tinggalmu jadi-”

“Benarkah ini lirik lagu milikku?!” Eunsoo tiba-tiba saja menyela ucapan pria itu dan tanpa sadar meraih dengan cepat kertas tersebut.

Sedikit terkejut dengan reaksi Eunsoo tadi, pria itu hanya mengangguk dengan raut wajah yang masih terlihat sedikit kaget sekaligus bingung.

“Woaaah… untunglah!! Kupikir kertas ini hilang!!” Seru Eunsoo riang, ia memeluk kertas itu dengan bersemangat, tak menyadari tatapan bingung pria asing di hadapannya itu.

Menyadari akan tingkah konyolnya, Eunsoo segera menghentikan hal tersebut dan ketika sadar jika pria itu masih ada di hadapannya Eunsoo langsung menjadi salah tingkah dan kikuk sendiri.

“Oh… ehm… errr… itu…”

“Hahahahahahahaha” Pria itu tiba-tiba saja tertawa dengan keras dan hal itu benar-benar sangat mengejutkan Eunsoo.

“A-ada apa?” Tanya Eunsoo gugup sekaligus malu.

Pria itu menggeleng singkat sambil berusaha menahan tawanya yang masih terus saja meledak. “Maaf… maaf, aku tidak bermaksud membuatmu terkejut… hanya saja… sikapmu ini benar-benar lucu, Eunsoo-ssi…” Ungkapnya dengan jujur dan ia pun kembali tertawa.

“Eh?” Eunsoo tertegun di tempatnya.

Sesaat kemudian pria itu menghentikan tawanya lalu tersenyum tipis, ia menyodorkan tangan kanannya ke hadapan gadis itu. “Lee Sungmin… namaku Lee Sungmin.” Ujarnya kemudian.

“Huh?” Untuk beberapa saat Eunsoo menatap bingung pada tangan pria bernama Sungmin itu. Tapi setelah itu ia segera menjambat tangannya dan berusaha membalas senyumannya dengan senyuman terbaiknya. “Namaku Park Eunsoo…”

Keduanya pun saling bertatapan seraya bertukar seulas senyuman hangat di wajah mereka. Dan tanpa di sadari keduanya, benih-benih cinta pun perlahan mulai tumbuh dalam hati mereka sejak kali pertama mereka bertemu.

The First Meeting

-Choi Siwon and Park Ririn-

Dengan kaca mata minus yang melekat di batang hidungnya, serta tangan kanannya yang tengah memegang ponsel yang tertempel di salah satu telinganya, seolah-olah memperjelas status sosial yang di miliki seorang pria yang tengah duduk di sudut café tersebut.

Sesekali ia bercakap-cakap dengan seseorang yang ntah berada di mana itu dan terkadang ia pun menyesap segelas kopi panas yang ada di hadapannya, kemudian ia menghela nafas panjang.

“Aku mengerti, Kwan Ahjusshi… Baiklah, kita bicarakan permasalahan ini lagi nanti.”

Choi Siwon nama pria itu. Ia menyandarkan tubuhnya ke belakang, jari telunjuknya menekan-nekan bagian ujung pelepisnya yang terasa berdenyut.

“Aaah… ini benar-benar melelahkan.” Gumamnya sembari menggerak-gerakkan otot lehernya yang terasa kaku.

Setelah itu, ia memanggil seorang pelayan untuk memberikan tagihannya dan setelah membayar, Siwon segera beranjak dari duduknya, berniat meninggalkan café tersebut dengan segera.

Bruk!

Siwon terlonjak kaget ketika tanpa di sengaja dirinya bertabrakan dengan seorang gadis yang tengah berjalan ke arahnya sambil membawa segelas kopi kemasan yang masih panas, dan tanpa dapat terelakkan, kopi itupun mengguyur setengah dari lengan Siwon. Mengotori jas mahal yang di kenakannya itu.

“Oh, Ommo!” Gadis itu membekap mulutnya sejenak, terkejut saat melihat noda kopi yang berbekas di jas mahal milik pria di hadapannya itu. “Ah, maafkan aku!” Sesal sang gadis seraya membungkukkan tubuhnya dengan segera.

“Haish… Ya! Apakah kau tidak dapat melihat sehingga menabrakku, eoh?!” Siwon menggerutu kesal sembari mencoba membersihkan noda kopi pada kemejanya, namun percuma saja yang ada ia hanya dapat merasakan rasa panas pada lengannya akibat kopi tersebut.

Gadis itu merogoh-rogoh tasnya dan mengeluarkan sapu tangan dari dalam tasnya itu. Dengan kepanikan yang terlihat jelas di raut wajahnya, gadis itu menyodorkan sapu tangan itu kepada pria di hadapannya itu.

“I-ini pakailah ini untuk membersihkan noda kopi itu…”

Siwon memandang gadis itu dengan perasaan kesal, lalu ia berdecak kecil sambil membuang muka ke arah lain. Kemudian ia kembali berbalik dan menyingkirkan tangan gadis itu.

“Tidak perlu! Kau hanya perlu menyingkir dari jalanku dan biarkan aku lewat, maka kuanggap semua hal ini tak pernah terjadi, mengerti?!”

Hening, gadis itu terdiam sesaat. Ia memberanikan dirinya untuk mendongakkan wajahnya tapi ntah kenapa tiba-tiba saja ia merasa seolah-olah waktu tiba-tiba saja berhenti berdetak, alunan lagu romantis terputar dalam benaknya dan hanya wajah tampan Siwon lah yang berada dalam jangkauan tatapan matanya, seolah-olah tak ada orang lain di sana.

Merasa kesal dengan sikap sang gadis asing yang terus-menerus menatapnya tanpa mengatakan apapun, akhirnya Siwon memutuskan untuk menggerakkan tangannya di hadapan gadis itu lalu menjentikkan jarinya.

Kesadaran  gadis itu langsung kembali dalam seketika, ia mengerjap cepat dan langsung merasa salah tingkah karena merasa jika sikapnya tadi terlalu memalukan. “A-ada apa?” Tanya sang gadis bingung.

Siwon melotot pada gadis itu, ia tak percaya jika sang gadis tak mengerti dengan perkataannya tadi. Ia pun mendesis sebal sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Aku bilang, bisakah kau minggir dari jalanku, nona? Kau menghalangi langkahku!” Suara Siwon terdengar meninggi di setiap perkataannya dan hal itu menyebabkan perhatian pelanggan café itu langsung tertuju padanya, namun hal itu tentunya lebih mengejutkan gadis di hadapannya itu.

“A-apa?” Gadis itu melongo, menatap kaget pada Siwon.

“Kubilang. ming-gir!” Siwon langsung memberikan isyarat pada gadis itu dengan menggedikkan dagunya dan menggerakkan tangannya ke samping.

Gadis itu menuruti permintaan Siwon, dan setelah itu Siwon dengan berjalan angkuh melewati dirinya, Ia mendecak sebal sambil melirik arah lain, merasa kesal dengan perlakuan Siwon yang menurutnya sangat tidak sopan.

“Hah! Apa-apaan dia?! Memangnya dia pikir siapa?! Aku benar-benar menyesal karena sempat mengagumi wajah pria sialan itu! Dasar pria menyebalkan!!” Gerutunya sambil berjalan dengan berbalik arah, berniat untuk keluar juga dari café tersebut.

Gadis itu baru saja melangkah keluar dari café dan matanya menangkap sosok Siwon yang baru saja memasuki mobil sedan mewah miliknya, ia mendecak pelan sambil mencicit kecil, seolah-olah ia tengah mengejek Siwon saat ini.

“Ya! Park Ririn!!” Teriakan seorang pria yang rupanya tengah mengawasi dirinya sejak tadi, seakan menyadarkan Ririn dari berbagai umapatan yang telah di siapkan dalam benaknya.

Gadis yang bernama lengkap Park Ririn itu sontak menoleh ke arahnya dan kedua bola matanya langsung membulat dalam seketika begitu menyadari jika sosok pria yang tengah memanggilnya itu adalah sosok pria yang sudah sangat di kenalnya. “Kau?!” Ririn menunjuk kaget -dengan kedua matanya yang membulat- pada pria tersebut.

Pria itu berjalan ke arahnya dengan langkah lebar dan cepat, sementara itu dengan gerakan yang reflex Ririn berjalan mundur ke belakang, tangan kanannya terbentang ke hadapannya, seakan memberi intruksi kepada pria itu untuk menghentikan langkahnya.

“Jangan mendekat!!” Jerit Ririn dengan raut wajah ketakutan.

“Oh? Apakah kau melawanku sekarang?!” Pria yang tak lain adalah mantan kekasih Ririn itu terlihat geram padanya, ia semakin mendekati Ririn dan saat jarak mereka sudah terbilang cukup dekat ia segera menangkap pergelangan tangan Ririn dengan erat.

“Ikut aku!!” Seru pria itu dengan ucapan yang penuh dengan penekanan sekaligus memaksa.

“Tidak! Aku bilang jangan mendekatiku!!” Ririn kembali menjerit keras, ia berusaha melepaskan cengkraman pria itu dari pergelangan tangannya.

“Park Ririn, jangan membantahku!” Pria itu membalas dengan nada yang terdengar begitu sengit dan galak, ia tak peduli dengan tatapan terkejut para orang-orang yang berada di sekitar café itu.

Sementara itu, di sisi lain Siwon yang hendak melajukan mobilnya tanpa sengaja melihat Ririn yang tengah di seret dengan paksa oleh seorang pria asing berbadan tinggi itu.

“Cih… romansa anak muda!” Cibir Siwon sembari melepaskan kaca minus yang di pakainya itu.

Ia hendak menjalankan mobilnya, tapi sesaat matanya kembali melihat sosok Ririn yang terlihat menolak ajakan pria itu. Dapat ia lihat gadis itu seperti akan menangis sebentar lagi dan ntah kenapa tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang ketika melihat wajah Ririn.

Ia tidak sempat mempelajari setiap lekuk wajah gadis itu saat di dalam café tadi, namun tanpa di sadarinya sekarang ia tengah mempelajari setiap lekuk wajahnya itu. Kedua matanya terlihat sedikit sayup namun memancarkan keindahan, bibirnya yang tipis dan berwarna merah muda, kulit wajahnya yang seputih susu dan hidungnya yang lancip dan kecil seolah menambah sisi kecantikan dalam wajah gadis itu.

Dan ntah sejak kapan Siwon menyadari hal ini, namun yang ia tahu sekarang, ia tengah berjalan ke arah Ririn dan pria itu dan hanya dalam hitungan detik saja ia telah mengepalkan tangannya dengan kuat, lalu menghantamkan kepalan tangannya itu ke wajah pria itu.

“Aarrgh!” Ringisnya, merasa kesakitan dengan pukulan Siwon yang terbilang cukup kuat dan keras itu.

Ririn jelas terkejut begitu mengetahui mantannya itu tersungkur ke atas tanah yang dingin dan hal yang lebih mengejutkannya lagi adalah karena pria yang memukul wajah mantannya itu adalah pria yang di tabraknya tadi.

“Sialan! Apa yang kau lakukan, huh?! Kenapa kau ikut campur dalam masalahku!” Gerutu pria itu sambil beranjak dari posisinya dengan perasaan geram sekaligus kaget.

Siwon menggedikkan bahunya acuh, “Hanya berusaha menyelamatkan seorang gadis yang jelas-jelas tak ingin ikut denganmu. Hanya itu…” Sahutnya kalem.

“Apa?!” Pria itu memandang kesal pada Siwon. “Ya! Kau tidak perlu ikut campur dalam masalah ini, dia adalah kekasihku! Jadi kau tak perlu berusaha peduli akan hal ini! Arraseo?!”

Dengan perlahan Siwon menoleh pada Ririn, tatapannya terlihat tenang namun seulas senyum yang tiba-tiba saja terukir di wajah tampannya itu seolah menyiratkan suatu arti.

“Benarkah kau adalah kekasihnya?”

Seakan mengerti dengan maksud senyuman serta tatapan Siwon yang di berikan secara dadakan padanya, Ririn segera bereaksi dengan menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“A-anniya! D-dia hanya mantanku! A-aku bukan kekasihnya lagi, percayalah!!”

“APA?! YA! PARK RIRIN!!” Sentak pria itu geram, ia memelototi Ririn dengan wajah garang.

Siwon semakin memperlihatkan senyum sumringahnya, “Oh aku tahu itu sayang, bukankah kita adalah sepasang kekasih, chagiya?” Ujarnya kemudian yang di lanjut dengan sebuah rangkulan hangat pada pundak Ririn.

Ririn sontak terkejut, ia  mendongakkan wajahnya dengan kedua bola mata yang membulat, ia menatap tak percaya pada Siwon, namun lagi-lagi pria itu hanya tersenyum tipis padanya.

“Sekarang pergilah dan jangan ganggu kembali kekasihku ini, atau kau akan mendapatkan hal yang lebih daripada pukulan tadi, kau mengerti, pria asing?!” Ujar Siwon seraya meliriknya dengan tatapan yang sinis dan hal itu tiba-tiba saja langsung membuat nyali pria itu menciut.

Pria itu telah pergi dengan lari terbirit-birit dan secepat itu pulalah Siwon langsung melepaskan rangkulan tangannya pada pundak Ririn, membuat hati kecil Ririn ntah kenapa mendesah kecewa karena reaksinya yang tiba-tiba itu.

“Sekarang sudah aman, dia sudah pergi…” Ujar Siwon kemudian, menyadarkan Ririn dari alam bawah sadarnya.

Ririn mendongak padanya lalu membungkuk dengan ragu, “Ah yah… t-terima kasih…” Sahutnya dengan gugup, menjadi salah tingkah kembali begitu melihat wajah Siwon yang terlihat tampan, ah tidak! Mungkin lebih tepatnya -sangat tampan!-.

“Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sekarang…” Siwon berbalik arah, melangkahkan kakinya untuk kembali menuju ke dalam mobilnya. Raut wajah Ririn semakin terlihat kecewa, gadis ini menoleh ke belakang menatap punggung pria itu dengan tatapan sedih.

“Hanya sekali saja… biarkan sekali saja aku mendapatkan keberuntungan ya tuhan… Apakah pria sepertinya sulit untuk kugapai?”

Hati kecil Ririn berdoa dengan sungguh-sungguh, berharap jika Siwon akan berbalik kembali padanya dan seperti di sebuah drama-drama di tv, ia akan segera mengajaknya pulang atau sekedar makan siang bersama.

Tapi apa yang di dapatnya? Pria itu hanya terus berjalan, menjauh darinya dan seolah seperti tak ada harapan lagi, Ririn pun menghela nafas panjang dan berat, ia menundukkan wajahnya sambil mengerucutkan sedikit bibirnya. “Memang tak ada harapan…” Gumamnya pelan.

“Hey nona!!” Ririn segera mendongakkan wajahnya kembali begitu mendengar Siwon seperti memanggilnya, ia melihat Siwon kini tengah berdiri tepat di samping mobilnya dan pria itu memegang sebuah kartu nama di tangan kanannya.

“A-ada apa?” Tanya Ririn dengan gugup, bilik-bilik dalam ruang hatinya tiba-tiba terbuka lagi, ia mendapatkan secercah harapan  saat Siwon memanggilnya tadi.

“Kuharap kau tidak keberatan jika harus meneleponku kan?! Aku membutuhkan tanggung jawabmu akibat ulah kopimu yang membuat lenganku panas ini!” Seru Siwon kemudian.

“Eh?!” Ririn terdiam, bingung dengan maksud ucapannya.

Siwon menarik kedua sudut bibirnya dan tiba-tiba saja melemparkan kartu namanya itu ke arah Ririn, dengan segera Ririn menangkap kartu nama itu dan benar saja jika itu adalah kartu nama milik Siwon.

“Apa ini?!” Tanya Ririn lagi.

Tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan Ririn tadi, Siwon bergegas masuk ke dalam mobil miliknya dan menyalakan mesin mobilnya itu. Kaca jendela terbuka dan Siwon sedikit menyembulkan kepalanya dari jendela tersebut, jempol dan telunjuknya membentuk sebuah isyarat seperti telepon.

“Hubungi aku jika kau ada waktu, kau mengerti? Aku sangat menunggu panggilanmu, nona asing…” Ucap Siwon seraya tersenyum kembali padanya dan di saat itu pulalah Ririn dapat memahami maksud ucapan Siwon tadi.

Semburat merah tiba-tiba saja muncul di kedua pipi Ririn dan gadis itu pun mengangguk tanpa sadar. “Tentu saja… tuan Choi…” Balasnya setelah membaca kartu nama tersebut dan Siwon pun semakin memperlebar senyumnya saat mendengar hal itu.

“Aku akan menunggunya…” Dan setelah itupun mobil yang di kendarai Siwon perlahan melaju kencang meninggalkan kawasan café tersebut. Sementara itu, Ririn masih terpaku di tempatnya, tak percaya jika apa yang di bayangkannya beberapa menit yang lalu kini telah menjadi sebuah kenyataan.

The First Meeting

-Kim Kibum and Kim Heenie-

Sembari memegang erat-erat buku yang di letakkan secara sengaja tepat di hadapan wajahnya, gadis itu nampak tengah mengamati seorang pria yang tengah berdiri tak jauh darinya dari balik buku tersebut.

“Woah… dia tampan!” Gadis yang tak lain bernama Kim Heenie ini tersenyum malu-malu.

Tepat di saat itu, sang pria menoleh padanya dan Heenie pun buru-buru membungkukkan lagi kepalanya, bersembunyi kembali di belakang buku yang bahkan tak di bacanya sedikitpun.

“Ah.. sial-sial! Apakah dia melihatku tadi? Oh tidak… kuharap dia tidak melihatku!” Heenie terus berdoa dalam hatinya, berharap jika pria itu tak menyadari jika Heenie terus mengamati dirinya sejak tadi.

Heenie mencoba mengintip kembali pria itu dari balik bukunya dengan gerakan yang terbilang pelan-pelan. Dan di saat itulah ia merasakan terkesiap kaget begitu menyadari jika sang pria masih melihat ke arahnya. “Oh! Omo!” Heenie reflex membungkuk kembali.

Ia tak menyadari jika pria bernama lengkap Kim Kibum itu terus mengamatinya dengan seulas senyum geli di wajahnya. Perlahan, pria itu menggeleng singkat dan kembali merapihkan buku-buku yang ada di dalam pelukannya itu.

“Benar-benar gadis yang menggemaskan…” Gumam Kibum seraya tersenyum kecil.

Sementara itu, Heenie masih sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri. Ia terlalu panik karena sempat bertukar pandang sejenak dengan pria yang telah di kaguminya selama dua minggu ini.

“Ah, bodoh-bodoh! Kenapa dia harus melihat kemari? Aaah… Kim Heenie kau dasar bodoh!” Ia terus saja merutuki dirinya sambil memukul kepalanya dengan kepalan tangan mungilnya itu.

Akhirnya, gadis ini pun memilih untuk memfokuskan dirinya membaca buku yang berada tepat di hadapan wajahnya ini. Ia pun membolak-balik buku tersebut sesaat, sebelum akhirnya gadis ini benar-benar larut dalam bacaannya, sejenak melupakan kejadian tadi.

*****

Kibum baru saja menyelesaikan pekerjaannya sebagai penjaga perpustakaan kota. Ia menghela nafas lega sambil tersenyum puas dengan hasil pekerjaanya yang telah selesai.

Ia melirik jam tangannya sekilas dan berujar pelan, “Sudah jam 10 malam, sebentar lagi aku harus segera menutup perpustakaannya…”

Kepalanya memutar dan tatapan matanya menelusuri setiap sudut ruangan perpustakaan yang terbilang sangat luas dan besar ini. Dan tatapan Kibum terhenti pada sesosok gadis yang tengah tertidur pulas dengan sebuah buku tentang kota Paris dalam dekapan tangannya.

Kedua sudut bibir Kibum melengkung ke atas, membentuk seulas senyuman tipis di wajahnya. Ia meletakkan kedua tangannya di samping kedua pinggangnya.

“Gadis ini…” Ujarnya pelan, ia kemudian berjalan mendekati gadis tersebut dan duduk tepat di hadapannya, menatap gadis itu dengan lekat.

Tangannya mengulur menyentuh pundak gadis itu. “Agaesshi…” Perlahan ia mengguncangkan tubuhnya sambil berusaha membangunkan Heenie. “Agaesshi… ireona…” Ujarnya lagi.

“Eungh…” Kelopak mata Heenie bergerak dan tak lama setelah itu, gadis ini perlahan membuka kedua matanya.

Untuk beberapa saat, Heenie hanya terbengong di tempatnya ketika menyadari jika Kibum yang berada di hadapannya saat ini, kedua matanya nampak melebar dan mulutnya nyaris terbuka, jika saja ia tak menahan dirinya.

Kibum hanya tersenyum tipis saat melihat reaksi Heenie, ia lantas menunjukkan tangan kirinya yang terpasang jam tangannya itu. “Sudah jam 10 malam lewat 5 menit, apakah kau masih ingin berada di sini, agaesshi?”

Pertanyaan Kibum tadi jelas menyadarkan Heenie dari kediamannya. Gadis ini mengerjapkan kedua matanya berulang kali sebelum akhirnya ia segera terperanjat dari tempatnya dan tentu saja hal ini mengejutkan Kibum juga.

“Ada apa?” Tanya Kibum bingung.

“H-huh?” Heenie terlihat begitu salah tingkah sekarang. “A-anniya… aku harus pulang sekarang. Ini sudah terlalu larut malam…” Ujar Heenie kemudian, berusaha menutupi perasaan gugupnya yang tengah di rasakannya saat ini.

Kibum pun beranjak dari tempatnya dan di saat itulah Heenie merasa semakin gugup. Yah tentu saja! Bagaimana tidak? Jika seseorang yang selama ini kau kagumi rupanya sekarang tengah berdiri tepat di hadapanmu dan bahkan sedang berbicara denganmu!

“Kalau begitu aku akan mengantarkanmu sampai ke halte bus. Bagaimana? Apakah kau merasa keberatan dengan hal itu?” Tawar Kibum kemudian, tanpa melakukan basa-basi apapun.

“E-eh?!” Heenie jelas tertegun mendengar ucapan Kibum tadi.

Bukannya menunggu jawaban yang pasti dari Heenie, Kibum malah menggedikkan kepalanya dan berbalik, “Tunggu selama 10 menit, aku akan merapihkan sisanya dulu… kau mengerti?” Ujar Kibum dengan santai dan berjalan menuju meja lain, merapihkan berbagai buku yang ada di atas meja tersebut.

Tanpa mampu mengatakan apapun lagi atau menggerakkan kedua kakinya, Heenie hanya dapat duduk di tempatnya sambil memperhatikan Kibum yang bergerak dengan gesit. Pria itu nampak terlihat sangat senang dengan pekerjaannya itu dan di situlah letak daya tarik dari pria ini yang mampu membuat Heenie rela berjam-jam duduk di perpustakaan kota tanpa melakukan apapun selain membaca dan memperhatikan setiap gerak-gerik pria tersebut.

Kurang dari 10 menit, Kibum telah berada di hadapan Heenie lengkap dengan tas selendangnya dan jaket tebal yang di sampirkan di lengannya.

“Ayo…” Ajak Kibum terlihat bersemangat.

Heenie masih terdiam di tempatnya, “Kau… sudah selesai… dengan pekerjaanmu?” Tanya Heenie tiba-tiba dan membuat Kibum menatapnya dengan bingung, tapi sesaat kemudian pria itu pun mengangguk cepat.

“Yah…”

“Dan… kau akan mengantarkanku pulang?”

“Yah…”

“Apakah tidak akan merepotkanmu?”

Kibum tersenyum lebar lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya, tubuhnya mencondong ke depan dan Heenie reflex sedikit memundurkan tubuhnya.

“Apakah kau keberatan jika aku mengantarmu sampai ke halte bus?” Kini giliran Kibum yang bertanya pada Heenie dan tanpa mengatakan apapun Heenie hanya tetap terdiam sambil menggeleng singkat.

Senyuman di wajah Kibum semakin bertambah lebar, “Baguslah, kalau begitu ayo kita pergi!”

*****

Kibum dan Heenie telah berada di halte bus sekarang, mereka sedang menunggu bus yang belum kunjung datang juga. Angin berhembus cukup kencang dan itu cukup membuat tubuh Heenie bergidik kedinginan, di usapnya lengannya dengan kedua telapak tangannya, ia berusaha untuk menghangatkan dirinya sendiri.

“Kau kedinginan?” Seru Kibum begitu menyadari jika tubuh Heenie menggigil hebat, ia segera melepaskan jaket yang di kenakannya dan memasangkannya pada tubuh mungil Heenie.

Heenie kembali terkesiap kaget dengan sikap Kibum ini, “Err… kau tidak perlu melakukan ini…”

“Tidak perlu sungkan, kau kedinginan dan kau membutuhkan itu… jadi jangan berusaha untuk menolak bantuanku, agaesshi…”

“Kim Heenie… cukup panggil aku dengan sebutan ‘Heenie’ saja… itu terdengar lebih nyaman di telingaku…” Ujar Heenie cepat.

Kibum lagi-lagi tersenyum, “Oh baiklah…” Ia menjulurkan tangannya ke hadapan Heenie. “Dan aku adalah Kim Kibum… senang berkenalan denganmu, Heenie-ssi…” Lanjutnya.

Awalnya, Heenie terlihat ragu untuk membalas jabatan tangan Kibum, tetapi ketia dirinya dapat melihat ketulusan yang sangat di jelas di wajah Kibum, Heenie akhirnya membalas jabatan tangan Kibum itu.

Seulas senyum pun terkembang di wajah kedua orang ini. Kedua mata mereka saling bertemu pandang dan seolah ada alunan musik indah yang terputar dalam benak mereka, sesaat kedua orang ini hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.

Bus yang di tunggu-tunggu sejak tadi pun akhirnya datang, menginterupsi mereka berdua dari keheningan yang terjadi sesaat itu. Heenie buru-buru menarik tangannya dari genggaman pria di hadapannya ini.

“Senang bisa mengenal orang sepertimu, Kibum-ssi… sampai jumpa lagi…” Pamit Heenie seraya berbalik cepat menuju pintu bus yang sudah terbuka lebar itu.

“Yah… aku juga.” Sahut Kibum dengan kalem.

Heenie baru saja menaiki bus tersebut,  tapi ia segera membuka salah satu jendela bus itu dan menatap Kibum yang masih ada di tempatnya. “Apakah… kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti?” Seru Heenie tiba-tiba saja berteriak dengan cukup keras.

Kibum tak langsung menjawab, ia hanya terdiam dengan seulas senyum di bibirnya. Tapi ketika pintu bus akan tertutup, pria ini langsung berteriak keras.

“Kita akan bertemu suatu saat nanti! Percayalah!” Dan Heenie pun langsung tersenyum senang ketika mendengar jawaban tersebut.

*****

Heenie terus saja menggerutu kesal akibat Ibunya memaksa dirinya dengan tiba-tiba untuk menemui calon ayah baru untuknya itu. Heenie sebenarnya setuju saja dengan pernikahan kedua ibunya ini, tapi yang membuatnya kesal adalah kenapa Ibunya harus mengajak Heenie ketika gadis itu memiliki jadwal untuk pergi ke perpustakaan kota seperti biasanya?

Ny.Kim menoleh padanya lalu mengusap lembut wajah anak semata wayangnya itu. “Oh ayolah, Heenie-ya… tersenyumlah, sebentar lagi kau akan segera menemui calon ayah barumu…” Bujuk Ny.Kim lembut.

“Aku tahu…” Balas Heenie sekenanya. Ia menghela nafas panjang dan ia pun menunjukkan satu senyuman khasnya kepada Ibunya itu. “Bagaimana? Apakah sekarang terlihat lebih baik?”

“Oh, tidak ada yang lebih baik dari senyuman manismu ini, sayang…” Puji Ny.Kim tulus dan Heenie pun merasa senang jika dapat membuat Ibunya senang juga.

Ny.Kim mengecek jam tangannya dan ia pun menoleh ke arah pintu restaurant yang terbuka. Ia langsung beranjak dari duduknya dengan senyuman yang terlihat mengembang.

“Heenie-ya… bangunlah, dia sudah datang.” Ujarnya, menyuruh Heenie untuk segera beranjak dari duduknya.

Heenie mengikuti perintah Ibunya itu. Dan tanpa berniat wajah Tn.Kim yang sudah sangat ia hapal itu, Heenie hanya terus memandang ke bawah.

“Maafkan aku sayang… aku datang terlambat karena harus menunggu anakku terlebih dahulu.” Ujar Tn.Kim kemudian.

“Tidak apa-apa. Aku dan Heenie pun baru saja datang… benar kan, Heenie-ya?”

“Huh?” Heenie segera mendongakkan wajahnya dan Ibunya memberi isyarat padanya untuk hanya mengangguk dan mengatakan kata ‘ya’. “Oh iyah… benar.” Sahutnya kemudian.

“Aah… syukurlah. Hm, kalau begitu perkenalkanlah… Anak semata wayangku yang kelak akan menjadi kakak Heenie-ya…” Ujar Tn.Kim kemudian.

Heenie mengerutkan keningnya, ia tahu jika Tn.Kim memiliki seorang anak lelaki tapi ia tidak tahu jika pria itu akan lebih dewasa darinya. Heenie memicingkan matanya menatap ke arah pintu dan tak lama dari itu, pintu restaurant tersebut terbuka dan menampakkan sesosok pria yang tak asing lagi bagi Heenie.

“D-d-dia…” Heenie merasakan sekujur tubuhnya membeku dalam seketika, jantungnya seolah berhenti berdegup dan kedua matanya melebar.

Pria yang tak lain adalah Kim Kibum itu kini telah berdiri di hadapannya. Dengan ramah ia pun membungkuk dalam pada Ny.Kim calon ibu barunya itu. Dan sesaat kemudian ia pun menoleh pada Heenie, dengan santai ia pun memperlihatkan senyuman khasnya.

“Bukankah sudah kukatakan jika kita akan bertemu lagi kan, Heenie-ssi? Rasanya senang sekali dapat memiliki adik sepertimu…” Sapa Kibum dengan ramah dan kalem, namun Heenie hanya tetap terpaku di tempatnya. Ia terlalu kaget dan syok! Dan yang lebih parahnya lagi, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa pria yang di cintainya ini akan segera menjadi kakaknya.

“Jadi… kau sudah mengetahui hal ini sebelumnya?” Tanya Heenie mencoba mengira-ngira dan sungguh, ia tak berharap jika Kibum akan melontarkan kata ‘ya’.

Akan tetapi sedetik kemudian Kibum mengangguk dan berkata, “Yah… aku sudah mengenalmu saat pertama kali kita bertemu, karena Appa sudah pernah menunjukkan fotomu kepadaku.”

Dan Heenie tak mampu berbuat apa-apa lagi selain terdiam di tempatnya, perasaan kecewa dan sesak mendalam terasa sangat jelas olehnya, tapi ia berusaha untuk tidak meluapkan semua perasaan itu di hadapan ketiga orang di hadapannya itu.

The First Meeting

-Chou Zhoumi and Shim Miyoung-

Pria itu tengah terduduk di sebuah bangku panjang yang berada di taman yang berada tak jauh dari rumahnya. Sebuah buku gambar berada di atas pangkuan kakinya, tangan kirinya tengah memegang sudut buku gambar itu, sementara tangan kanannya memegang sebuah pensil yang terus-menerus menggoreskan sesuatu di atas buku gambar tersebut.

Seulas senyuman tipis nampak jelas di wajah pria itu, ia memperhatikan hasil gambarannya itu dan rupanya ia tengah menggambar sesosok wanita yang tengah terduduk tak jauh dari posisi dirinya sekarang.

Ia mendongakkan wajahnya ke depan, memperhatikan sang gadis asing yang sama sekali tidak di kenali olehnya. Ia lagi-lagi tersenyum dan melirik pada hasil gambarannya tadi.

“Tidak terlalu buruk… kurasa, aku memang berbakat untuk menjadi seorang pelukis.” Ujarnya kepada dirinya sendiri.

Pria berdarah China-Korea ini, kembali mendongakkan wajahnya, menatap lekat pada gadis itu. Ia terdiam sesaat, mata pria ini sedikit menyipit. “Aneh… ntah mengapa… aku selalu merasa jika gadis itu tidaklah asing di mataku… tapi siapa dia?” Pikirnya.

Yah, memang benar jika pria bernama lengkap Chou Zhoumi ini telah sering memperhatikan gadis itu terus duduk di tempat yang sama dengan posisi yang sama, tak pernah berubah sedikitpun. Dan hal ini telah berlangsung sejak dua minggu yang lalu, anehnya lagi Zhoumi ntah kenapa merasa jika gadis itu sangatlah tak asing lagi baginya.

Tepat di saat Zhoumi masih memperhatikan gadis itu, ia menoleh padanya dan hal itu membuat Zhoumi tersontak kaget. Angin berhembus perlahan dan menerbangkan beberapa helai rambut panjang gadis itu.

Kekagetan Zhoumi berubah menjadi rasa kagum begitu ia dapat melihat dengan jelas wajahnya. Gadis itu memiliki mata yang sedikit besar, bibir tipisnya berwarna merah muda, kulitnya yang tak terlalu putih namun tetap terlihat bersih dan ia juga memiliki hidung yang mancung.

Jantung Zhoumi seketika berdegup kencang ketika kedua mata mereka saling bertemu pandang. Pria itu terdiam membeku sesaat, dan ntah sejak kapan Zhoumi melihat gadis itu menarik kedua sudut bibirnya, tersenyum padanya dengan tatapan yang sendu dan terlihat penuh dengan kesedihan tersembunyi yang mendalam.

“Mau bergabung denganku?” Gadis itu berucap dengan cukup keras, menyadarkan Zhoumi dari lamunannya.

“H-huh?” Zhoumi menatapnya dengan tatapan bingung yang terlihat jelas seperti orang bodoh.

Gadis itu kembali memperlihatkan senyuman khasnya, “Kemarilah… duduk bersamaku di sini.”

“O-oh..” Tanpa sadar Zhoumi mengangguk cepat dan berjalan mendekati gadis itu, dengan ragu-ragu ia duduk di sebelah gadis itu.

Keadaan terasa canggung dan hening sekarang. Untuk beberapa saat Zhoumi memilih untuk tetap diam, tapi lama kelamaan dia merasa tidak nyaman juga, hingga akhirnya ia menoleh pada gadis asing itu.

“Err… Chogiyo… bolehkah aku mengetahui namamu, agaesshi?”

“Waeyo?” Tanya sang gadis tanpa menoleh padanya.

“Eh?” Zhoumi tertegun untuk beberapa saat, tapi setelahnya ia langsung tersenyum kikuk. “Ah… anniya… hanya saja, akhir-akhir ini aku seringkali melihatmu duduk sendirian di sini.. jadi, aku-”

“Kau penasaran padaku?” Gadis tersebut bergerak cepat dan langsung menoleh padanya, jelas sekali jika gadis ini terlihat begitu antusias.

“Ne? Aahh… Yah, seperti itulah…” Sahut Zhoumi dengan malu-malu, terlalu bingung dengan apa yang harus ia katakan selanjutnya. “Jadi, siapa namamu?” Tanya Zhoumi lagi, ia benar-benar merasa tertarik dan penasaran akan gadis tersebut.

Gadis itu terdiam sesaat, ia menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjawab. “Miyoung… namaku adalah Shim Miyoung…”

“Shim… Miyoung?” Zhoumi mengulangi kembali namanya dan gadis tersebut mengangguk. Ntah kenapa, Zhoumi benar-benar merasa tak asing dengan nama itu.

Ia berusaha untuk mengingat nama itu, tapi tak ada bayangan atau ingatan apapun tentang hal itu. Dan tiba-tiba saja, Zhoumi merasakan kepalanya berdenyut keras. Kedua tangannya reflex bergerak memegangi kepalanya yang terasa nyeri itu, matanya mengerjap-ngerjap berulang kali dan nafasnya nampak menjadi tersenggal-senggal.

“Apakah kau baik-baik saja?” Gadis bernama Miyoung itu menyentuh pundak Zhoumi lembut, Zhoumi menoleh padanya dan ia merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam perasaannya.

Ia tahu hal itu, tapi ia tak tahu alasannya kenapa. Zhoumi menggelengkan kepalanya cepat dan kembali mengerjapkan kedua matanya lagi.

“Tidak…” Sahut Zhoumi dengan suara lemah, “Hanya saja… aku selalu merasa pusing seperti ini semenjak tiga bulan yang lalu.” Lanjutnya lagi.

Miyoung terdiam, memandang sendu pada Zhoumi. “Apakah… hal itu terjadi akibat kecelakaan yang kau alami lima bulan  yang lalu?” Tanya Miyoung kemudian, tatapannya menyorotkan satu rahasia yang nampaknya terasa sangat menyedihkan.

Zhoumi mengernyitkan keningnya, “Bagaimana bisa kau tahu tentang hal itu? Apakah kita telah bertemu atau bahkan saling mengenal satu sama lain sebelumnya?”

Hening, tak ada jawaban dari Miyoung. Gadis itu justru berbalik dan memilih untuk kembali melihat ke depan, tepat menghadap ke sebuah batang pohon yang menjulang tinggi dan besar.

“Miyoung-ssi…” Zhoumi memanggil namanya, mencoba membuat gadis itu menjelaskan sesuatu yang tidak di ketahuinya.

“Kau tidak hanya mengenalku, Zhoumi-ssi… bagiku… kau bahkan adalah bagian terpenting di dalam hidupku.”

“Apa?”

Zhoumi tak mengerti maksud ucapan gadis itu, akan tetapi seolah memang tidak berniat untuk menjelaskan lebih lanjut. Miyoung malah beranjak dari tempatnya, berjalan perlahan melewati Zhoumi dan ntah kenapa sosok gadis itu menghilang begitu saja bagai di terhempas oleh angin yang kasat mata.

Awalnya, Zhoumi berniat untuk ikut beranjak dari tempatnya dan melangkahkan kakinya. Tapi rasa sakit di kepalanya itu kembali terasa, dadanya juga kembali terasa sesak dan ia benar-benar tak mampu menggerakkan kedua kakinya karena merasa sangat lemah dan tak berdaya.

Tubuh pria ini perlahan limbung, ia tak mampu menahan rasa sakit itu lagi dan tak berapa lama tubuhnya pun terjatuh ke atas tanah dalam keadaan dirinya tak sadarkan diri. Samar-samar, Zhoumi dapat melihat bayangan Miyoung, dan Zhoumi tahu jika gadis itu tengah mengeluarkan tetesan air mata, seolah-olah Miyoung tengah menangisi keadaannya yang begitu lemah saat ini.

*****

Perlahan demi perlahan, kedua kelopak mata Zhoumi terbuka dan pandangan pertama yang di lihatnya adalah sosok sepupunya, Cho Kyuhyun.

“Kyuhyun -ah…” Suara Zhoumi terdengar setengah berbisik dan berat dan namun Kyuhyun dapat mendengarnya, ia menoleh pada Zhoumi dengan raut wajah cemas dan begitu melihat Zhoumi telah sadar ia segera menghela nafas lega.

“Oh tuhan, syukurlah.” Lega Kyuhyun seraya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. “Aku pikir kau mengalami sesuatu yang buruk, Hyeong! Kau benar-benar membuatku cemas…”

Zhoumi tersenyum lemah padanya, “Maafkan aku…”

“Sudahlah lupakan saja hal itu sekarang!” Sela Kyuhyun cepat, “Jadi… bisakah kau menceritakan padaku tentang kejadian yang terjadi padamu tadi pagi, Hyeong?” Tanyanya kemudian.

Tak ada jawaban dari Zhoumi. Pria itu terdiam sesaat, seperti tengah memikirkan sesuatu.

Bayangan akan wajah Miyoung tiba-tiba saja terlintas di benaknya dan hal itu kembali membuat kepalanya berdenyut keras. Zhoumi meringis pelan, tapi di saat Kyuhyun hendak memanggilkan dokter, ia segera menahannya.

“Aku tidak apa-apa, Kyuhyun -ah… aku hanya merasa sedikit pusing saja.”

Kyuhyun menghela nafas berat, pasrah dengan permintaan sepupunya itu. “Kau ini sebenarnya ada apa, Hyeong?”

Lagi, Zhoumi terdiam untuk beberapa saat. “Kyuhyun -ah, apakah aku memiliki seorang kenalan bernama Shim Miyoung?”

Deg!

Raut wajah Kyuhyun seketika berubah menjadi pucat pasi. Kedua bola matanya bergerak dengan gelisah dan mulutnya langsung mengatup rapat.

“Hyeong… kau… sudah… dapat mengingatnya?” Tanyanya dengan ragu.

“Tidak… hanya saja…”

“Mungkin, ini sudah saatnya…” Kyuhyun menyela ucapan Zhoumi. “Aku akan menjelaskan padamu tentang apa yang telah kau lupakan selama ini, Hyeong…”

Zhoumi kembali mengerutkan keningnya. “Maksudmu?”

*****

Kini, Zhoumi dan Kyuhyun telah berada di sebuah tempat pemakaman yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah sakit di mana Zhoumi di rawat tadi. Pria itu bahkan harus mengenakan kursi roda akibat tubuhnya masih terlalu lemah dan tak mampu berjalan-jalan terlalu jauh.

“Jadi, dia telah meninggal dalam kecelakaan itu?” Zhoumi berucap dengan tatapan matanya yang tetap tertuju pada sebuah batu nisan yang bertuliskan nama ‘Shim Miyoung’.

Kyuhyun mengangguk singkat, “Yah… saat kecelakaan itu, mobil yang kalian tumpangi berulang kali berguling hingga akhirnya memasuki sebuah jurang dangkal yang berada di sisi jalan.” Pria ini menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan, “Miyoung meninggal di tempat kecelakaan itu, sementara Hyeong masih bertahan… saat itu, Hyeong hanya terus memanggil namanya. Hingga akhirnya, Hyeong mengalami koma selama satu bulan, setelah itu…” Siwon kembali terdiam. “Setelah itu… saat Hyeong terbangun, Hyeong tidak mengingat apapun…”

Mendengar penjelasan Kyuhyun, pria ini hanya mampu diam. Ia tak mampu mengingat satupun kenangan antara dirinya bersama gadis bernama Shim Miyoung itu. Tanpa terasa air mata mulai menetes dari ujung matanya, membasahi wajahnya yang masih terlihat pucat pasi itu. Wajahnya tertunduk dalam dan rasa sakit yang menyesakkan mulai menyerang dirinya.

Tangan kanannya perlahan meremas dadanya yang terasa sesak serta sakit itu, air matanya pun tak henti-hentinya mengalir.

Merasa tak tega dengan keadaan sepupunya itu, Kyuhyun menepuk pundak Zhoumi pelan. “Apa kau baik-baik saja, Hyeong? Apa aku perlu mengantarmu kembali ke rumah sakit sekarang?”

Zhoumi tak langsung menjawab, hanya menggeleng singkat.  “Kalau begitu, apakah kau ingin-”

“Bisakah kau tinggalkan aku sendiri di sini, Siwon-ah? Kurasa… aku ingin tinggal beberapa saat lagi di sini…” Sela Zhoumi cepat.

Dan tanpa banyak bertanya lagi, Kyuhyun hanya mengangguk cepat. Ia lantas beranjak dari tempat tersebut, meninggalkan Zhoumi yang masih tetap menunduk.

Air mata Zhoumi semakin mengalir deras, “Kenapa… kenapa aku tak pernah mengingat apapun tentangmu?! Kenapa harus aku yang satu-satunya tak mampu mengingatmu, Shim Miyoung?!” Suara Zhoumi terdengar parau dan berat.

“Tapi kau sudah mengetahuinya sekarang…”

Zhoumi tersentak mendengar suara tak asing itu, ia mendongakkan wajahnya dan tatapannya pun langsung tertuju pada sesosok gadis yang tengah berdiri tepat di hadapannya itu.

Gadis itu tetap terdiam di tempatnya, menatap Zhoumi dengan tatapan sendu. Tersirat perasaan sedih bercampur rindu dari sorot mata gadis itu, namun bibir tipisnya itu mengulas segurat senyuman, seolah-olah dirinya tengah menutupi perasaannya yang sesungguhnya.

Dan tanpa mampu bergerak sedikitpun, Zhoumi hanya dapat menatap gadis itu lekat-lekat. Tak ada percakapan di antara keduanya, hanya saling menatap satu sama lain dalam diam. Dan sesaat kemudian tangis Zhoumi pun kembali pecah, ia menundukkan wajahnya lagi dengan air mata yang terus mengalir.

“Maaf… maafkan aku, Miyoung-ah. Sungguh… maafkan aku…” Ujarnya di sela isak tangisnya, tapi Miyoung tetap tak bergeming di tempatnya sambil menatap Zhoumi sendu.

The First Meeting

-Park Jungsoo and Shin Jaehee-

Park Jungsoo, pria itu terus menendang-nendang ban mobilnya yang mogok. Tanpa lelah ia terus mengoceh tanpa henti, mengeluarkan setiap umpatan serta gerutuan yang tak jelas. Keningnya mengerut dan raut wajahnya terlihat begitu frustrasi sekarang.

“Sial!! Sial! Sial!! Setelah melakukan rapat menyebalkan itu, kenapa mobilku pun harus mogok di tengah jalan yang sepi ini?!” Jungsoo kembali menggerutu kesal, kakinya menendang-nendang kembali ban mobilnya dengan kekuatan penuh.

“Argh!!” Jeritan kesakitan langsung terlontar dari mulut Jungsoo ketika ia baru saja menendang ban mobilnya itu.

Tangannya reflex merengkuh salah satunya kakinya yang terasa ngilu akibat tendangannya itu. Ia terus mengaduh kesakitan sambil bergerak-gerak tak menentu. “Argh, sialan!” Umpatnya geram.

15 Menit berlalu setelah itu, Jungsoo masih terdiam di tempatnya. Ia sedang menunggu adiknya, -Park Ririn- yang sedang dalam perjalanan menjemputnya sekarang.

Ia melirik sesaat pada jam tangannya dan mendesah berat, “Aish… kemana gadis kecil itu?! Apa dia tidak tahu jika kakaknya ini sudah sangat menderita sekarang? Haish… jinja!!”

Melalu kaca mobilnya, Jungsoo mencoba meraih ponselnya yang di letakkan di jok mobilnya. Tapi, tiba-tiba saja Jungsoo merasakan sebuah benda tumpul tertempel di bagian pinggangnya dan deru nafas seseorang yang tengah berdiri di belakangnya pun begitu sangat terasa.

“Angkat kedua tanganmu ke atas dan jangan coba-coba untuk berbalik sedikitpun!” Desisan itu terdengar begitu sangat mengancam dan penuh dengan penekanan.

Kedua bola mata Jungsoo membulat dalam seketika, tubuhnya menegang dan kedua kakinya pun terasa lemas sekarang. Ia mengangkat kedua tangannya ke atas, lalu perlahan-lahan berjalan mundur ke belakang mengikuti tarikan sesosok pria asing di belakangnya itu. “A-apa yang kau inginkan?”

“Serahkan semua barang berhargamu atau kau akan kehilangan nyawamu, tuan.”

“M-mwo?!” Reflex Jungsoo berniat berbalik pada pria asing di belakangnya itu, tapi pria asing itu kembali menodongkan benda tumpulnya itu pada bagian pinggul Jungsoo, yah… dan tentu saja benda itu adalah senjata api yang tak lain adalah pistol.

“Cepat serahkan atau aku akan benar-benar menghilangkan nyawamu, tuan!!” Ancam pria itu.

“Kau mengancamku?!” Jungsoo mulai terpancing kesal akibat ancaman pria asing itu.

“Oh, jadi kau ingin melawan?!” Pria itu lantas memindahkan pistolnya ke bagian kepala Jungsoo, bersiap untuk menembak kepala Jungsoo kapan saja.

Hal ini jelas mengejutkan Jungsoo, pria ini merasakan kerongkongannya tercekat, bahkan untuk hanya sekedar menelan salivanya pun rasanya sulit. “Cepat berikan!!” Sentak pria itu seraya menekan pistolnya pada kepala Jungsoo.

“I-iya… tunggu sebentar… aku akan memberikannya padamu…” Sahut Jungsoo dengan bergetar, ia berusaha menggerakkan tubuhnya untuk meraih dompet serta ponselnya.

Bugh!

“Argh!” Pria asing itu tersungkur ke atas sembari memegangi tengkuknya, sementara itu Jungsoo nampak terkejut.

Kedua kakinya terasa lemas dan tubuhnya pun merosot tepat di samping mobilnya. Akan tetapi, pandangannya mengarah ke atas dan tatapan matanya pun langsung melihat sesosok asing yang tengah berdiri tak jauh dari posisinya dengan posisi tubuhnya yang bersiap mengambil ancang-ancang untuk kembali melawan pria asing tadi.

“Brengsek!” Geram pria asing itu, ia bergegas bangkit dari posisinya dan berlari secepat mungkin mendekati sosok yang baru muncul itu.

Namun, dengan gerakan yang sangat cepat, ia memegang pergelangan tangan pria tersebut dan memutarnya sekeras mungkin hingga pria itu menjerit kesakitan. Kemudian, ia menarik lengan pria itu dan melingkarkan ke belakang seraya memukul tengkuk pria itu dengan siku tangan kirinya.

“ARGH!!!!” Teriakan pria asing itu terdengar semakin keras, tubuhnya ambruk hanya dalam hitungan menit saja.

“Bangunlah! Dasar pengecut!” Umpat orang tersebut seraya bersiap menendang pria asing itu.

“A-ah… tidak! Hentikan! Aku mohon! Aku akan segera pergi dari sini!” Ujar pria itu merajuk, ia pun berusaha beranjak dari posisinya kemudian berlari dengan terpincang-pincang sembari memegangi tengkuknya yang terasa nyeri seperti nyaris akan potong.

Orang tersebut berdecak sebal saat melihat pria itu berlari ketakutan, ia menggedikan bahunya lalu dengan acuh berbalik, berniat untuk segera pergi, tapi tatapannya langsung tertuju pada sesosok Jungsoo yang nampaknya masih terlihat syok sekarang.

Ia berjongkok di hadapan Jungsoo, “Kau tidak apa-apa?” Tanyanya dengan nada ramah, Jungsoo tak terlalu dapat melihat wajahnya karena orang tersebut mengenakan topi yang menutupi sebagian wajahnya.

Jungsoo masih terdiam untuk beberapa saat namun akhirnya ia tersadar dan segera mengangguk cepat, menandakan jika dia baik-baik saja.

“A-aku tidak apa-apa… terima kasih karena sudah menolongku…” Sahutnya kemudian.

Orang tersebut ikut mengangguk dan menarik sudut bibirnya seraya membuka topi yang sedari tadi menutupi sebagian wajahnya itu. “Sama-sama… lain kali, kau harus berhati-hati! Tempat ini memang terkenal rawan kasus pencurian..” Ujarnya seraya merapihkan rambut panjangnya yang langsung tergerai kala ia membuka topinya itu.

Ia memandangi paras gadis tersebut. Untuk beberapa saat ia merasakan jantungnya sekarang berdegup kencang, bahkan ia membayangkan wajah gadis itu di sinari oleh yang cahaya terang.

Tetapi tak berapa lama, Jungsoo membelalakkan kedua matanya, ia begitu terkejut ketika menyadari jika orang yang menolongnya itu adalah seorang gadis!!

“K-kau seorang gadis?!” Tanpa sadar Jungsoo berucap dengan setengah menjerit dan telunjuknya mengarah pada sesosok gadis berparas cantik yang kini tengah memandangnya dengan santai.

“Yah… aku memang seorang gadis. Apakah ada masalah dengan hal itu?” Sahut gadis itu.

Jungsoo seakan tak mampu berkata-kata lagi, ia hanya tetap menatap tak percaya pada gadis itu.

Namun, seakan tak peduli dengan tatapan itu. Sang gadis malah beranjak dari tempatnya, lalu ia berjalan mendekati motor kesayangannya itu sembari mengenakan helm yang sempat ia lempar tadi sebelum membantu Jungsoo.

“Kurasa, kau harus segera pulang sekarang… jika kau masih tetap ingin berada di sini, mungkin… hal tadi akan terjadi lagi.” Ujar sang gadis seraya menyalakan mesin motornya.

Jungsoo belum juga bersuara. Dan sang gadis yang merasa bingung dengan sikapnya itu kembali menatap ke arahnya. “Kau baik-baik saja kan, tuan?” Tanyanya kemudian.

“A-ah?” Jungsoo tersadar dari lamunannya. “A-aku tidak apa-apa…” Ujarnya seraya berusaha untuk memperlihatkan senyumnya yang jelas terlihat lebih seperti senyuman bodoh daripada senyum tulus, itu bagi gadis tersebut.

“Oh, baiklah kalau begitu aku akan pergi sekarang.” Jawab gadis itu sambil memaksakan dirinya untuk membalas senyuman Jungsoo tersebut.

Mendengar kata ‘pergi’, ntah kenapa rasanya Jungsoo tidak ingin melihat gadis itu pergi. Dan tepat di saat gadis itu hendak melajukan motor kesayangannya itu, ia segera beranjak dari tempatnya dan berdiri tepat di depan gadis itu.

“TUNGGU!” Pekik Jungsoo keras seraya merentangkan kedua tangannya ke samping.

“Omo!” Kaget gadis itu seraya mengerem motornya secara mendadak, untung saja ia berhenti tepat waktu dan tak melukai Jungsoo sedikitpun. “Haish… Ya! Apa yang kau lakukan?” Tanya gadis itu, sedikit kesal dengan ulah Jungsoo.

Mulut Jungsoo bergetar, berniat untuk mengatakan sesuatu. Sejujurnya ia juga merasa kaget dan takut dengan perbuatannya tadi, ia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya tadi jika motor gadis itu terlanjur menabrak tubuhnya tadi.

“A-aku… b-bisakah kau membantuku?” Dan hanya nada bergetar serta terbata-bata itulah yang akhirnya meluncur dari mulut Jungsoo.

“H-huh?” Gadis itu terdiam sesaat, memandang Jungsoo dengan sebelah alisnya yang naik dan keningnya yang mengerut.

*****

Dengan permintaan Jungsoo beberapa waktu yang lalu, akhirnya gadis tersebut bersedia untuk mengantarkan dirinya ke rumah, sementara itu mobilnya di biarkan di sana, menunggu orang dari bengkel langganannya datang.

“Kau tidak akan mampir dulu?” Tanya Jungsoo ketika turun dari motor gadis asing itu.

Gadis itu menatap Jungsoo dengan mata setengah menyipit, dan ketika Jungsoo sadar dengan maksud ucapannya tadi, ia buru-buru berdehem dan berusaha meralat ucapannya tadi.

“Jangan salah sangka… maksudku, jika kau ingin minum secangkir kopi hangat dulu… maka kau bisa mampir di rumahku.” Ujar Jungsoo kemudian.

Sang gadis tersenyum tipis, “Kurasa tidak… ini sudah terlalu larut malam dan Heenie pasti akan mengomel jika sampai dia tahu aku pulang terlambat.” Sahutnya dengan santai.

“Heenie?”

“Ah… maaf… maksudku sahabatku.” Jelas gadis itu sembari kembali tersenyum.

“Oh…” Jungsoo mengangguk paham.

“Baiklah, sepertinya aku harus benar-benar pergi sekarang…” Ujarnya seraya menyalakan lagi mesin motornya.

Jungsoo segera menoleh pada gadis itu. “Tunggu sebentar!” Tangannya menahan motor gadis itu dan hal itu jelas saja membuat gadis tersebut bingung.

“Ada apa lagi?”

“Err… itu… itu… boleh aku tahu… namamu?” Tanya Jungsoo kemudian dengan terbata-bata dan nampak jelas sekali jika kedua pipinya telah bersemu merah.

“M-mwo?” Gadis itu terdiam dan Jungsoo langsung merutuki dirinya sendiri, merasa jika hal ini terlihat begitu memalukan sekarang.

Tetapi, sedetik kemudian gadis itu tersenyum dan menyodorkan tangannya ke hadapan Jungsoo. “Jaehee… namaku Shin Jaehee… dan kau?”

Jungsoo segera saja meraih tangan gadis bernama Shin Jaehee itu. “Jungsoo.. namaku adalah Park Jungsoo!!” Jawabnya dengan penuh semangat.

“A-ah… yah, baiklah. Senang berkenalan denganmu, Jungsoo-ssi…” Ujar Jaehee dengan sedikit canggung, merasa aneh dengan sikap Jungsoo ini.

“Begitupun denganku, Jaehee-ssi…” Sahut Jungsoo dengan senyum sumringah.

“Kalau begitu aku akan pergi sekarang…”

“Yah, tentu saja…”

Jaehee masih terdiam di tempatnya, tetapi pandangan matanya langsung tertuju pada tangan Jungsoo yang masih terus memegang tangannya dengan erat. Perlahan, Jungsoo pun mengikuti arah pandangan Jaehee, dan ia segera tersadar dengan sikap tidak sopannya itu.

“Ah, maafkan aku!” Ia segera melepaskan pegangan itu.

Jaehee tersenyum tipis pada Jungsoo. “Tidak apa-apa…” Sahutnya dengan kalem dan setelah itu pun ia segera memindahkan gigi motornya kemudian melajukannya dengan cepat.

Kedua bola mata Jungsoo terus mengarah pada Jaehee yang semakin menjauh dari jangkauan pandangannya. Perlahan, ia pun tersenyum lebar, memperlihatkan lesung pipinya yang semakin menambah ketampanan wajah pria itu.

“Kurasa… aku sedang jatuh cinta sekarang.” Ujarnya seraya memegangi dadanya, ia dapat dengan jelas merasakan degup jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat.

The First Meeting

-Cho Kyuhyun and Kim Haneul-

Seperti biasa, pria bernama lengkap Cho Kyuhyun itu berdiri sambil bersandar di sebuah pohon besar yang berada di tengah-tengah taman pusat kota Seoul.

Ia sesekali melirik jam tangannya dan kemudian menoleh ke arah jalanan di mana orang-orang berlalu lalang. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku hoodie-nya dan ia menghela nafas panjang.

“Dia masih belum datang…” Gumamnya seraya menundukkan wajahnya.

Dan selang beberapa menit kemudian, ketika ia menoleh kembali ke jalanan. Di lihatnya sesosok gadis yang tengah memegang beberapa buku tebal dalam pelukan kedua lengannya. Ia nampak berjalan tenang menyusuri ruas jalanan sembari mendengarkan lagu dari earphone yang sedang terpasang di kedua daun telinganya.

Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas dan seulas senyuman khas itu nampak jelas terbentuk di wajah tampan pria itu. “Seperti biasanya… dia akan selalu terlihat seperti ini setiap pagi.”

Bruk!

“Ahk!”

Kyuhyun terkesiap kaget ketika melihat gadis itu tersandung dan terjatuh ke atas tanah yang dingin. Ia segera beranjak dari tempatnya, berlari sekencang mungkin mendekati gadis tersebut.

*****

“Ahk.. apha.” Gadis itu meringis kesakitan sembari melihat telapak tangannya yang tergores oleh tanah.

“Kau baik-baik saja, nona?” Kyuhyun berjongkok di hadapannya dan meraih buku-buku tebal yang tadi di bawa gadis tersebut.

Dengan kening mengerut, gadis itu menatap bingung pada Kyuhyun. Ia menjulurkan tangannya ke hadapan gadis itu dan tanpa sadar gadis itu meraih tangannya, lalu dia pun segera menarik tangannya dengan lembut, membantunya untuk berdiri.

“T-terima kasih…” Ujarnya seraya mengangguk singkat dan mengambil buku-buku dari tangan Kyuhyun.

“Tentu… bukankah sudah seharusnya kita membantu seseorang yang sedang kesusahan?” Sahut Kyuhyun dengan santai, ia tersenyum pada gadis itu.

Untuk beberapa saat, gadis itu terdiam, merasa terpesona dengan ketampanan Kyuhyun yang mendekati kata ‘sempurna’, terlebih ketika dia tersenyum seperti sekarang ini.

“Namaku Cho Kyuhyun… dan kau?”

“Eh?” Gadis itu menatap untuk beberapa saat tangan Kyuhyun yang terulur di hadapannya, dan ia kembali menatap Kyuhyun yang masih tetap memperlihatkan senyuman khasnya.

Merasa tak enak hati, akhirnya gadis itu membalas uluran tangan Kyuhyun. “Kim Haneul…”

“Aah.. Kim Haneul. “Kyuhyun mengulang nama gadis itu seraya mengangguk singkat. “Hm, jadi.. bagaimana jika sebagai salam perkenalan aku mentraktirmu sekarang?”

“E-eh?” Haneul tertegun mendengar ajakan Kyuhyun.

“Oh ayolah… tidak baik menolak ajakan seseorang. Kajja…” Kyuhyun segera menarik tangannya dan membawa gadis itu ke sebuah café yang berada tak jauh dari tempat tersebut.

Keduanya pun duduk di sebuah meja yang berada di sudut ruangan café tersebut. Pada awalnya, Haneul terlihat bingung ketika Kyuhyun memesan juice strawberry untuknya.

“Bagaimana bisa kau mengetahui juice kesukaanku?” Tanya Haneul kemudian.

Kyuhyun menoleh padanya lalu tersenyum kecil, ia menggedikkan kepalanya sebelum meneguk sedikit cappuccino pesanannya. “Terlihat sangat jelas di wajahmu…” Jawabnya asal.

“Benarkah?” Haneul segera meraba wajahnya dengan tatapan polos bercampur kaget, sementara itu Kyuhyun hanya terkekeh kecil ketika melihat sikapnya itu. Menyadari hal itu, Haneul segera saja menghentikan tingkah laku konyolnya itu. “Ada apa?” Tanyanya bingung.

“Tidak ada apa-apa.” Kyuhyun menggeleng singkat, “Ah iyah.. apakah kau ingin di ramal olehku? Kau tahu? Aku ini sangatlah pintar dalam hal meramal…”

“Benarkah?”

“Yah, tentu saja… apa wajahku ini terlihat seperti aku sedang berbohong sekarang?”

Haneul terdiam, mengamati wajah Kyuhyun sesaat dan akhirnya ia mengangguk singkat. “Hm… mungkin memang benar apa yang kau katakan…” Ia menggedikkan bahunya, “Kalau begitu… kau cobalah ramal aku.” Tantang Haneul.

“Baik…” Kyuhyun mengangguk mantap, “Berikan telapak tanganmu padaku.” Suruhnya.

Tanpa banyak bertanya lagi, Haneul menuruti permintaan Kyuhyun dan ketika tangan pria itu menggenggam telapak tangannya dengan lembut, ntah kenapa terasa ada sengatan di dalam dirinya. Jantungnya berdegup kencang dan kedua pipinya tiba-tiba terasa memanas.

“Hm… kau pastilah memiliki seorang anak tunggal… kau juga memiliki seorang teman bernama Lee Sungmin. Benar kan?”

Kedua bola mata Haneul melebar, “Oh itu benar!” Ujarnya bersemangat, “Lalu? Apalagi yang kau ketahui?” Tanyanya dengan antusias.

“Kau akan bertemu dengan belahan jiwamu sebentar lagi.”

“Benarkah?!” Kedua mata Haneul nampak berbinar-binar.

Kyuhyun mendongakkan wajahnya dan tersenyum penuh arti, “Aku hanya bercanda…”

“Mwo? Haish… Ya! Jinja!” Haneul menggerutu kesal, tapi Kyuhyun justru tersenyum dan hal itu pun membuat Haneul tak dapat benar-benar marah pada pria itu.

Ntahlah, ia merasa seperti ada sebagian dalam dirinya yang mengatakan jika dirinya tak merasa asing lagi pada pria itu, tapi di sisi lainnya ia merasa jika ia tak mengenal pria itu.

Perlahan ia pun tersenyum kecil, membalas senyuman Kyuhyun dan keduanya pun larut dalam obrolan mereka sampai hari menjelang sore.

“Terima kasih untuk traktirannya… hari ini benar-benar menyenangkan, terlebih karena aku bisa mengenal orang sepertimu, Kyuhyun-ssi…” Ujar Haneul ketika ia akan berpamitan untuk segera pulang.

“Oh tentu saja… aku pun begitu. Sungguh menyenangkan bisa mengobrol dengan gadis yang menarik sepertimu, Haneul-ssi…” Sahut Kyuhyun dengan kalem dan ntah kenapa Haneul merasa jika pipinya sekarang pastilah akan sangat memerah.

“Er.. apakah nanti kita bisa bertemu lagi?” Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut Haneul.

Kyuhyun sedikit memiringkan kepalanya ke samping, mengamati wajah Haneul yang memerah akibat menahan malu. “Kenapa? Apakah sebegitu tertariknya kah kau padaku?” Godanya.

“A-apa? A-ah… A-anniya… bukan seperti itu!” Elak Haneul cepat.

“Ha ha ha ha… aku hanya bercanda.” Tawa Kyuhyun langsung meledak ketika melihat tingkah Haneul itu. “Hm… mungkin… semua itu tergantung pada dirimu sendiri…” Lanjutnya kemudian.

“Eh? Tergantung pada diriku?” Haneul menaikkan sebelah alisnya.

Kyuhyun tak menjawab, hanya memperlihatkan senyuman tipisnya seraya menatap lekat pada gadis di hadapannya itu. Dan ntah ini hanyalah perasaannya saja atau apa, tapi Haneul merasa jika tatapan Kyuhyun sekarang terlihat begitu sedih bercampur bahagia.

Ntahlah, dia tak mampu menggambarkan secara pasti, namun yang jelas dia tahu ada yang berbeda dengan tatapan pria itu kepadanya.

“Baiklah… kalau begitu, sampai jumpa lagi, Kyuhyun-ssi…” Pamit Haneul kemudian.

“Ehm…” Kyuhyun mengangguk singkat padanya dan setelah itu pun Haneul segera berbalik, pergi meninggalkannya yang masih tetap berdiri di tempatnya.

Kyuhyun memandang punggung Haneul yang semakin menjauh darinya dan begitu sadar jika Haneul tak dapat terjangkau lagi oleh pandangan kedua matanya, ia mengeluarkan dompetnya dan di dalam dompetnya itu, terdapat fotonya bersama seseorang yang tak lain adalah Kim Haneul!!

Sorot mata Kyuhyun memancarkan kesedihan yang mendalam ketika menatap foto tersebut. Ia seolah-olah terlihat putus asa sekarang.

“Seandainya… penyakit aneh itu tak pernah ada di dalam tubuhmu, kau pasti takkan mungkin melupakan kenangan di antara kita berdua, Haneul-ah… kau pastilah akan selalu mengingat aku… Cho Kyuhyun… calon tunanganmu yang selalu menantimu untuk bisa mengingatku.” Lirihnya.

Yah, memang benar. Saat itu, tepatnya tiga tahun yang lalu, saat Haneul berusia 22 tahun. Gadis itu tiba-tiba saja mendapatkan rasa pusing yang dahsyat dan terjatuh dari atas anak tangga yang ada di rumahnya.

Gadis itu mengalami koma selama tiga bulan sebelum akhirnya ia tersadar dari komanya dan tak mampu mengingat apapun selain kejadian sehari sebelum kecelakaan tersebut. Dokter mengatakan jika ada bagian sistem kerja otak Haneul yang mengalami kerusakan dan karena itu, Haneul tak mampu lagi mengingat semua kejadian apapun selain kejadian tiga tahun yang lalu itu.

Ia akan selalu melakukan hal yang sama setiap harinya seperti sehari sebelum ia mengalami kecelakaan itu, dan saat keesokan harinya ia akan melupakan kejadian itu lalu melakukan lagi hal yang sama, dan itu pulalah penyebab dari Haneul tak mampu mengingat Kyuhyun yang tak lain adalah calon tunangannya. Karena itu, Kyuhyun selalu berpura-pura menjadi sesosok pria yang baru mengenalnya, setiap harinya.

The End…

50 thoughts on “The First Meeting

  1. first kahh?
    panjang benerr~
    huhuu~ kyu kok dsini kasian y?? itu haneul ngidap alzeimer y?? yang tabh kyuu, klo uda ngg kuat sini sama aku aja, hihihii xD
    lanjutin ff oh my boss dong eonn, pensaran nihh
    kkeep writing!!

    • ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Iyah. Maklumlah kan ada bbrpa kisah…
      XDD

      Yupz…
      Itu ci Haneul jdi pengidap Alzheimer…

      Oh My Boss yah?
      Sipz… Mudah2an besok deh bsa yah…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

  2. Annyeong….aku reader baru, blh numpang bca ne…^^

    Aigoo…yg plg miris itu partnya YoungMi dan KyuHan lah…Miyoungnya meninggal dan Haneul hilang ingatan..
    sedihkan.

    Part Heeni jg sedih,gk nyangka klu pria yg disukainya bkal jd kaka tirinya,miris bnget.gmana jalani kesehariannya bersm2 ya?!

    😦

    yah,yg plg kocak itu Siwon oppa ya.sok jutek diluar dugaan, tp akhirnya kesengsem jg sm Ririn.

    dan yg manis itu pasangan Ming oppa sm Eunsoo.

    dan yg plg aneh itu pasangan soo oppa sm jaehee…aigooo…gk jauh2 dr pamer otot

    😀

    😉

    nice ff eonnie…

    • Annyeong… ^o^
      Aih… Senengnya ada reader baru…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

      Yah, kan bermacam-macam kisahnya…
      Jadi, ada yang sedih, romance, kocak dan gaje…
      LOL
      ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Btw, gomawo y say udah bca + comment…
      ^^

  3. Ntaaaaaaaa… ottokhae? Kibum n Heenie adik kakak??? Kasih tak sampai, ANDWAEEEE!!! T.T Ga heran Heenie berpaling ke Seulong! lol XDDD

    Jaehee lagi2 jadi wanita perkasa! DAEBAK!!!!

    RinWOn, OMG kangen kopel inih!!!! Siwon genit ih ih ih!!! btw mantannya Ririn siapa? TOP? lol

    Eunsoo-Sungmin manisnya kaliaaaannn… akhirnya bs liat kopel ini main bareng… harusnya kopel ini muncul di girls’s secret!! (eh judulnya waktu itu apa yak? lupa.. haha)

    YoungMi kopel, hikshiks… sedih, kasian Miyoungnyaaaaa.. masa munculnya cm sebagai arwah? lol
    btw ada typo! nama Siwon muncul. harusnya Kyuhyun ^^

    KyuHan… sedih banget jadi Kyuhyun yg ga pernah diingat lagi sama seorang Kim Haneul… Penyakitnya namanya apa tuh yah, ada sebutannya tuh, apa syndrome gtu namanya, jd ngelakuin hal yang sama terus menerus T.T

    Nta, ini boleh ya dibikin sequel… bbrp partlah, gausah panjang2… 3 part aja deh, yah? yah? yah??????
    Pleaseeeee T.T

    • =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°
      Ih… Tau aja alasan nta ngebuat ci Heenie ama Kibum
      jadi adik kakak itu gegara Heenie lari ke Ong2…
      LOL
      ​​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Jaehee?? Oh… Dy emang always cocok jdi rambowati…
      LOL wkwkwkwkwkwk
      Iyah, samaaaaa…
      Udah lama gk bikin cerita tntang nieh couple
      *tunjukRinWon*…
      ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Hm…
      Ntr deh… Pasti SooMin ngeksis lgi koq d ff laen…
      ​​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Nah, itu dy…
      Kan biasanya YoungMi romance, skrng d rubah jadi
      sad… Hahahahahaa
      Itu namanya syndrom alzheimer eyang…
      Sequel???
      Sequel buat kisah Ўɐ♌ğ mana? Ini aja udah asal
      bgtlah ceritanya… *eh? XDD

      • Heenie-Kibum donk, kwkwkwkwkwkw numpang ngeksis!!!!

        lagi mau jadi gumiho ah, main sama beberapa lelaki… lol

        kalo YoungMi couple udah END itu mah… Miyoungnya udh mninggal.. Kcuali bkin before accident story ^^
        Yang KyuHan juga…

        trus mau liat SooMin jugaaaaa sweet bgt mrekaaaa… kan jarang loh
        RinWon juga nih kangennnnn… mana si mput karya2nyaaa???
        Kalo JJ kopel masih eksis di blog sebelah… https://yokyuwon.wordpress.com/
        *skalian promo
        XDDDD
        *kabur sblum dikejar solmet aye

  4. oh tidaaaaaaaaaaakkk….

    ada apa dgn part YoungMi? ???!
    knapa miyoungnya hrs tekok a.k.a mati????

    ㅠ_ ㅠ

    oh yeahh…dua pasangan dirundungi kesedihan,klu part nya heenie biarin ajalah tu kyk yg dia blg kasih tak sampai….kkkkkkkkk…./ditabok solmet/

    😀

    dan sikuda itu ya ckckck…..tumben jd pria judes,tp akhirnya klepek2 jg.

    lah,yg plg sweet itu cma part sungmin ma eunsoo…

    dan yg plg ancur itu partnya jjungsoo/jaehee…O_____o
    as usually pamer otot
    wooooooo……xDDD

    hmm..mw komen apa lg ya??? /mikir/tbc/

    • ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
      Kan kali2 YoungMi ama KyuHan d buat sad…
      Jrang2 mreka kisahnya sad… LOL XDD

      =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°
      Tapi Jaehee emang cocok kan jadi peran kayak bgitu??
      Ahahahahaha

      • ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ…

        jd maluuuu…xDD

        ah,slaku angst shiper jelas gkd masalah donk,nlahan kurang JLEB. …
        xixixi……

        mau lagiiiiiii!!!
        /eh?/

  5. Huooooohh~~
    Aaah, bagian Kyuhyun sama Zhoumi sama-sama pahit -0- /emang ada yang asem?
    Panjang memang, tapi sekilas baca aja udah bikin aku baca semuanya /.\
    Eonnie, ditunggu FF series yang masih ‘on writting’-nya, ya ^o^
    Keep writing! ‘-‘)9

  6. Waaah ini bagus bener ff nya eonnie, apalagi kalo salah satunya dibuatin oneshot /plakk//reader cerewet/ tetap semangat ya eonn buat ffnya!!! \(´▽`)/

  7. Eonniiiiiiiiiiiii
    pnjang kyk rel kreta api yach cerutanya.
    hehehehehe
    kira” ada side story nya nggk Eonn.
    #berharapada *kedip”matama NtaEonni
    .
    Eonni,,,,
    knpa KyuHan ma YoungMi d buat sad story sich. jd agk nggk rela dech.
    Kyuhyun Oppa ksian parah pke bnget. msa” tiap hri hrus gtu yach biar bsa dket ma Haneul.
    Heenie jg ksian. hrapan bsa jd kkasih Kibum oppa, Eh mlah mw jd adiknya….
    Hmmmm
    Jaehee Super Girl bnget dan Jungso oppa klepek” leat jaehee.
    yg pling Co Cweeeet cih crtanya Sungmin-Eunsoo.
    .
    Ok dech.
    Gomawo Eonn. Eonni daebak….
    hmmmm cuap” kpan nich FF Oh, My Boss! ma Egoistic Man nya publis lgi….

  8. annyeong eonni^^ lama tak komen disini. id lamaku udah bener + aku ganti uname id..
    baik, sekarang aku mau komen.. eonni~~ itu kasihan amat partnya zhoumi-miyoung sama kyuhyun-haneul T_T kenapa pasangan paling sweet di setiap FF eonni malah dikasih sad ending u,u oh iya eonni, ada typo di bagian zhoumi-miyoung, zhoumi harusnya manggil kyuhyun tapi yang terketik malah siwon^^

  9. ada sedikit yang salah ketik waktu bagian cerita zhoumi eonni..dua kali kalau gx salah…
    Miyoung sama zhoumi kasiah..:(
    ah, kurang ceritanya eonni, kurang panjang:)
    d tunggu ff lainnya
    semangat^^

  10. Dr enam crta itu ending yg pling nyesek th crta’y zhoumi sm miyoung,trz sm kyuhyun & haneul..ksian bgt mreka g bs dptin k’bahagian sm pasangan’y..
    tp yg pling lucu th crta’y teuki ajhusi sm jaehee..hahahaha..ajhusi nekat jg y smpe ng’halangin mtr’y jaehee klw ktbrak gmn????tp ff’y seru eonn..

  11. Isssss….keren 6 crta jadi 1 ,
    Saya suka sm sungmin and Eunsoo, crtanya bener2 menggambarkan judulnya..So sweet bgt..hehehehe
    Siwon -Ririn
    Bagus awalnya tp endingnya aneh..soalnya kn tu si Siwon awalnya kesel kn, trs si Ririn yg sgt trpesona sm siwon, Eh Endingnya mlh kebalikan..klopun mau trbalik gtu, klo mnrut saia trlalu cpet, *Sotoydh..
    Kibum-Heenie
    Aisshh..ni crta trgis bgt ya, mrip ky devil beside you film taiwan yg baru aja saia tonton kmarin..hahaha ngepasin bgt ye,
    Zhoumie-miyoung
    Bagus sh eon, tp saat di pmakaman ko tb2 adasiwon ya? Sedikit ngilangin feel sjnak soalnya sblmnya kyu yg lg pov.#maklumsensitif.hehehe Endingnya lah jdnya g first meeting dong..sama kya Kyu Haneul yg Endingnya kalo menurt saya malah bkin ngilangin arti dr judul itu..
    Saia suka ada pngembangan karakter dr Park jung soo , lucu dh baca ini..hehehe
    But over All saya suka..saya suka,,*yelahlubisabikin…hihihihi…
    *ThanksEon, Mian klo aa kata yg g berkenan

    #Terusberkarya~

  12. Ah!
    Yg terakhr yg menyentuh bgd..
    Jleb bgd..
    Ah!
    Bnr2 g terduga..
    Paporit dech dr sekian byk itu..

    Ckckck
    Pertemuan sungmin dan eunsoo yg maniz dan penuh musik..
    Hehehe
    Pertemuan siwon n ririn yg g terduga..
    Hahaha
    Ksian heenie kcewa sama bum yg trnyata calon kakak tirinya..
    Jungsoo oppa!
    Neomu kyeopta!
    Kau bnr2 kyk ank kecil pas ktemu jaehee..
    Mimi ma youngie..
    Aigoo..
    G nyangka kalo youngienya ud tiada..
    Ckckck

    Ttp yg paporit kyu ma haneul..
    ^^

  13. waaah ini ceritanya sendiri2 ya… aku suka partnya siwon-ririn, tapi lebih suka lagi kalo itu jadi partnya zhoumi-miyoung. cocok itu buat mereka, lucu. (fans young-mi) hahaha
    tapi bagus kok kak cerita2nya…
    oya kak ditunggu egoistic man (?) egoistic prince (?) entahlah lupa judulnya.. yang jelas zhoumi -miyoung..
    hahah 😀

  14. Hai thor, i’m new reader hehe
    Ceritanya bagus banget thor..
    Pas bagian Kibum aku sempet tegang thor..
    Kasian deh Heenie nyaa..
    Bikin sequel nya dong thor!

  15. Whoaaaaaaa, emosi campur aduk baca ff ini.

    Sungmin-EunSoo manis banget kisahnya, sukaaaa.

    Siwon sok-sok jutek, ujung2nya ngasih kartu nama. ckckckckc

    Heenie dan Kyu Hyun miris banget yak, kasian kasian kasian. Tapi koq ga ada kisahnya si ikan termanis di dunia aka Dong Hae?

    Sudahlah, yg pnting ff ini eeru banget, tapi pasti lebih seru kalo ada The Second Meeting dan seterusnya. Kkkkkk
    #Modus

  16. Masing2 ceritanya menarik, ampe aku aja pusing milih yg mana yg bkal dijadiin faforit.

    *sungmin eunsoo yan kisahnya manis dan romantis.

    *siwon ririn yang unik dan lucu.

    *kibum heene yg sukses bikin aku patah hati.. Yah tp gapapa, ga semua cinta ntu bkal sukses pd ujungnyakan.. 😄

    *zhaomi minyong yang kisahnya rada miris.

    *jungso jehee yg pertemuannya menarik dan berkesan.

    *kyu haneul, ini juga sukses buat aku prihatin. Nga tega, sriusan.

    Dan dari voting vers aku, aku pengen bnget tuh critanya kibum heene d sequelin.. Because aku jatuh hati sama crita yg itu. Hehe.. ^^v

  17. Siwon apa bgd –” jaman sekarang mah kartu nama ga guna! Kartu kredit noh bermanfaat!!!

    Makanya beda cinta sama benci tuh tipis oi bang, makanya jan sok jutek lo! Karma noh karmaaa (?)

    SooMinn always melting couple ne :3

    Heenie my lovely bray bummie muahahha *ketawanista*
    Gathal sih eyang makanya ditakdirkan jd sodara wkwkwkwk

    Oma oppa -___- bisa ga sih ini couple jd manis –”

    Kyu dan Mimi : mati satu tumbuh seribu mennn #ehh

    Oper oll I LOVE U dah omaaaa

    • lalalalalalalalalalalalala…
      /siul panjang/

      wkwkwkwk..itu jugakan udh adegan termanis ya..jarng ada yg begtuan scenenya../bangga/
      e,eh aniwei…ririn matre donk klu gtu..euww..

  18. eon, napa ga d buat happy end z smuany..?
    kisah YoungMi n KyuHan miris bgt..
    bkin sequel ya eon..
    tapi 1 sequel buat 1 kisah.. jadi ada 6 sequel.. #puppyeyes

  19. Yaaaaaaahh ampun Tuan Rumah side-nya miris-miris banget… ><
    YoungMi side, itu mah bukan The First Meeting tapi The Last Meeting…
    Daaann daaannn Siwon-Ririn aku kangen banget sama cerita mereka!!!! Kapan ya bisa baca lagi? #galau #bershower
    Park Jungsoo? Dia ga bisa berantem? Kalah sama Jaehee eonni? Oh God! Sesekali jadi bad boy ga masalah, yang ada image nya nambah keren~~~ 😀

    For Nta Eonni: OH! MY BOSS JUSEYOOO~~~ *bow

  20. like banget pas bagian kibum & heenie! tapi sedih pas ending nya ituuuuu.. masa kyuhyun oppa di lupain sih ?? kan kasiaan :3
    tapi btw daebak bgt thor ada bagian2nya gitu , keep writing 😉

  21. wahhh, bagus critanya…
    mskipun panjang bnget,hehe
    aq jdi pngen ada sequel dri crita kibum heenie, kalo d liat” bsa jdi brother kompleks,hihi
    trz siwon am ririn it kyakny jga menarik bgt…
    pkokny 4 jmpol bwt author bwt critany, 🙂 🙂

  22. ahsah berasa makan nano2 rasanya ada semua . tapi miris banget nasib kyu.a , emang.a kalo sakit gtu ga bisa sembuh ya ahh jadi sedih . trus paling suka sama cerita.a sungmin ama siwon issh jadi pengen pnya cerita kaya gtu kapan ya kejadian.a

  23. woaahh….
    Macam2 romansa kisah cintaaa..
    Ad sedih ada senang, ada duka ada bahagia..
    Daebakk author (Nta)..
    Nice ff..
    Bisa ajjah idenyaa…
    Bangapta ne..
    Sng bs baca karyanya…
    ^_^

  24. Hwaaaaa.. kyu oppa kok dpt yg nyesek.. zoumi jg.. huaaa
    Tp knp siwon oppa, leeteuk appa ma sungmin oppa dpt yg manis..
    Kereeeeenn ^^ aku suka suka suka..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s