Those Eyes (2/2)

Those Eyes

Title                     : Those Eyes

Author              : NtaKyung

Art Poster       : NtaKyung

Casts                   : Lee Donghae, Shim Miyoung and Other Casts (Find By Yourself^^)

Genre                 : AU(Alternate Universe), Romance, Unrated

Length              : Twoshot

Rated                  : PG-15

Disclaimer     : Segala hal yang ada di dalam fanfic ini, murni adalah imajinasi saya sendiri! So, Don’t COPY-PASTE or BASHING!

©Those Eyes©

Pesta akhir pekan yang di tunggu-tunggu sebagian besar karyawan di perusahaan itu pun akhirnya tiba.

Seperti biasanya, para gadis sudah nampak cantik dengan gaun mahal mereka serta berbagai perhiasan dan barang mahal lainnya seperti tas dan high heels yang telah melengkapi penampilan ‘glamour’ mereka. Belum lagi, make up tebal yang di gunakan mereka pun tidak tanggung-tanggung.

Jelas saja, mereka tidak akan melewatkan kesempatan ini. Sebuah pesta yang akan mereka jadikan sebagai kesempatan ‘emas’ untuk mendapatkan para cowok tampan nan kaya di acara pesta ini,-yang tentunya akan di hadiri oleh perusahaan lain juga-.

Tetapi, di sisi lain, nampak Miyoung yang masih tetap duduk dengan perasaan was-was di dalam mobilnya bersama Eunsoo yang menemaninya.

“Ayolah, Youngie-ya… kita sudah sejauh ini! Kau tidak mungkin pergi begitu saja tanpa masuk ke dalam kan?” Tanya Eunsoo, membujuk Miyoung untuk masuk.

“Tapi kenapa aku harus berpakaian seperti ini?!” Miyoung menunjuk gaunnya.

Eunsoo memperhatikannya dengan sebelah alisnya yang terangkat ke atas. “Apa yang salah? Kau terlihat cantik dalam balutan gaun ini!”

Miyoung mendengus sebal, “Ini terlalu sexy! Dan lagipula… aku hanya akan masuk ke dalam sebentar untuk sekedar mengisi buku tamu yang hadir setelah itu aku akan pergi lagi! Tapi penampilanku sekarang seakan berkata aku akan menikmati pesta itu dan bersiap berakhir di atas ranjang seorang pria!” Celotehnya terdengar menggerutu.

Eunsoo awalnya mencibir tanpa suara saat Miyoung terus berceloteh, tetapi di akhir perkataan gadis itu. Eunsoo menghentikan cibirannya dan malah balas menatap Miyoung dengan seringaian menggodanya.

Miyoung menoleh kepadanya dengan kening mengkerut, “Apa?” Tanyanya galak.

“Oohh… aku baru ingat jika ada seorang CEO yang menunggumu di dalam… dan… ehm… well.. mungkin kau memang akan berakhir di atas ranjangnya!” Goda Eunsoo sambil mengedip-ngedipkan matanya.

Miyoung memutar bola matanya dengan jengah, “Ck! Kau gila! Bukannya kau yang akan berakhir di atas ranjang pria bergigi kelinci itu?!” Balas Miyoung menyindir.

Seketika itu juga wajah Eunsoo merenggut kesal, “Namanya Lee Sungmin, Youngie-ya… kenapa kau terus menyebutnya seperti itu?”

“Aku tak peduli!”

Lagi, untuk kesekian kalinya Eunsoo berdecak keras. “Jangan pasang wajah seperti itu! Kau bisa merubah wajah cantikmu itu menjadi wajah menyeramkan yang mirip seperti nenek sihir!”

“Berhentilah menyindirku, Park Eunsoo! Ya tuhan… ada apa sih dengan pesta ini?! Kenapa aku harus datang ke tempat seperti ini?!” Gerutu Miyoung.

“Karena kau harus!” Balas Eunsoo cepat, “Apakah kau lupa dengan ancaman Lee Sajangnim?”

“Itu-” Miyoung berniat mengucapkan sesuatu, tetapi tertahan saat kenangan waktu di lift beberapa hari kembali terputar dalam benaknya.

Gadis ini buru-buru menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu mengerjapkan kedua matanya.

“Kau ingat kan?” Ujar Eunsoo kemudian, “Dan biar ku ingatkan sekali lagi, alasan kenapa kau berada di sini dengan memakai gaun seperti ini, itu karena kau harus masuk ke dalam pesta ini tanpa di ketahui oleh Lee Sajangnim. Apa kau lupa hal itu juga, eoh?!” Cerocos Eunsoo tanpa henti.

Miyoung mengerucutkan bibirnya dengan sebal. “Tapi, tidak bisakah aku memakai kaca mataku?” Nada suaranya berubah merengek.

Eunsoo mendeliknya tajam, “Ini pesta topeng, ingat? Dan lagipula, kau memakai contact lensa kan? Jika kau memakai kaca mata, itu sama saja kau bunuh diri! Lee Sajangnim pasti akan langsung mengenalimu!”

“Tapi, Eunsoo-ah… aku benar-benar tidak yakin dengan semua ini.”

“Hentikan rengekanmu itu!” Sahut Eunsoo galak. “Sekarang lebih baik kita masuk saja ke dalam, kau hanya perlu mengisi buku tamu dan berada di dalam pesta untuk sebentar… lalu, jika kau ingin pulang… itu terserah padamu.”

Sejenak, Miyoung terdiam, memantapkan hatinya untuk masuk ke dalam pesta itu. Ia terlihat menghela nafas berat sebelum akhirnya menoleh pada Eunsoo sembari mengenakan topeng yang telah di bawanya.

“Baiklah… ayo kita masuk.”

©Those Eyes©

Seperti yang di rencanakan sebelumnya, Miyoung tampak tenang saat mengisi buku tamu, gadis ini lantas masuk ke dalam gedung pesta itu bersama Eunsoo. Keduanya mulai menuruni setiap anak tangga menuju aula utama gedung tersebut. Dan gadis ini mulai merasakan kegugupan kembali menyerangnya.

Tapi ia berusaha setenang mungkin, kata hatinya terus menggumam dalam otaknya, meyakinkan dirinya jika semuanya akan berjalan seperti apa yang di rencanakan sebelumnya.

Dia hanya perlu berada di dalam gedung pesta ini selama setengah jam, setelah itu dia bisa keluar dari pesta ini tanpa di curigai siapapun.

“Ya, aku pasti bisa melakukan semua ini!” Gumamnya dalam hati, menyemangati dirinya sendiri.

Namun tanpa Miyoung sadari, para tamu pria yang melihat kehadirannya berdecak kagum atas penampilannya yang nampak menawan itu. Dan tak terkecuali dengan ketiga pria tampan nan sexy yang tak lain adalah Donghae, Eunhyuk dan Sungmin.

Wajar saja, Miyoung saat ini mengenakan sebuah gaun berwarna merah hati yang sangat pas dengan lekuk tubuhnya. Panjang gaun itu hanya mencapai atas lututnya dan di bagian atasnya, sebuah tali spagetthi membelit bagian leher jenjangnya yang terekspose sempurna bersama bagian bahunya. Rambutnya yang panjang pun di biarkan tergerai bebas dengan bagian bawahnya yang sengaja di buat ikal gantung.

Dan sebuah topeng berwarna merah ke-emasan yang hanya menutupi bagian mata gadis ini, seolah melengkapi penampilan Miyoung yang terkesan biasa namun mampu terlihat glamour serta anggun di saat yang bersamaan. Belum lagi, sepatu high heels yang talinya mencapai bagian betis Miyoung, menampakkan sisi sexy dari penampilan gadis ini. Malam ini, Miyoung benar-benar tampil berbeda dari hari-hari biasanya ia bekerja di kantor Lee Company.

“Apakah mereka sedang melihat ke arah kita?” Bisik Eunsoo saat mereka menginjak anak tangga terakhir dan mulai berjalan ke arah Jaehee yang kini tengah bersama Changmin.

Miyoung menggedikan bahunya, “Tidak pada kita, mungkin lebih tepatnya mereka sedang melihat padamu.” Balas Miyoung acuh.

“Hey… Miyoung-ah… Eunsoo-ya…” Seru Jaehee sambil melambaikan tangannya saat menyadari kehadiran Miyoung dan Eunsoo. Kedua gadis ini pun lantas bergabung bersama Changmin dan Jaehee.

Sementara itu, di sisi lain nampak Eunhyuk, Sungmin dan Donghae yang tak bisa begitu saja mengacuhkan ‘pemandangan’ indah itu. Tatapan mereka masih menuju pada sosok Miyoung yang tentu saja tak mereka kenali sebagai sosok Miyoung yang selama ini mereka kenal sebagai gadis ‘cupu’.

“Siapa gadis di seberang sana?” Tanya Eunhyuk sambil menggedikkan dagunya.

“Entahlah… tapi sepertinya dia bukan salah satu karyawan di perusahaan kita. Dia benar-benar terlihat luar biasa!” Sahut Sungmin.

Sedangkan Donghae tak sedikitpun mengatakan sepatah katapun. Ia malah tetap asyik meneguk wine-nya dan di balik gelas itu, ia menatap Miyoung dengan tatapan matanya yang menyelidik, tak sedikitpun ia berpaling dari sosok gadis itu.

“Tunggu dulu… sepertinya, gadis di sampingnya adalah Eunsoo…” Ujar Sungmin saat melihat gelagat Eunsoo yang terus menoleh kepadanya sambil tersenyum tipis.

Oh dan tentu saja Sungmin mengenal jelas pemilik senyum itu, karena pria ini memang tengah tergila-gila pada gadis bernama lengkap Park Eunsoo itu.

“Huh?” Eunhyuk menoleh padanya. “Jika gadis itu datang bersama dengan Eunsoo, bukankah gadis itu berarti…”

Eunhyuk dan Sungmin saling bertukar pandang sejenak sebelum akhirnya mereka berdua menoleh dan melihat ke arah Donghae dengan mulut mereka yang terbuka lebar.

Donghae tersenyum penuh kemenangan pada kedua sahabatnya itu. “Well… yeah… gadis itu memang dia… Shim Miyoung.” Dan kata-kata itu pun terlontar begitu saja dari mulut Donghae, tanpa ada keraguan sedikitpun.

Seolah-olah pria ini memang yakin, jika sosok gadis itu adalah Shim Miyoung.

©Those Eyes©

“Eunsoo-ya… Jae Eonnie, sepertinya… aku akan pulang sekarang saja. Aku merasa tidak nyaman di tempat ini…” Bisik Miyoung di tengah ramainya pesta tersebut.

“Secepat itu?” Jaehee mengernyitkan keningnya. “Kau bahkan belum ada 15 menit di sini dan kau sudah ingin pulang?”

“Oh ayolah… eonn, kau tahu aku tidak terlalu senang berada di tempat seperti ini.”

“Hm… baiklah, kalau begitu.”

“Apakah kau perlu ku antar?” Tanya Eunsoo kemudian.

Miyoung tersenyum ke arahnya, “Tidak, aku bisa sendiri… bersenang-senanglah di sini bersama pria bergigi-upz, maksudku… Sungmin Sajangnim…” Ujarnya segera merubah kata-katanya di akhir.

“Ck, kau ini!” Eunsoo mendengus pelan tetapi kembali tersenyum kepadanya.

“Changmin-ah, jaga Jae eonnie. Oke? Aku akan pulang lebih dulu…”

“Eoh? Kau akan pulang? Secepat itu?” Tanya Changmin yang tahu jika gadis cantik itu adalah kembarannya sendiri.

“Ya.” Miyoung mengangguk singkat, lalu setelah berpamitan pada ketiga orang itu, Miyoung lantas berbalik untuk segera meninggalkan tempat ini.

Tetapi tatapannya entah kenapa langsung tertuju pada sesosok pria bertubuh tegap lengkap dengan tuxedo dan topengnya yang menutupi sebagian wajahnya.

Untuk beberapa saat Miyoung mengabaikan hal itu, tetapi ketika ia melihat tepat ke arah mata pria itu, ia merasa akrab dengan sepasang bola mata pria tersebut.

Deg!

Detak jantung Miyoung seolah berhenti berdetak sekarang, ia sadar betul siapa yang memiliki sepasang bola mata berwarna kecokelatan itu.

“Oh tidak! Bagaimana ini?!” Kepanikan mulai menyerang dirinya dan buru-buru ia pun kembali berbalik pada Eunsoo.

“Ada apa?” Tanya Eunsoo heran, tadinya ia sudah berniat menghampiri sosok pria yang di yakininya sebagai Sungmin.

Tetapi gadis ini segera mengurungkan niatnya begitu melihat ekspresi panik di balik topeng yang Miyoung kenakan. Terlebih, ketika gadis itu kembali berbalik.

“Eunsoo-ya… pria di belakang sana, yang sedang berjalan ke arah sini… dia… dia adalah Lee Donghae!” Pekik Miyoung tertahan, kegugupannya semakin meningkat.

“Apa?! Kau yakin?” Eunsoo segera menoleh ke arah sosok pria yang di maksud oleh Miyoung itu.

“Bagaimana ini, Eunsoo-ya?!” Tanya Miyoung panik.

“Oke, tenang…” Ujar Eunsoo mencoba menenangkan sahabatnya itu. “Kau sedang memakai topeng sekarang dan dia tidak mungkin mengenalimu! Sekarang berpura-puralah tak mengenalnya juga dan jangan menghindarinya! Dia mungkin akan curiga jika kau melakukan hal itu! lebih baik kau hadapi dia dan jika ada kesempatan, kau harus segera pergi! Ehm… kau bisa gunakan alasan untuk pergi ke toilet untuk menghindarinya…” Saran Eunsoo kemudian.

Awalnya Miyoung berniat untuk menolak saran Eunsoo, tetapi jika ia pikirkan lagi, mungkin apa yang di katakan sahabatnya itu ada benarnya juga dan mungkin saja hal ini akan berhasil ia lakukan.

“Ehm… baiklah…” Miyoung mengangguk dengan ragu.

Gadis ini kembali berbalik meski masih ragu. “Oke, Shim Miyoung! Cukup berpura-pura tak mengenalinya! Lewati saja dia dengan tenang, lalu kau bisa terbebas dari pria itu! Ya.. ya… seperti itu!” Miyoung bergumam di dalam hatinya, meyakinkan dirinya jika semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana.

Akan tetapi, rasa panik dan gugup yang bercampur menjadi satu itu terasa semakin kuat, terlebih ketika jarak di antara dirinya dengan sosok pria yang di yakininya sebagai Donghae itu semakin dekat.

Miyoung nyaris saja berbalik kembali dan menghindari pria itu, tetapi ia seakan tak dapat melakukannya. Kedua kakinya seolah bergerak sendiri untuk terus berjalan mendekati sosok pria itu.

Jantung Miyoung semakin berpacu dua kali lebih kencang kala pria itu tiba-tiba saja berdiri di hadapannya dan menghadang langkahnya.

“Permisi, nona… sepertinya… aku merasa tidak asing denganmu.”

Deg!

Lagi, degup jantung Miyoung seolah bertambah semakin dan semakin cepat. Gadis ini mengenal betul suara ini dan tak salah lagi, orang yang ada di hadapannya saat ini adalah Lee Donghae.

Sesosok pria yang ingin sekali ia hindari malam ini, tapi pada kenyataannya pria ini justru tengah berdiri di hadapannya. Dan mungkin saja, pria ini akan mengetahui siapa dirinya.

Trik!

“Nona.. apakah kau mendengarku?” Tanya Donghae seraya menjentikkan jarinya di hadapan Miyoung.

“Oh ya… ya… aku mendengarmu, maaf… tapi sepertinya, kita baru pertama kali ini bertemu…” Sahut Miyoung kemudian, terdengar begitu gugup.

Miyoung berusaha sekeras mungkin untuk balas menatapnya, seulas senyuman pun terukir di kedua sudut bibirnya. Ia mencoba sebisa mungkin agar pria ini tak merasa curiga kepadanya.

‘Ck! Benar-benar tidak pandai berbohong!’ Gumam pria itu dalam hatinya. Ya, ia jelas adalah Lee Donghae. Ingin rasanya ia tertawa karena geli melihat kegugupan yang jelas terlihat dari wajah gadis di hadapannya itu.

Donghae lantas berdehem pelan dan melipat kedua tangannya. “Hm… ya mungkin kau benar… aku rasa, aku salah mengenalimu dan mengiramu sebagai seseorang yang aku kenal…” Ujar Donghae, ikut masuk dalam kebohongan Miyoung dan berpura-pura tak mengenali gadis itu.

‘Aku berhasil! Sepertinya dia tidak mengenaliku! Oh ya, kau hebat, Shim Miyoung!’ Jerit Miyoung kegirangan dalam hatinya.

Kepercayaan diri Miyoung mulai meningkat dan gadis ini pun kembali berkata, “Kalau begitu aku permisi… aku-”

“Jadi, kau dari perusahaan mana, nona?” Tanya Donghae lagi, memotong cepat ucapan Miyoung tadi.

“Apa?!” Ujarnya terkejut, “Aku dari Shim Cooperation.” Jawabnya buru-buru.

“Ah… jadi kau bekerja di perusahaan Changmin?! Sungguh kebetulan! Perusahanku bekerja sama dengan perusahaan itu! Senang bisa mengenalmu nona.” Balasnya lagi, ia menyodorkan telapak tangannya.

Miyoung tersenyum dengan enggan untuk menanggapi ucapan Donghae tadi. Tapi, di dalam hati ia merutuki kebodohannya sendiri yang malah menyebutkan nama perusahaan keluarganya itu.

‘Bodoh, bodoh! Shim Miyoung, kau bodoh!’ Rutuknya dalam hati.

Merasa tak enak karena terus mengabaikan tangan Donghae yang terulur, ia lantas menjabat tangan pria itu sebentar dan berniat untuk menariknya kembali, tetapi ia kalah cepat dengan gerakan Donghae yang terlebih dahulu menggenggam erat telapak tangannya itu.

“Kau mau berdansa denganku, nona?”

“Eh? Ah… tidak… aku-”

“Ayolah… aku memaksa!” Dan entah ini hanya perasaannya saja atau tidak, tetapi saat melihat senyum kecil di wajah Donghae, Miyoung merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

Dia berniat untuk melepaskan genggaman Donghae dan melarikan diri sekarang juga. Tapi, jika dia melakukan hal itu, sama saja ia bunuh diri. Donghae pasti akan segera mengenalinya saat itu juga dan mungkin saja dia akan melakukan hal yang lebih mengerikan dari hanya sekedar mengancam untuk memecatnya.

“Ehm… ya, baiklah…” Pasrah Miyoung pada akhirnya.

Donghae menuntunnya menuju lantai dansa. Sebelah tangan pria itu merangkul erat pinggulnya dan sejujurnya Miyoung merasa risih dengan hal ini.

Apalagi, saat Donghae semakin merapatkan tubuh mereka. Menghilangkan jarak di antara mereka, lalu keduanya pun mulai menggerakkan tubuh mereka secara se-irama, mengikuti setiap ketukan alunan musik.

“Jadi… kau datang sendiri ke acara ini?” Tanya Donghae kemudian, Miyoung dapat merasakan hembusan nafas Donghae yang terasa hangat menerpa kulit wajahnya.

“Uhm.. sebenarnya aku datang bersama temanku.” Jawab Miyoung, berusaha untuk tetap terlihat tenang walau pada kenyataannya, jantungnya masih terasa berdegup sangat kencang.

“Begitukah?” Donghae mengangguk singkat.

“Lalu, apakah kau memiliki seorang kekasih?” Tanya Donghae lagi.

“Tidak. Kenapa?” Miyoung mengernyitkan keningnya, merasa terganggu dengan pertanyaan Donghae ini. Entahlah, dia hanya merasa seperti gadis murahan lainnya yang selalu ia cibir.

Dan sepertinya, pria di hadapannya ini mulai mengeluarkan jurus ‘menggodanya’.

‘Dia tidak mungkin bersikap semanis ini jika saja dia tahu kalau ini adalah aku!’ Miyoung kembali bergumam dalam hatinya, seolah merasa kesal karena menyadari jika Donghae tengah menggoda dirinya yang lain.

Ya! Jelas saja, Donghae tidak mungkin menggoda gadis sepertinya kan?! Lagipula, bukankah pria di hadapannya ini tak menyadari siapa dirinya sekarang?!

Dewi batin Miyoung seolah terus meneriakinya dengan kata-kata itu, menyadarkan Miyoung jika sikap manis Donghae saat ini bukanlah untuknya!

Donghae menundukkan wajahnya, memperhatikan raut wajah Miyoung yang entah sejak kapan berubah murung. “Apakah kau sedang memikirkan sesuatu, nona?”

“H-huh?” Miyoung tersadar dari lamunannya dan tanpa sengaja, kedua mata orang ini pun bertemu pandang.

Keduanya sama-sama terdiam, seakan masing-masing dari tatapan mereka mampu mengirimkan suatu ‘magic’ tertentu yang di mana saat ada orang yang melihat tepat ke arah mata itu, maka orang itu akan merasakan sekujur tubuhnya kaku serta sebuah getaran kecil yang bersarang di tubuh mereka yang entah darimana asalnya.

Ya, dan itulah yang di rasakan oleh Donghae dan Miyoung sekarang. Keduanya sama-sama dapat merasakan sebuah getaran yang begitu kuat dalam diri mereka ketika saling menatap satu sama lain. Seolah ada puluhan kupu-kupu yang kini tengah berterbangan di dalam perut mereka.

Tak ingin terlalu larut dalam perasaan aneh itu, Miyoung segera saja memalingkan wajahnya ke arah samping.

“M-maaf…” Cicit Miyoung pelan, tak berniat untuk menatap mata Donghae barang satu detikpun.

Awalnya Donghae masih terdiam, tetapi sedetik kemudian seulas senyuman tipis pun kembali menghiasi wajah pria tampan ini.

“Untuk apa kau meminta maaf padaku? Aku rasa… kau tak melakukan kesalahan apapun…”

Miyoung hanya menunduk sembari menggedikan bahunya, berusaha mengalihkan perhatian Donghae dengan kembali menggerakkan tubuhnya dan kembali berdansa dengan pria itu.

Senyuman canggung terlihat jelas di wajah gadis ini dan Donghae menyadari hal itu dengan sangat jelas.

“Sebenarnya… aku melihatmu bersama seorang pria tadi dan jika aku tidak salah… pria itu adalah Shim Changmin. Apakah sebegitu dekatnya kau dengannya?” Tanya Donghae kemudian, mengalihkan pembicaraan.

Miyoung terdiam sejenak, seolah mencerna kata demi kata yang baru saja di katakan oleh Donghae.

‘Baiklah, Shim Miyoung. Sekarang dia sedang berusaha mencari tahu siapa dirimu, jadi bersikaplah seperti orang lain! Ingat, dia tidak mengenalmu sekarang!’

Dewi batin Miyoung seakan kembali berbicara dengannya dan entah kenapa gadis ini benar-benar merasa kecewa. Seolah, ia lebih berharap jika sikap Donghae yang seperti saat ini memang di tunjukkan kepadanya.

Kepada Shim Miyoung yang bekerja untuknya, kepada Shim Miiyoung si gadis tak menarik yang selalu di cemooh oleh sebagian besar karyawan di kantornya.

Tapi… Hey! Bukankah ini yang di harapkannya?! Bukankah ini rencananya agar pria itu tak mengenalinya dan dia terbebas dari ancaman pria itu?!

Miyoung lantas menghela nafas singkat, berusaha menjernihkan pikirannya. Gadis ini lantas mendongakkan kembali wajahnya dan memasang kembali senyum tipis di wajahnya.

“Well… sebenarnya… aku adalah adiknya. Apakah kau tahu jika sebenarnya pria itu memiliki seorang kembaran wanita?” Sahut Miyoung kemudian, bersikap lebih tenang daripada sebelumnya.

“Benarkah itu? Oh… wow, bukankah ini suatu kehormatan besar untukku karena bisa berdansa dengan gadis penting sepertimu?” Seru Donghae dengan senyuman khas-nya yang memikat.

“Oh… ya tentu saja.” Miyoung mengangguk singkat.

Senyuman di wajah Donghae perlahan-lahan berubah menjadi sebuah seringaian licik yang penuh arti. Rangkulan pria itu tiba-tiba saja berubah semakin erat dan ia semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuh Miyoung.

Sejujurnya, Miyoung merasa gugup dengan semua itu, tetapi sebisa mungkin dia tetap bersikap tenang untuk menghadapi pria ini.

Donghae mendekatkan wajahnya, nyaris membuat ujung hidung mereka saling bersentuhan satu sama lain. Miyoung terlihat membulatkan matanya sementara itu, Donghae masih memperlihatkan seringaiannya.

“Tetapi… jika aku tak salah menebak… bukankah kembaran Changmin itu bernama Shim Miyoung?”

Deg!

Seluruh otot-otot syaraf Miyoung terasa menegang sekarang, aliran darahnya pun seakan membeku dan bibirnya pun terasa kelu sekarang, tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.

Donghae kembali tersenyum padanya, masih dengan jarak wajahnya yang begitu dekat dengan wajah Miyoung. “Dan… jika aku tidak salah lagi, gadis bernama Shim Miyoung itu adalah salah satu karyawan di perusahaanku. Benarkan, Miyoung-ah?”

Deg!

Entah untuk yang keberapa kalinya Miyoung merasa terkejut hari ini. Seolah-olah ia mendapatkan serangan jantung secara mendadak yang mampu membuat detak jantungnya berhenti saat itu juga.

Dan begitupun dengan sekarang, kedua matanya hanya terus membulat menatap kaget pada pria di hadapannya ini, tak ada suara yang terlontar dari mulutnya dan sekujur tubuhnya terasa berubah membeku sekarang.

“Jadi, kau benar-benar datang ke pesta ini, Miyoung-ah?” Pria itu tersenyum penuh kemenangan. “Ya… well, kehadiranmu ini membuatku menang dalam taruhan kecil yang kubuat di antara teman-temanku. Terima kasih, Miyoung-ah.”

Seakan mendapatkan kembali kesadarannya secara utuh, Miyoung melirik ke arah pria ini dengan tatapan bingung sekaligus kaget di saat bersamaan.

“A-apa? Jadi… alasan kau memaksaku dan bahkan sampai mengancamku untuk datang ke pesta sialan ini, karena… kau sedang bertaruh dengan teman-temanmu?!” Pekik Miyoung tertahan.

Donghae menggedikan bahunya acuh. “Ya, begitulah…”

Seluruh rasa terkejut yang di rasakan Miyoung seolah lenyap begitu saja dan mulai tergantikan dengan perasaan terhina serta sakit hati yang luar biasa menyesakkan.

“Sialan kau! Brengsek! Berani-beraninya kau bersikap kurang ajar seperti ini! Sialan kau, Lee Donghae!” Sentak Miyoung penuh emosi.

Miyoung mendorong tubuh Donghae dengan sekuat tenaga lalu memukul dada pria itu dengan kepalan tangannya, sebelum akhirnya dia berniat untuk menampar pria itu, tetapi tertahan saat Donghae dengan sigap menahan gerakan tangannya.

Dada Miyoung terlihat naik turun dan gadis ini benar-benar tak dapat menahan diri lagi. Dia merasa kecewa, sakit hati, sedih dan entahlah… rasanya seperti dia sedang di khianati oleh pria ini.

“Lepaskan aku!” Bentak Miyoung sekeras mungkin, membuat seluruh mata di pesta itu tiba-tiba saja tertuju ke arah mereka berdua. Namun, keduanya seolah tak peduli dengan hal itu.

Amarah Miyoung semakin naik hingga ke atas ubun-ubunnya saat Donghae tak kunjung melepaskan tangannya. Kedua matanya pun mulai terasa memanas, seakan ia bersiap untuk menumpahkan ribuan air mata saat ini juga.

Tapi dia tidak bisa, dia tak mungkin membiarkan Donghae melihatnya seperti ini. Takkan pernah!

Miyoung menyentakkan tangan Donghae dengan kasar lalu berjalan menjauhi pria itu. Kedua matanya terlihat berkaca-kaca, “Aku membencimu!” Jerit gadis itu sedih.

Air mata pun mulai mengalir deras dari air matanya, namun dengan segera ia mulai berbalik dan menerobos kerumunan para tamu yang masih tetap melihat ke arah mereka berdua.

Gadis ini benar-benar tak peduli dengan para tamu itu, yang ia inginkan sekarang hanyalah menjauh dari pria bernama Lee Donghae itu.

Sungguh, dia tak mengerti kenapa ia harus merasa se-sakit hati ini. Padahal, selama ini ia selalu tak peduli dengan kata-kata pria itu.

Tapi kenapa sekarang dia harus merasa sakit hati seperti ini?! Dan kenapa rasanya harus seperti dia tengah di tolak oleh seorang pria?!

©Those Eyes©

Miyoung baru saja akan menaiki mobil yang di bawanya bersama Eunsoo tadi. Tapi, kedua tangannya terlalu bergetar sehingga usahanya untuk membuka pintu mobil itu pun rasanya sulit sekali.

Dengan kesal ia pun berjongkok di samping mobil itu dan isak tangisnya pun mulai terdengar bersamaan dengan segala umpatan yang terlontar dari mulutnya.

Greb!

Tiba-tiba saja ia merasakan seseorang mengangkat tubuhnya, membuatnya terkejut dan reflex menjerit, teralihkan dari tangisnya tadi.

“YA! Apa yang kau lakukan?! Turunkan aku, sialan!” Jerit Miyoung marah, dia baru tahu jika yang tengah menggendong tubuhnya saat ini adalah Lee Donghae, pria yang jelas-jelas telah membuatnya menangis sejak beberapa menit yang lalu.

Tetapi Donghae seakan tak menggubrisnya dan malah membawanya Miyoung ke tempat di mana mobilnya di parkir. Dengan otomatis ia membuka pintu mobilnya, lalu tanpa pikir panjang lagi, Donghae segera melemparkan tubuh Miyoung ke bagian jok belakang mobilnya.

“Apa yang-Ehmpp!!”

Bola mata hitam Miyoung sukses melebar saat Donghae melumat bibirnya dengan begitu tiba-tiba. Gerakan bibir pria itu terkesan kasar dan menuntut, memaksa Miyoun untuk segera membuka bibirnya dan membiarkannya mengakses seluruh rongga mulutnya.

“Hmm!!” Miyoung berusaha mendorong tubuh Donghae untuk menjauh darinya, tapi pria itu tak berkutik barang sedikitpun dan malah semakin menghipit tubuhnya hingga punggung Miyoung menekan kuat pintu mobil di belakangnya.

Merasa geram karena Miyoung tak kunjung membuka bibirnya, dengan sengaja pria itu lantas menggigit bibir bawah Miyoung sehingga gadis itu merintih kesakitan.

“Ahhnn…” Miyoung mendesah tertahan ketika Donghae menggunakan kesempatan itu untuk memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulutnya.

Dengan gerakan lidahnya yang telah ahli, Donghae mulai membelit serta menghisap lidah Miyoung sehingga sebuah decakan keras terdengar dari ciuman itu.

“Hen… uhnnn… ti-kan!”

Plak!

Tamparan yang cukup keras itu mendarat tepat di pipi kanan Donghae. Sementara itu, Miyoung semakin beringsut ketakutan sambil mengusap bibirnya dengan kasar.

Kedua mata Miyoung masih nampak berkaca-kaca dan nafas gadis ini pun terlihat terengah-engah. “Brengsek kau, Lee Donghae! Apakah kau juga bertaruh dengan teman-temanmu untuk menciumku, huh?!” Teriak Miyoung geram.

Donghae seakan tak mempedulikan teriakan itu dan justru berniat untuk kembali mencium Miyoung, tetapi gadis itu dengan segera mendorongnya dengan sekuat tenaga sehingga Donghae tak bisa mendekatinya.

“Aku bilang hentikan! Kau piki aku adalah pelacur yang dapat kau perlakukan se-rendah itu?!”

Tatapan Donghae berubah tajam dan dingin, dengan cepat ia melepaskan topeng yang sedari tadi Miyoung gunakan, setelah itu ia lantas memegangi kedua tangan Miyoung dengan erat.

“Kau pikir dengan menyamar seperti itu, kau dapat membohongiku? Apakah kau pikir kau dapat menghindar dariku?!”

“Lepaskan tanganku!” Pekik Miyoung keras, tak mempedulikan kata-kata Donghae.

“Apakah kau berpikir aku melakukan semua ini hanya karena sebuah taruhan?!”

Kata-kata Donghae sukses menghentikan berontakan Miyoung, gadis itu terdiam dan ia menatap Donghae dengan penuh emosi.

“Memang itu kan yang kau mau?! Dan… ya! Kau berhasil Lee Sajangnim! Kau dapat membuatku berada di pesta sialan ini dan kau memenangkan taruhan sialan itu juga! Dasar brengsek!”

“Lalu, bagaimana jika aku mengatakan aku melakukan semua itu bukan karena taruhan itu? Tetapi karena aku mengharapkan kau memang datang ke pesta ini!”

Miyoung mencibir sambil mendengus kesal. “Omong kosong!”

“Omong kosong katamu?! Kalau begitu, jelaskan kenapa jantungku terus berdetak cepat seperti ini!” Donghae menarik salah satu tangan Miyoung dan meletakkannya tepat di atas dada Miyoung.

Sejujurnya, Miyoung tak ingin mempercayai hal itu, tetapi saat ia merasakan detak jantung pria itu yang berpacu sangat cepat, sama halnya seperti apa yang di rasakan olehnya, Miyoung benar-benar harus mempercayai ucapan pria itu.

Ia tertegun di tempatnya, terkejut dengan apa yang di rasakan oleh tangannya.

“Bagaimana? Apakah kau bisa menjelaskan tentang hal ini?” Nada suara Donghae berubah melembut dan begitupun dengan tatapannya yang berubah, tak lagi dingin seperti tadi.

“T-tidak!” Miyoung berniat menarik tangannya, tetapi Donghae tetap menahannya dan membiarkan tangannya terus berada di atas dada pria itu.

“Sejak awal aku melihatmu, aku terus merasakan hal ini dan asal kau tahu saja, hal ini selalu bertambah kuat setiap kali aku melihatmu di kantor! Dan semua itu terasa lebih kuat lagi setiap kali mata kita bertemu pandang. Aku selalu merasakan dadaku bergemuruh kencang seperti ini!”

Miyoung tak mampu mengatakan apapun, ia terlalu sibuk mencerna setiap kalimat yang terlontar dari mulut Donghae.

“Dan bahkan.. aku sampai rela mencari tahu latar belakangmu! Itulah alasan kenapa aku mengetahui jika kau adalah kembaran Changmin. Kupikir… pada awalnya aku tertarik kepadamu karena latar belakangmu yang berasa dari Shim Cooperation. Tapi, semakin lama aku melihat dan mengenalmu. Jantungku selalu bergetar kuat seperti ini dan setelah itu aku sadar… aku tertarik padamu, Shim Miyoung! Bukan karena kau berasal dari keluarga kaya atau karena aku bertaruh dengan teman-temanku! Tapi karena aku memang tertarik padamu! Aku jatuh cinta padamu!”

Seketika itu juga, Miyoung dapat merasakan serambi-serambi hatinya yang berubah terang, ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya pun terasa mulai menggelitiknya dan perasaan hangat pun mulai menjalar di sekujur tubuhnya.

“Aku mencintaimu, Shim Miyoung. Dan aku takkan membiarkan lelaki manapun menyentuhmu! Tak ada yang boleh memilikimu selain aku, kau hanya akan menjadi milikku! Karena itu, kau takkan pernah bisa lari dariku meski kau berusaha untuk menyamar dan menjauhiku, kau paham?!”

Hal selanjutnya yang dapat Miyoung rasakan adalah sebuah lumatan yang kembali bersarang di atas bibirnya. Namun, ciuman kali ini terasa berbeda. Ciuman ini tak lagi kasar dan tak menuntut.

Ciuman ini bergerak secara perlahan dan membuainya untuk membalas ciuman itu. Untuk detik-detik pertama, Miyoung masih merasakan kebingungan dan hanya terus diam terpaku.

Tetapi, perlahan ia mulai menutup kedua matanya dan menikmati ciuman tersebut. Ia bahkan mulai berani membuka mulutnya dan membalas ciuman itu. Dan ketika Donghae mulai melepaskan tangannya, Miyoung pun mulai melingkarkan kedua tangannya di sekitar leher Donghae.

Gairah keduanya semakin meningkat, salah satu tangan Donghae bahkan menelisik masuk ke dalam gaun Miyoung, meraba-raba paha gadis itu dan semakin bergerak ke bagian ms.v-nya.

Lenguhan serta desahan tertahan pun semakin terdengar ketika Donghae sesekali mengecup dan menjilat lidahnya kemudian kembali melumat bibir Miyoung dengan penuh hasrat yang mendalam.

Knock… knock… knock…

“Hey.. kalian berdua! Berhenti melakukan hal mesum di tempat terbuka seperti ini!”

Sebuah teriakan yang berasal dari Eunhyuk yang ntah sejak kapan telah berada di luar mobil, jelas saja mengejutkan Donghae dan Miyoung.

Keduanya lantas berbalik dan dengan kedua mata yang melebar, Miyoung buru-buru mendorong tubuh Donghae hingga wajah pria itu nyaris saja menabrak jendela mobil di sampingnya.

Dengan geram, Donghae menurunkan kaca mobilnya dan menatap Eunhyuk kesal. “YA! Kenapa kau harus keluar dan mengganggu kegiatanku, eoh?!” Sentak pria itu marah.

Eunhyuk hanya menggedikkan bahunya dengan acuh, “Well… aku hanya sedang mencari udara segar di luar sini… tetapi, aku malah di perlihatkan adegan mesum di antara Lee Sajangnim dan Shim Agaesshi…” Sahut Eunhyuk menyindir.

Sementara Donghae terlihat geram pada pria yang tak lain adalah saudaranya itu, Miyoung justru terlihat bungkam seribu bahasa. Pipinya telah merona merah dan ia tak sedikitpun berani menatap Eunhyuk yang berada di luar mobil.

“Sialan kau, Lee Hyukjae!” Gerutu Donghae seraya menutup kembali jendela mobilnya.

Terdengar tawa Eunhyuk dari luar sana dan tak berapa lama pria itu pun memilih untuk kembali masuk ke dalam acara pesta itu.

“Ck! Benar-benar mengganggu!” Donghae kembali menggerutu kesal sembari melepaskan dasi yang tak terlihat rapih lagi itu.

Miyoung masih tenggelam dalam kediamannya, sesekali ia melirik enggan pada pria di sampingnya ini.

Dalam benaknya ia terus berpikir, benarkah mereka baru saja berciuman? Benarkah kata-kata pria ini benar? Dan… apakah sebenarnya dia pun telah memiliki perasaan yang sama dengan pria ini? Aaah… dia benar-benar tak mengerti semua ini!

“Le-lebih baik aku pulang…” Miyoung berucap dengan gugup, tangannya berniat untuk membuka pintu mobil di sampingnya.

Donghae menoleh padanya dan sebelum Miyoung sempat membuka pintu mobil itu, ia telah terlebih dulu menarik tangannya.

“Kau pikir, aku akan membiarkanmu pulang setelah semua ini?!”

“Eh? T-tapi aku harus-”

“Tidak ada alasan apapun!” Sela Donghae cepat seraya mendekati wajah Miyoung kembali.

Deg!

Lagi, Miyoung merasakan jantungnya kembali berpacu dua kali lebih cepat saat ia menatap sepasang bola mata berwarna kecokelatan itu. Seluruh tubuhnya terasa lemas dan ia pun seolah tak dapat berkutik barang sedikitpun.

“Dengar… malam ini, aku takkan membiarkanmu menatap orang lain selain aku! Hanya aku! Dan aku akan terus membuatmu terjaga malam ini!”

Kedua mata Miyoung melebar, jelas ia mengerti maksud ucapan pria di hadapannya ini. “A-apa?!” Pekiknya, kerongkongannya terasa tercekat sekarang.

“Malam ini… kita akan menghabiskan waktu bersama… dan setelah itu, kau akan menjadi milikku… selamanya.”

Donghae menyeringai kecil kepadanya, sebelum akhirnya pria ini pindah ke bagian depan mobil dan mulai menyalakan mesin mobilnya.

Sementara itu, Miyoung masih terpaku di tempatnya, terlalu ‘terhipnotis’ dengan sepasang mata milik Donghae itu.

Dan pada akhirnya dia tahu… bahwa sebenarnya, dia takkan pernah bisa lepas dari pria bernama lengkap Lee Donghae ini.

Ya, dia telah kalah sekarang… dan ia harus mengakui… jika sebenarnya dia pun telah jatuh cinta pada pria ini sejak pertama kali mereka bertemu di sesi wawancara itu.

The End…

Iklan

183 thoughts on “Those Eyes (2/2)

  1. ouw…ouw…ouw…
    ikaaan loe bakal bikin miyoung slalu terjaga malam ini,udah ketularan sma otaknya hyuk ni anak kkk. 🙂

  2. hheerrgggg!!!! namanya cinta…dlm wujud apapun pasti akan tau apalagi secantik n sesexy miyoung. cerita yg ringan gampang dimengerti dan dipahami n tanpa ada konflik yg begitu berat…pokokx T.O.P B.G.T apalagi couple younghae tambah klop deh.
    keep writing yach ‘thor…utk couple ini or couple lainnx
    aq disini selalu menunggu cerita2 yg baru dr dirimu 🙂

  3. Aigoo donghae oppa benar2 pemaksa, Miyoung brnar2 tdk jago u berbohong dan lsg ketahuan donghae oppa.. Ternyata donghae oppa memang benar2 mencintai Miyoung tp caranya salah mendekati Miyoung scr agresif justru membuat Miyoung takut

  4. aaaaaaaaa leedonghae mau dong tp yaa emang pas bnget perlahan erkuat eh lansung diselesaikan dan akhir ny pengakuan aduh haiii

  5. MHUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA/tbc/

    apa kublg kan,donghae tak mungkin tak mengenali miyoung.

    IKAN gtu Lowh….wkwkwkwkwk….

    aigooo~
    si monyet knpa ngeganggu aja yeee….gk bsa liat ikan seneng2 dikit /jitakeunhyuk/

    ishh…pdhal kan lumayan ada tontonan gratis ……/plaaak/

    hhh….akhirnya ikan mendptkan belahan jiwanya.meskipun dgn cara mesum /eh?/ oops!

    ah…..congrats lah bwt ikan mesum /julukanbaru/

    xDDD…..

  6. Huaaaaaaa sumpaaaah senyum2 sendiri baca ni ff 😀 .. Aaa lee donghae emang mempesona banget (eeh ?) ,, ahahah .. Ending nya oenn -.- .. Sequel dong 😀 .. Khdupan mereka stlah jadian gitu 😀

  7. Bagus bgt Eonnie ff mu, selain Kyuhyun-Haneul couple, aku juga suka Donghae-Miyoung couple.
    Butuh sequel pokokknya, haruuuuusss!!!!!

  8. Woaaaa akhirnya nongol , aku sempet ga coment di chap 1 karna sinyal jadi aku coment di chap ini ya hehe ..
    Kyaaaa donghae.. atasan macem apa itu ? mesum kkke~

  9. aahhh asik asikkkk lanjutannya cepet di publish haha. kayanya kalo ada sequel seru nih hehehehe daebak keep writing!:)

  10. Lee Sajangnim, jadikan aku yang kedua. Wkwkwkwk… Oh my, Dong Hae begitu ‘panas’. Sequel dong, dimana Miyoung berakhir di atas ranjang Dong Hae *YadongKumat 😀

  11. Hadueh hadueh makin panas….. ambil kipas kebut kebut eonni oasti kelanjutannya juga tambsh panas nih …..ditunggu eonni lanjutannya

  12. Wahaaaaaaa seru banget tp unn ada sekit Typo… Tapi feel’a dapet. Sungmin emang namja cute, gigi kelinci’a aku suka, 😀 #GakNanya,
    Adegan dimobil bikin aku merinding baca’a. 😀

  13. donghae dirimu, oh my…
    suka benget ma karakternya donghae disini. seru abis… eunhyuk kaeu datang disaat waktu yang sangat..sangat..tepat…
    eonni, walaupun cuman twoshoot cerita ini bener-bener meresap ampe kebawa mimpi… xixixixixi
    aku selalu menunggu FF terbarumu eonni,,,

  14. Ohh ohh harus muncul sequel ini eon, pnasaran bgt ama kelnjutannya, reaksi org kntor dsb..
    Ada typo eon pas bahian hae narik tangn miyoung, harusnya knn di taro didada hae tp disitu didada miyoung..

  15. Owwwww jadi donghae sdh lama toh suka sm miyoung
    Hahaha donghae keren yak krn saking cintanya dy sm miyoung smpe gk bsa dibhngi kalo miyoung nyamar
    Donghae main nyium aja widiwwww kira2 apa ya yg bakalan mereka lakukan *sensor
    Hadohhhh thor zuzur msh krng thor
    Ditunggu thor utk karya brkutnya

  16. Huaaa…!!!
    Donghae.. Sukses membuat miyoung mengangis,! Dan menerima apa yang kau katakan/? *eh, 😀

    pengen sequel….. Pengen tau cerita selanjutnya akan kaya gimana… Oke oke??? 😉

  17. Aigoo … lee dong dong ketularan eunhyuk …
    Hehehehe, mmm kyk’y klw ada kelnjutan dri kisah mrka bakal lebih seru nih^^

  18. Aigoo … lee dong dong ketularan eunhyuk …
    Hehehehe, mmm kyk’y klw ada kelnjutan dri kisah mrka bakal lebih seru nih

  19. daebak, dan ini happy end seperti biasanya….
    eunhyuk pengganggu hahahahaha hampir aja tuh,, trus nta kok ga d lanjutkab *loh hahaha *mulai dehhh pikiran *upss

  20. ah enhyuk menganggu aja nie..
    Truz suka bget ma karakter hae dsni.. Pemaksa.. Hihi..
    Dan lgi2 psti miyoung brakhir d ataz rnjang ma si hae.. Ah dah otak mesum nie.. Hem pokokx keren dah.. Cuma krang panjaangggg..hhh

  21. Keren, memang kalo uda cinta sm seseorang mau digimanain pun tetap bisa mengenal sosok org itu, bagus sekali ff nya, di tunggu karya lainnya chingu ^^

  22. huwweee hyuk makasi yakk xD mereka belum menikah!
    thor masih ada typonya :v btw, sering” bikin ff dongekk dong, jangan kyu terus -_-
    Author, keep writing!!!

  23. donghae agresif bgt….baru jadian aja harus jaga semaleman..benar kata sooeun,.nie bisa berakhir diranjang…heee….heeee…bagus thor…coe ditunggu next ffny lagi ya,..

  24. wuaaahhhhhhhhhhh daebaaaakkkkkk
    suka banget alurnya hahahah apalagi pas donghae nyatain perasaannya. berasa donghae lagi nembak gue deh wkwkwkwkw xD

  25. wah, donghae ganas bangt yah, kekeke
    duh, ngg kuat baca kata donghae, “aku akn membuatmu terus terjaga mlm ini”, 😄
    sequel dong, gmana pacarn mreka ato mgkin adegn ‘ehm’ ny jga boleh, haha *yadongparah

  26. Hooaa, lee donghae.. Makin hari, makin liaaarrr.. Khas donghae banget, aku suka.. :*

    Lg2 eunhyuk mengganggu, kasian jg gak pny psngan, hehehe..
    Nice ff… 🙂

  27. Eh… Eh… Kamsudnya terjaga sepanjang malam itu apa ya? Mereka ceritanya nikah dulu kan baru kawin? Atau ………. *bacanyapasmalammingguotakyadongbertebaran

  28. heee..
    lee donghae, apa yg telah kau lakukan ituu..??
    semakin liar yaa.. hhhh *tariknapas
    lee hyukjae jjang.. timingnya passss bgt.. ngakak ngebayangin mukanya donghae yg diintrupsi sm hyukjae..
    ada sequelnya kaann..??
    ditunggu.. 😄

  29. astaga knp haeppa jd mesum gt..
    gk nyngka lw smuax bkln trjd ehhh mksdx miyoung kok bsa ajj kjbak gt.
    udh tw gk pnter boonk msh mw ajj boonk ehh mlh dy jd ikt di boonkin…

  30. aaaaaaaaaaaaaaaaaaa lee donghae kampret kampret kamprett aaaaaaa itu itu yg di mobil >< yaampun haeee kebiasaan deh maen serobot aja, kasian kan miyoung jdi susah napas kkeke dan aish beneran ini mah makin kesini makin kesemsem sama sosok hae yg ampunnnn charming gilaaa perfect dan badboy *ehh hhaha

    onnieeee ga mau tau pokonya wajb kudu ada sekuelnya yaaa 😀
    kerennnn imey sukaaaaaaa miyoung hae mumumu :*

  31. Wess donghae ganas banget. So sweet sih. Tapi ga gitu juga. Hyuk mengganggu nih. Momennya pas banget lagi.
    Akhirnya ff ini di lanjutin juga. Terima kasih authorr…

  32. huwaaa,.. donghae oppa !!
    pesonamu memang ga diragukan lagii
    eonni,.. jangan sampai nanti mereka melakukan hal yg enggk2 eonniii….. hrus ada kelanjutannya lagii
    ditunggu eonn

  33. Wow wow wow Donghae kenapa jd kaya Kyu? Pemaksa, pervert, seenaknya sendiri tp aku tetep suka kok..
    Eonni eonni seq bloody kissnya dong *aduh ini readers maksa bgt*

  34. Aiiisssssh NC ny gantung chingu!
    Dsr ‘monyet gunung’ mengganggu aj!!
    😀
    pengen sequel sech, tp lw g bisa y tak ap lah, brhub ff yg laen msh ad yg gantung jg kan…
    Tetap semangat y chingu!!

  35. Wah…abang ikan jadi pervert ama possesif banget…
    Si monkey oppa ganggu aja nich…
    Bikin sekuel dunk…nanggung banget…
    Miyongnya belum blg iya…baru pengakuan dari haeppa aja…

  36. Wow keren eon 😀 knapa ga di jadiin part aja hihi 😀 baca ff ini bkin ketawa2 sdri haha waktu miyoung nya ketauan ngebhong haha

  37. Aigooo…ttp y donghae oppa pke cara maksa bwt dptin miyoung..tp salut jg sich dy akhr’y bs jujur sm perasaan’y sndiri wlwpn cara’y aga sdkt nyakitin perasaan miyoung y yg jdiin dy bhan taruhan sm lee brothers yg lain..

  38. Woaaaaaahhhh daebaaaaakkkk… Br aj ngungkapin prsaanny udh lgsg ngjak main semalaman, wkwkwkwkwk.. Dasar donghae mesuuuuuuuumm.. Tp syukur deh mreka b2 akhirny brsatu. Jd pnasaran sm pnampilan miyoung wkt acara itu..

  39. Miyoung kok semudah itu sih terlena sama donghae. Donghae juga langsung “to the point”. Tapi selebihnya, aku suka. Keep writing eon!

  40. Ff nya baguus. Miyong mang dsarnya cantiik,,mau d gmna”in jg ttp cntik,donghae maenn cium” ja enak bnget sichh,,,

  41. Nah, kalo yang begini ini perlu sequel namanya. haha, becanda kak. pokoknya, semua karyamu itu selalu bisa buat orang senyum-senyum sendiri ngebayanginnya, bahasa yang bagus dan rapi. uggh, bikin seneng bacanya.

  42. Yakkk author ..
    Padahal cuma 2 part tapi kenapa feel sama alur kena banget ..
    Simple, seru, bikin deg degan, semuanya dapet pokoknya ditambah cerita jelas banget, ga ngegantung lagi menurut aku ..
    WOW !! DAEBAK BANGET AUTHORNYA !!

  43. Hehe aq suka karakter Hae dsini…
    Feelnya dapet nih,, ngebayangin Hae pke topeng inget yg waktu single opera.. Kan misterius dan ganteng bgt dsana,,,
    Siapapun jg pst mau dengan Hae versi apapun..
    Ceritanya panas,, menegangkan dan berdebar” jd reader aja udh jedug” rasanya denger Hae bilang klo Miyoung itu miliknya,, apalagi beneran jd Miyoung… Waaaaaa ga tahan.. Hahahah
    Hmmm author pinter ngebawa reader ikut dalam cerita dan fantasinya…

  44. aw aw aw panas banget yaa ampyuuuun haha
    haduh donghae *tear*
    eooooon aku tunggu ffmu yg laen yah,,, ekh sama minta izin buat baca ff eon yg lainnya

  45. Uwah..ini memang Sweet

    dimana Part DoNghae Nyium minyoung
    N tUH eunhyuk pake acara gangGu segala!
    Haeyo..bikin berhenti ditengah adegan!

  46. mav y aku sekalian komen dr part 1 n par 2 dsini..huhuhu..
    Pas donghae cerita sungmin n eunhyuk ttg miyoung..rasany kaya dia udh kenal bgt sama miyoung..pdhl cuma tertarik dr mata miyoung..tp ternyata donghae udh cari tw ttgny..agak ngeri jg..tp ff ini bagus bgt..gomawo..

  47. Daebak,,
    Donghae yang Pemaksa dan Possessive banget..Miyoung yang Jinak” merpati,,cocok banget, sikap dan sifat masing”nya tergambarkan dengan baik,,alurnya juga pas..
    Makin suka deh sama couple niy..

  48. yaaaahh kok udah end aja thor😳 hahaha
    kurang seru aahh ga tau kelanjutannya gimana perasaan miyoung gimana ke donghae 😦
    its okay. aku suka sama fanfic ini.
    sorry yaaahbaru comment di part 2 ini😁😁😁

  49. Wow wow..tuan pemaksa tuhh
    Akhirnya jd juga mereka,,
    Haahaa..eunhyuk ganggu ihh, kalo gag di interupsi udah sampe mana tadi :D:D

  50. itu minyoung mau diapain:3 yak donghae mesum sekali kau wkwkw
    oya anyeong kak admin, aku reader baru disini:D ijin ubek ubek ya mweheh

  51. Wah donghae gk sabaran bgt ya. hahaha…
    Langsung capcus tuh. hehehe…
    Lancar deh rencananya abang ikan ini…

  52. auw so sweat banget.yah walaupun harus ada adegan pemaksaan donghae ke miyoung.tapi tetep aja mereka so sweat banget.terus lucu banget pas adegan miyoung yg pura-pura jadi orang lain di depan donghae.padahal donghae udah tau kalo itu miyoung.sumpah lucu banget.keren deh pokonya ff’nya,suka deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s