Hello, Mr.Stranger! (Part.3)

Hello, Mr.Stranger!

Title                : Hello, Mr. Stranger!

Author           : NtaKyung

Art Poster      : NtaKyung

Casts              : Lee Donghae, Shim Miyoung and Other Casts (Find By Yourself^^)

Genre             : AU(Alternate Universe), Drama, Humor, Romance

Length           : Series [On Writing]

Rated             : PG-15

Disclaimer     : Segala hal yang ada dalam fanfic ini, murni dari imajinasi saya sendiri! So, Don’t COPY-PASTE or BASHING!

©Hello, Mr.Stranger!©

Dua minggu telah berlalu, Donghae benar-benar melakukan pekerjaannya dengan baik. Meski dalam waktu singkat, dia sudah mampu mengambil hati para orang tua lanjut usia yang ada di panti jompo ini. Tak ada satu keluhan pun yang terlontar dari para penghuni panti jompo setiap kali Donghae melakukan pengecekan kesehatan. Mereka semua benar-benar merasa nyaman dengan keberadaan sang dokter muda yang tampan serta ramah itu.

Berbeda halnya dengan Miyoung, gadis itu jelas terlihat tak menyukai kehadiran Donghae di panti jompo ini. Belum lagi, Donghae menunjuk Miyoung sebagai asisten-nya. Alasannya? Itu karena Miyoung merupakan salah satu ‘senior’ di panti jompo ini, jadi dia lah yang Donghae pilih untuk jadikan asisten-nya, membantunya mengenal dan mengurus para penghuni panti jompo ini.

Seperti siang ini, Miyoung harus membantu Donghae membuat sebuah laporan kesehatan dari para penghuni panti jompo setelah melakukan pemeriksaan pagi tadi.

“Kenapa harus aku? Kenapa?! Bukankah masih banyak suster lainnya yang ada di panti jompo ini?! Kenapa pria asing itu harus terus menyusahkanku?!” Miyoung terus menggerutu selagi melintasi koridor, kedua tangannya memegangi setumpuk laporan kesehatan yang baru saja selesai di kerjakannya.

“Miyoung-ah…” Suara Jino terdengar dari arah belakang, tetapi Miyoung berpura-pura tak mendengarnya dan terus berjalan tanpa menoleh kepadanya. “Hey… Shim Miyoung!”

Jino buru-buru mempercepat langkahnya dan menyamakan langkahnya dengan langkah gadis tersebut. “Ada apa denganmu? Kau marah padaku?” Tanya Jino kemudian, dia telah berjalan tepat di samping Miyoung.

“Sudah jelas, tapi masih bertanya juga!” Sahut Miyoung ketus.

“Eh? Kenapa? Memangnya apa salahku?”

Miyoung menghembuskan nafasnya dengan cepat, ia menghentikan langkahnnya dan melirik Jino dengan kesal. “Kau pikir siapa yang membuatku jadi harus bersama pria asing itu, eoh?!”

Sesaat Jino nampak berfikir, tetapi begitu mengingat jika sebutan ‘pria asing’ yang di maksud Miyoung adalah Donghae, Jino lantas mengerti dengan ucapan gadis itu.

“Aaah… jadi, soal itu…”

“Soal itu katamu? Haish… kau tidak tahu bagaimana sengsaranya aku bersama pria asing itu, huh?!” Balas Miyoung galak.

Ingatan gadis ini kembali berputar ke hari-hari sebelumnya, dimana Donghae selalu bersikap sangat menyebalkan kepadanya. Pria itu bisa mengoceh seharian karena satu kesalan yang di buat Miyoung, tetapi dia bahkan masih bisa memperlihatkan senyum ramahnya kepada para penghuni panti jompo. Namun hal itu tak berlaku kepada Miyoung, tidak sama sekali.

“Eii… mungkin, itu hanya perasaanmu saja. Kupikir… dia pria yang baik.” Sahut Jino santai.

Sekali lagi Miyoung mendelik tajam pada pria di sampingnya itu. “Sebenarnya kau ini sahabat siapa? Pria asing itu atau aku?! Sepertinya kau memihak sekali kepadanya!”

“Tentu saja aku sahabatmu.” Jino menjawab dengan cepat, senyum lebar langsung menghiasi wajah tampannya yang terlihat lucu.

“Pembohong!” Cibir Miyoung.

“Aku serius, Miyoung-ah… percayalah, aku ada di pihakmu.”

“Cih!” Miyoung menoleh arah lain sambil terus mencibir ucapan Jino, kekesalan jelas terlihat di wajahnya.

“Ayolah… jangan marah padaku lagi, hm?” Bujuk Jino sambil memasang ‘aegyo’ selucu dan se-menggemaskan mungkin. Pria ini tahu jika Miyoung memang takkan pernah bisa berlama-lama marah kepadanya.

Miyoung melirik kearahnya sekilas, tetapi dia berusaha tak terpengaruh oleh ‘aegyo’ itu. Dia masih terus bersikap acuh kepada Jino.

“Aigoo.. sepertinya, Youngie-ku ini benar-benar marah padaku…” Jino sengaja memanggilnya dengan nama kecilnya.

Lagi, Miyoung kembali melirik ke arahnya. Namun, kekesalan tak lagi terlihat di wajahnya dan tergantikan dengan tatapan geli dan gemas. Senyum kecil pun mulai nampak di kedua sudut bibir Miyoung.

“Oho, lihatlah siapa yang tersenyum semanis itu!” Goda Jino sembari ikut tersenyum lebar. Di cubitnya dengan gemas wajah Miyoung.

“Ish… jangan mencubitku seperti anak kecil!” Miyoung membalas cubitan Jino dengan sebuah pukulan ringan dari tumpukan laporan kesehatan yang di pegangnya.

“Nah, tersenyum seperti itu kan terlihat lebih cantik.” Goda Jino, “Ayo, tersenyum lebih lebar lagi!” Lanjutnya bercanda, ia kembali mencubit kedua pipi Miyoung dengan gemas.

“Ya! Ish… Cho Jino!”

Keduanya bertatapan satu sama lain, sebelum akhirnya tertawa bersama dan saling melempar candaan kembali satu sama lain. Well, kedua orang ini memang sudah mengenal cukup dekat. Jadi, mereka sudah terbiasa bersikap layaknya sepasang adik-kakak yang begitu akrab.

©Hello, Mr.Stranger!©

Donghae menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, mencari seseorang yang sejak tadi tak kunjung terlihat batang hidungnya.

“Dimana gadis itu? Bukankah aku menyuruhnya untuk memberikan laporan kesehatan yang di buatnya?” Donghae bergumam sambil terus berjalan.

Kedua matanya menatap jeli ke setiap sudut tempat, tak ada satu tempat pun yang terlewat.

Namun, tepat ketika memasuki koridor gedung panti jompo ini. Tatapan Donghae tertuju pada sosok Miyoung yang tengah bercanda dengan Jino. Keduanya terlihat tertawa bersama dan langkah Donghae yang telah melambat pun seketika berhenti.

Sejenak, Donghae hanya terus menatap kedua orang itu dalam diam. Tetapi, lambat laun ia mulai merasakan sesuatu yang ganjil dalam dirinya. Entahlah, dia tiba-tiba saja merasa tak suka saat melihat kedekatan di antara Miyoung dan Jino.

Terlebih saat ia melihat tawa Miyoung yang lepas dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah gadis itu, seolah menambah kesan manis pada gadis itu.

Donghae tiba-tiba saja merenggut kesal, “Dia bahkan tak pernah tertawa ataupun tersenyum di hadapanku! Tapi kenapa dia bisa melakukan semua itu di hadapan Jino?!”

Ia ingat betul jika Miyoung hanya selalu memasang wajah masam setiap kali bersamanya. Dia hanya akan melihat tersenyum ketika dia berpapasan atau tengah berbicara dengan salah satu penghuni panti jompo ini. Tapi, semua itu tak pernah berlaku kepada pria tampan ini.

“Ya! Nona Shim!” Entah sadar atau tidak, tetapi Donghae memanggil gadis itu dengan nada ketus sekaligus keras.

Mendengar suara yang mulai terasa tak asing di telinganya, Miyoung lantas menoleh ke arah Donghae. Namun, begitu melihat wajahnya, seketika itu juga raut wajah Miyoung kembali berubah masam.

“Apa-apaan itu?! Kenapa dia harus kembali cemberut seperti itu?!” Donghae menggerut kesal dalam hatinya, dia benar-benar tak suka dengan reaksi Miyoung yang berubah ketika melihat dirinya.

Miyoung berdecak kesal sambil kembali memeluk laporan kesehatan yang di pegangnya. “Itu tanda alarm-ku.” Ujar Miyoung dengan berat hati.

Jino tersenyum kecil mendengar keluhan gadis itu. Ia lantas menepuk pelan pundak Miyoung, “Sudahlah… cepat hampiri Donghae Hyeong!”

“Ck!” Miyoung menghentakkan kakinya dengan cukup keras, lalu mulai berjalan mendekati sosok Donghae yang masih tetap berdiri di tempatnya.

Sama halnya seperti Miyoung, Donghae pun sama-sama terlihat kesal. Kedua tangannya dia lipat di depan dadanya dan bibirnya membentuk segurat garis datar.

“Ada apa?!” Tanya Miyoung dengan ketus begitu telah berdiri di hadapannya.

“Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu untuk memberikan laporan kesehatannya?!” Balas Donghae, tak kalah ketusnya.

“Aku sedang melakukannya!”

“Benarkah?” Donghae menaikkan sebelah alisnya, “Tapi yang kulihat tadi, kau hanya terus sibuk bercanda dengan Jino!” Suara Donghae jelas terdengar seperti sebuah sindiran, pria ini menggedikkan dagunya ke arah Jino yang telah berlalu pergi.

“Apakah anda sedang menyindirku, Dr.Lee?!”

“Tidak menyindir. Hanya mengatakan apa yang kulihat saja…”

Miyoung menggerutu dalam hatinya, sungguh, pria di depannya ini benar-benar menyebalkan dan membuatnya kesal setengah mati!

‘Tenang, Shim Miyoung… tenanglah… kau hanya tak perlu meladeni sikap menyebalkan pria ini… kau hanya perlu tenang.’

Miyoung terus membisikkan kata-kata itu ke dalam hati dan otaknya, berusaha menenangkan dirinya sendiri dengan cara itu. Sedetik kemudian, ia menghela nafas panjang.

“Aku sudah membuat laporan kesehatannya.” Ujar Miyoung kemudian, dia berusaha keras untuk menjadi lebih tenang.

Di sodorkannya laporan kesehatan yang sejak tadi di pegangnya. Namun, Donghae tak juga mengambil laporan tersebut. Pria itu hanya terus memandang laporan itu dengan datar dan pada detik selanjutnya, dia mendorong laporan itu tanpa penuh minat.

“Aku memintamu untuk mengantarkannya ke ruanganku, nona Shim. Bukannya memberikan laporan ini di koridor!”

Miyoung melongo dengan kedua matanya yang melebar, “A-apa?”

“Aku bilang, antarkan-laporan-itu-ke-ruanganku!” Ujar Donghae dengan nada mengeja dan memberi sedikit penekanan pada setiap kata-katanya itu.

“Tapi kau kan bisa mengambil laporan ini sekarang, kenapa harus aku yang mengantarkannya ke ruanganmu?!” Ketenangan Miyoung kembali terusik sekarang.

Donghae mengangkat kedua bahunya dengan acuh, “Aku tidak mau melakukannya. Lagipula, itu kan pekerjaanmu. Jadi lakukanlah dengan benar… nona Shim.”

“Apa? Tapi-”

“Ssst!” Donghae buru-buru menyela ucapan Miyoung dengan meletakkan telapak tangannya tepat di hadapan wajah Miyoung, membuat kedua mata gadis ini semakin melebar.

“Aku tidak mau mendengar apapun, sekarang… antarkan laporan itu ke ruanganku. Oke?”

Donghae lantas tersenyum singkat kepadanya, tetapi kemudian pria ini berbalik dan berjalan meninggalkan Miyoung yang masih terdiam di tempatnya.

Untuk beberapa saat Miyoung hanya dapat melongo sambil menatap sosok Donghae yang semakin menjauh dari tempatnya berdiri.

“Haish!! Kenapa pria asing itu harus begitu menyebalkan?!” Miyoung mulai menggerutu saat kesadaran telah kembali seutuhnya dan kekesalan memenuhi dirinya sekarang.

Sementara di sisi lain, Donghae hanya tersenyum kecil ketika mendengar gerutuan Miyoung yang samar-samar terdengar olehnya itu. Dia membayangkan bagaimana lucunya gadis itu.

©Hello, Mr.Stranger!©

Miyoung terus berjalan sambil sesekali menghentakkan kedua kakinya dengan cukup keras. Ia beberapa kali terlihat menggerutu tanpa bersuara, membuat beberapa orang yang melihatnya jelas saja di buat bingung oleh sikapnya itu.

Pasalnya, seorang Shim Miyoung sebelumnya tak pernah terlihat menggerutu seperti itu. Dia justru terkenal dengan sifatnya yang riang dan ramah pada setiap orang yang di temuinya. Tapi lihatlah gadis itu sekarang, dia bahkan mengabaikan keberadaan orang-orang yang ada di sekitarnya dan malah terlihat sibuk menggerutu.

Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, Miyoung masuk begitu saja ke dalam ruangan Donghae. Di lihatnya pria itu yang tengah duduk santai di kursi kerjanya sembari sesekali membolak-balik sebuah catatan kecil yang selalu di buatnya.

“Ini laporannya!” Ujar Miyoung dengan ketus, ia menjatuhkan laporan tersebut dengan cara yang sedikit kasar ke atas meja.

“Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dulu sebelum masuk ke ruangan ini?” Ujar pria itu kalem, namun tak menoleh padanya barang sedikitpun.

Miyoung mencibirnya tanpa bersuara, “Aku tidak bisa melakukannya!”

“Kenapa?”

“Karena aku tidak mau!”

Donghae mendongakkan kepalanya, menatap Miyoung dengan santai. “Tapi bukankah itu suatu keharusan?”

Mulut Miyoung nyaris menganga dengan lebar, rasa frustrasi dan kesal terasa bercampur aduk menjadi satu. Gadis ini mendengus keras seraya meraih cepat laporan tersebut dan berjalan keluar ruangan dengan perasaan dongkol.

Donghae benar-benar tak bisa menahan tawanya ketika Miyoung membanting keras pintu di belakangnya dan mulai mengetuk pintu tersebut pada detik selanjutnya.

Dengan sengaja Donghae tak langsung menjawab ketukan itu, dia benar-benar senang ketika menggoda Miyoung seperti itu.

Suara ketukan mulai bertambah keras pada detik-detik selanjutnya dan Donghae tahu jika gadis itu pastilah sudah sangat kesal kepadanya sekarang.

“Masuklah!” Sahut Donghae kemudian.

Pintu terbuka dengan cukup cepat dan Miyoung pun masuk tanpa mengatakan apapun. Dia jelas sekali tengah menahan emosinya yang siap meledak kapan dan dimana saja. Sedikit lagi saja pria ini memancing emosinya, maka Miyoung tak segan-segan untuk mengoyak-ngoyak wajah tampan pria ini.

Eh?! Tampan?! Well, Miyoung memang mengakui hal yang satu itu. Pria ini memang tampan!

“Ini laporannya, Dr.Lee!” Berusaha untuk tidak membanting laporan tersebut, Miyoung pun meletakkan laporan tersebut di tempat semula.

“Hm…” Sahut Donghae tanpa sepatah katapun, hanya sebuah gumaman yang terdengar dan sebuah anggukan singkat darinya.

Sungguh, ingin rasanya Miyoung memukul wajah pria itu dengan kepalan tangannya. Tapi, ia memperingatkan dirinya sendiri untuk tidak melakukan hal itu.

‘Kau hanya perlu mengangguk singkat kepadanya lalu berbalik pergi! Tenanglah… kau pasti bisa melakukannya, Shim Miyoung.’

Suara dewi batin Miyoung terus dan terus memperingatkannya.

“Kalau begitu, saya permisi…” Ujar Miyoung kemudian. Ia mengangguk singkat lalu berbalik, berniat bergegas pergi dari ruangan tersebut.

Awalnya, Donghae tak mengatakan apapun. Tetapi, tepat ketika Miyoung nyaris menyentuh kenop pintu di hadapannya, sebuah suara terdengar.

“Nona Shim.”

Miyoung hampir saja menjerit karena frustrasi, kesal karena pria itu tak henti-hentinya terus membuat dirinya marah.

“Ada apa lagi, Dr.Lee?!” Balas Miyoung dengan penuh penekanan, dia berbalik cepat ke arah Donghae, menatap pria itu dengan kesal.

Donghae balas menatap gadis itu dengan tenang dan sedetik kemudian, seulas senyuman tipis pun nampak di wajah tampan pria ini.

“Terima kasih untuk laporannya.”

Deg!

Perasaan marah dan kesal itu, perlahan memudar ketika di lihatnya senyuman Donghae yang begitu lembut. Belum lagi, penuturan kata-kata Donghae benar-benar terdengar tulus.

Tak dapat menemukan kata-katanya, Miyoung hanya dapat mematung di tempatnya untuk beberapa saat. Namun, kemudian gadis itu segera tersadar dan buru-buru mengangguk singkat sebelum akhirnya bergegas keluar dari ruangan itu.

“Aigoo… ada apa dengan pria asing itu?! Kenapa dia harus tersenyum seperti itu kepadaku? Benar-benar aneh!” Miyoung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, dia berusaha mengenyahkan perasaan aneh yang tiba-tiba hinggap dalam dirinya.

©Hello, Mr.Stranger!©

Sorenya, panti jompo yang tenang itu di ributkan dengan salah satu penghuninya yang mulai mengamuk. Dia adalah seorang pria tua berusia sekitar 60-an, dia mengamuk meminta untuk di pertemukan dengan isterinya yang sebenarnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu.

“Dimana isteriku?! Kalian pasti menyembunyikannya! Cepat bebaskan isteriku!” Teriak pria tua itu, dia memegangi sebuah tongkat kain pel yang cukup panjang.

Para petugas di panti jompo itu, terlihat mengelilinginya dan berusaha menenangkan pria tua itu. “Ahjusshi… tenanglah, isterimu sedang keluar. Sebentar lagi dia pasti akan datang…” Ujar Jino kemudian.

Pria tua itu melotot ke arahnya. “Tidak! Dimana isteriku?!” Serunya dengan keras.

Petugas yang lain berusaha mendekatinya, tetapi tertahan karena pria tua itu mengibaskan tongkat kain pel itu dengan kasar.

“Ahjusshi… kami tidak berbohong. Tunggulah sebentar lagi… isterimu pasti akan datang.” Kini giliran petugas lain yang mencoba untuk membujuknya.

Sedangkan dari arah luar, nampak Miyoung dan Donghae yang berlari dengan terburu-buru. Miyoung memang langsung memanggil Donghae begitu mengetahui jika pria tua itu mulai mengamuk dan nyaris mencelakai dirinya sendiri serta penghuni panti jompo lainnya.

“Apakah semuanya sudah terkendali?” Tanya Donghae pada Jino.

“Tidak. Dia masih terus berusaha memukul kita dengan tongkat.” Ujar Jino sambil menoleh sesaat ke arah pria tua itu.

“Usahakan untuk dapat memegangnya, aku akan menyuntikkan obat penenang untuknya.”

“Obat penenang? Apakah tidak ada cara lain?” Miyoung bertanya dengan kaget, sejujurnya dia tak terlalu suka jika melihat para orang tua lanjut usia ini harus menahan sakit ketika di beri suntikan obat penenang.

“Tidak ada cara lain, itu satu-satunya cara membuatnya diam dan tak mencelakai dirinya serta kita semua.” Sahut Donghae dengan serius, ia lantas berbalik dan meraih sebuah suntikan baru serta sebotol kecil cairan obat bius,

Jino lantas memberi interupsi kepada para petugas di sampingnya untuk dapat memegang pria tua itu. Mereka semua menangguk paham dan kembali menatap pria tua itu sembari terus berusaha membujuknya untuk menurunkan tongkat tersebut.

“Ahjusshi…” Miyoung ikut membujuk pria tua itu. “Tenanglah… tunggu sebentar lagi saja… isterimu mengatakan padaku jika dia sedang dalam perjalanan kemari.” Ujarnya kemudian.

Pria tua itu menatap galak pada Miyoung, tetapi begitu melihat gadis itu tersenyum hangat kepadanya, membuat hati pria tua itu sedikit luluh namun tidak sepenuhnya dia tenang.

Miyoung lantas mengangguk. “Ya… isterimu akan datang kemari sebentar lagi.” Ujarnya lagi. Dia mulai berjalan mendekati sang pria tua, sementara petugas yang lain berusaha memegang pria tua itu dari arah belakang.

“Benarkah? Isteriku akan datang?” Tanya pria tua itu.

“Ya…” Miyoung tersenyum sambill kembali mengangguk.

Pria itu sudah terlihat semakin tenang. Namun, menyadari jika seseorang tengah berdiri tepat di belakangnya, membuat pria tua ini kembali panik dan seketika berbalik kembali sembari mengangkat tongkat kain pel yang di pegangnya.

Tapi, siapa yang menyangka jika ujung tongkat itu mengenai wajah Miyoung dan membuat gadis itu terdorong dan terjatuh.

“Ahk!” Miyoung meringis kesakitan sembari memegangi wajahnya dengan tangannya.

“Miyoung-ah, kau tidak apa-apa?!” Jino buru-buru menghampirinya dan gadis itu menggeleng singkat sebagai jawabannya.

Donghae sempat terkejut melihat Miyoung terjatuh seperti itu, tetapi fokus pria ini kembali pada sang pria tua yang telah berhasil di pegang oleh kedua petugas lainnya. Lalu, dengan cekatan Donghae lantas memberikan sebuah suntikan kepada pria tua itu.

Untuk beberapa saat, pria tua itu masih melakukan perlawanan dengan memberontak. Tapi kemudian dia merasakan seluruh tubuhnya mulai terasa lemas dan akhirnya pria tua ini pun menjadi semakin dan semakin tenang.

“Bawa dia ke kamarnya!” Suruh Donghae kemudian.

“Ya, dokter.” Sahut keduanya yang merupakan pria, mereka lalu mengangkat tubuh pria tua itu dan membawanya ke ruangannya.

“Aku akan merapihkan semuanya.” Ujar Jino seraya beranjak dari tempatnya.

“Aku akan membantu…”

“Tidak, Miyoung-ah. Kau lebih baik duduk saja… kau pasti merasa pusing karena pukulannya, dia memukulmu dengan cukup keras.” Ujar Jino kemudian.

“Aku tidak apa-apa, Jino-ya.”

“Biar aku lihat wajahmu!” Ujar Donghae yang entah sejak kapan telah berdiri di sampingnya, Donghae menarik tangan Miyoung dari wajahnya.

“Ya tuhan, Miyoung-ah! Kau terluka!” Seru Jino, terkejut saat melihat garis panjang di sekitar pipi Miyoung yang sekarang mulai mengeluarkan sedikit darah.

“Ini bukan apa-apa.”

“Kau harus mengobatinya, nona Shim. Luka ini bisa saja menimbulkan infeksi dan berbekas.” Ujar Donghae, menyela cepat ucapan Miyoung.

“Tapi-”

“Jangan banyak bicara lagi, ikut aku sekarang!” Ujar Donghae seraya menarik tangannya dan membawa Miyoung ke ruangannya.

“Duduklah di sini sebentar…” Suruh Donghae kemudian, dia mengeluarkan kotak P3K dari dalam lemari kaca yang ada di sudut ruangan.

“Tapi aku baik-baik saja. Ini hanya luka kecil!” Ujar Miyoung seraya beranjak dari duduknya.

“Jika aku mengatakan padamu untuk duduk, maka kau harus duduk nona Shim! Bisakah kau tidak membantah perintahku untuk kali ini saja?” Donghae mengatakan kata-kata itu dengan cukup tenang, tapi entah kenapa Miyoung merasakan jika ada yang berbeda dari nada suara pria itu.

Seolah, pria itu tengah… mengkhawatirkannya? Tapi Miyoung menepis pikiran tersebut dan memilih untuk kembali duduk, menuruti kata-kata Donghae tadi.

Donghae lantas duduk di samping Miyoung. Sudah terbiasa dengan apa yang di lakukannya, Donghae benar-benar melakukannya dengan teliti dan bersungguh-sungguh.

Di tariknya dagu Miyoung agar menghadapnya dan secara perlahan-lahan, Donghae mulai mengolesi luka Miyoung dengan kapas yang telah terlebih dulu di lumuri cairan alkohol.

“A-ahk!” Miyoung meringis kesakitan, keningnya mengkerut menahan rasa perih pada luka tersebut.

“Tahan sebentar.” Ujar Donghae dengan lembut.

Entah ini hanya perasaannya saja atau tidak, tetapi Miyoung merasa jika pria itu benar-benar memperlakukannya dengan sangat baik. Setelah mengolesi obat betadine pada lukanya, pria itu lantas menempelkan hansaplast pada luka Miyoung itu.

Sejenak, Miyoung dapat merasakan aroma menyegarkan yang berhembus dari nafas pria ini. Hawa panas terasa membakar kulit Miyoung dan anehnya Miyoung merasakan jantungnya kini berdegup kencang.

Terlebih ketika wajah Donghae berada begitu dekat dengannya, tepat berada tiga centi di samping kanan wajahnya.

“Nah, sudah selesai!” Gumam Donghae puas. Pria itu tersenyum tipis seraya menoleh ke arah Miyoung.

“T-terima kasih.” Sahut Miyoung, tiba-tiba saja merasa gugup dan canggung.

Lagi, Donghae tersenyum kepadanya. “Itu bukan apa-apa.”

Deg!

Debaran jantung Miyoung terasa semakin bertambah kencang sekarang dan perasaan gugup pun seakan semakin lama semakin menguasai dirinya.

“A-aku harus membantu yang lain…” Miyoung segera beranjak dari duduknya, berniat untuk segera pergi secepat mungkin dari tempat itu.

Tapi, kepalanya tiba-tiba saja terasa berdenyut-denyut dan Miyoung mulai merasakan kedua penglihatannya terasa buram dan berputar-putar.

“Kau tidak apa-apa?” Donghae segera menahan tubuh Miyoung yang nyaris terjatuh.

“H-huh? Ah… sepertinya… aku sedikit merasa pusing.” Jawab Miyoung sembari memegangi ujung pelipisnya.

“Kalau begitu beristirahatlah dulu sebentar di sini. Mungkin, itu di sebabkan dari pukulan tadi, jadi kau merasa pusing seperti sekarang ini.”

“Tapi masih banyak hal yang harus aku kerjakan.”

“Biar orang lain yang melakukannya, mereka pasti mengerti.” Ujar Donghae. “Sudahlah… sekarang lebih baik kau istirahat saja di sini.” Pria ini lantas kembali mendudukkan Miyoung di atas sofa panjang di belakangnya.

Tanpa berniat untuk menolak, Miyoung akhirnya memilih untuk mengikuti saran Donghae. Lagipula, dia benar-benar tidak kuat dengan pusingnya. Ini benar-benar menyiksa.

“Aku akan memberitahu seseorang jika kau merasa pusing.” Donghae segera melangkahkan kedua kakinya dan pergi keluar ruangan.

Miyoung menatap sejenak pintu yang telah tertutup itu dan senyum tipis pun terlihat di sudut bibir gadis itu. “Dia tidak seburuk yang aku kira…” Gumamnya pelan.

Kemudian, tak berapa lama Miyoung mulai merasakan kantuk menyerang dirinya. Gadis ini lantas merebahkan punggungnya di sandaran sofa dan tak butuh waktu lama hingga akhirnya ia terlelap dalam tidurnya.

Setelah 15 menit kemudian, Donghae akhirnya kembali ke dalam ruangannya. Dia baru saja menutup pintu di belakangnya, ketika tatapannya tertuju pada sosok Miyoung yang telah terlelap tidur itu.

“Dia pasti sudah sangat lelah…” Pikirnya dan seulas senyuman khas pria tampan ini pun mulai nampak.

Dia kemudian berjalan mendekati Miyoung, mencoba mengamati wajah terlelap Miyoung lebih dekat lagi. Gadis itu benar-benar terlihat tenang dan damai dalam tidurnya, membuat Donghae merasa ikut tenang melihatnya seperti itu.

Beberapa helai rambutnya menutupi sedikit wajah Miyoung, lalu dengan memberanikan diri Donghae perlahan mulai menggerakkan tangannya mendekati wajah Miyoung. Jari-jarinya bergerak menyisikan rambut Miyoung ke samping.

“Omo!” Donghae hampir di buat terkejut ketika tubuh Miyoung beringsut ke samping, pria ini langsung saja menangkap tubuh Miyoung dan alhasil gadis itu pun menyandar tepat di dadanya.

“Ehmm…” Miyoung bergumam pelan sambil menggerakkan kepalanya sedikit, tetapi gadis ini kembali terlelap dalam tidurnya.

Sejujurnya, Donghae sudah sangat takut jika Miyoung terbangun dari tidurnya. Tapi ketika melihat gadis itu semakin terlelap tidur dengan menyandar di dadanya, pria ini pun terkekeh geli. Menertawai kekonyolannya yang sempat terkejut sekaligus merasa geli dengan Miyoung.

Gadis itu benar-benar telah terlelah dalam tidurnya, bahkan di saat dia nyaris terjatuh dan berpindah menyandar pada dada Donghae, dia masih saja tetap tertidur pulas.

“Kau memang tak pernah berubah, Shim Miyoung.” Gumamnya sepelan mungkin. “Selalu berbeda…” Lanjutnya dengan seulas senyuman yang masih menghiasi wajahnya.

©Hello, Mr.Stranger!©

“Hm..” Miyoung menggerakkan kepalanya sekali sebelum akhirnya membuka kedua matanya dan gadis ini pun mulai terbangun dari tidurnya.

Dengan mata yang masih menyipit, khas seseorang yang baru terbangun dari tidurnya. Gadis ini pun menoleh ke arah kanan dan kirinya, dia sejenak terdiam tetapi beberapa detik setelah itu ia terperanjat dan tersadar.

“Aku ketiduran!” Pekiknya seraya beranjak dari tidurnya.

Tapi, sesuatu tiba-tiba saja jatuh dan Miyoung barulah menyadari jika sejak tadi sebuah jas putih yang ia yakini milik Donghae telah menyelimuti tubuhnya selama ia tertidur.

Miyoung lantas meraih jas tersebut dan memandangnya sejenak. Senyum bahagian pun mulai terpancar di wajah gadis ini, “Dia benar-benar pria yang baik…”

Cklek!

Suara pintu yang terbuka jelas mengejutkan Miyoung, tak ingin tertangkap basah jika dirinya tengah menatapi jas putih milik Donghae, dengan buru-buru Miyoung melemparkan jas itu ke sofa.

Benar saja dugaannya, Donghae masuk ke dalam ruangan itu dan tatapan mereka pun saling bertemu pandang. “Oh? Kau sudah bangun?” Ujar Donghae kemudian.

“Y-ya… begitulah…” Jawab Miyoung, sedikit gugup dan salah tingkah.

“Woah.. jadi ini ruang kerjamu, Lee Donghae!” Sebuah suara lain terdengar dari luar sana dan entah ini hanya perasaannya saja atau apa, tapi Miyoung merasa jika ia mengenali suara itu.

Donghae menoleh sekilas ke arah pintu dan kemudian muncullah seorang pria yang sukses membuat Miyoung terkejut sekaligus heran.

Kedua bola mata hitam gadis ini membulat dan melebar, “Eunhyuk-ah?” Ujarnya spontan, tak sadar jika kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Mendengar namanya di sebut, pria itu lantas menoleh ke arahnya dan senyuman di wajahnya pun berubah menjadi kebingungan, sama halnya seperti yang di alami Miyoung.

“Eh? Miyoung-ah!” Serunya dan senyum sumringah di wajahnya pun kembali. Dia kemudian berjalan mendekati Miyoung, “Aku tidak menyangka jika bisa bertemu denganmu disini! Apa yang kau lakukan di ruangan Donghae?!” Tanyanya kemudian.

Sementara Miyoung masih terdiam, Donghae justru yang terlihat kaget dan bingung sekarang.

“Tunggu dulu!” Ujar Donghae cepat, di lihatnya Miyoung dan Eunhyuk secara bergantian. “Kalian… saling mengenal?”

“Tentu saja aku mengenalnya! Donghae-ah… dia adalah gadis yang selalu aku ceritakan dulu!” Jelas Eunhyuk kemudian.

Donghae sejenak terdiam, berusaha mengingat-ingat kembali dan mencerna ucapan Eunhyuk. “Tunggu… maksudmu… dia… dia adalah gadis yang selalu kau temui di perpustakaan pusat kota?!”

“Tepat sekali!”

Miyoung mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan obrolan di antara Donghae dan pria di sampingnya ini. “Kalian sering membicarakanku?” Tanya Miyoung, merasa penasaran.

Eunhyuk lantas menoleh kepadanya, “Well… itu benar. Kau tidak marah kan?”

“Kau mengenal Donghae?” Tanya Miyoung lagi, memilih tak menjawab pertanyaan Eunhyuk.

“Tentu, kami telah bersahabat sejak di bangku SMP dulu.”

“Benarkah?!” Miyoung menoleh sesaat kepada Donghae, tetapi kembali menatap Eunhyuk yang kini mengangguk dengan antusias kepadanya. Senyum sumringah tak pernah lepas dari wajah pria ini.

Sementara itu, Donghae terlihat tak bergeming. Pria itu seolah larut dalam pikirannya sendiri. Tatapannya menatap sekilas ke arah Eunhyuk dan Miyoung.

Ingatannya pun berputar pada kejadian beberapa tahun lalu, dimana dia seringkali datang ke cafe dan mendapati sosok Miyoung yang selalu duduk di sudut cafe, seolah sedang menanti seseorang untuk datang.

Lalu, dia ingat akan percakapannya bersama Kyuhyun beberapa minggu lalu. Dimana pria itu mengatakan jika ada seorang pria yang Miyoung sukai, bahkan sampai sekarang dan hal itulah yang menyebabkan gadis itu tak pernah terlihat berkencan dengan pria manapun.

Ingatan serta bayangan Miyoung yang selalu memperhatikan ke arah mejanya, ketika dulu ia sering datang ke cafe itu bersama rombongan teman-temannya pun kembali berputar dalam otak Donghae.

Seketika itu juga, semua ingatan tersebut seolah menyatu dan terangkai menjadi sebuah cerita yang berhubungan satu sama lain.

“Jika… Eunhyuk telah mengenal Miyoung cukup lama. Dan… gadis itu memiliki seseorang yang ia sukai sejak lama… Apakah mungkin… pria yang di sukainya dan di perhatikannya sejak dulu adalah… Eunhyuk?!” Donghae menerka semua itu dalam gumamaman batinnya.

Sekali lagi ia menatap Eunhyuk dan Miyoung secara bergantian. Dan di saat itulah Donghae merasakan ada sesuatu yang berbeda dari pancaran mata Miyoung.

Ya, itu benar. Eunhyuk jelas-jelas adalah pria yang selama ini Miyoung sukai!

Deg!

Entah kenapa Donghae merasakan seluruh tubuhnya terasa menegang dalam seketika. Seluruh perasaannya terasa berkecamuk dan pergulatan batin pun terjadi dalam dirinya.

Perasaan menyesakkan tiba-tiba saja memenuhi rongga hatinya dan sejujurnya Donghae benci mengakui hal ini, jika sebenarnya dia begitu marah sekaligus kecewa saat mengetahui bahwa pria yang selama ini di sukai Miyoung adalah sahabatnya sendiri, Eunhyuk.

To Be Continued…

Note : Annyeong… My Lovely Readers… ^^ #lambai-lambaigaje Hahaha. Moga-moga aja gak bosen ya, ngeliat terus postingan sang Author labil nan gaje ini… Hihihihihi

Ehm, sebenernya sebelum publish part ini, aku mikir dulu berulang kali. Apakah part ini harus di update secepat ini atau tidak? Tapi, berhubung baca komentar di part.2 kemarin banyak yang ngeluh karena part.2 kesannya terlalu singkat dan sama dengan part sebelumnya.. maka, akhhirnya aku putuskanlah untuk update cepat part.3-nya… selagi emang udah ada gitu lanjutannya… hehehe #nyengirkuda

Yaaa… anggap aja, untuk part.3 ini bonus karena part.2 kemarin terlalu pendek dan hanya menceritakan side Donghae dari part.1-nya… Dan tenang aja, buat selanjutnya fanfic ini gak akan di bagi-bagi lagi ko side-nya… Itu part.1 sama part.2 emang sengaja aku bagi jadi 2 side dgn alur crita yang nyaris sama… hanya saja, aku emang sengaja buat begitu biar para readers langsung mengerti latarng belakang plus perasaan karakter masing-masing dari main cast ff Hello, Mr. Stranger ini… Hehehe

So, selamat menikmati part.3 ini… semoga kalian semua terhibur dengan lanjutan fanfic ini… Dan seperti biasanya, untuk yang sudah membaca fanfic di sini, jangan lupa tinggalkan komentar kalian yaah… Like juga boleh… makin seneng malahan kalo emang bener-bener ada yang suka sama fanfic bobrok buatanku ini… Hehehehe

Akhir kata, sampai jumpa… Sang author labil nan gaje ini mau tepar dulu dan kembali berkutat dengan tugas rumah sekaligus kerjaannya…>___<

Iklan

131 thoughts on “Hello, Mr.Stranger! (Part.3)

  1. Diriki semakin penasaran unnie
    lucu banget ya tuh couple bikin gemes dehh apa lagi si jino jadi kesem2 ni sm tuh anak.
    lanjut yaa eonnie.

  2. Wadduuuh donghae iseng banget yaa -.- ..
    Keliatan nya konflik dah mulai mncul nihh .. Hua kesian donghae ,, mlh eunhyuk yg d suka ama miyoung 😦 .. Sabar yaaa donghae ntar pasti miyoung jatuh hati ama donghae ,, hahahah …

  3. Mmm…. komen apa yah ??!! Soal’y ga ada yg perlu dipertanyakan di crita ini, semu’y sudh dijelaskan dengan sangat jelas. Konflik jga belum muncul, tpi ga mungkinkan kalau eunhyuk tiba² ajja gagalin pernikahan’y dan mulai menyukai youngie ?!wahh bisa² monyet sma ikan berantem tuh, hehehehehe. Mungkin sedikit penasaran knpa donghae dan jeyoung bisa berpisah ?? Tpi kyk’y untuk memulai crita itu msii lama yah, Well .. part selnjut’y ditunggu^^
    Fighting \(^_^)/…

    • Oh ma’sf mksud aku miyoung, sorry²
      Kebanyakn baca ff jdi aga ribet sama nma pemain’y, wahahahaha 😀
      Jesunghamnida^^

  4. Wah part 3!
    Daebak…..donghae oppa hebat banget sih, analisanya dah kaya’ detektif pros aja! Dlm wkt singkat dah tau miyoung sk ma eunhyuk oppa! G sbr nunggu lanjutanx!

  5. Dr. Lee, jangan selalu bikin Miyoung kesal dong, bang. Jadi susah kan buat Miyoung suka ma km. Dan kayaknya Miyoung udah mulai terusik, tapi dengan kemunculan Hyuk, Hae yang terusik. Ckckck…

  6. Huaaa kasian babang hae. Mulai merasakan gangguan2 dr tokoh ke tiga. Padahal ms.shim nya udah mulai kalem sama hae.
    Nunggu scene kyu-young thorrrrrr
    Penasaran bkal digambarin kayak gmn kedekatan mreka.

  7. Wow si ikan tampan ku sweet yaaa dan sepertinya miyoung sudah mulai merasakan benih2 cinta yang tumbuh kepada dokter tampan, tapi kenapa eunhyuk di munculinnya cepet banget??? bukannya miyoung lagi menghindari anchovy yg sebentar lagi bakal menikah sama aku itu *plakkk ngarep bangt gw hihihi~
    ancur banget ya pasti perasaannya hae setelah dia tau kalo wanita yang disukainya itu ternyata mencintai sahabatnya sendiri Tapi apakah donghae bisa merbut hatinya minyong dan membantu minyoung melupakan kenangan masalalunya???

    Next partnya secepat ini ya thourrrrrr

  8. Untuk part 3 aku udah memahami karakter masing2 tapi ini belum konflikkan?
    Karna ceritanya belum serumit yang aku bayangkan…
    Well…keep writing and fighting buat author…kekekeke

  9. uwaah :`(
    Haeppa cmburu ama soulmatenya sndri . . . .
    Aah,kyanya miyoung eonni uda mlai ada prsaan ama haeppa.. #kekeke
    Daebak,keren dll sbgainya,hahaha 😉
    Next bruan thor!!

  10. aku suka banget nih sama ff nya! apalagi ada hubungannya sama oh my boss.
    kalo aku sih seneng ffnya dipublish cepet 😀 penasaran juga sama kelanjutannya.
    dan semoga part4 cepet publish! 🙂

  11. Waahh, kasian hae. Jangan menyerah neo fishy ! Eunhyuk kan udah mau nikah, jadi gak bakal ngebuat miyoung jatuh cinta ke dia kan ? So, fishy oppa hwaiting !

  12. Nah..lho…skrng udh ktau’an siapa cwo yg d’sukai sm miyoung???tp apa hae oppa bkl diem aja gtu,gkn b’usaha bwt miyoung jth cinta sm dy???kn eunhyuk oppa’y jg udh mw nikah sm cwe lain????
    smkin penasaran qra” apa yg bkl d’lkuin sm hae oppa slnjt-y….

  13. keluar jg….. ya… 😉
    hubungang haeyoung kaya tom & jerry aja
    tp ttp da sisi manis’y… jg 😉
    cz miyoung dah mulai dugeun_dugeun klo deket hae…. 😉
    tp aku ga yakin klo enhyuk tu cwo yg disukain ma miyoung….
    ditnggu part 4 nya ya…. 😉

  14. Akhir’y donghae’y sadar klo yg dsukai miyoung eunhyuk…
    Emg eunhyuk gak da perasaan apa2 ma miyoung? Agak aneh klo gak da perasaan ma miyoung..
    N cho jino, jgn smpe jd saingan donghae jg utk mendptkan miyoung.. 😄
    D’tunggu next part

  15. wahhh.
    akhirnya d publish juga 🙂
    si miyoung udh mulai ad perasaan tu sm tuan lee 😀
    donghae cemburu
    di tunggu kelanjutannya 🙂

  16. kya nya crita ff yg satu ini alurnya ringan ya eon..

    gak kecepetan kok publisnya.
    tpi kra2 bkal ada konflik yg agak berat g ya,kya di ff nta eon yg lain??

    Tetap Semangat Ya Nta eonie dlam menuls fanfiction.

  17. DONGHAE CEMBURU binggo 😀
    hihihi sukaaa deh saat miyoung lagi kesel sama hae terus hae dateng dengan bawa senyumnya yg menawan itu kyaaaaaaa :* :* :*
    kkk tuh kan miyoung makanya jangan terlalu kesel2 sama haeee, aslinya baik dan perhatian kan ?? 😀 ayoooo cepetan jatuh cinta sama hae ❤

    lanjuuut eon :*

  18. aaahh, updatenya cepet.. sering2 ajj gini, kkkkkkkk~..
    naah kaaaaaann, bener yg kubilang dipart kemaren..
    eunhyuk cwok yg slalu ditunggu sm miyoung dn smpe skg msh suka..
    donghae tau kan ya..?? ga sabar nungguin part selanjutnya, pengen tau, reaksi donghae kyk apa..??
    duileee, miyoung yg ud mulai bimbang, bilang donghae tampan, dan ga sbruk yg dikira.. kaaaaan, hati2 miyoung.. donghae itu bisa jd bahaya laten loh, kl dy ud tebar pesonanya.. ahahahahhahaha *iniapa??
    dan noooh, donghae..?? terus berjuang..fightiiing..^^

  19. akhirnya di post juga part 3 nya. gag perlu lama2 nunggu.
    kelihatannya keduanya udah mulai tumbuh benih2 cinta nih.
    cuma belum mau mengakui. haha
    next part 4 nya. ditunggu…

  20. Astagaaaaa,, dipart 3 donghae bener2 cemburu kepanasan 2x pertama jino kedua eunhyuk,
    Woww, MR.stranger “sabar” aja yah (y)

  21. Omo hyuk suka cerota ttg miyoung ke donghae?? Ttg apa coba?? Suka khh?? Tp knpa nkah ama org laen??
    Dan Tn. Lee keluarkan pesonamu dong buat gaet(?) hatinya miyoung :);)
    Ada typo di atas tp secara keseluruhan bgus kog 😀

  22. wahhh donghae udah mulai cemburu nhe sama kedekatan miyoung n jino .
    seperti’a ada yg galau nhe .. (poor donghae )
    penasaran sama cerita selanjut’a .

  23. G kyuhyun g donghae 22nya sirik y sama jino. Kkkkkkkk
    Donghae udh mulai cemburu2 nih. Part selanjutnya pasti lbh seru nih.

  24. Eonni, donghae oppanya sama aku aja klo miyoung nya ga mau >< wkwkwkwk
    Oalahh sama" gengsi nih doi, donghae maju dong~ (?)
    Ditunggu secepatnya eonn lanjutannya kkkkkkk ^^

  25. thor, sebenernya aku suka sama ff yg dipublishnya cepet biar gak penasaran terlalu lama dan ceritanya keburu lupa 😀 tapi aku juga paham kok semua author pasti punya kesibukan masing2 gak nulis ff aja:) so, selama apapun tetep aku tunggu kok next chapternya (walaupun kadang juga kesel gak dipublish2 hihihi :D) keep writing thor! fighting! \m/

  26. Akhirnya mereka bertiga bertemu. Dan Donghae akhirnya tahu sebuah kenyataan yang membuatnya patah hati.
    Aigoo. Tak tega, tak tega, tak tega.

  27. hanya mau blg sabar,,wlpn cm klise ma hae.. hahahahhaaa..
    kshn bgt hae,,tp aku berharap klo penantianmu akan berakhir dengan indah n sesuai dengan yg km inginin..hihihiiii.. sok bgt ya aku..

  28. Cieeeeee udh mlai dket ni hae & miyoung. Miyoung jg lma2 sprtiny bkal suka, plgi hae mlai mnnjukkan prhatianny. Jgn patah smngat hae. Mskipun miyoung suka eunhyuk tp kn dy dh mw nikah, ksmptnmu unt pdkt hae.. Smngat trsssss!!!!

  29. jiahh tumben q telat baca,lg sibuk dampingin siswa lomba,jd kesenanganku dsampingkn dulu,br mulai bibit slg memuji diantara kduany

  30. Arrgghh~
    Eonni, kecepatan…
    Eh, cepat kali TBC’y…
    Belon apa” wes TBC… ><
    Gemes liat Donghae jadinya *My husband :*
    Good job Author! (y)
    Ditunggu next partnya ya… 😉
    Good luck (y) 😀

  31. cinta segitiga. donghae cepet banget tau kalau miyoung suka sama eunhyuk, gmna ya kalau eunhyuk tau kalau miyoung suka sama dia. kasian donghae, cinta nya bertepuk sebelah tangan.

  32. Akhirnya d post juga eon part 3 and part 4 nya..
    Jadi penasaran eunhyuk bakal tau ngak perasaan miyoung sebenarnya sblm dia married. ><

  33. Semakin seru ajaaa ceritanyaa..
    Huhh..kasian donghaee cemburu pasti ya..
    Sinisini aku peluk…#dihajar elf#
    eon,kapan muncul pemeran kedua cewenya??
    Gak sabar liat cinta segi empat nyaa..hihihihi

  34. izin baca yaa, sengaja baru baca ffnya,padahal penasaran banget,lanjutannya kan udah lumayan banyak tuh,biar nyambung terus,gak lama nunggunya hehe… 😀 keep writing pokoknya, ciptain terus ff ber-pairing ini :))

  35. Okedeh! Mau langsung baca part selanjutnya.. Donghae? Sabaryak?? Dibalik kesusahan pasti ada kebahagiaan.! Haha 😄 *maksud* tenang ajh kan dikitlagih eunhyuk mau nikah.. Jadinya miyoung ga mungkin maksain cinta nya ke eunhyuk

  36. Anyeong onnie, maaf ya aq baru bisa komen di part 3 ini 😀

    Jiahh donghae cemburu nih ceritanya hihihi nggak tau knpa tpi suka liatnya. Aq juga suka sama sikapnya miyoung di sini 😀

  37. ya ampun perhatian sama senyum dong hae sweet banget
    dokter pula bener” pria idaman ahihi >,<"
    *oke abaikan #geje -__-*
    aku penasaran kan di oh! my boss! miyoung kayak menghindar dri dong hae pas di pernikahan kyu kenapa yah?
    oke next ^^

  38. Miyoung udah mulai deg”an niy klo u udah deket” sama Donghae,,dah da rasa suka sepertinya,, tapi Miyoungnya blom nyadar, apalagi nerima perhatian Donghae yg agak sedikit berlebihan waktu Miyoung terluka..bikin envy..hohoho
    Akhirnya Donghae tahu klo Miyoung suka sama Eunhyuk..kasian..bikin nyesek..

  39. Wah Donghae kayak’y udah bener2 suka sama Miyoung, cuma dia ga sadar
    Kalo Miyoung tau kalo Donghae itu sepupu’y Kyuhyun gimana ya reaksi’y??

  40. Baru ngeh kalo waktu kangin ngancam miyoung dia nyebut-nyebut nama kyuhyun. Ada hubungan Apa kyuhyun&miyoung? Penasaran! Makasih atas ffnya.

  41. Wah sepertinya miyoung udah mulai sedikit terpesona nih sama donghae..
    Dan sepertinya donghae memang udah benar benar jatuh cinta deh sama miyoung, buktinya dia merasa tidak terima kalo miyoung itu suka sama eunhyuk?
    Kira kira miyoung akan gimana ya setelah dia ketemu sama eunhtihyukditempat kerjanya dia dan donghae?
    Next ya thor..
    fighting..

  42. waduh kasian donghae… miyoung cepat lah jatuh cinta ke donghae dan lupakan ikan teri itu hahahah..
    ternyata oh my boss di password ㅠㅠ kalo gitu baca ini aja deh sampai selesai…

  43. Yah.. Donghae emang manis sweet scanennya ringan tpi feel sweetnya itu dapet!
    Donghae-shi feelingmu tepat, Miyoung suka Eunhyuk tenang Hae Eunhyuk pan bkal nikah hhehehe Miyoung milikmu wkwk
    Cus ah ke part selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s