Egoistic Man (5th Part)

Egoistic Man

Tittle                       : Egoistic Man

Author                    : NtaKyung

Art Poster              : NtaKyung

Casts                      : Chou Zhoumi, Shim Miyoung, Shim Changmin, Shin Jaehee and Other Casts (Find By Yourself ^^)

Genre                      : Action, AU(Alternate Universe), Drama, Romance, Thriller and Unrated

Length                     : Series [On Writing]

Rated                      : PG-17

Disclaimer              : Segala hal yang berada dalam fanfic ini, murni adalah imajinasi saya! Jadi, di harapkan untuk tidak meng-COPY-PASTE ataupu mem-BASHING fanfic ini!

*-Egoistic Man-*

“Apa yang terjadi di sini?” Zhoumi mengulangi pertanyaannya, menatap kedua pelayannya dan juga beberapa penjaga yang kini tengah berdiri kaku di hadapannya.

“K-kami hanya sedang menjalankan tugas, tuan.” Salah satu petugas itu akhirnya berbicara.

“Menjalankan tugas?” Nada suara Zhoumi terdengar begitu datar, tapi cukup membuat para penjaga itu ketakutan setengah mati.

“G-ga-gadis itu mencoba kabur tuan!” Ujar petugas lainnya, menunjuk Miyoung dengan salah satu jarinya yang bergetar.

Zhoumi melirik ke arah Miyoung, gadis itu terlihat menunduk dengan tubuhnya yang bergetar hebat. Zhoumi bahkan dapat melihat dengan jelas air mata yang membasahi kedua pipi gadis ini lalu tatapan Zhoumi pun terhenti pada luka yang terdapat di sudut bibir Miyoung.

“Ya tuan, gadis itu bahkan menyerang kami berdua dan berusaha untuk kabur!” Pelayan itu berbicara dengan nada menuduh, tak ingin terkena ‘amukan’ dari Zhoumi.

“Benarkah?” Zhoumi menaikkan sebelah alisnya. Ia lantas membalikkan tubuh Miyoung dan membuat gadis itu menghadap ke arah para penjaga serta kedua pelayan itu. “Lalu bisakah kalian menjelaskan siapa yang telah membuat luka di wajah gadisku ini?!”

Dengan memberi sedikit penekanan pada kata ‘gadisku’, Zhoumi menengadahkan kepala Miyoung dan memperlihatkan para petugas serta kedua pelayan itu luka yang terdapat di sudut bibir Miyoung.

“Katakan padaku, siapa yang berani melakukannya, huh?!” Nada suara Zhoumi meninggi, hal ini membuktikan jika pria ini akan marah besar.

Para petugas dan kedua pelayan itu terlihat panik dan semakin ketakutan, semuanya terlihat gelagapan dan bingung harus mengatakan apa.

“Apa kalian masih belum mengatakannya juga?!”

Hening, semuanya masih tertunduk dalam diam. Tak ada satupun yang berani berbicara atau sekedar memandang pria bertubuh jangkung di hadapan mereka itu.

“Baiklah, jika kalian tidak ingin mengaku maka aku yang akan memaksa kalian!” Kata-kata itu seolah menjadi ancaman yang menakutkan untuk mereka semua.

Zhoumi melepaskan Miyoung dari cengkramannya dan berjalan mendekati para penjaga itu. Di tariknya salah satu dari mereka dan tanpa pikir panjang lagi, Zhoumi menghantamkan satu pukulannya yang begitu keras tepat di sebelah pipinya.

Pria itu tersungkur ke atas lantai dengan darah segar yang mengalir dari hidungnya. Miyoung bahkan memekik tertahan ketika melihat kejadian itu, merasa semakin takut ketika melihat pria itu menghajar bawahannya tanpa ada rasa belas kasihan.

“Katakan padaku! Apa masih tidak ada yang mau mengaku?!” Teriak Zhoumi marah.

Ditariknya lagi salah satu dari penjaga itu dan Zhoumi nyaris saja melayangkan kembali satu pukulannya, tetapi tertahan ketika penjaga itu berteriak ketakutan.

“Bukan aku tuan! Bukan aku! Yang melakukannya dan menyuruh kami adalah mereka!” Ujar penjaga itu, ketakutan setengah mati sambil menunjuk kedua pelayan di sampingnya.

Kedua pelayan itu tersentak, kedua mata mereka membelalak kaget dan tubuh mereka pun semakin bergetar hebat karena merasa takut.

Zhoumi menoleh ke arah mereka, melepaskan penjaga itu dari cengkramannya dan berjalan mendekati kedua pelayan itu. Pria ini mendengus keras sambil menyeringai licik, “Jadi kalian berdua yang melakukannya, eoh?!” Tanyanya dengan nada yang begitu dingin.

Mereka masih terdiam, belum berani mengakui.

“YA!” Teriaknya keras, membuat kedua pelayan itu terlonjak dan buru-buru berlutut tepat di hadapan Zhoumi.

“Maafkan kami tuan… maafkan kami.” Keduanya mulai terisak sambil terus berlutut.

“Wanita jalang! Berani-beraninya kalian melakukan itu!” Umpat Zhoumi marah.

Tanpa ada rasa kasihan, Zhoumi menjambak rambut salah satu pelayan itu, membuat gadis itu berteriak kesakitan dan tak di sangka sedetik kemudian Zhoumi telah melayangkan sebuah tamparan pada gadis itu.

Seketika itu juga, tubuh gadis itu tersungkur ke atas lantai dengan ujung bibirnya yang terluka, sama persis seperti kondisi Miyoung sekarang. Hanya saja, tamparan yang di terimanya itu ternyata lebih keras daripada tamparan yang di terima Miyoung.

Jelas saja, Zhoumi menamparnya tanpa ada rasa kasihan. Gadis itu menunduk sambil meringis kesakitan, memegangi hidung serta sudut bibirnya yang mulai mengeluarkan darah.

Miyoung tentu saja terkejut melihat pemandangan itu, dia hampir saja berjalan menghalangi Zhoumi untuk menampar pelayan kedua yang masih berlutut ketakutan di hadapannya itu. Tetapi sayangnya, Yoon Ahjusshi, kepala pelayan di rumah ini-yang telah berdiri di belakang Zhoumi tadi-, menahan gerakan Miyoung dengan memegang lengan gadis itu.

Miyoung menoleh ke belakang, mendapati Yoon Ahjusshi yang menggeleng padanya. Seolah pria itu tengah memperingatkan Miyoung untuk tidak ikut campur dalam hal ini. Sejenak gadis ini terdiam, menatap tak tega pada kedua gadis yang kini tersungkur tak berdaya di atas lantai dengan darah segar yang terus mengalir dari hidung mereka. Belum lagi, jejak tamparan Zhoumi di pipi mereka begitu berbekas dan terlihat sangat merah.

“Dengar!” Seru Zhoumi tegas. “Jika hal ini sampai terjadi lagi, aku tidak akan berfikir dua kali untuk membunuh kalian semua! Mengerti?!”

Semuanya tertunduk sambil mengangguk cepat. “Y-ya, tuan.” Sahut mereka bersamaan.

Zhoumi lantas menoleh pada Miyoung dan sadar jika dirinya kembali dalam bahaya, gadis ini meringkuk ketakutan di belakang Yoon Ahjusshi dengan wajahnya yang tertunduk.

Tatapan Zhoumi yang terlihat begitu mengintimidasinya jelas semakin membuat Miyoung enggan untuk menatapnya barang satu detikpun.

“Ikut denganku!” Ujar Zhoumi seraya menarik tangan Miyoung dengan tiba-tiba.

Miyoung hanya dapat memekik tertahan sambil berjalan tertatih-tatih, kesulitan mengikuti langkah panjang Zhoumi yang begitu cepat.

Brak!

Suara pintu yang terbuka keras itu terdengar, membuat Miyoung terlonjak dan membulatkan kedua matanya.

“Ahk!” Ringisan itu terdengar kala Zhoumi menghempaskan tubuhnya dan membiarkan tubuh gadis itu terjatuh ke samping ranjang yang biasa di tidurinya itu.

Ya, Miyoung telah kembali ke dalam kamarnya. Tempat dimana selama ini dia di kurung.

“Katakan padaku, kenapa kau berusaha melarikan diri dari tempat ini, huh?! Bukankah aku sudah memperingatkanmu sebelumnya?!”

Zhoumi melonggarkan dasi yang sedari tadi terasa mencekiknya, di lepaskan kancing lengan kemejanya dan dengan cepat menarik lengan kemeja itu hingga ke bagian sikunya.

Namun, keheningan terus berlangsung. Miyoung hanya tetap terdiam membisu, tak berniat untuk menjawab pertanyaan Zhoumi.

“Kenapa kau diam?! Apakah aku juga harus memaksamu untuk berbicara seperti apa yang aku lakukan pada orang-orang di bawah tadi?!” Ujar Zhoumi dengan nadanya yang datar, tetapi Miyoung dapat merasakan keseriusan dalam kata-kata pria itu.

Seolah, hal itu adalah sesuatu yang biasa ia lakukan. Dan bukan tidak mungkin jika Miyoung pun mendapatkan perlakuan yang sama dengan kedua pelayan wanita tadi. Ingatannya pun kembali pada perlakuan Zhoumi beberapa hari lalu, dimana dia tak segan-segan memaksa dirinya untuk menghabiskan makanan yang di sediakan untuknya itu.

“Shim Miyoung!” Sentak Zhoumi.

“Aku melakukannya karena aku memang tidak ingin berada di tempat ini! Aku ingin pulang!” Akhirnya Miyoung meluapkan semuanya, melontarkan keinginannya untuk bebas dari pria tak berperasaan ini.

“Pulang katamu?” Pria ini berjongkok di hadapan Miyoung dan langsung menarik dagunya, memaksa Miyoung untuk menatapnya. “Shim Miyoung-ssi… apakah kau lupa jika aku pernah mengatakan padamu, bahwa kau takkan pernah bisa pergi kemanapun lagi! Kau adalah milikku sekarang, tidakkah kau paham kata-kata itu?!”

Rahang Miyoung mengeras dan tatapannya yang tajam itu seakan menantang Zhoumi. Gadis ini tak boleh terlihat takut lagi di hadapan pria ini, dia harus kuat agar bisa melawannya!

“Kau tidak berhak memilikiku! Aku bahkan membenci pria brengsek sepertimu!”

“Pria brengsek?” Zhoumi mengulangi kata-kata Miyoung dengan santainya. “Aah… aku sudah terbiasa mendengar hal itu.”

“Menjijikan! Kau benar-benar pria menjijikan yang pernah aku kenal!” Sentak Miyoung keras, kemarahan semakin menguasai dirinya.

“Brengsek dan menjijikan, lalu apa lagi?” Seringaian kecil nampak di sudut bibir Zhoumi, pria ini seakan tak terganggu dengan segala umpatan yang Miyoung lontarkan untuknya.

Kedua tangan Miyoung mengepal dengan kuat, gadis ini tahu jika dia memang takkan pernah bisa melawan pria di hadapannya ini. Dia telah kalah telak darinya dan semua usaha yang ia lakukan hanya akan menjadi sia-sia dan omong kosong belaka.

“Aku membencimu!” Teriak Miyoung penuh emosi, ia mulai memukul-mukul Zhoumi dengan kepalan tangannya. Berharap, jika pria ini akan merasa kesakitan akibat pukulannya itu.

Tetapi Zhoumi tak melawan, dia hanya terus diam sambil tetap menatap Miyoung datar. Tak ada ekspresi yang tergambar di wajah pria itu.

Sementara Miyoung masih terus memukulinya dengan kedua kepalan tangannya. “Lepaskan aku! Lepaskan aku! Aku membencimu! Brengsek! Menjijikan!” Teriak Miyoung lagi, terus dan terus mengumpat Zhoumi dengan kata-kata itu.

Masih tetap sama, Zhoumi tetap tak bergeming dan menerima pukulan Miyoung begitu saja. Membiarkan Miyoung meluapkan segala perasaannya saat ini, sampai pada akhirnya pukulan itu mulai melambat dan tangis Miyoung pun mulai pecah dalam seketika.

Diremasnya kuat-kuat kemeja Zhoumi dan air matanya pun mengalir semakin deras. Suara isak tangisnya tak dapat ia sembunyikan, lalu dengan wajahnya yang tertunduk Miyoung pun berkata dengan suaranya yang bergetar.

“Kumohon… lepaskan aku! Lepaskan aku dari tempat ini! Biarkan aku pergi… kumohon…”

Sesaat, Zhoumi hanya tetap diam, mengamati kesedihan serta keputus-asaan yang tersirat di raut wajah Miyoung. Tangannya bergerak secara perlahan, sedikit ragu untuk menyentuh gadis di hadapannya ini.

Namun sedetik kemudian, Zhoumi mengenyahkan seluruh perasaan ragu itu dan tanpa pikir panjang lagi, ia lantas merengkuh tubuh Miyoung dengan kedua tangannya, memeluknya erat dan membiarkan Miyoung terus menangis di dalam dadanya.

Awalnya, Miyoung memberontak di dalam pelukan itu. Merasa begitu jijik dan benci karena pria ini memeluknya dengan begitu erat, tetapi Zhoumi tak kunjung melepaskan pelukannya juga dan anehnya, lama kelamaan Miyoung justru semakin merasa nyaman dalam pelukan pria ini.

Pelukannya terasa melindungi dirinya, membuatnya aman dan nyaman. Kehangatan semakin merasuk dalam dirinya dan akhirnya Miyoung pun tak lagi melakukan aksi berontaknya. Dia hanya terus menangis, menumpahkan seluruh emosinya dalam ribuan air mata yang tak henti-hentinya mengalir dari ujung matanya.

*-Egoistic Man-*

Hari sudah tengah malam dan Zhoumi masih tetap terduduk di sisi ranjang itu, terus menatapi sosok Miyoung yang telah tertidur lelap di atas ranjangnya.

Entah sejak kapan gadis itu telah tertidur di dalam pelukannya, terlalu lelah karena menangis. Lalu Zhoumi pun membaringkan tubuh gadis itu di atas ranjangnya dan sampai sekarang gadis itu masih tetap tertidur lelap.

Sebelah tangan Zhoumi bergerak mendekati wajah Miyoung, di sentuhnya setiap helai rambut Miyoung yang tergerai itu dan tatapannya pun menelusuri setiap inchi dari wajahnya.

Ada lingkaran hitam yang begitu jelas di bawah mata Miyoung, menandakan jika selama ini Miyoung tak pernah tidur dengan cukup.

Ya tentu saja, mana mungkin gadis itu bisa tidur dengan tenang di saat dirinya tengah di sekap di suatu tempat yang menurutnya sangat berbahaya ini? Dimana, mungkin saja nyawanya itu bisa melayang kapan saja.

Tatapan Zhoumi beralih pada luka di sudut bibir Miyoung, sudah terlihat sedikit kering tapi tetap saja luka itu terlihat begitu menyebalkan untuknya. Rasa-rasanya, Zhoumi ingin kembali menampar kedua pelayannya itu tanpa henti. Membuat mereka merasakan sepuluh kali lipat rasa sakit yang di rasakan oleh Miyoung.

“Seharusnya kau menuruti kata-kataku, Miyoung-ah…” Ujarnya berbisik pelan. “Seandainya saja kau tidak melawanku… kau tidak mungkin terluka seperti ini…”

Jari-jarinya bergerak menyentuh kening Miyoung, mengusapnya dengan gerakan lembut dan begitu berhati-hati. Seakan ia tak ingin mengusik ketenangan Miyoung dalam tidurnya.

“Jangan pernah melakukan ini lagi, Miyoung-ah… jangan memaksaku melakukan hal yang mungkin bisa menyakitimu.” Lanjutnya, berharap jika kata-kata itu akan mampir ke alam bawah sadar Miyoung dan membuat gadis ini berhenti melakukan tindakan-tindakan konyol yang mungkin dapat membahayakannya.

Contohnya, seperti kejadian tadi. Zhoumi tak ingin kejadian Miyoung yang berusaha untuk kabur dari tempat ini terulang lagi.

“Seandainya saja kau tidak lupa kejadian itu… aku mungkin, takkan pernah melakukan semua ini kepadamu.”

*-Egoistic Man-*

Meski jam telah menunjukkan pukul 2 pagi, Jaehee masih terlihat sibuk dengan berkas-berkas yang kini ada di hadapannya. Berulang kali keningnya mengerut setiap kali dirinya membaca berkas-berkas tersebut.

Ya, ia tengah membaca data-data kejahatan yang telah di lakukan kelompok mafia Dragon Dark selama ini. Dan seluruh perhatiannya pun sekarang tertuju pada berkas file enam tahun yang lalu, dimana terjadinya pembunuhan berantai oleh kelompok Dragon Dark.

Kedua bola mata hitam Jaehee bergerak cepat, membaca setiap paragraf dari laporan tersebut dan dia tahu dengan jelas apa yang tertulis di laporan kejahatan itu tidak benar. Semua yang tertulis di sini adalah salah!

“Ini tidak benar… Zhoumi tak pernah melakukan pembajakan itu!” Gumamnya, mengingat jelas kejadian itu. Hari dimana ketika kakaknya menjadi korban dalam kejadian itu.

Ya, Jaehee memang adalah adik Shindong satu-satunya. Karena alasan itulah Jaehee selalu ada di samping Zhoumi, menggantikan posisi mendiang kakaknya yang dulu pernah menjadi sahabat dekat Zhoumi.

Cklek!

Suara pintu terbuka membuat perhatian Jaehee teralihkan, gadis ini mendongakkan kepalanya dan menatap sesosok pria yang muncul dari balik pintu itu.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Sosok itu langsung bertanya padanya, alisnya bertautan satu sama lain dan keningnya pun mengerut.

“Hanya membaca beberapa laporan kejahatan mengenai Dragon Dark. Bukankah aku harus mempelajari segala hal yang bersangkutan dengan mereka?” Sahut Jaehee dengan tenang, tak terlihat gugup sedikitpun.

Pria itu tak lain adalah Changmin, di perhatikannya Jaehee dengan tatapan menyelidik. Pria ini seolah merasa tak asing dengan wajah gadis ini, tetapi dimana dia pernah melihatnya?

“Sepertinya kau bersemangat sekali mempelajari itu semua, Jaehee-ssi.” Nada bicaranya itu terdengar begitu menyindir Jaehee.

“Well… semua orang yang pernah bekerja sama denganku selalu mengatakan hal itu…”

“Benarkah? Woah… kau gadis yang cukup tangguh.” Balas Changmin sekenanya, dia lantas berjalan mendekati sebuah loker yang tak lain adalah loker miliknya.

“Lalu apa yang membawamu datang kemari di waktu yang selarut ini, eoh?” Tanya Jaehee.

“Bukan urusanmu.” Sahut Changmin datar.

Changmin lantas membuka lokernya dan mengeluarkan beberapa barang yang ada di dalam loker tersebut dan memasukkannya ke dalam kardus sedang yang sempat di bawanya tadi.

Ia hampir menutup pintu loker itu, tetapi tertahan ketika tatapan matanya tertuju pada satu foto yang tertempel di balik pintu loker itu. Seketika itu juga, tatapan datar pria ini berubah sendu dan tak ingin larut dalam kesedihannya itu, buru-buru Changmin segera menutup pintu loker sambil berbalik.

Jaehee menopang dagunya dengan salah satu tangannya, menatap Changmin dengan sebelah alisnya yang terangkat ke atas. “Apakah yang kita cari sekarang adalah gadis itu?” Tanyanya kemudian.

Changmin mendelik tajam ke arahnya sebelum kembali menatap arah lain. “Ya.”

“Lalu apa yang menyebabkannya terlibat dan menjadi target para mafia itu?”

Changmin menoleh padanya, menatap gadis itu dengan tatapannya yang dingin dan datar. Pria ini memang tak terkenal ramah pada orang yang baru di kenalnya.

“Kau sedang mengorek informasi dariku? Kenapa tidak kau tanyakan saja pada rekan yang lain, mereka pasti akan dengan senang hati menjelaskannya padamu…”

Jaehee menaikkan kedua bahunya dengan acuh, “Jika aku bisa bertanya pada kembarannya sendiri, kenapa aku harus bertanya pada orang lain?” Sahutnya kemudian, memperlihatkan seulas senyuman tipis.

Entah ini hanya perasaannya saja atau bukan, tetapi sungguh, Changmin tak menyukai adanya Jaehee dalam tim pencariannya. Dia merasa ada yang ganjil dengan gadis itu, seolah-olah gadis ini adalah sebuah ancaman yang diam-diam akan menghancurkannya.

“Kenapa kau diam saja? Kau tidak ingin menceritakan apapun padaku?” Suara Jaehee pun kembali terdengar, menyadarkan Changmin dari kediamannya.

“Apakah kau benar-benar ingin tahu?”

“Tentu saja. Apa gunanya aku di tim pencarian ini, jika aku bahkan tak tahu permasalahan yang terjadi. Bukankah sesuatu yang wajar aku mengetahui latar belakang dari penculikan ini dan hilangnya kembaranmu itu?” Balas Jaehee, sungguh, dia benar-benar merasa penasaran dengan alasan yang mungkin di ketahui oleh Changmin.

Zhoumi tak memberitahu alasannya kenapa dia begitu menginginkan Miyoung. Bahkan pria yang tadi ditemuinya di koridor markas pun,-yang tak lain adalah mata-mata Zhoumi juga-, tak mengatakan dengan jelas alasan kenapa Miyoung menjadi target penculikan itu.

Raut wajah Changmin terlihat semakin serius dan rahang pria ini pun mengeras. “Miyoung… dia adalah satu-satunya orang yang menyaksikan pembunuhan berantai yang di lakukan oleh Dragon Dark. Hanya dia… satu-satunya saksi mata yang bertahan hidup sampai saat ini.”

Deg!

Seluruh syaraf dalam tubuh Jaehee terasa menegang. Kedua telapak tangannya tiba-tiba saja terasa dingin dan bola mata hitamnya pun melebar.

“Sekarang kau sudah tahu kan alasan kenapa mereka menculik kembaranku? Mereka… pasti ingin saksi mata itu mati. Mereka jelas menginginkan Miyoung untuk mati.”

Changmin lantas berbalik setelah mengatakan hal itu. Ia melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan itu, meninggalkan Jaehee sendiri dalam ruangan tersebut.

Hening. Jaehee masih terdiam, membeku di tempatnya dengan segala informasi yang tentu saja mengejutkannya. Ingatannya pun berputar pada kejadian pembunuhan berantai itu dan hal yang paling di ingatnya adalah ketika ia menemukan kakaknya yang telah terkapar di atas tanah dengan darah yang terus mengalir dari dada serta mulutnya.

Seandainya saja dia datang lebih awal, mungkin dia bisa saja menyelamatkan kakaknya.

Tapi kenyataan tak pernah sejalan dengan apa yang di inginkan. Saat itu Jaehee datang di saat kakaknya nyaris menghembuskan nafas terakhirnya.

Satu kalimat terakhir yang Shindong katakan saat itu kembali terngiang dalam benaknya.

‘Jae-ya… temukan gadis itu… dan katakan padanya… terima kasih, telah membantuku.’

Setitik air mata tanpa terasa turun begitu saja dari sudut matanya, mengingat kembali kejadian mengerikan itu jelas membuka luka lama baginya.

Tetapi beberapa saat kemudian Jaehee beranjak dari duduknya, merapihkan dengan segera berkas-berkas tersebut dan tak berapa lama ia pun bergegas pergi dari tempat itu.

*-Egoistic Man-*

Sosok pria itu duduk di samping ranjang seorang gadis yang kini tengah terbaring lemah tak berdaya. Berbagai selang serta alat medis terpasang di tubuhnya yang kurus dan pucat.

Ia lantas meraih tangan gadis itu, mendekatkannya pada wajahnya dan membuat seolah-olah tangan gadis itu tengah mengusap wajahnya dengan lembut. Sama halnya seperti apa yang di lakukan oleh gadis itu semasa dia masih sehat dulu.

Air mata tanpa terasa mulai mengalir dan membasahi pipi pria itu. “Kapan kau akan bangun, eoh? Tidakkah kau kasihan melihatku terus menunggumu?” Ia berbisik lirih.

Hening, tak ada respon dari gadis yang telah terbaring koma selama bertahun-tahun itu.

“Kumohon.. kembalilah seperti dulu. Sadarlah…” Bisiknya lagi, begitu lirih. Menyiratkan suatu kepedihan mendalam karena sang kekasih tak kunjung sadar juga.

Ingatan pria ini pun kembalil pada beberapa tahun yang lalu, kejadian yang menyebabkan sang kekasihnya terbaring koma seperti ini.

Perasaan marah langsung menguasai dirinya, dia benci harus mengingat kejadian pahit itu. Tapi walau bagaimanapun juga, dia memang takkan pernah bisa melupakannya.

“Keparat itu! Aku akan menghancurkannya! Aku akan membuatnya merasakan apa yang aku rasakan selama ini!” Ujarnya penuh kebencian, seolah-olah kata-katanya itu bukanlah hanya sebuah bualan semata.

*-Egoistic Man-*

Suara pistol yang di tembakan berulang kali serta teriakan histeris orang-orang yang berada di tempat itu tertangkap jelas oleh pendengarannya.

Samar-samar dia mendongakkan matanya, mengintip dari celah kecil kejadian di hadapannya ini. Di lihatnya sosok pria itu tengah mengarahkan pistol pada kepala gadis itu dan beberapa orang lainnya terlihat mengarahkan senjatanya pada orang lain.

Jeritan ketakutan gadis itu seakan menyiksa pendengarannya dan sedetik kemudian sepasang mata miliknya membulat ketika di lihatnya gadis itu tergeletak begitu saja di atas lantai.

Darah segar yang berasal dari luka tembak di bagian kepalanya langsung menyebar di sekitar tubuhnya dan tiba-tiba saja ia merasakan mual yang luar biasa.

Dia buru-buru berbalik, menutup rapat matanya sambil memegangi telinganya dengan kedua tangannya. Rongga dadanya terasa menyempit, membuatnya merasa sulit untuk bernafas.

Dor! Dor! Dor!

Suara tembakan itu kembali terdengar berulang kali dan jeritan ketakutan semakin terdengar. Tangisan sang bayi yang ada di tempat itu pun terdengar begitu menyayat hatinya dan tanpa bisa di tahan lagi, ia pun mulai menangis terisak.

Di tahannya suara isak tangisnya agar tidak pecah, ia membekap mulutnya dengan salah satu tangannya dan nafasnya pun terasa tersenggal-senggal.

Namun, sebuah pelukan tiba-tiba saja di rasakannya dan ketika ia membuka perlahan kedua matanya, tatapannya pun bertemu pandang dengan sepasang manik mata yang menenangkan jiwanya.

“Jangan menangis, Miyoung-ah… semuanya takkan kembali menjadi normal hanya karena kau menangis seperti ini.” Bisik sosok pria itu.

Namun, gadis itu yang rupanya adalah Miyoung, menggeleng cepat dan buru-buru memeluk sosok pria itu dengan erat. Tangisnya pun pecah dalam pelukan pria itu.

*-Egoistic Man-*

“Hah!” Miyoung membuka kedua matanya dengan segera, terbangun dari tidurnya karena sebuah mimpi yang mengerikan.

Keringat dingin telah membasahi seluruh tubuhnya dan jantungnya pun berdebar-debar tak karuan. Seperti dia telah berlari begitu jauh, sehingga membuat detak jantungnya menjadi tak menentu seperti ini.

Miyoung menyentuh dadanya sejenak, sebelum akhirnya mengusap keringat dingin di sekitar wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “Mimpi apa itu? Kenapa terasa begitu nyata untukku?” Gumamnya.

*-Egoistic Man-*

Penelusuran yang di lakukan oleh Changmin bersama timnya, akhirnya menghasilkan sedikit pencerahan. Sudah empat hari ini Changmin, Donghae, Kyuhyun serta Jaehee telah memata-matai seorang pengusaha kecil yang mereka curigai berkomplotan dengan kelompok mafia Dragon Dark.

Dan tepat di hari ke-empat penyelidikan mereka ini, akhirnya mereka memiliki izin khusus untuk masuk ke dalam perusahaan tersebut untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut serta melakukan sebuah interogasi khusus dengan sang CEO perusahaan kecil itu.

“Bisa anda jelaskan foto-foto ini, Park Jungyoon-ssi?” Ujar Donghae sembari menyodorkan beberapa lembar foto ke hadapan pria berusia sekitar 40-an itu.

Pria itu mengerutkan keningnya, meraih foto-foto itu tanpa penuh minat. “Ini adalah foto proyek terbaru yang sedang aku bangun. Kenapa kalian begitu penasaran?” Jawab pria itu dengan nada angkuh.

“Tapi setahu kami, bukankah perusahaan anda sedang mengalami kesulitan keuangan? Tapi bagaimana bisa kau membangun proyek sebesar ini?” Ujar Donghae lagi, ia melemparkan sebuah file yang berisikan data tentang penurunan yang terjadi pada perusahaan ini.

Park Jungyoon masih memasang wajah tak pedulinya, dia mendengus kecil seolah menghina para agen FBI yang kini duduk di depannya.

“Aku mendapatkan suntikan dana dari kawan lamaku, apakah itu menjadi masalah untuk kalian?”

“Suntikan dana?” Kyuhyun meraih beberapa lembar foto lainnya dan melemparkannya ke atas meja. “Dengan cara berjudi kah kau mendapat suntikan dana itu?!” Ujarnya tajam.

Keberanian Jungyoon mulai lenyap ketika di lihatnya foto-foto yang kini ada di hadapannya. Sebuah foto yang memperlihatkan dirinya masuk ke sebuah club malam yang terkenal dengan permainan judinya serta beberapa anggota mafia yang selalu menginvestasikan sebagian dari uang mereka di tempat club malam itu.

“Dan jika kami tidak salah… kau berkomplotan dengan salah satu mafia agar mendapatkan suntikan dana yang lebih. Kau juga melakukan perjudian ilegal dan menjual beberapa senjata ilegal yang di impor dari luar. Kami benarkan… Park Jungyoon-ssi?” Kini giliran Jaehee yang berbicara, membeberkan segala hal yang telah mereka ketahui.

Raut wajah Jungyoon memucat, kedua matanya bergerak panik dan salah satu tangannya pun mengepal kuat. Tamat sudah riwayatnya, semuanya sudah terbongkar dan dia pasti akan berakhir dengan mendekam di penjara selamanya.

“Sepertinya ini sudah memberi kami cukup bukti. Sekarang juga, kau harus ikut dengan kami untuk melakukan beberapa interogasi lainnya, Jungyoon-ssi.” Ujar Changmin, segera beranjak dari duduknya.

Jungyoon tak bergeming, di tatapnya ke-empat orang di hadapannya ini dan tiba-tiba saja ia tersenyum licik. “Kau tidak bisa menangkapku dengan mudah…”

Brak!

Pintu di belakang mereka terbuka kasar, memunculkan sekelompok orang-orang yang datang dengan membawa sebuah pistol, pisau serta balok yang cukup besar.

Jungyoon tersenyum penuh kemenangan, di nyalakannya sebuah rokok dan ia pun duduk dengan angkuhnya di tempatnya itu. “Jika kalian bisa melawan anak buahku, maka kalian baru bisa membawaku…”

“Sial!” Umpat Kyuhyun marah.

Teriakan terdengar dari sekelompok orang-orang itu dan mereka pun langsung menyerang.

Changmin, Donghae, Kyuhyun dan Jaehee langsung saja menyebar. Menghindari serangan demi serangan yang di lakukan oleh sekelompok orang jahat itu.

Tanpa merasa kesulitan, mereka dapat menghindari serangan mereka. Namun, bukan berarti mereka adalah lawan yang lemah, terbukti dengan cara mereka yang menghindari setiap serangan balik yang di lakukan oleh ke-empat anggota FBI itu.

Seseorang membidikkan pistolnya pada Donghae, tetapi dengan segera Changmin menarik tangan orang itu, mengapitnya di antara lengannya lalu dengan kepalan tangannya yang lain Changmin memukul perut serta wajah orang itu.

“Changmin-ssi, awas!” Teriak Jaehee begitu melihat seseorang tengah mengarahkan baloknya pada punggung Changmin.

Changmin reflex berbalik dan segera menunduk, di tendangnya kaki pria itu hingga terjatuh ke atas lantai.

Di sisi lain, Kyuhyun dan Donghae terlihat saling memunggungi satu sama lain. Gerakan kedua pria ini begitu cepat, berbagai serangan dapat mereka hindari dengan baik.

Beberapa orang telah terkapar lemah di sisi mereka dengan darah yang mengucur segar dari mulut serta hidung mereka.

Kyuhyun melihat ke arah Park Jungyoon yang rupanya diam-diam mulai keluar dari dalam ruangan ini, ia berniat mengejar pria tersebut tetapi terhalang oleh seorang pria lainnya yang memegang sebuah pisau.

“Jaehee-ssi! Kejar pria itu! Dia berusaha melarikan diri!” Teriak Kyuhyun seraya menghindari tusukan pisau yang di layangkan pria tersebut.

Jaehee yang baru saja melayangkan tinju dan juga tendangan pada dua orang yang berbeda, segera saja melihat ke arah ambang pintu dan mendapati Park Jungyoon memang berniat untuk melarikan diri.

Buru-buru gadis ini bergerak cepat mengejar pria itu, di lihatnya Jungyoon menaiki lift dan menuju lantai paling atas gedung perusahaannya ini.

“SHIT!” Umpat Jaehee geram.

Ia kemudian melirik kiri dan kanannya, menemukan tangga darurat dan tanpa pikir panjang lagi, gadis ini pun segera berlari secepat mungkin menaiki setiap anak tangga menuju bagian teratas gedung tersebut.

Kecepatan berlari Jaehee memang perlu di beri acungan jempol, gadis ini berhasil menyusul Park Jungyoon yang rupanya akan menaiki sebuah helikopter yang entah bagaimana telah berada di atas atap gedung perusahaannya itu.

Jaehee baru akan mengejarnya tetapi tiba-tiba saja dua pria berbadan besar menghadangnya dan meninju perut Jaehee dengan keras.

“Ahk!” Jaehee terjatuh sambil memegangi perutnya. “Sial!”

Ia kembali beranjak dan bersiap membalas serangan pria itu tadi. Dengan gerakannya yang cukup gesit, Jaehee berhasil melayangkan sebuah tinju ke wajah salah satu pria berbadan besar itu.

Kakinya yang jenjang bergerak melayang ke atas, menendang bagian dagu pria satunya lagi dan dengan gerakan berputar, Jaehee memukul perut pria itu dengan sikunya.

Kedua pria itu tersungkur ke atas tanah dengan suara yang cukup keras. Jaehee kemudian menyeka sedikit darah yang mengalir di sudut bibirnya dan beralih menatap helikopter yang hampir bergerak itu.

Jaehee baru saja akan melangkahkan kakinya untuk mengejar, tetapi tiba-tiba saja sebuah tangan yang cukup kekar menarik kakinya dengan sekali hentakan.

Tubuh Jaehee terjatuh ke atas tanah dan ternyata salah satu pria berbadan besar itu masih sadarkan diri. Ia bersiap melayangkan tinjunya pada wajah Jaehee, tetapi gadis itu berguling dan pukulan pria itu pun meleset.

Jaehee berniat menendang perut pria itu, tetapi yang terjadi kakinya malah di tarik dan tubuh Jaehee pun di buat berputar menghantam tanah lebih keras lagi.

Darah segar mengalir dari ujung pelipis Jaehee dan pria itu pun mengangkat tubuh Jaehee sambil mencekik leher gadis itu.

Kedua kaki Jaehee mulai bergerak liar, berusaha menendang pria itu. Namun bermodalkan tubuh serta kekuatannya yang besar, pria itu mengangkat tubuh Jaehee hingga melayang di atas tanah sambil terus mencekik gadis itu.

Tawa puas keluar dari mulut pria berbadan besar itu, terdengar begitu menyebalkan.

Bugh!

“Argh!”

“Uhuk! Uhuk! Hah… hah… hah…”

Baik Jaehee maupun pria itu sama-sama terjatuh ke atas tanah ketika sebuah serangan dari arah belakang mengenai tepat kepala pria berbadan besar itu.

Sementara pria itu meringis kesakitan, Jaehee terlihat sibuk menghirup nafas sebanyak yang ia bisa. Ia berulang kali terbatuk sambil memegangi lehernya yang memerah.

“Kau tidak apa-apa?” Sebuah suara terdengar dari arah sampingnya dan saat Jaehee menoleh pada orang yang telah menolongnya itu, ternyata dia adalah Changmin.

Jaehee mengangguk singkat, tatapannya beralih pada sosok pria berbadan besar itu yang bersiap menghantamkan sebuah tongkat besi pada punggung Changmin. “Di belakangmu!” Teriak Jaehee.

Changmin segera menarik tubuh Jaehee seraya berputar di saat yang bersamaan, sementara gadis itu memegang pundak Changmin sebagai tumpuannya.

Jaehee menendang kuat bagian perut pria itu dengan kedua kakinya sementara Changmin yang memegang tubuhnya.

Bugh!

“Argh!”

Tubuh pria itu seketika roboh ke atas tanah dengan darah yang memuncrat keluar dari dalam mulutnya.

“Perpaduan yang bagus!” Ujar Changmin sambil mengatur nafasnya yang sedikit tersenggal, maklum saja ia tadi berusaha mengejar Jaehee yang naik sendiri ke lantai atas.

“Tapi kita kehilangan Park Jungyoon!” Ujar Jaehee kemudian.

Senyum tipis yang awalnya terlihat di wajah Changmin pun memudar, harapan awalnya tiba-tiba sirna dan raut wajahnya pun berubah sedih.

“Maaf…” Ujar Jaehee lagi.

Changmin menoleh padanya, “Sudahlah, tidak apa-apa. Ayo, kita turun ke bawah biar para polisi yang mengurus sisanya.” Ujarnya kemudian.

“Baiklah.” Jaehee mengangguk singkat. Baru saja ia akan melangkah, tetapi tiba-tiba saja ia merasakan nyeri pada kakinya sehingga menyebabkan dirinya nyaris terjatuh.

Changmin buru-buru menahan tubuhnya. “Kau tidak apa-apa?”

“Sepertinya kakiku terkilir.”

“Kalau begitu naik ke atas punggungku.” Changmin segera berjongkok di hadapan Jaehee.

“Apa?”

“Ayolah, aku tidak akan menawari bantuan untuk kedua kalinya, Jaehee-ssi.”

Jaehee terdiam sejenak, tetapi merasakan sakit pada kakinya tentu tak memungkinkan dia untuk berjalan sendiri. Dengan ragu gadis ini akhirnya mengalungkan kedua tangannya di sekitar leher Changmin. Dan tanpa merasa berat sedikitpun, Changmin dengan mudahnya dapat mengangkat tubuh Jaehee.

“Maaf, aku jadi menyusahkanmu.” Ujar Jaehee, merasa tak enak hati.

Changmin tersenyum kecil sambil melangkahkan kakinya, “Tidak ada salahnya membantu rekan kerja kita sendiri. Dan seharusnya aku yang berterima kasih karena kau sudah berusaha keras membantu tim pencarianku menyelidiki kasus penculikan Miyoung ini.” Ujar Changmin kemudian.

“Terima kasih, Jaehee-ssi.” Lanjutnya kemudian.

Mendengar nama ‘Miyoung’ di sebutkan jelas membuat Jaehee terdiam. Pikirannya kembali melayang pada penjelasan Changmin saat itu, tentang keterkaitan Miyoung dan Dragon Dark.

“Aku harus berbicara dengan Zhoumi…” Gumam gadis ini dalam hatinya.

*-Egoistic Man-*

“Aku mengerti… aku akan segera mengurusnya.”

Klik!

Zhoumi segera memutuskan sambungan teleponnya, tatapannya beralih pada Yoon Ahjusshi yang kini tengah menuangkan segelas wine untuknya.

“Ahjusshi…” Panggil Zhoumi pada pria paruh baya yang telah setia bekerja untuknya selama berpuluh-puluh tahun itu.

Ya, Yoon Ahjusshi memang telah bekerja untuk keluarga Zhoumi sejak pria ini masih berada di dalam kandungan mendiang Ibunya.

“Ya, tuan muda?” Ujarnya penuh hormat.

“Aku ingin kau menyiapkan jet pribadi untukku.”

“Kau akan pergi ke suatu tempat, tuan muda?”

“Ya…” Zhoumi mengangguk singkat. “Aku akan pergi dari negeri ini untuk beberapa waktu dan aku… akan membawa gadis itu.” Jelasnya kemudian.

Yoon Ahjusshi lantas mengangguk paham. “Aku mengerti. Akan kusiapkan semuanya, tuan…”

“Baguslah, aku ingin keberangkatannya di lakukan lusa nanti, karena ada beberapa hal yang harus ku-urus dulu sebelum pergi…”

“Baiklah, tuan muda…”

To Be Continued…

Note : Alohhhaaaaa para My Lovely Readers… #lambai2gakjelas. Aduuuh… berharap kalian gak bosan ya dengan author labil ini yang terus-terusan update ff… LoL Hehehehe Maklum aja, ide lagi lancar jadinya cepet updatenya deh… Hehehe Belum lagi, di ‘todong’ dari sana-sini… alhasil, jadinya di publish cepet dehh… Hihihihihi

Tapi gak apa-apa… berhubung emang lagi seneng dan mood lagi bagus… jadi tak apeulah di todong juga… Hehehe Yaaa… mudah2an aja lanjutannya bisa tetap menghibur para My Lovely Readers yaaah… ^o^

Dan semoga aja ceritanya gak makin aneh dan ngalor-ngidul.. Hihi. Pokoknya semoga makin memuaskan deh hasil dari lanjutan fanfic ini…

Seperti biasa… yang sudah baca tolong tinggalkan komentar kalian yaah… Like juga boleh kalo emang kalian suka ceritanya… Hehehehe Ingat, satu komentar kalian aja sangat berarti untuk saya sang author aneh bin labil ini… LOL XDD.

Oke deh selesai cuap-cuapnya… di tunggu komentarnya y My Lovely Readers… \^o^/

134 thoughts on “Egoistic Man (5th Part)

  1. Duhh…
    Ada hubungan apa ya Miyoung-Zhoumi sm jaehee?
    2 jempol untuk eonnie..
    mudah2an cepat di publish part selanjutnya y eon..
    diriku pasti menunggumu
    hehehe….

  2. Miyoung mw d bwa k mana ntuh? Kasian x miyoung.. Jdi hampir nangis baca ny 😥 ..
    Next unnie! NEXT!
    Yg cpat yahhh! Jgn lama” ! Awas klo lama! #ngancem #plakk

  3. Sebenere apa yang terjadi disini????
    Miyoung yang hilang ingatan ato emang sengaja dilupakan??
    Sebenere bagaimana perasaan zhoumi sama miyoung?simpati?suka?iba?kasihan?ato Sebenere bagaimana perasaan zhoumi sama miyoung?simpati?suka?iba?kasihan?ato Sebenere bagaimana perasaan zhoumi sama miyoung?simpati?suka?iba?kasihan?ato Sebenere bagaimana perasaan zhoumi sama miyoung?simpati?suka?iba?kasihan?ato Cinta?

    Changmin dan jaehee perpaduan yang bagus tapi nanti rumit diakhir….

    Trus itu siapa namja dan yeoja yang lagi koma itu?

    Aaaarrggghhh…..Otakku bener2 sempit kalau disuruh men

  4. Aaaaaack pokoknya tiap hape bunyi notif updatean dr wp ini, aku teriak2 thoooor

    Kq jd lupa. Jd sbenernya si zhoumi itu komplotan dragon park apa bukan sih. Jd bingung. Klo jaehee itu adek nya shindong. Shindong itu sahabat zhoumi. Trus miyoung yg jd saksi mata pmbunuhan-yg trnyata itu shindong..lha brti zhoumi ngbunuh sahabat nya sndiri gt???

    Lha bgimane bingung critanya. Baca ulang aja dah

  5. Yahhhh pendek bngett thorr, well kyak’y jaehee sma changmin bakalan deket nih ?? Apa sih yg sebener’y terjadi sma miyoung pda waktu dulu ?? Kyakkkk bikin penasaran >.<
    Part sepnjut'y ditunggu^^
    Gomawo, fighting…

  6. Kereeeennn..
    Kira2 miyoung mau gk ya d bwa sm zhoumi y notaben@ namja kasar tp itu bsa mnjdi kesempatan miyoung untk kabuurr..
    Oya bnyain adengan miyoung dgn zhoumi@ ya eon.. Heheeee
    #nyengir..
    Oya next part@ jgn lma2 ya eon.
    Seperti biasa dibuat smkin pnasaran ja.

  7. Apa zhoumi nyulik miyoung sbnr’y dy pnhn ng’lindungin miyoung dr penjahat yg sbnr’y???trz knp shindong oppa hrz ngomong trima ksh sm miyoung???jd penasaran sbnr’y apa yg d’liat sm d’lakuin miyoung pz k’jdian itu????
    Ok..eonni sukses bkin q penasaran sm part slnjt’y..kekekekekekeke

  8. Pertama..trima kasih buat outhor updatenya cepet, semoga par berikutnya juga ya 🙂 aigoo sadis banget sih mimi, trus penasaran sbnrnya miyoung itu jd saksi mata kejadian apa, pembantain dimana?yg terbaring koma itu siapa? Aduhhh banyak bener yg tanda tanya deh, ditunggu aja deh next partnya, semoga cepet 🙂

  9. Masih bingung dgn pembunuhan berantai itu
    Sebenernya Zhoumi masuk dlm kelompok dragon park atau bukan sih!!!!!
    Widiw Zhoumi kaya banget yak, pnya jet pribadi pemirsah
    Trus Miyoung mau dibawa kemanakah dgn jet Pribadi tersebut?????
    Gk bisa bayangin gmna gantengnya Aak Zhoumi wktu lagi marah sama pelayan2 dirumahnya
    Tp untung ya thor, Zhoumi gak mudah percaya sama omongn2 pelayan nya
    Smga Miyoung bisa sedikit demi sedikit merasakan kenyamanan bersama Zhoumi. Amin

  10. Masih bingung dgn pembunuhan berantai itu
    Sebenernya Zhoumi masuk dlm kelompok dragon park atau bukan sih!!!!!
    Widiw Zhoumi kaya banget yak, pnya jet pribadi pemirsah
    Trus Miyoung mau dibawa kemanakah dgn jet Pribadi tersebut?????
    Gk bisa bayangin gmna gantengnya Aak Zhoumi wktu lagi marah sama pelayan2 dirumahnya
    Tp untung ya thor, Zhoumi gak mudah percaya sama omongn2 pelayan nya
    Smga Miyoung bisa sedikit demi sedikit merasakan kenyamanan bersama Zhoumi. Amin
    Ditunggu Thor utk FF2 berikutnya
    Keep writing

  11. wahh , miyoung mao di bawa kemana tuh sama zhoumi ??
    aph kah yg menolong shindong adalah miyoung ??
    trus yg tdi koma syapa ??
    makin penasaran nhe sama cerita selanjut’a .
    di tungu next part’a yahhh .

  12. Zhoumi ma pergi…..trus siapa gads yg di bw ma zhoumi….miyoung kah? Dah mulai terungkap! G sbr pengen tau gmna hub. Zhoumi ma miyoung di ms lalu

  13. nta….kau membuatku penasaran…..ada hubungan apa sih?? trs si abang shindong ngucapin makasihx buat miyoung ya?? huaaa….tambah tergila2 ma couple ini…jng lama2 Nta lanjutannya…..^^

  14. Akan ada tambahan cast lagi or orang yang sama ya… Cewe yg koma itu sapa dan cowo yg misterius juga sapa? Sbnrnya miyoung lupa ingatan ya n juga punya hub sama zhoumi sblmnya ya…ditunggu ya next partnya, ceritanya tiap part slalu bikin penasaran dan deg2 hehehe

  15. Hehehe akhirnya di publish juga ckckckck..penasaran dah sama mata2 zhoumi yang di fbi..terus cwe yang dimaksud sindong apa miyoung?akhh bikin penasaran semuanya…seru…mau lagi bacanya…

    Saeng kurang panjang hehehhe pokomen part selanjutnya ditunggu..semoga idenya lancar terus..fighting

  16. sori sblumnya w cma bsa like,
    hehe,

    epep ny bgus,
    w pnasaran ma pmbunuhan brntai 6 thn lalu,
    apa bnr zhoumi dkk plaku ny?
    Atw org lain?
    Trus sypa gdis yg koma it?
    Adkah hbngn ny dg kjadian ini?
    Hadeh,,
    nextnext

  17. Aduh part ini bikin aku sport jantung,,, tp kerennnnnnnn saeng,,, smoga miyoung cepet ditemukan, dan smua kasusnya terbuka jg #apasih hehe,,, lanjutkan saeng,, keren keren

  18. Kaya nya miyoung mimpi kejadian tentang 6thn lalu,trus siapa orang yg meluk miyoung apakah zaumi,klo ĨƴɑƗƗ berartimiyoung zaumi dulu saling kenal dong,,makin penasaran aja,,,
    D tnggu part slanjutnya,,,:)

  19. Lagi baca enak2 partnya udah abis aja. Moga2 moodnya author baik mulu ya supaya ff nya cepet di publishnya kekeke. Aku agak ngeri bacanya si zhoumi ternyata kejam juga ya hadeh. Part selanjutnya jangan lama2 ya thor.

  20. Huahaaaa
    gregetan.. Ni ff benar2 bikin gregetan!!

    Arrrrrrgh
    sbnarny ap yg trjadi dulu??
    Ad yg mngganjal d sini?
    Siapa wanita yg trbring skt tu?
    Dan pria misterius tu jg siapa?
    Wuuuuuahhhhh aku penasaran tingkat dewa!!

    Chinguuuuuuuuuu q sayang, tolong segera dlanjut yaaaaaaaaaa
    😉

  21. aaaaaaaassaaaaa demi apa cobaaa , zhomin kau penuh misterii makin seru ajaaa , sebenar y ini ada apa bnyak bnget misteri dari org ampe rahasia ,,, gk kuattt wkwkwkwkwkwk

    unii sering* aja begini hehehe cepat bnget poost ny

  22. makin penasaran sama lanjutannya.. .zhoumi sosweet banget pas meluk miyoung yakksss…next part jangan lama2 yaaa nta….gomawo dah bikin cerita yang keren bangettsss

  23. aaaaaaaassaaaaa demi apa cobaaa , zhomin kau penuh misterii makin seru ajaaa , sebenar y ini ada apa bnyak bnget misteri dari org ampe rahasia ,,, gk kuattt wkwkwkwkwkwk
    aku curiga dlu ny zhomin dan minyoung punya hbgn ehhm mhkin zhomin pria yg di mimpii minyoung itu
    mgkin mreka ngebuat sesuatu sma minyoung krna itu dia lupa

    unii sering* aja begini hehehe cepat bnget poost ny

  24. ya ampun bnyak bgt sich yg bkin penasarannya.

    sbnernya kejadian apa yg terlupakan oleh miyoung???
    apa ada kaitan nya dgn zhoumi???

    truz siapa lg yg dirmah skit?? mau blas dendam ma cpa???

    apa gdis yg di maksd shindong itu miyoung???

    aaakh….sungguh penasaran….!!!!!!

  25. Sebenarnya yang bunuh shindong siapa? Zhoumi? Lalu kenapa zhoumi marah kalau miyoung lupa kekadian itu? Kak aku nunggu ff donghae juga loh.

  26. Whoa!! Jadi jatuh cinta sama bad boy’y Zhoumi…duh moga happy ending!! Kak tolong post fanfic’y jangan lama”y #ngarep
    fighting…

  27. kyaaaaa zhoumi kereeennnnn ❤ ❤
    sbnrny masa lalu yg miyoung alamin it yg kyk gmn sie???aku penasaraaannnn….
    ditnggu next partny y,,,,
    jgn lama2 y thor,,,heheheheheh 😀
    FIGHTING…

  28. aigoo bnxk teka-teki yg ad di ff ni.
    tu yeoja yg koma spa ap jgn” dy org yg ad di tmpt kjdian jga.
    sbrx zhoumi tu ska yg sma miyoung…
    pnsaraan

  29. Akhir2 ini saya suka baca novel, dan cerita’a hampir sama kaya gini bedanya zhoumi nyulik miyoung karna entah apa tp kalo dinovel karna masa lalu, dll.
    Next part semoga memuaskan para readers unn…

  30. Ahhh kereeen bangeeeet
    Klo miyoung sadar, mungkin dia malah akan membenci kakaknya dan menyanyangi zoumi..
    Mungkiiiin…. Wkwkwkwk..*hadeuuh..reader serasa author bangets…

  31. waduuuuh miyoung nya mau d bawa ke mana ???? penasaran 😥 .. emangnya zhoumi mau bunuh miyoung yaaaaa ??? huaaaa oenniiiiiiiiiii bikin penasaran banget :/

  32. complicated part ini, tmbh seru thor.
    miyoung ngelupain apa?
    trus siapa yg lg koma itu?
    ah thor penasaraaaan.
    lanjut thor!^^

  33. Omooo. . Daebakk. . Oy chingu ak reader baru dsni ak bru bca nie ff dri awal smpe akhir. . Bener patut diacungin 10 jempol dehh. . Lope2 bwt karyanya. Pkonya kereeeennnn. . Feel.nya ngena bnget. . Jdi pnasaran next part 😀

  34. Hening..

    1 detik

    2 detik

    3 detik

    …….

    5 detik

    KYAAAAAAA…..!!!! Zhoumi Debak..!!!
    bner pikiranku kan,sapa saja yg menyentuh aset berharga Zhoumi,sdh dipastikan akan TAMAT RIWAYATNYA..!!
    #tepuktangan

    oke,cluenya udh mulai kliatan.ternyata miyoung yg jd saksi pembunuhan berantai itu yg mlibatkan zhoumi n jaehee’cs.

    dan ternyta,ada sesuatu dibalik kejadian pembunuhan itu.sepertinya ada yg menjebak shindong dan zhoumi,hilangnya ingatan miyoung menyebabkan zhoumi menjd tersangka plus DPO bgi FBI,mknya bsa diblg dsini zhoumi ingin membuat miyoung kembali mengingat kejadian itu,supaya kebenaran terkuak.

    terlbh lagi,mnurut ingatan jaehee tentang pesan terakhir shindong ttg seorg gadis,aku yakin gadis itu tak lain adalh MIYOUNG.miyoung sdh membantu shindong kan..

    dan pria yg sdg mnunggu kekasihnya yg terbaring koma itu pasti ada hubungannya dgn pembunuhan brantai itu.bner gk?!

    dan,dan untuk adegan ACTIONnya….Astagaaaaaaaaa…..brasa nonton Charlie Angels,bow….!!! bedanya jaehee cwek sendiri dan yg lainnya PARA CWOK GANTENG semua…(*˘︶˘*).。.:*♡

    ishhh…cenat cenut bcanya..jaehee hrsnya bsa bcara sm zhoumi untk membebaskan miyoung.

    tp,tp enth knpa aku suka bnget klu si zhoumi kejam.brasa keren bangeeeeeeeeetttt…..*pukpukmiyoung
    нªª˘°˘нªª˘°˘нªª˘°˘ нªª˘°˘нªª˘°˘нªª˘°˘нªª˘°˘нªª˘°˘нªª˘°˘ ™

  35. alhamdulillah kaka publisnya cepet hehe mudah mudahan kelanjutannya juga cepet 😀 bagus ka ceritanya, aku masih bingung aja sm cewe yg koma sm lakilaki yg mau bales dendam, itu siapa yah?

  36. Cieee….eonni baru smangat nih….senengnya klo eon smangat he he jd ak bisa lanjut baca funfic eon…he he
    Btw penasaran banget sbrnere apa hub zoumi ma miyoung dulu ya?trus itu ada ahjusi sama gadis koma itu siapa ya…trus ada suara tangis bayi juga uiiih eooonnn ceritanya bikin tambah penasaran banget tambah seru niih…pa lagi ngebayangin klo jaehee tresno ma changmin…wkkkwkkkk….ngayal banget….
    Zoumi mo ke mana tuh ajak miyoung sgala uih…eon ayo update lagi….he he he tetep smangat ya eon…

  37. woahh,,, ceritanya aku acungin jempol eon….
    zhoumi tu sebenarnya kayanya cie baik ma miyoung, aku suka sifatnya,,,,,

  38. kyaaa author ff nya makin keren ajaaaa aku sukaa.. pokoknya keren banget!!! aku bingung mau ngomong apa karena aku suka ff nya genre action gini menantang gitu.. next part jangan lama – lama ya

  39. Gini nie klo baca ff yg blm ending. Bwt jd g bs tidur kpikiran trus krn nungguin lanjutan na… next thor…. ojo suwi2. (Bnda auffar)

  40. wahhh good job thor!:D aku seneng banget baca nya hehe^^ tapi lebih dapet feel nya kalo zhoumi rada psycho disitu :p #astaga-__-
    Lanjut terus ya eonthor!!:D kami para reader selalu menunggu karya-karya mu selanjutnya({}) ohiya yang the dark side aku juga tunggu lho=D ehehehehh hwaiting!!!!!

  41. Penasaraann .. Perempuan yang koma tadi siapa ? Trus yg mau balas dendam siapa ??

    Ternyata zhoumi and the gank gak ngelakuin pembunuhan berantai itu yaa ? Malahan jadi korban ..#manggut-manggutgakjelas

    Kaya’nya bakalan ada cinlok antara changmin dan jaehee nihh 😀 two thumbs untuk kerjasama mereka berdua dalam bertarung (y) (y)

    Okee .. Dari tadi cuap-cuap muluu, inti dari komenku ini adalah … Part selanjutnya jangan lama-lama yaa chingu #nyengirkuda

    Sekian dan terimakasih .. 😀

  42. anyeong
    certa.a keren pke bget
    udh biasa nnton action jd bsa bget ngbyagin adgan prklahian.a ,
    JEMPOL deh bwat author.a
    d tuggu lnjtn.a

  43. Asik ,,,,

    S’moga aja sbnrny zhoumi cm d’fitnah
    Plaku s’bnrny pria yg pcrny koma

    Trus mudah2an changmin jaehee CINLOK

  44. owowowww sbnrnya zhoumi lembut sama siMiyoung.. disini-disini memang para readers dibikin penasaran.. ff ini lebih kentara actionnya yang bikin kita greget >_< salut sama imajinasi eonni yg berkembang kehal berbau mafia dan polisi seperti ini… ini benar-benar menguak kasus besar dan semuanya salung terkait satu sama lain.. yang jelas daebak!!

  45. Mata-matanya zhoumi siapa eonn ? Penasyarannn hahahaha
    Sumpah bingit itu zhoumi kejam bgt, heuh melakukan kejahatan demi kebaikan mgkn dy..
    Changmin kayanya bakal ending sama jaehee nih wkwk
    Ditunggu lanjutannya eonn ^^

  46. Wuohooo …
    Egoistic Man part 5 muncul!
    Like this fanfic, eonni-ya… (y)
    Makin penasaran rencana selanjutnya.
    Part demi part udah kebongkor apa yg membuatku jd penasaran. Huu, seru.
    Berharap Changmin sama Jaehee 😀
    Dan Miyoung dgn Zhoumi. 😀
    Good job, eonni.
    Ditunggu part selanjutnya.
    Buat yg lebih panjang dan romance lagi yak. Haha,,, gak mau galau” nih suasananya.
    Good luck!!! Hwaiting! 😉

  47. berarti ada kemungkinan beberapa anak buah zzhoumi yg dulu berhianat ea…
    hehehehe……:)

    #ditunggu kelnjutannya….
    eonni kalau bbisa next part zhoumi jngan dibuat jahat ea,dibuat baik ajaja….:)
    hehehehee….

  48. Baru nemu cerita yg kyk gini.. biasanya sih g suka ff yg bergenre action tapi yg ini benar2 beda.. moga2 next part segera di publish..

  49. setelah bc part ini,jelas klu zhoumi sbnernya di hianati.sbnernya kunci jawabannya selain miyoung, jaehee jg ikut.tringat pesan shindong oppa sblm tewas.

    hm..curiga sm namja yg nungguin kekasihnya yg koma itu.jgn2 dia dalang dr semuanya.

    aduuh…mdh2n jaehee bsa menahan keinginan zhoumi untuk bw lari miyoung.

    dan aku suka adegan actionnya..KEREEN..!! MinJae kompak banget
    oh dan hebatnya lg cm jaehee sendiri yg yeoja diantara agen lainnya yg ternyata namja semua

    huaaaaa….TOP markotop!!

  50. kyaaaa….eonni kau membuatku smakin penasaran..huhuhu
    pnasaran knp zhoumi pgn bgt ingatanny miyoung balik??
    trs soal kematian ny shindong??
    aaaa…disini banyak teka teki ny eon >.<
    next chapter dtunggu eonni 🙂

  51. Annyeong….ªǪ reader baru di wp ini,ªǪ tertarik sma ff ini krna cast πÿ̲̣̣̣ά itu bias ªǪ zhoumi.
    Jarang bnget ff series Ɣª cast πÿ̲̣̣̣ά itu zhoumi gege mka πÿ̲̣̣̣ά ªǪ lnsung bca ff ini
    Crta πÿ̲̣̣̣ά mnarik & buat pnsaran,,,Ɣª pling buat ªǪ pnsaran itu skap zhoumi ke minyoung itu memang dya tertarik atau krna dya mau blas dendam sma changmin???
    Karakter zhoumi dsni jga ªǪ ska bnget cool gmna gtu……”̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮ .” ..
    Sbner πÿ̲̣̣̣ά bnyk Ɣª buat ªǪ penasaran sma ff ini,,,dtnggu part selanjut πÿ̲̣̣̣ά Y‎​ªªª author Ɣª baik…
    Slam kenal ^o^

  52. Annyeong
    Saya reader baru di wp ini
    Prtama x tau wp ini & bca ff egoistic man Ɣª cast πÿ̲̣̣̣ά zhoumi gege, ªǪ lngsung suka sma ff ini krn ff seroes Ɣª cast πÿ̲̣̣̣ά zhoumi itu jrang bnget
    ªǪ jga ska sma crta di ff ini,trutama karakter zhoumi gege dsni Ɣª cool gmna gtu……^o^
    “̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮ .” …..
    Ɣª buat bingung + penasaran itu skap zhoumi ke miyoung itu cnta,blas dendam sma chamngmin atau krn miyoung itu saksi kunci???
    Blm ℓªƍɪ̣̇ cew Ɣª koma itu + kejadian Ɣª bbrpa thun Ɣª lalu itu gmna kronologis πÿ̲̣̣̣ά???
    Pokok πÿ̲̣̣̣ά bnyk Ɣª buat ªǪ suka + pnsran sma ff ini,,,2 jmpol buat author πÿ̲̣̣̣ά…
    Dtnggu part slnjut πÿ̲̣̣̣ά Y‎​ªªª author
    Salam kenal ^-^

  53. Makin penasaran >< bacanya gak terasa eon, tiba2 udah ngeliat to be continue pdhl perasaan td baru baca loh xD ditunggu kelanjutannya ^^

  54. Sepertinya ada kesalahpahaman akan kejadian tahun tahun yg telah lalu..
    hmmm
    tp g tau itu apa
    spt’a penjahat’a mah bkn zhoumi….

  55. Eonni!!
    Ah, lama tak berkunjung kemari..
    Maaf ya eonn, aku komen d sini aja ya..
    Zhoumi sadis >_<
    tapi kereen 😀
    duh, mau pergi k mana sih my baby zhoumi
    eonni, update cepet ya..
    D tunggu
    semangat

  56. Aku jadi bingung -_-
    Sbenernya mau zhoumi apa ??
    Trus hubungan nya sama jaehee apa ??
    Nah tadi shindong bilang buat bilang terimahkasih sama seorang gadis itu siapa ?

  57. Siapa yg d rawat dan siapa laki2 itu? Apa yg mau jaehee blng ke zhoumi?? Apa kan maslh 6th yg lalu bakal terbongkar kebenarannya?

  58. ‘Jae-ya… temukan gadis itu… dan katakan
    padanya… terima kasih, telah membantuku.’

    jadi siapa gadis yg dimaksud shindong ? miyoung kah ?
    terus apa arti mimpi miyoung ? cowo yg meluk miyoung zhoumi kah ?
    ya ampun asli banyak banget pertanyaan di kepala aku
    oke deh beneran nta author udah berhasil bingin aku penasaran tingkat dewi :p
    keren pisan ff nya ^^
    lanjut biar gak makin penasaran 🙂

  59. Si zhoumi kyakny marah bgt tu, pas tw gadisny dsakitin am pembantuny sndri. Duhh q jd pnsaran am perasaan ny zhoumi k miyoung. Tp zhoumi dsatu sisi tliat pduli n pengen mlindungi miyoung. Tp dsisi lain zhoumi tlihat keras am miyoung.
    Sbnrny ap yg tjdi am miyoung? Ap dy amnesia…
    Kyakny bkal ad yg dkat nih.. #TowelChangminDanJaehee :p .
    It miyoung mau d bw pergi kmana lg am zhoumi…

  60. Itu Miyoung hilang ingatan apa sengaja diilangin? Kok dia bisa mimpi kya gitu? apa jngan” mimpinya itu nyata, kejadiannya bertahun” lalu?

    Tadi ada adegan cowo lagi ngomong sma cewe yg lgi skit? Itu siapa? Apa diantara Kyu, Hae atau Min? Makin pnasaran sma jalan ceritanya…. Good Writing:)

  61. Itu ada laki” sma gadis koma siapa eonn? Laki”nya apa diantara Kyu, Hae, apa Min?
    Zhoumi mau ke mana tuh sma Miyoung? Tambah keren eonn ceritanya:)
    keep writing;)

  62. Ping-balik: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s