Hello, Mr.Stranger! (Part.6)

Hello, Mr.Stranger!

Title                : Hello, Mr. Stranger!

Author           : NtaKyung

Art Poster      : NtaKyung

Casts              : Lee Donghae, Shim Miyoung and Other Casts (Find By Yourself^^)

Genre             : AU(Alternate Universe), Drama, Humor, Romance

Length           : Series [On Writing]

Rated             : PG-15

Disclaimer     : Segala hal yang ada dalam fanfic ini, murni dari imajinasi saya sendiri! So, Don’t COPY-PASTE or BASHING!

©Hello, Mr.Stranger!©

Sepanjang perjalanan menuju sebuah tempat antah berantah, Miyoung lebih memilih untuk diam daripada terus bertanya pada pria di sampingnya itu. Sudah nyaris lebih dari sepuluh kali Miyoung mencoba untuk bertanya tujuan pria ini, tetapi tak sedikitpun ia berbicara atau sekedar menjawab pertanyaan Miyoung.

Tatapannya beralih pada setiap jalanan yang di lewati. Keningnya mengkerut dalam dan ia tak henti-hentinya mendelik kesal pada Donghae yang masih terus diam sampai saat ini.

“Ck! Kenapa sekarang aku harus terjebak dengan pria asing ini?!” Miyoung bergumam, di liriknya lagi pria yang tengah menyetir itu.

Hening. Tak ada suara ataupun jawaban, Donghae benar-benar mengacuhkan Miyoung dan bersikap seolah-olah tak mendengar kata-kata Miyoung tadi.

Jalanan yang sepi semakin melarutkan Miyoung dalam kebosanan. Gadis ini menguap kecil sambil memeluk tubuhnya sendiri, merasa kedinginan sekaligus mengantuk.

“Kau mengantuk?” Setelah cukup lama terdiam, suara Donghae akhirnya terdengar juga.

Miyoung mendengus keras. “Kupikir kau berubah menjadi pria bisu!” Sindirnya, dia masih tetap melihat ke arah luar jendela.

“Jika kau mengantuk, tidurlah… aku akan membangunkanmu saat kita sampai.” Donghae berbicara seolah tak menggubris sindiran Miyoung.

Lagi, entah untuk yang keberapa kalinya Miyoung mendengus keras. “Heol! Memangnya siapa yang telah menarikku keluar dan mengajakku pergi di tengah malam seperti ini?! Dasar pria asing yang aneh!”

Namun, memilih untuk kembali tenggelam dalam diam. Tak ada sepatah katapun yang kini terlontar dari mulutnya, Donghae kembali bungkam seribu bahasa.

Miyoung memberenggut kesal, “Kau melakukannya lagi! Kenapa kau terus mendiamkanku, eoh?!” Sepertinya kesabaran gadis ini sudah habis sekarang.

“Miyoung-ah…” Suara Donghae yang tenang tentu saja menghentikan gerakan mulutnya yang nyaris mengeluarkan berbagai sumpah serapah untuk pria ini. “Tidurlah…”

Dan hanya dengan dua kata itu saja, Miyoung merasakan dirinya tak mampu mengatakan apapun lagi. Gadis ini menghela nafas cepat sebelum akhirnya kembali melihat ke jalanan dan perlahan-lahan, ia pun mulai terlelap dalam tidurnya yang tenang.

Sementara itu, secara diam-diam, Donghae sempat melirik ke arah Miyoung. Senyum kecil lantas segera menghiasi kedua sudut bibir pria tampan ini.

©Hello, Mr.Stranger!©

Sudah sejak empat jam yang lalu mereka telah tiba di daerah Gyeongsang Utara, tepatnya di Pohang. Tapi selama itu pula, Miyoung tak kunjung bangun dari tidurnya. Pada awalnya, Donghae memang membiarkan Miyoung untuk tetap tidur.

Tetapi rupanya, membiarkan Miyoung tertidur di sampingnya adalah kesalahan yang fatal. Sepanjang waktu menunggu gadis itu bangun, Donghae tak dapat membohongi dirinya sendiri, faktanya dia selalu mengarahkan tatapannya pada sosok Miyoung dan semakin lama ia menatap gadis itu, maka ia akan semakin merasa kegerahan dan risih dengan apa yang di lakukan olehnya sendiri.

Berulang kali Donghae berusaha untuk menenangkan dirinya dan memilih untuk ikut tidur agar pikirannya tak terus berkelana memikirkan hal-hal yang lain. Tetapi usahanya berakhir gagal total dan hanya malah membuat dirinya semakin tak tenang.

“Haish, aku tidak tahan lagi!” Donghae menggerutu marah, dia membuka cepat pintu di sampingnya dan bergegas keluar dari dalam mobil itu secepat mungkin.

Dengan cepat ia melepaskan dua kancing teratas kemejanya, lalu ia pun mulai mengibas-ngibaskan salah satu tangannya di sekitar lehernya, merasakan suhu tubuhnya memanas.

“Oh, sial! Bagaimana bisa hanya karena melihatnya tertidur, membuatku sepanas ini?!” Ia menggerutu, berpikir jika semua ini benar-benar tidak masuk akal!

Donghae sekilas kembali melirik ke dalam mobil, memperhatikan Miyoung yang masih saja terlelap dalam tidurnya. Seakan tak dapat mengontrol tatapan matanya, pandangan mata pria ini beralih pada sebuah daster tidur yang di kenakan Miyoung.

Daster itu memanglah tak terlihat sexy, justru sebaliknya, daster itu terbuat dari kaos yang cukup tebal dan bergambar doraemon, persis seperti toko anime kesukaan Miyoung. Tetapi yang jadi masalahnya adalah, daster itu ternyata hanya sepanjang paha Miyoung saja dan beruntung gadis itu masih menggunakan celana pendek di dalamnya, walau tetap saja sebagian dari kaki jenjang Miyoung terlihat dengan sangat jelas.

Dan hal ini lah yang membuat seluruh hormon dalam diri Donghae bangkit. Pria ini tak memungkiri jika dia adalah seorang pria yang akan dapat bercinta dengan gadis manapun yang di temuinya.

Tapi… bagaimana mungkin dia membayangkan hal itu bersama Miyoung sekarang?! Pria ini bahkan tak berpikir sampai sejauh itu sebelumnya! Dia hanya mengikuti kata hatinya saja, membawa Miyoung pergi dari dalam rumahnya karena dia yakin Kyuhyun pastilah menginap di sana.

Tapi, apa yang di pikirkan olehnya sekarang?! SIAL!

“Jika terus seperti ini, maka dapat ku pastikan jika ‘milikku’ akan segera membengkak dan kesakitan! Haish… Shim Miyoung, kau memang gadis sialan!”

Donghae kembali menggerutu sebal, mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Berharap udara dingin di sekitar pelabuhan Pohang ini akan mampu menenangkan pikiran serta ‘miliknya’ yang mulai terasa nyeri itu.

Di sisi lain, Miyoung merasakan kepalanya terantuk kaca dan ia pun terbangun dengan kedua matanya yang masih menyipit. Ia menggerutu pelan sambil mengusap-usap bagian kepalanya yang terantuk kaca.

“Eh?” Miyoung mulai mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, memfokuskan pandangannya pada sosok Donghae yang kini berdiri di depan mobil. “Apa yang dia lakukan di luar sana? Apa dia tidak merasa kedinginan?”

Sebenarnya Miyoung ingin saja kembali melanjutkan tidurnya, tetapi entah kenapa melihat Donghae yang tengah berdiri di luar sana terasa mengusik dirinya dan membuat Miyoung ingin ikut keluar dari dalam mobil juga.

“Benar-benar pria asing yang aneh!” Miyoung menggerutu sambil keluar dari dalam mobil.

Dia berjalan mendekati Donghae yang tetap tak bergeming meski Miyoung telah keluar dari dalam mobil. Miyoung mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan sikap Donghae.

“Hey… apa yang kau lakukan dengan terus berdiri di luar?” Tanya Miyoung seraya mulai berjalan ke arahnya.

Miyoung baru saja akan kembali mengatakan sesuatu, tetapi tertahan kala ia melihat pria itu tengah memejamkan kedua matanya sambil melipat kedua tangannya. Sepertinya dia lelah dan tanpa sadar tertidur di luar.

Sejenak gadis ini tertegun, “Apakah dia… melakukan semua ini karena aku?” Ia bergumam dalam hatinya, berpikir jika bukan pria lain tak mungkin melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan Donghae sekarang. Pria ini jelas menghormati Miyoung sebagai seorang wanita dan hal ini membuktikan jika Donghae adalah pria baik-baik, menurutnya.

Tanpa sadar Miyoung tersenyum kecil, ingatannya kembali melayang pada kejadian yang lalu. Memang benar Donghae selalu membuatnya kesal setiap kali mereka bertemu, tapi tak jarang pria ini selalu membuatnya tenang. Belum lagi, entah kenapa kebaikan Donghae yang di rasakannya akhir-akhir ini terasa begitu menyentuh perasaannya.

Kepala Donghae bergerak ke samping dan lama kelamaan tubuhnya pun ikut bergerak ke samping, yakin jika pria ini akan terjatuh, Miyoung buru-buru berdiri di sampingnya dan pada detik selanjutnya kepala Donghae telah bersandar tepat di bahu Miyoung. Gadis ini menghela nafas sejenak, tepat pada waktunya, gumam gadis ini.

“Kupikir kau akan membiarkanku jatuh.” Suara serak nan berat itu terdengar dari mulut Donghae, membuat Miyoung tentu saja terkejut dan sedikit menoleh kepadanya.

“Kau sudah bangun?!”

“Jangan bergerak, biarkan aku bersandar di bahumu lebih lama lagi. Aku masih mengantuk, nona Shim.” Balas Donghae, mengacuhkan pertanyaan Miyoung sebelumnya.

Miyoung mengerutkan keningnya, merasa sedikit kesal karena di bodohi oleh Dokter ini. “Jika kau mengantuk, kenapa tidak tidur di dalam mobil saja, eoh?!”

“Sst! Diamlah! Tidak bisakah kau tenang? Apakah kau hanya bisa menutup mulutmu saat kau tertidur?”

Mulut Miyoung spontan terbuka lebar, senyum kecut jelas terpampang di raut wajahnya yang seperti tengah menahan kekesalan. Dia mungkin bisa saja segera menarik tubuhnya dan membuat kepala Donghae terantuk ke atas aspal yang dingin dan keras.

Tetapi, begitu melihat Donghae yang masih memejamkan kedua matanya serta raut lelah yang jelas tergurat di wajahnya, tentu saja membuat Miyoung merasa tak tega untuk dapat melakukan semua itu.

Maka, dia lebih memilih untuk mengalah dan menarik nafas panjang. Berharap jika ucapan pria itu tak lagi memancang emosinya, atau dia akan benar-benar menarik tubuhnya dan membuat Donghae terjatuh ke atas aspal yang dingin dan keras itu.

Keheningan untuk beberapa saat terjadi, membuat Miyoung berpikir jika mungkin saja pria itu telah kembali terlelap dalam tidurnya. Namun, selang beberapa detik kemudian suara Donghae kembali terdengar.

“Jadi… Kyuhyun selalu menginap di rumahmu?” Kata-kata itu yang pertama kali Miyoung dengar setelah Donghae telah cukup lama terdiam dan mengabaikannya.

“Huh?” Kening gadis ini mengerut dalam seketika. “Kyuhyun? Kenapa kau tiba-tiba saja bertanya tentangnya?”

“Hanya penasaran saja…” Jawab Donghae berpura-pura acuh dan tak peduli. “Mengetahui jika kau memiliki hubungan dekat dengan kedua pria yang cukup aku kenal, tentu saja aku menjadi sedikit penasaran…” Lanjutnya, tak sepenuhnya dia berbohong tentang hal itu karena walau bagaimanapun juga Donghae memang merasa terganggu dengan semua itu kan? Terbukti dengan dirinya yang membawa Miyoung keluar begitu saja sekarang.

“Ck… kau terlalu ingin tahu urusan orang lain, Dr.Lee!” Sindir Miyoung.

“Jawab saja, Shim Miyoung!” Ada penekanan yang terdengar dari suara Donghae, tetapi Miyoung berpikir mungkin itu hanya perasaannya saja.

“Well… Kyuhyun memang suka menginap di rumah.” Miyoung menjawab dengan polos, tak menyadari perubahan raut wajah Donghae sekarang. “Tapi… itu tidak sering, mungkin hanya di waktu-waktu tertentu saja… ya… seperti saat ada Ahra Eonnie atau saat dia dan Kangin Oppa melakukan perjalanan bisnis…” Lanjut Miyoung menjelaskan sesuatu yang dia pikir seharusnya tak perlu ia jelaskan pada pria di sampingnya ini.

Kemarahan yang awalnya meliputi perasaan Donghae, perlahan mulai memudar dan kini tergantikan dengan kebingungan, “Maksudmu… Kyuhyun tak pernah benar-benar tidur bersamamu? Maksudku… kalian…”

“Apa kau pikir kami tidur bersama seperti melakukan SEX?!” Miyoung menjerit keras, tak percaya dengan kata-kata Donghae barusan.

Ia menarik tubuhnya dan melotot pada Donghae yang kini tengah berdiri menatapnya dalam kebingungan sekaligus salah tingkah.

“Err… w-well… k-kau bilang jika kau selalu di temani seorang… pria…” Donghae berucap dengan canggung, salah satu tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Dan kau bilang jika kau tak percaya kata-kata itu kan?!” Jeritan Miyoung seolah mampu membuat seluruh orang yang ada di pelabuhan Pohang itu mendadak tuli.

“Ssst! Kecilkan suaramu, nona Shim!” Donghae buru-buru membekap mulut Miyoung, tapi ia tak bisa menyangkal jika perasaan kesal yang sedari tadi bergemuruh dalam hatinya kini perlahan mulai lenyap terbawa angin.

Dengan senyum lebar yang tak dapat di sembunyikannya, Donghae bertanya sekali lagi hanya untuk sekedar memastikan. “Jadi… kalian benar-benar tak pernah tidur bersama? Maksudmu… malam ini bahkan dia tidak berada di rumahmu?” Tanyanya penasaran.

Miyoung lantas menarik kasar tangan Donghae yang sejak tadi membungkam mulutnya. “Tentu saja tidak!” Jawabnya, terlihat begitu kesal dan tersinggung. “Meskipun dia adalah mantanku, kami tak mungkin melakukan hal seperti itu! Kau mengerti?! Dasar dokter gila!”

Walaupun sebenarnya Donghae tak ingin menunjukkan rasa lega serta senangnya saat ia mendengar kenyataan tentang hubungan Kyuhyun dan Miyoung yang tak se-‘intim’ yang di bayangkannya. Namun tetap saja, senyum sumringah di wajahnya semakin terlihat dan lama kelamaan dia malah justru tertawa keras, merasa geli dengan semua tingkahnya.

Dia sudah nyaris terlihat seperti orang gila yang kehilangan akalnya, tanpa pikir panjang dia menyeret Miyoung untuk pergi dari rumahnya. Membawa gadis itu ke daerah yang cukup jauh dari rumah gadis itu, tak ingin jika sampai Miyoung hars menghabiskan waktu malam ini bersama Kyuhyun.

Tapi lihatlah kenyataannya sekarang! Ck, Lee Donghae, tingkahmu benar-benar konyol!

Sebelah alis Miyoung terangkat ke atas dan ia bergidik ngeri, merasa aneh dengan sikap Donghae yang berubah 100% ini.

“Dr.Lee… k-kau… baik-baik saja?” Miyoung berusaha menyentuh kening Donghae, tetapi pria itu dengan segera menangkap pergelangan tangannya dan di saat itu pula, tatapan mereka berdua pun bertemu pandang.

Tak ada tawa, tak ada suara. Semuanya hening dan diam seribu bahasa. Semilir angin mulai meniupkan beberapa helai rambut Miyoung dan deburan air yang menghantam bebatuan di pelabuhan itu pun terdengar, mengisi keheningan di antara keduanya.

Perlahan namun pasti, Donghae mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Miyoung, kedua matanya nyaris tertutup sementara Miyoung terlihat gugup di tempatnya. Kedua matanya bergerak tak menentu dan entah ini hanya perasaannya saja atau apa, tetapi ia merasakan jantungnya kini berdetak dua kali lebih cepat daripada biasanya.

Rasa-rasanya, perasaan ini terasa sama persis dengan perasaan yang dulu sempat ia rasakan pada seseorang. Sebuah perasaan yang di sebut…

“Haaathiii!”

Bibir Donghae hampir saja menyentuh bibir Miyoung, tetapi tertahan saat Miyoung tiba-tiba saja menundukkan wajahnya dan bersin secara mendadak, mungkin dia kedinginan.

“Uhmm… m-maaf…” Miyoung menggosok-gosok hidungnya yang terasa gatal, kedua pipi gadis ini pun lantas bersemu merah karena malu.

Bukannya menjawab, Donghae justru terlihat tersenyum geli. Ia kemudian melepaskan jaket yang sedari tadi di gunakannya, lalu tanpa mengatakan apapun dia segera menyampirkan jaket itu di sekitar bahu Miyoung.

Miyoung tertegun di tempatnya, menatap gugup pada Donghae yang kini tengah menatap ke arahnya sambil tersenyum hangat kepadanya.

Detak jantungnya terdengar lebih ber-irama, ribuan kupu-kupu terasa berterbangan di dalam perutnya, memberikan sensasi menggelitik namun menyenangkan.

‘Ya tuhan… jangan katakan… jika aku mulai memiliki perasaan lebih pada pria di hadapanku ini…’

Dewi batin Miyoung berteriak, memohon agar Miyoung tak secepat itu memiliki perasaan ‘khusus’ pada pria di hadapannya ini.

Ucapan Kyuhyun mengenai Donghae, kembali terngiang-ngiang dalam benaknya dan hal itu cukup menyadarkan Miyoung untuk tak terpengaruh oleh perasaannya saat ini.

Namun, walau begitu, tetap saja ia tak bisa sepenuhnya mengabaikan perasaan aneh ini.

©Hello, Mr.Stranger!©

Beberapa hari telah berlalu sejak kejadian saat itu, Miyoung dan Donghae kembali bekerja di Panti Jompo seperti biasanya. Namun, entah kenapa Miyoung justru tak mampu mengenyahkan perasaan itu. Senyuman hangat yang di berikan Donghae untuknya saat itu, seolah terus terngiang-ngiang di dalam benaknya dan hal itu tentu saja cukup membuat Miyoung gelisah.

Dia tak bisa berhenti memikirkan Donghae ataupun melenyapkan perasaan itu. Bahkan di saat ia melihat Donghae tengah bercengkerama dengan para gadis di panti jompo, rasanya Miyoung seperti ingin menyeret pria itu untuk pergi menjauh dari para gadis-gadis itu.

Well, sebelumnya Miyoung memang pernah mendengar desas-desus dari para suster yang bekerja di panti jompo ini, mengenai repusitas Donghae yang terkenal sebagai sesosok pria ‘playboy’ sejak dia masih di bangku sekolah dulu.

Awalnya, ketika mendengar itu Miyoung tak merasa terganggu barang sedikitpun. Tetapi, anehnya untuk akhir-akhir ini, Miyoung justru merasa terganggu dengan semua desas-desus itu, belum lagi ketika dia mendapati Donghae yang benar-benar dekat dengan para suster wanita di panti jompo ini.

“Sepertinya… aku harus mulai menjauhi pria itu! Aku tidak mungkin jatuh cinta pada pria sepertinya! Benar-benar tidak mungkin!” Gumam Miyoung dalam hatinya, bertekad untuk menjauhi Donghae.

©Hello, Mr.Stranger!©

“Miyoung-ah… hey, Shim Miyoung! Apakah kau mendengarkanku?”

Miyoung tersentak dari lamunannya kala Jino terus menerus memanggil namanya. Gadis ini segera menoleh padanya, masih terlihat sedikit linglung dan bingung.

“Maaf, Jino-ya… apakah kau mengatakan sesuatu padaku?” Tanya Miyoung kemudian.

Jino menatapnya dengan kening mengkerut dan ia pun langsung menghela nafas panjang. “Kau ada masalah akhir-akhir ini, Youngie-ya? Sepertinya… kau banyak melamun…”

“H-huh? Ah.. tidak itu-” Perkataan Miyoung seketika terhenti, tatapan gadis ini tertuju pada sosok Donghae yang kini tengah berjalan ke arahnya sambil membaca papan status yang tengah di pegangnya.

Miyoung baru saja berniat untuk memalingkan wajahnya ke arah lain, tapi terlambat. Pria tampan berstatus Dokter muda itu telah terlebih dulu menoleh ke arahnya dan seulas senyum tipis pun langsung terkembang di wajahnya.

“Eoh, Miyoung-ah!” Seru Donghae, ia lantas mulai berjalan mendekati Miyoung dan Jino.

“Err… Jino-ya, sepertinya aku ada urusan mendadak! Kita mengobrol lain kali saja…” Ujar gadis ini, terlihat setengah panik dan buru-buru berbalik pergi, berniat untuk menghindari Donghae secepat mungkin.

Sementara itu, Donghae yang melihat Miyoung pergi begitu saja seolah tak menghiraukan dirinya, tentu saja membuat dokter muda berparas tampan ini kebingungan.

“Kenapa dia pergi? Aku kan memanggilnya…” Donghae mengutarakan kebingungannya di hadapan Jino.

Jino mengangkat kedua bahunya, “Entahlah… mungkin… apakah kalian bertengkar seperti biasanya?” Bukannya menjawab, Jino malah justru bertanya balik.

“Tidak. Malah aku berpikir, jika hubungan di antara kita sudah mulai membaik…” Sahut Donghae, masih tetap memandang lorong yang sempat di lewati Miyoung saat pergi tadi.

“Benarkah? Hm… lalu kenapa Miyoung harus bersikap seperti ingin menjauhimu?” Jino kembali melontarkan pertanyaannya dan untuk kali ini, Donghae yang terlihat menaikkan kedua bahunya.

Sekilas raut kekecewaan jelas tergambar di wajah pria ini, baru beberapa hari yang lalu dia merasa senang karena akhirnya dia merasa dapat semakin dekat dengan seorang gadis yang selama ini di sukainya.

Tapi sekarang… Miyoung justru terlihat menjauhi dirinya.

©Hello, Mr.Stranger!©

Sudah lebih dari satu minggu, Miyoung selalu berusaha untuk menghindari Donghae. Dia bahkan meminta salah satu suster lain untuk menggantikan posisinya sebagai asisten dari Donghae.

Sebenarnya Miyoung merasa sedikit tak enak juga, terlebih ketika dia seringkali mendapati Donghae berusaha untuk berbicara dengannya. Tapi ia justru malah menghindarinya tanpa mau mengatakan sepatah katapun.

Namun, ini sudah keputusannya dan Miyoung takkan pernah merubah keputusan ini. Dia akan tetap menjauhi dokter bermarga Lee itu.

©Hello, Mr.Stranger!©

Pada sorenya, begitu sift kerjanya telah berakhir, Miyoung lebih memilih untuk bersantai di rumahnya sambil menonton drama favoritnya. Gadis ini bahkan terlihat meneteskan air mata, terlalu hanyut dalam drama yang di tontonnya itu.

Drt… Drt… Drt…

Pada dering pertama ponselnya, Miyoung tak berniat untuk menjawab telepon masuk itu. Tetapi, ketika ponsel itu kembali berdering untuk kedua kalinya, dengan perasaan dongkol karena harus terganggu di saat ia tengah menikmati drama favoritnya, Miyoung lantas segera menjawab teleponnya.

“Yeobseyo!” Jawabnya dengan ketus, tak peduli pada siapa yang kini tengah menelepon.

“YA! Apa yang kau lakukan, huh?! Kenapa kau tak mengangkat teleponku sejak tadi?!” Teriakan nyaring dari ujung sana membuat Miyoung reflex menjauhkan ponselnya dari daun telinganya.

“Haish.. tidak bisakah kau berkata pelan?! Kau nyaris membuat telingaku tuli!” Miyoung menggerutu kesal sambil mengusap-usap telinganya.

“Aku tidak peduli! Cepat keluar sekarang juga!”

“Huh?!” Miyoung melongo, “Tunggu!” Ia sekali lagi menjauhkan ponselnya lalu melihat sejenak layar ponselnya. “Siapa kau?” Tanyanya kemudian, begitu polos. Dia benar-benar tak tahu siapa yang tengah meneleponnya itu, karena nomor ponsel orang itu tak ada di dalam phonebook ponselnya.

“Apa?! Kau masih bertanya padaku siapa?! YA!” Lagi, orang itu berteriak keras.

“Aish… YA! Kau benar-benar bisa membuat telingaku tuli!” Miyoung balas membentak.

“Karena itu, cepat keluar sekarang juga!”

Sekali lagi Miyoung melongo seperti orang bodoh. “Keluar? Maksudmu?”

“Keluar yang aku maksud, berarti kau keluar dari dalam rumahmu, nona Shim!” Orang itu berucap dengan nada penuh penekanan, berusaha keras untuk tidak ‘meledak’ karena kesal dengan cara berpikir Miyoung yang terlalu lamban.

Hening… satu detik… dua detik… tiga detik…

“Tunggu… kau… D-Dokter… Lee?”

“CEPAT KELUAR!”

Flip!

Sambungan telepon itu terputus bersamaan dengan teriakan Donghae yang terdengar dari luar rumah. Miyoung reflex terperanjat dari tempat duduknya dan buru-buru gadis ini pun berlari menuju pintu depan rumahnya.

Dan… ya, seperti apa yang di tebak olehnya. Sekarang, Miyoung dapat melihat sosok pria itu tengah berdiri tepat di hadapan rumahnya dengan memasang raut wajah masam.

Miyoung tersenyum dengan canggung kepadanya, bingung karena harus berbuat apa. Baru saja ia berhasil menjauhi pria ini sejak beberapa hari yang lalu, tapi lihatlah sekarang, pria itu justru terlihat tengah berdiri di depan rumahnya sekarang.

“A-apa yang k-kau lakukan di rumahku?” Tanya Miyoung kemudian, berusaha untuk tetap terlihat tenang meski hasilnya justru sebaliknya, gadis ini terlihat gugup setengah mati.

“Aku yang harusnya bertanya padamu!” Donghae terlihat benar-benar marah. “Kenapa akhir-akhir ini kau menghindariku, huh?! Apakah aku melakukan hal yang salah padamu sehingga kau menjauhiku?!”

Deg!

Entah dia harus merasa senang atau tidak, tetapi jantungnya lagi-lagi kembali berdetak dua kali lebih cepat. Seluruh darah dalam urat nadinya terasa berdesir-desir dan cahaya kecil di dalam hatinya pun perlahan mulai bertambah semakin terang.

Seharusnya dia memang merasa kesal karena Donghae memarahinya sekarang. Tetapi ini justru sebaliknya, Miyoung merasa senang bukan main karena ternyata kedatangan pria ini ke rumahnya untuk menanyakan alasan kenapa dia menghindari pria ini.

Bukankah itu berarti, Donghae merasa terabaikan olehnya? Apakah mungkin… pria ini memiliki perasaan yang khusus kepadanya?

‘Ah, tidak-tidak! Jangan bermimpi, Shim Miyoung! Kau tidak ingin patah hati secepat itu kan?!’

Untuk kesekian kalinya, Dewi batin dalam hati Miyoung seolah memperingatkannya. Dia tak boleh merasakan perasaan aneh ini, tidak boleh!

“Tunggu dulu…” Donghae mengalihkan tatapannya, salah satu ibu jarinya mengusap pelan jejak air mata yang tersisa di wajah Miyoung. “Kau baru saja menangis? Apa yang membuat kau menangis seperti itu? Apakah kau menangisi pernikahan Eunhyuk?!” Segala rentetan pertanyaan terlontar begitu saja dari mulut Donghae, seakan-akan pria ini begitu khawatir dengan alasan Miyoung menangis sekarang.

“A-apa?” Miyoung sedikit menjauhkan wajahnya dari tangan Donghae dan sekilas gadis ini dapat melihat raut kekecewaan di wajah pria itu. “Aku tidak menangis!” Lanjutnya, berusaha untuk mengabaikan raut kekecewaan yang terpancar di wajah Donghae.

“Tapi kedua matamu membengkak!” Donghae menunjuk mata Miyoung yang memang terlihat sedikit membengkak, khas seseorang yang baru saja menangis.

“Huh? Benarkah?” Miyoung langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela rumahnya, melihat pantulan dirinya di sana dan mengecek kedua matanya. “Aaah… ini karena aku menonton drama favoritku! Aku bahkan tidak sadar kapan aku menangis…”

Mendengar penjelasan Miyoung, Donghae jelas saja melongo. Ia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya secara berulang kali dan pada detik selanjutnya dia telah mendengus keras.

“Heol! Kau menangis hanya karena menonton sebuah drama?!” Serunya, benar-benar tak percaya dengan apa yang di dengarnya.

“Kenapa? Itu bukanlah sesuatu hal yang di larang kan?” Miyoung menjawab dengan polos.
“Lagipula… drama-nya cukup bagus, karena itu aku begitu terbawa oleh alur ceritanya dan bisa menangis sampai mataku membengkak seperti ini…”

Donghae meletakkan kedua tangannya di sisi pinggangnya, untuk beberapa saat ia menoleh ke arah samping sambil bergumam pelan. “Kau benar-benar gila, Lee Donghae! Bagaimana bisa kau tertarik pada gadis sepertinya?!”

“Kau mengatakan sesuatu?” Tanya Miyoung, yakin jika yang di ucapkan Donghae tadi pasti berhubungan dengannya.

Donghae kembali menoleh padanya, “Tidak, lupakan saja! Sekarang ayo ikut aku!” Ajaknya seraya menarik salah satu tangan Miyoung secara tiba-tiba.

“E-eh… t-tunggu dulu!” Dengan segera Miyoung menahan langkah kakinya dan Donghae pun segera berbalik padanya.

“Ada apa?”

“Ada apa katamu?” Miyoung mengerutkan keningnya, “Ya! Baru beberapa hari yang lalu kau menyeretku keluar dari rumahku saat tengah malam dan membawaku tanpa alasan yang jelas… dan sekarang kau akan membawaku pergi lagi, eoh?! Kau pikir siapa dirimu sampai berani-beraninya melakukan semua itu padaku, huh?!”

Selagi Miyoung terus berceloteh ria mengeluarkan semua kekesalannya, Donghae malah justru terlihat acuh dengan memiringkan kepalanya ke samping. Ekspresinya begitu datar, seolah tak peduli dengan semua ucapan Miyoung.

Masih banyak hal yang ingin ia keluarkan, tetapi begitu melihat ekspresi datar Donghae tentu saja membuat nyali Miyoung sedikit menciut sekarang.

“K-kenapa menatapku seperti itu?” Tanyanya, terlihat sedikit risih dengan sikap Donghae.

“Kau sudah selesai berbicara?”

“Eh?”

“Kuanggap jawabannya adalah ‘ya’.”

Dan hanya pada detik selanjutnya, Donghae telah kembali menarik tangan Miyoung dan membuat gadis itu berteriak karena terkejut bercampur bingung.

©Hello, Mr.Stranger!©

Saat ini, Donghae dan Miyoung tengah mengitari jalanan di sekitar sungai Han dengan menggunakan sepeda. Miyoung berada di jok belakang, sementara Donghae terlihat asyik di jok depan sambil mengayuh sepeda-nya pelan-pelan.

“Bukankah ini mengasyikan? Aku sudah lama sekali ingin pergi bersepeda di sekitar sungai Han.” Seru Donghae dengan senyum sumringah di wajahnya.

Berbeda halnya dengan Donghae, Miyoung justru terlihat memasang wajah masam. Gadis ini sepertinya sedang merasa kesal karena lagi-lagi, dia merasa kalah telak dari Dokter ini.

“Kenapa kau selalu senang membawaku pergi keluar? Kenapa kau tidak mengajak gadis lain saja? Sepertinya kau mengenal banyak suster wanita di panti…” Celoteh Miyoung, dia jelas menyindir kedekatan Donghae dengan para gadis-gadis di panti jompo itu.

Bukannya merasa tersindir dengan kata-kata Miyoung, Donghae justru terlihat tersenyum kecil, seolah pria ini mengetahui maksud dari ucapan gadis ini.

“Memangnya kenapa? Apakah kau cemburu karena aku berdekatan dengan para gadis itu, eoh?” Sahutnya dengan santai, berbalik menggoda Miyoung.

Blush!

Kedua pipi Miyoung seketika berubah merah padam, dia tak sadar jika kata-katanya itu justru menunjukkan jika dirinya memang tidak menyukai kedekatan Donghae dengan para gadis itu. Seketika itu juga, Miyoung langsung merutuki kebodohannya karena telah bicara seperti itu.

“A-apa maksudmu? Untuk apa aku cemburu pada dokter asing menyebalkan sepertimu?!” Balas Miyoung, berpura-pura untuk mengelaknya.

“Benarkah? Ah… sayang sekali, aku pikir kau memang cemburu padaku. Sebenarnya… aku tidak keberatan jika kau memintaku untuk menjauhi para gadis-gadis itu…”

“Ck, hanya pikirkan itu dalam mimpimu, Dr.Lee! Aku tidak mungkin cemburu padamu!”

Tawa Donghae lepas begitu saja, mengacuhkan jawaban ketus Miyoung dan malah berpikir jika pastilah gadis itu terlihat begitu menggemaskan sekarang. Seandainya dia tak sedang mengayuh sepeda ini, mungkin Donghae akan segera mencubit kedua pipi Miyoung dengan gemas.

“Hey… sebenarnya aku berpikir ini sejak beberapa hari yang lalu.” Miyoung mulai berbicara kembali, “Sebenarnya… kenapa kau harus membawaku keluar malam itu?”

Deg!

Tawa Donghae seketika lenyap, senyum di wajahnya memudar dan rasa gugup pun lama kelamaan mulai hingga dalam dirinya.

“Errr… i-itu…” Donghae terlihat menelan salivanya dengan susah payah, dia tak menyangka jika Miyoung akan menanyakan kejadian malam itu.

“Kenapa kau berubah gugup?” Tanya Miyoung, menyadari jelas kegugupan yang tengah di rasakan Donghae sekarang.

“H-huh? A-apa? T-tidak! Tentu saja aku tidak gugup! Ha ha ha ha…” Tawa Donghae saat ini terdengar lebih canggung dan enggan,

“Lalu kenapa kau tidak menjawab? Ayo katakan padaku… kenapa kau mengajakku pergi malam itu?” Miyoung semakin menyudutkan Donghae dengan pertanyaannya itu.

Sejenak, Donghae hanya mampu terdiam. Memikirkan alasan yang masuk akal untuk gadis yang duduk di belakangnya ini. Dia jelas tak akan mengakui, jika alasan dia membawa gadis itu pergi karena dia tak ingin jika Miyoung sampai menghabiskan waktu bersama dengan Kyuhyun malam itu.

“Matahari!” Donghae tiba-tiba saja berucap dengan mantap.

“Eh? Matahari?”

Donghae segera menganggukkan kepalanya dengan cepat. “Ya… matahari.” Sahutnya. “Apa kau pernah mendengar jika Pohang adalah kota yang di sebut-sebut sebagai tempat di mana matahari pertama terbit di Korea Selatan?”

“Ahh… soal itu…” Miyoung menggedikkan sesaat kepalanya. “Well… aku memang pernah mendengar tentang itu, tapi aku belum pernah melihatnya secara langsung…”

“Ya, benarkan?” Suara Donghae bertambah yakin. “Karena itu, aku membawamu ke sana untuk memperlihatkanmu keindahan saat matahari terbit di pelabuhan Pohang…”

Oke, sepertinya Dokter muda berparas tampan ini telah berhasil menemukan satu alasan yang cukup masuk akal.

“Ah… begitu…” Miyoung mengangguk singkat, masih sedikit aneh dengan alasan Donghae.

Gadis ini berniat kembali bertanya, tetapi suara Donghae telah mendahuluinya dan menyela ucapan gadis itu.

“Miyoung-ah, ayo berpegangan yang erat!” Seru Donghae, bersiap mengambil ancang-ancang untuk mempercepat laju mobilnya.

“E-eh? Kyaaaaa!!” Dan yang terdengar di sepanjang jalanan sungai Han itu adalah teriakan Miyoung yang nyaring, terkejut dengan cara Donghae membawa sepeda itu.

©Hello, Mr.Stranger!©

Setelah lebih dari 1 jam mereka bersepeda, akhirnya mereka memilih untuk beristirahat di sebuah cafe yang ternyata adalah cafe favorit yang seringkali di kunjungi Miyoung. Di cafe ini jugalah, dulu terjadi tragedi di mana Miyoung menabrak mobil Donghae.

“Kau berniat mengungkit masa lalu dengan membawaku kemari, eoh?” Miyoung bercanda sambil turun dari atas sepeda.

“Tentu saja tidak, sudahlah masuk ke sana dan pesankan aku minuman yang segar! Aku akan mengunci sepeda-nya dulu…” Ujar Donghae seraya merapihkan posisi sepedanya.

“Baiklah…” Miyoung berlalu masuk ke dalam cafe, siap memesan sesuatu yang akan dapat menghilangkan rasa hausnya serta mungkin memesan beberapa camilan untuk perutnya yang sedikit lapar.

Seperti biasanya, Miyoung akan memilih sebuah meja yang berada di sudut cafe ini. Tempat itu memang begitu nyaman dan terlebih Miyoung bisa melihat ke arah keluar cafe dengan begitu jelas.

Beruntung cafe tak terlalu ramai hari ini, jadi Miyoung dapat langsung memesan pesanan yang di inginkannya. Selagi menunggu pesanannya datang, Miyoung mengalihkan tatapannya ke arah luar cafe.

Awalnya gadis ini terlihat bersenandung kecil, tetapi kemudian tatapannya tertuju pada sosok Donghae yang saat ini tengah mengobrol dengan seorang pria, sepertinya salah satu kenalannnya. Donghae terlihat begitu ceria saat mengobrol dengan pria itu dan entah kenapa Miyoung begitu menyukai senyuman cerah yang terpancar di wajah Donghae.

Dagunya bersandar pada salah satu tangannya yang sengaja ia dirikan di atas meja, lalu tanpa sadar gadis ini terus memperhatikan setiap gerak-gerik Donghae.

Sampai pada akhirnya, seperti menyadari jika dirinya tengah di perhatikan, Donghae lantas menoleh ke arahnya. Terkejut dengan semua itu, Miyoung jelas saja berniat untuk segera memalingkan wajahnya.

Tapi terlambat! Pria itu telah terlebih dulu melihat ke arahnya dan Donghae bahkan sempat mengedipkan salah satu matanya pada Miyoung, berniat untuk menggoda gadis itu.

Blush!

Sesaat Miyoung merasakan kedua pipinya lagi-lagi bersemu merah, jantungnya kembali berpacu cepat dan harus Miyoung akui, jika godaan Donghae itu cukup membuatnya terpengaruh.

“Haish… dia memang sangat ahli dalam menggoda wanita, dasar dokter playboy!”

Miyoung menggerutu selagi mengipas-ngipaskan tangannya di sekitar wajahnya. Tetapi seolah tak ‘jera’ dengan kejadian tadi, Miyoung lagi-lagi menoleh ke arah luar jendela cafe.

Namun, bukannya merasa malu karena ternyata Donghae yang kini tengah menatap ke arahnya, Miyoung justru seolah di bawa kembali ke waktu yang lalu.

Seolah, ia pernah mengalami hal ini. Kenangan beberapa tahun lalu kembali berputar di dalam ingatannya dan ia seperti mengalami deja vu. Seakan-akan, Miyoung pernah duduk seperti ini sambil bertatapan mata dengan Donghae yang berada di luar cafe ini.

Deg!

Sekali lagi jantung Miyoung kembali berpacu cepat, ingatannya semakin bertambah jelas dan sebuah kenangan yang tak dapat ia lupakan pun langsung terbesit dalam benaknya.

Dengan secepat kilat Miyoung beranjak dari tempat duduknya, dia berlari keluar cafe dan segera menghampiri Donghae yang masih tetap berdiri di luar cafe.

Melihat tingkah Miyoung yang sedikit aneh, Donghae tentu saja terlihat bingung. Pria ini menaikkan sebelah alisnya, “Ada apa?” Tanyanya, benar-benar bingung.

“Donghae-ssi…” Miyoung sejenak terdiam, masih berpikir apakah yang ia perkirakan ini benar atau tidak. “K-kau… apakah… kau mengenal seorang pria ber-inisial.. A… L?”

Sejenak, Donghae masih nampak menyerap kata-kata Miyoung tadi. Tetapi pada detik selanjutnya, pria ini seperti terlihat terkejut, tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini.

To Be Continued…

Note : Ulalalalalalalaaaaa… Hai.. My Lovely Readers?? Gimana kabar kalian semua? Aku harap baik yaa… ^^ Untuk kali ini aku datang dengan membawa lanjutan dari fanfic Hello, Mr.Stranger! So… bagaimana kelanjutannya? Apakah semakin menarik? Hehehehe

Yaa… semoga bisa menghibur para My Lovely Readers sekalian yaaah… Hehehe Dan buat yang udah baca… seperti biasa yaah… READ and COMMENT… Karena, hanya dengan satu komentar kalian saja, maka itu akan menambah semangat aku untuk melanjutkan fanfic ini… Jadi, jangan segan-segan untuk komentar ya… ^^ Komentar apapun aku terima ko, asalkan jangan berupa BASHING-an yaaah… apalagi sampai ada yang berbicara dalam bahasa yang kasar… Ugh… NO! NO! NO! Hehehe So, enjoy yaaa Readersku tersayang… #hug+chu

Iklan

152 thoughts on “Hello, Mr.Stranger! (Part.6)

  1. dunghe dengan ke-absurd-an sikapnya :v diawal yg cuma diem aja terus teriak” kaya org kesetanan dan keanehan sikapnya yg lain di ff ini lol xD AL? Aiden Lee?? haha nebak :3
    keep writing author!!!

  2. kyaaa… donghae kalau cemburu lucu juga … kekek 🙂
    aigooo sebenarnnya mereka berdua ada hubungan di masa lalu ya… apa mereka akan bersatu… next^^^ bikin penasaran bgt… 🙂

  3. Wah tebakan ku sama dengan yang lain.. AL = Aiden Lee, nama inggrisnya Donghae..
    Wah Donghae ternyata pervert juga nih,… hehehehehe…
    Ceritanya tambah seru.. Ditunggu kelanjutannya ya Nta..

  4. aaaaaaakkkkk haeeee udahhhh langsung jdiin miyoung milikmu ajaaaa kkk
    wkwkwkk cemburuu nya hae bikin ngakak deh eon 😀 langsung maen geret2 miyoung aja kkkk
    nta eon next bikin hae sama miyoung nya lebih panas lgi yaaa *eh xDD

    A.L ??? aiden lee kah eon ??? penasaran >.<

  5. Hahaha donghae cemburu….. Udah hae oppa,bilang aja sma miyoung ny klu suka.

    Kyu oppa ny nggk nongol ya dlm part ni.

    Lanjut trus thor kelanjutan kisah ny… Slalu d tggu next part ny..

  6. aiden lee ngasih apaan sama miyoung iiiih. sapu tangan? ato apa. haaaaak tbc nya nyangkut bgt dah ih
    mulai tau deh intetaksinya kyu ama miyoung. jd nebak2 apa yg ntr bikin miyoung hae kyk org gk kenal

  7. Kyaaaaaaa! Keren thor! Aku tau orang berinisial A. . .L ! Aiden Lee !! Benarkan?? 😀

    deja vu? Apa tu thor? Aku baru dengar :-/

  8. A.L ?? Aiden Lee ?? Itu kan donghae yaa -_-
    Ceritanya seru..apa lgi pas donghae cemburu, main seret seret ajh wkwkwkw….
    Napa gak jujur ajh soal perasaanyaa sii.?? Haduuh kasian Miyoung biar bingung sama sikap donghae 😀

  9. “Miyoung-ah, ayo berpegangan yang erat!” Seru
    Donghae, bersiap mengambil ancang-ancang untuk
    mempercepat laju mobilnya.

    typo ntaa, mungkin sepeda kali ya maksudnya..hehe

    makain penasaran siapa orang yg berinisial AL, ah jangan AL anaknya ahmad dani ya #plakkk hahah

    di tunggu next part, yg panjang yaaa hhihihi

    fighting!!

  10. A…L.??
    Nuguya?
    Al gozali kah.?
    ㅋㅋㅋㅋㅋ ^^
    Bikin penasaran ajaaa… >.<
    Cepet" di Lanjutt yaaa…
    Sama egoistic Man nya jugaa..
    Hihihihi…

  11. A L ???
    waaaa siapa itu ??
    dan kenapa donge terkejut ??
    jangan itu hae oppa ????

    wooooo donge oppa cemburu dgn Kyu Kyu ckckckckck

    ohohoho chingu fighting ya !!!
    haaaaa masih jauh kyaknya ceritanya ni sampe di mana donge – minyoung canggung pas ketemu di pernikahan Kyu lalalala

  12. A.. L. Apakah Aiden Lee? Seneng banget dengan perkembangan hubungan Dong Hae-Miyoung, semoga part2 selanjutnya ada NC-nya. LOL. Wkwkwkwk…

  13. Well,setelah sekian lama ak bolak balik cek email masuk akhirnya dikau update juga HMS nya,,hihihi,,
    Abisnya bikin penasaran,
    And part ini km sukses bikin ak penasaran tingkat dewa!!!hmmm
    Ada hubungan apa A.L dengan miyoung?kenapa dia ga bisa lupa kenangan tentang A.L??
    Kenapa ntaaaaaa!!!!

  14. a…l….

    mungkinkah aiden lee….

    penasaran”….
    apa mungkin mereka pernah berkenalan sebelumnya???
    makin keren ceritanya….

    di tunggu next partnya ea nta….

    keep writing n good luck..
    🙂

  15. lahh, donghae pinter bnget ngelesnya, mana bawa2 matahari pula… pinternya,, hehe
    AL itu Aiden Lee ya?
    ah, udah ngga sabar nunggu lanjutannya,
    udah penasaran banget sama jawaban donghae nanti,
    next part di tunggu thor.,

  16. A. L. aiden lee…
    emg dulu itu mereka pernah saling kenal kah thor???
    huahhh bakal seru nih, ditunggu kelanjutannya gomawo^^

  17. A.L bukan ALAY kan ?! Kekekeke*gubrakkk 😀
    Apa itu donghae ?! Atau namja lain yg diknal donghae ???
    Haddeuhh jdi g sabar pengen baca part selnjut’y …
    Fighting \(^_^)/…

  18. AL…??
    Aiden Lee..??
    aaaaah, semakin kesini semakin seru dan dibuat penasaraaann..
    ga sabar nungguin part selanjutnyaa..
    modusnya donghae, ckckck..
    ahahahha, ngeliat matahai terbit, padahal, ga then ngebayangin miyoung sm kyuhyun dirumah..
    kkkkk~..
    lucu lucu..

  19. Aaaa….skap’y donghae yg msh gengsi bwt ngaku dy cemburu sm miyoung&kyu itu lucu bgt..hahahahaha..
    Tp AL itu aiden lee,knp miyoung bs tw?????k’jdian apa y qra” yg tjdi d’msa lalu itu????

  20. waduhhh .. syapa tuh A .. L ??
    aphkah miyoung n donghae pernah bertemu satu sama lain sebelum di pertemuan’a di kafe ??
    penasaran sama cerita selanjut’a ..

  21. hheeemmmm…sama2 cemburu tapi takut apa gengsi yach ngungkap’in perasaannya.
    semakin seru aja tapi juga semakin ribet itu orang 2…sama2 punya pemikiran yang nggak2 aja…hadew bisa2 yg baca ini ikut2an senewen klo terus2an nyembunyi’in perasaan masing2.
    A…L sapa tuh moga2 aja aiden lee yach… kan itu nama inggrisnya si ikan mokpo.
    typo2 dikit gpp-lah…kan masih dapat di pahami 😉

  22. Akhirnyaaaa 😀 part 6 nya mncul juga 😀 .. Hahaha donghae2 kesian kan miyoung d bawa lari pake piyama -.- .. Miyoung dah mulai jth cnta niih ma hae 😀 yuhuuu .. Inisial AL itu syp yaa ??? Prnasaran

  23. Haha.. sumpah.. lucu banget.. donghae donghae.. wkwk.. kira2 sapa tu AL? Hm.. pnasaran.. oya the dark side kapan keluar? Gak sabar nih…

  24. hahaaaa.. cara cemburu’a donghae lucu… ckck..ada” sh tp alasan’a pinter bgt..
    lalu siapa tu A.L sebenar’a ??

    nexxxx…

  25. Haduhhhh Donghae selaly ada2 aja alasan untuk ngebawa Miyoung keluar dri rumah
    Tng aja Miyoung cintamu gk brtepuk sebelah tngn kok
    Wooowwwww siapakah inisial A…L
    Apakah itu ada hbngn masalalunya antara Donghae dan Miyoung?
    Okeh thor ditunggu next part
    Keep spirit

  26. AL…..???? knpa anak Ahmad Dhani bsa ikut jd cast disini…???! waduh brondong jd saingan Lee’cs..
    O.O
    /ditabokNta/

    xDDD

    ye ilehhh…miyoung-ah,msaa sm cwok ganteng lupa, jelaslah AL itu Aiden Lee /tepok jidat miyoung/

    mna? ktnya terpesona sm cwok yg bermarga Lee,ampe terGILA-GILA,
    modus lah itu pura2 amnesia…xDD

    duhh,donghae klu cemburu gayanya bkin bibir nganga, ngakak abis.ikan mcm kna rabies,mencak2 gk jelas..hihihihi….

    ah….seneng, akhirnya ff ini update,tandanya anceman dr authornim gk bertan lama
    mhuahahahahahahahahahah…./cipokHae/

  27. AL? Aiden Lee? kalo iya…… hahay semoga sesuatu yg manis bukan malah jadi ‘konflik’ >< cepet jadian yah mereka;3

  28. A.L itu siapa?..
    BTW makin so sweet aja mereka. Jd ngiri dech hehehee..
    Ok next partnya d tnggu eon..
    Fighting..

  29. Eishhhhh….. mengedip kan salah satu matanya.

    “Miyoung-ah, ayo berpegangan yang erat!” Seru Donghae, bersiap mengambil ancang-ancang untuk mempercepat laju mobilnya.

    *mobilnya mksdnya sepedanya ya?
    Mrk lg naik sepeda

    Aiden Lee. Hahhahahah

  30. part ini bkin senyum2 sndri, berasa nntn drama korea,hahaha
    ngebayangin senyum nya donghae,ckckc

    aiden lee kah????
    mkin pnasaran, ditggu part slanjut nya

  31. Hohoho, siapakah A L ? Angkatan Laut ? Hehehe. Akhirnya apdet juga thor, gak nyangka si hae bisa berbuat hal yang kayak gitu. Next ditunggu thor

  32. Hiaaa akhirnya publish jg..
    Ada typo eon, yg hae nyuruh miyoung buat pegangan eray, harusnya knn sepeda bukan mobil..
    A..L keknya saya tau, nma westnya hae bukan?? Hihi jd pnasaran ama lnjutannya..
    Ada apa ama AL dan miyoung??
    Waiting for the next chap.. 🙂

  33. Lucu bgt ngebayangin donghae yg cemburu tp ternyata kecemburuan.a salah 😀
    Aduh hae,,ko seneng bgt sih bawa miyoung pergi dr rmh.a??? (knp jgn aq z yg dbwa prgi :-D. #ngarep)

    A-L??? pst Aiden Lee 😀 #sotoy_kumat

  34. ah.. Donghae lucu kalo lagi cemburu. Mi Young udah mulai ada rasa sama Donghae.
    Apakah AL itu Aiden Lee?
    penasaran kelanjutannya! Pasti tambah seru. 🙂

  35. Awalna g trlalu suka sm nie couple… miyoung lbih cucok sm zhoumi mnurutku… tp lama2 dibaca koq suka jg… jd penasaran gmna lnjutan na…
    next ditunggu y…

  36. Akhirnyaaaa 😀 part 6 nya mncul juga 😀 .. Hahaha donghae2 kesian kan miyoung d bawa lari pake piyama -.- .. Miyoung dah mulai jth cnta niih ma hae 😀 yuhuuu .. Inisial AL itu syp yaa ??? Prnasaran banget 😩😩

  37. tetep ya kekonyolan dan keheboha dari donghae dan minyoung selalu menarik perhatian ku. siapa itu pria berinisial AL????? apa itu donghae? penasaran deh, lanjut ya……!

  38. A L ? aiden lee tentu aja itu fonghae miyoung….

    makin seru nuch updatenya jgn lama2 chingu..

    jujur ya ff qm tuh bagus bagus semua dan byk yg belum kelar makanya aku penasaran…
    keep writing..

  39. Cerita cinta yang unik ..
    dimulai dari tabrakan akhirnya jadi pasangan ..
    Aaaaaaaaa, seru banget cerita ga bosenin apalagi cerita ringan dan boring jadi ngerasa jadi cast utama wanitanya ..
    lanjutin dong thor ..

  40. lagi asik2 baca, eh Tbc…
    haha donghae cemburunya lucu juga. main bawa lari anak gadis org ajah.
    A L itu bukannya nama donghae ya?
    kira2 apa tu jawaban donghae, penasaran??
    lanjutannya jgn lama2 thor^^

  41. Akhirnya update jg thor..sperti biasa critanya bagus and bikin ktagihan..
    And tiaplagi seru2nya..pasti deh TBC kluar..nice timing as always..
    Gudlak and update soon y..

  42. emnk miyoung pelupa tingkat akut.
    hae ajj slalu inget…
    mulai jtuh cnta ya …
    hahaha mkin bkin pnsaran ni

  43. Hmmm..minyoung jatUH di pesonax A..L

    Hahaha
    ini menarik
    hash..kyu kgk muncul sama haneul?
    Hayo lah di chap 7 ntar bikin hankyu muncul eoh

  44. eonni,…. daebak,….
    sebenarnya hubungan masa lalu seperti apa antara donghae sama minyoung kenapa bawa – bawa AL sgala?????
    eonni lanjutin dunk,……………………………………….
    please,,,,,,………………………

  45. Haha lucu, donghae playboy?#udahbiasakali..
    A.L itu siapa, donghae kah ? Wah makin penasaran ..
    Lanjut thor ..
    Keep writing:)

  46. AL? Siapakah itu???
    Jreng..jreng…jreng….
    Penasaraan pensaran…
    Perkembangan hubungan miyoung sma donghae makin romantis ajaaa…
    Hahaa

  47. “Jika terus seperti ini, maka dapat ku pastikan jika ‘milikku’ akan segera membengkak dan kesakitan! Haish… Shim Miyoung, kau memang gadis sialan!” mwahahahaha lee donghae lee donghae aduhhh ngakak deh haeee mecuuummm kkkk
    yesss tak salah lagi AL itu pasti aiden lee

    hehe ga tau kenapa eon imey selalu suka sapa tipikal cowo pemaksa maksudnya kaya hae gituuu, langsung asal nyeret miyoung kesan kesini kkkk dan oitu pas yg di sungai han cieeee totweet banget sih kalian maen sepeda2an malem malem :*

  48. Makin seru..bikin cengar-cengir sendiri sama tingkah Donghae yang konyol karena gak mau Miyoung-Kyu tidur bersama…
    Siapa lagi tuch A.L? Kok semua orang Ɣªήğ dikenal Miyoung selalu terhubung dengan Donghae yah *garuk” kepala*

  49. Aiden Lee kah?……
    Ituu uri hae …. wkwkkwkwkwkkwkw
    Bener g ya tapi?
    Tp disini hae kliatan playboy bgt ya.. ckckck sedih ak… wkwkkwk
    Aigoo bolehkah ak lanjut baca….?
    Hehehehh

  50. haha..donghae konyol betul lah #digampar ELF.. lucu betul liat couple ni.msak telf ud bentak2an tpi miyoung msih gk tau jga siapa yg tellf..haha…
    kira2 siapa ya A..L yg dmksud miyoung tu????

  51. Pas terakhir miyoung bilang inisial A.L knp langsung ketuju ma nama luarny donghae y AIDEN LEE
    Wach bnr ga yaaa, apa yg aq pikirkn
    Hemmm

  52. Donghae parno bnget nyampe bwa Miyoung keluar rumah malem2 gtu hhahaha cie.. Miyoung udah perlahan-lahan suka sama Donghae dan siap A.L ? Apa Donghae dulu? Penasaran dah.
    Cus ah ke part selanjutnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s