Egoistic Man (10th Part)

Egoistic Man Ver 2

Tittle                       : Egoistic Man

Author                    : NtaKyung

Art Poster              : NtaKyung

Casts                      : Chou Zhoumi, Shim Miyoung, Shim Changmin, Shin Jaehee, Cho Kyuhyun and Lee Donghae

Genre                      : Action, AU(Alternate Universe), Drama, Romance, Thriller and Unrated

Length                     : Series [On Writing]

Rated                      : PG-17

Disclaimer              : Segala hal yang berada dalam fanfic ini, murni adalah imajinasi saya! Jadi, di harapkan untuk tidak meng-COPY-PASTE ataupu mem-BASHING fanfic ini!

*-Egoistic Man-*

“Kumohon… berhenti… jangan…” Air mata Miyoung semakin mengalir deras, membasahi kedua pipinya.

Seakan tersentuh dengan suara isak tangisnya, Zhoumi lantas menghentikan gerakannya. Kedua matanya menatap lirih pada sosok gadis yang tengah terbaring tak berdaya di bawah tubuhnya ini, seluruh tubuhnya nampak bergetar hebat karena ketakutan.

Puluhan benda tajam terasa menghujami hatinya, ia merasa begitu kesakitan saat melihat gadis yang selama ini ingin di lindunginya, justru sekarang tengah menangis histeris karena ketakutan. Dan gadis itu takut padanya! Pada pria yang bersumpah akan menjaganya seumur hidupnya!

Dengan segera, Zhoumi langsung merengkuh erat tubuh Miyoung. “Maaf… maafkan aku, Youngie-ya…” Bisiknya, penuh dengan nada penyesalan.

Miyoung masih menangis histeris di dalam pelukannya, terlalu ketakutan sampai-sampai ia merasa sulit untuk berhenti menangis.

Mendengar tangisan Miyoung yang semakin menjadi, tentu membuat penyesalan Zhoumi bertambah. Dadanya terasa sesak dan hatinya seperti hancur berkeping-keping, hati kecil pria ini berteriak dengan marah, memaki-maki kebodohan Zhoumi yang sempat kehilangan kontrol dan membuat Miyoung seperti saat ini.

“Kumohon, Youngie-ya… berhentilah menangis. Maaf… maaf.” Lirihnya, begitu terluka karena tak mampu menghentikan tangis Miyoung. “Aku hanya ingin kau mengingatku… aku hanya ingin kau kembali menjadi milikku. Maafkan aku, Youngie-ya… maaf. Kumohon, berhentilah menangis…”

Dan tanpa terasa, setitik cairan bening itu pun mengalir perlahan dari ujung mata Zhoumi. Ia tak dapat membendung kesedihannya lagi. Semua ini terlalu berat untuk di lalui dan untuk sesaat, rasanya Zhoumi ingin lari dari semua kenyataan ini.

Dia hanya ingin Miyoung kembali mengingatnya. Dia hanya ingin Miyoung untuk kembali berada di sisinya. Tapi, sepertinya semua itu takkan pernah berjalan sesuai kehendaknya. Karena dia, telah menghancurkan impiannya sendiri.

Dengan membuat Miyoung semakin ketakutan dan semakin membencinya. Mulai saat ini, mungkin Miyoung akan memandangnya sebagai pria bajingan yang tak bermoral! Dan Zhoumi pantas menerima semua itu.

*-Egoistic Man-*

Hari sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, tetapi Miyoung seolah enggan untuk tidur. Kedua matanya masih tetap terjaga dan otaknya terlalu sibuk berpikir sekarang.

Setelah kejadian tadi siang, tanpa sepatah katapun, Zhoumi pergi meninggalkannya. Dan sampai saat ini, Miyoung tidak mendengar tanda-tanda kepulangan Zhoumi ke rumah.

Mungkin, seharusnya Miyoung merasa lega karena pada akhirnya Zhoumi tak melakukan apapun padanya. Terlebih, sekarang pria itu tak berada di rumah. Namun, bukannya dia merasa aman karena tak lagi melihat sosok Zhoumi, alih-alih, Miyoung justru merasa sangat bersalah kepada pria itu.

Demi batinnya seperti berteriak memarahinya, menyalahkan sikap berlebihannya itu. Dia sadar jika apa yang telah di katakannya pada Zhoumi tadi siang sudah begitu kelewatan batas. Miyoung menyebut Zhoumi pembunuh, pria brengsek dan kata-kata kasar lainnya.

Dan untuk sejenak, Miyoung menyadari, selama ia mengatakan hal itu, Miyoung melihat ada gurat kesedihan yang terpancar di raut wajah Zhoumi. Seolah-olah, perkataan Miyoung memang telah melukai hatinya, menghancurkan harga diri pria itu.

Memori ingatan Miyoung pun kembali berputar pada perkataan Zhoumi. Nada suaranya yang begitu putus asa, menyadarkan Miyoung jika pria itu sama ‘terlukanya’ seperti dia.

“Aku seharusnya meminta maaf padanya…” Bisik Miyoung, merasa begitu bersalah.

Tapi, sejujurnya ia tak mengerti. Kenapa Zhoumi ingin memilikinya? Dan… kenapa Zhoumi terus mengatakan, jika Miyoung harus mengingatnya?

Apakah mereka pernah mengenal satu sama lain sebelumnya? Apakah mungkin, Miyoung melupakan sesuatu tentang pria ini?

Miyoung lantas mengayunkan kedua kakinya dan turun dari atas ranjanganya. Kemudian, ia pun bergegas keluar kamar, berniat untuk menunggu Zhoumi pulang.

Namun, baru saja ia akan menuruni anak tangga, sosok Zhoumi pun nampak dari bawah dan pandangan merekapun bertemu.

Hening. Keduanya sama-sama terdiam satu sama lain. Terlalu enggan untuk hanya sekedar saling menyapa atau bertukar senyum, setelah kejadian tadi siang.

Sejenak, Miyoung pun merasa ketakutan kembali menyelimuti dirinya. Ia hendak berlari ke dalam kamarnya lagi untuk menghindari sosok Zhoumi, tetapi kata hatinya melarang gadis ini untuk bergerak dan malah menyuruhnya untuk tetap terdiam di tempatnya.

“Kau belum tidur?” Suara berat Zhoumi akhirnya terdengar, memecah keheningan malam ini. Ia lantas melangkahkan kedua kakinya, menaiki tangga satu per-satu dan mendekati Miyoung dengan sedikit ragu.

Miyoung menggeleng lemah. “Aku tidak bisa tidur malam ini.” Jawabnya, masih nampak canggung, terlebih di dalam benaknya terus terbayang kejadian tadi siang.

“Bermimpi buruk lagi?” Tanya Zhoumi, terlihat cemas. Ia berniat untuk menyentuh gadis di hadapannya ini, namun ia mengurungkan niatnya dan memilih berjalan melewati Miyoung. “Pergilah tidur… kau harus beristirahat, Miyoung-ah.”

Ada perasaan kecewa begitu melihat reaksi Zhoumi sekarang. Sejujurnya, dia begitu senang saat mendengar nada kecemasan di suara Zhoumi. Tetapi, begitu melihat sikap Zhoumi yang berjalan melewatinya, tiba-tiba saja Miyoung merasa sedih dan terabaikan.

“Aku… minta maaf.” Ujar Miyoung kemudian.

Langkah Zhoumi terhenti, tapi ia tak berbalik untuk menatapnya. “Itu bukan salahmu. Aku yang bersalah karena telah membuatmu takut dan menangis. Sekarang pergilah tidur…”

“Tidak seharusnya aku bersikap se-histeris itu.” Miyoung lantas berbalik menatap Zhoumi, berharap jika pria itu pun berbalik dan menatapnya. “Aku pun tak mengerti dengan semua ini. Reaksiku begitu spontan, aku tiba-tiba saja merasa ketakutan setelah kembali bermimpi buruk… aku… aku melihat seseorang terbunuh… dan…”

“Dan aku adalah pembunuhnya.” Sela Zhoumi cepat, “Kau sudah mengetahuinya sekarang dan aku tak menyalahkanmu, kau berhak merasa takut pada seorang pembunuh sepertiku.” Balas Zhoumi, masih tetap tak bergeming ataupun menoleh pada Miyoung.

“Itu…” Miyoung menggantungkan kalimatnya, merasa bingung harus mengatakan apa.

Memang benar jika ia begitu ketakutan saat mengetahui jika Zhoumi ternyata membunuh seseorang. Tetapi, walau begitu, ia pun tak sepenuhnya menyalahkan Zhoumi atas semua itu. Mungkin, ia memiliki alasan lain kenapa dia membunuh pria itu. Lagipula, kenapa Miyoung harus memikirkan hal itu? Ia bahkan tak mengenal pria itu!

“Boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Miyoung kemudian, sukses membuat Zhoumi sedikit menoleh padanya, walau tak sepenuhnya berbalik. “Siapa kedua orang itu? Seorang gadis dan pria muda yang ada di foto itu, siapa mereka?”

Hening. Zhoumi tak mengatakan apapun. Hal ini tentu saja membuat Miyoung semakin penasaran. Pasalnya, ia sangat yakin jika kedua orang itu adalah sosok yang selama ini sering muncul di dalam mimpinya!

“Kau ingat mimpi yang sering kuceritakan padamu?” Miyoung kembali bersuara, berharap jika Zhoumi akan menjawab pertanyaannya itu. “Kedua orang yang ada di foto itu adalah… orang yang sama yang selalu muncul di dalam mimpiku.” Lanjutnya kemudian.

Sejenak, Zhoumi masih tetap tak bersuara. Namun, sesaat kemudian pria ini lantas berbalik pada Miyoung, melemparkan tatapannya yang begitu intens pada Miyoung.

“Jika kau ingin mengetahui mereka, maka, kau harus terlebih dulu mengingatku.”

“A-apa?” Kening Miyoung mengerut, tak paham dengan maksud ucapan Zhoumi. “Kenapa aku harus mengingatmu? Bukankah-”

“Sekarang kembalilah ke kamarmu dan beristirahatlah.” Untuk kedua kalinya Zhoumi lagi-lagi menyela ucapan Miyoung, pria ini kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan sosok Miyoung yang hanya tetap terdiam, menatapnya dalam kebingungan.

*-Egoistic Man-*

Sejak beberapa hari yang lalu, Donghae kembali di sibukkan dengan beberapa laporan yang ia terima dari bawahannya.

Tatapan matanya yang tajam terus tertuju pada seluruh data yang terlampir di atas meja kerjanya. Salah satu tangannya sesekali bergerak untuk melingkari sesuatu dan kemudian ia terlihat mengerutkan keningnya, nampak seperti berpikir.

“Ada yang aneh dengan semua ini. Kenapa dia harus berada di Swis tanpa pengawalan satu pun dari anak buahnya? Benar-benar mencurigakan!” Gumamnya sambil menarik sebuah amplop cokelat yang belum pernah ia sentuh sejak pagi tadi.

Bawahannya mengatakan jika isi dari amplop itu adalah beberapa kegiatan yang di lakukan oleh kelompok Dragon Dark akhir-akhir ini. Donghae mulai mengecek foto-foto tersebut satu per-satu, untuk lima foto ter-atas, seperti biasanya dia akan di suguhkan oleh transaksi ilegal yang di lakukan oleh salah satu anggota kelompok Dragon Dark.

Namun, gerakan tangan Donghae terhenti di foto selanjutnya. Kedua bola matanya seketika melebar dan rahangnya pun nampak mengatup keras.

“Ini tidak mungkin!” Desisnya, tak mempercayai penglihatannya sendiri. “Bagaimana bisa mereka bersama?! Bukankah… Miyoung telah mati?!” Pekiknya tertahan, tangannya terlihat bergetar dan sebuah pengharapan kecil mulai tumbuh di dalam dirinya.

“Sesuatu pastilah telah terjadi tanpa kita sadari! Aku harus segera menyelidiki keberadaan mereka!” Gumam Donghae dan ia pun segera meraih ponselnya, menelepon seseorang yang tak lain adalah bawahannya yang sudah sangat dapat di percaya.

*-Egoistic Man-*

Dengan langkah lemas, Jaehee berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang sepi. Tatapan gadis ini begitu datar dan salah satu tangannya memegang secarik kertas dengan enggan.

Ucapan sang dokter beberapa waktu yang lalu pun, kembali terngiang di dalam benaknya. Membuat Jaehee seolah muak hanya sekedar untuk mengingatnya.

“Selama nona Shin. Saat ini, anda tengah mengandung. Tepatnya, kandungan anda sudah berusia lebih dari 4 minggu.”

Hamil?

Dia tak mungkin melahirkan seorang anak dari musuhnya sendiri! Well, sejujurnya harus Jaehee akui jika sebenarnya dia mungkin telah jatuh cinta pada sesosok pria bermarga Shim itu. Hanya saja, pada kenyataannya tak mungkin mereka bisa bersatu!

Mereka berdua berasal dari dunia yang berbeda. Changmin begitu membenci dunia yang selama ini membesarkan Jaehee, jadi, apakah mungkin pria itu dapat menerimanya dan sang calon bayi yang tengah di kandungnya?

Dia bahkan tak yakin jika dia pun dapat mengurus sang cabang bayi yang ada di dalam kandungannya saat ini. Dunianya begitu berbahaya dan mungkin saja dapat merenggut nyawanya kapan saja, lalu, bagaimana mungkin dia hamil sekarang?!

“Apa yang kau lakukan di tempat ini, Shin Jaehee?!”

Langkah Jaehee terhenti dan wajahnya pun terangkat, membuat dirinya dapat melihat sosok Kyuhyun yang saat ini tengah berdiri tak jauh dari hadapannya.

Jaehee berdecak pelan dan memasukkan kertas itu ke dalam tas selendangnya. “Itu bukan urusanmu!” Balasnya dengan nada dingin.

Kyuhyun terlihat melipat kedua tangannya, menyeringai licik pada Jaehee. “Sesuatu terjadi padamu kan? Katakan padaku… apakah mungkin… saat ini kau tengah mengandung anak pria itu?” Kata-kata Kyuhyun terdengar seperti sebuah sindiran yang cukup menyakitkan harga diri Jaehee.

Gadis ini memicingkan kedua matanya dengan tajam. “Itu bukan urusanmu, Cho Kyuhyun! Kau urus saja tunanganmu yang koma itu!” Jaehee membalasnya dengan kata-kata sinis, tak peduli jika Kyuhyun akan marah besar karena Jaehee telah kembali mengungkit sang tunangannya itu.

Namun, bukannya terlihat tersinggung. Kyuhyun malah justru tersenyum kecil, seolah ia tengah mengejek situasi yang tengah di hadapi Jaehee.

“Kau hamil anaknya, iya kan?” Kyuhyun kembali mengungkit pertanyaannya, membuat Jaehee rasa-rasanya ingin segera berlari dan melayangkan tinjunya tepat di wajah Kyuhyun.

“Jika aku mengatakan ‘ya’. Apakah itu begitu penting untuk kau ketahui?!” Jawab Jaehee terlihat seperti menahan marah.

Kyuhyun menggedikkan bahunya dengan acuh. “Well.. itu memang tidak penting untukku. Tapi setidaknya, aku bisa mengatakan pada Zhoumi jika rencananya benar-benar berjalan sesuai keinginannya.”

Jaehee menegang di tempatnya. “Apa maksudmu?!”

Lagi, Kyuhyun terlihat menyeringai padanya. “Apakah kau masih belum menyadarinya, Jae-ya? Dari awal… inilah rencana Zhoumi. Membuatmu untuk selama-lamanya terikat dengan pria brengsek itu!”

Bagai di sambar petir, Jaehee merasakan sekujur tubuhnya membatu dan sulit di gerakkan. Jantungnya seolah berhenti berdetak, kemarahan sekaligus kebingung bercampur menjadi satu.

“Katakan yang jelas, Cho Kyuhyun! Apa maksudmu?!” Tekan Jaehee dengan marah.

“Ck. Jaehee-ya. Semua ini tentu saja sudah jelas… Zhoumi… dia tak ingin kau kembali ke dalam kehidupannya. Dia tak ingin kau berada di sekelilingnya, keberadaanmu selama ini jelas telah mengusik ketenangannya…”

“A-apa?”

Seringaian di wajah Kyuhyun semakin bertambah lebar. Pria ini seolah puas melihat reaksi Jaehee yang nampaknya begitu terguncang sekarang.

“Ada satu alasan kenapa Zhoumi begitu menginginkanmu untuk pergi dari hidupnya…” Tatapan Kyuhyun berubah tajam, menyiratkan sesuatu. “Shin Jaehee… apakah kau masih ingin tahu, siapa pembunuh kakakmu?”

Deg!

Aliran darah dalam tubuhnya seakan berhenti dan membeku, buku-buku jarinya berubah dingin dan ketegangan semakin menyelimuti dirinya.

“Kau… mengetahuinya?” Desis Jaehee, tak dapat menahan rasa penasarannya.

“Tentu saja.” Sahut Kyuhyun, “Pembunuhnya adalah… Chou Zhoumi.”

Deg!

“Dan itulah alasan kenapa dia ingin menyingkirkanmu dari hidupnya, melemparkanmu dan membuatmu terikat dengan pria yang sangat di benci Zhoumi, Changmin.”

Kedua mata Jaehee membulat, nafasnya terasa tersendat dan kerongkongannya berubah kering. Membuatnya begitu sulit untuk hanya sekedar berkata-kata singkat.

Gadis ini menggeleng dengan lemah, merasakan kedua kakinya melemas dan ia nyaris saja terjatuh ke atas lantai jika saja ia tak segera bersandar pada dinding di sampingnya.

“Tidak… kau… pasti berbohong!” Sentak Jaehee.

Kyuhyun tak bergeming di tempatnya, seolah tak peduli dengan kondisi Jaehee yang begitu terguncang saat mendengar kenyataan yang di ketahui olehnya.

“Aku tidak berbohong. Zhoumi yang memintaku untuk menjelaskannya padamu… karena dia tahu, lambat laun, kau akan terikat dengan Changmin. Semuanya berjalan sesuai rencananya, Jae-ya. Dan kau benar-benar jatuh ke dalam perangkapnya…”

“Itu… tidak… tidak mungkin!” Bantah Jaehee, nyaris menjerit.

“Ya, itu kenyataannya, Jae-ya. Kau benar-benar terjebak.” Kyuhyun berbalik meninggalkan sosok Jaehee yang perlahan-lahan beringsut terjatuh ke atas lantai yang dingin.

“Tidak! TIDAK!” Jaehee menjerit keras, menutup kedua mata dan telinganya dengan kedua tangannya, dan tanpa terasa air matanya pun mulai membanjiri kedua pipinya.

Seluruh dunianya seolah hancur dan jatuh. Perasaan terluka, dihianati dan sedih bercampur menjadi satu. Menyesakkan dadanya dan seolah membunuh jiwa Jaehee secara perlahan-lahan.

*-Egoistic Man-*

Sudah selama tiga hari ini, Miyoung tak dapat bertemu dengan Zhoumi secara langsung. Pria itu seolah mengabaikannya dan menghindarinya. Dari pagi sampai malam, Zhoumi selalu berada di luar rumah dan ketika ia kembali pun, pasti saat menjelang dini hari.

Miyoung tahu jika Zhoumi melakukan semua itu, karena kejadian beberapa hari yang lalu. Zhoumi pastilah sangat merasa tak nyaman berada di sekitar Miyoung.

Dan selama tiga hari itu jugalah, Miyoung sadar. Jika ia begitu merindukan sosok Zhoumi yang selalu berada di sampingnya. Biasanya, pria itu akan mengajaknya mengobrol di sela-sela waktu senggangnya. Membawa Miyoung ke suatu tempat yang indah dan akan selalu setia mendengarkan keluh kesah Miyoung, mendengarkan semua ketakutan Miyoung tentang mimpi buruk yang selama ini menghantuinya. Dan pria itu pun tak pernah lelah untuk terus menenangkannya, memberikan Miyoung perasaan aman saat bersamanya.

Tetapi, semua itu tak dapat di rasakannya lagi. Pria itu telah menjauh darinya dan Miyoung begitu menyesali semua tindakannya saat itu. Sekarang, dia kembali merasa ketakutan, resah dan gelisah.

Ia kembali di hantui oleh mimpi-mimpi buruk dan tak ada lagi sosok Zhoumi yang akan berusaha untuk menenangkannya.

Mengingat semua itu, membuat seluruh tubuh Miyoung menggigil dan bergetar hebat. Air mata yang entah sejak kapan telah membasahi kedua pipinya, semakin mengalir deras.

*-Egoistic Man-*

Zhoumi menghempaskan tubuhnya ke atas sofa panjang, menghela nafas berat dan kedua matanya pun terpejam rapat.

Akhir-akhir ini, ia harus di sibukkan oleh ulah para anggota Dragon Dark yang membuat kepalanya serasa akan meledak kapan saja.

Sebenarnya kelompok mafia Dragon Dark adalah sebuah kelompok mafia yang dulu di buat oleh Kakeknya dan di turunkan kepada Ayahnya, pada awalnya, Zhoumi tak tertarik untuk masuk ke dalam lingkaran kehidupan kakek dan ayahnya itu, tetapi keadaan memaksanya untuk mengambil andil kuasa ayahnya.

Semua ini dia lakukan demi mendapatkan seorang gadis yang selama ini di cintainya. Dia ingin gadis itu kembali di sisinya, menjaganya seumur hidupnya dan melewati sisa hidupnya bersama gadis itu.

Namun, takdir berkata lain. Gadis itu melupakannya dan bahkan gadis itu begitu membenci dan ketakutan kepadanya. Ya, gadis itu adalah Shim Miyoung.

Drt… Drt… Drt…

Ponselnya bergetar cukup keras, menarik Zhoumi dari dunia lamunannya. Dengan malas, pria ini merogoh saku dalam jasnya, lalu mengerutkan keningnya saat menyadari jika yang meneleponnya saat ini, adalah telepon rumahnya sendiri.

“Ya, hallo.” Jawabnya kemudian.

“Tuan muda.” Suara seorang pelayan yang sudah sangat di kenal Zhoumi terdengar.

“Ada apa?” Zhoumi mendadak punya firasat buruk tentang ini, dia bangkit dari posisinya dan memasang baik-baik pendengarannya. “Sesuatu terjadi?” Tanyanya lagi.

“Y-ya.” Suara pelayan itu terdengar bergetar. “N-nona… nona muda menghilang, tuan!” Dan jeritan panik pelayan itu, seolah membuat dunia Zhoumi seolah berhenti berputar.

Rahang pria ini mengeras dan jantungnya berdegup kencang. Kecemasan mulai merayapi dirinya, membuat imajinasinya melayang dan membayangkan sesuatu yang buruk terjadi pada Miyoung.

“SIAL! Bagaimana bisa kau kehilangannya?!” Teriak Zhoumi dengan murka.

Pria ini lantas memutuskan teleponnya dengan segera, kedua kakinya bergerak secepat kilat dan kepanikan pun semakin melingkupi perasaannya.

“Sial! Sial!” Geramnya, segera menancap gas mobilnya lalu melajukannya seperti orang gila. Tak peduli jika ia akan bermasalah dengan salah satu polisi yang bertugas.

*-Egoistic Man-*

Miyoung mendesah berat sambil terduduk di bangku panjang yang ada di sepanjang ruas jalan kota kecil Montreux itu. Ia menggerutu pelan sambil mengusap peluh di keningnya.

Pasalnya, sudah sejak setengah jam yang lalu Miyoung tersesat di kota kecil ini. Awalnya, dia hanya sekedar ingin berjalan-jalan sebentar di sekitar rumah. Tapi rupanya, ia tak sadar jika ia sudah berjalan terlalu jauh dari rumah dan sekarang ia merutuki kebodohannya karena tak ingat satu jalanpun menuju rumahnya, ah tidak, rumah Zhoumi lebih tepatnya.

“Bodoh! Bodoh! Kenapa aku tidak bisa mengingat satupun jalannya?!” Gadis ini menunduk, mulai merasa ketakutan sekaligus sedih karena tersesat di sebuah kota yang bahkan tak di kenali olehnya.

Dia memang tak terlalu pandai berbahasa asing dan parahnya lagi, orang-orang di sekitar kota kecil ini pun sama seperti dirinya. Mereka tak berbicara dalam bahasa inggris, mereka hanya berbicara dalam bahasa negara mereka sendiri dan itulah salah satu penyebab kenapa Miyoung masih belum bisa beranjak barang sedetikpun dari tempatnya.

“Shim Miyoung… benarkah itu kau?!” Pekikan seorang wanita paruh baya, membuat gadis ini terhenyak dan segera menoleh untuk melihatnya. “Ya tuhan! Ini benar-benar kau!” Jerit gadis itu, membekap mulutnya dengan kedua tangannya.

Sementara itu, Miyoung nampak begitu kebingungan. Tentu saja, dia tak mengenal sosok wanita paruh baya berwajah oriental itu. Berbeda halnya dengan wanita itu yang sepertinya begitu terkejut saat melihat Miyoung.

“Kau… orang korea?” Tanya Miyoung dengan ragu, mulai beranjak dari duduknya. “Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

“Apa yang kau bicarakan?! Tentu saja kita pernah bertemu sebelumnya! Aku masih ingat bagaimana manisnya kau saat masih kecil dulu! Rupanya kau sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik dan menawan!” Wanita paruh baya itu lantas segera berjalan mendekat dan langsung memeluk Miyoung dengan penuh rasa sayang.

Miyoung hanya dapat tertegun dan terdiam kaku saat menerima pelukan itu. Entah ini hanya perasaannya saja atau bukan, tetapi anehnya dia seolah sudah terbiasa menerima pelukan ini. Seolah-olah, pelukan ini sudah tak asing lagi baginya.

“Bagaimana kabarmu, sayang? Apakah kau baik-baik saja? Kudengar dari suamiku, jika kau akan segera menikah dengan Zhoumi. Benarkah itu?!” Ia kembali bertanya dengan antusias setelah melepas pelukannya.

Namun, Miyoung masih tetap tak bergeming ataupun bersuara. Tatapannya menyiratkan kebingungan dan dia jelas tak bisa berkata-kata, terlebih ketika wanita itu menyebut nama ‘Zhoumi’.

“M-maaf… tapi… aku rasa, kau salah mengenali orang, nyonya.” Balas Miyoung kemudian, berusaha menepis perasaan aneh yang tiba-tiba saja muncul di dalam dirinya. Seakan-akan, wanita paruh baya itu memang telah mengenalnya sejak lama.

Wanita paruh baya itu menggeleng, “Itu tidak mungkin! Kau jelas adalah Shim Miyoung! Gadis kecilku!” Ujarnya menegaskan. “Lagipula… wajahmu benar-benar terlihat seperti Ibumu… jadi bagaimana mungkin aku salah mengira orang, hm?”

Deg!

Kedua mata Miyoung seketika membelalak kaget, “A-apa? Tunggu dulu! Anda mengenal Ibuku, nyonya?!” Pekiknya tanpa sadar.

Well, apa yang di katakan wanita paruh baya ini memang benar adanya. Dulu, Changmin pernah menunjukkan satu foto keluarga mereka yang masih nampak utuh dan dia tentu saja menyadari dengan jelas, betapa ia begitu mirip dengan mendiang Ibunya.

Dia pernah bertanya pada Changmin tentang bagaimana bisa kedua orang tuanya mati dan Changmin hanya menjawab jika mereka tewas dalam sebuah kecelakaan tragis. Miyoung juga ikut terlibat dalam kecelakaan itu, tetapi untungnya dia berhasil di selamatkan dan sempat koma selama beberapa bulan. Itulah yang ia dengar dari penjelasan Changmin.

Kening wanita paruh baya itu mengerut. Ia menjulurkan salah satu tangannya, menyentuh wajah Miyoung dengan telapak tangannya yang begitu hangat.

“Ada apa denganmu, sayang? Apakah kau tidak mengingatku?” Tanya wanita paruh baya itu, tatapannya menyiratkan kesedihan yang mendalam.

Dengan enggan, Miyoung menggeleng singkat. “Tidak. Maafkan aku, nyonya.”

“Tidak. Kau tidak perlu meminta maaf padaku.” Wanita paruh baya itu mendesah berat, ia lantas tersenyum lirih dan melanjutkan. “Jadi benar apa yang telah di katakan suamiku, kau pastilah mengalami sesuatu yang buruk sehingga kau melupakan semuanya…”

“Apa maksud anda?” Kini giliran Miyoung yang nampak mengerutkan keningnya.

Wanita paruh baya itu tak langsung menjawab, ia melepaskan mantel yang sedari tadi di kenakannya lalu menyampirkannya di sekitar bahu Miyoung. “Gunakanlah ini… cuaca hari ini begitu dingin dan kau bisa saja terkena demam jika tidak memakai pakaian yang cukup tebal.” Ujarnya dengan perhatian, bersikap seolah beliau adalah sang Ibu dari gadis ini.

“Eh, lalu bagaimana dengan anda? Aku-”

“Aku baik-baik saja.” Senyum wanita itu. “Dan lagi, bagaimana jika kita berdua mengobrol di rumahku saja? Jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat ini…” Tawarnya kemudian.

Miyoung nampak berpikir sejenak. Sejujurnya dia ragu untuk mengikuti wanita paruh baya itu. Tetapi, begitu melihat ketulusan yang terpancar di wajahnya, Miyoung merasa jika memang ada sesuatu yang mungkin tak di ketahuinya. Atau mungkin, benar yang telah di katakan wanita paruh baya ini, mungkin… ia telah melupakan sesuatu yang penting.

“Jika aku ikut denganmu… akankah kau menceritakan semuanya? Err… mungkin, tentang bagaimana kau bisa mengenalku dan juga… ibuku?” Tanya Miyoung akhirnya, rasa penasarannya memenangkan perdebatan kecil dalam hatinya.

Lagi, wanita paruh baya itu tersenyum lembut padanya. “Tentu sayang. Akan aku ceritakan semuanya padamu…” Sahutnya kemudian.

*-Egoistic Man-*

Kyuhyun terlihat melangkah dengan tergesa melewati lorong rumah sakit. Baru beberapa jam yang lalu ia kembali ke rumahnya untuk mengambil beberapa pakaian ganti, tetapi tak lama dari itu, sang dokter yang selama ini menangani sang tunangannya, Haneul, tiba-tiba saja meneleponnya dan mengatakan pada Kyuhyun jika Haneul kembali sadar dari komanya dan gadis itu terus menanyakan keberadaan Kyuhyun.

“Dokter, benarkah dia telah sadar?!” Kyuhyun berseru dengan panik, menghampiri sang dokter yang baru saja keluar dari ruang rawat Haneul.

Dokter itu menoleh padanya dan senyuman lebar pun nampak jelas di wajah tuanya yang telah termakan oleh usia itu. “Cho Kyuhyun, penantianmu tidak sia-sia!” Sahut sang dokter, terlihat sama antusiasnya dengan Kyuhyun. “Haneul benar-benar telah sadar! Dia telah bangun sepenuhnya dari komanya!”

“B-benarkah?” Jantungnya langsung berpacu cepat, hatinya terasa berpijar terang dan ia seolah tak dapat menahan rasa bahagianya, air matanya menggenang di pelupuk matanya dan tangis bahagia itu pun akhirnya pecah pada detik selanjutnya.

Sang Dokter berjalan mendekatinya sambil menepuk pelan pundaknya. “Sudahlah, lebih baik kau temui dia sekarang… dia sudah menanyakanmu sejak tadi.” Suruhnya dan di balas oleh anggukan Kyuhyun.

Pria ini masih belum sepenuhnya dapat mempercayai semua ini. Rasanya, seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan dan sekarang dia akan dapat kembali melihat tunangannya yang dulu selalu terbaring koma akhirnya sadar. SADAR!

Kyuhyun lantas berjalan memasuki ruang rawat sang tunangannya itu. Tepat ketika ia baru saja menutup pintu di belakangnya, tatapan matanya langsung bertemu pandang dengan tatapan lembut sesosok wanita muda yang sampai saat ini masih terbaring lemah di atas ranjangnya, lengkap dengan beberapa selang serta alat medis lainnya yang masih tetap terpasang di sekujur tubuh gadis ini.

Mereka masih sama-sama tak bergeming. Hanya saling menatap dalam diam dan sedetik kemudian, Kyuhyun mulai dapat melihat gadis itu tersenyum lemah padanya dan ia pun mulai menggerakkan salah satu tangannya, seolah meminta Kyuhyun untuk mendekatinya dan Kyuhyun menyadari hal itu dengan sangat jelas.

Dengan langkah cepat, pria ini segera berjalan mendekat dan meraih tangannya. Mencium kening gadis itu dengan penuh kasih sayang dan memegang erat tangannya. Tangis bahagia Kyuhyun pun kembali pecah.

“Aku begitu merindukanmu, Haneul-ah! Bagaimana bisa kau baru sadar sekarang, eoh?! Kau membuatku tersiksa!” Suara Kyuhyun terdengar bergetar, kebahagiaan yang tengah di rasakannya saat ini, membuatnya kehilangan kata-kata.

Gadis itu masih tetap tersenyum lemah, dengan sedikit kaku, ia menggerakkan jari-jarinya di setia garis wajah Kyuhyun. Merasakan kembali bagaimana rasanya bersentuh dengan texture wajah sang tunangannya yang nyaris bisa di katakan sempurna ini.

“Kau masih tetap terlihat tampan.” Senyum gadis itu dan Kyuhyun masih tetap tak berkata-kata. “Maaf… karena telah membuatmu menunggu, Kyuhyun-ah.” Bisiknya, masih terlalu sulit hanya untuk sekedar berkata-kata.

Dan pada detik itu juga, Kyuhyun merasakan air matanya semakin mengalir deras di kedua pipinya, masih merasa jika semua ini adalah mimpi yang terasa begitu nyata dan indah. Dan jika memang ini hanya sekedar mimpi, ia berharap jika ia takkan terbangun lagi.

*-Egoistic Man-*

“Pak, ini berkas-berkas yang anda butuhkan dan juga tiket penerbangan yang anda pesan pagi tadi, sudah kami masukkan dalam amplop cokelat ini.” Ujar sesosok pria yang tak lain adalah bawahan kepercayaan Donghae.

Pria itu menyodorkan dua buah file berwarna biru tua beserta sebuah amplop cokelat besar ke atas meja kerja Donghae.

Sesaat Donghae mengeceknya dan ia pun mengangguk singkat. “Ini sudah lengkap. Kau melakukan pekerjaanmu dengan baik, terima kasih, Agen Park.” Sahutnya di sertai sebuah senyuman tulus.

“Ya, pak.” Agen Park lantas mengangguk singkat. “Apa masih ada yang anda perlukan?” Tanyanya kemudian.

“Tidak, ini sudah cukup.” Sahut Donghae seraya mengenakan jaket kulitnya. “Ah ya… aku ingin kau menggantikan posisiku di sini selama aku pergi, Agen Park. Aku berharap kau terus memberikanku info terbaru mengenai keadaan di sini.”

“Siap, pak!” Jawab Agen Park seraya memberikan hormatnya.

Donghae mengangguk, senang karena mendapatkan seorang bawahan yang begitu dapat di percayai sekaligus begitu antusias untuk menangani kasusnya. “Ah dan satu lagi… Agen Park. Apa sampai saat ini kau belum mengetahui keberadaan Kyuhyun?” Tanya Donghae kemudian, teringat pada rekannya yang sudah lebih dari seminggu ini menghilang.

Entah apa alasannya, tetapi Kyuhyun tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak. Tak ada berita ataupun informasi mengenai keberadaannya, seolah dia hilang tertelan bumi.

Dengan ragu Agen Park menggeleng singkat. “Maaf, pak. Tapi sampai saat ini, saya masih belum dapat mengetahui keberadaannya…” Jawab Agen Park, terlihat begitu menyesal.

“Tidak apa-apa. Aku akan tetap mencoba menghubunginya.” Sahut Donghae kemudian. “Sekarang, fokuslah pada kasus yang sedang kita tangani sekarang ini. Kita harus segera menangkap para anggota mafia itu!” Ujarnya dan setelah itu pun, Donghae bergegas pergi dari ruangan tersebut.

*-Egoistic Man-*

Sudah lebih dari 2 jam, Zhoumi mencari Miyoung ke seluruh penjuru kota Montreux, tetapi ia masih tak menemukan sosok gadis itu. Seakan-akan, gadis itu memang telah pergi dari kota kecil ini dan meninggalkannya begitu saja.

Rasa marah, kecewa, geram dan panik bercampur aduk menjadi satu, menyebabkan pria ini tak dapat berpikir jernih. Sama halnya seperti Zhoumi, para suruhannya pun sampai saat ini masih belum kembali dan memberi kabar barang satu kalipun padanya. Membuat Zhoumi semakin merasa khawatir dengan kondisi Miyoung sekarang.

Berkali-kali Zhoumi terus mengumpat dengan marah, memaki-maki seluruh pelayannya yang tak bisa menjaga Miyoung dengan benar dan malah membuat gadis itu menghilang.

Ketakutan hinggap dalam dirinya, membayangkan jika saat ini mungkin Miyoung tengah berada dalam situasi berbahaya dan gadis itu pastilah sangat ketakutan.

Baru saja pria ini bersiap untuk pergi kembali, seorang pelayan terdengar berteriak dari arah pintu depan dan dengan langkah cepat, Zhoumi pun berjalan menuju pintu depan dan menemukan sosok Miyoung yang tengah berdiri di sana, nampak kedinginan dan tentu saja baik-baik saja.

“Sesuatu terjadi di sini? Kenapa begitu ramai sekali?” Miyoung menatap satu per-satu para pelayan yang sekarang mengelilinginya, masih tak menyadari raut kecemasan di wajah para pelayan itu.

“Nona, apakah anda baik-baik saja?” Tanya seorang pelayan yang selama ini selalu setia menyiapkan pakaian dan membantu Miyoung dalam segala hal.

“Eh?” Miyoung terdiam sejenak, menaikkan sebelah alisnya. “Tentu saja aku baik-baik saja. Tadi, aku hanya berjalan-jalan sebentar dan tersesat… tapi seseorang membantuku dan mengantarkanku ke rumah ini.” Jelas Miyoung kemudian.

“Siapa orang itu?!” Suara tegas Zhoumi seolah menginterupsi para pelayan yang masih tetap mengelilingi Miyoung, lalu merekapun mulai menyingkir secara perlahan.

Membiarkan sosok Zhoumi yang terlihat muram dan marah itu berjalan mendekati gadis tersebut. Tatapannya begitu tajam, rahangnya mengeras dan kedua tangannya mengepal dengan kuat.

Miyoung dapat merasakan aura kelam yang tercipta di sekeliling pria itu. Reflex Miyoung pun melangkahkan kedua kakinya untuk mundur, tetapi Zhoumi segera mencengkram kuat lengan atasnya dan menyeret Miyoung dengan kasar, membuat gadis itu berteriak kaget sekaligus kesakitan.

“Aahkk!! Tidak, tunggu dulu! Kau menyakiti tanganku!” Jerit Miyoung, meringis kesakitan sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Zhoumi.

Namun, Zhoumi seolah tak peduli. Pria ini terus menyeret Miyoung hingga ke dalam kamar yang biasa di tempati Miyoung. Di hempaskannya tubuh gadis ini dengan kasar, tak peduli jika sampai ia akan melukai Miyoung.

Dia terlalu marah sekarang, dan dia tak yakin jika ia dapat bersikap biasa-biasa saja setelah Miyoung membuatnya panik setengah mati seperti beberapa waktu lalu!

“Kenapa kau harus keluar dari rumah ini tanpa ada seorangpun yang menemanimu, huh?! Kau pikir kau tahu wilayah ini?! Kau pikir kau bisa lari dariku, huh?!” Teriakan Zhoumi terdengar menggema di seluruh ruangan ini, cukup membuat Miyoug terlonjak kaget.

Gadis itu menggeleng cepat. “T-tidak. Kau salah paham! Aku hanya berjalan-jalan saja dan aku tiba-tiba saja tersesat, jadi… aku pulang sedikit terlambat.”

Zhoumi bisa menangkap jelas sekujur tubuh Miyoung yang kembali bergetar hebat. Sial! Dia kembali membuat gadis itu ketakutan karenanya!

“Aku benar-benar minta maaf… aku hanya merasa bosan di tempat ini. Akhir-akhir ini kau selalu menghindariku dan itu… itu membuatku kesepian… jadi-” Miyoung tiba-tiba saja tak melanjutkan kata-katanya, ia terlalu terkejut dengan apa yang baru saja di katakannya itu.

Dia bahkan tak percaya pada dirinya sendiri jika ia telah mengatakan kata-kata itu. Apakah mungkin, dia memang telah memiliki perasaan lebih pada pria ini?

Lalu, ingatan gadis ini pun kembali pada obrolannya bersama wanita paruh baya itu. Sang wanita yang ia kenal sebagai Jung Haera, dan lebih terkejutnya lagi ternyata dia adalah sang isteri dari kepala pelayan di rumah Zhoumi, Yoon Ahjusshi.

Mendengar kata-kata Miyoung sebelumnya, cukup membuat hati Zhoumi tenang sekaligus bersalah. Well, ia memang benar telah menghindari gadis itu akhir-akhir ini. Tapi dia tak pernah menyangka jika Miyoung akan merasa kesepian. Justru sebaliknya, dia merasa jika mungkin saja Miyoung akan merasa senang jika dia terus menghindarinya seperti ini. Tapi, siapa yang menyangka jika rupanya gadis itu begitu mengharapkan kehadirannya?

Perlahan namun pasti, Zhoumi lantas mendekati Miyoung dan tanpa pikir panjang lagi, pria ini pun segera melingkarkan kedua tangannya di sekitar tubuh Miyoung. Memeluk gadis ini dengan erat dan untuk kesekian kalinya, Miyoung lagi-lagi merasa nyaman berada di dalam pelukan pria ini.

Sebuah pelukan yang akhir-akhir ini begitu di rindukannya. Sebuah pelukan yang selalu ia harapkan di tengah malam saat ia mengalami mimpi buruk seperti malam-malam biasanya.

“Maafkan aku… kupikir, kau akan baik-baik saja jika tidak ada aku.” Ucap Zhoumi dengan nada lirih, merasa jika mungkin saja harapannya akan kembali muncul.

Berharap jika ia dapat kembali membuat Miyoung percaya dan terus berada di sampingnya. Menjadikan hanya dia satu-satunya orang yang Miyoung miliki di dunia ini. Sama halnya seperti saat mereka saat masih kecil dulu.

*-Egoistic Man-*

Setelah melewati hari yang cukup melelahkan, Jaehee akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartementnya. Dia masih enggan untuk bertemu siapapun, terlebih Changmin. Gadis ini butuh waktu sendiri untuk berpikir tentang semua informasi yang baru saja di dapatnya itu. Mengenai kebenaran dari kematian kakaknya, mengenai dirinya yang terjebak dalam rencana Zhoumi dan… mengenai dirinya… yang tengah mengandung anak dari Changmin.

Jaehee baru saja memasuki apartementnya dan menyalakan lampunya, tetapi tatapan mata gadis ini mendapati sepasang sepatu pria yang ada di depan pintu apartementnya. Buru-buru Jaehee bersikap waspada, di amatinya ruang tengah yang baru saja di masukinya dan ia menemukan sosok Changmin yang tengah terduduk di sana.

“Changmin-ah? Sejak kapan kau berada disini?!” Jaehee tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya saat melihat sosok Changmin, jantungnya tiba-tiba saja berdegup kencang, takut jika sampai Changmin mengetahui kabar kehamilannya.

Dia masih belum siap jika Changmin sampai mengetahui kabar kehamilannya ini. Dia takut jika pria itu akan menolaknya dan membuangnya jauh-jauh.

Tidak! Dia tidak ingin menjadi seseorang yang terbuang dan menjadi ‘korban’ yang tak berdaya! Dia tak ingin menjadi sosok gadis yang berakhir menjadihkan seperti itu!

“Hey… ehm… apakah kau ingin aku buatkan sesuatu? Kopi misalkan?” Jaehee berusaha untuk mencairkan suasana yang entah sejak kenapa terasa mencengkam.

Jaehee tak mengerti kenapa Changmin harus berada di dalam apartementnya di saat-saat seperti ini. Tapi, ia merasa jika sesuatu yang buruk akan terjadi sebentar lagi. Entah ini hanya perasaannya saja atau tidak, tetapi ia berusaha untuk menepis perasaan itu dan bersikap setenang mungkin. Melakukan sesuatu yang biasa ia lakukan, ber-akting.

“Baiklah, aku rasa… kau memang membutuhkan segelas kopi. Tunggu sebentar aku akan pergi membuatkannya untukmu.” Ujar Jaehee lagi, segera meletakkan tas selendangnya di salah satu sofa lainnya.

“Berhenti!” Sentakan Changmin, sukses menghentikan langkah Jaehee.

Gadis ini berbalik dan tatapannya pun bertemu pandang dengan sorot tajam yang terpancar di kedua mata Changmin. Pria itu beranjak dari duduknya dan melemparkan beberapa lembar foto ke hadapan Jaehee, membuat gadis ini terkesiap.

Untuk beberapa saat, Jaehee nampak terdiam sambil memandangi foto-foto yang saat ini tengah berserakan di bawah kakinya. Tetapi, sedetik kemudian ia merasakan seluruh otot syarafnya menegang dan seluruh tubuhnya pun mulai bergetar.

“Jelaskan semua ini, Shin Jaehee?! Katakan padaku, apa yang kau sembunyikan dariku?!” Changmin meraung dengan marah, begitu emosi dan lepas kontrol.

Hening. Jaehee masih tak bergeming ataupun menjawab pertanyaannya dan hal ini tentu saja semakin membuat Changmin geram.

“Sialan! Tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu tentang foto-foto ini?!” Changmin berjalan mendekatinya dan pria ini pun menarik kasar dagu Jaehee, mencengkramnya dengan kuat. “Katakan padaku! SIAPA KAU SEBENARNYA?!”

Jaehee masih bungkam. Kedua matanya membulat lebar, nafasnya terasa berat. “Jika kau… memiliki foto-foto ini.. kau tentu tahu, siapa aku sebenarnya, iya kan?” Suara Jahee yang terdengar bergetar itu akhirnya terdengar dan hal itu malah justru semakin membuat Changmin merasa muak dan geram pada gadis ini.

Plak!

Satu tamparan yang cukup keras mendarat di pipi kanan Jaehee, gadis ini meringis tapi tak sedikitpun mengeluarkan air mata meskipun kedua matanya telah memerah. Tatapannya berubah datar dan gadis ini memberanikan dirinya untuk kembali menatap Changmin.

“Brengsek! Jadi, selama ini kau telah menipu kami semua?! Dasar wanita sialan!” Changmin mengumpat dengan penuh emosi, ia merasakan kekecewaan yang teramat.

Sejujurnya, ia hanya ingin menggertak gadis itu saja. Tak pernah ia berharap sekalipun jika Jaehee akan mengatakan kata-kata seperti tadi, sebuah kata-kata yang menunjukkan jika gadis itu memang telah menipu dirinya selama ini!

“Sialan! Brengsek! ARGHH!!” Changmin membanting barang apapun yang ada di dekatnya dengan brutal, terlalu frustrasi dan marah.

Prang!

Seluruh barang yang ada di ruangan itu, langsung hancur berkeping-keping di atas lantai. Jaehee masih tetap terdiam di tempatnya, tak memberikan respon apapun selain tetap melihat kemarahan yang di rasakan Changmin saat ini.

Dan pada detik selanjutnya, Changmin terlihat menarik pistol dari balik jas yang di kenakan olehnya dan tanpa pikir panjang lagi, ia mengarahkan pistolnya tepat ke arah kepala Jaehee. Nafasnya nampak memburu dan kedua matanya menyorotkan keamarahan yang luar biasa.

“Kenapa kau lakukan semua ini padaku?! Kenapa kau menjebakku?! Brengsek!!” Changmin semakin menekan kuat ujung pistolnya di kepala Jaehee, bersiap kapan saja menembak kepala Jaehee dengan pelurunya.

Ketegangan yang pada awalnya di rasakan Jaehee mulai lenyap dan tergantikan oleh rasa kebal yang selama ini telah terlatih di dalam dirinya. Gadis ini malah balik menatap pria itu dengan tatapan menantang, seolah tak peduli jika pistol itu dapat menghancurkan seluruh isi kepalanya kapan saja.

“Seseorang menyuruhku, jadi aku harus melakukannya. Bukankah itu sudah jelas?” Balas Jaehee, terlihat tenang dan tak gentar.

Kedua bola mata hitam Changmin melebar, rahang pria ini mengeras dan ingatan pria ini pun kembali pada hari pertama dimana Jaehee bergabung dengan anggotanya.

Gadis itu datang setelah kasus penculikkan Miyoung dan setelah kehadiran gadis ini, dia sadar, jika usahanya untuk melacak keberadaan Miyoung semakin sulit. Sampai akhirnya, ia menemukan mayat kembarannya itu dalam keadaan mengenaskan.

“SIALAN! DASAR WANITA JALANG!” Raung Changmin lagi, ia berteriak frustrasi.

Merasa terkhianati, merasa terjebak dan merasa… tersakiti. Sesungguhnya, dia mulai merasa nyaman berada di sekitar Jaehee. Bahkan, dia merasakan sebuah perasaan yang selama ini tak pernah di rasakannya selain kepada kembarannya sendiri.

Sebuah perasaan sayang, peduli dan ingin melindungi. Ingin rasanya Changmin melakukan hal yang sama pada Jaehee seperti halnya ia melakukan semua itu pada kembarannya dulu. Tapi semua perasaan itu seketika pupus saat ia tahu jika Jaehee ternyata telah menipunya selama ini.

Gadis itu adalah bagian dari anggota Dragon Dark! Sebuah geng mafia yang paling ia benci di dunia ini! Bertahun-tahun ia berusaha menangkap para anggota Dragon Dark, tetapi lihatlah apa yang terjadi sekarang, dia justru terjebak oleh seorang gadis yang rupanya adalah bagian dari anggota Dragon Dark.

“Turunkan pistol itu sekarang juga, Changmin-ah!” Ujar Jaehee kemudian, masih menatap Changmin dengan tatapan matanya yang menantang.

Changmin mendengus kasar. “Untuk apa?! Ini adalah impianku sejak dulu! Dan bahkan seharusnya aku membunuhmu sejak dulu!” Geram Changmin.

“Kalau begitu lakukanlah…” Sahut Jaehee, terlihat benar-benar tenang.

Changmin melotot marah padanya, “Apa kau berpikir aku tidak bisa melakukannya?!”

Tatapan Jaehee berubah, menyiratkan suatu arti tertentu. “Ya, kau tak dapat melakukannya, Changmin-ah.” Changmin baru akan mengatakan sesuatu, tetapi Jaehee segera menyela perkataannya. “Aku hamil.”

Deg!

Seketika itu juga, seluruh bumi yang di pijaknya seolah runtuh dan menenggelamkannya dalam sebuah lingkaran kehidupan yang mengenaskan.

Changmin merasakan buminya berhenti berputar dan jantungnya pun berhenti berdetak. Aliran darahnya terasa membeku dan seluruh otot syarafnya seolah menegang dan berhenti bekerja.

“Apa?”

“Ya… Aku hamil, Changmin-ah. Saat ini… aku tengah mengandung seorang anak. Hasil dari hubungan kita.”

Dan sedetik kemudian, pistol yang di pegang Changmin perlahan terjatuh ke atas lantai. Di susul dengan Changmin yang ikut merosot terjatuh ke atas lantai, bersimpuh lemah tepat di hadapan Jaehee.

*-Egoistic Man-*

Hari sudah semakin gelap dan waktu menunjukkan pukul 23.00 malam. Zhoumi melirik sekilas pada sosok Miyoung yang kini tertidur di sampingnya, pria ini tersenyum kecil, Merasa senang bukan main, karena lagi-lagi dia dapat memeluk gadis yang di cintainya ini.

Zhoumi baru saja akan beranjak dari tempatnya untuk berganti pakaian, tapi sesuatu terasa mencengkram ujung jas kemeja yang di kenakannya. Zhoumi menoleh ke belakang dan ia mendapati Miyoung yang kini tengah menatap ke arah tangannya sendiri yang saat ini tengah memegang ujung kemeja Zhoumi.

“Kupikir kau sudah tertidur dan bermimpi indah.” Ujar Zhoumi, melepaskan perlahan tangan Miyoung dan kembali duduk atas ranjang, tepat di samping Miyoung.

“Kau akan pergi lagi?” Miyoung menatap sedih ke arahnya, seolah tak rela jika Zhoumi akan pergi malam ini.

Zhoumi tersenyum kecil, “Aku hanya akan mengganti pakaianku.”

“Aku tidak ingin kau pergi.” Ungkap Miyoung dengan jujur.

“Apakah kau mulai merubah pikiranmu? Apakah kau tidak membenci seorang pembunuh sepertiku? Bukankah kau takut pada pria brengsek sepertiku?” Rentetan pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Zhoumi, seakan-akan pria ini tak sabar mendengar setiap jawaban yang akan di berikan Miyoung kepadanya.

Miyoung menaikkan kedua bahunya. “Aku pikir… begitu.”

Dan Zhoumi seolah tak dapat mempercayai pendengarannya sendiri. Ia tertegun, seluruh tubuhnya tiba-tiba saja terasa kaku dan sulit di gerakkan.

“Zhoumi-ah…” Panggil Miyoung kemudian, cukup mengalihkan perhatian Zhoumi dan pria itu pun kembali menatap ke arahnya.

“Ya?”

Sejenak, Miyoung nampak terdiam dan Zhoumi dengan sabar menunggu lanjutan dari kata-kata gadis di sampingnya ini.

“Gadis dan lelaki muda yang ada di foto itu… mereka adalah kita, iya kan? Aku… memang pernah mengenalmu sebelumnya, apakah itu benar?”

Deg!

To Be Continued…

Note : Wuahahahahahahahaha… Akhirnyaaaaa… setelah beberapa minggu ini di sibukkan dengan urusan kerjaan yang menumpuk, author labil nan gaje ini bisa datang dan kembali update ff Egoistic Man-nya… Hehehehehe

So, gimana? Apakah ceritanya semakin membosankan dan garing? Atau, makin seru dan makin buat kepo para penghuni blog My World Fanfic tercintaaah ini?? #eaaaa #labilkumat! XDD Tapi, berharapnya sih masih tetap bisa menghibur para My Lovely Readers di blog ini yaaah… ^^ Hohohoho

Oh iya, untuk part ini adalah part paling terpanjang di antara part2 lainnya, jadi kalau masih ada yang bilang ffnya kurang panjang, author bakalan gelindingan di atas kasur terus mojok bareng Zhoumi-Donghae… #eh?! Wkwkwkwkwk

Ya udah deh… capcuz deh di komentar ffnya… Hehehehe Pokoknya, Read, Comment, Like (If you like my fanfic) ^^ Hehehehe Akhir kata, MAKASIH BANGET buat semua My Lovely Readers yang sudah setia, selalu mantengin update-an ff di blog ini… LOVE YOU ALL… #XOXO ^_____^

Iklan

113 thoughts on “Egoistic Man (10th Part)

  1. aku makin cinta ma fanficmu chingu jujur ya walaupun confliknya agak berat tp penyampeannya bagus dan rapi aku makin penasaran ma masa malu mereka ada apa sich sebenarny cepet terungkap dong
    jadi diupdatenya cepet chingu biar gk jamuran nunggunya

  2. ach……bikin saya frustasi nta…
    smpe bngung mau koment apa..
    ea geregetan
    ea kesel sama kyuhyun
    campur aduk rasanya

    apalagi bcanya sambil nonton bola
    #curcol

    pokoknya tetep di tggu next partnya
    kalo bisa sech jgn lma”
    keburu tambah frustasi aq..

    keep writing n good luck ea nta…

  3. Hohoho…..ff’nya emng bikin kepo abis….kmarin sempet nerawang2 gtu tpi salah semua….haduh….pokoknya ff ini tip markotop dech….dipantengin trus lanjutannya….

  4. kyaaa mi young dah mulai ketergantungan ma zhou mi tuhh,, mmm sukaaa ^_^
    wah wah wah gmna ya reaksi chang min pas tau jae hee hamil?
    mkin penasaran ma jlan ceritanya dan panasaran apa aja yng d katakan istrinya yoon ajushi ma mi young,,

  5. Akhirnya….update juga episod 10 hmm…eonni ceritanya makin seru update lagiii dooong lanjutannya(wkkkwkkk ngarep.com)tambah penasaran apa yg sbenere terjadi masak sih zoumi yg membunuh shindong(tidaaaakkk)itu pasti tdk mungkin pasti cuman salah paham ya kan eon…
    Zoumi keren tp juga membingungkan kasar tapi penuh perhatian….
    Kyaa…beneran to jaehee pasti hamil ma changmin pasti bingung banget nih posisi mrk saat ini jgn dibikin sad anding lho eon kasian kan mrk baru ngalamin masa sulit(ha ha ha)
    Trus apa sih yg sbnrnya trjd m henul(penasaran bgt)lanjut eon smangat
    Tu donghae kok bs ad rasa suka ma miyoung???
    Yaah pokokny ditunggu eon klanjutannya…makasih eonni…

  6. Ini kapan end thor? Udah ga sabar nunggu endingnya gmana,hihi
    jangan d buat sad ending ato endingnya nge gantung ye thor, love banget soalnya sama ff ini :*
    fighting eonni 😉

  7. Akhirnya nongol juga nie ff…
    Makin seru ceritanya…tapi kayaknya part zhoumi-miyoung kurang….kalo perlu next chapter partnya zhoumi miyoung semua…hahaha

  8. eemmm pnasaran sama klnjutan hubngan jaehee changmin….emmmmm keren kak, dan seperti biaza ini sangat menghibur..dtnggu part slnjutnya :* 😀

  9. Akhirnya ff yg dtnggu2 dtang jga….hehehe
    Mkin syang deh ama zhoumi,walaupun ksar tpi perhatian bnget ama miyoung,tuh buktinya miyoung khlangan zhoumi,berarti miyoung uda mlai trbiasa dket2 ama zhoumi…^o^ perkembangan yg bgus..
    Mata2 nya donghae kren ya bisa tau klo zhoumi/miyoung itu lgi dluar negri,tpi knpa dya gag bsa nemuin sikyu,biar phak kpolisian tau ada pengkhianat dstu slain jaehee….
    Kasian couple jaehee/changmin,,,keadaan yg slit untk mreka brdua,aq sangat brhrap klo psangan ini bsa happy ending,krn mreka brdua itu sling suka tpi keadaan yg buat mreka slit buat sma…T_T
    Tpi pnsaran bnget ama tndkan changmin slnjutnya pas dya tau klo jaehee hamil anak dya????
    Buat chingu,maksih ya udah buat ff nya ampe pnjng,jdi puas bcanya…
    Crtanya seru & pnuh kejutan..
    Dtnggu part slnjutnya ya chingu…
    Keep writing ^-^

  10. Luar biasa….konfliknya mulai terpecahkan…
    Tapi maunya sebelum hae sampe, zoumi ma miyoung dah clear dulu masalahnya…wkwkwkwk

  11. Wah daebak,,,,, menegangkan pake bingittss,, penasarran kisah changmin dan jaehee,,, smoga next story makin menegangkan 😀

  12. Kyaaaa akhirnya miyoung udah bisa nerima zhoumi: )
    Haneul udh sadar dari komanya
    Donghae ga tau gua pasngannya: XP
    Changmin lagi galau antara benci atau cinta ama jaehee: XP
    Gua kesian ama jaehee dia pasti kaget banget: ‘) pas tau pembunuh kakaknya itu zhoumi: ‘)

  13. Ih penasaran banget ama kelanjutannya
    Ini tuh ff kesukaan aku banget dan jalan cerita dan kata katanya itu pas banget bagus deh

    Di tunggu kelanjutannya jangan lama lama yaaaaa

  14. Akhirnya haneul bangun juga jdi kyu aa psanganx, tapi si ikan sama sapa???
    Ngarepnya Miyoung sma Zhoumi aja, abang hae sma fishy aja. wkwk
    Fighting buat changmin sma jaehee,…!!!
    keep writing ya eon, dtunggu karya” slanjutnya, (^_^)

  15. Oh my GOD ..!! Sumpah demi APA ??? TBCnya gak tepat waktu banget nta-ssi ..

    Aku hanya dapat berharap part selanjutnya gak lama-lama banget .. Krna ff ini yang paling aku tungguin kelanjutannya 🙂

    Aku senang miyoung bisa ingat kembali sama zhoumi 🙂 and .. Kaya’nya ada yang bakal salah paham nanti sama zhoumi -tunjuk-jaehee-

    Tapi kuharap haneul bisa menjelaskan kejadian sebenarnya sama kyuhyun, biar berkurang 1 org lagi yang salah paham 🙂

    Akhir kata, GOMAWO 😉

  16. Ok!!!! Kasihan jaehee, hamil d.saat situasi memanas,, changmin ente pokokny musti tanggung jawab karna ithu anak ente.

    Kyaa.. knapa musti donghae yg tau…

    Syukurlah akhirny haneul dah sadar…

    Minyoung.. ente slalu snang bkin zhoumi cemas kayak orang gila…..

    Oke thor d.tunggu next partnya… semangat

  17. changmin-ah terkaget-kaget sama pernyataannya jaehee.. o.m.g aku bener2 suka cerita ini , antara jaehee sama changmin !! sayang aja scane-nya cuma dikit.. *nangis di pojokan.. 😥

    unni, ceritamu emang selalu daebakkkk.. di tunggu next part-nya.. 🙂

  18. Aduh aduh tobecontinue lagi rame begini,,n diluar dugaan ya hehe seruuuuuu seruuuu semoga next partnya ga lama2. Aminnn,,, keren saeng feel nya dapet bangettttttttt

  19. Wow tambah seru ajja thor, kpan sih miyoung bisa mengingat semua’y ?! Truss apa sih yg bikin miyoung hilng ingatan ?! Apa krna kecelaka’an sma orang tua nya itu ????? Kepo 🙂
    Haddeuhhh dilema bnget sma hubungan jaehee sma changmin ?! Eothokae ??? Mereka punya masalah yg sangat rumit, lalu siapa yg bner² jahat sih ??? Kyuhyun or zhoumi ??? Mungkiin jga situasi yg bikin merka mnjadii jahat ?! Krna haneul udh sadar, moga ajja dia bisa mnjelskan apa yg terjdi wktu itu … campur aduk dehh baca ini ff , kdang ngerasa ketakutan liat perubhan sift zhoumi yg susah ditebak tpi kdang bikin senyum² sndiri liat zhoumi melakukan hal kecil tpi itu sngat manis buat miyoung, well ff ini berhasil bikin aku ngersa’in apa yg mereka rasa’in …
    Wahhh dhaebak, stujuu thorr untk part ini emang panjangggg 😀
    Eithhhh author satu ini emang jago nmpatin “TBC” , pas crita nya lgi mau klimax ehhhh malah tbc . Haddeuhhh bikin greget ajja,
    Tetap semngat yahh buat nulis’y, fighting \(^_^)/

  20. kyaa akirnnya minyoung ytahu juga kekeke 🙂 aigoo donghae tahu kalo minyong masih hidup kekek 🙂 gmana nasib jaehee dan changmin penasaran heheh 🙂 next^^

  21. bnxk bgt yg ke ungkap sudhh…
    miyoung udh tau changmin jg pzt shock bgt…
    astaga bnxk bgt kjutan di ff ni.

  22. G tahu mau ngomong ap..
    Cm pnasaran aj, musuh zoumi sbenarny siapa?? Ap yg mnyebabkn mimi q bgitu mlindungi youngie??
    Mungkinkh ayah miyoung yg jd pnyebab ms lalu yg kelam tu??
    Np??
    Hayooo.. Changmin pasti galau mau brbuat ap dgn jaehee..
    Laaaaaaanjut!!

  23. yaolohhhh.. nta kamu paling pinter deh buat org penasaran.. T^T… next chap jangan lama2 ya.. pokoknya keren.. part changmin-jaehee banyakin ya..

  24. unnie ku sayang, sumpah ini makin bikin aq kepo berat. Ayo unnie cepetan dilanjutim jgn ampe berhenti ditengah jalan. 🙂

  25. Qra” stlh changmin tw klo jaehee hamil gmn y????g mngkin kn changmin bkl bunuh org yg lg ngandung anak’y atw mlh jgn” dy gkn peduliin jaehee sm anak yg lg d’kandung’y lg????
    Aigooo..akhr’y miyoung tw klo anak kcil yg sring muncul d’mimpi’y th dy sm zhoumi trz qra” gmn perasaan’y skrng y jd nmbh penasaran..????

  26. makin seru… konfliknya dh mulai memuncak ingin keluar. penasaran dgn percakapan miyoung dgn istri pelayan yg dirumah zhoumi, dikulas ya.
    ditunggu next partnya.

  27. Aaa.. Masa iya zhoumi sekejem itu sama jaehee, agak ngga percaya ni sama kyuhyun..
    Penasaran gimana klanjutan hubungan changmin-jaehee, berakhirkah? Ato berlanjut ?
    Waaah, miyoung uda tau kalo yg difoto itu zhoumi sama dia, kira2 nanti gimana jawaban zhoumi ya?
    Next part di tunggu Unn, 😀

  28. Ahhhh cuma dikit lgi…..makin penasaran aja sma endingnya ini….aduh bener2 campur aduk perasaan baca ff ini…. Ahhh di tunggu nextnya 🙂 semanagat trus nulisnya

  29. Kereeen, gilak beneran gak nyangka miyoung bisa inget, apa mungkin istri pengawal yg ngasih tau, ah gak penting pokoknya sekarang miyoung udah inget XD keren thor, ditunggu part lanjut annya:3 semangat nulisnya((:

  30. HU-HA 😀 sumpah penasaran banget sama FF ini. Udah lama gak dilanjut. Makin seru, apalagi zhoumi sama miyoung udah mulai sweet gitu. Pasti udh mau END -,- keep writing

  31. Miyoung cepetlah inget trus hidup bahagia sama zhoumi
    hmmm
    adduuuhhh
    itu hae udah tau keberadaan miyoung
    omooo
    gmn itu
    takutnya kepisah lagi…

  32. ini ff pertama yg kubaca paling keren..
    Wkwkwk..
    Ternyata kehidupan mafia serumit itu yah -_-

    Kyu sama zhoumi lagi seneng-senengnya ternyaTa.
    hihi

  33. makin seru dan konflik ny makin menjadi gmna zhomin Minyoung zhomin dab yg lain ,, Kyu yg lagi happy tp ak senang Haneul bgun biar kyu gk asl balas dendam trus juga Jaehee semagat ibu mudaa jgn stress hehehehe , Ayo Abang Donghae wkwkwkwkw

  34. Partnya panjang bingit smpai smpai ngarepnya g bkln ada kata kata to be continued dh
    hehehehe
    bgs bgt author smua tkh d ceritain disini smga miyoung cpt ingat sm zhoumi and sm changmin maafin jaehee ngkn yh mksd zhoumi untuk jaehe di dkt changmin spy jaehe bs pnya kebhgiannya sndiri dam ad yg lindungin dh

  35. (´△`)♪ jaehee sing a song (bunuhlah akuuuu~ sesuka hatimuuu~ huwoooo~huwooooo~)

    gila,ini bibir mangap baca part ini.penuh kejutan.miyoung yg mulai mengingat msa llunya.pertemuannya dgn org2 yg dlu pernah dekat miyoung.semuanya udh terkuak,setdknya untuk miyoung dan zhoumi.untungnya,zhoumi langsung sadar sblm dia bner2 menyakiti miyoung lbh dlm lg krn keputus asaannya akibat miyoung yg blm mengingat apapun ttg dirinya.tp sekarang brubah,sedikit banyak miyoung sdh mngingat semuanya.ttg dirinya dan zhoumi.
    sikap pasrah zhoumi dan miyoung mungkin berbuah manis…hmm..

    sdgkan untuk kyuhyun,jg ckup lega bwt ini couple,haneul akhirnya sdh sadar.dan itu membuat kyuhyun lbh tenang skrg.dan ckup shocked,klu ternyata kyuhyun tau semua rencana zhoumi.

    mulai dr zhomi yg membunuh shindong,trus rencana zhomi membuat jaehee terjebak dlm kehidupan changmin.dan sekarang mlh dia sdg hamil pula.hamil tanpa ikatan pernikahan.

    PLUS changmin sdh tau siapa jaehee sebenarnya.hmm…part ini srius bkin jantungan.gmna sakit hati dan terkejutnya jaehee mendengar pernyataan kyuhyun ttg zhomi dan kakaknya,ditambah lg sikap marah changmin krn kebohongan jaehee,samapi berniat membunuh jaehee.

    huiiiiiihhh…….ini scene plg kusuka.hampir terjadi adegan PEMBUNUHAN.kupikir,jaehee memilih mrahasiakan kehamilannya.tp ternyata tidak.hahh…aku msh penasaran bagaimana sikap chamin selanjutnya.

    baiklah,mari menghayal sejenak.beehubung saia angst shipper,pengennya sad ending..huahahahaha…
    berhayal changmin gk akan mengakui anaka yg sedang dikandung jaehee itu sbgai anaknya…dan jaehee memilih untuk mengjilang dari kehidupan changmin….hueeeeee………segini aja udh mewek…

    okelah,kli ini kuakui zhomi mmg kejam egois sesuai dgn jdulnya.nth mungkin ada maksud lain dr semua rencnanya itu.tp aku mrasa zhmi udh nyakiti prasaan jaehee..

    ampun dah..klu gk dihenyikan,ini tangan gk bsa brenti nulis komen ya.setiap bca ff ini pasti sllu bgini,mesti panjang lebar,brasa curhat

    well done Nta…kau berhsil membuat ku TERKEJUT…..!!!! huahhhh….pasrah deh sm nasib JaeMin…./nyinden lagi/

    bunuh lah akuuuuuuuu…..

  36. penasaran sehh apa yg diceritakan ibu2 tu ma miyoung. jadi tambah penasran euyy dr part k part. next part d tunggu segera

  37. wah part ini bener-bener seru.. makin penasaran sama kisah zhoumi+miyoung yang makin so sweet 😀
    next partnya jangan lama2 ya kak ^^

  38. woowww, seru bgt.
    tuh si changmin jd’a gmn tuh sma jaehee. kasian bgt, hub mrka terlalu pnuh dgn konflik.
    ak jd gk suka sma kyu, soal’a kyu’a licik gtu.
    kyk jd jhat gtu, cma mikirin diri sndiri.
    ak sneng miyoung sma zhoumi baekan lg.
    smga zhoumi bsangonrol emosi’a spya miyoung gatakut sma dy.
    di tunggu next chapt’a 😀

  39. whoaaa kirain zhoumi bakal ngapa2in miyoung,,ahahahah ternyata g jd… hiks #ehh
    miyoung diceritain apa aj sm ibu2 yg istriny yoon ajjushi??penasaaaraaannn…
    trs trs…. penasaran juga sm kelanjutanny changmin sm jaehee…heheheheh….
    ditunggu lanjutanny y thor,,,KEEP FIGHTING n WRITING ^^

  40. ahhhh tbcnya kenapa harus pas disituuuuu bikin penasaraaaannn!! hahahaha ditunggu selalu lanjutannyaaa keep writing and fightinggg!!

  41. kasian jeehe…. dilain sisi dia tu dah sayang ma changmin……
    tunangan kyu dah sadar dari koma’y…. apa kejadian sebener’y bakalan terungkap smua…….
    zhaomi bener2 banyak nyimpen mistery bnget…..???? ga sabar nunggu lanjutannya

  42. Saya no comment. Terlalu berharap semoga segala lika-liku cerita dari ff ini segera beres meskipun ini gak segampang yg saya kira tp segala sesuatu pasti ada mudahnya kan? Ayo unn semangat…

  43. Wahh.. daebakk deh buat eonni!
    Terus semangat eonn! Semoga mood lagi bagus2 nya buat post fanfic lagi..
    Okeh, I’m waiting for the next part.. Hwaiting! 😀

  44. Aaaaa, itu jaehee gimana kasiaaan:”
    Gregetan bangeet sama miyoung zhoumi
    Haaaaah, ayoo miyoung ingatannya cepet baliiikk
    Kyuhyun haneul jugaa akhirnya haneul sadar~
    Aaaa, penasaran sama next partnya eonniii
    Keep writing~

  45. ah,tdak..donghae tahu miyoung msh hdp,tpi knpa ada rasa g rela ya,kalo miyoung ditemukan ntr bkal pisah dri zhoumi lg??

    mudah2n changmin-jaehee tetp bersama,n spa ya yg brtmu miyoung?

  46. Wo wow wo wow
    Msh bingung sebenernya Kyuhyun itu musuh atau temen sih
    Salute sama jaehee yg gak tkut sma skli wktu mau ditembak dama Changmin
    Akhirnya Miyoung sdkt demi sdkt sdh mlai mngingat masa lalunya
    Dan Miyoung mlai mngingat Zhoumi
    Hore hore horeeeeee
    Ditunggu next ff mu thor

  47. Hohoho makin seru aja, tinggal Donghae yg msh sendiri, yg lain uda brtemu ama couplenya Miyoung disini sm Zhoumi, hmmm kasian Donghae

  48. Daebak, selalu membuat penasaran deh.
    Jd makin penasaran kenapa si zhoumi benci banget ama abang changmin bukannya selama ini abang changmin sayang banget sama miyoung
    ahhh penasaran penasaran, jd gak sabar nunggu part selanjutnya

    keep writing :*

  49. Deg deg deg sumpah ceritanya bikin merinding dan nyesek banget DAEBAK:)
    kasian jaehee tertekan banget kelihatanya;(
    next partnya ditunggu eonni:)
    #HWAITING

  50. Wah
    Kabar bahagia untuk hankyu
    ^_^

    ah..ya
    Cuap cuap gue liat Zhoumi Minyoung

    Aduh..minyoung Harus ingat ya
    pan kasian zhoumi yg mati matian ngejaga minyoung!

  51. Geraaaaam.. Lama kali miyoung ingat nyaaaa…
    Donghae andwae jgn rebut miyoung.
    Sabar ya changmin 😦
    Lanjut lanjut lanjut

  52. Haduhhh cukup menegangkan thor ….
    Author hebat bikin ceritanya …
    Gimana nasib Jae Hee selanjutnya yah? Penasaran ..
    Lebih baik Zhoumi menceritakan masa lalu mereka aja sama Miyoung, jadi Miyoung gag merasa perlu takut sama Zhoumi …
    Sebenernya masih bingung ada apa dengan Kyuhyun ….
    Lanjuttt thhooorrr

  53. yes updet jga, q rasa kyu mau buat jaehee ama mimi berantem secara dya kan dendam bgt ama org yg membuat haneul koma kan gag mgkn jga mimi blang ama kyu kalo dya yg ngebunuh shindong *sok tau , just my opini si what hae mau pergi? Kyk’a mau ke swiss, jaehee hamil changmin galau, cie young-mi mkin dket aja miyoung jga punya rasa ama mimi jujur pula ama mimi hehehe entu miyoung sdh ingatkah ama masalalu’a? kyk’a blom deh hehehe cie mimi yg lagi hepi. Mkn pnsrn ama next part

  54. wahh .. aphkah miyoung sudah mengingat zhoumi ??
    lalu bagaimana hub antara jaehee n changmin ??
    lalu kyu knapa bisa jadi anak buah’a zhoumi ??
    penasaran sama cerita selanjut’a ..

  55. Ini bner2 konflik yg kren,aku gx bisa nebak endingnya bkal gmna…
    beberpa rahasia yg d tutup2i mulai kebuka semua..
    aku bkal nunggu part selanjtnya..
    fighting..

  56. hiyaaaaa~ changmin puyeng kan. kite aja puyeng masalah lo ribet amat.. x_x
    tp momen zhoumiyoung kece nih. ayo mkin inget2 lg.. mdh2an haneul sadar trus bongkar rahasia lain, pasti ada something yg kyu gak tau jd salalh paham gitu.
    thor.. jgn lama ye next partnya. keep writing eoh!

  57. bukan nỵa shindong ỵg mnt dibunuh krna dia uđah berkhianat一 jd ngga mgkn sii zhoumi bunuh gitu jaa ,it dia jg ada alasan and shindong yg mau.
    .miỷoung yg mulai sdkit mengingat zhoumi 一 ciie ciie ,makin candu banget sm pelukan zhoumi 😀
    akh ngga sabar gmn respon zhoumi dgn pertanyaaan miyoung

    .oh tdk jaehee lgsg bilang klo dia hamil/? posisi mereka makin rumit ,apa jaehee benar2 terjebak dgn perasaan cinta/? trhdap changmin

    .semangat trus bwt lanjut ff ny 一 author fighting ^^

  58. jawaban dari pertanyaan author, ff ini makin seru dan bikin makin kepo berat !
    udah panjang kok author jadi jangan gelindingan terus mojok sma zhoumi-donghae yah ! biar aku aja yg mojok sama mereka #ehhhh :p
    bingung mau komen apa yang jelas ini seru dan bikin penasaran akut !
    mau baca next nya aja deh ^^

  59. changmin mau memaafkan jaehee ga yaa…. gmna pun jga mereka saling mnyayangi… apalagi jaehee hamil… makin rumit…
    kyu jahat yaaa??? apa sh maunya??

  60. kasian jaehee..bagaimanapun jg dia ttp perempuan yg lemah..g bisa apa2 tuk marah k zhoumi..aku rasa yg patut Dsalahn itu appa shim yg nyebabin smw mslh..

  61. Jeahae hamil, gmna jaehae bisa jauh dri changmin. Wkwkwk…

    Ngeri klo zhoumi dh marah. Tpi klo sikap romantisnya itu muncul, bikin kelepek”…

  62. Tuh kan jaehee hamil. Changmin pzt shock bgt dgr it,, aplg dtambah knytaan kalo jaehee angta dragon dark. Trz ap changmin msh mau tgung jwb.
    Zhoumi panik bgt pas miyoung ngilang hehe. Wah kykny miyoung udh mulai ingat am msa lalu ny.

  63. Gimana klajutannya tuh Changmin sma Jaehee? Apa mreka bakalan bersatu? Makin bikin pnasaran:) keep writing eonn…

  64. Akhirnya miyoung sudah mulai mengingat zoumi.. Gimana tu keadaan changmin.. Setelah dia tau kalau jaehee hamil anaknya..
    Kayaknya kyuhyun udah salah deh dalam membenci seseorang seharusnya dia membenci ayah miyoung, bukan changmin karna yang udah ngelakuin itu ke haneul adalah ayah miyoung..
    Donghea udah mulai dapat titik terang keberadaan miyoung

  65. Ping-balik: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s