Hello, Mr.Stranger! (Part.8)

Hello, Mr.Stranger! Ver.3

Title                : Hello, Mr. Stranger!

Author           : NtaKyung

Art Poster      : NtaKyung

Casts              : Lee Donghae, Shim Miyoung and Other Casts (Find By Yourself^^)

Genre             : AU(Alternate Universe), Drama, Romance, Sad

Length           : Series [On Writing]

Rated             : PG-15

Disclaimer     : Segala hal yang ada dalam fanfic ini, murni dari imajinasi saya sendiri! So, Don’t COPY-PASTE or BASHING!

©Hello, Mr.Stranger!©

Hari ini, keceriaan terpancar di wajah Miyoung. Senyum lebar khas seseorang yang tengah di landa kebahagiaan itu, terus terpancar di wajahnya. Dan tentu saja hal itu membuat para penghuni panti jompo yang sudah sangat dekat dengannya, bertanya-tanya tentang hal apakah yang membuat seorang gadis seperti Shim Miyoung terus tersenyum ceria seperti hari ini? Padahal hari-hari sebelumnya dia terlihat murung dan sedikit err… tidak terlalu bersahabat.

Apalagi hari ini Miyoung kembali menjadi asisten dokter tampan itu, Lee Donghae. Karena perawat yang menggantikan posisi Miyoung beberapa hari lalu tengah demam tinggi, jadi Miyoung yang harus menggantikannya hari ini.

Well, harus Miyoung akui jika ia senang mendengar kabar berita itu. Bukan senang karena rekan kerjanya yang sakit, tapi… gadis ini merasa senang karena dia dapat kembali menjadi asisten Donghae, walaupun hanya satu hari saja.

Dan semua penghuni di panti jompo itu, langsung dapat mengambil kesimpulan, bahwa hal yang telah membuat Miyoung terlihat ceria sejak pagi tadi, tentu saja karena sosok dokter muda tampan itu, Lee Donghae.

Aneh bukan? Padahal, di awal pertemuan mereka dulu-tepatnya satu bulan lebih yang lalu-, Miyoung jelas-jelas tak menyukai kehadiran dokter muda itu. Tapi, lihatlah perbedaannya sekarang! Bukankah perubahan sifat gadis ini begitu drastis?

Seperti sekarang ini, Donghae nampak asyik ikut bergabung bersama sekumpulan kakek-kakek dan staf panti jompo yang lain, memainkan kartu ‘Go Stop’.

Pria itu tak sadar jika rupanya, ada yang terus memperhatikannya sejak tadi. Ia terlalu asyik bermain bersama yang lain, sampai-sampai tak menyadari tatapan gadis itu yang terus saja hanya tertuju padanya. Namun sepertinya, ada beberapa orang yang menyadari arti tatapan gadis tersebut. Contohnya, sosok nenek tua yang kini tengah duduk bersantai di tengah taman panti jompo yang berada tak jauh dari posisi gadis itu sekarang!

Well, dan tentu saja gadis itu adalah Shim Miyoung!

“Hey, nona yang sedang jatuh cinta! Kemarilah!” Seorang nenek berteriak keras kepadanya dan Miyoung sontak memutar kepalanya, menatap sosok yang telah lama di kenalnya dan bahkan telah ia anggap sebagai neneknya sendiri.

Semburat merah lengkap dengan tatapan melototnya, Miyoung segera duduk di samping nenek tersebut. “Haelmoni, jangan berteriak seperti itu!” Ujarnya, berpura-pura marah.

“Kenapa?” Sang nenek membalas dengan tatapan menantang, “Kau terus saja melihatnya dengan kedua matamu itu! Jadi, tentu saja kau sedang jatuh cinta kan?”

“Haelmoni!” Miyoung sedikit mengeraskan suaranya, berharap jika apa yang di katakan sang nenek barusan, tak akan terdengar oleh penghuni panti jompo yang lain.

Nenek itu berdecak keras. “Ck! Untuk apa menutupinya, huh? Dari caramu tersenyum dan menatapnya saja, semua penghuni di panti jompo ini akan tahu, jika kau memang mencintai dokter tampan kami itu!”

“Haelmoni, sudahlah!” Rona merah di wajah Miyoung semakin bertambah jelas dan dia menoleh ke sisi kanan dan kirinya, memastikan jika tak ada orang di dekat mereka yang dapat mendengar ucapan nenek ini.

“Aigo… lihatlah! Wajahmu memerah seperti kepiting rebus!” Goda sang nenek, menunjuk wajah Miyoung sambil tertawa puas.

Ia refleks menutupi kedua pipinya dengan telapak tangannya, “Haish… sudahlah, jangan menggodaku terus-menerus!” Keluhnya, merasa benar-benar terpojokkan sekarang.

“Kalau begitu mengakulah! Kau jatuh cinta pada dokter tampan kita itu kan?”

Senyum malu-malu terpancar di wajahnya dan tanpa sadar, ia kembali mencuri pandang ke arah Donghae untuk beberapa detik saja, sebelum akhirnya ia menoleh arah lain.

Tatapannya berubah, terlihat berbinar-binar dan menyiratkan kebahagiaan. Persis seperti seorang gadis muda yang tengah jatuh cinta.

“Ya… kurasa, aku memang jatuh cinta padanya.” Senyum gadis itu, kembali melirik ke arah Donghae, dan di saat itu barulah ia menyadari, jika rupanya pria itu pun kini tengah melihat ke arahnya.

Jantungnya langsung berdebar cepat, nyaris meledak. Sekujur tubuhnya berubah hangat dan di penuhi dengan rasa bahagia. Ribuan cahaya terang seakan menghiasi setiap serambi hatinya yang sempat meredup.

Dan yang membuat perut Miyoung seolah bergejolak hebat, ketika Donghae tersenyum ke arahnya. Seakan menyatakan, jika pria itu pun merasakan hal yang sama seperti dirinya sekarang.

©Hello, Mr.Stranger!©

Donghae masih terus menatap Miyoung meskipun gadis itu telah memalingkan wajahnya lengkap dengan senyum malu-malunya. Senyuman tipis di wajahnya masih tergurat jelas, tetapi sayangnya, sorot mata pria ini berkata lain.

Ada kesedihan yang terpancar di sana. Pria ini, jelas tengah menyembunyikan sesuatu dari Miyoung. Ingatannya pun berputar kembali ke hari sebelumnya, hari di mana Kyuhyun datang menemuinya.

<Flash Back Start>

Kyuhyun duduk di hadapan Donghae tanpa mengatakan sepatah katapun. Sorot matanya memancarkan keseriusan dan ketegasan nampak jelas terbentuk di rahang wajahnya.

Donghae berdehem pelan, merasa tak nyaman dengan suasana canggung ini. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan mencoba untuk tetap terlihat santai.

“Kyuhyun-ah… soal kata-katamu tadi…” Senyum canggung terlihat di wajahnya.

“Aku serius, Donghae-ya. Aku ingin kau berhenti mendekati Miyoung.”

“Apa?” Senyum di wajah Donghae sedikit memudar, “Apa maksudmu? Kenapa aku harus berhenti mendekatinya? Ah! Apakah mungkin.. kau… masih menyukai Miyoung, eoh? Aku dengar darinya kalau kau ini adalah kekasih pertamanya.” Celoteh Donghae, terdengar sedikit menyindir.

“Aku peduli padanya! Aku telah menganggap Miyoung sebagai adikku sendiri! Dan aku tidak mungkin membiarkannya untuk jatuh ke tangan pria sepertimu!” Ujar Kyuhyun tegas, benar-benar terlihat serius.

“Apa yang kau maksud dengan ‘jatuh ke tangan pria sepertimu’? Apakah kau berpikir jika aku tidak pantas untuknya?!” Nada suara Donghae berubah dingin, pria ini jelas merasa tersinggung mendengar kata-kata saudara jauhnya itu.

Kyuhyun balas menatapnya dengan tajam. “Kau jelas tahu jawabannya. Kenapa kau masih bertanya padaku juga?” Ujarnya dengan sinis. “Dengar, Donghae-ya.. kau bisa saja memiliki hubungan dengan gadis manapun, tapi tidak dengan Miyoung! Dia tidak cocok denganmu! Jika kalian berhubungan, maka yang akhirnya akan tersakiti hanyalah Miyoung! Dan aku tidak menginginkan hal seperti itu!”

“Kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Aku tidak mungkin menyakiti gadis yang aku cintai! Aku-”

“Komitmen.” Sela Kyuhyun cepat, sukses membuat Donghae seketika diam. “Dia memiliki prinsip itu, Donghae-ya. Jika Miyoung telah jatuh cinta pada seseorang, apalagi jika sampai mereka berpacaran, maka Miyoung akan menuntut sebuah komitmen dari pasangannya! Dan apakah kau sanggup melakukannya?!”

Donghae tiba-tiba saja merasakan sekujur tubuhnya membeku, mulutnya mengatup rapat dan suaranya seolah hilang tertelan kembali ke dalam kerongkongannya.

“Alasanku mengatakan ini kepadamu, karena aku tidak ingin melihatnya tersakiti untuk yang kedua kalinya. Dia… pernah terlihat begitu hancur… dan itu semua… karena aku.”

Donghae menyipitkan matanya, “Apa maksudmu? Kau bilang padaku jika kau sangat peduli padanya! Tapi, kau pun menyakitinya?!”

“Ya, karena aku sama sepertimu.” Kata-kata Kyuhyun sukses kembali membuat Donghae diam. “Harus aku akui kepadamu, Donghae-ya. Aku juga bukanlah pria yang mempercayai sebuah komitmen, dan kau jelas tahu itu kan?” Lanjut Kyuhyun, gurat kesedihan terlihat jelas di wajahnya.

Sejenak, Donghae terdiam, nampak berpikir. “Jadi maksudmu… kau mengkhianati Miyoung semasa kalian pacaran dulu?”

Kyuhyun tak langsung menjawab, tapi entah kenapa, Donghae seolah dapat menemukan jawabannya dari gambaran raut wajah Kyuhyun sekarang.

“Dan… kau pikir… aku akan melakukan hal yang sama, seperti apa yang kau lakukan pada Miyoung dulu?!”

“Ya.” Kyuhyun mengangguk singkat. “Untuk awalnya, aku percaya jika kau mungkin saja bisa membuat Miyoung selalu merasa bahagia saat bersamamu. Tapi… bagaimana jika kau mulai merasa bosan dengannya? Seperti yang aku katakan padamu, Donghae-ya… Miyoung adalah seorang gadis yang memiliki prinsip berkomitmen! Dan ketika kalian berpacaran, maka suatu saat nanti, Miyoung akan menuntut sebuah komitmen darimu! Dan apakah kau dapat melakukannya? Dapatkah kau memiliki satu hubungan saja? Dapatkah kau bertahan dengannya? Katakan padaku, Donghae-ya!”

Donghae lagi-lagi kembali diam. Ia terlihat tengah berpikir sekarang, dan kegundahan jelas tengah melanda perasaannya sekarang.

Ia akui, jika selama ini, dia hanyalah seorang pria brengsek yang tak pernah mau memiliki hubungan terikat dengan gadis manapun!

Selama ini, dia hanya terus melakukan hubungan tanpa status yang jelas, berganti-ganti wanita dengan bebasnya dan bahkan, ia dapat dengan mudahnya meniduri mereka semua tanpa harus memikirkan, akan bagaimana nasib mereka nantinya saat ia meninggalkan para gadis-gadis itu.

Ia berpikir jika bukan sepenuhnya kesalahannya meninggalkan para gadis-gadis itu. Toh, mereka sendiri yang datang dan menggodanya terlebih dahulu. Jadi, apa salahnya jika dia  meninggalkan para gadis itu jika sudah merasa bosan?

Selama ini, itulah yang di pikirkan dan di rasakan pria ini terhadap para gadis yang dekat dengannya. Tapi, kenapa hal itu terasa berbeda saat ia tengah berada di dekat Miyoung?

Kenapa rasanya… dia begitu tak kuasa jika harus meninggalkan dan menjauhi gadis itu? Kenapa dia tak sanggup jika harus melihat Miyoung tersakit dan menangis karenanya?

Kenapa?

Bukankah selama ini, dia selalu melakukan hal se-keji itu kepada gadis-gadis lainnya? Lalu kenapa dia tak bisa melakukan hal itu kepada Miyoung sekarang?

Apakah mungkin… karena dia telah memperhatikan gadis itu sejak lama?

Apakah mungkin… karena rasa perasaan dan kagumnya terhadap sikap Miyoung selama ini yang membuatnya tak sanggup untuk meninggalkan gadis itu?

Entahlah, Donghae tak bisa menjawab satu pun pertanyaan yang melintas dalam otaknya. Dia… benar-benar bingung dengan perasaannya sendiri sekarang.

“Kenapa kau hanya diam, Donghae-ya? Apakah kau tidak bisa menjawabnya? Apakah kau mulai merasa ragu dengan semua ini?” Tuntut Kyuhyun.

Tatapannya berubah melembut, lebih kepada sorot memohon. “Sebelum semuanya terjadi… sebelum kau menyakiti Miyoung dan menghancurkan hidupnya, maka… kuharap, kau bisa melakukan permohonan kecilku ini, Donghae-ya.”

Dan kata-kata itu pun terus terngiang dalam benaknya, mengusik ketenangan hati serta pikirannya. Seolah kata-kata itu mengandung sebuah mantra sihir yang menyakitkan dan Donghae dapat merasakan jika dadanya sedikit sesak sekarang, membuatnya kesulitan bernafas, sampai-sampai air matanya seolah ingin merebak keluar begitu saja.

<Flash Back End>

©Hello, Mr.Stranger!©

Hari sudah gelap sekarang dan waktu kerja Miyoung pun telah selesai. Tepat, ketika gadis ini keluar dari gedung panti jompo, hujan turun deras dan Miyoung hanya dapat mendesah berat.

“Hah… kenapa harus hujan di saat seperti ini?” Ia menggerutu kecil, memandang setiap tetesan hujan yang turun dengan derasnya.

Sesekali ia menjulurkan tangannya sebentar, bermain-main dengan tetesan air hujan itu dan sesaat kemudian, gerutuan gadis ini seketika berubah menjadi sebuah senyuman sumringah yang terus menghiasi wajahnya.

Apalagi ketika air hujan mengenai wajahnya, ia akan terkikik geli dan bertambah asyik memainkan tetesan air hujan yang semakin bertambah deras itu.

“Kau pikir, kau anak kecil, huh?” Sebuah suara menginterupsi kebahagiaan kecil gadis ini.

Miyoung sontak memutar kepalanya dan mendapati Donghae yang tengah berdiri tepat di belakangnya, terlihat lebih santai karena sudah tak mengenakan jas putihnya lagi.

Miyoung menggedikan bahunya dengan acuh. “Anggaplah masa kecilku sedikit kurang bahagia.. jadi, cukup biarkan aku bersenang-senang dengan air hujan ini, oke?” Sahutnya dengan santai, kembali berbalik dan memainkan air hujan dengan kedua telapak tangannya.

“Tetap saja, kau bisa sakit jika bermain air hujan seperti itu, nona Shim!” Ujar Donghae lagi, berjalan ke samping Miyoung. “Dan jika kau jatuh sakit, tebak siapa yang akan mengurus dirimu, huh? Sudah pasti itu aku kan?” Lanjutnya, terdengar sedikit menyebalkan untuk Miyoung.

“Memangnya kau siapa sampai harus mengurusku? Aku bukan anak kecil! Sudah lebih dari 5 tahun, aku dapat mengurus diriku sendiri, kau paham?!” Balas Miyoung ketus.

“Well… jika harus aku ingatkan, akhir-akhir ini… bukankah kau lebih tergantung padaku? Kau tentu tidak lupa, siapa orang yang telah merawatmu saat kau mabuk dan sakit minggu lalu itu kan?”

Miyoung mencibir, benar-benar tak suka dengan apa yang di dengarnya barusan. Walau sejujurnya, dalam hati, ia dapat merasakan jantungnya kembali berdegup kencang!

Jelas saja! Dia tengah berdiri di samping pria yang selama beberapa minggu terakhir ini, selalu saja membuatnya merasa nyaman dan tenang. Dan pria itu adalah Lee Donghae! Pria yang membuatnya sadar… jika rupanya, ia telah jatuh cinta pada pria ini.

“Hey.. kau dengarkan aku tidak?!” Seru Donghae, merasa terabaikan karena Miyoung tak berbicara lagi.

“Aish.. sudahlah, kau terlalu berisik, Dr.Lee!” Ia lantas menjatuhkan dan meletakkan tasnya di samping Donghae, terjaga dari cipratan air hujan.

“Hey… aku hanya-”

Sebelum Donghae dapat menyelesaikan kalimatnya, Miyoung telah terlebih dulu berlari ke tengah-tengah derasnya hujan. Pekikan serta teriakan riang lolos begitu saja dari mulutnya, menggambarkan jika gadis ini begitu menikmati dirinya di tengah-tengah guyuran hujan.

Donghae melotot kesal, meletakkan kedua tangannya di sisi pinggang dan menggelengkan kepalanya. “Jezz… gadis ini benar-benar!” Gerutunya, kesal karena Miyoung mengabaikan seluruh omelannya tadi.

Tetapi, kekesalan itu tak bertahan lama. Tatapan Donghae berubah melembut, sorot penuh rasa memuja dan rasa kagum, tak dapat terelakkan. Donghae bahkan tak dapat sedikitpun mengalihkan pandangannya, seolah-olah pandangannya telah terkunci dan hanya tertuju pada sosok Miyoung saja.

“Apa yang kau lakukan dengan terus berdiam diri di sana? Kemarilah!”

Miyoung melambaikan tangannya, tersenyum riang dan nampak bersemangat.

Donghae menggeleng cepat, “Tidak… aku masih ingin sehat, nona Shim.” Sahut Donghae, terdengar sedikit menyindir di akhir perkataannya.

Sedetik kemudian, Miyoung terlihat memberenggut kesal. Ia melangkah cepat mendekati Donghae dan sebelum pria itu mampu menebak apa yang akan di lakukan Miyoung, gadis itu telah terlebih dulu menariknya ke tengah-tengah derasnya hujan.

Dan yang terdengar, hanyalah teriakan Donghae, yang kemudian berlanjut dan berganti menjadi tawa renyah dari keduanya.

Jika sudah seperti ini… masihkah Donghae ragu dengan perasaannya sendiri terhadap gadis ini? Masihkah ia takut untuk mengakui… jika dia pun… telah benar-benar jatuh cinta pada sosok gadis bernama Shim Miyoung ini?

©Hello, Mr.Stranger!©

“Hatchiiii!!”

Miyoung menggosok hidungnya yang terasa gatal dan sedikit terlihat memerah itu. Entah untuk yang keberapa kalinya gadis ini bersin, lembaran tissue bekas sudah terbuang begitu saja ke dalam tong sampah.

“Ck, lihatlah keadaanmu sekarang! Mengerikan!” Seru Donghae dari arah dapur.

“Diamlah. Berhenti mengomeliku, seperti kau adalah Ayahku saja!” Miyoung mendengus sebal, semakin merapatkan selimut yang menggulung seluruh tubuhnya.

“Kau memang pantas di omeli! Tingkahmu itu kekanak-kanakan!” Sahut Donghae galak, ia lantas meletakkan dua gelas teh hangat ke atas meja.

Miyoung tak menghiraukannya, ia malah segera meraih gelas berisi teh hangat itu, meniup sebentar sebelum akhirnya meneguk sedikit teh-nya, merasakan kehangatan yang langsung menyebar ke dalam kerongkongannya. “Hm, ini teh yang luar biasa! Terima kasih.” Senyum Miyoung gembira, kembali meneguk teh-nya.

Sementara itu, Donghae yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, hanya tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya.

“Jangan banyak bicara, habiskan saja teh-nya.”

Miyoung tak menjawab, hanya mengangguk singkat, terlalu asyik menikmati teh-nya.

Keheningan langsung menyeruak di sekeliling mereka. Jika Miyoung lebih memilih untuk menikmati teh-nya, maka Donghae tampak sibuk dengan pikirannya sendiri. Tatapannya yang lembut, tertuju pada sosok Miyoung yang tak menyadarinya.

“Miyoung-ah…” Panggilnya kemudian.

Miyoung lantas kembali menatapnya, “Ya?”

“Apakah… sampai saat ini, kau masih menganggapku sebagai pria baik-baik?” Tanyanya, raut wajahnya berubah muram.

Miyoung mengerutkan keningnya, “Heol! Kau sepertinya senang mendengar pujian, eoh? Kenapa kita harus membahas hal semacam ini lagi?!” Ia mengalihkan tatapannya ke arah lain, sekelebat ingatan tentang ciuman malam itu, kembali terlintas dalam benaknya.

Donghae tersenyum kecut, “Tidak. Hanya saja.. kupikir, mungkin kau akan berubah pikiran atau apapun itu.”

“Lalu, kau ingin aku mengatakan apa? Kau adalah pria brengsek dan menyebalkan? Apa seperti itu?”

“Well… itu lebih terdengar masuk akal.” Nada suaranya berubah rendah, dan Miyoung menyadari betul perubahan yang terjadi pada sikap Donghae sekarang.

Miyoung meletakkan gelas teh yang sedari tadi di pegangnya. Ia kemudian beranjak dari tempatnya dan duduk tepat di samping Donghae. “Hey… sesuatu terjadi?” Ia menyentuh lembut pundak Donghae, mencoba mencari tahu, hal apa yang tengah di resahkan Donghae saat ini.

“Tidak… mendadak, aku hanya teringat seseorang.” Ujar Donghae kemudian, sorot matanya terlihat sedih dan sayup.

“Seseorang? Siapa? Keluargamu? Temanmu?” Tanya Miyoung penasaran.

Hening. Donghae tak merespon pertanyaannya untuk beberapa saat, dan Miyoung merasa benar-benar aneh dengan sikap diam Donghae ini.

Rasanya, seperti Lee Donghae yang ada di sampingnya saat ini bukanlah Lee Donghae yang selama ini di kenalnya.

“Kenapa kau hanya diam?” Tanya Miyoung lagi.

Donghae menunduk sesaat, tampak resah dan berpikir.

“Donghae-ssi.” Panggilnya.

“Mantanku.”

Deg!!

“A-apa?” Entah kenapa, Miyoung tiba-tiba saja merasakan sekujur tubuhnya lemas dan pegangannya pada pundak Donghae pun mengendur.

“Mantanku. Akhir-akhir ini, aku sering mengingatnya…”

Seolah kehilangan kata-kata, Miyoung hanya terpaku diam. Air mukanya berubah murung sekaligus kaget, dan kedua bola matanya menyiratkan kekecewaan yang mendalam.

Seakan, hal ini bukanlah sesuatu yang ingin ia dengar.

Semua kebahagiaan yang sejak kemarin mengisi relung hatinya, perlahan mengikis sedikit demi sedikit dan isi dalam perutnya terasa bergejolak.

“Apa yang membuatmu mengingatnya?” Miyoung berusaha untuk terlihat tenang seperti sebelumnya, tetapi gagal, nada suaranya terdengar sedikit sinis sekarang.

Donghae lagi-lagi tersenyum kecut, ia menggedikkan bahunya dengan acuh dan meneguk teh hangat miliknya.

“Entahlah… mungkin… karena aku masih menyukainya? Hm, aku tidak tahu.” Donghae menjawab dengan ringan, seolah-olah, ia tak menyadari perasaan gadis di sampingnya ini.

Miyoung seolah tak lagi merasakan detak jantungnya, rongga dadanya seolah menyempit dan membuatnya kesulitan untuk bernapas. Rasanya begitu sakit dan menyesakkan.

“Dulu kami pernah berpacaran semasa Kuliah. Tapi sejujurnya… aku hanya menjadikannya sebagai bahan taruhan saja. Awalnya, aku tak merasakan apapun pada gadis itu… tapi, kemudian aku sadar… aku mungkin telah jatuh cinta padanya. Sayang… ketika aku telah menyadari perasaan itu… dia justru mengetahui alasanku berpacaran dengannya dan dia pun sangat-sangat marah padaku. Sampai-sampai, dia membenciku dan mengatakan jika dia tak ingin melihatku lagi.” Donghae berceloteh ria, menceritakan sedikit kisah tentang kehidupan asmaranya saat di bangku kuliah dulu.

Dia seolah tak peduli dengan perubahan sikap Miyoung yang tiba-tiba saja diam. Ah, tidak, lebih tepatnya… pria ini memang tengah berusaha menghiraukan reaksi gadis ini.

“Dan… kau… masih mencintai… gadis itu?” Nada suara Miyoung lebih terdengar bergetar sekarang, seakan-akan, gadis ini tengah menekan kuat-kuat perasaannya sekarang.

Dia hancur. Harapannya untuk dapat mencintai seseorang seketika pudar, dan Miyoung bersumpah, jika sebentar lagi, air matanya pastilah akan turun membasahi wajahnya.

Donghae memilih untuk tak menatapnya, pria itu hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Di tariknya sebuah foto album dari bawah mejanya dan setelah itu, di sodorkannya sebuah foto ke hadapan Miyoung.

“Ini dia… namanya Kim Haneul. Dia cantik bukan?” Ujarnya, terlihat gembira ketika dia tengah memperlihatkan foto seorang gadis cantik yang tengah berfoto bersamanya kepada Miyoung.

Miyoung tak berbicara, tak juga meraih foto itu. Ia hanya sekilas melihat foto tersebut, sebelum akhirnya ia segera beranjak dari tempat duduknya.

“A-aku… sepertinya aku akan pulang sekarang saja.”

“Eh?” Donghae mendongak kepadanya, lantas segera ikut beranjak dari duduknya. “Tapi di luar masih hujan, nanti setelah-”

“Tidak apa-apa. Aku akan pulang sekarang saja!”

Miyoung berjalan melewatinya, buru-buru meraih tasnya dan mengabaikan penampilannya sekarang yang hanya mengenakan sebuah kaos oblong kebesaran milik Donghae serta sebuah celana training panjang yang tampak kebesaran juga di tubuhnya yang mungil.

“Miyoung-ah, di luar masih hujan deras, kau bisa-”

Miyoung segera menepis tangan Donghae yang hendak menahannya. “Aku bilang tidak apa-apa! Berhentilah mengkhawatirkanku!” Sentaknya dengan marah, entah atas alasan apa dia harus merasa semarah dan se-emosi ini.

Tapi yang di inginkannya sekarang hanyalah pergi dari tempat ini!

Dia tak ingin melihat wajah Donghae ataupun mendengar suaranya, pikirannya sedang kacau balau dan emosinya pun sedang tak terkendali. Jadi, pilihan terbaik saat ini hanyalah pulang ke rumahnya dan dia dapat meluapkan semua perasaannya saat ini.

“Terima kasih untuk teh-nya, permisi! Dan maaf karena telah merepotkanmu!” Miyoung bergegas berjalan ke arah luar, benar-benar tak sanggup lagi untuk berada di dalam satu ruangan yang sama bersama Donghae.

Sementara Miyoung bergegas keluar di saat hujan masih turun dengan derasnya, Donghae hanya dapat menatap kepergian gadis itu dengan tatapan nanar.

Perlahan, kedua matanya tampak memerah dan tak berapa lama, butiran-butiran cairan bening itu, menetes begitu saja dari sudut matanya, mengalir secara perlahan di wajahnya.

Tangannya bergerak menyentuh bagian dadanya, meremasnya saat tiba-tiba saja merasakan sesak yang teramat menyakitkan di bagian itu.

“Tidak…” Ia berbisik lirih. “Maafkan aku, Miyoung-ah. Aku melakukan semua ini demi… kebaikanmu…” Dan seperti jantungnya di tusuk oleh ribuan benda tajam, Donghae semakin merasa kesakitan dan tersiksa.

Aneh, sebelumnya, dia tak pernah merasakan perasaan menyakitkan dan menyesakkan seperti ini. Tapi kenapa? Kenapa dia harus merasakan perasaan yang begitu menyiksa ini?

©Hello, Mr.Stranger!©

Setelah mendapatkan telepon mendadak dari Miyoung, Jino bergegas pergi ke halte bus dengan mengendarai mobilnya. Kepanikan jelas terlihat di wajah pria ini, terlebih tadi saat Miyoung menelepon, gadis itu terdengar seperti menahan isak tangisnya dan Jino benar-benar takut jika sesuatu yang buruk telah menimpa sahabatnya itu.

Jino menoleh ke arah kiri dan kanannya, lalu menemukan sosok gadis yang tak lain adalah Miyoung, tengah berjongkok dengan wajah tertunduk di sudut halte bus.

“Miyoung-ah!” Serunya, segera berjalan mendekati gadis itu.

Mendengar namanya di sebut, Miyoung lantas mendongakkan wajahnya, sadar jika pria di hadapannya saat ini adalah Jino, Miyoung langsung saja menghambur ke dalam pelukan Jino dan menangis sekeras-kerasnya.

“M-Miyoung-ah… ada apa?” Tanya Jino panik sekaligus terkejut. Sejujurnya, dia jarang melihat Miyoung menangis seperti ini. Jadi, begitu melihat Miyoung menangis sekarang, dia benar-benar terkejut dan merasa cemas.

Miyoung tak langsung menjawabnya, gadis itu hanya terus menangis di dalam pelukan Jino. Seolah-olah, tak ada hal yang dapat ia lakukan sekarang, selain menangis untuk meluapkan perasaan sedih yang tengah berkecamuk di dalam hatinya.

©Hello, Mr.Stranger!©

Seminggu berlalu semenjak kejadian itu. Donghae dan Miyoung sama-sama terlihat murung dan tak menyapa satu sama lain. Pernah mereka saling berpapasan dan bertukar pandang untuk beberapa detik, namun kemudian, Miyoung akan segera mengangguk dan bergegas pergi begitu saja, tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.

Donghae sebenarnya sama tersiksanya seperti gadis itu. Tapi dia tak mau mengambil resiko dan melihat Miyoung lebih tersiksa lagi. Cukup sudah dia membuat gadis itu menjauhinya sekarang, dia hanya perlu membuat Miyoung untuk semakin membencinya, maka dengan begitu, Miyoung akan dapat melupakan pria brengsek sepertinya dan dia pun takkan bisa menyakiti Miyoung lebih dari ini lagi.

Seperti siang ini, dengan sengaja, Donghae seolah mengacuhkan keberadaan Miyoung di ruang staff. Pria ini hanya terus bergurau dengan para suster lainnya, menggoda satu sama lain secara terang-terangan dan sejujurnya, hal ini membuat Miyoung benar-benar kesal!

Terlebih, ketika seorang suster, berkata dengan lantang, jika dia tertarik pada Donghae dan pria itu seolah membalasnya dengan sebuah gurauan kecil yang menggoda gadis itu.

Cukup sudah! Miyoung tak tahan lagi dengan semua ini!

Dengan kasar, Miyoung beranjak dari duduknya seraya menggebrak keras meja kerjanya. Ia memandang tajam para suster itu, dan kemudian berlalu pergi begitu saja.

“Ck! Apa-apaan itu?! Dia pikir dia siapa sampai menatapku seperti itu?!” Gerutu seorang suster, melipat kedua tangannya dengan angkuh.

“Biar sajalah! Dia memang selalu seperti itu! Dia mungkin merasa cemburu pada kita, karena kita bisa berdekatan dan mengobrol seperti ini dengan Dr. Lee… benarkan, dokter?” Ujarnya dengan nada manja, sedikit di buat-buat.

Donghae hanya mengangguk sambil berusaha untuk tersenyum. Walau sebenarnya, rasa sakit itu masih terus mendera relung hatinya, membekas dan memberikan luka mendalam.

“Aku permisi dulu…” Pamitnya dengan sopan, berlalu pergi dari ruangan itu.

©Hello, Mr.Stranger!©

Suara ketukan di pintu, menyadarkan Donghae dari lamunannya. Ia menoleh ke arah pintu dan tepat di sana, sosok Miyoung muncul seraya membawa kantong dus sedang.

“Apakah aku mengganggumu?” Kecanggungan langsung terasa begitu Miyoung berdiri tepat di hadapan meja kerjanya.

Untuk beberapa saat, Donghae merasa terpana. Rasanya, sudah lama sekali dia tak pernah melihat wajah Miyoung dalam jarak sedekat ini.

Dapat di lihatnya lingkaran hitam yang samar-samar muncul di bawah mata Miyoung. Ia mengernyit, menyadari jika Miyoung pastilah kurang tidur akhir-akhir ini.

“Ada apa?” Donghae berdehem pelan, berusaha mengenyahkan perasaannya dan menoleh arah lain, tak ingin menatap wajah Miyoung lebih lama lagi, atau perasaannya terhadap gadis ini akan semakin bertambah besar.

Dan setelah itu, dia tak yakin jika dia dapat melepaskan Miyoung!

Kekecewaan dan kesedihan, tergurat jelas di wajah Miyoung. Dia merasa di abaikan oleh Donghae, seolah, kehadirannya itu mengusik ketenangan pria ini.

“Aku hanya ingin mengantarkan pakaian yang kupinjam minggu lalu.” Sahut Miyoung akhirnya, meletakkan kantung itu di atas meja kerja Donghae.

Donghae tak menjawab, hanya melirik singkat pada gadis itu sebelum akhirnya kembali menoleh arah lain.

“Baiklah, itu saja. Terima kasih. Permisi.” Pamitnya, ia membungkuk singkat dan berbalik, berniat meninggalkan ruangan ini.

Namun, belum sempat Miyoung meraih kenop pintu di hadapannya. Sebuah rangkulan erat dari arah belakang, terasa menyelimuti dirinya, memberikan kehangatan yang sudah lama di rindukannya dan pertahanan gadis ini pun roboh dalam seketika.

“Hanya sebentar saja… aku mohon… biarkan aku memelukmu seperti ini untuk sebentar saja.” Bisik Donghae, terdengar lirih dan berat di saat yang bersamaan.

Miyoung merasakan seluruh tubuhnya menegang, aliran darahnya membeku dan degup jantungnya kembali berdetak cepat.

“Donghae-ssi…”

Donghae menutup matanya rapat-rapat, menghela nafas sejenak sebelum akhirnya melepas pelukannya dan melangkah mundur, menjauhi Miyoung.

“Maaf… lupakan saja.”

Kata-kata itu seolah menusuk harapan Miyoung dan merubahnya menjadi serpihan kecil yang tak berarti.

Miyoung segera berbalik, menatap Donghae dengan keyakinan yang masih sedikit tersisa di dalam hatinya. “Donghae-ssi… apakah… selama ini… kau memiliki perasaan padaku?” Kata-kata itu, meluncur begitu saja dari mulutnya tanpa di sadari.

Donghae terdiam, tak berani menatap Miyoung langsung ke matanya.

Telapak tangan Miyoung mengepal, “Hanya sedikit saja… apakah kau tidak memilikinya?”

“Kenapa kau menanyakan hal seperti itu kepadaku?” Donghae akhirnya bersuara setelah cukup lama terdiam.

“Karena aku rasa… aku telah mencintaimu, Lee Donghae!” Sahut Miyoung mantap, tak ada keraguan dalam dirinya. Dia hanya berusaha untuk mengungkapkan kejujuran, tentang bagaimana perasaannya terhadap Donghae.

Sekujur tubuhnya serasa di aliri sengatan listrik, ribuan kupu-kupu beterbangan di dalam perutnya dan perasaan hangat serta bahagia, segera menyelimuti hatinya, memberikan kenyamanan tersendiri.

Namun, Donghae tak ingin terbuai dengan perasaan ini! Dia harus bisa mendorong jauh-jauh Miyoung dari kehidupannya, dia tak mungkin menyakiti gadis ini hanya karena dia tak dapat berjanji, jika dia dapat memiliki prinsip berkomitmen seperti yang di inginkan oleh Miyoung.

“Tidak. Sama sekali tidak.”

Dan hanya karena mendengar kalimat singkat itu, kedua mata Miyoung langsung tampak berkaca-kaca dan memerah. Tangannya semakin mengepal kuat dan perasaan marah, kesal, kecewa dan sedih langsung bercampur aduk menjadi satu.

“Benarkah?” Ujarnya dengan lirih, masih ingin memastikan.

Dan Donghae hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan singkat serta tatapan dan raut wajah yang serius, menandakan jika dia tak berbohong dengan kata-katanya barusan.

“Jika kau tidak memiliki perasaan apapun padaku, lalu kenapa selama ini kau berusaha untuk mendekatiku?! Kenapa kau selalu muncul di hadapanku?!” Teriaknya dengan penuh emosi, merasa tak dapat lagi meredam kekecewaannya.

Donghae tak menjawab, memilih untuk tetap diam tanpa melepaskan tatapannya barang sedetikpun. Dan sungguh, hal ini membuat Miyoung seperti tak kuasa menahan tangisnya lagi.

Air mata seketika mengalir dari kedua sudut matanya dan Miyoung mengusapnya dengan gerakan kasar.

“Ck! Aku memang bodoh! Tidak seharusnya aku percaya pada pria sepertimu! Bahkan di saat kau mengatakan aku berbeda dengan gadis lain! Seharusnya aku membencimu! Kau memang pria brengsek, Lee Donghae!” Bentaknya dengan marah. “Selama ini… seharusnya aku sadar, jika kau mendekatiku, karena kau hanya ingin bermain-main denganku, kan?! Kau tak pernah benar-benar serius mendekatiku kan? Kau hanya ingin membuatku jatuh ke dalam pesonamu dan setelah itu, kau ingin melihatku hancur dan bersimpuh di kakimu, itu benar kan?!”

Kedua bola mata Donghae seketika membulat dan rahangnya pun nampak mengeras. “Itu tidak benar! Kau salah paham!”

“Hentikan!” Miyoung berteriak frustrasi. “Cukup, aku tidak ingin mendengarkan apapun darimu lagi! Kau memang brengsek! Aku membencimu! Aku membencimu, Lee Donghae!” Makinya dengan penuh emosi.

Miyoung lantas segera berbalik pergi meninggalkan ruangan tersebut, tak ingin mendengar satupun alasan yang keluar dari mulut pria itu.

Sudah cukup harga dirinya hancur karena mendapatkan penolakan secara langsung dari pria yang selama ini ia kira memiliki perasaan yang sama sepertinya.

Miyoung tak ingin mendapatkan harapan palsu lagi dari seorang Lee Donghae. Pria itu telah menghancurkan seluruh perasaannya menjadi kepingan tak berarti dan Miyoung benar-benar muak dengan perasaan ini.

Perasaan yang seharusnya tak ia miliki terhadap pria asing itu! Sejak awal, seharusnya dia sadar, jika kehadiran Lee Donghae di dalam hidupnya, hanya membuat luka hatinya bertambah dan bertambah dalam.

Seorang Shim Miyoung, memang selalu mengalami penolakan! Jadi, tidak seharusnya dia memiliki harapan jika Donghae pun memiliki perasaan yang sama terhadapnya!

Karena pada kenyataannya, kisah asmaranya akan selalu ber-akhir sama.

Hanya dia, hanya dirinyalah yang akan berakhir terluka dan memiliki perasaan cinta yang teramat besar terhadap pasangannya!

To Be Continued…

Note : Waaaah~~~ Akhirnya, sampai juga di part.8 ini. Fiuhh…#elapkeringat. Hehehe. Ah, walau sedikit gak pede buat publish part ini, takut feelnya kurang dan alurnya terlalu aneh, tapi tetep… berhubung nekat dan terus di tanyain tentang kelanjutan ff ini… jadilah, aku publish ffnya malam ini… Hihihihihi

Maaf ya, kalo ceritanya benar-benar garing dan makin ngebosenin. Tapi… tetep aja berharap kalo fanfic ini masih bisa menghibur para My Lovely Readers sekalian yaaa… ^^

Oh iya, fanfic ini juga sebentar lagi tamat… dan untuk yang menanti-nantikan scene dimana Donghae-Miyoung ketemuan di pernikahan Haneul-Kyuhyun, bakal terjawab di part selanjutnya nanti… So, buat yang penasaran terus pantengin dan tungguin fanfic ini yaa… Hehehehe

Akhir kata… seperti biasa, READ>>COMMENT>>LIKE(if you like my fanfic^^) NO SIDERS! NO PLAGIAT AND NO BASHING, okeeey?? Hohohohoho ^o^

135 thoughts on “Hello, Mr.Stranger! (Part.8)

  1. KAKAK MAKIN HARI MAKIN KECE AJA TULISANMU INI!!! NANTI MIYOUNG PERGI KAH? KE LUAR NEGRI? MENJAUHI DONGHAE? ATAU SEBALIKNYA? NEXT DITUNGGU hahaha

    • WHAT THE…??!!!

      IKAN NEMO PABOYA!!!! APA YG KAU KATAKAN PD MIYOUNG,HAHH..?!!

      aishhh..jinjaa..! pengen GEBUKIN si ikap asin sebiji ini lah.udah bagus miyoung menyatakan prasaannya pd si donghae,eh mlh dibalas dgn jawaban seperti itu.sialan! emang apa sih maunya si ikan ini??!

      prasaan kmaren2 dia ngejer tauang si miyoung,skrg mlh bgtu.PHP woiii….!! PHP ini! #gebrakkasur

      ishh..dasar! liat aa klu miyoung pergi bnaran baru tau rasa.kelelep aja noh di air laut sklian….grrr…

  2. ykk. donghae sdh kelepasan td jg.. ckck pikiran aneh’a malah muncul.. harus’a bilang aja.ia cinta kan jd bhgia tp kurang seru yh..kkkk
    donghae gk yakin sama cinta’a ni.maka’a bgtu kasian miyoung’a tu patah hati dua x .. pertama kyu kedua donghae kkkk

  3. Ahh, part ini bikin galau..
    Sama-sama tersakiti, sama-sama nangis.. T.T
    Ah, ngga tau mau komen apa lagi..
    Semoga next part ngga tambah galau.. 🙂

  4. Kyuhyun asem!!!
    Ini orang muncul dgn seenak jidat terus nyuruh si hae ngejauhin miyoung,bikin kesel!!
    Tapi jujur sih klo si kyu kgak kyak gitu,ceritanya gx bakal semenarik ini,
    Dan untuk part selanjutnya aku tidak akan sabar menunggu #Ehh jdi klo bisa percepat ya eonn hehe

  5. Huaaaaaa nyeseek .. Kesian miyoung nyaaa ,, donghaee-ah napeunnom -.- huaaa g sabar mau baca part selanjutnya >.< smoga cepat kelar deh mslhnya tp jg cepet end dong thor 😦

  6. Whoa! Thor! Nyentuh ke hati masa 😥 aku ikut terbawa suasana 😥

    huaaa! Daebak thor!!
    Kenak banget feelny 😥

    next next new !!!

  7. akkkkhh akhirnya apdet juga huhuhu yaampun kak ini ngefeel bangetttttt</3 next chapnya ditunggu happy ending pokoknya hahaha

  8. Nyentuh ke hati masa 😥 aku ikut terbawa suasana 😥

    huaaa! Daebak thor!!
    Kenak banget feelny 😥

    next next next !!!

  9. Nahh y itu ksah cinta jd kayag kubus, saling jdoh ama mntan satunya..
    Hmhhh omga abis ini jd happy”, :):)

  10. Akhirnya publish juga kelanjutannya…
    Tapi part ini sedih, mereka saling mencintai tp krn perkataan Kyu, Donghae jd hrs menahan perasaannya sendiri.
    Tp mmg pengen banget baca kelanjutannya Donghae dan Miyoung setelah pernikahan Kyu n Haneul… So ditunggu kelanjutannya ya Nta..

  11. Nyesek liat mereka kayak gitu ;( unni bilang feel’a gak dapet?? Oh sungguh feel’a dapet banget smpek bikin nyesek kayak gini itu si ikan knapa gak memperjuangkan cinta’a sih knapa dia kayak kyuhyun oh pengen mukul si ikan aku harus’a si ikan beda prinsip sma si evil agrhht di tunggu unn part selanjut’a tetep keep smile + tetep semangat yaaa unn nulis ff’a

  12. heeh..??
    knpa jadi gini mereka..??
    semrawut..
    aaah, donghae masih kpikiran kata2nya kyu, tp miyoung ud terus terang..
    naaaah kan donghae-ssi, anda dilema dan galau sendiri akhirnya..
    kkkkkk..
    ditunggu part berikutnya..xD

  13. Donghae bikin gemes banget yakkk, kalo cinta ya bilang aja. kyuhyun kaya iklan ya hampir tiap part muncul kekeke, minyoung berarti nanti pergi ya? Ah kalo bisa selama pergi kerjaannya minyoung di ceritain ya eon. And then semangat nulisnya, hwaeting! ><

  14. ihhhh haeeee ko gituu sihh , membohongi perasaan diri sendiri itu nyiksa loh. kalo ykin cinta kenapa harus…..irghhhh lee donghae bodoh ga jantan pengecut ><

    nta eon beneran deh part ini ko rasanya nyesek banget~ gemes greget sama sikap hae. lanjuuuut eon

    • yg di tengah2 nya ada yg kepotong eon, imy lanjut disini ya hhe 😀

      hae nyiksa perasaan sendiri, kalo yakin cinta ya udah jangan mikiran hal yg lain lgi. yang awalnya ga akan nyakitin miyoung sekarang malah bikin miyoung sakit hati.jdinya miyoung serasa di permainkan hae~~ omongan kyu ko dipikirin. ishhh hae hae pengen tak jewer kupingmu itu

  15. Akhirnyaaaaa… keluar jugaaaa.. ini sad ny dapeeeet banget… apalagi pas donghar nangis… sakitny tu disini… kekeke… puas dah baca nya.
    .

  16. Nyeeseek bacanya ;’-(
    Donghae bodoh masa dia ragu untuk mencintai minyoung padahal jelas2 dia cinta dengan minyoung gara2 omongan evil kyu ni jadi hancur sudah. Tenang aja donghae oppa tak jewer kuping kyuhyun ni #dijewerbaliksamakyuhyun #ditaboksparkyu wkwkwk 😀

  17. Apa yang kau lakukan ikan bodoh???? Kalau cinta ya bilang cinta, kalau sayang ya bilang sayang. Dasar ikan munafik. Tapi kalau nggak gini ceritanya, nggak akan seru dong. Kekeke… Kasian banget Miyoung. Udah patah hati ma Kyu Hyun, Hyuk Jae, dan sekarang DongHae. Dasar duo ikan *I Just Wanna See You Naked* *SalahFokus 😄

  18. finally setelah sekian lama nunggu akhirnya update juga thor hehe. yah tapi kenapa hae harus kaya gitu? harusnya kalo dia beneran tertarik sama minyoung dia harus bisa komitmen dong huft

  19. huhuuuuuhuuuu…#nangisbarengmiyoungdipojokan
    kasiaan miyounggg 😥 #pukpukmiyoung
    knp sie donghae g ngaku aj klo dia jg cinta sm miyoung…
    trs trs nnti mereka bakal tetep diem2an + marahan smpe pernikahanny kyu sm haneul dunk??? :O
    makin penasaran sm nie ff…greget sm donghae mieeee…ahahahah
    ditunggu lanjutanny y thor,,,
    KEEP FIGHTING n WRITING ^^

  20. Oke fix part ini bikin nyesek banget eon,menurut q ya eon feelnya kerasa banget kok,q sampek bsa ngerasain perasaannya miyoung.
    Oke cukup sekian sya berkomentar eonni:)
    ditunggu part selanjutnya:)
    #HWAITING

  21. ya ampunnn , kasihan banged sih miyoung .
    cinta’a tak terbalaskan ..
    donghae kok tega sih ??
    knapa di tolak begitu saja , kalo hati’a menerima ?

  22. bakal panjang nich…ceritanya!!!!
    antara miyoung n abang ikan kok mala tarik-ulur kyk main layangan…ffiiiiiuuuhhhhhh #tepokjidat
    tapi gk apa2…aq n reader lainnya masih setia menanti kejelasan dari hubungan miyoung n abang ikan…kok!!!!
    di part ini bener2 bikin emosi naik-turun dech…ikut bergalau2 ria merasakan perasaan dr si miyoung n abang hae sekaligus…pokoknya part ini galau tingkat dewa 😉

  23. Pabo… udh tau itu namany cinta lha koq malah d sia2kan. Donghae-ah, km harus blajar cinta sama aku /loh… plak/

  24. Yaampun, poor miyoung haha. Donghae ternyata tega juga ya bisa ngomong gitu wkwk. Ayo ayo penasaran nih lanjutannyaa, tambah seru soalnya

  25. ahh akhirnya di post juga Chingu..
    nanti dah baca abis buka puasa 😉 Okey
    figthing buat lanjutin nya Chingu 🙂

  26. haaaah.. nyebelin bnget parti ini jd bkin emosi.. d tggu klnjutannya thor jangan lama2 ya.. jgn nyebelin kyk gni jga.. bkin donghae cpt mnta maaf k minyoung ya.. pleaseeeeeeeeeeeeeee 😦

  27. Nyesek bgt part ini.. Hiks~~ 😥
    haeppa knp nyerah gtu aja gegara omongan kyuppa and mlah nyakitin miyoung..?
    OMG,aku bner2 nangis loh! Untung lgi gg bsa puasa,klo gg mngkin uda btal..
    Nextnya jgn lm2 kak! Fighting 😀

  28. B’harap sich ending’y bkln happy…tp msh penasaran knp hae oppa g bs bwt berkomitmen sm cwe???apa dy prnh ngalamin k’jadian buruk d’masa lalu’y smpai dy g prnh bs bwt ng’jlin hub serius sm cwe???????
    Kasian bgt miyoung..d’saat dy udh bs move on dr eunhyuk dy hrz ng’rsain pth hati lg sm hae…

  29. Nyesek:”
    Bener-bener pengen ngegampar Dongek disini><
    Gak bisa bayangin gimana jadi miyoung:" sakit nya tuh disini *tunjukdada(?) 😄
    Next part donge miyoung baikan dong eon, jan berantem terus:"
    Semangat eon lanjutin ff nya!!

  30. Haduuhh kasian dua2nya jadi merasa tersiksa ..
    Gak ada salahnya kok untuk mencoba ..
    Donghae kan juga suka sama Miyoung siapa tau kalo d jalanin bareng2 Donghae jadi berubah fikiran ..
    Seru seru thoorr
    Lanjuuuttt

  31. Donghae dibakar aja, di jadiin santap sahur, dimasak menggunakan saus bangkok dengan taburan bawang goreng di atasnya. Dasar tuh ikan, udah back huging eh malah gak mau nyatain perasaannya. Gue goreng baru tau rasa tuh orang !!

  32. Lee Donghae bodoh, bodoh.. ah sebel.sama sifat Donghae dipart ini nggak peka, kasian Mi Young nya sakit hati lagi..

    Kyuhyun nya juga ngerusak suasana, dan buat Donghae berubah pikiran untuk tidak.mendekati Mi Young lagi. Ahhh sebel sama Donghae -_-

    Di tunggu ya kelanjutan nya Chingu 😉

  33. kurang panjang thor T.T /ga ditunggu dari kemaren2 ini ff akhirnya nongol doh padahal lg serunya malah tbc atulah mamah -_-. feelnya ada thor tapi aku krg suka kyuhyun ah dia pembawa energy negatif sih bknnya didukung atau diapain kek ini dipojokin, dasar ndut /ga

  34. Heol skrang aku mulai mengerti, so jdi wanita yg telah merubah pemikiran kyuhyun tentang komitmen adlah kim haneul ?? Tidak lain tidak bukan adlh mntan lee donghae, and now tuan lee malah jatuh cinta dengan mantan’y kyuhyuh yaitu miyoung ??? Aigooo ini kah yg dinamakan benang merah ???
    Mmm… kalau gni sih secara tidak sengaja kyuhyun lah yg merusak hubungan miyoung sma donghae, walaupun ada alasan’y sih…
    Tpi kan pemikiran orng itu bisa berubah..
    Fiuhhh … next part selalu ditunggu^^
    Fighting \(^_^)/

  35. selalu bikin gregetan ffmu chingu menunggu dengan sabar pastinya jadi itu yang bikin mereka saling benci next ditunggu ya

  36. Donghae kenapa bisa sejahat itu sama Miyoung hikss, jadi sedih bacanya. Udah tau kalau dia suka sama miyoung kenapa harus bohong? Kasian kan Miyoung… Kerasa loh sakit hati nya Miyoung kayak gimana, Bener-bener nih donghae bikin sakit hati, tapi donghae juga gitu sih kegenitan, susah amat berkomitmen sama 1cewek, susah apa ya? Haaaaah sudahlah kekekek, Keep writing eonni! Fighting~ ^^

  37. Ohhhh~~
    aku mengerti sekarang kenap hae bisa sekaget itu waktu ketemu minyoung di acara wedding-nya haneul and kyuhyun jadi ini permasalahannya pasti dari kejadian ini yg bikin minyoung benci banget sama hae, dan mungkin menjauh ataupun menghilng hilang sampai pada akhirnya mereka di pertemuka di momeny bahagia hankyu jadi makin penasaran sama next partnya apakah hae bakal minta maaf dan nyatain perasaannya atau sebaliknya akhhhhh semoga happy ending deh
    please jangan lama2 dong publis next partnya sumpah ga enak banget kalo di buat penasaran 😁😁😁

  38. Sbnrnya aku udh baca kemaren tpi baru bisa tinggalin jejak sekarang.. >_< Mian ne..
    Kalau dipikir2 omongan kyuhyun ada benernya, apalagi pas liat reaksinya donghae yg ragu bisa setia atau kgk.. Emang bang kyuhyun gk sepenuhnya jadi PHO :/
    Donghae tuhh..!! bikin mewek aja! :v Harusnya dia cuma bilang ke miyoung klo dia ragu dn gk yakin bisa setia ke Miyoung. bukannya bilang gk ada perasaan samasekali.. -_-
    Huaa.. lagi2 nta eonni berhasil bikin aku tersentuh.. Daebakk buat HMS prt.8! Wlaupun terkesan singkat, tapi aku bisa ngerasain gmn sakitnya jdi Miyoung..
    Okeh okeh.. cukup deh opiniku.. walaupun aku gk setuju sma sikap si Hae, tapi mau gimana lagi..? jalan cerita sepenuhnya ada di tangan Nta eonni..
    Waiting for the next part!!! 😉

  39. sumpaaaaaah kenapa Dongek bodoh banget sih-_- dia gak percaya sama dirinya sendiri,belum nyoba aja udah nyerah lu bang. aish greget banget,nguras emosi banget:( Lanjutkan eonnie~ Fighting buat ff Lanjutannya. Jangan pendek-pendek dong unn wkwk

  40. minyoung kasian, donghae kok tga bgt berkata kyak gtyu ke minyoung.. Gpain uga nurutin kta2 kyuhyun.. Kyuhyun knpa gmg kyak gtyu.. Penyebab dr pertngkran atau permusuhan donghae am minyoung tyu kyuhyun

  41. Karena sebuah komitmen membuat dua hati bersedih. Miyoung nya kasian kisah asmaranya selalu berakhir tragis..
    Huhuhu

  42. Hiksssss *laap ingus*
    Si dongekk perasaannnya bikun gua nyesekk. Eonn cpetan d end ye, takut ga kuat liat dongek sama miyoung menderita 😦
    Keep writing eonnie ^^

  43. wah.. donghae nya plin plan nih, sebentar iya sebentar enggak.
    pengecut banget, cinta malah bilang enggak. klu cinta harusnya di perjuangin, eh malah ngikutin omongan kyuhyun. kan kasihan miyoung.
    ntar miyoung pergi baru nyesel lo.

  44. annyeong,,,sy reader baru d sini
    wah,,,,tiba2 baca ud part8 z n ud mw tamat z
    itu miyoung bner2 ky cma maenan doang da,,stlh ddeketin sedemikian rupa eh malah donghae blg ga cinta
    ini hae knapa sich???kok ga yakin gtu bisa komit dg 1 hub z???toh slama ini jg miyoung yg slalu jd arah pandang ny hae
    ah,,,molla deh,,,emg hae takut bgt y ama komitmen,,cemen bgt dong dy,,ga btanggung jawab,ud bkin miyoung cinta eh malah djatohin k jurang nestapa gtu hiks,,hiks,,

  45. Nyesek sumpah thor, aku nangis baca nya, entah., ah kyu kau buat donghae bingung tuh, jahat banget lo…keke
    lanjut baca ya thor 🙂 keep writing:)

  46. Sebel sama Kyuhyun, enak banget kyu tba2 muncul ky jelangkung trus nyuruh donghae ngejauhin miyoung
    Hello, OMG
    Kasian kan donghae klo hrus ngejauhi miyoung
    Kan donghae cinta sama miyoung, yaaaa wlopun miyoung gk sadar akan itu dan donghae yg gak bisa nyatain perasaannya
    Ini Miyoung ama donghae kyknya TTM an yak ato PHP an atau HTS an
    Haduhh bingung sama hbngn donghae dan miyoung yg gak ada kejelasan
    Keep writing thor
    Keep spirit thor

  47. Hadueh…kok ak jadi ikutan galau ya….donghae….kok cuman karna kuhyun bilang gitu jd galau sih…miyoung kan jadi frustasi….yo uis ah lanjut eon…he he

  48. Ah bner2 ya donghae..
    aku jdi pengen nangis bca ff ini..
    pdahal kan donghae blum mencoba apa2,udah beranggapan bruk tentang janji komitmen..
    jdi kan dua2nya berakhir bruk..bkan hnya miyong yg skit v donghae jga skit

  49. Arghhhh!! Kenapa jadi seperti ini,?? Kenapa donghae setuju? Untuk ngejauhin miyoung? Kenapa ga pd? Kenapa ga yakin, kalo lo tuh bisa berkomitmen?? Ish.. Masa nyerah gitu ajh sih?? Setelah bertahun2 memperjuangkan cinta lo? Dan sekarang akhirnya dapet! Trus malah mau disia2in!! Ishhhh -___-

  50. Aaaa…. Donghae jahat 😥 knp dia nga mau berkomitmen? Dan akhirnya malah nyakitin miyoung 😥 kesian miyoung slalu ditolak seperti dikehidupan cintanya. Nexttttttt

  51. dong hae tuh pengecut !
    kalo sayang yah harusnya bilang terus berusaha buat berubah dan ngebahagiain miyoung
    bohongin perasaan sendiri kayak gitu malah bikin miyoung sakit hati
    ah chapter ini bikin galau dan emosi hiks T.T
    poor miyoung T.T

  52. Nyess bnget part iniii..
    😥 sakit’a tuh disini #tunjukpipi

    Hae msih ragu ma keyakinan’a klo dy jatuh cinta ma miyoun n berani wat berkomitmen..

  53. Nyesek banget..mencintai tapi pura” tak mencintai,,
    Karena takut menyakiti hati Minyoung, Donghae bersikap bodoh dengan membohongi Miyoung, justru dengan begitu malahan makin menyakiti Miyoung..
    Baru ajah hati Minyoung merasa melambung tinggi ke langit, tapi tiba” langsung dijatuhkan ke tanah..
    Sakitnya tuch disini *sambil nunjuk dada*

  54. hiks…ksihan mreka scra tidak langsung sama2 terluka.tpi bner kyuhyun jga sih ngasih tau ke donghae dluan kalo gak bisa brkomitmen dlm brhbungan jngan trllu mmbri hrapan sama miyoung.mga ja nnti donghae cpt2 sadar sma prsaanny,,,,

    keep fighting n writting…
    we lov u…

  55. Yak Lee Donghae, memang yah Donghae nyakitin bnget seharusnya dia mempertahankan rasa sukanya cuman karna belum bisa berkomitmen jadi nyakitin hati cewe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s