Hello, Mr.Stranger! (Part.10)

Hello, Mr.Stranger! Ver.3

Title                : Hello, Mr. Stranger!

Author           : NtaKyung

Art Poster      : NtaKyung

Casts              : Lee Donghae, Shim Miyoung and Other Casts (Find By Yourself^^)

Genre             : AU(Alternate Universe), Drama, Humor, Romance

Length           : Series [On Writing]

Rated             : PG-15

Disclaimer     : Segala hal yang ada dalam fanfic ini, murni dari imajinasi saya sendiri! So, Don’t COPY-PASTE or BASHING!

©Hello, Mr.Stranger!©

Donghae masih menghitung mundur, ketika kesadaran kembali menghantam pikiran dan jiwa Miyoung. Ia mendengus kesal, memutar matanya dengan jengah sebelum akhirnya dia pun mengalah dan bergegas keluar dari dalam mobilnya.

“Berhenti mengancamku! Dasar orang asing!”

Seringaian penuh kemenangan tampak di kedua sudut bibir Donghae, ia menyilang kedua tangannya di depan dada denga gaya arogan. “Ckck. Orang asing katamu? Apakah saat ini kau sedang melakukan sebuah akting konyol?” cibirnya.

“Kau memang orang asing, tuan! Aku sama sekali tidak mengenal pria sepertimu!” balas Miyoung dengan nada dingin. “Sekarang, cepat katakanlah, apa yang ingin kau bicarakan denganku?”

Sepasang mata Donghae terlihat menyipit marah, bibirnya mengatup rapat. “Well… jujur saja, aku tidak suka kata-katamu itu, nona Shim!” ujarnya tersinggung.

“Itu bagus!” Miyoung mengangguk singkat, “Semakin kau tidak suka, maka itu sebaliknya untukku! Aku akan sangat-sangat menyukainya!”

“Woah.. rupanya, sifat menyebalkanmu itu tidak berubah ya, nona Shim.”

“Ck, seperti kau mengenalku dengan baik saja!” Miyoung melemparkan tatapan sinis pada Donghae, “Sudahlah.. cepat katakan apa maumu, tuan?!”

Mendengar kata-kata pedas yang terlontar dari bibir Miyoung, membuat kepercayaan diri Donghae luntur dalam sekejap mata dan perasaan kesal kini lebih menguasai dirinya.

“Kau menghindariku!”

“Aku tidak.”

“Ya, kau menghindariku! Dan sekarang, kau bersikap seolah-olah kau tak mengenalku! Apa kau sedang berusaha membuatku marah, Miyoung-ssi?” Intonasi suara Donghae berubah, ada penekanan yang terselip di setiap katanya.

“Aku memang seperti ini. Kenapa? Apakah kau tidak suka dengan sifatku ini, eoh?!”

Donghae terdiam sejenak, raut wajahnya berubah murung dan kelopak matanya menjadi sedikit sayup. “Tidak. Aku…” ucapannya menggantung sesaat, “Aku tetap menyukai segala hal yang ada pada dirimu, bukankah dulu aku pernah mengatakannya padamu, Miyoung-ssi? Kau berbeda… itulah alasan kenapa aku menyukaimu, tak peduli meskipun sifatmu menyebalkan atau apapun itu.”

Deg!

Hening. Miyoung seakan terkena sebuah mantra sihir yang membuat sekujur tubuhnya kini terasa kaku dan menegang. Suaranya seperti menghilang untuk beberapa saat dan seluruh alirah darah dalam tubuhnya terasa berdesir-desir.

Miyoung sadar, tidak seharusnya dia merasakan perasaan ini kembali pada pria ini. Hanya karena mendengar kata-kata itu dari mulutnya, pertahanan Miyoung seolah roboh, hancur tak bersisa dan lagi-lagi, dia harus merasakan debaran jantungnya yang berdetak cepat.

‘Tidak, Shim Miyoung! Abaikan perasaan itu! Kau tidak mencintai pria ini lagi! Kau membencinya! Ingat, dia pernah mencampakkanmu begitu saja! Ayo Shim Miyoung! Tunjukkan padanya, jika dia tak akan berhasil menggoyahkan perasaanmu lagi!’

Kata hatinya berteriak memarahi Miyoung, menyadarkan gadis ini, jika tak seharusnya dia merasa goyah hanya karena ucapan Donghae.

Gadis ini lantas mengepal tangannya kuat, menekan perasaannya dalam-dalam. “Berhenti berbicara omong kosong, tuan!”

“Aku hanya mengatakan perasaanku yang sebenarnya, aku tidak berusaha untuk berbicara omong kosong denganmu, Miyoung-ssi.”

“Cukup!” Miyoung mengangkat tangannya ke atas, tatapannya terlihat tajam dan sedih di saat yang bersamaan. “Jika tidak ada hal penting yang ingin kau bicarakan denganku, lebih baik aku pergi saja. Permisi!” ia lantas berbalik dan masuk kembali ke dalam mobilnya.

Tak perlu waktu lama untuk Miyoung melajukan mobilnya, meninggalkan sosok Donghae yang masih tetap tak bergeming di tempatnya, memandang kecewa pada mobil Miyoung yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya.

Donghae meraba dadanya, merasakan nyeri dan sesak di saat yang bersamaan. “Aku jelas telah menghancurkan semuanya… sekarang, apalagi yang bisa kuharapkan?” lirihnya.

Telapak tangannya menepuk-nepuk pelan dadanya secara berulah, berharap jika rasa nyeri dan sesak di dadanya akan menghilang secepat mungkin.

©Hello, Mr.Stranger!©

Donghae melempar jasnya ke sembarang tempat, melonggarkan dasinya sebelum akhirnya dia menjatuhkan dirinya di atas ranjang.

Ia menghela nafas panjang, menatap sendu pada langit-langit kamarnya. Masih terasa jelas dalam benaknya, bagaimana Miyoung bersikap acuh dan dingin kepadanya.

Dia pastilah telah melukai perasaan Miyoung begitu dalam. Tapi mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur, dan meskipun dia telah menyesali sikap pengecutnya karena melepas Miyoung begitu saja tanpa berani mengambil resiko dan malah memilih untuk lari.

Tetap saja, dia tak akan bisa menyembuhkan perasaan Miyoung yang terluka karenanya. Ia memang pantas mendapatkan perlakuan dingin dari Miyoung.

Ia tersenyum miris, mencemooh ketakutannya untuk berkomitmen dalam suatu hubungan. Sebenarnya, bukan tanpa alasan kenapa Donghae begitu takut untuk berkomitmen.

Sejak kecil, ia tumbuh dalam sebuah keluarga yang tak harmonis. Ayah dan Ibunya selalu bertengkar hanya karena masalah kecil, mereka bahkan tega meninggalkan Donghae yang saat itu masih berumur 5 tahun di rumah sendirian, karena ke-egoisan mereka sendiri.

Beruntung Ibu Donghae memiliki seorang kakak perempuan yang baik hati. Ya, dia adalah Ny.Cho, yang tak lain adalah Ibu dari Cho Kyuhyun dan Cho Ahra.

Tanpa membeda-bedakan, Ny.Cho selalu merawatnya, mengajak Donghae bermain dan berkumpul bersama kedua anaknya. Membuat Donghae dapat merasakan kehangatan sebuah keluarga.

Namun, semenjak usianya 7 tahun, orang tuanya dengan tega mengirim Donghae ke New York, menyuruhnya tinggal dengan kakek dan neneknya. Dan karena itulah, seiring usianya bertambah, Donghae menjadi sesosok pria playboy.

Well, katakanlah dia memanfaatkan ketampanan parasnya untuk menjerat para hati wanita di luar sana, membuat mereka bertekuk lutut di hadapannya dan rela merangkak ke atas tempat tidur Donghae, tanpa pria itu memintanya!

Keadaan dan kondisi yang memanjakannya, membuat Donghae menjadi pribadi yang tak peduli akan perasaan wanita yang telah di sakitinya. Berkali-kali dia berhubungan dengan para wanita yang menggilai dan memujanya, tetapi tak satupun yang berakhir bahagia.

Jika bukan karena taruhan, Donghae berpacaran dengan mereka pastinya hanya untuk bersenang-senang saja. Setelah dia bosan, maka dia akan melempar jauh-jauh wanita itu dari kehidupannya, dan tak pernah sekalipun Donghae merasa kasihan pada para wanita yang telah di sakitinya itu.

Tetapi, semua itu terasa berbeda ketika dia pertama kali bertemu dengan sosok Miyoung di cafe yang tak jauh dari tempat kuliahnya.

Gadis itu tampak manis dengan tampilan sederhananya, begitu polos dan riang di saat yang bersamaan. Tak jarang Donghae merasakan jantungnya berdegup kencang setiap kali dia mendapati Miyoung tersenyum kecil.

Hatinya akan selalu ikut berbunga-bunga, semua penatnya hilang dan hanya rasa nyaman yang tersisa dalam dirinya ketika melihat sosok Miyoung. Gadis itu, seolah candu baginya, membuat Donghae selalu ingin terus dan terus menatap wajah gadis itu, meskipun hanya memperhatikannya tanpa menyapanyapun, Donghae akan merasa senang.

Yeah, seharusnya pria bernama Lee Donghae ini sadar, jika dia memang telah jatuh hati pada Miyoung sejak awal ia melihat gadis itu.

Perasaannya selama ini bukanlah perasaan kagum ataupun ingin memiliki tanpa alasan, seperti yang di rasakan Donghae pada wanita cantik nan sexy di luar sana. Tetapi perasaan ini begitu berbeda, perasaan ini di namakan… cinta.

Donghae lantas tersentak dari lamunan panjangnya, mengerjap-ngerjap sebentar sebelum akhirnya ia merasakan degup jantungnya kembali berdetak kencang.

‘Well.. well… coba lihat pecundang ini! benar-benar mengenaskan!’

Anggaplah dirinya sudah gila sekarang, tetapi Donghae bersumpah, jika di sisi kirinya dia kini dapat melihat sesosok pria yang berwajah mirip dengannya, memasang senyuman licik yang seolah mengejek keterpurukannya.

‘Dia bukan pecundang! Dia hanya tak ingin menyakiti gadis yang di cintainya!’

Dan kini, sosok bayangan Donghae yang lain muncul di sisi kanannya, memasang wajah simpatinya, merasa benar-benar kasihan dengan kondisi Donghae sekarang.

‘Itu sama saja pecundang! Dia jelas-jelas telah menyakiti perasaan gadis itu, tapi masih saja berpikir jika apa yang di lakukannya itu benar, dasar bodoh!’

‘Bodoh apanya? Jika dia tidak menjauhi gadis itu, memangnya kau bisa menjamin jika dia akan bahagia saat bersamanya? Kau yakin jika dia akan bertahan lama dengan gadis itu?!’

Sosok bayangan Donghae di sisi kiri terlihat memutar matanya dengan jengah, ia berdecak keras, melipat kedua tangannya di depan dada.

‘Hell yeah… lalu, dengan menjauhi gadis itu, apa kau pikir gadis itu tidak akan terluka?! Pikirkan bagaimana perasaannya saat pria pecundang ini lari menjauh darinya tanpa sedikitpun mengucapkan salam perpisahan!’

‘Lebih baik dia tersakiti karena di tinggalkan daripada tersakiti karena di khianati kan?!’

‘Dan kau pikir, dia memang akan mengkhianati gadis itu? Pikirkan baik-baik! Bukankah semenjak ia bertemu gadis itu di cafe, dia tak pernah lagi melirik gadis lain? Bahkan, di saat dia telah menjadi sangat dekat dengan gadis itu, pernahkah dia memikirkan gadis lain selain gadis itu?’

Bayangan Donghae di sisi kanan berubah gugup, ia mendadak gelisah dan seperti berpikir.

‘I-itu… itu… itu mungkin karena dia berpikir… gadis itu berbeda dan… well… yeah, dia pasti merasa nyaman saat bersama gadis itu.’

‘Dasar bodoh! Tidakkah kau menyadari alasannya?’

‘H-huh?’

Sosok bayangan Donghae di sisi kanan semakin bertambah bingung dan gugup. Sementara sosok bayangan Donghae di sisi kiri terlihat menyeringai penuh arti,

‘Dia jatuh cinta, bodoh! Lee Donghae memang telah jatuh cinta pada Shim Miyoung!’

Deg!

Donghae segera beranjak dari posisi tidurnya, melirik sosok bayangan dirinya sendiri yang berada tepat di sebelah kiri.

“Kau berpikir demikian? Apa kau… yakin aku memang mencintai Miyoung?” ia berbicara seperti orang gila, nyatanya dia tengah berbicara dengan halusinasinya sendiri yang tercipta karena peperangan kecil dalam batinnya.

Bayangan itu mengangguk dengan cepat, tersenyum penuh kemenangan karena dia telah mampu meyakinkan pria bermarga Lee ini, bahwa dia memang tengah merasakan jatuh cinta kepada gadis itu!

Namun, seperkian detik kemudian, wajah Donghae kembali berubah murung. “Tapi… dia pasti sudah sangat membenciku.”

‘Ck, dasar bodoh! Berapa kali aku harus menasehatimu, tuan Lee?! Jika dia membencimu, maka buatlah dia mencintaimu kembali! Kejar dia! Perjuangkan cintamu! Dan yakinkan dia, jika kau memang mencintainya!’

Bayangan itu kembali berbicara, seolah mewakili suara hatinya yang terpendam jauh di sana, terlalu tertekan oleh rasa takutnya selama ini. Ketakutannya dalam sebuah hubungan yang berkomitmen, ketakutannya jika dia akan melukai Miyoung suatu saat nanti.

Donghae terdiam sejenak, tampak berpikir keras.

‘Tunggu apa lagi? Apa yang di katakannya benar! Sekarang pergilah! Kejar cintamu, tuan Lee! Pastikan jika gadis itu hanya akan menjadi milikmu! Hilangkan ketakutanmu dan nyatakanlah padanya, jika kau memang tak bisa hidup tanpanya!’

Kini giliran bayangan di sisi kanan yang bersorak menyemangatinya, menyetujui perkataan sosok bayangan di sisi kiri.

‘Baiklah, ini sudah cukup! Sekarang, sudah saatnya kau berhenti menjadi seorang pengecut, Lee Donghae! Jadilah seorang pria yang mampu memperjuangkan cintanya!’

Dan seperti mendapat dorongan kuat, Donghae mengangguk, memantapkan hatinya jika dia tak akan menyerah begitu saja! Dia akan memperjuangkan cintanya, dia akan kembali membuat Miyoung jatuh cinta padanya!

“Ya… kalian benar…” kedua sorot matanya terlihat menggebu-gebu, memancarkan cahaya semangat yang berkobar dalam hatinya. “Aku harus memperjuangkan cintaku! Ini bukan waktunya untuk takut, aku pasti bisa membuatnya kembali mencintaiku!” ucapnya dengan mantap.

Dan kedua sosok bayangan itu pun mengangguk serta tersenyum dengan puas. Dan seolah telah menyelesaikan tugasnya dengan meyakinkan Donghae jika dia memang harus tetap berjuang dan mempertahankan cintanya kepada Miyoung.

Maka, hanya dalam sekejap mata, kedua sosok bayangan itu pun menghilang begitu saja. Well, walau memang sebenarnya bayangan itu hanyalah halusinasi Donghae saja.

©Hello, Mr.Stranger!©

Pagi ini, suara kebisingan terdengar di seluruh penjuru rumah Miyoung. Dengan terburu-buru, ia berjalan kesana-kemari, bersiap dengan cepat dan sesekali melirik jam tangannya.

“Haish… aku sudah terlambat 15 menit! Sial!” gerutunya seraya mengenakan sepatunya dan bergegas keluar dari rumahnya.

Tetapi, baru saja ia mengunci pintu rumahnya, sepasang matanya menangkan sebuah obyek yang justru sangat-sangat di hindarinya sejak kemarin!

Miyoung menggerutu dalam hatinya, menyiapkan berbagai umpatan pada pria yang kini tengah berdiri di depan mobilnya dengan seulas senyuman khasnya yang menawan.

Tetapi, Miyoung tak memiliki waktu berdebat dengannya. Lagipula, dia tak ingin berlama-lama berada satu tempat yang sama dengan pria itu. Dia benar-benar membencinya!

“Selamat pagi…” sapa pria itu ramah.

Miyoung mengabaikannya, berjalan menuju mobilnya dan bersiap untuk masuk ke dalam, tetapi gerakannya tertahan dan suara pekikan pun lepas begitu saja dari mulutnya.

“Argh! Apa-apaan ini, tidakkah ada hal buruk lainnya yang harus menimpaku?! Setelah bangun terlambat, bertemu dengan pria asing yang aku benci dan haruskan semua mobil ban-ku pun kempesn?!” geramnya tertahan.

Sementara sang pelaku yang telah mengempeskan ban-ban itu secara sengaja, berjalan ke arahnya, mengintip dari balik bahu Miyoung.

Dan tentu saja kalian bisa menebak siapa pria itu kan? Oh yeah, tentu saja dia Lee Donghae.

“Woah… sepertinya ban mobilmu kempes, bagaimana ini? Ckckck, nasib buruk pastilah sedang menimpamu.” ujar Donghae dengan santai.

Miyoung memejamkan matanya sesaat, berusaha menahan kemarahannya.

“Menyingkirlah, itu bukan urusanmu!” ujarnya ketus.

“Oh… tenanglah, nona Shim. Kau tak perlu cemas, aku bisa saja menawarkan tumpangan gratis untukmu.”

“Aku tidak menaiki mobil pria asing yang tidak kukenal! Pergilah, aku akan memanggil taxi kemari!”

Donghae berpura-pura cemberut, “Jika aku pria asing, lalu bagaimana dengan taxi itu? Apa kau pikir dia pamanmu?!”

“Well… setidaknya supir itu tak se-menyebalkan dirimu, tuan!” balas Miyoung sengit.

“Benarkah?” senyum nakal di wajah Donghae terlihat, “Tapi kupikir kau menyukai pria menyebalkan sepertiku…” godanya, mengedipkan sebelah matanya.

Miyoung membulatkan matanya, bergidik sebentar dan merogoh tasnya lalu meraih ponsel miliknya. “Menjijikan!” ujarnya, seraya berniat memanggil sebuah taxi kemari.

“Ya, lakukan saja… kau panggil taxi itu, lalu aku akan mengusirnya, dengan begitu… kau tetap tak bisa kemana-mana. Iya kan?”

Miyoung menggeram kesal, ia buru-buru memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya. “Hey, tuan! Sebenarnya apa yang kau inginkan, huh?”

Donghae tersenyum puas, senang dengan reaksi Miyoung. Ia melirik sebentar mobilnya dan kembali menoleh pada Miyoung, “Aku ingin mengantarmu, tidak masalah kan?”

“Oh ya tuhan! Argh!!” Miyoung mengacak-acak rambutnya dengan frustrasi, merasa kesal setengah mati karena pria itu telah berhasil membuat dirinya benar-benar terperangkap dan tak memiliki pilihan lain. “Baiklah! Tapi hanya untuk kali ini saja, kau mengerti?!” serunya, segera berlalu melewati Donghae dan masuk ke dalam mobil pria itu.

Sejujurnya Donghae sedikit terkejut dengan reaksi Miyoung, tetapi kemudian ia tertawa geli dan hati kecilnya seolah menari-nari bahagia, senang karena dia telah berhasil membuat Miyoung tak punya pilihan lain, selain masuk ke dalam mobilnya.

“Oh yeah… ini baru saja di mulai, Shim Miyoung. Lihat dan tunggulah apa yang akan aku lakukan padamu nanti…” senyum Donghae penuh kemenangan.

“YA! Kenapa kau hanya diam saja?! Cepat masuk ke dalam! Aku sudah terlambat!” teriak Miyoung dari dalam mobil, membunyikan klakson berulang kali.

“Baiklah… tuan putri. Tenanglah…” sahut Donghae santai, segera masuk ke dalam mobil.

©Hello, Mr.Stranger!©

“Hey… Miyoung-ah!” panggilan Jino membuat perhatian Miyoung teralihkan.

“Ada apa?” tanya Miyoung, kembali berkutat dengan papan status pasien panti jompo yang tengah di pegangnya.

Jino tersenyum sumringah, “Kenapa kau tidak mengatakan padaku jika pagi tadi Donghae Hyeong yang mengantarmu kemari?!”

Miyoung menghentikan kegiatannya, segera menoleh pada Jino. “Darimana kau tahu?!”

Seingatnya, tadi dia tak melihat siapapun di tempat parkir. Jadi, dia pikir tak akan ada yang tahu jika Donghae, si Dokter tampan yang sempat bertugas di panti jompo ini mengantar dirinya kemari!

Sudah cukup selama kepergian Donghae, Miyoung menjadi perbincangan dan bahan gosip para suster di sini. Mereka mengatakan, jika Miyoung-lah penyebab kepergian Donghae dari tempat ini, dan bahkan ada isu yang mengatakan jika Donghae dan Miyoung adalah sepasang kekasih yang baru saja putus!

“Tentu saja aku tahu, sejak pagi tadi berita ini sudah menyebar! Para suster dan staf lainnya terus membicarakanmu! Mereka begitu heboh saat tahu jika kau kembali berpacaran dengan Donghae Hyeong!” jelas Jino, tak menyadari perubahan pada raut wajah Miyoung.

“APA?!” jerit Miyoung, “Berpacaran apanya?! Siapa yang kau sebut berpacaran dengan pria brengsek itu, eoh?!” teriaknya tanpa sadar, terlalu syok mendengar penjelasan Jino.

Jino terkesiap kaget, ia mengerjap berulang kali, sedikit merasa takut dengan teriakan gadis di hadapannya ini. “I-itu… aku tidak tahu siapa yang menyebarkannya, t-tapi… para staf dan suster memang mengira seperti itu. M-me-mereka berpikir jika kau-”

“Miyoung-ssi…” seorang suster muncul, menyela ucapan Jino. “Ada paket kiriman khusus untukmu.”

Miyoung mengerutkan alisnya, “Paket untukku? Dari siapa?”

“Entahlah…” suster itu terlihat tak suka dengan pertanyaan Miyoung, ada rasa iri yang kini terlihat jelas di raut wajahnya. “Kau lihat saja sendiri di lobi bawah!” ujarnya seraya berlalu pergi.

Sejenak, Miyoung tampak berpikir. Ia menoleh pada Jino dan pria itu hanya menaikkan kedua bahunya sambil menggeleng.

“Tidak biasanya aku mendapatkan paket kiriman.” gumamnya, segera berjalan menuju lobi bawah dengan Jino yang berjalan di belakangnya.

“Mungkin dari salah satu keluarga pasien di sini, mereka biasa melakukannya kan?”

“Tidak mungkin, mereka biasanya akan langsung memberikannya padaku.”

Jino mengangguk singkat, “Ah… benar juga.”

Namun, rasa penasaran yang menghinggapi dirinya seketika berubah menjadi rasa terkejut yang amat luar biasa. Mulutnya terbuka lebar dan matanya membulat sempurna.

“Ya tuhan… siapa yang melakukan semua ini?!” seru Jino terkejut, perpaduan antara takjub dan aneh saat melihat beratur-ratus rangkaian bunga mawar dengan aneka macam warna, tertata rapih di lantai lobi bawah, membentuk dua buah hurup bertuliskan A.L.

“Woah… kau benar-benar beruntung, hm? Mendapatkan kiriman bunga yang begitu indah dari pria mengagumkan dan romantis seperti Dokter Lee!” seru suster lain, tak benar-benar memuji, hanya ada rasa iri dan cemburu yang terlihat di wajahnya dan begitu suster serta para staf wanita lainnya.

Namun, Miyoung masih tetap tak bergeming barang sedikitpun. Dia terlalu terkejut dengan semua ini, masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya.

“Oh, dia meninggalkan note untukmu!” ujar Jino, segera meraih secarik kertas kecil dari atas rangkaian bunga-bunga itu.

Miyoung melihat tulisan dalam kertas itu, sekedar meyakinkan jika rangkaian bunga-bunga ini memang berasal dari Donghae, seperti apa yang di katakan suster itu tadi.

Mawar yang cantik, untuk gadis yang cantik.

Aku akan menjemputmu sore nanti.

Semoga harimu menyenangkan.

-Aiden Lee-

Tidak salah lagi! Tulisan itu memang benar milik Donghae! Walau bagaimanapun juga dia pernah menjadi asisten dokter itu, dan Miyoung bersumpah jika tulisan itu memang adalah tulisan Donghae!

Tapi kenapa pria itu harus menuliskan nama lain di note-nya. Ck! Apakah dia sedang ingin bermain-main dengannya?! Tidak cukupkah dia dulu telah membuatnya patah hati, sekarang apalagi yang di inginkan pria itu darinya?!

“Sial! Dia benar-benar mencari masalah denganku!” geram Miyoung marah, meremas kasar note tersebut dan segera berbalik pergi dari lobi bawah.

“E-eh? Miyoung-ah! Kau mau kemana?! Apa yang harus kita lakukan dengan bunga-bunga ini?” seru Jino, melihat kepergian Miyoung yang tengah menaiki tangga.

“Aku tidak peduli!” balas Miyoung tanpa berbalik, semakin mempercepat langkahnya.

©Hello, Mr.Stranger!©

Donghae tertawa puas, dia sudah membayangkan bagaimana reaksi Miyoung saat melihat rangkaian bunga yang ia kirimkan. Gadis itu pastilah akan sangat marah besar padanya! Oh… dan memang itulah yang di harapkannya.

Semakin Miyoung marah kepadanya, maka semakin gadis itu akan terus mengingatnya dan inilah yang membuat Donghae senang.

Dia sudah mengenal betul bagaimana watak Miyoung yang sesungguhnya, jadi dia akan dengan senang hati meladeni setiap makian, umpatan ataupun emosi Miyoung yang tengah meledak-ledak.

Sungguh, Donghae sangat menantikan hari di mana ia dapat kembali berseteru dengannya. Karena, dia tahu, di balik semua perdebatan itu, Miyoung pastilah masih memiliki sedikit rasa kepadanya.

©Hello, Mr.Stranger!©

Miyoung memperhatikan luar gedung panti jompo yang sudah sedikit sepi. Sesekali gadis ini melirik ke arah kiri dan kananya, takut jika seseorang memergokinya tengah keluar dari gedung panti jompo dengan gerakan mengendap-ngendap.

Sebenarnya, jam kerja Miyoung sudah habis sejak satu jam yang lalu. Tetapi, ia mengingat note yang di tinggalkan Donghae pagi tadi, dan Miyoung benar-benar yakin jika pria itu memang akan datang kemari untuk menjemputnya!

Seharusnya Miyoung bisa saja tadi pulang lebih awal jika seorang pasien tak menahannya dan terus mengajaknya mengobrol, berpikir jika Miyoung adalah cucunya yang telah lama meninggal. Maklum saja, pasiennya itu memang sudah terbilang sangat tua dan dia bahkan sudah sulit sekali mengenali keluarganya sendiri.

“Ck… seandainya saja Jino tidak pergi menjemput kekasihnya, aku pasti akan memintanya untuk mengantarku lebih dulu! Argh sial! Kenapa kemalangan selalu saja menimpaku?!” ia menggerutu sambil mengendap-ngendap.

Tanpa di sadarinya, Donghae tengah memperhatikannya, tersenyum geli melihat tingkah laku Miyoung saat ini.

Pria itu lantas berjalan pelan mendekatinya, berdiri tepat di hadapannya. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya kemudian.

Miyoung berbalik dan kedua matanya langsung membelalak kaget begitu melihat Donghae yang tengah berdiri  tepat di hadapannya tanpa di sadari olehnya.

“Oh, Eomma!” jeritnya, terjatuh dengan bokongnya terlebih dulu.

“Ckck.. dasar ceroboh, ayo!” Donghae segera menjulurkan tangannya, berniat membantu Miyoung.

Tetapi sedetik kemudian, Miyoung mendengus sebal dan segera menepis kasar tangannya. “Menyingkirlah! Aku tidak perlu bantuanmu!” ujarnya segera berdiri cepat.

Donghae hanya mengangguk singkat, memperhatikan Miyoung yang sibuk membersihkan dirinya dari debu yang menempel akibat terjatuh tadi.

“Jadi, kenapa kau berjalan seperti seorang pencopet yang takut ketahuan, eoh?” tanyanya kemudian.

“Itu bukan urusanmu!” balas Miyoung galak. “Ah… dan jangan kau pikir, aku akan luluh dengan kiriman bunga-bunga konyolmu itu! Aku benar-benar tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu!”

“Benarkah? Lalu apa yang membuatmu tertarik? Cokelat? Boneka?”

Miyoung mengepal tangannya kuat-kuat, benar-benar merasa frustrasi dengan sikap pria di hadapannya ini. “Berhenti mendekatiku! Berhenti seolah-olah kau mengenalku!” teriaknya dengan marah, penuh dengan emosi.

Raut wajah Donghae berubah datar, kedua matanya menatap serius pada sosok Miyoung. “Aku tidak mau menghentikannya!”

“Jangan bercanda lagi denganku, Donghae-ssi! Aku benar-benar muak dengan tingkahmu ini!”

Untuk pertama kalinya sejak pertemuan mereka kembali di pernikahan Kyuhyun-Haneul, akhirnya Miyoung kembali menyebut nama Donghae. Meskipun ada penekanan yang kuat saat ia menyebutkan nama pria itu.

“Tidakkah kau puas? Setelah dulu kau menolak pernyataan cintaku dan meninggalkanku tanpa sepatah katapun, apakah kau masih memiliki muka untuk muncul di hadapanku?! Apakah kau masih ingin mempermainkan perasaanku?!”

Donghae masih terdiam, ia sudah mengira jika Miyoung akan mengatakan hal ini. Tetapi, meskipun ia sudah dapat mengiranya, kenapa rasanya tetap menyakitkan ketika kata-kata itu terdengar olehnya?

Kenapa dadanya harus kembali terasa sesak dan nyeri?

“Berhentilah bermain-main dengan perasaanku! Apa kau pikir aku akan menyukai ini?! Kau pikir aku akan kembali jatuh cinta dan terjebak dengan permainanmu itu?!”

Rahang Donghae tampak mengeras, “Aku tidak sedang mempermainkan perasaanmu… aku hanya-”

“Hanya apa?! Kau takut berkomitmen, apakah itu alasanmu memperlakukanku dengan sesuka hatimu, begitu?!” semua rasa kesal dan kemarahan Miyoung meluap keluar, gadis ini seolah tak dapat lagi mengontrol emosinya.

Donghae terdiam, terkejut karena rupanya Miyoung telah mengetahui alasannya pergi. Tapi Miyoung mungkin telah salah paham, Miyoung tak tahu jika dirinya pun sama tersiksanya seperti dia!

“Kau benar, aku memang takut untuk berkomitmen. Itulah alasanku kenapa memilih untuk pergi menjauh darimu! Tapi, jika kau pikir aku bermain-main dengan perasaanmu, itu salah besar, karena-”

“Kau yang salah besar karena telah memutuskan untuk pergi!” sela Miyoung cepat. “Apa kau pikir, gadis yang memiliki prinsip berkomitmen sepertiku, tidak bisa bertingkah seperti dirimu, huh?! Kau pikir, aku tidak akan bisa tidur dengan pria manapun di luar sana yang tertarik padaku, eoh?!” nada suaranya semakin meninggi.

Kedua mata Donghae melebar, rahangnya semakin mengeras dan ia mengeratkan giginya, mengatup rapat-rapat bibirnya. “Kau… tidak mungkin bisa melakukan itu, Miyoung-ah.” desisnya tertahan, terkejut sekaligus benci dengan pernyataan Miyoung barusan.

“Kenapa tidak bisa?” tantang Miyoung, memandang penuh kemarahan pada Donghae.

“Karena kau tidak bisa!” ketenangan Donghae mulai memudar sedikit demi sedikit, merasa terusik dengan kalimat Miyoung barusan.

“Ya, aku bisa!” balas Miyoung tegas, “Oh… dan jika kau berpikir aku masih sendiri sampai saat ini, kau salah besar, Donghae-ssi! Karena pada kenyataannya, sekarang aku tengah menjalin hubungan dengan seseorang! Jadi, aku mohon padamu… menjauhlah dariku! Kau mengerti?!” ujarnya garang, berniat melangkahkan kakinya untuk pergi.

Tapi, baru saja ia berjalan tiga langkah, Donghae segera mencengkram pergelangan tangan Miyoung, menyentaknya dengan kasar dan membuat Miyoung kembali menoleh padanya.

“Kau… memiliki seorang… pacar?” tanya Donghae dengan nada tertahan.

Miyoung meringis pelan, merasakan cengkraman Donghae yang terlalu keras, tetapi sesaat kemudian ia berusaha mengenyahkan rasa sakitnya dan balas menantang Donghae dengan tatapan penuh emosi.

“Tentu saja aku memilikinya! Dia adalah pria yang dulu kuceritakan padamu, A.L. Kau tentu tak lupa dengan inisial pria itu kan?!” sahut Miyoung lantang.

Mendengar inisial A.L di sebut, tentu membuat Donghae kebingungan. A.L yang di maksud Miyoung selama ini jelas adalah inisial nama lainnya, Aiden Lee. Tetapi, kenapa Miyoung malah mengatakan jika dia sedang berhubungan dengan pria berinisial A.L? Apakah gadis ini tengah berusaha membohonginya?

Kedua mata Donghae lantas menyipit, “Kau berbohong padaku, iya kan?” tuduhnya.

“Untuk apa aku berbohong?! Jika kau tak percaya, tanyakan saja pada Jino! Dia bahkan telah mengenal pria itu dengan baik, dan yang jelas… pria itu begitu baik padaku! Dia tak se-menyebalkan dan brengsek seperti dirimu!”

“A-apa?”

“Sudahlah, tidak ada yang perlu aku katakan lagi! Sekarang lepaskan aku!”

“Tidak akan!”

“YA!”

“Aku tidak akan melepaskanmu, Shim Miyoung! Aku tahu kau pasti berbohong padaku, iya kan?!”

Miyoung benar-benar merasa putus asa sekaligus frustrasi dengan sikap keras kepalanya. Ia kemudian segera menginjak kaki Donghae sekuat tenaga, membuat pria itu langsung saja mengerang kesakitan dan melepas cengkramannya.

“Jangan salahkan aku, kau memaksaku untuk melakukan itu!” gerutu Miyoung, ia lantas segera berbalik meninggalkan Donghae yang masih sibuk mengaduh kesakitan.

“Y-ya! Shim Miyoung! Jangan pergi! Aku belum selesai bicara denganmu! YA~!” Donghae berteriak keras, tetapi Miyoung tak mempedulikannya dan malah semakin mempercepat langkahnya.

“Haish… jinja! Bagaimana mungkin seorang gadis bisa se-kasar dirinya?! Keterlaluan.. ahk!” ia kembali meringis kesakitan, mengusap-usap ujung kakinya yang masih terasa berdenyut-denyut di balik sepatu yang di pakainya sekarang.

Tapi kemudian, pikirannya kembali melayang pada perkataan Miyoung barusan. Mengenai sosok A.L yang dia akui sebagai kekasihnya.

“Apa-apaan dia itu?! Siapa sebenarnya yang dia maksud?” gerutu Donghae marah. “Sial! Jika memang benar ada seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai A.L! Lihat saja nanti! Akan aku buat pria itu menyesalinya! Apakah dia tidak sadar jika aku adalah A.L yang sebenarnya dan dia temui saat itu?! Haish… Shim Miyoung, kau benar-benar keterlaluan! Aku tidak akan memaafkanmu kali ini… lihat saja, aku akan membuatmu menyesal karena telah melirik pria lain selain aku!” Donghae lantas berjalan tertatih-tatih menuju mobilnya.

©Hello, Mr.Stranger!©

“Apa katamu?!” Jino memekik tertahan. “Kenapa kau harus berbohong padanya, Miyoung-ah?! Dan kenapa kau harus menyeret-nyeretku dalam masalah kalian?! Kau tahu jika aku bukanlah seseorang yang pandai berbohong kan?!”

Miyoung menunduk lesu. “Aku tidak punya pilihan lain! Dia terus menggangguku, Jino-ya dan satu-satunya cara agar dia menjauhiku dengan mengatakan jika aku telah memiliki seorang kekasih!”

“Tapi kenapa harus menyeret-nyeret namaku?”

“Itu hanya untuk meyakinkannya saja… ayolah, kau cukup menjawab ‘ya’ jika suatu saat nanti dia bertanya padamu dan semua masalah terselaikan, benar kan? Itu tidak akan sulit, percayalah…” bujuk Miyoung, memasang wajah se-memelas mungkin.

Sesaat Jino tampak ragu, tetapi kemudian dia menghela nafas cepat. “Baiklah… baiklah… aku mengerti. Tapi hanya untuk kali ini saja, mengerti? Selebihnya… aku tidak mau kau ikut campur dalam masalah kalian lagi.”

“Oh tentu saja… aku akan menjaminnya.” senyum Miyoung, senang karena akhirnya Jino mau berpura-pura mengetahui sosok kekasih yang bahkan tak di miliki Miyoung.

“Eoh… tapi, sepertinya aku tidak asing dengan nama sebutan pria yang kau ceritakan itu… siapa namanya?” tanya Jino kemudian, seperti pernah mendengar nama itu.

Miyoung mengerutkan keningnya, “A.L. Memangnya kau pernah mengenal seseorang yang berinisial A.L?”

“Tunggu dulu…” Jino tampak berpikir sesaat. “A.L… hm… sepertinya memang tidak asing di telingaku.”

“Ah, mungkin itu hanya perasaanmu saja… lagipula mana ada yang memiliki inisial itu di sini… jika dia keturunan orang asing, mungkin bisa jadi…” seru Miyoung acuh, tak terlalu berharap jika Jino memang mengenal inisial tersebut.

Jino langsung menggeleng. “Tidak… aku bersungguh-sungguh, Miyoung-ah… aku memang merasa tidak asing mendengar inisial itu…”

Miyoung menggedikkan bahunya tanpa penuh minat, lantas meneguk cola yang sedari tadi di diamkannya.

“AH! Aku mengingatnya!” seru Jino kemudian, tampak bersemangat. Ia kemudian menoleh pada Miyoung, “Tidak salah lagi… A.L… pantas saja aku merasa tak asing dengan inisial itu, kau tahu? Inisial itu sama persis dengan inisial dari nama lain Donghae Hyeong, Aiden Lee!” lanjutnya kemudian, tampak benar-benar yakin.

“A-apa?! Uhuk! Uhuk!” Miyoung tersedak oleh cola-nya sendiri. “H-hey.. jangan main-main denganku, Jino-ya! Itu tidak mungkin!” ujarnya lagi setelah meredakan batuknya.

“Aku serius, Miyoung-ah. Itu memang benar!” jawab Jino. “Sejak usianya 7 tahun Donghae Hyeong tinggal di New York dan dia memiliki nama lain di sana, Aiden Lee! Dan dulu Kangin Hyeong pernah bercerita padaku, jika Donghae Hyeong lebih sering di kenal sebagai A.L di New York ketimbang nama aslinya!” jelasnya kemudian.

Awalnya Miyoung ingin mengelak ucapan Jino, tetapi jika mengingat bahwa Jino adalah salah satu bagian dari keluarga Cho, dan juga Donghae adalah saudara jauh dari Kyuhyun, besar kemungkinan apa yang di katakan Jino barusan adalah benar!

Tapi… jika apa yang di katakan Jino benar…

Miyoung merasakan sekujur tubuhnya menegang, alirah darahnya seolah membeku dan ingatannya pun kembali di putar ke-masa-masa dulu.

Saat dimana ia datang ke cafe itu bersama Donghae. Saat itu, dia sempat mengira jika pria itu mungkin terlihat sama persis dengan sosok pria yang mengaku bernama A.L.

Tetapi ia berpikir jika mungkin itu hanya perasaannya saja, tetapi ia kembali teringat pada perkataan Donghae saat di cafe waktu itu.

“Jika… a-aku… me-mengatakan padamu jika aku mengetahui… sosok pria berinisial A L yang kau maksud itu… a-apakah kau akan percaya?”

Lalu, ingatannya berputar kembali pada rangkaian bunga yang di kirimkan Donghae tadi pagi. Dia baru ingat jika rangkaian bunga itu membentuk hurup A.L, dan bahkan Donghae menulis di note itu sebagai Aiden Lee, bukan Lee Donghae

Ya tuhan! Bagaimana bisa dirinya tak menyadari hal itu tadi?!

Miyoung tiba-tiba saja terkesiap, terkejut dengan pemikirannya sendiri. “Tunggu dulu… apa jangan-jangan… dia adalah…”

To Be Continued…

Note : Hohohohoho. Hai, hai… akhirnya ketemu lagi di part.10… ^o^ Hehehe sorry ya kalo ada typo dan ceritanya makin ngalor-ngidul tak jelas dan makin gak bermutu! Ahahahay.. maklum, author hanya mencurahkan apa yang menjadi imajinasi author saja… Hehehehe

Oh iya, aku memang sengaja publish terus fanfic ini karena memang di part.11 nanti adalah ending dari ff ini… So, buat yang makin penasaran dengan kelanjutan dari kisah Donghae-Miyoung ini, tungguin ja yaaa… ^^ Hehehehe Dan jangan lupa, untuk komentarnya yaa.. biar author makin semangat buat update ffnya… Hohoho. Oh iya, dan untuk ff lainnya… jangan khawatir.. aku bakal usahain buat update cepet juga ko… tunggu aja yaa… ^^ #XOXO

123 thoughts on “Hello, Mr.Stranger! (Part.10)

  1. Waaa….jadi temen saur di pagi hari nih…eon kurang panjang he he…hbs tiap melihat ada tukisan item pasti ngerasa wah pasti to be continued…ha ha
    Ceritanya lucu buanget gantian donghae yg ngejar2….
    Yah pokoknya ditunggu lagi part selanjutnya eon
    Makasih….

  2. aigo,,,lg asyik2 baca itu tbc tiba2 menghampiri
    auw,,,auw,,,auw,,,nona shim spt ny bru ngeh y klo AL itu donghae hehe
    ah,,,itu sich bru nomong jg lsg ketahuan z boong ny,,,,tp untungny donghae mikir ada org yg ngaku2 jd AL tuch hehe
    tp pst miyoung ga ngeh n malah bkin sandiwarany ketahuan ama hae dech
    wah,,,ud mw ending z y,,telat bgt nich hehe

  3. Makin seru kok,
    aku kira si donghae pas denger Miyoung nyebut nama A.L bakal seneng bgt pasalnya dia tau klo A.L itu dia.eh ternyata dia berfikiran lain kkkk
    Part 11 ending kah?
    Hehehe ditunggu ya eonni😀

  4. miyoung baru ngeh dikash tau ma jino ..padhl donghae sdh mmperlihatkan’a dengan jelas .
    hehee.. kocak bgt mereka’a ribut mulu.. selah miyoung tau.A.L tu donghae apa yg dia lakukan..masih pura” bncikah to …..

  5. annyeong! aku readers baru ^^ aku sempet baca sebagian ff kamu dri awal🙂 eh trus ada ff ini baru dipublish langsung aku baca deh,kyuhyunnya udh nikah toh? gak papalah wah donghae jga terbongkar rahasia samarannya? next ditunggu! salam kenal ^^

  6. Aaaa, kenapa udah TBC ajaaa… Lagi seru bacanya eon haha kenapa donghae jadi nyebelin kayak gituu huuuh. Astaga aku jadi ikutan kesel kek Miyoung, biar tau rasa dulu si ikan amis ituu kalau rasanya ditolak cintanya itu sakit, enak aja tau-tau masuk ke kehidupan miyoung lagi sedikit balas dendam laah miyoung haha *ketawaevil* duuuh kenapa miyoung bilang inisial namanya A.L itu kan donghae:| jadi ntar ketauan dong bohongnya aduuuh kekeke~ buat abang donghae semangat ngejar cinta miyoung lagi yaa😀 pasti susahh, keep writing and fighting eon! ^^

  7. yee akhrnya dipublish jg..#jingkrak2
    oe2 aq brhrapnya miyoung lngsung dbwa ktmpat tdur lho.eh??hahahahaha
    trnyata malah adu argumen.dan wew miyoung tau tu klo A.L adl donghae.ngaku pcrn ma A.L lg.hahaha
    dan kenapa part 11 hruz ending kak????brpisah lg 5 pasngan ini dech.emm tp panjangin ea kak.,oke deh itu aja.
    waiting for the next part..fightiiing !!!!!!

  8. ckckck….
    miyoung kalah telak…..
    ddah ngaku ajha kalo masih suka sama donghae….
    makin penasaran sama next storynya…
    di tggu ea nta…
    keep writing n good luck….

  9. wah ini bener” kejutan .
    aq kira donghae kembali mendekati miyoung dengan cara halus .
    eh ternyata pakai pemaksaan .
    hahaha

  10. ha.ha.ha. . .

    part yg ini sukses membuat smw isi perut q bergeser tempat. . ;D

    aigoo..kocak. . .

    next chapter’a jgn lama” y eon. . .^^

  11. Ahh akhirnya miyoung sadar dengan sosok A.L ituu ..
    Next part aku tunggu yaa nta-ssi🙂 fighting (y)

    Oiaa, yang egoistic man selalu ku tunggu kelanjutannya😀

  12. wkwkwkwkwkw….hae marah dibilang ORANG ASING sama miyoung…

    akakkakakakak……Hae maju selangkah,menyebar issue kalau dia udah ,menjalin hubungan a.k.a menjadi kekasih miyoung..!! woaaaahhh….debak!

    “Mawar yang cantik, untuk gadis yang cantik.” ASLI HAE >> LEBAY OII!!! hmmpft…

    kali ini aku bilang Miyoung PABO!! masa loadingnya lama amat ya?! Udah gampang klu inisial A.L itu sama dengan aiden lee…aigoooo…dengan pedenya miyoung bilang punya calon kekasih si inisial A.L itu.

    hmmpft….bisa dibayangkan kalau hae makin frustasi.ggra miyoung gak ingat sama donghae /aiden lee.
    tapi,tapi untung ada jino,dan akhirnya miyoung tahu kalau Donghae itu adalah A. atau Aiden Lee..
    bayangin betapa malunya miyoung nanti kalau ketemu hae…

    hurreeeeeyy….#tebarreceh

    xDDDDD

  13. yeeheeeyyy!!!! lempar dongek ke laut, aku mauuu dikirim bunga ituuu huhuhu

    happy end ya ntaaaa trus bikin sequel yg ceritanya setelah kyu married ma kelanjutan ff ini hihihi #dilempar

    semangaattt!!!

  14. ho…ho…ho akhirnya terjawab sudah ketika miyoung pergi saat melihat donghae di pernikahan kyu n haneul di “oh!my boss!”…apa yg akan terjadi selanjutnya ternyata ini yg aq tunggu2 sekian lama…benang merahnya telah sangat jelas.
    tinggal menunggu perjalanan hubungan mereka ber-2 mau dibawa kearah mana?????

  15. Ya Tuhan miyoung baru menyadarinya…..
    Gegara emosi dy bener2 gk ngeh sm sekali…dy terll polos kekekeke…
    Hohoho apa yg akan rerjadi slnjutnya setlh miyoung tau klo A.L itu hae???
    Satu yg pasti dy akan sangat malu bgt ketka ketemu….
    Udah gak sabar pengin baca lanjutannya dan tnggl 1part lagi end…. rasanya gak rela klo ada ff yg hars end penginnya thu trs berlnjt….
    Okok di tunggu next partnya…

  16. hahahahahahaha Minyoung* adaa gitu kebohonga yg terbongkar lebih dulu ketahuan sma yg dibohogi ketinbang yg bohong wkwjwkwkw ,, aku sich setuju ny ada yg ngaku* AL biar lebih seru wkwkwkwkwkwwk

  17. Aigo, sungguh telmi Shim Miyoung ini. Ckckckck… Udah jelas note itu ada nama Aiden Lee, dan itu jelas tulisan Dong Hae. Tapi nggak ngeh juga dia. Benar-benar gemes saya. Ditambah lagi dia ngaku-ngaku kalau A.L adalah pacarnya, ngakak sendiri jadinya. Kkk..

  18. Ayo Lee Donghae kejar cintamu….miyoung ud tau akhirnya siapa itu A.L hhahahaha…
    tiba2 aku kangen kyuhyun sama haneul #loh? Wkwwkwk….
    lanjutt..ud mau ending yah ^^

  19. Miyoung seperti orang bodoh, mengaku menjalani hubungan dengan inisial A.L . Wahahahahaha jelas ajja itu suatu kebohongan besar😀
    Udh lah jadian ajja mereka, donghae jga udh mulai berubah kok ?!
    Tapi lucu bnget liar mereka berantem, kekekeke~

  20. ngakakkk lihat tingkahnya minyoung aduhh bego banget tuh bocah mau boong tapi dah ketauan duluan………kekeke
    ayo donghae semangat kejar terus minyoung bikin dia gk berkutip
    penasaran ma kelanjutannya ntar liat expresi minyoung yang salting pas ketemu donghae

  21. kenapaa bersambung, kenapaaa..kenapaaa.. wae? wae??????? *telentang* bersambungnya kenapa pas lagi seru2nya eon….huwaaaaaaa si ikan makin ngegemesin ajaa disini…jaebal eon jangan lama2 ya lanjutannya..*wink*

  22. Aaaaaaa kenapa harus tbc…. #ngamuk… maaf maaf abis lagi seriusnya baca.
    Aku cuma bisa sama donghae “selamat merebur cintamu kembali…” dan miyoung “wah…miyoung rasain akibat dari kegoisan dan keras kepalamu itu jadi bingung kan harus ngomong gimana sama donghae… hahahahahaha😀 “.
    Next min… jgn lama2

  23. tbc nya ganggu bgt sumpah..

    Oh my,mkin gregetan,gg sbar nunggu lnjutannya#pnsaran
    Kyanya next miyoung bklan tau siapa A.L

    Next Jgn lm2 yak thor,fighting!!😀

  24. Hy , lam kenaL, Q readers lama, tp br cOmment..hee , mf bgtz …
    .Yaah..ko part 10’a pndek bgt c thOr, lg asyik bc eh da tbc’a,hUftz..
    wuah udh mw end ea, hmm..
    PenasaRan.. !! Dtnggu part end’a..
    Q suka mua ff km thOr….pling sukA m yOungmi couple, kpn egOistic man’a dilanjut ???
    Dh penasaran bgtttz…:)

  25. Miyoung keras kepala juga nih, tapi lucu juga memakai nama A.L sebagai tameng, padahal A.L itu nama lain dari Donghae.. hahahaha…
    Wah jadi penasaran sama kelanjutannya, smoga segera di publish..

  26. ga kerasa langsung TBC ja …. heheheheh
    ceritanya makin seru aja …..😉😉
    antara rasa sakit dan bahagia aku baca paragraf demi paragraf nya …… lanjuuuuuttttt ya jngan lama2 aku penasaranma reaksi miyoung pas tau prince AL…. hihihi😉

  27. Hahahaha, itu si miyoung salah pilih nama buat alasan tuh. kenapa harus AL? itu kan inisialnya Donghae, berarti dia ngakuin Donghae pacarnya dong!?

  28. Hayoolohh.. Miyoung terlanjur bilang kalo pacaran sama orang yg inisialnya A.L , ngga tau aja A.L aka Donghae didepan mata.. Haha.. Duh, tapi Donghae malah nganggep ada orang yg ngaku2 jadi A.L sih yaa..
    1 part lagi ending yah..😦
    Ditunggu part end nya eon…

  29. Skinsipnya mana? *plakplakplak -,-

    TBC nya ngga tepat banget. Itu bikin Heks! Ditempat -_-

    but, Lanjut thor.. Next part jgn lama lama ye😉 *cipokAuthor

  30. Hahaha:) peperangan batin yg seru and lucu:D
    entah kenapa ya eon setiap q baca ff ini bikin q kyak orang stres ketawa ketiwi sendiri,sambil bayangin donghae ma miyoung yg selalu berantem hahaha:D
    ayo semangat donghae oppa mengejar cinta miyoung:)
    oke ditunggu part end nya eonni:)
    #HWAITING

  31. Aigooo….ky’y perjuangan hae oppa bwt dptin miyoung th gkn smudah itu????tp gmn nanti sikap miyoung k’hae stlh dy tw klo cwo yg berinisial A.L itu tnyata hae…..??????smkin penasaran sm part ending’y gmn?????

  32. huhhhhhhhah akhirnya update jg setelah kmrn publish enceh hahahahaa next part ending? ditunggu terussss thorrr. jangan lupa lanjutan yg kyuhyun punya sixth sense itu apa judulnya yah lupa itu seruuuu ditunggu lanjutannya yahhhh hihi keep writing and fightinggg!!!

  33. haha part ini ngakak banget. Miyoung sok2 punya kekasih inisial A.L
    padahal itu donghae.
    kira2 gmn ya reaksi miyoung ketemu donghae pas tau donghae adalah Aiden Lee??
    penasaran banget. next nya jgn lama2 ya thor^^

  34. aaaaahhhhh mauuu kiriman bunganyaaa jugaaaaa dunk oppaaaaa >..<
    ahahahaha….kocak miyoung😀
    penasaran gmn klo nnti dia ktmu donghae stlh tw klo A.L it donghae😀
    ditunggu part selanjutny y thor ^^
    KEEP FIGHTING n WRITING ^^

  35. ngakak bacanya, bs kebayang malunya Miyoung nanti gimana saat ketauan kl A.L yg dimaksud ternyata Donghae sndiri kkkkk

  36. jadi 1part lagi mau ending ya eon?
    Wuaaah *o*
    Semangat deh buat eonni (y)

    Ngomong-ngomong saya nungguin ff when man fall in love.–. semoga dilanjutkann

  37. Buat ending yg manis ya sist;) aku baru baca FF yg ini aja di blog ini blm yg lain.hehe Aku suka story line nya apalg ada angst nya. Aku ijin ubek” FF lama mu yaa😉

  38. Weleh weleh weleh
    TBC datang hehehe
    Hahaha kasiannya my lovely Donghae skrg jd donghae nya yg ngejar2 miyoung
    Donghae itu pura2 begok, lemot atau oon yak, saat miyoung nyebut inisial A-L bknnya seneng malah mikir nya jauh kemana mikir yg enggk2
    Yah tnggl 1 part lagi
    Happy ending ya thor

  39. Huwaaa .. Cepet bangedd udah mao end .
    Lalu aph yg akan di lakukan miyoung setelah tau kalo A.L ntuh adalah donghae ??
    Penasaran sama cerita selanjut’a .

  40. Waahhh jadi ini satu part sebelum end …
    hmmmm seru seru thoorrr aku suka moment donghae miyoung disini ..
    semoga cepet terungkap inisial AL ini … dan mereka bisa bersatu selamanya …
    lanjuuutttt thoorrrr

  41. dong hae lucu bgt sumpah,,ngakak sndrbacanya.. hiihihii..
    young cm lom mikir tenang ja.. hihihiii..
    hayu part berikutnya apa lagi ini yg akan terjadi??

  42. Wuh mkin seru yah..wah npa miyoung nyampe gx nyadar gtu?
    poordonghae jangan menyerah..
    yes d tunggu part ending nya…

  43. I LOVE U ‘TBC’
    baik bnget muncul ditngah seru2nya cerita :3 -_-
    next’a udh ending yah?? heuhh oke deh,, lanjutkan

  44. Hah? Part 11 ending? Yaaaah, kok pendek benerrr biasanya sampe 15, 20 part baru ending.. Miyoung nya nih, ga peka2 emg yg berinisial AL itu donghae,!

  45. mwahahaha aduhhh suherr eon imey ngakak disini aduhhhh miyoung hae kalian berdua bikin gemes deh hahaha
    apalagi miyoung kkk kekeh bilang ama hae kalo dia udh menjalin hubungan ama yg nama inisialnya A.L kkk dan yeaaa yg di makud miyoung al itu hae kan kkkk youngi belum ngeh kalo al al yg di makud dia selama ini itu hae kkkk
    hae juga ttep yaaa sifat makanya ga pernah ilang tpi ukaaaaaa kkk :*

    pokonya ngakak eon baca part ini hehe kerennnn

  46. suka sama sikap miyoung yg ngehindarin dong hae,
    tapi ya ampun miyoung kenapa bilang pacaran sama A.L
    dia kan donghae aduh miyoung malu banget pasti >,<"
    pasangan ini beneran deh bodor pisaaan haha
    penasaran banget lanjut ke part ending ^^

  47. Couple niy bikin gemes..
    Kayak maen kucing”an ajah..
    Pertama Miyoung yang mengejar” cinta Donghae, sekarang giliran Donghae yang mengejar cinta dan kepercayaan Miyoung..
    Woah, Jangan” Miyoung beneran nyangka klo Donghae sebenarnya A.L *prok*prok* Makin penasaran,,

  48. Mmng hrus berjuang oppa untk mndptkn cintanya miyoung lagi..fighting oppa
    Miyoung udh punya pacar…mau bhong tpi ttep aja tu hae oppa^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s