Egoistic Man (12th Part)

Egoistic Man Ver 2

Tittle                       : Egoistic Man

Author                    : NtaKyung

Art Poster              : NtaKyung

Casts                      : Chou Zhoumi, Shim Miyoung, Shim Changmin, Shin Jaehee, Cho Kyuhyun and Lee Donghae

Genre                      : Action, AU(Alternate Universe), Drama, Romance, Thriller and Unrated

Length                     : Series [On Writing]

Rated                      : PG-15

Disclaimer              : Segala hal yang berada dalam fanfic ini, murni adalah imajinasi saya! Jadi, di harapkan untuk tidak meng-COPY-PASTE ataupu mem-BASHING fanfic ini!

*-Egoistic Man-*

<Flash Back Start>

Tubuhnya yang lemah, terbaring tak berdaya di atas ranjang, ada jejak air mata di kedua pipinya dan beberapa luka suntik di tangannya masih tampak sangat jelas.

Suara pintu yang terbuka perlahan, seolah mengalihkan perhatiannya. Ia menoleh tepat ke arah ambang pintu, menemukan sosok pria muda yang sebaya dengannya, bahkan memiliki wajah yang sedikit mirip dengannya.

Pria itu tersenyum getir kepadanya, duduk tepat di sampingnya. “Youngie-ya… aku benar-benar minta maaf.” Lirihnya, penuh dengan penyesalan.

Kerongkongannya terasa kering, mulutnya pun seolah sulit untuk di gerakkan. Tatapannya yang meredup, mulai terlihat memerah.

“Aku tahu, kau pasti membenciku sekarang. Tapi aku tak memiliki pilihan lain, aku harus menjaga kalian berdua… dan hanya ini… hanya ini satu-satunya pilihan yang dapat aku ambil.. jadi, maafkan aku, Youngie-ya..” Bisiknya, mengecup sekilas kening sang gadis yang tak lain adalah kembarannya sendiri, Shim Miyoung.

Miyoung menatap punggung pria itu yang semakin menjauhinya, nafasnya tersendat dan air mata pun tanpa dapat di tahan, kembali mengalir deras membasahi kedua pipinya.

Kedua bibirnya yang berwarna pucat pasi, bergetar karena menahan suara isak tangisnya. Ia menggeleng lemah, “Tidak seperti ini, Changmin-ah… tidak seperti ini.” Tangisnya semakin pecah, merasakan pengkhianatan dari kembarannya sendiri.

“Kenapa kau tak menyadarinya, Changmin-ah? Kau telah menyakiti semua orang… tak seharusnya kau membelanya… dia salah… dia salah, Changmin-ah.” Isaknya bergetar.

<Flash Back End>

*-Egoistic Man-*

Miyoung memeluk kedua kakinya yang menekuk, menundukkan wajahnya di antara kedua lututnya. Seluruh tubuhnya tampak bergetar karena menahan isak tangisnya, rasa takut dan tak percaya terus menghinggapi perasaannya.

Bayangan tentang masa lalunya yang menyakitkan, serta fakta bahwa ia justru melupakan itu, membuatnya sangat membenci dirinya sendiri. Selama ini dia telah mempercayai orang yang salah dan malah melupakan seseorang yang sedari dulu selalu berada di sampingnya, menyelamatkannya setiap saat.

Shim Changmin. Satu nama itu melintas dalam benaknya.

Kenapa dia harus melakukan semua ini kepadanya? Kenapa dia malah menutupi kebenaran darinya?

Benar-benar keterlaluan!

Sejujurnya, ingatan Miyoung tentang masa lalunya belum sepenuhnya pulih. Hanya saja, ia mulai dapat merangkai semua mimpi-mimpi serta informasi yang ia dapat dari istri Yoon Ahjusshi, dan ia akhirnya sadar, bahwa mimpi-mimpi itu bukanlah hanya sekedar mimpi buruk yang selalu menghantuinya.

Tapi itu adalah serpihan-serpihan kecil dari ingatan di masa lalunya. Miyoung memang tak sepenuhnya yakin jika apa yang di simpulkannya ini benar. Namun, hati kecilnya seakan memberi keyakinan padanya, mengatakan jika apa yang selama ini terus menjadi mimpi buruknya, rupanya merupakan kenangan di masa lalunya.

“Jangan memaksakan diri, Youngie-ya. Itu hanya akan menyiksamu.” Lirih Zhoumi, berdiri di samping ranjangnya tanpa sedikitpun berani menyentuh Miyoung.

Hening, gadis itu tak bersuara. “Miyoung-ah…” Panggil Zhoumi lagi.

“Bisakah kau tinggalkan aku sendiri?” Ujar Miyoung, masih dengan wajah tertunduk.

Zhoumi terdiam sesaat, memandang sedih pada sosok Miyoung. “Aku tidak akan kemana-mana. Aku akan tetap di sini.”

“Kumohon, Zhoumi-ssi. Biarkan aku sendiri!” Nada suara Miyoung, meninggi dan bergetar, ia jelas tengah menahan isak tangisnya agar tidak pecah.

Kedua telapak tangan Zhoumi mengepal kuat, raut wajahnya tampak terluka dan nafasnya terasa berat. “Terakhir kali aku meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini, kau menjadi gila dan bahkan melupakanku! Apakah sekarang aku harus menerima perlakuan itu lagi?!”

Deg!

Hati Miyoung mencelos, membayangkan dirinya yang menjadi gila dan melupakan satu-satunya orang yang selama ini selalu berada di sisinya, membuat luka hatinya bertambah.

“A-aku…” Miyoung berucap pelan, nyaris tak terdengar.

“Biarkan aku tetap di sini untuk menemanimu, Youngie-ya. Aku hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja… aku mohon.” Lirih Zhoumi, mendekati Miyoung dan merangkul tubuh gadis itu dengan erat.

Awalnya Miyoung ingin menolak, tetapi pertahanannya seolah hancur dan tangisnnya pun pecah dalam pelukan Zhoumi. “Aku tidak mengerti… kenapa semuanya harus seperti ini! Kenapa aku harus hidup seperti ini?!” Jeritnya frustrasi di tengah isak tangisnya.

Zhoumi tak mengatakan apapun, tetapi kedua matanya tampak memerah dan menyorotkan pancaran kesedihan sekaligus kemarahan. Urat-urat wajahnya menegang dan emosinya pun terasa meledak-ledak dalam hatinya.

“Semuanya akan baik-baik saja, Youngie-ya… percayalah padaku.” Bisiknya, melayangkan satu kecupan lembut di puncak kepala Miyoung dan tanpa terasa, air mata pun mengalir dari sudut matanya.

*-Egoistic Man-*

Derap langkah kaki yang terburu-buru itu melesat cepat melewati lorong rumah sakit, tepat di hadapan ruang UGD, langkahnya terhenti dan tatapan orang ini tertuju pada sosok pria yang kini tengah duduk dengan wajah tertunduk.

“Apa yang terjadi padanya, Taemin-ah?!” Tanya Changmin, begitu menyadari jika sosok pria itu adalah adik dari partner sekaligus sahabatnya sendiri, Lee Donghae.

Taemin menggeleng lemah. “Aku tidak tahu, Hyeong. Pihak rumah sakit meneleponku tadi siang, mereka hanya mengatakan jika Donghae Hyeong mengalami kecelakaan.” Ujarnya sedih, sepasang matanya sudah sembab karena menangis.

Donghae hanyalah keluarga satu-satunya yang Taemin miliki. Sejak dia berusia 10 tahun, orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat, dan saat itu pun Donghae masih berusia 17 tahun.

Mereka berjuang bersama-sama, bertahan hidup di tengah-tengah kota besar seperti Seoul ini. Beruntung orang tua mereka meninggalkan harta warisan yang tak sedikit, setidaknya harta itu bisa di gunakan sebagai biaya penunjang pendidikan Donghae maupun Taemin.

Tapi, lihatlah kondisi kakaknya sekarang! Dia tengah terbaring koma karena luka tusuk!

“Seorang suster menjelaskan padaku jika Donghae Hyeong mendapat luka tusuk yang cukup dalam di bagian perutnya!” Jelas Taemin dengan nada bergetar, “Aku takut, Hyeong! Aku takut jika Donghae Hyeong tidak akan bertahan!”

Changmin bisa merasakan kepedihan yang di alami Taemin sekarang. Dulu, dia pun pernah nyaris kehilangan adik yang sangat di sayanginya, dan itu semua di karenakan oleh… dirinya serta… Ayahnya sendiri yang… gila.

Mengenaskan bukan?

Changmin lantas menepuk pelan pundak Taemin, berusaha menenangkan pria yang baru saja menginjak usia 20-an ini. “Tenanglah, Taemin-ah. Donghae bukanlah pria lemah! Dia pasti dapat bertahan dan selamat dari mautnya. Percayalah…”

Taemin tak bersuara, hanya mengangguk lemah dengan wajah tertunduk sedih.

Sementara itu, pikiran Changmin melayang dan tertuju pada seseorang. Kedua tangannya mengepal kuat dan rahangnya pun mengeras.

“Taemin-ah, aku harus pergi sekarang. Terus kabari aku mengenai kondisi Donghae.” Ujar Changmin kemudian, segera berbalik pergi.

Kemarahan jelas terlihat di raut wajahnya yang menegang. Hanya ada satu tujuannya saat ini dan ia harus memastikannya sendiri, apakah yang di pikirkannya ini memang benar atau salah!

*-Egoistic Man-*

Hari itu langit tampak mendung, tak ada sedikitpun cahaya matahari yang terlihat. Hujan deras mungkin akan turun sebentar lagi.

Jaehee mendongakkan wajahnya, menatap langit sore ini dengan tatapan sayup. Telapak tangannya bergerak menyentuh perutnya yang masih rata, belum memperlihatkan jika dia akan menjadi seorang calon Ibu untuk 9 bulan ke-depan nanti.

Menyadari ada janin yang tengah tumbuh dalam rahimnya, secara naluriah Jaehee mulai mengusap pelan perutnya, tersenyum getir mengingat jika calon bayi ini akan terlahir dari seorang wanita seperti dirinya.

“Tidakkah kau akan kecewa, hm? Aku bahkan tak yakin dapat menjadi seorang Ibu yang baik.” Lirihnya, meneteskan air mata tanpa sadar.

Suara ketukan pintu yang di lakukan secara kasar dan berulang, membuat Jaehee menoleh ke arah pintu rumahnya. Ia lantas beranjak dari balkon apartementnya, hendak melihat siapa yang datang ke apartementnya. Dan Jaehee sedikit terkesiap kaget saat menemukan wajah Changmin yang tertangkap kamera depan apartementnya.

“Shin Jaehee! Buka pintunya! Aku tahu kau di dalam! Shin Jaehee!” Teriakan Changmin di luar terasa menyakiti gendang telinganya, Jaehee memejamkan matanya sejenak, berusaha untuk menguatkan dirinya.

Dan begitu yakin jika dia dapat menghadapi Changmin sekarang, maka Jaehee segera saja membuka pintu apartementnya. Tatapannya langsung bertemu pandang dengan sorot mata Changmin yang tajam dan dingin.

Kemarahan tampak jelas tergurat di raut wajahnya dan rahangnya pun mengeras, pertanda jika pria ini tengah menahan emosinya yang meledak-ledak dalam hatinya.

Changmin berjalan cepat menyudutkan tubuh Jaehee yang secara refleks bergerak mundur ke belakang. Tangannya segera menyentak tubuh Jaehee, mencengkram kuat pergelangan tangan gadis itu, tanpa peduli dengan rintihan kecil yang terlontar dari mulut Jaehee. Emosi seolah telah menguasai seluruh diri Changmin.

“Katakan padaku, siapa yang melakukan semua itu, eoh?! Apakah mereka salah satu dari rekan sialanmu itu?!” Teriak Changmin keras, “Atau mungkin kau sendiri yang melakukan semua itu, huh?! Katakan padaku, Shin Jaehee!” Cengkramannya bertambah kuat, membuat Jaehee semakin meringis kesakitan.

“Apa maksudmu? Aku tak mengerti satupun yang kau bicarakan!” Jerit Jaehee marah, dia berusaha memberontak melepaskan cengkraman tangan Changmin, tapi percuma saja.

Sepasang matanya melotot garang, “Berhenti bermain-main denganku, Shin Jaehee! Kau jelas-jelas tahu maksudku! Sekarang katakan padaku, siapa yang telah menyerang Donghae, katakan padaku Shin Jaehee!”

Jaehee membelalakkan matanya, terkejut dengan informasi yang di dapatnya. Pasalnya, ia tak pernah tahu jika ada mata-mata lain yang Zhoumi suruh, selain dirinya dan… Kyuhyun. Tapi, kenapa tiba-tiba saja ada seseorang yang menyerang Donghae? Zhoumi bahkan tak pernah memberi perintah untuk menyakiti para agen FBI ini, dia hanya menyuruh mata-matanya untuk menyampaikan informasi, hanya itu!

“Kenapa kau diam, Shin Jaehee?! Apa kau masih ingin berpura-pura di hadapanku?! Apa kau masih ingin terlihat suci di hadapanku, sialan?!” Geram Changmin.

Ribuan benda tajam seperti menancap tepat di dadanya, mengoyak seluruh isinya secara brutal, membuat hati Jaehee seperti di cabik-cabik,  rasa nyeri dan ngilu langsung menyebar ke seluruh organ tubuhnya.

“Shin Jaehee, jawab aku!” Tuntut Changmin. Ia mengguncang kasar tubuh Jaehee.

Sadar jika perlakuan Changmin dapat membahayakan sang janin yang tengah tumbuh di dalam rahimnya, membuat Jaehee ketakutan setengah mati.

Seluruh keberanian dan ketangkasan yang selalu tertanam dalam dirinya seolah memudar dan tergantikan dengan perasaan terancam, tersakiti dan… di khianati.

“Aku tidak tahu apapun! Aku tidak tahu!” Jerit Jaehee frustrasi, ia mendorong keras tubuh Changmin dan ia berhasil terlepas dari cengkramannya!

Jaehee mundur beberapa langkah, matanya menatap penuh kekecewaan sekaligus frustrasi pada sosok pria di hadapannya. Seorang pria yang tak lain adalah calon dari bayinya kelak, serta… pria yang telah berhasil merenggut pertahanannya, membuat Jaehee jatuh cinta hanya kepadanya, Shim Changmin.

Changmin mengepal tangannya erat-erat, lalu meninju keras dinding di sampingnya, seolah meluapkan seluruh kemarahannya. Nafasnya memburu dan tatapannya masih tetap dingin.

“Jangan membuatku melukaimu, Shin Jaehee! Sekarang cepat katakan padaku!” Tuntutnya.

Jaehee mulai merasakan kedua matanya memanas, “Aku benar-benar tidak tahu apapun! Tidakkah kau mempercayaiku?!” Desisnya, terlihat putus asa.

“Kenapa kau bisa berpikir aku yang melakukannya? Sementara aku di sini!” Jaehee kembali berteriak frustrasi, ia mengusap wajahnya dengan kasar. “Sialan! Masihkah kau berpikir jika aku yang melakukan itu?! Aku sedang mengandung, Shim Changmin! Aku masih berpikir waras untuk tidak mencelakakan calon anakku sendiri!”

Deg!

Emosi yang sejak tadi menguasainya perlahan menyurut, kepalan tangannya mengendur dan tatapan matanya pun sedikit melembut. Ada kesedihan bercampur keterkejutan yang bersarang di hatinya.

Untuk beberapa saat, ia lupa jika Jaehee kini tengah mengandung anaknya dan pria macam apa dia ini yang tega menuduh seorang wanita yang tengah mengandung anaknya sendiri?!

Apakah dia akan berakhir seperti Ayahnya? Menjadi seorang pria brengsek yang merusak seluruh impian kedua anak-anaknya, dan pada akhirnya bersembunyi di belakangnya untuk mendapatkan perlindungan!

Apakah dia akan menjadi sosok Ayah yang brengsek seperti mendiang Ayahnya?

Changmin menggeleng cepat, mengusir semua kenangan masa lalunya yang pahit. “Argh!” Ia mengerang keras, menghempaskan dengan kasar benda apapun yang ada di dekatnya.

Jaehee terkesiap kaget, berjalan mundur dengan ketakutan, panik jika perlakuan Changmin ini akan melukai dirinya dan sang calon bayi.

“Brengsek! Brengsek! Kenapa kau harus melakukan semua ini kepadaku, Shin Jaehee!” Pria itu menggeram penuh emosi, kembali menatap Jaehee dengan sorot mata tajam.

Kedua mata Jaehee sontak melebar begitu melihat langkah cepat Changmin yang semakin lama semakin mendekatinya, Jaehee nyaris menjerit dan menghindar, tetapi semua rasa takut itu menghilang begitu sepasang tangan kokok itu merengkuh tubuhnya, memeluk tubuh Jaehee dengan sangat erat.

Mulut Jaehee tergagap, matanya bergerak gelisah, takut jika Changmin akan melakukan sesuatu kepadanya. “C-Changmin-ah…” Bisiknya dengan suara bergetar.

Changmin semakin mengeratkan pelukannya, menenggelamkan kepalanya di antara ceruk leher Jaehee dan tak berapa lama, Jaehee dapat merasakan air mata Changmin yang mulai mengalir membasahi kulitnya.

“Changmin-ah…” Jaehee semakin memberanikan dirinya untuk memanggil nama pria itu, tetapi ia dapat merasakan seluruh tubuh Changmin kini bergetar kecil.

“Hanya katakan padaku jika kau bukanlah bagian dari mereka, Jaehee-ya. Katakan sekali saja… dan aku akan mempercayaimu seumur hidupku, kumohon.” Suara bisikan Changmin terdengar bergetar, tenggelam dalam isak tangisnya yang tertahan.

Jaehee tak bersuara maupun bergerak. Terlalu terkejut dengan apa yang terjadi sekarang.

Changmin masih memeluk tubuhnya dengan erat, berusaha melenyapkan seluruh memori masa lalunya yang terasa pahit dan menyakitkan.

“Aku membutuhkanmu, Jae-ya… kumohon, hanya katakan padaku, jika kau bukanlah salah satu bagian dari mereka dan aku… aku…”

Jaehee menarik tubuh Changmin dari pelukannya, membuat hati Changmin kecewa dan terluka, berpikir jika mungkin Jaehee akan tetap mengakui jika gadis itu adalah bagian dari kelompok Dragon Dark.

Changmin sadar, jika dia seharusnya membenci Jaehee dengan seluruh jiwanya. Membuat Jaehee membusuk di penjara atau apapun itu yang bisa ia lakukan pada salah satu anggota mafia Dragon Dark yang paling sangat di bencinya.

Tetapi, tidak untuk Jaehee. Gadis ini pengecualian baginya. Dia hanya butuh gadis untuk berbohong kembali kepadanya, mengelak semua yang di tuduhkannya dan Changmin akan benar-benar puas dengan jawaban itu.

Sungguh. Dia akan kembali mempercayai gadis itu dengan sepenuh jiwanya. Karena dalam lubuk hati Changmin yang terdalam, dia begitu sangat mencintai Jaehee. Mencintainya sampai-sampai dia rela menutupi semua identitas Jaehee yang sebenarnya.

Atau bahkan… mati untuk Jaehee. Dia akan rela melakukannya.

Namun, kegelisahan serta kesedihan yang menggerogoti hatinya, seketika menghilang saat ia merasakan bibir manis Jaehee yang menyapu lembut bibirnya.

Changmin tak melewatkan kesempatan ini, di rengkuhnya pinggul Jaehee dan ia pun mulai membalas ciuman Jaehee. Sebuah ciuman lembut yang terasa manis dan dalam, sama sekali tak menuntut ataupun memaksa.

Jaehee kemudian menjauhkan wajahnya, menatap sayup pada Changmin. “Aku milikmu, Changmin-ah… hanya kau yang berhak atas diriku.” Bisik Jaehee pelan.

Jaehee mungkin akan menyesali ucapannya ini suatu saat nanti. Tetapi, jika hal ini dapat membuatnya dapat bersama Changmin selama-lamanya, mungkin dia tak akan berpikir dua kali untuk hal ini.

Biarlah dia mengikuti apa yang di rencanakan Zhoumi, terjebak dalam lingkaran kehidupan Changmin. Toh, memang hal ini lah yang di inginkannya semenjak mengenal Changmin.

Jaehee tak ingin kembali bergelut di dunia mendiang kakaknya, dunia yang telah berhasil merenggut nyawa kakaknya secara kejam. Untuk sesaat ini saja, Jaehee ingin melupakan semua itu.

Melupakan dendamnya, melupakan keingin tahu-annya tentang siapa pembunuh kakaknya yang sebenarnya.

Hanya untuk saat ini, biarkan dia merasa bahagia bersama Changmin. Melupakan segala masalah yang terus dan terus menghampiri mereka berdua.

*-Egoistic Man-*

Zhoumi beringsut perlahan dari atas ranjangnya, meninggalkan Miyoung yang sampai saat ini masih tertidur lelap. Semalaman, gadis itu terus menangis tanpa henti, menggumamkan sesuatu yang tak jelas.

Dan tentu saja, melihat keadaan Miyoung yang seperti ini membuat Zhoumi merasa sedih sekaligus marah juga. Demi ke-egoisannya yang menginginkan kenangan Miyoung untuk kembali, hanya demi dia ingin Miyoung kembali mengingatnya.

Kini, dia harus membayarnya dengan melihat kondisi Miyoung yang terus tersiksa dengan kenangan masa lalunya yang menyakitkan.

“Maafkan aku, Youngie-ya…” Gumamnya, mengecup lembut bibir Miyoung dan bergegas pergi dari kamar itu.

Tanpa di sadari oleh Zhoumi, Miyoung telah terbangun dari tidurnya, membuka perlahan kedua kelopak matanya dan menatap sedih pada sosok Zhoumi yang menghilang di balik pintu.

“Ini bukan salahmu, Zhoumi-ya… ini salahku.” Bisiknya, menggigit bibir bawahnya sendiri, berusaha untuk tidak menangis lagi.

Dia sudah terlalu lelah untuk menangis dan rongga dadanya pun menyempit, membuatnya begitu sulit untuk bernafas dengan benar.

*-Egoistic Man-*

Zhoumi berjalan menuruni anak tangga, berbelok menuju ruangan perpustakaan. Cahaya di ruangan itu tampak terang, menandakan seseorang tengah berada di dalam sana.

Dan begitu ia masuk ke dalam sana, ia menemukan sosok Kyuhyun bersama Haneul yang tengah duduk lemah di atas kursi rodanya.

Raut wajah Zhoumi berubah datar, memandang secara bergantian pada kedua orang itu. Ia sendiri yang menyuruh Kyuhyun dan Haneul untuk datang kemari.

Dengan menyiapkan jet pribadinya secara mendadak siang kemarin, akhirnya Kyuhyun dan Haneul di terbangkan menuju Swiss. Sesuatu yang sebenarnya terlalu sulit untuk di lakukan karena kondisi Haneul yang baru saja terbangun dari komanya.

Namun, ia terpaksa melakukan semua itu. Kemarin siang, Kyuhyun meneleponnya secara mendadak, mengatakan jika dia dan Haneul membutuhkan perlindungannya.

“Jadi, katakan padaku… apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Zhoumi tanpa berbelit-belit, langsung pada topik pembicaraannya.

Kyuhyun tampak acuh dengan tatapan datar Zhoumi. Seolah, ia sudah terbiasa menerima perlakuan sinis Zhoumi. “Aku membunuhnya.” Ujarnya menggantung, cukup mengejutkan Haneul yang masih tampak lemah itu.

Haneul memekik tertahan, mencengkram panik tangan Kyuhyun. “Siapa yang kau maksud, Kyuhyun-ah? Kenapa kau tak mengatakan apapun padaku?!”

Kyuhyun tetap tak bergeming, memilih untuk membalas tatapan dingin Zhoumi daripada harus menatap tatapan sedih dan kecewa Haneul, yang mungkin akan membuat semua pertahanannya hancur.

“Lee Donghae. Aku telah membunuhnya.” Lanjut Kyuhyun. “Terlalu banyak hal yang dia tahu… termasuk, keadaan Haneul sekarang. Aku… terpaksa melakukannya.” Ada kesedihan yang tersirat di perkataannya, seolah ia menyesali apa yang telah di perbuatnya.

Tetapi semua sudah terjadi, tak ada yang bisa ia lakukan selain memohon perlindungan dari satu-satunya pria yang kini berdiri di hadapannya.

Haneul terkesiap, membekap mulutnya sendiri dan tanpa terasa air matapun mengalir dari ujung matanya. “Kenapa kau melakukan itu, Kyuhyun-ah! Kenapa kau harus melakukan hal itu?! Jika kau melakukan itu, kau sama saja sama sepertinya! Kau sama-sama pembunuh seperti pria itu!” Jerit Haneul kecewa, meremas kuat tangan Kyuhyun.

Namun, Kyuhyun masih tetap tak berani menatapnya. Ia berusaha untuk terlihat tegar dan kuat, menatap Zhoumi dengan sorot mata memohon.

Tatapan Zhoumi masih terlihar dan dingin, tak sedikitpun memperlihatkan simpatinya.

“Kenapa kau harus membunuhnya, Kyuhyun-ah?” Tanyanya kemudian. “Kau tahu, jika ini bukanlah hasil yang aku inginkan dari rencana yang kubuat.”

Telapak tangan Kyuhyun mengepal kuat dan rahangnya pun mengeras. “Aku hanya ingin menyelamatkan gadis yang aku cintai, sama sepertimu, Zhoumi-ya…”

“Tapi tidak dengan membunuh orang lain!” Tekan Zhoumi, nadanya memang terdengar tenang, tapi ada kekecewaan yang terselip di suaranya.

“Aku terpaksa!” Teriak Kyuhyun frustrasi, musnah sudah kesabarannya. “Sudah kukatakan padamu, dia tahu keberadaan Haneul! Dan jika saja dia menyelidikinya lebih jauh lagi, maka…” Ucapannya tersendat di kerongkongannya, kepalan tangannya semakin kuat, menyebabkan kuku-kuku jarinya dapat melukai kulit tangannya sendiri.

“Maka dia akan tahu, jika Haneul adalah salah satu tersangka yang terlibat dalam tragedi pembunuhan berantai yang di lakukan pria tua bajingan itu! Dan kau tahu dengan jelas, jika Haneul terpaksa ikut terlibat dalam pembuatan obat beracun sialan itu! Jika saja Donghae mengetahui semua itu, Haneul jelas akan menerima hukuman mati atas segala perbuatan yang dia lakukan! Demi tuhan, Chou Zhoumi! Bahkan Haneul melakukan itu karena terpaksa karena pria tua gila itu!” Nafas Kyuhyun memburu, semua emosinya langsung saja tumpah tak bersisa.

Air mata yang mengalir di kedua sudut mata Haneul pun semakin deras, wajahnya pun menunduk sedih. Ingatannya kembali pada kejadian itu, kenangan masa lalunya yang teramat menyakitkan dan mengerikan.

Raut wajah Kyuhyun berubah murung, tatapannya meredup dan ia pun terjatuh di antara kedua kakinya, bersimpuh dengan wajah tertunduk di hadapan Zhoumi.

“Kyuhyun-ah…” Panggil Haneul lirih, tak sanggup melihat sang pria yang di cintainya itu kini terlihat tak berdaya dan putus asa.

Kyuhyun terlalu termakan oleh emosinya, sehingga ia terbelit dalam masalah yang rumit. Ia terpaksa membunuh sahabatnya sendiri demi menyelamatkan dirinya, dan Haneul tak tahu harus berbuat apalagi, perasaan bersalah sekaligus sedih langsung hinggap dalam hatinya.

“Kumohon, Zhoumi-ya… biarkan aku melindungi gadis yang kucintai ini.” Ujarnya dengan nada bergetar, menahan tangisnya agar tidak pecah. “Aku hanya ingin melindunginya dan menjaganya.. sama seperti dirimu, yang bahkan rela menjadi tersangka utama atas kematian sahabatmu itu…”

Garis-garis di raut wajah Zhoumi berubah menegang, ingatannya kembali di putar balik pada kejadian saat Shindong meninggal tepat di hadapannya.

Bukan karena tangannya yang tengah memegang pistol saat itu, melainkan karena sesosok gadis yang tengah berdiri tepat di belakang Shindong, terlihat kalut, terkejut dan bingung.

<Flash Back Start>

“Zhoumi-ah, tidak ada waktu lagi untuk berpikir… sekarang. Waktunya.”

Sesaat, Zhoumi memandang ke arahnya dan Shindong membalas tatapan enggan pria itu dengan seulas senyuman hangat. Seakan pria ini telah pasrah menerima takdirnya, ia hanya akan menunggu pria itu untuk membunuhnya dan ia akan mati dengan tenang.

“TIDAK!”

Dor! Dor! Dor!

Kedua mata Zhoumi membulat, jantungnya seolah berhenti berdetak dan secara refleks ia pun berlari mendekati tubuh Shindong, menangkan tubuhnya yang terjatuh tak berdaya ke atas tanah.

Matanya bergerak cepat, menangkap sosok gadis yang berdiri tak jauh dari mereka, terlihat kebingung, frustrasi sekaligus terkejut.

Zhoumi seolah kehilangan kata-katanya, “Miyoung-ah…”

Gadis itu masih tampak kalut di tempatnya, kedua tangannya yang memegang pistol -yang ia gunakan untuk menembak Shindong tadi- terlihat bergetar hebat.

“A-aku tidak tahu, Zhoumi-ya…” Ujarnya dengan bergetar, “A-aku hanya berpikir jika dia… dia akan membuat situasi kita terancam.. a-aku tak sadar jika… aku… aku…” Miyoung lantas menjatuhkan pistol itu, mulai berjalan mundur dengan ketakutan.

“Miyoung-ah…” Zhoumi memanggil lirih namanya, tetapi gadis itu begitu kalut, ketakutan dan panik.

“Tidak! Tidak! Maafkan aku, Oppa… maafkan aku!” Ia mulai menjerit histeris, menangis di tempatnya tanpa sedikitpun berani mendekati sosok Shindong yang tengah merenggang nyawa dengan nafasnya yang terputus-putus.

Shindong tersenyum getir, ia lantas segera mendorong tubuh Zhoumi dengan sisa kekuatan yang masih tersisa. Kedua tangan dan pakaian Zhoumi sedikit di lumuri darahnya.

“Pergilah, Zhoumi-ah… cepat bawa Miyoung pergi dari tempat ini!” Ujar Shindong sedikit kepayahan untuk mengatakan kalimat panjang itu.

“Tapi Shindong-ah…”

“Pergilah! Kumohon, jangan sia-siakan kematianku ini! Pergilah dan bawa pergi Miyoung dari tempat ini, pergilah dan temukan kebebasan kalian!” Seru Shindong, mendorong lagi tubuh Zhoumi dengan gerakan lemah.

Sejujurnya, Zhoumi tak mampu meninggalkan Shindong sendirian di tempat ini, terlebih dengan para polisi yang tengah mengejar mereka. Tetapi, tatapannya beralih pada sosok Miyoung yang seperti kehilangan kendali.

Gadis itu tampak terpuruk dan seperti tengah bergulat dengan peperangan batinnya. Gadis ini seperti telah kehilangan kewarasannya, terlalu tertekan dan ketakutan dengan semua kondisi yang menimpanya ini.

“Pergilah, Chou Zhoumi!” Sentak Shindong lagi.

Dan pada detik selanjutnya, Zhoumi lantas berdiri dan berjalan menghampiri Miyoung. Di tariknya tangan gadis itu, membawanya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.

Samar-samar, Zhoumi mendengar sebuah teriakan serta suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah mereka.

Dan terakhir yang Zhoumi ingat adalah, ia terbangun di sebuah rumah sakit dengan sosok Yoon Ahjusshi yang menunggunya. Dia mendapatkan luka tembak di bagian punggungnya yang bahkan masih berbekas sampai sekarang.

Dan di hari itu juga, Zhoumi kehilangan dua orang yang paling berharga dalam hidupnya. Shindong yang merupakan sahabatnya sejak dulu, serta… Shim Miyoung, seorang gadis yang sangat di cintainya.

Itulah hari dimana ia tak lagi bertemu dengan Miyoung. Hari di mana akhirnya Miyoung mengalami tragedi yang membuatnya melupakan semuanya dan bahkan… dirinya sendiri.

<Flash Back End>

“Sama sepertimu, Zhoumi-ya… aku berusaha melindungi kejahatan yang tak sengaja telah di lakukan Haneul. Seperti kau yang melindungi Miyoung dari kejahatan yang dia lakukan. Menutupi kebenaran dari adik sahabatmu sendiri… jika pembunuh Shindong yang sebenarnya bukanlah dirimu, melainkan Miyoung.”

Zhoumi terdiam sesaat, ia menghembuskan nafasnya dengan berat.

“Berdirilah, Kyuhyun-ah…” Suruhnya.

Kyuhyun menggeleng, bersikeras melakukan semua ini sampai akhirnya Zhoumi bersedia untuk membantunya, menggunakan segala kekuasaannya untuk melindungi Haneul dan dirinya.

“Aku akan membantumu.” Ujar Zhoumi akhirnya, membuat Kyuhyun mendongak dan seulas senyum penuh kelegaan tampak di kedua sudut bibirnya.

Tetapi, senyuman itu seketika memudar saat tatapannya tak sengaja bertemu pandang dengan sepasang manik mata berwarna hitam yang tengah memandang ke arahnya.

“Miyoung-ssi…” Ujarnya kemudian, membuat tubuh Zhoumi sontak menegang dan ia pun segera memutar kepalanya, menoleh pada sosok Miyoung yang kini tengah berdiri tepat di ambang pintu yang sedikit terbuka.

Gadis itu masih tetap tak bergeming di tempatnya, sepasang matanya tampak berair dan memerah, mulutnya mengatup rapat.

Haneul pun begitu terkejut saat melihat sosok Miyoung. Rasanya, gadis itu berbeda sekali dengan terakhir kali ia bertemu dengannya.

Jika dulu, ia bertemu Miyoung dengan sekujur tubuhnya yang di penuhi luka. Maka, saat ini gadis itu tampak baik-baik saja. Bahkan, kondisinya lebih baik daripada dirinya sendiri.

“Miyoung-ah…” Panggil Zhoumi, segera berjalan cepat ke arahnya, berharap jika gadis ini sama sekali tak mendengar apapun yang di katakan Kyuhyun tadi.

Tatapan Miyoung menerawang jauh, dan sedetik kemudian ia menggeleng lemah, segera berjalan mundur untuk menghindari sosok Zhoumi yang semakin mendekatinya.

“Kau membohongiku!” Pekik Miyoung keras, “Kau membohongiku, Chou Zhoumi!” Nada suaranya semakin meninggi dan seolah-olah air mata tak pernah habis mengalir dari kedua matanya, tangis gadis ini pun kembali pecah untuk kesekian kalinya.

“Miyoung-ah…” Sorot mata Zhoumi tampak terluka, ia semakin mendekati gadis itu tetapi Miyoung terus berjalan menghindarinya. “Kumohon, kau harus mendengarkanku…”

“Tidak! Kau membohongiku! Kau pembohong! Kalian semua sama! Pembohong!” Jeritnya histeris, emosinya meledak-ledak dan ia seperti kembali kehilangan kewarasannya.

Dengan gerakan cepat, Zhoumi segera menarik tubuhnya, memeluknya dengan erat, tak peduli dengan penolakan Miyoung maupun gerakan tangannya yang memberontak.

“Tidak, lepaskan aku! Jangan sentuh aku!” Jeritannya semakin menjadi. Tapi kemudian, ia mulai merasa jijik pada dirinya sendiri.

Sudah jelas jika dia yang telah membunuh pria bernama Shindong itu, tetapi dia malah justru menyalahkan Zhoumi, menyebutnya pembunuh dan bahkan terus menghinanya.

Miyoung menenggelamkan kepalanya di dada Zhoumi, menangis dengan histeris. “Kenapa kau tidak mengatakannya padaku, Zhoumi-ah? Aku pembunuh! Aku seorang pembunuh!”

Zhoumi menggeleng sedih, mengeratkan pelukannya pada tubuh Miyoung. “Tidak, kau bukan seorang pembunuh, Youngie-ya…” Lirihnya sedih.

Dan Miyoung tak mengatakan apapun lagi, ia hanya terus menjerit dan menangis histeris di dalam pelukannya, merasa benar-benar jijik pada dirinya sendiri.

Dia… adalah seorang pembunuh.

Kata-kata itu terus terngiang-ngiang dalam benaknya, seakan mengambil kewarasannya secara perlahan-lahan. Sama seperti kejadian 6 tahun lalu.

To Be Continued…

Note : Kyaaaaaaaaaa… Udah deh gak bisa berkata-kata lagi nih… Aku sendiri udah bingung dengan isi dalam cerita fanfic ini… LOL #plaak!plaak!! XDD #nyengirkuda

Huhuhuhu, tadinya fanfic ini gak akan di publish minggu ini… cuman ada beberapa readers yang minta buat update cepet part ini… dan udah deh, pasrah sama hasilnya… maafkan jika ada typo dan lain-lainnya… aku gak sempet ngedit coz waktunya mepet… >,< Zzzzz

Ya, tapi berharap semoga part ini bakalan tetep menghibur para My Lovely Readers… ^^ Gimana? Mulai sedikit terjawab kah pertanyaan kalian semua? Tentang alasan kenapa dia terpaksa nusuk Donghae, dan tentang siapa pembunuh Shindong yang sebenarnya… Oh dan untuk salah satu readers dengan nama Id komentar >> Umi_ali, selamat ya… kamu berhasil nebak kalo pembunuh sebenarnya adalah Miyoung… muehehehehehe #ketawanista LOL #ditabokmasal

Oke deh, cukup cuap-cuapnya… Hihihi, intinya yang baca jangan lupa komentarnya yaa.. hehehe biar authornya tambah semangat buat lanjutin fanficnya, apalagi sebentar lagi ff ini sudah hampir mendekati ending… Hohoho Akhir kata, I LOVE YOU ALL… #XOXO ^o^

Iklan

122 thoughts on “Egoistic Man (12th Part)

  1. Akhirnya egoistic man keluar lagi yeiy…
    Wah dicerita ini kasus kematian shindong terungkap bahwa miyoung melakukannya. Zhoumi aku gak nyagka sebesar itukah cintamu sampai melindungi miyoung aku gak tau kalo jaehee tau sebenarnya. Mimin hebat buat cerita seperti ini. Dilanju terus ya.keep writing 🙂

  2. Aaahhh sumpah, nta-ssi . Aku selalu nungguin fanfic inii >.< Sumpaahh ini kereeenn pake bangeett .. Four thumbs for you and this story (y)

    Next part jangan kelamaann .. Plliiissss *kedipin mata* *maksa* 😀

  3. Ternyata…..kok beda jauh nih ama khayalanku…he he
    Kirain changmin yg membunuh eh ternyata miyoung….
    Sip sip ceritanya makun jelas
    Tapi kok miyoung dibuat mal praktek ayhnya knp ya….
    Trus apa sampai skrg ayhe msh hidup….
    Trus kok henul bs terlibst…
    Hmmmm…..ayo eon cpt publish part slanjutnya he he he

  4. aq bener” kaget . ternyata pembunuhnya miyoung bukan zoumi . trus masa lalu changmin yg asli tuh gimana sih eonni ?

  5. wah gak nyangka bgt bakalan kayak gini ceritanya…diluar dugaan bgt…tp keren bgt ni ff paling di tunggu kemunculannya….
    next part semangat buat authornya…

  6. Wah ….. Akhir nya publish jg ….
    Myeong srorang pembunuh ??
    Haneul jg trlibat dlm kasus kjahatan???
    Bner” eon jln critanya gak mudah d tebak ….

  7. Waoooow.. fantastis.. jadi miyoung yang ngebunuh. kasian miyoung nih jadi histeris gtu.

    Shin jahee kalau tau yang sebenarny gimna reaksinya.

    Demi orang yang mereka cintai mereka rela berbuat apapun! .

    Ok.. ditunggu next partny. Smakin penasaran.

  8. Ya ampunnn ..
    Sungguh ironis jadi miyoung ..
    Ternyata miyoung yg membunuh shindong .
    Akhir’a sedikit2 masalah’a terbuka ..
    Trus aqu masih gk ngerti changmin ngapain miyoung ??

  9. suka part ini , makin lama rahasia-rahasia masalalu miyoung makin terkuak..
    ommo~ jaehee sama changmin semoga bisa baikan.. =))

    thanks unni , udah publish part 12’nya.. =D
    kemaren kemaren di tunggu banget.. ^_^ 🙂

  10. Arrghhh . . .
    Npa ruz da TBc’a c ,lg asyik bca,hUftz. . .
    Kereeennn bgtz ff’a, sUmpah..
    Q suuukkaaa….
    PenasaRan , next part dtnggu ea..
    Jgn lama2 plizzzz….!!

  11. Kurang panjanggggg hahaha….
    Semakin seru, fakta sedikit demi sedikit mulai terungkap, keren deh, ditunggu part lanjutannya
    Keep writing ^^

  12. gilaaaaaaaaaa
    eonni sumpah makin keren bgt eonn,,,,,,,,,, semua epep yg eonni buat berasa kya bkn sebuah epep pi berdasarkan kisah nyata, ngena bgt eonn,,,,,,, chukkae, n gomawo eonni

  13. Omooooo aq ngga nyangka yang bunuh sindong ternyata miyoung…kyanya bakalan banyak yang terungkap setelah ini….masih pertanyaan siapa yang diracuni haneul???

    Ditunggu. Part berikutnya….

  14. Jadi miyoung yg ngebunuh shindong?? Ckck gak nyangka tak kira’in zoumi eh malah miyoung dan sekarang konflik’a makin banyak aduh kok semua orang punya masalah sih oh gak sabar nunggu kelanjutan’a ayo unn semangat nulis’a n lanjutin semua ff yg belum end 🙂

  15. Waaaaaaaa, ternyata yg ngebunuh miyoung astagaaa. Masa lalu nya suram sekalii. Donghae kenapa mati:” changmin sama jaehee balik lagii yuuk jangan saling marah gituu kekeke. Yaa disini udah kejawab siapa yg bunuh shindong… dan itu ternyata miyoung, kasian bangett sih miyoung nya. Udah ingatannya hilang, ayahnya jahat ini juga apa lagi haha. Aaaa, next part eon! Keep writing and fighting yoo~ ^^

  16. Meleset..
    Trnyata youngie pmbunuhnya!
    Spertiny nech dah mau end y??
    Hampir smua rahasia trbongkar sudah, tinggal tunggu kputusn takdir mereka satu per satu dtangan author.. Hehee
    btw, aq ingin happy end utk smuany..y..y.. ^^

  17. di part ini banyak banget kejutannya
    bener2 gak nyangka
    berharap akhirnya happy end , soalnya semuanya terlalu pada bnyak menderita hehe
    ditunggu kelanjutannya ^^

  18. wowwwww diluar dugaan ku , aku kira siapa ehh Minyoung ternyataa ,,, Changmin mahh gitu mana ad org hamil mau membunuh bukan cuma keselamatan anak ny aja tp emang gk boleh kan

  19. Udah lega soalnya udh mulai kejawab sedikit demi dikit siapa yg salah d masa lalu…kyu dan zhoumi sama2 dlm posisi yg ckp sulit untuk melindungi org yg d cintai…semoga next chapnya cept d update yah..hehe..semangat trus nulisnya

  20. Ya ampun jdi yg bunuh shindong itu miyoung:o sumpah eon gak ketebak banget klau miyoung.
    Huhuhu;( kasian miyoung jdi frustasi.
    Semoga semua masalah cepet selesai and happy ending.
    Oke ditunggu part selanjutnya eonni #HWAITING

  21. Sama-sama saling menjaga orang yang dicintai… Errrr ceritanyaaaaaa keren bangeeettt … Satu persatu mulai terbongkar, Gak nyangka ternyata Miyoung yang membunuh Shindong uhh …
    Suka banget sama scene-nyaa Changmin-Jaehee mereka manis banget,, ahhh pkonya
    ditunggu kelanjutannya dehh :))

  22. Jadi mereka saling melindungi sih sebenernya cuma ditambah bumbu bumbu romantisme ckck. Aaa lupa ceritanya akhirnya baca sekilas prev chap.
    Tak tunggu eonni lanjutannya :3

  23. Wuaaaa kaget dengan kenyataannya.. korbannya si ‘pria gila’ (ayahnya Miyoung & Changmin) itu banyak ya… dan itu Changmin melindungii ayah nya ya??
    suka banget sama Zhoumi dan Kyuhyun yg cinta matee dan rela berkorban demi sang kekasih hati. Semoga Donghae gapapa ya.
    thor ini cerita makin seru, aku gak merhatiin typo saking serius nya baca,
    jangan lama-lama ya di publish lanjutannya… jebal *puppy eyes*
    Thanks thor :* love u too

  24. Ehh? Jadi pembunuh shindong itu Miyoung? Aku malah ngiranya Zhoumi.. Ahaha.. Ff nya bener2 ngga ketebak.. Daebakk!!!
    Ah, sekarang uda mulai tau masalalu Miyoung, sama Zhoumi juga.. Jadi makin penasaran sama lanjutannya..
    Next part ditunngu Eon.. 😀

  25. Ya ampuunn… Baru juga mau bahagia…
    Kasihannya..
    Hidup emang ngak bisa ditebak kapan berada diatas dan kapan jatuh terhempas..
    Akankah kuat saat kita jatuh terhempas?!

  26. wah feelnya dapet banget ^^ sedih pas tau ternyata miyong pembunuhnya 😦 semoga miyong jdi gak gila,terus kok changmin gak berusaha nyari miyong lgi? next ditunggu ya eoni 🙂

  27. Aigoo..jd yg nembak shindong itu miyoung????trz apa jd’y klo smpao jaehee itu klo tnyta miyoung’lh yg udh nembak ka”y????b’harap sich miyoung gkn jd gila lg stlh tw k’bnran’y…
    Semakin d’bkin penasaran sm akhr cerita’y bkl ky gmn????

  28. sumph eonnie, ini fanfic paling ter-complicated permasalahannya dan tak terduka.. asli bagus bangeeetttt!! bikin pembaca makin menduga-duga sama jalan ceritanya.. good job eonnie^„*

  29. awalnya aku pikir changmin yang bunuh shindong tak taunya minyoung sendiri duhhhh makin jelas semuanya apa ini mau ending ya next next chingu sumpah penasaranku dan level dewa ini kisah mereka bikin gregetan

  30. BUSEEEEEEEEETTTT…….!!!!

    SEMUA PREDIKSIKU MELESET SEMUA…!!!!! AAAARRGH…!!!!

    SRIUS!! ini semua diluar dugaan.gk nyangka klu miyoung yg membeunuh sindong.untungnya,ini msh crita untung yah…untungnya miyoing mlakukan itu bukan sengaja.dia hanya mrasa shindong mengancamnya dan zhomi.
    jd ufh jelas disni knpa zhomi nyuruh jaehee mendekati miyoung.

    trus, gk nyangka klu haneul jg terlibat soal obat2n itu,yg ternyata atas unsur keterpaksaan.

    aishh…semua hayalanku mleset bah.hanya beberapa yg bner,yg :
    1, zhomi dan changmin bersikap seperti skrg ini hanya demi melindungi miyoung.
    2.dalang dari semua kekacauan yg terjadi adalah Tn.SHIM yg ternyta psyco!!

    ampun dah…aku bingung mw komen apa.ini masalah komplikated banget.benr2 rumit.argj! mesti bca ulang lagi…

    ntaaaaaaa………aku suka part ini dah! semua misteri hampir teeungkap.lanjuuuuut kan! !! mesti sad ending yaahh..trutam bagian jaemin!!!! :3

    • ada yg lpa..

      gk nyangka kisah masa lalu miyoung begtu buruk.disiksa ayah sendiri dan dibohongi saudara sendiri meskipun demi kabaikannya.

      cih! ayah mcm apa lah tn.shim iyu nyiksa anak perempuannya sendiri sampai segitunya. #emosi!

      donghae koma dan kyupil masih terrsulut DENDAM!!!

      AWW!!

      • Dan donghae selalu menjadi pihak iank sakit , mengalah, dan terlibat dlm cinta segitiga iank tak terbalas D ff.nya nta eonn.. kadang se… apa karna wajah.nya iank lembut dan sikap.nya iank terlalu baik… hogogo

  31. oh no,jdi miyoung pembunuhnya??

    cinta zhoumi wat miyoung besar bgt,sma kya kyuhyun.

    mudah2n,donghae selamat, dan miyoung bisa nerima zhoumi n mempercayai nya.

    nta eonie, sungguh penasaran akan kelanjutan ceritanya.

  32. aduh aduh
    makin gila aja nih ceritanya
    jadi penasaran apa yang sudah dilakukan papinya anak kembar itu

    Semangat Eonni

  33. Part ini bnyk bgt kejutannya yg ga dsangka.sangka
    keren bgt alur ceritanya
    smg ad akhr yg bhgia buat semuannya
    please jgn lama lama part lanjutnya

  34. aahhhh..kyu sm zhoumi sama2 romantissss >.<
    makin lama makin seru n bikin penasaran sm kelanjutan ceritanya…
    penasaran sm hubungan jae sm changmin juga nie…ahahahah…
    ditunggu lanjutannya y thor ^^
    KEEP FIGHTING n WRITING ^^

  35. Daebakk thor..udah ga bisa coment gmana lg, bener bener best lah 😀
    cepet d end ye thor, udah ga sabar maksimal,hihi
    keep writing eonni :’)

  36. Nah udah ada sedikit pencerahan thoorrr ..
    Ceritanya complicated banget thooorrr
    Susah loh bikin cerita kayak begini …
    Selalu deh tiap baca ff ini pasti nahan napas d setiap partnya …
    Suka part ini karna ada momentnya Jaehee sama Changmin ..
    Semoga mereka menemukan akhir yg bahagia juga .. Gimana yah kalo Jaehee tau klo ternyata yg bunuh kakaknya itu Miyoung … huffttt
    Lanjut thhhooorrrr

  37. Bner2 gx kdunga..akar msalahnya dri chanming sma ayah nya..jd mrembet kmana-mana..
    aku kira kyuhyun tuh jhat..v ternyata engga..
    kyanya miyoung waktu itu udah agx konslet ya..dia tega nembk shindong

  38. SubhanAllah ternyata cinta nya Zhoumi ke miyoung bener2 luar biasa sampe2 Zhoumi rela dijadikan tersangka utama hanya untuk melindungi Miyoung dari kesalahannya sbg pembunuh shindong
    Sma hal nya dgn kyuhyun, dia pun rela membunuh shbtnya demi menutupi kesalahan haneul dimasa lampau
    Yayayayaya Changmin sama Jaehee sebenernya slng cinta cmn changmin kecewa aja sma kebohongan yg tlh jaehee buat. Ayo ayo ayo changmin sama jaehee balikan lagi, dibicara’in baik2 lah knp jaehee mau disuruh jdi mata2 hehehe
    Satu persatu masalah yg sebenernya sdh mulai terkuak
    Keep writing thor
    Keep spirit thor
    Always wait for your ff

  39. dari awal cerita bnyak bnget hal2 yg tk trdugaa
    wahh,, ff’a daebak bnget thorr
    dan aku juga msih blum bisa byangin ending crita’a kyak gmna

    #waiting next

  40. hehehehe seruuuu kok tambah seru tp kayanya bakal lama bgt nih endingnya yah haha ditunggu terusss lanjutannyaaaa keep writing and fighting!!!

  41. Annyeon eonni^^ setelah lama aku hiatus(?) Akhirnya aku kembali dengan bacotan ku*lah ini siapa author nya sih* kekeke eonni aku makin penasaran banget sebenarnya apa yang terjadi#eeaa. Aku kayak lagi nonton drama three days yang banyak lika liku nya●-● lanjut terus ya eonni^^ hwaiting!!!□□□♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥

  42. Ternyata yg bnuh shindong entu miyoung? What kyu-haneul lngsng t’bng ke swiss… Pokoknya next part jgn lama” ea plis hehehe

  43. Zhoumiii sumpah demi apa disini tu keren bangeeet.. mau deh punya cowok kayak gtu jdinyaaa… next ya.. daebak sumpah kereeeen….

  44. ga nyangka banget ternyata yg ngbunuh itu miyoung
    aaa pingin nangis jadinya TT kasian miyoung harus tau lg kenyataan itu. Penasaran sama kondisi miyoung kedepannya. Zhoumi jagain miyoung terus yaa,
    zhoumi: tanpa disuruh jg gw dengan sukarela bakal nglindungin miyoung keleuuss. ><
    Lope lope deh buat mimi <3<3
    oiya itu donghae kalo sadar lg, bakal gimana ya
    daebak! ditunggu banget banget banget next partnya eonni, fighting!!! ^^

  45. Oowww
    ya ampun ga nyangka bgt ternyata yg ngebunuh’a shindong itu miyeoung
    hmmm
    cm kan dia jg terpaksa
    semua karena ayahnya..

  46. Chap fav nih kayaknya eon. Eonni tragedy nya tinggi kan lagi ya. Sumpah pengen banget baca miyoung ngalami masa2 buruk yg ‘katanya’ pernah terjadi 6 tahun lalu itu. Aku penasaraaaan. Kyknya dramatis bgt gitu. Keren eon keren. Tapi jangan kelamaan kyk yg part ini dong eon. Kalo bisa sih. Yahyah.. eonni fighting ^^

  47. gimanapun juga ya miyoung seorang pembunuh tapi kan gak sengaja jadi maafkan ya haha
    dan lagi kan shindong juga berfikiran lebih baik dia mati-_-
    lanjut eonni haha

  48. Tersentuh eonn.. Ceritanya jadi bener2 rumit, tapi aku bisa paham.. Udah deh aku gk tahan liat penderitaan mereka semua.. Semuanya menderita #Huhu..
    Okay.. Next part! Ditunggu ya.. Jgn kelamaan 😀

  49. OhMg…
    Dipart ini di buat terrkejut ama kenyataa.an lau minyoung iank bunuh sindong…
    G nyangka… zhoumi ama kyuhyun bernasip hampir sama…
    Di ff ini minyoung sangat kesiksaaa… u.u
    Sabar yeth… *meratapi nasip minyoung.

    Eonnie next part.nya … fighting… !!!*v*

  50. Aaa beneran pelik bgt semua karakter disini kalo d itung bersalah semua bersalah. Mulai dari min, youn, mimi, kyu, haneul. Yang gk ad mslh cm hae aja.
    Aku past tngg klnjtnnya. Pasti.

  51. Aduhhh makin sulit untuk ngomentari ff ini..
    Selesai membacanya di gak tw mw ngomentari apa ..
    perasaan jadi ikut merasakan apa yang terjadi dalam ceritanya..
    Autor daebakkk..
    Fighting

  52. Ff nya ga ketebak >,<
    Aku kira yg ngebunuh shindong oppa bukannya miyong 😀
    Penasaran sma part selanjutnya..
    Semangat ya thor !! Bwt lanjut ffnya 😀

  53. halo thor uni aku readers baru ‘-‘/
    salam kenal ya?heheheh
    uwahhh alur nya bagus, banyak kejutan, buat aku shock sekaligus nggak nyangka, duh sempet nangis jga sih -_- aku harap uni terus lanjut ff ini, dan pasti bakal aku tungguin kok, baca ff ini kayak aku lagi nonton drama sad angst, uni pinter bikin konflik yg buat kita tercengang sama greget (?) pokoknya bagus plus plus lah, oya izin ngobrak abrik library ama blog nya nya uni :3

  54. aku malah gak nebak kalo yg bunuh shin dong itu miyoung ???
    mulai kejawab satu persatu pertanyaan aku
    ah kenapa aku lebih suka konflik changmin-jae hee yah ? hehehe
    berharap happy ending deh ini ff, bikin galau abis beneran T.T

  55. jadiii yang bunuh shindong itu miyoung O.O ga nyangkaaa tpi tpi mungkin mmiyoung ngelakuin itu karna terpaksa ya eon ?? krna situsi mereka ~
    Makin kesini satu persatu masalah dan rahasia2 makin terkuak > < kasian miyoung 
    Sebenernya niat kyu sama mimi buat melindungi orag yg mereka cintai itu bagusss cumaa cara mereka yg salah huaaaaa kyuuuu kenapa harus nusuk hae TT tpi itu hae belum meninggal kan eon dia masih kritis ???
    Jaehee changmin semoga masalah kalian cepet selesai deh kasian itu dede bayinya kkk

  56. Ternyata yg bunuh itu miyoung. Beberapa part sdh terungkap. Dan ayo donghae sadar, jgn mati. Biar hubungan jaehaee dan changmin membaik..

    Next eonn, jgn lama”.

  57. Ternyata yg bunuh itu miyoung. Beberapa part sdh terungkap. Dan ayo donghae sadar, jgn mati. Biar hubungan jaehaee dan changmin membaik..

    kebayang dah gmna nasibnya miyoung slma ini.
    Next eonn, jgn lama”

  58. Kenapa gak sampai kesana yah pemikiran ku.. Padahal jelas” ada klunya di part” lalu.. Waktu jaehee ingat kalo kakaknya perna mengucapkan untuk menyampaikan terima kasih untuk miyoung..
    Ada gak yah kisah flashback tentang ayah miyoung yang gilak

  59. Ping-balik: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s