Egoistic Man (14th Part)END

Egoistic Man Ver 2

Tittle                       : Egoistic Man

Author                    : NtaKyung

Art Poster              : NtaKyung

Casts                      : Chou Zhoumi, Shim Miyoung, Shim Changmin, Shin Jaehee, Cho Kyuhyun and Lee Donghae

Genre                      : Action, AU(Alternate Universe), Drama, Romance, Thriller and Unrated

Length                     : Series [On Writing]

Rated                      : PG-15

Disclaimer              : Segala hal yang berada dalam fanfic ini, murni adalah imajinasi saya! Jadi, di harapkan untuk tidak meng-COPY-PASTE ataupu mem-BASHING fanfic ini!

*-Egoistic Man-*

Changmin berlari dengan tergesa-gesa, ada kepanikan sekaligus kecemasan yang terlihat di raut wajahnya dan mulutnya pun mengatup rapat.

Pagi ini, dia mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit jika Donghae telah melewati masa kritisnya dan sekarang sahabatnya itu telah sadar dari komanya.

Langkah kakinya berhenti di hadapan sebuah ruangan yang ia ketahui menjadi ruang rawat Donghae. Tanpa ragu, ia mulai mendorong kenop pintu di hadapannya dan begitu ia masuk ke dalam ruangan itu, tampak sosok Donghae yang menoleh kepadanya, terlihat begitu lemah tak berdaya dengan beberapa alat medis yang masih terpasang di sekujur tubuhnya.

“Kau datang?” ujarnya pelan, tersenyum lemah.

Changmin mengangguk dan kesedihan pun terpancar dalam sorot matanya. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Changmin kemudian, mulai berjalan ke sisi ranjang Donghae.

“Seperti yang kau lihat,” sahut Donghae dengan kening yang sedikit mengkerut. “Sungguh, inilah kenapa aku begitu membenci rumah sakit!” ujarnya, berpura-pura cemberut.

Sebelah ujung bibir Changmin terangkat, membentuk seulas senyuman enggan. Dia lantas menggedikkan bahunya dan berusaha untuk membalas candaan Donghae itu.

“Well… setidaknya kau bisa melihat suster-suster cantik di rumah sakit ini, iya kan?”

Donghae mengangguk, membenarkan ucapan Changmin. “Ya… kau benar, aku sangat suka itu!” sahutnya sambil menyeringai dan di susul oleh tawa rendahnya.

Namun Changmin tak lagi tersenyum, kecemasan kembali tampak dalam wajahnya dan ia benar-benar tak dapat menahannya lagi. Changmin ingin mengetahui siapa pelaku yang telah menyerang sahabatnya itu.

“Siapa pelakunya, Donghae-ya?”

Tawa Donghae seketika menghilang, ia menoleh arah lain dengan tatapannya yang sayup. Pikirannya mulai mengulang kembali kejadian penusukan itu, saat di mana dirinya telah mengetahui semuanya.

Tentang apa yang terjadi pada Miyoung, tentang siapa jati diri Jaehee yang sebenarnya dan tentang… sahabatnya sendiri, Cho Kyuhyun.

“Donghae-ya.” panggil Changmin, menanti penjelasan Donghae perihal tragedi penusukan yang menimpanya.

Seulas senyuman getir, tampak di sudut bibir Donghae. “Ini murni kecelakaan,” jawabnya kemudian, “Aku berusaha menangkap seorang pencuri, tapi rupanya dia cukup tangguh dan pada akhirnya, aku tertusuk oleh pisau yang di bawanya. Ya.. itulah yang terjadi…” ujarnya sambil menoleh kembali pada Changmin, tersenyum santai seperti biasanya.

Namun, sepertinya Changmin tak bisa begitu saja mempercayai ucapan Donghae. Dia tahu jika ada yang Donghae coba tutupi darinya, pria ini seakan berusaha menutupinya dengan sebuah kebohongan yang di buatnya.

Dia sudah cukup lama mengenal Donghae, dan hanya dengan melihat tatapan sendu yang terpancar dalam sorot matanya, Changmin tahu jika Donghae telah berbohong kepadanya.

“Benarkah hanya itu?” tanya Changmin curiga, “Kurasa, ini terdengar sedikit aneh saat mendengarmu kalah bertarung dengan penjahat kelas rendahan seperti pencopet.”

Donghae cemberut, berpura-pura tersinggung dengan kata-kata Changmin barusan. “Ya! Ya! Kau pikir seorang agen FBI setangguh diriku tidak akan bisa kalah, eoh?” sahutnya sambil memasang wajah serius.

“Bukan seperti itu, maksudku-”

“Ah, sudahlah! Aku tidak ingin membahas kejadian waktu itu, rasanya aku benar-benar marah setiap kali mengingatnya!” sela Donghae cepat, mengibaskan salah satu tangannya dengan gerakan lemah.

Hening, Changmin memilih untuk diam sejenak, memperhatikan setiap gerak-gerik yang di lakukan oleh Donghae.

“Donghae-ya, tidak bisakah kau hanya mengatakan yang sesungguhnya?” ujar Changmin kemudian, setelah terdiam cukup lama.

Dia sangat-sangat yakin, jika kejadian naas yang menimpa sahabatnya itu, bukanlah murni sebuah kecelakaan dan bukan juga di lakukan oleh seorang penjahat kelas rendahan seperti yang di jelaskan oleh Donghae beberapa menit lalu.

Lee Donghae terkenal sebagai salah satu agen FBI yang tangguh dan cekatan. Dia tidak mungkin dapat dengan mudah di kalahkan, kecuali lawannya adalah seseorang yang tidak terduga… dan… Donghae tak menyadari apa yang akan di lakukan orang tersebut.

Changmin mengerutkan keningnya, terkejut dengan pemikirannya sendiri. Sebenarnya, apa yang terjadi saat itu? Pertanyaan itu terus berputar-putar dalam benaknya.

Awalnya Donghae terlihat resah ketika mendengar pertanyaan Changmin, tetapi sekali lagi ia berusaha menutupi kebenaran yang telah terjadi.

Entah apa alasannya sampai ia harus menutupi semua kejadian itu. Seharusnya ia dapat membeberkan semua yang di ketahuinya, tentang jati diri Cho Kyuhyun yang sebenarnya. Namun, ada satu hal yang baru di sadari olehnya.

Kyuhyun melakukan semua ini pastilah memiliki alasan yang jelas, hanya saja pria itu tak mungkin bisa memberitahukannya pada siapapun, termasuk dirinya. Karena itu, dia yakin jika alasan kenapa Kyuhyun melakukan penyerangan itu terhadapnya pun, semata-mata karena pria itu tengah berusaha melindungi sesuatu, menyembunyikan kebenaran yang belum sepenuhnya ia ketahui.

“Ck, kau ini benar-benar tidak mempercayaiku, eoh?” Donghae berdecak pelan, kembali berpura-pura memasang wajah kesalnya.

Namun Changmin masih tetap memandangnya dalam diam, keseriusan jelas terlihat di raut wajahnya yang tegas itu. “Hanya katakan kejadian yang sebenarnya, Lee Donghae!” ada sedikit penekanan yang terselip di akhir perkataannya itu.

Donghae menggedikkan bahunya dengan acuh, “Aku mau istirahat, sekarang pulanglah dan jangan ganggu aku, tidakkah kau lupa jika aku baru saja bangun dari koma?” balasnya dengan cuek, bersikap seolah tak ada hal apapun yang ia sembunyikan.

Changmin baru saja akan mengatakan sesuatu, tetapi seorang perawat masuk ke dalam ruangan itu dan menginterupsi obrolan di antara keduanya.

“Ini sudah waktunya untuk anda pemeriksaan ulang, tn.Lee.”

Donghae mengangguk singkat sambil tersenyum, lalu ia pun menoleh pada Changmin dan memasang tampang galak yang di buat-buat.

“Kau dengarkan? Sudahlah, jangan ganggu aku lagi. Aku masih membutuhkan istirahat yang lama,” ujarnya kemudian. “Lagipula, jangan buat Jaehee menunggu! Kau mungkin membuatnya cemas karena kau tidak pulang.” lanjutnya sambil tersenyum lebar.

Mendengar nama Jaehee di sebut, tentu membuat Changmin sedikit terkejut. Donghae pasti sudah mengetahui identitas Jaehee yang sebenarnya, tapi bagaimana reaksi pria itu jika dia tahu bahwa Jaehee tengah mengandung anaknya?

Dan tentang hubungannya dengan Jaehee? Changmin telah yakin dengan pilihannya sendiri bahwa dirinya takkan bisa berada jauh dari sosok Jaehee. Dia sangat membutuhkan gadis itu dan ia begitu sangat mencintai Jaehee.

“Ya! Shim Changmin, kenapa kau belum pergi juga, eoh?” suara Donghae membuyarkan lamunan Channgmin dalam seketika.

Sejenak Changmin tampak membisu, mempertimbangkan apakah dia harus memberitahu Donghae tentang hubungannya dengan Jaehee atau tidak.

“Donghae-ya, soal Jaehee…” sesaat Changmin merasa ragu untuk mengatakannya, tetapi dia tak ingin menyembunyikan semua fakta, bahwa dirinya begitu sangat mencintai Jaehee dan dia telah bersumpah, jika dia akan bertanggung jawab atas kehamilan Jaehee.

“Aku tahu semuanya, tidak ada yang perlu kau jelaskan lagi padaku..” sahut Donghae cepat, dari awal ia memang sudah yakin, jika Changmin memang telah jatuh cinta pada Jaehee dan soal kehamilan gadis itu, yeah.. Donghae sudah mengetahuinya sejak awal.

Terlepas dari status Jaehee yang merupakan dari bagian kelompok mafia Dragon Dark. Tapi Donghae yakin, jika sebenarnya mereka saling membutuhkan satu sama lain, ada kekuatan cinta yang tulus di antara mereka berdua dan Donghae menyadari semua itu, bahkan jauh sebelum tragedi penusukan yang di lakukan Kyuhyun kepadanya.

“Jangan katakan apapun lagi,” Donghae kembali berucap, seulas senyuman lemah kembali tampak di kedua sudut bibirnya. “Aku mempercayai dan mendukung semua keputusanmu. Bukankah itu gunanya memiliki seorang sahabat?” balasnya dengan santai.

Kedua lutut Changmin terasa bergetar dan melemas, kata-kata Donghae mengingatkannya pada kejadian di masa lalu, tentang dirinya yang bahkan mengkhianati sahabatnya sendiri.

Sang Dokter kemudian datang, menyadarkan Changmin dari lamunan sesaatnya. “Aku akan menjengukmu kembali nanti…” ujarnya kemudian, mulai berjalan keluar dari ruangan itu.

Sementara Donghae hanya melihat sekilas punggung Changmin yang mulai menghilang dari balik pintu dan ia mendesah panjang.

“Maafkan aku, Changmin-ah… ada beberapa hal yang kurasa tak seharusnya kau ketahui.” ia bergumam dalam batinnya, merasa yakin dengan keputusannya itu.

*-Egoistic Man-*

Miyoung  termenung di tempatnya, tatapannya yang menerawang jauh dan raut wajahnya yang murung menandakan jika gadis ini tengah memikirkan sesuatu yang selama beberapa hari ini telah mengusik pikiran dan hatinya.

Tanpa di sadari olehnya, Zhoumi telah berdiri di ambang pintu kamarnya, memperhatikan Miyoung yang tetap tak bergeming di tempatnya. Pria ini menghela nafas sesaat, berjalan ke arahnya dan berjongkok di hadapannya sebelum akhirnya meremas lembut tangan gadis itu dan menyadarkannya dari lamunan.

“Hei,” senyum Zhoumi. “Kau sedang memikirkan sesuatu?” tanyanya dengan nada cemas.

Miyoung terdiam sejenak, di susul dengan sebuah anggukan singkat. “Changmin.” hanya itu yang terlontar dari mulutnya, tetapi Zhoumi mengerti arah pembicaraan gadis yang di cintainya ini.

“Apa yang terjadi?”

Kegelisahan jelas tampak dalam sorot mata Miyoung. “Aku melihatnya dalam mimpik semalam, dia tampak begitu kacau dan ketakutan. Aku berusaha mendekatinya, tetapi aku tidak bisa bergerak, di dalam mimpiku, dia jelas terlihat tertekan. Tapi tak ada yang dapat aku lakukan selain tetap berdiri sambil memandangnya dari kejauhan. Aku… aku…” dia tak dapat melanjutkan kata-katanya, suaranya mulai bergetar dan air mata pun perlahan mulai turun jatuh dari kedua sudut matanya.

Kedua tangan Zhoumi segera membawa tubuh mungilnya ke dalam pelukannya dan tangis Miyoung pun semakin menjadi, tubuhnya bergetar hebat, ungkapan dari rasa cemas yang tengah melanda dirinya.

“Aku takut sesuatu terjadi kepadanya, Zhoumi-ya. Aku tidak ingin dia terluka.” suaranya di barengi oleh suara isak tangisnya yang bergetar.

“Dia akan baik-baik saja, Youngie-ya. Percayalah…” bisik Zhoumi dengan lembut, telapak tangannya tak pernah lelah untuk mengusap punggungnya, menyalurkan ketenangan pada gadis ini. “Changmin dapat menjaga dirinya dengan baik dan kau tahu itu kan?”

Miyoung mengangguk dalam pelukannya, ikatan batin yang terjalin di antara Changmin dan dirinya memang begitu kuat, dia yakin jika kembarannya itu baik-baik saja. Namun, karena mimpi buruk itu, sugesti lain jadi hinggap dalam benaknya dan itu membuat dirinya takut jika sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Changmin.

Meskipun Changmin telah membuatnya melupakan semuanya, tentang masa lalunya, pria yang di cintainya dan bahkan fakta tentang dirinya yang telah membunuh seseorang, tetapi dia yakin jika Changmin memiliki alasan kuat melakukan semua itu.

Changmin hanya tak ingin dia kembali terluka karena ingatan masa lalunya. Kembarannya itu hanya ingin kembali menata kehidupan baru dengannya, tanpa harus mengingat masa lalu mereka yang kelam.

Zhoumi lantas menarik tubuh Miyoung dalam pelukannya, menghapus air matanya dengan kedua ibu jarinya, lalu mengusap perlahan wajah gadis itu.

“Apa kau ingin kembali ke Korea?”

Dan perkataan Zhoumi sukses menghentikan tangisnya. Miyoung terdiam dengan kedua bola matanya yang melebar, tak bisa menahan antusiasmenya ketika Zhoumi mengajaknya untuk kembali ke tanah kelahirannya.

Tetapi perasaan itu hanya terlihat dalam sekejap saja dan pada detik selanjutnya Miyoung segera menggeleng sambil tersenyum tipis, kedua tangannya menangkup wajah Zhoumi dengan lembut.

“Aku tidak bisa, meskipun aku ingin sekali bertemu dengannya. Tapi aku tidak bisa…”

Kening Zhoumi mengkerut dalam. “Kenapa?”

Miyoung kembali tersenyum. “Karena aku tidak ingin meninggalkanmu.”

Letupan-letupan kecil dalam hatinya terasa bergejolak dan menggelitik. Ada perasaan lega yang meledak dan Zhoumi benar-benar tak dapat menyembunyikan senyum bahagianya.

“Kau yakin?” tanya Zhoumi sekali lagi, sekedar untuk memastikan dan Miyoung hanya menjawab dengan sebuah anggukan singkat. Ia lantas menarik tubuh Miyoung ke dalam pelukannya lagi, merengkuhnya dengan erat.

Sama halnya seperti Zhoumi, Miyoung pun terlihat tersenyum bahagia. Merasa tak kecewa ataupun menyesal dengan keputusan yang telah di buatnya.

“Terima kasih, Miyoung-ah.”

“Untuk apa?”

Zhoumi menenggelamkan wajahnya di antara ceruk leher Miyoung, menghirup aroma khas yang ada pada gadis itu. “Untuk kembali ke dalam kehidupanku dan tetap memilihku.”

Senyum Miyoung bertambah lebar, jari-jarinya bergerak mengusap rambut Zhoumi yang terasa halus dan tebal. “Aku mencintaimu, Zhoumi-ya.”

Well, ya… tapi aku tetap lebih mencintaimu.” jawab Zhoumi, terdengar lebih santai dan hal itu sukses membuat Miyoung tertawa geli.

“Aku tahu…”

“Tentu saja kau tahu, aku sudah menghabiskan bertahun-tahun lamanya untuk menunggu dirimu, jika kau tidak lupa.” sahut Zhoumi sambil melepaskan pelukannya dan berpura-pura merenggut kesal.

Sekali lagi Miyoung tertawa sambil mengangguk. “Setidaknya saat ini aku tidak lupa lagi, puas?”

“Sangat puas.” senyum Zhoumi yang tentu saja membuat Miyoung tak dapat menahan dirinya untuk kembali memeluk Zhoumi.

*-Egoistic Man-*

Changmin mengerang frustrasi, merasa kesal karena dia tak dapat menemukan video cctv di tempat kejadian penusukan Donghae beberapa waktu yang lalu.

“Shit! Sepertinya ada yang menghapus video itu! Tidak salah lagi, yang melakukannya pasti telah memikirkan kamera cctv itu dan menghapusnya dengan segera, sialan!” umpatnya dengan geram, mengacak rambutnya dengan frustrasi.

Dia memegangi lehernya yang terasa kram dan kaku, wajar saja, sudah berjam-jam dia tetap memperhatikan layar laptopnya tanpa membuahkan hasil, berharap jika dia dapat sedikit saja menemukan jejak si pelaku penusukan itu.

“Apa kau akan tetap terus mengabaikanku dan tetap memilih untuk terus memelototi layar laptop itu?” seloroh Jaehee, berdiri di ambang pintu dan mengalihkan perhatian Changmin.

Pria itu mendongakkan kepalanya, tersenyum miring begitu melihat Jaehee yang berpura-pura marah karena sejak kepulangannya dari rumah sakit beberapa jam lalu, dia sama sekali tak keluar dari ruang kerjanya ini.

Changmin mengusap wajahnya dengan cepat, “Maafkan aku, Jaehee-ya. Aku hanya ingin mengetahui pelakunya.”

“Dan mengabaikan keberadaanku?”

“Tidak sama sekali.” Changmin beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Jaehee, ada penyesalan yang terlihat dalam raut wajahnya. “Maafkan aku… aku tidak bermaksud untuk mengabaikanmu, aku hanya-”

Jaehee tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Changmin. “Jangan hiraukan ucapanku, aku hanya bercanda.”

“Tapi aku benar-benar mengabaikanmu. Menyebalkan, bukan?”

Jaehee membuat isyarat dengan ibu jari dan telunjuknya, “Sedikit menyebalkan memang.” jawabnya sambil mengernyit dan berpura-pura kesal, dan keduanya pun lantas tertawa bersama. “Sudah, pergi mandi sana… aku sudah menyiapkan makan malam untukmu.”

“Tidak bisakah aku mendapatkan satu ciuman darimu sebelum pergi mandi?” Changmin mencondongkan tubuhnya, bersiap untuk mendaratkan satu kecupan di bibir Jaehee yang terasa manis itu.

“Tidak, tidak, pergilah mandi! Tubuhmu benar-benar bau keringat!” Jaehee mendorong tubuh Changmin sambil melepaskan pelukannya.

“Oh ayolah…” rajuk Changmin.

“Ck, berhentilah menjadi anak kecil! Pergi mandi sana!” sekali lagi Jaehee mendorongnya dan dengan langkah pasrah, akhirnya Changmin berjalan menuju kamar mandi.

“Aku akan menagihnya saat tidur nanti!” seru Changmin dari arah kamar mandi dan Jaehee hanya dapat tertawa saat mendengarnya.

Setelah mendengar suara gemericik air, akhirnya Jaehee memutuskan untuk merapihkan meja kerja Changmin dan mematikan laptop yang masih menyala. Tetapi tanpa sengaja dia malah memutar video cctv yang tengah di tonton Changmin beberapa waktu lalu.

Sesaat ia hanya mengamati video tersebut, tetapi lambat laun matanya menyipit untuk lebih mengamati video tersebut, sedetik kemudian matanya melebar dan jari-jarinya bergerak cepat di atas laptop, sekali lagi ia memutar video tersebut.

Dan kepanikan mulai tampak dalam sorot matanya, bola matanya yang melebar bergerak gelisah dan dengan terburu-buru ia meraih mouse di dekatnya, menekan sebuah tanda ‘x’ dalam video itu, dan tanpa berpikir panjang lagi ia segera menghapus video tersebut.

“Dia tidak boleh mengetahuinya…” gumam Jaehee panik. “Kyuhyun… pelaku penusukan itu.”

Beberapa menit kemudian, Changmin sudah terlihat segar dengan setelah kaus putih dan celanan training hitam, rambutnya masih terlihat basah.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya saat Jaehee baru saja keluar dari ruang kerjanya.

Jaehee menggeleng sambil tersenyum, “Tidak ada, hanya merapihkan mejamu saja. Ayo kita makan, aku sudah benar-benar kelaparan.” jawabnya dengan nada merajuk.

“Kau belum makan?” tanya Changmin dengan mata melotot.

Sekali lagi Jaehee menggeleng, “Belum.”

“Haish, kau ini bagaimana?! Apakah kau tidak ingat jika kau sedang mengandung?!” ujar Changmin kesal. “Ayo! Kau harus makan banyak. Aku tidak mau tahu!” cerocos Changmin, segera mengajak Jaehee menuju ruang makan.

Sesaat Jaehee masih terdiam di tempatnya, membuat langkah Changmin terhenti dan pria ini berbalik dengan tatapan bingung.

“Jahee-ya, ada apa?” tanyanya cemas, menyadari jika mungkin saja ada sesuatu yang ingin Jaehee sampaikan kepadanya.

Tetapi Jaehee segera menggeleng dan memeluk Changmin dengan erat, terkesan seolah-olah dia takut tak mampu memeluk Changmin seperti ini lagi, dia tak ingin Changmin pergi menjauh darinya lagi.

Dia mencintai pria ini dengan sepenuh hatinya dan Jaehee tak ingin jika Changmin harus kembali membencinya.

“Jae?”

“Maaf…” nada penyesalan terdengar dari suaranya.

Changmin mengerutkan keningnya. “Untuk apa?”

“Untuk semuanya hal yang telah aku lakukan kepadamu. Maafkan aku, Changmin-ah.” jawabnya sambil mengeratkan pelukannya, seakan dia takut jika mungkin Changmin akan kembali lari dari hidupnya.

Tetapi di luar dugaan, Changmin justru balas memeluknya dan tersenyum kecil. “Bukankah kita sepakat untuk memulainya dari awal? Sudahlah… tidak perlu untuk terus meminta maaf kepadaku.”

Jaehee tak bergeming, hanya tetap memeluk Changmin dengan erat. “Bisakah kita tetap seperti ini untuk beberapa saat saja?”

“Apapun yang kau inginkan.” jawab Changmin tenang, mengusap lembut punggung Jaehee dan sesekali mengecup puncak kepalanya.

“Aku mencintaimu, Changmin-ah.”

“Aku juga mencintaimu, Shin Jaehee.”

Dan keduanya pun benar-benar larut dalam suasana itu, seolah enggan untuk melepaskan pelukan yang terasa nyaman dan menghangatkan satu sama lain itu.

Walau dalam hati, Jaehee berusaha melenyapkan semuanya. Menganggap semua hal yang ia ketahui saat ini, akan lupa pada ke-esokan harinya. Jaehee benar-benar ingin membuka lembaran hidup yang baru bersama Changmin.

Tanpa ada sosok Shim Miyoung yang ia ketahui masih hidup sampai saat ini, tanpa ada sosok Kyuhyun yang rupanya mengkhianati sahabatnya sendiri, tanpa ada sosok Zhoumi yang ia ketahui sebagai pembunuh kakaknya dan tanpa ada beban masa lalu yang akan memberatkan mereka berdua.

Changmin dan Jaehee, akan memulai kehidupan baru bersama-sama, menata ulang dari awal dan membangun sebuah kehidupan yang di penuhi cinta dan kasih sayang, tanpa harus di bayangi masa lalu ataupun ‘sosok-sosok itu’.

*-Egoistic Man-*

Ke-esokan harinya, Zhoumi dan Miyoung terlihat mengantar Kyuhyun dan Haneul menuju Bandara. Selama perjalanan ke sana, mereka dapat melihat betapa kuatnya cinta Kyuhyun pada gadis di sampingnya.

Dia bahkan rela melukai sahabatnya sendiri demi menyelamatkan Haneul. Kyuhyun tahu jika sampai pihak kepolisian dan FBI mengetahui jika Haneul masih hidup sampai saat ini, dia mungkin akan membusuk di penjara karena terlibat tragedi pembunuhan berencana serta membantu para pembunuh itu untuk membuat racun mematikan.

Meskipun sebenarnya Haneul adalah korban sekaligus saksi dalam tragedi itu, tetapi dia tetap akan mendapatkan hukuman berat, bahkan hukuman mati! Karena itu, selama ini Kyuhyun selalu menyembunyikan fakta bahwa sang kekasihnya itu masih hidup.

“Setelah kalian tiba nanti, akan ada orang-orangku yang menunggu kalian dan siap untuk menjaga kalian selama masa pengobatan Haneul. Ini identitas kalian yang baru dan ada beberapa hal lainnya di dalam amplop ini yang mungkin akan kalian butuhkan nanti.” papar Zhoumi seraya menyerahkan sebuah amplop besar berwarna cokelat kepada Kyuhyun.

Kyuhyun segera mengambilnya, lalu tersenyum canggung, ada rasa sungkan yang jelas-jelas terlihat dalam senyumannya itu. “Seharusnya aku tidak merepotkanmu seperti ini… tapi, terima kasih untuk semua bantuanmu, Zhoumi-ssi..” ujar Kyuhyun kemudian.

“Kau juga telah banyak membantuku. Sepertinya kita impas.” sahutnya dan di balas satu anggukan singkat dari Kyuhyun.

“Aku tidak tahu kapan dapat membayar semua hal yang telah kau berikan kepadaku ini.”

“Cukup dengan menjaga baik-baik kekasihmu itu.” balas Zhoumi santai. Dia melirik sesaat ke arah Miyoung dan Haneul yang tengah duduk bersampingan dan ia tersenyum lirih. “Tak dapat di pungkiri, jika salah satu penyebab Haneul mengalami koma selama bertahun-tahun karena ia berkorban demi Miyoung. Dan aku sangat berterima kasih akan hal itu. Jika saja saat itu Haneul tidak datang, mungkin… sekarang aku tidak dapat melihat Miyoung lagi. Terdengar kejam memang, tapi.. aku tetap harus berterima kasih atas kebaikan hati kekasihmu itu.”

Kyuhyun tersenyum kecut. “Aku harus ingat itu.” jawabnya dan obrolan di antara mereka pun di interupsi oleh kabar penerbangan yang akan di lakukan beberapa menit lagi. “Aku rasa ini sudah saatnya kami pergi.”

“Ya..” Zhoumi mengangguk singkat. “Hiduplah dengan tenang mulai saat ini.”

“Tentu.”

Dan setelah itu, Kyuhyun segera menghampiri Haneul, merangkulnya dengan posesif lalu menuntun gadis itu untuk pergi, bersiap untuk keberangkatan mereka.

Miyoung mendesah lega sekaligus gembira. “Mereka serasi ya..” senyumnya. “Setidaknya aku bisa merasa lega karena akhirnya mereka dapat hidup bersama kembali.”

Zhoumi menoleh kepadanya, tersenyum seraya mengusap lembut pucak kepala Miyoung. “Seperti kita?”

Miyoung mengangguk tanpa menoleh kepadanya, masih terlalu asyik memperhatikan sosok Kyuhyun dan Haneul yang semakin menjauh dari posisi mereka. “Ya… seperti kita.”

*-Egoistic Man-*

10 Tahun Kemudian

Seakan kembali ke masa kecil mereka dulu, Zhoumi dan Miyoung terlihat duduk bersantai di atas hamparan rumput hijau, tepat di bawah pohon rindang yang telah menjadi saksi bisu kenangan masa indah mereka saat masa kecil dulu.

Miyoung bersandar di atas dada Zhoumi, menjadikan lengannya sebagai pengganti bantal, sementara Zhoumi menjadikan salah satu tangannya yang lain untuk menjadi tumpuan kepalanya. Kedua mata mereka sama-sama terpejam, seakan menikmati setiap detik waktu yang berlalu.

Daun mulai berguguran dan semilir angin berhembus pelan, terasa sejuk dan menenangkan jiwa, cuaca sore ini memang tepat untuk di jadikan waktu bersantai.

Zhoumi perlahan membuka kedua matanya, menoleh pada sosok Miyoung yang terlihat enggan untuk sekedar membuka kedua matanya. “Apa kau akan tetap seperti ini?” senyum Zhoumi.

“Berikan aku waktu sepuluh menit lagi.” gumam Miyoung pelan, kedua matanya masih tetap tertutup rapat dan Zhoumi merasa gemas melihat Miyoung yang seperti ini.

Meskipun waktu telah berlalu dengan cepat, tetapi rasa cintanya terhadap Miyoung tak pernah berubah, justru rasa-rasanya, dia semakin dan semakin cinta padanya, seakan-akan Miyoung adalah candu baginya yang selalu membuatnya ketagihan, lagi dan lagi.

“Eomma! Appa!” jeritan melengking yang terdengar seolah memecah kesunyian di tempat itu, Zhoumi mengangkat kepalanya, melirik sesosok bocah berusia 8 tahun yang tengah berlari ke arah mereka dan ia tersenyum lebar.

Tangannya bergerak menyentuh pundak Miyoung, “Bangunlah pemalas, apakah kau tidak akan menyambut kedatangan anakmu?” ujarnya dengan gemas.

Dan Miyoung mendesah panjang, membuka kedua matanya dengan enggan lalu beranjak dari posisinya, sebelum akhirnya berbalik dan tersenyum riang, merentangkan kedua tangannya dan langsung mendapat pelukan hangat dari sosok bocah berusia 8 tahun itu.

“Aigoo… anak eomma sudah semakin besar, eoh?” seru Miyoung seraya mengacak gemas rambut sang bocah itu, Chou Kyungji namanya, hasil dari buah cinta Zhoumi dan Miyoung.

“Tentu saja Kyungji sudah bertambah besar! Eomma tidak ingat jika sekarang aku sudah kelas 1 SD?!” seru Kyungji dengan riang, bangga dengan predikatnya yang telah menginjak sekolah dasar.

“Ck, kau ini!” Miyoung mencubit gemas hidung anak semata wajangnya itu, dan terdengar sebuah teriakan dari Kyungji di susul oleh tawa Zhoumi dan Miyoung.

“Ish, tidak lucu!” gerutu Kyungji dengan wajah cemberut.

“Oh iya, bagaimana untuk merayakan Kyungji yang sudah masuk sekolah dasar, kita akan pergi memanggang daging bersama?” seru Zhoumi kemudian yang di balas tatapan antusias yang tampak menggemaskan dari Kyungji.

“Dengan puding dan ice cream?!” ujarnya dengan mata berbinar-binar.

“Tentu saja!” Zhoumi mengangguk dengan mantap.

“YEAAAY!!” teriakan Kyungji yang nyaring itu kembali terdengar dan kedua orang tuanya hanya dapat tertawa melihat tingkah laku menggemaskan anaknya itu.

“Ayo, kita siapkan semuanya!” ajak Zhoumi seraya menuntun tangan Kyungji.

Kyungji mengangguk dengan bersemangat. “Eomma, kajja!” serunya, segera mengulurkan tangannya ke hadapan Miyoung.

Miyoung mengangguk sambil terkekeh, “Kajja!” ujarnya sambil menuntun tangan Kyungji yang lain, lalu keduanya pun berjalan menuruni bukit tersebut, berjalan menuju rumah mereka untuk menyiapkan pesta kecil-kecilan yang memang sudah terbiasa mereka lakukan bersama.

Sekarang, semuanya telah berjalan sesuai apa yang di harapkan, seorang anak lelaki yang begitu menggemaskan, kehidupan yang di penuhi cinta dan kebahagian.

Chou Zhoumi dan Shim Miyoung, telah berhasil membangun rumah tangga mereka dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Dan meskipun sampai saat ini Miyoung tak pernah tahu apa yang terjadi pada Changmin, tetapi dia yakin, jika Changmin pun menemukan kebahagiaan yang sama sepertinya.

The End

95 thoughts on “Egoistic Man (14th Part)END

  1. huuuuuuuhhhh , akhirnya happy ending juga.. 🙂

    well, setelah lama ff ini ga pernah di lnjut lagi ternyata malah udah ending secepet ini, kirain masih beberapa part lagi.. wkwkwwk… 😄
    di tunggu karya-karya yang lainnya kak nta.. ^_^)9 SEMANGAT !!!! 😀

  2. Wahh, setelah penantian panjang akhirnya happy end jugaa..
    Semua dapet kebahagiaan masing2, sama org yg dicintai.. Ya, meskipun donghae belum dapet jodohnya sih.. Hehe

  3. udah end ya gk berasa banget yakkk
    of course happy ending walau udah banyak teka teki yang udah terungkap tapi mereka memilih kehidupan sendiri” tanpa perlu saling menyapa lagi keren keren

  4. Krik…krik…krik….

    Endingnya kenapa jd gini….???? MAcamnya msh gantung,penyelesaian mslhnya..*plaakk

    duhh….tunggu dulu mesti baca sekali lgi..*hening*

    Well,pd akhirnya setiap pasangan dlm ff ini mendapatkan kebahagiaannya masing-masing dengan caranya masing2 pla.Mungkin emang hrs brakhr seperti ini,mengambil keuputusan untuk mengubur masalalu yang kelam,beralih dengan menatap masa depan yang ada didepan mata.

    Apa yang terjd,terjdilah….toh waktu tidak dapat diputar ulang kembali.setiap kehidpan pasti banyak cobaan.Ambil hikmahnya,setiap masalah seharusnya punya dua dampak,membuat orang yang mengalaminya menjadi lemah atau justru semakin kuat.
    untuk Miyoung,aku pilih option kedua.dengan masa lalu kelam yang pernah terjd padamya,justru membuatnya semakin kuat menjalani hidup.Apalgi ada zhoumi yangh selalu setia menunggu dan melindunginya segenap hati tak perduli dengan apapun yang akan terjd.

    dan salut untuk pasangan kesayangan saya yang stu ini.Intinya,sikap egois Zhoumi itu semata-mata untuk melindungi sosok yang dicintainya…

    sekian dan trima kasih..

    prookk….proook…proook……(Aplaus)

    xDDDDDDDD….

  5. jadi miyoung memutuskan untuk gak menemui changmin lagi ?!
    trus donghae dan jaehee memutuskan untuk nggak memberitahu changmin, siapa kyuhyun yg sebenarnya ?!
    yahhh ending nya jadi masing2 gini yah, changmin dengan kehidupan nya dan miyoung dengan hidup baru nya ?!
    sesuai judul “egois man” .kekekeke~
    sudah lah yg penting semua nya bahagia 😀
    good job authornim^^

  6. akhirnya nie ff publish jg…nungguna sabar bngt nta..
    mksh nta..
    tpi knp udah end adjha ea,nggantung bngt jg nta..
    gmna dgn kyuhyun changmin sama donghae
    kbnran jg blm trungkap nta??
    ada squelnya xan nta..
    please ea biar gag pnasaran
    biar semuanya trungkap jg
    di tggu karya” mu yg lainnya ea nta
    keep writing n good luck

  7. Akhirnya happy ending juga utk zhoumi & miyoung meskipun masih ada misteri yg belum terungkap…jd penasaran sama changmin & jaehee, donghae , kyuhyun & haneul.
    Good job ya atas karyanya… Keep writing y

  8. wahh, akhirnya dari sekian lama nunggu muncul jga nih ff ..
    happy ending, tapi aku penasaran gimana nasib jaehee-changmin, haneul-kyuhyun, ama nasib donghae ..
    a good ff eonnie, hehehe

  9. Dan akhirnya ff ini dinyatakan END.
    Akhirnyaaaaa.. setelah lumutan.. ampek jamuraaan.. ff ini END!! Hmm.. pendapat saya.. keren banget sih secara keseluruhan chapternya.. suka banget malah.. tapi adegan romantisnyaaa T.T kurrraaang.. haddeh.. tapi tetep daebak eonni.. 😄 fighting!!

  10. Happy ending~
    Tapi masih agak ngegantung sih jujur, dan huwee.. Abang Hae bener2 sahabat yg baik sekaligus miris nih cuman dia aja gk dpt pasangan pdhl dpt bertubi2 masalah. Kayaknya butuh sequel deh, thor. Tp gk maksa kok. Hoho..
    Ditunggu update-an ff yg lain ya.

  11. Akhir’a setelah penantian yg panjang *ceileh ok suka ending’a inti’a mreka smua tetep menyimpan apa yg sebenar’a tjd dgn alasan masing” salut jga sama hae yg ‘melindungi’ kyuhyun demi p’sahabatan tpi kesian jga hae gag ada pasangan’a sendiri kekeke
    Ending’a bener” sesuatu sulit ditebak. Saeng bleh minta as khusus YoungMi moment tpi kali gag bsa jga gag papa
    Suka ending’a mreka smua bahagia dgn hdp masing” tapi kyu entu pergi kemana ea kira” gag mgkn ke korea kan??? Trus KyuHan jga pake identitas bru *mikir kekeke

  12. wowwwwww amazing
    ending jg akhir ny stelah d tnggu bber tahun2 wkwkwkwkk

    happy ending yaa tpi kasihan donghae blm ada pasangan hhha

    ok nta ff kmu yg teerbaik
    keep writing yaa
    fighting fighting !!!!

  13. Akhirnya publis jg setelh sekian lama menanti.
    Eoh, udah End?
    Trus changmin gmna? Miyoung g mau ketemu sm changmin lgi.?
    Kasihan changmin.
    Tpi, mrka semua udah bahagiadngn kehidulan masing2.

    Ditunggu krya yg lain y eonni..

  14. Huwaaa akhirnya yang d tunggu..thankseu eonnie sudah d post :-*
    adududuh itu si abang ikan baek bener kagak ngebongkar semuanya. D kira bakal ada action d part end, ternyata…happy ending 😀
    good ff thor, next lanjutin ff yg lain sama nulis ff baru yo,hihihi
    aaaaaa..si baby jomi sweet bner d ini ff :-*

  15. Lalu gmn dgn hae??
    Eh2..apa aq doang yg ngrasa ending bwt hae dsini ga jelas y??
    Kasian c ikan..yg laen pd dpt psgn,cm dy doang yg jones.. 😛

  16. Maaf sepertinya aku merasa kurang puas dgn ending, np smua yg trjd hany jd angin lalu aj? menggantung gitu…
    Tp, aku suka happy end utk smuany, yg kembali pd pasanganny msg2..
    Hae oppa ma ku aj, aq siap lahir dan batin kok!! ^^

  17. whoaaa…akhirnyaaa part end ny muncul jugaaa >v<
    seneng akhirny happy end…
    tpi penasaran sm changminjaehee…g ad kah sequel ttg mereka???
    di tunggu karya2 selanjutny y thor ^^
    KEEP FIGHTING n WRITING yaaa ^^

  18. Akhirnya ending juga yaa walaupun bnyaj yg belum terjawab dan bukin penasara . Tapi gapapa, author pasti lg sibuk banget yaa hehhe.. semangat yaa ka ^^

  19. berakhir juga ini ff.
    happy ending.
    semuanya happy dg jalannya masing-masing.
    sepertinya cocok dg judulnya. karena keegoisan masing-masing lah ceritanya jd begini. dari zhoumi, changmin, juga kyuhyun.
    tp semua berakhir bahagia dg jalannya sendiri.
    eg btw, donghae tak punya pasangan sendiri disini. mau dicariin? hahaha

  20. Udh end eon ? Gk nyangka banget T,T
    tp happy ending 🙂 walau msih bxk yg bkin penasran sich 😀
    khdupan changmin sma donghae gmna ? +masalalu yg blum di ketahui kebnranx dgn pasti …
    Yg pntg miyoung sma zhoumi bsa hdup bhgia ,, smga yg lainx jga gitu 🙂

  21. sorry comment nya telat ^.^ Ga semua hal hrs terungkap, slama smua pihak bisa jalanin hidupnya dengan damai, kadang masa lalu ga perlu terungkap. Thanks untuk story yg bagus ini

  22. udh end ya.
    mrka hdup bhgia dgn crax masing” ya wlw pn changmin gk bsa ktmu sma miyoung lg.
    tpi kbhgian mnghmpiri mrka msing”.

  23. Akhirnya happy ending juga…
    Meski lumutan yang nunggunya…
    Maaf karena baru beri coment di saat-saat terakhir :>
    #tepuktanganbuatauthor

  24. jujur sebenernya udah lupa sama jalan cerita ini hahahahah tapi makasih bgttttt loh dilanjutin huhu ditunggu selalu ff2nyaaaa keep writing and fighting!!

  25. Ampuunnn udah berapa tahun nih nunggu kelanjutannya huhu akhirnya…
    Seneng banget karena semua udah tamat tapi ceritanya gantung ya
    Ya walau gak gantung2 amat sih tapi berharap changmin dan miyoung bisa berkumpul bersama lagi..

  26. Akhr’y happy ending jg…tp kasian bgt sm hae mngkn dy g prnh tw apa alesan kyu smpai tega bwt nusuk dy..
    Trz msh penasaran aja sm changmin sm jaehee jg gmn ending’y….

  27. .whooaahh…
    Happy end . . . Yeay .. !!
    Sdkit gk rela sih..pisaH ma youngmi couple.. Sukaa bgt ma ni ff..keren..!! Kirain miyoung bkalan ktemu ma changmin lg..trnyta gk eah…
    Brharap da sequel ne thor.. Haha..
    .gomawo..dh bkin ff s’kren ini thor.
    Q sukaa… Jeongmal gomawo ^^

  28. whooaahh…
    Happy end . . . Yeay .. !!
    Sdkit gk rela sih..pisaH ma youngmi couple.. Sukaa bgt ma ni ff..keren..!! Kirain miyoung bkalan ktemu ma changmin lg..trnyta gk eah…
    Brharap da sequel ne thor.. Haha..
    .gomawo..dh bkin ff s’kren ini thor.
    Q sukaa… Jeongmal gomawo ^^

  29. Sumpah yah.. Aku nggak nyangka bkal kyk bgini endingnya…
    Tp, dalam hati aku emng mngharapkan sdh hrus sperti ini endingnya..
    Changmin yg tak prlu tahu siapa sbenarnya kyuhyun dan gak prlu thu tntang miyoung lgi… Pkoknya suka deh.. Puas bget sm endingnya…

  30. wah akhirnya setelah sekian lama menghilang, muncul juga ini ffnya
    kirain panjang ternyata pendek
    tp gapapa yg penting semuanya bahagia dan ga ada yg akan jd korban lagi

    menurut aku terlalu terburu2 alurnya
    terus kurang lengkap juga ceritanya
    but its okay
    keep writing unniyaa!!^^

  31. Nah loh ini udah ending?
    Wehhh jd miyoung mutusin g nemuin changmin. N changmin g tw kalo miyoung msh hdup, n changmin jg g tw pelaku pnusukan hae sbnrny.
    Y udh deh mgkin ini yg tbaek buat smuany. Toh smuany udh nemuin kbhagianny msing2 😀

  32. Udah lama ga mampir ke blog ini 😀
    Post-an ending fic ini pun udah lama difavoritin, tp baru dibuka sekarang -_-
    Aku ingat, waktu msh awal” fic ini nongol, rasanya ingin sekali membacanya! Tp begitu sekarang melihat genre-nya ada thriller, hehe.. nyerah ㅠㅠ
    Baca sekilas jg.. Hae oppa kasihan 😦 Hanya dia yg ga dpt pasangan #pukpuk

  33. Changmin pasti bahagia young.. kan ada nona shin… wkwkkwkwkk
    Huaaa seneng dehh akhirnya smuanya baik” saja…. ya wlpn ak agak miris sm donghae…. tp wlpn mrk pny rahasia dan menutupi kebenaran” setidaknya itu adalah yg terbaik untuk semuanya…. huaaa TT

  34. Aaaaaaakhhh akhirnya happy ending senengggg deh zhoumi miyoung bahagia, kyu sama haneul dan changmin sama jaehee semua berakhir indah 😊
    Dan terakhir lee donghae sama imey…eon kkkkk

  35. Yeeeee akhirnya end juga, akhirnya semua bahagia tpi kasian donghae gak ada pasangannya tpi ff ini daebak banget semua tokoh”ny bisa melewati masa” yg sulit dan berakhir dengan kebahagiaan 🙂
    ditunggu ff yg lain ne eonni 🙂
    #HWAITING

  36. Happy ending. 😀 Ending-nya udah kayak2 drakor, cerita ending yang disrrahkan ke penonton untuk memyimpulkan sendiri. Cos masih belum jelas kasus penusukan donghae, dan dragon dark nya juga. Hubungan Miyoung Dan changmin terkesan gantung. But overall, daebak!! 😀

  37. Uaaaa… the end… mengharukan.. 😭😭😭
    Lau mengingat prrjuangan zhoumi demi minyoung..
    Akhirnya happy ending.. 😍😍😍😍😍

    Lagy2.. kau membuatku takjub Nta author… ^^*
    Sukses slalu.. 😘😘😍😍

  38. Yeay yeay happy ending 🙂 ..
    Eon , ngk ada squelx nie eon ??
    Buat miyoung ktemu gitu sma kmbrannya changmin ..
    Spya smuanya happy , jebalyo eon #aegyo 😦 😀 #plakkk ..

  39. Yeayyy…. Happy Ending:D
    Akhirnya Zhoumi-Miyoung&Changmin-Jaehee mnemukan kebahagiaan mreka:D ciee..udah pnya anak YoungMi kapel;)
    Ditunggu crita mnarik slanjutnya eonn… Kepp writing:)

  40. akhirny siap jga bacany….
    critany bner2 daebak…authorny jjang!!!!!!!!
    sbnrnya bgug ni comentny bsa msuk gak k email oenni soalny jejakny g ada dkolom coment.tpi tetep q tlis oenn biar ninggalin jejak….pnghargaan buat oenni krna smua critany bner2 jjang!!!”!!

    keep fighting n writting …
    we lov u..

  41. Happy ending
    Iyasih happy end tapi serasa ada yg kurang eon
    Karna semua permasalahannya ada yg gak selesai
    Tapi aku ttp bakal ngasi jempol ni ff
    Mungkinkah bakal d bikin sequelnya
    Gyahahh kalo ada aku seneng banget

    Teruskan karya2mu eon…fighting!!!

  42. Ping-balik: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s